Taman Nasional InterContinental Khao Yai Hadirkan Gerbong Kereta Sebagai Resor

Thailand akan memiliki hotel kereta api yang diperkenalkan sebagai resor Taman Nasional InterContinental Khao Yai. Hotel ini dirancang oleh Bill Bensley yang adalah perancang terkenal dengan properti yang tidak konvensional. Dulu namanya adalah hotel InterContinental Khao Yai Swan Lake Resort.

Baca juga: Gerbong Kereta Tua Dikonversi Jadi Hotel Mewah di Pinggir Pantai Inggris

Ini adalah properti dengan 61 kamar dan akan menempati kawasan seluas 100 acre atau 40,4 hektar yang diselimuti oleh 50 ribu pohon dengan pemandangan lebih dari tujuh danau. Dengan arsitektur dari Bill nantinya akan dibuat fitur paling khas dari resor.

KabarPenumpang.com merangkum lute.co, inventaris resor ini akan mencakup 16 suite seluas 80 meter persegi yang dirancang ulang dari gerbong kereta warisan. Bagi Bill, ide untuk menggabungkan romansa kuno perjalanan kereta api di masa lalu ke dalam struktur hotel berasal dari sejarah daerah sekitarnya sebagai pintu gerbang transportasi kereta api ke timur laut Thailand pada masa pemerintahan Raja Rama V.

Ditenun ke dalam desain yang akan menjadi utas dengan menceritakan kisah seorang kondektur kereta api yang suka menjelajahi dunia sekitarnya di waktu luang. Resor ini diharapkan buka pada Oktober, meski begitu tidak bisa dipastikan karena pandemi mmbuat kekacauan dalam pembangunannya.

Taman Nasional InterContinental Khao Yai akan menampilkan Somsri’s Kitchen sebagai restoran utamanya, dengan pengaturan yang dinamai ibu dari kondektur kereta. Terletak di tepi kolam renang dan danau utama, Tea House hotel akan menempati gerbong kereta lain yang telah diubah. Di lokasi juga akan ada spa yang terinspirasi kereta, klub anak-anak dan kapel pernikahan.

Beberapa lapangan golf dapat ditemukan di daerah sekitarnya. Meskipun demikian, mungkin banyak dari fasilitas tersebut akan dianggap ‘bagus untuk dimiliki’ ketika dipertimbangkan di samping suite kereta, yang menurut gambar awal akan menyediakan beberapa akomodasi hotel paling unik yang dapat ditemukan di Thailand.

Dengan kapel yang begitu dekat, berharap untuk melihat resor di berbagai daftar ‘hotel bulan madu terbaik dunia’ di tahun-tahun mendatang. Presidential suite mandiri yang ditinggikan akan memiliki kolam renang pribadi dan yang lain akan ditempatkan tepat di samping danau. Taman dan dek pribadi adalah hal yang umum, dan beberapa kategori suite termasuk bathtub outdoor pribadi, yang merupakan ciri khas Bill.

Kategori suite yang berbeda akan dinamai berdasarkan tujuan yang berbeda, sehingga para tamu mungkin menemukan diri mereka tidur di Kamboja, Khon Kaen atau Chanthaburi. Peluncuran Taman Nasional Khao Yai InterContinental datang di saat yang sibuk bagi Bill Bensley. Awal tahun ini ia meluncurkan Capella Hanoi yang terinspirasi opera dan saat ini sedang mempersiapkan peluncuran The Samurai Camp Okinawa pada 2022, sebuah kamp yang dapat dicapai dengan zipline dan akan terinspirasi oleh budaya samurai Jepang, dan Teluk Shinta Mani Loong di Hainan, angsuran terbaru dari merek Shinta Mani milik Bill.

Properti terakhir itu akan terinspirasi dari selancar dan akan menampilkan gaya Bill di rumah pantai Amerika, semuanya tersebar di sepanjang sudut Cina ini. Peluncuran InterContinental juga mengikuti debut Kruger Shalati baru-baru ini, sebuah hotel yang dibangun dari gerbong kereta yang telah direnovasi yang berdiri di atas Sungai Sabie di Taman Nasional Kruger Afrika Selatan.

