Setelah Pilot, Seorang Pria Coba Ungkap Pramugari Misterius di Foto Jadul

Seorang pria di Ontario, Kanada, tak pernah berhenti untuk membunuh rasa penasarannya terhadap seorang pramugari misterius dalam sebuah foto. Sebab, pramugari yang mengenakan seragam maskapai Trans-Kanada, sampai saat ini, belum ada yang mengetahui identitasnya.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Dilansir toronto.ctvnews.ca, Lorne Jordan awalnya tak sengaja menemukan foto hitam putih yang diambil antara tahun 1947 dan 1952 itu di internet. Sadar bahwa foto itu akan sangat bermakna, terlebih kualitasnya juga tajam, pecinta penerbangan ini pun menyimpan foto tersebut.

Tak sekedar menyimpan, ia pun penasaran terhadap pramugari tersebut. Namun, setelah mencoba beberapa lama, ia tak kunjung menemukan apa yang ia cari.

“Saya tahu kekuatan foto. Ini adalah momen yang tidak akan pernah mereka lupakan. Mereka akan melihatnya di sana untuk selamanya,” kata Jordan.

“Saya ingin sekali mengetahui siapa dia. Saya telah mencoba, tetapi saya tidak kunjung mendapatkannya. Saya berharap anggota keluarga atau seseorang akan melihat fotonya dan menghubungi kami,” tambahnya. Ia pun berharap kelak akan ada keluarga yang menghubunginya untuk memperlihatkan foto itu.

Alih-alih mendapat kejelasan terkait identitas pramugari misterius tersebut, secara tak sengaja, Jordan justru malah mendapat identitas pria berkumis di samping pramugari yang diketahui sebagai pilot junior. Cerita terungkapnya identitas pilot dalam foto jadul tersebut dimulai saat Jordan kedatangan seorang pilot Air Canada, Brian Jones.

Pilot dan pramugari misterius. Foto: toronto.ctvnews.ca

Saat itu, Jordan tak tahu kalau Jones rupanya pernah menjadi pilot juga di maskapai Trans-Kanada. Karena itu, kedatangan Jones memang tak diharapkan bisa membantunya mengungkap identitas pilot di foto tersebut.

Namun, tak lama setelah masuk ke rumah Jordan, Jones langsung terkejut akan sebuah foto jadul hitam putih yang menampilkan pramugari dan pilot muda di kokpit. Sebab, Jones kenal dengan pilot tersebut. Ia pun memulai kembali cerita pertemuannya dengan pilot yang diketahui bernama Don McLean itu.

Jones pertama kali bertemu McLean pada tahun 1972. Saat itu, Jones merupakan pilot muda dan McLean sudah menjadi pilot senior. Mereka pernah terbang bersama. Selain itu, ia juga mengaku kenal dengan anak McLean, Laurence dan bersedia membantu Jordan untuk mempertemukannya.

Sebelum dipertemukan, Jones memberikan nomor kontak Laurence yang berprofesi sebagai pilot Air Canada. Tak sabar, Jordan pun menelepon Laurence. Setelah diceritakan dan diperlihatkan, betapa terkejutnya Laurence dengan foto tersebut. Awalnya, Jordan nampak biasa saja, tak ikut terkejut.

Akan tetapi, setelah diceritakan bahwa Laurence belum sekalipun bertemu dan melihat wujud ayahnya -sekalipun di foto- barulah ia ikut terkejut dan sadar bahwa prediksinya (foto itu akan sangat bermakna) tepat. Laurence menyebut, ia ditinggal mendiang ayahnya saat masih dalam kandungan akibat sakit leukimia pada tahun 1996.

Baca juga: Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap

“Saya seperti disambar petir. Saya bahkan tidak bisa bereaksi. Senang sekali bisa berbicara dengan (Laurence) di telepon dan mendengar emosi dari suaranya dan betapa bahagianya dia,” ujar Jordan

“Ini benar-benar jepretan ikonik. Saya mengatakan kepadanya, ‘Ya Tuhan, ayahmu adalah pria yang sangat tampan. Pertama kali saya melihat foto itu, saya pikir dia tampak seperti bintang film,'” pungkasnya.

Sepi Penumpang di Masa Pandemi, Bandara Kertajati Sewakan Area untuk Foto Prewedding

Bandara Kertajati di Majalengka bagaimana kabarnya di masa pandemi ini ya? Pertanyaan ini sepertinya patut untuk ditanyakan, karena bandara besar seperti Soekarno-Hatta pun masih terlihat sepi dan belum seramai sebelum pandemi.

Baca juga: Trayek Tak Tutup, Pengusaha Transportasi di Bandara Kertajati Hanya Merugi

Penasaran bagaimana keadaannya? Ternyata, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau Bandara Kertajati ini super sepi penumpang dan karena hal ini, pengelola sampai melakukan penghematan. Salah satunya adalah mematikan pendingin udara dan lampu saat operasional penerbangan berhenti atau jam operasional berkurang.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata dengan penghematan mematikan listrik dan pendingin udara, bisa menekan biaya hingga Rp700 juta. Nah, bukan hanya itu, Bandara Kertajati juga kini membuka fasilitas untuk siapa saja yang ingin melaksanakan foto prewedding, foto keluarga maupun lainnya.

