Garuda Indonesia Bekerjasama dengan RSUP Persahabatan untuk Angkut Live Human Organ

Garuda Indonesia bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan menandatangani Nota Kesepahaman terkait pengangkutan Live Human Organ (LHO) yang dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Februari 2024.

Baca juga: Kenapa Pesawat MD-11 Laris Dipakai Penerbangan Kargo tapi Tidak Penerbangan Penumpang

Melalui jalinan kerjasama ini, nantinya Garuda Indonesia mendukung layanan kesehatan RSUP Persahabatan sebagai salah satu rumah sakit pusat rujukan penyakit pernapasan berskala nasional khususnya terkait dengan prosedur transplantasi dengan memfasilitasi pengiriman LHO ke berbagai destinasi yang dilayani oleh Garuda Indonesia.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyatakan bahwa langkah kolaborasi Garuda Indonesia bersama RSUP Persahabatan ini merupakan salah satu wujud komitmen berkelanjutan sebagai national flag carrier untuk senantiasa hadir mendukung upaya optimalisasi layanan masyarakat khususnya layanan kesehatan melalui layanan penerbangan yang aman, nyaman dan terpercaya.

“Sebagai pelaku industry penerbangan yang dikenal sebagai industry yang highly regulated, kami menjadikan regulatory compliance di seluruh aspek pelayanan dan penanganan Garuda Indonesia sebagai prioritas utama, baik terhadap penumpang, bagasi, maupun cargo. Di sisi yang lain, Garuda Indonesia sebagai maskapai yang mengedepankan layanan premium tentunya akan menjadi mitra yang saling menghadirkan added value bagi RSUP Persahabatan khususnya dalam aspek ketepatan waktu dalam mengirimkan LHO yang dibutuhkan oleh rumah sakit penerima,” kata Irfan.

Lebih lanjut, penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak tersebut tentunya menandai komitmen Garuda Indonesia dan RSUP Persahabatan khususnya dalam meningkatkan perkembangan wisata kesehatan di Indonesia yang terus mencatatkan tren yang positif. Hal tersebut dibuktikan oleh studi yang dilaksanakan oleh Global SPA & Welness Summit (GSS) dan Stanford Research Institute (SRI) pada tahun 2011 yang memproyeksikan sekitar 17,6 juta wisatawan telah melakukan perjalanan untuk kesehatan.

Irfan melanjutkan, “Seiring dengan rencana pemerintah untuk mengembangkan medical tourism di Indonesia, kesepakatan bersama RSUP Persahabatan ini tentunya menjadi sebuah milestone tersendiri bagi kami sebagai penyedia infrastruktur konektivitas udara yang andal dan terpercaya untuk turut mendukung pengembangan transportasi medis di Indonesia.”

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan, Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanta, pada kesempatan tersebut menyambut baik kerjasama dengan Garuda Indonesia ini., “Sebagaimana yang kita ketahui transplantasi merupakan prosedur yang sangat rumit, maka sistem transportasi yang reliable untuk membawa atau mengirimkan Live human organ (LHO) dalam tingkat akurasi waktu yang tinggi menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terelakkan, terlebih ketika rumah sakit asal donor dan rumah sakit resipien berada di dua lokasi —kota atau pulau— yang berbeda.

Eksplorasi Sektor Kargo, Garuda Indonesia Group Luncurkan “Tauberes”

Dengan didukung dengan layanan dan jangkauan penerbangan Garuda Indonesia, kiranya dapat mengoptimalkan kebutuhan pengiriman LHO secara cepat dan dengan demikian, dapat membantu lebih banyak pasien yang membutuhkan di berbagai wilayah di Indonesia.”

Terpeleset di Pantry, Mantan Pramugara Singapore Airlines Tuntut Kompensasi $1,2 Juta

Seorang awak kabin (pramugara) Singapore Airlines telah menggugat maskapai tersebut dengan tuntutan senilai $1,2 juta setelah mengalami insiden terpeleset dan jatuh selama penerbangan dari Bandara San Francisco (SFO) ke Bandara Changi Singapura (SIN).