Baca juga: Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Di Thailand, wisatawan yang secara tradisional ingin merasakan akomodasi kereta kelas atas sering kali memesan kabin di Belmond’s Eastern & Oriental Express. Kereta ini menawarkan rencana perjalanan beberapa hari melalui Asia Tenggara, dengan berbagai keberangkatan dari Bangkok menuju Kuala Lumpur dan Singapura.

Unik, Hotel di Tokyo Tawarkan Kamar Hotel Lengkap dengan Simulator Kereta Api

Para pelaku usaha atau pebisnis di industri pariwisata saat ini sudah harus memulai memutar otak mereka untuk kembali meningkatkan minat pelancong untuk berkunjung. Hal ini karena, selama masa pandemi industri pariwisata dan transportasilah yang terkena dampak paling besar.

Baca juga: Hotel di Osaka Tawarkan Kamar Spesial dengan Pemandangan Jalur Kereta Shinkansen

Sebab perjalanan menggunakan pesawat, bus, kereta hingga kapal pesiar dihentikan sementara dan terjadi pembatasan demi mengurangi penyebaran virus corona. Inilah yang kemudian juga berdampak pada pariwisata dunia yang mana pelancong jadi mengurungkan niat mereka dan membuat pebisnis menutup temapt wisata hingga gerai suvenir.

Meski begitu, dengan memutar otak, banyak hal baru yang didapat oleh pebisnis ini dan itu terlihat di Negeri Sakura. Sebagai salah satu negara tujuan pelancong dunia, perusahaan kereta api top Jepang berusaha keras menarik pelanggan.

Dilansir KabarPenumpang.com dari nhk.or.jp, di mana para pemilik hotel bekerja sama dengan pihak kereta api Jepang menawarkan kamar bertema kereta api. Nantinya pelancong di hotel Tokyo yang dikelola grup kereta api Tobu, bisa menikmati simulator yang digunakan pengemudi dan pelatihan sebelum mengemudikan kereta di rel.

Bahkan mereka menggunakan grafik untuk menisimulasikan rute nyata di jalur Tobu tersebut. Hotel ini mulai dibuka pada Oktober 2021 di Asakusa yang menjadi salah satu distrik yang ramai dikunjungi pelancong asing.

Karena pelancong dari mancanegara masih masih sedikit dan cenderung hampir tidak ada, para pengelola kemudian mencoba membangkitkan permintaan di pasar lokal. General Manager Asakusa Tobu Hotel Shinoda Masaji mengatakan mereka bertujuan untuk menarik penggemar kereta api dan keluarga dengan anak kecil.

Seibu Railway menjalankan Shinjuku Prince Hotel di Tokyo dan menawarkan tamu muda kesempatan untuk berpakaian seperti staf stasiun dan melambaikan tangan kepada penumpang. Mereka yang menginap di Shibuya Excel Hotel Tokyu, yang dikelola oleh Tokyu Railways, dapat bermain dengan set kereta yang rumit.

Baca juga: Ada di Jepang, Kamar Hotel dengan Simulator Kokpit Boeing 737-800!

Tak hanya itu, sebelumnya Osaka Corona Hotel menemukan cara baru untuk menutupi sebagian kerugian dengan mempromosikan kedekatannya dengan jalur Tokaido shinkansen. Osaka Corona Hotel memiliki satu kamar yakni bernomor 523 yang disebut-sebut sebagai “Ruang Pemandangan Shinkansen” dan dilengkapi dengan topi masinis.

Kapasitas Penumpang Pesawat Boleh 100 Persen tapi Wajib PCR, Pengamat: Mungkin Stok Masih Banyak

Pemerintah dianggap masyarakat terkesan setengah-setengah dalam upaya mendorong kebangkitan pesawat terbang. Bagaimana tidak, saat penumpang pesawat sudah diizinkan 100 persen, tetapi aturan wajib test PCR 2×24 jam masih berlaku untuk penumpang yang sudah vaksin dua kali.

Baca juga: Gegara Wajibkan Tes PCR dan Rapid Antigen, Wisatawan ke Bali Kompak Refund Tiket! Di Thailand Justru Diserbu

Ini tentu aneh mengingat pada September 2021 lalu, penumpang pesawat yang sudah mendapat vaksinasi sebanyak dua kali diperbolehkan untuk menunjukkan keterangan swab antigen saja, tidak harus hasil PCR.