Program komersial ini dilakukan karena selama pandemi Covid-19 tidak ada aktivitas di bandara yang letaknya di Majalengkan tersebut. Vice President Corporate Secretary Public Comunication PT BIJB, Handika Suryo Syaiful, mengatakan, pihaknya juga gencar pada bisnis lain selain penerbangan.

Dia mengaku sampai saat ini bandara tetap beroperasi dan jadwal penerbangan masih tersedia serta tiket keberangkatan dari Bandara Kertajati pun masih terjual. Menurut Handika, pihaknya gencar pada binsis lain karena beberapa tempat di bandara cukup Instagramable untuk foto ataupun video.

“Selama ini kan ada beberapa bandara suka dipakai tempat foto syuting film atau iklan. Nah kami sedang gencarkan lagi layanan komersialnya. Ini sudah berjalan sejak dulu di BIJB. Untuk spot foto berada di public area bandara sehingga tetap memperhatikan sisi safety dan security bandara serta sesuai dengan prosedur yang berlaku,” kata Handika.

Dia menyebutkan layanan komersial ini sudah ada sejak 2018 dan untuk tarif yang dikenakan pada foto prewedding dan syuting mulai dari Rp500 ribu dan ini relatif murah. Handika menambahkan, pihaknya tak menutup kemungkinan sejumlah area komersial di Bandara Kertajati menjadi tempat syuting film.

“Tentu pengajuannya harus dari jauh hari agar kami siapkan alur spot pengambilan gambarnya sesuai permintaan. Kecuali di daerah keamanan terbatas seperti landasan pacu menara ATC itu tidak boleh,” ujar dia.

Handika menyebutkan, sejumlah spot unggulan yang bisa di jadikan tempat pengambilan foto dan video di BIJB Kertajati Majalengka, antara lain area sky net bangunan depan, pengguna bisa mengambil foto dengan latar tulisan Bandara Internasional Kertajati Majalengka. Spot lain yakni di dalam gedung bandara lantai 3. Terdapat dinding dengan latar batik mega mendung hingga ukiran daun jati.

“Spot lain juga bisa menara ATC tapi dari kejauhan dan hanya jadi latar karena menara berada di kawasan terbatas. Jadi terkait foto yang sempat ramai orang foto di salah satu bagian pesawat itu hanya latar saja dan memang bukan kawasan promosi,” katanya.

Tak hanya itu, pada libur panjang kemarin, Bandara Kertajati mengatakan belum banyak penumpang yang memilih ke Bandara padahal airline sudah membuka tiket. Bandara sendiri terus berupaya menjaga kinerja dengan berkoordinasi bersama para pelaku kargo, operator kargo dan travel umroh untuk menerbangkan kargo dan umroh.

Handika menyebutkan, mengenai investasi yang digelontorkan, sama seperti bandara lain pengembalian dana yang didapat dari APBD Jawa Barat dan APBN ini, tidak cepat karena dipengaruhi trafik pengunjung. Namun pihaknya tidak merinci besaran investasi tersebut. Sebagai informasi, Bandara Kertajati termasuk PSN (Program Strategis Nasional), sehingga dalam pembangunannya disokong oleh dana APBN dan APBD Provinsi Jawa Barat.

“Dalam kajian FS, Bandara Kertajati ini dengan catchment area dengan potensi 6,5 juta penumpang dengan catatan jika tol Cisumdawu sudah beroperasi, sehingga jarak dari Bandara kota di sekitar bandara bisa ditempuh dengan waktu dibawah 90 menit,” sambung dia.

Selama masa pandemi dan sampai akhir tahun ini, PT BIJB telah menetapkan Business Continuity Management (BCM) di antaranya dengan efisiensi biaya operasi di bandara dengan dalam status WFH secara bergiliran. Saat ini juga pihaknya juga sedang melakukan finalisasi review masterplan untuk menyeleksi mitra atas pengembangan bisnis di bandara.

Baca juga: Bandara Kertajati Memulai Penerbangan Internasional dengan Keberangkatan Umroh

“Karena BIJB ditugaskan untuk mengelola bandara dan juga kawasan aerocity Kertajati, sambil menunggu kebangkitan jumlah penumpang, BIJB fokus pada pengembangan bisnis aerocity yang akan menjadi penopang kawasan rebana metropolitan. Ini sesuai dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan menjadi pendongkrak bangkitnya Bandara Kertajati,” jelasnya Handika.

Analis Bloomberg: Maskapai Utama Pakistan “PIA” Kemungkinan Besar Bangkrut

Seorang analis Bloomberg menyebut maskapai Pakistan International Airlines (PIA) kemungkinan besar akan bangkrut imbas hantaman pandemi virus Corona. Hal itu berdasarkan analisi menggunakan metode Z-score yang dikembangkan oleh Edward Altman pada 1960-an untuk memprediksi kebangkrutan, dengan mengacu pada data finansial perusahaan.

Baca juga: Bos Emirates Prediksi Akan Ada Lebih Banyak Maskapai Bangkrut di Akhir Tahun

Dilansir theprint.in, metode Z-score menggunakan lima variabel yang mengukur likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, leverage, dan kinerja keuangan terkini. Dari variabel tersebut kemudian akan muncul skor. Skor di bawah 1,8 menunjukkan bahaya kebangkrutan dalam dua tahun, sementara angka yang mendekati 3 menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi yang kuat secara finansial.