Baca juga: Viral, Wanita Ini Pipis di Pantry Pesawat Sesaat Sebelum Lepas Landas

Berdasarkan laporan CNA, kasus ini sedang berlangsung di pengadilan. Kasus ini melibatkan insiden di mana seorang awak kapal menuduh bahwa Singapore Airlines gagal menyediakan lingkungan kerja yang aman di dapur (pantry) pesawat Airbus A350-900 yang melayani rute SFO-SIN pada tanggal 5 September 2019.

Menurut awak pesawat tersebut, pihak maskapai mengabaikan adanya minyak pelumas, serta tidak mencegah kecelakaan (terpeleset) yang menimpa awak kabin. Awak kabin yang nahas, Deurairaj Santiran, mengatakan kepada pengadilan bahwa dia melihat noda minyak di dapur kelas ekonomi A350 setelah petugas kebersihan kabin menyiapkan pesawat untuk keberangkatan.

Santiran diduga memberi tahu atasannya, yang menginstruksikan agar tambalan minyak dibersihkan sebelum keberangkatan. Namun, upaya berulang kali gagal untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan Santiran menuduh awak kabin disarankan untuk mengatasinya.

Deurairaj akhirnya terjatuh selama hampir dua jam sebelum pesawat mendarat dalam penerbangan selama 17 jam itu. Meskipun cedera tersebut tidak menjadi berita utama pada saat itu, Deurairaj membutuhkan kursi roda untuk membantu turun dari pesawat.

Permintaan Deurairaj senilai $1,2 juta merupakan kompensasi atas hilangnya gaji karena kehilangan pekerjaan karena cedera. Deurairaj adalah seorang pramugara Singapore Airlines yang bekerja dari tahun 2016 hingga 2021.

Singapore Airlines dan firma hukum yang mewakilinya di pengadilan tidak dapat menanggapi pertanyaan sebelum dipublikasikan. Sementara itu, maskapai ini mengoperasikan dua penerbangan harian ke SFO menggunakan A350-900. Penerbangan ini merupakan penerbangan terpanjang keempat berdasarkan jarak dalam jaringan rute Singapore Airlines.

Singapore Airlines Luncurkan Fifth Freedom Flight ke AS Setelah 13 Tahun

Singapore Airlines meluncurkan layanan ini ke SFO pada tahun 2018. Layanan dua kali sehari ini menggunakan konfigurasi kabin jarak jauh all-premium dan standar, yang memiliki 187 kursi kelas ekonomi. United Airlines juga mengoperasikan rute tersebut menggunakan 787-9 dan 777-300ER.

Mau Bawaan Anda Tiba Lebih Cepat di Ban Berjalan? Ini Kata Petugas Penanganan Bagasi

Naik pesawat dan membeli tiket kelas bisnis atau kelas satu dengan layanan premium biasanya tidak akan membuat Anda menunggu barang bawaan Anda di ban berjalan. Karena layanan premium biasanya mencakup dengan pengambilan barang kargo dan lebih dahulu dibandingkan dengan penumpang lainnya.

Baca juga: Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan

Tak hanya itu, maskapai yang tidak memberikan bagasi cuma-cuma atau gratis juga mempercepat penumpang membawa barang bawaan mereka ke kabin. Ini juga bisa membuat penumpang lebih cepat keluar dari bandara.

Namun bagaimana jika pesawat memberikan bagasi gratis dan penumpang memanfaatkan hal tersebut? Apakah barang akan cepat sampai di ban berjalan atau menghabiskan waktu menunggu barang dari kargo tiba dan baru keluar dari bandara?

Biasanya barang bawaan tersebut akan keluar dari kargo dan masuk dalam gerobak pengangkut baru dikirim ke ban berjalan. Ini cukup lama dan bisa membuat jenuh penumpang yang menunggu barang mereka bisa diambil.

KabarPenumpang.com melansir express.co.uk (30/1/2020), baru-baru ini seorang petugas penanganan bagasi mengungkapkan tips rahasia agar barang bawaan Anda dari dalam kargo tiba lebih dahulu. Petugas penanganan bagasi dari bandara utama di Amerika Serikat menuliskannya dalam forum di Reddit.

