Presiden Joko Widodo hari ini (8/3) meresmikan terminal dan dermaga eksekutif Merak dan Bakauheni yang telah diuji coba operasi pada angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 lalu. Dalam kunjungan kerjanya ke Lampung, Jokowi meresmikan sejumlah proyek infrastruktur diantaranya bandar udara, jalan tol, dermaga serta terminal eksekutif Pelabuhan Merak dan Bakauheni.
Baca juga:PT ASDP Berencana Buka Layanan Penyeberangan ke Timor Leste dan Malaysia
Penamaan terminal eksekutif dipilih dari nama rumah adat masing-masing daerah pelabuhan sehingga memiliki kekhasan serta budaya daerah yang kental. Adapun Terminal Eksekutif Bakauheni, Lampung diberi nama Anjungan Agung yang merupakan rumah adat Lampung yang berarti rumah besar atau agung.
Lalu, Terminal Eksekutif Merak diberi nama Sosoro yang berarti rumah besar adat Badui, dan Banten dimana Sosoro merupakan bagian utama rumah sebagai tempat bersantai dan bermusyawarah. Dari masing-masing pengertian Rumah Adat tersebut, penamaan yang diberikan memiliki makna mendalam, bahwa terminal eksekutif merupakan rumah besar bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan baik di Merak maupun Bakauheni.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang andal serta modern. “Proyek dermaga, terminal serta kapal eksekutif merupakan wujud dari komitmen peningkatan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni dengan adanya percepatan waktu tempuh pelayaran dari 2,5 jam (reguler) menjadi 1 jam dengan kapal eksekutif.
Berdasarkan rencana induk, terminal eksekutif yang dibangun di Merak dan Bakauheni dengan konsep smart building yang modern, diharapkan dapat memberikan experience yang berbeda dan menjadi momen yang tidak terlupakan bagi setiap pengunjung terminal, baik yang ingin menyeberang atau tidak. Di dalam terminal eksekutif, kini telah hadir tenant ritel dan restoran dengan desain interior yang megah dan memanjakan setiap pengunjung yang datang.
PT ASDP terus meningkatkan layanan penjualan tiket dengan sistem pembayaran non tunai (cashless). Pengguna jasa, khususnya penumpang pejalan kini dapat menggunakan layanan uang elektronik saat membayar tiket penyeberangan, melalui uang elektronik Brizzi (BRI), Tap Cash (BNI), E-Money (Mandiri), serta BLink (BTN). Kini juga tersedia pembayaran tiket ferry menggunakan aplikasi Link Aja!
Terminal Eksekutif Merak yang dibangun di dekat dermaga VI (enam) Pelabuhan Merak memiliki luas site development sebesar 42.505 m2. Sedangkan Terminal Eksekutif Bakauheni yang dibangun di dekat dermaga VII (tujuh) Bakauheni memiliki luas bangunan 38.709 m2. Kini, pengguna jasa yang telah membeli tiket ferry dengan layanan eksekutif melalui online ticketing via website maupun mobile apps, dapat mengakses Terminal Eksekutif Merak melalui koridor jalan masuk yang disiapkan dari Terminal Terpadu Merak (TTM).
Baca juga: Spesifikasi KMP Port Link, Kapal Ferry Teranyar dan Terbesar
PT ASDP juga menghadirkan layanan kapal eksekutif melalui 4 kapal yang beroperasi di Merak-Bakauheni diantaranya, KMP Sebuku, KMP Batumandi, KMP Portlink dan KMP Portlink III. Keempat armada tersebut telah diremajakan menjadi kapal yang memiliki nuansa berbeda dengan kapal ferry pada umumnya, baik dari segi fasilitas maupun kenyamanan yang lebih baik sehingga membuat pengguna jasa merasa lebih aman, nyaman dan menyenangkan ketika berada di atas kapal.
Pesawat Boeing 777 milik Air China yang tengah mengangkut 188 orang penumpang dari Beijing menuju Los Angeles terpaksa mendarat darurat di wilayah Rusia Timur, tepatnya di Bandara Anadyr. Insiden ini terjadi pada Selasa (5/3/2019) kemarin setelah alarm palsu berbunyi di kargo pesawat.
