ANA Uji Coba Operasikan Pintu Toilet Pesawat Pakai Siku, Begini Caranya

Berbagai inovasi untuk mengurangi penyebaran virus corona di pesawat terus dilakukan maskapai. Survei membuktikan, 70 persen responden (penumpang) mengaku khawatir akan potensi penyebaran virus corona di toilet. Untuk itu, belum lama ini, maskapai Jepang, All Nippon Airways (ANA) dikabarkan tengah mengujicoba penggunaan toilet di pesawat dengan siku. Baca juga: Cegah Penularan Corona, Japan Airlines Luncurkan Touchless Check-in di Bandara Haneda Sebelum diterpakan di pesawat, terlebih dahulu dilakukan uji coba di toilet Bandara Internasional Haneda, Tokyo, Jepang. Berbagai masukan dari para penumpang kemudian dicatat dan dianalisis. Setelah melalui proses penilaian panjang terhadap berbagai masukan tersebut, apabila berhasil, maka ANA akan menerapkannya di setiap penerbangan. Dikutip dari travelandleisure.com, elbow doorknob atau siku gagang pintu dirancang oleh perusahaan interior pesawat, Jamco. Cara mengoperasikannya cukup mudah, pengguna cukup mendorong siku ke gagang tambahan untuk menutup pintu toilet. Jika dirasa sudah rapat, siku dari tangan yang sama atau tangan lainnya tinggal mendorong gagang atau handle tambahan ke arah kanan untuk mengunci pintu. Cara membukanya lebih mudah lagi. Penumpang cukup mengembalikan gagang tambahan ke arah semula untuk membuka kunci dan menarik gagang pintu tambahan di sebelah kiri dengan siku agar pintu terbuka. Menariknya, pintu toilet bagian luar juga terdapat tanda berupa tulisan “occupied” sebagai pertanda kalau toilet sedang digunakan. Tanda tersebut bakal muncul di bagian luar pintu ketika mode kunci dalam posisi on. Ketika posisi kunci berada pada mode off, tanda “occupied” di bagian luar pintu otomatis akan berubah menjadi “vacent” atau kosong. Desain toilet tanpa sentuh atau dengan menggunakan siku tersebut dinilai paling efektif dan efisien untuk digunakan di masa pandemi. Sebelum memilih desain itu, ANA sempat terpikir untuk menggunakan desain lainnya berbasis kaki. Belakangan, desain pengoperasian benda berbasis kaki memang kerap dijumpai di berbagai tempat, seperti mengoperasikan lift, instalasi pencucian tangan, dan lainnya. Namun, khusus untuk di pesawat, ANA enggan melakukannya karena dinilai membahayakan penumpang, terutama saat terjadi turbulensi. Penumpang dianggap bisa kehilangan keseimbangan ketika membuka, mengunci, membuka kunci, dan membuka pintu toilet dengan kaki. Selain inovasi toilet elbow doorknob Jamco, perusahaan interior pesawat lainnya di dunia juga melakukan melakukan berbagai inovasi. Haeco Americas, selama di masa pandemi ini telah melakukan berbagai inovasi di toilet, bukan hanya di bagian pintu toilet, melainkan juga di sudut-sudut lainnya. Perusahaan yang berbasis di Carolina Utara itu diketahui telah mengembangkan flush otomatis dengan kaki, serta tutup tempat sampah, sabun, dan pengering dengan sensor atau tanpa sentuh. Baca juga: Heboh Maskapai Indonesia Diminta Tutup Fasilitas Toilet di Pesawat, Ternyata di India Sudah Duluan Anak perusahaan Collins Aerospace, Raytheon Technologies juga mengembangkan lavatory touchless suite atau toilet tanpa sentuh. Selain itu, perusahaan tersebut menggabungkan bakteri untuk membunuh partikel-partikel yang ada di dalam toilet. Sebetulnya, di akhir Mei lalu, berbagai maskapai di dunia sempat melakukan upaya pencegahan penularan virus corona di pesawat dengan melarang penggunaan toilet. Namun, ketika memasuki era New Normal, maskapai pun kembali membuka akses ke toilet di pesawat.

Gegara Pandemi, 1600 Pilot dan 8000 Awak Kabin Diberhentikan American Airlines Pada Oktober 2020

