Usai Kirim Foto Pertama dari Mars, Robot NASA Bakal Cetak Rekor Ini

Perlombaan mengeksploitasi Planet Merah Mars untuk mencari tanda-tanda kehidupan miliaran tahun lalu belakangan terus memanas. Setelah wahana antariksa Hope milik Uni Emirat Arab (UEA) tiba di Mars dan mengirimkan foto pertama pada Selasa (9/2), disusul wahana Tianwen-1 milik Cina yang juga tiba di Mars pada Rabu (10/2), kali ini giliran rover robotika NASA, Perseverance, tiba di Planet Mars Jumat (19/2) waktu Indonesia.

Baca juga: NASA Andalkan Roket Nuklir Kirim Manusia ke Mars di 2035

Berbeda dengan wahana antariksa UEA dan Cina yang baru memasuki orbit Planet Mars untuk pertama kalinya, rover Perseverance NASA sudah selangkah lebih maju, yaitu berhasil mendarat di permukaan Planet Mars, tepatnya di area kawah Jezero Crater yang disebut mengandung jejak kehidupan kuno.

Tak hanya itu, pasca mengirim foto pertama -sekalipun agak buram- helikopter yang turut dibawa rover Perseverance NASA, tak lama lagi disebut akan mencatatkan rekor sebagai kendaraan dengan baling-baling pertama di dunia yang mengudara di planet lain.

Seperti diketahui, helikopter mini Ingenuity seberat 1,8 kg ini disembunyikan dalam ‘perut’ Perseverance dan akan digunakan untuk misi observasi selama dua tahun bersama rover Perseverance.

Dilansir laman resmi NASA, rover terbesar dan tercanggih NASA ini tiba setelah menempuh jarak sejauh 472 juta kilometer dari Bumi selama 203 hari atau sekitar enam bulan lebih, sejak pertama kali diluncurkan pada 30 Juli 2020 dari Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Florida, AS.

“Pendaratan ini adalah salah satu momen penting bagi NASA, Amerika Serikat, dan eksplorasi ruang angkasa secara global – saat kita tahu kita berada di titik puncak penemuan dan mengasah pensil, bisa dikatakan, untuk menulis ulang buku teks,” kata pejabat Administrator NASA, Steve Jurczyk.

Perseverance sendiri menjadi rover kelima NASA yang mendarat dengan selamat di permukaan Mars. Selama sekitar dua tahun ke depan, rover Perseverance akan mengumpulkan data dan mencari tanda-tanda kehidupan kuno di kawah yang dulu merupakan sebuah danau pada 3,9 miliar tahun silam.

Karenanya, rover seberat satu ton lebih yang dilengkapi dengan tujuh instrumen sains utama serta kamera terbanyak yang pernah dikirim ke Mars itu, nantinya akan mengeruk dasar kawah Jezero Crater serta delta sungai untuk menyelidiki batuan dan sedimen dasar danau seluas 45 kilometer tersebut. Itu berguna untuk mengkarakterisasi geologi kawasan dan iklim masa lalu. Di masa lalu, keduanya disebut ilmuan pernah terisi air sebagai sumber kehidupan.

Baca juga: Gandeng Boeing, NASA Siap Luncurkan Penerbangan Orbital Nirawak Perdana

Selain misi penelitian di bidang geologi, rover tercanggih NASA Perseverance itu juga akan menjalankan misi berat astrobiologi, yaitu pencarian tanda-tanda kehidupan mikroba kuno. Andai misi ini berhasil dan rover itu bisa kembali ke Bumi membawa sampel bebatuan dan sedimen Planet Merah Mars, ilmuan dari NASA dan ESA (Badan Antariksa Eropa) akan sangat terbantu untuk mencari tanda-tanda kehidupan kuno di sana.

“Karena peristiwa menarik hari ini, sampel murni pertama dari lokasi yang didokumentasikan dengan cermat di planet lain (Mars) selangkah lebih dekat untuk dikembalikan ke Bumi,” kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi untuk sains di NASA.

