Kenali Jenis Kereta Crane yang Bantu Evakuasi KRL Anjlok di Cilebut

Anjloknya KRL Jabodetabek jurusan Jatinegara – Bogor di Cilebut, Bogor pada Minggu (10/3/2019) siang kemarin memang membawa dampak yang cukup signifikan terhadap pengoperasian harian para komuter Ibukota. Menanggapi kejadian ini, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi datang ke lokasi kejadian untuk meninjau secara langsung terkait kecelakaan yang memakan 17 korban luka ini. Menurutnya, adapun upaya yang dilakukan untuk menormalkan kembali pengoperasian dari salah satu tulang punggung transportasi Ibukota ini adalah dengan cara melakukan evakuasi kereta. Baca Juga: Mengenal Lebih Dalam Mesin Perawatan Jalan Rel, Si Kuning Yang Gemar “Patroli” di Malam Hari “Evakuasi harus menunggu crane dari Bandung (Daerah Operasi/Daops II), 3 sampai 4 jam baru sampai. Kami mengimbau masyarakat menggunakan non KRL dari dan ke Bogor,” ujar Menhub Budi, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman Tribunnews.com (10/3/2019) kemarin. Sementara untuk penyebab anjlok, baik Menhub Budi maupun VP Corporate Communcation PT Kereta Commuter Line Indonesia, Eva Chairunnisa belum dapat memberikan jawaban karena pihaknya hingga saat ini masih melakukan investigasi. Disini, salah satu instrumen yang membantu proses evakuasi kereta Commuter Jabodetabek KA 1722 adalah kereta crane. Jika di moda darat, mungkin kereta crane ini memiliki fungsi yang hampir mirip dengan mobil derek. Namun, tidak semua kereta crane memiliki fungsi untuk mengevakuasi armada yang baru saja tertimpa musibah. Seperti yang jadi andalan PT KAI adalah kereta crane Gottwald SC39302 yang punya kapasitas angkat sampai 120 ton. Untuk tiba di lokasi kecelakaan, kereta crena ditarik oleh lokomotif diesel. Gottwald SC39302 termasuk ke dalam jenis breakdown crane. Mengutip dari laman sumber lain, ada tiga jenis kereta crane yang biasanya disiapkan untuk menunjang pengoperasian dari kereta – baik kereta komuter maupun kereta konvensional. Kereta crane ini biasanya dirancang secara khusus untuk menanganai satu dari tiga tujuan.
Goods Yard Crane. Sumber: istimewa
Goods yard crane biasanya memiliki bentuk yang paling kecil diantara kereta crane lain, namun memiliki kemampuan untuk mengangkat benda dari satu titik menuju titik lainnya. Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan di Jalur Kereta, Kemenhub Datangkan Kereta Derek Adapula yang namanya maintenance crane, dimana kereta crane jenis ini memiliki paling banyak varian bentuk yang berfungsi sesuai dengan namanya – pemeliharaan. Untuk tujuan umum, crane ini sering digunakan untuk memasang instrumen persinyalan, sementara tipe lain yang lebih spesifik bisa digunakan untuk meletakkan track.
Maintenance Crane. Sumber: wikipedia
Lalu yang terakhir ada breakdown crane, kereta crane yang biasa digunakan untuk pekerjaan pemulihan pasca kecelakaan. Untuk masalah ukuran, kereta crane ini cukup besar untuk mengangkat rolling stock yang tergelincir untuk kembali ke trek. Dalam terminologi Amerika Utara, breakdown crane sendiri sering disebut sebagai wrecker.  

Catat Laba Spektakuler di 2018, Cathay Pacific Berencana Akuisisi Hong Kong Express

