Tak Perlu Jauh ke Jepang, Singapura Punya Tempat yang Mirip Loh!

Jepang, negara yang menjadi banyak incaran pelancong lokal dan mancanegara ini memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi. Tapi bagaimana bila tempat-tempat tersebut bisa didatangi tanpa harus jauh-jauh ke Jepang? Baca juga: Seru! Ada Perosotan Menuju Boarding Room di Terminal 4 Bandara Changi KabarPenumpang.com merangkum dari asiaone.com (19/11/2019), di Singapura, ada tempat-tempat yang menyerupai aslinya seperti di Jepang. Bahkan Diamon Food Alley di Jurong Point telah berubah menjadi & Joy Dining Hall.
& Joy Dining Hall
Di & Joy Dining Hall kini menyerupai Jalan Dontonburi di Osaka yang menghadirkan restoran populer Jepang termasuk Roman.Tei, Ramen KIOU dan banyak lagi. Pelancong akan menemunkan ramen dan nasi dengan daging sapi dari Osaka, sushi yang terjangkau, yakitori yang di panggang dan berbagai hal lainnya. Tempat lainnya yakni Japanes Cementry Park yakni taman pemakanan Jepang yang sudah ada sejak tahun 1890-an dan menjadi populer beberapa tahun terakhir karena gapura bunga bougenvilenya. Tak hanya sebagai taman peringatan tetapi menjadi tempat yang bagus untuk jalan-jalan sambil menyerap sejarah dan kisah-kisah tentara yang jatuh, pelacur muda dan warga sipil Jepang yang pernah mendiami tanah. Ini berada di 22 Chuan Hoe Ave, Singapura. Bila berjalan-jalan ke Tokyo juga tak lengkap bila tanpa foto di Arashiyama Bamboo Grove. Nah pelacong bisa menikmati bamboo forest ini ketika di Bandara Jewel Changi karena di sini ada hutan bambu mini yang terletak di sebelah D’Good Cafe. Ingat gerbang torii yang terkenal di di Fushimi Inari Shrine?
Koma Singapore
Ini dibuat di Koma Singapore dan merupakan sebuah restoran Jepang di Marina Bay Sands. Membentang sepanjang 20 meter, pintu masuk Senbon Torii yang terinspirasi ke restoran untuk sementara waktu akan mengantarkan Anda ke Kyoto. Inilah kesempatan untuk menipu teman-teman agar berpikir Anda berada di Singapura satu menit dan berikutnya di Negeri Matahari Terbit. Nikmati manfaat penyembuhan onsen tanpa meninggalkan Singapura. Ikeda Spa memiliki dua cabang di Singapura dan keduanya memberikan jalan keluar dari kesibukan kehidupan. Ikeda Spa Prestige di Clarke Quay dirancang agar terlihat seperti ryokan mewah di Jepang, tempat Anda dapat berendam dengan pemandangan Gunung Fuji di musim dingin, tetapi tentu saja, Anda akan memerlukan sedikit imajinasi untuk meyakini bahwa sedang berada di Jepang. Cabang Bukit Timah, di sisi lain, memiliki taman zen untuk bersantai sambil minum teh dan camilan Jepang setelah sesi spa. Adapula Yunomori Onsen & Spa sedikit lebih terjangkau dengan kolam onsen berbagi mulai dari $28 untuk mandi dan biaya tambahan untuk pijat. Baca juga: Haneda, Bandara Terbersih di Dunia Cerminan Budaya Jepang Dengan sudut yang tepat, Buddha Tooth Relic Temple dapat membuat pengikut Instagram Anda berpikir Anda mengunjungi Senso-ji, kuil Budha tertua di Tokyo. Lentera merah dan hitam yang sangat besar di gerbang adalah simbol Senso-ji, dan sementara Kuil Relik Gigi Buddha mungkin tidak memiliki lentera besar yang sama, Anda akan dapat menemukan deretan lentera merah kecil di bagian luar kuil.

