Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Menumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) baik itu di dalam Pulau Jawa maupun keluar seperti Pulau Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara menjadi pilihan tersendiri bagi pecintanya. Sebenarnya naik bus AKAP adalah salah satu pilihan moda transportasi.

Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Apalagi saat ini bus AKAP dilengkapi berbagai fasilitas baik itu WiFi, mini kafe atau kursi super empuk tergantung kelas yang dipilih. Selain itu, penumpang juga akan mendapat makan gratis dalam perjalanan dan biayanya sudah termasuk tiket.

Nah, apakah ada rumah makan favorit yang biasa di singgahi oleh bus AKAP milik perusahaan otobus? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, inilah rumah makan favorit khas bus AKAP yang populer di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantai Utara) Jawa, dimana menjadi rute lalu lintas bus AKAP terbesar di Tanah Air.

1. Rumah makan Kudus, Grising
Berada di Jalan Raya Semarang – Batang, Jawa tengah, rumah makan ini dikelola oleh PO Haryanto. Biasanya bus-bus AKAP milik PO Haryanto dari arah timur kecuali Madura, penumpangnya berhenti makan disini. Makanan yang tersedia adalah nasi rames, nasi goreng, lontong opor, soto dan ternyata porsinya unlimited alias bisa sesukanya ambil tapi harus habis.

2. Rumah makan Sari rasa, Kendal
Rumah makan ini dikelola pribadi dan banyak bus AKAP dari timur memberikan fasilitas makan untuk penumpangnya. Beberapa bus AKAP yakni PO Rosalia Indah, PO Sudiro Tungga Jaya, PO Harapan Jaya, PO Nusantara dan lainnya. Lokasinya di Jalan Raya Soekarno-Hatta.

3. Rumah makan Taman Sari, Tuban
Berlokasi di Tuban, bus AKAP dari Jatiman, Gan seperti Malang, Surabaya dan daerah lainnya berhenti makan disini. Beberapa bus yang berhenti yakni PO Gunung Harta, Lorena-Karina dan lainnya.

4. Rumah makan Kedung Roso, Brebes
Berada di wilayah barat, bus New Shantika, Ramayana, Bejeu, Safari Darma Raya, Sudiro Tungga Jaya dan beberapa lainnya berhenti makan di rumah makan ini. Berlokasi di Jalan Nasional 1, pilihan makanan yang ditawarkan beragam, sayur bisa diambil bebas, lauk seperti ayam goreng hanya boleh satu potong. Untuk makan, penumpang menukarkan kupon yang diberikan PO bus setelah mengambil makanan. Untuk pilihan makanan favorit seperti sate kambing, penumpang bisa membayarnya karena tidak masuk dalam hitungan.

5. Rumah makan Kudus, Cirebon
Rumah makan ini juga milik PO Haryanto, dulunya bernama rumah makan Kalkijaga 2.

6. Rumah makan Duta, Ngawi
Terletak di jalur tengah, rumah makan ini memberikan berbagai cara makan yang berbeda tiap PO bus yang berhenti. Penumpang bus Eka, penumpangnya dihidangkan per menu. Harapan Jaya memberikan sistem prasmanan.

7. Rumah makan Puritama, Situbondo
Bus-bus AKAP dari Denpasar, Bali seperti Surya Bali, Kramatdjati, Wisata Komodo, Madu Kismo dan lainnya niasa berhenti makan disini.

Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan?

8. Rumah makan Utama, Caruban
Terletak di daerah Caruban, bus yang mampir disini adalah Sugeng Rahayu Cepat. Makanan yang diaajikan secara prasmanan.

Pasca Lebaran, TransJakarta Buka Rute ke Bandara Soekarno-Hatta

Pasca Lebaran nanti, Perum Damri, PPD dan beberapa penyedia jasa angkutan bus ke Bandara Soekarno-Hatta nampaknya akan bertambah lagi kompetisinya. Pasalnya PT TransJakarta telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Angkasa Pura II (AP II) untuk pembukaan layanan TransJakarta dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Resmi Ganti Nama dari Sisingamangaraja Menjadi ASEAN, Stasiun MRT Ini Juga Terintegrasi Halte TransJakarta

Meski berlabel TransJakarta, namun sebagai bus bandara nantinya tarif yang dikenakan ke penumpang tidak sama dengan tarif TransJakarta reguler. Dikutip dari bisnis.com (20/5), disebutkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menetapkan bus TransJakarta rute Bandara Soekarno-Hatta akan dikenai tarif komersial tanpa subsidi PSO (public service obligation). besaran nominalnya masih akan dibahas oleh BPTJ.

