Batuk ke Arah Anaknya, Ibu ini ‘Semprot’ Penumpang MRT!

Bagaimana rasannya jika ada orang yang batuk ke arah Anda dengan suara yang sangat berisik? Duh, tentu Anda akan merasa kesal, ya! Nah, kejadian seperti inilah yang tengah viral di media sosial Facebook baru-baru ini, dimana ada seorang penumpang pria yang batuk ke arah seorang Ibu dan anaknya. Entah bermaksud untuk bercanda atau apa, tapi tindakan seperti ini harusnya tidak patut dilakukan dan dicontoh oleh siapapun – selain bisa menyebarkan virus, tentu saja suara yang kencang akan membuat kita kaget.

Baca Juga: Sopir Bus SMRT Singapura Keder, Penumpang Pun Berperan Sebagai Navigator

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman mothership.sg (21/3/2019), kejadian ini sempat diabadikan dalam sebuah video berdurasi pendek – sekira sembilan detik. Di dalam video tersebut, tampak seorang penumpang MRT Singapura (SMRT) menggunakan headphone sedang duduk anteng di sebelah seorang ibu yang tengah memangku anaknya.

Tak lama berselang, si penumpang pria ini terkesan dengan sengaja batuk ke arah anak kecil dengan suara yang tidak pelan – seperti batuk yang dibuat-buat. Sontak, si ibu dan anaknya kaget karena suara dari batuk pria ini. Di sini, naluri seorang ibu mulai keluar dan dengan lantang si ibu ini membentak pria yang sudah berlaku tidak sopan tersebut.

“EH!” ujar si ibu dengan nada yang tidak kalah tinggi.

“Saya batuk,” ujar si pria itu dengan suara lembut.

Tapi si ibu yang sudah terlanjur kesal ini malah kembali menyerang penumpang pria ini dengan celotehannya.

“Anda batuk, lalu…”

Belum selesai si ibu berbicara, pria ini malah menimpali cercaan si ibu dengan satu teriakan yang sangat keras.

https://www.facebook.com/lioncityfeed/videos/2312607472356535/

“HWAAAAAAAAH!!!”

Entah apa yang terlintas di pikiran si pria ini, sampai-sampai ia harus mengeluarkan teriakan aneh yang terdengar seperti sebuah bersin yang dibuat-buat.

Semakin kesal dengan tingkah laku si pria ini, sang ibu malah balik mengancam kepada penumpang tersebut.

Baca Juga: Bukan SMRT, Ternyata Taipei Metro Lebih Andal dalam Sistem MRT di Dunia

“Anda ingin saya memanggil polisi?” dan video yang sudah dilihat lebih dari 128.816 kali ini berhenti sampai di situ.

Tidak diketahui dengan pasti kapan kejadian ini terjadi, namun video ini diunggah ke akun Facebook dari Lion City Feed pada Kamis (21/3/2019) sore kemarin.

Punya Budaya Kebersihan yang Kuat, ANA Sabet Predikat Maskapai dengan Kabin Terbersih

Berkendara dengan menggunakan moda yang bersih tentu akan meningkatkan pengalaman penumpang, tidak terkecuali pesawat. Dapat dibayangkan jika Anda harus duduk di dalam kabin selama berjam-jam mengarungi langit dengan kondisi kabin yang kotor? Duh, tentu ini akan menjadi mimpi buruk bagi para penumpangnya, ya! Maka dari itu, dalam Skytrax World Airline Awards tercantum sejumlah nama maskapai yang memiliki tingkat kebersihan yang paling baik.

Baca Juga: Mei 2019, ANA Hadirkan Airbus A380 dengan Motif Unik Kura-Kura

Sebagaimana yang dikutip Kabarpenumpang.com dari laman dailymail.co.uk (18/3/2019), maskapai asal Jepang, All Nippon Airways (ANA) keluar sebagai ‘peraih medali emas’ dalam kategori maskapai dengan kabin paling bersih di dunia. ANA berhasil mengalahkan 29 maskapai lain yang juga masuk sebagai kandidat di dalam kategori ini. Di sini, ANA patut berbangga hati karena mereka telah berhasil mengalahkan sejumlah nama-nama besar di sektor aviasi global, seperti Singapore Airlines, Qatar Airways, KLM, Garuda Indonesia, hingga raksasa aviasi asal Timur Tengah Emirates.

