Nama KA Purbaya terasa asing dalam benak netizen, lantaran kereta yang menghubungkan Purwokerto dan Surabaya ini memang sudah tak beroperasi sejak lama. Nama kereta ini diambil dari gabungan dua nama kota keberangkatan dan tujuan akhirnya. Pada masa jayanya, KA Purbaya lumayan laris digunakan, terutama pada periode 1980-an hingga 1990-an.
Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Purbaya sendiri hanya mengangkut penumpang untuk kelas ekonomi yang jauh dari kata nyaman bila dibandingkan kelas ekonomi masa kini. Pada masa kejayaannya, KA yang beroperasi pada awal 1970 ini jelas tidak dilengkapi pendingin udara dan hanya menggunakan kipas angin, itupun konon sering tidak menyala.
Kursi hijau yang keras sepertinya tak layak untuk digunakan dan mencari tempat duduk pun harus berebut saat itu. Pada masa kejayannya, KA Purbaya menjadi kereta ekonomi jarak jauh yang juga memiliki waktu tempuh 12 jam. Dimana saat mengular, kereta ini berangkat jam 06.00 pagi dari Purwokerto dan tiba di Surabaya sekitar pukul 17.30.
Berdasarkan catatan sejarah, Kereta ini berhenti di sejumlah stasiun, baik di stasiun besar atau kecil, diantaranya Stasiun Walikukun, Wojo, Cepiring, Brambanan, Maguwo dan Yogyakarta. Meski disebut Kereta Api Cepat Purbaya setiap akan berangkat, tetapi ketika ada kereta-kereta yang kelasnya lebih tinggi, KA Purbaya harus berhenti menunggu persilangan.
Tiket kereta ini pun terbilang cukup murah kala itu, yakni Rp4500 dari Purwokerto-Surabaya atau sebaliknya, dan Rp3 ribu dari Yogyakarta-Purwokerto atau sebaliknya. Tiketnya pun saat itu masih serupa ‘kartu domino’ yang keras, kaku berwarna merah dan kecil.
Namun meski kereta ekenomi, KA Purbaya juga dilengkapi dengan gerbong restorasi yang menghadirkan menu makanan yang terkenal enak, terutama nasi gorengnya. Tak beda dengan kereta pada zaman itu, maka penjual makanan, pengamen dan pengemis pun ikut berlalu lalang di dalam kereta ini.
Baca juga: KA Banyubiru Ekspres – Mati Karena Uzur dan Kalah Saing dengan Transportasi Lain
Sayangnya kereta ini tak lagi beroperasi sejak Januari 2002 karena tak lagi bisa diandalkan sebagai kereta ekonomi cepat. Kemudian digantikan oleh KA Logawa yang sebelumnya sudah mendampingi KA Purbaya sejak tahun 1999 hingga 2002 dan kini melayani relasi Purwokerto hingga Jember.
Hari Pelanggan Nasional yang diperingati 4 September 2019 kemarin, membuat jajaran direksi berbagai moda transportasi baik darat maupun udara langsung menyapa dan berinteraksi dengan pengguna jasa. Di moda udara, maskapai Garuda Indonesia, Citilink dan Lion Air menghadirkan beberapa hal menarik yang bisa langsung dinikmati penumpang.
Baca juga: Garuda Indonesia Update Fitur Aplikasi “GIA Mobile,” Kini Ada Voice Command dan Virtual Assistant
Apa saja sih yang dihadirkan dan dipersembahkan maskapai-maskapai ini saat Hari Pelanggan Nasional? Berikut ini KabarPenumpang.com merangkum berbagai hal menarik yang diberikan oleh maskapai-maskapai tersebut.
(kumparan)Garuda Indonesia
“Sapa Pelanggan“, di sini Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara bertegur sapa dengan para penumpang maskapai dan membagikan souvenir kepada penumpang GA 830 rute Jakarta – Singapura di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Tak hanya itu, bagi dua orang penumpang kelas ekonomi GA 830 diberikan kursi kelas bisnis secara cuma-cuma.
“Bagi Garuda Indonesia, pelanggan merupakan sumber kekuatan dan semangat dalam menjalankan tugas. Kami menyadari bahwa kesempurnaan layanan dan kepuasan pelanggan merupakan salah satu strategi terkuat dalam bertahan pada situasi industri yang kian kompetitif seperti sekarang ini,” kata Ari yang dikutip dari siaran pers (4/9/2019).
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Pelanggan Nasional tersebut, sebelumnya Garuda Indonesia juga telah melaksanakan program “Direksi Melayani” pada penerbangan GA 714 rute Denpasar – Sydney dan GA 715 rute Sydney – Denpasar. Berbeda dengan penerbangan Garuda Indonesia lainnya, pada kedua penerbangan tersebut jajaran Direksi Garuda Indonesia yang dipimpin oleh Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara melayani langsung para pengguna jasa selama penerbangan tersebut.
