Tekan Emisi Karbon, Airbus Luncurkan Pesawat Demonstrator dengan Sayap Canggih

Airbus belum lama ini meluncurkan pesawat demonstrator berbasis jet bisnis Cessna Citation VII dengan extra-performing wing. Ini dilakukan sebagai upaya perusahaan dalam dekarbonisasi atau menekan emisi karbon, selain juga membuat pesawat melaju lebih cepat berkat optimalisasi aerodinamika.

Baca juga: Sebelum A380 Lahir, Ternyata Airbus Sempat Mau Bikin Pesawat Ini untuk Lawan Boeing 747

“Demonstrator sayap berkinerja ekstra dari Airbus adalah contoh lain dari solusi berorientasi teknologi baru Airbus untuk menghilangkan karbon di sektor penerbangan,” kata Sabine Klauke, Chief Technical Officer Airbus, dalam keterangan resminya kepada KabarPenumpang.com.

“Airbus terus menyelidiki solusi paralel dan pelengkap seperti infrastruktur, operasi penerbangan, dan struktur pesawat. Dengan demonstran ini, kami akan membuat langkah signifikan dalam teknologi kontrol aktif melalui penelitian dan pengujian terapan dari berbagai teknologi yang terinspirasi oleh biomimicry,” lanjutnya.

Menekan emisi karbon dan meningkatkan kecepatan pesawat melalui pesawat dengan extra-performing wing atau sayap canggih ekstra panjang tentu bukan isapan jempol. Secara naluriah, teknologi extra-performing wing dalam menekan emisi karbon melalui efisiensi bahan bakar dalam penerbangan sudah tersedia di alam dan Airbus memanfaatkan itu melalui biomimicry.

Biomimicry sendiri adalah praktik menyadur desain atau teknologi apapun yang ditemukan di alam untuk mendukung kemajuan teknologi manusia.

Dalam proyek pesawat demonstrator extra-performing wing ini, Airbus meniru bagaimana elang terbang serta perbandingan badan dan sayapnya, serta bentang sayap itu sendiri. Semua biomimicry itu diaplikasikan dengan baik di pesawat tersebut.

Agar data-data yang didapat lebih akurat, pesawat akan diuji coba dengan dibekali berbagai teknologi sensor di sayap, didukung berbagai teknologi lain seperti semi-aeroelastic hinge, multifunctional trailing edges, dan lainnya.

Pada akhirnya, data-data yang berhasil dihimpun sensor dkk itulah yang akan membuktikan apakah pesawat demonstrator extra-performing wing betul mampu mengurangi atau mengefisiensi bahan bakar dalam penerbangan atau dengan kata lain menekan emisi karbon.

Airbus sendiri bukan pertama kali melakukan upaya dekarbonisasi melalui pengembangan sayap dalam mengoptimalkan aerodinamika pesawat saat di udara.

Sebelum tahun 2000, Airbus pernah melakukan mengembangkan pesawat widebody P500 dengan konsep horizontal double bubble (HDB).

Pesawat Aurora Double-Bubble D8 diklaim akan membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat 37 persen atau menurunkan emisi karbon dioksida hingga 87 persen serta lebih senyap atau minim polusi suara dibanding pesawat jet pada umumnya.

Baca juga: Pesawat Flying-V KLM-TU Delft Sukses Terbang Perdana! Lebih Hemat 20 Persen Dibanding A350

Teknologi terbaru di bagian sayap Aurora D8 disebut mampu mengurangi hambatan pada badan pesawat sehingga membuat penerbangan jadi lebih efisien hingga 70 persen.

Selain itu, sayap terbaru itu juga membuat pesawat melaju lebih kencang mencapai kecepatan sekitar 936 km per jam atau Mach 0,74, didukung oleh mesin terbaru yang lebih kecil dan ringan dari Pratt & Whitney serta United Technologies. Pesawat juga disebut lebih senyap dari pesawat pada umumnya.

Jadi Ikon Pendaratan di Sungai Hudson, Dimanakah Airbus A320 N106US Saat ini?

15 Januari 2009 menjadi momen yang tidak bisa dilupakan oleh 155 penumpang Airbus A320-214 (nomer registrasi N106US) maskapai US Airways Flight 1549 tujuan Seattle-Tacoma International Airport. Sekitar tiga menit setelah US Airways Flight 1549 mengudara, pesawat ini menabrak sekawanan angsa Kanada yang berimbas pada matinya kedua mesin.