Pada survei yang dilakukan sejak tahun 2018 silam, Skytrax telah meminta kepada setiap penumpang pesawat untuk memberikan penilaian terhadap meja lipat di belakang bangku penumpang, karpet di dalam kabin, panel kabin, hingga toilet yang ada di dalam pesawat. Adapun survei yang dilakukan Skytrax ini sudah dilakukan secara online terhitung sejak Mei 2017 hingga Agustus 2018 kemarin.

Jumlah surveyor yang ikut dalam jajak pendapat ini juga terbilang cukup fantastis – 24,45 juta penumpang.

Uniknya lagi, enam posisi teratas dalam survei ini diduduki oleh maskapai asal Asia, sementara maskapai dari benua lain menduduki peringkat tujuh ke bawah. Flag carrier Garuda Indonesia dalam survei ini sendiri menduduki peringkat ke-16, satu tingkat di atas China Southern Airlines. Sementara maskapai asal Negeri Bavaria, Lufthansa berada di peringkat 10 dan Emirates ada di posisi ke-19.

Berikut adalah lima maskapai yang menduduki peringkat tertinggi dalam kategori kabin terbersih:

1. All Nippon Airways (ANA)
2. Eva Air
3. Asiana Airlines
4. Singapore Airlines
5. Japan Airlines

Baca Juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang

Sedangkan untuk lima maskpai yang berada di posisi paling rendah dihuni oleh:

26. Oman Air
27. Virgin Australia
28. Air France
29. Turkish Airlines
30. Philippine Airlines

Jika dilihat lagi ke belakang, Bandara Internasional Haneda yang berada di Jepang juga pernah dinobatkan sebagai bandara terbersih di dunia dalam ajang Skytrax World Airlines Award yang dihelat pada tahun 2016 silam.

Wah, ternyata semua perangkat aviasi yang ada di Jepang dinobatkan sebagai yang terbersih di dunia, ya! Keren!

 

JR East Luncurkan Layanan Limited Express Menuju Gunung Fuji

Sabtu (16/3/2019) kemarin menjadi salah satu momen bersejarah bagi perkeretaapian Jepang, pasalnya salah satu operator mereka baru saja merilis layanan Fuji Kaiyu Limited Express. Layanan kereta tamasya ini sendiri diberangkatkan dari Platform 9 Stasiun JR Shinjuku yang berada di Tokyo – dilepas oleh para pecinta kereta api yang berbekal kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Prosesi peluncuran layanan kereta api ini juga tetap disaksikan oleh wisatawan mancanegara kendati adanya pengenaan pajak bagi warga asing yang hendak meninggalkan Jepang.

Baca juga: Mulai 7 Januari, Jepang Kenakan “Pajak Keberangkatan” untuk Seluruh Penumpang Internasional

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, layanan apakah ini? KabarPenumpang.com mengutip dari laman straitstimes.com (18/3/2019), Fuji Kaiyu Limited Express merupakan kereta layanan terbatas yang akan membawa penumpang dari Shinjuku menuju Stasiun Kawaguchiko yang terletak di Prefektur Yamanashi dalam waktu kurang daridua jam. Stasiun ini sendiri terletak di dekat Gunung Fujiyang amat terkenal.

Menurut data Pemerintah Prefektur Yamanashi, daerah tersebut menerima pendatang sekira 32,16 juta wisatawan, yang tergabung dari wisatawan mancanegara dan domestik pada tahun 2017 silam. Angka tersebut terus mengalami peningkatan setelah UNESCO menobatkan Gunung Fuji sebagai situs warisan dunia. Selain ke Gunung Fuji, tidak sedikit dari para pelancong yang juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Danau Kawaguchi. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi dalam kurun waktu enam tahun ke belakang.

Seorang turis berusia 35 tahun asal Amerika yang juga turut serta dalam peluncuran perdana kereta ini mengaku merasakan nyaman ketika menggunakan layanan baru ini, dimana waktu kurang dari dua jam untuk sampai ke Gunung Fuji dapat ia tempuh tanpa harus berganti kereta.

“Perjalanannya sangat nyaman,” ujar turis anonim tersebut.

