Sempat Alami Gangguan Kelistrikan, MRT Jakarta Lakukan Penguatan pada Jointing

Belum lama ini kereta MRT Jakarta mengalami gangguan kelistrikan dan membuat kereta harus berhenti dan penumpang di dalamnya dievakuasi. Untuk itu, pihak MRT Jakarta langsung melakukan perbaikan jointing. Di mana mereka melakukan penguatan di delapan jointing atau sambungan kabel.

Baca juga: Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, setelah itu pihaknya juga melakukan pemeriksaan kabel secara menyeluruh bersama dengan PLN. Dia menyebutkan pemeriksaan visual juga dilakukan pada 20 lokasi jointing kabel 20 kV.

“Kita lakukan berbagai penyempurnaan sistem kelistrikan agar lebih handal. Penyempurnaan pengoperasian kereta untuk meminimalisir evakuasi penumpang di jalur dan meningkatkan keamanan dan keselamatan penumpang,” ujar William dalam forum jurnalis, Kamis (30/9/2021).

Ia menyebutkan, jaminan keselamatan dan kemanan ini bahkan diposting salah seorang penumpang hamil di laman media sosial. Dalam postingan itu, penumpang menunjukkan kesigapan petugas keamanan di lapangan melakukan evakuasi saat terjadi gangguan kelistrikan.

“Ada beberapa penumpang hamil dan disabilitas dan 305 orang di evakuasi dengan baik,” tambah William.

Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan terkait jaringan listrik yang ada di MRT Jakarta. Salah satunya adalah, bagaimana cara MRT Jakarta mengelola pemeliharaan kelistrikan di stasiun?

Atas hal ini, William menjelaskan bahwa pihaknya melakukan perawatan rutin setiap malam. Dia bahkan menjelaskan, mati listrik yang terjadi saat itu pun adalah insiden yang diluar perhitungan para staf. Di mana ditemukan ada kerusakan satu titik jointing kabel yang seharusnya belum mengalami kerusakan.

William menambahkan, karena itu pihak MRT melakukan pengecekan penyebab masalah tersebut.

“Kita cek, apa aspek pemeliharaan atau ada unsur karena pemeliharaan itu kurang berkala atau unsur lainnya. Kita sedang melakukan investigasi yang melibatkan tenaga ahli kompeten dan pihak eksternal KNKT, Kemenhub, Pemprov DKI, JICA. Dan diharapkan hasilnya keluar pada Oktober ini,” ungkap William.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya MRT Jakarta Mogok, Inilah Kronologi dan Sumber Pasokan Listrik yang Digunakan!

Lebih jelas, William mengatakan, penyelidikan tidak akan berlangsung singkat. Tetapi dia menegaskan bahwa masalah kelistrikan ini tidak akan menggangu perjalanan kereta fase 1 dan pembangunan fase 2.






















Tak Hanya Cina dan Jepang, Ini Jalur Terpanjang Kereta Berkecepatan Tinggi di Eropa

Kini semakin banyak negara yang memiliki jalur kereta api berkecepatan tinggi (High Speed Rail – HSR), bahkan enam diantaranya berada di Cina. Namun, negara lain di benua Eropa juga punya jalur kereta api berkecepatan tinggi. Diplopori oleh Perancis yang merilis TGV pada awal dekade 80-an, Benua Biru punya ‘cerita’ tersendiri  pada jalur kerete cepat.

Penasaran di mana saja kereta berkecepatan tinggi di Eropa? KabarPenumpang.com merangkum dari railway-technology.com, berikut jalur kereta berkecepatan tinggi di benua Eropa.

Baca juga: TGV, Masih Jadi Lambang Supremasi Kereta Cepat Eropa

Jalur HSR Perbatasan Madrid-Barcelona-Prancis, Spanyol
Jalur HSR Perbatasan Spanyol Madrid-Barcelona-Perancis, membentang sepanjang 804 km. Ini menjadi jalur yang dibangun dalam lima tahap dan mulai beroperasi sejak Januari 2013.

Ruas Madrid-Lleida sepanjang 442 km dibuka pada Oktober 2003, seksi Lleida-Tarragona sepanjang 78 km pada Desember 2006, seksi Tarragona-Barcelona 100 km pada Februari 2008, Perpignan-Figueres sepanjang 44,4 km pada Desember 2010, dan Barcelona dan Figueres sepanjang 150 km (Perbatasan Prancis) pada bulan Januari 2013.

