Telah Diresmikan, Inilah Hotel Meruorah dengan Segala Fasilitas Mewahnya

Hotel Meruorah Labuan Bajo diresmikan Presiden Joko Widodo pada 14 Oktober 2021. Hotel ini adalah milik PT ASDP Indonesia Ferry yang sebelumnya bernama Inaya Bay Komodo. Hotel ini disiapkan untuk menjadi tempat penyelenggaraan G20 2022 dan Asean Summit 2023.

Baca juga: Indonesia Ferry Property Langsungkan Penyelesaian Konstruksi Area Komersial Tahap I Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

Berada di Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo yang dikelola oleh PT Indonesia Ferry Properti (IFPRO), perusahaan patungan PT Pembangunan Perumahan dengan ASDP. Saat ini IFPRO telah dan sedang membangun Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang meliputi area komersial, hotel bintang lima, Marina serta pengembangan dermaga penyeberangan.

Peresmian hotel tersebut merupakan implementasi terbentuknya holding BUMN hotel. Yang mana akan menjadi ikon baru dan menyajikan kultur lokal serta menjadi pendorong tumbuhnya industri meeting, incentives, conferencing and exhibitions (MICE) di Labuan Bajo seiring dengan hadirnya Multifunction Hall yang telah siap operasi.

“Sebagai hotel owner, kami sangat mengapresiasi rebranding ini, kami harapkan kehadiran Meruorah yang berada di pusat kota ini menjadi daya tarik baru dalam sektor pariwisata di daerah Labuan Bajo. Hotel ini menjadi icon baru yang menyajikan cultural lokal, serta menjadi pendorong tumbuhnya industri meeting, incentives, conferencing, and exhibitions (MICE) di Labuan Bajo seiring dengan hadirnya Multifunction Hall yang telah siap operasi,” ujar direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

Multifunction Hall Meruorah menjadi fasilitas jenis kegiatan yang terdapat dalam industri pariwisata (MICE) terbesar di pusat kota Labuan Bajo dengan area strategis dan keunggulan pemandangan laut yang sangat indah. Kapasitas multifunction hall dapat memuat 1000 orang, untuk penyelenggaraan berbagai aktivitas MICE baik skala kecil, besar dan berstandar internasional.

Diketahui, potensi MICE Indonesia di pasar internasional sangat besar mengingat Indonesia memiliki atraksi yang lengkap baik alam, budaya dan buatan yang menjadikan penyelenggaraan acara semakin menarik. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, Hotel Meruorah Komodo Labuan Bajo menyediakan 145 kamar dengan lima tipe kamar.

The Signature Hill View (32 m2), The Signature Sea View (32 m2), The Horizon Hill View (44 m2), The Horizon Sea View (44 m2) dan The Phinizy (75 m2) serta Presidential Suite (106 m2). Sebagai layanan hotel bintang lima, Meruorah dilengkapi berbagai macam fasilitas, diantaranya Meruorah Convention Center, sebanyak delapan Meeting Room, The Excecutive Lounge, The Bay Restaurant, Moon Bar, Café et Lobby, Swimming Pool, Fitness Center, Spa dan Promenade.

Baca juga: PT ASDP Mulai Bangun Fasilitas Pariwisata di Labuan Bajo

Hotel bintang lima Meruorah ini juga mengusung kearifan lokal Nusa Tenggara Timur, unsur kain tenun khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dan keindahan alam Labuan Bajo tertuang dalam desain interior kamar yang elegan serta hadir dalam aksentuasi desan yang menjadi keunikan dan ciri khas tersendiri bagi Meruorah yang dapat dijumpai oleh tamu yang menginap di hotel.

9 Maskapai Penerbangan ini Sewakan Flight Simulator, Satu dari Indonesia

Di masa pandemi Covid-19, pilot tak punya pilihan lain kecuali terus meng-upgrade skill mereka, sekalipun mereka sudah di-PHK. Bila tidak, pilot bisa saja lupa atau kehilangan ‘sentuhan’ mereka ketika mulai kembali mengudara.