Baca Juga: Operator Kereta Jepang Hapuskan Sistem Pelatihan yang Ancam Keselamatan Calon Pekerja

Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa kereta api merupakan tulang punggung transportasi di Jepang, namun untuk masalah berganti kereta, terkadang membuat para pelancong kebingungan. Tidak sedikit dari para pelancong yang harus bertanya kepada petugas stasiun sebelum ia melanjutkan perjalannya.

Dari pihak JR East selaku operator layanan Fuji Kaiyu Limited Express, perusahaan mengatakan bahwa mereka juga akan meningkatkan penggunaan dari kereta peluru Shinkansen melalui update yang paling baru. Sebut saja Jalur Joetsu Shinkansen, yang mengulat ke banyak resor ski populer di kalangan orang asing, seperti Gala Yuzawa di Prefektur Niigata

Garuda Indonesia Jadikan Kualanamu Hub Penerbangan Domestik Wilayah Barat dan Asia Tenggara

Garuda Indonesia terus memperkuat komitmen pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Medan dengan menjadikan bandara tersebut sebagai hub penerbangan domestik wilayah Barat dan wilayah Asia Tenggara.

Baca Juga: Meski Punya Rute Penerbangan Sama, Garuda Indonesia dan Citilink Ternyata Saling Melengkapi

Berdasarkan informasi yang didapat KabarPenumpang.com dari siaran pers, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara mengatakan, “Bandara Internasional Kualanamu sebagai bandara komersial terbesar keempat di Indonesia dengan potensi ekonomi serta posisi geografis yang strategis, memiliki modal utama sebagai hub internasional dan domestik kedua di Indonesia selain Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kami juga akan terus mengembangkan Kualanamu sebagai hub penerbangan untuk pariwisata yang terhubung dengan kota kota internasional di kawasan”.

“Letak strategis wilayah Medan yang menjadi pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat, menjadikan potensi Medan sebagai basis hub penerbangan internasional kian menjanjikan. Dengan posisi geografis yang berdekatan dengan Singapura dan Kuala Lumpur, pusat perekonomian di Asia Tenggara, maka pertumbuhan penumpang internasional diprediksi meningkat”.

“Tentunya perlu dukungan semua pihak agar Kualanamu menjadi pintu masuk wisatawan asing ke Indonesia barat atau wilayah Indonesia lainnya. Kualanamu harus menjadi hub yang penting untuk mengimbangi bandara Singapura dan Kuala Lumpur”. Tutup Ari.

Dengan catatan trafik pergerakan penumpang mencapai 10 juta penumpang pada 2018 lalu, dimana 10 persen diantaranya merupakan penumpang internasional, potensi pasar angkutan penumpang di Bandara Kualanamu masih terbuka luas.

Potensi pasar yang terbuka luas tersebut, turut didukung dengan rencana pengembangan infrastruktur dan kapasitas bandara yang terus ditingkatkan oleh AP II, dimana pada tahun 2027 mendatang Bandara Internasional Kualanamu diproyeksikan dapat menampung lebih dari 47 juta penumpang.

Lebih lanjut, Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengungkapkan pihaknya menyambut baik komitmen Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier dalam memperkuat Bandara Internasional Kualanamu Medan sebagai hub penerbangan penunjang Garuda Indonesia di wilayah Indonesia Barat.

“Komitmen memperkuat jaringan penerbangan Bandara Internasional Kualanamu tersebut juga terus kami optimalkan melalui penjajakan sinergi komersial bersama sejumlah mitra strategis internasional agar nantinya Banda Internasional Kualanamu dapat memiliki daya saing internasional melalui berbagai keunggulan infrastruktur dan kapasitas penerbangannya”tutur Awaluddin.

Sementara itu, pengamat penerbangan Alvin Lie mengungkapkan,”Sektor Industri Transportasi Udara Nasional sudah selayaknya memiliki bargaining point dalam pengembangan dan optimalisasi jaringan penerbangan nasional, khususnya dalam mengoptimalkan trafik penumpang serta potensi kepariwisataan melalui pemanfaatan jaringan penerbangan nasional oleh maskapai penerbangan lokal.