Padahal, data Satgas Covid-19 pada tanggal 1 September, dimana syarat perjalanan udara atau aturan naik pesawat diperbolehkan hanya menunjukkan hasil swab antigen bagi yang sudah vaksin dua dosis, penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 10.337 kasus, jauh lebih tinggi dibanding saat ini, dimana angka penambahan kasus positifnya berada di kisaran 1.000-an per hari.

Namun, ketika penambahan kasus positif Covid-19 hari ini jauh lebih rendah, tetapi syarat perjalanan udara atau syarat terbang naik pesawat justru malah berlaku sebaliknya, diwajibkan membawa surat hasil test negatif PCR 2×24 jam bagi seluruh penumpang, termasuk mereka yang sudah vaksin dua kali.

Dalam Surat Edaran (SE) Nomor 88 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dalam Negeri dengan Transportasi Udara Pada Masa Pandemi Covid-19, penerbangan dari atau ke bandar udara di wilayah Jawa dan Bali, antar kota di Jawa dan Bali, serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4 sesuai Inmendagri terbaru, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Jawa dan Bali yang ditetapkan masuk kategori PPKM level 1 dan 2, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif PCR maksimal 2×24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif antigen maksimal 1×24 jam.

Pengecualian kewajiban menunjukkan kartu vaksin diatur untuk:
– Penumpang di bawah usia 12 tahun
– Penumpang dengan kondisi kesehatan tertentu atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin. Adapun sebagai pengganti kartu vaksin, diwajibkan melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah yang menyatakan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Baca juga: Penyandang Disabilitas Kini Bisa Naik Pesawat Tanpa Perlu Ganti Kursi Roda

Menanggapi ketidakjelasan aturan naik pesawat terbaru dalam negeri (domestik), pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, hanya menjawab singkat, “Mungkin stok masih banyak.”

Lebih lanjut, terkait dampak syarat naik pesawat terbaru ini terhadap minat masyarakat untuk bepergian atau berwisata ia memandang itu sangat tergantung terhadap berbagai situasi dan kondisi. Tak sertap merta berdampak begitu saja.

Inilah Lima Stasiun MRT dengan Desain Terunik di Singapura

Menikmati negara lain dengan menggunakan kereta seperti mass rapid transit atau MRT untuk berkeliling, menjadi salah satu bagian menarik. Di Singapura bahkan banyak pelancong yang memilih menggunakan MRT karena lebih mudah dijangkau dan memiliki banyak rute.

Baca juga: Canberra yang Ini Bukan Ibukota Australia, Tapi Nama Stasiun MRT Singapura

Namun, ternyata banyak dari warga Singapura atau pelancong yang lupa dengan cantiknya bangunan maupun interior stasiun-stasiun tersebut. KabarPenumpang.com merangkum goodyfeed.com, ada lima stasiun MRT di Singapura yang indah dan unik, baik bangunan maupun interiornya. Penasaran? Berikut lima stasiun MRT terindah dan unik di Singapura.

Stasiun MRT Expo
Jika membicarakan stasiun ini, yang pertama adalah perancangnya. Dia bukanlah sembarang orang, melainkan arsitek terkenal dunia Sir Norman Foster.

Stasiun MRT Stadion

Stasiun MRT Stadion
Memiliki desain yang minimalis dan berbeda dari stasiun lainnya Stasiun Stadion memiliki langit-langit yang sangat tinggi. Bahkan bila balon terlepas pun tidak akan bisa digapai.

Stasiun MRT Marina Bay

Stasiun MRT Marina Bay
Stasiun ini dirancang oleh salah satu dari lima firma arsitektur internasional terbesar di dunia yakni Aedas. Logo mereka membuatnya memiliki desain dan kreativitas yang lebih. Bahkan ada kolam di depan pintu masuk stasiun.

Stasiun MRT Dover

Stasiun MRT Dover
Setelah Anda melihat ini, satu kata biasanya akan datang kepada Anda: peluru. Bentuknya sendiri tidak seperti desain atap pitch umum yang Anda lihat di sebagian besar stasiun MRT, dan struktur warnanya hanya berteriak “Saya dari masa depan!”

