2019: Mulai dari Virtual Reality Sampai Live Music Bakal Tampil di Kabin Garuda Indonesia

Selain on time performance, layanan hiburan dalam penerbangan atau In-Flight Entertainmet menjadi isu yang penting dikedepankan dalam dunia maskapai, khususnya pada maskapai dengan predikat full service. Tak jarang, seseorang memilih jasa maskapai tertentu lantaran atas apa yang disajikan pada In-Flight Entertainment.

Baca juga: 2019 – Garuda Indonesia ‘Kerahkan’ Seluruh Karyawan Jadi Agen Penjualan Tiket

Garuda Indonesia yang kini dikomandani Ari Askhara selaku direktur utama, menyadari begitu pentingnya elemen hiburan di ketinggian udara. Dalam acara Public Expose hari ini (21/12) di Atjeh Connection, Garuda Indonesia secara resmi memperkenalkan program New In-Flight Experience yang akan dimulai pada Januari 2019.

New In-Flight Experience yang ditawarkan Garuda Indonesia mengedepankan teknologi virtual reality dari Allosky – Skylights. Layanan ini dicanangkan untuk kelas bisnis pada penerbangan jarak menengah dan jauh. Tidak itu saja, Garuda Indonesia akan memastikan film-film yang dihadirkan adalah yang terbaru dirilis. “Kami tak ingin yang diputar adalah film-film yang sudah satu atau tiga bulan di bioskop. Nantinya film yang ditawarkan justru yang belum diputar di bioskop, sehingga ini bisa menjadi pengalaman baru dan menyenangkan bagi penumpang,” ujar Ari Askhara.

 

View this post on Instagram

 

#virtualreality dalam New In-Flight Experience @garuda.indonesia #inflightentertainment

A post shared by KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) on

Ari menambahkan, jenis-jenis film-nya juga akan disesuaikan dengan durasi perjalanan, sehingga penumpang dapat melihat film secara utuh sensasi menonton dalam wide angle screen 180/360 derajat. Dalam tahap uji cona, New In-Flight Entertainment Experince akan ditawarkan gratis pada rute-rute tertentu. Sensasi virtual reality rencananya juga akan diuji coba pada layanan lounge first class dan business class.

Baca juga: First Airlines, “Maskapai” Jepang dengan Penerbangan Virtual Reality Pertama

New In-Flight Experience Experience bukan hanya virtual reality, Garuda Indonesia juga berencana untuk menggelar live music dalam tajuk Accoustic on Board pada penerbangan tertentu. Debut pembuka accoustic on board pun tak tanggung-tanggung, Ari menyebut band Gigi akan unjuk performa di udara antara tanggal 7 atau 21 Januari 2019.

2019: Garuda Indonesia ‘Kerahkan’ Seluruh Karyawan Jadi Agen Penjualan Tiket

Garuda Indonesia di tahun 2019 akan membuat sejumlah terobosan, selain bicara tentang layanan di atas kabin yang kini hangat diperbincangkan, maskapai plat merah kebanggaan nasional ini juga akan meningkatkan laba lewat penjualan tiket dengan cara baru. Masih mengandalkan jalur online, namun cara penjualan kali ini akan melibatkan peran serta seluruh karyawan Garuda Indonesia.

Baca juga: Selasa Sore! Waktu Paling Tepat untuk Berburu Tiket Pesawat Murah

“Nantinya kami akan membuatkan tools aplikasi yang dapat digunakan bagi seluruh karyawan Garuda Indonesia yang menggunakan smartphone. Para karyawan akan kami ajak sebagai agen penjualan tiket,” ujar Ari Askhara, Direktur Utama PT Garuda Indonesia, dalam acara Public Expose di Atjeh Connection, Gadung Sarinah (21/12).

