Jepang Dihujat Gegara Pesawat C-130 Hercules Hanya Evakuasi Satu Orang, Ekspektasinya 500 Orang

Jepang dihujat habis-habisan oleh dunia internasional. Penyebabnya, pesawat angkut berat C-130 Hercules mereka hanya mengevakuasi satu orang warganya dari Bandara Kabul, Afghanistan.

Baca juga: Beda Pemandangan Evakuasi Warga di C-17 Globemaster India dan Amerika dari Afghanistan

Padahal, Jepang berencana mengevakuasi 500 orang lebih, terdiri dari warga Jepang dan warga Afghanistan beserta keluarganya yang telah membantu kepentingan Jepang, baik di Kedutaan Besar Jepang maupun organisasi internasional bentukan Jepang.

Laporan The Kyodo News, pesawat Lockheed C-130 Hercules dari Air Self-Defence Force (ASDF) Jepang meninggalkan Bandara Kabul pada tanggal 27 Agustus lalu dengan satu orang penumpang yang diidentifikasi sebagai warga negara Jepang, Hiromi Yasui, 57 tahun.

Hiromi Yasui diketahui berada di Afghanistan untuk berbisnis dan juga kontributor atau jurnalis lepas untuk media lokal di Kabul. Insiden pesawat evakuasi ASDF Jepang yang hanya membawa satu orang penumpang, semakin mengingatkan betapa buruknya manajemen evakuasi Negeri Sakura.

Sehari sebelumnya, seperti dikutip dari surat kabar Asahi Shimbun, ASDF Jepang juga mengevakuasi 14 pejabat pemerintah Afghanistan yang telah digulingkan Taliban atas permintaan Amerika Serikat. Mereka dievakuasi ASDF Jepang dari Bandara Kabul ke Pakistan.

Jauh beberapa hari sebelumnya, Jepang juga pernah dikritik atas lamban dan buruknya manajemen evakuasi. Kritikan tersebut bukan datang dari dunia internasional, melainkan dari dalam negeri Jepang.

Usai Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan pada 15 Agustus, Kedutaan Besar Jepang di Kabul langsung ditutup dan para diplomat Jepang dievakuasi ke Dubai menggunakan pesawat militer Inggris.

Partai Demokrat Liberal yang berkuasa di Jepang pun mengkritik habis hal itu. Mereka mempersoalkan evakuasi menggunakan pesawat militer negara lain, bukan menggunakan pesawat militer sendiri.

Barulah setelah kritikan tersebut, Jepang, melalui, Kepala Sekretaris Kabinet Katsunobu Kato, berjanji akan mengirim tiga pesawat militer ASDF untuk mengevakuasi warganya dan sekutu mereka. Pemerintah pertama-tama akan mengirim satu pesawat angkut C-2 pada Senin (23/8) dan dua C-130 pada Selasa (24/8) ke Afghanistan untuk misi evakuasi.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan C-17 Globemaster Angkatan Udara Qatar Pakai Livery Qatar Airways

Ketika itu, tidak diungkap berapa jumlah pasti warga Jepang, sekutu, dan warga Afghanistan lainnya yang tak berhubungan langsung dengan Jepang, yang akan dievakuasi. Tetapi, disebutkan, jumlahnya 500 orang lebih.

Namun sayang, ketika waktunya tiba dan di saat pasukan militer dari negara lain, khususnya Amerika Serikat (AS) sebagai kekuatan penyeimbang untuk kestabilan di kawasan, bersiap pergi, Jepang malah mengevakuasi satu orang warganya alih-alih mengevakuasi 500 WN Jepang dan ratusan warga Afghanistan lainnya yang bekerja untuk Jepang.

Korea Selatan Lirik Fase 4 MRT Jakarta, Ternyata Dahulu Pernah MoU Terkait Sistem Operasi dan Pemeliharaan

MRT Jakarta saat ini tengah dalam proses pembangunan fase 2 yang akan dibangun dua tahap yakni fase 2A dan fase 2B dari Bundaran Hotel Indonesia menuju ke Kota dan dari Kota ke Ancol Barat letak depo kedua MRT nantinya. Meski fase 2 tengah proses pembangunan, tetapi MRT Jakarta juga mulai bergerak untuk fase 4 yang akan membentang dari Fatmawati menuju ke Taman Mini Indonesia Indah.

Baca juga: PPKM Level 3, Jumlah Penumpang Naik, MRT Jakarta Fase 2 CP203 Mulai Rekayasa Lalu Lintas

Direktur utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, untuk fase 4 ini pihaknya tengah dalam feasibility study. Dalam proses tersebut ada beberapa perusahaan yang sudah mulai tertarik salah satunya adalah pihak Korea Selatan.