Demi Perlakuan Istimewa dari Maskapai, Pria India Menyamar Jadi Pilot Lufthansa

Menjadi seorang pilot abal-abal demi mendapat perlakuan istimewa baru saja dilakukan seorang pria asal India. Bahkan dirinya sudah melakukan perjalanan lebih dari 15 kali antara Delhi dan Kolkata dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Baca juga: Frank William Abagnale Jr. – Pilot ‘Gadungan’ yang Sukses Berkeliling Dunia Secara Gratis! Sayangnya, pria bernama Rajan Mahbubani ini akhirnya ketahuan memalsukan identitas pilotnya sebelum mendapat layanan I5-579 ke Kolkata. Dilansir KabarPenumpang.com dari independent.co.uk (21/11/2019), Rajan diamankan ketika mencoba naik ke penerbangan AirAsia sambil berpura-pura menjadi pilot Lufthansa. Pasukan Keamanan Industri Sentral India atau Central Industrial Security Force (CISF) yang dihubungi pihak AirAsia karena mencurigai Rajan langsung menghubungi pihak Lufthansa untuk mengonfirmasi identitas pria tersebut. Rajan saat akan naik ke pesawat AirAsia tengah mengenakan seragam Lufthansa dan menggunakan kartu identitas palsu yang menurut laporan didapatnya di Bangkok. Sebenarnya, Rajan sendiri memiliki tiket penerbangan yang valid setiap dirinya bepergian. Tetapi menggunakan trik tipuannya ini untuk mendapat upgrade gratis, akses lounge dan akses langsung ke pesawat tanpa harus mengantre bersama penumpang lain. “Pada tanggal 18 November sekitar jam 11.48 pagi, Shri Aditya Singh Pathania, Chief Security Officer (CSO) dari Lufthansa Airlines, memberi tahu petugas CISF di Terminal-3, Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi tentang seorang penumpang yang diduga dalam kendaraan tersebut kapten penerbangan Lufthansa Airlines. Orang tersebut memiliki kartu identitas Kapten Lufthansa Airlines yang seharusnya dan dipalsukan untuk mendapatkan hak istimewa di bandara,” kata CISF melalui sebuah pernyataan. Mereka menambahkan, saat penyelidikan terhadap Rajan, dia mengungkapkan bawa biasa merekam video Youtube berdasarkan fasilitas penerbangan dan memperoleh kartu identitas palsu Lufthansa di Bangkok. Baca juga: Pilot Garuda Indonesia ‘Gadungan’ Diciduk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta “AirAsia India mengkonfirmasi bahwa kasus identitas palsu terdeteksi dan diinformasikan kepada CISF. Individu yang dimaksud itu berkedok sebagai karyawan maskapai Lufthansa. Dia diserahkan ke polisi bandara dan penyelidikan telah diperintahkan. Kami ingin menekankan bahwa kami mendukung semua kebijakan keamanan dan sampai saat penyelidikan selesai kami tidak akan dapat memberikan rincian spesifik sehubungan dengan hal yang sama,” kata kepala keselamatan AirAsia. Seorang juru bicara Lufthansa mengatakan mereka mendukung pihak berwenang dalam penyelidikan tersebut.

Gantikan Airbus 340, Pemerintah Jerman Bakal Gunakan A350 Sebagai Pesawat Kenegaraan