“Untuk itu, perlu kiranya kembali dicermati upaya tata kelola pengembangan hub penerbangan internasional agar tetap mengedepankan prioritas pengembangan jaringan hub penerbangan nasional yang tentunya dapat menunjang trafik pergerakan wisatawan internasional melalui optimalisasi kapasitas bandara internasional di Indonesia beserta jaringan penerbangan maskapai nasional”.

Baca Juga: Baru 2 Minggu Tutup, Garuda Indonesia Buka Kembali Rute Jakarta – Silangit

Pengamat kebijakan Publik, Agus Pambagio mengungkapkan bahwa “Indonesia seharusnya menjadi tuan rumah dalam strategi peningkatan kunjungan wisatawan nasional dan internasional. Khususnya melalui pengembangan optimalisasi hub & spoke bandara-bandara nasional yang tentunya juga memiliki daya saing tersendiri atas posisi strategis geografis dan keunggulan konektivitas penerbangan nasional”.

“Komitmen pengembangan sektor kepariwisataan sebaiknya juga turut diselaraskan dengan upaya proteksi berkelanjutan terhadap sektor industri penunjangnya, yang salah satunya adalah industri penerbangan nasional”.

 

Mulai 25 Maret, MRT Jakarta Kenakan Tiket Meski Masih “Gratis”

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan diresmikan pada 24 Maret 2019 besok oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Pasalnya MRT Jakarta sudah mendapat izin operasi yang telah terbit pada 21 Maret 2019 dengan Keputusan Gubernur No.524/2019 dan No.525/2019 tentang perkeretaapian umum terkait prasarana dan sarananya.

Baca juga: Alami Perbaikan, MRT Jakarta Terlambat 30 Menit dari Arah Blok M Menuju Bundaran HI

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, dengan terbitnya keputusan ini maka MRT Jakarta resmi beroperasi secara legal karena sudah memenuhi syarat operasi. Dia menegaskan, setelah peresmian pada 24 Maret oleh Presiden, maka tanggal 25 Maret 2019, MRT Jakarta akan mulai beroperasi secara komersial untuk masyarakat.

“Sudah beroperasi secara komersial untuk masyarakat pada 25 Maret, tapi kita belum kenakan biaya saat itu alias gratis hingga 31 Maret mendatang,” ujar William yang ditemui KabarPenumpang.com di Kantor MRT Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Dia mengatakan, dalam operasi pada 25-31 Maret 2019, selain tidak dikenakan tarif, waktu operasional mulai pukul 05.30 pagi hingga 22.30 malam. Dimana headway yang diberlakukan adalah sepuluh menit untuk setiap kedatangan kereta.

Nantinya setelah beroperasi secara komersial di 1 April, William menjelaskan, pihaknya akan mengoperasikan MRT Jakarta dari pukul 05.00 pagi hingga 24.00 dan disini evakuasi akan ditingkatkan dengan headway nantinya bisa menjadi lima menit.

“Setelah ini kita akan evaluasi selama satu hingga dua bulan berjalan kereta. Kereta yang akan digunakan sebanyak delapan rangkaian dimana tujuh dioperasikan dan satu sebagai cadangan dan headway di bulan Mei atau Juni bisa menjadi lima menit di jam sibuk dan 16 kereta akan beroperasi secara penuh,” jelasnya.

Pada operasional secara komersial yang mulai di 25 Maret tersebut, jalur-jalur untuk disabilitas pun sudah berfungsi di 13 stasiun MRT yang ada. Bahkan bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda, pihak MRT Jakarta juga akan menambahkan ramp agar lebih nyaman saat masuk dan keluar kereta MRT di stasiun tujuan atau keberangkatan.

William menambahkan, hasil uji coba yang sudah dilakukan MRT Jakarta didapat data survey dari 5375 penumpang dimana 56,2 persennya perempuan. Dia mengatakan ada dua hasil yang didapat yakni kurangnya marka petunjuk penggunaan elevator maupun eskalator serta pengeras suara baik di stasiun maupun dalam kereta kurang keras.

Baca juga: Mulai 1 April MRT Jakarta Resmi Beroperasi Komersial, Ini Kata Warga Kalau Tarifnya Rp1000 Per Km

“Karena uji coba ini, maka kita akan tambahkan marka petunjuk untuk penumpang khususnya yang di undergrown. Sedangkan pengeras suara juga akan kita tingkatkan volumenya,” kata William.