Baca juga: Dear Pilot, Usai Bangkrut Thai Airways Jajaki Bisnis Flight Simulator! Segini Harganya

Selain itu, pilot pesawat komersial juga perlu melakukan tiga kali takeoff dan mendarat di malam hari dalam 90 hari terakhir yang juga harus terus di-upgrade sebelum mulai mengangkut penumpang. Karenanya, dibutuhkan latihan demi latihan di flight simulator sebelum mulai menerbangkan pesawat.

Bagi yang bingung mencarinya, kalian bisa menyewa flight simulator yang disewakan oleh sembilan maskapai ini. Dikutip dari The Points Guy, lengkapnya sebagai berikut.

1. United Airlines

Salah satu maskapai terbesar di AS dan dunia ini diketahui menyewakan flight simulator A320 dan B767-nya kepada masyarakat. Hanya saja, flilght simulator ini tak betul-betul dikelola secara profesional, melainkan untuk para rolay customer yang beruntung.

Bagi mereka yang beruntung, mereka diberi kesempatan terbang menggunakan flight simulator semala empat jam, berkunjung ke pusat pelatihan, sampai mengikuti demo prosedur penanganan darurat; termasuk meluncur di emergency evacuation slide.

2. Thai Airways

Thai Airways menawarkan tiga paket flight simulator, yakni untuk kategori basic, deluxe, dan ultimate. Pesawat yang ditawarkan flight simulator Thai Airways juga cukup beragam, seperti Boeing B734, B777ER, B744, dan Airbus A380.

3. Qantas

Sama seperti United Airlines, Qantas juga memberikan kesempatan kepada penumpang dengan miles tertentu, 92.000 poin sampai 115.000 poin, untuk menjajal flight simulator Boeing 747-nya.

4. Delta Airlines

Maskapai ini memberikan kesempatan terbuka kepada seluruh masyarakat untuk menjajal flight simulator Boeing 737-200-nya. Mereka yang berminat tidak datang ke pusat pelatihan maskapai, melainkan ke Delta Flight Museum di bandara Atlanta. Ini adalah flight simulator terbuka untuk umum pertama di AS.

5. EVA Air

Maskapai asal Taiwan ini menawarkan 90 menit pengalaman menjajal flight simulator untuk para penumpang setianya, dengan 100 ribu poin atau miles. Sayangnya itu tidak untuk semua member melainkan hanya member Gold and Diamond Card elite saja.

6. Malaysia Airlines

Malaysia Airlines menyewakan flight simulator mereka yang berada di Bandara Sultan Abdul Aziz Shah ke masyarakat umum dengan biaya sebesar 500 Ringgit Malaysia per 20 menit. Bagi penumpang setia, mereka bisa menikmatinya secara gratis dengan menukar 30.000 Enrich miles ke maskapai.

7. British Airways

British Airways bisa dibilang jadi salah satu maskapai penyedia jasa penyewaan flight simulator terlengkap, termasuk fligth simulator 767-300, 747-400, dan 777-200. Harganya sangat bervariasi, mulai dari US$548 untuk satu jam flight simulator 767, US$1,647 untuk tiga jam menikmati flight simulator B747 dan B777.

Baca juga: Garuda Indonesia Sewakan Simulator Pesawat dengan Tarif Mulai Rp1,6 Jutaan, Ikuti Thai Airways?

8. Emirates

Raksasa operator Airbus A380 ini menawarkan pengalaman merasakan fligth simulator pesawat itu kepada masyarakat. Mereka bisa datang ke Dubai Mall dan menyewanya dengan harga mulai dari US$44. Sangat terjangkau, bukan, dibanding menyewa flight simulator British Airways?

9. Garuda Indonesia

Maskapai nasional Indonesia itu diketahui memiliki berbagai flight simulator pesawat seperti Boeing 777, Boeing 737, A330, dan ATR 72. Tetapi, yang disewakan ke masyarakat umum hanya flight simulator Bombardier CRJ1000 dengan harga mulai dari Rp1,6 juta untuk 30 menit.