Program “Direksi Melayani” tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan pada rute penerbangan internasional setelah sebelumnya melaksanakan program yang sama pada penerbangan domestik rute Jakarta – Denpasar pada akhir 2018 yang lalu. Adapun penerbangan GA 714 dan GA 715 dipilih mengingat bahwa rute Denpasar – Sydney pp ini merupakan rute yang paling diminati tidak hanya untuk penumpang Indonesia namun juga wisatawan asing.
Lion Air
Maskapai terbesar di Indonesia ini pada Hari Pelanggan Nasional, mengumumkan program spesial bertajuk “terbang bareng Lion Air” pada beberapa rute penerbangan domestik khusus dari dan menuju Banjarmasin – Bandar Udara Internasional Syamdudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ) efektif 04 September 2019 sampai batas waktu yang belum ditentukan. Langkah ini sebagai bagian upaya Lion Air untuk menawarkan salah satu destinasi favorit di Indonesia bagian Tengah dan mengakomodir traveling ke Kalimantan Selatan.
Tak hanya itu, Lion Air juga menghadirkan tarif promo sekali jalan (one way) sampai dengan 50 persen dibawah tarif normal tersedia di rute yang ditawarkan kepada pebisnis dan wisatawan (travelers), antara lain dilayani melalui Makassar – Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan (UPG), Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Surabaya – Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (SUB), Yogyakarta – Bandar Udara Internasional Adisutjipto (JOG); Semarang – Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG), Majalengka – Bandar Udara Internasional Kertajati, Jawa Barat (KJT), Denpasar – Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali (DPS), Mataram – Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat (LOP), Balikpapan – Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN), Manado – Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi, Sulawesi Utara (MDC).
Lion Air juga memberlakukan harga jual tiket spesial dari tarif dasar batas atas (basic fare), akan diterapkan pada waktu (jam-jam) keberangkatan (schedule time departure), jumlah kursi terbatas dan mengikuti syarat dan ketentuan.
Citilink
Berbeda dengan Garuda Indonesia dan Lion Air, maskapai berbiaya hemat (LCC) ini justru menampilkan logo baru di boarding passnya. Pada boarding pass lama, dominasi warna putih dan tulisan Citilink di sudut kiri atas. Kini desain baru terlihat lebih classy dan segar dimana meski masih didominasi warna putih, nuansa hijau khas Citilink Indonesia dibuat memiliki satu bagian tersendiri tepat di bagian atas. Di sudut kiri atas bidang berwarna hijau tersebut kemudian disematkan tulisan Citilink dengan menggunakan warna putih.
Sejajar dengan nama Citilink, ada tiga simbol yang menunjukkan prestasi maskapai berbiaya hemat ini dalam dunia aviasi. Antara lain Traveler Choice Award 2018 versi TripAdvisor, maskapai bintang empat versi Skytrax dan juga sebagai maskapai berbiaya hemat versi Airlines Passenger Experience Association (APEX). Sementara itu, pada bagian bawah boarding pass, tepat di sebelah kiri, kamu akan menemukan jumlah miles yang telah terkumpul. TPada bagian belakanjuga akan menemukan QR Code yang bisa di-scan oleh penumpang.
Juliandra Nurtjahjo, Direktur Utama Citilink Indonesia menuturkan bahwa hadirnya desain baru dalam boarding pass ini menjadi wujud nyata misi Citilink untuk dapat menjadi digital airlines di Indonesia. Adanya inovasi baru ini akan memudahkan berbagai pihak yang ingin melakukan promosi yang menyasar para pengguna layanannya.
Baca juga: Hemat Devisa, GMF dan Lion Air Group Bangun Delapan Hanggar Perbaikan di Bandara Hang Nadim
“Citilink punya visi menjadi airlines digital pertama di Indonesia, bukan semata-mata ikut tren, tetapi kita juga ingin mendorong terjadinya efisiensi. Efisiensi bukan hanya akan dirasakan oleh kami sebagai penyedia layanan tapi juga mitra bisnis dan pelanggan. Melalui inovasi kali ini, Citilink menghadirkan boarding pass yang menyediakan media komunikasi dan juga promosi bagi mitra bisnis Citilink,” katanya.
Singapore Airlines merayakan penerbangan non-stop perdananya dari Changi ke Seattle sebagai bagian dalam kampanye pemasaran yang bisa dibilang tidak dan sangat kreatif. Maskapai ini meminta keterampilan produser musik muda yang berbasis di Seattle, Chong the Nomad, untuk membuat video musik dengan menggunakan suara dari Airbus A350-900.
