Bus tua dan usang serta masuk masa pensiun tak selalu menjadi barang rongsok tak berguna ataupun harus dibuang ke tempat sampah. Sebab bus-bus tua ini juga bisa dikaryakan menjadi tempat edukasi dan pusat pembelajaran interaktf bagi anak-anak sekolah.
Baca juga: Setelah Pesawat dan Kereta, Kini Giliran Bus Tingkat yang’ Disulap’ Jadi Hotel
Di Hong Kong (HK), di bawah program Used & Retired Bus yang digagas oleh perusahaan bus yang mengoperasikan layanan waralaba dan hadir sejak akhir 2016, dilakukan upaya memberdayakan armada bus biasa maupun bus tingkat untuk disumbangkan ke sekolah-sekolah dan organisasi non pemerintah. Salah satu sekolah yang mendapat bus ini adalah SD Buddha Chi King.
Yang mana bus pensiun itu berubah menjadi perpustakaan dan pusat pembelajaran. Meski diubah menjadi tempat yang edukatif, fitur asli seperti setir dan pegangan tangan tetap dipertahankan.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari opengovasia.com (4/5/2019), sebanyak 24 unit bus sudah disumbangkan dan dimodifikasi dengan berbagai bentuk selain perpustakaan juga sebagai ruang kelas. Para pendidik percaya, bus yang diubah memberikan suasana belajar yang unik dan inspiratif.
Kepala Sekolah Buddha Chi King bahkan memuji program ini sebagai hal yang menarik dan mendidik. Sebab modifikasi bus tua dan penambahan elemen teknologi baru memungkinkan masyarakat muda untuk menyadari nilai daur ulang dan menjadi sebuah pelajaran penting untuk disampaikan pada generasi muda.
Kehadiran bus “daur ulang” ini juga mendapat pujian serta penghargaan untuk keunggulan lingkungan yang diselenggarakan oleh Komite Kampanye Lingkungan bekerja sama dengan Departemen Perlindungan Lingkungan dan sembilan organisasi lainnya, mendorong sektor bisnis dan swasta untuk bersama-sama memerangi perubahan iklim. Upaya transportasi hijau perusahaan yang memenangkan penghargaan termasuk memasang lebih banyak panel surya di atap double decker, menandai peningkatan cakupan area 40 persen dibandingkan dengan bus generasi pertama.
Panel surya ini mengubah energi matahari menjadi listrik untuk menyalakan sistem ventilasi yang mendinginkan bus ketika di parkir. Sistem ini juga membuat bus hemat bahan bakar dan ketika mesin mati, daya yang ditaangkap akan menggerakkan motor ekstraksi yang terletak di bagian atas.
Bisa dikatakan, ini mengurangi suhu sekitar delapan hingga sepuluh derajat Celcius serta mengurangi konsumsi bahan bakar sampai tiga persen. Namun, tak hanya bus saja yang ditingkatkan fasilitasnya, halte pun dibuat menjadi lebih hijau yang mana atap ratusan halte tanpa listrik dilengkapi dengan sistem panel surya.
Nantinya selain mendukung aliran listrik untuk menyalakan lampu dan juga perangkat anti nyamuk. Perusahaan ini juga telah memasang tiang penghenti bus surya pertama yang menghadirkan bola lampu bertenaga surya dengan sensor otomatis, yang berarti mereka secara otomatis menyala dalam gelap.
Baca juga: Baterai Bekas dari Bus Listrik Digunakan Untuk Simpan Energi dari Panel Surya Gedung
Penumpang kemudian dapat memperoleh informasi rute bus pada siang dan malam hari. Inisiatif seperti program ini memajukan tujuan teknologi ramah lingkungan Hong Kong dan membawanya selangkah lebih dekat untuk menjadi kota yang lebih hijau.
Beli tiket pesawat, tapi tidak untuk terbang ke suatu destinasi? Ya, fenomena ini memang tengah hangat-hangatnya menjadi topik perbincangan di kalangan warga Singapura. Pasalnya, banyak ‘calon penumpang’ di negeri tetangga ini yang menjadikan Changi International Airport sebagai ‘destinasi wisata’, bertemu dengan artis favorit, atau hanya sebagai tempat pertemuan terakhir dengan orang tercinta. Walhasil, bagi mereka yang kedapatan masuk ke area bandara ini bukan untuk mengudara akan dikenakan hukuman kurungan.
