Di Tengah Isu Corona dan Cuti Tak Berbayar, Pejabat Malaysia ini Malah Terapkan Soal Kostum Syariah Bagi Pramugari

Di Tengah penyebaran virus corona yang berdampak ke berbagai industri penerbangan. Wakil Menteri Pengembangan Wanita dan Keluarga Malaysia YB Siti Zailah Mohd Yussof justru ingin menerapkan kebijakan pakaian untuk pramugari sesuai hukum syariah.

Baca juga: Setelah Gaji Senior Manajemen Dipotong, Kini Malaysia Airlines Minta 13 Ribu Karyawan Cuti Tak Dibayar

Namun hal tersebut kemudian seperti bertentangan dengan yang ada saat ini. Dimana 13 ribu staf Malaysia Airlines (MAS) harus cuti tanpa dibayar selama tiga bulan sejak bulan April 2020. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman msn.com (15/3/2020), Presiden Nufam, Ismail Nasaruddin mengatakan Siti Zailah salah waktu alias tidak tepat membicarakan masalah seragam pramugari ketika virus corona atau Covid-19 sedang merebak di dunia.

“Mengapa berbicara tentang seragam mereka sekarang ketika para wanita menghadapi begitu banyak masalah lain. Mereka bahkan tidak tahu apakah mereka masih akan memiliki pekerjaan, Jelas ini bukan waktu yang tepat,” kata Ismail.

Ismail menambahkan, masalah ini apakah akan ada kesejahteraan para awak kabin yang ada di industri penerbangan.

“Bukannya dia harusnya khawatir tentang masalah ini?” ungkapnya.

Ismail menyebutkan, citra pramugari sangat penting dan wakil menteri harus meningkatkan pandangannya tentang seragam mereka dengan maskapai serta pemangku kepentingan lainnya. Bahkan orang-orang tidak boleh lalai dalam mengangkat masalah seperti itu ketika kekhawatiran ini adalah masa depan dalam industri penerbangan.

“Mari jujur, apa yang lebih penting Kesejahteraan pramugari atau usulannya (Siti Zailah)?” kata Ismail.

“Mereka terpengaruh karena kemungkinan pemotongan gaji. Ini adalah prioritas,” tambahnya.

Seorang awak kabin yang dikenal bernama Aila mengatakan, bahwa dirinya terkejut dengan Siti Zailah yang mengubah pertanyaan tentang seragam menjadi masalah nasional. Menurut wanita 23 tahun itu, semua pramugari menyadari jenis seragam yang akan mereka kenakan bahkan sebelum mendaftar untuk pekerjaan itu. Sebagai anggota awak pesawat Malindo Air, ia menemukan seragamnya nyaman, tetapi ia dan rekan-rekannya tidak nyaman dengan Siti Zailah yang mengangkat masalah ini.

“Itu membuat kami berpikir bahwa orang memandang rendah pilihan karier kami. Tapi selama kita memiliki pekerjaan dan niat kita jelas, untuk bekerja keras dan mendapatkan uang, kita tidak harus menaruh kepercayaan pada orang lain,” ungkap Alia.

Baca juga: Malaysia Airlines Potong Gaji Senior Manajemen 10 Persen dan Tak Ada Tunjangan

Diketahui, Siti Zailah yang juga merupakan ketua sayap wanita PAS dan belum lama ini menyatakan tentang seragam yang sesuai dengan syariah. Dia juga menyebutkan ini berlaku untuk karyawan wanita muslim, sedangkan non muslim tidak masalah selama barpakaian sopan. Siti Zailah juga mengatakan telah membawa hal ini ke kantor Menteri Agama Datuk Seri Dr Zulkifli Mohamad Al-Bakri dan berharap untuk mengangkat masalah tersebut.

Gegara Corona, Maskapai El Al Gunakan Pesawat Penumpang Kosong untuk Keperluan Kargo

Maskapai El Al dilaporkan telah menawarkan pesawat penumpang kosong untuk penggunaan kargo. Hal itu dikarenakan maskapai asal Israel tersebut telah mengalami penurunan jumlah penumpang besar-besaran sejak wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan belakangan ini.

Baca juga: Last Flight, Boeing 747-458 El Al Airlines Lukis Penampakan Indah di Udara

Dikutip dari jpost.com, Senin, (16/3), maskapai menawarkan armada Boeing 787 Dreamliner-nya untuk keperluan kargo tersebut. Selain itu, maskapai juga menawarkan armada lainnya yang lebih besar, Boeing 777. Hanya saja, tarifnya lebih mahal dibanding ‘pesawat kargo’ Boeing 787 Dreamliner. Rencananya, maskapai akan memberlakukan model bisnis seperti itu hingga beberapa waktu mendatang sampai waktu yang belum dapat dipastikan.

