Tepat hari Kamis ini (8/8) dilakukan perayaan ASEAN Day ke 52 di Kantor Sekretariat ASEAN yang diwarnai agenda peresmian gedung baru Sekretariat ASEAN oleh Presiden Joko Widodo pada pukul 08.00 WIB pagi tadi yang dilanjutkan dengan acara exhibition di Heritage Building mulai pukul 12.00 – 16.00 WIB, dimana MRT Jakarta ikut berpartisipasi dalam exhibition tersebut.
Baca juga: Resmi Ganti Nama dari Sisingamangaraja Menjadi ASEAN, Stasiun MRT Ini Juga Terintegrasi Halte TransJakarta
Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ASEAN ke-52 tersebut, MRT Jakarta bekerja sama dengan Bank DKI dan Bank BCA meluncurkan kartu uang elektronik co-branding dengan menampilkan logo MRT Jakarta dan ASEAN. Tersedia 1000 kartu Jakcard dan 200 kartu Flazz yang dibagikan secara gratis kepada tamu undangan ASEAN Day dan diharapkan tamu undangan yang mendapatkan kartu tersebut bisa langsung menggunakannya untuk mencoba MRT Jakarta saat perjalanan pulang dari perhelatan acara.
Selain itu, untuk menghibur masyarakat yang menggunakan MRT Jakarta, pada sore hari ini mulai pukul 17.00 akan ditampilkan pertunjukan tarian dari 10 Negara ASEAN dan hiburan musik yang bertempat di lantai beranda peron Stasiun MRT ASEAN. Bagi masyarakat yang hadir di acara sore hari nanti, akan berkesempatan mendapatkan kartu uang elektronik edisi khusus co-branding MRT Jakarta dan ASEAN, kerjasama dengan Bank DKI dan Bank BCA.
Salah satu stasiun MRT Jakarta yang terletak di depan Gedung Sekretariat ASEAN, diberi nama khusus Stasiun ASEAN. Lokasi Stasiun MRT ASEAN dalam hal ini sangat strategis berdampingan dengan kantor pusat perhimpunan antarbangsa yaitu Gedung Baru Sekretariat ASEAN. Alasan dari penamaan tersebut, seperti halnya disampaikan oleh Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan ketika peresmian stasiun MRT ASEAN tanggal 10 April 2019 lalu bahwa “Jakarta bukan hanya ibu kota Indonesia, namun juga ibu kota ASEAN”.
Lepas dari Malaysia dan resmi menjadi negara merdeka pada 9 Agustus 1965, merupakan momen yang selalu dikenang oleh warga Singapura. Guna merayakannya, maka setiap 9 Agustus selalu digelar National Day Parade (NDP). Tidak hanya pawai dan atrarkasi besar-besaran, NDP terkenal dengan suguhan kembang api yang spektakuler di kawasan Marina Bay, belum lagi suguhan parade alat-alat perang milik militer Singapura di darat dan udara. Tak heran awal Agustus menjadi saat yang paling pas untuk datang ke Singapura. Menyambut momen besar tersebut, MRT Singapura (SMRT) bakal menampilkan tema khusus pada interiornya.
Baca juga: Pindai Kartu EZ-Link, Anda Bisa Dapatkan Peta Virtual MRT Singapura
Dikutip KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (10/7), pihak Land Transport Authority (LTA) menyebut tema khusus pada MRT akan dihadirkan untuk merayakan 54 tahun kemerdekaan Singapura.
Persisnya tidak semua armada MRT yang dipasangi tema tersebut, melainkan ada empat rangkaian pada rute North-South, East-West, North East, Circle dan Downtown lines yang akan diberi dekorasi dengan ikon “red and white stars.” Desain yang ditampilkan mencerminkan tema NDP tahun ini yaitu “Our Singapore.”