Kompetisi yang dihadapi maskapai penerbangan semakin cepat dan berkembang dengan adanya perluasan peta rute. Salah satu maskapai besar Asia yang tengah menghadapi kompetisi itu ialah Cathay Pacific yang bersaing dengan maskapai Cina dan Timur Tengah. Dimana maskapai-maskapai tersebut membuat penumpang tak lagi transit di Hong Kong dan mengarahkan penumpang untuk transit di Dubai atau Doha dengan tarif lebih rendah. Baca juga: Serba-Serbi Cathay Dragon, Mantan Pesaing Cathay Pacific yang Kini Jadi Anak Perusahaan Dilansir KabarPenumpang.com dari laman airlinegeeks.com (7/3/2019), situasi di atas membuat dampak besar pada Cathay Pacific dan tercatat kerugian mencapai US$74 juta di tahun 2016 dan US$161,4 juta di 2017. Setelah dua tahun berturut-turut merasakan kerugian, baru di tahun 2018, maskapai uatama di Hong Kong ini mencatat laba US$294,8 juta. Bahkan dengan laba yang cukup, Cathay Pacific bersiap menghadapi kompetisi perluasan rute, persisnya Cathay Pacific akan mengakuisisi maskapai berbiaya hemat (LCC) Hong Kong Express. Akuisisi ini sendiri masih dalam diskusi aktif. HK Express merupakan maskapai LCC satu-satunya di Hong Kong yang berafiliasi dengan Grup HNA Cina. Saat ini, Cathay Pacific telah mempunyai anak perusahan, yaitu Cathay Dragon, yang sebelum diakuisisi bernama Dragonair. “Ini adalah bagian dari perubahan besar dalam strategi Cathay. Pesaing mengembangkan maskapai murah yang menantang bisnisnya. Saya pikir kesepakatan ini akan bermanfaat bagi perusahaan dalam jangka panjang,” ujar Steven Leung, direktur eksekutif Cathay Pacific. Dalam akuisisi ini, Cathay Pacific akan memanfaatkan masalah utang yang ada di Grup HNA Cina dan potensi yang berhadapan dengan para pesaing berbiaya hemat lainnya yang tengah maik daun. Para pakar mengatakan membeli HK Express akan menjadi langkah yang lebih baik untuk Cathay daripada meluncurkan pembawa anggaran sendiri. “Ini adalah pertama kalinya Cathay Pacific memasuki pasar anggaran dengan biaya yang relatif rendah. Yang terbaik bagi Cathay untuk mengakuisisi saham di HK Express, daripada Hong Kong Airlines, setidaknya dalam pengeluaran keuangan,” kata K Ajith, direktur Asia Transport Research. Cathay telah disengat oleh pesaing seperti Singapore Airlines dan Qantas yang masuk di pasar berbiaya rendah. Maskapai tanpa embel-embel, seperti AirAsia bahkan telah memikat penumpang dan memaksa Cathay untuk menjual tiket di bawah biaya standar, dan ini telah berkontribusi terhadap kerugian finansial selama dua tahun. Rencana Cathay untuk mengakuisisi HK Express terungkap dalam pernyataan perusahaan yang terdaftar di bursa saham Hong Kong. Perusahaan itu menyatakan dalam menanggapi laporan tentang diskusi untuk mengakuisisi Hong Kong Express dan Hong Kong Airlines. Cathay Pacific mengumumkan laba bersih HK $2,3 miliar untuk 2018. Andrew Lee, seorang pakar ekuitas di Jefferies, mengatakan Cathay berpotensi unggul dari maskapai saingannya yang menuntut akses lebih banyak ke Bandara Internasional Hong Kong (HKIA). “Kami percaya ini bisa positif untuk Cathay Pacific memberikannya pasar penumpang yang berbeda karena Hong Kong Express adalah maskapai penerbangan bertarif rendah. Kami percaya pihak lain dapat tertarik pada Hong Kong Express mengingat keterbatasan kapasitas di bandara Hong Kong,” katanya. Cathay Pacific dan Cathay Dragon menguasai sekitar 45 persen slot landasan pacu di Bandra Internasional Hong Kong, mengoperasikan armada gabungan dari 201 pesawat penumpang dan kargo, dan terbang ke 232 tujuan di 53 negara dan wilayah. HK Express, sebagai perbandingan, memiliki sekitar 5 persen dari slot landasan pacu HKIA. Kesepakatan untuk HK Express akan mendorong kontrol Cathay atas slot landasan pacu sejalan dengan dominasi beberapa maskapai besar lainnya di bandara asal mereka, seperti British Airways di London Heathrow dan Singapore Airlines Group di Changi. Baca juga: Blunder Beruntun! Cathay Pacific ‘Diskon’ Hampir 90 Persen Tiket Penerbangan Portugal – Hong Kong Jika akuisis terjadi, maskapai HK Express akan menjadi maskapai keempat dari Cathay Pacific Group. Grup ini sudah memiliki Cathay Pacific Airways, Cathay Dragon Airlines, dan AHK Air Hong Kong Cargo.

H-1 Uji Coba Gratis MRT Jakarta, Tinggal Tersisa Kuota untuk 104.391 Orang!