Baca Juga: Cek Sekarang! Singapore Airlines Larang MacBook Pro Jenis Tertentu Masuk Kabin
Singapore Airlines meluncurkan proyek media terbarunya ini untuk merayakan peluncuran penerbangan Singapore Changi-Seattle non-stop pada minggu pertama September ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman SimpleFlying.com (3/9), pihak maskapai pertama kali melemparkan desas-desus tentang rute baru dari Singapura ke Seattle pada bulan Oktober silam.
Rute ini dioperasikan oleh Airbus A350-900 milik Singapore Airlines, yang juga akan segera membuka rute penerbangan dari Singapura ke Wellington via Melbourne. Model pesawat yang digunakan Singapore Airlines ini memang terbukti sangat populer karena kapabilitasnya untuk melayani rute penerbangan jarak jauh. Diketahui, Singapore Airlines telah memesan total 67 unit Airbus A350 sejauh ini.
Mengingat ini bukanlah pembukaan rute penerbangan biasa, maka dari itu Singapore Airlines seolah ingin membuatnya semakin spesial. Menggandeng Chong the Nomad, adapun alasan pihak maskapai memilih musisi ini karena Seattle merupakan gudangnya musisi-musisi berbakat – mulai dari Jimi Hendrix, Nirvana, Pearl Jam, dan yang baru-baru ini tengah naik daun, Macklemore. Menimbang hal ini, akhirnya Singapore Airlines mencomot Chong the Nomad.
“Dengan diluncurkannya penerbangan non-stop perdana kami ke Seattle, kami ingin bersenang-senang dan memberikan penghormatan kontemporer kepada penumpang dengan membuat trek musik yang sangat unik,” ujar Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Senior Singapore Airlines, Campbell Wilson.
Baca Juga: Ikuti Singapore Airlines, Garuda Indonesia Larang Penumpang Bawa MacBook Pro
Dalam video berdurasi 1.40 yang diunggah ke Youtube dengan judul “Seattle Sounds Even Better Now” ini, Anda dapat melihat bagaimana Chong the Nomad membuat beragam suara dari Airbus A350 dan menggabungkannya menjadi sebuah kesatuan musik yang sangat unik – mulai dari roda depan, sabuk pengaman, notifikasi di dalam kabin, hingga alat makan yang disajikan awak kabin di dalam video tersebut. Benar-benar kreatif!
Penasaran dengan campaign video milik Singapore Airlines terbaru ini? Silakan klik video di bawah ini!
Banyak pelancong yang berbondong-bondong memilih duduk di kursi dekat jendela ketika di pesawat. Padahal ternyata itu adalah pilihan yang buruk bagi Anda sebagai penikmat keindahan langit dari dalam pesawat.
Baca juga: Meski Terlihat Bersih, Kursi dan Meja Lipat di Kabin Pesawat Dipenuhi Bakteri
Pasti muncul pertanyaan kenapa? Ini karena sebuah video belum lama muncul tentang kotornya kursi dekat jendela. Video ini viral dengan menunjukkan saat dirinya tengah membersihkan sandaran kepala dari kursi dekat lorong, kursi tengah dan dekat jendela.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (4/9/2019), video tersebut memperlihatkan hal yang sangat mengkhawatirkan dimana kebersihan ketiga kursi tersebut berbeda. Bahkan kursi dekat jendela ternyata menghasilkan kotoran paling banyak.
Video ini memperlihatkan seorang perempuan yang naik maskapai Air Canada dan tengah membersihkan kursi debgan pembersih sanitasi berbasis alkohol. Dia mulai membersihkan dari bagian lorong hingga kursi dekat jendela yang ternyata hasilnya jauh lebih hitam dari kursi lainnya.
Kursi tengah menjadi terkotor kedua dan kursi dekat lorong berada diurutan ketiga. Seorang model bernama Naomi Campbell menganjurkan membersihkan kursi saat penumpang akan duduk.
Dalam video lain, Naomi yang menggunakan sarung tangan lateks memegang tisu antibakteri. Dia mulai membersihkan semuanya di sekitar kursi kelas bisnis pada penerbangan Qatar Airways.
“Ini yang saya lakukan di setiap pesawat yang saya naiki,” Naomi menjelaskan ketika dia menangkap kuman.
Sebuah studi oleh Insurancequotes.com tahun lalu menunjukkan meja nampan memiliki 11.595 unit pembentuk koloni kuman (CFU), menjadikannya area paling kotor kedua yang biasa digunakan pesawat. Pertama adalah tombol flush pada dudukan toilet, yang memiliki lebih dari 95.000 CFU.