Baca juga: Gara-Gara Penumpang Mabuk, Pesawat Scoot TR7 Mendarat Darurat di Sydney
Setelah menadarat darurat di Bandara Anadyr yang dipenuhi salju, semua penumpang dan kru pesawat dengan nomer CA983 dievakuasi dengan aman melalui seluncur yang dikembangkan.
Bandara Anadyr terletak di kota paling timur Rusia, tepatnya di distrik Subarctic Chukotka. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman shanghai.ist (7/3/2019), dari video yang beredar di Weibo yakni Twitter versi Cina, memperlihatkan semua penumpang yang berjalan dari pesawat dalam suhu beku sekitar -10 derajat Celcius.
Penumpang yang dievakuasi dipindahkan ke terminal sementara menunggu pesawat lainnya yang akan menerbangkan mereka ke tujuan awal di Los Angeles. Para penumpang berada di aula VIP bandara dan diberi makan serta minuman, tak hanya itu Wakil Gubernur Leonid Nikolayev mengatakan, ada dokter yang siap siaga di ruang tersebut untuk membantu penumpang.
Penumpang Air China (siberiantimes.com)
Sebelum mendarat darurat, pesawat ini berangkat dari Beijing pukul 09.13 waktu Beijing dan tiba di Bandara Anadyr pukul 02.55 subuh waktu setempat. Pendaratan darurat ini dipicu alarm darurat yang tiba-tiba berbunyi di bagian kargo pesawat saat tengah terbang di atas Rusia. Pihak maskapai Air China kemudian meminta maaf melalui Weibo atas insiden tersebut.
“Kami sudah mengecek Boeing 777 tersebut dan menunjukkan kerusakan pada sistem alarm. Pemeriksaan setelah mendarat menunjukkan ruang kargo dalam kondisi normal dan tidak ada tanda-tanda kebakaran. Karena itu kami sampai pada kesimpulan awal bahwa alarm dipicu karena kegagalan fungsi,” ujar maskapai Air China.
Diketaui, saat terbang ke atau keluar dari Cina, selalu ada kemungkinan kecil bahwa Anda akan berakhir di bagian terpencil Rusia.
Baca juga: Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari!
Pada November 2018, sebuah pesawat Air France menuju Shanghai terpaksa melakukan pendaratan darurat di Siberia setelah pesawat dipenuhi dengan asap. Penumpang kemudian terjebak di sana selama tiga hari setelah pesawat lain tiba untuk menjemput mereka, tetapi malah mendarat karena masalah teknis.
Setiap tangal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional dan Air India hari ini mengoperasikan pesawatnya di 12 rute internasional dan 40 rute domestikanya dengan pilot dan awak kabin yang kesemuanya adalah perempuan. Menurut pihak maskapai, para perempuan ini akan mengoperasikan pesawat bebadan lebar dan sempit.
Baca juga: Dari Mulai Petugas Sampai Porter di Stasiun Gandhi Nagar, Semuanya Adalah Wanita!
“Jarang ada satu maskapai penerbangan yang menjadwalkan begitu banyak penerbangan yang dioperasikan oleh karyawan perempuannya, menetapkan patokan untuk mengulangi peran yang sama dan peluang yang layak diterima perempuan di organisasi mana pun,” ujar pernyataan dari Air India yang dikutip KabarPenumpang.com dari news18.com (8/3/2019).
Pernyataan tersebut mengatakan, Boeing 787 Dreamliner dan Boeing 777 Air India akan dioperasikan pilot wanita dengan awak kabin perempuan di tanggal 8 Maret ini. Bahkan untuk sebagian besar penerbangan Air India sendiri layanan teknis akan menghadirkan teknisi, dan dispatcher pesawat perempuan, manajer tugas, staf konter dan lainnya juga perempuan.
Ternyata penerbangan Air India sudah menghadirkan semua awak perempuan dimulai pada November 1985 ketika awak kokpit yang semuanya perempuan mengoperasikan penerbangan Persahabatan Fokker dari Kolkata ke Silchar. Masih dari India, Jet Airways juga berencana mengoperasikan empat penerbangan domestik dengan pilot dan awak kabin yang semuanya perempuan.
“Penerbangan domestik yang direncanakan ini 9W 346, 9W 355 (Mumbai-Delhi), 9W 358 (Delhi-Mumbai) dan 9W 481 (Mumbai-Bengaluru) akan dikelola lebih lanjut secara eksklusif oleh semua tim wanita dari lintas-bagian bisnis, termasuk insinyur, penanganan darat, layanan darat, pengawas keamanan dan penampilan kabin,” kata Jet Airways dalam sebuah pernyataan.
