Pengamat Penerbangan: Sebelum Semuanya Kembali Normal, Seluruh Maskapai Adalah LCC!

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pada tahun 2018 silam pernah memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037. Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta dan diperkirakan akan tetap rendah di 2021. Baca juga: Pasca Covid-19, Proses Perjalanan Udara Butuh Empat Jam Sebelum Terbang! Diperkirakan, paling cepat, jumlah penumpang akan kembali ke titik itu pada 2024 mendatang, dimana penerbangan domestik akan lebih dahulu kembali normal dibanding penerbangan internasional. Kondisi tersebut tentu saja memukul kinerja keuangan maskapai. Andai tak ada langkah strategis dari pemerintah di seluruh dunia, bukan tak mungkin akan ada banyak maskapai bangkrut. Sampai akhir Desember 2020 lalu, laporan allplane.tv, sudah ada 30 maskapai bangkrut. Laporan CNBC International bahkan lebih besar, dimana 40 maskapai di seluruh dunia dinyatakan bangkrut. Angka itu pasti akan bertambah seiring ketidakjelasan masa depan penerbangan global. Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) sendiri akhir Desember lalu memprediksi maskapai penerbangan global bakal merugi hingga US$157 miliar atau sekitar Rp2.219 triliun lebih (kurs Rp14.135) sepanjang 2020 dan 2021. Parahnya lagi, perkiraan itu ialah hitungan kasar dan bisa jadi jauh lebih buruk. Oleh karenanya, IATA menyerukan ke pemerintah di seluruh dunia agar memberikan paket stimulus lanjutan ke maskapai penerbangan. Setidaknya maskapai membutuhkan sekitar US$77 miliar atau sekitar Rp1.133 triliun (kurs 14.700) uang tunai untuk membiayai operasional. Senada dengan IATA, Airline Passenger Experience Association (APEX) juga menyerukan hal serupa. Bahkan, lebih besar. Menurut asosiasi yang berdiri sejak 1979 tersebut, upaya penyelamatan maskapai dapat dicapai lewat kucuran dana senilai Rp3.805 triliun (kurs Rp 15.133). Sambil terus berpangku tangan pada stimulus ekonomi dari pemerintah, maskapai di seluruh dunia tetap berharap penerbangan penumpang kembali pulih. Sebab, penerbangan kargo, yang selama pandemi virus Corona amat diandalkan, tidak cukup besar memberikan keuntungan. Dalam sebuah tulisan di theaircurrent.com, Judson Rollins, pengamat penerbangan yang juga ahli ekonomi, beranggapan, sejauh ini, beberapa survei menunjukkan bahwa perjalanan penumpang memang sudah kembali menggeliat. Sebaliknya, perjalanan bisnis masih belum kembali. Terlebih, new normal mendorong mayoritas pertemuan bisnis via daring. Singkatnya, maskapai yang berharap pada perjalanan bisnis dengan layanan mewah dan tiket selangit akan kian terpuruk, dan maskapai yang menargetkan traveller pemburu tiket murah minim layanan atau maskapai LCC akan diuntungkan. Dalam beberapa tahun mendatang, Judson memprediksi maskapai LCC (low-cost carrier) akan mendominasi langit di seluruh dunia dengan pertimbangan di atas. Baca juga: “Confident Travel Initiative” Jadi Strategi Boeing Pastikan Penumpang Terbang Tanpa Ragu Selama dan Pasca Corona Dikarenakan seluruh maskapai ingin terus bertahan dan menghindari kebangkrutan, otomatis, mereka akan menyesuaikan tren penumpang saat ini, dimana perjalanan wisata lebih diminati. Turunan dari itu, tiket murah jadi yang utama. Dengan kata lain, bila maskapai besar yang selama ini menawarkan pengalaman terbang mewah dan tiket mahal, seperti Singapore Airlines, Emirates, Qatar Airways, dan sebagainya, maka mau tak mau jadi maskapai LCC. Itu berarti, selama semuanya belum kembali normal seperti sebelum pandemi virus Corona menyebar, semua maskapai di dunia adalah LCC. Setidaknya, itulah pandangan Judson Rollins.