Baca Juga: Hanya Demi Masuk Bandara Changi, Puluhan ‘Calon Penumpang’ Rela Beli Tiket Tanpa Niat Mengudara!
Sama halnya seperti pria berusia 27 tahun yang kedapatan membeli tiket pesawat tanpa pernah ada niatan untuk pergi ke suatu destinasi – hanya untuk masuk ke dalam transit area Changi International Airport saja. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman people.com (4/9), kejadian ini sendiri terjadi pada Minggu (25/8) kemarin, dimana seorang pria berusia 27 tahun digeruduk pihak keamanan Changi International Airport.
Ketika diperiksa, pria yang identitasnya disamarkan ini berdalih memberli tiket pesawat hanya untuk mengantarkan istrinya saja sampai di gerbang keberangkatan. Padahal, tindakannya ini sudah jelas-jelas dilarang oleh pihak bandara maupun petugas keamanan.
“Kami mengamankan seorang pria di Changi International Airport karena kedapatan menyalahgunakan tiket penerbangan,” tulis Kepolisian Singapura dalam sebuah pernyataan resmi di laman media sosial Facebook.
“Dari hasil penyelidikan, pria ini masuk ke area transit Changi International Airport hanya untuk mengantarkan istrinya saja – tidak ada niatan sama sekali untuk terbang meninggalkan Singapura,” tambahnya.
Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumnya, orang-orang yang kedapatan ‘menerobos’ masuk area transit Changi International Airport tanpa ada niatan untuk melakukan perjalanan udara akan dikenakan sanksi sebesar SG$20.000 dan hukuman maksimal dua tahun penjara.
Kenapa Tidak Boleh ‘Berkeliaran’ di Bandara?
Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “Mengapa mereka yang sudah membeli tiket dan tidak berniat untuk terbang, tidak boleh berkeliaran di sekitaran bandara? Toh sebenarnya pihak bandara tidak terlalu dirugikan terhadap adanya kasus seperti ini,”
Sumber: pinterest
Memang, bandara tidak sepenuhnya merugi ketika ada orang yang ingin masuk ke dalam bandara hanya untuk mengantarkan seseorang, atau hanya untuk berjalan-jalan di dalamnya – terlebih di bandara sekelas Changi, dimana pusat perbelanjaan terbaik se-Jakarta Raya saja masih kalah keren dibandingkan bandara tersebut.
Namun apa jadinya jika orang yang membeli tiket tersebut merupakan seorang teroris? Berapa kerugian yang harus ditanggung oleh pemangku kepentingan terkait apabila skema ini terjadi?
Baca Juga: Changi Stopovers, Siap Manjakan Penumpang Transit Jelajahi Singapura
Selain itu, status sebagai “protected places” yang tersemat di setiap bandara di Asia Tenggara ini juga harus ditegakkan. Risikonya, hanya penumpang yang hendak bepergian, baru datang, atau sedang transit saja yang boleh ‘berkeliaran’ di dalam bandara.
“Diperlukan tindakan khusus untuk mengontrol pergerakan dan perilaku orang demi alasan keselamatan dan keamanan publik,” jelas petugas kepolisian menjawab pertanyaan di atas.
Jika melihat anjing atau kucing sebagai satwa pendukung emosi penumpang selama penerbangan agaknya masih menjadi suatu hal yang wajar. Namun apa jadinya jika satwa pendukung emosi penumpang ini adalah seekor kuda? Tapi tenang saja, kuda yang satu ini bukanlah jenis kuda seperti pada umumnya, melainkan berjenis American Miniature Horse – kuda peranakan yang dapat Anda temui di berbagai negara.
Baca Juga: Lirik Wanita Lain, Penumpang American Airlines Pukul Suami Pakai Laptop!
Kembali ke topik satwa pendukung emosi penumpang ini, dikutip dari laman thesun.co.uk (2/9), penumpang American Airlines di rute penerbangan Chicago menuju Omaha dikejutkan dengan kehadiran seekor kuda mungil yang dibawa oleh salah seorang penumpangnya. Tentu saja kejadian ini menjadi unik, karena sangat jarang sekali ada seorang penumpang yang turut serta membawa kuda kesayangannya sebagai satwa pendukung emosi.
Di dalam sebuah video yang diunggah salah seorang penumpang ke laman Youtube, tampak seekor kuda berukuran mini tengah berjalan menyusuri lorong kabin bersama seorang wanita berperawakan bongsor.