Baca juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Stasiun MRT Raffles Place
Ini adalah stasiun bawah tanah, jadi ini lebih merupakan salah satu pintu keluar yang menonjol. Dan tentu saja harus begini—tidak hanya mengingatkan Anda bahwa kita pernah menjadi koloni Inggris, itu juga berkonotasi dengan kehidupan yang penuh tekanan di Singapura (karena drama TV selalu menunjukkan orang-orang mengunyah makanan mereka dengan tergesa-gesa di dekat sana).

Stasiun MRT Raffles























KCI Langgar Aturan Terkait CCTV di KRL? Belajar dari Kasus Pemerkosaan Wanita di Kereta Komuter AS

Baru-baru ini, kasus pemerkosaan mengerikan terjadi di komuter di pinggiran Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Disebut mengerikan, sebab, saat itu terjadi penumpang lain di dalam kereta hanya diam dan tidak melakukan pertolongan apapun semisal menghubungi 911 dan lainnya.

Baca juga: Pohon Tumbang di Stasiun Depok Ganggu Perjalanan KRL, Ada Aturan ‘Ruang Bebas’ yang Dilanggar?

Dalam rekaman video CCTV yang ada di rangkaian kereta, jelas terlihat penumpang lain yang berada di sekitar kejadian hanya diam saja. Bahkan, dalam dakwaan lain, bukannya membantu korban, penumpang justru merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya.

Meski kejadian itu bisa dibilang hampir mustahil karena adanya petugas pengawal kereta api (Walka) di dalam rangkaian KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line, tetapi, kebutuhan CCTV di rangkaian kereta sangat penting untuk dipastikan ada di setiap rangkaian.

Sayangnya, dari laporan masyarakat yang juga penumpang KRL, sering kali ditemukan rangkaian KRL tidak ditemukan CCTV di setiap kereta. Selain membuat penumpang jadi tidak aman, PT KCI atau KAI Commuter berpotensi melanggar Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 63 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang Dengan Kereta Api.

Disebutkan, Standar Pelayanan Minimum (SPM) angkutan orang dengan kereta api di perjalanan, pada poin keamanan, KA Perkotaan, termasuk KRL, LRT, dan MRT, minimal menyediakan dua CCTV dalam satu rangkaian kereta. CCTV-nya juga ditekankan dengan resolusi yang jelas.

Ini diharapkan, ketika terjadi kasus pencurian atau kehilangan barang atau kasus pelecehan sekalipun bisa diungkap berkat petunjuk dari rekamanan CCTV di dalam rangkaian kereta tersebut.

Dari bunyi PM Nomor PM 63 Tahun 2019 tersebut, hasil pengamatan tim KabarPenumpang.com, memang minimal dua CCTV dalam setiap rangkaian kereta sepertinya sudah dijalankan KCI. Jadi, PT KCI tidak melanggar PM di atas.

Akan tetapi, minimal dua CCTV di setiap rangkaian kereta, yang biasanya terdiri dari 8, 10, dan 12 kereta, tak akan cukup bermanfaat saat terjadi sebuah insiden, semisal pelecehan dan kehilangan barang. Sebab, dua CCTV tersebut sudah pasti tidak akan bisa merekam kejadian di tiap-tiap kereta dalam satu rangkaian.

Bila PM tersebut dibuat sungguh-sungguh untuk membuat keamanan melalui fasilitas pendukung (CCTV) tadi, seharusnya itu bukan hanya dua CCTV per rangkaian, tetapi minimal dua CCTV per kereta dalam satu rangkaian. Bahkan, bila perlu, empat CCTV per kereta dalam satu rangkaian, sesuai dengan jumlah pintu yang ada di setiap kereta. Dengan begitu, seluruh sudut kereta bisa terpantau CCTV.

Terkait CCTV di dalam rangkaian kereta, pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menyebut saat ini CCTV di kereta sudah tersedia dan sesuai dengan SPM. Hanya saja, bilamana jumlahnya kurang, itu bukan akhir dan bisa saja direvisi.

Yang paling penting adalah masyarakat harus sadar bahwa adanya CCTV itu adalah bagian dari kewajiban pelayanan publik (PSO).

Baca juga: Inilah Jarak Antar Dua Stasiun KRL Jabodetabek yang Disebut ‘Terpendek dan Terpanjang’

“Laporkan pada PT KCI, sebutkan kereta nomor berapa. Karena itu bagian dari PSO yang akan dibayar, jika tidak memenuhi tidak dibayar,” katanya kepada KabarPenumpang.com.

