Bawa Tiga Kucing Dalam Kandang dari Delhi, Sampai di Mumbai Hanya Tersisa Dua

Beberapa maskapai memperbolehkan penumpang mereka untuk membawa hewan peliharaan ke dalam kabin dan lainnya mengangkut di dalam kargo. Biasanya maskapai memiliki kriteria berat hewan yang diperbolehkan masuk dalam kabin. Sehingga bila bobotnya lebih dari batas yang diberikan, maka hewan harus masuk kandang dan diletakkan di kargo. Baca juga: Lufthansa Kehilangan Kucing Milik Penumpang di Bagasi Kargo Di India, pada awal September ini, seekor kucing hilang dari kandangnya ketika tiba di Mumbai. Pemilik kucing tersebut mengetahui kucingnya hilang ketika dirinya menemukan hanya ada dua kucing yang ada di dalam kandang yang semestinya ada tiga ekor. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.indiatimes.com (2/9/2020), karena hal ini maskapai Air India yang mengangkut penumpang dan kucing yang diletakkan dalam kargo tersebut melakukan perburuan di bandara Delhi tempat mereka berangkat dan di Mumbai. Namun, perburuan tersebut belum memberikan hasil baik yang bisa diberikan pada penumpang pemilik kucing itu. Dalam sebuah postinga di media sosial pada Selasa (1/9/2020), seorang gadis mengaku bahwa sesama penumpang telah kehilangan anak kucing berusia tujuh bulan dan menuduh kehilangan ini karena kesalahan penanganan oleh Air India dan staf kargo Indira Gandhi Worldwide Airport. Gadis tersebut mencantumkan tanggal dan waktu kehilangnya pada Selasa pukul 10.00 pagi di Bandara Delhi. Ketika dihubungi, Air India mengklaim bahwa kejadian kehilangan kucing tersebut memang terjadi minggu lalu. Maskapai setuju bahwa penumpang melakukan perjalanan dari Delhi ke Mumbai dan sesuai dengan cakupan hewan peliharaan di sebagian besar saluran udara yang mana perjalanan anak kucing itu dipesan di awal dan akan diangkut dalam kandang sebagai bagian dari kargo umum. Sayangnya, pekerja bandara kembali dengan kandang yang rusak di Mumbai dan tidak bisa menemukan kucing di pesawat atau lokasi bandara baik di Delhi atau mumbai. Juru bicara Air India menyebutkan bahwa penumpang tersebut bepergian dengan tiga ekor kucing. Namun, saat mendarat di Mumbai hanya ada dua ekor kucing yang ditemukan. “Ini insiden yang tidak menguntungkan dan kami bekerja sama dengan penumpang. Kami telah berhubungan dengannya dan telah meluncurkan upaya pencarian anak kucing secara besar-besaran di setiap bandara. Pencarian kami akan dilanjutkan sampai hewan itu diposisikan,” kata juru bicara Air India. Juru bicara tersebut menyangkal bahwa pekerja maskapai penerbangan telah salah menangani pengangkutan hewan peliharaan. Dia menyebutkan bahwa ini adalah kasus yang tidak biasa dan tidak menguntungkan. Juru bicara mengatakan maskapainya telah mengangkut seribu hewan peliharaan secara efisien setiap hari dan melanjutkan untuk mengambil tindakan dengan sangat hati-hati. “Kami telah memberikan bantuan penuh kepada pemilik anak kucing dan melayaninya dalam setiap metode untuk mencoba menemukan hewan peliharaannya,” kata juru bicara tersebut. Seorang pejabat Bandara Delhi menjelaskan bahwa kucing itu mungkin telah melarikan diri di terminal kargo selama perjalanan kargo. Dalam kasus lain, dia menyebutkan, sulit bagi hewan seperti itu untuk melarikan diri di lokasi bandara. Baca juga: Gara-Gara Kucing Kelebihan Berat Badan, 370 Ribu ‘Miles’ Milik Pria Rusia Dibatalkan Aeroflot “Kami tidak menemukan penelitian tentang kucing yang melarikan diri di bandara Delhi. Jika faktor seperti itu benar-benar terjadi, itu mungkin terjadi di sepanjang jalur transportasi kargo,” kata pejabat itu.

Mudahkan Akses ke Dataran Tinggi Tibet, Beijing Bangun Jalur Kereta Cepat Tertinggi di Dunia