Hingga hari keenam, registrasi online untuk menikmati uji coba Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta yang akan dimulai pada 12 Maret 2019 besok, sudah mencapai 181.209 orang. Jumlah ini menyisakan 104.391 pendaftar lagi untuk memenuhi target 285.600 orang. Pendaftaran yang dibuka selama 24 jam tersebut membuat antusiasme masyarakat makin meningkat. Baca juga: Lebih dari Setengah Total Kuota Uji Coba Gratis MRT Jakarta Telah Terlampaui di Hari Ke-2 Pendaftaran Bahkan dari ratusan ribu warga masyarakat ibukota Jakarta memilih hari Sabtu dan Minggu karena dianggap efisien. Sebab waktu beroperasi yang dimulai pukul 08.00 hingga berakhir pukul 16.00 membuat dua hari libur tersebut menjadi pilihan yang cukup untuk digunakan mencoba kereta MRT Jakarta. Pemilihan stasiun dengan pendaftaran terbanyak dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) 46.553 orang dan Lebak bulus 38.968 orang. Dari keterangan tertulis yang diterima KabarPenumpang.com, Minggu (10/3/2019) bila dibandingkan dengan hari keempat menambah 14.686 orang dari 166.523 orang. Sampai saat ini, pihak MRT Jakarta belum memberi tanggapan yang pasti terkait antusiame masyarakat ibukota untuk melakukan uji coba. Beberapa lalu hanya dikatakan, pihaknya masih melakukan diskusi bila target yang diberikan melebihi batas kuota uji coba. Sebab hal ini masih menyangkut dengan pertimbangan keselamatan, kenyaman dan keamanan masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam uji coba tersebut. “Ini kan uji coba dan belum ada tiket berbayar. Makanya saat mendaftar ada ketentuan yang memang ditekankan salah satunya tidak ada biaya asuransi ketika masyarakat mengikuti uji coba ini,” jelas pihak humas. Untuk kuota dari tanggal 12 hingga 17 Maret 2019 mendatang terlihat sudah terpenuhi. Pihak MRT Jakarta mengatakan, bagi masyarakat yang ingin ikut uji coba bisa melakukan pendaftaran untuk uji coba tanggal 18-22 Maret 2019. Nantinya penumpang yang tiba di stasiun harus menunjukkan QR Code kepada petugas stasiun dan akan mendapat stiker yang disesuaikan dengan waktu kedatangan. Warna merah pukul 08.00-10.00, biru pukul 10.00-12.00, kuning pukul 12.00-14.00 dan hijau pukul 14.00-16.00. Baca juga: Ayo Buruan Daftar Uji Coba Gratis MRT Jakarta, Kuota Tersisa Hanya untuk 193.252 Orang! Pihak PT MRT Jakarta berharap, melalui uji coba tersebut masyarakat bisa merasakan pengalaman awal sebelum MRT Jakarta beroperasi secara komersial dan dapat menjadi masukan bagi MRT Jakarta untuk meningkatkan kualitas layanan. Kehadiran MRT Jakarta sendiri nantinya tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat tambahan seperti perbaikan kualitas udara dan mendorong perubahan gaya hidup masyarakat ibukota dengan beralih dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.

Pertama Kali di Asia Tengah, Busworld 2019 Juga Akan Digelar di Kazakhstan

Namanya masih terasa asing bagi warga Indonesia, karena akses penerbangan menuju negara Asia Tengah ini memang tak mudah, persisnya tidak ada penerbangan langsung dari Indonesia ke Kazakhstan. Namun, siapa sangka bahwa negara yang dahulunya adalah bagian dari Uni Soviet ini telah tumbuh sektor perekonomian dan wisatanya. Ditopang investasi besar-besaran di sektor pertambangan, Pemerintah Kazakhstan berharap dapat masuk sebagai TOP 30 Global Economies in The World dalam beberapa tahun mendatang. Baca juga: Busworld South East Asia 2019 Siap Digelar di Jakarta, Inilah Pameran Bus Terbesar Berskala Internasional Sebagai negara berkembang yang belum lama mendapat kucuran investasi minyak dan gas sebesar US$40 miliar, denyut bisnis di Kazakhstan patut diperhitungkan, dan sebagai manfaat positifnya adalah berkembangnya sektor transportasi. Terkait transportasi berbasis massa, rencananya setelah berlangsungnya ajang Busworld 2019 di Jakarta, yang akan digelar pada 20 – 23 Maret mendatang, maka di Kazakhstan juga untuk pertama kalinya akan diselenggaraan Busworld di Almaty, yakni kota terbesar di Kazakhstan. Selain menjadi momen penyelenggaraan pertama di Kazakhstan, Busworld menandakan hadirnya pameran bus terbesar di kawasan Asia Tengah. Busworld 2019 di Almaty akan berlangsung pada 25 – 27 Juni 2019. Sebagai negara yang keseluruhan aksesnya dibatasi oleh daratan, maka pembangunan sektor transportasi menempati prioritas utama. Dalam skala besar, Kazakhstan akan membangun “New Silk Road,” yakni proyek jalur kereta yang akan menghubungkan Kazakhstan dengan negara-negara tetangganya, termasuk potensi bisnis ke Eropa dan Cina. Selain itu Kazakhstan juga tengah mengembangkan rute antar daerah di kawasan Asia Tengah, termasuk ke Rusia, Cina dan Uzbekistan. Baca juga: TransJakarta Umumkan Keikutsertaan di Busworld 2019 Di segmen bus, tipe bus low deck dari Eropa Barat, Cina dan Korea Selatan telah mulai beroperasi. Seperti pada tahun lalu, Iveco dari Italia telah memasok 350 unit bus dengan bahan bakar gas alam. Komitmen Pemeritah Kazakhstan untuk mengembangkan sekor pariwisata juga akan terkait dengan penyediaan bus dalam jumlah besar. Seiring bubarnya Uni Soviet, Kazakhstan telah merdeka pada 1991, meksi begitu negara dengan ibu kota Astana ini masih tergabung dalam Commonwealth of Independent States yang berafiliasi dengan Rusia.