Dia mengungkapkan bahwa, meski maskapai mengatakan penumpang harus tiba lebih awal dari jadwal keberangkatan. Namun ternyata datang sedikit terlambat punya manfaat yang baik.

“Sebagian besar datang terlambat, tetapi tidak pada detik terakhir. Tasmu akan ditumpuk di gerobak dan menjadi yang pertama dimuat di pesawat. Tapi untuk yang belakangan datang maka akan menjadi yang terakhir dimuat dan akan datang pertama saat tiba di carousel,” tulis petugas tersebut.

Baca juga: Di Changi, Koper dan Barang dari Kargo Berjalan ‘Santun’ di Conveyer Belt

Menurutnya ini mungkin 70 sampai 80 persen efektif untuk dicoba. Sayangnya hal ini ternyata bisa berubah dan tak sesuai jika Anda melakukan perjalanan dengan transit penerbangan dan kargo berpindah ke pesawat lain.

Ramah Buat Pelancong, Inilah 5 Bandara Internasional yang Enak Buat ‘Tiduran’ Gratis

Beberapa bandara internasional dikenal sebagai ramah untuk tidur para pelancong yang mencari tempat untuk istirahat sementara tanpa membayar. Ini bisa menjadi opsi yang nyaman untuk mereka yang memiliki waktu tunggu yang panjang antara penerbangan atau terlambat malam. Beberapa bandara yang sering disebutkan dalam daftar bandara ramah untuk tidur pelancong termasuk:

Bandara Internasional Changi, Singapura (SIN)
Changi Airport dikenal luas sebagai salah satu bandara terbaik di dunia untuk tidur. Terdapat banyak area yang nyaman untuk tidur di terminal, termasuk kursi-kursi yang dirancang untuk istirahat dan beberapa ruang tidur berbayar.

Bandara Internasional Schiphol, Amsterdam, Belanda (AMS)
Schiphol memiliki berbagai area di terminalnya yang nyaman untuk tidur, termasuk beberapa “Lounge Rest Zones” dengan kursi dan sofa yang nyaman.

Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar (DOH)
Bandara Hamad menawarkan “Quiet Rooms” yang disediakan untuk penumpang yang ingin beristirahat tanpa biaya tambahan. Terdapat juga kursi-kursi dengan sandaran yang dapat digunakan untuk tidur.

Bandara Internasional Taoyuan, Taipei, Taiwan (TPE)
Taoyuan Airport memiliki beberapa “Rest Zones” di dalam terminal yang dilengkapi dengan kursi dan sofa untuk pelancong yang ingin beristirahat sementara.

Bandara Internasional Narita, Tokyo, Jepang (NRT)
Narita Airport memiliki beberapa area yang disediakan untuk tidur, termasuk kursi dengan sandaran yang cukup untuk pelancong yang ingin beristirahat.

Terpaksa Tidur di Bandara? 6 Tips Ini Bisa Anda Coba!

Harap dicatat bahwa kebijakan dan fasilitas di bandara dapat berubah, jadi selalu disarankan untuk memeriksa secara langsung dengan bandara terkait atau situs web mereka untuk informasi terbaru tentang kemudahan tidur dan kenyamanan di bandara.

Surge S32, Konvergensi Skuter dan Becak Listrik ala India

Meskipun becak otomatis berguna untuk mengangkut kargo atau penumpang di lingkungan perkotaan, skuter jauh lebih gesit dan lebih mudah untuk diparkir. Untuk itu Surge S32 menggabungkan konvergensi di antara keduanya dalam satu kendaraan modular, karena dilengkapi skuter yang dapat dilepas dari badan becak.

Baca juga: OjO, Skuter Listrik Hasil Kolaborasi Austin Commuter Scooter

Diproduksi oleh Surge Automobiles India, S32 serba listrik disebut-sebut sebagai “kendaraan beradaptasi segmen pertama di dunia.” Oleh karena itu, pengguna memerlukan surat izin LMV (Light Motor Vehicle) untuk mengemudikannya dalam mode becak, dan surat izin roda dua untuk mengemudi dalam mode skuter.