Beijing membangun rel berkecepatan tinggi baru di dataran tinggi tertinggi dunia. Nantinya rel berkecepatan tinggi ini diharapkan dapat beroperasi dalam lima hingga delapan tahun kedepan untuk membuat wilayah Pegunungan Tibet lebih mudah diakses dari berbagai provinsi di Cina Baca juga: Tanggula, Stasiun Terbengkalai di Atas Awan Seruan untuk memulai pembanguan jalur kereta api Sichuan-Tibet dikeluarkan selama pertemuan Politbiro Partai Komunis dua hari di Tibet yang dipimpin oleh Presiden Xi Jinping. Jalur sepanjang 1.742 km antara Chengdu, ibukota provinsi Sichuan barat dan pusat transportasi kereta api serta ibukota Tibet, Lasha dapat membuat kedua wilayah mengembangkan infrastruktur baru. KabarPenumpang.com melansir constructionreviewonline.com (4/9/2020), kereta ini akan melakukan perjalanan di sepanjang rel baru dengan kecepatan hampir 200 km per jam di udara yang jernih karena ketinggian pengunungan yang terjal. China Railway Construction Corp, kontraktor milik negara dari proyek senilai US$44,7 miliar, menyatakan bahwa perjalanan kereta api dari Chengdu ke Lhasa akan sama jaraknya dengan perjalanan dari Los Angeles ke Vancouver. Bedanya terlihat pada ketinggian lebih dari 3000 meter seperti Lhasa terletak di lereng utara Himalaya, pegunungan yang memiliki banyak puncak tertinggi di dunia. Lhasa memiliki ketinggian sekitar 3200 meter lebih tinggi dari Chengdu, dan dua dari 14 gunung yang akan dilewati jalur baru lebih tinggi dari Mont Blanc setinggi 4800 meter, yang tertinggi di Pegunungan Alpen. Banyak daerah permafrost, jurang, patahan, dan lereng curam antara Chengdu dan Lhasa harus dijembatani atau dipotong dan proyek tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk dirancang guna mengatasi semua tantangan teknik. Para pekerja di kedua ujung jalur berpacu dengan waktu yang berjalan untuk memanfaatkan musim hangat, sebelum salju dan arus dingin Himalaya membuat pekerjaan mereka tidak mungkin dilakukan. Setelah selesai, waktu tempuh kereta dari Chengdu ke Lhasa akan dipangkas dari 36 jam saat ini menjadi sekitar sembilan jam. Untuk diketahui, terakhir kali Xi Jinping mengadakan pertemuan tingkat atas di Tibet adalah lima tahun lalu di mana ketegangan yang membara di sepanjang wilayah perbatasan Tibet, tempat terjadinya bentrokan antara pasukan China dan India dalam beberapa bulan terakhir, adalah latar belakang komitmen kembali terbaru Beijing terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Meskipun mungkin tidak akan pernah dapat menutup pengeluaran yang besar untuk proyek yang mungkin paling menantang dan ekspansif dari jenisnya, jalur baru ini mungkin akan melihat lebih banyak tentara daripada pengendara sipil saat dibuka. Ini akan sama dengan Kereta Api Qinghai-Tibet yang dibuka pada tahun 2006. Kereta api tertinggi di dunia ini segera menjadi saluran bagi militer China untuk mengirim personel dan aset ke Tibet. Baca juga: Tembus Pegunungan Qinling, Cina Luncurkan Kereta Cepat Lintasi Wilayah Utara dan Selatan Udara sangat tipis sehingga kereta api di sepanjang jalur Qinghai-Tibet dilengkapi dengan ventilasi oksigen, dan biasanya dibatasi hingga 100 kilometer per jam. Tetapi kereta api masa depan di sepanjang jalan pintas baru yang dialiri arus listrik dengan ketinggian tinggi antara Chengdu dan Lhasa mungkin tidak memerlukan peralatan khusus untuk sebagian besar perjalanan dan bisa lebih efektif untuk penempatan militer.

UFO Kembali Muncul di Siang Bolong, Kali Ini Gemparkan AS

Sebuah objek asing berhasil terekam jelas melesat dengan cepat di siang bolong. Objek asing berwarna biru metalik berbentuk piring terbang itu direkam oleh seorang penumpang pesawat udara di atas langit Philadelphia, Amerika Serikat (AS). Rekaman tersebut pun viral usai diunggah di Channel YouTube The Hidden Underbelly 2.0 pada awal bulan ini. Baca juga: Ada Jejak UFO di Bali, Sempat Bikin Penerbangan Dilarang Lewat Gegara Takut Turbulensi Umumnya, publik percaya bahwa objek asing yang terlihat sekira pukul 12 waktu sempat itu merupakan UFO (unidentified flying object). Tak hanya itu, publik juga percaya bahwa piring terbang yang direkam pada 20 Agustus 2020 itu merupakan pertanda kuat adanya alien. Pasalnya, dengan ukuran mini, melesat cepat, dan tanpa sayap, mustahil objek asing tersebut diduga sebagai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak. Kemudian, bila benda tersebut merupakan pantulan cahaya dari benda lain di sekitarnya, pastilah bentuk dan warna objek diduga UFO tersebut tak seperti itu. Kemungkinan video UFO itu editan juga dinilai kecil. “Benda ini tidak terlihat seperti pesawat tak berawak, itu pasti tidak terlihat seperti pesawat, maksud saya tidak ada sayap, tidak ada apa-apa,” kata salah satu netizen, seperti dikutip dari dailystar.co.uk. “Saya telah melihatnya berkali-kali, mereka (UFO) sering ditemukan berkeliaran di sekitar awan,” tambah netizen lainnya. “IMO (menurut pendapat saya) ini adalah rekaman asli 100 persen. Itu (UFO yang melintas) bergerak jauh lebih cepat daripada lalu lintas udara komersial,” jelas salah satu netizen. Namun, bagi para penyuka teori-teori konspirasi, objek asing diduga UFO tersebut merupakan pertanda nyata bahwa pesawat mata-mata asing itu ada. Desainnya sengaja dibuat mirip piring terbang agar tak teridentifikasi oleh publik. Bila pun teridentifikasi, bentuknya yang menyerupai UFO tentu akan membuat proses identifikasi jadi meleset. Pada akhirnya pesawat mata-mata bisa terus beroperasi tanpa menuai kecaman ataupun mengundang musuh. Akan tetapi, terlepas dari perdebatan mengenai kemunculan UFO di Amerika Serikat, di samping perdebatan soal teori konspirasi yang paling mendekati fakta di lapangan, sebetulnya, UFO memang sudah sering muncul dan tertangkap kamera. Pada tahun 2015, DailyMail pernah mewartakan peristiwa penumpang pesawat melihat UFO yang juga sempat menggemparkan publik. Saat itu, seorang penumpang maskapai American Airlines dari San Jose, California menuju Houston, Texas, dilaporkan tak sengaja memotret sebuah foto. Baca juga: Heboh Pentagon Rilis Video UFO, Penumpang Pesawat Ini Bahkan Pernah Lihat UFO di Siang Bolong Kala itu, ia mengaku sedang memotret pemandangan saat sedang bosan. Namun ia tak sadar bahwa ternyata pesawat yang ditumpanginya tersebut berada di sebuah wilayah perbatasan dekat pangkalan militer rahasia, Area 51. April lalu, Pentagon (kantor utama angkatan bersenjata Amerika Serikat) merilis tiga video rahasia Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang diduga banyak pihak merupakan penampakan pesawat alien (UFO/unidentified flying object). Video yang direkam melalui kamera infrared tersebut terlihat menampilkan UFO yang terbang secara cepat. Angkatan Laut sebelumnya mengakui kebenaran video itu pada September 2019.