Sebanyak 1600 pilot dan lebih dari delapan ribu awak kabin American Airlines akan diberhentikan pada Oktober 2020. Hal ini dilakukan maskapai tersebut karena kesulitan finansial selama pandemi Covid-19 ini. Sebelum pandemi, maskapai asal Negeri Paman Sam ini mempekerjakan 27 ribu awak kabin dan 2700 diantaranya sudah keluar dari perusahaan secara permanen, sedangkan 4500 lainnya akan cuti secara sukarela pada Oktober mendatang. Baca juga: 200 Awak Kabin Air India Kena PHK dan 50 Pilot Ditolak Pengunduran Dirinya Tak hanya itu, dari 15 ribu pilot yang dimiliki American Airlines, 1200 diantaranya telah keluar dan 700 lainnya akan cuti sukarela pada Oktober mendatang bersama awak kabin. Wakil Presiden Senior Layanan Penerbangan American Airlines Jill Surdek mengatakan melalui email, pandemi Covid-19 telah menghantam industri penerbangan sangat keras dan situasi ekonomi yang diakibatkan lebih buruk daripada yang bisa dibayangkan. “Permintaan pelanggan kembali untuk terbang jauh lebih lambat daripada yang kami perkirakan. Akibatnya, perusahaan terpaksa mengurangi jadwal penerbangan lebih lanjut,” tambah Sudrek yang dikutip KabarPenumpang.com dari local10.com (25/8/2020). Dalam email yang ditulisnya, Sudrek menjelaskan, orang-orang yang melakukan perjalanan lebih sedikit dan jadwal perjalanan pada musim gugur perusahaan turun lebih dari 50 persen dibandingkan tahun lalu. “Jadwal yang lebih rendah ini telah meningkatkan kelebihan 14.000 pramugari,” tulis Sudrek. Seorang awak kabin American Airlines, Jaime Amaya dari Miami yang tengah cuti mengatakan, senioritas akan membantu mempertahankan pekerjaannya saat ini. Dia mengatakan, ini seharusnya tidak mengejutkan, tetapi sejujurnya ini mengejutkan. “Saya tidak tahu tentang hari esok, karena sekarang ini seperti, apa yang akan saya lakukan, apakah ini benar-benar terjadi,” kata Amaya. Baca juga: Sambut New Normal, Qantas Malah Grounded 100 Pesawat dan PHK 6 Ribu Karyawan! 11 Ribu Lainnya Nyusul Untuk diketahui, maskapai asal Amerika Serikat ini telah mempekerjakan lebih dari 13 ribu pekerja pada awal Januari di Bandara Internasional Miami. Di bandara ini, maskapai tersebut mengoperasikan lebih dari 340 penerbangan setiap hari ke hampir 130 tujuan termasuk layanan ke lebih dari 80 kota di seluruh Amerika Latin dan Karibia.      

Mengenal “Gouverneur Generaal Loudon,” Kapal Penantang Tsunami Krakatau yang Kandas Ditelan Laut Flores

Dalam sebuah tulisan sejarawan ternama dunia, Symons, yang dimuat blog scientificamerican.com, dikisahkan, saat Gunung Krakatau meletus selama dua hari pada Minggu-Senin, 26-26 Agustus 1883, hanya ada tiga kapal yang tengah berlayar antara Jawa dan Sumatera (Selat Sunda). Satu kapal milik angkatan laut Jerman, dan dua kapal lainnya berbendera Belanda, De Radarstoomboot Barouw dan Gouverneur Generaal Loudon. Baca juga: Hari Ini, 137 Tahun Lalu, Letusan Gunung Krakatau Berkekuatan 13 Ribu Kali Bom Hiroshima Terjadi Kapal-kapal tersebut punya kisah heroik masing-masing dalam menghadapi tsunami setinggi 30 meter efek dari reruntuhan Gunung Krakatau pasca meletus hebat. Di antara ketiga kapal itu, kapal uap Gouverneur Generaal Loudon mungkin jadi yang paling menarik dibahas. Dikutip dari clydeships.co.uk, kapal tersebut tercatat keluaran tahun 1875 oleh perusahaan galangan kapal asal Greenock, Skotlandia, Caird & Company dan baru dirilis secara resmi pada 18 September di tahun yang sama. Kapal yang mampu memuat hingga 1,436 ton ini pertama kali dioperasikan oleh perusahaan kapal uap Hindia Belanda, Nederlandsch Indische Stoomboot Maatschappij. Nama kapal Gouverneur Generaal Loudon diambil disandarkan pada nama seorang politikus Belanda sekaligus Gubernur Hindia Belanda (1872-1875), James Loudon. Sampai di sini, sedikit ada beberapa pendapat, terkait penamaan. Ada yang menyebut kapal tersebut baru dinamakan Gouverneur Generaal Loudon setelah selamat dari terjaman tsunami di Selat Sunda dan sebaliknya, ada yang menyebut kapal sudah dinamai seperti itu sejak pertama kali diserahkan ke perusahaan kapal uap Belanda. Cerita kapal Loudon menantang tsunami setinggi 30 meter dimulai saat kapal bergerak sekitar pukul 1 siang menuju Pelabuhan Anyer. Tak disebutkan dengan jelas dari mana kapal berangkat, namun, besar kemungkinan kapal berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa di Batavia. Sekitar pukul 2 siang, Minggu, 26 Agustus 1883, terjadi letusan pertama Gunung Krakatau. Saat itu, abu vulkanik tampak jelas terlihat di atas Gunung Krakatau dan air laut mengalami pasang surut tak beraturan. Tak lama kemudian, dalam tulisan karya David Bressan, yang diunggah blog scientificamerican.com, langit sekeliling Anyer dan sekitar menjadi gelap. Kapal dengan panjang 78 meter, lebar sembilan meter lebih, dan kedalaman palka mencapai lebih dari lima meter ini akhirnya bergegas menuju Telukbetung, Sumatera, 45 menit kemudian. Dalam perjalanan ke sana, kapal ditemani oleh hujan abu vulkanik yang lama kelamaan memenuhi geladak dan seisi kapal. Berkat kerjasama penumpang dan kru, abu vulkanik berhasil dibersihkan. Di Telukbetung, kapal bersandar cukup lama sampai pagi hari. Di pagi hari, letusan kembali terjadi dan langit makin gelap. Kapal bergegas menuju Anyer untuk melaporkan apa yang terjadi. Dalam perjalanan itulah kapal diterjang tsunami setinggi 30 meter. Beruntung, di bawah komando Kapten T. H. Lindemann, kapal berhasil melewati tsunami dengan selamat. Baca juga: Kapten Lindemann – Sang ‘Penantang’ Gelombang Tsunami Gunung Krakatau 1883 Saat itu, ajal kapal beserta kru dan penumpang (yang tak diketahu secara persis berapa totalnya) sudah cukup dekat, mengingat kapal sudah hampir terbalik dan hujan abu vulkanik memenuhi seisi kapal. Celakanya, kru dan penumpang tak bisa membersihkan kapal, mengingat mereka sedang disibukkan untuk menghadapi tsunami. Kru berada di ruang kemudi bersama kapten dan penumpang berada di palka kapal untuk menjaga kesimbangan. Selanjutnya, kapal uap Loudon terus beroperasi sebagai angkutan kargo hingga tahun 1898. Di tahun tersebut, kapal Loudon dikabarkan terdampar di Laut Flores, tepatnya di sebelah Selatan lepas pantai Pulau Selayar. Tak diketahui secara pasti sebab hilangnya kapal. Tak hanya itu, dari data military.wikia.org, tanggal dan bulan terjadinya insiden tersebut juga tak diketahui, termasuk titik lokasi terakhir hilangnya kapal.

