Singapore Airlines Kirim A380 Ke ‘Kuburan’ Pesawat di Gurun Australia

Singapore Airilines (SIA) dikabarkan telah merampungkan proses pengiriman empat pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380 Alice Springs (ASP), sebuah Gurun Pasir, di antara Darwin dan Adelaide, Australia. Pesawat masing-masing diberangkatkan berjarak satu jam satu dengan yang lainnya dan menempuh sekitar lima jam lebih perjalanan ke ASP dari Bandara Changi. Baca juga: Walau Nganggur, Pesawat Tetap ‘Merepotkan’ Petugas, Loh Dengan begitu, SIA Group total sudah mengirim sembilan pesawat, dimana lima lainnya terdiri dari tiga Boeing 777-200ER milik Singapore Airlines serta dua Airbus A320 milik Scoot. Tahun lalu, maskapai SIA Group lainnya, SilkAir, juga pernah menitipkan enam unit pesawat Boeing 737 Max 8 di sana selama kurang lebih enam bulan. Lokasi yang berada di antara utara dan selatan benua Australia tersebut selama ini memang lekat dengan label sebagai ‘kuburan’ pesawat. Meskipun tak se-ekstrem The Mojave Air dan Space Port di Gurun Mojave, Southern California, AS, Victorville, California, AS, dan Pangkalan Udara Davis-Monthana Air Force Boneyard, Tucson, Arizona, AS, namun, ASP masih menjadi primadona maskapai untuk menjadi tempat peristirahatan sementara pesawat. Hal itu dikarenakan antara ASP dengan ‘kuburan-kuburan’ pesawat di AS memiliki ceruk pasar yang berbeda. Di AS, hanya pesawat yang hampir pasti sudah purna tugas yang digrounded. Sebaliknya, Alice Spring umumnya menampung pesawat-pesawat yang masih gagah. Hanya saja, karena satu dan lain hal, pesawat tersebut harus di-grounded dalam jangka waktu yang tak menentu, seperti yang terjadi pada SIA belum lama ini. Dikutip dari Simple Flying, empat pesawat super jumbo dengan nomor penerbangan SQ8865 – 9V-SKT, SQ8866 – 9V-SKW, SQ8867 – 9V-SKY dan SQ8868 – 9V-SKZ yang berangkat dari Singapore Changi (SIN) menuju Bandara Alice Springs (ASP) tercatat masih dalam usia produktif, berkisar tiga hingga delapan tahun. Tentu saja pesawat tersebut masih sanggup memperpanjang jam terbang. Belum jelas berapa lama armada A380 Singapore Airlines di-grounded di sana. Yang pasti, untuk jangka pendek ataupun panjang, ASP dinilai cocok untuk menggrounded pesawat. Terdapat banyak faktor mengapa hal itu terjadi, mulai dari jarak, iklim, hingga ketahanan permukaan terhadap beban pesawat. Terkait jarak, Alice Springs terletak persis di tengah benua Australia atau beberapa ratus kilometer jauhnya dari ibu kota Sydney atau wilayah terkenal lainnya di Australia, seperti Melbourne, Adelaide, Brisbane, atau bahkan Perth. Namun dari Changi, ASP tergolong tak terlalu jauh bila dibanding tempat ideal lainnya. Wilayah Alice Springs dikelilingi oleh pedalaman gurun yang luas. Praktis wilayah ini selalu kering dan sedikit hujan, tidak ada badai, angin Timur dengan kecepatan 13 km per jam, tingkat kelembaban relatif rendah, sekitar 25 persen. Kelembaban udara dinilai menjadi poin krusial mengapa ASP menjadi tempat ideal untuk menggrounded pesawat dibanding wilayah lainnya mengingat pesawat bisa saja menjadi korosi atau berkarat dibuatnya. Suhu di Alice Springs juga tergolong stabil di angka 30 °C. Di musim panas atau gugur, panas ekstrem memang kerap terjadi, namun dalam jangka pendek hal itu tak terlalu berdampak negatif terhadap sistem elektronik pesawat. Ketika memasuki musim dingin suhu tidak terlalu ekstrem dibandingkan daratan Eropa bagian utara sehingga lebih bersahabat untuk pesawat. Aspek ideal lain dari daerah seperti ini adalah permukaannya cukup kokoh untuk menopang bobot pesawat besar. Akan tetapi, meskipun tak beroperasi, pesawat tetap harus selalu berada dalam pengawasan petugas. Hal itu dilakukan agar pesawat tetap dalam kondisi prima dan siap digunakan kapanpun, seperti pengecekan pada sistem hidrolik, sistem avionik pesawat, sistem pendingin udara, mesin, ban, komponen elektronik yang jumlahnya begitu banyak dalam sebuah pesawat, dan bagian-bagian lainnya dalam waktu seminggu sekali. Baca juga: Grounded Besar-Besaran Bikin Bandara Penuh, Haruskah Pesawat Parkir di Gurun? Tak cukup sampai di situ, untuk mencegah menumpuknya debu serta burung yang bersarang, mesin serta bagian lain pesawat yang terdapat lubang, termasuk ban pesawat pun juga ditutup dengan kain, plastik, atau media lainnya. Interior pesawat juga tak luput dari perhatian. Selama pesawat digrounded, seluruh kaca pesawat ditutup dengan tirai. Fungsinya, akan sinar matahari tak masuk ke dalam dan membuat bagian dalam menjadi lembab. Lantai, in flight entertainmet, sistem penerangan, hingga sarung kursi pun juga tetap rutin dicek. Kemudian, yang tak kalah pentingnya, bahan bakar pesawat juga harus dalam keadaan terisi penuh. Hal itu untuk mencegah terjadinya karat di bagian dalam tanki bahan bakar. Meski demikian, ketika pesawat hendak kembali dioperasikan, bahan bakar tersebut tetap harus dibuang dan diganti dengan yang baru. Sebab, layaknya bahan makanan, bahan bakar juga bisa ‘basi’ bila terlalu lama disimpan di tangki.

