Penerbangan di Era New Normal, ICAO: Akses Penumpang ke Toilet Dibatasi

Sejak kembali dibukanya penerbangan untuk mengangkut penumpang, banyak aturan baru di masa pandemi Covid-19. Salah satunya adalah panduan baru yang dikeluarkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) dan menunjukkan bahwa penumpang memiliki akses terbatas ke toilet di dalam pesawat. Baca juga: Intip Prosedur Cabin Cleaning Pesawat Ala GMF Cegah Covid-19 di Pesawat Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyarankan bahwa satu toilet harus disediakan untuk awak dan penumpang yang ditentukan berdasarkan nomor kursi mereka. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (1/6/2020), bahkan salah satu maksapai berbiaya murah, yakni Ryanair menyebut akan melarang antrian ke toilet. Tak hanya itu, penumpang Ryanair juga harus meminta izin kepada awak kabin untuk menggunakan toilet. Tak hanya akses ke toilet, layanan makanan dan minuman di penerbangan jarak pendek juga harus dibatasi atau malah ditangguhkan. Kalaupun awak kabin ingin menjual makanan, maka ICAO mengatakan harus dijual dalam kemasan yang sudah disegel sebelumnya. Bahkan penjualan bebas bea juga harus dibatasi sementara sebagai bagian dari rekomendasi keamanan Covid-19 yang meluas. Meski begitu, ICAO tidak memaksakan adanya jarak sosial di pesawat, tetapi penumpang harus duduk secara terpisah jika hunian memungkinkan. Selain itu setiap penumpang diharapkan untuk membatasi barang bawaan ke dalam kabin di mana baiknya disarankan membawa tas tangan kecil agar bisa disimpan di bawah kursi mereka. Koran dan majalah pun harus dihapuskan untuk sementara waktu. Badan PBB juga mengatakan bahwa secara umum, masker wajah harus dikenakan sesuai dengan pedoman kesehatan masyarakat dan jarak sosial harus dilakukan jika memungkinkan. Di masa pandemi Covid-19, seluruh area di dalam kabin harus secara rutin dibersihkan dan penumpang harus diperiksa kesehatannya seperti pengecekan suhu hingga metode pelacakan kontak juga harus dieksplorasi. Di bandara, staf harus memiliki alat pelindung diri yang memadai, yang dapat mencakup sarung tangan, masker medis, kacamata atau pelindung wajah, dan gaun atau celemek. Baca juga: Indigo Hadirkan ‘Double Seat’ untuk Penumpang di Masa Pandemi Covid-19 Bahkan penumpang diharapkan check in melalui online sebelum tiba di bandara dengan menggunakan mobile boarding pass. Bandara juga harus menggunakan teknologi nirkontak termasuk pemindain wajah dan iris mata.

Snap Uji Coba Bus Wisata Double Decker Tak Beratap untuk Transportasi Pekerja London