Landing atau Divert? Inilah Delapan Cara Pilot Terbang dengan Aman

Transportasi udara terbukti jadi moda transportasi paling aman dibanding yang lain. Capaian itu tentu, salah satunya, tak lepas dari kinerja pilot. Sebab, pilot sudah bekerja bahkan sebelum penerbangan dimulai. Baca juga: Hard Landing Vs Soft Landing, Mana Lebih Baik? Saat dalam penerbangan pun, pilot juga mempunyai banyak pertimbangan untuk melanjutkan perjalanan kemudian landing atau menunda pendaratan dan beralih ke bandara lain. Agar lebih jelas, dilansir thepointsguy.co.uk, berikut delapan cara pilot mendapatkan penerbangan aman; termasuk memutuskan landing atau menunda pendaratan (divert) dan beralih ke bandara terdekat. 1. Bahan bakar Sebelum memulai penerbangan, pilot dan co-pilot biasanya akan bertemu untuk membahas berbagai hal, seperti rute yang dilalui, bahan bakar minimum (bergantung pada jumlah awak, penumpang, kargo, cuaca, dan kemungkinan rintangan selama penerbangan), informasi cuaca, dan informasi bandara tujuan serta bandara yang dilalui sepanjang perjalanan. Semua ini menjadi kewajiban pilot sebelum memulai penerbangan dan memegang peran vital terhadap keselamatan dan keamanan penerbangan. 2. Ketenangan Selama penerbangan, apalagi penerbangan kurang lebih 15 jam, rencana penerbangan yang sudah dibuat mungkin akan berubah seiring perkembangan cuaca. Perubahan itu bisa dua, memudahkan atau menyulitkan. Jika menyulitkan, ketenangan dibutuhkan pilot untuk membuat ulang perencanaan, mengingat keputusan yang dibuat saat kondisi tengah tertekan cenderung keliru. 3. Approach singkat Jelang tiba di bandara, persiapan pendaratan dimulai. Namun, bila bandara tujuan sedang tidak bersahabat, mau tak mau pilot harus menunggu. Menunggu di sini ada dua, menunggu atas dasar saran ATC atau keputusan pilot. Selama menunggu, tentu bahan bakar akan terkuras. Biasanya, pesawat bisa bertahan selama beberapa waktu, tergantung ketepatan pilot dalam merencanakan penerbangan. Bila kondisi tak kunjung berubah, maka pilot harus segera memutuskan untuk tetap mendarat atau mendarat di bandara lain. Bila mendarat di bandara lain jadi opsi, maka, pastikan pendaratan di sana tak ada kendala apapun mengingat stok bahan bakar terlalu sedikit untuk menunda pendaratan kembali. 4. Landing distance Landing distance atau jarak pendaratan merupakan jarak ujung landasan ke zona touchdown. Biasanya landing distance sejauh 50 kaki. Bila lebih dari itu karena satu dan lain hal, berarti pilot telah mengurangi zona safety factor pesawat untuk berhenti sebelum mencapai ujung runway. 5. Angin Proses landing tak lebih mudah dari yang dibayangkan. Sebelum memutuskan landing, pilot terlebih dahulu menghitung hembusan angin untuk mendapatkan required landing distance. Bila angin berhembus lebih kencang dari yang dilaporkan, maka, pilot harus menjaga margin aman pendaratan, baik pada zona touchdown maupun safety factor hingga ke ujung landasan. 6. Permukaan runway Mendarat dalam kondisi normal, tidak terlalu panas ataupun tidak dalam posisi hujan lebat, mungkin akan mudah dilakukan. Namun, pada dua kondisi tersebut, terutama hujan lebat, proses pengereman menjadi tidak sempurna, begitupun daya cengkeram landasan dengan ban. Karenanya, pilot perlu memutuskan dengan cepat apakah tetap mendarat atau tidak berdasarkan tabel runway contition assessment di bawah ini.
Tabel runway condition assessment. Foto: ICAO
Baca juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash Landing 7. Menghitung jarak Proses menentukan landing distance atau jarak pendaratan berdasarkan faktor eksternal tidaklah mudah. Pada pesawat-pesawat tua, pilot harus menghitung secara manual. Namun, pada pesawat terbaru, seperti Boeing 737 Dreamliner dan Airbus A350, pilot cukup memasukkan angka-angka ke komputer (onboard performance tool) dan rekomendasi pun keluar. Dengan begitu, potensi kesalahan cenderung berkurang dibanding dengan menghitung secara manual. 8. Landing atau Divert Pilot pesawat modern umumnya hanya perlu mengikuti rencana penerbangan yang telah dibuat sebelumnya. Jika pun ada perubahan akibat faktor eksternal, pilot hanya perlu mengatur ulang rencana bila rencana alternatif juga terhalang. Pesawat juga mumpuni untuk diajak mengubah rencana penerbangan karena ketersediaan bahan bakar yang cukup. Menunda pendaratan atau divert selalu jadi opsi terbaik bila cuaca dan runway tak mendukung.