Inti dari S32 adalah Advanced Modular Scalable Electric Platform (AMSEP). Ini berfungsi sebagai rangka becak, dan berisi baterai kendaraan yang dapat dilepas, mesin poros belakang, elektronik sistem penggerak, dan roda belakang.

Area docking tersembunyi di bagian depan platform memungkinkan skuter dua tempat duduk ini ditempatkan di bagian belakang terlebih dahulu. Setelah berada di tempatnya, roda belakangnya akan tertarik ke arah dudukannya, menariknya dari tanah. Skuter kemudian berfungsi sebagai kokpit becak, ditambah roda depannya yang berfungsi ganda sebagai becak.

Proses penyambungan/pemisahan kendaraan diklaim hanya memakan waktu tiga menit, dan cukup mengharuskan pengguna menekan tombol sambil memutar skuter masuk dan keluar.

Perlu dicatat bahwa skuter ini memang memiliki baterai sendiri dan motor berkekuatan 6 kW, yang secara otomatis mulai digunakan hanya ketika dilepaskan dari becak – jika tidak, motor dan baterai becak akan melakukan semua pekerjaan tersebut. Sistem ini dikenal dengan nama Smart Switching Multi Powertrain (SSMP).

Mimo C1 Gabungkan Fungsi Skuter dan Troli

Surge berencana menawarkan empat badan becak yang berbeda, yang masing-masing hanya akan kompatibel dengan AMSEP yang dirancang untuk badan becak tersebut. Bodi PV memiliki ruang untuk dua penumpang di belakang pengemudi, LD dilengkapi tempat tidur kargo seperti truk pickup, HD memiliki kotak kargo tertutup, dan FB memiliki tempat tidur datar.

Konfigurasi becak memiliki kecepatan tertinggi 45 km per jam, sedangkan skuter dapat melaju dengan kecepatan hingga 60 km per jam (sendiri). Anda dapat melihat S32 dalam aksi transformasinya, dalam video di bawah ini.

Hari Ini dalam Sejarah, Emirates Pesan 50 Pesawat 777 Senilai 18 Miliar Dollar, Terbesar Sepanjang Boeing Berdiri!

Hari ini, 13 tahun lalu, bertepatan dengan 13 Februari 2011, Emirates menandatangani pesanan pesawat Boeing 777 terbesar yang pernah ada. Maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirate Arab itu, setidaknya menggelontorkan US$ 18 miliar, terbesar sepanjang sejarah Boeing dalam segi nilai kontrak. Angka tersebut, saat itu, masih mungkin membengkak mengingat Emirates terikat opsi tambahan 20 pesawat lagi.

Baca juga: Panasonic dan Emirates Hadirkan Teknologi Hiburan Tingkat Tinggi di Boeing 777-300ER

Dilansir Simple Flying, kisah Emirates dengan Boeing dimulai pada tahun 1992, dimana maskapai yang masuk dalam The Three Mega Carrier Timur Tengah itu memesan tiga 777-200, dan empat 777-200ER, dengan opsi untuk tujuh tambahan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, sampai sebelum pergantian abad, hanya ada dua tambahan Boeing 777-200ER yang melengkapi barisan armada mereka.

Memasuki abad ke-20, alih-alih mengendur akibat tekanan dari produsen pesawat asal Eropa, Airbus, hubungan Emirates-Boeing terus mesra dan semakin menguntungkan antara kedua belah pihak.

Pada November 2005, disela-sela penyelenggaraan Dubai Air Show, Emirates menandatangani pesanan pesawat Boeing 777 terbesar sejak pertama pertama kali terbang perdana pada 1994. Dalam kesepakatan senilai US$9,7 miliar itu, Emirates mencapai kesepakatan dengan Boeing untuk 24 pesawat 777-300ER, 10 777-200LR, dan delapan versi kargo 777F. Pesawat pertama dijadwalkan untuk dikirim dua tahun kemudian.