 

Perjalanan Wisata Meningkat, Komunitas Maskapai Jerman Serukan Pemulihan Akses Penerbangan Internasional

Seperti yang terjadi di Australia, Dewan Perwakilan Maskapai di Jerman – Board of Airline Representatives in Germany (BARIG) mulai bersuara ‘keras’ atas kondisi penerbangan yang terjadi di Negeri Bavaria. Melihat tren positif penerbangan yang tengah terjadi di lingkup internasional, BARIG menyerukan pemulihan akses penerbangan, terutama untuk penerbangan jarak jauh.

Baca juga: Australia Canangkan Buka Penerbangan (Penumpang) ke Luar Negeri pada Desember

Dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (21/10/2021), BARIG yang menganungi industri maskapai yang beroperasi di Jerman, mengeluhkan bahwa meningkatkanya tren perjalana saat liburan di musim gugur masih terganggu oleh beragam aturan yang tidak konsisten di berbagai negara.

BARIG menyebut pendekatan negara bagian yang tidak terkoordinasi (di Jerman) dalam proses rantai perjalanan, seperti aturan masuk dan keluar atau deklarasi area berisiko. Ditambah kurangnya transparansi menyebabkan proses layanan yang jauh lebih kompleks, yang memerlukan lebih banyak waktu dan biaya yang lebih tinggi bagi pihak maskapai dan wisatawan. Oleh karena itu, BARIG meminta para politisi yang bertanggung jawab untuk mendukung harmonisasi kondisi perjalanan yang sangat dibutuhkan.

Sekretaris Jenderal BARIG Michael Hoppe menyatakan, “Kebebasan bepergian dan mobilitas tidak hanya hak paling dasar dari seseorang, tetapi juga memainkan peran yang sangat penting dalam pemulihan ekonomi nasional. Oleh karena itu, adalah tepat untuk membuka kembali perbatasan secara berurutan mengingat upaya sebelumnya yang baik dan berhasil dalam memerangi pandemi.” Ia menambahkan, kurangnya koordinasi di antara berbagai negara dan negara bagian memperlambat peningkatan perjalanan, dengan konsekuensi yang sesuai bagi masyarakat dan ekonomi.

Meski sebatas menyerukan, berikut adalah tuntutan dari komunitas maskapai di Jerman,
– Aturan masuk dan keluar wiayah Jerman yang terkoordinasi.
– Pengakuan yang selaras atas sertifikat vaksinasi, pemulihan, dan pengujian deklarasi dan risiko.
– Aturan yang terkoordinasi dan penyeragaman untuk perjalanan antar negara di Uni Eropa dan negara ketiga seperti Cina, India, dan lainnya

Jerman selama ini dikenal ketat dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Corona. Tetapi, lambat laun negara tersebut mulai membuka diri dari dunia luar. Hanya saja tak semua negara diizinkan masuk ke Jerman.

Dilansir schengenvisainfo.com, Jerman diketahui hanya mengizinkan wisatawan asal Austria, Australia, Cina, Faroe Islands, Greenland, Finlandia, Islandia, Irlandia, Israel, Malta, Selandia Baru, Norwegia, Portugal, Singapura, Korea Selatan, Spanyol, dan Thailand. Tak ada nama Indonesia di sana.

Baca juga: Ngenes, Jerman Larang Masuk Wisatawan Indonesia, Padahal Singapura dan Thailand Boleh

Setiap wisatawan dari negara-negara tersebut setidaknya wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR selama 48 jam terakhir sebelum tiba di Jerman. Tak hanya itu, mereka juga diwajibkan untuk menjalani karantina mandiri selama 10 hari.






















Jadi Mitra InDriver, Selama 6 Bulan Tak Dipotong Komisi. Ini Syaratnya

Aplikasi ride hailing di Jakarta semakin menjamur dan kini bukan hanya GoJek atau Grab tetapi ada Maxim serta InDriver. Semua ride hailing ini memiliki keunggulan masing-masing bagi penumpang maupun pengemudi sebagai mitra.

Baca juga: inDriver, Ojol Asal Rusia Hadir di Banjarmasin, Hadirkan Real-Time Deals

Namun, hampir semua pengemudi di GoJek maupun Grab akan dikenakan potongan komisi. Nah, sebagai saingan baru, InDriver yang adalah aplikasi ride hailing asal Rusia memiliki hal baru dan berbeda dari para pesaingnya ini.

