Awal Desember 2018 kemarin menjadi sangat berarti bagi salah satu manufaktur pesawat raksasa, Boeing, dimana perusahaan yang dipimpin oleh Dennis Mullenburg ini baru saja mengirimkan armada Boeing 787-900 ke-787-nya kepada China Southern Airlines. Sudah barang tentu, pencapaian ini tidaklah hanya sebatas predikat kosong, melainkan sebuah pertanda bahwa produk Boeing Dreamliner memang diminati oleh banyak maskapai yang tersebar di seluruh penjuru dunia.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman australianaviation.com.au (18/12/2018), President & CEO Boeing Commercial Airlines, Kevin McAllister mengatakan bahwa ekspansi bisnis Boeing di sektor pesawat wide body semacam Boeing 787-900 ini juga secara tidak langsung menyiratkan kemampuan perusahaan yang andal dalam membangun moda transportasi udara.
“Pengiriman ini merupakan tonggak penting dalam sejarah perusahaan dan menjadi bukti bagi dunia bahwa tim kami di Boeing sangatlah luar biasa dalam urusan membangun pesawat udara – paling andal di dunia,” ujar Kevin.
“Pengiriman ini juga mencerminkan kemampuan khusus dari 787 Dreamliner. Armada yang terus berkembang akan berimplikasi kepada efisiensi yang tak tertandingi, pembukaan rute baru bagi pihak maskapai, dan memberikan pengalaman penumpang yang luar biasa,” imbuhnya percaya diri.
Jika ditarik mundur ke belakang, armada Boeing 787 pertama kali dikirimkan pihak Boeing kepada All Nippon Airways (ANA) pada September 2011 silam. Sejak saat itu, lanjut Kevin, armada wide body ini telah memboyong lebih dari 300 juta penumpang di lebih dari 1,5 juta penerbangan. Lebih mundur lagi, adapun penerbangan perdana dari Boeing 787 ini terjadi pada 15 Desember 2009.
Kendati menyandang predikat sebagai perusahaan asal Amerika Serikat, namun hampir 35 persen airframe dari Boeing 787 ini dibuat di daerah Nagoya, Jepang. Selain itu, dua maskapai terbesar di Jepang, ANA dan Japan Airlines juga mengoperasikan lebih dari 100 armada Boeing 787.
“Pesawat ini seperti sudah menjelma menjadi simbol besar yang merepresentasikan hubungan baik antara pihak Boeing dengan Jepang, sumber kemitraan terdepan Boeing di dunia,” tutur Presiden Boeing Jepang, Brett Gerry.
China Southern Airlines resmi mengorder 12 unit Boeing 787-900 senilai US$3,2 miliar, dan pada awal Desember 2018 merupakan pengiriman pesanan terakhir untuk China Southern.
Kentut alias buang angin adalah aktivitas biologis yang lumrah dialami setiap saat. Namun dari kentut pula bisa menjadi pangkal masalah, lantaran bau tak sedap yang dikeluarkan ‘terperangkap’ di dalam gerbong kereta komuter yang padat penumpang di jam-jam sibuk.
Karena menyangkut ‘aib,’ penebar bau kentut rata-rata tidak ada yang berani mengaku. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (14/12/2018), baru-baru ini ada seorang penumpang pria yang dituduh penumpang wanita bahwa dirinya kentut karena berada didepannya. Kemudian seorang pengguna Twitter di Jepang dengan akun bernama @yyamadada saat itu berada di kereta yang penuh sesak, suasana tiba-tiba pecah karena seorang wanita menuduh pria didepannya kentut.
Akun tersebut menjelaskannya dalam tweet-nya. “Saya berada di kereta api, dan wanita yang berdiri disamping saya melihat ke pria paruh baya yang berdiri di depannya. Anda kentut kan? kata wanita itu dengan marah sambil berkata, baunya sangat tidak enak,” tulis @yyamadada.
Pria paruh baya tersebut kemudian membalas ocehan wanita itu, “Kau yang kentut! Jangan mencoba menyalahkan orang lain!”
Hal itu membuat suasana di kereta yang awalnya tenang jadi ribut. Sampai ada penumpang yang berkata, “Tidak bisakah kita semua tetap tenang dan sabar?”