Sementara itu, di bandara, tempat paling kotor adalah kios check-in sendiri, menurut penelitian oleh Quotes Asuransi. Ini mengharuskan penumpang untuk menggunakan layar.
Kios check in mandiri berisi rata-rata 253.857 CFU (bakteri dan sel jamur per inci persegi). Faktanya, hanya satu layar check-in mandiri yang mencatat lebih dari satu juta CFU.
Baca juga: Waduh! Air Panas Dalam Penerbangan Ternyata Berasal dari Saluran yang Sama dengan Toilet
Video viral yang mengejutkan telah menangkap seorang penumpang pesawat dalam penerbangan Qatar Airways melakukan gerakan yang agak tidak higienis. Klip menunjukkan selebaran pria bersin ke selimut maskapai penerbangannya dan kemudian menyeka hidungnya.
Sydney akan memiliki trem alias light rail yang mulai menguluar di jalanan pusat kota pada bulan Desember mendatang. Trem sepanjang 67 meter ini akan melintas melalui jantung kota Sydney di sepanjang George Street secara teratur setiap empat menit di setiap arah dari jam 5 pagi sampai 1 pagi waktu setempat.
Baca juga: Nantikan Kehadiran Light Rail, George Street di Sydney Akan Terdampak Paling ‘Parah’KabarPenumpang.com melansir laman smh.com.au (2/9/2019), kehadiran trem ini kemudian menimbulkan pertanyaan terkait aturan bagi para pejalan kaki, pengendara sepeda dan sepeda motor. Bagaimana caranya agar para pengguna jalan bisa melintas di jalur trem tersebut dengan aman?
Polisi telah lebih aktif dalam memperingatkan pengendara sepeda agar tidak naik di sepanjang jalur trem, dan pejalan kaki mengabaikan tanda-tanda di sepanjang rute kereta ringan, terutama di CBD (Central Business Distric). Pasalnya jalur kereta ringan Inner West di sepanjang Hay Street di Haymarket telah menjadi rute usang bagi para pengendara sepeda yang melintasi ujung selatan CBD selama bertahun-tahun.
Sumber: 1688.com.au
Namun agen transportasi negara bagian New South Wales mengatakan rambu-rambu “larangan masuk” membatasi akses bagi pengendara sepeda dan pengendara motor ke jalur trem. Penalti karena tidak mematuhi rambu-rambu larangan masuk adalah denda $114, selain itu ada juga denda $268 untuk pengendara sepeda yang memasuki trem, yang terlarang di bawah aturan jalan. Jalur trem ditandai di sisi kiri rel dengan dua garis paralel, atau struktur seperti pagar.
“Seperti aturan yang ada untuk kereta ringan Inner West, pengendara sepeda tidak akan diizinkan untuk mengendarai sepeda di dalam CBD dan koridor kereta ringan Tenggara karena masalah keselamatan yang timbul dari berbagi koridor dengan trem yang bergerak,” kata Transport for NSW.
Pengendara sepeda akan diizinkan untuk menyeberangi koridor kereta ringan baru melalui CBD jika mereka memasuki jalan masuk di George Street. Bahkan mereka akan diizinkan untuk membawa sepeda ketika bepergian sebagai penumpang di trem, kecuali staf menentukan pada waktu sibuk bahwa itu tidak dapat untuk dilakukan.
Pendapat berbeda diutaraka pejabat transportasi yang mengingatkan pengendara sepeda untuk turun saat mereka melintasi jalur trem, atau naik di sudut untuk menghindari roda terjebak di trek.
Sementara didorong untuk menyeberang jalan di tempat penyeberangan yang ditentukan, pejalan kaki diizinkan untuk melintasi jalur trem di titik mana pun di sepanjang jalur asalkan lebih dari 20 meter dari sinyal lalu lintas terdekat. Hal ini untuk menghindarkan para pejalan kaki dari denda jaywwalking.
Pejalan kaki akan diizinkan untuk berjalan di jalur kereta ringan di bagian yang disebut boulevard George Street antara Bathurst dan Hunter Street di CBD. Denda yang akan dikenakan bagi pejalan kaki yang melanggar adalah $76. Tim proyek untuk kereta ringan akan memutuskan konfigurasi kondisi jalan ruang akhir dan rambu peraturan yang diperlukan.
Baca juga: Di 2027, Jerman Bakal Operasikan Jalur Trem Terpanjang di Tanah Bavaria
Diketahui, trem akan menjadi moda transportasi yang lebih teratur dengan panjang jalur 12,7 km dari Circular Quay ke Randwick yang dibuka pada Desember 2019 dan jalur ke Kingsford pada Maret mendatang. Nantinya kehadiran trem bisa menjadi pengingat pengendara sepeda dan pejalan kaki yang harus berbagi tempat untuk melintas di ruang yang semakin padat.