Baca juga: Satu Dasawarsa Pasca Kejadian, Survivor Tragedi “Miracle on the Hudson” Langsungkan Reuni

Beruntung, kejadian yang sampai diangkat ke layar lebar dengan judul “Sully” ini tidak memakan korban jiwa – sejumlah penumpang memang mengalami cidera ringan hingga parah. Sebenarnya, pesawat ini berada di dalam jarak aman untuk mendarat di Bandara Teterboro, New Jersey. Namun kala itu pilot Chesley “Sully” Sullenberger dan kopilot Jeffery Skiles lebih memilih untuk melakukan pendaratan darurat di Sungai Hudson, di sebelah Timur New York.

Bagi para pecinta aviasi, tentu yang menjadi pertanyaan, dimanakah pesawat Airbus A320-214 N106US saat ini? Mungkinkah pesawat itu berhasil diperbaiki dan terbang kembali, atau kah berakhir di tempat pembuangan. Mengutip dari simpleflying.com, rupanya setelah insiden pendaaratan di Sungai Hudson, pesawat tersebut ditarik dari sungai pada 17 Januari 2021 untuk keperluan investigasi.

(Foto: N970ah via Wikimedia Commons)

Persisnya pesawat dipindahkan ke Kearney, New Jersey, di mana analisis kecelakaan dilanjutkan. Lantaran puas atas bukti bahwa pesawat memang kehilangan tenaga mesin akibat bird strike, maka kegiatan selanjutnya adalah apa yang dilakukan pada badan pesawat tersebut.

Pada awal Januari 2010, Airbus A320-214 N106US disiapkan untuk dilelang secara online oleh perusahaan asuransi Chartis. Penjualan berlangsung tiga bulan di mana tidak ada penilaian yang diberikan. Pesawat itu pun tidak ada yang membeli, itu dapat dimengerti karena sifat kerusakan dan skala pesawat.

(Foto: RadioFan via Wikimedia Commons)

Namun, nasib Airbus A320-214 N106US tidak ditakdirkan untuk berakhir di tempat pembuangan. Pada 10 Juni 2011, pesawat itu disumbangkan ke Museum Penerbangan Carolina oleh American International Group (AIG). Menurut pejabat di museum, hadirnya pesawat itu akan menambah pemasukan bagi keuangan museum. Pengunjung Museum Penerbangan Carolina tidak hanya dapat melihat pesawat tetapi juga menyaksikan kesaksian penumpang dan mengetahui lebih banyak tentang kecelakaan dramatis itu.

Baca juga: Kapten Sully Kritik Habis Boeing 737 MAX, Crew Alerting System dan Sensor Ketiga AoA Jadi Sorotan

Sayangnya, saat ini Museum Penerbangan Carolina ditutup sementara untuk mencari hanggar baru untuk menampung koleksinya. Selama dua setengah tahun, Airbus A320-214 N106US akan ditutup untuk dilihat oleh publik hingga lokasi baru dapat ditemukan dan dibuka kembali rencananya pada tahun 2022.























Dirumahkan, Pramugara ini Sukses Cuan Besar dari Bisnis ‘Dapur Hantu’

Terkena PHK sementara atau cuti tanpa dibayar tak menyulutkan semangat hidup pramugara berusia 27 tahun, Nicholas Alston. Alih-alih depresi karena meratapi kehilangan pekerjaan, ia justru bangkit sukses berbisnis kuliner dengan brand Clutch Handheld Breakfast.

Baca juga: Lika-liku Pramugari Terdampak Covid-19, Banting Setir Jadi Perawat dan Pilot

Sejatinya, pramugara dari maskapai yang tak disebutkan dengan gamblang itu baru bekerja setahun. Sebelum bergabung menjadi pramugara, ia sudah bergelut di bidang kuliner dengan menjadi manajer di sebuah food truck yang menjual penganan Jerman. Ketika itu, ia hanya dibayar sebesar US$15 per jam.

Namun, di tengah perjalanan, ia diperkenalkan dengan profesi pramugari/pramugara. Ia mengaku diceritakan betapa nikmatnya jadi kru pesawat, gaji besar mencapai US$45 per jam, bonus, waktu fleksibel, dan bisa keliling dunia gratis, bahkan dibayar.

Setelah meriset, ia akhirnya mengirim lamaran ke enam maskapai di Amerika Serikat (AS) dan berhasil mencapai tahap selanjutnya di dua maskapai. Ia akhirnya diterima di salah satu maskapai dan menjalani pelatihan selama delapan pekan sebelum menjalani debut penerbangan pertama pada tahun 2019.