Jalur ini dilintasi kereta Alta Velocidad Española (AVE), yang mencapai kecepatan 350 kpj pada 86 perse rute. Kereta ini dioperasikan oleh RENFE. Hadirnya jalur kereta ini, membuat perjalanan dari Madrid dan Barcelona hanya menghabiskan waktu 2,38 jam.

Jalur HSR Moskow-St Petersburg, Rusia
Jalur kecepatan tinggi Moskow-St Petersburg, dengan panjang sekitar 650 km. Jalur kereta api Rusia awalnya dibuka pada tahun 1851 dan ditingkatkan untuk operasi kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2009.

Jalur ini dioperasikan oleh Oktyabrskaya Railway, anak perusahaan dari Russian Railways, dan dilayani oleh kereta Siemens Velaro RUS (Sapsan) dan kereta listrik ER200 buatan RVR. Kehadiran jalur kereta berekcepatan tinggi ini mengurangi waktu perjalanan dari Moskow ke St Petersburg menjadi tiga setengah jam dengan kecepatan operasi 250 kpj.

Jalur ini melewati Oblast Moskow, Tver, Novgorod dan Leningrad, dan termasuk stasiun utama di Klin, Redkino, Tver, Likhoslavl, Kalashnikovo, Vyshny Volochyok, Bologoye, Okulovka, Luka, Malaya Vishera, Chudovo, Lyuban dan Tosno. Jalur paralel berkecepatan tinggi dengan panjang 660 km telah direncanakan di sepanjang rute untuk menyediakan kereta yang berjalan dengan kecepatan tertinggi 400 kpj.

Jalur Utama Pantai Barat, Inggris Raya
Jalur Utama Pantai Barat (WCML), juga dikenal sebagai Jalur Utama, di Inggris. Jalur sepanjang 645,35 km, dimiliki dan dioperasikan oleh Network Rail, membentang dari London ke Glasgow dan memberikan perbedaan utama ke Birmingham, Liverpool dan Manchester.

Baca juga: Jaringan Kereta Cepat Baru di Eropa, Wina ke Berlin Hanya Empat Jam

Jalur kereta berkecepatan tinggi ini dibuka tahun 1849, dengan program Modernisasi Rute Pantai Barat (WCRM) pada tahun 2008, memungkinkan operasi kereta berkecepatan tinggi hingga 225 km per jam. Kereta api yang dioperasikan pada jalur tersebut mencakup 53 kereta miring listrik formasi tetap Pendolino Kelas 390 yang dioperasikan oleh Virgin Trains. WCML saat ini merupakan kereta api serba guna tersibuk di Inggris. Ini digunakan oleh banyak operator dan menyumbang 43 persen dari lalu lintas barang Inggris






















;

Mengapa Tirai Jendela di Exit Row Terbalik? Ini Alasannya

Sebagian penumpang pesawat mungkin sangat menyadari sederet keuntungan duduk di emergency exit row, mulai dari legroom lebih lega sampai headroom -karena tak ada kompartemen bagasi di atas kepala- lebih tinggi dibanding kursi ekonomi lainnya.

Baca juga: Inilah Kaca Elektrokromik yang Bikin Jendela Pesawat Tak Perlu Tirai

Akan tetapi, tak banyak yang menyadari bahwa di emergency exit row, biasanya di row 11 dan 12 untuk pesawat narrowbody serta row 34 dan 35 di pesawat widebody, terdapat hal aneh, dimana tirai jendela terbalik alias ditarik dari bawah ke atas, tak seperti di kursi-kursi lainnya yang tirainya ditarik dari atas ke bawah. Mengapa demikian?

Sejak tirai jendela terbalik, ditarik dari bawah ke atas, pada emergency exit row hadir, sudah banyak teori dari avgeeks di seluruh dunia. Beberapa pendapat terlihat diterima sebagian kalangan, sedangkan beberapa pendapat lainnya bisa dibilang cukup ngawur.

Di setiap penerbangan, pramugari manapun pasti akan mengingatkan agar tirai jendela harus dibuka saat menjelang take off dan landing.

Alasan mengapa tirai harus dalam keadaan terbuka saat kedua kondisi tersebut tentu sudah didengar masyarakat, yaitu untuk memudahkan kru mendapatkan visual kondisi di luar pesawat, dalam hal ini mesin, sayap, atau kondisi pesawat itu sendiri, apakah miring, tegak lurus, menukik ke bawah, dan lain sebagainya.

Andai terjadi keadaan darurat, seperti hard landing, tergelincir akibat hujan deras, atau bahkan belly landing, pastinya tak ada lagi waktu bagi penumpang untuk membuka tirai jendela agar tak menutupi pandangan penumpang dan kru, bukan?