Penasaran? KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, aplikasi ride hailing yang mulai hadir di Jakarta dan sekitarnya ini memiliki fitur yang relatif berbeda. Di mana pengguna aplikasi InDriver bisa menegosiasikan harga untuk setiap perjalan mereka.

Sehingga ini membuat pengemudi bisa langsung menerima uang tunai secara langsung dari order pertama yang didapat mereka. Hal ini karena, penumpang akan membayar secara tunai atau transfer bank sesuai kesepakatan dengan pengemudi setelah perjalanan mereka selesai.

Bahkan dalam lembar fakta yang ada di situs web InDriver menyatakan bahwa perusahaan tidak membebankan potongan komisi sampai dengan enam bulan setelah peluncurannya secara resmi di masing-masing kota. Kemudian setelah enam bulan itu, maka potongan komisi akan dibebankan sebesar lima hingga sepuluh persen.

Berminat jadi mitra InDriver? Anda bisa mendaftarkan sebagai anggota dan mengisi formulir online yang dapat diakses melalui tautan indriverjob.com. Persyaratannya pun hampir sama dengan mitra ride hailing lainnya.

Mitra mengirimkan selfie atau swafoto. Kemudian foto kendaraan yang mana plat harus jelas terlihat dengan mobil minimal tahun 2006 dan motor minimal tahun 2009. Mitra pengemudi juga harus mengirimkan foto STNK yang aktif serta surat pajak kendaraan.

Baca juga: inDriver, Aplikasi Ride-Hailing yang Bisa Tentukan Sendiri Besaran Tarif Penumpang

Foto SIM aktif, SKCK aktif atau surat keterangan berkelakuan baik dari kelurahan maupun kecamatan. Selanjutnya mengirimkan screenshoot profil picture dari aplikasi lain serta foto selfie atau swafoto dengan SIM.






















Tak Hanya Mobil, Motor pun Dilengkapi HUD yang Terintegrasi dengan Helm!

Tampilan Head Up Display (HUD) untuk pengendara sepeda motor sudah lama dinanti kehadiranya. Tak semudah menghadirkannya di mobil, selama bertahun-tahun upaya tersebut selalu kandas. Tetapi, itu dulu. Sekarang, pengendara sepeda motor sudah bisa menikmati sederet fitur HUD canggih yang meningkatkan keselamatan dan keamanan saat berkendara.

Baca juga: Hyundai Mobis Rilis Tampilan HUD Clusterless Pertama di Dunia

Kita tahu, baik mengendarai sepeda motor maupun mobil, keduanya sama-sama membutuhkan fokus. Lengah sedikit, kecelakaan mengintai. Namun, fatality rate antara kecelakaan sepeda motor dengan mobil jelas lebih besar sepeda motor. Sebab, setiap benturan dengan jalan atau benda tumpul lainnya langsung mengenai tubuh pengendara.

Karena itu, tampilan HUD pada pengendara sepeda motor sebagai fitur keselamatan dan keamanan tambahan penting dihadirkan, dan itu dijawab oleh tim peneliti dari ETH Zurich atau Institut Teknologi Konfederasi Zürich, Swiss, lewat proyek Aegis (Advanced Guardian System).

Dilansir New Atlas, HUD untuk pengendara sepeda motor ini terintegrasi pada helm pengendara. Dengan overlay augmented reality AI, pengendara disajikan berbagai tampilan berupa speedometer dan kemiringan motor atau pengendara.

Kemiringan motor memang tak terlalu penting, mengingat intuisi masing-masing pengendara pasti bekerja dalam mengukur seberapa miring mereka sebelum jatuh tergelincir. Demikian juga dengan tampilan speedometer pada HUD Aegis ini.

Sebab, bila dirasa terlalu kencang, tentu pengendara akan memperlambat laju kendaraan. Kecuali jika motor bisa masuk tol. Ini tentu bermanfaat agar motor tak dipacu melewati ambang batas kecepatan yang diperbolehkan.