Saking enggannya melewatkan pemandangan unik ini, banyak penumpang yang sampai-sampai mengabadikan momen ini dan mengunggahnya ke laman media sosial masing-masing.
“Saat ini, kami terbang bersama anggota militer, sebuah keluarga kecil dengan anak balita, dan seekor kuda…” tulis salah satu penumpang dalam akun Twitter pribadinya.
Sumber: Metro.co.uk
Sementara itu, pengguna Twitter lain yang juga menjadi penumpang dari American Airlines di rute penerbangan Chicago menuju Omaha, @AmberleyBabbage, mencuitkan: “Ada seekor kuda kecil di antrean check-in bandara, dan saya sangat penasaran terhadap hal tersebut #ORD”
Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata kuda yang bernama Flirty ini memiliki akun Instagram dan Twitternya sendiri – layaknya hewan-hewan menggemaskan lain yang juga memiliki akun media sosialnya masing-masing.
Baca Juga: Alami Kelainan Genetika, Ibu dan Balitanya ‘Diusir’ dari Penerbangan American Airlines
“Kemarin, saya dan Flirty terbang dan mendapatkan banyak pengalaman menyenangkan. Selama perjalanan, Flirty merasa sangat bahagia dan bertingkah layaknya seekor kuda yang sudah sering mengudara,”
Dan uniknya lagi, ini bukanlah kali pertama Flirty bersama ‘majikannya’ mengudara – melainkan yang ketiga kali, dan dari ketiga penerbangan tersebut, Flirty tidak pernah menunjukkan tanda-tanda gelisah atau tidak nyaman dengan suasana di bandara maupun di kabin.
Salah satu maskapai kenamaan asal Negeri Paman Sam, American Airlines dikabarkan baru saja mengakhiri masa pengoperasian pesawat narrow-body rakitan McDonnell Douglas, MD-80. Pesawat yang juga beken dengan nama Super 80 ini telah menerbangkan jutaan penumpang dan karyawan American Airlines selama kurang lebih 36 tahun terakhir – dan kini pesawat kembangan dari DC-9 ini tidak akan lagi menggunakan livery American Airlines.
Baca Juga: DC-9/MD-80, Pesawat Penumpang yang Mampu Melakukan Self-Pusback!
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pihak maskapai tidak hanya mem-pensiun-kan satu unit MD-80 saja, melainkan 26 unit sekaligus pada Rabu (4/9) kemarin. Agar supaya acara perpisahan dengan salah satu armada dedengkot di American Airlines ini terasa lebih berkesan, pihak maskapai mengijinkan para awak kabin dan pilot untuk menuliskan surat perpisahan kepada sang burung besi. Dikabarkan, pesawat ini mulai mengabdi kepada American Airlines sejak tahun 1983.
“Saya berdiri di sini untuk mengapresiasi waktu 27 tahun bersama pesawat ini,” ujar salah satu pilor American Airlines, Capt. Greg Kunasek.
“Saya dan barisan pilot yang ada di sini telah menjelajahi angkasa lebih dari 38.000 mil dengan menggunakan MD-80,” lanjutnya dalam pidato perpisahan.
Bak sahabat lama yang harus berpisah, Capt. Greg merasa berat untuk melepaskan MD-80 pergi dari tubuh American Airlines.
“Bagi kami, MD-80 memegang peranan yang sangat penting dalam perkembangan maskapai dan amat berat bagi kami untuk melepaskannya,” tutur Capt. Greg.
“Namun inilah kehidupan, semuanya harus bergulir sebagaimana mestinya – ada banyak hal yang datang dan pergi. Namun saya sangat bangga bisa menerbangkan MD-80 dan menjadi bagian dari American Airlines,” imbuhnya.
Menurut laman fox4news.com (4/9), pesawat ini nantinya akan diterbangkan menuju Roswell, New Mexico dan menghabiskan masa tuanya di boneyard – sebutan untuk kuburan pesawat.
Ngomong-ngomong soal MD-80, kurang lengkap rasanya jika tidak membicarakan kakak kandung dari pesawat ini – McDonnell Douglas DC-9.
