Desain kapal pesiar yang melintas di sungai baru-baru ini tengah menjadi perbincangan warga Australia. Dengan desain yang revolusiner, kapal pesiar AmaMagna setidaknya sudah meraih sejumlah pemesanan. Perjalanan sungai ini memiliki jalur Balkan dari Bucharest di Rumania ke Munich di Jerman yang sangat populer.
Baca juga: Nikmati Kapal Pesiar Untuk Rayakan HUT Pernikahan Ke-45, Pasangan Ini Malah Dapat Celaka
“Kami telah menemukan bahwa rencana perjalanan Balkan menjadi populer diantara para penumpang kami saat berlayar di Sungai Danubbe yang lebih rendah,” kata Alice Kay.
(rivercruisepassenger.com.au)
Warga Australia bahkan menyukai kapal yang lebih lebar dan pilihan tempat makan yang lebih banyak. Salah satunya yakni restoran di tempat terbuka dan Bar Wine Jimmy yang menjadi tempat bagus untuk pertemuan sosial.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman rivercruisepassenger.com.au (2/10/2019), juru bicara APT River Cruises mengatakan, pelancong Australia suka dengan bioskop dan area kesehatan yang ditingkatkan dengan kehadiran jus bar. Dia mengatakan, pelancong juga menyukai layanan binatu serta suite yang lebih besar.
APT River Cruises yang bermitra dengan AmaWaterways mengatakan mereka belum mengetahui rencana untuk kapal kedua. Tetapi dari laporan APT River Cruises dan AmaWaterways, keduanya akan memutuskan pembangunan kapal mega river kedua yang mirip dengan AmaMagna pada 7 Oktober 2019 mendatang.
Rudi Schreiner The line’s co-founder mengatakan bahwa dia telah melakukan penelitian dan pertemuan dengan pembuat kapal untuk melihat apakah ada cara yang lebih mudah dan murah untuk membangun megasihp lain. AmaMagna yang hanya bisa berlayar di Danube memiliki lebar 22 meter.
Perusahaan sudah memiliki dua kapal sesuai pesanan dan salah satunya dapat diubah menjadi megaship. AmaMagna dapat menampung 196 penumpang yakni sekitar 40 hingga 50 orang lebih banyak daripada kapal tradisional yang punya lebar setengahnya.
Baca juga: Tahun 2020, Roller Coaster Hadir di Kapal Pesiar Untuk Jelajahi Laut
Hotel dalam kapal pesiar sungai ini juga memiliki ruang makan utama yang lebih kecil dengan lebih banyak tempat terbuka di mana para tamu dapat menikmati makanan gourmet dan anggur berkualitas. Fitur unik lainnya termasuk pusat kesehatan Zen yang luas, pusat kebugaran yang lebih besar, studio luar ruangan dan tenda yoga di tempat berjemur.
Jika pada masa kecil dulu, khususnya para perempuan, tentu tidak sedikit dari Anda yang bercita-cita ingin menjadi pramugari. Mungkin gambaran yang ada di benak Anda semua mengenai sosok pramugari adalah sebuah pekerjaan yang akan membuat Anda menjadi cantik dan memiliki postur tubuh proporsional, ditambah dengan keuntungan utamanya dapat naik pesawat dan berkeliling dunia, bukankah begitu?
Baca Juga: Inilah 14 Tugas Awak Kabin Pesawat Yang Jarang Diketahui
Namun menjadi seorang pramugari atau awak kabin tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebut saja tuntutan pekerjaan yang memaksa sebagian dari mereka jauh dari orang tua atau keluarga tercinta dan tidak bisa pulang ke rumah dalam rentang waktu yang cukup lama.
Ngomong-ngomong soal awak kabin, pernahkah terlintas dibenak Anda berapa pendapatan mereka dalam satu bulan? Atau, tunjangan apa saja yang didapatkan oleh seorang awak kabin?
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman captainjetson.com, tentu saja soal pendapatan dan tunjangan yang didapatkan oleh seorang awak kabin tidak bisa disama-ratakan, mengingat perbedaan regulasi yang berlaku di masing-masing maskapai.