Redaksi sudah coba menghubungi VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, terkait hal ini. Tetapi belum ada tanggapan. Sebelumnya, kami juga pernah menanyakan hal yang sama kepadanya, namun juga belum ada tanggapan.

Empat Rute TransJakarta Mulai Dioperasikan Kembali Setelah Dihentikan Karena Pandemi

Mulai pulihnya kegiatan masyarakat di PPKM Level 2, memperbolehkan angkutan umum kembali menerapkan kapasitas angkut 100 persen. Hal ini pun kemudian dilakukan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang akan kembali mengoperasikan empat rutenya yang sempat dihentikan sementara selama masa pandemi Covid-19.

Baca juga: PPKM Level 2, TransJakarta Mulai Berlakukan Kapasitas Angkut Penumpang 100 persen

Keempat rute tersebut yakni PGC – Grogol (9A), Pinang Ranti – Bundaran Senayan (9C), Kampung Rambutan – Harmoni via Cempaka Putih dan Rawa Buaya – Pulogadung (2A). Sebelumnya, empat rute ini sempat dihentikan sementara untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Prasetia Budi, direktur operasional PT TransJakarta mengatakan, keempat rute tersebut mulai beroperasi kembali pada hari ini, Jumat (22/20/2021). Rute ini mulai melayani penumpang setiap hari pukul 05.00 – 10.00 wib dan sore hari pukul 15.00-21.00 WIB.

Meski mulai beroperasi 100 persen, PT TransJakarta tetap diwajibkan penumpang untuk menaati protokol kesehatan. Selain itu setiap penumpang juga wajib menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi Covid-19 kepada petugas baik melalui aplikasi PeduliLindungi, JAKI atau menggunakan dokumen sertifikat yang sudah dicetak atau secara digital melalui ponsel masing-masing sebelum memasuki gate halte.

Penumpang juga dihimbau tetap memakai masker, melakukan pengukuran suhu tubuh dan dilengkapi dengan ketersediaan hand sanitizer guna memastikan kebersihan tangan selama berada di area Transjakarta. Selain itu juga, tanda jarak aman atau marka di dalam bus maupun halte juga akan dicopot secara bertahap.

Baca juga: KAI, KCI dan TransJakarta Intens Bahas Transportasi Menuju Jakarta Internasional Stadium dengan JakPro

Semua armada bus juga dipastikan telah dibersihkan secara berkala menggunakan cairan disinfektan. Di luar itu, Transjakarta tetap menghimbau masyarakat untuk tetap di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.






















Cina Sukses Uji Coba Roket Terkuat di Dunia

Cina kembali membuat gebrakan dalam segmen teknologi tinggi, yaitu Negeri Panda ini sukses menguji coba roket terkuat di dunia di sebuah fasilitas di provinsi barat laut Shaanxi. Roket berbahan padat yang dikembangkan oleh Aerospace Science and Technology Corporation ini diklaim memiliki daya dorong terbesar di dunia dengan berat sekitar 500 ton dan ditenagai oleh 150 ton bahan bakar padat.

Baca juga: NASA Andalkan Roket Nuklir Kirim Manusia ke Mars di 2035

Dilansir South China Morning Post, roket ini disebut empat kali lebih besar dibanding roket berbahan bakar cair pada Long March 5, roket Cina generasi berikutnya yang saat ini merupakan wahana peluncuran terbesar dalam program luar angkasa Negeri Tirai Bambu.

“Pengujian hari ini sangat sukses. Kami telah menguji semua parameter, termasuk daya dorong 500 ton yang bekerja selama 115 detik,” kata Ren Quanbin, presiden Fourth Research Institute of China Aerospace Science and Technology Corporation.

Disebutkan, mesin roket padat, tidak seperti mesin roket berbahan bakar cair, ditenagai oleh bubuk mesiu berkekuatan tinggi, dan lebih cepat mendorong, sangat cocok untuk berbagai hal terutama di bidang militer untuk mendorong rudal.

Cina sebetulnya bisa saja menggunakan roket ini untuk program luar angkasanya. Jadi, bukan masalah keterbatasan teknologi. Hanya saja, jika roket berbahan bakar padat digunakan untuk program luar angkasa, konsekuensinya ialah lebih boros karena lebih berat dan muatan yang dapat diangkut lebih sedikit.