Dari Scania K410IB6X2, Inilah Luxury Double Decker “Skylander” dari New Armada

Selain keselamatan dan keamanan, apa kira-kira yang dipertimbangkan oleh seorang penumpang sebelum berkendara menggunakan moda transportasi? Ya, kenyamanan! Nah berbicara soal kenyamanan, salah satu peserta dalam pagelaran Busworld South East Asia 2019, Scania memamerkan double-decker bus super nyaman, hasil kerja samanya dengan perusahaan karoseri New Armada. Scania K410IB6X2 masuk ke dalam kategori luxury bus yang memiliki tiga kelas di dalamnya. Wah, kalau sudah seperti ini sih perjalanan Anda semua dijamin bakal nyaman, ya!

Baca Juga: BYD K9 – Inilah Bus Listrik untuk Koridor 13 TransJakarta

Scania K410IB6X2 yang diberi label “Skylander” ini memiliki 32 luxury seats yang dikombinasikan dengan enam VIP seats. Memang, risiko dari luxury bus adalah daya angkutnya yang tidak bisa sebanyak bus konvensional. Untuk kelas VIP dan Sleepers, berada di lantai bawah, sedangkan 32 seats sisanya berada di lantai atas. Berdasarkan pantauan langsung KabarPenumpang.com di lapangan, Kamis (21/3/2019), bangku-bangku di dalam bus ini sangatlah empuk dan dijamin, Anda akan betah untuk terus berada di dalam bus ini!

Penggunaan bahan vynil untuk bagian flooring seolah semakin mempertegas kemewahan dari bus yang memiliki panjang 13,5 meter ini. Belum lagi dengan tata pencahayaan berwarna kuning keemasan pada kelas VIP dan Sleepers dan biru lavender pada deck atas yang juga membangkitkan nuansa mewah dari bus yang didominasi oleh warna merah – putih pada bagian liverynya ini.

Keunikan lain dari Scania K410IB6X2 yang mejeng di Busworld South East Asia 2019 terletak pada bagian livernya, dimana terdapat mural pari manta pada bagian belakangnya dan tulisan “Primadona” pada sisi bus, yang menandakan bahwa bus ini sudah dipesan oleh PO (Perusahaan Otobus) asal Sulawesi Selatan, PO Primadona. Penggunaan stylish headlamp dan new daytime running lights juga menjadi satu poin yang menambah ‘kecantikan’ tampilan bus yang rencananya akan beroperasi di Makassar ini.

Baca Juga: Scania K320IA: Bus TransJakarta Asal Swedia yang Canggih, Kokoh dan Nyaman

Untuk sistem hiburannya sendiri, Scania K410IB6X2 menyematkan Special Skylander audio system dan LED TV berukuran 22 inchi.

Namun, hanya ada satu kekurangan dari bus ini, yaitu absennya toilet yang justru merupakan satu instrumen penting yang akan menunjang pengalaman dan kenyamanan penumpang. Mungkin hal terjadi karena keterbatasan space di dalam bus. Tapi secara keseluruhan, bus ini sudah sangat cukup untuk menciptakan kenyamanan bagi para penumpang. Nah, Anda penasaran seperti apa kemewahan bus luxury double decket ini? Yuk simak video-nya di bawah ini.

 

 

LRT Jakarta Siap Beroperasi, Inilah Kisaran Tarifnya!

Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta sebentar lagi akan mulai mengular di ibukota, namun bagaimana dengan Light Rail Transit (LRT) Jakarta? Ternyata LRT Jakarta yang sudah lebih dahulu menguji coba kereta mereka di lintasan tahun lalu dan mulai bergerak uji coba pada publik bau-baru ini.

Baca juga: LRT Jakarta Fase I Diperkirakan Beroperasi Pada Januari 2019

Humas officer LRT Jakarta Santhi Pradayini Savitiri mengatakan, pihaknya telah selesai melakukan uji coba bersama publik. Uji coba untuk publik sendiri sudah dimulai sejak 4 Maret hingga 18 Maret 2019 kemarin.