Meskipun sudah muncul sejak lebih dari setengah abad yang lalu, model penghitungan tersebut memiliki tingkat akurasi antara 80 – 90 persen dalam memprediksi kebangkrutan sebuah perusahaan.

Hanya saja, sejauh ini tak disebutkan dengan jelas berapa skor maskapai nasional Pakistan itu sesudah dianalisis dengan menggunakan Z-score. Terlepas dari skor, umumnya, maskapai-maskapai di dunia yang bertahan dari ancaman kebangkrutan, imbas dari anjloknya penerbangan global akibat pandemi Corona, mendapat suntikan dana segar dari pemerintah.

Sejauh ini, Pakistan dinilai sebagai salah satu negara yang tak memililki kemampuan akan hal itu. Padahal, Airline Passenger Experience Association (APEX) sudah sejak Maret lalu menyerukan pemerintah global, termasuk Pakistan, untuk membantu upaya penyelamatan industri penerbangan di tengah wabah virus corona atau COVID-19. Menurut asosiasi yang berdiri sejak 1979 tersebut, upaya penyelamatan maskapai dapat dicapai lewat kucuran dana senilai Rp3.805 triliun (kurs Rp 15.133).

Bak gayung bersambung, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) juga ikut menyerukan ke pemerintah di seluruh dunia agar memberikan paket stimulus lanjutan ke maskapai penerbangan. Setidaknya, di paruh kedua 2020 ini, maskapai membutuhkan sekitar US$77 miliar atau sekitar Rp1.133 triliun (kurs 14.700) uang tunai untuk membiayai operasional.

Menanggapi kabar kebangkrutan berdasarkan metode ilmiah, juru bicara PIA pun buka suara. Menurutnya, data yang disajikan, dimana nilai hutang PIA termaktub mencapai empat kali lipat dari total asset disebut kabur.

Sebab, hutang-hutang PIA yang akan jatuh tempo sudah direstrukturisasi oleh para kreditur dalam waktu cukup lama. Dengan demikian, maskapai relatif aman-aman saja dari ancaman kebangkrutan, tak seperti yang dianalisis oleh ahli dari Bloomberg.

Baca juga: Gawat, 1 dari 3 Pilot di Pakistan Pakai Lisensi Palsu!

PIA sejauh ini disebut memuncaki daftar maskapai di dunia yang bakal bangkrut dalam waktu dekat. Di bawahnya, ada beberapa maskapai dari Afrika dan Amerika Latin, seperti Medview Airlines (maskapai asal Nigeria), Precision Air Services (maskapai asal Tanzania), Grupo Aeromexico SAB, grup yang membawahi maskapai Aeroméxico (asal Meksiko), dan Gol Transportes Aéreos (Gol Linhas Aéreas) Inteligentes S.A, maskapai LCC asal Brazil.

Tak lupa, dua maskapai asal Asia juga masuk dalam daftar maskapai yang bakal bangkrut, yakni Thai Airways dan AirAsia.

Singapura Hadirkan Tur Virtual Untuk Mudahkan Pelancong

Tur virtual menjadi salah satu pilihan di masa pandemi Covid-19. Selain menjadi hal baru bagi banyak orang, tur virtual juga bisa mengajak pelancong mendatangi banyak area wisata yang belum sempat dikunjungi. Bahkan harga tur virtual lebih murah dibandingkan dengan langsung menyusuri sendiri.

Baca juga: Jepang Hadirkan Perjalanan Bus Virtual, Penumpang Rasakan Sensasi dari Tempat yang Dituju

Tetapi perbedaannya hanya tidak bisa langsung menikmati tempat tersebut dan hanya bisa melihat dari jauh melalui sebuah video. Dirangkum KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (25/10/2020), Singapore Tourism Board (STB) ingin mempromosikan lebih banyak pengalaman lokal seperti itu di luar negeri dan mendorong penyedia tur lokal untuk melakukan tur mereka secara online.

Pada Kamis lalu (22/10/2020), STB dan Airbnb menandatangani nota kesepahaman dua tahun untuk mempromosikan tur dan pengalaman lokal di platform Airbnb. Tur yang sudah ada di platform online, seperti TourHQ dan Pengalaman Online Airbnb, mencakup elemen di tempat seperti walkabout yang disiarkan langsung atau demonstrasi memasak, sementara yang lain terdiri dari segmen yang direkam sebelumnya, dengan tuan rumah di rumah atau kantor mereka sendiri sambil melibatkan peserta.

P.S.Yeo salah satu dari beberapa di sini yang telah melakukan tur dan pengalaman mereka secara online, dalam upaya untuk terus menjadi tuan rumah para pelancong sementara global tetap menjadi tantangan karena pembatasan perbatasan yang timbul dari Covid-19. Yeo, yang memiliki dan mengoperasikan Everyday Tour Company, memulai tur online Explore Crazy And Rich Singapore pada bulan Juli, dan mengatakan bahwa mayoritas pesertanya berasal dari luar negeri.

Turnya, yang berpusat di sekitar film Crazy Rich Asians tahun 2018 yang menonjolkan Singapura, bertujuan untuk membandingkan pengalaman hidup orang Singapura dengan yang digambarkan dalam film tersebut, dan telah menarik penonton dari seluruh dunia.

“Film itu sangat populer di Amerika Serikat, begitu banyak peserta tur datang dari sana, tetapi saya juga menerima pendaftaran dari Hong Kong, Taiwan, Jepang, dan Cina. Tur itu selalu dirancang untuk pasar luar negeri. Saya pikir film itu cara yang baik bagi saya untuk memperkenalkan Singapura kepada penonton ini,” kata Yeo.