Digugat Leasing Pesawat Rp340 Miliar dan Rugi Rp3,1 Triliun, AirAsia Diambang Kebangkrutan?

Perusahaan besutan Tony Fernandes, AirAsia dikabarkan tengah dalam situasi genting. Belum lama ini, perusahaan leasing asal Hong Kong, BOC Aviation, menggugat saudara kandung AirAsia -AirAsia X dan anak perusahaannya, AAX Leasing Two Ltd- sebesar US$23 juta atau Rp340 miliar (kurs 14.805). Gugatan tersebut keluar lantaran keduanya mengemplang kewajiban pembayaran utang selama tiga bulan beruntun. Baca juga: Dinilai Krusial Bantu Kesuksesan Maskapai, Berikut Daftar 5 Leasing Pesawat Terbesar Di Dunia Dilansir Simple Flying, dari laporan firma hukum London Morgan, Lewis & Bockius UK, selaku kuasa hukum BOC Aviation telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi di Pengadilan Bisnis dan Properti Inggris dan Wales pada 19 Agustus 2020. Dalam gugatan tersebut, BOC Aviation mengungkap bahwa AAX Leasing Two Ltd telah melanggar kewajiban pembayaran hutang berdasarkan 2018 perjanjian sewa-menyewa. Senada dengan perusahannya, AirAsia X juga diduga melanggar kewajiban hutang di bawah empat jaminan perjanjian sewa. “Seorang perusahaan mengatakan mereka menghargai hubungan mereka dengan AirAsia X. Namun, kedalaman dan luasnya hubungan itu tidak mencakup, katakanlah, membiarkan maskapai melewatkan pembayaran sewa selama tiga bulan,” kata laporan itu. Datangnya gugatan sejumlah ratusan miliar niscaya bakal membuat keuangan maskapai penerbangan jarak jauh bertarif rendah itu lebih terpukul. Pasalnya, AirAsia X, sebelumnya sudah sangat kesulitan untuk tetap menjalankan bisnis penerbangan di tengah pandemi corona yang tak berujung. Terlebih, maskapai itu hanya menyediakan layanan internasional, yang jelas-jelas paling terpukul dibanding layanan penerbangan . Selama dua kuartal berturut-turut, AirAsia X mencatat hasil negatif hingga Rp3,1 triliun, masing-masing, kerugian sebesar Rp2 triliun pada kuartal I dan Rp1,1 triliun pada kuartal berikutnya. Guna mencari dana segar, perusahaan pun mengaku hendak menjual dua unit Airbus A330. Tetapi, prosesnya tak begitu jelas diketahui. Selain itu, perusahaan juga meminta keringanan kredit kepada leasing, termasuk BOC Aviation. Namun, apa mau dikata, leasing terbesar kelima di dunia itu (setelah AerCap, GECAS, Avolon, dan SMBC Aviation Capital) juga membutuhkan dana segar dan menolak keringanan kredit. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi polemik hingga berujung gugatan oleh raja leasing di wilayah Asia-Pasifik ini. Belakangan, santer terdengar bahwa bila AirAsia X kalah di pengadilan dan terpaksa harus membayar kewajiban pembayaran hutang, maka, besar kemungkinan perusahaan yang berdiri pada tahun 2007 lalu itu bakal bangkrut. Baca juga: Mengapa Perusahaan Leasing ‘Diburu’ Maskapai dan Mengapa Maskapai Menyewa Pesawat? Ini Jawabannya Namun, seorang pengamat menyebut, saat ini, AirAsia X tengah dalam posisi kuat untuk memenangkan proses di pengadilan. Sebab, dunia sudah mengetahui bahwa maskapai penerbangan sedang dalam posisi sulit dan tak memiliki kemampuan untuk membayar hutang. Jadi, sangat wajar bila maskapai meminta penundaan pembayaran kewajiban pajak sampai kondisi sepenuhnya berubah. AirAsia X diketahui menyewa empat pesawat Airbus A330-300 ke BOC Aviation mulai tahun 2014-2018. Empat pesawat itu bergabung dengan 19 Airbus A330-300 yang terlebih dahulu bergabung ke dalam layanan. Kontrak peminjaman kemudian diperbarui di tahun terakhir perjanjian selesai dan terus berlangsung hingga kini.