Lazimnya, ada beberapa skema pembayaran pendapatan seorang awak kabin, mulai dari mereka yang dibayar sesuai jam kerja yang sudah ditentukan sebelumnya (misalnya seorang awak kabin akan mendapatkan bayaran setelah bertugas selama 80 jam penerbangan), atau ada juga yang dibayar per-bulan layaknya pegawai kantoran pada umumnya. Bahkan ada juga maskapai yang akan membayar awak kabinnya tepat di akhir bulan, namun jumlah yang didapat bergantung pada total durasi ia mengudara. Semua itu sangatlah bervariasi tergantung kebijakan yang berlaku di dalam tubuh maskapai terkait.
Ambil contoh maskapai Virgin Atlantic, dimana maskapai besutan Sir Richard Benson ini menerapkan skema gaji bulanan yang rendah, gaji per jam di udara yang rendah, namun nominal tunjangan yang jika diakumulasikan nilainya mampu melebihi gaji pokoknya.
Baca juga: ‘Jual Beli’ Rute Basah, Inilah Kolusi ala Awak Kabin Maskapai
Keuntungan lain yang didapatkan oleh seorang awak kabin adalah tunjangan ketika mengudara di luar jam kerja. Masih dikutip dari sumber yang sama, beberapa maskapai di Eropa akan membebas-beakan awak kabinnya yang hendak bepergian (liburan) dengan maskapai mereka. Ada juga yang memberikan diskon hingga 90 persen, atau bahkan hanya membebankan bea pajak penerbangan saja kepada awak kabin.
Wah, ternyata keuntungan menjadi seorang awak kabin ternyata banyak sekali, ya!
Huffington Post pada 23 Desember 2013 merilis peringkat tujuh stasiun bawah tanah paling menarik di dunia. Dan peringkat pertama adalah stasiun bawah tanah Kungstradgarden yang berlokasi di kota Stockholm, Swedia. Apa yang menarik dari stasiun bawah tanah di Negara Skandinavia ini? Penulis yang sempat bertandang ke stasiun bawah tanah ini pada pertengahan tahun lalu melihat sesuatu yang spektakuler, pasalnya stasiun bawah tanah ini dibangun diantara kepadatan bebatuan. Ini artinya dibutuhkan pengeboran ekstra ‘keras’ untuk menembus kerasnya bebatuan.
Baca juga: Kennington, Stasiun Bawah Tanah Unik dengan Fasilitas “U-Turn”
Sebagai informasi, sebagian besar kontur tanah di Stockholm berada dalam struktur tanah bebatuan. Tentu bukan visual bongkahan batu raksasa saja yang membuat Kungstradgarden bikin hati bergetar. Harus diakui interior Kungstradgarden yang bersih dibuat sangat menarik. Setiap patahan dan belahan batu di dinding dan langit-langit stasiun dipermak habis menjadi suguhan seni berkualitas tinggi. Ya, masuk ke dalam stasiun ini serasa menginjakkan kaki di museum seni.
Mosaik dalam ukuran kecil hingga besar menghiasi langit-langit. Lukisan warna-warni melapisi tiap dinding. Karya seni serupa juga terdapat di hampir seluruh stasiun kereta bawah tanah. Proyek seni ini dibuat oleh 150 seniman sejak tahun 1950-an. Hebatnya bila tiap stasiun dihubungkan, ini adalah pameran seni terpanjang di dunia dengan total jarak 110 kilometer.
Salah satu seniman yang berkontribusi besar dalam proyek ini adalah Ulrik Samuelson. Ia mulai melukis langit-langit Kungstradgarden pada tahun 1977, juga pola ubin warna-warni yang menyebar di lantai stasiun ini. Karya seninya di Kungstradgarden (yang berarti The King’s Garden) dibuat untuk Raja Charles XIII yang berkuasa di abad ke-17.
Selain karya seni, beberapa stasiun di Stockholm juga punya artefak arkeologis kepunyaan National Art Museum of Sweden. Salah satunya adalah patung batu dan patung marmer dari Istana Makalos, dibuat pada abad ke-18. Selain dipenuhi mosaik, dinding di beberapa stasiun juga diwarnai lukisan yang mencirikan keindahan alam Swedia. Kungstradgarden adalah stasiun tersibuk di kota ini. 176 ribu penumpang (dan wisatawan) datang ke Kungstradgarden setiap hari.
Baca juga: Stasiun Tsutsuishi, Stasiun Bawah Tanah yang Menyerupai Sebuah Bangker Penulis di Kungstradgarden
Dari sejarahnya, stasiun metro Kungstradgarden dibangun di kedalaman 34 meter. Stasiun ini mulai dibangun pada dekade tahun 50-an. Ini adalah stasiun pusat jalur Bla Linjen (Blue Line) yang menghubungkan lebih dari 90 stasiun di seluruh kota Stockholm. Lewat beberapa tahap pembangunan, Kungstradgarden resmi dioperasikan pada 30 Oktober 1977.