BPTJ menegaskan bahwa langkah itu ditempuh untuk menjaga keseimbangan antar operator bus di Bandara Internasional Sukarno-Hatta ketika Bus TransJakarta beroperasi di bandara tersebut.
Untuk menjaga persaingan, Bus TransJakarta yang beroperasi dari bandara ke luar akan dikenakan tarif komersial tanpa PSO.

“Kalau Transjakarta pakai PSO nanti orang pada pindah kesana semua,” ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono. Selain itu, para penumpang dari Bandara Internasional Sukarno-Hatta dipandang memiliki keadaan ekonomi yang relatif baik sehingga dianggap bakal mampu membayar tarif yang dikenakan.

Baca juga: Bus Low Deck Terbaru Hadir di Apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta

BPTJ lebih lanjut akan membagi alokasi bus yang beroperasi di bandara tersebut agar penumpang bisa terbagi secara merata. Dengan segera masuknya Bus TransJakarta bandara, pilihan masyarakat untuk menuju atau meninggalkan Bandara Soekarno Hatta semakin melimpah. Sebelumnya sudah ada kereta bandara, bus Damri, JR Connextion, taksi konvensional dan angkutan online.

Hanya Butuh Satu Pilot, Boeing Akan Umumkan Proyek “797” New Midsize Airplane di Paris AirShow 2019

Kabarnya ada yang spesial dari Pameran Kedirgantraan terbesar Paris AirShow Ke-53 yang akan berlangsung bulan Mei 2019 mendatang. Dari beberapa sumber disebutkan Boeing akan mengumumkan secara resmi proyek New Midsize Airplane (NMA), atau yang dikenal dengan Boeing 797. Boeing jelas butuh sensasi dan inovasi baru agar lepas dari keterpurukan pasca kasus 737 MAX. Seri 797 adalah sesuatu yang baru dan revolusioner dalam industri dirgantara, demikian analisa dari banyak pengamat dirgantara.

Baca juga: Sambut Era New Midsize Airplane, Akankah Boeing 797 Jadi Suksesor 737?

Dikutip KabarPenumpang.com dari cnbc.com (20/5), rumornya desain kokpit 797 nantinya cukup dioperasikan oleh seorang pilot saja. Sementara peran kopilot tetap ada, tapi kopilot tak ikut terbang, melainkan kopilot cukup duduk di darat (ground control). Kopilot disini pun dapat memantau pergerakan beberapa pesawat pada saat yang sama. Para analis, langkah Boeing ini dapat merubah tatanan dunia penerbangan, pasalnya maskapai dapat menghemat daftar pengeluaran gaji untuk penerbang, belum lagi maskapai dapat menekan biaya pelatihan pilot.

Analis penerbangan di Jefferies, menyebutkan meski konsepnya revolusiner, namun untuk mewujudkan prototipe pesawat secanggih itu bisa memakan waktu sampai 10 tahun.

Charles Toups, Boeing Research and Technology Vice-President berpendapat bahwa model pesawat dengan satu pilot di atas, kelak perdana akan diuji untuk melayani penerbangan kargo. Sementara untuk sampai ke pelayanan penerbangan penumpang komersial, diperkirakan butuh waktu beberapa dekade, terutama untuk meyakinkan pada soal keselamatan di udara.

Di luar urusan kokpit, pihak maskapai yang telah di riset terkait 797, menginginkan pesawat Boeing yang baru memiliki lebih banyak fleksibilitas dalam cara mengatur dan mengganti kursi, beberapa maskapai premium meminta fleksibilitas lebih untuk memasang tempat tidur datar. NMA Boeing 797 dipercaya dapat mengakomodir antara 200 sampai 250 penumpang. Permintaan dari beberapa maskapai, lebih menginginkan Boeing 797 nantinya masuk ke segmen wide body dengan dua lorong.