“Kita kalau uji coba kereta sendiri sudah dari tahun 2018 kemarin, kemudian untuk publik baru saja selesai dan bisa dibilang kita lebih dahulu dari MRT Jakarta untuk hal uji coba,” ujar Santhi yang ditemui KabarPenumpang.com di Busworld South East Asia, Kamis (21/3/2019).

Santhi menjelaskan, saat melakukan uji coba, LRT Jakarta bersama dengan TransJakarta untuk mengintegrasikan masyarakat. Dimana TransJakarta meluncurkan rute baru dari Pulo Gadung menuju Senen dengan bus TransJakarta 24 atau Jak 24.

“Rute ini dintegrasikan untuk masyarakat. Jadi penumpang yang naik bus TransJakarta 24 bisa turun di Boulevard Utara dan lanjut naik LRT Jakarta baik ke Pegangsaan Dua maupun ke Veledrome,” jelasnya.

Dia mengatakan pihak LRT dan Jakarta Propertindo (Jakpro) juga menginginkan secepatnya LRT Jakarta bisa beroperasi untuk masyarakat. Namun, pihak LRT Jakarta sendiri masih menunggu keputusan yang pasti dari Pemprov DKI.

“Kita harapannya bisa operasi bulan ini. Kita masih tunggu keputusan kapan di launching dan besaran tarif untuk LRT Jakarta,” tambah Santhi.

Kisaran tarif LRT Jakarta sepanjang 5,8 km dari Pegangsaan Dua, Kelapa Gading menuju Veledrome di Rawamangun adalah Rp6 ribu hingga Rp10 ribu. Sayangnya tarif ini pun sama seperti MRT Jakarta yang masih menggantung tanpa kepastian dari pihak Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Dinilai Belum Siap, LRT Jakarta Urung Beroperasi Saat Asian Games 2018

Saat ini diketahui, pengerjaan sudah selesai 100 persen baik depo, stasiun maupun hal lainnya. Santhi mengatakan untuk segi operasional LRT Jakarta sudah bisa mengular di jalur ibukota.

“Kita juga akan lakukan uji coba dengan para penyandang disabilitas dalam waktu dekat ini, agar mereka bisa menggunakan fasilitas yang tersedia juga,” tambah Santhi.

PT INKA: Di Lebaran 2019 Akan Ada Kereta Tampilan Baru untuk PT KAI

PT Industri Kereta Api (INKA) yang merupakan perusahaan pembuatan kereta, ternyata sudah menghasilkan banyak kereta dan digunakan oleh PT Kereta Api Indonesi (KAI). Tapi apakah INKA hanya membuat kereta untuk KAI saja? Ternyata tidak, karena nama INKA sepertinya sudah tersebar di dunia perkeretaapian baik Indonesia maupun luar negeri.

Baca juga: Dari 438 Kereta Pesanan PT KAI, 288 Unit Telah Diserahkan oleh PT INKA

Baru-baru ini saat KabarPenumpang.com mengunjungi Busworld South East Asia di JI Expo Kemayoran sempat bertandang ke stand milik PT INKA. Salah seorang engineer menjelaskan bahwa kini INKA tengah mengerjakan sisa pesanan dari 438 kereta milik KAI.

“Kita sudah selesaikan sekitar 300 kereta dari 438 pesanan KAI dan ini akan ada yang baru,” ujar Engineer PT INKA Denna Maulana Ahmad, Kamis (21/3/2019).

Saat ditanya apakah KAI menambahkan sleeper train, Denna mengatakan kali ini akan ada sesuatu yang baru dan dihadirkan jelang Lebaran 2019. Menurutnya pengerjaan kereta baru tersebut tidak bisa diberitahu secara jelas oleh INKA, sebab ini adalah sebuah produk baru dan akan menjadi kejutan.

“Kalau mau tahu seperti apa baiknya tanya KAI, kami tidak bisa membocorkan jadi tunggu saja nanti saat jelang Lebaran ya. Yang jelas pesannya adalah peningkatan pelayanan untuk angkutan lebaran dan untuk tahu ini harus sabar,” ujarnya lagi sembari tersenyum.

Denna sendiri tidak mengatakan jumlah pasti kereta terbaru yang dipesan KAI tersebut. Namun dia mengakui bahwa kereta baru itu merupakan bagian dari 438 kereta yang dipesan pihak KAI.