Itulah alasan mengapa tirai jendela di emergency exit row terbalik alias ditutup dengan cara ditarik dari bawah ke atas, bukan sebaliknya. Ketika terjadi benturan keras, tirai jendela terbalik akan secara otomatis turun dan memberikan visual tak terbatas ke luar pesawat.

Sebaliknya, jika tirai jendela tidak terbalik, bukan tak mungkin tirai jendela akan terus menutup tanpa terbuka secara otomatis dalam keadaan darurat.

Hanya saja, andai benar itu adalah alasan yang sesungguhnya, mengapa tidak seluruh tirai jendela pesawat dibuat terbalik, dari bawah ke atas? Usut punya usut, ternyata itu bukan alasan sebenarnya.

Dalam diskusi sederhana di laman Quora, alasan mengapa tirai jendela di emergency exit row ditutup dengan cara ditarik dari bawah ke atas lebih karena persoalan emergency exit door itu sendiri.

Baca juga: Sengkarut Soal Tirai Jendela di Pesawat, Antara Ruang Privasi dan ‘Berbagi’ Pemandangan untuk Penumpang Lain

Kita tahu, hampir seluruh pintu darurat pesawat, baik itu Boeing maupun Airbus, widebody maupun narrowbody, dibuka dari dalam dengan cara menarik handle yang ada di batas atas pintu.

Sebagaimana di bagian dalam, pintu darurat juga memiliki handle di luar pesawat, untuk memudahkan tim penyelamat membuka pintu darurat. Inilah yang jadi alasan mengapa tirai di emergency exit row terbalik. Ketika pintu darurat dibuka dari luar, panel akan turut membuka tirai jendela andai ia masih menutup. Tetapi, itu tak terjadi jika tirai jendela ditutup dari atas ke bawah.

 

Coastal Tram – Jalur Trem Terpanjang di Dunia Sepanjang 67 Km

Perusahaan transportasi umum Flemish bernama De Lijn mengoperasikan trem yang menghubungkan kota-kota di sepanjang garis pantai Belgia antara De Panne dekat perbatasan Perancis dan Knokke-Heist dekat perbatasan Belanda. Trem bernama Coastal ini memiliki jalur sepanjang 42 mil atau sekitar 67 km dan menjadi yang terpanjang di dunia.

Baca juga: Arsitek Asal Milan Buat Desain Trem yang ‘Friendly’ di Masa Pandemi

Bahkan Coastal Tram menjadi salah satu dari sedikit jalur trem di dunia yang tetap beroperasi. Menjadi yang terpanjang di dunia, ternyata, coastal tram memiliki 67 pemberhentian yang mana beroperasi sangat sering yakni setiap sepuluh menit di musim panas dan 20 menit selama musim dingin.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, penumpang yang menggunakan Coastal Tram sendiri lebih dari 15 juta penumpang per tahun. Pada tahun 2021 ini, trem CAF Urbos baru akan mulai beroperasi untuk menggantikan trem lama. Mereka benar-benar berlantai rendah dan lebih panjang dari trem tua.

Trem baru ini memiliki posisi mengemudi di dua ujung sisinya sehingga tidak harus berputar untuk berbalik arah seperti trem model lama yang hanya memiliki satu kepala kemudi sehingga membuatnya harus berbalik ketika akan berpindah arah. Trem ini menghadirkan pemandangan laut antara Ostend dan Middelkerke.

Jalur ini melalui bukit pasir di De Haan dengan kecepatan tinggi, dan dua rute alternatif yang ada di sekitar kedua ujung kunci Leopoldkanaal, tepat di sebelah timur Zeebrugge dan single serupa melacak pengalihan di sekitar ujung pedalaman kunci Boudewijnkanaal. Itu menghindari penundaan ketika jembatan jalan yang biasanya dilalui jalur trem dinaikkan untuk kapal-kapal yang lewat di bawahnya.

Bahkan ada fitur serupa di ujung selatan stasiun Ostend di sekitar pintu masuk kunci ke Vlotdok. Kecepatan maksimum resmi coastal tram adalah 78 kilometer per jam (48 mph). Kecepatan ini biasa terjadi di antara desa-desa. Dengan memiliki lantai rendah, Coastal Tram dilengkapi dengan dua motor yang memiliki tegangan 600 VDC.