Di Singapura, Private Hire Car Bila Beroperasi Dianggap Ilegal dan Kena Denda $10 Ribu

Sebagai bentuk untuk mencegah penularan Covid-19, pengemudi mobil pribadi atau private hire car (PHC) di Singapura kini tak lagi bisa membuat pengaturan pribadi untuk menawarkan perjalanan di luar aplikasi ride hailing setelah daftar layanan penting berkurang pada 21 April 2020. Nantinya hanya GoJek dan Grab lah yang diizinkan untuk mengangkut penumpang dengan menggunakan aplikasi. Baca juga: Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (23/4/2020), adanya hal tersebut membuat para pakar kesehatan menyambutnya dengan baik karena menjadi salah satu cara meredakan kekhawatiran tentang pelacakan kontak dan jarak yang aman selama perjalanan. Sebab tidak seperti pengaturan pribadi, wahana yang dipesan melalui aplikasi akan memiliki detail kontak pelanggan sehingga mereka dapat diidentifikasi melalui pelacakan kontak jika terjadi infeksi. Namun, sebenarnya kekhawatir datang sebelum 21 April 2020, di mana pengemudi PHC masih diizinkan untuk menawarkan layanan carpooling secara pribadi di grup obrolan. Ini berarti beberapa penumpang dari rumah tangga berbeda berbagi mobil dengan pengemudi tanpa jarak yang aman. Saat ini saja, Grab sudah menghentikan dua layanan carpoolingnya yakni GrabShare pada Februari lalu dan Grabhitch di awal April. Diketahui, platform carpooling terbesar ada sebanyak 56 ribu anggota yang merupakan grup obrolan Telegram SGHitch yang melihat ratusan penawaran dan permintaan untuk perjalanan setiap hari. Saat carpooling dibuat ilegal, pelaku akan didenda hingga $10 ribu atau penjara hingga enam bulan dan grup obrolan ditutup. Tetapi segera dibuka kembali dengan peringatan bahwa carpooling ilegal dan anggotanya harus memutuskan sendiri apa yang harus dilakukan dengan informasi dalam grup obrolan. Meskipun ada peraturan terbaru, grup obrolan, telah berganti nama menjadi Covid-19 Lockdown SG Hitch, masih aktif kemarin, dengan permintaan terus datang dari pengemudi dan pengendara. Dr Hsu Li Yang dari Universitas Nasional Singapura, Saw Swee Hock School of Public Health mengatakan bahwa sementara risiko infeksi tetap kecil ketika pengemudi menjemput penumpang tapi masih ada risiko. Jika terjadi infeksi, wahana yang diatur secara pribadi mungkin akan meningkatkan jumlah kasus yang tidak terhubung karena pelacakan kontak akan lebih sulit karena pengemudi tidak mungkin memiliki rincian kontak dan sebaliknya. Dokter penyakit menular Asok Kurup mengatakan mengambil penumpang dari berbagai lokasi akan meningkatkan risiko infeksi di masyarakat karena mereka dapat membawa virus kembali ke rumah mereka. “Ini akan bertentangan dengan langkah-langkah pemutus sirkuit yang telah dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus jika orang-orang dari rumah tangga yang berbeda dapat dengan mudah berada di dalam mobil bersama melalui wahana ini. Adalah baik bahwa mereka (wahana yang diatur secara pribadi) tidak lagi diklasifikasikan sebagai layanan penting karena orang harus tetap berpegang pada platform ride hailing, sehingga lebih mudah untuk melacak kontak,” kata Asok. Spesialis penyakit menular Leong Hoe Nam yang juga setuju dengan Asok, mendorong pengemudi untuk mematuhi aturan baru karena jumlah kasus yang tidak terkait tidak turun cukup cepat meskipun pemutus sirkuit sudah ada selama lebih dari dua minggu. “Saya pikir untuk benar-benar memutus siklus infeksi, perlu kita mempererat interaksi kita dengan orang-orang, termasuk memiliki tumpangan karena penumpang tidak akan berada dalam jarak yang aman dari satu sama lain,” kata Leong. Pengacara Chooi Jing Yen, mitra di firma hukum Eugene Thuraisingam LLP, mengatakan kepada TNP bahwa dalam keadaan normal, tidak akan ilegal bagi pengemudi PHC untuk menjemput penumpang di luar platform ride hailing mereka, baik itu perjalanan langsung atau halangan. Mereka akan diizinkan untuk melakukannya jika mereka ditunjuk sebagai layanan penting, tetapi tidak jelas apakah mereka akan melanggar undang-undang jarak jauh yang aman. “Dengan langkah-langkah baru, selama perjalanan tidak dipesan melalui platform ride hailing seperti GoJek atau Grab, pengemudi ini akan mengoperasikan layanan yang tidak penting, dan itu akan melanggar hukum,” kata Mr Chooi. Seorang juru bicara Grab mengatakan, pihaknya menyambut langkah-langkah baru yang diperketat untuk menghentikan semua pengaturan carpooling pribadi dalam suatu langkah untuk lebih melindungi kesehatan dan keselamatan semua orang, dan mendesak mitra pengemudi kami untuk mematuhi pedoman baru. Sebelum langkah-langkah baru diumumkan, GoJek telah mendesak pengemudi untuk menyediakan layanan naik kendaraan hanya melalui platformnya tidak hanya demi pelacakan kontak, tetapi juga untuk dukungan layanan ketika terjadi insiden. Baca juga: Belajar Selama Empat Tahun, Pengemudi Taksi Jepang Fasih Berbahasa Inggris Ketika diberi tahu bahwa pengemudi GoJek mungkin masih aktif dalam grup obrolan carpooling, juru bicaranya mengatakan, “Kami akan menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan jika diperlukan, yang dapat mencakup penangguhan dari platform kami.”