Pada perhelatan yang sama tahun 2007, Emirates kembali memesan Boeing 777-300ER. Kali ini maskapai terbaik di dunia versi Sunday Times Top Brands Awards 2019 tersebut memesan sebanyak 12 pesawat.

Emirates kembali menunjukkan ketertarikannya dengan Triple Seven pada gelaran Farnborough Air Show tahun 2011. Saat itu, maskapai menandatangani kesepatan pembelian 30 pesawat Boeing 777 lagi senilai US$ 9 miliar.

Puncak pesanan Boeing 777 Emirates justru terjadi di gelaran sejenis di Dubai atau Dubai Air Show. Saat itu, Emirates memesan 50 Boeing 777-300ER dengan opsi tambahan 20 pesawat. Disebutkan, kesepatan itu bernilai sebesar US$ 18 miliar dan menjadi pesanan pesawat komersial terbesar Boeing berdasarkan nilai kontrak.

Baca juga: Blak-blakan, Ternyata Ini Rahasia Emirates Jadi Operator A380 Terbesar di Dunia

Usai pengiriman seluruh pesawat selesai, selama bertahun-tahun, Emirates tercatat telah mengoperasikan 190 Boeing 777, termasuk 11 pesawat kargo yang dioperasikan oleh SkyCargo, anak perusahaan Emirates khusus untuk bisnis kargo, menjadikannya sebagai operator atau maskapai terbesar yang mengoperasikan Boeing 777.

Selain Boeing 777, Emirates diketahui juga menjadi operator terbesar Airbus A380. Maskapai itu diketahui memiliki 123 pesanan A380 dan sudah dikirim sebanyak 115 pesawat.

Bedah Jendela Pesawat, Inilah Bagian-bagian Beserta Fungsinya

Seberapa tebal kaca pesawat? Mungkin sebagian kalangan pernah bertanya-tanya soal itu. Bila disandingkan dengan data, pertanyaan tersebut tentu ada benarnya. Selain itu, sebagian dari kita mungkin terlalu berfokus pada beberapa hal di jendela pesawat, salah satunya lubang kecil di jendela (vent hole). Padahal, apabila ditelisik lebih lanjut, sebetulnya, ketebalan kaca serta lubang kecil di jendela pesawat bukanlah satu-satunya faktor penentu tingkat keamanan dan kenyamanan pesawat.

Baca juga: Pernah Dengar Seberapa Tebal Kaca Pesawat? Simak Di Sini Jika Belum

Disarikan dari thepointsguy.com dan Instagram fahad_4381, selain kedua hal itu (ketebalan kaca dan lubang kecil di jendela pesawat), masih ada begitu banyak item pendukung kinerja jendela pesawat dalam menjaga stabilitas tekanan udara antara di dalam dan di luar kabin, mulai dari insulation, eye bolt, retainer ring, window frame, hingga outer pane, seal & inner pane window panel assembly.

Ke semua item tersebut kemudian dilengkapi dengan lapisan luar berupa side wall panel, side wall panel include window contour, insulation blanket behind panel, lower side wall panel, serta decompression panel di bagian bawah jendela.

Nama dan fungsi jendela pesawat serta sekelilingnya. Foto: Instagram @fahad_4381

Di lapisan dalam di sekitar jendela pesawat, insulation memiliki peranan penting terkait kenyamanan penumpang di dalam kabin. Insulation System atau sistem isolasi termal, seperti gambar di atas, membantu menjaga lingkungan interior yang nyaman saat pesawat dalam penerbangan, dan juga secara sempurna mengurangi tingkat kebisingan, dan memiliki sifat anti-getaran.

Tak lupa, keberadaan a retainer ring, eye-bolts, and nuts juga cukup penting untuk menahan tekanan dari luar jendela. Fungsi tersebut kemudian menjadi satu kesatuan bersama lubang kecil di jendela (vent hole). Kadang kala, vent hole juga dikenal dengan sebutan breather hole atau bleed hole. Gunanya untuk menyeimbangkan tekanan yang terjadi dari dalam dan luar bodi pesawat.

Umumnya di setiap pesawat menggunakan jendela berbahan akrilik tiga lapis. Keberadaan lubang di lapisan tengah tersebut memberikan akses tekanan udara yang diterima lapisan luar dan dalam bodi pesawat agar seimbang.