Dia menampung antara 20 dan 60 peserta per minggu, tergantung pada jadwalnya dan apakah dia menerima pemesanan grup. Seperti Yeo, operator tur dan tuan rumah lainnya sedang menyesuaikan tur dan pengalaman mereka agar sesuai dengan penonton di luar negeri untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada orang asing tentang kehidupan Singapura.

Dhruv Shanker, seorang ekspatriat dari India, mengatakan kelas memasak virtualnya telah cukup populer di kalangan orang asing sehingga dia menjalankannya setiap hari pada pukul 06.00 pagi untuk melayani peserta dari belahan bumi barat, sebelum dia mulai bekerja di pagi hari sebagai konsultan pemasaran. Shanker, yang telah tinggal di Singapur selama hampir tujuh tahun, mengatakan sementara kelasnya saat ini fokus pada makanan India, dia juga menunjukkan daftar makanan jajanan yang harus dimakan dan makanan lezat Singapura yang harus dicoba oleh peserta di sini.

“Saat kami memasak, kami tidak hanya berbicara tentang makanan dan banyak yang ingin tahu tentang kehidupan di Singapura. Mereka bertanya kepada saya tentang sistem pendidikan, hukum, dan ketertiban. Ini cara yang bagus untuk mengetahui lebih banyak tentang negara tersebut. Terkadang , mereka bahkan bertanya-tanya tentang pemandangan dari balkon saya,” katanya.

Mantan koki, yang menjalankan blog makanan The Mad Onion Slicer sejak 2006, rata-rata memiliki sekitar 50 siswa per minggu, dengan sekitar 90 persen dari mereka mengikuti kelas dari luar negeri. Ketika dia menjalankan kelas fisik di apartemennya yang sebagian besar pada akhir pekan sore sebelum pandemi virus corona, sekitar setengah pesertanya adalah turis dari luar negeri.

Untuk operator tur Monster Day Tours, tur virtual dua minggu sekali ke utara yang dijuluki “Lembah Silikon Singapura” dan sebagian besar dihadiri oleh penduduk setempat tetapi ada juga beberapa peserta asing. Pendirinya, Suen Tat Yam mengatakan bahwa sekitar 80 persen dari peserta tur adalah penduduk Singapura, sedangkan 20 persen sisanya sebagian besar berasal dari bagian lain Asia.

Dia mengaitkan ini dengan waktu tur, yang berlangsung pukul 10.30 pagi pada hari Sabtu. Perusahaan bermaksud untuk menambahkan lebih banyak lokasi tur virtual, dan menjadikan tur semacam itu sebagai perlengkapan permanen dalam penawarannya.

“Ada beberapa orang yang tidak memiliki hak istimewa untuk bepergian, tetapi masih ingin menjelajahi tempat-tempat baru. Kami ingin agar tur juga dapat diakses oleh mereka,” kata Suen.

Vandana Om Kumar, pendiri TourHQ, sebuah platform yang menghubungkan pemandu dan pelancong di seluruh dunia, mengatakan bahwa tur virtual mungkin akan tetap ada.

“Ini ramah anggaran, dan membuat lokasi di luar negeri jauh lebih mudah diakses. Anda hanya dapat mengambil liburan sebanyak itu dalam setahun, tetapi dengan perjalanan virtual, wisatawan dapat dengan mudah menikmati 10 lokasi berbeda dalam waktu singkat,” katanya.

Kumar mengatakan tur virtual juga akan tetap populer di kalangan lansia yang mungkin menghadapi tantangan mobilitas saat bepergian. Tetapi masih harus dilihat apakah tur virtual akan menjadi pengubah permainan secara finansial, kata Ng Boon Gee, direktur senior pengembangan bisnis di Gardens by the Bay.

Baca juga: National Railway Museum di Inggris Buka Studio Virtual

Namun, dia mencatat bahwa tur virtual memiliki keuntungan tersendiri. Gee mengatakan, tur virtual telah membantu mereja memperluas jangkauan ke audiens baru yang mungkin tidak pernah berpikir untuk mengunjungi taman atau tidak dapat melakukannya karena pembatasan perjalanan saat ini. Pemandu dan operator tur di sini mengatakan tur virtual tidak akan mengkanibal kunjungan fisik di masa depan ke negara itu.

Sambut Perayaan Satu Abad, Qantas Layak Bangga Jadi Maskapai Teraman di Dunia

Tak lama lagi, maskapai tertua ketiga di dunia setelah KLM (didirikan Oktober 1919) dan Avianca (didirikan Desember 1919), Queensland and Northern Territory Aerial Services (Qantas) akan merayakan satu abad berdirinya perusahaan pada 16 November mendatang. Selain menjadi salah satu maskapai tertua di dunia, perusahaan penerbangan yang berbasis di Sydney, Australia, itu tentu harus berbangga diri menyandang status sebagai maskapai teraman di dunia.

Baca juga: Sejarah Panjang, 50 Tahun Boeing 747 Bersama Qantas

Dilansir Simple Flying dan beberapa sumber lainnya, status tersebut disandang Qantas bukan tanpa alasan. Pun sebaliknya, kebanggan Qantas atas label itu juga tak tiba-tiba datang. Terbang pertama kali sejak tahun 1921, Qantas memang nyaris tidak pernah mengalami kecelakaan fatal. Setidaknya setelah tahun 1951 sampai sekarang.

