Bila maskapai lain telah diminta regulator untuk meninggalkan Bandara Husein Sastranegara dan mengalihkan layanan ke Bandara Kertajati, maka beda dengan Wings Air, maskapai yang menjadi bagian dari Lion Group ini sejak awal kekeh di Bandung, bahkan dari Bandung maskapai yang banyak melayani rute perintis ini justru menambah rute barunya yang dimulai 9 Agustus 2019.
Baca juga: Tiga Rute Citilink Tutup Sementara, Ada Apalagi dengan Bandara Kertajati?
Pembukaan rute baru dari Bandung terdiri ke kota tujuan:
1. Pangkalpinang – Bandar Udara Depati Amir, Bangka Belitung (PGK)
2. Tanjung Pandan – Bandar Udara Internasional H.A.S. Hanandjoeddin, Bangka Belitung (TJQ)
3. Bengkulu – Bandar Udara Fatmawati Soekarno, Bengkulu (BKS)
4. Jambi – Bandar Udara Sultan Thaha, Jambi (DJB)
Untuk penambahan frekuensi satu kali terbang dari Bandung menuju Semarang – Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG)
Untuk rute Bandung menuju Tanjung Pandan, Bengkulu dan Jambi tahap awal dilayani empat kali dalam seminggu. Wings Air optimis, seiring operasional dan tren permintaan pasar tumbuh positif, kedepan frekuensi akan ditingkatkan.
Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Group dalam pesan tertulis menyebutkan bahwa kehadiran Wings Air dalam layanan penerbangan dari dan menuju Bandung menjadi bagian kesungguhan dalam menjembatani antarwilayah “Sumatera dan Jawa.” Dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. Wings Air akan memberikan nilai lebih kepada travelers, karena waktu tempuh antar destinasi relatif singkat, efektif dan efisien.
Baca juga:ATR-72 600 Wings Air Sukses Lakukan Proving Flight di Bandara Taufik Kiemas
Keseluruhan penerbangan di atas dilayani menggunakan pesawat turboprop tipe ATR 72-500 atau ATR 72-600. Pesawat ini berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi, paling nyaman dan canggih di kelasnya yang mampu menerbangi rute jarak pendek secara point to point.
Apabila Anda merupakan seorang Roker (Rombongan Kereta), apa yang Anda lakukan ketika tengah berada di dalam rangkaian? Wah, jawabannya pasti akan bervariatif ya! Mungkin beberapa dari Anda akan memilih untuk memperhatikan sekitar (tapi bukan untuk nyopet lho!), atau mungkin ada yang tidur? Tapi pasti tidak sedikit juga diantara Anda yang akan lebih memilih untuk bermain ponsel. Terlepas dari apapun yang Anda lakukan dengan gadget Anda, bermain ponsel di kereta merupakan salah satu jurus ampuh untuk mengusir kebosanan!
Baca Juga: Jadi Ajang Kampanye Produk, Pegangan Tangan di Angkutan Umum Dibuat Unik
Tentu Anda semua kepo tentang apa saja yang dilakukan penumpang dengan ponselnya ketika tengah ada di dalam rangkaian kereta. Berikut KabarPenumpang.com himpun aktivitas-aktivitas yang sering dilakukan oleh penumpang dengan ponselnya ketika berada di dalam kereta, dihimpun dari sejumlah laman sumber.
Chattingan
Bercengkrama dengan seseorang melalui platform chatting muncul sebagai aktivitas yang paling sering dilakukan penumpang di kereta. Keluarga, pacar, teman, rekan bisnis, atau status lainnya menjadi objek penderita tempat Anda melampiaskan kebosanan di kereta. Kendati tidak ada topik yang benar-benar penting untuk dibicarakan – atau mungkin sesuatu yang urgent, aktivitas ini menjadi yang paling banyak dilakukan oleh penumpang di kereta.
Mendengarkan Musik
Aktivitas ini memang ampuh untuk mengusir kebosanan ketika berada di kereta. Bahkan, tidak sedikit dari para komuter yang sampai mencari lirik dari lagu yang tengah diputarnya tersebut, lho!
Buka Media Sosial
Sebagai kelompok yang tidak boleh melewatkan update terbaru dari teman-temannya atau artis favoritnya, mantengin timeline media sosial memang kerap dilakukan oleh banyak penumpang di dalam kereta komuter.