Singapura Ubah Changi Exhibition Centre Jadi RS Darurat Corona dengan Segudang Fasilitas Top

Singapura belum lama ini berhasil menyulap Changi Exhibition Centre menjadi RS darurat corona dalam tempo kurang dari tiga pekan. Area seluas 33.000 meter persegi yang biasa dijadikan venue Singapore AirShow tersebut terpaksa disulap menyusul lonjakan kasus positif Covid-19, khususnya klaster komunitas pekerja migran berpendapatan minim. Baca juga: Sepi Penumpang, Singapura Bekukan Terminal 2 Bandara Changi Selama 18 Bulan Sekalipun hanya berstatus RS darurat corona, namun fasilitas yang disediakan tergolong lengkap. RS darurat yang dikelola oleh hotel Mandarin Oriental Singapore ini setidaknya dilengkapi 52 jet blower untuk memastikan sirkulasi udara berjalan baik sekaligus menjaga suhu dikisaran 28 hingga 29 derajat celcius. Tak ketinggalan, fasilitas yang diklaim lima kali lipat lebih luas dari RA darurat corona lainnya di D’Resort NTUC, di Pasir Ris tersebut juga dilengkapi dengan kipas angin, akses Wi-Fi berkecepatan tinggi, tempat tidur, lemari pakaian, dan akses gratis ke seluruh saluran TV. Kemudian, pasien juga disuguhkan dengan welcoming packs berisi hand sanitizer, deterjen, sikat dan pasta gigi, perlengkapan mandi, masker, tisu, botol minum, seprai, dan selimut. Ada juga fasilitas laundry, shower, toilet, serta perlengkapan dan peralatan medis yang dikelola oleh Raffles Medical Group. Selain itu, setiap pagi dan malam sebelum jam istirahat, seluruh pasien akan dimotivasi untuk sembuh dengan kata-kata mutiara melalui corong-corong pengeras suara di seluruh sudut RS darurat corona Singapura. Hal itu diyakini dapat membantu meningkatkan sistem imun pasien dengan merangsang pikiran agar selalu berpikir positif. Direktur eksekutif Singapore Discovery Centre yang juga anggota Komite Infrastruktur dan Fasilitas, Joseph Tan, mengatakan, “Kami ingin memastikan bahwa penghuni yang tinggal di sini akan merasa senyaman mungkin,” katanya. Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari straitstimes.com, guna menjamin keselatan pekerja medis, sekaligus menekan penyebaran Covid-19 di RS darurat corona Singapura tersebut, pengelola menerapkan pengamanan berlapis meliputi tiga zona, hijau, kuning, dan merah. Zona hijau berarti aman, dimana petugas paramedis dapat melenggang bebas tanpa APD. Zona kuning, titik checkpoint petugas hilir-mudik antara zona merah dan hijau, dimana petugas paramedis dilakukan pengecekan Personal Protective Equipment (PPE) atau Alat Pelindung Diri (APD) dan dilakukan penyemprotan seluruh barang-barang petugas, sebelum meninggalkan zona tersebut. Adapun zona merah, tempat dimana pasien berada, hanya bisa diakses oleh petugas dengan APD lengkap. Pasien pertama yang menempati fasilitas tersebut dilaporkan telah dipindahkan pada Sabtu lalu. Kini sudah ada 50 pasien dengan gejala ringan di RS darurat corona tersebut. Ruangan di Changi Exhibition Centre yang sangat luas dipartisi menjadi kamar-kamar yang dapat menampung antara delapan hingga sepuluh orang. Fasilitas ini dilengkapi dengan monitor tekanan darah dan peralatan medis lainnya. Pasien akan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri sebanyak tiga kali sehari. Sebuah robot mirip anjing yang dikendalikan dari jarak jauh akan menyediakan makanan dan layanan telekonferensi agar pasien bisa berkonsulitasi setiap waktu dengan para dokter dan dibantu oleh satu orang perawat yang standby dilokasi untuk mengurangi kontak langsung. Baca juga: Imbas Lockdown, Singapura Sediakan Kamar Hotel untuk Pengemudi dan Teknisi Bus Asal Malaysia Pihak berwenang juga menguji coba seekor anjing robot berkaki empat yang dibuat oleh Boston Dynamics di fasilitas tersebut. Robot tersebut dapat digunakan untuk mengirimkan obat-obatan kepada pasien atau mengukur suhu tubuh mereka. Sementara ini, RS darurat corona Singapura diklaim dapat menampung 2.700 pasien. Bila masih belum cukup, area seluas 75.000 meter persegi di bagian luar bangunan utama akan dikondisikan menjadi ruang tambahan pasien dengan kapasitas sebanyak 1.700 tempat tidur.