IIMS Hybrid 2021 Resmi Dibuka, Gairahkan Kembali Dunia Otomotif Nasional

Hadirnya ajang otomotif pada awal 2021, diharapkan mampu menggairahkan industri otomotif di tengah pandemi. Indonesia International Motor Show (IIMS) 2021 digelar secara virtual pada 18-28 Februari, sebagai pre-event untuk IIMS Hybrid 2021 kerja sama antara Dyandra Promosindo dengan Shopee sebagai Official E-Commerce Partner.

Alasan Pembangunan Jaringan Kereta Masa Lalu: Ekonomi, Militer dan Pemerintahan

Apakah PT Kereta Api Indonesia atau KAI masa kini bisa sukses tanpa adanya sejarah? Sepertinya tidak, karena tidak akan ada masa kini bila tak ada masa lalu. Banyak hal yang diperdebatkan tentang kereta api Indonesia masa kini baik dari sejarahnya, stasiun tertua hingga bagaimana bisa menjadi mudah seperti saat ini.

Baca juga: Motif Profit, Jadi Makna Perubahan PJKA Menjadi PT KAI

Sebelumnya KabarPenumpang.com sudah menjabarkan sedikit banyak tentang PT KAI di masa lalu yang bernama PJKA kemudian menjadi Perumka hingga saat ini. Tjahjono Rahardjo, penulis sejarah kereta api mengatakan, kereta di Indonesia hadir dari masa kolonial Hindia Belanda.

Di mana rute pertama adalah Semarang menuju Surakarta kemudian Yogyakarata. Kemudian baru berlanjut dari Jakarta ke Bogor. Adanya jalur kereta ini awalnya karena kepentingan ekonomi serta militer.

Tjahjono mengatakan, adanya kepentingan ekonomi dan pelabuhan terdekat ada di Semarang maka, jalur dari Semarang menuju Yogyakarta ini dibangun. Selain itu jalur Jakarta menuju Bogor ada bukan hanya perekonomian saja melainkan juga urusan pemerintahan.

“Batavia yang kini bernama Jakarta adalah pusat pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Maka kereta api beroperasi selain mengangkut teh karena perkebunan teh dibogor, karena urusan pemerintahan juga,” ujar Tjahjono.

Dia menambahkan, saat itu di Stasiun Bogor dan di Gambir bahkan ada ruang khusus untuk Gubernur Jenderal sebelum berangkat menggunakan kereta api untuk urusan pemerintahan. Tjahjono mengatakan, di masa lalu, perjalanan kereta dalam seminggu memiliki dua kali perjalanan karena menyesuaikan keberangkatan kapal.

“Dulu belum ada pesawat, maka kereta berjalan mengikuti datangnya kapal dari Eropa. Kereta akan berhenti di Stasiun Tanjung Priok untuk mengangkut penumpang dan barang yang tiba,” jelasnya.

Baca juga: Sudah Berbenah Menjadi Nyaman, Tapi Masih Rindu dengan Kereta Api Masa Lalu?

Bahkan di masa lalu, kereta api itu sudah memiliki elektrifikasi dari Tanjung Priok – Jatinegara (1925) – Bogor (1930). Bisa dikatakan di masa lalu kereta listrik sudah ada dan menjadi cikal bakal kereta rel listrik masa kini.

Dijamin Betah di Pesawat, Begini Wajah Kabin Baru Airbus Lewat Airspace Program

Airbus belum lama ini merilis beberapa gambar yang menampilkan desain baru armada narrowbody mereka, dalam hal ini keluarga A320. Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat, desain kabin baru Airbus di keluarga pesawat A320 akan bisa dinikmati penumpang.

Baca juga: JetBlue Upgrade Desain Kabin Airbus A320, Tapi Penumpang Justru Merana

Desain kabin baru di bawah program Airspace ini nantinya bukan hanya menonjolkan keindahan kabin berkat permainan cahaya LED saja, melainkan juga mengusung setidaknya empat hal, kenyamanan, suasana, layanan, dan desain.

Sayangnya, avgeek di seluruh dunia masih harus bersabar. Airbus belum akan mengaplikasikan program Airspace di seluruh keluarga pesawat A320, melainkan hanya pesawat milik maskapai JetBlue sajalah yang akan dilengkapi itu terlebih dahulu.