Alvin Lie: Pemerintah Indonesia Sebaiknya Tidak Terbangkan Dulu Boeing 737 MAX 8

Boeing 737 MAX 8 milik Ethiopian Airlines jatuh enam menit setelah lepas landas dan menewaskan 157 orang didalamnya. Pesawat dengan nomor penerbangan ET302 tersebut jatuh di dekat kota Bishoftu 62 km tenggara ibukota Addis Ababa saat hendak melakukan penerbangan menuju Nairobi. Pesawat Boeing 737 MAX 8 ini menukik tajam pada ketinggian delapan ribu kaki dan mengingatkan akan insiden Lion Air PK-LQP pada Oktober 2018 lalu di Laut Jawa. Baca juga: Pesawat Canggih Boeing 737 Max 8 Lion Air Jatuh Perairan Tanjung Karawang, Ini Dia Spesifikasinya! Atas insiden ini, seorang pakar penerbangan yang juga pejabat Ombudsman Indonesia, Alvin Lie menuntut agar pemerintah tidak menerbangkan semua pesawat Boeing 737 Max 8 yang masih beroperasi untuk maskapai Indonesia setelah pesawat Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu (10/3/2019) kemarin. Dia mengatakan Kementerian Perhubungan harus memperhatikan kecelakaan terakhir di Ethiopia, karena pesawat yang terlibat dalam kecelakaan itu adalah model yang sama dengan yang jatuh di Indonesia pada akhir Oktober tahun lalu “Kementerian Perhubungan harus siap untuk sementara menurunkan semua Boeing 737 MAX 8 yang masih beroperasi di Indonesia untuk mencegah lebih banyak kecelakaan,” kata Alvin yang dikutip KabarPenumpang.com dari thejakartapost.com.
(Citizen TV)
Saat ini pihak maskapai masih melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab dari kecelakaan dan mencari tahu apakah ada kesamaan dengan kejadian Lion Air di Indonesia. Ethiopian Airlines mengatakan para penyelidiknya, Otoritas Penerbangan Sipil Ethiopia dan Otoritas Transportasi Ethiopia akan melakukan penyelidikan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan termasuk produsen pesawat Boeing untuk menentukan penyebabnya. Dilansir dari washingtonpost.com (10/3/2019), situs pelacak penerbangan asal Swedia, Flightradar24.com men-tweet pada hari Minggu bahwa data yang tersedia menunjukkan bahwa kecepatan vertikal ET302 tidak stabil setelah lepas landas. Dalam kecelakaan tersebut pihak Boeing mengatakan memiliki tim teknis yang siap memberikan bantuan sesuai arahan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat. Pihak maskapai sendiri mengatakan, pesawat dikemudikan oleh seorang pilot berpengalaman, Yared Getachew. Saat itu dari keterangan maskapai, pilot mengatakan mengalami kesulitan dan ingin kembali sebelum kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara. Analis penerbangan mengatakan mereka sedang menunggu hasil akhir dari penyelidikan maskapai Indonesia dan menjelaskan bahwa hasilnya dapat berdampak negatif bagi bisnis Boeing. Bahkan atas kejadian ini, FAA berencana untuk membantu dalam penyelidikan kecelakaan itu. “FAA memonitor perkembangan kecelakaan Ethiopia Penerbangan 302 dini hari tadi. Kami berhubungan dengan Departemen Luar Negeri dan berencana untuk bergabung dengan NTSB dalam bantuannya dengan otoritas penerbangan sipil Ethiopia untuk menyelidiki kecelakaan itu,” ujar pihak FAA. Kecelakaan ini membuat beberapa organisasi pilot Amerika Serikat mengkritik Boeing setelah mengungkapkan bahwa mereka telah membuat perubahan tertentu pada perangkat lunak autopilot MAX 8 itu dengan menambahkan fitur kontrol penerbangan baru Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS). Perangkat lunak yang diperbarui dimaksudkan untuk memperhitungkan perubahan desain pada 737 MAX dan seharusnya membuat pesawat beroperasi sedekat mungkin dengan model 737 yang lebih tua meskipun memiliki mesin yang lebih besar ditempatkan lebih jauh ke depan pada sayap pesawat. Sementara sistem MCAS seolah-olah ditambahkan untuk membuat pesawat lebih aman, serikat pilot di Amerika Serikat mengatakan mereka dibiarkan tidak tahu tentang pembaruan perangkat lunak dan mengkritik Boeing karena gagal menutupi sistem baru dalam sesi pelatihan. Seorang juru bicara Boeing tidak menanggapi pertanyaan tentang apakah perusahaan telah memperbarui sistem MCAS setelah kecelakaan pesawat di Indonesia. Dennis Tajer, juru bicara Allied Pilots Association, sebuah serikat yang mewakili pilot di American Airlines, mengatakan eksekutif Boeing awalnya mengatakan kepada anggotanya bahwa perusahaan tersebut telah melihat potensi masalah desain perangkat lunak, tetapi mereka belum menerima kabar tentang apakah sistem tersebut telah berubah. Dia mengatakan pilot di American Airlines masih belum memiliki simulator penerbangan yang mencerminkan pembaruan ke MAX 8. “Kami belum diberi penjelasan tentang perubahan pada perangkat lunak pada saat ini,” kata Tajer. Garuda Indonesia memiliki satu Boeing 737 MAX 8 sementara Lion Air memiliki 14 pesawat seri Boeing 737 MAX, termasuk MAX 8 yang jatuh tahun lalu. Menurut situs web Boeing, perusahaan, per 31 Januari, telah menerima 5.111 pesanan pesawat seri Boeing 737 MAX, dan telah mengirim 350 ke berbagai maskapai di seluruh dunia. Baca juga: Setelah MPV Everest Gagal, Justru KRI Spica 934 Berhasil Temukan CVR Lion Air JT-610 Maskapai ini telah menerima pesanan 50 seri MAX dari Garuda Airlines, tetapi hanya mengirimkan satu, MAX 8 pada 2017. Situs web berita penerbangan flightglobal.com melaporkan bahwa perusahaan telah menunda pengiriman 49 sisanya hingga 2020. Lion Air telah memesan 201 seri MAX dan Boeing telah mengirimkan 14 di antaranya sejak 2017.