Baca Berita
Kemudahan akses untuk menjangkau berita-berita di luar sana membuat sebagian penumpang yang haus akan informasi terkini rela membaca berita di ponsel mereka sambil naik kereta. Ya lumayan lah, hitung-hitung sambil membunuh waktu!
Main Game
Ini memang opsi yang digandrungi oleh kawula muda. Mau itu game online maupun game offline, ini merupakan salah satu aktivitas favorit para komuter ketika tengah berkendara!
Baca Juga: Mengintip Jenis Commuter Line di Luar JakartaNonton Film!
Hayo ngaku siapa diantara Anda yang gemar nonton film atau video ketika tengah ‘mengular’? Niscaya, menghabiskan waktu dengan menonton merupakan cara paling ampuh untuk mengusir kebosanan di dalam kereta. Tapi hati-hati, jangan sampai stasiun Anda kelewat, ya!
Siapa yang tak kenal Mao Zedong, ialah tokoh pendiri sekaligus Presiden Pertama Republik Rakyat Cina (RRC). Meski telah wafat pada 9 September 1976, nama mantan Pemimpin Partai Komunis Cina ini masih begitu lekat dalam benak warga. Sebagai bentuk penghormatan, serial lokomotif yang diberi label “Mao Zedong” sudah dihadirkan cukup lama dan kabar terbaru lokomotif tersebut telah menyelesaikan tonggak sejarah dengan melampaui sebelas juta kilometer atau setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 275 kali.
Baca juga: NIS 171 – Konsep Lokomotif Futuristik Hindia Belanda untuk Rute Semarang-Yogyakarta
Lokomotif ini menyelesaikan sebelas juta kilometernya setelah menarik kereta Z2 yang tiba di Stasiun Barat Beijing pukul 08.16 waktu setempat pada 6 Agustus 2019 kemarin. Ini juga menetapkan rekor baru perjalanan dari kelompok kerera jarak jauh.
Lokomotif Mao Zedong pertama kali beroperasi 30 Oktober 1946 silam yang mana kala itu Cina tengah dikepung perang. Dalam 73 tahun terakhir kereta api Cina mengalami ekspansi besar-besaran dimana modernisasi mencakup pada lokomotif Mao Zedong. Generasi awal lokomotif Mao Zedong adalah lokomotif jenis uap, yang kemudian seiring perkembangan zaman diganti dengan lokomotif mesin diesel dan yang terbaru mengadopsi lokomotif bertenaga listrik.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari china.org.cn (6/8/2019), lokomotif listrik HXD3D-1893 saat ini adalah lokomotif keenam yang bernama Mao Zedong dan nomor seri 1893 cocok dengan tahun kelahiran Mao. Awalnya lokomotif ini diperuntukan untuk menarik kereta barang. Lokomotif Mao Zedong dipindahkan ke layanan kereta penumpang pada Juli 2014. Kemudian pada Mei 2016, lokomotif mulai menarik kereta Z1/2 yang bergerak antara Beijing dan Changsha yang berjarak 1.500 kilometer.
Ketika telah melampaui sebelas juta kilometer dan tiba di stasiun, seluruh kru memberikan penghormatan pada lokomotif Mao Zedong tersebut. Bahkan ada pemberian pita dari pemimpin otoritas kereta Beijing kepada anggota kru lokomotif Mao Zedong di Stasiun Barat Beijing.
Selain itu, para anggota kereta juga ddiberikan spanduk bertuliskan “Selamat atas Lokomotif Mao Zedong menyelesaikan jarak tempuh keselamatan yang memecahkan rekor sejauh 11 juta kilometer”. Lokomotif Mao Zedong memulai pelayanan penumpang pertamanya dari Beijing ke Fungang di Provinsi Anhui.
Baca juga: Butuh 200 Tahun, Evolusi dari Lokomotif Uap Hingga Ke Diesel Listrik!
Lokomotif pertama Mao Zedong yang bertenaga uap dibangun oleh Dalian Lokomotif dan Rolling Stock Co LTD pada tahun 1946, Lokomotif Mao Zedong ini telah menyelasaikan tugasnya dan beralih ke layanan penumpang dengan menempuh jarak sekitar 855 kilometer dan berhenti di 12 stasiun. Pada tonggak sejarah sebelas juta kilometer tersebut lokomotif dilengkapi dengan lambang wajah Presiden Tiongkon Mao Zedong.