Dalam pengaplikasiannya, maskapai tersebut menawarkan lima hingga 10 pesawatnya untuk mendukung model bisnis tersebut, khususnya barang-barang berupa bahan mentah dan barang-barang lainnya yang urgent dibutuhkan oleh orang banyak, seperti obat-obatan dan bahan-bahan pelindung lainnya (masker dan sejenisnya).

Terkait tarif, pihak maskapai mengaku bahwa cara penghitungan (tarifnya) sama dengan ketika kondisi pesawat penuh. Seumpama, Boeing 787 Dreamliner yang mampu mengangkut sekitar 20 ribu ton kargo komersial, perusahaan yang ingin menggunakan layanan tersebut hanya perlu membayar seharga 340 penumpang. Tentu saja lebih murah bila dibanding kapasitas kargo itu sendiri (dibandingkan total berat 340 orang dengan kapasitas maksimal 20 ribu ton kargo).

Hanya saja, karena metode penghitungannya yang membuat kargo jadi lebih murah, pelanggan yang memakai jasa tersebut harus membayar untuk perjalanan pulang-pergi, sekalipun pesawat tak mengangkut muatan apapun sepulang dari bandara tujuan.

Manajer Divisi Kargo El Al, Ronen Shapira, mengatakan kepada surat kabar terbesar di Israel, Yedioth Ahronoth, bahwa hal tersebut dilakukan sehubungan dengan menurunnya jumlah penumpang di seluruh dunia dan di saat yang bersamaan, permintaan penerbangan kargo justru mengalami peningkatan. Maka dari itu, tak heran, bila maskapai sampai harus menambah jumlah operasional pesawat kargo, selain pesawat penumpang yang juga dioperasikan untuk keperluan kargo.

Meski demikian, maskapai tidak terlalu berharap banyak dari lonjakan permintaan tersebut (kargo). Terlebih untuk membantu laju keuangan perusahaan kembali ke kondisi sedia kala. Ronen mengaku, bahwa sekalipun mengalami lonjakan tajam, kargo tidak berdampak terlalu signifikan, mengingat, layanan kargo rata-rata berkontribusi sekitar delapan persen terhadap pendapatan keseluruhan El Al.

Baca juga: Lima Bulan Koma Pasca Terjangkit Campak, Pramugari El Al Israel Airlines Hembuskan Nafas Terakhir

Virus corona belakangan memang sangat mengkhawatirkan, khususnya bagi industri penerbangan global. International Air Transport Association (IATA) atau Asosiasi Transportasi Udara Internasional sendiri memperkirakan, jika krisis virus corona sama dengan wabah SARS pada awal 2000-an silam hal itu sangat mungkin akan menyebabkan hilangnya pendapatan (profit loss) maskapai global tahun ini sebesar Rp417 triliun atau turun sekitar 4,7 persen sepanjang tahun 2020.

Bila itu terjadi, tentu saja ekosistem bisnis di dunia aviasi juga akan kena imbasnya. Terlebih, IATA memperkirakan, dampak tersebut (profit loss) sebagian besar akan terkonsentrasi di beberapa maskapai di kawasan Asia-Pasifik.

Prank Positif Covid-19 di Dalam Bus, Mahasiswa Ph.D Hampir Dipidanakan

Penyebaran virus corona atau Covid-19 di berbagai belahan dunia membuat ketakutan dan keresahan. Namun masih saja ada yang membuat hal ini sebagai bahan candaan, bahkan membuat orang lain khawatir dan panik.

Baca juga: Prank Virus Corona di Kereta Bawah Tanah Rusia, Karomatullo Dzhaborov Didakwa 5 Tahun Penjara

Ini terjadi dalam sebuah bus di India yang mana seorang penumpang membuat tegang semua penumpang di dalamnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman gadgetsnow.com (14/3/2020), seorang mahasiswa Ph.D dari Institut Teknologi India Madras (IITM) baru-baru ini melakukan prank di dalam bus yang mengatakan dirinya terinfeksi Covid-19.

“Dia mengatakan kepada seorang penumpang yang duduk di depannya bahwa dia dinyatakan postitif Covid-19 tiga hari yang lalu sehingga membuat dia dan penumpang lainnya dalam keadaan ketakutan. Kemudian orang yang diberitahu itu menghubungi saya dan menjelaskan tentang penumpang tersebut,” kata Sampath, Direktur Epidemi, Direktorat Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan.

Sampath juga mengatakan, gadis itu pergi ke pengemudi untuk menghentikan bus dan kemudian mengumumkan kepada semua penumpang bahwa dia telah dites positif Covid-19. Bus kemudian berhenti dan gadis itu turun serta masuk ke mobil dimana teman-temannya sudah mengikuti dia.

Karena hal ini para penumpang langsung menghubungi pusat bantuan Covid-19 dan perusahaan bus mengirim bus yang berbeda. Selain itu petugas kesehatan segera bergegas ke tempat bus berhenti untuk membersihkan bus.