Baca juga: CityHawk VTOL, Moda Urban Futuristik Berbahan Bakar Hidrogen

Mengenai rute, Boeing 797 untuk tahap awal digadang melayani rute trans altlantik, dimana akan menghubungkan kota-kota kecil di Amerika Serikat dengan kota-kota sekunder di Eropa, seperti Kopenhagen dan Brussels. Melihat serangkaian musibah yang menerpa Boeing belakangan ini, para analis memperkirakan Boeing baru mampu mewujudkan prototipe pesawat 797 pada tahun 2028.

Kurang Armada untuk Tangani Rute, Scoot Bakal Sewa 12 Unit Airbus A320

Kendati sudah lebih dari berbulan-bulan pasca jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines di Addis Ababa dan Lion Air di Tanjung Karawang yang mengakibatnya grounded massal terhadap pesawat Boeing 737 MAX 8 (bahkan beberapa maskapai menghentikan total semua varian Boeing 737 MAX), namun dampak dari pemberhentian pengoperasian dari pesawat ini masih terasa hingga saat ini.

Baca Juga: Akhirnya! Boeing Akui Adanya Kesalahan Sistem pada Boeing 737 MAX 8

Salah satunya datang dari anak perusahaan dari Singapore Airlines, Scoot. Dikabarkan, maskapai ini akan menyewa sejumlah pesawat Airbus A320 untuk menutupi kekurangan armada akibat grounded dari Boeing737 MAX tersebut.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (18/5/2019), rencananya Scoot akan menyewa sekitar 12 pesawat Airbus A320. Hal ini sebenarnya lanjutan dari hilangnya nama Boeing 737 MAX 8 dari rencana penggunaan armada dari Singapore Airlines Group – termasuk Silkair, Scoot, dan Singapore Airlines sendiri. Pun dengan penambahan armada yang terjadi di tubuh grup ini – dari 202 pesawat pada Maret 2019 menjadi 207 pesawat pada Maret 2020 mendatang.

Tidak hanya menyewa Airbus A320 saja, tapi Scoot juga akan mendapatkan limpahan Boeing 737-800NG dari kakak kandungnya, Silkair. Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak yang saling berkaitan dengan Scoot, diharapkan dapat membantu pengoperasian maskapai berbiaya murah tersebut.

Selain minimnya armada untuk dioperasikan, aksi grounded massal yang dilakukan oleh hampir seluruh maskapai di dunia berakibat pada penutupan sejumlah rute penerbangan. Ini dikarenakan berkurangnya armada di tubuh Scoot untuk mengopeasikan keseluruhan rute yang mereka miliki. Menurut salah satu sumber internal dari Singapore Airlines, pihak Scoot akan memangkas empat rute penerbangan terhitung sejak bulan Juni 2019 mendatang.

Baca Juga: Ternyata Boeing Ketahui Masalah Sensor di 737 MAX Sebelum Lion Air Jatuh!

Pemangkasan jumlah rute pengoperasian ini diyakini oleh pihak Singapore Airlines sebagai, “kombinasi permintaan yang lemah dan kekurangan sumber daya pesawat.”

Perkembangan terakhir dari Boeing, produsen pesawat asal Negeri Paman Sam ini tengah menunggu proses sertifikasi terkait upgrade sensor pada armada 737 MAX 8 tersebut.

Abaikan Tombol Panggilan dari Penumpang, Awak Kabin Emirates Terima Memo Peringatan

Saat duduk di kursi pesawat pernahkah Anda memperhatikan bagian atas dekat pendingin udara? Bila iya, di dekat tombol lampu ada pula tombol untuk meminta bantuan awak kabin bila memang penumpang membutuhkan.

Baca juga: Berkat Lubang Kecil Ini, Jendela Pesawat Dipastikan Bebas Kabut

Biasanya penumpang menekan tombol tersebut ketika butuh sesuatu atau meminta bantuan pada awak kabin. Baru-baru awak kabin Emirates mendapat memo peringatan supaya mereka tidak mengabaikan tombol panggilan.

Memo ini hadir karena maskapai mendapat umpan balik dari penumpang dalam empat bulan terakhir yang menyoroti pemantauan kabin yang tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Sebab kerap kali penumpang memanggil dengan menekan tombol tersebut tidak direspon sama sekali oleh awak kabin.