Para peneliti mengatakan bahwa ini adalah pertama kalinya muatan bubuk meriam mesin roket lebih dari 100 ton. “Untuk mesin roket padat, muatan bubuk mesiu adalah beberapa ratus kilogram, beberapa ton atau puluhan ton. Ini adalah pertama kalinya melampaui 100 ton,” jelas Yu Ying, kepala pabrik 7416 yang berada di bawah Fourth Research Institute, seperti dikutip dari ABC News.

Untuk mengurangi bobotnya yang sudah sangat besar dari bahan bakar, roket Cina terkuat di dunia atau memiliki daya dorong terbesar di dunia tersebut menggunakan material komposit seperti serat berkekuatan tinggi.

Dengan keberhasilan ini, Cina sangat berpotensi untuk terus mengembangkan kemampuan roketnya menjadi berbobot 1.000 ton dan seterusnya.

Baca juga: Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Cina memang tengah gencar meningkatkan kemampuan roketnya; termasuk kemampuan mesin hipersonik. Selain berguna untuk militer, ini juga berguna untuk komersial.

Beberapa bulan lalu, Negeri Panda itu dikabarkan tengah mengembangkan pesawat hipersonik. Pesawat dikabarkan memiliki tinggi sekitar 45 meter, lebih panjang dari Boeing 737-700, dan sayap delta mirip Concorde, lengkap dengan dua air-breathing engines. Bedanya, pesawat hipersonik Cina dilengkapi dengan wingtip atau ujung sayap lipat. Pesawat hipersonik Cina ini diklaim bisa melesat sampai Mach 6.

Ternyata Air India Jadi Maskapai Asia Pertama yang Operasikan Pesawat Jet Boeing 707

Japan Airlines boleh saja bangga menjadi maskapai Asia pertama yang mengoperasikan Boeing 747. Namun, maskapai di Asia yang pertama kali memasuki era pesawat jet adalah Air India ketika mengoperasikan Boeing 707 pada tahun 1960.

Baca juga: Pesawat Boeing 707 Lufthansa Lekat dengan Sejarah Indonesia-Jerman Akhirnya ‘Dimutilasi’

Era pesawat jet komersial pertama di dunia dimulai saat De Havilland Comet berhasil terbang perdana pada 27 Juli 1949. Meski industri dirgantara dibuat gempar, tetapi hanya maskapai Inggris, BOAC- British Overseas Airways Corporation dan British European Airways, saja yang mengoperasikan pesawat ini.

Britania Raya memang eksklusif ketika memproduksi pesawat baru. Pesawat supersonik Concorde, misalnya, hanya dioperasikan oleh maskapai dari dua negara pembuat, Perancis dan Inggris. Jadi, begitu De Havilland DH.106 Comet, pesawat jet komersial pertama di dunia, hadir dan hanya dioperasikan oleh maskapai Inggris, itu tak mengherankan.

Namun tragis, De Havilland Comet mengalami sejumlah masalah dan tak lagi menarik bagi banyak maskapai. Sebaliknya, begitu varian pesawat jet lainnya, Boeing 707 hadir di pasaran pada tahun 1958, dan bisa dioperasikan oleh siapapun, tidak eksklusif seperti De Havilland Comet, ini benar-benar menjadi era pesawat jet yang sesungguhnya di kedirgantaraan internasional.

Di dunia, maskapai dalam negeri tempat produsen Boeing 707 bernaung, Amerika Serikat, sudah pasti menjadi pengguna pertama; maskapai tersebut adalah Pan Am. Di Asia, operator Boeing 707 pertama adalah Air India.

Maskapai nasional India yang dinasionalisasi dari semula Tata Air Services itu, seperti dikutip dari Simple Flying, menerima Boeing 707 pertama pada tahun 1960. Ketika itu, pada 14 Mei 1960, maskapai tersebut terbang ke New York menggunakan pesawat jet untuk pertama kalinya dan menjadi maskapai Asia pertama di dunia yang mengoperasikan penerbangan transatlantik.

Sebelumnya, Air India mengandalkan pesawat seri Lockheed Constellation pada rute internasionalnya ke tempat-tempat seperti London, Jenewa, dan Kairo.

Dua tahun berselang, Air India bahkan menjadi maskapai pertama di dunia yang mengoperasikan armada all-jet atau all-jet airlines.