Masinis Kereta Malam Selamatkan Wanita yang Mencoba Bunuh Diri di Jalur Ile-de-France

Tindakan bunuh diri kerap kali dilakukan oleh orang yang frustasi karena masalah yang mereka hadapi baik dalam kehidupan keluarga, pekerjaan ataupun masyarakat. Biasanya berbagai hal dilakukan untuk bunuh diri seperti minum racun, menyayat nadi hingga putus ataupun menabrakkan diri pada kendaraan seperti mobil atau kereta api. Baca juga: Keluarkan Unek-Unek Selama Bekerja, Petugas Stasiun Kereta Api Jepang Curhat di Twitter Namun, belum lama ini seorang wanita diselamatkan dari tindakan ingin bunuh dirinya. Saat itu wanita yang tidak diketahui namanya berdiri dan berada di jalur kereta api di Ile-de-France, Paris, Prancis untuk bunuh diri. Untung, tindakannya yang ingin bunuh diri tersebut dihentikan oleh seorang masinis kereta yang akan melintas di jalur tersebut. Bahkan masinis tersebut setelah menyelamatkan wanita itu menulis surat terbuka di akun Twitter-nya. “Nyonya, malam ini di la Défense Anda ingin meninggalkan kami tetapi Anda tidak memilih kereta yang tepat, Anda memilih kereta saya. Terlepas dari betapa gelapnya stasiun itu, saya melihat Anda dari jauh dan saya menyelamatkan Anda dengan beberapa kaki tersisa. Anda memiliki… kesempatan lain untuk memulai kembali dan berharap untuk kehidupan yang lebih baik daripada yang mendorong Anda untuk membuat gerakan putus asa ini, “kata pengemudi, yang dikenal sebagai Séb le mécano di Twitter. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman connexionfrance.com (4/2/2021), tulisan tersebut dibuat setelah pengemudi berhasil menghentikan kereta Transilien beberapa langkah sebelum menabrak wanita itu. Tulisan Séb le mécano ini sudah dilihat ribuan kali dan memicu komentar dari warganet. Masinis tersebut menghentikan kereta secepat mungkin, dirinya melakukan semua prosedur darurat dan seorang kolega merawat wanita itu. Setelah insiden itu, masinis tersebut menyelesaikan shiftnya. Dia mengatakan saat menyelamatkan wanita tersebut dirinya tengah mengoperasikan salah satu kereta terakhir malam itu dan tidak ingin meninggalkan pekerjaannya tersebut sebelum menyelesaikannya. Baca juga: Tergeletak di Rel dan Tertabrak Kereta, Seorang Pria Bakal Didakwa Lakukan Tindakan Ilegal “Ada begitu banyak reaksi indah, orang ingin membantu wanita yang melakukan tindakan ini, seperti tawaran penginapan di pedesaan. Ini benar-benar menyentuh dan ini memberi saya kepercayaan pada kemanusiaan orang,” katanya kepada franceinfo dan France Bleu.  