Pengangkut penumpang murah SpiceJet akan mengoperasikan 22 penerbangan dengan pilot dan awak kabin perempuan. Pelancong wanita yang terbang sendirian akan ditawarkan check in dan ruang prioritas selain sambutan naik di atas pesawat.
“Bergantung pada ketersediaan, mereka akan ditawari upgrade ke kursi SpiceMax juga. Sementara di atas pesawat, semua pelancong wanita akan ditawari minuman panas dan kue gratis,” ujar maskapai itu.
Selain itu, GoAir di bawah kampanye “#SmartWoman” akan memberikan peningkatan gratis untuk semua pelancong wanita yang terbang pada 8 Maret ke GoBusiness di seluruh jaringannya berdasarkan ketersediaan serta basis pelayanan pertama datang pertama. Pada hari Rabu, operator layanan lengkap Vistara mengumumkan inisiatif “#PadsOnBoard”, di mana ia akan menyediakan pembalut wanita di atas kapal untuk pelancong wanita berdasarkan permintaan, mulai dari Hari Perempuan Internasional ini.
Baca juga: Komunitas LGBTI: Pelatihan Petugas Bandara Akan Mengembalikan Hak Transgender
“Inisiatif ini menjadikan Vistara maskapai India pertama yang menawarkan pembalut pada penerbangan di India. Awak kabin Vistara akan membuat pengumuman dalam penerbangan di semua penerbangan untuk menciptakan kesadaran di antara para pelancong bahwa pembalut kini tersedia di atas kapal bagi pelanggan untuk secara bebas memintanya jika mereka membutuhkannya,” ujar maskapai Vistara.
Flag carrier Garuda Indonesia mulai 23 Maret 2019 mendatang akan membuka rute penerbangan Jakarta – Nagoya, Jepang PP dengan menggunakan armada Airbus A330 yang berkapasitas 36 seat untuk kelas bisnis dan 186 seat sisanya untuk kelas ekonomi. Pembukaan rute penerbangan ini sejalan dengan komitmen di tubuh Garuda Indonesia sendiri untuk mendukung program Pemerintah, khususnya dalam meningkatkan hubungan bisnis antara Jepang dengan Indonesia.
Baca Juga: Siap-Siap! Juni 2019 Garuda Indonesia Buka Rute Penerbangan Langsung Makassar – Jepang
Sebagaimana siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara mengatakan bahwa pembukaan penerbangan Jakarta – Nagoya tersebut merupakan dukungan perusahaan terhadap program percepatan pertumbuhan ekonomi nasional – khususnya dalam mendorong peningkatan investasi di industri manufaktur.
“Sebagai kota terbesar keempat di Jepang dan dikenal sebagai salah satu kota industri & manufactural tersibuk di Jepang, menjadikan Nagoya yang berada di Prefektur Aichi tersebut pangsa pasar yang potensial bagi Garuda Indonesia,” tutur Ari.
“Pembukaan penerbangan ini kami harapkan tidak hanya akan memperkuat jaringan penerbangan internasional Garuda Indonesia, namun juga dapat mendukung pemerintah untuk mendukung percepatan investasi – khususnya program Kementerian Perindustrian dalam menggenjot investasi,” tandasnya.
Layanan penerbangan Garuda Indonesia pada rute ini juga diplot sebagai langkah positif perusahaan dalam upayanya untuk mempertahankan pangsa pasar sektor penerbangan Jepang – Indonesia yang terus mengalami pertumbuhan dan semakin menjanjikan, dimana angka kunjungan para pebisnis dan wisatawan mancanegara asal Jepang menunjukan peningkatan signifikan khususnya ke sejumlah destinasi wisata utama di Indonesia, salah satunya Jakarta sebagai pusat perekonomian terbesar di Indonesia.
Jepang adalah salah satu pangsa pasar paling penting untuk Garuda Indonesia. Selama lebih dari 50 tahun, Garuda Indonesia telah menunjukkan dukungannya terhadap hubungan bilateral yang kuat antara Indonesia dan Jepang. Dengan dibukanya layanan ini, penumpang diharapkan dapat menikmati lebih banyak pilihan penerbangan dan tujuan ke Jepang dan Indonesia maupun sebaliknya.