Pengamat Transportasi: Bila Pesepeda Masuk Jalan Tol, Faktor Keselamatan Jadi Taruhan

Baru-baru ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan jalur Tol Wiyoto Wiyono dijadikan jalur sepeda. Usul ini disampaikan Anies melalui surat kepada Kementerian PUPR. Namun apakah aman bila harus membuka jalan tol untuk jalur sepeda? Ternyata menurut Pengamat Transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno, jalan Tol dibangun dan dirancang untuk kendaraan roda empat ke atas. Baca juga: Singapura Majukan Jalur Pesepeda Selama 5 Tahun Kedepan Djoko mengatakan, bila sepeda masuk ke jalan Tol, faktor keselamatan menjadi perhatian utama yang mana kendaraan melintas minimal dengan kecepatan 60 km per jam. Sehingga sepeda lebih baik memiliki jalur sendiri dan diterapkan di jalan non Tol. “Sebaiknya di jalur sepeda non Tol dibenahi, diberi pembatas fisik agar keselamatan pesepeda terjamin. Ini juga agar tidak diganggu parkir di tepi jalan,” ujar Djoko yang dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (27/8/2020). Dia mencontohkan, seperti jalan layang Casablanca yang mana motor dilarang melintas. Ini karena adanya kekhawatiran terpaan angin dari samping. Hal ini kemudian mendapat kesimpulan bahwa, dibandingkan menggunakan jalan Tol untuk pesepeda, ternyata lebih baik Jakarta membenahi jalur sepeda agar lebih layak. Seperti beberapa negara berikut ini sudah memiliki jalur sepeda sendiri dan tidak mengganggu jalur transportasi lainnya. Salah satunya adalah Beijing yang sudah memiliki jalan raya khusus sepeda. Di jalan ini ada dua jalur untuk para pesepeda dan tak mengganggu pengguna moda transportasi lainnya. Bahkan di beberapa negara Eropa, jalur pesepeda pun sudah ada dan memiliki lajur baik satu arah maupun dua arah. Di Belanda, jalan raya sepeda tidak ditentukan dalam peraturan lalu lintas dan rambu lalu lintas. Tetapi ada pedoman untuk mengembangkan jalan raya sepeda di mana kementerian Transportasi, Pekerjaan Umum dan Manajemen Air Belanda menggambarkan jalan raya sepeda sebagai jalur sepeda yang panjang tanpa penyeberangan sehingga pengendara dapat menempuh jarak yang jauh. Rute Belanda pertama dibuka tahun 2004 antara Breda dan Etten-Leur serta tahun 2017 beberapa jalan raya super sepeda dibuka di wilayah Arnhem-Nijmegen, dengan RijnWaalpad sebagai contoh terbaik dari jenis infrastruktur bersepeda baru ini. Sedangkan di Belgia, jenis jalur sepeda tidak disebutkan dalam kode jalan dan pemerintah provinsi serta Flemish Region yang mengambil inisiatif untuk pembangunan jalan raya sepeda. Bahkan tidak ada kecepatan maksimum untuk pesepeda kecuali ditentukan lainnya. Jalan rasa sepeda Flemish diberi nomor dan ditandai yang mana semua rute ditunjukkan dengan angka yang dimulai dengan F dari F1 ke F791. Di Denmark, kini sudah ada jaringan jalur sepeda jarak jauh dan kecepatan tinggi yang menghubungkan daerah pinggiran kota Kopenhagen dengan pusat kota. Baca juga: Contoh Pemerintah yang Baik, Italia Berikan Subsidi untuk Pembelian Sepeda Kayuh Mereka juga memiliki stasiun servis dengan pompa udara terletak pada interval yang teratur dan di mana rutenya harus melintasi jalan. Bahkan proyek ini juga sudah dibangun di Jerman dan negara lainnya seperti Swedia dan London.