Lain halnya dengan fitur keselamatan berupa peringatan dengan warna yang berbeda pada overlay augmented reality AI di HUD Aegis yang terintegrasi dengan (kaca) helm tadi.

Dengan kamera khusus yang menempel pada helm, didukung oleh deep learning and object recognition, pengendara senantiasa diingatkan akan adanya bahaya di depan dengan adanya deteksi dini, seperti pejalan kaki, trotoar, kendaraan lain di lajur atau arah berlawanan dan di lajur yang sama, dan lain sebagainya.

Baca juga: Celana dengan Airbag, Hindarkan Pengendara Sepeda Motor dari Cidera Kaki

Fitur ini yang dirasa sangat penting. Terkadang, manusia bisa lengah akibat satu dan lain hal. Dengan dukungan teknologi HUD Aegis Rider ini tentu akan menambal kelengahan tersebut agar pengendara tetap bisa berhati-hati terhadap seluruh objek yang berpotensi menjadi penyebab kecelakaan, seperti pada video di bawah ini.

Melengkapi itu, ada juga fitur guiding line yang sangat berguna dalam mengingatkan pengendara sepeda motor agar selalu berada di tengah jalur serta keluar atau tidaknya mereka dari lajur yang benar.

PPKM Level 2, TransJakarta Mulai Berlakukan Kapasitas Angkut Penumpang 100 persen

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai memberlakukan kapasitas angkut pelanggan sebesar seratus persen. Direktur operasional TransJakarta Prasetia Budi mengatakan, kebijakan ini sebagai tindaklanjut dari Keputusan Gubernur No. 1245/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Desease 2019 dan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta No.441/2021 tentang Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Desease 2019.

Baca juga: Satu Armada Bus LIstrik Kembali Diuji Coba TransJakarta di Rute Blok M–Balaikota

“TransJakarta kembali melayani pelanggan secara penuh, khususnya dalam hal kapasitas pelanggan. Hal ini sejalan dengan mulai pulihnya kegiatan masyarakat seiring status PPKM yang dinyatakan turun menjadi level 2. Jadi nanti semua marka atau tanda jarak aman yang terpasang di lantai halte, bus dan kursi pelanggan akan dicopot secara bertahap,“ ujar Prasetia yang dikutip dari siaran pers (20/10/2021).

Meski sudah mulai mengangkut penumpang seratus persen, TransJakarta pun tetap menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat baik di halte maupun bus. Dalam hal ini, pelanggan juga tetap menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi Covid-19 melalui aplikasi PeduliLindungi ataupun Jaki.

Direktur pelayanan dan pengembangan TransJakarta Achmad Izzul Waro mengatakan, nantinya pelanggan akan menscan barcode untuk check in perjalanan. Namun, bagi mereka yang belum memiliki aplikasi tersebut, petugas mengimbau agar mendownload dan masih bisa menggunakan sertifikat vaksin baik cetak maupun yang sudah didownload di ponsel penumpang.

Kemudian menurut Izzul, dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi dapat mempercepat dan mempermudah petugas untuk memastikan proses validasi dokumen kesehatan saat menggunakan layanan TransJakarta.

“Untuk sementara penambahan ini hanya berlaku di layanan BRT kami. Sementara untuk layanan Non BRT akan segera kami siapkan mekanismenya dan diberlakukan dalam waktu dekat,” tambahnya.

Baca juga: KAI, KCI dan TransJakarta Intens Bahas Transportasi Menuju Jakarta Internasional Stadium dengan JakPro

Tak lupa penumpang juga masih diharuskan menggunakan masker, melakukan pengecekan suhu tubuh dan juga menggunakan hand sanitizer. Armada bus juga dipastikan sudah dibersihkan secara berkala menggunakan desinfektan.






















Intip Boeing 747 yang Disulap Jadi NASA Space Shuttle

Sejak terbang perdana pada 9 Februari 1969, Boeing 747 terus menarik perhatian maskapai global. Pesawat berjuluk Queen of the Skies ini tidak hanya dijadikan pesawat komersial, tetapi juga private jet, kargo, hingga pesawat kepresidenan; termasuk Shuttle Carrier Aircraft (SCA) atau NASA Space Shuttle.