Baca Juga: Garuda Indonesia Canangkan Penerbangan Langsung Denpasar – Moskow
Menurut rencana, Garuda Indonesia akan melayani penerbangan Jakarta – Nagoya PP sebanyak empat kali per minggu (Selasa, Jumat, Sabtu, dan Minggu). Penerbangan dari Jakarta menuju Chubu Centrair International Airport dengan GA 884 pukul 23.35 WIB dan akan tiba di Chubu Centraair International Airport pada keesokan harinya pukul 07.25 LT dan akan terbang kembali dari Chubu Centraair International Airport dengan GA 885 pada pukul 10.00 LT dan akan tiba bandara Soekarno-Hatta pada pukul 15.00 WIB.
Selain Nagoya, destinasi penerbangan lain yang dilayani Garuda Indonesia menuju Jepang adalah Tokyo (Narita dan Haneda), Osaka, Okinawa, Sendai, Sapporo, Fukuoka, Hiroshima, Komatsu, dan Takamatsu. Jika menilik sejarahnya, Garuda Indonesia melakukan penerbangan pertama kali menuju Jepang di tahun 1963 menuju Tokyo dan transit di Hong Kong. Kala itu, rute penerbangan yang lebih dikenal dengan nama Emerald Route ini dioperasikan Garuda Indonesia dengan menggunakan pesawat turboprop Lockheed L-183.
Bagaimana langkah PT MRT Jakarta menghadapi antusisas masyarakat yang akan ikut uji coba publik dari 12 hingga 24 maret 2019 mendatang? Pasalnya hingga hari kedua pendaftaran yakni 6 Maret 2019, sebanyak 144.623 orang sudah mendaftarkan diri mereka di website milik MRT Jakarta yakni http://www.ayocobamrtj.com.
Baca juga: Ayo Buruan Daftar Uji Coba Gratis MRT Jakarta, Kuota Tersisa Hanya untuk 193.252 Orang!
Dari pendaftaran tersebut bisa dikatakan lebih dari setengah kuota yang ditetapkan PT MRT Jakarta sudah terpenuhi dan tersisa 140.977 orang lagi. Hal ini membuat PT MRT mengatakan, pihaknya pernah mendiskusikan bila kuota yang ditetapkan melebihi batas.
“Kami sudah pernah membahasnya kalau kelebihan kuota. Tetapi ini belum pasti akan diberlakukan seperti apa,” ujar Humas PT MRT Jakarta yang dihubungi KabarPenumpang.com, Jumat (8/3/2019).
Pihak humas mengaku, direksi PT MRT Jakarta masih terus mendiskusikan hal bila akan adanya kelebihan kuota dari yang sudah ditetapkan. Sebab hal ini masih menyangkut dengan pertimbangan keselamatan, kenyaman dan keamanan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam uji coba tersebut.
“Ini kan uji coba dan belum ada tiket berbayar. Makanya saat mendaftar ada ketentuan yang memang ditekankan salah satunya tidak ada biaya asuransi ketika masyarakat mengikuti uji coba ini,” jelas pihak humas.
Ternyata, hingga saat ini diketahui dari pendaftaran yang sudah dilakukan masyarakat ibukota Jakarta sendiri, keberangkatan dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) masih menjadi pilihan utama. Total dari dua hari pendaftaran keberangkatan dari Bundaran HI sendiri ada 32.084 orang.
Pada hari pertama pendaftaran sudah ada 92.348 orang yang melakukan pendaftaran dalam jangka waktu pukul 10.00 pagi hingga 19.00. Pendaftaran ini sendiri dibuka 24 jam dan website tidak pernah ditutup.
Untuk diketahui, pada uji coba untuk masyarakat ini, kereta MRT Jakarta yang akan dioperasikan ada tujuh dan satu cadangan. Uji coba akan berlangsung mulai pukul 08.00-16.00 dengan total perjalanan per harinya 98.
Baca juga: Siap Layani Penumpang, PT MRT Jakarta Kerahkan 3 Shift Karyawan di Setiap Stasiun
Nantinya penumpang yang tiba di stasiun harus menunjukkan QR Code kepada petugas stasiun dan akan mendapat stiker yang disesuaikan dengan waktu kedatangan. Warna merah pukul 08.00-10.00, biru pukul 10.00-12.00, kuning pukul 12.00-14.00 dan hijau pukul 14.00-16.00.