Kapten Lindemann – Sang ‘Penantang’ Gelombang Tsunami Gunung Krakatau 1883

Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada Minggu-Senin, 26-27 Agustus 1883 menyisakan cerita. Reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan, yang terdiri dari puncak Gunung Berapi Perboewatan, Danan, dan Rakata, setelah empat letusan dahsyat, juga membuat tsunami dengan ketinggian 30 meter di atas permukaan laut Selat Sunda. Baca juga: Hari Ini, 137 Tahun Lalu, Letusan Gunung Krakatau Berkekuatan 13 Ribu Kali Bom Hiroshima Terjadi Di antara banyak kesaksian, kisah perjuangan Kapten T. H. Lindemann bersama enam orang kru di kapal Belanda, Governeur Generaal Loudon selamat dari ‘kiamat kecil’ dampak letusan dahsyat Gunung Krakatau jadi salah satu yang menarik. Dilansir krakatoavolcanoeruption.weebly.com, pasca letusan besar pertama Gunung Krakatau pada Minggu, 26 Agustus 1883, Kapten T. H. Lindemann berniat untuk mencari tahu kondisi yang sebenarnya terjadi. Pasalnya kala itu, sebaran informasi belum secepat sekarang ini. Sekilas, yang paling kentara ialah, langit menjadi hitam pekat tak lama setelah ledakan keras terjadi. Bahkan, dikisahkan di laman vansandick.com, tangan yang berada di depan mata sendiri saja sampai tak terlihat. Saking gelapnya. Selain itu, dari kejauhan, Gunung Krakatau juga diselimuti asap. Rasa penasaran Kapten T. H. Lindemann semakin menjadi seiring berjalannya waktu. Makin malam, letusan terus terjadi dengan intensitas yang kian memburuk dan membuat gendang telinga warga di sekitar jarak 40 km pecah, saking kerasnya letusan. Di sekitar Gunung Krakatau, cahaya merah tampak menyelimuti langit akibat erupsi. Keesokan harinya, Senin 27 Agustus 1883 sekitar pukul 6 pagi, Kapten T. H. Lindemann mendapati langit tak segelap kemarin, namun, matahari masih tak muncul karena diselimuti abu vulkanik. Berbagai batuan keras juga mulai menyerang rumah-rumah warga di sekitar. Tak lama, angin kencang disertai guncangan kembali terjadi. Bahkan, beberapa rumah di sekitar roboh karenanya. Sekitar jam 7 pagi, Kapten T. H. Lindemann yang tengah berjaga-jaga di pantai di sekitaran Telok Betong (sekarang menjadi Telukbetung, Kota Bandar Lampung), dari kejauhan melihat seperti ada ombak cukup tinggi, seperti gunung air. Ombak tersebut kemudian menghantam wilayah pesisir dan diyakini mampu memusnahkan apapun yang ada. Sadar wilayahnya juga terancam, ia bersama enam kru kapal pun berlayar menggunakan kapal Governeur Generaal Loudon menuju Anjer (Anyer) di seberang pulau.
Ilustrasi kapal Belanda Governeur Generaal Loudon yang lolos dari terjangan tsunami akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883. Foto: Wikipedia
Saat dalam perjalanan itulah, tiba-tiba gelombang tsunami setinggi 30 meter akibat letusan reruntuhan Gunung Krakatau ke lautan mendekat dengan kecepatan tinggi. Dalam keadaan terdesak namun masih cukup waktu untuk berpikir, Kapten T. H. Lindemann memutuskan untuk melawan tsunami. Ia memerintahkan agar kapal berlayar mendekat ke arah datangnya tsunami, bukan menjauh. Walaupun sempat hampir terbalik dan membuat seluruh penumpang mabuk, kapal akhirnya berhasil masuk ke dalam pusaran gelombang dan berlayar dengan kecepatan penuh di ujung gelombang yang berada di ketinggian. Saat itu, kapal sebetulnya belum benar-benar bisa dibilang selamat. Dari ketinggian sekitar 30 meter, kapal bisa saja terhempas ke perairan dengan keras dan hancur berkeping. Beruntung, kapal berhasil kembali perairan dengan agak mulus dan berlayar menuju Anyer. Saat itu, kesaksian Kapten T. H. Lindemann bersama kru, tak ada lagi pemukiman yang mereka lihat kecuali lautan lepas. “Kapal melaju dengan sudut tinggi melewati puncak gelombang dan menuruni sisi lainnya. Gelombang terus berlanjut menuju darat dan awak yang lumpuh menyaksikan laut dalam satu gerakan menyapu kota. Di sana, di mana beberapa detik sebelumnya telah terbentang Kota Telok Betong, tidak ada yang tersisa kecuali laut lepas,” bunyi kesaksian Kapten T. H. Lindemann. Baca juga: Pasca Tsunami, Trafik Lintasan Ferry Merak – Bakauheni Berlangsung Aman dan Lancar Selain Kapten T. H. Lindemann, ada juga kisah korban selamat letusan Gunung Krakatau disusul tsunami setinggi 30 meter lainnya. Istri seorang penjaga pantai, Beyerinck, dikisahkan selamat setelah mengalami luka bakar di sekujur tubuh akibat awan panas dan air yang dibawa tsunami menerjang rumah. Awalnya, ia dan suami sempat ingin bunuh diri dengan cara memotong tangan keduanya begitu melihat ombak setinggi gunung dihadapan mereka. Alasannya, agar tak merasakan sakit mendalam akibat mati perlahan. Beruntung, pisau tak ada dan ombak lebih dahulu menghempas mereka. Sang suami tewas sedangkan istrinya selamat meskipun dalam kondisi mengenaskan.