Sebelum 1951, pesawat Qantas tercatat mengalami delapan kecelakaan fatal. Itupun empat di antaranya berkenaan dengan Perang Dunia II (Kedua). Saat itu Qantas mengoperasikan pesawat untuk membantu pihak sekutu. Satu pesawat Qantas ditembak jatuh saat itu.

Kecelakaan pertama terjadi pada 7 April 1949. Saat itu, pesawat Avro Lancastrian VH-EAS jatuh dan terbakar saat menggelar latihan pendaratan darurat. Beruntung tak sampai memakan korban jiwa.

Di tahun 1951, pesawat Qantas jatuh di perairan lepas pantai Papua Nugini. Pilot beserta enam penumpangnya tewas saat itu. Pesawat de Havilland Australia DHA-3 Drover tersebut jatuh akibat kegagalan mesin. Itulah kecelakaan terakhir yang dialami oleh Qantas. Itu pun sebelum era pesawat jet modern. Setelah era pesawat jet, Qantas tidak pernah jatuh lagi, hanya ada beberapa insiden kecil saja.

Hal itu tentu berlawanan dengan KLM dan Avianca. Keduanya boleh saja berbangga diri selaku maskapai tertua pertama dan kedua di dunia yang masih beroperasi. Namun, keduanya pernah beberapa kali terlibat kecelakaan fatal.

Kecelakaan fatal KLM fllight 4805 bahkan digadang jadi kecelakaan pesawat terburuk di dunia sepanjang masa, dengan memakan korban hingga 583 jiwa. Demikian juga dengan Avianca, maskapai yang kini telah dinyatakan bangkrut itu pernah terlibat beberapa kecelakaan fatal. Yang termasyhur mungkin Avianca Airlines flight 203. Kala itu, pesawat Boeing 737 Avianca meledak tak lama setelah lepas landas dan menewaskan 107 orang.

Sekalipun perayaan satu abad atau 100 tahun Qantas dikacaukan dengan pandemi Corona, namun, maskapai tak mau melewatkan momen berharga ini begitu saja. Karenanya, maskapai berniat akan menerbangkan pesawat selama 100 menit di atas langit Sydney untuk menandai 100 tahun perusahaan berdiri.

Qantas pertama kali didirikan pada 16 November 1920 oleh tiga orang pensiunan Perang Dunia I. Tak heran, pesawat pertamanya, Avro 504 berkapasitas tiga orang termasuk pilot, merupakan biplane bekas Perang Dunia I. Di masa-masa awal berdiri, maskapai nasional Australia ini lebih banyak fokus mengantar surat atau kargo ketimbang mengantar penumpang.

Baca juga: Penerbangan ‘Tanpa Tujuan’ Qantas Diserbu Traveller, 10 Menit Ludes Terjual

Penumpang pertama Qantas baru datang pada tahun 1922. Saat itu, penumpang berusia 84 tahun itu minta diantar (maklum belum ada rute penerbangan reguler) ke Longreach ke Cloncurry, Queensland Tengah, Australia.

Selama beberapa tahun, Qantas hanya keliling Queensland sebelum akhirnya berkembang dan menjadi maskapai bergengsi di dunia. Tak heran, sejarah Qantas di Queensland dijadikan sebagai cerita rakyat yang terus dipropagandakan ke anak-anak sebagai pengetahuan umum terkait sumbangsih wilayah mereka (Queensland) terhadap Australia.

Berselisih Karena Tak Kenakan Masker, Penumpang Kereta Terkena Semprotan Merica

Masker menjadi salah satu barang penting dan wajib digunakan di mana pun berada. Bahkan bila tidak menggunakan masker di Indonesia akan dikenakan denda sebesar Rp250 ribu atau sanksi sosial.

Baca juga: Tegur Penumpang yang Tak Pakai Masker dengan Benar, Pria Tua ini Justru Kena Gigitan di Dada

Masker wajib digunakan untuk membantu mencegah penularan Covid-19 yang kini menjadi pandemi di seluruh dunia. Namun ada pengecualian bagi mereka yang memiliki penyakit tertentu, anak-anak dan lansia.

Nah, bagaimana bila seseorang tidak menggunakan masker dengan benar? Apakah salah bila menegur orang tersebut? Sepertinya tidak, dan menegur dengan sopan justru membantu orang tersebut agar tidak tertular virus corona baru ini.

Sayangnya pada 3 November kemarin, seorang penumpang kereta di Jepang matanya harus terluka karena menegur penumpang lain yang tidak menggunakan masker dengan benar. KabarPenumpang.com melansir dari laman tokyoreporter.com (4/11/2020), insiden ini terjadi di dalam kereta Tozai Line sekitar pukul 12:35 waktu setempat.

Di mana seorang pria menyemprotkan wajah penumpang kereta bawah tanah dengan semprotan merica. Awal insiden ini di mana penumpang yang menjadi korban tersebut melihat pelaku tidak menggunakan masker untuk menutup hidung dan mulutnya.

Ia berkata, “Pakai maskermu dengan benar”.