Awak kabin telah diingatkan bahwa mereka harus segera menjawab “lonceng panggilan”. Selain itu, pengawas di pesawat harus memastikan bahwa kehadiran awak kabin dipertahankan secara konsisten di kabin.

KabarPenumpang.com merangkum dari laman liveandletsfly (16/5/2019), awak kabin juga tidak lagi diizinkan untuk mengatur ulang tombol panggilan penumpang melalui unit kontrol pusat. Sebagai gantinya, lampu panggilan awak hanya dapat dimatikan di kursi penumpang, setelah permintaan tersebut diatasi.

Mateusz Maszczynski seorang awak kabin internasional dengan maskapai Timur Tengah mengatakan, dalam beberapa penerbangan ada kemungkinan panggilan tidak terdengar apalagi saat banyak yang menekan tombol tersebut. Selain itu awak kabin Emirates setelah mendapat memo tidak senang dan memiliki alasan saat penerbangan jarak pendek mereka terkadang tidak cukup waktu untuk menyelesaikan layanan jika setiap bel panggilan harus di jawab.

“Saya sangat menghargai bahwa di Emirates Anda dianjurkan untuk menggunakan tombol panggilan pramugari. Pada saat yang sama, saya mengerti bahwa banyak (“dengan profil penumpang tertentu”) akan menggunakan tombol berulang-ulang untuk masalah sepele … dan itu menjengkelkan,” ujat Mateusz.

Baca juga: Lagi Enak Duduk, Penumpang Lufthansa Terkena ‘Hujan Lokal’ dari Arah Lampu Baca

Dirinya mengaku tidak akan menggunakan tombol panggilan terutama di kelas ekonomi,bahkan di kelas bisnis kecuali benar-benar membutuhkan sesuatu. Tapi, perlu dicatat bahwa bahkan dengan tingkat layanan Emirates masih berpeluang jauh lebih maju dari operator di Eropa dan Amerika Utara, di mana tombol-tombol panggilan secara rutin diabaikan.

Aksi Hooligan di Kabin, Bikin Pramugari Aeroflot Patah Tulang Kaki!

Satu orang pramugari dilaporkan mengalami patah tulang kaki dan 150 penumpang harus menjadi korban keterlambatan pesawat Aeroflot selama 20 menit. Hal ini dikarenakan ulah seorang penumpang yang dilarang merokok saat berada di dalam kabin pesawat yang akan lepas landas.

Baca juga: Tiga Kali Hisap Rokok di Toilet, Penumpang Batik Air Tujuan Padang Digelandang Keamanan Bandara

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman nzherald.co.nz (20/5/2019), insiden ini awalnya terjadi saat pramugari Aeroflot mendekati seorang penumpang yang merokok di dalam pesawat. Saat itu pramugari meminta penumpang yang bernama Maxim Pashnin untuk mematikan rokoknya karena ada larangan dilarang merokok dalam pesawat.

Pashnin kemudian bukannya mematikan rokok tetapi berubah kasar dan bertengkar dengan pramugari. Bahkan dia mendorong pramugari itu ke dalam kokpit dan menabrak pilot dan kopilot.

Bukan hanya cedera, pramugari tersebut patah kaki karena ulah Pashnin. Sehingga pilot menghubungi pihak polisi bandara setelah berhasil mengamankannya.

“Pramugari saat perkelahian kakinya dibuat patah oleh pelaku. Kemudian pria itu juga berkelahi dengan penumpang lain hingga polisi datang untuk mengeluarkan hooligan dari penerbangan,” ujar juru bicara Aeroflot.

Hal ini kemudian membuat Aeroflot meminta ganti rugi untuk perusahaan mereka dan pihak yang cedera serta menuntut hukuman maksimum bagi pelaku. Karena insiden ini Pashnin dijatuhi hukuman enam tahun penjara untuk hoologanisme udara dan kekerasan terhadap polisi.

Dari hasil pemeriksaan dokter, saat melakukan hal tersebut pada pramugari, Pashnin didapatkan tengah mabuk. Insiden ini sendiri terjadj pada 14 Mei lalu dalam penerbangan dari Siberia ke Moskow.