Ari lebih lanjut menjelaskan, tiket yang nanti ditawarkan oleh karyawan Garuda bakal lebih murah atau akan bersaing dengan harga tiket yang ada di situs online. Sebagai benefit, setiap transaksi penjualan tiket, karyawan Garuda Indonesia akan mendapatkan komisi 2 persen. Tiket yang telah berhasil dijual, selanjutnya akan dikirimkan via email kepada pemesan.

Ari meyakini program ini tidak akan berdampak negatif pada kinerja karyawan, mengingat ada ke khawatiran karyawan justru bakal lebih sibuk menjajakan tiket, dan mengganggu produktivitas kerjanya. Meski mendapat pujian karena bisa memberi opsi baru pada pengguna jasa, sayangnya jumlah karyawan Garuda Indonesia secara keseluruhan tidak banyak, yakni sekitar 8 ribuan.

Baca juga: Nah Ini! Trik Unik Buat Cari Tiket Pesawat Murah

Nah, jika mau berburu tiket dengan harga bersaing untuk layanan full service, ada baiknya mulai dari sekarang Anda bersiap-siap berkenalan dengan para karyawan Garuda Indonesia.

Lokomotif Diesel Hidraulik D301 22 Kini Jadi Koleksi Stasiun Tugu Yogyakarta

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Stasiun Tugu di Yogyakarta, maka Anda akan menemukan dua pemandangan baru, yaitu toilet portable dan sebuah monumen Lokomotif D301 22. Ya, pada Rabu (12/12/2018) kemarin, Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro meresmikan keduanya yang ditandai dengan prosesi potong pita.

Baca Juga: Setelah Revitalisasi, Stasiun Tugu Akan Mampu Tampung 14 Ribu Penumpang

Hadirnya toilet portable ini merupakan jawaban atas keluhan masyarakat yang selama ini kerap kesulitan mencari tempat untuk buang air kecil dan besar saat berada di Stasiun Yogyakarta. Pasalnya, selama ini PT KAI menyediakan toilet di Zona 1 dan 2 yang areanya berada di dalam stasiun. Hal ini mengakibatkan kesulitan bagi para pengunjung stasiun non-penumpang bertiket untuk mendapatkan fasilitas toilet.

“Ini (toilet portable) merupakan bantuan buat para penumpang untuk bisa ke toilet, karena toiletnya katanya di sini kurang,” ujar Edi, dikutip KabarPenumpang.com dari laman kai.id (12/12/2018).

“Kami juga minta masyarakat dapat bersama-sama menjaga fasilitas baru ini agar dapat tetap berfungsi dengan baik dan tetap nyaman saat akan digunakan oleh pengguna lainnya,” tandasnya.

Selain itu, satu lagi yang menarik perhatian khalayak ramai adalah Lokomotif D301 22 yang disimpan tepat di halaman depan stasiun yang dapat disaksikan pengunjung atau pejalan kaki sekalipun. Lokomotif tersebut merupakan lokomotif diesel hidraulik yang mulai beroperasi pada tahun 1962. Lokomotif pabrikan Fried Krupp, Jerman ini merupakan tipe kedua dari D300. Sebanyak 80 unit D301 yang tiba di Indonesia pada tahun 1962 digunakan untuk langsiran seperti halnya Lokomotif D300.

Lokomotif berwarna kuning hijau yang kini mejeng di Stasiun Tugu Yogyakarta ini juga merupakan perintis modernisasi lokomotif di Madura hingga ditutup tahun 1987. Setelah itu, lokomotif ini ‘ditugaskan’ untuk menarik kereta api barang di Jabodetabek hingga ditutup akibat banjir melanda Jabodetabek pada pertengahan dekade 1990-an.

Baca Juga: Sepenggal Cerita dari Loko Coffee Shop Yogyakarta

Puncak lengsernya Lokomotif D301 adalah ketika kereta api listrik mulai merangsek masuk dan mengambil alih perkeretaapian Jabodetabek. Kendati sudah tidak digunakan lagi di Ibukota, namun Lokomotif D301 ini masih aktif digunakan untuk langsiran di beberapa stasiun, termasuk langsiran di Balai Yasa Yogyakarta.