Maskapai asal Inggris, British Airways dikabarkan telah membatalkan lebih dari 100 penerbangannya pada hari Rabu (7/8) setelah sistem komputer maskapai mengalami kerusakan. Pembatalan ini menghantam ribuan pelancong yang ada di bandara Heathrow dan Gatwick London – sementara itu 300 penerbangan lainnya mengalami keterlambatan hingga satu jam lamanya. Sudah barang tentu kesalahan sedikit saja yang terjadi di bandara akan berimbas tidak hanya pada maskapai terkait saja, melainkan maskapai lainnya juga.
Baca Juga: Peringati Ultah ke-100, British Airways ‘Dandani’ Boeing 747-400 dengan Livery BOAC
British Airways, yang dimiliki oleh International Airlines Group (ICAGY), mengatakan bahwa check-in and flight start system mengalami kerusakan sebagian, dan untuk menanganinya, terpaksa pihak maskapai mengerahkan sistem manual cadangan untuk menjaga agar pengoperasian jalur udara mereka tetap beroperasi.
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (7/8), juru bicara maskapai mengatakan bahwa penumpang yang penerbangannya dibatalkan kiranya untuk melakukan pemesanan ulang tiket pada tanggal 8 dan 13 Agustus. British Airways hingga kini masih belum mengungkapkan apa yang menyebabkan komputer-komputer tersebut mati.
“Kami meminta maaf kepada para penumpang atas kekacauan yang terjadi dan ketidaknyamanan Anda. Kami telah menyelesaikan masalah tersebut,” ujar pihak maskapai meminta maaf.
Diantara semua penundaan yang terdampak dari kasus British Airways ini, Bandara Heathrow lah yang paling merasakan imbasnya. Bagaimana tidak, hampir semua penerbangan yang ada di bandara tersibuk di Eropa ini mengalami penundaan – mulai dari Los Angeles, New York, Philadelphia, Pittsburgh, Charlotte, Nashville, hingga Miami. Semuanya mengalami keterlambatan pemberangkatan.
Baca Juga: Akhirnya! British Airways Hadirkan Boeing 747 Berlivery Vintage BOAC
Namun, ini bukanlah kali pertama gangguan komputer menyerang sektor aviasi Tanah Britania. Pada tahun 2017 silam, British Airways bahkan pernah membatalkan semua penerbangannya dari Bandara Heathrow dan Gatwick karena kegagalan sistem IT utama. Walhasil, gangguan ini menyebabkan kekacauan yang masif di dunia penerbangan. Sekira 75.000 penumpang terdampak masalah.
Diperlukannya perawatan rutin dari setiap elemen dari sebuah maskapai penerbangan – baik dari segi modanya atau fasilitas penunjang di setiap bandara merupakan salah satu hal penting untuk dilakukan. Pengecekkan rutin pun mejadi satu aktivitas yang tidak boleh terlewatkan setiap harinya. Hal semacam ini ditujukan untuk menghindari masalah semacam ini terulang kembali di masa yang akan datang.
Menikmati penerbangan dengan maskapai berbiaya hemat (LCC) tidaklah selalu membosankan. Pasalnya masakapai Citilnk yang merupakan anak perusahaan Garuda Indonesia selalu memberikan hal-hal baru dalam penerbangannya seperti menghadirkan WiFi onboard.
Baca juga: Tiga Rute Citilink Tutup Sementara, Ada Apalagi dengan Bandara Kertajati?
Bahkan kini penumpang akan bisa mengkreasikan set hidangan favorit yang bisa dinikmati diatas ketinggian 35 ribu kaki. Dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers yang diterima, Kamis (8/8/2019), set hidangan favorit ini diluncurkan dengan nama Dining Experiences.(Citilink Indonesia)
“Dining Experiences merupakan salah satu bentuk komitmen Citilink Indonesia untuk terus melakukan pengembangan layannnya demi kenyamanan penumpang,” ujar Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto.
Dia mengatakan, adanya layanan tersebut menjadi salah satu program ancillary revenue Citilink dimana penumpang akan mendapat pengalaman terbang mengesankan dengan layanan khusus di seluruh fase mulai dari pre-, in- hingga post- flight.