Kemudian, ketika keduanya turun dari kereta perselisihan terjadi. Keduanya menuju ke platform Hanzomon di Stasiun Kudanshinta Bangsal Chiyoda. Tiba-tiba pelaku menyemprotkan cairan tersebut ke wajah korban. Setelah pelaku melakukan hal itu, dia melarikan diri dari lokasi kejadian.

Polisi dari Kojimachi mengatakan, korban yang berusia 40-an tersebut dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan akibat luka ringan di matanya. Mereka mengatakan, pelaku berusia sekitar 30-an dan memiliki tinggi badan sekitar 165 cm.

Baca juga: Menolak Pakai Masker, Penumpang Kerera Cepat di Perancis Diusir dari Kereta

Mereka mengatakan, kasus ini diperlakukan sebagai penyebab cedera. Sebelumnya, di Belgia seorang pria paruh baya digigit oleh penumpang bus yang marah. Pria berusia 56 tahun tersebut digigit karena meminta penumpang lain di dalam bus tersebut untuk mengangkat masker dari dagu dan menggunakannya dengan benar.

Kena PHK, Mantan Pilot Malindo Air Rambah Bisnis Kuliner

Seorang pilot yang bekerja selama 20 tahun di tiga maskapai dengan jam terbang lebih dari 13 ribu terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK beberapa hari lalu. Meski begitu dirinya tak berpikir pendek dan langsung mengalihkan masalah itu dengan cara yang unik untuk mendapat penghasilan baru.

Baca juga: Demi Hidup di Masa Pandemi, Pilot Thai Airways Jadi Pengemudi Ojek Online

Kapten Azrin Mohamad Zawawi adalah pilot itu dan dia mengatakan pepatah ‘Jika ada kemauan, ada jalan’. Sebab setelah dirinya di PHK, Azrin memutuskan untuk menguji keterampilan kulinernya dalam gemerlap seragam pilot putih-hitam lengkap dengan tanda pangkat empat batang di pundaknya, topi, dasi dan celemek merah.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari nst.com.my (3/11/2020), Azrin membuka warung yang bernama Kapten Corner di Boom Town Cafe di USJ 11, Subang Jaya, Malaysia. Dia mengatakan meski terpukul keras dalam mengelola keuangan di kehidupannya, dirinya memutuskan untuk menggunakan keterampilan kuliner yang dipelajari setelah meninggalkan sekolah lebih dari dua dekade lalu.

“Daripada mengeluh tentang kehilangan pekerjaan dan menghadapi penderitaan yang tidak diinginkan, saya berkonsultasi dengan keluarga saya tentang bisnis kios, yang membutuhkan investasi yang dapat dikelola. Mereka semua mendukung dan inilah saya,” kata Azrin, yang akan berulang tahun ke-44 besok,” kata Azrin.

Ia menambahkan, ibu mertuanya, Rohime Abdul Rahman, adalah juru masak utama, sedangkan ia dan istrinya Latun Noralyani Meor Aminudin melengkapi dirinya dalam menjalankan warung tersebut. Bahkan, Azrin mengaku ayahnya, Mohamad Zawawi Ahmad, yang sangat mendukung idenya untuk mengelola warung sendiri.

“Ayah saya tahu betul bahwa tidak ada yang tahu seperti apa masa depan industri penerbangan akibat Covid-19. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia pesimis tentang situasi yang segera kembali normal dan kapan saya akan mengenakan seragam pilot saya lagi. Itulah mengapa saya memutuskan untuk mengenakan seragam lengkap saya untuk menjalankan bisnis warung saya yang menyajikan makanan lezat seperti kari mee, bihun sup, laksa utara dan rujak buah,” kata Azrin.

Bahkan sebelum dia menyadarinya, media sosial sudah ramai dengan kejenakaannya. Azrin mengungkapkan bahwa kiosnya hanya bisa mengumpulkan pendapatan kotor rata-rata RM1500 setiap hari, dibandingkan dengan perkiraan pendapatan pilot bulanan RM50 ribu.

“Tapi saya yakin bisnis akan meningkat dengan publisitas media sosial. Saya sangat ingin tetap bertahan karena biaya overhead saya sekitar RM30 ribu sebulan untuk memelihara rumah, mobil, sekolah pribadi anak-anak, pengeluaran pribadi, dan hal-hal tak terduga lainnya. Ini benar-benar peringatan untuk semua orang, termasuk saya dan keluarga saya. Saya tidak pernah menyangka skenario ini. Sebelumnya, kami mengalami pandemi SARS (sindrom pernafasan akut parah) yang hanya berlangsung satu tahun. Kami mengira Covid-19 akan sama, tapi tidak demikian,” kata Azrin.

Azrin termasuk di antara 2200 awak dan staf Malindo Air yang dilayani dengan surat pengunduran diri pada 30 Oktober. Begitu pula dengan puluhan ribu pilot di seluruh dunia yang telah di-PHK atau harus menerima pemotongan gaji yang besar dan hilangnya fasilitas.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Hidup, Dua Pilot Indonesia Alih Profesi Jadi Pedagang Mie Ayam dan Kopi Keliling

Azrin memulai karir terbangnya dengan MAS pada tahun 2000 sebagai co-pilot pertama di de Havilland Twin Otter, kemudian Fokker 50, Boeing B737-400 dan B777-200. Dia kemudian pindah ke Firefly pada tahun 2012 sebagai kapten di B737NG. Pada 2015, ia bergabung dengan Lion Air dan berbasis di Jakarta, Indonesia selama tiga tahun, sebelum terbang ke Malindo Air selama lima tahun enam bulan.