Kompak! Penumpang di Stasiun Nijo Bahu Membahu Bantu Penumpang yang Jatuh ke Lintasan

Sebagai tulang punggung transportasi di Jepang, sudah seyogyanya jika jaringan kereta api di sana selalu dipadati oleh para penumpang yang hendak melakukan mobilisasi. Nah, terutama ketika peak hours melanda, situasi crowded nampaknya sudah menjadi pemandangan yang lumrah di setiap statiun. Bukan tidak mungkin jika dalam situasi semacam ini, ada saja kecelakaan yang menimpa penumpang. Seperti yang terjadi di salah satu stasiun di Kyoto, dimana seorang penumpang dikabarkan jatuh ke lintasan kereta sesaat sebelum kereta melintas. Duh! Baca Juga: Ekinaka, Booth Working Space untuk Pekerja Mobile di Stasiun Kereta Jepang KabarPenumpang.com mengutip dari laman japantoday.com, pada tanggal 18 Februari 2019 lalu, sekira pukul 18.15 waktu setempat, seorang penumpang dikabarkan jatuh dari peron ke lintasan kereta tanpa diketahui dengan pasti penyebab jatuhnya. Kejadian yang sempat memicu degup jantung setiap orang yang melihatnya secara langsung ini sendiri terjadi di Stasiun Nijo, sebuah stasiun yang menjadi bagian dari San’in Main Line (Sagano Line). Beruntung, komuter lain yang berada di sekitaran lokasi kejadian langsung dengan sigap membantunya dengan cara memberikan kode kepada kereta api yang sebentar lagi akan melintas. Para calon penumpang ini melambaikan tangan mereka ke arah kereta sebagai penanda agar kereta menghentikan lajunya. Tidak hanya melambaikan tangan ke arah kereta saja, beberapa dari para calon penumpang ini malah berlari menuju tombol darurat dan menekannya. “Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada setiap orang yang sudah membantu kereta menghentikan lajunya ketika ada seorang komuter yang jatuh ke lintasan,” ujar Kepala Stasiun Nijo. “Tidak hanya itu, kami juga hendak berterima kasih kepada siapa saja yang telah membantu memberikan pertolongan pertama kepada korban ketika dirinya sudah berhasil dievakuasi menuju tempat yang aman,” tandasnya. Sempat disinggung oleh Kepala Stasiun Nijo, tombol darurat ini berfungsi semisal ada situasi dimana kereta harus berhenti secara tiba-tiba. Kejadian ini sontak menjadi viral di Jepang setelah beberapa penumpang yang melihat kejadian tersebut mengunggah status di berbagai platform sosial media. Dan sudah pasti, tindakan heroik para penumpang yang membantu menghentikan kereta mendapat apresiasi dari warganet. Baca Juga: Di Jepang, Bisa Makan Mie Gratis Asalkan Datang ke Stasiun Lebih Awal! “Di saat darurat, kita harus berusaha untuk tidak panik atau gengsi untuk membantu. Cukup tekan tombol berhenti darurat. Bahkan ketika kereta ditunda, kita harus memikirkan jika kita berada di posisi itu (korban), dan berusaha untuk tidak kesal,” ujar salah satu warganet. “Itu cerita yang bagus. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan dengan mudah,” tandas yang lainnya mengomentari.