Dalam celetukan selanjutnya di Twitter @yyamadada membuat pengakuan yang cukup mencengangkan. “Ngomong-ngomong, orang yang benar-benar kentut waktu itu di kereta adalah aku,” tulisnya.
Dalam pembelaan @yyamadada, ketika kereta api dikerumuni di Jepang, tidak ada cara untuk pindah ke gerbong lain, dan dia mungkin terlalu malu untuk mengakui perannya sebagai sumber bau jika dia masih memiliki perjalanan panjang sampai stasiun yanb dituju.
Beberapa pengguna Twitter mengomentari tweet tersebut, “Dude, Anda seharusnya minta maaf dan bertanggung jawab dengan memberi tahu mereka agar Anda dan semua orang bisa tertawa bersama-sama.”
Memang, kentut di dalam tempat sempit dan membuat bau merupakan hal yang tidak bisa ditahan, apalagi seperti dalam kereta saat jam sibuk. Nah, buat Anda sendiri, pernahkah kentut di kereta hingga sampai menyebabkan keributan?
Setiap orang memiliki destinasi pilihannya masing-masing, hal tersebut juga dirasakan oleh para awak kabin maskapai internasional yang banyak mendatangi destinasi di manca negara. Mungkin beberapa tempat yang menjadi pilihan awak kabin tersebut menjadi salah satu destinasi favorit Anda.
Nah, intip yuk dimana saja sih destinasi favorit para awak kabin? Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman thisisinsider.com, berikut sepuluh awak kabin dengan destinasi favorit mereka.
Zanzibar, Tanzania
Salah satu yang disebut pulau terindah di dunia ini berada di Pulau Afrika Timur. Letaknya sangat mudah dijangkau dan kerap kali dipuja oleh awak kabin yang ditugasi ke berbagai tujuan penerbangan. Awak kabin Emirates menyebutkan pulau ini sebagai pulau terindah di dunia karena tidak diragukan lagi pemandangan pantai di pulau tersebut. Bila dalam kata pencarian akan mengungkapkan beberapa pantai yakni Pantai pantai Mangapwani, Pwani, Mchangani dan Uroa.
Maui (Insider)
Maui, Hawaii
Seorang awak kabin HQ, Kara Mulder yang juga penulis blog The Flight Attendant Life, mengungkapkan bahwa tempat favoritnya adalah Maui di Hawaii. “Aku tidak bekerja terlalu banyak di malam hari, tapi aku akan sering terbang ke Maui, Hawaii. Aku suka Maui karena pantai, cuaca dan olahraga, seperti kitesurfing dan dayung.”
Bali, Indonesia
Tak perlu diragukan, salah satu destinasi favorit pelancong domestik dan internasional ini berada di Pulau Dewata. Ternyata Ji-Young Kim salah seorang awak kabin yang menulis di blog The Classsy Cloud memilih Bali untuk beristirahat ketika dirinya punya waktu berlibur sendirian. Dia mengatakan selancar, matahari terbenam dan makanan enak sebagai alasannya untuk menentukan peringkat hot spot favoritnya. Spa pun menjadi nilai tambah yang dikatakan oleh Kim.
“Perawatan spa sangat besar di Bali dan saya suka dimanjakan dengan pijatan dan bersantai di bak mandi kelopak bunga. Ada cukup banyak hal hal yang bisa dilakukan semua orang,” tulisnya dalam blog.
Hotel Atlantis (Insider)
Nassau, Bahama
Natalie Turner, dalam blog The Odyssey menuliskan bahwa The Atlantis Hotel adalah salah satu tujuan utamanya. Dia mengatakan hotel tersebut bisa dibilang terbaik yang pernah ditinggalinya. Interior yang luar biasa dengan menampilkan dekorasi indah. Eksterior sangat besar dengan beberapa fitur luar biasa dan ada patung kuda laut besar dengan arsitekturalnya.