“Kita terus mencari dan mengerjakan fase 4 dengan pendekatan. Untuk mitra dari Korea Selatannya sendiri kita belum bisa diskusi saat ini. Karena proses berjalan fase yang sedang persiapan,“ ujar William dalam forum jurnalis, Selasa (31/8/2021).

William menjelaskan proses feasibility study fase 4 dikoordinasi secara penuh oleh MRT Jakarta. Nantinya terkait hal itu, dikatakan William akan dilaksanakan pada tahun ini dan diperkirakan selesai tahun depan. Sehingga setelah itu MRT Jakarta akan menentukan proses selanjutnya seperti apa.

“Kami koordinasi dengan pemerintah baik pusat atau pemprov DKI Jakarta untuk dapat arahan atau persetujuan dari MRT fase 4 Fatmawati TMII,“ ungkapnya.

Fase 4 ini nilai untuk pembangunannya sekitar Rp28 triliun yang didapat dari hasil perhitungan oleh konsultan. Untuk diketahui, sebelum Korea Selatan melirik fase 4 ini, MRT Jakarta pada 2019 lalu pernah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Seoul Metro guna mengembangkan kapasitas operasi dan sistem pemeliharaan perekertaapian di kota besar.

MoU tersebut meliputi pengeksplorasian dalam pengembangan pengoperasian dan pengelolaan pusat kendali atau OCC, pengembangan kemampuan perawatan rolling stock dan depo, pengembangan pengetahuan atas kemampuan SAMBA (Smart Automatic Mechanical Big data Analysis-system) dan smart station, pengelolaan automatic fare collection (AFC) serta berbagai kegiatan knowledge sharing terkait lainnya.

Rencananya Nota Kesepahaman ini akan berlaku selama dua tahun ke depan. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, dan Chief Executive Officer Seoul Metro, Taeho Kim.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah kunjungan balasan sebagai tindak lanjut benchmarking PT MRT Jakarta pada Juni 2019 lalu di Korea Selatan, di mana kami melihat bahwa Seoul Metro sebagai salah satu operator kelas dunia yang mengelola delapan jaringan dengan 340 kilometer jalur, kami menganggap perlu mendapatkan pengetahuan dari keandalan operasional mereka, terutama terkait penggunaan teknologi data raksasa (big data) dalam aspek operasional stasiun dan menjalankan rangkaian kereta. Kami berharap kompetensi operasionalisasi MRT Jakarta dapat meningkat dengan baik melalui kerja sama ini,” ujar William Sabandar.

Baca juga: Pelajari Keunggulan Seoul Metro, MRT Jakarta Kembangkan Kapasitas Operasi dan Sistem Pemeliharaan

Seoul Metro dikenal sebagai peraih penghargaan Operational and Technological Excellence dari UITP (Union Internationale des Transports Publics) adalah the International Association of Public Transport untuk proyek “Introducing Observer Pattern-based system for failure prediction of railway facilities (SAMBA)”.






















8.015 Bohlam LED Maskapai Flyadeal Bertuliskan “Shukran” Sukses Pecahkan Rekor Dunia

Flyadeal berhasil memecahkan rekor dunia baru dalam kategori kata dari bola lampu LED terbesar di dunia. Itu terjadi usai 8.015 bohlam LED bertuliskan kata ‘Shukran’ dalam bahasa Arab, yang berarti ‘Terima kasih’ dalam bahasa Indonesia, bersinar di runway Bandara Thumamah di utara Riyadh, Arab Saudi.

Baca juga: Mengenal Flynas, Maskapai LCC Pertama dan Satu-satunya di Negeri Raja Salman

Dikutip dari laman guinnessworldrecords.com, bohlam LED berukuran 280 meter persegi itu proses pengerjaannya disebut membutuhkan waktu tiga hari. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan setinggi-tingginya terhadap para penumpang yang mencapai 10 juta orang baru-baru ini.

Bandara Thumamah, yang terletak 60 km sebelah utara kota Riyadh, sendiri bukan menjadi basis maskapai yang baru beroperasi empat tahun belakangan tersebut, tepatnya pada 23 September 2017. Momentum beroperasinya bandara tersebut juga bertepatan dengan perayaan Hari Nasional Kerajaan.

Momentum beroperasinya maskapai flyadeal yang bertepatan dengan Hari Nasional Kerajaan tentu tak mengherankan, mengingat maskapai LCC ini adalah anak perusahaan dari Saudia, yang merupakan maskapai nasional Arab Saudi.

Usai digunakan untuk memecahkan rekor kata dari bola lampu LED terbesar di dunia, ribuan bohlam tersebut kemudian disumbangkan ke Tarmeem, sebuah badan amal lokal Arab Saudi.

Oleh badan amal atau organisasi non profit tersebut, bohlam LED tadi digunakan untuk proyek restorasi rumah. Tak hanya itu, bohlam LED juga diberikan ke masjid-masjid di sekitar dan di luar Riyadh.