Pihak PT MRT Jakarta berharap, melalui uji coba tersebut masyarakat bisa merasakan pengalaman awal sebelum MRT Jakarta beroperasi secara komersial dan dapat menjadi masukan bagi MRT Jakarta untuk meningkatkan kualitas layanan. Kehadiran MRT Jakarta sendiri nantinya tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti perbaikan kualitas udara dan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat ibukota dengan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
Jika Anda ditantang untuk menyebutkan produsen pesawat selain Boeing, Airbus, Embraer, dan Bombardier, bisakah Anda menyebutkannya? Apabila di antara Anda yang menyebutkan merek Mitsubishi, maka Anda tepat! Ya, manufaktur yang terkenal dengan produksian mobil ini baru saja mengumumkan bahwa uji coba Mitsubishi Regional Jet yang baru telah berlangsung di Amerika Serikat. Jika berhasil lolos uji coba tersebut, maka pesawat jet yang mampu mengangkut 90 penumpang ini akan menjadi pesawat buatan Jepang pertama – setidaknya sejak tahun 1960-an.
Baca Juga: Airbus A220, Pesawat Narrow-Body yang Mampu Jabani Tugas Boeing 787 Dreamliner
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman fortune.com (5/3/2019), adapun pengumuman ini dilontarkan pihak Mitsubishi pada Senin (4/3/2019) kemarin. Namun, dalam upayanya untuk membangkitkan produksian pesawat asal Negeri Matahari Terbit, tidaklah mudah bagi Mitsubishi. Mitsubishi Regional Jet telah dikembangkan selama lebih dari satu dekade dan menghadapi tujuh tahun keterlambatan pengiriman yang mampu diantisipasi – mungkin lebih jika perusahaan melampaui tanggal pengiriman yang direncanakan saat ini, yaitu di pertengahan tahun 2020.
“Pada hari Minggu (3/3/2019), fungsi mesin dari narrow-body twin-engine jetliner ini telah dikonfirmasi setelah penerbangan dari pangkalan Mitsubishi Aircraft, sebuah unit Mitsubishi Heavy Industries Ltd., di negara bagian Washington,” ujar salah seorang pejabat perusahaan.
Sebenarnya, jadwal pengujian ini telah mundur dari jadwal semula. Di awal, Mitsubishi berencana untuk melakukan uji coba pada akhir Januari 2019 kemarin, namun karena kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan keterlambatan perusahaan dalam menyiapkan uji coba ini, maka dari itu uji coba terpaksa diundur.
“Dua model Mitsubishi Regional Jet baru saat ini tengah diproduksi di pangkalan di Toyoyama, Prefektur Aichi, dimana dua model ini juga akan diuji di Amerika Serikat. Rencananya di akhir tahun 2019 ini,” tandas sang pejabat.
Baca Juga: Ini Dia Boeing 787-900 Ke-787 Milik China Southern Airlines
Jika ingin meluncurkan mahakaryanya ini, Mitsubishi hanya memiliki waktu kurang dari 18 bulan untuk mendapatkan sertifikasi. Sebagai pembanding, Boeing 787 Dreamliner saja membutuhkan waktu 20 bulan terhitung sejak tanggal uji penerbangan, sementara itu HondaJet dari Honda memerlukan waktu hingga dua tahun.
Semisal sudah lulus sertifikasi kelak, Mitsubishi harus melawan kedigdayaan dari Airbus dan Boeing yang namanya notabene sudah lebih dikenal oleh massa dan memiliki reputasi yang sudah tidak bisa diragukan lagi.
Apakah ini akan menjadi titik balik kebangkitan sektor aviasi Jepang?
Grab belum lama ini memperkenalkan fitur baru di aplikasinya untuk peningkatan layanan dengan inisiatif Better Day. Fitur baru ini hadir di Filipina dan Grab sendiri merupakan satu-satunya aplikasi yang melayani kebutuhan pokok di salah satu negara Asia Tenggara tersebut.
Baca juga: GrabPet Hadir Untuk Angkut Hewan Piaraan di SingapuraKabarPenumpang.com melansir laman philstar.com (20/2/2019), selain GrabFood, GrabExpress, GrabRewards dan GrabPay, Grab meluncurkan serangkaian peningkatan aplikasi yang membuat perjalanan lebih aman, lancar dan bermanfaat. Berikut ini fitur baru yang dihadirkan Grab.