“Jumlahnya berapa dan untuk melintas di jalur mana di tunggu saja,” tambah Denna.

Sayangnya saat di konfrimasi, Humas PT KAI Edy Kuswoyo mengaku belum mendengar apapun tentang rangkaian kereta terbaru yang akan diluncurkan pada Lebaran 2019.

“Saya malah belum tahu, nanti saya cari datanya dulu ya,” ujar mantan Kepala Humas Daop I ini kepada KabarPenumpang.com, Jumat (22/3/2019).

Baca juga: Gelontorkan Rp2 Triliun, PT KAI Pesan 438 Kereta dari PT INKA

Tak hanya KAI, Denna mengatakan, LRT Jabodebek juga memesan sebanyak 31 rangkaian kereta dimana satu rangkaian terdiri dari enam kereta sehingga total semuanya adalah 186 kereta. Rencananya akan di uji coba bulan Maret ini, namun karena satu lain hal diperkirakan akan di uji coba pada Juni 2019 mendatang.

Hasil CVR Lion Air JT-610 Bocor ke Publik, KNKT Tegaskan Datanya Tidak Sama

Dengan ditemukannya komponen blackbox – Cockpit Voice Recorder (CVR) dari Boeing 737 MAX 8 Lion Air JT-610 2,5 bulan setelah kecelakaan maut yang menewaskan 189 penumpang pada akhir Oktober 2018 silam di perairan Tanjung Karawang, seolah siap untuk mengungkapkan apa yang melatarbelakangi jatuhnya pesawat ini. Salah satu bagian inti dari blackbox tersebut, CVR dari pesawat nahas ini kini tengah ramai diperbincangkan – pasalnya, dalam rekaman detik-detik sebelum pesawat tersebut jatuh, terungkap kepanikan yang luar biasa dari ruang kemudi pesawat.

Baca juga: Setelah MPV Everest Gagal, Justru KRI Spica 934 Berhasil Temukan CVR Lion Air JT-610

Pada Rabu (20/3/2019), media asing Reuters mempublikasikan tiga sumber yang mengetahui isi dari CVR tersebut, dan ini merupakan kali pertamanya isi dari CVR diungkap ke hadapan publik. Kendati begitu, Reuters tidak memilki rekaman atau bahkan transkrip dari isi CVR tersebut. Dalam hal ini, kemungkinan tiga sumber yang mengetahui isi dari CVR ini adalah Boeing, Lion Air, dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, salah satu narasumber dari Reuters mengatakan bahwa pilot Bhavye Suneja asal India meminta kopilot untuk mengecek buku pegangan referensi cepat yang berisi check list untuk peristiwa abnormal. Dari sini, suasana di dalam kokpit mulai dirundung kepanikan.

Mengutip dari laman detik.com, dalam 9 menit berikutnya, sistem pesawat memberi tahu pilot bahwa pesawat dalam kondisi stall dan mendorong hidung pesawat ke bawah sebagai responsnya. Pilot berusaha untuk menaikkan hidung pesawat tetapi komputer masih salah mendeteksi stall. Akibatnya, hidung pesawat terdorong ke bawah oleh sistem trim pesawat. Normalnya, trim berfungsi untuk menyesuaikan permukaan pesawat sehingga tetap terbang lurus.

Ketika kondisinya sudah semakin mengerikan, sang pilot lalu meminta kopilot untuk mengambil alih sistem kemudi, sementara ia mengecek buku panduan untuk mencari solusi dari masalah di dalam pesawat tersebut. Di detik-detik akhir, terdengar pilot meminta kepada ATC di sekitar untuk membersihkan jalur penerbangan di ketinggian 3.000 kaki, dan meminta ijin untuk meningkatkan ketinggian pesawat menuju ketinggian 5.000 kaki – dan disetujui.

Namun sayang, ketika pilot tengah berusaha untuk mencari solusi pada penerbangan Lion Air JT-610, kopilot Harvino asal Indonesia tidak mampu mengendalikan pesawat tersebut. Kumandang takbir dari kopilot Harvino lalu mengakhiri rekaman penuh kengerian tersebut.