Di awal-awal, ia mendapat gaji sebesar US$35 per jam dan berharap bisa mencicipi gaji sebesar US$69 per jam seiring berjalannya waktu. Selama bekerja sebagai pramugara, ia berhasil mencatat 100-120 jam terbang per bulan, tergolong tinggi dibanding rata-rata penerbangan paling minim sekitar 65 jam per bulan.

Sebelum terkena PHK sementara pada November 2020, Alston sebetulnya sudah berminat untuk nyambi bisnis kuliner di pertengahan tahun. Saat itu, ia sudah mempunyai modal sekitar US$28.000. Tetapi, ia sadar bahwa itu masih belum cukup untuk memulai bisnis kuliner berupa food truck. Alhasil, ia terus fokus menjadi pramugara.

Namun, setelah terkenal PHK, ia mau tak mau banting setir ke dunia bisnis. Karena modal berbisnis kuliner berbasis food truck tidak cukup, ia akhirnya membuka apa yang disebut sebagai dapur hantu.

Dilansir CNBC International, dapur hantu ini sebutan untuk sejenis dapur sekaligus toko yang disewa Alston untuk menjalankan bisnis kulinernya dengan brand Clutch Handheld Breakfast. Disebut dapur hantu, sebab, pelanggan tak disediakan tempat untuk makan di tempat dan hanya boleh untuk take away.

Baca juga: Viral! Mantan Pilot Kerja Serabutan Jadi Tukang Antar Paket dan Kuli Bangunan Usai Dipecat

Selama delapan bulan setelah November, ia fokus di bisnis ini. Pendapatannya pun tergolong menggiurkan, mencapai US$760 per enam hari membuka restoran. Sayangnya, ia tak terlalu mau buka-bukaan soal pendapatan totalnya selama dirumahkan sampai ia kembali terbang mulai Mei lalu.

Meski begitu, ie menyebut bisnis kulinernya saat ini belum begitu greget lantaran belum mencapai konsep yang diinginkannya. Karena itu, ia bertekad untuk tetap terus terbang sambil mengumpukan uang dan kelak membeli trailer untuk membuka food truck Clutch Handheld Breakfast.

Promosikan Budaya Jepang, Bento Jadi Pilihan Kuliner di Stasiun Paris

Siapa yang tak kenal makanan kotak Jepang yang disebut dengan bento? Biasanya di Jepang sendiri, makanan bento menjadi pilihan para penumpang kereta cepat Shinkansen.

Baca juga: Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makanan

Dikenal banyak orang di dunia, makanan bento akan memperluas jangkauannya di Eropa, tepatnya di Stasiun Paris pada November mendatang. Makanan bento tersebut terdiri dari hidangan ayam yang dibumbui dengan nasi. Makanan bento tersebut akan dihidangkan oleh Hanazen yang merupakan perusahaan dan berbasis di prefektur Akita, Jepang timur laut.

Perusahaan tersebut mengatakan akan mulai menjual makanan bento yang juga menghadirkan makanan lokal lainnya seperti mie atau udon dan acar lobak asap di Stasiun Gare de Lyon yang adalah salah satu stasiun terbesar di Perancis dengan 160 juta pengguna tahunan. Perusahaan menyebutkan kotak ekiben akan dijual di toko pop-up di stasiun hingga April tahun depan.

Penjualan makanan bento dari Hanazen sendiri karena kerja samanya telah disetujui oleh perusahaan kereta api nasional Prancis. Selain itu, makanan bento dijual di Perancis sebenarnya adalah bagian dari upaya untuk mempromosikan budaya makanan Jepang.

Nantinya tak hanya makanan bento, udon dan acar, tetapi Hanazen juga memiliki rencana menjual daifuku yang merupakan kue beras bulat lembut berisi pasta kacang manis serta sake Jepang.

Baca juga: Sambut New Normal, Maskapai Bakal Kurangi Penggunaan Troli dan Sajikan Makanan dalam Kotak ‘Bento’

“Jika budaya ekiben menyebar, orang mungkin ingin datang ke Prefektur Akita dan makan di sana,” kata kepala Hanazen Shuichi Yagihashi, yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman kyodonews.net (20/9/2021).

Untuk diketahui, Hanazen memiliki anak perusahaan di Perancis dan sudah membuka outlet di Paris 2019 lalu.