Di London, Inggris, banyak orang masih mencurigai transportasi umum sebagai tempat penyebaran virus corona baru atau Covid-19. Karena hal ini, kemudian sebuah perusahaan bus pariwisata berencana menggunakan armada tamasya mereka untuk membantu para pekerja mencapai kantor. Baca juga: Odong-Odong Keren (Oren), Double Decker Khas Depok Perusahaan ini akan menggunakan bus tingkat mereka dengan atap terbuka untuk mengatasi beberapa kekhawatiran tentang risiko infeksi Covid-19 di angkutan umum. KabarPenumpang.com melansir dari laman bloomberg.com (24/7/2020), perusahaan yang berbasis di London ini bernama Snap dan sekarang tengah menguji penawaran mereka yang akan mengantarkan warga London ke dan dari tempat bekerja. Uji coba ini menggunakan 233 bus tamasya tanpa atap alias dek atas terbuka yang biasanya digunakan di kota-kota dunia untuk mengangkut pelancong. Penggunaan bus dari Snap ini selain bus banyak terparkir karena tidak ada pengunjung, juga agar masyarakat pengguna transportasi seperti bus lebih aman sebab atap yang terbuka. Meski layanan ini dalam pengembangan, Snap yang tengah melalui proses crowdsourcing mengambil rincian orang yang tertarik pada layanan untuk menghitung rute mana yang mungkin memiliki permintaan tertinggi. Perjalanan dengan bus double decker atap terbuka ini mulai uji coba dengan rute Victoria Line London Underground yang membentang di pusat kota London dari timur laut ke barat daya. Tarifnya diperkirakan akan sama dengan perjalanan kereta api rata-rata £3,30 atau Rp57 ribu dengan beberapa titik penjemputan dan pengantaran penumpang. Namun pemberhentiannya akan lebih sedikit dibandingkan rute bus biasanya. Snap memperkirakan bahwa dapat menjalankan layanan dengan layak dan ongkos seperti ini penumpang mengisi hanya seperempat dari kapasitas biasanya. Selain tetap memberikan jarak, Snap juga melakukan pembersihan setiap perjalanan untuk mengurangi risiko penyebaran virus lebih lanjut. Bisa dikatakan kehadiran ide dari Snap ini mungkin membantu London dengan masalah saat ini. Beberapa orang yang bekerja dari rumah bisa memikirkan untuk kembali ke tempat kerja mereka. Baca juga: Routemaster, Si Double Decker Merah Ikon Kota London “Kereta di London saat ini mencapai 30 persen dari penggunaannya sebelum pandemi, sementara penggunaan mobil sekitar 80 persen dari yang sebelumnya menjadi pandemi. Kami benar-benar tidak ingin pemulihan berbasis mobil untuk krisis ini, jadi kami perlu menemukan solusi yang membuat orang nyaman dan Anda tidak bisa mendapatkan alat transportasi yang lebih aman daripada kendaraan yang beratap terbuka,” kata CEO Snap, Thomas Ableman.

Dijual Restoran Terbesar Bekas Airbus A340 di Turki Seharga Rp20 Miliar, Berminat?

Seni mengubah pesawat bekas banyak ragamnya, dikonversi jadi souvenir, gantungan kunci berbahan dasar bodi pesawat, rumah, hotel, hingga restoran. Bicara soal restoran yang dibangun dari bekas pesawat, Turki mungkin salah satu yang menarik. Negeri Seribu Masjid itu bukan sekedar punya restoran dari pesawat melainkan restoran terbesar dari jenis itu. Baca juga: Lufthansa Mutilasi Airbus A340-600 Menjadi Souvenir Unik nan Artistik Sayangnya, restoran terbesar bekas pesawat Airbus A340 di negara itu dikabarkan tengah dilego seharga $1,4 juta atau sekitar Rp20 miliar lebih (kurs 14.550). Laporan CGTN, sang pemilik dikabarkan terpaksa menjual restoran dari pesawat itu akibat masalah kesehatan. Simple Flying menyebut, pesawat bekas pakai maskapai Turkish Airlines empat tahun lalu itu memiliki kapasitas sebanyak 280 kursi, terpaut agak jauh dari kapasitas pesawat yang mencapai 350an orang. Pesawat restoran bernama Burhaniye Uçak Restorant (Restoran Pesawat Burhaniye) tersebut ditaksir bukanlah pesawat restoran biasa, melainkan sebagai salah satu landmark Kota Balıkesir, tepatnya di Distrik Burhaniye.
Bagian dalam restoran pesawat Airbus A340 di Turki. Foto: Twitter @indianeagle
Sebagai salah satu landmark kota tersebut, pesawat restoran Airbus Turki ini kerap dijadakan pilihan utama berbagai penyelenggaraan prestisius, seperti pernikahan, pesta, hingga makan malam khusus di momen-momen tertentu. Namun, Turki bukan satu-satunya yang punya restoran dari bangkai pesawat. Di Bengaluru, India, restoran dari bekas pesawat Airbus juga tersedia. Hanya saja, restoran berkapasitas 65 kursi itu dibangun dari Airbus A320, tak jauh lebih besar dan tentu saja mewah dari restoran Airbus A340 di Turki. Bergeser ke negera tetangga, Pakistan juga punya restoran dari pensiunan pesawat. Sebagaimana dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, Airport Security Force (ASF) mengubah salah satu pesawat Boeing 747 milik Pakistan International Airlines (PIA) yang sudah tidak terpakai menjadi sebuah restoran kelas atas.
Salah satu venue di bagian belakang Burhaniye Uçak Restorant (Restoran Pesawat Burhaniye). Foto: Twitter @indianeagle
Negeri Paman Sam Amerika Serikat (AS) juga punya restoran atau lebih tepatnya cocktail bar bekas pesawat. Bedanya, bila tiga restoran di atas dibangun dari bekas pesawat Airbus dan Boeing, cocktail bar di AS disulap dari hasil perombakan interior besar-besaran pesawat Lockheed Constellation milik maskapai TWA. Baca juga: Lockheed Constellation Milik TWA Kini Jadi Cocktail Bar Bernuansa Retro Di dalam cocktail bar ini, Anda semua akan melihat berbagai barang berbau jadul yang akan menggairahkan nostalgia Anda, seperti pedang cocktail hingga board game legendaris, dan tidak lupa, karpet merah ikonik dari TWA. Desain interior dari TWA cocktail bar ini sendiri dipimpin oleh Sara Duffy (Interior Designer) dan Stonehill Taylor (Architects), dimana keduanya dengan apik menggabungkan nilai vintage dengan berbagai kelengkapan perabotan modern.