Pengalaman berekendara lebih baik
Grab berfokus untuk pengalaman berkendara yang lebih baik, dimana penumpang bisa menggunakan fitur transportasi baru yang akan mendefinisikan kembali pengalaman pelanggan dalam industri ride hailing.Batalkan pesanan kapan saja
Fitur ini memungkinkan penumpang membatalkan pemesanan sebelum pengemudi menemukan Anda di aplikasi dan mulai menjalankan tugasnya.
Lokasi tersimpan
Kini pengguna Filipina bisa menyimpan lokasi yang sering mereka kunjungi untuk memudahkan pencarian dan pengalaman pemesanan lebih cepat. Lokasi yang biasanya tersimpan seperti rumah, kantor dan beberapa tempat lainnya. Bahkan fitur ini juga memungkinkan pemilihan alamat yang sering digunakan pengguna untuk penggambilan atau pengantaran. Menggunakannya pun mudah hanya dengan mengklik tempat tersimpan dari tombol menu dan simpan dipilihan Anda.
Poin bila dibatalkan pengemudi
Penumpang yang telah memesan kendaraan dari Grab dan tiba-tiba dibatalkan oleh pengemudi, maka berhak mendapat poin reward. Reward sebanyak 30 poin ini akan diberikan dalam waktu 24 jam. Nantinya poin-poin itu bisa digunakan untuk mengambil GrabRewards seperti makanan, layanan dan diskon.
Ubah tujuan
Pengguna bisa mengubah tujuan jika lokasi yang dituju salah saat menit terakhir atau keadaan darurat. Kehadiran fitur ini bisa memudahkan penumpang tanpa harus bernegosiasi dengan pengemudi. Cara mengubahnya yakni penumpang mengetuk titik drop off dan pilih ubah, sehingga nantinya tarif akan berubah dengan sendirinya. Fitur ini hanya tersedia di GrabCar, GrabCar enam kursi dan layanan GrabCar Premium yang bisa ditemukan di Metro Manila, Cebu, Bacolod dan Pampanga.
Hilang dan ditemukan
Grab juga telah mengintegrasikan ke dalam aplikasi fitur baru yang hilang dan ditemukan, yang membantu penumpang menghubungi pengemudi secara langsung setelah pemesanan selesai. Untuk memulihkan item yang tersisa di mobil, cukup klik pada tab histori pemesanan, pilih catatan pemesanan terakhir dan ketuk tombol panggil baru untuk mencapai pengemudi. Fungsi tombol panggil tersedia dalam waktu empat jam setelah perjalanan berakhir. Sesuai dengan undang-undang privasi data, nomor telepon baik penumpang dan pengemudi ditutup dan aplikasi hanya akan menampilkan nomor virtual. Di luar periode empat jam, penumpang dapat mencapai pengemudi melalui pusat bantuan.
Waktu tunggu penumpang
Grab juga telah menerima umpan balik dari pengemudi yang mengeluhkan konsumen membatalkan setelah dialokasikan, dan bahkan jika pengemudi sedang dalam perjalanan ke titik penjemputan. Dengan demikian, Grab juga memperkenalkan fitur batas waktu penumpang, yang sementara melarang penumpang dengan pembatalan yang berlebihan.
penumpang tidak akan dapat memesan layanan untuk maksimum 23 jam setelah mencapai batas yakni, maksimal dua pembatalan per layanan Grab dalam waktu satu jam, maksimal tiga pembatalan per layanan Grab dalam waktu 24 jam dan maksimal lima pembatalan per layanan Grab dalam tujuh hari.
Baca juga: Siap ‘Bertarung’ di Jakarta, GrabBajay Kini Tengah Matangkan Uji Coba
“Pada 2019 ini, kami terus menggarisbawahi komitmen kami menuju pengalaman Grab yang lebih baik. Kami senang memulai tahun ini dengan memperkenalkan fitur-fitur baru yang akan mendefinisikan kembali pengalaman konsumen, ”kata Brian Cu, presiden Grab Philippines.
Di antara Anda semua, siapa nih yang suka datang terlalu ‘tepat waktu’ ke bandara hingga pada akhirnya melakukan segala persiapan sebelum mengudara dengan terburu-buru? Wah, tentu hal seperti ini kurang patut untuk dicontoh ya, karena bukan tidak mungkin jika Anda terlalu mepet datang ke bandara, Anda akan ketinggalan pesawat hanya karena Anda belum menghabiskan makanan yang tengah di santap. Nah, bagi Anda yang kadung membeli makanan di bandara padahal waktu keberangkatan sudah mepet, ada baiknya Anda meniru life-hack dari seorang penumpang ini.