Suasana di kabin baru Airbus di bawah program Airspace by Airbus, sangat nyaman dan ramah keluarga. Foto: Airbus

Dilihat dari laman resmi Airbus, saat ini wajah baru kabin pesawat Airbus sedang dalam tahap uji akhir. Pengujian dijadwalkan bakal dilaksanakan pada bulan ini, dengan fokus pengujian pada detail-detail yang lebih halus dan mengukur tingkat kebisingan di dalam kabin.

Meski pasca pengujian akhir itu masih ada kemungkinan beberapa perubahan, namun, perubahannya tentu tak akan terlalu signifikan. Itu berarti, gambaran kabin baru Airbus yang beredar saat ini kurang lebih sama dengan realisasi nanti. Satu hal yang pasti, perubahan apapun tidak akan meninggalkan DNA Airspace Airbus, yaitu kenyamanan (ruang relaksasi), suasana (ruang inspirasi), layanan (ruang keluarga), dan desain (ruang keindahan).

Masing-masing dari empat DNA tersebut mempunyai detail tersendiri. Suasana (Ambience), menampilkan kabin yang senyap, kaya pencahayaan, dan sambutan lampu LED yang menakjubkan saat memasuki pesawat. Kenyamanan (comfort), menawarkan ruang kabin dan jendela yang lebih besar, kompartemen bagasi yang terbesar di kelasnya, dan kursi fleksibel untuk jarak jauh.

Kabin baru A320. Foto: Airbus

Lanjut ke layanan (services), Airbus menawarkan smart space solution, kabin bersih (termasuk di toilet sekalipun), seemless connectivity and entertainment. Adapun ke desain (design), Airbus mengusung konsep desain berkelanjutan, desain berkualitas, dan desain ramah keluarga.

Di antara berbagai hal baru dalam empat DNA Airspace di atas, mungkin konsep pada layanan jadi salah satu yang menonjol, dalam hal ini terkait toilet. Bagaimana tidak, selain dibuat serba tanpa sentuh, toilet di pesawat keluarga A320 Airbus nantinya akan dilengkapi dengan fitur higienis, seperti blower pengharum ruangan, full musik, full permainan cahaya menawan, dan lapisan anti-mikroba.

Selain itu, pencahayaan di kabin utama juga cukup menarik. Permainan cahaya LED kaya warna di kabin akan memberikan pengalaman terbang baru, baik saat dalam kedaaan redup maupun terang.

Kabin baru Airbus A380. Foto: Airbus

Baca juga: Singapore Airlines Pamerkan Desain Interior Mewah di Airbus A380 Terbaru

Setelah tahap pengujian akhir dilalui, kabin baru ini akan dipasang di sekitar ke sekitar 130 pesawat A320 JetBlue. Maskapai dengan armada A320 terbesar ini bahkan akan menambah 15 pesawat lagi. Hanya saja, pesawat-pesawat baru tidak akan dilengkapi dengan kabin baru, melainkan hanya pada pesawat-pesawat lama dengan usia sekitar 16 tahun. Usai dirombak, pesawat tua JetBlue diperkirakan akan jadi lebih fresh seolah pesawat baru.

Selain diaplikasikan pada keluarga pesawat A320, pesawat-pesawat lainnya juga bakal mendapat sentuhan Airspace by Airbus, seperti pada keluarga pesawat A330, A350, A220, dan A380. Hanya saja, waktunya belum diketahui kapan. Biasanya, butuh empat tahun setelah resmi diluncurkan, seperti program Airspace A320 yang butuh empat tahun pasca diluncurkan pada 2017.

Kabar Baik, Boeing Uji Lapisan Anti Covid-19 di Pesawat! Bisa Digunakan di Industri Lain

Raksasa dirgantara dunia, Boeing, dikabarkan tengah menguji lapisan permukaan antimikroba. Bila pengujian ini berhasil, di masa mendatang, seluruh permukaan di pesawat, utamanya yang banyak diakses penumpang, seperti gagang pintu, seatbelt, pegangan kursi, gagang kompartemen bagasi, armrests, kursi, baki, dan lain sebagainya bisa dipastikan bebas bakteri dan virus apapun, termasuk virus Corona atau Covid-19.

Baca juga: Keren, Boeing Sebar Virus Hidup di Pesawat untuk Uji Efektivitas Disinfeksi, Hasilnya Mencengangkan!