Saat pesawat berada di udara, tekanan udara di dalam kabin lebih besar berkat sistem tekanan udara yang dimiliki pesawat, dibanding tekanan udara dari luar sehingga para penumpang tetap dapat bernapas secara normal.

Selain itu dari segi estetis, keberadaan lubang tersebut berguna untuk melepaskan kelembaban yang diterima dari lapisan luar atau dalam jendela, sehingga tidak terjadi pengembunan.

Baca juga: Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai

Berbagai item-item di atas kemudian juga dilengkapi dengan panel rapid decompression, untuk mencegah kerusakan akibat tekanan diferensial saat climb ataupun descent. Jika terjadi dekompresi di kabin atau di kompartemen kargo, panel rapid decompression akan menyamakan tekanan di kedua bagian untuk menghindari kerusakan pada struktur pesawat.

Itu sebabnya, Boeing 737 N73711 milik maskapai Aloha Airlines, tak sampai hancur lebur saat mengalami dekompresi akibat bagian atap di belakang kokpit, copot pada 1988. Selama proses dekompresi berlangsung, umumnya pesawat masih dapat terus mengudara, berkisar di angka 15 menit. Setelah itu, pesawat akan menukik tajam dan nasib pesawat akan ditentukan dari pengalaman pilot untuk melakukan pendaratan darurat.

Terdengar Mirip Meski Beda Tipis, Ini Arti Sebenarnya “ER dan LR” di Boeing dan Airbus

Beberapa seri pesawat Boeing kita kenal dengan kode ER (Extended Range) dan LR (Long Range). Keduanya dapat dipersepsikan sebagai jenis pesawat yang mampu meladeni penerbagan lebih jauh dari varian standar. Meski terdengar satu arti, namun sejatinya ada sedikit yang membedakan antara ER dan LR, hal ini termasuk juga diterapkan oleh Airbus.

Baca juga: Dengan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jakarta – Doha

Boeing menggunakan istilah “Extended Range” (ER) dan “Long Range” (LR) untuk menggambarkan kemampuan jarak terbang dari pesawat mereka. Meskipun perbedaan antara keduanya mungkin tampak halus, namun ada perbedaan penting yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

Boeing menggunakan istilah “Extended Range” (ER) untuk menunjukkan versi dari pesawat yang telah ditingkatkan kemampuan jarak terbangnya dari model dasar. Biasanya, pesawat ER memiliki modifikasi yang memungkinkan mereka untuk terbang lebih jauh dari model standar.

Modifikasi ini dapat mencakup tambahan tangki bahan bakar, peningkatan efisiensi mesin, atau perubahan dalam konfigurasi kabin untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kinerja jarak jauh.

Contoh pesawat Boeing yang memiliki varian ER termasuk Boeing 777-200ER, Boeing 787-9 Dreamliner, dan lainnya.

Sementara Long Range (LR) pada pesawat Boeing menunjukkan bahwa pesawat tersebut memiliki kemampuan jarak terbang jauh yang telah dioptimalkan secara khusus. Ini berarti pesawat LR telah dirancang atau dimodifikasi untuk dapat menempuh jarak yang lebih jauh daripada versi standar atau ER.

Modifikasi pesawat LR mungkin meliputi peningkatan kapasitas tangki bahan bakar, peningkatan efisiensi mesin, pengurangan berat pesawat, atau perubahan aerodinamika untuk meningkatkan kinerja jarak jauh.
Contoh pesawat Boeing yang memiliki varian LR termasuk Boeing 777-200LR dan Boeing 787-10 Dreamliner LR.

Airbus
Di Airbus, istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kemampuan jarak terbang pesawat adalah “Extra-Long Range” (XLR) dan “Long Range” (LR). Perbedaan antara keduanya mirip dengan perbedaan antara Extended Range (ER) dan Long Range (LR) di Boeing, meskipun istilah yang digunakan sedikit berbeda. Berikut adalah penjelasan tentang persepsi di Airbus:

Airbus menggunakan istilah “Extra-Long Range” (XLR) untuk menunjukkan varian pesawat yang memiliki kemampuan jarak terbang ekstra jauh. Ini menunjukkan bahwa pesawat telah dimodifikasi atau dirancang dengan fitur khusus untuk memungkinkan penempuh jarak yang sangat jauh.