“Selain arsitekturnya yang mengesankan, fasilitasnya adalah tempat menyenangkan yang sesungguhnya. Atlantis memiliki banyak sumber hiburan yang menawan baik di dalam maupun di sekitar tanahnya, dari perosotan airnya yang sangat besar (menyerupai Aztec Ziggurat) hingga akuarium sub-surficial di mana Anda dapat mengamati kehidupan laut dari perspektif baru (di terowongan bawah laut),” tulis Turner.
Namun, salah satu atraksi yang lebih terkenal adalah kasino mereka. Anda akan memenangkan beberapa, dan Anda akan kehilangan sebagian, tetapi intinya adalah untuk bersenang-senang, dan itu dijamin praktis. Ini bersama dengan layanan top-notch dan cuaca yang fantastis adalah bagaimana hal itu dipadatkan tempatnya di # 1 dalam daftar.
Italia
Negara yang menjadi incaran banyak para pelancong. Ini dikarenakan setiap sudut kota di negara ini luar biasa. Seorang pramugari dan penulis di New York Times, Heather Poole mengatakan, tidak benar-benar memiliki kota favorit. Tapi negara favoritnya adalah Italia. Dia mengaku, setiap kota di Italia membuatnya bahagia.
Dublin (Insider)
San Francisco, California
Mary Kalymnou mengatakan, jangan beritahu dunia kalau kota favoritnya adalah San Francisco. Dia berpesan, saat berada di San Francisco jangan lupa mampir ke toko buku lokal dan mengunjungi pasar petani ketika kota tengah ramai.
Dublin, Irlandia
Joe Thomas, menulis beberapa hal yang terbaik di Dublin seperti bangunan bersejarah seperti gedung tertua di Dublin, Gereja Katedral Kristus, Universitas Trinity dan Perpustakaan Lama. Bahkan trotoar tidak rata serta minuman yang lezat pun tak terlewatkan olehnya. Dublin adalah tempat liburan yang sangat baik bagi mereka yang menyukai suasana sosial dan jika Anda dan kru Anda menghargai bir, perjalanan ke Guinness Storehouse Tour akan selesai.
Taman Nasioanl Namib-Naukluft, Namibia
Erika Bisbocci seorang awak kabin memasukkan Namibia sebagai destinasi favoritnya di dunia. Diblognya sendiri, Erika mengatakan, Namibia adalah negara yang indah dan penuh warna dengan lanskap gurun yang tak ada habisnya. Margasatwa yang luar biasa serta kota-kota kolonial yang indah. Tempat favoritnya adalah Sossusvlei, ini adalah sebuah Taman Nasional Namib-Naukluft dan kota terdekatnya Windhoek.
Namibia (Insider)
“Tugas yang menakutkan untuk menangkap kunjungan saya ke Sossusvlei telah menyebabkan saya menunda posting tentang tujuan karena saya tahu bahwa deskripsi saya akan sia-sia,” tulisnya.
Hamburg, Jerman
Elisa Valentiina, seorang pramugari dengan pengikut Instagram yang banyak, mengungkapkan dalam sebuah foto bahwa kota favoritnya adalah Hamburg, Jerman.
“Minggu berjalan melalui kota favorit saya. Cinta berada jauh tetapi selalu baik untuk kembali!” tulisnya.
Valentiina menyarankan, ketika di kota, pastikan untuk mencoba beberapa makanan laut.
Buenos Aires, Argentina
Ximena Eskenazi Rios, seorang awak kabin dari Chili, mengatakan alah satu tempat favoritnya untuk dikunjungi adalah Buenos Aires, Argentina. Dia mengatakan, Puerto Madero memiliki makanan terbaik.
“Restoran di Puerto Madero luar biasa! Saya suka Las Lilas dan Siga la Vaca. Salah satu tempat favorit saya di kota adalah Jardín Japonês, tempat yang magis dan damai. Saya juga merekomendasikan mengunjungi Tigre Delta, yang terletak sekitar 19 mil (30 km) dari Buenos Aires, di mana Anda dapat naik perahu,” akunya.
Bisnis jual beli kendaraan merupakan hal lumrah yang kerap Anda temui di kehidupan sehari-hari – mulai dari sepeda, sepeda motor, hingga mobil. Sistem penjualannya pun beragam, bisa melalui cara memasang iklan di media sosial atau dijual dengan sistem lelang sekalipun. Namun pada bulan Agustus kemarin, bisnis jual beli kendaraan internasional dibuat kaget dengan munculnya private jet dari Royal Family Qatar – lengkap dengan interiornya yang serba mewah.