Turun Harga, Tarif Rapid Test Antigen PT KAI Hanya Rp45 Ribu! Ini Daftar Stasiun yang Melayaninya

Mulai besok, Jum’at, 24 September 2021, tarif rapid test antigen PT KAI turun menjadi Rp45.000 dari sebelumnya seharga Rp85.000. Tarif rapid test antigen seharga Rp45 ribu oleh PT KAI ini bisa dinikmati masyakarat setidaknya di 64 stasiun.

Baca juga: Terus Ditambah, Kini 11 Stasiun Kereta Jarak Jauh Layani Vaksinasi Gratis

Adapun daftar stasiun yang melayani pemeriksaan rapid test antigen PT KAI seharga Rp45 ribu di Jabodetabek ada di Stasiun Gambir, Pasar Senen, dan Bekasi saja.

Sisanya berada di luar Jabodetabek, mulai dari Cikampek, Karawang, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Brebes, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, Pekalongan, Cepu, dan Purwokerto.

Kemudian, Kroya, Kutoarjo, Kebumen, Sidareja, Gombong, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Klaten, Purwosari, Wates, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, Nganjuk, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, Jember, Ketapang, Banyuwangi, Rogojampi, Probolinggo, dan Kalisetail.

Di luar Pulau Jawa, PT KAI juga turut melayani tarif test antigen seharga Rp 45 ribu. Stasiun-stasiun yang melayaninya sendiri antara lain, Medan, Kisaran, Tanjung Balai, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Prabumulih, Muara Enim, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Martapura, Kotabumi, dan Baturaja.

“Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, dalam keterangan resmi yang diterima KabarPenumpang.com.

Hadirnya layanan rapid test antigen di stasiun seharga Rp45 ribu ini merupakan hasil Sinergi BUMN antara KAI dengan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo, Indofarma melalui anak usahanya yaitu Farmalab, serta pihak-pihak lainnya.

Perlu dicatat, layanan rapid test antigen PT KAI seharga Rp45 ribu hanya bisa dinikmati oleh para calon penumpang kereta. Sebab, untuk dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Turunnya tarif rapid test antigen PT KAI di stasiun menjadi Rp45 ribu tentu sangat membantu masyarakat, dalam hal ini calon penumpang kereta api jarak jauh dan bukan tidak mungkin ini akan mendorong lebih banyak masyarakat yang melakukan rapid test antigen di stasiun.

Sejak PT KAI melayani rapid test antigen pada tahun lalu, setidaknya sudah jutaan orang dilayani BUMN perkeretaapian ini.

“Sejak dibuka pada 21 Desember 2020 sampai dengan 21 September 2021, KAI telah melayani 1.043.582 peserta Rapid Test Antigen di Stasiun,” jelas Joni.

Sebelumnya, sesuai SE Kemenhub No 69 Th 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Pelanggan juga wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif test PCR maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan. Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan.

Baca juga: Ini Alasan Anak 12 Tahun Tak Diizinkan Naik Kereta Api Jarak Jauh

PT KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi Peduli Lindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas. Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.

Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Viral! Ruang Rahasia Pramugari di Pesawat Boeing 777, Tepat di Atas Penumpang

Belum lama ini, seorang wanita mengungkapkan ruang rahasia di pesawat Boeing 777-200LR yang dibelinya. Awalnya ia ingin merenovasi pesawat tersebut menjadi tempat rekreasi, entah itu spot foto ataupun wadah edukasi. Tetapi, saat menelusuri pesawat lebih dalam, ternyata ditemukan ruang tersembunyi tepat di atas kursi penumpang.

Baca juga: Pantas Banyak ‘Skandal,’ Ternyata Pramugari Punya ‘Ruang’ Tersembunyi Bak Hotel di Pesawat

Ruang tersebunyi itu biasanya digunakan pramugari dan pramugara untuk beristirahat sejenak di penerbangan jarak jauh. Selain itu, ada pula ruang serupa untuk pilot dan kopilot beristirahat.

“Anda benar-benar dapat melihat di sini perbedaannya tanpa kompartemen bagasi di atas kepala, ini jauh lebih lega (dibangin kabin penumpang di bawah),” kata Carla melalui laman Instagram dan TikToknya, Justaplanehouse.

“Saya suka bagian pesawat ini karena Anda benar-benar bisa mendapatkan gambaran tentang seberapa besar langit-langitnya,” tambahnya.