Lion Air, maskapai nasional terbesar di Indonesia, telah merilis keterangan terbaru sehubungan operasional dan layanan penerbangan pada September 2019 dengan mencatatkan kinerja tingkat ketepatan waktu (on time performance/ OTP) 74,07 persen. Selama September tahun ini, Lion Air melayani 14.680 frekuensi terbang atau rata-rata per hari 480 penerbangan. Lion Air fokus beroperasi ke lebih dari 42 kota tujuan domestik serta 25 internasional meliputi Singapura, Malaysia, Cina dan Arab Saudi.
Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pesawat Dihimbau Tak Mengudara Saat Turun Kabut
Dikutip dari siaran pers (6/10/2019), disebutkan pencatatan kinerja ketepatan waktu 74,07 persen dikarenakan faktor operasional yang disebabkan cuaca buruk berupa kabut asap di sejumlah kota/ daerah di Kalimantan dan Sumatera. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat. Dalam memastikan keselamatan dan keamanan, Lion Air mengalami keterlambatan (delay) dan pembatalan penerbangan (cancel) dan pengalihan pendaratan (divert) di beberapa jaringan domestik yang dilayani. Dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya.
Performa ketepatan waktu 74,07 persen menunjukkan OTP tertinggi Lion Air jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada 2018 yakni 68,92 persen dan perolehan 66 persen pada 2017. Bila komparasi bulan sebelumnya di tahun ini, pada Juli tercatat 80,76% dan Agustus 78,51 persen.
“OTP 74,07 persen merupakan data keakuratan ketepatan pesawat saat keberangkatan (departure) dan kedatangan (arrival) dalam waktu kurang 15 menit dari jadwal yang ditentukan. Penghitungan sesuai laporan Integrated Operation Control Center (IOCC) Lion Air Group secara tepat waktu dan bersamaan (real time),” ujar Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group. Ia menambahkan, Lion Air menggunakan sistem terstruktur, konsistensi dan komprehensif antara perawatan pesawat (maintenance), tim operasional serta keputusan cepat (quick action) guna menentukan rotasi baru apabila ada hambatan terjadi di lapangan (irregularities) untuk meminimalisir dampak keterlambatan penerbangan.
Baca juga: Mei 2019 – Kinerja Ketepatan Waktu Lion Air Capai 89,73 Persen
Sejalan upaya mempertahankan dan meningkatkan OTP, Lion Air menerapkan mekanisme pengoperasian pesawat udara secara tepat. Lion Air mempunyai utilisasi 8-9 jam per hari, rata-rata enam pesawat menjalani perawatan (schedule maintenance) serta rata-rata lima pesawat sebagai cadangan (stand by).
Perusahaan teknologi dabungan Swiss dan Swedia, ABB baru-baru ini mengumumkan kemitraan dengan King Long Motor Group guna mengembangkan armada e-bus untuk pasar moda transportasi umum di Cina. Perusahaan-perusahaan otobus di sana nantinya akan menggunakan sistem pengisian cepat ABB Trolleybus Optimization Système Alimentation (TOSA), yang diklaim perusahaan sebagai pengisi daya kendaraan listrik tercepat di dunia.
Baca Juga: Bus Listrik Untuk TransJakarta, Antara Harapan dan Realita
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman engineering.com, sejatinya, e-bus membutuhkan kapasitas baterai lebih dari 300kWh untuk menyelesaikan operasional harian di jalan-jalan perkotaan hanya dengan sekali pengisian daya.
Itu memandakan bahwa e-bus ini harus diengkapi dengan cell baterai yang berkapasitas sangat besar dan otomatis harganya juga sangat mahal, sehingga para insinyur telah menemukan cara kreatif untuk mengurangi ongkos pada pengadaan baterai e-bus ini. Salah satu metodenya adalah dengan menggunakan baterai yang lebih kecil, isi penuh di depot semalaman, dan melakukan pengisian singkat di setiap halte penumpang di sepanjang rute. Ya, ini merupakan prinsip yang mendasari hadirnya TOSA milik ABB tersebut.