Dalam hal ini, Benny menjelaskan bahwa Dining Experiences memiliki konsep Create Your Own Tray, yang mana sebelum penerbangan penumpang bisa mengkreasikan sendiri hidangan yang akan mereka nikmat. Pilihannya terdiri atas hidangan pembuka, makanan utama, penutup, miniman pelengkap seperti tehh, kopi atau jus.
Selain itu juga akan ada coklat praline yang hadir sebagai hidangan pemanis serta kartu ucapan yang diberikan oleh manajemen. Layanan Dining Experiences ini akan bisa dipesan mulai 8 Agustus 2019 melalui website Citilink dan sekarang baru tersedia untuk lima penumpang per peerbangan yang berangkat dari Jakarta (Cengkareng), Surabaya dan Denpasar.
Kehadiran layanan baru tersebut khusus untuk penerbangan dengan durasi diatas 100 menit dan bisa dipesan paling lambat 48 jam sebelum keberangkatan baik dari website maupun aplikasi. Benny menambahkan, tak hanya satu set hidangan sesuai pilihan, penumpang juga akan merasakan fasilitas tambahan lainnya seperti lounge gratis, prioritas dalam boarding, millage, kursi favorit dan asuransi Super Shield serta Flight Plus.
Bahkan, penumpang akan mendapatkan fasilitas airport assistance dimana penumpang akan didampingi secara personal oleh petugas dari mulai tiba di bandara asal hingga tiba di bandara tujuan.
Baca juga: Mulai 15 Agustus, Ada Revitalisasi di Bandara Soekarno-Hatta, Citilink Rute Domestik Pindah Ke Terminal 2
“Dengan fasilitas yang ditawarkan, layanan ini sangat cocok bagi penumpang dengan waktu bepergian yang padat seperti perjalanan bisnis ataupun penumpang yang menginginkan layanan khusus pada penerbangan LCC,” tutup Benny.
Sebagai salah satu tulang punggung transportasi di kota-kota besar, sudah selayaknya apabila kereta komuter lokal selalu dipadati oleh penumpang – terutama di jam-jam sibuk. Ketika pagi hari, rasa kantuk yang masih menggelayuti mata agaknya enggan berpaling dari empuknya kasur di rumah. Pun ketika jam pulang kerja menjelang, rasa lelah setelah seharian bekerja seolah sangat setia menemani hingga tubuh menyentuh kasur kembali. Maka tak heran, jika di dalam kereta banyak ditemukan penumpang-penumpang yang ketiduran atau memang sengaja tidur untuk memulihkan kondisi fisik.
Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang
Namun jika diperhatikan lebih jauh lagi, gaya tidur dari setiap penumpang ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Mulai dari menutupi mulut dengan menggunakan masker, hingga bersandar ke penumpang yang ada di sebelahnya. Hhmmm, kira-kira apa saja ya gaya tidur dari para penumpang kereta ini? Berikut KabarPenumpang.com sarikan sejumlah gaya unik penumpang saat tidur di kereta, dirangkum dari berbagai laman sumber.
Sebagai pembuka, foto-foto ini tidak hanya diambil dari Commuter Line Jabodetabek saja, ya!
Ditutupi RambutSumber: brilio
Wah, kalau mbak-nya ini sih bukan cuma tidur di kereta saja, tapi sambil menakut-nakuti penumpang lainnya ya! Hihihi
Pakai MaskerSumber: brilioIni merupakan gaya paling old school yang dapat Anda temui di kereta. Tapi, kenapa mas-nya memilih model masker seperti mulut sedang tersenyum ya?
Tidur Gaya Maling KecidukSumber: brilio
Yang Anda lihat di foto ini bukanlah copet yang ketangkap basah tengah beraksi, melainkan seorang penumpang yang tengah merajut mimpi. Mungkin penumpang ini tidak suka tidur dalam kondisi yang terang benderang, makanya ditutupi dengan sarung!
Ditutupi JaketSumber: brilio
Sama seperti gambar di atas, mungkin penumpang ini tidak suka tidur dalam kondisi ruangan yang terang.
Tidur Berdiri!Sumber: twitter
Wah, kalau bisa tidur sambil berdiri seperti penumpang ini sih artinya ia sudah kelelahan sekali ya!