Baca Juga: DC-9 Garuda Indonesia, Andalan Penerbangan Jet Domestik Era 80-an
Bagi Anda para pecinta sektor aviasi, pasti tidak asing lagi dengan jenis pesawat yang juga pernah mengabdi untuk maskapai plat merah, Garuda Indonesia ini. Pesawat yang diproduksi pada rentang tahun 1965 hingga 1982 ini menembus angka produksi total 976 unit yang tersebar di seluruh dunia. Sebagai informasi tambahan, McDonnell Douglas DC-9 merupakan dasar dari pembuatan MD-80, MD-90, hingga Boeing 717.
Di tangan Garuda Indonesia, karir dari DC-9 bisa dibilang cukup gemilang, karena mampu menghubungkan beberapa kota di Tanah Air – kendati di awal debutnya, nama DC-9 langsung melejit lantaran menjadi pesawat pertama dari Indonesia yang dibajak di luar negeri dalam peristiwa “Woyla”di tahun 1981.
So long, McDonnell Douglas MD-80!
Satu orang pria tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat kereta komuter berkecepatan tinggi menabrak sebuah truk dan tergelincir di Yokohama pada Kamis (5/9/2019). Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 11.40 waktu setempat di persimpangan jalur Keikyu antara stasiun Kanagawa-Shimmachi dan Nakakido.
Baca juga: Terpleset diantara Peron dan Kereta Api, Kaki Seorang Wanita Harus Diamputasi
Tiga gerbong dalam rangkaian kereta tergelincir dan truk yang tertabrak itu terbakar. Dalam kecelakaan ini pria yang tewas diduga adalah pengemudi truk yang kemungkinan terperangkap di bawah kereta. Sedangkan satu dari 30 orang cedera adalah wanita berusia 20 tahun yang mengalami luka serius.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bangkokpost.com (5/9/2019), operator kereta api Keikyu Corp mengatakan, kereta berjalan dari Aoto di Tokyo ke Misakiguchi di prefekur Kanagawa dan saat itu, kereta bisa saja melaju dengan kecepatan 120 km per jam. Sebuah perusahaan transportasi di Katori, Prefektur Chiba, mengatakan yakin truk itu dari armadanya dan sopir itu membawa buah dari Yokohama ke Narita, sebelah timur Tokyo.
Seorang pria yang berhasil menyelamatkan diri melalui jendela mengaku dirinya berpikir akan mati. Dia mengatakan dia mendengar pria lain berteriak, “Hati-hati” sebelum kecelakaan.
Tabrakan itu membuat adanya gumpalan asap hitam terlihat naik ke udara setelah insiden dan gerbong pertama kereta diangkat dari rel. Gerbong merah itu bersandar di jalur paralel dengan jendela depannya pecah. Tak hanya itu, buah berwarna kuning berserakan di sepanjang rel dan di tempat lainnya, sementara tiang logam di sebelah rel itu bengkok parah.
“Saya mendengar seperti ada ledakan, tanah bergemuruh, dan jendela rumah saya bergetar,” kata Mika Fujita, 59, yang tinggal di daerah itu.
Fujita melihat seorang pria yang mengatakan dia berhasil melarikan diri dari gerbong kereta pertama. “Saya tidak bisa berhenti gemetaran karena efek ledakan besar,” kata pria itu.
Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang!
Fujita juga mengatakan dia melihat seorang wanita lain berbicara di ponselnya sambil terisak-isak tak terkendali. Untuk menangani kecelakaan ini, pemerintah mendirikan posko penghubung di kantor perdana menteri untuk mengawasi respons terhadap kecelakaan itu, sementara Dewan Keselamatan Transportasi Jepang mengirim penyelidik kecelakaan kereta api ke lokasi.
Stasiun kereta Amritsar di India memiliki dua peron (platform) baru yakni enam dan tujuh yang dibangun oleh Indian Railways beberapa bulan lalu. Meski tergolong baru, anehnya tidak ada upaya apapun yang dilakukan pihak kereta api untuk membuat fasilitas di peron tersebut, padahal stasiun ini dicanangkan sebagai stasiun kelas dunia. Bahkan bangunan untuk tempat penumpang berdiri dan beristirahat pun tidak ada. Akibatnya para penumpang harus rela terpapar dan tak terlindungi oleh cuaca yang tidak bersahabat di kala panas terik atau hujan.
Baca juga: Stasiun Gorakhpur, Punya Peron Terpanjang di Dunia
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman tribuneindia.com (26/8/2019), seorang penumpang bernama Dhruv Mehra mengatakan, saat musim panas dan matahari tengah terik, penumpang harus berjuang untuk bertahan. Dia mengatakan, ini dilakukan penumpang di peron baru karena tidak ada tempat untuk berlindung.