Dilengkapi dengan 83 kursi dan bisa menampung 196 penumpang berdiri, Coastal Tram merupakan bagian pertama dari jalur antara Ostend dan Nieuwpoort yang dibuka pada tahun 1885. Meskipun rute aslinya lebih jauh ke pedalaman daripada yang modern dan hanya bagian pendek dari bagian asli di pusat Ostend dan Nieuwpoort yang masih beroperasi.

Baca juga: HK Tram Green, Ikon Hong Kong yang Diakui Dunia

Pada pembuatannya, jalur ini dikelola oleh NMVB (Nationale Maatschappij van Buurtspoorwegen), yang mengoperasikan sistem trem antar kota di seluruh Belgia. Pada tahun 1991, NMVB/SNCV dipecah menjadi dua perusahaan regional, satu Walloon dan yang lainnya Flemish. Di mana perusahaan penerus Flemish, Vlaamse Vervoermaatschappij De Lijn bertanggung jawab atas pengoperasian trem pantai atau coastal tram.






















Waspada Saat Transaksi di Drive-Thru, Insiden Fatal ini Layak Jadi Renungan

Mungkin terdengar aneh ketika seseorang meninggal karena mobilnya sendiri saat berasa di drive-thru.  Namun kenyataannya hal ini terjadi pada seorang pengemudi di drive thru makan cepat saji. Pengemudi ini muncul di jendela pembayaran dan kartunya jatuh saat akan memberikan ke petugas.

Baca juga: Beli Makanan Cepat Saji Lewat Drive-Thru Selama Pandemi? Ini Kata Para Ahli

Ini mungkin hal yang berbeda ketika sedotan yang terjatuh. Pada kasus kartu pembayaran terjatuh, maka kecenderungan pertama adalah pengemudi akan mengambil kartu itu dan membuka pintu mobilnya. Dalam kasus ini, pengemudi mengulurkan tangan ke tempat kartu terjatuh. Namun ternyata, saat menjangkau kartu di permukaan, kakinya terlepas dari pedal rem dan mobil meluncur ke depan. Diduga jenis kendaraan yang digunakan mengadopsi transmisi otomatis.

Seketika kendaraan melaju, bagian luar pintu mobil yang terbuka bergesekan dengan bagian struktural (tembok) restoran. Pintu mobil kemudian berusaha untuk diayun menutup, tapi sebaliknya justru sebagiab tubuh korban terjepit, dimana pengemudi mencondongkan tubuh ke luar pintu mobil yang terbuka sebagian.

Ia akhirnya terlindas oleh pintu mobil karena didorong hingga tertutup oleh kekuatan penjepit struktural dan kendaraan yang bergerak maju secara otomatis. Pengemudi nahas itu meninggal di tempat kejadian. Kata-kata tidak dapat menyampaikan konsekuensi yang menjengkelkan dan membingungkan dari masalah ini.

Baca juga: Anjing di Drive-Thru Starbucks Viral di Instagram

Dirangkum KabarPenumpang.com dari forbes.com (27/9/2021), insiden di atas menggambarkan sebagai kecelakaan yang aneh. Meskipun jelas sangat tidak biasa, kasus serupa telah dilaporkan di masa lalu.























Cegah Bird Strike, Bandara Schiphol Belanda Kerahkan Puluhan Babi

Pendekatan tiap bandara dalam mencegah bird strike sangat beragam. Di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, cara jitu mencegah bird strike bukan dengan robot, drone, atau teknologi canggih lainnya, melainkan dengan mengerahkan puluhan babi hidup ke ladang di sekitar runway.

Baca juga: Cara Jitu Cegah Bird Strike di Sekitar Bandara, Kerahkan Robot Pemotong Rumput

Bird strike atau tabrakan dengan kawanan burung pada umumnya kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Singkatnya, bird strike mayoritas terjadi di sekitar bandara. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter.

Di Amerika Serikat, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Oleh karenanya, manajemen pengelolaan bandara dalam kaitannya dengan upaya pencegahan bird strike harus dilakukan secara maksimal.

Di Bandara Sola, Norwegia, sejak tahun 2017 silam, pengelola bandara mengerahkan robot pemotong rumput untuk mencegah bird strike. Rumput dijaga agar tetap rendah dan membuat kawanan burung enggan mampir di sekitar runway.

Lain lagi dengan Bandara Internasional Edmonton, Kanada. Di sini, cara mencegah bird strike ialah dengan mengandalkan robot menyerupai Elang Peregrine atau yang dikenal sebagai The Robird Drone.