Katanya Gerah, Wanita ini Buka Pintu Darurat Pesawat dan Berjalan di Sayap

Memang kelakuan penumpang tidak ada yang bisa ditebak sama sekali dan terkadang diluar nalar manusia lainnya. Seperti yang baru-baru ini terjadi, di mana seorang penumpang wanita viral di media sosial. Dirinya terlihat berada di sayap pesawat dan mondar-mandir serta duduk di atas sayap pesawat tersebut. Baca juga: Jijay Banget, Penumpang Pesawat Jemur Sepatu di Pendingin Udara Kabin Wanita tersebut berada di sayap pesawat setelah dirinya membuka pintu darurat dan naik ke sayap untuk menghirup udara segar tak lama setelah pesawat Boeing 737-86N milik Ukraine International Airlines (UIA) mendarat di Bandara Internasional Boryspil di Kiev, Ukraina. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kejadian tersebut terjadi pada 31 Agustus lalu.
Menurut laporan, wanita yang tak diketahui namanya tersebut berangkat dari Antalya Turki ke Kiev bersama anak dan suaminya. Saat itu, ketika pesawat tiba di Kiev, penumpang tak segera diizinkan keluar dari pesawat. Wanita itu berujar keras kepanasan dan ingin mencari udara segar. Kemudian dirinya membuka pintu darurat dan melenggang santai menyusuri sayap pesawat. “Pesawat itu mendarat dan hampir semua penumpang turun. Dia berjalan hampir sepanjang jalan dari ekor ke deretan pintu keluar darurat, membuka pintu dan keluar,” kata seorang penumpang. Penumpang tersebut mengatakan, saat itu kedua anaknya sudah berada di luar pesawat dan berdiri tepat disebelahnya. “Mereka terkejut, mengatakan, ‘itu ibu kami!’” Kejadian ini, membuat pilot pesawat tersebut menghubungi ambulans, polisi dan petugas keamanan. UIA mengatakan, wanita itu kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian, otoritas bandara, dokter dan awak pesawat. Wanita itu mengatakan kepada polisi dirinya merasa kepanasan dan ketika menjalani tes alkohol, dirinya tidak menunjukkan mabuk atau menggunakan obat-obatan. Karena kelakuannya tersebut, ibu dua anak tersebut dikatakan UIA masuk dalam daftar hitam maskapai. Di mana artinya wanita tersebut selamanya tidak boleh menggunakan maskapai UIA dan akan dikenakan denda yang besar namun tak disebutkan jumlahnya. “Penumpang itu masuk daftar hitam karena pelanggaran berat terhadap aturan keselamatan penerbangan dan perilaku di dalam pesawat,” kata UIA melalui keterangan tertulis. Baca juga: Mabuk dan Ngamuk Gegara Diputusin Pacar, Wanita ini Pukul Jendela Pesawat Sampai Retak Maskapai itu mengecam tindakan perempuan itu, menyebutnya memberikan contoh yang buruk sebagai orangtua.