“Pihak berwenang belum menyediakan pengaturan untuk air minum dan kamar mandi di kedua peron. Ini, terlepas dari kenyataan bahwa stasiun kereta api dikategorikan sebagai stasiun kereta api kategori-A dan Kementerian Kereta Api telah mengumumkan untuk meningkatkan ke stasiun kelas dunia,” ujar penumpang lain bernama Shobhit.
Shamsher Singh, seorang penumpang yang bepergian dengan menggunakan kereta Amritsar – Chandigarh mengaku kereta tersebut lebih banyak berhenti di kedua peron tersebut. Tetapi hanya ada jembatan kecil selebar satu kaki untuk masuk dan keluar penumpang di kedua peron. Dia mengaku, ketika kedatangan dan keberangkatan kereta api dan tiba-tiba ada penumpang yang terburu-buru, situasi ini meperlihatkan seperti kereta akan diserbu.
“Seharusnya ada kebutuhan untuk jalan keluar dan masuk untuk membersihkan platform dari serbuan penumpang dengan cepat. Platform ini hanya bisa digunakan untuk menurunkan penumpang yang umumnya tidak terburu-buru,” kata Singh.
Menurutnya, pengaturan tempat duduk yang tidak memadai adalah penyebab lain kekhawatiran bagi anak-anak dan lansia.
Baca juga: Lima Fakta Unik Seputar Indian Railways – Namanya Tak Melulu Buruk
Kepala Stasiun Amritsar, Amrit Singh mengatakan kolom-kolom itu akan didirikan dan bangunan kecil akan segera dipasang. Dia menambahkan bahwa lampu sudah dipasang dan toilet tidak akan dibangun di atas peron sesuai kebijakan Kereta Api.
Penumpang wanita seringkali menjadi korban kejahatan dan pelecehan seksual baik di kendaraan umum ataupun transportasi berbasis online. Bahkan seorang wanita baru-baru ini berbagi pengalamannya yang mengerikan di tangan seorang sopir taksi Uber di Bengaluru, India. Persisnya sopir dituduh mengancam akan merobek pakaian si penumpang jika dia tidak meninggalkan taksi.
Baca juga: Gogoro Smartscooter, Skuter Listrik Canggih Berbasis Aplikasi OnlineKabarPenumpang.com melansir laman yahoo.com (3/9/2019), kasus di atas terjadi setelah sang sopir mengatakan kepada penumpangnya bahwa sebagai ia adalah wanita berpendidikan dan tidak boleh keluar ‘minum’ bersama teman-temannya. Atas kejadian tersebut, penumpang wanita mengeluh dan menekan tombol darurat yang kemudian membuat tim Keselamatan Uber memanggil pengemudi untuk menanyakan hal yang terjadi.
Penumpang wanita itu juga memposting masalahnya di media sosial dan Uber merespons dengan secara permanen mencabut akses pengemudi di aplikasi. Karena hal ini, pihak taksi yang berbasis aplikasi terus menerus mendapat kecaman karena tidak bisa memastikan keselamatan penumpangnya.
Hal ini kemudian membuat Mahkamah Agung setempat meminta pemerintah pusat untuk mengatur layanan agregator agar taksi berbasis aplikasi ini lebih bertanggung jawab pada keselamatan penumpangnya terkhusus penumpang wanita.
Mahkamah Agung India yang dipimpin oleh Hakim SA Bobde juga telah meminta Pemerintah untuk mempertimbangkan agar ada undang-undang untuk mengatur layanan taksi berbasis aplikasi dan memastikan keselamatan penumpangnya. RUU Kendaraan Bermotor (Amandemen) 2019 yang baru, juga telah memberi kekuasaan kepada Pemerintah untuk membuat aturan untuk mengatur perusahaan taksi agregator seperti Ola dan Uber.
RUU ini juga mengidentifikasi agregator taksi sebagai kategori terpisah. Sesuai dengan RUU yang baru, agregator akan diberikan lisensi dari pemerintah. Sementara platform agregator taksi Uber dan Ola telah membuat perjalanan mereka jauh lebih nyaman, meski ada juga banyak insiden yang telah mengangkat masalah keamanan, terutama untuk pelancong wanita.