Gagasan di balik TOSA sejatinya bus akan dilengkapi dengan baterai ringan berkapasitas kecil — mungkin sekitar 50 kWh — yang dapat diisi dalam tiga cara: pertama pengisian daya rendah pada malam hari di depot, kedua sesekali melakukan pengisian daya berkecepatan sedang di terminal, dan terakhir pengisian daya kilat berdaya tinggi di halte penumpang.
Jika teknologi dan metodologi semacam yang dikembangkan oleh ABB ini terbukti ampuh dalam melayani bus listrik yang beroperasi di seluruh dunia, bukan tidak mungkin hal serupa akan diterapkan oleh perusahaan lain – atau mungkin mereka akan dapat menciptakan sesuatu yang lebih ampuh lagi.
Baca Juga: Operasional Bus Listrik di Jakarta Masih Menanti Regulasi
Belakangan ini, teknologi e-bus atau yang biasa disebut bus listrik ini memang menjadi fokus pengembangan di beberapa negara, mengingat polusi udara yang makin hari, makin tidak bisa ditoleransi ini. Satu per satu, moda transportasi ‘tiga alam’ mulai memberikan sumbangsihnya masing-masing guna memerangi polusi. Rata-rata dari mereka akan mentransformasikan penggunaan bahan bakar fosil menjadi listrik, sebut saja mobil listrik, bus listrik, kapal ferry bertenaga listrik, hingga drone yang mampu mengangkut beberapa penumpang.
Sementara untuk jagad penerbangan penumpang massal, beberapa maskapai yang ada di luar sana sudah mulai bergerak memberantas polusi dengan menggunakan bahan bakar campuran agar kadar gas rumah kaca yang dihasilkan bisa direduksi.
Beberapa sentilan di luar kerap menyebut bahwa Indonesia sebagai negara yang berbanding terbalik dengan yang ada di luar sana. Ya, sebut saja dari sektor transportasinya, jika di Indonesia masih menjadikan pesawat sebagai moda yang paling eksklusif, maka hal berbanding terbalik terjadi di luar negeri. Ya, sebut saja beberapa negara di Eropa sana, ternyata kedigdayaan moda udara hampir setara dengan kereta – bahkan di sejumlah rute, harga tiket kereta api bisa jauh lebih tinggi ketimbang harga tiket pesawat.
Baca Juga: Inilah Penjelasan Lion Air Seputar ‘Tingginya’ Harga Tiket Multiple Flight
Tentu sebagian dari Anda akan bertanya-tanya tentang keunikan ini, “Mengapa bisa harga tiket kereta lebih tinggi ketimbang harga tiket pesawat?”
Guna menjawab pertanyaan ini, KabarPenumpang.com mengutip dari laman simpleflying.com, jawaban yang cukup sederhana untuk menjawab pertanyaan di atas adalah karena jaringan perkeretaapian di Eropa sana sudah ada sejak abad ke-19, dimana perkembangan teknologi yang semakin trengginas harus dibarengi dengan infrastruktur yang memadai.
Nah, maka dari itu, sejumlah operator kereta api di Benua Biru meninvestasikan nominal uang yang tidak sedikit guna memperbaharui infrastruktur yang berkenaan dengan kereta tersebut. Infrastruktur itu sendiri terbagi ke dalam beberapa unit, mulai dari rel, jaringan persinyalan, hingga area persimpangan. Berkaca dari kasus ini saja, Anda sudah bisa membayangkan bukan betapa tingginya dana yang harus dikeluarkan oleh operator kereta? Ini merupakan salah satu faktor dasar yang menyebabkan harga tiket kereta bisa menyalip harga tiket pesawat.
Sementara untuk pesawat, faktor penentu tingginya harga tiket berasal dari harga avtur yang mahal.
Salah satu negara di Eropa yang diketahui memiliki harga tiket kereta paling mahal adalah Inggris. Kendati privatisasi jaringan kereta di Inggris baru terjadi pada periode 1990-an, namun pada tahun 2016 lalu tercatat, harga tiket keretanya meroket hingga 245 persen dari harga semula.
Baca Juga: Ikutan Menjerit Karena Harga Tiket Pesawat Mahal? Cek Dulu Penyebabnya!
Namun itu terjadi pada negara yang bisa dibilang jaringan perkeretaapiannya sudah maju, tidak seperti Indonesia yang masih dalam tahap pengembangan agar bisa memiliki jaringan kereta api yang maju seperti negara-negara di luar sana. Adapun salah satu tolak ukur jaringan perkeretaapian suatu negara bisa dibilang maju adalah kehadiran dari kereta cepat.