Sewa Modem WiFi Portable Kini Jadi Favorit Pelancong Ketika di Luar Negeri

Melancong ke luar negeri merupakan salah satu gaya hidup masyarakat masa kini dan ternyata membuat usaha penyewaan modem WiFi menjadi bisnis yang menguntungkan beberapa tahun terakhir. Apalagi permintaan itu banyak datang dari pelancong asal Indonesia. Baca juga: Jelang Olimpiade Musim Panas, WiFi Gratis Siap Hadir di Kereta Peluru Shinkansen Dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (6/3/2019), PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) merupakan salah satu perusahaan publik yang bergerak dalam penyediaan penyewaan modem dan layanan WiFi. Mereka mengakui adanya potensi pasar yang besar di Seluruh Indonesia dan yakin mampu mempercepat pertumbuhan bisnisnya tahun ini. Seorang karyawan bernama Tya mengaku menyewa modem WiFi dari Passpod untuk perjalanannya ke Jepang. Dia mengatakan hanya perlu membayar Rp600 ribu atau US$4,26 untuk sepuluh hari dan bisa berbagi dengan temannya. “Ini jauh lebih murah ketimbang saya membeli paket roaming internasional,” ujarnya. Hiro Wardhana, Presiden Direktur Passpod mengatakan, dengan meningkatknya jumlah orang yang bepergian ke luar negeri, perusahaan dapat meningkatkan pendapatannya di tengah persaingan ketat dari perusahaan yang menyediakan layanan sama. “Pada akhirnya, pelanggan akan memilih perusahaan yang memberikan layanan terbaik. Passpod memberikan layanan lengkap dan kami juga menawarkan bundling produk. Misalnya, jika pelanggan membeli objek wisata Universal Studios, mereka bisa mendapatkan modem WiFi gratis,” katanya. Setelah menerima dana segar dari penawaran umum perdana tahun lalu, Passpod berencana untuk memperluas bisnisnya tidak hanya melayani pelanggan Indonesia, tetapi juga untuk melayani pelancong dari negara lain yang ingin mengunjungi Indonesia. Tahun ini, perusahaan menargetkan pendapatan dari Rp52 juta hingga Rp53 miliar. Selain Passpod, perusahaan lain, PT Mitra Galang Sejahtera (JavaMifi), mengatakan juga percaya bahwa permintaan untuk modem WiFi telah berkembang pesat karena orang mencari alternatif yang lebih murah dan lebih nyaman ketika mereka bepergian ke luar negeri. Saat ini, JavaMifi dapat digunakan di 160 negara dan perusahaan telah bermitra dengan lebih dari 200 operator atau penyedia lokal di seluruh dunia. JavaMifi memiliki lebih dari 20 ribu titik penjemputan dan pengantaran di seluruh Indonesia, termasuk konter andalannya di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, dengan pengiriman gratis dan layanan pengembalian bagi pelanggan. Sejak mulai beroperasi pada 2015, JavaMifi telah melayani satu juta pelanggan. “Pada awal tahun ini, kami mulai berekspansi ke Jepang dengan bermitra dengan Og Inc., salah satu perusahaan lokal, untuk melayani pasar turis Jepang yang datang ke Indonesia,” kata Andintya Maris, pendiri JavaMifi. Firman Raditya, pendiri WiFi Republic, mengatakan selain menangkap penjualan dari orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri, perusahaan juga akan berkonsentrasi pada penargetan wisatawan dari Cina. Sejauh ini, Jepang dan Korea telah menjadi tujuan favorit bagi pengguna wifi Republic. Untuk bertahan dari persaingan, WiFi Republic mengatakan akan memperluas jaringannya ke lebih banyak negara dan memastikan untuk menyediakan koneksi yang baik kepada pelanggan, serta mengadakan lebih banyak pameran untuk menarik pelanggan. Baca juga: Bagaimana sih Cara Kerja WiFi OnBoard? Cek Jawabannya di Sini! Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dari Januari hingga Desember 2018 jumlah penumpang yang bepergian ke luar negeri menggunakan maskapai nasional dan asing adalah 17,9 juta, naik 8,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah penumpang terbesar, 7,8 juta orang atau 43,36 persen dari total jumlah penumpang yang bepergian ke luar negeri, melewati Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, diikuti oleh 6,4 juta orang, 35,64 persen penumpang, yang melewati I Gusti Ngurah Rai Bandara Internasional di Denpasar.