Walaupun Uber dan Ola berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan layanan mereka, seperti memastikan taksi tidak dikemudikan oleh penjahat, akhirnya keduanya memasukkan fitur-fitur keselamatan pada aplikasi mereka.
Berikut ini fitur keselamatan penumpang dalam perjalanan dengan taksi berbasis online yang dibuat oleh Uber dan Ola.
OlaProject Guardian
Ini Sistemad pemantauan waktu nyata yang diluncurkan oleh Ola pada bulan September, tahun lalu, sebagai bagian dari program Keselamatan Jalan, dimana Ola Guardian akan melacak semua perjalanan yang sedang berlangsung, berdasarkan indikator seperti penyimpangan rute, di tengah jalan atau tidak terduga berhenti, waktu perjalanan. Berdasarkan indikator-indikator ini, pemicu keselamatan akan diaktifkan untuk mengingatkan Tim Tanggap Keselamatan Ola.
24 x 7 dukungan pelanggan
Pelanggan dapat memilih untuk menjangkau pusat dukungan pelanggan selama 24 jam dalam seminggu. Melalui sistem dalam aplikasi, atau melalui dukungan telepon atau semua pegangan media sosial Ola, di mana seorang eksekutif akan siap untuk membantu mereka dalam bahasa pilihan mereka
OTP untuk memulai perjalanan
Mitra pengemudi tidak dapat memulai perjalanan sampai OTP yang dibagikan oleh pelanggan dimasukkan dalam aplikasi. Fitur OTP ini tidak hanya memastikan bahwa pelanggan menaiki taksi yang ditugaskan ,tetapi juga mencegah peniruan pengemudi.
Verifikasi latar belakang
Pengemudi diverifikasi latar belakangnya dan juga harus melalui verifikasi polisi sebelum mereka dipekerjakan.
Umpan balik
Memungkinkan pengguna untuk memberi peringkat pengemudi berdasarkan layanan mereka dan pengalaman mereka.
Tetap lebih aman
Ini adalah fitur peta google yang akan memberi tahu pengendara taksi dan mobil jika kendaraan mereka keluar jalur.
Berbagi detail perjalanan
Memungkinkan pengendara untuk berbagi detail perjalanan dengan lima teman dan kerabat.
Tombol darurat
Ini memungkinkan penumpang untuk memberi tahu tim respons, ruang kendali polisi dan nomor darurat penumpang yang telah ditentukan. Sehingga bila terjadi sesuatu, tim akan segera bertindak
Baca juga: Tekan Jumlah Kendaraan Pribadi, India Hadirkan Bus Berbasis AplikasiFitur masking angka
Nomor penumpang dilindungi dari pengemudi untuk meningkatkan keselamatan dan privasi pengendara. Untuk ini, perusahaan menggunakan solusi cloud telephony, yang mengirimkan nomor terenkripsi kepada pengemudi sehingga nomor penumpang tidak terlihat. Pengemudi secara otomatis dialihkan ke penumpang melalui nomor yang dienkripsi.
Pengemudi wanita
Ola telah melatih lebih banyak pengemudi wanita untuk mengambil alih perjalanan dan menyediakan lingkungan yang lebih aman bagi penumpang wanita
UberTombol SOS
Uber menghadirkan tombol SiD far memudahkan penumpang memanggil polisi ketika keadaan darurat.
Kirim status
Penumpang bisa membagikan rincian perjalan mereka seperti foto pengemudi, nomor di plat dan GPS langsung dengan lima kontak yang ditentukan sebelumnya.
Rate pengemudi
Penumpang bisa memberikan penilaian pada pengemudi dalam setiap perjalanannya. Ini akan memungkinkan penumpang selanjutnya memeriksa peringkat pengemudi sebelum mengonfirmasi perjalanan.
ID asli
Uber memiliki fitur pengecekan ID pengemudi dengan mengharuskan mereka mengirim selfie secara berkala ke perusahaan. Ini dilakukan untuk pencocokan pengemudi dengan data yang dimiliki perusahaan.
Pilih rute yang biasa
Pastikan pengemudi menggunakan rute yang biasa Anda lalui. Jika berada di kota baru, bawa peta dan catatan penting untuk mengetahui keberadaan Anda dengan jelas.
Jangan tidur
Bila naik taksi, baiknya tidak tidur untuk menghindari hal yang tidak diinginkan apalagi dimalam hari.