“Jabatan terakhir saya di Malindo sebagai pemeriksa rating tipe untuk B737NG,” ujarnya.

Kabar Baik dari Hasil Kajian Boeing: Industri Penerbangan Butuh 763.000 Pilot

Kabar baik untuk para pilot. Belum lama ini, Boeing merilis Pilot And Technician Outlook tahunan untuk 20 tahun ke depan. Hasilnya, diperkirakan industri penerbangan global membutuhkan 763.000 pilot baru.

Baca juga: Covid-19 Bikin Pilot Banyak Nganggur! Masihkah Jadi Profesi Idaman?

Dilansir Forbes, jumlah tersebut turun lima persen dari perkiraan tahun lalu. Hal itu tentu saja akibat pandemi virus Corona yang membuat banyak maskapai meng-grounded armada mereka. Seharunsya, grounded besar-besaran membuat jumlah kebutuhan pilot ke depan jauh lebih merosot dari sekedar turun lima persen.

Namun, dengan adanya pilot-pilot yang pensiun, ditambah proyeksi pertumbuhan armada global di masa mendatang, persentase penurunan kebutuhan pilot di masa mendatang tak terlalu anjlok ke titik terdalam.

Pada tahun 2018, Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037, naik dari angka yang ada saat ini dikisaran 4,5 miliar perjalanan penumpang. Dengan begitu, kebutuhan pilot di dunia akan tetap tinggi.

Akan tetapi, menurut beberapa kalangan, outlook Boeing akan kebutuhan pilot tersebut dinilai tidak relevan dengan kondisi yang ada. Kita tahu, saat ini teknologi otomatisasi sudah begitu marak. Bahkan, Airbus, melalui pesawat A350-1000, sudah beberapa kali menguji coba lepas landas, landing, dan taxi otomatis di 2020 ini. Meski demikian, paling tidak pesawat tetap harus dijaga oleh satu orang pilot dan sebaliknya menghapus keberadaan ko-pilot.

Bila proyek tersebut, baik oleh Airbus maupun oleh pihak-pihak lainnya, terus berjalan dan mencapai perkembangan signifikan, bukan tak mungkin kebutuhan pilot di 20 tahun mendatang akan turun dratis dari yang sudah diperkirakan Boeing. Disebutkan, menghapus satu ko-pilot dari 10 persen pertumbuhan pesawat di masa mendatang, sama dengan menghilangkan sekitar 50 ribu pilot baru.

Menurut Boeing, akan ada penambahan sekitar 48.400 pesawat pada tahun 2039. Dari sini, terbayang bukan, akan ada berapa banyak posisi pilot baru yang hilang. Di samping itu, terbanyang pula bukan, kaburnya relevansi Pilot And Technician Outlook Boeing untuk 20 tahun ke depan.

Celakanya, teknologi otomatisasi juga merambah banyak sektor di industri penerbangan, tak terbatas pada penerbangan komersial saja, seperti taksi udara, drone, dan lain sebagainya. Degan begitu, posisi pilot general aviation, seperti air taxi, parachute jumping, crop dusting (menyemprot tanaman), joy flight (jalan-jalan keliling) juga ikut terancam.

Baca juga: Tahun 2038: Dunia Butuh 804 Ribu Pilot Wanita

Lagi pula, berdasarkan statistik dari Bank Swiss UBS, seorang pilot diperkirakan mengendalikan penuh pesawat jet rata-rata hanya tujuh menit pada setiap penerbangan. Mereka juga mengklaim bahwa pesawat komersial dan kargo satu pilot dapat terwujud dalam lima tahun ke depan.

Salah satu bank ternama di dunia karena tingkat keamanannya yang tinggi tersebut juga mengklaim, sistem operasi satu pilot juga akan mengarah pada peluang penghematan biaya untuk industri pesawat komersial yang lebih besar, setidaknya $15 miliar atau sekitar Rp204 triliun, yang mencakup gaji pilot tahunan, pelatihan, bahan bakar, dan asuransi. Angka tersebut sudah pasti sangat menggiurkan, mengingat maskapai pada umumnya mengejar profit sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil mungkin.

Demi Bertahan Hidup, Singapore Airlines Bisnis Program Pelatihan SDM

Singapore Airlines (SIA) dikabarkan baru saja membentuk entitas bisnis baru bernama Singapore Airlines Academy atau Akademi Singapore Airlines. Akademi SIA bertujuan untuk membuat program pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi perusahaan jasa dan perhotelan untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka.

Baca juga: Dear Traveller, Singapore Airlines Geluti Tiga Bisnis Baru Loh! Ada Makan Siang Mewah di Pesawat A380

Meskipun menyebut bisnis program pelatihan SDM melalui Akademi Singapore Airlines lahir atas permintaan dari berbagai perusahaan dan organisasi, namun, perusahaan tak menampik bahwa pihaknya memutuskan membuka bisnis baru itu untuk mencari keuntungan tambahan, jika tak ingin disebut demi bertahan hidup.

“SIA menerima banyak permintaan dari organisasi yang ingin mengetahui bagaimana kami mencapai reputasi kami untuk layanan terdepan di industri dan keunggulan operasional, dan untuk lebih memahami bagaimana kami mencapai transformasi digital yang sukses,” kata SVP of Human Resources, Vanessa Ng said, seperti dikutip dari Simple Flying.