Airbus ‘Berdarah-darah,’ Karyawan Diminta Bersiap Kemungkinan Terburuk

CEO Airbus, Guillaume Faury belum lama ini memperingatkan karyawannya bahwa keuangan perusahaan tengah ‘berdarah-darah’. Hal itu disebabkan oleh anjloknya industri penerbangan, dimana, mayoritas keuangan maskapai di seluruh dunia tengah defisit dan hanya memikirkan cara untuk bertahan hidup, tidak untuk membeli pesawat baru. Oleh karenanya, produsen pesawat asal Eropa tersebut harus melakukan upaya efisiensi sambil melakukan sejumlah evaluasi prospek bisnis jangka panjang. Baca juga: Wabah Corona Dorong Airbus Kirim Pesawat e-Delivery Efisiensi yang dimaksud yakni berupa banyak hal, mulai dari pengurangan gaji, pengurangan karyawan, memangkas produksi hingga sepertiga, membatalkan rencana menambah jalur perakitan untuk A321 di Toulouse, sampai memperlambat proses pengembangan jet terbaru A220. Bahkan, Faury menekankan bahwa langkah-langkah efisiensi tersebut sama sekali belum mencapai puncak dan masih ada kemungkinan terburuk lainnya. “Kami menggelontorkan uang dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang dapat mengancam keberadaan perusahaan kami. Kami sekarang harus bertindak segera untuk mengurangi arus pengeluaran kas, mengembalikan keseimbangan keuangan, dan pada akhirnya, untuk mendapatkan kembali kendali atas nasib kita,” kata Faury dalam sebuah rilis, sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari bloombergquint.com. Sejauh ini, sebetulnya Airbus telah meningkatkan likuiditas perusahaan sebesar 15 miliar euro atau Rp252 triliun (kurs Rp16,613). Begitu juga dengan kompetitor abadinya, Boeing, yang masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk paket stimulus keuangan. Namun, tetap saja, minimnya pemasukan dari bisnis jet komersial, yang notabene menjadi sumber pendapatan terbesar perusahaan, membuat keduanya tengah dalam masalah besar dan bersiap untuk melakukan PHK. Airbus sejauh ini dilaporkan telah mem-PHK sebanyak 3.000 karyawan. Sedangkan Boeing, belakangan santer dikabarkan akan mem-PHK sebanyak 7.000 karyawan. Hal itu merupakan rangkaian efisiensi yang dilakukan Boeing, dari mulai mengakhiri kesepakatan perjanjian pembelian saham Embraer, produsen pesawat asal Brasil, senilai US$ 4,2 miliar atau setara dengan Rp65 triliun (asumsi kurs Rp 15.500/US$), hingga memangkas produksi Boeing 787 Dreamliner menjadi hanya setengahnya. Khusus untuk PHK karyawan, keputusannya baru akan diumumkan Rabu mendatang, bersamaan dengan laporan pendapatan kuartal pertama. Baca juga: Boeing Atau Airbus? Simak Penjelasan Ini Dulu Sebelum Berikan Penilaian Dengan batalnya pengusaaan saham Embraer oleh Boeing, otomatis, Airbus masih berada di atas angin untuk terus mengungguli produsen pesawat asal AS tersebut di pangsa pasar jet komersial berbadan sempit atau narrowbody. Hal itu dikarenakan Airbus lebih dahulu mengakuisisi Bombardier, produsen pesawat narrowbody asal Kanada, dengan kepemilikan saham sebesar 83,64 persen. Namun demikian, keunggulan Airbus atas Boeing, saat ini dinilai tak terlalu penting untuk kelangsungan bisnis. Analis Melius Research, Carter Copeland, menilai yang paling penting untuk dilakukan dalam kondisi seperti sekarang ini adalah bertahan hidup, bukan mengungguli satu dengan lainnya. Adapun kunci untuk dapat terus bertahan adalah dengan menghemat uang tunai. Airbus dan Boeing diperkirakan telah mencapai rekor terburuk pada pendapatan kuartal I, dimana keduanya masing-masing kehilangan 6,5 miliar euro (Airbus) dan $8 miliar (Boeing).

10 Tips Buat Kenangan Liburan Selama Musim Pandemi

Menikmati liburan memang penting, biasanya ini dilakukan untuk melepaskan stres dan penat di tempat kerja. Bahkan dengan liburan pikiran akan menjadi lebih fresh dan ketika kembali kerja bisa lebih semangat lagi. Baca juga: Hujan dan Banjir Nekat Liburan? Cek Tipsnya Di masa pandemi saat ini, rencana liburan mungkin banyak yang batal dan mau tak mau harus menunda bepergian karena adanya pembatasan sosial berskala besar hingga tidak adanya kendaraan yang mengangkut untuk menuju ke tempat berlibur. Meski begitu ada beberapa tips yang bisa dimasukkan dalam rutinitas perjalanan ketika pandemi berakhir. Berikut beberapa tips yang dirangkum KabarPenumpang.com dari thestar.co.my (23/4/2020). #1 Buat rencana perjalanan tertulis Rencana perjalanan dibuat sedetil mungkin dari waktu penerbangan atau keberangkatan kereta dan kode reservasi hotel. Bila ada perubahan seperti tambahan lokasi, langsung ubah di dalam rencana perjalanan. Ini bisa di simpan dalam ponsel, laptop atau Google Documents. Catat nama restoran atau lokasi piknik untuk makan. #2 Beri waktu untuk buat kenangan Ketika berlibur, sempatkan diri untuk membuat kenangan dengan momen-momen tertentu yang jarang didapatkan di lokasi tersebut. Seperti pelangi atau yang lainnya. #3 Sertakan kelas atau pertemuan Bila rencana perjalanan juga ada kelas memasak, pertemuan foto, pembelajaran bahasa atau yang berhubungan dengan orang banyak, Anda bisa mengumpulkan alamat email dan kontak media sosial orang-orang. Dengan ini, Anda bisa berbagi satu atau dua foto yang tidak dibagikan ditempat. #4 Ambil tatakan gelas atau alat tulis hotel Disetiap penginapan ada tatakan gelas atau alat tulis. Ini bisa difoto atau Anda ambil sebagai kenang-kenangan. #5 Ambil foto orang yang ditemui Bila diizinkan, ketika berjalan-jalan sempatkan memfoto orang-orang. Seperti memfoto pelayan restoran, pengemudi taksi atau angkutan yang ditumpangi. #6 Buat jurnal atau posting foto di media sosial Jangan terlalu rajin menshare foto di Instagram Anda karena bisa membuat warganet lainnya bosan. Jika bisa menggambar, buat sketsa beberapa hal. Kalau tidak ambil dengan kamera menggunakan tripod. #7 Kumpulkan info teks sebanyak mungkin Ketika mengambil foto, jangan lupa dapatkan lokasi foto tersebut sehingga Anda bisa merekonstruksi rute perjalanan. #8 Atur foto yang akan diposting Karena tidak baik untuk memposting foto secara langsung dan terus-terusan. Sebelumnya pilih foto dan jangan lupa menyertakan tempat dan tanggal Anda bepergian. Baiknya seminggu sekali untuk mempost foto. Atau bila ingin memposting banyak foto sekaligus, baiknya diedit melalui aplikasi agar dijadikan satu kemudian baru dipost dalam satu kali. #9 Cetak foto perjalanan Tak hanya dipamerkan di media sosial. Saat ini juga masih banyak yang mencetak foto mereka dan di pajang di ruang tamu atau kamar untuk membuat memori bepergian. Tak hanya itu, bisa juga foto dipajang menjadi walpaper ponsel atau laptop. Baca juga: Liburan di Bangkok? Ini Tips dari Tourism Authority of Thailand Biar Tak Salah Arah! #10 Ulangi untuk diri sendiri Jangan membosankan teman-teman dengan kisah perjalanan yang sama. Karena itulah cara Anda menjaga mereka tetap hidup. Bahkan, melalui beberapa keajaiban psikologi manusia, kisah-kisah itu menjadi lebih baik setiap saat.