Selain itu SMRT akan menampilkan poster dan spanduk tentang warga Singapura yang terkenal, seperti perenang Ang Peng Siong dan Joseph Schooling. LTA mengatakan dalam sebuah posting Facebook bahwa pada Parade Hari Nasional mereka akan bekerja sama dengan operator transportasi umum Singapura – SBS Transit dan SMRT – untuk meluncurkan kereta bertema NDP.” Selain itu, pada peron di Stasiun MRT Paya Lebar dan jalur transfernya juga telah didekorasi dengan tema yang sama. Tema NDP sendiri akan berakhir pada 18 Agustus 2019.
Baca juga:Cuma Squat 20 Kali, Penumpang Bisa Naik MRT Singapura Gratis
Nah, itu Singapura, lantas bagaimana dengan Indonesia yang juga tengah bersiap merayakan kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang, apakah akan ada sentuhan tema khusus di KRL atau MRT Jakarta?
Gerakan go-green dengan mengerem penggunaan plastik sekali pakai di dunia belakangan ini sudah mulai digalakkan. Tidak hanya di Indonesia saja, di luar negeri pun tengah gencar menyuarakan kampanye yang bertujuan untuk melindungi lingkungan ini. Sebut saja di Bandara Internasional San Francisco yang mulai memberlakukan aturan larangan penggunaan botol plastik sekali pakai yang akan efektif tertanggal 20 Agustus mendatang.
Baca Juga: Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman airport-technology.com (6/8), larangan ini diberlakukan pada semua botol air plastik sekali pakai yang ada di semua restoran, kafe, maupun mesin penjual otomatis yang ada di bandara berkode SFO tersebut. Sebagai gantinya, pengunjung akan dihimbau untuk membawa botol minumnya sendiri selama bepergian.
Tidak asal mengeluarkan regulasi begitu saja, pihak bandara SFO juga telah menyediakan lebih dari 100 stasiun pengisian air minum gratis di sejumlah titik di bandara.
“Dihimbau kepada seluruh pengguna bandara, baik vendor, penumpang, maupun bagian lain untuk tidak menggunakan, menyediakan, atau menjual minuman dalam botol plastik sekali pakai,” tulis pihak bandara dalam sebuah pernyataan.
“Sebagai gantinya, kami sudah menyediakan stasiun pengirian air minum gratis dan menjual botol-botol minuman yang dapat dipakai berkali-kali,” tambahnya.
Kendati menggunakan botol minuman yang dapat digunakan berkali-kali, itu tidak akan mengubah atau mengurangi cita rasa dari minuman yang Anda bawa – terkecuali Anda tidak pernah mencucinya hingga mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Walhasil, upaya bandara SFO untuk mengurangi limbah plastik ini disambut baik oleh berbagai kalangan – mulai dari pelancong yang perduli terhadap lingkungan hingga kelompok pemerhati lingkungan, Travel Without Plastic.
“Kami sangat menyambut baik niat dari bandara SFO yang mulai mengeliminasi penggunaan dari botol plastik sekali pakai,” ujar pihak Travel Without Plastic.
Baca Juga: Wujudkan Bandara Ramah Lingkungan, Bandara Dubai Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Sebelumnya, Bandara Internasional Dubai (DXB) telah terlebih dahulu menyuarakan kampanye ramah lingkungan ini. Bandara DXB berencana untuk melarang setiap orang untuk menggunakan sedotan plastik di kawasan bandara dan menggantinya dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Tidak hanya sedotan, pihak bandara DXB juga telah melarang penggunaan dari kantong plastik hingga kertas yang menjadi salah satu penyebab utama dari pencemaran lingkungan.
Jaringan perkeretaapian yang berada di Cina bagian selatan mulai mengeluarkan aturan yang melarang penjualan dari makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri. Hal ini dikarenakan penyajian makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri dikhawatirkan dapat memicu alarm pendeteksi asap. Peraturan keselamatan kereta api wilayah otonom Guangxi Zhuang akan mulai melarang penyajian makanan semacam ini terhitung sejak Oktober 2019 mendatang.