Baca Juga: Tak Dapat Kursi Tidur, Penumpang ini Justru Beli Enam Tiket untuk Tiga OrangBersandar ke Penumpang Lainsumber: istimewa
Saking lelahnya, terkadang penumpang yang tidur di kereta tidak lagi memperhatikan kondisi di sekitarnya. Sama seperti penumpang yang satu ini! Duh mas, kan kasian penumpang yang disebelahnya itu.
Buku yang Ampuh!Sumber: tribun
Gambar ini diambil dari komuter di luar negeri, dimana ada seorang penumpang wanita tertidur ketika tengah membaca buku “How To Sleep Well”. Wah, ampuh sekali ya bukunya!
Mungkin agak jarang dari kita melihat mobil limosin di jalanan-jalanan Ibukota – tidak seperti rentetan mobil sport berharga miliaran yang sering mencuri perhatian pengguna jalan. Namun di luar sana, mobil limosin kerap dan masih menjadi simbol kekayaan seseorang. Agaknya, limosin tetap dilengkapi dengan empat pintu seperti mobil sedan kebanyakan, namun apa jadinya jika limosin yang Anda jumpai memiliki enam pintu? Wah, seperti apa ya bentuknya?
Baca Juga: Volvo B8RLE, Bus Low-Deck yang Tawarkan Optimalisasi Biaya Operasional
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman motor1.com (31/7), salah satu channel Youtube, walkoARTvideos mengunggah video limosin keluaran produsen otomotif asal Swedia, Volvo yang memiliki enam pintu. Mobil tersebut tampak tengah jalan di salah satu jalanan di Inggris. Kendati durasi videonya sangat pendek – sekitar 14 detik saja, namun tampak begitu jelas bahwa mobil panjang tersebut memiliki enam pintu.
Susunan dari pintu ini juga selayaknya mobil pada umumnya – membuka ke arah depan. Dengan kaca film yang tidak terlalu pekat, tampak susunan bangku yang ada di dalamnya juga seperti mobil pada umumnya – ada tiga baris bangku yang semuanya menghadap ke arah depan. Tidak seperti limosin-limosin yang ada di layar kaca, dimana hanya terdiri dari empat pintu dan bangku bagian tengah menghadap ke arah belakang.
Sumber: motor1.com
Namun ini bukanlah yang pertama kalinya mobil limosin enam pintu tertangkap lensa kamera. Kembali ke tahun 2015 kemarin, dimana penampakan mobil yang hampir serupa dengan yang ada di Inggris ini tampak sedang ‘nangkring’ di atas truk derek.
Baca Juga: Volvo Rilis Dua Model Bus Terbaru Untuk Wisata dan Perjalanan Jarak Jauh
Setelah ditelusuri, ternyata limosin semacam ini merupakan keluaran tahun 2015 dari pabrik Nilsson Special Vehicle – perusahaan yang terkenal mengubah produk Volvo menjadi berbagai kendaraan khusus seperti ambulans, limosin, hingga model lainnya.
Bagi sebagian orang, pendaratan pesawat merupakan satu momen yang bisa meningkatkan detak jantung secara signifikan. Hantaman yang keras antara roda pesawat dan landas pacu bakal membuat penumpang tersentak dan ini merupakan awal dari pikiran buruk yang biasanya menghantui pikiran setiap penumpang – mulai dari pesawat tergelincir, penopang roda yang patah, dan kejadian menyeramkan lainnya. Namun di sini kami tidak akan membahas mengenai hal menakutkan tersebut, melainkan tentang penopang roda yang ada di pesawat.
Baca Juga: Selain Mesin, Yuk Kenali Arti Suara-Suara di Dalam Kabin Pesawat
Ketika telah meninggalkan landasan, roda pesawat akan ditekuk masuk ke dalam badan pesawat – pun ketika pesawat hendak mendarat, maka roda akan kembali dikeluarkan. Nah khusus untuk proses landing, peranan suspensi pada penopang roda ini menjadi sangat penting karena proses landing memberikan gaya dorong ke bawah yang sangat besar (karena beban dari pesawat ditambah penumpang dan kargo).
Itu baru dari pesawat komesial, lalu apa jadinya dengan jenis pesawat lain? Berikut KabarPenumpang.com sarikan empat jenis sistem penopang (landing gear) yang terkenal di sektor aviasi global, dikutip dari laman boldmethod.com.