Wanita Nyentrik Bikin Penumpang Kereta dan Media Sosial Singapura Tertawa

Belakangan ini tak bisa disangkal bahwa setiap orang membutuhkan sedikit humor ekstra dalam kehidupannya. Bahkan humor itu bisa datang dari siapa saja, seperti seorang penumpang wanita yang berpenampilan cukup unik dan nyentrik di dalam MRT Singapura. Baca juga: Dorong Troli dengan Cara Unik, Wanita di Bandara Sydney Menjadi Viral Wanita itu membuat sesama warga Singapura dan pengguna sosial tersenyum bahkan tertawa dengan gayanya. Gaya wanita ini diviralkan di Instagram @womanwithbooks dengan caption “Woman With Books”. Dilansir KabarPenumpang.com dari theindependent.sg (7/2/2021), wanita tersebut membuat tersenyum dan tertawa banyak orang karena kacamata unik berbentuk bintang dan berwarna merah jambu. Masker yang digunakannya pun berwarna sama dengan kacamatanya. Wanita itu mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia ingin membahas hal-hal dan perasaan milenial sehari-hari yang biasanya tidak mereka bagi dengan orang lain dengan cara yang lucu. Dia memutuskan untuk menyebarkan pesan kesembronoan dengan mencetak “judul buku” yang lucu (dan lebih besar dari kehidupan) dan menempelkannya ke jurnal berukuran A3. Wanita yang tak disebutkan namanya itu kemudian “membaca” buku-buku tersebut saat bepergian, mengundang penonton untuk melihat dan tertawa. Beberapa sampulnya termasuk “Cara Mentransfer Uang Dari Pikiran Saya Ke Bank Saya” (favorit pribadinya dan paling populer, sejauh ini!), “Cara Menyembunyikan Kegilaan Anda” dan “Cara Bertahan dengan Kerabat Usang Anda Ini CNY”. Ketika didesak untuk detail identifikasi, wanita berusia 28 tahun itu mengatakan bahwa dia ingin tetap anonim dan menjadi “misteri” bagi penggemarnya, yang saat ini berjumlah lebih dari 1.500 pengguna di akun Instagram-nya. Namun, dia mengatakan bahwa dia bekerja sebagai pembuat konten digital, yang sangat masuk akal. Wanita itu mencatat bahwa dia membuat judulnya sendiri, yang “didasarkan pada pengalaman kehidupan nyata dan sengaja dipilih untuk membangkitkan reaksi dari penonton”. Tingkah lakunya telah membuat banyak komuter dan pengguna media sosial senang, yang telah berbagi komentar di akun Instagram-nya dan ikut bersenang-senang. “Bisakah Anda membaca buku ini ‘How To Deal With Crazy Aunties In MRT’? Saya dengar itu bagus,” canda salah satu komentator, sementara yang lain dengan lucu menyarankan agar dia menggunakan judul buku,“ How To Fart Without Sound ”. Yang lain membagikan persetujuan mereka atas eksperimennya, namun yang lain mengatakan bahwa mereka berharap dapat melihatnya sekilas dalam perjalanan sehari-hari mereka. “Terima kasih telah menyebarkan kegembiraan !!,” tulis seorang pengguna. “Ya ampun, kamu baik sekali 😂 Aku sangat berharap bisa bertemu denganmu suatu hari nanti loll 💕,” kata yang lain, sementara yang lain menulis bahwa mereka “akan [naik] MRT lebih sering” untuk melihat sekilas nya. Sementara itu, seorang yang mengaku sebagai “penggemar fan boy non-penguntit” menyindir, “Aku benar-benar berharap bisa bertemu denganmu suatu hari nanti!” Baca juga: Yang Unik dari Turki, Kolonya Digunakan Sebagai Hand Sanitizer Ketika ditanya apakah dia berencana untuk mengambil eksperimen sosial lebih jauh, wanita humoris tersebut mencatat bahwa untuk saat ini, dia hanya ingin “mengikuti arus” dan berharap bahwa apa yang dia lakukan terus membawa kesenangan yang menyenangkan bagi semua orang yang kebetulan melihat dia.