Baca Juga: Lapar di Kereta Api? Jangan Lupakan Nomer SMS/WhatsApp Ini
Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman scmp.com (5/8), penerapan peraturan semacam ini juga akan menjadikan wilayah Guangxi Zhuang sebagai wilayah pertama di Cina yang melarang peredaran produk secara khusus. Makanan yang dimaksud di sini adalah sebuah paket makanan mengandung bubuk kapur yang bisa dipanaskan sendiri. Cukup menambahkan air ke dalam makanan tersebut dan memanaskannya selama tiga menit, maka makanan instan tersebut siap untuk disajikan kepada penumpang.
Tidak tanggung-tanggung, bagi mereka yang kedapatan melanggar peraturan ini, maka mereka harus siap untuk merogoh kocek mulai dari US$70 hingga US$290 sebagai sanksinya.
Sementara itu menurut salah satu petugas kereta yang enggan membongkar identitasnya mengatakan bahwa peraturan ini hanya berlaku bagi setiap penumpang yang beraangkat dari Guangxi saja.
Sebelumnya, Provinsi Fujian dan Sichuan telah terlebih dahulu menerbitkan peraturan yang melarang setiap pengguna kereta api (termasuk petugas dan penumpang) untuk membawa barang yang dapat memicu sensor pendeteksi asap selama perjalanan – namun tidak dengan makanan siap saji yang bisa dipanaskan sendiri sebagaimana di Guangxi.
Baca Juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta
Lain cerita dengan yang ada di Tanah Air, di mana penumpang masih bisa dengan bebas memesan makanan siap saji yang bisa dipanaskan semacam ini. Namun jika diperhatikan, revolusi yang terjadi di perkeretaapian Indonesia telah mengakibatkan hilangnya fasilitas makanan gratis yang terdapat pada kereta-kereta jarak jauh – sebut saja rute Bandung-Surabaya.
Sekira tahun 1900-an hingga 2000-an, penumpang Kereta Argo Wilis maupun Turangga masih mendapatkan fasilitas makanan ini sebanyak dua kali dalam sekali perjalanan. Namun kini, fasilitas tersebut sudah hilang bak ditelan bumi.
Apakah ada dari Anda yang merindukan momen-momen dimana Anda mendapatkan makanan gratis dari PT KAI?
Setelah bisa mengurangi waktu perjalanan 29 jam menjadi sekitar 13 jam, pada dekaede 30-an atau masa pra kemerdekaan, kereta api di Pulau Jawa telah menggunakan lokomotif Mallet. Lokomotif Mallet adalah lokomotif uap dengan dua bogie yang berdekatan satu sama lain, salah satu ciri lokomotif ini mempunyai tenaga besar untuk melintasi jalur yang dianggap berat. Seperti di daerah Bandung digunakan Mallet dengan konfigurasi 2-8 + 8-0 yakni dengan dua set roda delapan kopling yang independen.
Baca juga:[Bagian 1] Jalur Kereta Jawa Pra Kemerdekaan – Hanya Beroperasi Sampai Pukul 6 Sore
Selain itu juga sepasang roda idle di ujung cerobong yang mana lokomotif ini memiliki cerobong ganda dan mutakhir dalam peralatan mereka. Lokomotif ini dibuat di Amerika dan Belanda serta mampu menarik kereta barang seberat 1500 ton.
Sedangkan jalur Padalarang sendiri mengikuti rute utama lainnya yang menembuh jalur memutar dari Batavia melalui Buitenzorg (Bogor). Pada lereng curam antara Bogor dan Bandung menggunakan lokomotif Mallet tipe 2-6 + 6-0.
Seperti yang dirangkum KabarPenumpang.com dari mikes.railhistory.railfan.net, saat menuju ke arah timur dan berangkat dari Bandung, maka kereta-kereta penghubung dijalankan. Kemudian sebagai pengganti layanan jalur utama yang asli untuk terhubung dengan kereta ekspres Batavia-Surabaya ada di Kroya.