Baca juga: Ini Deretan Maskapai Pertama yang Operasikan Setiap Tipe Boeing 747

Dilansir Simple Flying, NASA memperkenalkan Space Shuttle berbasis Boeing 747 yang dapat digunakan kembali (re-usable Space Shuttle) pada tahun 1977. Sebelum memiliki Queen of the Skies, NASA sempat mempertimbangkan Lockheed C-5 Galaxy untuk mengisi peran tersebut. Namun, karena satu dan lain hal, terutama terkait desain sayap rendahnya, Boeing 747-100 akhirnya dipilih.

SCA pertama adalah 747-100 bekas American Airlines, dengan nomor registrasi N905NA. Pesawat ini sebelumnya telah masuk ke tahun layanan bersama maskapai pada tahun 1970 dan diambil oleh NASA pada tahun 1974.

Setelah modifikasi ekstensif, pesawat ini mulai eksis menjadi shuttle service atau Space Shuttle pada tahun 1977. Sampai di sini, pesawat belum menggunakan livery NASA. Barulah pada tahun 1983 Space Shuttle ini mulai menggunakan livery NASA.

Beberapa tahun berselang, NASA memperoleh space shuttle keduanya berbasis Boeing 747SR bekas Japan Airlines. Ini mulai beroperasi pada tahun 1990.

Meski diletakkan di atas space shuttle, modifikasi ekstensi meliputi seluruh bagian interior pesawat. Dari segi eksterior, badan pesawat diperkuat untuk menopang pesawat ulang-alik yang berada di atasnya, termasuk penyangga untuk merilis pesawat saat ketinggian mencukupi.

Perubahan besar dilakukan pada bagian ekor, dengan vertical stabilizer ditambahkan ke main horizontal stabilizers. Ini untuk melawan perubahan pusat gravitasi ketika pesawat ulang-alik dipasang. Saat terbang tanpa pesawat ulang-alik, bobot pemberat harus ditambahkan untuk mempertahankan pusat gravitasi.

Setelah modifikasi dibuat pada badan pesawat, pesawat ulang-alik barulah bisa diangkat ke atas badan pesawat dan dikunci pada tempatnya. Ini bukan hal mudah. Beberapa laporan mengklaim butuh waktu hingga seminggu bagi kru untuk mempersiapkan dan memasang pesawat ulang-alik di atas space shuttle sebelum misi penerbangan.

Ada tiga struts yang digunakan untuk attachment. Penopang depan tunggal berada di atas dek atas 747. Dan dua penyangga buritan berada di tengah-tengah badan pesawat. Ini melekat pada tangki bahan bakar eksternal pesawat ulang-alik.

Baca juga: Inilah Space Shuttle Café, Food Truck Bertema Pesawat Luar Angkasa

Saat di udara, teknisnya memang tak serumit saat meletakkan pesawat ulang alik ke atas space shuttle. Pesawat lepas landas seperti biasa. Kemudia cruising dan rilis.

Sebelum dirilis, space shuttle harus menukik sedikit terlebih dahulu agar tak saling berbenturan. Efek penyangga bagian depan yang lebih tinggi di bagian belakang juga memudahkan proses rilis ini, dimana pesawat ulang alik bisa langsung lift dan menjauh dari space shuttle usai dirilis.

 

Pertama di Dunia, ANA Operasikan MFF Keluarga Airbus A320 dan A380, Pilot Makin Sejahtera

All Nippon Airways (ANA) menjadi maskapai pertama di dunia yang mengumumkan Penerbangan Armada Campuran (Mixed Fleet Flying / MFF) untuk keluarga Airbus A380 dan A320. Kepastian ini didapat setelah mendapat persetujuan dari Biro Penerbangan Sipil Jepang (JCAB). Dengan begitu, pilot dimungkinkan untuk menerbangkan keluarga dua pesawat itu meski sertifikasinya hanya salah satunya.