Berdasarkan rangkuman KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tidak diketahui secara pasti apa latar belakang dijualnya pesawat berjenis Boeing 747-8, namun yang pasti, Royal Family Qatar seolah tidak lagi membutuhkan pesawat ini lagi. Sebagaimana yang disebutkan di laman onemileatatime.com (19/8/2018), keluarga milyarder asal Timut-Tengah ini memiliki lebih dari satu lusin pesawat.
Sebelumnya, pesawat dengan tail number VQ-BSK ini pertama kali dikirimkan ke Royal Family Qatar pada Desember 2012, dan dibutuhkan waktu sekira dua tahun untuk merampungkan interiornya yang super mewah tersebut. Ketika jadi milik Royal Family Qatar, pesawat ini dibalut dengan strip livery warna merah maroon, lengkap dengan logo Royal Family tersebut pada bagian ekornya. Namun ketika dijual, livery tersebut dilepas dan hanya meninggalkan warna dasar pesawat – putih.
Sumber: onemileatatime.com
Alih-alih menggunakan konfigurasi standar, dimana pesawat sekelas Boeing 747 dapat mengangkut penumpang hingga 600 penumpang (konfigurasi 1 kelas), Boeing 747 milik Royal Family Qatar ini didesain hanya untuk mengangkut 76 penumpang dan 18 kru saja. Berdasarkan berita yang tersiar, pesawat ini dibanderol dengan harga US$555 juta atau yang hampir menyentuh angka Rp8 triliun – lengkap dengan bagian interiornya.
Ada kabar terbaru dari Airbus Helicopters, manufaktur helikopter yang bermarkas di Marignane, Perancis ini, baru saja pada 14 Desember lalu menerbangkan prototipe keempat dari helikopter angkut medium H160. Helikopter twin engine ini merupakan lini terbaru Airbus Helicopters untuk mengisi segmen utility, VIP dan militer.
Dengan tiga prototipe sebelumnya yang telah terbang sejak tahun 2015, keseluruhan 1.000 jam terbang telah diraih dalam uji terbang H160. Seperti dikutip dari ainonline.com (18/12), dalam beberapa bulan mendatang H160 akan memasuki fase proses produksi dan perakitan. Pengguna yang menerima perdana H160 adalah Backcock Internasional. Jika proses produksi mulus, H160 perdana akan diserahkan ke konsumen pada tahun 2020.
Meski telah melewati serangkaian uji coba, sampai saat ini Airbus Helicopters masih menunggu sertifikasi dari European Aviation Safety Agency (EASA) dan Federal Aviation Administration (FAA) pada akhir tahun ini (2018). Bila sertifikasi telah diperoleh, maka pengiriman pesanan pada pelanggan dapat segera dilakukan.
Desain H160 pertama kali dirilis pada tahun 2011, helikopter yang ditenagai 2 mesin Turbomeca Arrano turboshaft. Dari segi daya angkut, H160 dalam konfigurasi umum dapat di set dengan 12 kursi, sementara untuk versi VIP dengan 8 kursi. Versi militernya yang nanti akan juga ditawarkan adalah H160M.
Airbus Helicopters H160 dengan bobot maksimum saat take off mencapai 6 ton, helkopter ini dilengkapi dengan teknologi modern seperti helionix avionics suite, all composite airframe, flat floor cabin dan oversize cabin windows.
Tidaklah mudah untuk menjadi seorang pramugari – beragam tuntutan yang dibebankan di pundak mereka haruslah dilakoni dengan senyum dan wajah ceria yang tidak boleh hilang. Mulai dari membantu penumpang menaikkan barang bawaan mereka ke kompartemen atas, menjadi objek godaan penumpang genit, hingga yang agak menjijikan adalah bersinggungan langsung dengan penumpang yang memiliki aroma tubuh yang kurang sedap.