Asyik Syuting “Around the World By Train” di Peru, Tony Robinson Terjebak Dalam Toilet Kereta

Tony Robinson bersama dengan krunya sudah memfilmkan “Around the World By Train” sejak Agustus 2019 lalu dan sudah tayang di siaran televisi. Dia melakukan hal ini karena kereta api semakin memukau dan mengejutkan dirinya. Saat ini mereka tengah bepergian ke Amerika Selatan untuk season atau musim kedua serial tersebut. Baca juga: Ini Dia Pemandangan Lima Situs Warisan Dunia UNESCO yang Bisa Dinikmati dari Dalam Kereta Namun pada saat perjalanannya di Peru dirinya hampir tersesat dan sendirian. KabarPenumpang.com melansir laman standard.co.uk (27/3/2020), saat itu dirinya terkunci dalam sebuah bilik toilet di kereta. Robinson mengatakan, dia terperangkap setelah menyadari kunci baru telah ditambahkan dan membuat yang lama tak bisa terbuka. “Saya harus berada di sana selama seperempat jam, dan tidak ada kru dan produser dan direktur menyadari bahwa saya hilang dan mencoba menemukan saya. Suara kereta yang melewati rel begitu keras sehingga tidak ada yang bisa mendengarku,” ujarnya. Dia mengaku hel tersebut membuatnya prihatin mengingat seberapa cepat mereka harus naik dan turun kereta apalagi dengan peralatan yang banyak. Dirinya pun berpikir bahwa ada kemungkinan semua orang berkonsentrasi memasang peralatan dan setelahnya baru menyadari Robinson tak ada di sana. “Saat itu mungkin sudah terlambat dan aku akan meluncur lagi 200 mil ke arah stasiun kereta api berikutnya. Untungnya hal tersebut tidak terjadi,” ujarnya. Dia mengatakan bahwa dirinya saat terkunci di toilet kereta menggedor-gedor pintu dan untungnya seorang petugas tiket mendengarnya dan berhasil berkomunikasi untuk membantunya keluar dari sana dengan beberapa pria yang membuka pintu dengan obeng. Diketahui, Robinson melintasi dunia dan mejelajahi lokasi-lokasi eksotis hampir dengan hanya kereta api yang dirinya gambarkan sebagai cara sempurna untuk bepergian. “Subjek beberapa minggu terakhir tidak dapat dihindari dalam percakapan kami. Saya bertanya bagaimana perasaannya tentang acara yang tiba tepat saat semua orang dipaksa masuk ke dalam ruangan saat dikunci. Robinson mengatakan dia berharap seri ini memberi orang bentuk pelarian, sebuah perjalanan mengelilingi berbagai keajaiban dunia melalui kereta yang dapat diambil pemirsa dari sofa mereka,” kaya dia. “Saya pikir itu sangat bagus bahwa Channel 5 telah memadamkannya sekarang. Ini semacam penanda dari apa yang kita semua inginkan untuk masa depan. Saya sangat menikmati perjalanan-perjalanan itu seperti yang Anda lihat, dan bertemu orang-orang yang menarik dan pergi ke tempat-tempat yang indah, dan mereka semua masih di luar sana, dan waktunya akan tiba mudah-mudahan di masa depan yang tidak terlalu jauh ketika kita semua akan menjadi bisa menjadi larky seperti saya di acara itu lagi dan saya ingin orang-orang dapat berbagi mata dan telinga dan hati saya saat saya melakukannya,” tambahnya. Selain hambatan, perjalanan Robinson membawanya melalui beberapa pengalaman yang benar-benar luar biasa, dari membuat anggur di Porto hingga mendaki Machu Picchu bahkan bertemu serigala di Lingkaran Arktik. Tapi salah satu kesenangan terbesar dari seri ini adalah beragam karakter yang dia temui di sepanjang jalan, banyak dari mereka yang dia temui hanya dengan mendekati mereka dan memulai percakapan. https://www.youtube.com/watch?v=u92P90aWqBQ Robinson mengatakan itu adalah bakat yang ia kembangkan dari “selalu menjadi yang terkecil di kelas saya di sekolah. Perjalanan di Around the World By Train sangat menarik dalam keanekaragamannya, di enam episode, Robinson mengeksplorasi keajaiban alam dan antropologis, yang menawarkan potret bernuansa setiap tempat dan orang-orang yang tinggal di sana. Baca juga: Sejak Dahulu, Jaringan Kereta di Arab Mudahkan Mobilisasi Jemaah Haji “Sebagai pribadi, saya seorang generalis. Aku suka barang. Aku tidak peduli benda apa itu. Bisa geografis, historis, matematis, medis, saya suka benda-benda. Saya suka terlibat dengan hal-hal dan terlibat dengan orang-orang, dan saya telah mencoba untuk menjelaskannya dalam seri,” jelasnya.