Sebuah perangkat yang dilengkapi dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan baru saja dihadirkan untuk meningkatkan kemanan bus sekolah di Dubai. Perangkat pintar bernama ‘Safe Bus’ tersebut dibuat oleh Almas Robotics yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk melacak penumpang di bus sekolah.
Baca juga: Hitachi Luncurkan EMIEW3, Robot Pintar di Bandara Dengan Artificial Intelligence
Kehadiran Safe Bus ini juga bertujuan untuk meningkatkan standar keselamatan di Uni Emirat Arab (UEA). Perangkat yang berukuran tidak terlalu besar tersebut terhubung ke beberapa sensor yang dipasang pada pintu bus untuk memantau pergerakan penumpang dan mencatat jumlah penumpang, baik yang masuk atau keluar bus.
(Zawya.com)KabarPenumpang.com merangkum laman zawya.com (3/9/2019), teknologi Safe Bus akan aktif secara otomatis ketika pengemudi menghidupkan mesin bus dan perangkat akan membaca pergerakan dalam satu detik. Ketika tiba di tujuan, pengemudi akan mematikan mesin bus, disini perangkat tersebut akan menyelesaikan pemeriksaan untuk menentukan apakah jumlah penumpang yang turun sama dengan yang naik di awal.
Ketika jumlah tidak sesuai, maka, perangkat akan membunyikan alarm dan mengirim pesan singkat (SMS) ke pengemudi dan perusahaan transportasi. Hal ini kemudian membuat pengemudi mengecek lagi penumpang dalam bus.
Solusi ini pun bertujuan untuk mencegah kasus anak-anak yang tertinggal di dalam bus sekolah. Selain itu perusahaan bermaksud untuk menjaga biaya perangkat tetap terjangkau dalam upaya untuk mendorong adopsi teknologi penyelamatan jiwa.
“Kami memiliki harapan tinggi untuk perangkat ini karena membawa konsep baru ke pasar yang menangani masalah serius dengan cara yang inovatif dan tanpa batas. Percakapan kami dengan sekolah dan perusahaan transportasi sejauh ini cukup menggembirakan, dan kami berharap suatu hari dapat melihat perangkat ini digunakan di setiap bus sekolah di UEA,” kata Almas Robotics Founder dan CEO Eng Fahim Almas.
Awal tahun ini, Almas Robotics meluncurkan Robot Pendidikan M Pertama dan M Kedua yang merupakan serangkaian unik lengan robot cetak 3D serbaguna yang dirancang untuk mengangkat benda-benda ringan dan mengajarkan anak-anak tentang dasar-dasar robotika. Seri ini dinamai HH oleh Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, yang menginspirasi Almas untuk mengejar mimpinya membangun sebuah perusahaan yang merancang solusi yang menguji batas-batas inovasi dan meningkatkan kehidupan masyarakat.
Baca juga: Angkut Bagasi Penumpang, Bandara Internasional Dallas-Forth Worth Gunakan Robot FLEET
“Pendidikan adalah area fokus utama untuk Robotika Almas dan kami memiliki rencana besar untuk bekerja dengan sekolah-sekolah di UEA untuk memperkenalkan anak-anak ke dunia robotika yang menarik, percetakan 3D dan kecerdasan buatan melalui lokakarya interaktif,”tambahnya.
Kiansantang seorang prabu yang merupakan anak dari Prabu Siliwangi atau Sri Baduga Maharaja dengan Nyi Subang Larang. Nah nama Kiansantang ini dipakai untuk nama sebuah kereta oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang dioperasikan oleh Daerah Operasional (Daop) II Bandung.
Baca juga: KA Banyubiru Ekspres – Mati Karena Uzur dan Kalah Saing dengan Transportasi Lain
KA Kiansantang rencananya akan mengular direlasi Kiaracondong menuju Cianjur PP dengan meminjam rangkaian kereta Kahuripan yang tidak beroperasi di siang hari. Bahkan rangkaian kereta ini sudah diujicobakan melintas Padalarang – Cianjur.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, KA Kiansantang rencananya akan dioperasikan pada 11 Maret 2014 setelah peluncuran kereta api Siliwangi jurusan Cianjur – Sukabumi. Sayangnya peluncuran kereta ini diundur karena masih memerlukan persiapan.