Stasiun Cibatu pada masa laluBaca juga: Stasiun Cibatu, Nuansa Vintage Yang Tak Lekang Ditelan Zaman
Pada rute Bandung menuju Cicalengka yang dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS), digunakan lokomotif tangki 4-6-4 digunakan untuk menarik kereta ekspres, sedangkan lokomotif Mallet megambil alih muatan menuju ke Banjar. Rute ini melalui pegunungan yang curam, berkelok-keluk dengan kurva yang tajam.
Dengan jalur seperti ini, beberapa lokomotif tangki unik yang memiliki tidak kurang dari enam as berpasangan pernah melaluinya, tetapi keausan rel pada kurva dengan alasan wheelbase berpasangan panjang membuatnya menjadi kompleks dan membuat lokomotif Mallet diganti sehingga keausan berkurang.
Pertengahan antara Bandung, Banjar adalah Cibatu yang mana ada kemiringan jalur di cabang yang menuju ke selatan arah Garut hingga Cikajang yang berada di ketinggian empat ribu kaki diatas permukaan laut.
Charlie Chaplin saat menyambangi stasiun Cibatu
Sedangkan antara Cibatu dan Banjar dengan jalur utama dari Bandung ke Surabaya memiliki jalur menurun 1900 kaki. Bandung berada di 2.332 kaki di atas permukaan laut. Selain kantor pusat administrasi kereta api ada juga sekolah pensinyalan bagi karyawan, sebagian karena peralatan pensinyalan jalur utama yang mutakhir membuat kecepatan tinggi kereta api di Jawa telah dimungkinkan.
Faktor kontribusi lainnya adalah keunggulan trek dan standar perawatannya yang tinggi; rel yang digunakan berbobot 81 pon ke halaman. Beban gandar lokomotif tidak diizinkan melebihi dari dua belas hingga lima belas ton per gandar, dan ini juga membantu menjelaskan popularitas lokomotif Mallet, yang menyebarkan gaya traktif lokomotif yang kuat ke sejumlah besar gandar.
Baca juga:[Bagian 2] Jalur Kereta Jawa Pra Kemerdekaan – Perjalanan Jadi Lebih Cepat Setelah Perang Dunia I Berakhir
Lokomotif mallet diciptakan oleh Anatole Mallet, seorang insinyur Swiss. Mallet merasa uap yang dikeluarkan dari kuk silinder (cylinder cocks) terbuang percuma, padahal uap tersebut masih panas dan dapat dimanfaatkan. Maka Mallet menciptakan lokomotif mallet yang intinya adalah menggunakan kembali uap yang seharusnya dikeluarkan dari kuk silinder untuk selanjutnya menggerakkan tabung silinder di depannya.
Ada yang menyebut bahwa makanan yang disajikan di pesawat tidak sehat, bahkan banyak penumpang yang memilih makan sebelum penerbangan untuk menghindari sajian di pesawat. Selain tidak sehat, makanan di pesawat tidaklah segar, lantaran sudah dibuat 12 jam bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan dengan cara dibekukan.
Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari
Sehingga nantinya makanan tersebut hanya akan dipanaskan di dalam pesawat dengan microwave. Tapi tahukah Anda bahwa tidak semua makanan dalam penerbangan itu dianggap buruk karena dipanaskan? Sebab dalam sejarahnya, memperlihatkan bila operator penerbangan melakukan yang terbaik untuk menghadirkan makanan mereka dengan standar setinggi mungkin. Hal ini karena maskapai melayani pelancong mewah dan masyarakat elit (karena penerbangan dianggap perjalanan mewah kala itu).
KabarPenumpang.com merangkum laman businesstravelerswife.com, penerbangan Handley-Page dari London ke Paris menjadi percobaan pertama makanan di pesawat. Tahun 1936 United Airlines mulai menghadirkan dapur yang dilengkapi peralatan untuk menyediakan makanan panas, hingga akhirnya maskapai lain mengikuti langkah tersebut.