Flyadeal adalah salah satu maskapai yang menggunakan single type aircraft atau satu jenis pesawat saja, yaitu all Airbus, yaitu 11 Airbus A320-200 dan satu Airbus A320neo.

Single type operation sendiri sudah bukan barang baru, khususnya bagi maskapai LCC. Menerapkan atau mengoperasikan satu tipe pesawat tentu mempunyai banyak keunggulan.

Dengan menerapkan prinsip tersebut, biaya yang terkait dengan lisensi dan pelatihan awak pesawat, awak kabin, staf darat, teknisi perawatan pesawat serta staf operasi menjadi sangat minim. Selain itu, pengoperasian satu jenis pesawat juga membuat pengelolaan suku cadang maskapai menjadi lebih efisien.

Baca juga: Keren, Saudia Jadi Maskapai Terbesar Timur Tengah Berkat Penerbangan Umroh Indonesia

Berbeda dari maskapai induknya, Saudia, maskapai flyadeal lebih fokus pada jaringan domestik Arab Saudi. Meski negaranya tak seluas Cina, Amerika Serikat, Indonesia, dan lainnya, tetapi, status Arab Saudi sebagai destinasi utama umat Islam di seluruh dunia tentu membuatnya menjadi menarik.

Tak heran bila dalam tempo empat tahun, maskapai sudah berhasil mengangkut 10 juta penumpang sekalipun hanya bermain di wilayah domestik saja.

 

Enam Jenis Turbulensi Pesawat, Mana yang Paling Sering Terjadi?

Di benak banyak orang, turbulensi pesawat umumnya terjadi di tengah cuaca buruk, badai, dan sejenisnya. Faktanya, tidak selalu demikian. Di langit yang cerah sekalipun, turbulensi pesawat atau biasa juga disebut turbulensi udara kerap terjadi.

Baca juga: Jangan Lagi Takut Turbulensi, Teknologi ini Bisa Buat Pesawat Nyaris Terbang Mulus

Setidaknya, ada enam jenis turbulensi pesawat di dunia. Beberapa di antaranya mungkin pernah dirasakan penumpang, tetapi tidak sadar bahwa itu adalah bagian dari turbulensi pesawat. Agar lebih jelas, berikut daftar enam turbulensi udara atau turbulensi pesawat, sebagaimana dikutip dari Simple Flying.

1. Clear air turbulence (CAT)

Turbulensi adalah kondisi dimana perubahan kecepatan aliran udara menyebabkan guncangan pada tubuh pesawat, baik kecil maupun besar. Adapun turbulensi udara bersih atau CAT ini, oleh Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) didefinisikan sebagai turbulensi parah yang tiba-tiba terjadi di daerah tak berawan yang menyebabkan hentakan keras pada pesawat.

Lebih lanjut, FAA menyebut bahwa turbulensi CAT merupakan turbulensi yang paling sering terjadi di ketinggian. Turbulensi CAT disebabkan oleh gerakan angin yang tidak beraturan karena perbedaan densitas atau kerapatan udara.

Perbedaan densitas ini karena perbedaan sifat udara atau juga suhu udara yang sangat kontras. Saat pesawat melewati ruang yang densitasnya jauh lebih rendah, pesawat seolah kehilangan daya angkat hingga terhempas turun.

2. Turbulensi wind shear

Turbulensi wind shear adalah perubahan arah dan atau kecepatan angin secara mendadak pada arah mendatar ataupun juga vertikal. Perubahan arah dan kecepatan angin ini menyebabkan terbentuknya turbulensi.

3. Turbulensi termal atau konvektif

Turbulensi termal adalah turbulensi yang terjadi karena proses naiknya massa udara oleh sistem konvektif, seperti saat terbentuknya awan-awan konvektif. Karena proses ini, maka turbulensi termal disebut juga turbulensi konvektif.

Turbulensi termal ini dapat mencapai ketinggian 12 kilometer pada wilayah tropis seperti di negara kita dan 18 kilometer untuk wilayah pada lintang lebih tinggi.

Turbulensi termal dapat terbentuk dalam awan dan di luar awan, utamanya awan Cumulonimbus pada selitar dasar dan juga puncaknya.

4. Turbulensi vortex

Turbulensi vortex adalah turbulensi yang terjadi ketika sebuah pesawat terbang melintas di belakang pesawat lain. Jenis turbulensi ini pernah terjadi, sekalipun tidak begitu sering. Biasanya melibatkan pesawat yang lebih besar di depan, seperti Airbus A380 dan Boeing 747, dengan pesawat yang lebih kecial, seperti pesawat mesin tunggal atau pesawat lainnya.