Kabar mengejutkan datang dari Lufthansa, dimana salah satu anak perusahaannya, Lufthansa Technik baru saja mengumumkan satu proyek baru yang berkenaan dengan pengadaan pesawat untuk Pemerintah Jerman. Sebagai bahan mentahnya, mereka akan menyulap Airbus A350-900 menjadi sebuah pesawat kelas VIP. Pemerintah Jerman sendiri kabarnya sudah menghabiskan dana sebesar €1,2 miliar atau yang setara dengan Rp18,7 triliun untuk tiga unit Airbus A350-900 baru. Baca Juga: Singapore AirShow 2018: Airbus Perkenalkan A350-1000 Untuk Pasar Trans-Pasifik Tidak hanya baru, pesawat ini juga kabarnya dilengkapi dengan kabin khusus dengan sistem pertahanan untuk menggantikan Konrad Adenauer, sebuah pesawat Airbus A340-313 yang sebelumnya digunakan sebagai pesawat kenegaraan Jerman. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman simpleflying.com (18/11), Lufthansa Technik mengatakan bahwa nantinya pesawat kenegaraan ini akan menggunakan transitional cabin, dimana penggunaan kabin jenis ini memberikan keleluasaan bagi para penggunanya untuk melakukan pengaturan sesuai dengan kebutuhan. Pihak Lufthansa Technik juga membocorkan bahwa kelak pesawat ini akan dilengkapi dengan ruang kantor, area konferensi yang luas, lounge multifungsi, hingga sejumlah tempat duduk super nyaman yang dapat digunakan oleh para delegasi ketika melakukan perjalanan dengan menggunakan moda ini. Kendati pihak Lufthansa Technik tidak membocorkan secara detail tentang kapasitas angkut dari pesawat ini, namun mereka hanya memberikan gambaran kasar bahwa pesawat ini mampu memboyong 150 tamu sekaligus.
Gambaran kabin dari pesawat kenegaraan Jerman yang baru. Sumber: Lufthansa Technik
Mengenai fitur keamanan dari pesawat ini sendiri, Lufthansa Technik telah terlebih dahulu memesan sistem keamanan anti rudal senilai €229 juta atau yang berkisar Rp3,6 miliar. Satu yang tidak boleh dilupakan adalah stok suku cadang yang ada di dalam pesawat ini – memungkinkan pesawat untuk diperbaiki di mana saja kapanpun dibutuhkan. “Angkatan Udara Jerman adalah pelanggan eksternal pertama kami. Kami telah memperlengkapi pesawatnya, termasuk pesawat pemerintah, selama beberapa dekade, sehingga membentuk kemitraan yang komprehensif,” ujar Senior Director Sales, VIP & Special Mission Aircraft di Lufthansa Technik, Wieland Timm. Baca Juga: Kemasukan Tikus, Airbus A340 Menteri Keuangan Jerman Pernah “Grounded” di Ngurah Rai “Kami sekarang telah mendapat kepercayaan untuk mendukung dan melengkapi generasi terbaru dari pesawat pemerintah juga merupakan sebuah bentuk kepercayaan yang besar terhadap kami,” sambungnya. Sebagai informasi tambahan, Lufthansa Technik telah mengembangkan banyak konsep kabin untuk A350XWB, dan telah menyediakan interior untuk lebih dari 45 pesawat berbadan lebar hingga saat ini.

Akibat Cuaca Buruk, GA 271 Terpaksa Mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Sebagian Penumpang Turun Atas Permintaan Sendiri