Melihat sejarahnya yang tidak bisa diabaikan begitu saja, Edi mengatakan bahwa, “Saya kira menarik untuk jadi ikon Stasiun (Tugu) Yogyakarta, suasana semakin indah di pintu selatan ini dan harapannya bisa membuat masyarakat semakin mencintai kereta api.”

 

 

KRL Premium, Apa Bedanya dengan KRL Reguler?

Baru-baru ini, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengusulkan kehadiran kelas premium untuk Commuter Line (KRL) Jabodetabek. Ternyata, hal ini disambut baik oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang akan mulai menguji coba kereta tersebut pada pertengahan tahun 2019 mendatang.

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Penumpang, PT KAI Usulkan KRL Kelas Premium

Kehadiran KRL premium ini pastinya memiliki perbedaan dengan yang reguler. Nah, apa saja sih perbedaan keduanya? KabarPenumpang.com mengutip laman kompas.com (21/12/2018), bila dilihat dari segi fasilitas, KRL premium akan memiliki kenyamanan yang lebih dibandingkan dengan KRL reguler.

Tempat duduknya pun berbeda, dimana kursi akan memenuhi seluruh rangkaian kereta. Sedangkan KRL reguler hanya sebagian yang memiliki kursi. Rencananya KRL premium ini akan dilengkapi dengan konektivitas internet gratis.

“Posisi rangkaian akan kami gunakan tempat duduk. Mungkin ditambah WiFi, tapi tarifnya masih terjangkau,” ujar Direktur Operasi dan Pemasaran KCI Subakir.

Perbedaan yang jelas terlihat sebelum masuk rangkaian kereta adalah tarif tiketnya yang lebih mahal ketimbang KRL reguler. Biasanya dengan KRL reguler penumpang membayar Rp3 ribu untuk 1-25 km pertama. Sedangkan KRL Premium maksimal akan dikenakan Rp20 ribu.

“Mudah-mudahan tidak lebih dari Rp 20.000,” kata Subakir.

Namun kebijakan skema untuk tarif KRL premium ini sendiri belum dijelaskan secara gambalang oleh KCI. Nantinya, KCI akan membatasi jumlah penumpang yang menaiki KRL tersebut agar tidak terjadi kepadatan penumpang di dalam kereta. KRL premium hanya akan berhenti di sejumlah stasiun tertentu alias tidak di setiap stasiun.

Sehingga ini akan membuat perjalanan kereta akan lebih cepat. Menurut Subakir, pengoperasian KRL premium dilakukan untuk menambah pelayanan kepada masyarakat. Masyarakat bisa menaiki KRL tersebut selama tiket masih tersedia. Tiket KRL dapat dibeli di loket yang ada di stasiun yang telah ditentukan. KRL premium menggunakan kereta milik KCI yang sudah ada.

Baca juga: Inilah 10 Perilaku Penumpang yang Mengesalkan di KRL Jabodetabek

“Saya hanya ingin menambahkan pelayanan saja. Untuk pemanfaatan seluruhnya (masyarakat) boleh saja, bukan mampu atau tidak mampu. Seluruhnya silahkan menikmati, hanya pilihan saja,” ujar Subakir.

Parade Maskapai Terbaik dan Terburuk Versi TheTravel.com

Di dunia aviasi global, ada banyak sekali maskapai yang berkecimpung di dalam bisnis transportasi ini. Kendati hampir semua maskapai memiliki visi yang sama – melayani penumpang dengan pelayanan prima, namun ternyata masih ada saja maskapai yang di cap memiliki pelayanan yang buruk, entah dilihat dari segi ketepatan waktu pemberangkatan atau pelayanan lainnya.