Masa Pandemi, Bisnis Ride Hailing di Rusia Pertumbuhannya Terus Naik

Dalam masa pandemi Covid-19 perusahaan ride hailing di seluruh dunia mengalami penyurutan penumpang yang sangat signifikan. Namun, tak semuanya dapat dipukul rata, perusahaan ride hailing Citymobil di Rusia, kemudian memberikan gambaran pasaran ride hailing di negara tersebut. Bahkan Citymobil membandingkan perusahaan ride haling di Rusia dengan negara lain. Baca juga: Layanan Ride Hailing di Amerika Serikat Sumbang 69 Persen Emisi Karbon COO perusahaan ride hailing Citymobil Vitaly Bedarev, mengaku layanan transportasi online di Rusia masih dalam tahap pertumbuhan yang pesat. Ini tidak seperti di Amerika Serikat yang mana di Rusia masih mengalami perkembangan setiap tahun dan induristri memiliki karakteristik nasional yang unik. Bedarev mengatakan, Uber di AS merupakan hal yang umum di mana pengemudi bekerja dengan layanan transportasi online memiliki mobil sendiri. Sedangkan di Rusia, pengemudi menyewa mobil dari perusahaan armada yang memiliki ribuan kendaraan. KabarPenumpang.com merangkum intelligenttransport.com, Bedarev mengatakan, pembayaran secara tunai masih tinggi dan di Moskow uang tunai menjadi penyumbang sekitar 40 persen pembayaran dan ini merupakan perbedaan yang besar dari Inggris serta AS. Citymobil yang menjadi penantang Yandex.Taxi mulai berkembang pesat dengan pangsa 20-25 persen di kota-kota yang ada. Selain itu, di kota-kota kecil pesanan taksi melalui telepon masih mendominasi dan ada pemain yang bekerja sesuai dengan prosedur ini (Maxim, Vezet). Citymobil adalah perusahaan IT besar, terutama perusahaan ride hailing berbasis aplikasi, namun di beberapa kota, 30 persen pesanan masih dilakukan melalui telepon. Di Rusia, tidak ada perbedaan antara taksi dan ride hailing. Aplikasi ride hailing memungkinkan penggunanya memesan taksi berlisensi dan tidak ada lisensi khusus untuk ride hailing yang berbeda dari taksi. Inilah alasan utama mengapa pengemudi harus menyewa mobil berlisensi dari armada taksi daripada menggunakan kendaraan sendiri. Sebelum pandemi, ada beberapa restrukturisasi besar-besaran pasar di Rusia. Pada 2017-18 Yandex mengakuisisi operasi Uber lokal dan monopoli de facto muncul di kota-kota besar, karena ukuran pesaing menjadi marjinal dibandingkan dengan pemimpin pasar. Kemudian Citymobil, sebagai penantang yang didanai oleh Mail.ru Group, muncul dan dengan cepat memasuki banyak kota di Rusia, mendapatkan pangsa pasar yang layak. Pandemi datang pada saat Citymobil diluncurkan di banyak kota dan seluruh pasar secara aktif bergerak menuju model yang saat ini ada di AS. Di Rusia, pembatasan serius terkait virus korona diberlakukan pada Maret dan di bulan April, penguncian penuh diberlakukan dan penduduk harus menerima kode digital khusus untuk bergerak di sekitar Moskow, termasuk dengan taksi. Secara alami, hal ini menyebabkan penurunan permintaan transportasi termasuk pemesanan kendaraan di Moskow lebih signifikan daripada di wilayah lain. Aturan karantina bervariasi di berbagai kota dan begitu pula dampaknya seperti di St. Petersburg hal itu menyebabkan sedikit penurunan permintaan sedangkan di wilayah Selatan seperti Krasnodar kami bahkan mengalami pertumbuhan permintaan selama pandemi. Minggu terburuk untuk permintaan adalah dari 31 Maret hingga 6 April. Pada puncaknya, permintaan di Moskow turun sekitar 50 persen dari periode sebelum virus korona. Meskipun signifikan, ini jauh lebih kecil daripada dampak yang terlihat di New York dan Cina, di mana aturan karantina yang sangat ketat diberlakukan. Permintaan di Moskow mulai pulih dengan sangat cepat, dan pada akhir Juni melampaui tingkat sebelum virus Corona, yang juga berbeda dari AS dan Cina, di mana pemulihan pasar jauh lebih lambat. Di Rusia, selama pandemi, layanan transportasi online harus mengendalikan pengemudi dan perusahaan taksi, dengan desinfeksi mobil dan distribusi masker, sarung tangan, dan pembersih. Selain itu, kami harus membeli masker dan pembersih untuk pengemudi dengan biaya sendiri dan membiayai desinfeksi mobil. “Ini tidak umum untuk layanan ride hailing. Sejauh yang kami sadari, di seluruh dunia ini tidak pernah menjadi persyaratan, tetapi regulator mewajibkan kami untuk melakukannya. Ini mengakibatkan biaya yang signifikan. Namun, kami berhasil memberikan kompensasi kepada mereka dengan menghemat subsidi untuk pengemudi jumlah mereka yang dipertaruhkan hanya sedikit dan pasar masih berada dalam situasi kelebihan pasokan karena penurunan permintaan perjalanan yang lebih besar,” kata Bedarev. Baca juga: Menyusup di Aplikasi RadickRadio, Aplikasi Ride Hailing Asal Iran Dihapus dari App Store! Setelah pemulihan permintaan, Citymobil sedikit kehilangan pangsa pasar, tetapi ini sebanding dengan tingkat pertumbuhan dan masih memiliki pangsa yang lebih tinggi daripada operasi sebelum Covid. Menurut data terbaru dari Departemen Transportasi Moskow, Taksi Yandex pada Agustus memiliki sekitar 67,7 persen perjalanan per hari, Citymobil – 23,1 persen per hari, dan Gett 5,8 persen per hari.