Sebuah video menghadirkan anak-anak untuk mencicipi makanan di pesawat sejak tahun 1920 hingga 2016 dengan berbagai model tempat sajiannya. Para koki tahun 1940-an menghadirkan fillet mignon dan 1950-an saat kaviar (telur ikan) serta berbagai macam kue disajikan dianggap norma pada menu penerbangan.
Bisa dikatakan bahwa saat itu adalah masa keemasan perjalanan ketika pesawat dibangun dengan kabin luas dan ruang duduk serta makanan yang dimasak dalam oven selama lima menit. Mungkin Anda hampir tidak dapat membayangkan penumpang mana pun yang takut terbang dengan Pan Am dan maskapai lain yang beroperasi saat itu.
Menu nasi goreng dalam pesawat
Jadi apa yang terjadi antara sekarang dan kemudian yang membuat makanan maskapai penerbangan memiliki reputasi buruk? Di mana semuanya salah? Aksesibilitas tiket segera menjadi prioritas di atas kualitas makanan, yang menyebabkan ledakan dalam operator anggaran yang membebani penumpang dengan biaya yang lumayan untuk makanan dalam pesawat.
Pada tahun 1970-an, para peneliti juga menemukan bahwa fungsi dalam indera perasa penumpang terhambat, yang akan membuat hidangan menjadi hambar meskipun sudah dibumbui dengan baik. Sehingga, maskapai memilih semur asin atau kari pedas untuk menutupi kekurangan rasa, tetapi gagal karena para pelancong merespons makanan dengan buruk.
Makanan tradisional yang disajikan dalam kabin kelas satu Japan Airlines (Pinterest)
Selama beberapa dekade, orang-orang mengeluh, sementara lebih banyak perusahaan membatalkan makan gratis dan membayar terlalu mahal untuk makanan dan minuman. Itu hanya lima tahun yang lalu ketika mereka merekrut koki selebriti, seperti Heston Blumenthal dan Carlo Cracco untuk meningkatkan penawaran kuliner udara.
Anehnya, beberapa operator mempertahankan tingkat integritas yang sama dalam pengalaman kuliner mereka, bahkan dalam menghadapi serangan teroris 9/11 yang mendorong maskapai penerbangan untuk mengganti peralatan makan logam dengan yang plastik, dan menyajikan makanan ringan dasar seperti kacang dan soda. Kala itu, menu Qantas terdiri dari hidangan Prancis dan kemudian diperluas untuk memasukkan produk Australia dan pemasok internasional untuk menyediakan sampel masakan global untuk brosur mereka.
Baca juga: Porsi Makanan di Pesawat Tak Cukup? Jangan Khawatir, Bisa Nambah Asal Sopan
Tidak setiap maskapai sama buruknya dengan penerbangan tanpa embel-embel yang menganggap makanan sebagai prioritas terendah mereka. Tetapi dengan hub penumpang di seluruh dunia yang mendiversifikasi pilihan kuliner mereka, rasanya adil jika pesawat memberikan kualitas dan rasa yang sama pada menu mereka.
Bukan Cina namanya apabila tidak mengekor segala sesuatu yang tengah digandrungi oleh banyak pihak – sebut saja yang belakangan ini tengah ramai diperbincangkan adalah tentang produksi massal dari kereta yang mempu menembus kecepatan 400 km per jam di akhir tahun 2019 ini.
Baca Juga: 10 Fakta Seputar Kereta Cepat di Cina
Sebuah komite di Cina telah menyetujui desain untuk kereta berkecepatan tinggi yang bakal beroperasi pada kecepatan 400 km per jam, yang akan beroperasi sebelum 2022 untuk melayani Olimpiade Musim Dingin Beijing.