Baca Juga: Minta Maaf Dua Kali, United Airlines Berdamai Dengan David Dao

Sebuah media asing, thetravel.com merangkum sejumlah maskapai yang memiliki pelayanan buruk hingga yang paling baik. Berikut, KabarPenumpang.com sarikan maskapai-maskapai yang tercatat di dalam laman tersebut.

Frontier Airlines
Nama maskapai asal Negeri Paman Sam ini masuk ke jajaran maskapai dengan pelayanan yang buruk. Hampir sama dengan kebanyakan maskapai berbiaya murah (LCC) lainnya, Frontier Airlines juga kerap dilanda masalah delay, pelayanan customer service, hingga tingkat efisiensi boarding penumpang. Wajar saja jika Skytrax hanya menyematkan 1,5 dari 5 bintang untuk Frontier Airlines dalam urusan luggage delay dan pembatalan keberangkatan.

United Airlines
Tanpa perlu dijabarkan lebih panjang, mungkin Anda semua sudah bisa mengkategorikan maskapai ini masuk ke golongan mana – baik atau buruk. Ada banyak kasus dengan penumpang yang menyeret nama maskapai ini. Salah satunya yang paling fenomenal adalah perlakuan kru United Airlines terhadap seoang dokter bernama Dr. David Dao, dimana ia ‘dianiaya’ oleh petugas United lantran tidak mau memberikan bangkunya kepada kru United tersebut.

Lion Air
Nama maskapai yang belakangan tengah hangat diperbincangkan ini juga masuk ke dalam jajaran maskapai dengan pelayanan yang kurang baik. Sering delay hingga yang paling menyita perhatian netizen adalah insiden jatuhnya pesawat Boeing 737 MAX 8 dengan nomor penerbangan JT610 di perairan Tanjung Kawarang beberapa waktu yang lalu.

Baca Juga: Ada Kisah Antara Wiweko Soepono dan Airbus A300B4 Garuda Indonesia

Singapore Airlines
Jangan kaget, nama flag carrier Singapura ini tidak masuk ke dalam maskapai dengan pelayanan yang buruk. Singapore Airlines masuk ke dalam kategori maskapai dengan pelayanan yang baik menurut laman thetravel.com. Hal ini didukung oleh penghargaan yang menumpuk di lemari Singapore Airlines, seperti Best First Class, Best Airlines in Asia, hingga Best First Class Seat.

Garuda Indonesia
Flag carrier Garuda Indonesia muncul di dalam kategori maskapai dengan pelayanan prima. Geliatnya di sektor aviasi global selalu menunjukkan peningkatan – setidaknya dalam lima tahun ke belakang. Empat tahun berhasil mempertahankan predikat Best Cabin Crew versi SkyTrax menjadi modal berharga bagi Garuda Indonesia untuk terus mengembangkan sayapnya lebih lebar lagi.

 

Embraer Hadirkan Livery Macan Tutul Salju Untuk Air Astana

Livery pesawat kerap kali bermacam-macam, seperti di AirAsia beberapa waktu lalu memajang ‘Turn Back Crime‘, ribuan foto di KLM dan beberapa maskapai lainnya. Bagaiman bila livery yang ada tak biasa yakni bagian kepala pesawat tergambar wajah seekor macan tutul salju?

Baca juga: Mei 2019, ANA Hadirkan Airbus A380 dengan Motif Unik Kura-Kura

Ya, Embraer salah satu produsen pesawat asal Brasil, menghadirkan livery bertema Ice cool dengan lukisan di salah satu pesawat E190-E2 barunya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman sumber stuff.co.nz (17/12/2018), pesawat E190-E2 ini ada lima dan armada terbaru untuk maskapai Air Astana yang merupakan maskapai nasional milik Republik Kazakhstan.

Dengan gambar moncong macan tutul salju di bagian hidung pesawat ini. Macan tutul salju merupakan simbol resmi Kazakhstan dan saat ini terancam kepunahan. Macan tutul salju bergabung dengan karya kreatif lain dari karya cat yang terinspirasi hewan pada model Embraer baru termasuk hiu dan harimau yang turun ke langit.