Bantu Petugas dan Penumpang, Bandara Changi Operasikan 47 Unit Robot

Berbagai keindahan ditawarkan oleh Bandara Internasional Changi Singapura. Sebab Bandara Jewel Changi dilengkapi dengan air terjun indoor, berbagai macam taman dan area hiburan. Tak hanya bisa dinikmati oleh para pelancong yang tiba, berangkat atau transit, tetapi bagi pengunjung yang tidak terbang pun bisa merasakannya. Baca juga: Sambut New Normal, Bandara Changi Kerahkan Robot Pembersih dan Toilet Tanpa Kontak Ternyata tak hanya itu, Bandara Changi kini juga melengkapi diri dengan menghadirkan berbagai macam robot yang bisa membantu petugas dan penumpang untuk mendapat pengalaman yang lebih baik. Salah satunya robot yang membantu membersihkan genangan di lantai basah karena cipratan air terjun indoor dengan ketinggian 40 meter. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (2/9/2020), ada dua robot tak kenal lelah yakni robot LeoScrub milik Jewel. Kedua robot ini merupakan besutan perusahaan lokal LionBots Internasional dan bagian dari armada otomatis yang terus berkembang untuk membantu menjaga Bandara Changi setiap harinya. Robot pembersih LeoScrub sendiri merupakan bagian dari 47 robot di Jewel dan Terminal bandara. Tak hanya itu, robot tersebut juga semakin sering dipanggil untuk berinteraksi dengan pengunjung dalam berbagai cara. LeoScrub dilengkapi dengan kode QR pada bagian dada kirinya dan pengunjung bisa memindai dengan ponsel mereka untuk membuka menu dengan pertanyaan yang dapat mereka ajukan pada robot. Selain itu, dengan kode QR ini juga, pengunjung bisa meminta robot untuk bernyanyi. Selain robot pembersih, Jewel juga memiliki robot pramutamu yang akan digunakan pada akhir tahun ini. “Penggunaan robot telah membantu meringankan tugas yang lebih melelahkan dari staf kami, serta tugas mitra kami, di Jewel,” kata kepala pengalaman pengguna Jewel Changi Airport, Kelvin Tan. Kelvin menambahkan bahwa staf telah mampu bekerja lebih cerdas dan produktif. Di mana petugas kebersihan biasanya berkeliling sekali sehari untuk mengumpulkan sampah dari setiap toko di Jewel. Ini bisa memakan waktu satu setengah jam hanya untuk satu tingkat mall. Tetapi empat robot LeoPull yang merupakan saudara robot LeoScrub sudah menangani pengumpulan sampah di lantai ketiga Jewel dan akan ada yang lebih banyak lagi pada akhir tahun. Setiap LeoPull menarik tempat sampah besar yang disesuaikan dan akan berhenti di depan setiap toko dan membunyikan bel untuk memberi tahu penyewa tentang kedatangannya. Ini sepenuhnya dilakukan sendiri, karena telah diprogram dengan rutenya. Serangkaian sensor juga membantu robot menghindari rintangan dan orang serta memberi tahu operatornya apa yang akan dilakukannya pada satu titik. Meski begitu operator juga dapat memberikan instruksi, jika diperlukan, melalui aplikasi. Meskipun mereka mungkin menarik perhatian, LeoScrubs dan LeoPulls bukanlah robot paling populer di Bandara Changi. Perbedaan itu adalah milik robot Delight setinggi 1,3m, yang berkeliling di sekitar Jewel’s Canopy Park dua kali sehari, menawarkan kepada pengunjung minuman botol dan permen gratis. Baca juga: Ssstt..! Ada Robot Polisi Lalu Lintas di Bandara Changi “Robot Delight telah terbukti sangat populer sejak Canopy Park dibuka tahun lalu. Ini diprogram untuk mengikuti rute yang ditetapkan. Tapi kita juga bisa memicunya secara manual untuk kembali saat minuman habis,” kata eksekutif pengalaman pengguna Jewel Changi Airport, Euguene Tan, yang merupakan bagian dari tim yang mengawasi robot Jewel.

Hentikan Operasional Sementara, Inilah TransNusa, Maskapai Perintis yang Berbasis di Kupang

TransNusa dikenal sebagai maskapai yang mengoperasikan rute di Indonesia Timur terutama Nusa Tenggara dan saat ini tengah menghentikan operasionalnya sementara mulai 8 hingga 30 September 2020. Maskapai yang berbasis di Bandara El Tari, Kupang tersebut mengambil keputusan penghentian sementara operasional karena keterisian penumpang yang belum ekonomis. Baca juga: Tingkatkan Daya Saing, TransNusa Gandeng China Aircraft Leasing Selain itu penghentian sementara juga mempertimbangkan kasus positif Covid-19 yang masih tinggi. Direktur Utama TransNusa Bayu Susanto mengatakan, maskapai ini akan kembali beroperasi jika permintaan penumpang sudah lebih baik dan ada perbaikan kasus Covid-19. “Kami kembali beroperasi bergantung perkembangan aspek kesehatan dari Covid-19 dan permintaan penumpang (yang lebih baik),” ujar Bayu yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) yang dikutip KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber. Bayu menambahkan, penghentian operasional tersebut tidak menutup kemungkinan bisa diperpanjang dan keputusan diambil bila kondisi tak terus membaik. Penghentian operasional TransNusa sendiri diketahui dari bocoran surat untuk agen travel yang ditandatangani pada 5 September 2020 oleh Head of Sales & Revenue Management Rajasegaran Rajoo. Surat itu mengumumkan bahwa TransNusa menghentikan operasional sementara penerbangannya. Penghentian operasi maskapai itu memperhatikan kasus pandemi Covid-19 yang masih merebak dan cenderung meningkat di seluruh provinsi di Indonesia. TransNusa menyampaikan penutupan sementara operasional seluruh penerbangan maskapai tersebut sampai keadaan benar-benar pulih dan adanya vaksin yang bisa memastikan pandemi Covid-19 di Indonesia akan segera berakhir. “Selama masa tidak beroperasi ini, TransNusa akan terus memantau perkembangan kasus Covid-19. Dan akan kembali beroperasi dengan lebih kuat serta komitmen yang tinggi dalam melayani para pelanggan setia kami,” tulis Rajasegaran dalam surat tersebut. Adapun proses pengembalian dana (refund), perubahan jadwal (reschedule), dan perubahan rute (reroute) sesuai dengan aturan yang berlaku mengacu pada ketentuan prosedur refund/rebook/reschedule/reroute. Untuk diketahui, TransNusa sendiri maskapai domestik yang diluncurkan pada Agustus 2005. Maskapai ini melayani berbagai rute tujuan dari Kupang, Nusa Tenggara Timur dan beberapa kota di daerah NTT dengan tujuh pesawat pesawat ATR 72-600, satu pesawat ATR 42-500 dan satu BAe 146 . Pada bulan Agustus 2011, TransNusa mendapat sertifikat operator udara sendiri (AOC) dan izin penerbangan komersial berjadwal. Baca juga: Miris, Begini Kondisi Industri Penerbangan Timor Leste! Nyesel Pisah dari Indonesia Selain menerbangkan domestik di berbagai daerah di Nusa Tenggara, maskapai ini juga menerbangkan pesawatnya ke Makassar dan Bandung. Sedangkan untuk rute internasionalnya, maskapai ini menerbangkan ke Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato di Dili yang dioperasikan oleh Air Timor.