Keras! Syarat Rapid Test-Swab Test Penumpang Pesawat Dihapus, Pengamat: Pemerintah Merestui Herd Immunity

Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, mengkritisi upaya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meniadakan syarat rapid test bagi penumpang pesawat. Diketahui, hal ini sudah dibahas pada rapat terbatas tentang Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang digelar kemarin di Istana Kepresidenan. Baca juga: Rapid Test Murah Lion Air Group Diisukan Pakai Cara ‘Nakal’, Sebetulnya Berapa Harga Alat Rapid Test? Menurut Agus, langkah tersebut sama saja dengan merestui herd immunity. Dengan begitu, segala risiko yang timbul mau tak mau harus ditanggung masing-masing penumpang. “Pemerintah (Kemenhub) secara tidak langsung sudah merestui herd immunity. Kita bertahan sendiri (dengan kondisi yang ada),” jelasnya saat dihubungi KabarPenumpang.com, Kamis (6/8). Bila rencana dihapuskannya syarat rapid test benar-benar dilakukan, pengamat yang juga mantan wakil ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) itu menilai tidak ada lagi yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di pesawat. Dalam berbagai pengalamannya terbang selama di masa New Normal, ia kerap menemukan sejumlah pelanggaran, mulai dari terbang melebihi ambang batas alias kapasitas 100 persen, lemahnya pengawasan seperti misalnya pengecekan syarat rapid test bagi penumpang, hingga temuan praktek-praktek kecurangan lainnya semisal jual beli surat keterangan rapid test tanpa dicek. Hal itu bisa terjadi karena aturan pemerintah tak jelas di samping juga tidak tegas. Oleh karenanya, ia pun mengaku belakangan ini tak lagi berani menumpangi pesawat. Sebab, dalam pengamatannya, dengan dihapuskannya syarat rapid test-swab PCR test bagi penumpang pesawat, klaster baru virus Corona akan muncul bersamaan dengan itu. Bila pun tidak dihapus, lemahnya pengawasan dan sanksi membuat maskapai kerap membandel dan sering kali terbang dengan kondisi penuh. Untuk itu, sementara waktu ia lebih memilih menggunakan mobil ketimbang pesawat. Lagi pula, untuk tataran Pulau Jawa, semisal Jakarta-Surabaya, saat ini total waktu yang dihabiskan sudah tak begitu jauh, nyaris sama-sama tujuh jam. Sebab, sejak era New Normal, dengan adanya syarat rapid test dan lainnya, membuat penumpang diharuskan hadir empat jam sebelum penerbangan dimulai. Berbeda dengan Agus Pambagio, Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno beranggapan bisa saja Kemenhub menghapus syarat rapid test bagi penumpang pesawat. Syaratnya, harus disiplin dengan protokol kesehatan dan sifatnya wajib, bukan sekedar himbauan. “Kursi tengah harus kosong kemudian tambah ketentuan pakai lengan panjang, masker, face shield, bila perlu antar kursi itu dikasih pembatas (partisi) dan wajib,” ujarnya kepada KabarPenumpang.com. Baca juga: Asyik, Naik Garuda Indonesia Dapat ‘Cashback’ Biaya Rapid Test Ratusan Ribu! Begini Caranya Hanya saja, ia menggarisbawahi, bila Kemenhub tengah mengejar break-even load factor pesawat, tentu hal itu berseberangan dengan data penumpang pesawat tahun lalu. Dalam catatannya, secara umum 44 persen penumpang pesawat tahun lalu merupakan perjalanan dinas, 12 persen bisnis, dan wisata hanya 10 persen. Sebagaimana umum diketahui, pemerintah telah mengalihkan anggaran dinas untuk penanganan pandemi Covid-19. Jumlahnya juga tidak sedikit dan bakal terus dipotong hingga tahun 2021.

Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Memiliki kereta api berkecepatan tinggi, membuat Cina akhirnya tengah mempersiapkan membangun terowongan di bawah laut sepanjang 16,2 km di wilayah perairan timur. Terowongan kereta cepat ini akan menghubungkan kota Ningbo dan Kepulauan Zhoushan. Baca juga: Serba-Serbi Channel Tunnel, Terowongan Rel Terpanjang Kedua di Dunia Terowongan kereta berkecepatan tinggi ini akan menjadi terowongan bawah laut pertama dan terpanjang di Cina. Pembangunannya bisa dilangsungkan setelah persiapan dilakukan selama dua tahun di mana proposal teknis pembangunan terowongan kereta bawah laut itu lulus penilaian dewan pakar yang dipimpin Qian Qihu dari Chinese Academy Engineering. Selain kereta api, proyek ini juga akan memungkinkan perjalanan kendaraan bermotor di bawah laut melalui terowongan terpisah. Terowongan ini akan berbeda dari terowongan tabung tenggelam di salah satu ruas jembatan Hong Kong – Zhuhai – Makau. Terowongan bawah laut kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan Ningbo dan Zhoushan akan dibangun dengan menggunakan perisai yang dibenamkan lebih dalam sehingga akan menimbulkan pekerjaan proyek yang rumit. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, perisai terowongan ini beridameter 14 meter dan membentang sepanjang 10,78 km di bawah laut dengan kedalaman maksimal 78 meter. Tang Xiongjun dari China Railway Siyuan dan Design Group yang bertanggung jawab pada proyek ini mengatakan dalam sebuah pernyataan, terowongan bawah laut ini akan mencetak rekor baru di dunia. Nantinya jika pembangunannya sudah selesai, dari Ningbo ke Zhoushan hanya dapat ditempuh dalam waktu 30 menit dengan laju kereta rata-rata 250 km per jam. Selama ini, perjalanan di jalur tersebut dengan menggunakan mobil yang melewati beberapa jembatan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Sementara itu, kalau dari Hangzhou, Ibu Kota Provinsi Zhejiang, menuju Kepulauan Zhoushan di wilayah perairan timur daratan China itu, hanya membutuhkan waktu satu jam 20 menit. Pemerintah China menyatakan bahwa pembangunan konstruksi akan dimulai pada tahun ini dan memakan waktu enam hingga tujuh tahun. Sebelumnya, di Ningbo juga terdapat jembatan di atas laut sepanjang 35,7 kilometer untuk mempersingkat jalur dari Shanghai karena Ningbo merupakan kota pelabuhan di pesisir timur Cina. Baca juga: Seikan, Terowongan Kereta Terpanjang dan Terdalam di Dunia Untuk diketahui, jalur transportasi Kepulauan Zhoushan, Provinsi Zhejiang, dengan wilayah daratan China akan dihubungkan dengan kereta api cepat dari Ningbo sejauh 77 kilometer melalui terowongan dan beberapa jembatan via Pulau Jintang. namun bila dibandingkan dengan terowongan Seikan dan Channel,terowongan kereta api berkecepatan tinggi di Cina ini tidak ada apa-apanya. Sebab Seikan memiliki panjang 53,85 km dan Channel sepanjang 39 km.