Demi Hindari Covid-19, Wanita Skotlandia Cuci Semua Makanan Berbahan Plastik

Seorang wanita Skotlandia belum lama ini mengakui dirinya mencuci semua bahan makanan yang dibungkus plastik saat pandemi Covid-19 ini. Hal itu terjadi setelah seorang dokter di Amerika memperingatkan semua keluarga untuk meninggalkan produk mereka di luar selama tiga hari. Baca juga: Beli Makanan Cepat Saji Lewat Drive-Thru Selama Pandemi? Ini Kata Para Ahli selain itu juga membuang atau mendesinfeksi kemasan apa pun karena risiko infeksi yang kecil. Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Madecine menunjukkan bahwa virus ini bisa bertahan di karsud selama 24 jam dan stainles steel serta plastik selama tiga hari. Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.com (27/3/2020), wanita Skotlandia tersebut bernama Lisa Mackenzie. Dia membagikan foto di Twitter tentang cokelat batangan yang belum dibuka dan direndam dalam sebuah wadah yang berisi air sabun. “Ini awal tahun 2020 dan kamu mencuci semua barang yang dibungkus palstik,” tulis Lisa pada foto yang diunggahnya tersebut. Postingan itu bahkan sudah disukai lebih dari 100 kali dan ternyata banyak pengguna Twitter yang mengaku memcuci barang-barang yang dibeli dari supermarket. Salah seorang warganet mengatakan mereka melakukan hal itu sudah selama sebulan dan yang lainnya mengatakan mendapat kiriman Morrison dan semua tidak bisa dibersihkan atau dicuci dan menjemurnya diluar selama tiga hari untuk plastik dan kardus selama seharian sebelum semuanya masuk ke dalam lemari pendingin. Seorang dokter Michigan telah mendesak orang untuk meninggalkan barang belanjaan mereka di luar selama tiga hari atau benar-benar mendisinfeksi setiap produk makanan. Dalam video YouTube yang diposting pada hari Selasa (24/3/2020). Jeffrey VanWingen, seorang dokter di Family Medicine Specialists di Grand Rapids, memperingatkan pelanggan untuk lebih berhati-hati dengan kemasan makanan mereka. Dia menyarankan cara terbaik untuk menghindari mengambil kuman dari bahan makanan Anda adalah membiarkannya di luar selama tiga hari sebelum menyentuhnya. Tetapi ketika ini tidak mungkin, dia menunjukkan bagaimana dia percaya orang harus membersihkan barang-barang mereka dengan mendisinfeksi setiap barang dengan tisu atau semprotan dan membersihkannya dari kemasan luarnya. “Ini semua sepertinya memakan waktu, tetapi, sebenarnya, saat ini orang memiliki sedikit lebih banyak waktu di tangan mereka. Mari kita menjadi metodis dan aman, dan tidak mengambil risiko,” kata Vanwingen. “Bayangkan desinfektan dan sabun itu, mereka memiliki kekuatan untuk melarutkan kilau itu,” tambahnya. Namun, seorang profesor penyakit menular mengatakan risiko penularan melalui kemasan makanan rendah dan orang harus menggunakan akal sehat. Stephen Baker, dari Departemen Kedokteran di Universitas Cambridge, mengatakan virus tidak seperti bakteri karena tidak bertahan dengan baik di luar tubuh. Halaman virus corona di situs web NHS juga mengatakan, sangat tidak mungkin menyebar melalui hal-hal seperti paket atau makanan. Baker menjelaskan risikonya ‘tidak nol’ ketika datang ke supermarket dan pengiriman makanan rumah, tetapi ‘relatif kecil’. Baker mengatakan roti yang diambil dari rak supermarket harus langsung dimasukkan ke dalam tas, dan disarankan untuk mencuci buah dan sayuran segar seperti biasa. “Hal-hal yang ada dalam paket, saya akan mempertahankan tingkat akal sehat dengan pandangan bahwa mereka tidak mungkin membuat orang sakit,” katanya. Baca juga: Peneliti: Virus Corona Bisa Bertahan Selama 7 Hari di Masker Bedah Dia menambahkan bahwa tisu basah atau tisu alkohol dapat digunakan jika ada kekhawatiran. Baker mengatakan virus itu akan bertahan untuk jangka waktu tertentu pada pengemasan, tetapi tidak selamanya. “Saya pikir kita tidak bisa sampai pada titik di mana kita mendisinfeksi setiap barang yang kita hubungi. Saya akan mengatakan tidak ada keharusan nyata untuk membuang kemasan lebih cepat daripada yang biasanya Anda lakukan, ‘katanya.