Disusun Pertama Kali Tahun 1840-an di Perancis, Inilah Gapeka 2021 dari PT KAI

Pernah dengan Gapeka? Ini adalah grafik perjalanan kereta api yang adalah pedoman pengaturan pelaksanaan perjalanan kereta api dan digambarkan dalam bentuk garis. Biasanya gapek ini menunjukkan stasiun, waktu, jarak, kecepatan dan posisi perjalanan kereta api dari keberangkatan, berhenti, datang, persilanan dan penyusulan. Baca juga: Mulai 1 Desember, KA Kalijaga Berhenti Beroperasi Setelah Penetapan Gapeka 2019 KabarPenumpang.com merangkum dari wikipedia.com, aplikasi Gapeka tertua dibuat tahun 1840-an di Compagnie des chemins de fer du Nord, Perancis. Penemuan ini disusun oleh Léon Lalanne bersama Jules Petiet. Gapeka sendiri sudah digunakan di banyak perusahaan kereta api dan di Swiss, Austria serta Indonesia digunakan dengan sumbu kilometer lintas dan waktu balik yakni sumbu X sebagai waktu tempuh dan sumbu Y adalah jarak tempuh kilometer stasiun. Digambarkan dengan garis, terkadang garis Gapeka ini juga diwarnai menurut kategori kereta, jumlah kereta dan hari perjalanan. Gapeka hadir dalam bentuk cetak ataupun elektronik. Dalam gapeka, pemberhentian dan persilangan-persusulan kereta dapat dilihat secara sekilas. Aplikasi operasional dari representasi grafis dari rangkaian kereta api ini juga digunakan dalam pemantauan operasi waktu nyata, yaitu dengan mempertimbangkan gangguan dan keterlambatan dan mengambil tindakan yang tepat. Hal ini dapat dilakukan secara manual maupun melalui sistem komputer. Perubahan pada Gapeka juga dimungkinkan terjadi pada prasaran perkeretaapian yang sedang diperbaiki atau diubah, jumlah sarana perkeretaapian dan kecepatan kereta api. Selain itu juga kebutuhan angkutan yang berubah dari biasanya seperti pada saat puncak angkutan Lebaran, Natal dan Tahun baru. Tak hanya itu, keadaan memaksa yang terjadi karena hal tertentu seperti anjlokan, kecelakaan, banjir dengan istilah Berhenti Luar Biasa (BLB), Kereta Luar Biasa (KLB), Peristiwa Luar Biasa (PL), Perjalanan Luar Biasa (PLB) dan Peristiwa Luar Biasa Hebat (PLH). PT KAI berlakukan Gapeka 2021 mulai 10 Februari 2021 dan ini perubahan layanan kereta api di wilayah Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta. Khusus PT KAI Daop 1 Jakarta, Gapeka 2021 mengalami peningkatan jumlah perjalanan KA dari program Gapeka 2019. Bila pada Gapeka sebelumnya, terdapat 1.636 perjalanan KA, kini pada Program Gapeka 2021 secara total terdapat 1.662 perjalanan KA yang terdiri dari, 93 (KA Jarak Jauh), 49 (KA Fakultatif), 54 (KA Barang), 32 (KA Lokal), 1.151 (KA Commuter), 70 (KA Bandara), 65 (Dinas Rangkaian), 148 (Dinas Lokomotif). Adapun peningkatan layanan KA lainnya di wilayah Daop 1 Jakarta yang berlaku pada Gapeka 2021 antara lain, penambahan KA Lokal Merak menjadi 14 perjalanan KA dari sebelumnya hanya 12 perjalanan KA, perubahan relasi KA Lokal Walahar  yang sebelumnya memiliki relasi Tanjung Priok – Cikampek – Purwakarta (pp) menjadi Cikarang – Cikampek – Purwakarta (pp). Penambahan pemberhentian jumlah KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi yakni 24 KA melayani penumpang naik dan 42 KA melayani penumpang turun, Sehingga pada Gapeka 2021 terdapat 66 KAJJ yang melayani naik/turun penumpang di Stasiun Bekasi. Peningkatan kecepatan yang berdampak pada pengurangan waktu tempuh. Pada lintas Jatinegara – Bekasi dari 90 km per jam menjadi 100 km per jam. Lintas Bekasi – Cikampek dari 100 km per jam menjadi 105 km per jam, lintas Jatinegara-Bekasi (DDT) dari 90km per jam menjadi 100 km per jam, dan lintas Serang-Rangkasbitung dari 65 km per jam menjadi 80 km per jam. Baca juga: Waspadai Perubahan Jadwal Kereta! Mulai 1 Desember PT KAI Gunakan Gapeka 2019 Selain itu, pada Gapeka 2021 perjalanan KA Jarak Jauh dari tiga stasiun keberangkatan menjadi berubah menjadi, 35 KAJJ dari Stasiun Gambir, 27 KAJJ dari Stasiun Pasarsenen dan dua KA JJ dari Stasiun Jakarta Kota.        

Hari Ini, Jim Mollison ‘Sang Pemabuk’ Jadi Orang Pertama yang Terbang Solo Melintasi Atlantik Utara dan Selatan