Baca Juga: Ingin Jadi Penumpang yang ‘Beradab’? Langkah ini Bisa Jadi Rujukan
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.co.uk (5/3/2019), Nathan, seorang penumpang maskapai tujuan London – Roma memasukkan makanan yang sudah ia beli ke dalam plastik wrapping bening yang biasanya tersedia di security gate. Nathan yang kala itu tengah melakukan perjalanan bersama pasangan dan keluarganya ini melakukan hal tersebut lantaran waktu yang dimiliki Nathan dan rombongannya ini tidak terlalu banyak untuk sampai ke gate keberangkatan.
Seketika melakukan ide brilian ini, Nathan langsung mengabadikan makanannya tersebut dan membagikannya di grup Whatsapp keluarganya.
“Pengaturan waktu agak ketat di bandara,” tulis Nathan di grup Whatsapp keluarganya.
“Apakah seketat waktu kita pergi ke Barca (Barcelona, Spanyol)?” tandas anggota keluarganya yang lain.
“Saya harus memasukkan makanan yang saya beli tadi ke dalam plastik wrapping bening dan melanjutkan makan di gate,” jawab Nathan.
Kepada bbc.co, Nathan menjelaskan bahwa sebenarnya dirinya cukup tepat waktu untuk datang ke bandara sebelum keberangkatannya tersebut, namun kala itu bertepatan dengan jam makan malam dan mereka merundingkan apakah bisa menyempatkan diri untuk makan terlebih dahulu.
Baca Juga: Tips – Mau Tidur di Pesawat, Jangan Turunkan Tirai Jendelanya!
“Kami akhirnya berhenti di sebuah pub karena sudah waktunya makan malam. Makanan tiba sangat cepat tetapi sepertinya saya mungkin terlalu optimis tentang waktu ekstra yang dibutuhkan untuk sampai ke gate,” ujar Nathan.
Wah, mungkin cara Nathan ini bisa Anda tiru semisal Anda hendak mengudara dan waktu keberangkatannya bertepatan dengan jam makan malam. Sebenarnya, Anda bisa saja memilih untuk membungkus makanan tersebut (take away). Perjalanan tenang, perut pun aman!
Tentu Anda masih ingat dengan tindak kekerasan yang menimpa seorang penumpang wanita di MRT Kuala Lumpur, dimana dirinya dianiaya oleh seorang pria ketika tengah berada di dalam lift stasiun. Pelaku yang kala itu sempat melarikan diri kini telah berhasil dibekuk oleh petugas kepolisian setempat dan langsung diadili pada Jumat (1/3/2019) kemarin. Ternyata setelah diselidiki lebih jauh, pria yang diketahui bernama G. Thinathayaalan (25 tahun) ini berprofesi sebagai tukang service Air Conditioner (AC).
Baca Juga: [Video] Brutal, Perampok Aniaya Wanita Paruh Baya di Lift MRT Kuala lumpur
Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman nst.com.my (1/3/2019), G. Thinathayaalan dituduh telah melakukan pencurian yang disertai kekerasan terhadap seorang manajer bank yang bernama Lee Meei Shan (40 tahun) pada 14 Februari 2019 lalu di sebuah stasiun MRT di daerah Cheras.
Akibat dari tindakan anarkisnya ini, G. Thinathayaalan dijatuhi pasal 394 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara yang disertai dengan hukuman cambuk di akhir masa kurungannya.
Wakil jaksa penuntut umum, N. Joy Jothy tidak menawarkan jaminan kepada terdakwa, karena tindakan yang sudah ia lakukan tergolong sebagai tindakan yang terlalu kejam dan tidak patut mendapat jaminan.
“Insiden di MRT tertangkap di kamera CCTV (closed-circuit television) dan rekaman CCTV dari insiden tersebut menjadi viral. Insidennya sangatlah kejam,” ujar Joy Jothy.