Masalah ini kemudian membuat petugas mencari data-data penumpang yang mengatakan dirinya positif Covid-19 tersebut. Setelah mendapat rincian pesanan tiket dan nomor telepon terlacak, gadis tersebut diberitahu untuk datang ke kantor departemen kesehatan atau pengaduan pidana akan didaftarkan terhadapnya.

“Dia datang ke kantor dan memohon bahwa dia sedang bermain permainan dengan teman-temannya yang telah menantang untuk menghentikan bus dengan menciptakan ketakutan bahwa dia adalah pasien terinfeksi virus corona,” kata Sampath.

Baca juga: Seorang Penumpang Pesawat Dinyatakan Positif Virus Corona Saat di Udara

Setelah diperingatkan dengan tegas, gadis itu dipulangkan dan diketahui para petinggi di IITM juga memperingatkannya. Sampath mengatakan, ini merupakan panggilan lelucon pertama yang mereka terima. Bahkan hal tersebut membuat kaget bahwa yang melakukannya adalah mahasiswa Ph.D dari IITM.

15 Maret 2020, Batas Waktu Jamaah Umrah Tinggalkan Arab Saudi, Bagaimana Nasib yang Tertinggal?

15 Maret 2020 kemarin adalah deadline dari pemerintah Arab Saudi untuk seluruh jamaah umrah keluar dari negara mereka. Deadline tersebut adalah kelanjutan dari keputusan negara tersebut untuk menghentikan sementara kegiatan umrah selama tahun 2020 guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang semakin parah.

Baca juga: Seorang Penumpang Pesawat Dinyatakan Positif Virus Corona Saat di Udara

Akan tetapi, karena satu dan lain hal, ada saja jamaah yang tak bisa kembali ke negara asal mereka, baik berkenaan langsung dengan biro travel ataupun berbagai sebab lainnya. Alhasil, jamaah yang pun masih tertahan dan tak bisa pulang. Lantas, bagaimana nasib mereka?

Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, jamaah yang tidak bisa kembali ke negara asal mereka sampai waktu yang sudah ditentukan akan ditanggung seluruh beban biaya yang dikeluarkan oleh Kerajaan Arab Saudi. Hal itu dikarenakan sejak awal Januari 2020 lalu, setiap jamaah umrah sudah harus mengeluarkan biaya ekstra berupa asuransi visa umrah (Insurance Fee) sebesar Rp750.000 per orang.

Dalam prakteknya, asuransi tersebut dapat melindungi jamaah dari beberapa hal. Adapun rincian biaya asuransi visa umrah ini jamaah dapat mengklaim sebesar SR500 maksimal jika terjadi keterlambatan keberangkatan, SR5.000 maksimal jika terjadi pembatalan keberangkatan, SR10.000 maksimal jika meninggal dunia/pemulangan jenazah, SR100.000 masksimal jika meninggal dunia karena kecelakaan, SR100.000 masksimal jika terjadi kondisi gawat darurat kesehatan serta SR380 juta maksimal jika terjadi bencana besar.

Menurut salah satu sumber yang tak ingin disebutkan namanya, jamaah yang saat ini masih berada di Arab Saudi, seharusnya dapat mengklaim dana tersebut. Opsinya ada dua, bisa menggunakan syarat terjadi pembatalan keberangkatan dengan kompensasi sebesar Rp15,4 juta atau opsi kedua yang didasari terjadi kondisi gawat darurat kesehatan dengan nilai kompensasi sebesar Rp308 juta.

Hanya saja, kedua opsi tersebut bisa saja dimentahkan pihak kerajaan mengingat, mereka sudah memberikan waktu beberapa hari sebelum benar-benar menutup akses keluar masuk negara tersebut. Bila hal itu terjadi, bukan tak mungkin nasib jamaah akan terombang-ambing kecuali pemerintah masing-masing negara, dalam hal ini Pemerintah Indonesia turun tangan.

Baca juga: Para Ahli Sebut Penumpang Lansia Buat Penularan Virus Corona Jadi Lebih Cepat

Sebelumnya, sebanyak 42 jemaah tersebut berangkat menggunakan travel Panglima Ekspres. Nur Ainiyah, salah satu jamaah Panglima Ekspres menuturkan, mereka berangkat pada 25 Februari lalu. Mereka mendarat di Madinah untuk menjalani ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi. Sesuai kontrak, mereka akan pulang pada 14 Maret kemarin. Namun ternyata dari pihak travel tidak menyediakan tiket untuk kepulangan tanggal 14 Maret.

Menurut pengakuan Nur, pihak travel meminta uang Rp180 juta untuk biaya tiket kepulangan 14 Maret. Nur mengatakan jamaah kompak tidak mau membayar biaya tambahan itu. Sebab mereka berpegang pada kontrak layanan jemaah umrah selama 20 hari. Sehingga biaya tiket kepulangan menjadi tanggung jawab travel. Hingga saat ini, keberadaan jamaah tersebut belum diketahui.

Redaksi KabarPenumpang.com sendiri sebetulnya sudah mencoba menghubungi Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (Sapuhi) dan pihak Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI). Namun dari keduanya belum ada jawaban sebagaimana yang dimaksud.