Tiba di bandara dan saat mengambil barang di klaim bagasi sudah rusak? Sepertinya ini sering terjadi pada hampir semua pelancong yang bepergian dari pesawat. Tapi tahukah Anda kenapa koper atau barang bawaan bisa rusak padahal saat berangkat masih dalam kondisi baik?
Baca juga: Dampak Abu Vulkanik di Bali, Ratusan Penumpang dari Tiga Penerbangan AirAsia Tujuan Perth Telat Terima Bagasi
Ternyata masalahnya ada pada petugas pengantaran bagasi yang kerap kali melempar tas milik para penumpang dari box barang ke ban berjalan klaim bagasi atau ketika mengambil barang dari kargo pesawat masuk ke box mobil pengantaran. Baru-baru ini hal itu kembali terjadi pada barang-barang penumpang Ryanair yang tiba di Bandara Manchester dengan keberangkatan awal dari Malaga.
Elizabeth Evans terkejut ketika mem-videokan petugas penanganan bagasi yang melemparkan tas-tas penumpang. Dia berteriak ketika melihat koper berwarna merah muda miliknya terlepar ke udara dan tiba dari ban berjalan ke mobil pengangkut setelah di lempar.
Video tersebut diunggah ke Facebook dengan caption, “Jangan ragu untuk membagikan ini hari ini di Bandara Mhancester!!! Milik saya adalah koper merah muda yang terbang!!!”
Dalam video tersebut terlihat petugas terus melempar tas-tas penumpang tanpa melihat ke belakang. Sedangkan rekannya yang lain hanya memandang perlakuan petugas itu.
“Saya sangat marah dan kaget. Itu adalah kasus baru. casingnya penyok dan pelindungnya sudah robek,” kata Elizabeth dalam video itu.
Video yang di unggah ke Twitter dan Facebook ini sudah dilihat 1,2 juta kali oleh warganet. Bahkan banyak yang menyatakan kemarahan mereka tentang cara barang bawaan yang dilempar oleh petugas.
“Ini mengerikan, dia tidak punya alasan untuk ini, tidak seperti tas turun dengan kecepatan penuh,” kata seorang warganet.
Warganet lainnya mengomentari bahwa petugas tidak menghormati barang penumpang sama sekali. Ini mengerikan. “Bisa saja laptop atau apapun yang bernilai ada disana.”
“Kami kecewa dengan rekaman yang beredar di media sosial, dan kami meminta maaf atas perilaku individu ini. Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami sedang menyelidiki dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan ini tidak terjadi lagi,” kata seorang juru bicara Swissport.
CEO Bandara Manchester, Andrew Cowan mengatakan, pihaknya tidak akan mentolerir perilaku yang ditunjukkan kemari oleh perusahaan penanganan darat Swissport.
Baca juga: Angkut Bagasi Penumpang, Bandara Internasional Dallas-Forth Worth Gunakan Robot FLEET
“Jelas bahwa itu benar-benar tidak dapat diterima untuk barang-barang pelanggan kami diperlakukan dengan cara ini. Kami ingin meyakinkan penumpang bahwa mereka yang terlibat tidak akan diizinkan untuk bekerja di situs kami lagi. Kami telah mencari jaminan mendesak dari Swissport dan Ryanair bahwa investigasi penuh akan dilakukan dan tindakan cepat dan kuat diambil. Kami juga telah meminta Swissport untuk melakukan peninjauan mendesak terhadap proses rekrutmen dan pelatihan mereka untuk memastikan karyawan mereka jelas tentang tingkat layanan pelanggan yang diperlukan. Jika kami tidak puas dengan tanggapan Swissport terhadap masalah ini, kami akan mempertimbangkan langkah-langkah selanjutnya apa yang diperlukan untuk melindungi kepentingan penumpang, termasuk berbagai sanksi yang tersedia sebagai bagian dari lisensi operasi Swissport,” kata Andrew
Penyandang disabilitas dan orang tua wajib diberikan tempat duduk ketika di transportasi umum. Namun baru-baru ini di jam sibuk kereta api di London, Inggris seorang pria tidak memberikan kursinya pada seorang wanita yang berdiri dan menggunakan kruk.