Diberitakan sebelumnya, virus Corona menyebar dengan cepat, tak kenal tempat dan waktu. Selain itu, menurut penelitian, virus Cina (menukil perkataan Presiden AS Donald Trump) ini disebut dapat bertahan di udara selama 3 jam, 4 jam di bahan tembaga, 24 jam di bahan kardus, 2-4 hari di permukaan plastik dan stainless, serta 9 hari di permukaan logam dan kaca.

Celakanya, permukaan-permukaan tersebut sangat sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, mulai dari mata terbuka di pagi hari sampai kembali tertutup di malam hari. Tak terkecuali di dalam pesawat sekalipun.

Oleh karenanya, seperti dilansir aerospace-technology.com, pengujian yang terjalin berkat kerjasama dengan The University of Queensland, Australia, ini bertujuan untuk membasmi mikroba dan virus apapun -termasuk Covid-19- dan mencegah penularan di titik-titik banyak kontak, seperti disebutkan di atas.

Selain ampuh mencegah penyebaran segala virus dan mikroba di pesawat, lapisan antimikroba hasil kerjasama keduanya juga bisa diaplikasikan di industri lain, seperti industri telekomunikasi dalam hal ini digunakan untuk membuat casing ponsel anti Covid-19, industri otomotif dalam hal ini di seluruh pemukaan mobil dan motor, hingga industri luar angkasa.

Disebutkan, untuk merealisasikan itu, keduanya juga tengah melakukan uji coba di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Sebelumnya, di bawah strategi “Confident Travel Initiative” Boeing massif mengembangkan instrumen-instrumen keselamatan di pesawat, dalam hal ini terkait penularan virus Corona. Inisiatif, yang didesain untuk mendorong kesadaran penumpang terhadap berbagai perlindungan kesehatan yang sudah ada dan menekan risiko kesehatan di setiap perjalanan udara ini, menghasilkan output positif.

Pada September tahun lalu, Boeing akhirnya berhasil menemukan alat disinfeksi baru yang dinilai jauh lebih efektif dan efisien berupa tongkat sanitasi portabel ultraviolet (UV) setelah melakukan pengembangan selama enam bulan.

Baca juga: “Confident Travel Initiative” Jadi Strategi Boeing Pastikan Penumpang Terbang Tanpa Ragu Selama dan Pasca Corona

Alat yang sudah mendapat lisensi atau hak paten itu akan diproduksi secara massal oleh Boeing dengan menggandeng Healthe Inc , perusahaan pengembang produk sanitasi UV berteknologi tinggi, untuk penggunaan lebih luas di masyarakat, seperti sekolah, rumah sakit, gedung perkantoran, dan lain sebagainya.

Sebulan kemudian, Boeing dilaporkan menyebar virus ke sebuah pesawat Boeing 737 sungguhan. Hal itu dilakukan untuk menguji efektivitas disinfeksi yang selama ini dilakukan pabrikan itu, mulai dari cairan disinfektan, electrostatic sprayers (penyemprot elektrostatis), antimicrobial coatings (lapisan antimikroba), dan tongkat ultraviolet Boeing. Hasilnya, seluruh teknologi disinfeksi tersebut terbukti efektif membasmi virus, tak terkecuali virus Corona.

Motif Profit, Jadi Makna Perubahan PJKA Menjadi PT KAI

Dalam rangka HUT ke 54 Tahun Perpenka, masyarakat diajak untuk kembali mengingat bagaimana sejarah perjalanan panjang kereta api hingga saat ini menyongsong masa depan. Edie Haryoto, mantan direksi 3 zaman kereta api mengatakan, pada masa PJKA hingga berubah menjadi PT KAI sebelumnya ada perumka.

Baca juga: Ternyata Kereta Api Indonesia Sudah Berganti Logo 3 Kali

Perubahan ini sendiri mengandung tujuan sebab pada masa PJKA. Dikatakan Edie, saat itu PJKA hanya memberikan penyediaan jasa serta pelayanan bagi masyarakat. Sehingga tidak ada tujuan untuk keuntungan, karena tarif ditentukan oleh pemerintah sehingga di masa itu ada pengurangan pegawai yang tadinya 72 ribu menjadi 42 ribu.