Impian Negeri Bollywood Punya Jalur Kereta Api Berkecepatan Tinggi Segera Terwujud

Jalur kereta api berkecepatan tinggi (kereta peluru) akan segera menjadi kenyataan di India, sebab salah satu dari tujuh rute sudah selesai baru baru ini. Jalur kereta berkecepatan tinggi ini antara Mysuru – Bengaluru – Chennai dengan panjang 435 km. Baca juga: Pertama Kalinya dalam Sejarah, Layanan Kereta di India Mampu ‘On Time’ 100 Persen Dilansir KabarPenumpang.com dari metrorailnews.in (2/8/2020), nantinya jalur ini mampu dilintasi oleh kereta peluru dengan kecepatan maksimum 320 km per jam. Saat ini pihak Indian Railways dan Otoritas Jalan Raya Nasional India (NHAI) akan mulai proses untuk mendapatkan lahan tambahan segera. NHAI juga akan segera mendapatkan tanah untuk meletakkan kereta api berkecepatan tinggi di sepanjang jalan bebas hambatan Greenfield agar pengembangan terintegrasi dari jaringan transportasi kereta api di India. Selama pertemuan Kelompok Sektor Infra yang diadakan baru-baru ini, diputuskan bahwa NHAI akan mengambil alih pembebasan lahan dan sebuah komite beranggotakan empat orang dibentuk untuk menyelidiki masalah ini. Komite akan bekerja pada modalitas untuk memperoleh tanah dan estimasi biayanya. Indian Railways berencana untuk menjalankan kereta peluru di tujuh rute baru penting di negara itu. Tujuh koridor rel berkecepatan tinggi adalah Delhi ke Varanasi via Noida, Agra dan Lucknow; Varanasi ke Howrah melalui Patna; Delhi ke Ahmedabad melalui Jaipur dan Udaipur; Delhi ke Amritsar melalui Chandigarh, Ludhiana dan Jalandhar; Mumbai ke Nagpur melalui Nasik; Mumbai ke Hyderabad melalui Pune dan Chennai ke Mysore melalui Bengaluru. Dewan Kereta Api baru-baru ini menulis surat kepada NHAI dan memberikan rincian tujuh koridor rel berkecepatan tinggi untuk menjalankan kereta peluru di mana laporan proyek terperinci sedang dipersiapkan. NHAI juga telah diminta untuk mewakili petugas nodal untuk tujuan ini untuk integrasi yang lebih baik dari latihan perencanaan mammoth. Baca juga: Jepang Rencanakan Bangun Proyek Kereta Cepat di 5 Kota India Kereta peluru akan berjalan pada kecepatan maksimum 320 kilometer per jam dan jarak sebenarnya dari Mysuru ke Chennai adalah lebih dari 485 kilometer sementara koridor kereta peluru akan 435 kilometer. Dengan kecepatan kereta, dapat menempuh jarak 145 km dari Mysuru ke Bengaluru hanya dalam 45 menit.

Rail Bicycle, Mudahkan Petugas Kereta Api Lakukan Inspeksi Pada Jalur Rel

Apa itu Rail Bicycle? Ini adalah inovasi sederhana yang digunakan untuk memeriksa, memperbaiki dan memantau rel kereta api untuk memastikan keamanan penumpang. Rail Bicycle ini diperkenalkan oleh Indian Railways dan seorang perwira kereta api bernama Pankaj Soin Sr DEN Ajmer Barat adalah orang yang berada dibelakang proyek inovasi tersebut. Baca juga: Pertama Kali India Lakukan Perpisahan Pensiunan Staf Kereta Api Secara Virtual Rail Bicycle atau sepeda kereta api ini dikatakan oleh Menteri Perkeretaapian Piyush Goyal dalam akun Twitternya, sepeda kereta api ini merupakan sebuah mekanisme baru untuk bepergian dengan cepat di rel kereta api dalam melakukan inspeksi, pemantauan dan perbaikan yang mendesak. Dia mengatakan, sepeda kereta api ini dapat dengan mudah ditempatkan di rel kereta api dan karyawan kereta api yang bertugas dapat bergerak menuju tujuan tanpa kesulitan. Diharapkan sepeda kereta api ini akan membantu para pekerja di semua musim. Sebab selama musim hujan, terkadang situasinya menjadi sangat sulit sehingga menyebabkan penahanan layanan kereta api yang tidak diinginkan. KabarPenumpang.com melansir dari laman rushlane.com (28/7/2020), setelah hujan deras, lokasi pendekatan jembatan dan lokasi rentan lainya dapat dengan mudah diperiksa oleh staf dalam waktu singkat menggunakan sepeda kereta api. Kementerian kereta api mengatakan, selain dari situasi darurat, sepeda akan sangat membantu untuk berpatroli selama cuaca panas. Ini juga bisa membantu staf kereta api dalam memonitor harian rel kereta api. Dalam sebuah laporan, karena pandemi Covid-19, beberapa bagian melalui jaringan Indian Railways saat ini ditutup untuk lalu lintas dan sepeda kereta api dapat digunakan di jaringan tersebut. Sepeda kereta api memiliki berat sekitar 20 kg yang dengan mudah diangkat, dibongkar dan dirakit oleh satu orang. Kecepatan rata-rata sepeda ini sepuluh kilometer per jam dengan kecepatan maksimumnya 15 km per jam. Sepeda ini mampu mengangkut dua orang. Untuk pembuatan Sepeda Rel ini, pelurusan roda depan, sepeda tua, dan pipa besi ringan telah digunakan. Baca juga: Contoh Pemerintah yang Baik, Italia Berikan Subsidi untuk Pembelian Sepeda Kayuh Salah satu roda melekat pada bagian depan siklus dan satu lagi digunakan untuk tujuan penyeimbangan. Bagian-bagian ini terhubung ke siklus dengan bantuan mur dan baut, sehingga mudah dirakit dan dibongkar. Menurut Kementerian Kereta Api, Sepeda Rel ini dapat dengan mudah diproduksi dengan harga yang sangat ekonomis. Total biaya Sepeda Rail hanya Rs5 ribu atau sekitar Rp977 ribu.