Baca juga: Ibu Hamil Berdiri, Penumpang Sehat Duduki Kursi Prioritas di Kereta
Penumpang pria yang tak memberikan kursi itu sembari menggunakan laptopnya untuk bekerja dan seperti tidak sadar ada seseorang yang membutuhkan kursi. Diketahui kejadian ini terjadi dalam kereta dari Clapham Junction ke Isleworth pada Selasa (1/10/2019) kemarin.
Dilansir KabarPenumpang.com dari laman mirror.co.uk (3/10/2019), kejadian penumpang dengan kruk tak di beri kursi ini di foto oleh penumpang kereta lainnya bernama Sonny Phillips. Sonny sempat membentak pria yang menggunakan laptop itu karena tidak melihat wanita yang berdiri disampingnya tersebut membutuhkan kursi.
Namun untungnya wanita itu diberikan kursi oleh penumpang lainnya dan duduk selama perjalanan. Insiden ini membuat Sonny mengunggahnya ke media sosial dan berbagi pengalaman pada warganet.
“Saya hanya berpikir itu aneh dia tidak ditawari kursi olehnya sepanjang perjalanan. Dia jelas bisa tahu seseorang ada di sebelahnya. Aku benar-benar bukan penggemar perilaku itu. Aku tahu orang-orang cenderung tidak tahu tentang perjalanan mereka,” kata Sonny.
Dia menambahkan, wanita itu meski menggunakan kruk tidak meminta tempat duduk, tetapi dia merasa bila orang dengan luka seharusnya diberi kursi.
“Tentu saja situasi ini memang ada di mana seseorang memiliki cedera atau cacat tersembunyi tetapi sepengetahuan saya dia bisa turun dari kereta tanpa masalah,” kata dia.
Sonny mengatakan, dirinya tidak melihat penumpang wanita itu turun dari kereta. Dia berpikir penumpang wanita itu baik-baik saja. Unggahan Sonny terkait kejadian itu, mendapatkan 800 komentar dan banyak yang mendukung dirinya. Bahkan beberapa mengklaim mungkin ada banyak situasi lainnya yang tidak disadari oleh orang lain.
Baca juga: Teganya Penumpang Kereta Bikin Seorang Ibu Menyusui Sambil Berdiri
“Benar dan bagaimana dengan kecacatan tersembunyi? Bagaimana Anda tahu dia tidak punya satu? Mengapa Anda hanya menunjukkan dia keluar dan tidak semua orang di kereta yang tidak memberikan kursi mereka?” komentar seorang warganet.
Yang lain berpendapat pria itu jelas tidak melihatnya dan jika dia menginginkannya dia bisa bertanya, sementara seorang pengguna Facebook mendesak orang untuk tidak terlalu keras tanpa bukti lebih lanjut.
Kecintaan seseorang terhadap sesuatu memang kadang tak masuk logika. Sebut saja seseorang yang sudah jatuh cinta terhadap dunia perkeretaapian – bukan tidak mungkin apabila orang itu akan mengumpulkan segala sesuatunya yang berkenaan dengan kereta api, bahkan jika harus mencarinya di luar negeri. Ya, hal-hal seperti inilah yang kadang tidak masuk akal, tapi benar-benar dilakukan oleh orang-orang di luar sana.
Baca Juga: Punya Panjang Rel 12 Km, Inilah Miniatur Jaringan Kereta Api Terbesar di Dunia!
Sama halnya seperti seorang pria asal Retford, Inggris yang bernama Martin Ferrabee, dimana ia sudah kadung cinta dengan jaringan kereta api yang ada di India. Pria berusia 62 tahun ini awalnya tengah melakukan perjalanan dengan menggunakan Darjeeling Railway ke Himalaya – dimana perjalanan tersebut akan menghantarkannya ke salah satu stasiun tertinggi di dunia, Stasiun Ghum.
Entah apa yang merasuki Martin, hingga ia bisa dapat dengan mudah mencintai perjalanan tersebut. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman lincolnshirelive.co.uk (2/10), perjalanan menuju Stasiun Ghum tersebutlalu menginspirasi Martin untuk mengumpulkan segala sesuatunya yang ia lihat selama perjalanan dan mengkonversinya menjadi sebuah maket.
Adapun maket tersebut dibangun Martin dengan penuh ketelitian sehingga tampak sangat mirip dengan aslinya – hanya saja ini disajikan dalam skala kecil. Maket ini dibangun Martin di rumahnya di Teddington, London dengan ukuran kurang lebih 15X10 kaki.