Rigid StrutsRigid struts. Sumber: boldmethod.com
Bisa dibilang, rigid struts merupakan penopang paling mendasar yang ada di sektor aviasi global, karena umumnya, penopang roda semacam ini terpasang pada jenis-jenis pesawat kuno. Sistem penopang ini belum menggunakan suspensi, atau dengan kata lain, pendaratan yang kasar dan keras akan selalu mewarnai akhir penerbangan.
Touchdown (roda pesawat pertama kali menyentuh daratan) yang keras akan menghasilkan daya kejut yang keras pula. Absennya sistem suspensi pada penopang jenis ini akan mengakibatkan penumpang dan pilot merasakan hentakan yang keras juga.
Spring Steel StrutsSpring steel struts. Sumber: boldmethod.com
Penopang roda semacam ini biasanya ditemui di pesawat-pesawat berukuran kecil, seperti Cessna. Penopang pegas baja tergolong sederhana secara mekanis, tidak membutuhkan banyak perawatan, dan biasanya ringan. Ketika sistem pegas atau suspensi sudah tersematkan, maka pendaratan pun tidak akan sekeras rigid struts.
Bungee CordsBungee cord. Sumber: boldmethod.comTidak seperti dua penopang di atas, bungee cords agak jarang ditemui di pesawat. Salah satu pesawat yang menggunakan sistem penopang ini adalah Piper Cub. Sistem penopang ini hanyalah berupa kabel elastis yang terlilit di antara roda pesawat dan badan pesawat – dimana penggunaan sistem penopang ini ditujukan untuk mencegah beban pantul yang dihasilkan oleh pesawat ketika landing tidaklah terlalu besar.
Baca Juga: Lima Poin Ini Jadi Kunci Keselamatan Saat Pesawat Alami Crash LandingShock StrutsShock struts. Sumber: Boldmethod
Yang terakhir merupakan penopang roda yang paling banyak ditemukan di pesawat terbang komersial. Dengan menggunakan nitrogen dan cairan hidrolik, sistem pegas yang ‘tersaji’ pada shock struts akan mampu meminimalisir daya kejut ketika pesawat mendarat secara signifikan – setidaknya jauh lebih halus dari tiga varian di atas.
Daya kejut yang dihasilkan ketika pesawat touchdown akan senantiasa tereduksi dengan hadirnya dua silinder yang akan meminimalisir daya kejut.
Jadi, sekarang sudah paham kan jenis-jenis penopang roda yang ada di pesawat?
Oshima Shipbuilding merupakan sebuah perusahaan yang bermarkas di Nagasaki yang terkenal karena jajaran kapal ferry pengangkut curahnya. Perusahaan ini dikabarkan telah mengirim kapal pertama di Jepang yang hanya menggunakan daya baterai. Kapal yang diberi nama e-Oshima ini tidak hanya menggunakan baterai sebagai pembangkit listik untuk menggerakkan kapal tersebut, melainkan juga untuk keperluan komunikasi, navigasi, dan perangkat nirkabel lainnya.
Baca Juga: HYBRIDShip Bangun Kapal Ferry Tanpa Emisi
Tidak hanya itu, baterai yang ada di e-Oshima ini juga digunakan untuk peralatan penerangan, sistem pendingin ruangan, dan perangkat lain yang digunakan ketika berlayar. Sistem propulsi yang ada di e-Oshima ini menggunakan baterai Lithium ion (Li-on) berkapasitas besar dari GS Yuasa. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman splash247.com (7/8), baterai kapal ferry ini sendiri dapat terisi penuh hanya dalam waktu dua setengah jam saja.
Adapun kapal ferry yang memiliki panjang 35 meter ini mampu menampung hingga 50 orang, empat mobil penumpang, dan satu unit bus berukuran besar dalam sekali ‘tarikan’.
Jika Anda mengira teknologi otonom hanya tersemat pada moda darat dan udara saja, maka Anda salah besar – karena pasalnya, e-Oshima juga sudah menggunakan teknologi otonom yang memungkinkannya untuk melakukan operasi sendiri.
Baterai lithium-ion GS Yuasa telah dipasang di berbagai proyek profil tinggi termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Boeing 787 Dreamliner.