Baca juga: Usai Demo Keselamatan Penerbangan, Pramugari EasyJet Mendapat Pelecehan Seksual dari Penumpang

“Beruntung semua ini terjadi di bandara daripada saat kita terbang. Bisakah kau bayangkan teror jika dia menjadi gila selama penerbangan?” ujar seorang penumpang yang menyaksikan adegan itu.

Pada Maret 2019, seorang penumpang mabuk yang minum vodka secara sembunyi-sembunyi di toilet pesawat menghina awak kabin sebagai pedofil. Pria bernama Henry tersebut berdiri di lorong dan berteriak pada awak kabin pedofil.

Bahkan tak hanya meneriaki pedofil, Henry sempat meninju punggung awak kabin tersebut. Karena hal tersebut dirinya diamankan oleh awak kabin yang dibantu penumpang yang tengah dalam penerbangan dengan Qantas dari Melbourne menuju Singapura.

Kejar Sertifikasi, Boeing Justru Sepelekan Kualitas Keselamatan Pesawat

Lagi-lagi nama Boeing yang menjadi topik hangat perbincangan manakala perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat tersebut sudah mengakui adanya kesalahan pada sensor manuver yang menyebabkan dua pesawat 737 MAX 8 yang masing-masing dioperasikan oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines jatuh dan menewaskan keseluruhan penumpang dan awak penerbangnya. Ya, kecelakaan yang hanya berselang lima bulan ini lalu menyulut semua regulator dan pihak maskapai untuk mengandangkan sementara semua armada 737 MAX 8 hingga sertifikasi dari pihak Federal Aviation Administration (FAA) terkait upgrade sensor tersebut rampung – dikerjakan oleh pihak Boeing tentu saja.

Baca Juga: Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019

Setelah pada pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa karyawan Boeing saja yang merakit 737 MAX enggan untuk menunggangi pesawat tersebut karena terlalu jelek dari segi kualitas, ternyata pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh seorang perwakilan dari FAA yang menyebutkan bahwa sistem yang ada di 737 MAX 8 benar-benar rusak.

Bahkan, headline sebuah media asing menyebutkan bahwa pihak Boeing terkesan mengesampingkan soal keselamatan hanya demi mendapatkan sertifikasi untuk pesawat yang dijualnya. Apabila benar yang dijabarkan pada laman chicagotribune.com (6/5/2019), maka pihak Boeing harus kembali mempertimbangkan setiap langkahnya.

Maksudnya, memang salah satu raksasa di sektor aviasi global ini membutuhkan aliran dana guna mempertahankan dapur perusahaan tetap berasap, namun bukan berarti kualitas dari pesawatnya harus dikorbankan – dimana ini akan berimplikasi pada keterpurukan perusahaan, sama seperti apa yang dialaminya kini.

Terpuruknya juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari pembatalan pesanan, “teror” dari berbagai pihak, hingga absennya pesanan masuk dalam rentang waktu satu bulan (April) menjadi gambaran nyata bahwa ketidak-seriusan Boeing dalam menjaga mutu produksiannya akan siap untuk menjebloskan Boeing ke “lubang yang lebih dalam”.

Baca Juga: Wow! Mesin Boeing 777X Lebih Besar dari Body 737

Dua pengakuan dari pihak yang dirasa cukup bisa dipercaya, ditambah dengan bukti kecelakaan yang terjadi, rasanya sudah cukup menjadi bukti ajeg bahwa kini Boeing tidak boleh bermain-main lagi dengan “sertifikasi bodong” yang padahal di dalam pesawat rakitannya masih banyak kekurangan – mulai dari yang minor hingga major.

Ada apa dengan Boeing?

Pengiriman Telat Lebih dari 1 Hari, Ninja Xpress Berikan “Garansi Uang Kembali”

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan masyarakat Indonesia akan kebutuhan tertentu semakin meningkat, termasuk transaksi penjualan online. Menyambut puncak belanja online, Ninja Xpress punya obsesi agar pengiriman barang dapat lebih tepat waktu.