Dalam video viralnya itu, rangkaian ruang rahasia pramugari di pesawat jelas terlihat dari kabin penumpang. Warnanya oranye, memanjang dari belakang ke bagian depan pesawat.

Akan tetapi, di pesawat yang belum purna tugas, itu ditutup dengan komparatemen bagasi dan lainnya sehingga tidak terlihat penumpang dan tidak akan ada yang tahu bahwa di atas mereka ada ruang rahasia yang begitu besar tempat kru beristirahat.

@justaplanehouse

Cabin tour part 2! #PepsiApplePieChallenge #airplane #DontSpillChallenge #boeing777

♬ See You Again (Piano Arrangement) – Alexandre Pachabezian

Pintunya sendiri berada di tengah kabin. Di pesawat yang masih aktif, perlu akses khusus untuk menembus pintu tersebut, menaiki tangga dan sampai ke ruang tersembunyi tersebut.

Carla mengaku membeli pesawat Boeing 777-200LR bekas Etihad Airways itu lantaran ingin melestarikannya. Ia berencana menjadikan pesawat itu sebagai tempat rekreasi baru. Tetapi, tak disebutkan di negara dan wilayah mana pesawat itu berada.

@justaplanehouse

Reply to @sofie2oo6 Did you guys know this existed?! #foryourpage #777 #aviation

♬ Honeypie – JAWNY

Saat ini, setelah satu setengah tahun, pesawat tersebut masih dalam proses modifikasi. Carla tak bisa memastikan kapan itu akan selesai. Tetapi, ia menjanjikan pesawat akan lebih fresh dan siap menyambut wisatawan di masa mendatang.

Ruang rahasia atau ruang tersembunyi di pesawat, yang biasanya berada di pesawat berbadan lebar atau widebody, sebetulnya bukan informasi baru.

Sebelumnya, pada awal tahun 2020 lalu, seorang pramugara atau awak kabin bernama Blair, telah membuat netizen terkejut akibat sebuah postingan di laman Instagram milik Virgin Australia.

Pramugari keluar dari ruang rahasia melalui jalan pintas atau emergency hatch awak kabin. Foto: Twitter @jong_pj

Dalam video berdurasi singkat tersebut, tampak sang pramugara tengah berada di ruangan ‘asing’ di dalam sebuah pesawat dan berlagak seperti sedang mengintip dengan membuka sebuah tirai hitam yang menutupinya ruangan atau kamar tersebut. Sekilas, hampir tak ada bedanya dengan hotel kapsul.

Di video lainnya yang lebih lengkap, Blair tampak sedang menuju ke sebuah pintu yang hampir mirip seperti pintu toilet. Ketika ia membukannya, bukan toilet yang didapat, melainkan sebuah anak tangga untuk mengantarkan ke sebuah ruang rahasia.

Baca juga: Delapan Fitur Tersembunyi di Pesawat, Penumpang Wajib Tahu!

Ruang rahasia itu diketahui tepat berada di atas kursi kabin kelas ekonomi dan kelas bisnis pada bagian sebelah kiri. Ia tidak menjelaskan secara detail apakah ruang atau kamar tersembunyi itu tersedia di semua jenis pesawat.

Namun, pada video tersebut, ruang rahasia itu berada di pesawat Boeing 777-300ER yang notabene tergolong sebagai pesawat berbadan lebar atau widebody, dengan durasi terbang berkisar 7-15 jam lamanya. Jadi, wajar saja bila terdapat kamar tersembunyi seperti itu.

 

Mengenal Monumen Kenangan Hormat, Begini Sejarah Pembangunan dan Filosofi Bangunannya

Indonesia memiliki beberapa Monumen Kereta Api sebagai milestone perjalanan perkeretaapian negara. Salah satunya ialah Monumen Kenangan Hormat. Meski tak seperti monumen lain yang berhubungan langsung dengan perkeretaapian itu sendiri, tetapi Monumen Kenangan Hormat sarat makna, baik dari sejarah pendiriannya maupun filosofi bangunannya.

Baca juga: Mesin Perawatan Jalan VDM 800 GS Jadi Monumen di Cirebon

VP Public Relations KAI, Joni Martinus, menjabarkan, monumen yang berdiri tepat di depan pendopo Balai Besar Bandung (saat ini Kantor Pusat Bandung) ini awalnya merupakan Monumen Peringatan 50 Tahun perusahaan kereta api Negara, Staatssporwegen (SS) yang jatuh pada 6 April 1925.