“Di masa PJKA, pengelolaan dilakukan oleh direktur utama PJKA yang disebut dengan Kaperjanka dan diangkat langsung oleh Presiden,” ujar Edie dalam webinar, Kamis (18/2/2021).

Ini membedakan antara masa Perum dan Persero yang mana pengelolaan dilakukan oleh direksi yang diangkat oleh Menteri. Selain itu masa PJKA, hanya ada empat direktur. Edie menjelaskan, masa PJKA pengadaan sarana dan prasarana diadakah oleh pemerintah melalui APBN.

Sehingga meski mengalami kerugian tetapi PJKA tidak memiliki hutang sama sekali. Kemudian ada bantuan dari bank dunia untuk menyusun sistem akuntansi baru yang mulai mengarahkan PJKA ke rencana komersialisasi. Bahkan saat itu, diminta langsung menjadi sebuah persero tetapi pemerintah menolak.

“Pemerintah tidak mau langsung ke persero, sehingga ada Perumka dan saat inilah dibuat undang–undang kereta api,” jelas Edi.

Masa kejayaan Perumka, dikatakan Edie yakni pada saat adanya kereta kelas eksekutif. Sehingga bisa diktakan adanya perbaikan lauanan yang signifikan dan disukai oleh masyarakat. Kemudian, ketika perubahan menjadi PT KAI, kebiasaan yang dulu di Perumka pun masih dilakukan. Namun seiring berjalannya waktu, mantan direktur keuangan PJKA tersebut mengatakan, semuanya menjadi mudah ketika PT KAI melakukan perubahan tiketing hingga administrasi.

Baca juga: KRL BN-Holec Pernah Beroperasi Sebagai “Prameks,” Ternyata Sering Bermasalah

“Di masa sekarang, PT KAI juga ikut dalam berbagai proyek infrastruktur pemerintah seperti kereta cepat dan lainnya. Sehingga pendulum bergeser ke arah komersial atau bisnis di mana stasiun bisa menjadi tempat untuk menghasilkan pendapatan. Selain itu juga mengarah ke privatisasi seperti juga negara lain,” tutur Edie.

Dianggap Terlalu Cantik Jadi Pengemudi Bus, Wanita Asal Inggris Tetap Pada Pendiriannya

Pekerjaan mengemudi tidak hanya dilakukan oleh pria, tetapi seorang wanita pun bisa melakukannya. Bahkan wanita sudah lazim bekerja sebagai pengemudi bus kota, seperti di TransJakarta. Tapi bagaimana jika wanita ini lebih cocok sebagai seorang model dibandingkan menjadi seorang pengemudi bus?

Baca juga: Viral, Begini Kisah Pilot Cantik Berhijab Calon Pilot di Amerika! Pernah Bilang Jokowi Begini

Nyatanya si Inggris Timur, seorang wanita berusia 24 tahun menjadi pengemudi bus penumpang. Wanita cantik itu bernama Jodie Leigh Fox yang berasal dari Brentwood, Essex, Inggris yang terus-menerus diberitahu bahwa dia terlalu cantik sebagai seorang pengemudi.

Meski begitu Jodie bersikeras bahwa dirinya mencintai pekerjaannya saat ini. Dia mengaku bekerja sebagai pengemudi bus karena tertarik saat dirinya berdiri di depan dekat dengan pengemudi saat masih remaja. Kemudian setelah tiga tahun dirinya memulai karir sebagai pengemudi dan meninggalkan pekerjaan lama sebagai pengasuh, dia sering kali menjadi pusat perhatian para penumpangnya.

“Saya mendapat begitu banyak komentar dari penumpang kebanyakan pria. Ketika pria naik bus, saya selalu mendapatkan reaksi yang sama yang cenderung ‘kamu sangat cantik’ atau ‘Saya belum pernah melihat sopir bus secantik ini dalam hidup saya,” kata Jodie yang dikutip KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (17/2/2021).

“Orang-orang mengatakan bahwa saya terlalu cantik untuk menjadi sopir bus, tetapi saya mendapat beberapa komentar baik dari wanita lain yang memuji saya dan kuku saya atau rambut dan riasan saya,” tambahnya.