Baca juga: ‘Belanja’ ke Cina, Garuda Indonesia Datangkan Drone Untuk Angkutan Kargo

Eric Saputra sebagai Country Head Ninja Xpress dalam catatan tertulis mengatakan, “Periode Ramadan khususnya hari raya Idul Fitri merupakan salah satu periode tersibuk setiap tahun dimana secara rata-rata volume pengiriman bisa mencapai hingga tiga kali lipat. Kondisi ini membuat pembeli berharap agar pengiriman barang tidak mengalami keterlambatan.

Terkait hal di atas, Ninja Xpress melalui Obsesinya Cuma Delivery, berharap agar konsumen tidak perlu gusar akan pengiriman, dengan menghadirkan layanan “Garansi Uang Kembali” yang bertepatan dengan momentum Ramadan dan perayaan Idul Fitri. Layanan dari Ninja Xpress ini menghadirkan fasilitas dimana hari ini barang dikirim, maka barang akan sampai keesokan harinya ke alamat penerima. Bahkan Ninja Xpress berani mengembalikan ongkos kirim apabila kiriman tiba tidak tepat waktu,” ujar Eric.

Lebih lanjut Eric menambahkan, Ninja Xpress menjamin adanya garansi 100 persen uang pengiriman kembali (money back guarantee) apabila pengiriman terlambat lebih dari 1 hari. Dengan syarat dan ketentuan diantaranya adalah pengiriman melalui drop-off point, pengiriman dengan menggunakan Ninja Packs, pengiriman dari Jabodetabek ke seluruh area Jabodetabek, serta pengiriman berlaku untuk hari kerja dan paket yang dikirimkan diproses sebelum jam 6 sore.

Saat Ramadan dan momen menuju perayaan Idul Fitri, kiriman paket biasanya sangat dinantikan kedatangannya. Mulai baju untuk lebaran bersama keluarga, paket kue hari raya untuk orangtua di kampung halaman, dan beragam kebutuhan Ramadan lainnya. Apabila pengiriman tak kunjung sampai, membuat gusar para konsumen. Untuk itu melalui obsesi tepat waktu, kami ingin agar konsumen tidak perlu lagi gusar soal layanan pengiriman yang tidak tepat waktu. “Yang menjadi prioritas adalah konsumen dapat bertransaksi online dengan aman dan nyaman,” Eric menambahkan.

Garansi Uang Kembali yang dimulai pada Ramadan dan Idul Fitri ini adalah sebagai bentuk nyata dari kampanye yang baru saja diluncurkan beberapa waktu lalu yaitu Ninja Xpress itu Obsesinya Cuma Delivery yaitu obsesi tepat waktu, obsesi melindungi paket dan obsesi mengirimkan kemana saja.

Baca juga: Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza

Ninja Xpress secara optimal menambah jumlah staf penyortir barang dan kurir. “Ninja Xpress menambah intensitas pengiriman barang 3 kali lipat sepanjang Ramadan hingga periode Idul Fitri. Dedikasi para kurir Ninja Xpress pun begitu optimal yaitu obsesi mengantar tepat waktu, utuh sampai tangan pembeli, kemana pun tujuannya.

Kymera K-X2, Inilah Kayak Canggih Bertenaga Baterai

Kayak adalah alat transportasi air untuk perorangan dan tandem, tak hanya itu, kayak juga populer digunakan dalam olahraga air. Biasanya kayak dijalankan dengan menggunakan dayung oleh sang pengemudi untuk melajukannya di atas air. Namun, bagaimana bila kayak kini dilengkapi dengan mesin ataupun sebuah baterai dan ramah lingkungan?

Baca juga: Toyota Meluncur di Air dengan Kapal Balap Bertenaga Hidrogen

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (14/5/2019), kayak bertenaga listrik tersebut bernama Kymera K-X2 yang baru-baru ini diluncurkan. Kymera dibuat oleh Jason Woods yang awalnya hanya dibuat untuk wahana air pribadi murah dan mudah diangkut atau dibawa kemanapun pada tahun 2004 lalu.

Kemudian dia memperkenalkan tipe jetboard Kymera lanjutan pada 2011 dan setahun kemudian meluncurkan yang bertenaga listrik serta tahun 2013 lalu diluncurkan di Kickstarter. Hingga akhirnya tahun 2016 hadir dengan tenaga baterai dan papan selancar listrik yang lebih ringan serta cepat dari pesaingnya hingga akhirnya lahir yang terbaru yakni Kymera K-X2.