The livery eye-catching adalah bagian dari misi peningkatan kesadaran untuk penderitaan kucing besar yang berasal dari pegunungan Kazakhstan selatan. Peter Foster, Presiden dan CEO Air Astana mengatakan, bahwa pesawat E190-E2 tersebut akan terbang dengan rute baru ke Eropa Timur dan Cina.

“Kami semua di Air Astana dengan senang hati menerima E190-E2 pertama kami, dan kami berharap untuk kelancaran masuk ke layanan dan transisi sederhana untuk pilot kami. Kami tahu Embraer E-Jets dengan baik, dan memiliki harapan yang tinggi untuk mereka yang baru. pesawat generasi dalam hal ekonomi, dampak lingkungan, dan tingkat kenyamanan dan kemudahan bagi pelanggan kami,” ujar Foster.

E190-E2 menghilangkan kursi tengah dan dalam konfigurasi 2-2 serta dapat mengangkut hingga 150 penumpang. Air Astana akan mengoperasikan Embraer 190-E2 pada layanan domestik di Kazakhstan, serta ke tujuan di Rusia, Asia Tengah, Kaukasus dan Cina. Layanan komersial E2 perdana dari Astana ke Almaty dijadwalkan pada 19 Desember 2018.

Embraer mengklaim bahwa 190-E2 baru membakar 17 persen lebih sedikit bahan bakar dibandingkan pendahulunya, E190. E190-E2 telah beroperasi secara komersial dengan Widerøe dari Norwegia sejak April tahun ini.

Baca juga: Mulai dari Kado Hingga Rusa Santa Claus, Ini Dia Livery Pesawat Bertema Natal

“Tiga jet telah terkumpul mendekati dua ribu jam terbang untuk mencapai keandalan jadwal lebih dari 99 persen,” kata Embraer baru-baru ini.

Embraer memperkirakan 2.820 pesawat komersial hingga 150 kursi akan dikirimkan selama 20 tahun ke depan untuk negara-negara Eropa dan CIS (Commonwealth of Independent State bekas republik USSR).

Gara-gara Penumpang Bertengkar, Ryanair Terpaksa Return to Base Ke London

Kecewa, sepertinya kata yang cocok untuk menggambarkan suasana penumpang maskapai Ryanair yang berangkat dari Bandara London Stansted menuju Lisbon, Portugal pada Kamis (13/12/2018). Pasalnya penerbangan tersebut terpaksa kembali ke bandara asal (return to base) dikarenakan dua orang penumpang pria yang bertengkar dan mengeluarkan kata-kata kasar.

Baca juga: Duh, Gara-Gara Satu Penumpang, Frontier Airlines Flight 87 Dibatalkan!

KabarPenumpang.com melansir dari laman cambridge-news.co.uk (14/12/2018), seorang saksi mata mengklaim ada pertarungan antar dua penumpang pesawat Ryanair. Keduanya berkelahi sekitar 20 menit dalam perjalanan mereka dan awalnya dikarenkan salah satu diantaranya menginjak kaki yang lain.

“Dari apa yang saya pahami, semuanya dimulai karena salah satu dari mereka sedang menginjak kaki yang satunya. Dia mendorongnya, dan orang itu menjatuhkan teleponnya. Kemudian mereka mulai berdebat,” kata seorang penumpang.

Kedua penumpang yang bertarung tersebut terekam dalam sebuah video dan terlihat berdebat. Mereka dikelilingi awak kabin Ryanair yang berusaha menenangkan situasi. Dalam video itu juga, keduanya saling mengumpat dengan bahasa Portugis yang kasar.

Debat itu semakin menjadi, sehingga awak kabin dalam penerbangan tersebut menghubungi polisi untuk menangani masalah itu saat kembali mendarat di Stansted.