Modifikasi atau fitur yang memungkinkan pesawat memiliki kemampuan XLR mungkin termasuk tambahan tangki bahan bakar, peningkatan efisiensi mesin, atau perubahan dalam konfigurasi kabin untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan kinerja jarak jauh.

Contoh pesawat Airbus yang memiliki varian XLR termasuk Airbus A321XLR, yang dirancang untuk memberikan kemampuan jarak terbang jauh yang belum pernah ada sebelumnya pada pesawat kelas single-aisle.

Di Paris AirShow 2019 Airbus Perkenalkan A321XLR, Apa Saja Keunggulannya?

Long Range (LR) pada pesawat Airbus menunjukkan bahwa pesawat tersebut memiliki kemampuan jarak terbang jauh yang telah dioptimalkan secara khusus. Ini berarti pesawat LR telah dirancang atau dimodifikasi untuk dapat menempuh jarak yang lebih jauh daripada varian standar.

Modifikasi pesawat LR mungkin meliputi peningkatan kapasitas tangki bahan bakar, peningkatan efisiensi mesin, pengurangan berat pesawat, atau perubahan aerodinamika untuk meningkatkan kinerja jarak jauh.

Contoh pesawat Airbus yang memiliki varian LR termasuk Airbus A350-900LR, yang dirancang untuk memberikan kinerja jarak terbang jauh yang optimal di antara varian A350.

Dalam Airbus, persepsi tentang kemampuan jarak terbang pesawat serupa dengan Boeing, tetapi istilah yang digunakan sedikit berbeda. Konsep dasarnya tetap sama: XLR menunjukkan varian dengan kemampuan jarak terbang ekstra jauh, sementara LR menyoroti kemampuan jarak terbang jauh yang telah dioptimalkan.

Jenis Obat-Obatan Yang Baiknya Disiapkan dalam Perjalanan

Sering bepergian dengan moda transporasi umum? Jangan lupa untuk membawa perlengkapan pribadi seperti obat-obatan. Obat-obatan mungkin hal yang sepele untuk dibawa, tapi justru hal yang paling penting untuk dibawa. Obat-obatan bisa digunakan bila tiba-tiba Anda mengalami alergi, pusing ataupun mual saat di perjalanan. Nah, apa saja sih obat-obatan yang perlu dibawa untuk perjalanan? Berikut kami pilihan beberapa yang penting untuk Anda bawa dalam perjalanan.

Baca juga: SOAR, Solusi Bagi Anda yang Punya Trauma Perjalanan Udara

Anti Diare
Ini penyakit yang umum terjadi dan paling menyusahkan. Penyakit ini membuat anda tidak akan nyaman pastinya dalam karena harus bolak balik ke toilet. Tidak mau kan kalau perjalanan anda terganggu karena masalah satu ini. Di Indonesia sendiri banyak macam obat diare. Memang tidak ada yang paling baik, tapi setidaknya membantu anda untuk menangani diare. Obat anti diare yakni Loperamid, Attapulgite, Kaolin-Pektin dan lainnya.

Anti Maag atau Gastritis
Ini juga termasuk salah satu penyakit yang dirasakan setiap orang baik tidak dalam perjalanan ataupun dalam perjalanan. Rasa sakit yang dirasakan bisa membuat anda sampai terguling-guling atau tidak bisa melkakukan aktivitas apapun. Biasanya untuk mengatasi ini, banyak obat maag yang di jual dan golongannya antasida yang berupa magnesium hidroksida. Obat-obatan ini biasanya tidak bisa menghilangkasn nyeri tapi untuk mengurangi nyeri sementara.