Duh, tentu saja ini akan menjadi masalah dimana seorang pramugari harus tetap tersenyum ketika melayani penumpang dengan aroma tubuh yang kurang sedap ini. Tapi, seorang pramugari bernama Sarah Steegar membocorkan beberapa tips ketika dirinya dihadapkan dengan penumpang yang menundang rasa mual ini.
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (13/12/2018), Sarah akan melakukan apa saja yang dapat membuat si penumpang ini diam dan tidak melakukan banyak gerakan, karena itu akan menyebarkan aroma tubuhnya.
“Saran saya agar semua orang bekerja sama supaya orang itu tetap diam,” ujar Sarah.
“Apakah Anda ingin ditutupi oleh selimut? Jangan bergerak, tetaplah duduk di sana, biar saya yang mengambilkan dan mengenakannya untuk Anda,” imbuhnya sembari memperagakan cara yang ia lakukan ketika berhadapan dengan penumpang ‘beraroma’ ini.
Selain itu, ada cara lain yang dilakukan oleh Sarah guna mencegah aroma dari penumpang ini menyebar.
“Apakah Anda membutuhkan barang di dalam tas Anda? Biar saya ambilkan,” tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwasanya aroma tidak sedap yang dihasilkan oleh seorang penumpang ini biasanya meningkat karena faktor travel stress.
Ya, tidak sedikit maskapai di luar sana yang akan menurunkan Anda dari pesawat ketika mendapati tubuh Anda mengeluarkan bau yang kurang sedap – bahkan jika beruntung, Anda akan mendapatkan voucher untuk mandi di airport hotel atau lounge.
Tidak bisa dipungkiri, menyebarkan bau yang kurang sedap merupakan hal yang memalukan dan membuat lingkungan sekitar menjadi terganggu. Inilah salah satu alasan yang melatarbelakangi beberapa maskapai untuk menurunkan penumpang yang memiliki bau kurang sedap, karena pihak maskapai beranggapan hal ini akan mengganggu kenyamanan para penumpang lain yang ada di suatu penerbangan.
Menjadi ibu kota provinsi yang cukup berkembang, Banda Aceh akan diubah menjadi kota modern oleh Pemerintah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hal tersebut dikatakaan oleh Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang mengunngkapkan rencana pembangunan mass rapid transit (MRT) saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 kepada para bupati dan wali kota se-Provinsi Aceh.
“Awal tahun depan kita akan memulai membangun sistem transportasi massal dengan menggunakan kereta rel listrik atau jalan Mass Rapid Transit (MRT) di Kota Banda Aceh,” ungkap Nova yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber.
Menurutnya sistem transportasi massal tersebut sangat efektif untuk menekan kemacetan serta meminimalisir tingkat kecelakaan pengemudi kendaraan bermotor. Nova mengatakan, MRT tersebut akan mampu mengangkut hingga 300 penumpang sekali jalannya.
Dia mengaku rencana pembangunan MRT tersebut karena terobsesi dari DKI Jakarta, Malaysia dan Singapura. Untuk masalah rencana pembangunan MRT, pihak Dinas Perhubungan Aceh saat ini tengah menganalisis skema kerja sama dengan pemerintah atau lembaga swasta.
“Pembangan MRT itu, butuh dana sampai Rp6 triliun. Dananya bisa dari APBN, APBA, APBK, dan bahkan bisa juga dari swasta. Ya mungkin pembangunannya hingga 2022,” kata Nova.
Nantinya, jika pembangunan berhasil di Banda Aceh, Pemprov Aceh akan mengembangkan proyek tersebut ke Lhokseumawe, Langsa serta ke Aceh Barat. Adanya rencana tersebut, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyambut dan mendukungnya. Dia mengatakan, adanya pembangunan moda transportasi massal tersebut juga bisa menunjang sektor pariwisata.
“Kami menyambut baik rencana Pemerintah Provinsi membangun MRT di Banda Aceh. Transportasi bertaraf internasional ini nantinya akan menjadi penunjang sektor pariwisata,” yang dikutip dari Antara, Selasa (18//12/2018).