Bila KA Kiansantang ini sudah beroperasi, nantinya akan melengkapi rute jalur tengah yang sudah ada saat ini. Apalagi sebelumnya sudah diluncurkan KA Pangrango jurusan Bogor, kemudian kemarin diluncurkan KA Siliwangi yang melayani rute Cianjur – Sukabumi, dan akhirnya KA Kiansantang akan menyambung rute Cianjur – Bandung.
Kereta ini juga akan menggantikan KA Cianjuran yang tak lagi beroperasi sejak April 2013, dimana layanannya dihentikan karena KA lokal itu tidak ada kontrak PSO antara PT KAI dan pemerintah. KA Cianjuran melaju di jalur relasi Cianjur menuju Padalarang. KA Cianjuran merupakan rangkaian kereta api bisnis dua rangkaian yang ditarik oleh sebuah lokomotif BB 301 atau BB 304.
Kereta api ini melewati beberapa stasiun kecil, di antaranya Tagog Apu, Cipatat, Rajamandala, Cipeuyeum, Ciranjang, Selajambe, Tipar, Maleber. Dalam perjalanannya rangkaian kereta ini harus melalui kontur berat menanjak, seperti di Rajamandala-Tagogapu-Cipatat.
Masyarakat lokal banyak yang menjuluki kereta api ini dengan nama “Argo Peuyeum”, sebab banyak digunakan penumpangnya untuk mengangkut peuyeum (tape) dari daerah Cipeuyeum, Ciranjang, dan Cipatat ke Bandung. Kereta bisnis ini berangkat dari Stasiun Cianjur setiap hari menuju Stasiun Padalarang dengan rute empat kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Baca juga: KA Rajawali – Yang Telah Berhenti Beroperasi dan ‘Dilebur’ ke KA Harina
Sebelumnya, jalur ini merupakan jalur yang menghubungkan Kota Bandung dengan Kota Sukabumi, tetapi karena Terowongan Lampegan yang berada di desa Cibokor, Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat runtuh pada 8 Februari 2001, maka jalur Bandung-Sukabumi pun ditutup, namun saat ini TerowonganLampegan sudah selesai di renovasi oleh PT KAI.
Sayangnya, meski begitu, KA Kiansantang yang berencana dioperasikan Maret 2014, hingga kini sudah lima tahun berlalu bahkan tak pernah terlihat mengular dan beroperasi. Entah kapan PT KAI akan merealisasikan KA Kiansantang ini.
Elektrik ferry atau kapal ferry yang menggunakan tenaga listrik baru saja berlayar perdana melintasi perairan antara Pelabuhan Soby dan Fynshav, yang terletak di Pulau Aero dan Als di selatan Denmark. Ferry listrik bernama Ellen ini dikembangkan oleh proyek E.U. Horizon 2020 dan menjadi ferry pertama di dunia yang memiliki paket baterai dengan energi yang cukup untuk operasi sehari-hari maupun keadaan darurat.
Baca juga: e-Oshima, Kapal Ferry Bertenaga Listrik dengan Baterai Sejenis di Boeing 787 DreamlinerDilanir KabarPenumpang.com dari maritime-executive.com (17/8/2019), untuk menjalankan kapal ferry ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 4,3MWh yang dipasok oleh Leclanché dari Swiss dengan menggunakan sel-sel baterai lithium-ion G-NMC berenergi tinggi. Baterai pada kapal ferry ini telah dilengkapi fitur keselamatan yang unik, termasuk desain laminasi bi-seluler dan pemisah keramik. Menurut pihak pengembang, kapasitas pengisian daya tinggi memecahkan rekor 4,4 MW.
Sistem baterai dibagi menjadi 20 unit, masing-masing terhubung ke konverter terpisah yang mengendalikan output energi. Elekrtik ferry Ellen mampu membawa 30 mobil dan 200 orang. Untuk mengurangi bobot, area penumpang feri berada di level yang sama dengan dek mobil.
Pintu rampa terbuat dari aluminium, bukan baja, dan perabot kapal terbuat dari kertas daur ulang dan bukan kayu. Ellen mampu berlayar sejauh 22 mil laut (sekitar 25,3 mil).
Leclanche mengatakan elektrik ferry Ellen diharapkan akan beroperasi penuh dalam beberapa minggu ke depan. CEO Leclanche, Anil Srivastava menggambarkan kapal itu sebagai “pelopor era baru di sektor kelautan komersial.” Ia menambahkan bahwa selama satu tahun, ferry akan menyumbang pengurangan dua ribu ton karbon dioksida, 2,5 ton partikel dan 1,4 ton sulfur dioksida.
Pengembangan feri listrik seperti Ellen datang pada saat Organisasi Maritim Internasional (IMO) sedang mempersiapkan aturan baru yang berkaitan dengan emisi sulfur oksida. Pada Januari 2020, IMO akan melarang pengiriman kapal menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih tinggi dari 0,5 persen, dibandingkan dengan tingkat 3,5 peren saat ini.