Anti Alergi
Obat ini sepertinya wajib ada di jajaran obat anda. Karena anda tidak tahu akan terkena alergi apa. Bisa udara, makanan atau hal lainnya yang bisa membuat alergi. Biasanya obat untuk alergi adalah Klorfeniramin maleat atau yang dikenal dengan CTM. Obat ini sangat ampuh untuk menghilangkan alergi pada anda dan efek sampingnya pun luar biasa yakni membuat anada akan mengantuk tak lama setelah meminum obat ini. Tapi tenang saja, ada obat lain yang bisa mengatasi alergi yakni Loratadine. Sayangnya obat ini tidak dijual secara bebas di apotek, sehingga untuk membelinya, sebelum bepergian anada ke dokter untuk meminta resep obat ini.

Sakit Kepala
Obat ini juga penting untuk dibawa, karena tidak sedikit dalam penelitian bahwa sakit kepala paling banyak dirasakan oleh manusia. Biasanya Paracetamol digunakan untuk meredakannya. Tetapi ada obat lain yang bisa meredakan sakit kepala seperti asam mefenamat, ibuprofen dan metampiron. Tapi, biasanya tergantung dari anda sendiri, bila anda memiliki obat lain untuk meredakan sakit kepala, Anda bisa membawa obat pilihan tersebut.

Baca juga: Bagaimana Cara Penumpang Lawan Rasa Takut Naik Pesawat? Simak Tipsnya

Minyak Kayu Putih
Ini obat paling manjur dan mwajib dibawa saat melakukan perjalanan. Baunya yang menentramkan dan hangatnya saat digunakan adalah pilihan cocok untuk teman perjalanan anda. Kayu putih bisa digunakan saat anda mual, pusing, kembung atau saat anda kedinginan.Untuk membawa obat-obatan ini, baiknya setiap obat dipisah dan dimasukkandalam plastic kedap udara dan di masukkan dalam wadah agar obat-obatan tidak tercecer.

Dengan Boeing 777-300ER, Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Jakarta – Doha

Garuda Indonesia mulai 4 April 2024 mendatang akan segera mengoperasikan rute penerbangan Jakarta – Doha (Qatar) pp sebagai bagian dari upaya memperkuat strategi pengembangan jaringan melalui langkah optimalisasi rute penerbangan internasional yang potensial dalam mendatangkan trafik penumpang menuju Indonesia.

Baca juga: Gandeng Qatar Airways, Louis Vuitton Buka Lounge Mewah di Bandara Internasional Hamad

Pengoperasian rute penerbangan tersebut turut diselaraskan dengan kerja sama codeshare yang dijajaki bersama Qatar Airways dimana tiket penerbangan dapat diakses mulai Selasa (6/2). Penerbangan rute Jakarta – Doha nantinya akan dilayani sebanyak 1 kali setiap harinya dengan menggunakan armada B777-300ER yang memiliki kapasitas 393 penumpang dengan konfigurasi 26 kursi kelas bisnis dan 367 kursi kelas ekonomi.

Penerbangan langsung menuju Doha akan dilayani dengan GA 900 diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 18.20 WIB dan akan tiba di Bandara Internasional Hamad pukul 23.00 LT. Sementara, untuk penerbangan menuju Jakarta diberangkatkan dengan penerbangan GA 901 dari Bandara Internasioal Hamad pada pukul 02.25 LT dan akan tiba di Bandara Internasional Soekarno Hatta pukul 15.00 WIB.

Baca juga: Kepanasan, Cat Pesawat Airbus A350 Qatar Airways Meleleh! Maskapai Lain Senasib

Saat ini, Qatar Airways memiliki layanan penerbangan 3x (tiga kali) sehari untuk penerbangan dari Doha menuju Jakarta dan Bali, serta baru-baru ini meluncurkan layanan 3x (tiga kali) setiap minggunya dengan rute penerbangan dari Doha menuju Medan. Melalui kemitraan penerbangan dan codeshare Garuda yang baru ini, penumpang dapat menikmati koneksi yang lebih beragam yang turut kami perkuat dengan komitmen peningkatkan kualitas layanan dan nilai tambah yang dapat dinikmati pengguna jasa seperti layanan check-in services, priority boarding dan baggage-check operations.