Gegara Corona, 21 Wilayah di Rusia Meminta Izin Akses Travell Pass Digital ala Moskow

Sebanyak 21 wilayah di Rusia meminta izin untuk travell pass digital sepekan setelah Moskow yang warganya terinfeksi virus corona memberlakukan sistem itu untuk tindakan penguncian dan memperlambat wabah mematikan tersebut. Pengenalan mereka datang di luar Moskow setelah pejabat kesehatan memperingatkan bahwa daerah-daerah yang tertinggal dari Moskow memasuki tingkat infeksi baru rata-rata dua hingga tiga minggu. Baca juga: Otoritas Rusia Rilis Video Kecelakaan Sukhoi SSJ100 yang Tewaskan 41 Penumpang Kota yang berpenduduk 12,5 juta ini sebanyak 55.799 orang telah terinfeksi virus corona dengan jumlah kematian sebanyak 547. Karena hal iitu, kota-kota lainnya di Rusia membutuhkan travel pass digital agar warganya bisa melintasi Moskow. Dilansir KabarPenumpang.com dari themoscowtimes.com (23/4/2020), Walikota Moskow, Sergei Sobyanin yang juga menjadi pemimpin satuan tugas virus corona mengatakan hal tersebut. Dia menyebutkan bahwa sistem dapat diperluas untuk mengontrol pergerakan transportasi antar kota dan daerah. “Saya percaya [sistem] dapat diperluas … untuk mengontrol pergerakan udara, kereta api dan antar kota dan transportasi bus antar-daerah,” kata Sobyanin. Nantinya sebanyak tujuh kota yang ada disekeliling Moskow akan menjadi yang pertama terhubung ke travel pass digital tersebut. Sedangkan 14 daerah lainnya yang lebih jauh, dikatakan Kementerian Komunikasi seperti Kaukasus Utara, Siberia dan Timur Jauh akan memperkenalkan travel pass digital tersebut sekitar minggu depan. Teknologi tersebut didasarkan pada aplikasi ponsel pintar yang digunakan di wilayah Moskow. Program percontohan kawasan ini telah mengeluarkan hampir satu juta pass penggunaan ganda dan membagikan sekitar 400 ribu pass penggunaan tunggal setiap hari. Sobyanin memperingatkan bahwa rumah sakit daerah berisiko kehabisan tempat tidur dalam waktu tiga hingga empat minggu dengan tingkat infeksi saat ini. Baca juga: Karyawan Airbus Banting Setir Jadi Relawan Medis Selama Pandemi Corona Sistem pass di Moskow  mendapat dikritik pekan lalu, ketika rekaman menunjukkan kerumunan besar orang antri di luar pintu masuk stasiun metro ketika mereka menunggu untuk memeriksa pass. Rusia mengkonfirmasi 5.236 infeksi virus corona baru pada hari Rabu, sehingga jumlah kasus resmi negara menjadi 57.999.

Pemasangan Balok Jalur Kereta Cina-Laos Mulai Memasuki Tahap Akhir

Perusahaan patungan yang berbasis di ibu kota Laos, Vientieane yakni Laos-China Railway Co., Ltd. (LCRC) telah memasang semua balok jembatan super utama lintas Luang Prabang Sungai Mekong untuk kereta api Cina-Laos. LCRC mengatakan pada Kamis (23/4/2020) lalu, bahwa dengan T-beam pratekan 32 meter terakhir tetap stabil di dermaga. Baca juga: Pekerja dan Bahan Didatangkan dari Cina, Proyek Jembatan Kereta di Bangladesh Terhambat Pekerjaan memasang balok jembatan ini dilakukan oleh Grup Teknik No.8 Railway China (CREC-8) telah berhasil. KabarPenumpang.com melansir xinhuanet.com (23/4/2020), nantinya kereta api Cina-Laos akan melintasi Sungai Mekong dua kali ke utara ibu kota Laos kuno, yakni Luang Prabang yang jaraknya sekitar 230 km di utara Vientiane. Balok-balok tersebut sudah mulai dipasang dari jembatan Luang Prabang dan selesai pada Juli 2019 kemarin atau lebih cepat tujuh bulan dari waktu perkiraannya. Sedangkan pemasangan balok T atau T-beam dimulai 9 April lalu. Jembatan super besar Ban Ladhan-Mekong River yang juga dibangun oleh CREC-8 menutup balok kontinu pada 1 April. Jembatan Luang Prabang lintas-Sungai Mekong, sekitar 230 km utara Vientiane, memiliki panjang total 1458,9 meter dan terdiri dari 28 bentang balok-T dan enam bentang balok kontinu. Ini adalah jembatan yang paling sulit dan paling rumit secara teknis di seluruh rel. Untuk memastikan keberhasilan penyelesaian akhir jembatan, departemen pembuatan dan pemasangan balok CREC-8 melakukan persiapan dengan hati-hati, merumuskan rencana konstruksi khusus dan memantau konstruksi secara cermat. Menurut manajer proyek Zhang Jiahong, di tengah wabah Covid-19, departemen proyek di Luang Prabang telah melakukan pekerjaan pemasangan balok sambil memperhatikan pencegahan dan pengendalian epidemi. Mengambil keuntungan dari pengalaman pencegahan dan pengendalian epidemi di Cina, tim teknik dari Cina mengambil beberapa langkah, termasuk menerapkan secara ketat sistem manajemen produksi keselamatan, untuk berhasil menyelesaikan tugas pembuatan balok, pengangkutan dan angkutan sebelum musim hujan tiba. Kereta Api Cina-Laos adalah proyek docking strategis antara Belt dan Road Initiative yang diusulkan Cina dan strategi Laos untuk mengkonversi dari negara yang terkurung daratan menjadi hub yang terhubung dengan daratan. Kereta ini akan berjalan disepanjang 414 km jalur, dengan terowongan 198 km dan jembatan 62 km. Baca juga: Buktikan Kemandirian Rusia, Putin Resmikan Jembatan Kereta yang Hubungkan Rusia-Crimea Kereta akan berjalan dari gerbang perbatasan Boten di Laos utara, berbatasan dengan Cina, ke Vientiane dengan kecepatan operasi 160 km per jam. Penyelesaian jembatan ini sendiri terlihat dari foto yang diambil dari udara dengan menunjukkan lokasi jembatan super utama lintas Luang Prabang-Sungai Mekong dari rel Cina-Laos.