Hari ini, Jumat 22 November 2019, ada peristiwa pengalihan pendaratan pesawat Garuda Indonesia GA 271 rute Banyuwangi – Jakarta yang seharusnya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng namun harus mendarat di Halim Perdanakusuma pada pukul 11.50 karena cuaca kurang baik di Cengkareng, bersama ini disampaikan bahwa sebagian penumpang telah diturunkan di Bandara Halim Perdana kusuma atas permintaan sendiri. Baca juga: Mendarat Darurat di Siberia, Penumpang Air France Terperangkap Selama Tiga Hari! Setelah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, sebagian penumpang meminta untuk turun dan mengakhiri perjalanannya di bandara Halim. Garuda Indonesia bersedia untuk mengakomodir permintaan tersebut setelah berkoordinasi dengan otoritas bandara setempat serta berkoordinasi dengan ground handling yang ada di Halim. Sebagai informasi Garuda Indonesia tidak memiki rute penerbangan dari dan ke Halim dan tidak memiliki izin menurunkan penumpang di Halim. Garuda Indonesia juga tidak memiliki Ground Handling di Halim sehingga memerlukan waktu untuk berkoordinasi dan mengakomodir permintaan penumpang. Sesuai aturan penerbangan di domestik dan internasional, Garuda Indonesia diharuskan menerbangkan penumpang dari bandara asal hingga bandara akhir tujuan, namun Garuda Indonesia harus melihat situasi yang berkembang di lapangan sehingga dapat mengizinkan penumpang untuk turun di Halim. Dikutip dari siaran pers, saat ini sebagian penumpang telah turun dari pesawat dan sebagian penumpang akan diterbangkan kembali ke Cengkareng setelah proses di Halim selesai. Dari total 94 penumpang, sebanyak 69 penumpang memutuskan turun di Halim, 25 penumpang melanjutkan perjalanan ke Cengkareng. Baca juga: Alami Masalah pada “Ventilasi,” Airbus A340 Air France Terpaksa Mendarat Darurat di Iran Garuda Indonesia memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh penumpang bahwa pendaratan yang seharusnya di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng terpaksa dialihkan ke Halim untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan perjalanan para penumpang. Garuda Indonesia juga membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dengan otoritas dan ground handling untuk penurunan penumpang karena Halim bukan tujuan akhir pesawat dengan nomor penerbangan GA 271.

Jadi Kapan Indonesia Punya Kereta yang Bisa Bawa Sepeda Tanpa Masuk Logistik?

Januari 2019 lalu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil atau yang biasa disapa Kang Emil berencana membuat gerbong khusus sepeda dan ini pun juga menjadi rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI). Gerbong tersebut nantinya bisa memuat sepeda gunung atau sepeda biasa, sehingga penumpang tak lagi harus memasukkannya ke kereta logistik atau Kalog. Baca juga: Berkiblat ke Eropa dan Jepang, Ridwan Kamil Usulkan Pembuatan Gerbong Khusus Sepeda Namun bagaimanakah kelanjutan gerbong sepeda tersebut dan apakah benar akan terwujud sehingga para pesepeda bisa membawa sepeda mereka bersama dalam satu gerbong? Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, gerbong khusus tersebut sudah mulai diuji cobakan di lintasan terbatas yakni KA Parahyangan relasi Jakarta-Bandung. Sebuah video yang tersebar di media sosial pada Mei 2019 kemarin, terlihat sebuah gerbong barang PT KAI dengan bagian pintu samping diberi logo sepeda. Logo ini ada di kereta pembangkit P 0 19 03 milik depo kereta Bandung. Diketahui sebelum diuji coba dan ada gambar sepeda di bagian luar gerbong, kereta pembangkit P 0 19 03 ini dibawa ke Balai Yasa Manggarai untuk menjalani modifikasi guna mendukung pengangkutan sepeda dengan kereta. Gambar sepeda berwarna putih tampak di dinding kereta menandakan kereta pembangkit ini dapat digunakan untuk mengangkut sepeda. Tempat penyimpanan sepeda di dalam kereta pembangkit ini memanfaatkan ruang kosong di dalam kereta. Wall hanger dan penahan sepeda dipasang untuk menyimpan sepeda di dalam kereta. Penempatan sepeda di gerbong khusus ini mirip seperti diberlakukan di sejumlah negara Eropa. Namun, sampai saat ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai prosedur yang harus diikuti penumpang jika hendak mengangkut sepeda menggunakan fasilitas ini. Belum diketahui juga apakah ke depannya angkutan sepeda di kereta pembangkit atau di gerbong khusus akan diterapkan juga pada perjalanan KA rute lainnya atau tidak. Baca juga: Metode Penyimpanan Beda-Beda di Kereta, Yakin Sepeda Bisa Keangkut? Diketahui, selama ini, PT KAI memang baru memperbolehkan sepeda lipat untuk dapat dibawa masuk ke gerbong penumpang. Sementara, sepeda standar harus dibawa tersendiri dengan jasa ekspedisi PT KAI atau ekspedisi lainnya yang juga menggunakan kereta api. Kendati demikian, aturan di lapangan tidak ditetapkan sepenuhnya. Jadi apakah ini bisa terealisasi di Indonesia dan memudahkan para pesepeda?