“Proyek ini menunjukkan bahwa hari ini kita dapat mengganti penggerak termal bahan bakar fosil dengan energi bersih, dan dengan demikian berkontribusi pada pemanasan global,” kata Lecvano’s Srivastava.
Ini adalah contoh terbaru dari teknologi inovatif yang mendukung bentuk transportasi skala besar. Danfoss Editron menyuplai drivetrain listrik sepenuhnya. Sistem EDITRON perusahaan terdiri dari dua motor penggerak 750kW dan dua motor pendorong 250kW, yang keduanya menjalankan keengganan sinkron dibantu teknologi magnet permanen dan dikendalikan oleh inverter DC/AC.
Baca juga: “The Ampere,” Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia!
Perusahaan juga menyediakan sistem manajemen daya kapal dan mengirimkan stasiun pengisian daya di darat dan lengan pengisi daya untuk baterai ferry. Danfoss Editron telah menyediakan peralatan tenaga listrik untuk Tellus.
Juga di Swedia, proyek ElectriCity Gothenburg akan mengubah ferry yang ada menjadi tenaga listrik sebagai bagian dari proyek ElectriCity. Layanan ferry serba listrik akan menambah layanan bus listrik kota yang ada.
Kendati sudah lebih dari lima tahun menghilang, namun hingga saat ini masih banyak saja peneliti yang penasaran dengan hilangnya Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370. Beragam asumsi dan spekulasi terus bermunculan di media setiap harinya – mulai dari asumsi bahwa pesawat ini sengaja ditenggelamkan oleh pilot karena satu dan lain hal, hingga isu pembajakan yang hingga kini dipercaya sebagai variabel paling kuat yang menyebabkan pesawat berjenis Boeing 777-300 ini raib begitu saja tanpa ada bekas.
Baca Juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia
Pada pemberitaan sebelumnya, disebutkan bahwa seorang peneliti bernama Christine Negroni menemukan sebuah fakta bahwa kopilot Fariq Hamid sempat mengambil alih kemudi pesawat selama 30 menit lamanya. Ketika itu, kopilot Fariq berusaha untuk melakukan manuver Return to Base menuju Malaysia – tempat pesawat ini take-off. Namun ketika pesawat sudah heading menuju Negeri Jiran, MH370 kembali memutar arah dan sejak saat itu, MH370 tidak pernah lagi terlihat di radar.
Pemberitaan terbaru soal MH370 ini dikutip KabarPenumpang.com dari laman express.co.uk (28/8) menyebutkan bahwa MH370 memang dengan sengaja dibajak dan dibawa menuju suatu tempat yang sangat jauh dari destinasi seharusnya, Beijing. Asumsi ini dikalkulasikan dan dihitung dengan menggunakan residu ‘komunikasi’ antara MH370 dengan satelit perusahaan telekomunikasi asal Inggris, Inmarsat.
Dari data yang terpapar, tampak MH370 ini keluar sangat jauh dari rute yang seharusnya dilintasi, dan sempat terbang di atas Selat Malaka. Lalu pesawat juga tampak terus mengudara ke arah selatan (Samudera Hindia), dan terakhir pesawat tampak di atas Samudera Hindia – tepatnya di sebelah barat Perth, Australia.
Banyak peneliti yang juga mengamati ‘komunikasi’ antara MH370 dan satelit Inmarsat beranggapan bahwa pesawat kehabisan bahan bakar di titik terakhir tersebut. Mereka juga mempercayai bahwa pesawat ini sudah dibajak oleh seseorang – entah itu adalah awak pesawat, penumpang, atau bahkan seorang penumpang gelap.
Tapi satu yang pasti, pembajak ini enggan bangkai dari MH370 ditemukan.
Baca Juga: (Lagi) Hipotesa Baru Misteri MH370: Pesawat Diduga Kehilangan Tekanan Kabin
Untuk memperkuat pernyataan di atas, pakar penerbangan David Gleave dari Loughborough University menganalisis profil psikologis orang yang membajak pesawat tersebut.
“Bayangkan jika Anda adalah pembajak MH370, dan tidak ingin pesawat ini ditemukan, maka Anda akan menerbangkan pesawat ini jauh dari daratan,” tutur David.
Semakin dekat pesawat dengan daratan, maka semakin mudah pula proses pencarian dan evakuasi dilakukan. Namun ketika bangkai pesawat ini karam di tengah lautan, atau bahkan samudera, sangat besar kemungkinan pecahan pesawat sudah tersebar atau bahkan menghilang di dasar laut.