Imbas Virus Corona, KLM Pensiunkan Boeing 747-400 Lebih Cepat, Salah Satunya “City of Jakarta”?

Koninklijke Luchtvaart Maatschappij atau yang akrab disingkat KLM dilaporkan akan mempensiunkan armada Boeing 747-400 pada bulan April mendatang. Pesawat yang biasa disebut “Queen of The Skies” tersebut semula dijadwalkan baru akan pensiun pada tahun 2021. Namun, akibat sepinya penerbangan, pesawat legendaris tersebut harus pensiun lebih awal dari jadwal semula.

Baca juga: Boeing 747-400 Eks KLM “City of Bangkok” Bakal Menjadi Daya Tarik Hotel di Amsterdam

Dikutip dari laman aviation24.be, Senin, (16/3), maskapai tertua di dunia yang didirikan pada 7 Oktober 1919 oleh seorang letnan aviasi muda bernama Albert Plesman tersebut diprediksi akan mempensiunkan enam dari 11 armada Boeing 747-400-nya. Meskipun pihak maskapai belum mengumumkan pesawat mana saja yang akan dipensiunkan, namun, beberapa sumber menyebut bahwa “Queen of The Skies” yang dipensiunkan, mungkin salah satunya adalah “City of Jakarta”.

Sebagaimana yang umum diketahui, Royal Dutch Airlines atau KLM semula mempunyai 12 armada Boeing 747-400, mulai dari City of Guayaquil, City of Lima, City of Nairobi, City of Hongkong, City of Jakarta, City of Seoul, City of Tokyo, City of Beijing, City of Vancouver, City of Shanghai, City of Johannesburg, dan City of Bangkok. Pada tahun 2019, satu dari 12 fleet KLM tersebut, City of Bangkok terlebih dahulu dipensiunkan dan dialihfungsikan oleh Corendon Village Hotel, Amsterdam, menjadi penghias mata untuk pemikat para pelanggannya.

Bila melihat dari tahun operasionalnya, dari 11 armada “Queen of The Skies”, maka besar kemungkinan, enam pesawat yang akan dipensiunkan adalah City of Guayaquil, City of Lima, City of Nairobi, City of Hongkong, City of Jakarta, dan City of Seoul. Pasalnya, pesawat-pesawat tersebut sudah mulai dioperasikan pada rentang waktu antara April 1990 dan Oktober 1996, lebih tua dibanding lima Boeing 747-400 lainnya yang datang lebih akhir.

Selain mengumumkan kebijakan mempensiunkan Boeing 747-400 , KLM juga mengumumkan beberapa kebijakan lainnya, sehubungan dengan banyaknya negara yang memutuskan untuk lockdown seiring wabah virus corona atau Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, baik lockdown negara atau bandaranya saja.

Di antaranya, penangguhan perjalan dari dan ke Curacao, sebuah pulau di Laut Karibia sebelah selatan, dekat pesisir Venezuela (mulai 13 Maret 2020), Istanbul, Turki (mulai 14 Maret 2020), Buenos Aires dan Santiago de Chile (mulai 15 Maret hingga 28 Maret 2020), Kuwait dan Bahrain (mulai 13 Maret 2020), India (Bangalore mulai16 Maret), (Mumbai mulai 17 dan 19 Maret), dan (New Delhi mulai 18 Maret), serta Hong Kong, Korea Selatan, dan Italia (mulai 14 hingga 28 Maret mendatang).

Baca juga: Ternyata, Jakarta Merupakan Destinasi Penerbangan Antar Benua Perdana KLM!

Keputusan tersebut merupakan bagian dari rencana perusahaan untuk mengurangi kapasitas penerbangannya sebesar 25 persen di bulan Maret dan 30 dan 40 persen di bulan April hingga Juni. Tentu saja kebijakan tersebut berdampak pada pengurangan 30 persen karyawan atau sekitar 1.500-2.000 karyawannya di seluruh dunia.

Tak hanya itu, kebijakan lainnya untuk menekan efisiensi juga terpaksa diambil perusahaan yang berbasis di Bandara Amsterdam Schiphol tersebut, seperti menunda semua investasi di masa depan sebesar Rp6,6 triliun hingga akan mengambil serangkaian langkah pemotongan biaya lainnya.

Tekan Penyebaran Virus Corona, Social Distancing di Transportasi Umum Harusnya Pikirkan Soal Jarak Antrian

Dalam usahanya menekan penyebaran wabah virus corona (covid-19), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Minggu, 15 Maret 2020, telah mengumumkan sejumlah pembatasan pada layanan transportasi massa yang dibawah naungan Pemprov DKI Jakarta, yaitu dengan dikurangi layanan pada TransJakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

Pembatasan layanan pada ketiga moda tulang punggung transportasi warga DKI tersebut, dimaksudkan Anies sebagai langkah untuk mengurangi social distancing bagi para pengguna moda, dimana diharapkan potensi penyebaran virus corona dapat ditekan.