Stres Kehilangan Pekerjaan, Seorang Pilot Diduga Bunuh Diri

Kehilangan pekerjaan bisa menjadikan seseorang gelap mata dan melakukan tindakan bodoh pada orang sekitar atau diri sendiri. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di mana seorang pilot asal Malaysia bunuh diri akibat stres setelah kehilangan pekerjaannya dua bulan lalu. Baca juga: Coba Bunuh Diri, Awak Kabin Lompat dari Lantai 3 Gedung Kantor Pusat Emirates KabarPenumpang.com melansir dari laman worldofbuzz.com (6/8/2020), pilot yang berusia 35 tahun tersebut diketahui asal Serdang, Malaysia diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari lantai 12 unit kondominium di Bandar Kinrara, Puchong, Malaysia pada Senin (3/8/2020) pukul 15.00 waktu setempat. Pilot yang diketahui bernama Sanjiv Daevin tersebut meninggal akibat luka-luka. Kepala Polisi Serdang ACP Ismadi Borhan mengatakan, pihaknya melakukan penyelidikan setelah menerima telepon dari saksi mata sepeluh menit setelahnya. Ismadi bersama anggota kepolisian lainnya langsung melakukan pemeriksaan di sekitar area tersebut. “Penyelidikan awal kami menunjukkan bahwa korban jatuh dari lantai 12 kondominiumnya. Kami juga mengesampingkan setiap kecurangan dalam kematian mendadaknya,” kata Ismadi. Dia menambahkan, menurut keterangan dari para saksi dan orang terdekatnya, korban kehilangan pekerjaan dua bulan lalu dan dalam kondisi tertekan. Ismadi mengatakan, ketidakmampuan untuk mengatasi stres menyebabkan keputusan korban untuk melompat dari gedung kondominiumnya. “Laporan post mortem juga menunjukkan cedera yang konsisten dengan jatuh,” tambahnya. Sanjiv sendiri sebelum diberhentikan dari pekerjaannya merupakan seorang pilot maskapai bertarif rendah regional yang berbasis di Malaysia. Dia juga pernah menjadi bagian dari band fusion lokal bernama Aseana Percussion Unit (APU). “Atas nama Aseana Percussion Unit dan anggota keluarga kami, dengan berat hati, kami ingin menginformasikan bahwa pemain biola, kibordis dan perkusi tersayang kami, Sanjiv Daevin telah pulang pagi ini untuk bersama Tuhannya. Tolong salatlah doa Anda untuk Sanjiv dan semoga jiwanya beristirahat dalam damai surgawi. Selalu di hati kami, Sanjiv Daevin,” tulis band ini dalam laman Facebook mereka. Baca juga: Ikuti Diet Tak Jelas dari Google, Pria Muda Tabrakkan Diri ke Kereta di Manchester Atas insiden ini, Ismadi mengimbau masyarakat untuk menahan diri dari spekulasi yang dapat menghambat penyelidikan dan peka terhadap perasaan keluarga. Sanjiv sendiri pada 4 Agustus kemarin di kremasi di Desa Peringatan Jing An.

AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat

In Flight Entertainment (IFE) di masa pandemi banyak yang tidak diaktifkan dalam penerbangan beberapa maskapai, salah satunya di India. Meski begitu Lufthansa Technik (LTH) dan LG dari Korea Selatan justru tengah berupaya memaksimalkan IFE di masa pandemi, sebagai dari upaya baru untuk mendigitalkan kabin pesawat. Baca juga: Lion Air Telah Hadirkan “WiFi on Board Entertainment” di Tujuh Armada Boeing 737-900ER KabarPenumpang.com merangkum runwaygirlnetwork.com (24/8/2020), LHT dan LG bermitra serta menghadirkan merek baru AERQ yang muncul pada musim gugur lalu. Di mana mereka mengajukan gagasan untuk menambahkan lebih banyak papan reklame digital termasuk “Papan Selamat Datang” yang terbuat dari layar OLED besar. Direktur pelaksana AERQ Arnd Kikker dan Sangsoo Lee mengatakan, bahwa visi AERQ telah berkembang dengan mencakup platform TI terbuka, layar IFE di kursi dan elemen penting lainnya. “Platform AERQ mencakup titik kontak seperti Sistem Inseat dan Papan Iklan Digital Kabin. Sistem Inseat memberi penumpang pengalaman hiburan dalam pesawat yang luar biasa, termasuk integrasi perangkat mereka sendiri. Layar Cabin Digital Signage didasarkan pada teknologi OLED terbaru. Papan Selamat Datang adalah bagian dari solusi layar. Ini dapat menyambut penumpang di dalam pesawat dan berfungsi juga untuk meningkatkan merek maskapai sambil memberikan informasi yang relevan dengan penumpang,” jelas Kikker. Dia mengatakan, teknologi yang sama dapat diterapkan pada panel langit-langit untuk memberi penumpang pengalaman kabin yang disesuaikan dan memungkinkan maskapai dalam meningkatkan kesadaran mereka. Kikker menjelaskan AERQ merupakan platform TI terbuka yang terdiri dari titik kontak onboard serta arsitektur perangkat lunak yang memungkinkan kontrol dan penyesuaian. Sedangkan LG menyediakan semua layar seperti papan tanda digital kabin dan layar IFE di semua sandaran kursi yang dilengkapi LCD 4K mutakhir. Di masa pandemi ini, layar IFE juga menampilkan protokol kesehatan dan keselamatan baru. Dalam Op-Ed baru-baru ini untuk RGN, kepala El Al hiburan & konektivitas dalam penerbangan, Tal Kalderon membuat kasus untuk menghubungkan layar IFE di belakang kursi ke Internet untuk memungkinkan penumpang terhubung ke akun pribadi penyedia streaming mereka (misalnya, Netflix, Amazon, Disney +, Spotify). “Pada tahap pertama, mungkin karena takut menyentuh layar yang disebabkan oleh Covid-19, kami cukup mengaktifkan Mirroring perangkat pintar ke layar sehingga penumpang dapat menghindari menyentuh layar hanya dengan menggunakan perangkat pribadi mereka. Tapi setelah pandemi berlalu, penggunaan seatback screen lebih diutamakan,” kata Kalderon. Lee menambahkan, AERQ menawarkan pendekatan holistik untuk mendigitalkan kabin pesawat yang mana maskapai penerbangan harus memiliki kebebasan dan fleksibilitas tertinggi dalam hal menciptakan pengalaman kabin digital. Apalagi penumpang ingin mengalami perjalanan mereka dengan lebih personal, nyaman dan menghibur. Sehingga layar sentuh di kursi yang dapat disesuaikan akan menjadi semakin penting untuk jarak pendek dan jarak jauh. Maskapai juga dapat menyampaikan merek mereka melalui layar. “Ponsel cerdas penumpang adalah bagian penting dari rencana digitalisasi kabin AERQ. Ya, ponsel penumpang adalah bagian dari Sistem Inseat yang memungkinkan penumpang mengintegrasikan perangkat mereka sendiri. Konektivitas WiFi sederhana dan perpaduan Bluetooth menciptakan pengalaman hiburan kelas atas. Perangkat seluler penumpang menjadi terintegrasi sebagai titik kontak untuk informasi, pembayaran, dan personalisasi. Perangkat kru juga akan terhubung,” kata Lee. Dia menambahkan, AERQ sekarang berfokus untuk mengembalikan kendali maskapai atas pengalaman kabin penumpang dan menjadikan mereka pemilik semua data penumpang digital. Kikker menjelaskan, kehadiran mereka untuk menjadikan maskapai sebagai playmaker bagi pengalaman kabin mereka sendiri. Baca juga: Panasonic dan Emirates Hadirkan Teknologi Hiburan Tingkat Tinggi di Boeing 777-300ER Sebab setiap maskapai tahu apa yang mereka butuhkan dan pesawat harus dianggap sebagai pusat data. Sehingga langkah pertama untuk mendigitalkan kabin pesawat adalah platform IT terbuka yang menghubungkan titik-titik antara penumpang, kru, dan pengembang. Platform AERQ dirancang untuk memungkinkan kontrol dan penyesuaian penuh oleh maskapai penerbangan.