Dampaknya pun luar biasa terhadap jaringan rute dan ekspansi bisnis maskapai. Banyak destinasi-destinasi jauh yang sebelumnya tak terjangkau menjadi terjangkau.

Popularitas Air India yang melejit berkat banyaknya rute-rute favorit juga dilengkapi dengan kehadiran Boeing 747. Queen of the Skies juga menjadi jawaban bagi keragu-raguan penumpang dalam menaiki Boeng 707 Air India usai dua kecelakaan.

Baca juga: Misteri Kecelakaan Air India Tahun 1966 yang Tewaskan Tokoh Penting Mulai Terkuak, Ada Campur Tangan CIA

Pada Januari 1966, sebuah Air India 707 jatuh di dekat puncak Mont Blanc di Pegunungan Alpen. Pesawat itu sedang dalam penerbangan reguler Mumabai – New York ketika jatuh, menewaskan 117 orang penumpang dan kru.

Kecelakaan kedua melibatkan Boeing 707 pertama yang dikirim ke Air India – Gauri Shankar. Pada bulan Juni 1982, pesawat itu dalam penerbangan terjadwal antara Kuala Lumpur dan Mumbai, dengan transit di Singapura dan Madras. Karena cuaca buruk, pesawat tergelincir dari runway di Mumbai dan menewaskan 17 orang.

Penyandang Disabilitas Kini Bisa Naik Pesawat Tanpa Perlu Ganti Kursi Roda

Selama ini, para penyandang disabilitas selalu kesulitan saat naik pesawat. Bukan karena tidak dilayani oleh petugas, melainkan bentuk pelayanannya kurang maksimal. Namun, itu dulu, sekarang tidak lagi. Berkat adanya Air 4 All, kursi roda yang didesain khusus, mereka bisa menikmati penerbangan dengan nyaman.

Baca juga: Revolve Air, Kursi Roda Lipat yang Bisa Masuk ke dalam Bagasi Kabin

Penyandang disabilitas biasanya diharuskan mengganti kursi roda mereka dengan kursi roda yang disediakan maskapai. Tujuannya agar kursi roda jadi ramah kabin penumpang. Dari sini saja tujuannya sudah keliru, memilih mempertimbangkan ukuran kabin dibanding kursi roda itu sendiri.

Akibatnya, penyandang disabilitas sering kali tak nyaman ketika diwajibkan menggunakan kursi roda dari maskapai.

Alasannya klasik, tidak ergonomis dan paling sering terjadi adalah tidak sesuai dengan ukuran tubuh penumpang, entah kebesaran entah kekecil. Tetapi lebih sering kekecilan.

Tak cukup sampai di situ, kursi roda milik penumpang -yang biasanya diletakkan di kargo pesawat- seringkali patah akibat dibanting saat proses bongkat muat.

Ini jelas membuat para penyandang disabilitas kehabisan waktu untuk menunggu maskapai menghadirkan kursi roda baru agar mereka bisa melanjutkan perjalanan masing-masing usai tiba di bandara tujuan.

Akan tetapi, dengan kursi roda Air 4 All, semua ‘nightmare’ tersebut tidak akan terjadi lagi. Dikutip dari Simple Flying, kursi roda canggih ini merupakan project bersama dari konsorsium PriestmanGoode, SWS Certification, dan Flying Disabled.

Kursi roda Air 4 All dijamin tidak akan menghilangkan space maskapai di kabin sehingga solusi yang dihadirkan menjadi win-win solution.

Kursi roda Air 4 All sendiri ditenagai oleh listrik. Penumpang bisa dengan mudah menuju ke gate, garbarata, sampai masuk ke kabin pesawat tanpa perlu repot memutar roda. Setibanya di kabin, kursi penumpang yang didesain khusus oleh rumah desain Inggris PriestmanGoode kemudian dilipat dan kursi roda bisa masuk menyatu dengan kursi pesawat.

“Air 4 All adalah sistem pertama yang dikembangkan bersama oleh lembaga desain, lembaga sertifikasi dan dengan masukan dari komunitas penyandang disabilitas. Dengan produsen kursi roda global terkemuka serta anak perusahaan dari maskapai besar untuk mengembangkan produk, ini adalah proyek yang benar-benar kolaboratif,” kata Pendiri Flying Disabled, Chris Wood MBE.