Meski punya tujuan mulia, namun dari pantauan di lapangan pada Senin pagi (16/3/2020), justru yang terjadi adalah antrian parah dan mengular di beberapa halte dan stasiun MRT. Pemandangan yang paling heboh terjadi kawasan halte Puri Beta 2, Ciledug, Tangerang, Banten. Begitu pula antrian panjang juga terjadi di akses masuk Stasiun MRT Lebak Bulus, Stasiun MRT Fatmawati dan Stasiun MRT Dukuh Atas.

Disini yang menjadi tantangan dari kebijakan Anies adalah mayoritas perkantoran dan usaha di DKI Jakarta masih berjalan normal, meski sekolah dan perkuliahan diluburkan, tapi rupanya itu tak mampu menekan tujuan untuk mengurangi social distancing.

Berkaca pada kebijakan yang diambil di beberapa kota dan negara di luar negeri untuk menekan penyebaran corona, social distancing memang telah diambil sebagai langkah taktis. Seperti di Singapura, setiap prasarana transportasi yang memaksa penumpang antri, maka diwajibkan jarak antar pengantri satu sama lain adalah satu meter.

Meski begitu, netizen di Singapura kebijakan pada pemberian jarak antian sangat sulit diterapkan pada jam-jam sibuk di stasiun SMRT, seperti contohnya saat berangkat dan pulang kantor.

Nah, melihat hari pertama penerapan pembatasan layanan transportasi di DKI Jakarta, apakah kebijakan Gubernur Anies dapat diteruskan di hari-hari mendatang? Mengingat jika terjadi penumpukan calon penumpang di luar halte dan stasiun, dikhawatirkan justru akan mempersubur penyebaran virus corona.

Pembatasan Layanan Transportasi di DKI Jakarta

MRT Jakarta
Jadwal MRT akan berubah, dari yang semula beroperasi pukul 05.00 hingga 24.00 WIB, mulai Senin (16/3/2020) akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Perjalanan MRT dari yang sebelumnya setiap 5 dan 10 menit, mulai Senin juga akan diubah menjadi setiap 20 menit. Rangkaian MRT juga akan dikurangi menjadi empat rangkaian, dari yang sebelumnya 16 rangkaian.
Kapasitas gerbong dari 300 orang akan disusutkan menjadi hanya 60 orang untuk menghindari berdesakan dan interaksi dekat.

LRT Jakarta
Jadwal LRT akan berubah, dari yang semula beroperasi pukul 05.30 hingga 23.00 WIB, mulai Senin akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Perjalanan LRT dari yang sebelumnya setiap 10 menit, mulai Senin akan diubah menjadi setiap 30 menit.

TransJakarta
Jadwal TransJakarta akan berubah, dari yang semula beroperasi 24 jam, mulai Senin akan beroperasi dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB. Rute TransJakarta juga akan dikurangi menjadi hanya 13 rute dari 248 rute yang ada. Keberangkatan akan dilakukan setiap 20 menit sekali.

Pramugari EasyJet Bikin Tubuh Penumpang Melepuh Akibat Ketumpahan Mie

EasyJet belakangan kerap disebut-sebut warganet di media sosial Facebook. Hanya saja, bukan karena sebuah prestasi atau layanan yang memuaskan. Justru sebaliknya, maskapai asal Inggris tersebut mendadak jadi bahan perbincangan setelah seorang warganet memposting bagian bahu belakang yang melepuh akibat ketumpahan mie instan panas yang baru diseduh oleh pramugari.

Baca juga: Akhiri Kasus Koosmariam, Hakim PN Jakarta Pusat Ganjar Garuda Indonesia Rp200 Juta!

Dikutip dari travelweekly.com.au, Jumat, (13/3), warganet bernama Debby Rogers, kala itu hendak pulang dari Tenerife, Spanyol, menuju Norfolk, Inggris. Awalnya, penerbangan tampak biasa-biasa saja baginya sampai akhirnya seorang pramugari secara tidak sengaja menumpahkan mie instan yang baru disaja diseduh sebelum disuguhkan kepada penumpang lainnya.

Saat insiden ketumpahan tersebut, Debby yang kala itu menggunakan cardigan tebal dan blouse pendek tidak menjelaskan bagaimana responnya. Hanya saja, ia kemudian menyertakan sebuah foto yang menunjukkan bahwa dirinya mengalami luka bakar serius. Di samping itu, ia juga menyertakan caption atas unggahannya tersebut yang bernada kecaman dan kekecewaan dirinya akibat respon yang lamban. Pasalnya, insiden tersebut sudah terjadi dua pekan yang lalu.

“Akan sangat senang jika seseorang menjawab keluhan yang saya ajukan melalui formulir di website tentang luka bakar yang saya terima pada 19 Februari 2020 saat kembali dari Tenerife. Luka bakar itu disebabkan oleh air panas mendidih dalam wadah mie yang tak sengaja dijatuhkan oleh pramugari,” tulis Debby Rogers.