Penggunaan baterai ini juga telah membuktikan bahwa Oshima Shipbuilding berperan serta dalam pelestarian lingkungan yang belakangan ini tengah digalakkan. Kondisi polusi yang semakin parah dewasa ini memang memaksa sejumlah pihak – terutama mereka yang ‘bermain’ di sektor transportasi untuk memutar otak memerangi polusi tanpa harus merugikan perusahaan.
Baca Juga: “The Ampere,” Kapal Ferry Bertenaga Listrik Pertama di Dunia!
Namun e-Oshima ini bukanlah kapal ferry pertama yang menggunakan tenaga listrik. Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan the Ampere, kapal ferry bertenaga listrik perdana di dunia hasil rakitan Norwegian Shipyard Fjellstrand, yang juga bekerja sama dengan Siemens dan Norled.
Menurut Norled, sang operator, kapal ferry ini benar-benar bisa memangkas emisi hingga sebesar 95 persen! Keren, bukan?
Jika semua moda sudah ‘diinjeksi’ oleh tenaga listrik, mungkinkah di masa yang akan datang kita semua akan meninggalkan bahan bakar tenaga fosil dan beralih menggunakan listrik?
Selain Indonesia yang tengah gandrung dengan bus listrik asal Cina, di negara yang lokasinya lebih jauh, yaitu Chili, bus listrik lansiran Cina juga mulai merambah sejak Desember 2018. Menawarkan dapat mengurangi polusi udara, suara (kebisingan) dan efisiensi, menjadikan tren bus listrik mulai menjadi pilihan angkutan di perkotaan besar.
Baca juga: Operasional Bus Listrik di Jakarta Masih Menanti Regulasi
Sebanyak 203 armada bus buatan Cina ini hadir di Chili. Menteri Transportasi dan Komunikasi Chili, Gloria Hutt mengatakan, masukknya bus listrik buatan Cina dalam transportasi di ibukota Santiago sangatlah positif dalam banyak hal.
“Yang paling penting bagi kami adalah evaluasi terhadap para penumpang, yang sangat bagus. Tecatat bahwa para penumpang memberi bus Cina rata-rata peringkat 6,3 pada skala 1-7, yang melampaui kereta bawah tanah Santiago, mantan ibu kota terbaik sistem angkutan massal yang berorientasi,” kata Gloria yang dikutip KabarPenumpang.com dari xinhuanet.com (5/8/2019).
Armada bus listrik ini berwaran merah putih yang 100 persen berbahan bakar listrik dengan dilengkapi AC, WiFi dan port USB. Gloria mengatakan, penumpang bus benar-benar menjaga dan merawat karena merasakan perjalanan yang lebih baik.
Gloria mencatat, bus listrik ini mengurangi goresan dan coretan yang biasa di lakukan penumpang ketika di dalam bus. Menurutnya memasukkan bus listrik ke dalam moda transportasi Santiago menandai transformasi yang sangat radikal dalam kualitas sistem angkutan massal ibukota.
“Biaya operasi armada secara signifikan lebih rendah daripada yang didukung oleh bahan bakar konvensional, yang diharapkan dapat memacu operator bus lain untuk beralih ke kendaraan listrik.
Setiap bus dapat menempuh jarak 260 km dengan muatan penuh selama tiga jam, yang cukup untuk operasi sehari penuh. Untuk mengakomodasi kapasitas pengisian armada, kota ini memperbarui terminal bus dengan fitur teknologi yang lebih tinggi seperti stasiun pengisian yang lebih baik.
Gloria mengatakan sebuah koridor di Santiago telah mulai memasang stasiun pengisian ini dan berencana untuk menginstal koridor serupa di masing-masing ibukota regional Chili. Diketahui 183 bus Tiongkok lainnya akan mulai beroperasi pada bulan Oktober, dan kementerian sedang dalam pembicaraan untuk membeli 60 bus lagi.
Baca juga: Adopsi Bus Listrik, Antara Harapan dan Tantangan yang Menghadang
Langkah-langkah tersebut adalah bagian dari Metropolitan Mobility Network yang berwawasan ke depan kota, yang terdiri dari bus elektronik, kereta bawah tanah, kereta api pinggiran kota dan skema berbagi sepeda. Sektor swasta di Cina dan Chili semakin tertarik pada mobilitas listrik di Chili, yang oleh Hutt disebut sebagai “keuntungan” bagi pemerintah. Semakin banyak merek baru yang datang, sehingga kami memiliki jangkauan pasokan yang lebih besar.