Berbeda dengan dua bandara di atas yang mengandalkan teknologi, Bandara Schiphol, yang biasanya terdepan dalam urusan inovasi teknologi bandara, justru mengerahkan puluhan babi hidup. Babi-babi itu di tempatkan di dekat dua dari enam runway yang ada, beroperasi di area seluas 2.787 hektar.

Dilansir The Register, babi-babi tersebut tak dihadirkan setiap hari selama setahun, melainkan di musim-musim tertentu saja selam enam pekan dan 12 jam.

Selama di ladang gula, padi, dan rerumputan di sekitar runway atau bandara, babi-babi dibiarkan hidup bebas, menghabiskan sisa-sisa panen gula, rumput, dan sebagainya. Dengan begitu, burung-burung tidak lagi tertarik untuk menghampiri ladang di sekitar runway atau bandara, di samping juga segan dengan keberadaan babi tersebut.

“Babi-babi itu segera dibawa ke ladang dalam waktu 12 jam setelah panen gula bit pada hari Selasa,” kata Josse Haarhuis, pemilik babi dan pemilik Buitengewone Varkens kepada surat kabar Belanda De Telegraaf .

“Mereka memakan sisa-sisa tanaman, sehingga tidak ada yang tersisa untuk diambil angsa,” tambahnya.

Geografi Bandara Schiphol memang mengundang banyak burung, termasuk angsa, ke sekitar bandara. Maskapai nasional Belanda, KLM, mencatat, pada 2019, ada sekitar 6,6 bird strike per 10 ribu pergerakan pesawat.

Baca juga: The Robird Drone, Robot Penangkal Bird Strike di Bandara Edmonton

Tak heran, dengan kondisi ini, Bandara Schiphol sudah lama mempekerjakan divisi khusus pemantau bird strike yang dibekali radar canggih sebanyak 20 orang.

Selain babi, Bandara Schiphol juga menggunakan berbagai cara dalam menangkal bird strike, seperti laser hijau, rumput sintetis, jaring, meriam gas, sampai orang-orangan sawah.

Ini Wujud Pod Terbaru Virgin Hyperloop yang Bakal Mejeng di Dubai Expo 2020

Sejak pertama kali hadir pada 2014 lalu, Virgin Hyperloop sudah merilis beberapa versi pod. Terbaru, Virgin Hyperloop menampilkan pod kargo futuristiknya, sebagai bagian dari kerjasama strategis dengan DP World, perusahaan logistik multinasional yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab. Pod terbaru Virgin Hyperloop ini dipastikan akan tampil dalam gelaran Dubai Expo 2020.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Virgin Hyperloop One Uji Coba Pod Berpenumpang

Selain pod kargo, Virgin Hyperloop juga akan menampilkan cutaway passenger pod atau sejenis mockup pod penumpang terbaru perusahaan, di gelaran yang berlangsung selama enam bulan tersebut, mulai 1 Oktober 2021 sampai Maret 2022.

Meski sudah memastikan hadir dalam gelaran itu, pihak Virgin Hyperloop belum memberikan detail tentang kedua pod itu kecuali hanya sedikit saja.

Dilansir New Atlas, pod kargo yang berkolaborasi dengan DP World disebut memiliki panjang 10 meter. Tak disebutkan dengan jelas berapa metrik kargo yang bisa diangkut operator, kecepatan, dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan pod penumpang terbaru Virgin Hyperloop. Hanya disebut bahwa pod ini diklaim sebagai kendaraan komersial pertama di dunia yang mampu mengangkut 28 orang dengan wireless charging, artificial skylight, fitur LED journey notifications.

“Petukaran barang yang konstan secara historis telah mendorong inovasi di sektor transportasi dan sekarang lebih dari sebelumnya, kita harus terus membuktikan industri di masa depan,” kata Sultan bin Sulayem, Chairman of DP World dan Virgin Hyperloop.

“Hyperloop siap untuk merevolusi pasar logistik on-demand global, dan kami bersemangat untuk berbagi visi kami untuk teknologi di paviliun DP World FLOW di Expo 2020,” tambahnya.

Sebelum muncul ke publik dan memastikan hadir dalam gelaran Dubai Expo 2020, Virgin Hyperloop One sukses melakukan uji coba pod berpenumpang untuk pertama kalinya.

Ketika itu, dua orang penumpang diangkut di jalur uji DevLoop, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat pada Minggu, 8 November 2020, sepanjang 500 meter hanya dalam tempo 15 detik dengan kecepatan mencapai 160 km per jam, cukup jauh tertinggal dari target besar perusahaan mencapai 1.000 km per jam.