Foto Citra Satelit “Before-After” Kawah Bekas Ledakan Besar di Beirut Lebanon

Ledakan besar di Beirut Lebanon menyisakan pilu. Ratusan nyawa melayang dan ribuan lainnya luka-luka. Tak berhenti sampai di situ, kawasan pelabuhan bekas ledakan di Lebanon rupanya juga menyisakan kawah besar. Kawah bekas ledakan di Lebanon itu memiliki diameter sekitar 124 meter, lebih besar dari diameter gudang yang diduga jadi tempat terjadinya pusat ledakan. Baca juga: Ledakan Besar di Lebanon Bikin Bandara Lebanon Rusak Berat, Pengaruh Ke Penerbangan? Begini Kata Pengamat Dari foto-foto kawah bekas ledakan di Lebanon hasil citra satelit milik Maxar Technologies, sebagaimana dilaporkan The Washington Post, wilayah di sekitaran pelabuhan yang semula dipenuhi dengan bangunan kini hanya terlihat berupa hamparan tanah coklat khas Timur Tengah yang dihiasi dengan puing-puing sisa ledakan. Agar lebih jelas, berikut foto-foto before-after (sebelum dan sesudah) ledakan di Lebanon lewat citra satelit dari ketinggian sekitar 152 meter. 1. Gambaran kondisi sebelum insiden ledakan besar terjadi
Sebelum terjadi ledakan besar. Foto: Citra satelit Maxar Technologies
Menurut Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab, Gudang 12 di pelabuhan Beirut merupakan tempat penyimpanan bahan kimia amonium nitrat sebanyak 2.750 ton selama bertahun-tahun. Bahan kimia berbahaya ini, yang biasanya digunakan untuk pupuk dan tak jarang juga ditemukan dalam bom rakitan, sebelum ledakan terjadi sedang disimpan di dekat komoditas penting, seperti gudang biji-bijian yang menyimpan cadangan biji-bijian nasional Lebanon. Sekitar pukul 6 sore, waktu setempat, sesuatu memicu terjadinya ledakan yang kemudian menyulut api serta diikuti oleh dua ledakan besar dan awan berwarna merah di atas langit Beirut. Menariknya, jika ledakan besar akibat bom atom Hiroshima-Nagasaki berhasil meninggalkan kawah besar berdiameter yang lebih besar dibanding diameter lubang hasil ledakan di Beirut, maka, radius dampak ledakan di Beirut jauh lebih luas mencapai puluhan kilometer, jauh lebih besar dibanding bom Hiroshima-Nagasaki yang hanya sekitar 1,2 kilometer. 2. Pasca ledakan
Pasca ledakan besar terjadi. Foto: Citra satelit Maxar Technologies
Masih dalam before-after (sebelum dan sesudah) foto citra satelit dari ketinggian sekitar 152 meter, tampak seluruh bangunan hancur akibat gelombang kejut yang dihasilkan. Meskipun demikian, citra satelit menunjukkan gedung-gedung bertingkat masih berdiri kokoh. Adapun bangunan di radius 1,6 km sejumlah bangunan tampak runtuh. 3. Kawah bekas ledakan
Kawah besar bekas ledakan di Beirut Lebanon. Foto: Hussein Malla/AP
Lubang besar bekas ledakan membuat luas daratan sedikit berkurang. Bila tak ada penanganan berarti, gudang Grain Silo yang berada persis di samping kawah bekas ledakan bisa saja ambrol akibat fondasi yang sudah tergerus bekas ledakan. Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot 4. Bangunan pergudangan
Kondisi bangunan radius 1,6 kilometer dari pusat ledakan. Foto: Bilal Hussein/AP
Secara umum, kecuali Grain Silo dan beberapa bangunan tinggi lainnya, bangunan-bangunan di kawasan pergudangan Beirut mengalami tingkat kerusakan yang cukup parah. Bahkan, sejumlah bangunan bahkan tampak seperti tak memiliki atap. 5. Reruntuhan bangunan
Warga dibantu petugas sedang mengecek sisa puing. Foto: Lorenzo Tugnoli for The Washington Post
Hingga kini belum ada laporan resmi berapa jumlah kerugian yang dihasilkan dari ledakan besar itu. Hanya saja, Gubernur Beirut memperkirakan, proses perbaikan akan menelan biaya sebesar $5 miliar.