GoJek Beri Kemudahan, Pengguna Bisa Proteksi Saldo GoPay dengan Berbagai Cara

Kehilangan saldo GoPay karena di retas? Kejadian seperti ini sepertinya bukan baru sekali terjadi bahkan sudah sering. Baru-baru ini kembali booming dikarenakan saldo Gopay Aura Kasih sebesar Rp11 juta raib begitu saja. Baca juga: GoFood dan GoPay Kini Jadi Andalan GoJek Selain “Ride Hailing” Pihak KabarPenumpang.com pun pernah hampir menjadi korban retas oknum yang mengatasnamakan GoJek. Biasanya para pelaku ini mengaku dari GoJek dan meminta kode on time password atau OTP yang dikirim melalui pesan singkat di ponsel pengguna. Nantinya setelah pengguna tersebut memberikan kode OTP itu maka oknum akan menguasai akun GoJek milik pengguna sebelumnya. Bisa dikatakan, sebenarnya masalah ini bukanlah salah pihak GoJek, melainkan pengguna aplikasi yang tidak jeli dan paham dengan hal yang sudah dibuat oleh pihak GoJek. Bahkan pengguna aplikasi bisa memproteksi diri dengan berbagai hal kemudahan yang diberikan oleh startup ride hailing tersebut. Jadi bagaimana agar saldo GoPay tak mudah hilang karena di retas oknum yang mengatasnamakan Gojek? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber di mana pihak GoJek dari tim GoPay mengimbau kepada pengguna untuk tidak memberikan kode OTP kepada siapapun. “Dengan kamu membagikan kode OTP atau verifikasi ke orang lain, sama saja kayak kamu memberi orang lain akses ke dalam akun Gojek kamu. Akibatnya, mereka bisa menyalahgunakan akunmu. Ingat ya, kode ini penting sekali [sepenting PIN kartu ATM kamu]. Jangan sekali-sekali disebar ke orang lain,” tulis perwakilan GoPay di blog resmi GoJek. Tak hanya menjaga kerahasiaan kode OTP, banyak cara untuk mengamankan akun GoPay yakni dengan menggunakan PIN. Untuk membuat PIN ini pengguna masuk ke halaman GoPay dan pilih menu lainnya, kemudian klik gambar ‘Kamu belum bikin PIN.’ Nanti akan ada arahan pengguna memasukkan PIN dua kali dan pihak GoPay akan mengirim kode verifikasi ke nomor ponsel pengguna untuk menyelesaikan pembuatan PIN. Selain itu juga bisa menggunakan email dan nomor ponsel yang digunakan. Ketika membuat akun GoJek, pengguna akan memasukkan alamat email dan nomor ponsel yang sering digunakan untuk berkomunikasi. Gunanya untuk memudahkan Customer Service GoJek untuk menghubungi pengguna bila ada masalaj pada akun. Baca juga: Beri Nama Anak “Gopay,” Keluarga ini Dapat Saldo Rp500 Ribu Per Bulan dari Gojek Apalagi setiap penggunaan transaksi dari isi saldo, transfer saldo ke pengguna GoPay lain memerlukan nomor ponsel yang terdaftar di akun GoJek. Jangan lupa untuk menyimpan kontak resmi GoJek untuk Customer Service di nomor 1500304 atau email cs@go-pay.co.id, sehingga bila ada masalah pengguna bisa langsung menghubungi nomor-nomor tersebut.