Monumen beton yang dihias dua buah roda bersayap dari perunggu ini diresmikan pada 20 November 1926.

Setelah Kantor Pusat Bandung diambil alih oleh Pemerintah Indonesia dari tangan Jepang, Monumen Peringatan SS diubah. Melalui sayembara, POSHKA (Perkumpulan Olah raga dan Seni Hiburan Kereta Api) mengusulkan pembangunan Monumen Kenangan Hormat.

Alasannya sebagai bentuk persembahan bagi para pegawai yang telah gugur dalam menunaikan baktinya untuk nusa bangsa secara umum, dan kereta api pada khususnya.

Sebelum membahas lebih lanjut, ada yang runtutan yang hilang. Beberapa sumber mengungkapkan, Monumen Peringatan 50 Tahun SS sempat dihancurkan saat Jepang menginvasi Hindia Belanda pada Maret 1942-Agustus 1945. Itu sebab, monumen tersebut direvitalisasi sekaligus diubah filosofinya.

Monumen Kenangan Hormat diresmikan pada Jumat, 28 September 1962 bersamaan perayaan ulang tahun Djawatan Kereta Api (DKA) ke-17. Seremonial dibuka oleh Ir. Abu Prayitno selaku Kepala DKA yang dihadiri pula Gubernur Jawa Barat saat itu. Tak asal, monumen baru tersebut sarat akan makna.

Enam liang yang terdapat pada Monumen Kenangan Hormat menggambarkan adanya enam eksploitasi (Eksploitasi Timur, Tengah, Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara & Aceh) di Djawatan Kereta Api (DKA) yang keseluruhan ikut serta dalam menegakan Republik Indonesia.

Atap di atas tiang melukiskan Kantor Pusat Bandung memimpin setiap eksploitasi. Potret pejuang mengenangkan akan perjuangan tak kenal lelah mengahadapi serangan lawan meski hanya bersenjatakan bambu runcing sedangkan pemeriksa jalan kereta api melambangkan kewaspadaan. Lima buah anak tangga perlambang Pancasila.

Baca juga: Lokomotif Uap D1410, Kembali Beroperasi Jadi Kereta Wisata di Solo

Tulisan berwarna emas dengan warna dasar hitam di kanan-kiri monumen. Tulisan dikiri berbunyi: “Bunga Pudjaan …. Karena kematian adalah mati mulia …. Mati dalam menegakkan Negara. Engkaulah kirannja jang disebut orang: Bunga Pudjaan Bangsa” sedangkan tulisan di samping kanan berbunyi “Dipersembahkan kepada para Pahlawan DKA jang telah gugur untuk membela Nusa dan Bangsa”.

Saat ini. Monumen Kenangan Hormat masih kokoh berdiri di halaman Kantor Pusat Bandung. Monumen tersebut merupakan tanda penghormatan bagi perjuangan para pendahulu kita. Kini, saatnya kita melanjutkan tongkat estafet perjuangan yang telah dimulai para pendahulu kita, para pahlawan kita.

 

Inilah Tail Stand, Alat yang Bikin Pesawat Tidak ‘Duduk’ di Bandara

Penumpang pesawat yang tak menggunakan garbarata sudah pasti melihat pesawat seolah berdiri gagah. Akan tetapi, di beberapa pesawat dan di momen tertentu, pesawat tidak lagi gagah berdiri melainkan seolah ‘duduk’ atau terjungkal ke belakang lantaran kehilangan keseimbangan akibat pergerakan orang dan barang sebelum lepas landas maupun setelah lepas landas. Di sinilah alasan mengapa tail stand penting bagi pesawat.

Baca juga: Taildragger vs Tricycle Landing Gear: Ini Perbedaan-Persamaan dan Keunggulan-Kekurangannya

Belum lama ini, sebuah pesawat bernomor registrasi N78448 jenis Boeing 737-900 milik United Airlines terjungkal di area apron bandara Lewiston, Idaho, Amerika Serikat, pada Jumat, 17 September 2021.

Penyebabnya, apalagi kalau bukan tail stand yang tidak dipasang untuk menyeimbangkan pesawat. Di samping itu, saat penumpang di bagian depan meninggalkan pesawat, penumpang di bagian belakang masih bertahan dan membuat pesawat tak seimbang.

Insiden yang dialami United Airlines yang berangkat dari Los Angeles, AS, dan mendarat di Lewiston pada pukul 17.13 waktu setempat ini terjadi saat awak maskapai menurunkan penumpang dan petugas bandara melakukan bongkar muatan pesawat.