Baca juga: 26 Menit Mengudara, Airbus A380 Tanpa Penumpang dan Kargo Milik ANA Balik Kandang

Selain meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi biaya maskapai, MFF ini juga membawa dampak positif untuk pilot. Kurangnya jeda tunggu dan waktu henti menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan. Ini pada akhirnya membuat pilot berpeluang membawa pulang gaji lebih banyak dari sebelumnya.

Sebagaimana disebut di atas, MFF hanya berlaku bagi pesawat Airbus. Dek penerbangan dan sistem kontrol pesawat ini memungkinkan pilot untuk disertifikasi untuk pengoperasian lebih dari satu jenis dari lini produk fly-by-wire Airbus secara reguler dan bersamaan.

Di ANA, hal ini akan memungkinkan kru untuk menerapkan pola gabungan layanan penerbangan jarak pendek dan jarak jauh.

Kesamaan dalam pesawat-pesawat Airbus dapat ditemui mulai dari dek penerbangan hingga ke kabin penumpang, dengan memaksimalkan penggunaan sistem, panel kontrol dan prosedur yang menyerupai satu sama lain antarberbagai keluarga pesawat.

Tingkat kesamaan teknis yang unik antara pesawat fly-by-wire Airbus juga menyederhanakan prosedur perawatan, sehingga mengurangi biaya secara signifikan.

“Kami senang bahwa pengoperasian A320 dan A380 MFF telah disetujui oleh JCAB dan ANA telah menjadi maskapai penerbangan pertama di dunia yang memperkenalkannya,” kata Stéphane Ginoux, Head of North Asia region untuk Airbus dan President of Airbus Japan, dalam keterangan resminya yang diterima KabarPenumpang.com.

“MFF menawarkan peningkatan fleksibilitas dan efisiensi biaya kepada maskapai-maskapai penerbangan. Peningkatan pendapatan per jam kerja pilot karena kurangnya jeda tunggu dan waktu henti menghasilkan peningkatan produktivitas yang signifikan,” tambahnya.

Baca juga: ANA Uji Coba Operasikan Pintu Toilet Pesawat Pakai Siku, Begini Caranya

MFF juga memungkinkan maskapai penerbangan untuk menukar pesawat berukuran berbeda hanya dengan pemberitahuan singkat tanpa menimbulkan masalah dalam penjadwalan kru, dan memungkinkan penyesuaian kapasitas pesawat berdasarkan besarnya permintaan penumpang dengan lebih baik.

Penerbangan Armada Campuran tentu bukanlah hal baru di industri penerbangan global. Sudah banyak maskapai yang menerapkan ini. Salah satunya adalah Garuda Indonesia. Saat ini, maskapai nasional Indonesia itu diketahui mengoperasikan armada campuran yang mencakup Boeing 737 Next-Generation, 737-800, dan 777-300ER, dan 737 MAX 8.

JR East Jual Replika Container Yellow Green Number 6 Series 6000 dengan Tiga Interior Berbeda

Untuk memuaskan para pecinta kereta api di Jepang, perusahaan kereta api memiliki toko online untuk menjual segala macam memorabilia yang berhubungan dengan kereta api. Itu adalah East Japan Railway Company atau yang biasa dikenal dengan JR East.

Baca juga: Jepang dan Rusia Sepakat Kembangkan Jalur Kereta Kargo Trans-Siberia

Mereka menjual berbagai barang yang mungkin bisa dibayangkan seperti poster Shinkansen, mainan plastik Yamanote Line dan gantungan kunci penguin maskot perusahaan. Namun, buka hanya itu saja, belum lama ini ada item terbaru yang dijual di toko online mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (18/10/2021), item terbaru itu adalah Container Yellow Green Number 6 Series 6000. Ini adalah sebuah kontainer kargo yang digunakan oleh kereta JR untuk mengangkut barang di periode 1960 hingga 1975.

Kontainer ini, bagi pecinta kereta api, akan merasakan makna sejarahnya dan ukurannya pun cukup signifikan. Kontainer berwarna hijau tersebut memiliki panjang 3,715 meter, lebar 2,45 meter, dan tinggi 2,5 meter. Karena cukup besar, maka ini tidak bisa diletakkan di dalam kamar tidur atau ruang tamu, tetapi bisa menjadi suatu ruangan yang bisa Anda dekorasi sendiri sesuai keinginan.