GoTransit, Fitur Integrasi Multimoda di Aplikasi GoJek

Aplikasi GoJek kini punya fitur baru lagi, yaitu GoTransit yang merupakan solusi komprehensif dalam mengintegrasi transportasi multi moda agar mobilitas perkotaan lebih lancar dan nyaman. Head of Transport Gojek Group Raditya Wibowo mengatakan solusi ini akan membantu pengguna merencanakan serta memantau perjalanan dari dan ke berbagai titik hub transportasi publik melalui rekomendasi rute terintegrasi dan informasi operasional. Baca juga: Pengguna GoJek Kini Bisa Cek Suhu Tubuh Pengemudi Lewat Aplikasi Dia mengatakan, layanan GoTransit ini akan memungkinkan pengguna dalam pemesanan maupun pembelian tiket transportasi multimoda. Sehingga perjalanan yang lebih terhubung dipercayai bisa membuat masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi publik. Raditya menyebutkan dalam menggunakan fitur GoTransit, pengguna hanya perlu memasukkan tujuan dan GoJek akan menyarankan transportasi publik terdekat hingga cara mengaksesnya. Meski baru dipromosikan, GoJek telah mempersiapkan sejumlah pengembangan di fitur GoTransit. “Di atas planning itu banyak yang direncanakan untuk pengembangannya. Seperti operasionalnya, rekomendasi rute dengan transit tersedikit untuk meminimalisir kontak, seramai apa hub public transport-nya hari ini, dan lainnya. Kita juga ingin ada fitur pemesanan tiket multimoda-nya lewat GoJek. Butuh kolaborasi operator public transport di Jakarta. Misalnya user ingin beli perjalanannya dalam satu paket juga bisa biar tidak bayar berkali-kali,” kata Raditya. Sebelum hadirnya GoTransit ini, GoJek sudah menghadirkan layanan GoRide Instan di empat stasiun terpadu yakni Stasiun Juanda, Stasiun Pasar Senen, Stasiun Sudirman dan Stasiun Tanah Abang. Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, GoJek sama sekali tidak melihat transportasi publik dan angkutan berbasis aplikasi sebagai saingan, bahkan hubungan keduanya saling melengkapi. Rangkaian solusi GoJek termasuk GoRide dan GoCar menjadi pilihan utama masyarakat sebagai sarana penghubung awal dan akhir perjalanan bagi pengguna transportasi publik di Jabodetabek. “Dengan GoJek, transportasi publik lebih mudah dijangkau dan lebih sering digunakan masyarakat. Hal ini terbukti dari jumlah perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi yang meningkat 46 persen setiap tahunnya,” kata Raditya. Baca juga: Hasilkan Banyak Keuntungan, Namun GoJek dan Grab Justru PHK Karyawan Menurutnya, Kenaikan tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik, guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek. Dimana data internal GoJek menyatakan satu dari dua pelanggannya pernah menggunakan layanan GoJek dari atau menuju ke hub transportasi lainnya.