Perkuat Ekspansi, Cina Siap Bangun Bandara Permanen di Antartika

Salam hangat kepada para penguin yang lucu nan menggemaskan, karena dikabarkan Cina akan membangun bandara permanen pertama di Antartika! Ya, Pemerintah negeri Tirai Bambu saat ini tengah gencar mencari cara untuk membangun bandara permanen pertamanya di Kutub Selatan. Tim ekspedisi penelitian Cina dikabarkan telah menemukan area yang sangat besar – sekitar 10 km persegi dari salah satu pangkalan negara di benua tersebut, yang diprediksi bisa dijadikan bakal calon lokasi bandara ambisius ini. Baca Juga: Populasi Golongan Menengah Meningkat, Cina Akan Miliki 450 Bandara di Tahun 2035 Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, saat ini sudah ada delapan bandara es biru di Antartika, namun tidak ada satu pun dari mereka yang dioperasikan oleh Cina. Dengan absennya Cina di habitat para penguin ini, maka mereka akan kesulitan untuk memasok logistik ke benua paling selatan di bumi tersebut. Lalu, semisal sudah rampung kelak, apakah Cina akan memesan pesawat baru guna melakoni pendaratan atau lepas landas dari es? Alternatifnya, Cina akan menggunakan skyway untuk melakukan pendaratan di es yang notabene sangat licin. Mengingat pijakan pesawat ini tidaklah solid seperti aspal, maka rencananya Cina hanya akan mengoperasikan pesawat berbadan kecil – tidak seperti Boeing, Airbus, atau bahkan Y-20 buatan Cina. Besarnya keinginan Cina untuk membangun bandara juga dikarenakan arus wisatawan yang mengalami lonjakan drastis sejak dipasarkan 10 tahun lalu. Di tahun 2008 silam, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Antartika tercatat hanya ada kurang dari 100 orang. Namun di tahun 2016, angka tersebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan – 4.000 wisatawan dalam setahun. Satu poin lagi yang akhirnya membuat Pemerintah Cina untuk segera membangun bandara permanen di Antartika adalah dari segi jumlah pengunjung – dimana ada belasan ribu warga Cina yang mengunjungi benua tersebut dalam rentang waktu dua tahun terakhir, menyusul Amerika Serikat yang bertengger di posisi teratas. Pada Desember 2017 silam, Cina diketahui melakoni penerbangan komersial perdananya menuju Antartika. Kala itu Cina yang diwakilkan oleh sejumlah orang terpilih dari Hong Kong melakukan ekspedisi menuju Kutub Selatan. Baca Juga: Di 2019, Cina Siap Operasikan Bandara Internasional Terbesar di Dunia! Perjalanan tersebut memakan waktu kurang lebih 26,5 jam – 15 jam menuju Cape Town untuk mengisi bahan bakar, dan 5,5 jam sisanya untuk melanjutkan perjalanan menuju Antartika. Setibanya di Antartika, pengunjung masih harus melanjutkan perjalanan sekira lima hingga enam jam lamanya untuk sampai ke kutub. Terlepas dari peran politik yang menunggangi rencana ambisius Cina ini, Pemerintah masih enggan membeberkan rencana lebih lanjut mengenai kehadiran bandara permanen di bagian bumi paling selatan ini.  

Dianggap Pelanggaran Minor, di Kereta Komuter Jepang Ada Marka “Dilarang Meludahi Petugas”

Biasanya, sebuah marka pengingat sengaja dibuat karena pernah ada atau maraknya pelanggaran yang dilakukan penumpang ketika menggunakan sarana transportasi berbasis massal. Sebut saja di Commuter Line Jabodetabek yang memasang marka ini di pintu kereta atau diumumkan melalui pengeras suara di dalam rangkaian kereta. Biasanya pengumuman tersebut berisikan himbauan kepada para penumpang untuk tidak duduk di lantai kereta, tidak berjualan, dan memberikan tempat duduk kepada penumpang prioritas. Baca Juga: Di Luar Regulasi, Manipulasi Psikologi Turut Campur Tangan di Perkeretaapian Jepang Namun kali ini ada himbauan di kereta yang terbilang cukup unik namun faktanya kerap terjadi. Ya, di Jepang, ada marka pengingat yang isinya melarang penumpang untuk meludah kepada kru kereta. Mungkin ini terdengar sedikit menjijikan bagi orang Indonesia, namun karena hal semacam ini marak terjadi di Negeri Matahari Terbit, maka operator kereta terpaksa mengingatkan kembali kepada setiap penumpangnya bahwa meludah kepada kru kereta merupakan sebuah pelanggaran. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (7/3/2019), salah satu operator kereta di Jepang, JR East menyebutkan bahwa tindakan meludah kepada petugas semacam ini memang masuk ke dalam kategori pelanggaran minor. Kendati begitu, ketidakpuasan penumpang terhadap keseluruhan sistem kereta api di Jepang kerap dilampiaskan kepada petugas. “Meludahi staf adalah pelanggaran. Orang yang menyebarkan gangguan yang berbahaya akan mendapatkan hukuman berat. Ini harus benar-benar dihentikan. Siapa pun yang menyaksikan pelanggaran ini, harap beri tahu staf stasiun atau petugas keamanan terdekat,” Begitulah kurang lebih himbauan yang dibuat oleh JR East dalam bahasa Jepang. Mungkin respon yang dilakukan oleh oknum penumpang seperti meludah kepada petugas ini bisa dibilang terlalu berlebihan jika hanya ditengarai oleh ketidakpuasan terhadap sistem kereta api. Sederhananya, jika tidak puas dengan sistem kereta api, alangkah lebih bijaknya jika melakukan kritik terhadap perusahaan langsung, bukan malah menyerang orang yang sebenarnya tidak berkecimpung langsung dalam penyusunan atau pengoperasian sistem tersebut. Baca Juga: Bunyi Lonceng Kereta di Perlintasan Sebidang, Antara Manfaat dan Penebar Polusi Suara Selain melanggar norma sopan santun, meludah juga bisa menyebarkan penyakit dan satu yang sudah pasti – itu sangat menjijikkan. Kiranya dengan dibuat marka pengingat semacam ini dapat meminimalisir oknum penumpang yang memiliki tabiat buruk dan lebih menghargai orang lain – terlepas apakah mereka sesama penumpang atau petugas kereta api.