Jaringan perkeretaapian India agaknya bakal menikmati infrastruktur baru di salah satu jalur mereka. Tidak hanya menyandang sebagai infrastuktur baru, melainkan terowongan kereta beraliran listrik ini digadang-gadang sebagai yang terpanjang di India. Bersama dengan Kementerian Kereta Api, Indian Railways sukses membangun terowongan kereta beraliran listrik yang memiliki panjang 6.700 meter ini hanya dalam rentang waktu kurang dari dua tahun!
Baca Juga: Indian Railways Gunakan WhatsApp Untuk Pemberitahuan Pada Penumpang
Terowongan yang terletak di antara Stasiun Cherlopalli dan Stasiun Rapuru ini diresmikan berbarengan dengan jalur kereta listrik yang mengular dari Venkatachalam menuju Obulavaripalli di Andhra Pradesh. Kembali ke tanggal 25 Juni kemarin, dimana dua rangkaian kereta barang sukses melintasi terowongan ini, dimana itu menjadi penanda pengoperasian skala penuh dari terowongan dan jalur kereta listrik anyar tersebut.
Dibangun dengan mahar Rs437 crore atau yang setara dengan Rp859,1 miliar, terowongan ini dilengkapi dengan 44 trolley refuges dan 14 lorong penghubung terowongan dengan desain tapal kuda. Dikutip KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com, terowongan ini adalah game-changer untuk operasi pengiriman di zona ini karena memungkinkan layanan pengiriman di jalur Pelabuhan Obulavaripalli-Venkatachalam-Krishnapatnam yang memiliki bentang jarak hampir 113 km.
Mengenai spesifikasi, terowongan dengan jalur lurus 6.600 meter ini memiliki tinggi 6,5 meter dengan ketebalan 300 mm dan jarak 10 meter antar lampu yang menerangi terowongan ini.
Lalu untuk rute Venkatachalam dan Obulavaripalli, beberapa fakta unik juga tersaji di dalamnya, mulai dari kereta yang mengular dibawah 60 jembatan, melintasi 146 jembatan, dan melewati dua terowongan.
Baca Juga: Lima Fakta Unik Seputar Indian Railways – Namanya Tak Melulu Buruk
Dibangun dengan dana Rs1.993 crore, rute baru ini dipercaya mengurangi jarak tempuh hingga 72 km dan memudahkan lalu lintas di bagian Obulavaripalli-Renigunta-Gudur. Selain memfasilitasi pengoperasian kereta api barang di rute Obulavaripalli-Venkatachalam-Krishnapatnam Port, jalur baru ini juga akan menyediakan jalur terpendek untuk rute kereta api Chennai-Howrah dan Chennai-Mumbai.
Jalur ini juga akan mengurangi kemacetan baik kereta penumpang maupun kereta barang di bagian Vijayawada-Gudur-Renigunta-Guntakal.
Urusan yang berbau mistis bukan hanya lekat di republik ini saja, faktanya naik taksi dengan kesan mistis kini dapat dirasakan di Negeri Sakura. Pasalnya setiap musim panas, Taksi Milight menghadirkan satu dari 642 armadanya untuk digunakan sebagai Taksi ESP selama musim panas terik di bulan Agustus.
Baca juga: Liburan ke London Saat Musim Panas? Jangan Lupa Naik Cool Cab
Taksi berhantu ini menjelajah jalan-jalan Osaka selama musim panas yang terik kemarin, tepatnya pada periode 16 – 31 Agustus 2019. Taksi ESP ini seperti taksi yang diberi kutukan cincin roh dan berkeliaran di jalan-jalan kota untuk mencari jiwa (penumpang) yang cukup berani menggunakannya ketika butuh moda transportasi.
(Soranews24.com)
Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (28/8/2019), ini adalah tahun kedua Taksi Milight menjalankan Taksi ESP selama musim panas. Hal tersebut seperti kebiasaan di Jepang yang menghadirkan kisah menakutkan dan bisa membuat seseorang merinding setiap menaikinya.
Karena hanya ada satu taksi, maka tidak bisa dipesan dan hanya bisa dinaiki penumpang ketika kebetulan melintas satu daerah. Penumpang bisa dengan mudah membedakannya dengan taksi biasa, yakni ada plakat magnet berdarah di pintu yang bertuliskan ‘ESP’ (reikan, gambar di bawah) taksi.