Usman mengatakan, sebagai ibukota provinsi dan juga wajah Aceh, kota Banda Aceh terus dibenahi dan dengan kehadiran MRT akan menjadi lebih modern serta efisien. Apalagi kehadiran MRT ini bisa menambah moda transportasi yang sebelumnya yakni bus Trans Kutaraja di Banda Aceh. Namun, Usman menambahkan, bila hanya mengandalkan APBK, Pemkot Banda Aceh tidak akan mampu sehingga perlu campur tangan Pemprov dan pusat dalam pembangunannya.
Dengan menggunakan pesawat narrow body Airbus A320-200, Batik Air, maskapai full service dari Lion Group, mulai hari ini, Rabu (19/12), resmi melayani rute Jakarta – Banyuwangi. Dengan kapasitas 12 kursi kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi, A320 yang dilengkapi inflight entertainment (audio video on demand) di setiap kursi, akan melayani rute Jakarta – Banyuwangi secara regular pergi pulang (PP) berjadwal satu kali setiap hari.
Layanan perdana Batik Air dimulai dengan nomor ID-6590. Pesawat lepas landas melalui Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) pukul 08.25 WIB dan akan mendarat di Bandar Udara Internasional Banyuwangi (BWX) pada 10.05 WIB. Untuk penerbangan sebaliknya Batik Air terbang pada 11.05 WIB dari Banyuwangi menggunakan nomor ID-6591 dan dijadwalkan tiba di Soekarno-Hatta, Tangerang pukul 12.45 WIB.
Dikutip dari siaran pers, Chief Executive Officer (CEO) Batik Air, Capt. Achmad Luthfie menyebutkan, “Kedepan kami optimis dapat terus tumbuh melayani kota lain area Jawa Timur, setelah Surabaya dan Malang yang terhubung langsung Jakarta. Penerbangan pertama ke kota yang memiliki julukan Sunrise of Java ini merupakan bagian dari langkah strategis Batik Air dalam menjembatani antardestinasi domestik sejalan memperkuat layanan dan jaringan Batik Air yang saat ini sudah beroperasi. Batik Air tujuan Banyuwangi akan memberikan pilihan jadwal terbaik.”
Sebagai informasi, Batik Air telah terbang ke lebih dari 42 destinasi domestik dan internasional (Singapura; Kuala Lumpur, Kinabalu, Malaysia; Chennai, India; Perth, Australia) dengan frekuensi mencapai lebih dari 350 penerbangan per hari.
Operasional Batik Air didukung 41 Airbus A320-200CEO (12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi), enam Boeing 737-900ER (12 kelas bisnis dan 168 kelas ekonomi) serta delapan Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 150 kelas ekonomi).
Tentang Bandara Banyuwangi, sebelumnya dikenal dengan nama Bandara Blimbingsari dan dikelola langsung oleh PT Angkasa Pura II. Selain Batik Air, maskapai lain yang melayani penerbangan reguler ke Banyuwangi adalah Citilink, Garuda Indonesia, Nam Air dan Wings Air.
Flag Carrier negara tetangga, Singapore Airlines tengah giat-giatnya melakukan ekspansi pasar yang menyasar destinasi di Indonesia. Diketahui, maskapai yang berkode SQ versi IATA ini akan menjadikan Jakarta sebagai destinasi Airbus A350-900 medium-haul miliknya tertanggal 18 Desember 2018. Adapun bandara yang akan digunakan Singapore Airlines untuk ‘melabuhkan’ armadanya adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Manager Public Relation Singapore Airlines, Glory Henriette mengatakan bahwa armada mereka akan beroperasi setiap hari dengan nomor penerbangan SQ964 dan SQ965 rute Singapura – Jakarta.
“Ini di luar sembilan penerbangan berjadwal yang sudah beroperasi sebelumnya antara Singapura dan Jakarta,” terang Glory.
Adapun pesawat medium-haul ini dilengkapi dengan 303 kursi yang terbagi ke dalam dua kelas – Business Class sebanyak 40 kursi dan 263 kursi untuk Economy Class. Untuk Business Class, Singapore Airlines menggunakan konfigurasi 1-2-1 untuk memberikan akses lorong langsung kepada setiap pelanggan. Sedangkan untuk Economy Class, maskapai yang semula bernama Malayan Airways ini akan menggunakan konfigurasi 3-3-3.