Kymera K-X2 terbaru tersebut sudah dilengkapi dengan baterai sebesar sepuluh ribu watt. Sehingga kayak elektrik ini bisa melaju dengan kecepatan 35 mph atau sekitar 56 km per jamnya. Dengan sepuluh ribu watt, Kymera K-X2 sendiri mampu melaju selama satu jam yang juga baterainya bisa di lepas pasang. Bahkan baterainya bisa digunakan oleh produk Kymera lainnya.

Kymera K-X2 sendiri memiliki berat 70 lb atau 32 kg dan bisa dibagi menjadi dua bagian dalam pengangkutannya sebelum digunakan. Bila dibagi dua saat pengakutan menggunakan truk, satu bagian ada yang seberat 45 lb dan bagiqn yang lainnya 25 lb.

Baca juga: Inilah Serangkaian Faktor yang Menjadi Penyebab Tabrakan kapal di Laut

Kymera K-X2 pada awalnya akan tersedia bagi pembeli pertama dengan harga US$5.995 atau sekitar Rp86,6 juta dengan pengiriman diharapkan akan dimulai akhir tahun ini atau awal berikutnya. Setelah dalam produksi, pembeli harus mengeluarkan dana hingga US$6.495 atau sekitar Rp93,9 juta.

Lagi di Uji Coba, Skuter Listrik Grab Bakal Meluncur di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Ada yang baru terlihat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya di Terminal 3. Hal baru tersebut yakni kehadiran skuter listrik yang tengah dalam uji coba operasionalnya oleh operator bandara PT Angkasa Pura II (AP II).

Baca juga: Grab Gandeng UI untuk Kembangkan Startup, Ternyata Keduluan GoJek

Skuter listrik ini adalah kerja sama antara AP II dengan aplikasi ride hailing Grab. Nantinya skuter listrik tersebut akan mendukung mobilitas di Terminal 3 baik keberangkatan maupun kedatangan.

“Kehadiran layanan skuter listrik (Grab Wheels) di Terminal 3 menjadi inovasi baru dalam mendukung dan meningkatkan pengalaman pelanggan di bandara,” ujar Direktur Utama PT AP II Muhammad Awaluddin yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com (19/5/2019).

Awaluddin mengatakan, Grab Wheels roda dua ini tengah menjalani uji coba di Terminal 3. Dia menambahkan, saat ini pihaknya menggunakan hanya untuk operasional bandara.

“Dalam waktu dekat Grab Wheels dapat disewa oleh pelancong. Namun sebelum diizinkan untuk disewakan, skuter listrik ini harus memiliki standarisasi layanan dan keselamatan,” jelas Awaluddin.

Dia mengatakan, saat ini sudah ada 20 skuter listrik yang hadir di Terminal 3 baik di gerbang keberangkatan maupun kedatangan baik di layanan domestik atau internasional. Awaluddin menjelaskan, standarisasi diperlukan dalam hal kecepatan kendaraan, trek atau jalur dan batas usia pengguna.

“Grab berencana menggunakan 30 skuter dengan biaya sewa per 30 menitnya Rp5 ribu atau 35 Sen Amerika Serikat untuk pelancong,” tambah Awaluddin.

Dalam penggunaannya, skuter listrik ini bisa diaktifkan dengan memindai kode batang melalui ponsel pintar pengguna dan dinilai tepat digunakan di Terminal 3 yang memiliki luas mencapai sekitar 430 ribu meter persegi dengan panjang 2,4 km. Saat ini diketahui moda transportsi pribadi di Terminal 3 yakni segway, rollerskates dan sepeda.

Diketahui, kerja sama Grab dengan AP II bukanlah bisnis yang pertama dilakukan. Kerja sama pertama adalah dalam pewujudan ketersediaan Grab Point atau titik penjemputan pelanggan GrabCar di Terminal penumpang Bandara Soetta.

Baca juga: Aplikasi Transportasi Online Asal Vietnam Siap Rebut Pasar GoJek dan Grab!

Terminal 3 sendiri terminal penumpang pesawat terluas dan termegah di Indonesia dengan kapasitas mencapai 25 juta penumpang per tahunnya.