Kendati pemberitaan ini sudah kadung tersebar luas, namun pihak KNKT selaku salah satu institusi yang memiliki ‘kendali’ untuk mempublikasikan pemberitaan semacam ini mengatakan bahwa rekaman tersebut tidaklah sama dengan fakta yang terpapar di dalam CVR.

Baca Juga: Pesawat Secanggih Boeing 737 Max 8, Mungkinkah Mengalami Stall?

“Dengan demikian, menurut KNKT isi berita itu adalah opini seseorang atau beberapa orang yang kemudian dibuat seolah-olah seperti isi CVR,” ujar Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono dalam konferensi pers, Kamis (21/3/2019).

Jika mundur lagi ke belakang, preliminary report KNKT memfokuskan pada masalah Angle of Attack (AoA) pada penerbangan Lion Air JT-610.

“Digital Flight Data Recorder (DFDR) mencatat perbedaan antara AoA kiri dan kanan (sayap) sekitar 20 derajat dan berlanjut hingga akhir rekaman,” ujar investigator KNKT Subkomite Penerbangan, Nurcahyo Utomo (28/11/2018).

KNKT sendiri mengatakan bahwa pihaknya akan merilis temuan mereka berdasarkan CVR dan FDR pada rentang bulan Juli hingga September 2019 mendatang.

Gara-Gara Vodka, Penumpang Mabuk Hina Awak Kabin dengan Sebutan “Pedofil”

Seorang penumpang pria berteriak dan menghina awak kabin pedofil. Penumpang ini diduga mabuk setelah menenggak sebotol vodka di dalam toilet pesawat sebuah penerbangan yang dibelinya di toko bebas bea. Insiden ini sendiri terjadi dalam penerbangan maskapai Qantas yang berangkat dari Melbourne menuju Singapura dan terekam dalam video seorang penumpang.

Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney

KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (19/3/2019), pria itu bernama Henry yang awalnya terlihat berdiri di lorong kabin dan meneriaki awak kabin serta penumpang lain berusaha memeganginya dari belakang. Dia kemudian diamankan agar duduk dan ditahan oleh sabuk pengaman sambil terus secara verbal menghina awak kabin.

“Orang-orang seperti kamu adalah pedofil, jadi kamu tidak bisa memberitahuku bagaimana harus bersikap. Saya tidak ilegal,” ujar Henry.

Tak hanya menghina, pengakuan penumpang lain, Henry sempat meninju punggung awak kabin dan hinaanya sangat tidak sopan serta mengecewakan sebagai seorang penumpang. Untungnya awak kabin Qantas bisa menangani insiden yang mengkhawatirkan tersebut dan penumpang memujinya.

“Penumpang itu ditahan oleh kru dan bertemu dengan pihak berwenang setempat setibanya di Singapura. Kami mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap perilaku anti-sosial di atas kapal dan kami berterima kasih kepada kru kami atas profesionalisme mereka dalam mengelola situasi,” ujar juru bicara Qantas.

Insiden itu terjadi setelah diumumkan bahwa maskapai penerbangan menindak konsumsi alkohol di pesawat dengan melarang penumpang minum bir, wine (anggur) dan minuman keras apa pun yang dibeli secara bebas bea. Aturan ketat datang saat maskapai berusaha mengurangi insiden kemarahan di udara.

Di bawah langkah-langkah baru, alkohol apa pun yang dibeli di bandara bebas bea perlu dikemas ke dalam kantong plastik tertutup. Tas khusus ini dicap dengan instruksi: “Jangan buka pembelian alkohol sampai tujuan akhir Anda.”

Penumpang pesawat tidak akan dapat membukanya, karena hanya gunting atau pisau yang dapat memotong, yang keduanya dilarang dari tas tangan. Peraturan ini sedang dilaksanakan oleh World Duty Free, yang merupakan satu-satunya penyedia toko bebas bea di sebagian besar bandara UK, termasuk Heathrow, Gatwick, Stansted, Manchester dan Birmingham.

Baca juga: Tangkal Masuknya Penumpang Mabuk, Inggris Perketat Peredaran Alkohol di Bandara

Ini adalah pertama kalinya penumpang secara aktif dilarang minum alkohol yang dibeli secara bebas bea. Namun, maskapai sebelumnya telah menyarankan penumpang untuk tidak minum minuman keras yang dibeli di bandara.