Jodie mengaku penampilannya juga membuat sulit bergaul dengan sesama pengemudi. Dia juga mengatakan, bahwa usianya menjadi masalah, karena tidak ada pengemudi wanita yang seumuran dengan dirinya.

“Tidak ada perempuan yang sebaya denganku. Saya berteman dengan beberapa orang di garasi, tetapi biasanya saya hanya mendapatkan kartu tugas saya dan kemudian pergi untuk giliran kerja saya,” katanya.

Jodie mengatakan bahwa dia berharap dapat menantang citra stereotip tentang apa yang orang anggap sebagai sopir bus. Dia berencana untuk mengendarai bus hingga masa pensiunnya. Jodie menjelaskan, dirinya memenuhi syarat untuk mengemudikan bus, pelatih, dan bahkan limusin dan harus mengikuti ujian untuk tetap dalam performa terbaiknya.

“Ketika saya meninggalkan pekerjaan saya sebagai perawat, saya menyadari bahwa saya selalu tertarik untuk mengemudikan bus. Saya mencintai pekerjaan saya. Saya berharap untuk melakukan ini sampai saya pensiun! Saya selalu duduk di depan dekat pengemudi dan saya suka mengemudi, jadi saya mewujudkan impian itu,” jelasnya.

Baca juga: Bohong Liburan di Bali, YouTuber Cantik Ini Aslinya Hanya Ke Ikea

Jodie mengaku, dirinya menjalankan banyak tes untuk menjadi seorang pengemudi bus. Dia mengatakan hal tersebut tidak mudah seperti yang dibayangkan banyak orang, dirinya melakukan tes bahasa Inggris, matematika dan sekitar lima modul berbeda sebelum akhirnya mengerjakan teori. Saat ini pun Jodie telah berhasil membangun pengikut di TikTok saat dia berbagi realitas menjadi sopir bus.

Duh, Penumpang Pukul Pramugari dan Coba Buka Pintu Pesawat Saat di Udara! Memangnya Bisa?

Terjadi lagi dimana penumpang coba membuka pintu pesawat saat sedang terbang. Padahal, tindakan tersebut bukan hanya membahayakan dirinya, tetapi juga membahayakan penumpang lain dan pesawat itu sendiri.

Baca juga: Pernah Berpikir untuk Membuka Pintu Pesawat Saat di Udara? Mustahil!

Penumpang coba membuka pesawat dilaporkan terjadi pada penerbangan Delta Airlines belum lama ini. Seorang penumpang pria yang tak disebutkan dengan jelas identitasnya, disebut coba membuka pintu pesawat saat dalam perjalanan dari Atlanta ke Bandara Logan di Massachusetts pada Minggu (14/2).

Kesungguhannya dalam mencoba membuka pintu pesawat bukannya setengah-setengah, ia bahkan sampai memukul pramugari untuk memuluskan aksinya. “Saya melihat pramugari di kelas satu, sepertinya dia melompat mundur. Saya melihatnya telah dipukul,” kata seorang penumpang pesawat Delta Airlines, Mark French, seperti dikutip dari New York Post.

“Saya mengangkat kepala dan melepas headphone saya, dan dia berteriak,” Dia mencoba membuka pintu”.” tambahnya.

Setelah mendapat bantuan dari dua petugas lain, usaha penumpang yang beberapa kali berteriak “Biarkan aku keluar dari sini. Ini bukan rumahku” tersebut akhirnya berhasil diredam. Petugas menggunakan kain untuk mengikatnya di kursi.

Setelah pesawat mendarat, penumpang Delta Airlines itu pun dijemput kepolisian bagian Massachusetts untuk kemudian diserahkan ke FBI.

Tetapi, terlepas dari tindak pidana penumpang tersebut dengan memukul pramugari dan mencoba membuka penumpang, sebetulnya bisakah pintu pesawat dibuka dari dalam saat pesawat mengudara? Jawabannya, mustahil!

Dalam sebuah tulisan businessinsider.com, Kamis, (13/2/2020), sebuah pesawat saat mengudara, pada umumnya berada di ketinggian sekitar 3.600 – 10.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Banyak faktor yang mendasari mengapa pesawat berada di ketinggian tersebut, seperti menghindari kawanan burung (jenis tertentu bisa terbang maksimal di ketinggian 4.500 meter) hingga mengejar efisiensi bahan bakar. Pasalnya, semakin tinggi pesawat, semakin rendah tekanan udara di luar sehingga pesawat tak memerlukan tenaga ekstra untuk meluncur di airways.