Sikat Gigi dan Meludah di Peron, Penumpang Ini Viral di Twitter

Ketika menggunakan kendaraan umum baik itu bus maupun kereta, setiap penumpang harus bisa menghilangkan ego karena ada ruang untuk berbagi dengan penumpang lain. Bahkan untuk berdiri saja ada kalanya terjepit diantara penumpang lain, adapula yang batuk tetapi tidak menutup mulutnya. Baca juga: Berbaris di Peron, Anjing Golden Retriever Bukan Tunggu Kereta Tapi Untuk Pemotretan Kalender Tak hanya itu, kentut, sendawa dan menguap juga menjadi satu bagian yang kerap kali terjadi di kendaraan umum. Namun bagaiman bila seseorang membuat peron sebagai kamar mandi pribadinya? KabarPenumpang.com melansir dari laman mirror.co.uk (20/11/2019), baru-baru ini foto seorang penumpang pria yang di unggah di media sosial yang tengah menyikat gigi menjadi perbincangan warganet. Tak hanya itu yang lebih parahnya pria ini meludahkan isi mulutnya ke lantai peron Stasiun Euston, London. Penumpang bernama Melissa Therms mengunggah foto itu dengan caption, “Perilaku menjijikkan di stasiun Euston pagi ini. Platform yang penuh sesak dan pria ini mulai menyikat giginya dan meludah ke platform berulang kali.” Foto tersebut menggambarkan sang pria tengah dalam perjalanan menuju ke tempat kerja. Melissa mengatakan, pria tersebut tidak memiliki pemikiran disekitarnya ada orang selain dirinya. Ternyata foto yang di unggah Melissa tersebut bukan hanya membuat jijik penumpang yang ada di peron, tetapi warganet yang melihat dan mengomentari hal tersebut. “Wtf ?! Dia beruntung itu bukan saya di panggung karena saya mungkin akan muntah didepannya,” ujar seorang warganet. Yang kedua menulis: “Ya Tuhan! Mengapa orang tidak bisa bangun tiga menit sebelumnya?” Yang lain menjawab: “Dia senang dia tidak bertemu dengan orang seperti saya karena saya akan HARUS bercerita tentang dirinya yang kotor !!” Baca juga: Bajaj Masuk Peron di Stasiun India, Pengemudi Diamankan Petugas Namun, warganet lainnya menuliskan komentar mereka sembari menandai Transport for London dan mengatakan ini adalah hal yang menunjukkan perilaku anti sosial. Padahal sebenarnya tidak terlalu menjijikkan jika pria tersebut sedikit menjongkok dan meludahkannya ke rel dibandingkan di pinggir peron.

Foto Ayah Telantarkan Anak di MRT Singapura Viral di Media Sosial

Sebuah postigan anak balita perempuan dibiarkan duduk dekat pintu otomatis MRT Singapura viral di media sosial. Foto tersebut telah dibagikan ke grup Facebook Complaint Singapore pada 18 Oktober 2019 kemarin. Baca juga: Lima Poin ini Buktikan Penumpang MRT Singapura Tidak Akan ‘Diterima’ di Komuter Jepang! Karena hal ini, sang ayah anak tersebut yang membiarkan balitanya duduk di dekat pintu di hujat oleh warganet yang melihat postingan tersebut. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asiaone.com, seorang saksi mata bernama Ogawa Konamoto yang mengunggah foto tersebut, sebelumnya telah mendekati sang ayah balita itu dan berbicara secara langsung tentang kemanannya. Namun, bukan hal baik yang dikatakannya tetapi sang ayah diduga mengatakan itu bukan masalahnya dan tanpa syarat yang pasti untuk tidak ikut campur terkait anaknya. Postingan yang sudah dibagikan lebih dari 300 kali semenjak diunggah, membuat warganet berkomentar dan marah dengan menuduh kelalaian sang ayah bisa menyebabkan kecelakaan pada sang anak. “Kenapa anak itu dibiarkan sendiri? Lebih baik diangkat sebelum terjadi apa-apa. Orang tua bodoh,” komen seorang warganet bernama Irene chan. Kemudian Ogawa menjawabnya, “Ayah anak itu berbicara kata-kata kasar. Tolong sebarkan ini!” Warganet lain bernama Rohana Mudzaffar mengatakan, hal itu adalah situasi yang gawat dan lantai licin serta pengambil foto harusnya melaporkannya pada keamanan untuk mengamankan anak itu. Meski banyak yang mengecam dan mengatakan ayah anak tersebut tidak bertanggung jawab, tetapi ada beberapa warganet yang mengatakan, tidak semua pola asuh orang lain sama. Sebenarnya berdebat pada media sosial terkait foto tersebut tidak masalah, tetapi lebih baik berpikir praktis dengan mengangkat anak itu dari pada menyesal karena terjatuh atau hal lainnya. Baca juga: (Lagi) Keributan di MRT Singapura: Warganet Justru Anggap Sebagai ‘Hiburan’ Tak hanya foto anak tersebut, Ogawa juga membagikan foto pria yang diduga ayah anak itu. Bulan lalu, seorang bocah laki-laki berusia lima hampir jatuh dari eskalator di stasiun MRT Sixth Avenue. Bocah itu bermain eskalator ketika ibunya berbalik badan.