Hari ini, 88 tahun lalu, bertepatan dengan 9 Februari 1933, Jim Mollison, resmi menjadi orang pertama yang berhasil terbang solo melintasi Samudera Atlantik Utara dan Selatan. Saat mencetak rekor dunia itu, ia terbilang masih cukup muda, yakni berusia 28 tahun. Baca juga: Hari Ini, Steve Fossett Sang Pemilik 116 Rekor Dunia Memulai Penerbangan Menantang Maut Demi Rekor Dilansir eastriding.gov.uk, sejak kecil, Jim -anak tunggal dari konsultan engineer asal Glasgow, Skotlandia- memang sudah memiliki minat luar biasa besar terhadap dunia penerbangan. Ia pun menempuh pendidikan Akademi Glasgow dan Akademi Edinburg dengan mudah. Setelah itu, Jim bergabung dengan Royal Air Force (RAF) pada usia 18 tahun dan menjadi perwira termuda. Jim juga menjadi instruktur terbang termuda pada usia 22 tahun saat bergabung dengan Central Flying School (CFS). Karir Jim terus meroket dan sempat dikirim RAF Reserve untuk mengabdi di maskapai komersial, Eyre Peninsular Airways dan Australian National Airways. Memasuki usia ke-26, jiwa petualang Jim mulai memberontak. Ia mencetak rekor terbang selama delapan hari 19 jam untuk penerbangan Australia-Inggris. Pada Maret 1932, ia kembali mencetak rekor terbang empat hari 17 jam untuk penerbangan dari Inggris ke Cape Town, Afrika Selatan. Di tahun yang sama, Jim, yang dikenal sebagai pemabuk berat, memulai perjalanan mencetak rekor dunia terbang solo melintasi Atlantik Utara dan Selatan. Saat itu, penerbangan dimulai pada 18 Agustus 1932, dari Portmarnock, Irlandia ke Pennfield, New Brunswick, Kanada. Penerbangan dari Timur ke Barat Atalantik Utara ini ditempuh selama 31 jam menggunakan pesawat de Havvilland Puss Moth atau yang biasa juga disebut “The Hearts Content”. Rekor penerbangan Jim Mollison berlanjut pada 6 Februari 1933. Dengan menggunakan pesawat yang sama saat melintasi Atlantik Utara, Jim berhasil melintasi Timur ke Barat Atlantik Selatan dari Inggris ke Brazil dengan transit di Afrika dalam waktu tiga hari 13 jam. Pesawat pun mendarat di Brazil -tak disebutkan dengan jelas di kota mana- pada 9 Februari 1933 dan Jim Mollison ‘sang pemabuk’ pun resmi mencatat rekor dunia terbang solo melintasi Atlantik Utara dan Selatan. Terkait predikat ‘sang pemabuk’ yang disematkan publik kepadanya, terdapat cerita kelam dan menggelitik. Cerita kelam sebagai orang yang gemar mabuk mungkin salah satunya adalah saat ia harus cerai dengan istrinya yang juga seorang penerbang gila rekor, Amy Johnson. Istrinya diketahui seorang good girl dan tentu saja ia gerah melihat suaminya mabuk tanpa henti hingga harus dihentikan dengan sebuah perceraian. Baca juga: ‘Berkat’ Wabah Corona, Boeing 787 Dreamliner Air Tahiti Nui Pecahkan Rekor Penerbangan Terjauh Adapun cerita menggelitik terkait kegemarannya mabuk-mabukan salah satunya mungkin saat ia tengah berada di medan perang. Pada tahun 1941, ketika ia ditugaskan menjadi co-pilot, pesawat angkut Avro Anson yang dikemudikan ia dan pilot Diana Barnato Walker ditembaki oleh tentara Jerman. Pesawat akhirnya mendarat darurat di medan perang dan rusak berat. Namun, ketika itu terjadi dan 12 tentara keluar dari pesawat yang hancur untuk berlindung dari musuh, Jim justru mencari minuman. Meski demikian, Jim Mollison tetaplah seorang penerbangan legendaris Skolandia. Selain diabadikan dalam buku rekor penerbangan global, namanya juga abadi di Skolandia usai dijadikan nama jalan.

Korban Tewas 23 Orang, 35 Tahun Lalu Terjadi Kecelakaan Kereta Terburuk di Kanada