Bantu E-Commerce, Kereta Api Cina Kembangkan Jaringan Kargo Berkecepatan Tinggi

Baru-baru ini, operator kereta api China Railway berencana untuk mempercepat pengembangan jaringan kargo berkecepatan tinggi. Hal ini dilakukan dengan harapan bisa memperkuat jaringan e-commerce dengan mengangkut paket berukuran premium dan kecil. Selain itu juga melakukan pengembangan untuk memperluas jaringan penumpang dan membangun sistem kontrol yang mengintegrasikan teknologi yang dikembangkan di dalam negeri. Baca juga: Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut Negeri Tirai Bambu ini pun berambisi menjadi pemimpin dunia dalam transportasi kereta api dan Kementerian Perhubungan mengindikasi akan melipatganda upaya untuk pengembangan jaringan maglev yang mampu mencapai kecepatan hingga 600 km per jam. Adanya rencanya pengembangan jaringan ini karena, biaya transportasi barang saat ini diperkirakan dua kali lipat dari Jepang dan Amerika Serikat. KabarPenumpang.com merangkum yahoo.com (22/8/2020), karena masalah ini, Presiden Xi Jinping ternyata sudah mengidentifikasi biaya logistik yang tinggi sebagai penghalang pembangunan ekonomi. Bahkan mantan walikota metropolis barat daya Chongqing Huang Qifan telah menulis dalam jurnal lresmi yang terbit bulan lalu, bahwa biaya logistik Cina berjumlah 15 persen dari PDB dan ini hampir dua kali lipat dari AS, Eropa dan Jepang. “Secara umum disepakati bahwa biaya logistik yang tinggi di China adalah salah satu faktor kunci di balik penggunaan rel kereta api yang relatif rendah untuk kargo yang mencapai sekitar 9,5 persen. Meningkatkan persentase menjadi 15 hingga 25 persen akan membantu mengurangi biaya logistik Cina secara signifikan,” tulis Huang. Cina diketahui pertama kali menetapkan rencana untuk mengembangkan kereta barang berkecepatan tinggi pada tahun 2014, tetapi rencana tersebut ditangguhkan dua kali karena permintaan yang rendah. Proyek ini dihidupkan kembali pada akhir 2017 ketika China Railway Rolling Stock Corp, pembuat gerbong barang dan gerbong penumpang terbesar di dunia, mengatakan bahwa mereka sedang mengembangkan gerbong barang berkecepatan tinggi yang dirancang untuk memungkinkan forklift memuat dan menurunkan barang. Rencana terbaru China Railway bertujuan untuk mengembangkan berbagai pengangkut kargo, termasuk kereta tugas berat dengan muatan 30 ribu ton, kereta barang ekspres lebih cepat dan peti kemas baru. Perusahaan juga berencana mendigitalkan fasilitas logistik di stasiun dan gudang kereta api. Wu Guodong, wakil direktur departemen lokomotif dan mobil China Railway, mengatakan ada potensi besar untuk layanan pengiriman barang berkecepatan tinggi karena bisnis online terus berkembang di China. Jaringan kereta api berkecepatan tinggi China menjadi dua kali lipat pada tahun 2035 berdasarkan cetak biru baru. “E-commerce China yang berkembang pesat memberikan potensi pasar yang sangat besar untuk layanan pengiriman ekspres. Kami secara aktif meneliti dan mengembangkan kereta barang berkecepatan tinggi kami dan melakukan studi lanjutan tentang permintaan dan pengoperasian pasar,” kata Wu. Baca juga: Dewi Mazu Tertangkap Kamera Tengah Bepergian Naik Kereta Cepat di Cina Mo Zhisong, direktur divisi persinyalan China Railway, mengatakan bahwa sistem kontrol pintar yang baru akan jauh lebih efisien dibandingkan dengan sistem blok tetap konvensional yang sudah berumur seabad. “Interval kereta api akan dipersingkat dari periode minimum tiga menit saat ini menjadi dua menit, menghasilkan peningkatan kapasitas transportasi sebesar 30 persen,” kata Mo.

Jijay Banget, Penumpang Pesawat Jemur Sepatu di Pendingin Udara Kabin

Sepertinya kata lagi, sudah tak cukup untuk menggambarkan perilaku seorang penumpang pesawat. Pasalnya mereka berkali-kali melakukan tindakan yang terlihat bodoh dan lupa akan sekitarnya. Pada awal tahun 2020, hal mengesalkan kembali terjadi dalam sebuah penerbangan di mana seorang penumpang dengan santainya mengeringkan sepatu yang basah di pendingin udara. Baca juga: Spektakuler! Penumpang Ini Jemur Celana Dalam di Pendingin Kabin Pesawat Saat itu penumpang tersebut mengeringkan sepatunya dengan mengangkat ke arah pendingin udara di atas kepalanya. Kemudian seorang penumpang lain yang duduk agak jauh darinya merekam perbuatan penumpang itu dan menjadi viral di dunia maya.
Bahkan menjadi bertambah viral ketika akun Instagram Passanger Shaming kembali membagikannya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com (24/1/2020), video tersebut sudah di tonton lebih dari 802 kali oleh warganet di Instagram Passanger Shaming sejak di posting pada (16/1/2020) lalu. Passanger Shaming memberi caption video tersebut, “Jadi ya, BS ini, omong kosong kesadaran diri nol terjadi … lagi … #PLEASESTOP 🚫WTFFFFFF ✈️💨👟🤷🏼‍♀️👣🤯 Terima kasih @dylanmiller telah mengirimkan ini!” Video tersebut dikomentari oleh warganet dan sebagian besar setuju dengan caption Passanger Shaming. Bahkan beberapa diantaranya hanya berkomentar dengan menampilkan emoji. “Jika saya mengetahui seseorang melakukan ini, saya akan meninju,” tulis seorang warganet. “Asap suci ini menjijikkan. Kakinya bau muncrat ke seluruh penumpang di sekitarnya,” imbuh yang lain. “Setidaknya itu bukan pakaian dalam,” yang lain menambahkan. Sebelum kejadian ini, pada awal 2018 seorang wanita menjemur pakaian dalam di pendingin udara tepat di atas kepalanya. Wanita itu terekam dalam penerbangan Ural Airlines dari Antalya di Turki menuju ke Moskow di Rusia. Wanita itu menjemur pakaian dalam tersebut sekitar 20 menit. Sayangnya, penumpang pesawat lain yang melihat kejadian itu sama sekali tidak menggubris ataupun menegur perempuan tersebut justru malahan mereka mem-videokan kelakuan perempuan itu. Saksi mata yang melihat kejadian mengatakan, perempuan tersebut tampak tak malu saat menggoyang-goyangkan celana dalam di bawah lubang pendingin tersebut. Baca juga: Penumpang Pesawat Hangatkan Pizza Pakai Lampu Kabin, Tertarik Coba? Karena dianggap menarik, penumpang lain juga hanya bisa terkejut saat melihat teknik mengeringkan celana dalam perempuan tersebut. “Semua orang amat terkejut melihat pemandangan itu tetapi mereka memilih diam tak berkomentar,” ujar salah seorang penumpang. Beberapa penumpang lainnya menduga perempuan tersebut merupakan seorang ibu yang mengeringkan celana dalam milik anaknya yang basah terkena air di dalam pesawat.