Selain itu, dikutip dari laman tribunnews.com (17/12/2018), pelanggan akan mendapat akses Wi-Fi dengan kecepatan tinggi karena pesawat ini akan dilengkapi dengan sistem konektivitas broadband milik GX Aviation yang ditawarkan melalui SITAONAIR.
Adapun penerbangan SQ964 ini akan berangkat dari Bandara Changi Singapura pada pukul 17.20 (waktu Singapura) dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia pada pukul 18.05 (waktu Indonesia) setiap hari.
Sementara itu, penerbangan kembali SQ965 akan berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Indonesia pada pukul 19.00 (waktu Indonesia) dan tiba di Bandara Changi Singapura pada pukul 21.55 (waktu Singapura) setiap hari.
Dari segi modanya sendiri, Airbus A350-900 dibekali mesin Rolls-Royce Trent XWB yang membuatnya mampu menembus kecepatan hingga 945km/jam dengan jarak tempuh maksimal mencapai 15.000km. Armada ini sendiri memiliki Maximum Take-Off Weight (MTOW) sekira 280 ton.
Diketahui, Airbus A350-900 merupakan model pertama dari varian A350 yang ada, seperti A350-900ULR, ACJ350, A350 Regional, hingga A350-1000.
Salah satu raksasa manufaktur pesawat, Boeing mengatakan bahwa mereka telah menyetujui persyaratan dengan Embraer untuk memperoleh kontrol dari pesawat komersial dan operasi layanan jetmaker asal Brasil ini dengan nilai US$4,2 miliar. Pada mulanya, kesepakatan ini pertama kali diumumkan pada bulan Juli 2018 kemarin dengan harga pembelian yang sedikit lebih rendah, yaitu sebesar US$3,8 miliar.
Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman seattletimes.com (17/12/2018), akuisisi jajaran Embraer untuk pesawat-pesawat regional kecil, yang disebut E-jets, masih memerlukan persetujuan dari Pemerintah Brasil yang baru terpilih dan kemudian akan tunduk pada persetujuan pemegang saham dan pengaturan. Diperkirakan akan ditutup menjelang akhir 2019. Patut diketahui, Embraer E-jets adalah pesawat regional dengan konfigurasi 76- 130 kursi, persis keluarga Boeing 737 MAX.
Seperti diumumkan sebelumnya, Boeing akan ‘menginstal’ manajemen yang berbasis di Brasil, termasuk presiden dan Chief Executive Officer (CEO), dimana mereka akan melapor kepada Presiden Boeing Dennis Muilenburg di Chicago, dan akan memiliki 80 persen saham di joint venture ini, sedangkan sisa 20 persennya lagi akan dikelola oleh Embraer sendiri.
Serikat buruh di Brasil telah menyatakan keprihatinannya sejak kesepakatan itu pertama kali diumumkan bahwa Boeing mungkin memindahkan beberapa operasi Embraer E-jets ke Amerika Serikat – maskar Boeing. Klausul persetujuan tampaknya dirancang untuk menghilangkan ketakutan itu sehingga kesepakatan itu dapat memenangkan persetujuan dari pemerintah Brasil.
Dari perspektif serikat pekerja Boeing di Negeri Paman Sam, ketakutan justru sebaliknya: bahwa Boeing akan menempatkan pekerjaan di Brasil, bukan Amerika Serikat.
“Salah satu pusat pabrik Boeing untuk desain, manufaktur, dan dukungan pesawat penumpang komersial,” ujar salah satu juru bicara Boeing menanggapi pertanyaan seputar akuisisi Embraer.
Ini menyiratkan bahwa para tenaga ahli di Embraer akan merancang E-jet berlabel Boeing di masa yang akan datang, termasuk pengadaan New Midmarket Aeroplane atau 797 yang diharapkan dapat diluncurkan pada 2019. Di lain sisi, pernyataan itu juga menyiratkan bahwa beberapa pekerjaan manufaktur pesawat Boeing selain E- jet dapat dilakukan di Brasil.
Dengan bergabungnya Embraer ke tubuh Boeing, maka rivalitas di sektor aviasi global akan menjadi makin memanas – setelah sebelumnya Airbus mengumumkan hubungan kerja samanya dengan Bombardier.