Alitalia Evaluasi Keanggotaan SkyTeam Pasca Dapat Bos Baru

Flag carrier Italia, Alitalia, dikabarkan tengah mengkaji ulang keanggotaan SkyTeam. Keputusan tersebut merupakan bagian dari perombakan besar-besaran perusahaan pasca mendapatkan bos (investor) baru. Saat ini, maskapai yang sudah tidak ‘sehat’ sebelum wabah Covid-19 merebak itu tengah memasuki periode transisi dan untuk sementara waktu dipegang langsung oleh pemerintah. Diharapkan, proses transisi akan segera selesai dan wajah baru Alitalia dapat mengudara pada awal Juni mendatang. Baca juga: Tiga Aliansi Maskapai Global Desak Pemerintah di Seluruh Dunia Cari Cara Agar Maskapai Tak Bangkrut Dikutip dari Simple Flying, Alitalia diketahui mulai bergabung dengan SkyTeam, aliansi maskapai termuda dibanding dua aliansi lainnya, OneWorld dan Star Alliance, sejak tahun 2001 silam, tak lama setelah maskapai asal Republik Ceko, CSA Czech Airlines bergabung. Sejak saat itu, Alitalia mulai membangun jaringan Eropa-nya bersama CSA, Air France, dan KLM di bawah panji bendera SkyTeam. Namun, rupanya, asam garam yang sudah banyak dilalui bersama SkyTeam tak jadi halangan pemilik baru untuk mengevaluasi keanggotannya. Bahkan, menurut media di Italia, kabar tersebut sudah hampir pasti akan terjadi, selain kabar lainnya terkait jumlah pesawat baru yang akan dioperasikan pada Juni mendatang, yakni hanya sebanyak 90 pesawat, dibanding kepemilikan saat ini 113 pesawat. “Antitrust transatlantik berakhir pada 21 Mei, yaitu periode di mana tidak ada lagi codesharing dengan Delta dan maskapai SkyTeam (jika tak diperpanjang),” kata Menteri Pembangunan Ekonomi Italia, Stefano Patuanelli kepada wartawan saat ditanya terkait rencana evaluasi keanggotaan SkyTeam. “Dalam situasi seperti sekarang ini, dengan melihat kondisi pasar, keluar dari keanggotaan (SkyTeam) tidak lagi menjadi masalah yang begitu menentukan (untuk masa depan bisnis) dan hal ini akan menjadi catatan para petinggi maskapai,” tambahnya. Bila Alitalia benar memberanikan diri untuk mengakhiri keanggotaan SkyTeam, maka maskapai akan dihadapkan dengan beberapa konsekuensi. Salah satunya terkait codesharing. Delta Airlines, salah satu anggota SkyTeam, tidak akan lagi menjual tiket Alitalia di pasar Amerika. Begitupun juga sebaliknya, Alitalia akan menyetop menjual tiket Delta di pasar Italia. Konsekuensi lainnya yang mungkin dihadapi Alitalia (baru) bisa jadi berkenaan langsung dengan penumpang. Selama ini, para penumpang bisa mendapatkan beberapa manfaat dari keanggotaan Alitalia di SkyTeam, semisal akses lounge yang lebih variatif, flight credit, dan status recognition dari maskapai lainnya sesama anggota. Namun, tetap bergabung dengan aliansi bukan tanpa cacat. Selain terus-menerus mendapat tagihan sejumlah uang yang tak sedikit (selama menjadi anggota aliansi) dan lebih besar nominalnya dibanding manfaat yang didapat, Alitalia juga harus menampung award tickets dari maskapai lain sesama anggota. Awards tickets tersebut didapat penumpang dengan menukarkan miles dan poin mereka untuk bisa terbang dengan maskapai yang tidak pernah mereka beli tiketnya. Aneh, bukan? Meski pun demikian, mengingat pentingnya beraliansi atau membangun jaringan, Alitalia pun berinisiatif untuk mencari dukungan dari aliansi lain. Sejauh ini, maskapai kenamaan Jerman, Lufthansa, santer dihubungkan kembali dengan Alitalia. Pasalnya, mereka memang pernah berencana untuk berinvenstasi di maskapai tersebut sebelum akhirnya kandas dan memutuskan untuk melanjutkan proyek strategis mereka. Baca juga: Alitalia, Meski Sempat Terseok-seok, Inilah Maskapai Kebanggaan Negeri Pizza Sekalipun Alitalia (baru) akan membukan diri untuk Lufthansa, begitupun juga sebaliknya, nampaknya skenario tersebut akan berjalan mulus. Sejauh ini, sinyal dukungan dari partai politik M5S bisa menjadi acuan pemilik baru untuk melanjutkan komunikasi dengan Luftahnsa. Keluarnya Alitalia dari keanggotaan SkyTeam (jika benar terwujud) tentu akan menambah catatan maskapai yang keluar dari SkyTeam maupun aliansi lainnya dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, China Southern dan Air Europa telah lebih dahulu memutuskan cabut dari SkyTeam. Begitu juga dengan LATAM yang memutuskan hengkang dari OneWorld.