Mudahkan Pelancong Gunakan Aplikasinya di Jepang dan Timur Tengah, Grab Bermitra dengan Taksi Lokal

Sebagai super apss, Grab akan hadir di seluruh negara dunia dan baru-baru ini meluncurkan kemitraan cab-hailing di Jepang. Kemitraan ini dilakukan Grab dengan operator taksi di Jepang yakni JapanTaxi yang mana untuk memudahkan pengguna naik transportasi mereka di lokasi-lokasi populer. Baca juga: Aplikasi Transportasi Online Asal Vietnam Siap Rebut Pasar GoJek dan Grab! Layanan ini ada di lima lokasi seperti Tokyo, Kyoto, Sapporo, Nagoya dan Okinawa. Ini adalah lanjutan dari kemitraan dengan pasar mobilitas yang berbasis di London yakni Splyt Technologies yang memungkinkan pengguna di Jepang menggunakan aplikasi Grab untuk pemesanan perjalanan melalui JapanTaxi. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, tak hanya dengan Jepang, Grab juga hadir di Timur Tengah yakni dengan Careem. Di Timur Tengah ada 13 negara termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Oman, Turki, Yordania, Maroko, Mesir, Arab Saudi , Pakistan, Bahrain, Lebanon dan Kuwait yang dicakup layanan Grab dengan Careem ini. Kerja sama Grab dengan JapanTaxi dan Careem memudahkan pengguna untuk tidak perlu mengunduh aplikasi lainnya di negara-negara tersebut. Bahkan aplikasi Grab akan diatur ke bahasa pilihan pengguna dan secara otomatis menerjemahkan pesan yang dikirm melalui aplikasi antar pengemudi dan penumpang. Tak hanya itu, pengguna juga direkomendasikan untuk mengatur dan memverifikasi eWallet mereka untuk menambah dengan kredit yang cukup sebelum perjalanan. Nah, Singapura dan Filipina sudah bisa menggunakan ini, bagaimana dengan pengguna Indonesia sendiri yang bepergian ke Jepang atau negara Timur Tengah? Ternyata, Grab mengaku akan menerapkan hal ini di seluruh wilayah operasinya di Asia Tenggara termasuk Indonesia pada 2020 dan sedang menunggu persetujuan regulasi. Fitur ini nantinya akan membantu pelancong Indonesia di Jepang atau Timur Tengah. Baca juga: Bantu Investasi Startup, Grab Venture Hadir di Indonesia Pelancong pun dimudahkan dengan melakukan pembayaran melali GrabPay Credits dan mendapat Grab Rewards Points seperti biasanya. Selain itu ketika pengguna tengah dalam keadaan darurat, bisa mengakses layanan darurat lokal melalui aplikasi Grab sehingga memudahkan pelancong. Diketahui, JapanTaxi mengperasikan 70 ribu unit dan Caeem memiliki lebih dari satu juta pengemudi.