Sebanyak 23 orang tewas dan 71 luka-luka dalam tabrakan kereta 35 tahun lalu atau pada 8 Februari 1986 yang terjadi antara Kanada Nation Rail kereta barang dengan Via Rail kereta penumpang yang disebut Super Kontinnental. Tabrakan ini terjadi di hamparan jalur utama lintas benua di barat Edmonton dekat kota Hinto, Alberta. Baca juga: Kereta Barang Tergelincir di Kongo, Sepuluh Penumpang Gelap Tewas Awalanya kereta barang meninggalkan Edson dan sempat dihentikan di pinggir jalan di luar Medicine Lounge sekitar 38 km agar dua kereta menuju timur bisa melintas. Kemudian kereta barang itu kembali melaju dan setelah menempuh lima kilometer kereta tiba di Hargwen di bagian jalur ganda. Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, petugas operator kereta di Edmonton mengatur sakelar kendali ganda sehingga kereta barang mengambil jalur utara. Pada waktu yang hampir bersamaan Super Kontinental dihentikan di Hinton. Kemudian ketika Super Koninental mendekati jalur ganda, operator CTC memeasang tombol kendali ganda di Dalehurst ke jalur selatan. Sebelum sinyal “berhenti” di titik kontrol Dalehurst, sinyal ini menunjukkan warna kuning yang berarti awak kereta perlu mengurangi kecepatan kereta menjadi 48 km per jam. Namun saat kereta barang melewati sinyal peringatan ini, investigasi kecelakaan menemukan bahwa kereta tersebut melaju dengan kecepatan 95 km per jam atau sekitar 14 km per jam lebih cepat dari batas untuk melintasi bentang rel itu. Sayangnya tidak ada upaya yang dilakukan oleh awak kereta barang untuk memperlambat sebelum atau sesudah melewati sinyal tersebut. Karena kereta barang tidak melambat, lokomotifnya kemudian bertabrakan dengan Super Kontinental yang melaju. Dua lokomotif utama hancur dan mewasakan awaknya, gerbong depan dan gerbong barang tergelincir yang menyebabkan bahan bakar diesel dari lokomotif menyulut api dan membuat gerbong penumpang terbakar dan 18 dari 36 penumpang meninggal. Akibatnya selain korban tewas dan luka, gerbong-gerbong di kereta barang saling menumpuk sehingga menimbulkan tumpukan puing yang besar. Di kereta penumpang, satu gerbong ditabrak oleh gerbong barang setelah terlempar ke udara karena kekuatan tabrakan, menewaskan salah satu penumpangnya. Setelah bagian belakang kereta barang berhenti, Conductor Smith di dalam gerbong kereta, berusaha menghubungi bagian depan kereta sebelum menghubungi layanan darurat setelah melihat kebakaran. Karena insiden ini, pemerintah Kanada membentuk komisi penyelidikan yang dipimpin Hakim René P. Foisy dari Court of Queen’s Bench of Alberta. Baca juga: Akibat Petugas Sinyal Tak Sabar, 189 Nyawa Melayang Pada Kecelakaan Kereta 81 Tahun Lalu di Jalur Sakurajima Penyelidikan yang berlangsung selama 56 hari audiensi publik dan menerima bukti dari 150 pihak. Penyelidikan itu menyimpulkan bahwa tidak ada satu orang pun yang harus disalahkan, melainkan mengutuk apa yang digambarkan Foisy sebagai budaya pekerja kereta api yang menghargai kesetiaan dan produktivitas dengan mengorbankan keselamatan.