Vijayan Mathan Gopal, 39 tahun dinyatakan bersalah pada Senin (5/8/2019) karena telah menganiaya dan melecehkan seorang pramugari dalam penerbangannya dari India ke Singapura dua tahun lalu. Pria yang merupakan warga negara Singapura keturunan India ini melakukan perjalanannya dengan maskapai berbiaya rendah, Scoot pada 2 November 2017.
Baca juga: Pasca Pelecehan Pada Awak Kabin, EVA Air Siap ‘Banned’ Penumpang yang Berperilaku Tak Pantas
Dia divonis dua tahun penjara, denda, hukuman cambuk atau kombinasi hukuman atas tiga tuduhan yakni memegang lengan, menyentuh wajah, menangkup wajah dengan tangan dan meletakkan tangannya di paha serta pantat pramugari Scoot. Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (5/8/2019), pramugari yang tidak disebutkan identitasnya tersebut mengatakan, Vijayan adalah orang terakhir yang naik ke pesawat, tercium bau alkohol dari dirinya dan ritsleting celana dalam keadaan terbuka.
Vijayan Mathan Gopal
Saat itu, Vijayan masih bisa berjalan ke kursinya dan memberikan boarding pass ketika diminta pramugari. Namun setelah lepas landas, korban melihat pelaku tengah berselisih dengan pramugari lainnya di lorong.
Karena korban bertanggung jawab atas awak kabin lainnya, di mendekati mereka dan mendapati bahwa keduanya tengah berdebat karena Vijayan tak mau membayar setelah memesan makanan dan anggur merah. Dia menenangkan lelaki itu dengan menyetujui untuk menyajikan makanan sebelum pembayaran dilakukan, bertentangan dengan kebijakan Scoot, tetapi Vijayan menolak makanan itu, mengklaim pramugari lainnya tidak sopan kepadanya.
Korban menugaskan seorang awak kabin untuk pergi ke Vijayan sementara dia memberikan perhatiannya pada keadaan darurat medis dengan seorang penumpang yang merasa akan pingsan dan kekurangan oksigen. Sementara kondisi ‘gawat’ sedang berlangsung, Vijayan berulang kali menekan tombol lampu panggil untuk meminta bantuan dan ingin korban merawatnya.
Setelah seorang pramugari datang untuk membantu penumpang yang sakit, korban pergi ke Vijayan dan mengatakan kepadanya dengan tegas untuk tidak menekan lampu panggil lagi. Tiba-tiba, Vijayan bertanya di mana dia tinggal dan menyentuh wajahnya, membelai dahinya ke dagunya dan berkata: “Kamu sangat cantik.”
Dia kemudian menangkupkan wajahnya dengan kedua tangan.
Korban bersaksi selama persidangan bahwa ini membuatnya merasa “marah, tidak nyaman dan sangat jijik”, tetapi dia tidak bisa mendorongnya pergi karena dia seorang penumpang.
Dia bersandar dan mengangkat suaranya, berkata: “Tuan, tuan, tuan.”
Dia menjawab: “Jangan marah kepadaku”, dan “Aku bos dari penerbangan ini.”
Korban mencoba berdiri tetapi Vijayan terus meraih lengan kanannya. Ketika dia mencoba lagi, dia meletakkan tangannya di paha kanannya dengan kekuatan besar. Ketika dia akhirnya berhasil bangkit dengan meraih sandaran lengan, dia merasakan Vijayan menyentuhnya dengan meletakkan telapak tangannya di pantat kirinya.
Korban melaporkan kejadian itu kepada kapten pesawat, yang mengamati bahwa dia terguncang. Setelah pesawat mendarat di Singapura sekitar jam 8 pagi pada tanggal 2 November 2017, korban mengajukan laporan ke Scoot dan juga ke polisi bandara.
Vijayan dalam pembelaannya membantah melakukan tindakan tersebut terhadap korban dan menuduh bahwa korban telah mengarang insiden tersebut untuk menekan fakta bahwa ia telah mengadu terhadap pramugari lainnya karena “layanan buruknya”.
Baca juga: [18+] Hampir Separuh Pramugari di Jerman Pernah Alami Pelecehan Seksual!
Hakim Distrik Salina Ishak menyatakan dia bersalah atas ketiga dakwaan kriminal kepada pramugari. Tuduhan itu dibacakan dengan bagian di bawah Tokyo Convention Act, yang menyatakan bahwa kejahatan apa pun yang terjadi pada pesawat yang dikendalikan Singapura akan merupakan pelanggaran di bawah hukum Singapura. Vijayan akan kembali ke pengadilan untuk mitigasi dan hukuman pada 28 Agustus 2019.