Meski ini adalah replika, tetapi ukurannya hampir sama persis dengan kontainer pengiriman yang sebenarnya. JR East menyediakan desain interior yang berbeda. Untuk yang paling sederhana adalah tipe penyimpanan kereta yang dilengkapi dinding, lantai dan langit-langit kayu lapis polos.

Bila menginginkan yang sedikit lebih mewah, bisa ke jenis Galeri kereta dengan menghadirkan hal yang jauh lebih lengkap dan memberi Anda perabotan khusus seperti dua tempat duduk dari kereta penumpang JR Azusa. Pilihan terakhir adalah interior Sleeper Exprees.

Baca juga: Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza

Ini dilengkapi dengan meja, kursi, jendela bertirai dan alas untuk tidur. Harga dari tiga desain kontainer kereta ini pun bervariasi tergantung yang dipilih. Untuk tipe penyimpanan kereta harganya 2,97 juta yen, tipe Galeri kereta 7,7 juta yen dan Sleeper Expres seharga 9,9 juta yen. Kontainer tersebut merupakan poduk dari JR East dan tersedia untuk Tokyo dan prefektur Kanto di Jepang Timur lainnya.






















Alitalia Bangkrut, ITA Airways Resmi Jadi Maskapai Nasional Italia

Apakah maskapai nasional sebuah negara bisa bangkrut dan tutup? Jawabannya iya bisa dan ini terjadi pada Alitalia yang adalah maskapai milik Italia. Salah satu alasan tutupnya pun dikarenakan kalah saing dengan kereta berkecepatan tinggi dan maskapai ini hanya mengandalkan perjalanan domestik.

Baca juga: Kereta Cepat di Italia Lebih Banyak Peminat, Bikin Maskapai Alitalia Tutup 

Namun, meski begitu tak lama tutup, sudah ada penggantinya dan di-launching pada Jumat (15/10/2021) lalu. Maskapai pengganti ini bernama ITA Airways dan eksekutif maskapai tersebut mengatakan tentang rencana jaringan baru, pesawat, kru hingga livery yang akan digunakan.

Menjadi yang baru, ITA Airways akan menggunakan warna timnas Italia yakni biru langit. Tak hanya itu, ini juga akan dilengkapi dengan garis bendera tiga warna yakni hijau merah dan putih di bagian ekor dan mesin pesawat. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai lama sumber, pemilihan desain pada livery pesawat milik ITA Airways ternyata sebagai salah satu bentuk penghormatan bagi tim nasional Italia Azzuri dan para atlet yang tampil di perhelatan internasional.

Uniknya lagi, kru ITA Airways, akan mewakili Italia sebagai negara fashion dengan mengahadirkan seragam besutan desainer top negara itu. Bukan hanya tampilan livery dan kru maskpai, tak kalah menarik adalah interior dan lounge bandara yang akan dibuat oleh perusahaan Italia kelas satu. Saat ini, karena seragam dan livery baru dalam rancangan, kru ITA Airways akan tetap menggunakan seragam dan livery dari Alitalia.

Selain itu, pesawat juga akan mulai dicat ulang dalam beberapa bulan kedepan untuk menghemat biaya. Meski tak lagi bernama Alitalia, ITA Airways tetap membeli nama maskapai sebelumnya seharga €90 juta. Untuk diketahui, Alitalia sebelum pandemi sudah memiliki hutang dan di masa depan dengan menjadi ITA AIrways akan lebih cerah karena maskapai lebih baik dalam segala hal.

Baca juga: Mantan Pemilik Avianca Berencana Beli Alitalia, Sesumbar Bakal Kasih Untung Sejak Enam Bulan Pertama

Rencananya ITA Airways mengoperasikan armada Airbus baru, yang lebih efisien dan tidak terlalu merusak lingkungan. Pesawat baru pertama akan memasuki layanan pada awal 2022 dan pada akhir 2025 sebanyak 70 persen armada adalah generasi baru. ITA Airways berencana untuk memulai penggunaan 52 pesawat baru, dan meningkat menjadi 105 pada tahun 2025.