Aneh, Ternyata Japan Airlines Pernah Operasikan Tu-114 Saat Puncak Perang Dingin

Di era perang dingin, Jepang dan Uni Soviet berada di blok berlawanan. Bisa dibilang, keduanya sangat berbeda haluan, baik ideologi maupun politik. Namun, siapa nyana, saat perang dingin tengah memuncak, maskapai dari kedua negara, Japan Airlines dan Aeroflot, justru melakukan joint operation untuk rute Moskow-Tokyo. Baca juga: Perang Dunia 3 Nyaris Pecah! Begini Kesaksian Pilot Jet Tempur Uni Soviet Pada Tragedi KAL 007 Dilansir travelupdate.com, sebetulnya pembahasan joint operation Japan Airlines dan Aeroflot sudah dimulai sejak tahun 1956. Tetapi, pembahasan menemui jalan buntu dan harus diperpanjang selama beberapa tahun. Kesepakatan akhirnya terjadi berujung pada penandatanganan perjanjian antar kedua maskapai di bulan Januari tahun 1966. Hanya saja, negara tempat kedua maskapai bernaung masih berada di barisan yang berbeda. Pada akhirnya, ini membuat pelaksanaan joint operation Japan Airlines-Aeroflot justru diwarnai sikap saling curiga. Uni Soviet curiga dan takut kerjasama ini malah disusupi misi lain karena rute tersebut melewati wilayah militer yang sensitif, dimulai dari Sheremetyevo, Nerli, Vologda, Kotlas, Syktyvkar, Khanty-Mansiysk, Podkamennaya, Vichim, Ekimchan, Troitskoye, Edinka, Skund, Kodofishi, Niigata, Daigo, Sakura, dan berakhir di Tokyo. Sebaliknya, Jepang khawatir kalau kerjasama ini jadi ancaman nasional dikarenakan Bandara Haneda berada 9 km dari pusat kota Tokyo. Pilot dan co-pilot, yang dalam perjanjian seluruhnya disediakan oleh Aeroflot, bukan tidak mungkin mengarahkan pesawat ke pusat kota dan menjatuhkannya di sana. Tetapi, di sisi lain, Jepang butuh kerjasama ini karena rute terbaik ke Jepang dari Eropa adalah melintasi langit Uni Soviet (Rusia). Alhasil, sekalipun diliputi rasa saling curiga, joint operation ini bisa berjalan. Joint operation Japan Airlines-Aeroflot menggunakan pesawat penumpang terbesar di dunia, Tupolev Tu-114. Setidaknya dua pesawat dengan nomor registrasi CCCP-76464 dan CCCP-76470 disiapkan untuk melancarkan operasi ini. Pesawat juga telah dikonfigurasi ulang menjadi 116 kursi, terbagi menjadi tiga kelas, state room, first class, dan kelas ekonomi. Layanan pertama dimulai pada 17 April 1967, dimana saat itu penerbangan memakan waktu 10 jam 35 menit dari Moskow ke Tokyo sejauh 8.015 km dengan dipiloti oleh kru dari Aeroflot. Pada penerbangan balik ke Moskow, waktu tempuh bertambah menjadi 11 jam 25 menit. Meskipun cukup lama, penumpang saat itu dilaporkan amat menikmati layanan dari masing-masing lima pramugari Japan Airlines dan Aeroflot. Hanya saja, mesin piston serta baling-baling contra-rotating yang diusung pesawat membuat kabin terlalu bising, apalagi bagi penumpang kelas ekonomi yang dekat sekali dengan mesin. Seiring waktu berjalan, Uni Soviet mulai membuka ruang udara mereka untuk beberapa maskapai, seperti BOAC, Air France, dan Lufthansa; termasuk Japan Airlines. Tak disebutkan dengan jelas kapan joint operation ini berakhir. Terlepas dari hal itu, banyak yang menyebut bahwa langkah kedua maskapai ini menjadi awal cairnya hubungan Uni Soviet dan Barat. Sekalias tentang Tupolev Tu-114, yang oleh NATO dijuluki Cleat, adalah pesawat turboprop jarak jauh yang dirancang oleh biro desain Tupolev dan dibangun di Uni Soviet mulai Mei 1955. Tu-114 Rossiya merupakan pesawat penumpang terbesar dan tercepat di dunia pada waktu itu. Pesawat memiliki jangkauan terpanjang yakni 10.900 km dan telah memegang gelar resmi pesawat baling-baling tercepat sejak 1960. Baca juga: Pro Kesetaraan Gender, Japan Airlines Tak Lagi Sebut “Bapak-Ibu” Didukung empat baling-baling serta mesin Kuznetsov NK-12 buatan produsen dalam negeri, Tu-114 mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan khas pesawat jet modern, 880 km per jam. Meskipun mampu menampung 224 penumpang, ketika dioperasikan oleh Aeroflot, lebih umum menyediakan 170 flatbed dan ruang makan. Dalam 14 tahun berkarir di kancah penerbangan sipil, Tu-114 dilaporkan memiliki tingkat keamanan dan keandalan yang tinggi. Tu-114 mengangkut lebih dari enam juta penumpang sebelum digantikan oleh Ilyushin Il-62 bertenaga jet. Sebanyak 32 pesawat dibangun di pabrik penerbangan Kuibyshev pada awal 1960an.

Butuh Ruang Besar untuk Baterai, Bus AKAP dan Pariwisata Belum Bisa Gunakan Energi Listrik

Efisiensi dalam biaya operasional adalah sesuatu yang menjadi dambaan bagi tiap operator bus. Ketika uji coba bus listrik mulai dijalankan PT TransJakarta, maka muncul gagasan, dimana bus antar kota dan bus pariwisata dapat mengadopsi teknologi listrik. Ketika kemampuan dan kapasitas baterai pada bus listrik semakin baik, layakkah konsep ini dijabarkan pada bus antar kota antar provinsi (AKAP)? Baca juga: PT INKA Punya Bus Listrik dan Kini Diuji Coba di Jakarta oleh PT TransJakarta KabarPenumpang.com mengutip dari laman kompas.com (4/2/2021), Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mengatakan, bus AKAP ataupun pariwisata sekarang masih belum memungkinkan untuk menggunakan armada berbahan bakar listrik. Hal ini dikarenakan, bus AKAP dan pariwisata memiliki jarak tempuh yang tidak tertentu. Kurnia mengatakan, ini akan repot dengan titik pengisian listrik sebagai pasokan energi yang digunakan. Selain itu, bus listrik yang ada saat ini dan sudah diuji coba memiliki jarak tempuh yang relatif pendek. Selain pasokan energi listrik, kendala lainnya ada pada bagasi. Di mana para penumpang yang menggunakan bus AKAP atau pariwisata akan meletakkan tas atau barang bawaan mereka di bagasi. Namun bus listrik membutuhkan ruang untuk menyimpan baterai dan ini membuat bagasi menjadi tidak seluas bus biasanya. “Bus AKAP dan pariwisata butuh space untuk bagasi, sedangkan bus listrik space-nya kurang karena terisi baterai,” kata Kurnia. Dia mengatakan, satu bus AKAP atau pariwisata biasanya berisi sekitar 40 penumpang dan membawa satu tas atau koper. Namun ketika mampir ke pusat oleh-oleh, ada kemungkinan barang bawaan penumpang bertambah dan ini membutuhkan bagasi yang luas. Meski begitu, Kurnia mengatakan, tidak menutup kemungkinan bila bus AKAP dan pariwisata menggunakan bahan bakar listrik. Apalagi ini beriringan dengan perkembangan teknologi Electric Vehicle (EV) yang pastinya semakin mengakomodir kebutuhan operasional. Baca juga: Harapan untuk Transportasi Jakarta, Ada Bus Listrik dengan Teknologi Pantograf Untuk diketahui, saat ini sudah ada tiga industri yang siap memproduksi bus listrik di Indonesia. Perusahaan tersebut yakni PT Mobil Anak Bangsa atau sering dikenal MAB, PT Industri Kereta Api (INKA) dan PT Kendaraan Listrik Indonesia.