Pengemudi yang berdandan seperti Sadako dengan rambut panjang akan penumpang jumpai ketika masuk ke Taksi ESP. Selain itu hiasan yang tak biasa juga hadir di dalam taksi dan bisa dikatakan Anda sebagai penumpang berada dalam perjalanan yang menyeramkan.
(Soranews24.com)
Biar kesan seram makin terasa, musik seram pun diputar melalui speaker selama perjalanan, adapula lentera yang terlihat menjuntai di bagian belakang kursi penumpang. Menurut legenda, lentera itu tampaknya berisi “sesuatu seperti jiwa” yang dikumpulkan dari tempat hantu terkenal di Osaka.
Karena kehadiran lentera, beberapa kejadian supranatural dikatakan terjadi sebelum taksi berangkat. Detailnya tidak diketahui, tetapi situs web Milight menguraikan serangkaian aturan untuk calon penumpang.
Jika fenomena psikis terjadi di dalam mobil, Milight tidak akan bertanggung jawab atas alasan apa pun. Fotografi tidak dianjurkan dan bila Anda tidak dapat menangani ketakutan, harap beri tahu pengemudi Anda.
Baca juga: Unik, di Taiwan Ada Museum Taksi yang Dibuka Temporer
Meski kehadirannya yang unik, tarif taksi horor ini persis sama dengan taksi Milight biasa dan karena ini adalah Jepang, tidak perlu memberi tip kepada pengemudi yang menjadi ‘mayat hidup.’
Belakangan ini, aksi pengurangan sedotan plastik di Indonesia memang benar-benar tengah digalakkan. Sebut saja ketika Anda membeli kopi di kedai-kedai kopi kekinian tertentu, Anda tak akan mendapatkan lagi sedotan plastik dan mau tidak mau, Anda harus meminumnya langsung. Ini dikarenakan tingkat polusi sampah plastik di laut Indonesia sudah masuk ke level yang sangat mengkhawatirkan.
Baca Juga: Redbus dan Bosbis, Dua Apikasi Pembelian Tiket Bus AKAP Online
Ya, Indonesia merupakan pencemar laut kedua terbesar di dunia, menyusul Cina yang berada di puncak klasemen. Mengingat kondisinya yang sudah tidak bisa ditolerir lagi, wajar adanya jika sejumlah orang kreatif di luar sana berupaya untuk mengurangi jumlah polusi sampah plastik di lautan. Satu yang belakangan ini tengah hangat diperbincangkan oleh banyak pihak adalah kebijakan Suroboyo Bus untuk menggratiskan bea menggunakan bus low deck tersebut. Tapi, ada syaratnya!
Foto: Tribunnews.com
Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, para penumpang bisa membawa sampah plastik dan mengkonversinya menjadi tiket perjalanan dengan menggunakan Suroboyo Bus. Adapun jumlah sampah plastik yang harus dibawa untuk ditukarkan menjadi tiket adalah: 3 botol minum sekali pakai berukuran besar, atau 6 botol berukuran sedang, dan atau 10 gelas plastik yang sudah di bersihkan.
“Ini adalah solusi yang sangat cerdas. Biasanya kalau minum dengan botol sekali pakai langsung dibuang, sekarang jadi di simpen buat di kumpulin,” kata salah satu warga Surabaya, Fransiska Nugrahepi, dikutip dari laman netz.id (13/8).
Sejak diberlakukannya ‘promosi’ semacam ini, petugas transportasu Surabaya, Franki Yuanus mengatakan bahwa sudah ada lebih dari 16 ribu orang datang ke terminal untuk menukarkan sampah plastik dengan tiket bus.
“Masyarakat meresponnya dengan baik,” ujar Franki.
Baca Juga: Bus AKAP Rambah Aplikasi Online
Namun jika ditelaah lebih jauh lagi, hadirnya program semacam ini bukan hanya akan menurunkan tingkat pencemaran lingkungan di Kota Pahlawan saja, melainkan juga dapat mengurangi kemacetan.
Ya, semakin banyak warga yang datang menukarkan sampah plastik, maka semakin banyak juga warga yang berkendara dengan menggunakan bus atau moda transportasi umum. Semakin banyak warga yang naik bus, maka semakin lengang juga jalanan di kota yang lekat dengan sejarah buaya dan ikan hiu ini.
Wah, inovatif sekali ya! Apa jadinya jika regulasi serupa diterapkan juga oleh TransJakarta?