Sementara itu, sebelum hakim Emilia Kaswati Mohamad Khalid menjatuhkan sanksi terhadap terdakwa, Thinathayaalan mengaku telah terlibat dalam tindakan perampokan bersenjata terhadap Hossain Mobarok dari Bangladesh dan melarikan diri dengan delapan kotak rokok yang diambilnya secara paksa dari sebuah toko swalayan, tepat 15 menit sebelum insiden di lift stasiun MRT itu terjadi.
Baca Juga: Perkeretaapian India Bocorkan Cara Ampuh Tindak Lanjuti Aksi Kriminal
Sebagaimana yang sudah diberitakan sebelumya, Lee Meei Shan – korban, mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya dan memar di dahinya.
Tidak berhenti sampai di situ, Lee Meei Shan juga harus mengikhlaskan barang berharganya yang dibawa lari oleh terdakwa, seperti dompet yang berisikan KTP, kartu ATM, serta uang tunai senilai RM400 (sekira Rp1,4 juta).
Bus tanpa pengemudi adalah salah satu pencapaian teknologi masa kini yang tengah diuji coba di berbagai belahan dunia. Di Asia Tenggara, Singapura tak pelak menjadi pelopornya setelah keberhasilan Negara Pulau tersebut menguji bus ukuran besar milik Volvo tanpa pengemudi pada Selasa (5/3/2019) kemarin.
Baca juga: Singapura Hadirkan “Kota Mini” dengan Kendaraan OtonomKabarPenumpang.com melansir dari laman engadget.com (5/3/2019), peluncuran uji coba bus listrik tanpa awak ini dilakukan oleh Volvo dan Universitas Teknologi Nanyang Singapura (NTU). Sebagai wahana adalah bus Volvo singlle deck 7900, dimana bus mampu mengangkut hingga 80 penumpang sekaligus dari NTU.
Sedangkan bus kedua asal Swedia ini akan menjalani uji coba di sebuah depot bus yang dikelola oleh operator angkutan umum Singapura. Peluang ini akhirnya akan membuat bus listrik tanpa awak itu bergabung dengan armada transit lainnya.
Gabungan ini sendiri termasuk dengan mini van yang ukurannya lebih kecil dan akan menyusuri tiga wilayah Singapura pada tahun 2020 mendatang. Tak hanya itu, Jepang dan Inggris juga merencanakan inisiatif transportasi otonom yang serupa dengan miliknya sendiri.
Bus listrik Volvo 7900 mengemas 36 kursi dan melepaskan emisi nol. NTU mengklaim bahwa bus tersebut mengkonsumsi energi 80 persen lebih sedikit daripada bus diesel berukuran setara. Universitas telah menjadi jantung dari eksperimen transit otonom Singapura, yang sebelumnya telah membangun kota kecil untuk uji coba bus tanpa pengemudi. Keterlibatan NTU dalam proyek bersama Volvo 7900 dilakukan sejak awal 2018.
Presiden NTU Subra Suresh mengatakan, tes dengan satu bus di kampus universitas dapat dimulai dalam beberapa minggu hingga berbulan-bulan, sebelum pindah ke jalan umum setelah mendapat pengesanan dari regulator. Dia berharap tes bisa diperpanjang ke jalan umum dalam satu tahun.
“Bus kedua akan menjalani tes di depot bus kota. Kendaraan 12 meter (39 kaki) dapat mengangkut hingga 80 penumpang dan merupakan bus listrik otonom ukuran penuh pertama di dunia,” katanya.
“Ini adalah jenis kendaraan yang akan digunakan operator secara komersial dan itulah sebabnya ini merupakan tonggak sejarah,” ujar Håkan Agnevall, presiden Volvo Buses.rada di
Singapura berada di peringkat kedua secara global dalam indeks yang menilai keterbukaan dan kesiapsiagaan negara untuk kendaraan otonom. Sebelumnya, pada November 2018 kemarin, Singapura membuat kota mini seluas dua hektare dan berisikan kendaraan tanpa awak.
Baca juga: Bus Tanpa Awak Segera Beroperasi di Taiwan
Di kota mini, Nanyang Technological University sedang menguji sebuah minibus tanpa sopir dengan 15 penumpang yang dibangun oleh perusahaan Perancis Navya SAS, dimana peneliti dapat beroperasi menggunakan perangkat lunak otonom atau secara manual melalui handset gaya video game. Bus menavigasi jalur, berhenti di depan pejalan kaki yang tersesat di jalan dan berhenti di halte bus untuk mengumpulkan dan mengantarkan penumpang.