Baca juga: Berakibat Fatal, Pintu Pesawat Terbuka (Lepas) Saat Mengudara

Terkait konteks membuka pintu darurat atau pintu utama, pada ketinggian tersebut (3.600 – 10.000 mdpl), pesawat mendapatkan tekanan besar dari luar, sekitar 10,8 ton. Sebaliknya, bila seseorang ingin membuka pintu pesawat saat di udara, baik secara sengaja maupun tidak, orang tersebut harus mempunyai kemampuan untuk mengangkat beban setara 10,8 ton tadi, barulah kemungkinan pintu pesawat dibuka saat di udara menjadi lebih besar.

Dengan begitu, kalaupun penumpang Delta Airlines yang coba membuka pintu pesawat saat mengudara dibiarkan, secara ilmiah, penumpang itu mustahil bisa melakoninya. Tentu, itu tergantung pada di ketinggian berapa pesawat berada. Bila itu dilakukan beberapa detik setelah pesawat lepas landas, tekanan dari luar mungkin tak terlalu besar sehingga memungkinkan oknum penumpang membukanya.

Gegara Sriwijaya Air SJ-182, Boeing Tuntut Maskapai Pantau Pilot Agar Tak Lakukan Kesalahan

Seolah tak mau terus disalahkan, Boeing diberitakan telah mengirim Buletin Teknis Operasi Penerbangan tertanggal 15 Februari atau Senin lalu ke pelanggannya di seluruh dunia. Buletin itu mengingatkan para pilot tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan mereka mempertahankan kendali atas pesawat.

Baca juga: Kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, Mungkinkah Akibat Pilot Kena Serangan Jantung?

Dari sisi maskapai, panduan teknis operasi penerbangan itu bertujuan agar maskapai memastikan pilot aktif, khususnya yang menerbangkan pesawat-pesawat Boeing, untuk memantau airplane state and flight path management guna mencegah adanya gangguan pada pesawat.

Meskipun dalam panduan atau buletin tersebut Boeing tak secara khusus menyebut sebagai tindak lanjut atas kecelakaan Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJ-182, tetap saja semua airlines menyadari hal itu. Bisa dibilang, ini merupakan peringatan keras yang ditujukan ke para pilot untuk mengidentifikasi masalah pada pesawat dengan benar agar bisa melakukan penanganan dengan tepat dan menghindari terjadinya kecelakaan, layaknya SJ-182 yang menewaskan 62 orang.

“Kehilangan kontrol dalam penerbangan tetap menjadi penyebab terbesar kecelakaan mematikan dalam penerbangan komersial,” kata dalam sebuah buletin tersebut, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) -sekalipun belum berupa hasil akhir karena CVR belum ditemukan- ada indikasi engine thrust antara mesin kiri dan kanan yang tidak seimbang. Dari data black box Flight Data Recorder (FDR) beberapa detik sebelum kecelakaan, throttle mesin sebelah kiri beberapa kali berkurang sedangkan tuas sebelah kanan tetap.

Posisi seperti ini bisa membuat pesawat miring atau berbelok tanpa kendali. Hal itu bisa saja terjadi karena pilot fokus menghindari awan berbahaya di depan sehingga perhatian terhadap throttle menjadi berkurang. Singkatnya, sekitar 30 detik sebelum kecelakaan, pesawat lepas kendali dan pilot tidak bisa mengidentifikasi itu.

“Boeing secara teratur berkomunikasi dengan pelanggan tentang bagaimana mereka dapat mengoperasikan pesawat mereka dengan aman dan percaya diri,” kata Boeing dalam sebuah penyataan.

“Dalam koordinasi yang erat dengan otoritas investigasi dan regulator, komunikasi terbaru ini memperkuat pentingnya materi panduan dan pelatihan di seluruh industri dan Boeing tentang pencegahan dan pemulihan gangguan pesawat,” tambahnya.