Baca juga: Keren, British Airways Manjakan Penumpang dengan Kursi Roda Otonom Keliling Bandara hingga Boarding

“Kami secara aktif bekerja dengan semua pihak yang diperlukan, termasuk diskusi awal dengan beberapa Otoritas Penerbangan Nasional utama, untuk memastikan solusi kami selaras dan sesuai dengan tujuan, sehingga secara signifikan meningkatkan pengalaman perjalanan bagi penumpang dengan disabilitas parah,” tambahnya.

Bila tak ada aral melintang, konsorsium kursi roda ini akan merilis prototipe pertama kursi roda penyandang disabilitas untuk naik transportasi umum tersebut pada bulan Desember tahun ini. Selain bisa digunakan untuk naik pesawat, kursi roda Air 4 All nantinya juga akan disempurnakan untuk memudahkannya naik kereta api, metro, dan lain sebagainya.

Telah Diresmikan, Inilah Hotel Meruorah dengan Segala Fasilitas Mewahnya

Hotel Meruorah Labuan Bajo diresmikan Presiden Joko Widodo pada 14 Oktober 2021. Hotel ini adalah milik PT ASDP Indonesia Ferry yang sebelumnya bernama Inaya Bay Komodo. Hotel ini disiapkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan G20 2022 dan Asean Summit 2023.

Baca juga: Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

Berada di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang dikelola oleh PT Indonesia Ferry Properti (IFPRO), perusahaan patungan PT Pembangunan Perumahan dengan ASDP. Saat ini IFPRO telah dan sedang membangun Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang meliputi area komersial, hotel bintang lima, Marina serta pengembangan dermaga penyeberangan.

Peresmian hotel tersebut merupakan implementasi terbentuknya holding BUMN hotel. Yang mana akan menjadi ikon baru dan menyajikan kultur lokal serta menjadi pendorong tumbuhnya industri meeting, incentives, conferencing and exhibitions (MICE) di Labuan Bajo seiring dengan hadirnya Multifunction Hall yang telah siap operasi.

“Sebagai hotel owner, kami sangat mengapresiasi rebranding ini, kami harapkan kehadiran Meruorah yang berada di pusat kota ini menjadi daya tarik baru dalam sektor pariwisata di daerah Labuan Bajo. Hotel ini menjadi icon baru yang menyajikan cultural lokal, serta menjadi pendorong tumbuhnya industri meeting, incentives, conferencing, and exhibitions (MICE) di Labuan Bajo seiring dengan hadirnya Multifunction Hall yang telah siap operasi,” ujar direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

Multifunction Hall Meruorah menjadi fasilitas jenis kegiatan yang terdapat dalam industri pariwisata (MICE) terbesar di pusat kota Labuan Bajo dengan area strategis dan keunggulan pemandangan laut yang sangat indah. Kapasitas multifunction hall dapat memuat 1000 orang, untuk penyelenggaraan berbagai aktivitas MICE baik skala kecil, besar dan berstandar internasional.

Diketahui, potensi MICE Indonesia di pasar internasional sangat besar mengingat Indonesia memiliki atraksi yang lengkap baik alam, budaya dan buatan yang menjadikan penyelenggaraan acara semakin menarik. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo menyediakan 145 kamar dengan lima tipe kamar.

The Signature Hill View (32 m2), The Signature Sea View (32 m2), The Horizon Hill View (44 m2), The Horizon Sea View (44 m2) dan The Phinizy (75 m2) serta Presidential Suite (106 m2). Sebagai layanan hotel bintang lima, Meruorah dilengkapi berbagai macam fasilitas, diantaranya Meruorah Convention Center, sebanyak delapan Meeting Room, The Excecutive Lounge, The Bay Restaurant, Moon Bar, Café et Lobby, Swimming Pool, Fitness Center, Spa dan Promenade.

Baca juga: PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo

Hotel bintang lima Meruorah ini juga mengusung kearifan lokal Nusa Tenggara Timur, unsur kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dan keindahan alam Labuan Bajo tertuang dalam desain interior kamar yang elegan serta hadir dalam aksentuasi desan yang menjadi keunikan dan ciri khas tersendiri bagi Meruorah yang dapat dijumpai oleh tamu yang menginap di hotel.