“Rute Beijing dengan Zhangjiakou, Provinsi Hebei Cina Utara, akan dioperasikan dengan menggunakan kereta pintar tersebut,” ujar salah seorang pejabat Cina, dikutip KabarPenumpang.com dari laman globaltimes.cn (6/8).
“Hadirnya kereta berkecepatan tinggi ini kelak akan menandakan tonggak sejarah baru, dimana kereta ini akan menjadi yang pertama yang bisa beroperasi di atas kecepatan 350km/jam,” ungkap Bayin Zhaolu, seorang pejabat senior di Provinsi Jilin, Cina Timur Laut.
Sebagaimana yang sudah menjadi rahasia umum, Cina selalu menggunakan produksian dalam negeri mereka untuk memberikan layanan kepada masyarakatnya. Tidak jauh berbeda dengan kasus kereta cepat ini, mereka juga menggunakan karya dalam negeri dari produsen kereta yang berbasis di Jilin. Dan untuk pertama kalinya, produsen kereta ini akan mengaplikasikan BeiDou Satellite Navigation System yang dipercaya akan memberikan impresi yang mengesankan – embel-embel ‘pintar’ yang tersemat dibalik nama kereta tersebut.
Tidak hanya produsen kereta cepat yang masih belum memiliki nama ini saja, pun dengan perusahaan-perusahaan di Jilin lainnya. Mereka juga tengah berusaha untuk mengembangkan kereta bawah tanah generasi baru yang menggunakan sistem operasi otonom.
“Kereta bawah tanah, yang terbuat dari serat karbon, dapat memeriksa, mengirim, mengemudi, menghentikan, membalikkan dan mencuci sendiri,” tutur Bayin.
“Nantinya, jendela di kereta cepat ini akan menggunakan teknologi touch screen, dimana penumpang bisa menonton televisi atau mengirim pesan melalui jendela ini,” tandasnya.
Baca Juga: Cina Canangkan Kereta Cepat Maglev dengan Kecepatan 800 Kilometer Per Jam!
Sebelumnya, pihak Cina juga telah terlebih dahulu menerbitkan ide untuk pembangunan kereta maglev yang akan menghubungkan Chengdu dan Chongqing. Ini akan menjadi kereta maglev kedua yang beroperasi di Negeri Tirai Bambu setelah yang pertama beroperasi antara Bandara Internasional Pudong Shanghai dan Stasiun Longyang Road.
Setelah pada pemberitaan sebelumnya disebutkan bahwa ada kemungkinan Boeing menghentikan produksi 737 MAX karena proses sertifikasi yang tak kunjung rampung, kini diberitakan bahwa raksasa aviasi asal Amerika Serikat ini telah menjalani lebih dari 500 kali uji penerbangan terhadap varian yang bermasalah ini. Guna membuktikan bahwa proses uji penerbangan ini berjalan lancar, CEO dari Boeing Dennis Muilenburg sampai-sampai ikut terbang di dalamnya. Wah, sampai segitunya ya Boeing ingin kembali menerbangkan 737 MAX.
Baca Juga: [Galeri] Sertifikasi Belum Rampung, Sejumlah 737 MAX ‘Numpuk’ di Boeing Field, Seattle
Ya, alih-alih melontarkan pernyataan negatif kepada pihak Boeing, agaknya ikut sertanya Dennis di dalam uji penerbangan 737 MAX pasca pembaruan piranti lunak ini ditujukan untuk mengambil kembali hati masyarakat yang kapok dan enggan mengudara dengan menggunakan varian 737 MAX di masa yang akan datang.
“Diharapkan (ikutnya saya di dalam uji penerbangan kembali 737 MAX) dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap varian ini,” tutur Dennis, dikutip KabarPenumpang.com dari laman cnbc.com (5/8).
“Kami paham bahwa selama beberapa bulan ke belakang, kepercayaan masyarakat terhadap kami mulai memudar. Kini kami tengah bekerja keras untuk bisa mengembalikan kepercayaan tersebut,” imbuhnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembaruan perangkat lunak di tubuh 737 MAX sudah dilakukan sehingga pengoperasiannya kelak bisa aman.