Penyebab hilangnya kontrol pilot pada pesawat menurut Boeing ada dua, malfungsi dan tindakan yang salah oleh pilot. Agar tak salah, pilot harus cermat dalam mendeteksi dini berbagai kondisi yang menyebabkan pesawat terganggu. Sistem kontrol penerbangan yang serba otomatis pada pesawat memang mengurangi beban kerja pilot, namun di sisi lain menuntut pilot dan co-pilot untuk aktif memantau sistem yang kompleks di kokpit.

Baca juga: Mengenal Istilah Pilot Error, Gagalnya Keputusan Pilot yang Berujung Kecelakaan

Dalam kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, sebetulnya masalah relatif terlalu kecil berkenaan dengan automatic throttle control atau auto throttle. Namun, karena tindakan pilot keliru, alhasil masalah dapat menjadi besar dan berujung pada kecelakaan.

“Masalah kecil seperti overbanking saat berbelok atau terbang lambat saat approach dapat berkembang menjadi perbedaan yang lebih besar dari flight path yang dimaksudkan dan menyebabkan kondisi pesawat terganggu dan berpotensi kehilangan kontrol,” jelas Boeing.

Lego Hadirkan Replika Stasiun Kereta Disneyland dan Bisa Digerakkan

Stasiun kereta Disneyland pernah mendapatkan perawatan dari Lego. Ini karena Lego merilis satu set mainan baru yang akan membuat pecinta Disney tergila-gila. Di mana replika kereta yang mengelilingi Disney World dan Disneyland bisa menjadi milik pecinta Disney.

Baca juga: Anda Rindu Disneyland? Ikuti Perjalanan Virtual Melalui “It’s a Small World”

Dilansir KabarPenumpang.com dari attractionsmagazine.com, Lego merilis set replika 2.925 buah stasiun kereta dan lokomotif Disneyland. Set replika ini bukan hanya mainan yang dipajang, melainkan bisa digerakkan dengan motor di trek. Set ini selain menampilkan lokomotif bermesin uap dengan gerbong empuk, gerbong penumpang, gerbong ruang tamu yang mewah, trek oval, bangunan stasiun bergaya Disneyland yang ikonik juga dilengkapi dengan minifigures Mickey Mouse, Minnie Mouse, Chip, Dale dan Goofy.

Set replika tersebut juga dilengkapi fungsionalitas yang dikontrol aplikasi sehingga Anda dapat menggunakan ponsel pintar atau tablet untuk menggerakkan kereta maju, mundur hingga membuat efek suara yang realistis. Untuk merangkai set replika kereta Disneyland, Anda bisa lebih mudah berkat kopling magnetnya Lego dan panel di gerbong ruang tamu terbuka. Sehingga Anda bisa melihat detail interior dengan meja, kursi berlengan, teko dan cangkir.

Sedangkan di dalam gedung stasiun, akan ditemukan perabotan dan detail rumit dari batu bata termasuk jendela tertutup, jam dinding, lampu langit-langit dan ruang menara dengan kejutan Lego kecil yang menyenangkan. Untuk diketahui, set ini untuk usia 12+ dan menampilkan total 2.925 buah.

Dengan lima minifigures, 16 buah lengkung dan 4 buah track lurus, lokomotif, tender, mobil penumpang, mobil ruang tamu dan gedung stasiun. Miniatur lokomotif ini memiliki spatbor merah besar, roda merah dengan batang penghubung yang berfungsi, cerobong asap besar dan kabin pengemudi.

Tender berisi Lego Powered Up Hub dan Lego Powered Up Train Motor, untuk efek kereta dan suara dapat dikontrol melalui perangkat pintar yang cukup disambungkan melalui Bluetooth dari aplikasi Lego Powered Up. Untuk menjalankannya juga dibutuhkan baterai. Uniknya gerbong kereta penumpang memiliki tempat duduk untuk minifigures Lego Disney.

Baca juga: Jangan Salah Naik! VW T2 Camper Van Ini Karya Desainer Lego dengan Perbandingan 1:1

Mainan kereta Lego Disney berukuran tinggi lebih dari empat inci, panjang 30 inci dan lebar tiga inci. Bangunan stasiun kereta Lego Disney berukuran tinggi lebih dari 15 inci, lebar 14 inci, dan kedalaman enam inci. Sedangkan diameter jalur rel oval berukuran panjang 37 inci dan lebar 27 inci.