“Penerbangan ini dari London Stansted Airport ke Lisbon kembali ke Stansted tak lama setelah lepas landas setelah sejumlah penumpang menjadi gangguan dalam penerbangan. Pesawat mendarat dengan normal dan disambut oleh polisi pada saat kedatangan. Pesawat akan segera berangkat ke Lisbon. Kami tidak akan mentolerir perilaku yang tidak dapat diatur atau mengganggu setiap saat dan keselamatan dan kenyamanan pelanggan kami, awak dan pesawat udara adalah prioritas nomor satu kami. Sekarang ini masalah polisi lokal,” ujar juru bicara Ryanair.

Setelah mendarat dan berhenti, dua orang polisi bersenjata mengamankan dua penumpang tersebut dari pesawat. Juru bicara polisi mengatakan, mereka dihubungi karena ada penumpang mengganggu dalam penerbangan Ryanair dari Stansted ke Lisbon pukul 12.45 malam. Penerbangan dialihkan kembali ke Bandara Stansted.

“Kami mendirikan di sana memiliki telah menjadi argumen antara dua penumpang. Setelah berbicara kepada kedua individu, seseorang telah dikeluarkan dari penerbangan dan dilaporkan melakukan pelanggaran pesanan publik,” ujar juru bicara polisi.

Di bagian kedua video, petugas polisi terlihat mengawal seorang pria dari pesawat, dengan sorak-sorai dari beberapa penumpang lain ketika dia pergi. Seorang penumpang yang berbicara menyamakan insiden itu dengan sesuatu dari sebuah film dan mengatakan situasinya sangat intens dan menakutkan.

Diduga ada juga konfrontasi antara seorang wanita dan salah satu petugas polisi ketika salah satu pria itu dikeluarkan dari pesawat. Wanita, seorang teman pria itu, berdiri di depan polisi karena pada saat itu diklaim mereka hanya mengeluarkan satu dari dua orang yang terlibat dalam pertarungan.

Baca juga: Disinyalir Rindu Keluarga, Mahasiswa Paruh Waktu ini Coba Curi Pesawat!

Seorang penumpang mengklaim wanita itu mengatakan itu tidak adil bagi mereka untuk hanya memindahkan salah satu orang yang terlibat dalam pertarungan. Penumpang menambahkan bahwa salah satu petugas dilaporkan menantang para wanita itu, menanyakan apakah dia juga terlibat.

“Hanya karena saya tahu dia tidak berarti saya harus terlibat,” ujar wanita itu. “Apakah saya terlihat seperti saya membuat lelucon?” ujar polisi Sebelum juga mengancam untuk menghapus wanita itu dari pesawat.

Mulai April 2019, Virgin Australia Buka Rute Darwin – Denpasar

Pelancong dari Darwin, Australia yang akan menuju ke Bali sebentar lagi bisa lebih berbahagia. Sebab Virgin Australia akan membuka rute penerbangannya dari Darwin, Northern Territory menuju Denpasar, Bali. Penerbangan tersebut akan dimulai pada April 2019 dan akan beroperasi tiga kali dalam seminggu hingga Oktober 2019 mendatang.

Baca juga: Langgar Etika dan Kesopanan, Dua Warga Australia Ditolak Masuk Ke Indonesia

Kehadiran rute Darwin menuju Bali, setelah maskapai berbiaya hemat (LCC) AirAsia terkena restrukturisasi dan kerugian yang disebabkan aktivitas Gunung Agung beberapa waktu lalu. KabarPenumpang.com melansir dari laman abc.net.au (20/12/2018) ini juga membuat Jetstar menjadi operator tunggal yang melayani rute tersebut.

Tak hanya itu, saat Jetstar berada di posisi operator tunggal pada rute Darwin – Bali, harga tiket pun cukup tinggi. Sehingga dengan kehadiran Virgin Australia pada rute tersebut diharapkan bisa menurunkan harga tiket.