Hari Ini, 81 Tahun Lalu, Heinkel He 178 Nazi Jerman Pelopori Era Penerbangan Turbojet di Dunia

Hari ini, 81 tahun lalu, Heinkel He 178 pesawat jet pertama di dunia berhasil terbang perdana. Pesawat dengan mesin dan kabin tunggal berkecepatan 700 kilometer per jam ini bukan hanya pelopor era penerbangan turbojet di dunia, tetapi juga disebut menjadi peletak dasar desain pesawat jenis baru setelahnya. Baca juga: Perang Dunia I Dorong Ilmuan Inggris Kembangkan Telepon Nirkabel di Kokpit Dikutip dari militaryfactory.com, sebelum perang dunia kedua meletus, Jerman bisa dibilang jadi pelopor teknologi di berbagai sektor, darat, laut, dan udara. Untuk udara, pesawat tempur jet pertama di dunia besutan Jerman, Messerschmitt Me 262, mungkin masih jadi perdebatan mengingat Inggris juga mengklaim hal serupa lewat Gloster Meteor F8 karya ilmuan lokal ternama, Sir Frank Whittle. Namun, untuk pesawat jet pertama di dunia, yang juga bersaing ketat di jagat domestik dengan Messerschmitt Me 262, tak ada satupun pengganggu hegemoni Heinkel He 178. Embrio Heinkel He 178 dimulai pada tahun 1937. Ide Ernst Heinkel membuat pesawat dengan konsep propulsi turbojet pertama di dunia tak lepas dari jasa insinyur Dr. Hans Pabst von Ohain yang didapuk sebagai penanggung jawab pengembangan mesin turbojet dalam naungan Heinkel Flugzeugwerke yang sudah didirikan sejak 1922. Meskipun ditentang rezim Nazi Hitler karena dianggap tak menguntungkan, meningat pengembangan dinilai butuh waktu dan investasi besar, tak sejalan dengan keinginan rezim yang fokus pada tensi politik menghadapi perang dunia II, namun, Heinkel dan Ohain terus maju. Kerja keras Ohain pun berhasil membuahkan mesin HeS 1 pada tahun 1937. Heinkel tak tinggal diam dan berhasil mengembangkan mesin HeS 3 berbahan bakar diesel. Kala itu, inovasi pembuatan mesin turbojet memang belum menemui titik terang. Namun, mesin tersebut justru disambut baik rezim Nazi Hitler karena dinilai berpotensi membawa Jerman memenangi Perang Dunia II. Belum puas dengan mesin HeS 3, pada tahun 1938, Heinkel melanjutkan pengembangan mesin terbojet. Berbekal konsep pesawat turbojet yang diusulkan pemerintah, prototipe Heinkel He 178 pun menjawab kebuntuan. Setelah melalui beberapa pengujian, 27 Agustus 1939 atau sepekan sebelum genderang Perang Dunia II ditabuh, Heinkel He 178 berhasil mengudara dan secara resmi memulai era penerbangan jet di langit Rostock, Jerman Utara. Menariknya, pesawat berhasil melesat hingga 600 kilometer per jam, cukup cepat untuk ukuran kala itu. Sebetulnya, pesawat bisa lebih cepat dari pada itu, namun, Heinkel He 178 dibatasi hanya boleh di bawah 643 kilometer per jam karena desain aerodinamika pesawat masih belum sempurna. Awalnya, penerbangan perdana tampak lancar-lancar saja sampai ketika seekor burung terhisap masuk ke dalam mesin dan mendadak mati saat pesawat masih di udara. Beruntung, pilot uji, Flugkapitan Erich Warsitz, berhasil mendaratkan pesawat dengan selamat. Dibanding pesawat-pesawat sekutu -seperti pesawat pengebom Hiroshima-Nagasaki Enola Gay– atau pesawat Jerman lainnya, desain Heinkel He 178 tergolong cukup unik, dengan menempatkan sayap nyaris diujung atas badan pesawat. Begitu juga posisi mesin yang terkubur jauh di dasar badan pesawat. Baca juga: Boeing 377 Stratocruiser, Pesawat dengan Kabin Bertekanan Pertama di Dunia Nasib pesawat dengan bentang sayap tujuh meter lebih, panjang tujuh meter, dan tinggi hampir dua meter ini, sebagaimana dikutip dari aviation-history.com, akhirnya harus kandas karena gempuran sekutu dalam Perang Dunia II. Dua prototipe Heinkel He 178 yang berhasil dibuat hancur berkeping pada tahun 1943 dan 1945. Hal itu pun menandai akhir dari sepak terjang pesawat dengan bobot kosong sebesar 3.565 lbs maksimum muatan mendekati 4.400 lbs ini di industri kedirgantara dunia. Meskipun tak satupun replika yang tersisa, dokumentasi Heinkel He 178 dianggap lebih dari cukup untuk menandakan sumbahsih ide dan gagasan pesawat di kancah global.