Empat Hal Aneh yang Hanya di Bandara Beirut Lebanon, Nomor Dua Kebangetan!

Bandara Internasional Rafic Hariri (BEY) di Beirut Lebanon dilaporkan tetap beroperasi pasca ledakan besar yang terjadi di kawasan pelabuhan negara tersebut, sekalipun terdapat beberapa kerusakan di area luar bandara. Baca juga: Tujuh Alasan Lebanon Wajib Dikunjungi, Nomor 4 Bikin Anda Tak Mau Pulang Namun, terlepas dari hal itu, Bandara Lebanon bukan sama sekali tak bermasalah, bukan karena kondisi Lebanon terkini yang luluh lantak, melainkan karena tarik ulur kekuasaan berbalut politik yang cukup kental di negara berjuluk Paris of the Middle East (Paris dari Timur Tengah) ini. Berbagai masalah itu pada akhirnya membuat sejumlah keanehan di bandara yang berjarak sekitar 12 km lebih dari pusat ledakan di pelabuhan Beirut itu. Dirangkum dari lorientlejour.com, berikut empat hal aneh yang hanya ada di BEY. 1. Diolah empat departemen di bawah tiga kementerian Secara umum, pimpinan tertinggi di BEY dipimpin oleh Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri. Namun, di balik itu, campur tangan dari kementerian lainnya jadi bikin rumit. Kementerian Pertahanan bertugas mengawasi tentara yang bertugas. Sebelum lebih jauh membahas, perlu diketahui, di bawah Airport Security Service, komando tertinggi kedua bandara ada di tangan tentara Lebanon. Oleh karenanya, tentara tersebut bertanggungjawab langsung ke Kementerian Pertahanan. Selanjutnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Transportasi mengawasi lalu lintas udara dan keamanan penerbangan sipil, Kementerian Keuangan menggerakkan bea cukai, serta Kementerian Dalam Negeri fokus pada keamanan. Akan tetapi, Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan tertinggi tidak mempunyai wewenang langsung memerintah -kecuali ke satu kementerian yang sama- melainkan harus melalui tentara yang berada tepat di bawahnya. Tentara tersebut kemudian dapat memerintah langsung lima departemen di bawahnya. Namun, tidak demikian dengan departemen lainnya yang hanya bisa diperintah langsung oleh kementerian masing-masing. Polisi bandara dan General Security di bawah Kementerian Dalam Negeri, bea cukai oleh Kementerian Keuangan. Adapun airport guard dan petugas pemadam kebakaran bandara tak jelas di bawah wewenang siapa sehingga bisa diperintah oleh siapapun, khususnya oleh tentara. 2. Tiap hari rebutan kekuasaan Ribut dan adu mulut sudah sangat lumrah di BEY. Penyebabnya, apalagi kalau bukan struktur organisasi yang rumit. Betapa tidak, peraturan yang diterapkan di bandara sangat tidak sinkron antar kementerian yang berwenang karena memiliki kepentingan masing-masing. Salah satu pihak yang kerap bentrok adalah tentara dengan polisi bandara. 3. Masalah antar departemen dan pimpinan Banyaknya ‘tangan’ yang bermain benar-benar membuat kacau bandara. Bayangkan, Airport Security Service di bawah Kementerian Dalam Negeri selaku pimpinan tertinggi tak bisa berbuat apapun. Sebaliknya, perwira tentara yang ditugaskan juga tak bisa berbuat banyak ketika departemen di bawahnya melakukan pelanggaran. Baca juga: Sebelum Diterpa Ledakan Besar, Lebanon Tahun 60-an Pernah Jadi Destinasi Favorit Pramugari dan Pilot Ketika pelanggaran terjadi, departemen itu akan langsung dihadapkan dengan kementerian yang menugasinya. Tentu saja kementerian yang bersangkutan akan membelanya dan oknum-oknum curang pun akan melenggang bebas tanpa bisa dibendung dalam konteks lingkup tugas dan tanggungjawab di bandara. 4. Potensi konflik berkepanjangan Dengan rumitnya struktur organisasi sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, potensi konflik tak akan pernah terhindarkan selama masing-masing perpanjangan tangan dari kementerian punya agenda tersendiri dan saling menjebak satu sama lain.