“Foto ini diambil oleh seorang kru kabin saat masih dalam penerbangan. Sama sekali tidak menyenangkan dengan kurangnya respon dan layanan customer care,” tutupnya, dalam caption atas unggahan tersebut.

Tentu saja postingan tersebut mengundang simpati dari para warganet, terutama kerabat Debby. “Ya Tuhan itu sangat mengerikan dan mengejutkan mereka (pihak EasyJet) tidak merespon keluhan,” kata Tanya Dagger, salah seorang rekan Debby.

Meskipun sempat dikecewakan oleh pihak maskapai dilayanan customer care, Debby yang mengunggah langsung foto beserta caption tersebut di laman Facebook milik EasyJet akhirnya mendapat respon cepat. Dalam balasan pada unggahan Debby, EasyJet mengaku menyesal atas lambannya respon mereka akibat beberapa gangguan yang disebabkan oleh virus corona.

“Kami sangat menyesal tentang apa yang terjadi padamu Debby. Akan membutuhkan waktu selama 28 hari untuk menanggapi keluhan dari website. Waktu tersebut bisa lebih lama karena musibah virus corona yang masih berlangsung. Sesorang akan menghubungimu,” bunyi balasan pihak EasyJet.

Baca juga: Inilah 20 Syarat ‘Tak Resmi’ untuk Jadi Pramugari, Nomor Dua Agak Aneh

Kemudian, dalam sebuah pernyataan kepada media Inggris, maskapai yang berhasil lolos dari ancaman kebangkrutan pada 2014 lalu tersebut mengklaim, saat insiden itu terjadi, pihaknya sudah melakukan beberapa langkah pertolongan pertama.

“Keselamatan penumpang selalu menjadi prioritas tertinggi kami dan kami menanggapi laporan apapun dengan serius. Kami menerima laporan keselamatan dan akan tetap saling berhubungan dengan Nyonya Rogers,” jelasnya.

Meski Jaya di Udara, Rupanya Airbus Andalkan Jalur Laut dalam Proses Perakitan Pesawat

Meskipun memproduksi pesawat, Airbus rupanya tak terlepas dari ketergantungan laut untuk lalu lintas komponen pesawat dari fasilitas produksi ke fasilitas perakitan akhirnya yang tersebar di seluruh dunia. Setidaknya, saat ini Airbus memiliki 11 fasilitas-fasilitas tersebut, seperti Broughton, Wales; Mobile, Amerika; Cadiz, Spanyol; Toulouse, Prancis; Hamburg, Jerman; dan Tianjin, Cina.

Baca juga: Unik! Di Polandia Ada Kapal Laut ‘Berjalan’ Di Atas Daratan

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman Simple Flying, kamis, (12/3), dari tempat-tempat tersebut, ada jutaan komponen pesawat yang harus disatukan sebelum terbang. Sekalipun Airbus telah memiliki pesawat kargo anyarnya, Airbus Beluga XL, untuk mobilitas pengirimam komponen pesawat ke seluruh dunia dengan lebih cepat, dibanding kapal laut, hanya saja, tonasenya tak lebih besar dari kapal laut, maksimal hanya 51 ton. Setiap kali perjalanan tersebut mengangkut dua sayap pesawat A350. Tak heran, bila laut masih menjadi andalan Airbus, meskipun secara durasi jauh lebih lambat dibanding pesawat. Namun, melihat bobot yang sanggup dibawa, bila dikalkulasi, moda laut jauh lebih efektif ketimbang moda udara.

Kapal Ville de Bordeaux, misalnya, kapal roll-on dan roll-off (ro-ro), dengan dimensi panjang kapal 154,15 meter, lebar 24 meter, dan kedalaman 21,85 meter, yang setia menjadi bagian dari kesuksesan Airbus menjadi salah satu produsen pesawat terbesar di dunia tersebut dalam sekali jalan mampu mengangkut total 5.200 ton, hampir 100 kali lipat lebih besar dibanding muatan yang sanggup dibawa Airbus Beluga XL.

Tak hanya itu, selain kemampuannya mengangkut bobot seberat itu, kapal ro-ro yang dibuat secara khusus oleh Airbus di Cina tersebut juga miliki fitur khusus dalam membantu proses keluar masuk komponen pesawat, seperti a stern mooring system, cargo hold environment control, lashing arrangements. Meskipun sanggup membawa beragam komponen pesawat Airbus, umumnya, kapal tersebut hanya digunakan untuk mengangkut bagian dari Airbus A380.