Rampung Uji Publik, LRT Jakarta Siap Beroperasi Penuh Mulai 1 Desember

Menjelang pengoperasian komersial dari LRT Jakarta yang direncanakan jatuh pada tanggal 1 Desember mendatang, berbagai persiapan hingga perijinan satu persatu mulai rampung dikerjakan. Tentu saja, pengoperasian komersial ini tidak sekonyong-konyong dilakukan begitu saja, melainkan sudah terlebih dahulu dilakukan uji publik guna melihat respon dan antusias warga terkait kehadiran dari salah satu angkutan berbasis massal yang diharapkan dapat menurunkan tingkat kemacetan di Ibukota. Baca Juga: Tarif dan Jalur Integrasi Siap, Mengapa LRT Jakarta Masih Berstatus Uji Publik? Sejumlah milestone juga sudah ditorehkan LRT Jakarta selama masa uji publik yang diadakan sejak tanggal 11 Juni kemarin. Sebut saja satu juta penumpang, fully integrated (integrasi fisik, integrasi rute, dan integrasi pembayaran) hingga pengoperasian dari stasiun terbesar yang ada di rute Velodrome Rawamangun – Kelapa Gading, Stasiun Pegangsaan Dua. Selain itu, semua stasiun LRT Jakarta hingga saat ini pun sudah terintegrasi dengan TransJakarta, baik itu BRT, Non-BRT, hingga MikroTrans. Menyinggung soal On Time Performance (OTP) ketika uji publik, LRT Jakarta sendiri memiliki catatan ketepatan waktu keberangkatan yang cukup fantastis. Di bulan November saja, OTP-nya mencapai angka 99,5 persen, dimana angka ini menjadi yang tertinggi selama uji publik (dengan rataan OTP sebesar 95 persen kecuali pada bulan Agustus ketika Jakarta dilanda mati listrik). Tentu ini menjadi satu pencapaian sekaligus tren positif yang harus dipertahankan LRT Jakarta ketika mengoperasikan layanan komersialnya kelak. Menurut Direktur Utama LRT Jakarta, Wijanarko, uji publik dari LRT Jakarta sendiri sudah sesuai dengan grafik perjalanan kereta api atau gapeka yang ditetapkan. Selain itu, mantan Direktur Teknik & Fasilitas PT Transjakarta ini juga menyebutkan bahwa semua fasilitas penjunjang pengoperasian sudah komplit, “termasuk space untuk pencucian kereta,” ujarnya di hadapan awak media di Stasiun Velodrome Rawamangun, Kamis (21/11). Tak jauh berbeda dengan uji publik, kelak LRT Jakarta juga akan tetap beroperasi mulai pukul 05.30 hingga 23.00 WIB. Ketika sudah masuk fase operasi komersial, LRT Jakarta akan mengenakan bea sebesar Rp5.000 untuk single trip, flat. “Menjelang operasi komersial, kamu memiliki target optimis di angka 7.000 penumpang per hari,” ujar Wijanarko. Fase Dua Masih di rangkaian acara yang sama, eksekutif dari LRT Jakarya juga tidak lupa menyinggung soal rencana perpanjangan rute menuju Jakarta International Stadium yang ada di kawasan Sunter, Jakarta Utara (Fase 2A). Menurut Project Director LRT Jakarta, Iwan Takwin, perpanjangan rute fase 2 ini akan dimulai awal tahun depan dan direncanakan rampung pada tahun 2022 mendatang. Lalu berkenaan dengan rencana perpanjangan jalur ke Manggarai, Iwan menjelaskan bahwa, “perpanjangan rute ke Manggarai (fase 2B) masuk ke dalam target, tapi target utama tetap perpanjangan ke Sunter (fase 2A).” (Rendy Nurhalim)