Kepala Eksekutif Bandara di Northern Territory, Ian Kew mengatakan, dirinya percaya bahwa rute baru ini dapat membuka pasar pariwisata untuk pelancong internasional. “Kami yakin bahwa melalui dukungan Territorians, akan ada permintaan yang kuat untuk layanan ini,” kata dia.

Virgin Australia general manager network, pendapatan dan manajemen dan aliansi Russell Shaw mengatakan, “Hari ini menandai 17 tahun sejak penerbangan pertama kami ke Darwin dan sejak itu, kami terus membangun keberadaan kami dan membuat perjalanan lebih mudah diakses bagi warga Territory.”

Dia menambahkan, pelanggan akan memiliki banyak pilihan dan fleksibilitas ketika ingin terbang ke Bali dengan Virgin Australia. Sebab, Virgin menawarkan jadwal paling nyaman di rute tersebut dan akan tiba sebelum tengah malam saat melakukan perjalanan dari Darwin ke Bali. Perjalanan dari Darwin ke Denpasar ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit.

Baca juga: Kasus Awak Kabin Jetstar: Tenaga Asing Dibayar Murah dengan Kerja Ekstra

Pada penerbangan rute baru ini, Virgin Australia menambahkan seribu kursi seminggu dan membuat tawaran layanan lengkap. Tiket sudah mulai dijual pada 20 Desember 2018 dengan harga AUS$199 untuk sekali perjalanan.

Penumpang akan mendapatkan layanan penuh yakni makanan, minuman, tunjangan bagasi dan WiFi. Virgin juga terbang ke Bali dari Brisbane, Sydney dan Port Hedland dan ke Darwin dari Alice Springs, Brisbane, Melbourne, dan Perth

Mantapkan Eksistensi Internasional, Citilink Buka Rute Banyuwangi – Kuala Lumpur

Bagi generasi millenia asal Banyuwangi yang ingin ke Malaysia, kini tak lagi perlu repot berangkat melalui Jakarta atau Bali. Pasalnya Citilink, maskapai berbiaya hemat (LCC) ini per 19 Desember 2018 telah membuka rute penerbangan langsungnya dari Banyuwangi menuju Kuala Lumpur.

Baca juga:  Dukung Wisata di Kalimantan Timur, Citilink Buka Rute Jakarta-Samarinda

Direktur Utama Citilink, Juliandra Nurtjahjo mengatakan, pembukaan rute Banyuwangi-Kuala Lumpur ini untuk memperluas jaringan penerbangan internasional Citilink. Tak hanya itu, rute baru ini juga untuk memantapkan posisi Citilink sebagai maskapai berbiaya hemat terkemuka di Asia.

“Dengan membuka rute Banyuwangi – Kuala Lumpur, Citilink Indonesia akan semakin memantapkan eksistensinya di kawasan Asia, serta turut memberikan kontribusi nyata dalam mensukseskan program Pemerintah Indonesia untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019,” tambah Juliandra yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (19/12/2018).

Citilink Indonesia menerbangi rute Banyuwangi – Kuala Lumpur dengan pesawat Airbus A320. Pesawat ini berkapasitas 180 penumpang dengan frekuensi tiga kali seminggu pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Penerbangan Banyuwangi – Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan QG514, ditempuh dalam 2 jam 50 menit. Jadwal keberangkatan dari Bandara Banyuwangi pukul 08.20 WIB dan tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur pada pukul 12.10 waktu setempat.

Sedangkan penerbangan Kuala Lumpur – Banyuwangi dengan nomor penerbangan QG515 ditempuh dalam 2 jam 50 menit. Waktu keberangkatan pukul 13.20 waktu setempat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur. Dan, tiba di Bandara Banyuwangi pukul 15.10 WIB. Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat menyambut baik hadirnya penerbangan ini.

“Rute penerbangan Kuala Lumpur – Banyuwangi yang dilakukan oleh Citilink Indonesia, merupakan gerbang bagi Banyuwangi menuju internasional. Sebab, ini adalah rute penerbangan internasional pertama dari dan menuju ke Banyuwangi,” kata Arief Yahya.