Sebagai pesawat terbesar di dunia, proses perakitan Airbus A380 memang tidak mudah. Setidaknya ada 4 juta bagian pesawat Airbus A380 yang mesti disatukan sebelum bisa terbang. Misalnya, sayapnya dibangun di Broughton, Wales, bagian badan pesawat berasal dari Hamburg, Jerman dan Saint-Nazaire, Perancis, sirip ekor horisontal diproduksi di Cadiz, Spanyol, dan sirip ekor vertikal di Hamburg. Dari baut hingga mesin A380 terdiri dari sekitar 4 juta bagian yang diproduksi oleh 1.500 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia.

Selain tiga kapal Ville de Bordeaux, Airbus juga mengandalkan kapal yang juga dirancang khusus untuk mobilitas pengangkutan komponen pesawat, yakni Mobile Express. Kapal yang dibuat di Italia tersebut, sekalipun mengangkut komponen milik pesawat yang lebih kecil dari Airbus A380, secara dimensi dan kemampuan, justru malah lebih besar. Dengan panjang 180 meter, kapal ini mampu mengangkut 5.600 ton dengan kecepatan jelajah 19 knot atau 35 km per jam.

Baca juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut

Mobile Express beroperasi melintasi Samudra Atlantik sekali dalam sebulan, membawa komponen Keluarga A320 utama termasuk bagian badan pesawat, sayap dan tiang, serta stabilisator vertikal dan horizontal.

Selain kedua kapal tersebut, Airbus juga mengandalkan kapal laut lainnya yang lebih kecil, sejenis kapal tongkang. Sama seperti dua kapal sebelumnya, kapal tersebut juga dirancang khusus oleh Airbus untuk memudahkan mobilitas bongkar muat komponen pesawat.

Kereta “Maiko” dengan Geisha Kembali Mengular Setelah Dua Tahun Vakum

Banyak hal yang khas dari kereta api di Jepang, selain bicara teknologi yang mumpuni, kereta di Jepang juga sarat dengan kandungan budata, seperti dicontohkan dengan hadirnya kereta Maiko, yang merupakan kereta layanan khusus yang menampilkan geisha magang atau Maiko. Nantinya maiko ini akan menghibur penumpang dengan pertunjukan tarian. Layanan kereta ini langka karena hanya ada setiap musim dingin.

Baca juga: Tujuan Hello Kitty Land, Kereta di Tokyo Dibalut Livery dan Interior Hello Kitty

Sayangnya selama dua tahun sejak 2017 layanan kereta ini vakum karena tidak adanya Maiko yang akan menghibur penumpang. Tetapi, musim dingin ini, layanan kereta itu akan kembali dihadirkan oleh Nagaragawa Railway Company pada Maret 2020.

Geisha dan Obento plan

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asahi.com (9/3/2020), hadirnya layanan kereta ini kemabli karena Nagaragawa Railway mendapatkan Maiko pemula bernama Kirin untuk layanan khususnya pertama kali setelah dua tahun. Kirin sendiri adalah anggota Hosen Giren, agen geisha yang berbasis di Gifu.

Wanita 20 tahun ini mulai berlatih menjadi Maiko sejak September tahun lalu dan bersiap untuk melakukan debut resminya. Kirin sendiri lahir di prefektur Aichi dan merupakan mahasiswa tahun kedua di sebuah perguruan tinggi di prefektur Gifu.

“Saya ingin memberi tahu banyak orang tentang Gifu ketika prefektur ditampilkan dalam drama periode Taiga,” kata Kirin, merujuk pada seri drama sejarah tahunan tahunan di Japan Broadcasting Corp (NHK).

Kereta Maiko akan beroperasi pada 1, 15, 20 dan 25 Maret. Tak hanya itu ada paket Obento Plan ditawarkan di kereta yang berangkat dari Stasiun Seki dan tiba di Stasiun Gujo-Hachiman. Paket ini sendiri adalah kotak makan siang kaiseki disiapkan oleh sebuah restoran tradisional Jepang di Mino dan berisi bahan-bahan dari daerah di sepanjang garis.

Paket Horoyoi Plan, disajikan di kereta yang berangkat dari Stasiun Gujo-Hachiman dan tiba di Stasiun Seki, termasuk dua botol sake dan makanan ringan yang diseduh secara lokal. Kedua paket tersebut dihargai ¥1300 ($84,80), termasuk pajak, untuk orang dewasa. Penumpang juga dapat memilih pulang pergi untuk menikmati kedua paket seharga 15.900 yen.

Proyek ini dimungkinkan melalui kolaborasi dengan organisasi nirlaba berbasis Gifu yang mendukung pengembangan masyarakat, sebuah asosiasi pemerintah daerah yang didirikan untuk mempromosikan daerah-daerah di sepanjang sungai Nagaragawa, dan Hosen Giren.

“Kami benar-benar ingin orang-orang belajar tentang kereta wisata ketika Gifu mendapat sorotan dengan drama periode Taiga. Hiburan geisha itu mahal, tapi kereta Maiko harganya terjangkau. Kami berharap para wanita dan remaja juga menggunakan layanan ini,” kata Yasunobu Iwata, kepala bagian yang bertugas menarik wisatawan di departemen transportasi Kereta Api Nagaragawa.