“Akademi Singapore Airlines juga merupakan langkah strategis untuk SIA Group, dan berpotensi menambah sumber pendapatan baru di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Akademi ini memanfaatkan pengalaman puluhan tahun yang telah dikumpulkan oleh pegawai SIA. Akademi ini memungkinkan penyesuaian paket pelatihan dalam memenuhi kebutuhan setiap perusahaan dan organisasi.

Akademi Singapore Airlines sendiri membagi program pelatihan SDM ke dalam dua kategori, yakni Service Excellence Programs dan Innovation and Digital Programs. Untuk program Service Excellence, Akademi Singapore Airlines menawarkan berbagai hal sesuai posisi masing-masing SDM.

Staf frontline atau supporting staff, misalnya, ditawarkan untuk pelatihan sepanjang hari, mencakup komunikasi yang efektif, perhatian, menangani pelanggan yang keras kepala, dan lain sebagainya. Tim leadership di program Service Excellence ini juga akan membina mereka melalui berbagai evaluasi dan pengembangan strategi layanan.

Sedangkan untuk Innovation and Digital Programs, pengembangan nilai-nilai fundamental dan membuat rencana tindakan yang mendorong inovasi dalam perusahaan akan menjadi fokus utamanya. Selain itu, Akademi Singapore Airlines juga menawarkan solusi untuk masalah khusus dari masing-masing perusahaan.

Baca juga: Dear ‘FA Wannabe,’ Thai Airways Bantu Wujudkan Mimpi Jadi Pramugari dengan Mahar Rp1,3 Jutaan

Seluruh pelatihan tersebut akan dilakukan secara daring oleh para ahli Singapore Airlines di berbagai bidang. Durasi program yang ditawarkan bervariasi. Namun, Akademi Singapore Ailrines juga menawarkan program pendampingan jangka panjang untuk membantu mencapai tujuan perusahaan.

“Fokus kami pada pengembangan sumber daya manusia dan investasi dalam pelatihan telah menjadi kunci untuk mencapai standar kelas dunia ini. Dengan senang hati, kami membagikan kompetensi kami melalui penawaran program pelatihan khusus kepada berbagai organisasi eksternal. Ini juga akan memungkinkan kami untuk berkontribusi pada tujuan nasional Singapura dalam pelatihan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja negara tersebut,” pungkas Vanessa Ng said.

Dianggap Rasis Karena Bebaskan Biaya Pengiriman Pada Restoran Milik Kelompok Kulit Hitam, Uber Eats Terima 8500 Tuntutan Arbitrase

Selama musim panas, Uber Eats dituduh telah melakukan diskriminasi setelah membebaskan biaya pengiriman untuk beberapa restoran milik kaum kulit hitam. Diketahui ada 8500 tuntutan arbitrase yang diterima perusahaan ini atas kebijakan tersebut.

Baca juga: Uber Eats, Serasa Tak Percaya Diri Masuk ke Pasar Indonesia

Juru bicara Uber mengatakan, pada bulan Juni kemarin, Uber mengumumkan akan membebaskan biaya pengiriman untuk restoran independen milik kaum kulit hitam. Ini dilakukan pihak Uber sebagai insentif bagi pelanggan yang telah memesan dari restoran tersebut.

KabarPenumpang.com melansir dari laman foxbusiness.com (1/11/2020), kebijakan ini dilakukan sebagai cara untuk mendukung komunitas kulit hitam setelah kasus pembunuhan George Floyd. CEO Uber, Dara Khosrowshasi mengumumkan kebijakan tersebut akan diperpanjang hingga akhir tahun 2020.

Karena kebijakan ini, para pemilik restoran lain yang di mana pelanggannya masih harus membayar biaya pengiriman, merasa tidak senang dan tidak adil. Apalagi satu dari 8500 klaim menuduh Uber Eats melanggan Unruh Civil Right Act yakni undang-undang California yang melarang adanya diskriminasi berdasarkan sejumlah faktor termasuk ras.

Tuduhan ini mengarah pada pengenaan biaya pengiriman diskriminatif berdasarkan ras pemilik restoran. Juru bicara Uber, Meghan Casserly mengatakan, perusahaan bermaksud untuk melanjutkan kebijakan tersebut.

“Kami bangga mendukung bisnis milik kaum kulit hitam dengan inisiatif ini, karena kami tahu mereka secara tidak proporsional terkena dampak krisis kesehatan. Kami mendengar dengan jelas dan jelas dari konsumen bahwa ini adalah fitur yang mereka inginkan dan kami akan terus menjadikannya sebagai prioritas,” kata Casserly.

Tak hanya tuntutan terkait ras pemilik restoran, ternyata Uber juga menghadapi masalah hukum lainnya. Di mana pada bulan lalu, pengadian banding California memutuskan Uber dan Lyft dengan mengatakan mereka harus mengklarifikasi ulang pengemudi mereka sebagai karyawan di negara bagian tersebut.

Baca juga: Iklan Sebut Pengemudi UberEats Bisa Hasilkan Rp1,4 Miliar Setahun, Tapi Kenyataan Berbeda

Namun, sebelum itu berlaku, orang California akan memberikan suara pada Proposition 22, tindakan yang didukung Uber dan Lyft yang akan mempertahankan pekerja pertunjukan sebagai kontraktor independen.