Boeing mengumumkan pada bulan Juli kemarin bahwa perusahaan telah menelan biaya hingga $4,9 miliar di kuartal kedua karena grounded massal dari varian 737 MAX tersebut. Perusahaan melaporkan kerugian kuartalan terburuk yang pernah ada, yaitu $ 2,9 miliar akhir bulan itu.
Baca Juga: Sertifikasi Tak Kunjung Keluar, Boeing Akan Hentikan Jalur Produksi 737 MAX
Terkait pembaruan perangkat lunak ini, Boeing telah menyerahkan proses sertifikasi kepada Federal Aviation Administration (FAA) dan mengharapkan agar varian ini bisa kembali mengudara pada kuartal keempat tahun 2019 ini. Namun jika melihat perkembangannya hingga saat ini, agaknya sedikit mustahil bagi Boeing untuk kembali menerbangkan 737 di akhir tahun 2019 – mengingat proses sertifikasi yang belum rampung.
Proses sertifikasi yang dinilai terlalu bertele-tele ini sampai-sampai membuat pihak Boeing geram dan mengeluarkan ultimatum yang mengancam untuk menghentikan semua proses produksi dari varian 737 MAX.
Garuda Indonesia mengabarkan telah berhasil menyelesaikan fase keberangkatan penerbangan Haji dengan menerbangkan sebanyak 110.247 jemaah calon Haji dengan ketepatan waktu (on time performance/OTP) sebesar 91,20 persen. Total jemaah 110.247 calon haji tersebut diterbangkan dari sembilan embarkasi yang terbagi dalam 284 kelompok terbang (kloter).
Baca juga: Convair 340, Pesawat Garuda Indonesia yang Terbangkan Jemaah Haji di Tahun 1956
Adapun jumlah jemaah dari sembilan embarkasi yang telah diterbangkan tersebut terdiri dari embarkasi Banjarmasin (6.112 jemaah), embarkasi Balikpapan (6.777 jemaah), embarkasi Banda Aceh (4.666 jemaah), embarkasi Jakarta (19.415 jemaah), embarkasi Lombok (4.947 jemaah), embarkasi Medan (8.525 jemaah), embarkasi Padang (6.999 jemaah), embarkasi Solo (34.697 jemaah) dan embarkasi Makassar (18.109 jemaah). Direktur Operasi Garuda Indonesia, Bambang Adisurya Angkasa dalam pesan tertulis mengatakan bahwa selesainya fase I penerbangan Haji 2019 tersebut ditandai dengan telah diberangkatkannya kloter 97 embarkasi Solo pada hari Senin (5/8) lalu.
“Dengan terlaksananya penerbangan terakhir dari Solo tersebut, maka tahap pertama musim haji tahun 2019/1440 ini, Garuda Indonesia telah menerbangkan total 110.247 calon jemaah haji dari rencana 111.017 jemaah, melalui sembilan embarkasi ke tanah suci dalam 284 kelompok terbang (kloter). Sebanyak 824 jemaah tidak dapat diberangkatkan umumnya akibat jamaah yang jatuh sakit serta hal lainnya”, tambah Bambang.
Pada tahun 2019 ini Garuda Indonesia menyiapkaan sebanyak 14 pesawat haji yang terdiri dari tiga pesawat B747-400, lima pesawat B777-300ER, dan enam pesawat A330-300/200. Adapun jumlah pesawat yang dioperasikan pada musim haji tahun 2019 tersebut menyesuaikan dengan trafik Jemaah haji pada tahun ini.
Penerbangan fase keberangkatan dimulai pada tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019. Gelombang 1 fase keberangkatan tersebut diberangkatkan menuju Madinah dari tanggal 7 Juli 2019 sampai dengan 19 Juli 2019. Sedangkan gelombang 2 fase keberangkatan diberangkatkan menuju Jeddah pada tanggal 20 Juli 2019 sampai dengan 5 Agustus 2019.