Arief menilai, pembukaan rute internasional Kuala Lumpur-Banyuwangi menjadi bukti komitmen Citilink Indonesia. Terutama dalam membantu pengembangan pariwisata Indonesia. Rute ini juga menjadi momen untuk memperkenalkan Banyuwangi sebagai destinasi wisata bertaraf internasional.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Batik Air Buka Penerbangan Jakarta – Banyuwangi

Sambutan positif juga diperlihatkan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Menurut Anas dengan dibukanya rute ini akan semakin meningkatkan aksesibilitas menuju Banyuwangi, sehingga bisa mendorong berbagai sektor ekonomi tumbuh, yang ujungnya berkontribusi pada kesejahteraan warga.

“Pembukaan rute ini pasti akan membawa dampak ekonomi yang besar bagi daerah.” kata Anas.

Di Ghana, DC-10 Eks Ghana Airways Beralih Fungsi Menjadi Restoran Bintang Lima

Mungkin sebagian dari Anda masih ingat dengan seorang wanita cantik bernama Amber Scott yang mengubah Convair CV-440 Metropolitan milik Air Atlantique menjadi sebuah salon mewah. Atau mungkin sebuah Boeing 737 yang terletak sekitar 5 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang rencananya hendak dijadikan sebuah restoran mewah bernuansa unik, namun kandas begitu saja. Di sekitar kita, ternyata ada banyak orang kreatif yang lalu mentransformasikan sebuah moda transportasi sehingga memiliki fungsi baru.

Baca Juga: Wanita Pirang Ini Sulap Convair CV-440 Jadi Sebuah Salon Mewah!

Di Accra, Ghana, terdapat sebuah DC-10 yang disulap menjadi sebuah restoran unik yang diberi nama La Tante DC-10 Restaurant. Lokasi dari restoran ini sendiri berada di luar Bandara Internasional Kotoka, Ghana. Sebelum ditransformasikan menjadi sebuah restoran, armada DC-10 ini dulunya merupakan bagian dari Ghana Airways. Namun karena sudah termakan usia dan perkembangan pesat di sektor aviasi global, akhirnya pihak Ghana Airways meninggalkannya begitu saja – dengan kondisi mesin yang dicopot dan cat yang sudah mulai pudar akibat cuaca.

Sumber: askthepilot.com

Dirasa pesawat ini masih bisa dialihfungsikan, maka pada tahun 2013 yang lalu, Vindira Company memutuskan untuk membelinya dan memoles ulang pesawat usang ini. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman askthepilot.com, La Tante DC-10 Restaurant ini mampu menampung 118 pengunjung dan memiliki warna yang cukup unik pula – hijau karena mengikuti permintaan dari pihak sponsor, merk beer lokal di Ghana.

Sumber: askthepilot.com

Ruang makan utama di La Tante DC-10 Restaurant menggunakan ruang yang dulunya digunakan sebagai kabin Economy Class. Untuk segi penganannya, restoran ini menyajikan beragam makanan khas Ghana dengan banderol harga yang cukup ramah dompet. Agar nuansa pesawatnya tetap kental, pramusaji di La Tante DC-10 Restaurant mengenakan seragam khas pramugari – lengkap dengan keramah-tamahannya serta senyum yang tidak pernah pudar.

Baca Juga: Ada Sosok Boeing 737 Misterius di Bali, Kini Jadi Obyek Foto Favorit Para Pelancong

Jika Anda tidak ingin menyantap makanan berat, Anda bisa bersantai di lounge yang terletak di bagian depan pesawat – dulunya digunakan sebagai kabin First Class. Namun berdasarkan perkembangan terakhirnya, La Tante DC-10 Restaurant sudah kehilangan sponsornya dan kini tubuh si mantan armada Ghana Airways ini berubah warna menjadi putih.