Pesawat dengan nomor penerbangan UA2509 itu kehilangan keseimbangan dan terjungkal ke belakang hingga ekor pesawat sampai menyentuh daratan atau dalam dunia penerbangan biasa disebut tail tipping.

Secara sederhana, dilihat dengan mata telanjang, kebutuhan pesawat terhadap tail stand memang begitu kental. Lihat saja, main landing gear atau roda pendaratan pesawat di bagian belakang bisa dibilang tepat berada di tengah badan pesawat.

Sedangkan nosewheel atau nose landing gear atau roda pendaratan bagian depan melengkapi main landing gear dan menyangga pesawat agar tak terjungkal ke depan.

Sederhananya, bila bagian depan pesawat saja disangga dengan roda, mengapa di bagian belakang tidak? Padahal, jarak antara main landing gear dengan ujung bagian belakang dan depan bisa dibilang sama atau paling tidak nyaris sama.

Karena itu, tak heran bila beberapa pesawat membutuhkan tail stand sebagai ‘pengganti’ landing gear untuk menyangga bagian belakang pesawat agar tak terjungkal ke belakang.

Dilansir Simple Flying, memang tak semua pesawat membutuhkan tail stand, entah itu yang berupa tiang lurus ataupun tripod, tiga kaki dengan satu tiang tegak lurus.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, paling tidak, pesawat yang membutuhkan tail stand hanya ada beberapa, seperti Boeing 737-900, Boeing 747 freighter atau kargo, MD-10 kargo, C172, dan lainnya. Beberapa pesawat kecil seperti ATR-42/72 series juga membutuhkan itu. Tail stand ada yang dedicated di pesawat dan ada juga yang tidak.

Baca juga: Mengapa Beberapa Bandara Berlakukan Jam Malam Penerbangan? Ini Jawabannya

Saat bongkar muat, sebelum maupun sesudah terbang, keputusan pesawat menggunakan tail stand atau tidak dimiliki oleh maskapai selaku operator dan petugas ground handling sebagai penyedia jasa layanan bandara.

Meski pesawat terjungkal akibat tak memakai tail stand tidak menyebabkan kerusakan parah pada pesawat, namun, tetap saja, itu berbahaya dan biasa mencederai penumpang maupun petugas serta tentu saja menunda penerbangan atau paling tidak aktivitas di bandara.

 

Airbus Tampilkan Desain Taksi Drone CityAirbus Next Generation, Lebih Canggih dan Tidak Berisik

Setelah prototipe CityAirbus sukses terbang perdana pada 3 Mei 2019, kini Airbus Helicopters diwartakan telah mengembangakn desain taksi drone lanjutan yang lebih canggih. Diberi label CityAirbus Next Generation (NextGen), wahana yang digadang sebagai Urban Air Mobility (UAM) ini hadir dengan teknologi yang sepenuhnya bertenaga listrik, dilengkapi sayap tetap, ekor berbentuk V, dan delapan baling-baling sebagai bagian dari sistem propulsi terdistribusi yang unik.

Baca juga: CityAirbus, Prototipe Taksi Drone Lansiran Airbus, Mengudara di Akhir Tahun Depan

Dikutip dari siaran pers Airbus, desain CityAirbus NG ditampilkan dalam #AirbusSummit pertama yang bertema “Pioneering Sustainable Aerospace.” Drone taksi ini dirancang untuk mengangkut hingga empat penumpang dalam penerbangan tanpa emisi.

“Kami sedang menciptakan pasar yang sama sekali baru dan secara berkelanjutan mengintegrasikan mobilitas udara perkotaan sambil menangani masalah lingkungan dan sosial. Airbus yakin bahwa tantangan sebenarnya adalah tentang integrasi perkotaan, penerimaan publik, dan manajemen lalu lintas udara otomatis, seperti halnya teknologi kendaraan dan model bisnis,” kata Bruno Even, CEO Airbus Helicopters.

CityAirbus generasi pertama.

CityAirbus sedang dikembangkan untuk terbang dengan jangkauan 80 km dan mampu mencapai kecepatan jelajah 120 km per jam, sehingga sangat cocok untuk operasi di kota-kota besar untuk berbagai misi.

Tingkat suara (Sound levels) menjadi faktor kunci untuk misi perkotaan; dan tingkat suara CityAirbus di bawah 65 dB(A) selama fly-over dan di bawah 70 dB(A) saat mendarat. Ini dioptimalkan untuk efisiensi hover dan cruise, sementara wahana ini tidak memerlukan permukaan yang bergerak atau bagian yang dimiringkan selama transisi.