“Maket ini saya bangun berdasarkan pengalaman saya ketika mengular menuju Stasiun Ghum dengan menggunakan Darjeeling Railway,” ujar Martin.
Baca Juga: Lukisan Dinding Ramaikan 100 Stasiun di India
Martin sendiri diketahui merupakan seorang pensiunan guru seni pahat yang bisa dibilang pembangunan maket ini tidak hanya memenuhi kecintaannya terhadap jalur tersebut, melainkan menyalurkan bakatnya yang pernah ia tekuni dulu. Adapun kereta yang digunakan untuk menyempurnakan maket buatan Martin adalah rancangan khusus dari Roundhouse Engineering di Doncaster.
Jika tidak meleset, Martin akan mengirimkan maketnya ini ke India pada musim semi mendatang guna dipajang di sebuah museum yang terletak di Delhi.
Penumpang Bandara Manchester yang bepergian dengan maskapai Virgin Atlantic, easyJet, British Airways, American Airlines, Cathay Pacific dan Finnair kini tak perlu lagi berat-berat membawa tas mereka. Pasalnya Bandara Manchester baru saja memperkenalkan layanan jemput tas atau barang bawaan penumpang sebelum tanggal keberangkatan mereka.
Baca juga: Cepat Temukan dan Cegah Pencurian Bagasi, Universitas di India Hadirkan Solusi di Ban Berjalan
Hal ini selain memudahkan penumpang karena hanya tinggal membawa tas tangan (hand carry), mereka juga bisa langsung ke gerbang keamanan dan akan kembali bersama tas ketika tiba di tujuan dan mengambilnya di klaim bagasi. Namun selain maskapai yang disebutkan, layanan ini juga bisa digunakan oleh penumpang maskapai lainnya.
KabarPenumpang.com melansir laman travelweekly.co.uk (2/10/2019), untuk pengambilan tas ini, penumpang akan dikenakan biaya £20 hingga £36. Harga ini tergantung dengan lokasi penjemputan barang dan ada biaya lain £7 untuk tas tambahan yang diangkut.
Dalam pengambilan tas ini, penumpang diberi slot satu hingga tiga jam sebelum tanggal keberangkatan mereka dan paling lambat pagi hari. Nantinya tas yang diambil oleh petugas akan diperiksa dan langsung dibawa ke bandara untuk check in dan pemrosesan.
Petugas juga akan memindai dokumen perjalanan dan penumpang bisa melacaknya secara real time melalui label tas digital. Bandara Manchester juga memberikan satu tiket keamanan FasTrack cuma-cuma alias gratis bagi penumpang yang memesan layanan ini dalam bulan pertama.
Adanya ini membuat Manchester akan menjadi operator bandara pertama di Inggris yang menggunakan layanan penjemputan tas. Bahkan Bandara Manchester juga mengklaim sebagai yang pertama mendigitalkan layanan, di mana penumpag bisa memesan dan membayar online melalui situs web bandara.
CEO layanan bandar udara Bandara Manchester Group Andrew Harrison mengatakan sistem akan memungkinkan penumpang untuk merampingkan pengalaman bandara mereka, melalui proses yang efisien dan aman, yang berarti mereka dapat tiba di bandara dengan satu hal yang kurang untuk dipikirkan dan bersiap-siap untuk perjalanan mereka.
“MAG bekerja keras untuk menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk meningkatkan setiap langkah perjalanan penumpang melalui bandara kami, dan kemitraan baru ini, yang merupakan pasar pertama di Inggris, adalah perkembangan penting lainnya dalam proses itu,” kata Harrison.
Baca juga: Otoritas Penerbangan Pakistan Wajibkan Penumpang Gunakan Baggage Wrapping
“Model baru kami yang didukung bandara meningkatkan standar dalam hal pengiriman operasional dan dirancang untuk memungkinkan kami menambah lebih banyak maskapai ke masa depan. Ini akan membuka bag-in rumah bagi lebih banyak penumpang dan kunci tujuan kami mengubah pengalaman penumpang dan operasi bandara. Manchester adalah pusat teknologi kedua di Inggris dan rumah bagi bandara terbesar di luar London, menjadikannya tempat yang sempurna bagi kami untuk mewujudkan ambisi kami untuk pertumbuhan,” kata Pendiri dan CEO Airportr, Randel Darby.