Tak Hanya Diserbu Pilot, Microsoft Flight Simulator 2020 Juga Diserbu Traveller yang Kangen Liburan

Sejak pertama kali dirilis pada 1980 lalu, diikuti Microsoft Flight Simulator X pada 2006, game spin-off pada tahun 2012, dan Microsoft Flight Simulator X: Steam Edition pada 2014, tak sekalipun games tersebut mendapat respon tinggi masyarakat; sampai akhirnya Microsoft Flight Simulator 2020 yang dirilis pada 18 Agustus lalu sukses di pasaran. Baca juga: Maskapai Jepang Tawarkan Terbang Keliling Dunia Hanya Rp800 Ribuan, Masih Belum Minat? Dilansir onmsft.com, selang dua pekan setelah peluncuran, Microsoft Flight Simulator 2020 sudah diunduh oleh 1 juta pengguna. Jumlah pemain ini membuat Microsoft Flight Simulator 2020 menjadi game Xbox Game Pass untuk PC dengan jumlah pemain terbesar dalam sejarah Microsoft. Umumnya mereka yang mengunduh adalah pilot, namun, tak sedikit orang awam (traveller) yang menikmati game simulasi penerbangan pesawat teranyar besutan Xbox Game Studios ini. Salah satunya Arif Bacchus. Seorang traveller yang tak mempunyai latar belakang aviasi ini, mengaku menjajal Microsoft Flight Simulator karena tak ada pilihan lain untuk memenuhi hasrat berlibur kecuali dengan game tersebut. Pasalnya, dibanding VR atau memaksa berlibur dengan sederet protokol kesehatan dan karantina 14 hari setelah sampai di tempat tujuan, Microsoft Flight Simulator jauh lebih masuk akal untuk bisa melihat dunia dan merasakan kembali sensasi terbang. Guna mengakomodir latar belakang beragam pengguna, Microsoft Flight Simulator menawarkan tiga preset, all assists, middle-ground, dan true-to life atau bisa dibilang otomatis, semi-otomatis, dan manual. Dalam kasus Arif Bacchus, ketidaktahuannya di bidang aviasi, khususnya cara menerbangkan pesawat, membuatnya mengambil mode all assists. Di mode ini, ia cukup menekan tombol Y dan B untuk melepaskan parking brake, throttle up pesawat, meluncur di runway, dan menarik yoke untuk mengudara. Sudah itu, ia dapat menaikkan atau menurunkan ketinggian yang diinginkan dan menikmati dunia bersama pesawat favorit serta lepas landas dan landing di bandara idaman. Bagi mereka yang sudah mengetahui cara menerbangan pesawat (pilot), Microsoft Flight Simulator 2020 setidaknya menyediakan delapan hal yang bisa dimanfaatkan untuk melatih skill menjadi penerbang, di antaranya basic controls and the cameras, altitudes, instruments take-off and level flight, landing, following traffic patterns, dan navigation.
Saat ini, Microsoft Flight Simulator 2020 bisa diunduh di platform Steam untuk smartphone serta Microsoft Store dan Xbox Game Pass untuk PC. Ada tiga versi Microsoft Flight Simulator 2020 yang ditawarkan, yakni Standard, Deluxe, dan Premium Deluxe. Di antara ketiganya, versi Standard memiliki harga yang paling terjangkau, yakni sebesar Rp790.000. Baca juga: Curhat Pilot Senior Akibat Pandemi, Jam Terbang Rendah, Serba Lupa, dan Seperti Pertama Kali Terbang Sementara versi Deluxe memiliki banderol harga Rp1.180.000 dan versi Premium Deluxe dengan harga tertinggi yakni sebesar Rp1.580.000. Pembeli versi Standard akan mendapatkan satu buah kopi game Microsoft Flight Simulator 2020 dengan lisensi kepemilikan game digital (Digital Ownership). Sedangkan, pembeli versi Deluxe bakal mendapatkan bonus berupa lima buah bandara tambahan serta lima buah model pesawat baru. Seperti Deluxe, pembeli Microsoft Flight Simulator 2020 versi Premium Deluxe juga bakal mendapatkan konten ekstra, namun jumlahnya lebih banyak, terdiri dari 40 bandara internasional serta 30 model pesawat terbang. Untuk pengalaman terbaik, Steam dan Microsoft Store sendiri memberikan panduan  spesifikasi minimum untuk Microsoft Flight Simulator 2020. Lengkapnya sebagai berikut. OS: Windows 10 versi 18362.0 atau lebih tinggi DirectX: versi 11 CPU: Ryzen 3 1200 / Intel Core i5-4460 GPU: Radeon RX 570 / NVIDIA GTX 770 VRAM: 2GB RAM: 8GB HDD: 150GB Bandwidth internet: 5 Mbps