CityAirbus NextGen memenuhi standar sertifikasi tertinggi (EASA SC-VTOL Enhanced Category). Dirancang dengan mempertimbangkan kesederhanaan, CityAirbus NextGen akan menawarkan kinerja ekonomi terbaik di kelasnya dalam pengoperasian dan dukungan terkait.

Baca juga: Taksi Drone Otonom EHang 216 Bakal Manjakan Pengunjung Kota Wisata Terpopuler di Guangdong

Kini CityAirbus NextGen sedang dalam fase desain terperinci dan penerbangan pertama prototipe direncanakan pada tahun 2023. “Kami telah belajar banyak dari kampanye uji coba dengan dua demonstran kami, CityAirbus dan Vahana”, kata Even. Ia menambahkan, CityAirbus NextGen menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia dengan arsitektur baru yang memberikan keseimbangan yang tepat antara melayang dan terbang ke depan. Prototipe ini membuka jalan untuk sertifikasi yang diharapkan sekitar tahun 2025.”






















Barcode Sertifikat Vaksin Corona RI Tak Terbaca di Arab Saudi, KJRI Jeddah: Nigeria Bisa Terbaca

Sistem pemindai atau scan barcode sertifikat vaksin Covid-19 Indonesia yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dilaporkan tak terbaca di bandara-bandara Arab Saudi. Menariknya, scan barcode sertifikat vaksin Covid-19 negara lain justru tak mengalami kendala apapun, salah satunya Nigeria.

Baca juga: Ini Beragam Masalah yang Dirasakan Pengguna Aplikasi PeduliLindungi

“Sertifikat vaksin Corona elektronik dari sejumlah negara sudah bisa terbaca, salah satunya Nigeria. Tentunya hal ini menjadi kendala besar dan akan menyulitkan jamaah umrah karena merupakan rangkaian dari protokol kesehatan yang ketat di Arab Saudi,” kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali dalam diskusi virtual ‘Apa Kabar Umrah Kita?’ yang digelar Amphuri, Selasa (21/9).

“Uji coba kami di lapangan, kami sudah mencoba beberapa kali membaca QR code sertifikat (yang dikeluarkan pemerintah Indonesia) belum bisa terbaca,” lanjutnya.

Tak cukup sampai di situ, permasalahan lain Indonesia dalam upaya memberangkat jemaah umrah atau mungkin haji juga datang dari vaksin itu sendiri.

Arab Saudi diketahui menerapkan standar protokol kesehatan yang sangat ketat. Bagi pengunjung yang datang dari luar negeri ke bandara-bandara di Arab Saudi, termasuk jamaah umrah dari Indonesia, jenis vaksin yang diakui tanpa syarat adalah Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Jhonson and Jhonson.

Sedangkan untuk dua vaksin Covid-19 asal Cina, Sinovac dan Sinopharm, yang notabene menjadi vaksin Covid-19 mayoritas yang disuntikkan ke masyakarat Indonesia, tetap diakui di Arab Saudi, dengan syarat harus mendapat booster dari empat vaksin asal Eropa dan AS tadi; Pfizer, Moderna, AstraZeneca, dan Jhonson and Jhonson.

Kendati pun booster sudah disuntikkan ke jamaah umrah dan sertifikat scan barcode sertifikat vaksin Covid-19 Indonesia di bandara-bandara Arab Saudi sudah bisa terbaca dengan baik, tetap saja, jamaah umrah belum bisa berangkat.

Sebab, Indonesia masih masuk dalam daftar negara yang masih ditangguhkan untuk mengirimkan jemaah umrah ke Saudi sampai hari ini. Hal itu tak lepas dari Edaran General Authority Civilization Aviation Nomor 4/43917 pada tanggal 2 Februari 2021 lalu belum dicabut Saudi.

Baca juga: Menteri Agama Tiadakan Haji, Garuda Indonesia ‘Paling Kecil’ Rugi Rp3,3 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI, Abdul Kadir menyampaikan barcode sertifikat vaksin COVID-19 Kemenkes RI dalam aplikasi PeduliLindungi untuk sementara masih berlaku di Indonesia.

Ke depannya, Kemenkes RI akan membuat program khusus untuk calon jamaah haji terkait vaksinasi dan menyelesaikan kendala ini.