Baca juga: Pernah Uji Coba Angkut Penumpang, Kini Apa Kabar Virgin Hyperloop?

Dalam uji coba tersebut, dua orang penumpang yang dimaksud tak lain tak bukan adalah Chief Technology Offiecer Virgin Hyperloop, Josh Giegel dan Director of Passenger Experience Virgin Hyperloop, Sara Luchian.

Kedua orang itu menjadi penumpang kapsul sistem transportasi ultra cepat yang ide awalnya berasal dari bos Tesla, Elon Musk, ini tanpa mengenakan baju khusus. Hal ini sekaligus membantah kritikan bahwa penumpang Virgin Hyperloop harus mengenakan baju khusus karena kecepatannya yang ekstrem.

 

Keren, 43 Unit Airbus A380 Emirates Pakai Livery Dubai Expo 2020, Tiga di Antaranya Warna-warni

Emirates turut memeriahkan gelaran Dubai Expo 2020 pada Oktober 2021 sampai Maret 2022 mendatang dengan meluncurkan livery unik berwarna-warni. Tak tanggung-tanggung, maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab ini mengerahkan 43 pesawat Airbus A380 ikoniknya.

Baca juga: Memukau, ‘Sosok’ Airbus A380 Emirates Jadi Ladang Bunga Terbesar di Dubai

Strategi maskapai dalam terkait livery pesawat memang berbeda-beda. Beberapa maskapai cenderung menghindari penggunaan livery tertentu dan memilih main aman dengan mempertahankan livery khasnya. Tetapi, beberapa maskapai lainnya justru gemar mengenakan livery khusus pada pesawat di momen-momen tertentu, salah satunya Emirates.

Saking gemarnya maskapai nasional kerajaan Dubai ini mengenakan livery spesial pada pesawat, tercatat, sudah 50 desain unik di 100 pesawat dilakoni maskapai dalam lima tahun terakhir. Tergolong tinggi dibanding maskapai lainnya, yang hanya mengenakan livery khusus pada perayaan ulang tahun maskapai dan hari kemerdekaan negara (untuk flag carrier).

Dilansir Simple Flying, dari 43 livery Dubai Expo 2020 di pesawat Airbus A380 Emirates, hanya tiga pesawat yang dicat dengan livery sangat mencolok. Dari tiga pesawat, satu di antaranya sudah rampung.

Pesawat tersebut diketahui terdaftar sebagai A6-EEU. Setidaknya ada delapan warna dasar pada livery eksotis A380 Emirates itu; mulai dari biru tua, biru muda, ungu, oranye tua, oranye muda, hijau, merah, dan putih.

Butuh 16 hari dan 4.379 jam kerja untuk menyelesaikan proses pengecatan pesawat; mulai dari masking, sanding or stripping, cleaning, priming, appoint to coat, sampai remove masking sebagai akhir dari tahapan pengecatan pesawat.

Dari 43 livery Dubai Expo 2020 Emirates, hanya tiga yang menggunakan livery nyentrik. Sisanya hanya menggunakan livery seperti di foto ini. Foto: Dubai Expo 2020

Selain itu, melengkapi livery berwarna-warni Emirates dalam menyambut Dubai Expo 2020 mendatang, terdapat juga gambar bertuliskan seorang pramugari yang memegang kertas bertuliskan ‘see you there’ dan ‘Dubai Expo Oct 2021 – Mar 2022’ di bagian depan, persis di belakang pintu pesawat.

Gambar tersebut tentu bukan sekedar gambar, melainkan diambil dari momen menarik maskapai belum lama ini.

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah di YouTube channel Emirates, pramugari, yang mengenakan seragam lengkap, nampak berdiri di puncak gedung tertinggi yang pernah dibuat manusia itu, sambil memegang papan bertuliskan, ‘Moving the UAE to the UK amber list has made us feel on top of the world. Fly Emirates, fly better’.

A380 Emirates dengan livery mencolok tersebut rencananya akan melakoni penerbangan perdana pada hari ini menuju Los Angeles, Amerika Serikat.

Baca juga: Intip Mewahnya Airbus A380 Emirates yang Digunakan Klub Bola Real Madrid

Adapun dua dari tiga pesawat A380 Emirates dengan livery Dubai Expo 2020 paling mencolok baru akan menjalani proses pengecatan. Tak ada bocoran akan seperti apa liverynya. Besar kemungkinan, dua itu akan menggunakan livery yang berbeda satu sama lain, termasuk dengan livery A380 mencolok yang terbang hari ini.