Baca juga: Hady Syahrean – Sukses Hantarkan Layanan Haji Garuda Indonesia
Sementara itu, fase kepulangan akan dimulai dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019. Gelombang 1 fase kepulangan tersebut akan diberangkatkan dari Jeddah dari tanggal 17 Agustus 2019 sampai dengan 29 September 2019. Sedangkan gelombang 2 fase kepulangan akan diberangkatkan dari Madinah pada tanggal 30 Agustus 2019 sampai dengan 15 September 2019.
Gemar melancong ke Singapura? Atau Anda merupakan salah satu fans berat dari maskapai Singapore Airlines? Agaknya Anda akan bahagia ketika mendengar kabar ini, dimana pihak maskapai telah mengumumkan peluncuran aplikasi mobile untuk sistem Android dan iOS versi terbaru pada Jumat (2/8) kemarin. Ketika Anda menggunakan aplikasi Singapore Airlines ini, Anda dapat memesan tiket penerbangan hingga check-in dengan sangat mudah dan cepat, sehingga bisa menghemat waktu hingga 60 persen.
Baca Juga: Singapore Airlines Luncurkan KrisLab, Laboratorium Ide Kreatif untuk Karyawan
Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, Senior Vice President Sales and Marketing Singapore Airlines, Campbell Wilson menyebutkan bahwa hadirnya aplikasi ini sebagai bentuk tanggapan dari munculnya beragam inovasi digital yang mampu meningkatkan pengalaman penumpang.
“Peluncuran aplikasi baru kami merupakan tindak lanjut dari berbagai inisiatif inovasi digital lainnya, seperti KrisPay, dompet digital loyalitas maskapai berbasis blockchain pertama di dunia, serta perancangan kembali situs web secara bertahap dan struktur yang mendasarinya,”
Tujuan dari Singapore Airlines dalam menghadirkan aplikasi ini disokong oleh tiga fitur baru yang siap memanjakan para penggunanya:
Capture and Discover
Fungsi pencarian baru ini menggunakan pengenalan gambar serta pemrosesan pembicaraan dan bahasa alamiah untuk mengetahui maksud dari pengguna. Kemudian mencocokkannya dengan destinasi Singapore Airlines dan menyajikan konten tujuan dan penawaran tarif yang tersedia.
Translation Assistant
Sebuah fitur yang menggunakan terjemahaan bahasa secara real-time melalui suara untuk membantu para wisatawan berkomunikasi dengan lebih baik saat mereka sedang berada di luar negeri. Sebagaimana aplikasi di luar sana yang menyajikan fungsi serupa, kini dapat Anda temukan di aplikasi milik Singapore Airlines ini.
Measure Your Baggage
Dari namanya saja, seharusnya Anda sudah bisa menebak fungsi dari fitur ini. Ya! Untuk membantu para penumpang mengetahui apakah ukuran tas mereka sudah sesuai dengan batasan bagasi kabin yang ditentukan.
Di antara banyak peningkatan pada fungsi yang ada, informasi real-time seperti detail gerbang keberangkatan, cuaca dan mata uang di negara tujuan, dan informasi sabuk bagasi telah ditambahkan ke dalam menu “My Trips”.
Baca Juga: Pramugari Singapore Airlines Tak Layani dengan Baik, Blogger Utarakan Kekecewaan
Bagaimana, cukup lengkap bukan aplikasi versi terbaru dari Singapore Airlines ini? Tapi Anda harus bersabar terlebih dahulu karena aplkasi ini masih dalam pengembangan dan rencananya baru akan dipasarkan untuk sistem Android pada Juli hingga September 2019 mendatang. Sedangkan untuk para pengguna sistem iOS, Anda dapat mengunduh fitur terbaru dari aplikasi ini pada September 2019 mendatang.