Megah dan Bertabur Hiburan Mewah, Jewel Bandara Changi Siap Dibuka 17 April 2019

Jewel di Bandara Changi dengan sepuluh lantainya segera dibuka pada 17 April 2019 mendatang. Sebagai surga belanja dan hiburan, Jewel dilengkapi dengan 280 toko dan outlet makanan serta minuman. Sebelum dibuka secara resmi, masyarakat bisa melihatnya terlebih dahulu pada 11 hingga 16 April 2019 mendatang. Baca juga: Jewel Changi, Bakal Jadi Destinasi Wisata Gaya Baru via Bandara Changi Pendaftaran untuk peninjauan Jewel akan dibuka secara online di jewelpriview.com pada 12 Maret pukul 06.00 pagi waktu setempat. Masyarakat yang ingin ikut peninjauan bisa mendaftarkan dirinya serta tiga orang lain. KabarPenumpang.com melansir straitstimes.com (7/3/2019), Changi Airport Group (CAG) akan memberikan tiket gratis sebanyak 500 ribu untuk peninjauan selama lima hari tersebut. CAG mengatakan, tinjauan akan dilakukan dalam empat blok selama tiga jam dan akan dimulai peninjauan dari pukul 10.00 pagi hingga 22.00 malam. Pengunjung bandara Jewel Changi yang ikut dalam peninjauan juga bisa berbelanja dan menikmati  makanan dari 90 persen gerai yang sudah siap buka. Fasilitas dari Jewel Changi yang masih belum bisa dinikmati pengunjung adalah Canopy Park dengan luas 14 ribu meter persegi yang memiliki 11 kolam renang ukuran olimpiade dan terletak di paling atas bandara. Jewel Changi akan menghadirkan jembatan gantung sepanjang 50 meter dengan lantai kaca yang akan memungkinkan pengunjung untuk melihat ke bawah ke tanaman hijau di bawah ini, jaring memantul sepanjang 250 meter, yang pada titik tertinggi akan ditangguhkan 8m atau tiga lantai di atas tanah, dan bermain atraksi termasuk labirin serta slide. Saat Jewel dibuka, pelancong akan dapat mengakses ruang check in awal yang melayani penumpang dari 26 maskapai, termasuk Singapore Airlines, SilkAir dan Scoot. Menteri Senior Negara untuk Transportasi Lam Pin Min mengatakan, ini adalah salah satu fasilitas penerbangan yang mencakup layanan tiketing dan bagasi terintegrasi untuk transfer pesawat, yang semuanya akan meningkatkan pengalaman perjalanan para pelancong. Jewel dengan fasad berbentuk kubah yang terbuat dari kaca dan baja, terletak di sebelah Terminal 1 (T1) dan terhubung ke T2 dan T3 melalui jalur ber-AC yang dilengkapi dengan travelator. Ini dirancang oleh arsitek Moshe Safdie, terkenal karena resor terpadu Marina Bay Sands yang ikonik. Dalam upayanya yang terbaru, yang paling menarik adalah taman lima lantai dengan 2.500 pohon dan 100 ribu semak, dengan dua jalur jalan kaki. Ada juga Rain Vortex setinggi 40 meter yakni air terjun indoor tertinggi di dunia. Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler “Saya harus mengakui bahwa sebelum saya mengunjungi Jewel pada awal Februari tahun ini, saya ragu tentang perlunya lagi area perbelanjaan di Changi Bandara, mengingat peluang berbelanja sudah tersedia di terminal yang ada. Alih-alih, apa yang saya temukan adalah pusat rekreasi konsep taman yang dirancang dengan indah yang melengkapi bandara yang ada dan mencontohkan posisi kami sebagai kota taman. Ini juga akan menciptakan banyak peluang kerja bagi warga Singapura,” ujar Sitoh Yih Pin (Potong Pasir), ketua Komite Transportasi Parlemen Pemerintah. Lam mengatakan, dirinya senang mendengar dari Sitoh yang percaya bahwa kehadiran Jewel Changi akan menyenangkan pengunjung dan orang Singapura sendiri. Dia menambahkan bahwa selain dari Jewel, rencana pengembangan infrastruktur lainnya di Changi adalah pembangunan Terminal 5 masa depan di Changi East.