Sementara itu, 40 pesawat A380 Emirates lainnya tetap dipakaikan livery Dubai Expo 2020. Hanya saja, mereka cenderung lebih halus alias tak tampil nyentrik, dengan perpaduan warna oranye, hijau, dan biru.

Integrasi Transportasi di Jakarta Mulai Berjalan, Nantinya Semua Konektivitas Tiket Bakal Sempurna

Dalam peresmian integrasi transportasi pada hari ini, Rabu (29/9/2021) di Stasiun Tebet, ada empat kegiatan yang akan dicanangkan. Direktur utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ Tuhiyat mengatakan, yang pertama adalah sistem pertiketan dan tarif integrasi. Yang mana sistem ini dilaksanakan oleh PT JakLingko Indonesia.

Baca juga: Tandatangani MoU, TransJakarta dan MRTJ Siap Integrasikan Moda Transportasi Berbasis Massal

Bahkan JakLingko sebelum peresmian integrasi sudah menghasilkan kartu yang diuji coba secara terbatas di KRL, MRT Jakarta, TransJakarta dan LRT Jakarta. Tuhiyat mengatakan, dalam integrasi ini ada tiga fase yang dilakukan untuk memudahkan masyarakat dalam menggunakan transportasi umum.

“Pada fase 1 ini, JakLingko sudah menyelesaikan pencanangan kartu dan aplikasi. Kemudian di fase 2, JakLingko akan melakukan Mobility as a Service (MaaS)
yang ditargetkan selesai pada Maret 2022, dan fase 3 di mana JakLingko membuat account base ticketing yang selesai pada agustus 2022,” ujarnya.

Tuhiyat mengatakan, nantinya jika project ini selesai secara utuh, maka konektivitas tiketing di Jakarta akan sempurna. Kegiatan kedua adalah pembangunan JPM dan revitalisasi Stasiun Sudirman yang pembangunannya dalam prengerjaan dan ditargetkan selesai bersamaan dengan LRT Jabodebek yakni Agustus 2022.

Kegiatan ketiga adalah penataan stasiun tahap kedua yang meliputi Stasiun Tebet, Palmerah, Gondangdia, Manggarai dan Jakarta Kota.

“Penataan stasiun tahap dua ini adalah kegiatan berkelanjutan dari tahap satu yang dilakukan di Stasiun Juanda, Pasar Senen, Tanah Abang dan Sudirman yang sudah diresmikan 17 Juni 2020 lalu. Hari ini kita akan menyakinkan penataan Stasiun Tebet dan Palmerah. Progres penyelesaian pembangunan tiga stasiun yang lain yakni Manggarai 95 persen dan Gondangdia 69 persen, keduanya ditargetkan selesai tahun ini, Stasiun Jakarta Kota target selesai 2022,” jelas Tuhiyat.

Kegiatan terakhir adalah penandatanganan dokumen integrasi transportasi Jabodetabek. Di mana sebelumnya sudah dilakukan kajian menyeluruh untuk menyusun konsep integrasi transportasi Jabodetabek. Kajian itu dibutuhkan enam dimensi intergrasi yakni, fisik, manajemen, layanan, tiket, penyediaan informasi dan brand.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, hadirnya sistem integrasi ini, merupakan keharusan transportasi massal. Karena Jabodetabek adalah satu ruang yang besar dan tak mungkin dibiarkan sendiri sehingga harus ada kerja sama dengan kota lainnya.

“Manggarai dalam waktu dekat jadi central station, koneksi tebet sehingga membuat kemudahan warga Jakarta ke Jawa Timur atau Tengah. Mengerjakan sistem dan saran yang ada di sini. Empat kegiatan ini buat satu pelayanan ini jadi baik. masyarakat apresiasi dan gunakan secara baik, tanpa kolaborasi dan integrasi ini tak bisa laksanakan baik,” ujar Budi Karya.

Dia menambahkan, bahwa pemerintah pusat berikan regulasi, untuk kemudahan di mana yang lama di cepatkan, yang susah dimudahkan serta lakukan terbaik, sehingga pekerjaan harus terlaksana dengan baik. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, kehadiran integrasi ini agar masyarakat Jakarta menggunakan transportasi umum.

“Meninggalkan kendaraan bermotor pribadi menjadi transpotasi umum. Sistem ini bukan hanya nyaman tapi berkeadilan. Sehingga kalau tuntas, sistem ini ada price diferentation di mana kita memberi harga berbeda pada penumpang berbeda,” jelas Anies.