Cina Kirim Vaksin ke Eropa Gunakan Sepuluh Lokomotif yang Menarik 278 Gerbong

Vaksin untuk Covid-19 sudah mulai tersebar dan disuntikkan untuk masyarakat hampir diseluruh dunia. Banyak cara untuk melakukan pengiriman vaksin-vaksin ini salah satunya dengan pengantaran kereta barang. Belum lama ini kereta barang Cina-Eropa mengirimkan pasokan vaksi Covid-19. Baca juga: Dari London, Kereta Kargo East Wind Sampai di Yiwu Setelah 19 Hari! Kereta X8026 meninggalkan Yiwu, provinsi Zhejiang menuju ke Malaszewicze di Polandia pada hari Senin (25/1/2021) dan diperkirakan akan tiba dalam waktu sekitar 13 hari. KabarPenumpang.com mendapatkan video yang beredar bahwa, kereta yang mengangkut vaksin ini ditarik sepuluh gerbong di mana lima berada di bagian depan, tiga dibagian tengah dan dua dibagian belakang. Ada sekitar 278 gerbong yang ditarik sepuluh lokomotif yang mengangkut seratus kontainer diantaranya berisi vaksin dan lainnya mengangkut kargo kebutuhan sehari-hari, termasuk masker, pakaian pelindung, jarum suntik, perangkat keras dan suku cadang mobil. Nantinya sebagian dari kargo ini akan dipindah ke kereta lain untuk dkirim ke Hamburg, Jerman. Batch bahan vaksi yang dikirim ke Polandia dibeli oleh Perusahaan Zarys Pomaga Polandia di bawah komisi pemerintah Polandia. Tahun lalu kereta barang Cina-Eropa mengirimkan 76 ribu metrik ton bahan anti-epidemi tahun lalu ke berbagai tujuan termasuk Italia, Jerman, Spanyol, Republik Ceko, Polandia, Hongaria, Belanda dan Lithuania. Bisa dikatakan kerja sama Belt and Road di mana kereta kargo yang menghubungkan Cina dengan Eropa tersebut selalu mendapat keuntungan dimasa pandemi. Pasalnya dari layanan itu banyak kota dibenua Eurasia yang mendapat manfaatnya. Bahkan Yiwu akan meluncurkan lebih dari 1.500 kereta barang tujuan Eropa tahun ini. Rute kargo yang menghubungkan Yiwu dengan Eropa melalui Xinjiang di barat laut Cina dikatakan Du Jianbo, direktur Jinhua Cargo Center China Railway Shanghai Group menangani 1.399 kereta barang Cina-Eropa pada tahun 2020, melonjak 165 persen dari tahun ke tahun. Provinsi Zhejiang merupakan sumber dari 28 layanan kereta barang Cina-Eropa yang mengangkut barang ke 59 negara di kawasan Eurasia. Baca juga: Nippon Express Canangkan Pengiriman Barang dengan Kereta dari Cina Menuju Eropa Komoditas yang diangkut dengan kereta api meliputi perangkat keras, tekstil dan pakaian, suku cadang mobil, kebutuhan sehari-hari, dan peralatan teknik. Uni Eropa dan Cina adalah dua pedagang terbesar di dunia. Untuk diketahui, Cina sekarang adalah mitra dagang terbesar kedua UE, di belakang Amerika Serikat. UE adalah mitra dagang terbesar Tiongkok.