Baca juga: Naik Kereta Shinkansen, Jangan Lupa Beli Ekiben di Kios Stasiun untuk Bekal Makanan

Kereta memiliki kapasitas maksimum 25 penumpang. Setiap paket dilengkapi dengan pass satu hari yang memungkinkan penumpang untuk pindah ke kereta reguler yang berjalan antara stasiun Mino-Ota dan Seki.

Sebagai informasi, Geisha sendiri adalah seniman atau penghibur tradisional Jepang dan sangat umum pada abad ke-18 dan ke-19 serta masih ada hingga saat ini meski tak banyak lagi jumlahnya. Geisha pemula atau disebut Maiko biasanya istilah ini digunakan di Kyoto. Dulunya di masa pendudukan Amerika Serikat di Jepang, kata Geisha mengandung konotasi prostitusi

Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya untuk menghibur pelanggan tetapi juga untuk kehidupan mereka. Rumah-rumah geisha (“Okiya”) membawa gadis-gadis yang kebanyakan berasal dari keluarga miskin dan kemudian melatih mereka. Semasa kanak-kanak, geisha seringkali bekerja sebagai pembantu, kemudian sebagai geisha pemula (Maiko) selama masa pelatihan.

Suhu Tubuh Tinggi Saat Dicek Masuk Stasiun? PT KAI Siap Kembalikan Tiket Anda

PT Kereta Api Indonesia (KAI) turut mengambil langkah preventif dengan memberlakukan larangan naik kereta api (KA) bagi calon penumpang yang terindetifikasi suspect virus Covid-19, saat melakukan proses boarding atau pengecekan tiket dan kartu identitas.

Baca juga: Area Dekat Pintu Kereta Komuter, Jadi Lokasi Potensi Terbesar Penularan Virus Corona

Pasalnya, saat ini KAI sudah menempatkan petugas khusus pengecekan suhu badan calon penumpang yang terdapat di depan meja cek boarding pass. Jika pada saat pengecekan suhu badan ditemukan panas suhu badan calon penumpang mencapai 38 derajat celcius ke atas, dan atas rekomendasi petugas kesehatan, maka calon penumpang dilarang untuk melakukan perjalanan KA. Dan, KAI akan mengembalikan penuh bea pemesanan tiket.

Tidak hanya itu, bagi penumpang suspect corona yang membawa pendamping, maka tiket dapat dikembalikan penuh juga, untuk maksimal empat orang dalam satu kode booking. Jika berbeda kode booking, maka bea tiket yang dikembalikan maksimal hanya untuk 2 orang sebagai pendamping.

Khusus di Daop 1 Jakarta, pemeriksaan suhu badan pada calon penumpang KA Jarak Jauh akan dilakukan di area pintu cek boarding pass Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Tidak hanya terdapat petugas pengecek suhu badan saja, namun juga masih disediakan hand sanitizer di area meja boarding pass.

Kewaspadaan terhadap penyebaran virus Corona terus dintingkatkan dengan melakukan pemeriksaan suhu badan calon penumpang. PT KAI Daop 1 Jakarta sudah menurunkan petugas khusus pengecekan suhu badan calon penumpang di area pemeriksaan boarding pass. Tim medis yang bertugas di pos kesehatan stasiun juga telah siap membantu proses rujukan ke sejumlah rumah sakit jika dibutuhkan.

Tindakan pengecekan suhu badan ini merupakan langkah kongkrit KAI Daop 1 mencegah penyebaran virus Corona, terutama karena kereta api merupakan transportasi publik andalan masyarakat. Tidak hanya melakukan pencegahan lewat pengguna saja, namun kebersihan terhadap sarana dan fasilitas di stasiun pun selalu di jaga.

Seperti yang sudah dilakukan di dua stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh wilayah Daop 1 Jakarta, yaitu Stasiun Gambir dan Pasarsenen telah dilakukan penyemprotan disinfektan menggunakan Biosanitizer yang disemprotkan ke kursi, pagar dan perangkay fasilitas penumpang serta sudut ruangan stasiun lainnya.

Dalam hal kebersihan sarana kereta, KAI melakukan pencucian interior dan eksterior kereta secara rutin setiap sebelum perjalanan dengan menggunakan bahan kimia untuk sterilisasi. KAI juga menyiagakan petugas kebersihan baik di stasiun maupun selama perjalanan. Bantal yang disediakan di kereta pun selalu dalam kondisi baru tercuci bersih setiap pergantian penumpang.

Baca juga: Prank Virus Corona di Kereta Bawah Tanah Rusia, Karomatullo Dzhaborov Didakwa 5 Tahun Penjara

Sebagai upaya pencegahan yang harus dilakukan bersama, PT KAI Daop 1 Jakarta juga melakukan edukasi di stasiun dan sarana kereta melalui berbagai cara dan media informasi terkait bahaya virus corona dan cara pencegahan baik untuk KA Jarak Jauh dan KRL.