Baca juga: Jembatan Penyeberangan Multi Guna ‘Serambi Temu’ Koneksikan Beragam Moda Transportasi

Anies menyebutkan, price diferentation ini diberikan kepada pelajar, lansia, guru, veteran atau orang berjasa. Sehingga dengan ini transportasi publik memberikan penghargaan kepada mereka untuk penghormatan. Dia menambahkan, bila nantinya ini dilakukan, akan membuat Jakarta sama dengan kota maju di negara lainnya.






















Tiga Pelajaran dari Insiden Pesawat A320neo Citilink Mendarat Darurat di Palembang

Pesawat Airbus A320-200neo Citilink terpaksa mendarat darurat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Senin lalu (27/9). Dari insiden ini, setidaknya ada pelajaran yang bisa diambil, semata agar kejadian serupa tidak terulang kembali di penerbangan lain.

Baca juga: Penumpang Gigit Pramugari dan Coba Buka Pintu Pesawat di Udara, Mustahil!

VP Corporate Secretary and CSR PT Citilink Indonesia Diah Suryani, melalui keterangan resminya kepada wartawan, menyebut insiden pesawat dengan nomor penerbangan QG 944 ini mendarat darurat di Palembang lantaran ulah seorang anak-anak yang duduk di seat row 11. Ia disebut melepas penutup pelindung tuas pintu darurat atau cover handle emergency exit.

Di seat row 11 dan 12 pesawat Airbus A320-200neo memang terdapat pintu darurat atau emergency exit. Dalam insiden pesawat Citilink mendarat darurat, Diah tak menyebut dengan jelas anak-anak tersebut duduk di kursi pinggir aisle (kursi tengah dipastikan kosong untuk physical distancing) atau kursi dekat jendela, persis di samping pintu darurat.

Andai anak-anak tersebut duduk di kursi pinggir lorong dan orang tua yang bersamanya lalai atau mungkin pergi ke toilet, seharusnya pramugari atau kru kabin menggantikan peran orang tua tersebut sebagai pengawas. Bila ini dilakukan, tentu tak akan terjadi hal demikian.

Sebaliknya, bila anak-anak tersebut duduk di dekat jendela atau di seat row 11 ini berarti persis di samping pintu darurat, berarti ada kejanggalan. Umumnya, sebelum pesawat lepas landas, kru kabin akan menjelaskan SOP bagi penumpang yang duduk di dekat pintu darurat. Bisa dibilang, ada tugas berat yang diemban oleh penumpang di dekat pintu darurat.

Karenanya, tak mungkin anak-anak menanggung beban berat tersebut. Dalam kasus pesawat Citilink mendarat darurat, itu berarti ada pelanggaran prosedur oleh Citilink melalui kru kabin.

Masih terkait kursi seat row 11 dan 12 pesawat Airbus A320-200neo, sebetulnya, terlepas dari insiden di atas, penumpang yang duduk di sini memiliki beberapa keuntungan, salah satunya legroom sangat luas dibanding kursi lainnya di kelas ekonomi.

Itu tadi pelajaran pertama, peran kru kabin dalam mengawasi anak-anak dan prosedur penumpang yang duduk di seat row 11 dan 12.

Pelajaran kedua dalam insiden pesawat Airbus A320-200neo Citilink mendarat darurat di Palembang adalah rasa bosan. Selama pandemi Covid-19, maskapai memang tak menyediakan hiburan dalam penerbangan, terlebih pada Citilink yang merupakan low cost carrier (LCC), sehingga memang tidak ada In-Flight Entertainment (IFE). 

Sepanjang perjalanan dari Cengkareng-Batam, sudah pasti anak-anak diliputi rasa bosan dan sangat mungkin menjadi iseng untuk melakukan sesuatu, hingga akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Maka dari itu, seharusnya kru kabin dan orang tua menyadari hal itu dan melakukan langkah-langkah pencegahan.

Baca juga: Airbus Tunjukkan Cara Maskapai ‘Curi’ Ruang Kaki Luas Dekat Pintu Darurat

Khusus untuk kru kabin, bukankah mereka sudah memperhatikan satu per satu penumpang saat di pintu masuk, semata untuk menandai mana penumpang yang mesti diberi perhatian lebih?

Pelajaran ketiga ialah berkenaan dengan penumpang. Dalam penerbangan, penumpang memiliki peran yang sama dengan kru kabin dalam mengawasi sesama penumpang. Bila itu terjadi, seharusnya penumpang lain bisa mencegah anak-anak tadi melepas penutup pelindung tuas pintu darurat atau cover handle emergency exit.