Turbulensi ini disebabkan oleh wingtip pada pesawat yang menyebabkan vortex besar di belakang. Sehingga, apalagi pesawat lain yang lebih kecil melintas, tentu sisa vortex pesawat di depan akan mengguncang pesawat, bahkan berputar 360 derajat karenanya.

5. Turbulensi mekanik

Turbulensi mekanik adalah turbulensi yang terbentuk karena arus udara melewati hambatan-hambatan di permukaan bumi, seperti bangunan, pohon dan pegunungan. Gesekan udara terhadap adanya hambatan tersebut menghasilkan pusaran-pusaran udara.

Baca juga: Terdampak Turbulensi, Pramugari dengan Sepatu Hak Tinggi Alami Patah Tulang!

6. Turbulensi frontal

Turbulensi frontal adalah turbulensi yang terbentuk pada zona frontal, yaitu pertemuan dua massa udara dengan suhu yang berbeda. Massa udara dengan suhu yang dingin disebut front dingin dan yang hangat disebut front panas.

Karena front panas lebih ringan maka ia akan bergerak naik di atas front dingin. Gesekan udara yang naik ini kemudian membentuk pusaran udara yang merupakan turbulensi.

Selain enam jenis turbulensi pesawat, turbulensi juga dibedakan berdasarkan intensitasnya, yaitu ringan, sedang, berat, dan esktrem.

PPKM Level 3, Jumlah Penumpang Naik, MRT Jakarta Fase 2 CP203 Mulai Rekayasa Lalu Lintas

Setelah pemerintah menurunkan level PPKM dari level 4 menjadi level 3, penumpang MRT Jakarta meningkat cukup drastis yakni 142 persen. Di mana jumnlah tersebut naik dari 12 Agustus – 29 Agustus 2021 dengan total penumpang harian 7.061 orang.

Baca juga: Jumlah Penumpang Turun Drastis Selama PPKM, MRT Jakarta Genjot Pendapatan Non Fare Box

Hal ini dikakatakan oleh direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar saat forum jurnalis, Selasa (31/8/2021). Dia mengatakan, meski begitu pengembangan bisnis di masa pandemi ini dimaksimalkan dari pendapatan non farebox karena jumlah penumpang yang belum kembali normal seperti semula meski sudah ada peningkatan.

“Kita tidak bisa mengandalkan tiket saja. Salah satu terobosan kita tambah satu lagi mitra periklanan yakni PT Trimedia Imaji Rekso sebagai mitra strategis di pedestrian. Ini menggunakan cooling tower dan ventilasi di MRT Jakarta fase 1,“ ujarnya.

Selain itu, untuk Co-working space juga sudah bisa digunakan. Namun William menjelaskan, di masa pandemi ini masih digunakan untuk event dari MRT Jakarta dan belum di sebarkan untuk masyarakat.

“Di Co-working space BHI sudah jadi, koordinasi penggunaannya lihat situasi pandemi Covid. PPKM sudah turun level, kita tunggu arahan Dishub untuk melakukan pergerakan orang dan anytime bisa dibuka. Yang jelas kami buka untuk publik menunggu waktu yang tepat,“ ungkapnya.

Dia juga mengatakan, nantinya cara pemesanan untuk menggunakan Co-working space sendiri akan tertera di website maupun mobile app MRT Jakarta. Selain itu, direktur konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim menambahkan terkait proyek fase 2 CP203 yang mana saat ini tengah dilakukan rekayasa lalu lintas proyek.

CP203 dikatakan Silvia adalah pembangunan Stasiun Glodok dan Stasiun Kota. Di mana rekayasa lalu lintas untuk Stasiun Glodok dimulai 20 September – 31 Desember 2021, sedangkan Stasiun Kota 1 September – 30 Oktober 2021.

“Pada pengerjaan CP203, untuk Stasiun Glodok rekayasa lalu lintas akan mulai dan pengerjaan yang dilakukan MRT Jakarta adalah pembongkaran meidan jalan, relokasi pohon dan utilitas serta konstruksi halte sementara untuk TransJakarta,“ jelas Silvia.

Sedangkan untuk Stasiun kota ada dua tahap rekayasa lalu lintas yakni tahap 0 dan tahap 1. Di mana pada tahap 0, Silvia mengatakan akan melakukan pekerjaan dengan merelokasi utilitas dan drainase kota, pelebaran jalan, relokasi pos polisi sub sektor Glodok dan preconstruction survey.

Sedangkan tahap 1 akan dilakukan pembongkaran median, relokasi pohon dan ekskavasi arkeologi. Kadishub DKI Syafrin Liputo menambahkan, rekayasa lalu lintas CP203 pihaknya membantu untuk penertiban di Jalan Pancoran dan memindahkan parkir liar ke parkiran ex Glodok. Nantinya jugal Jalan Pinangsia 1 akan dibuat menjadi satu arah.

Selain itu ada pengurangan satu lajur reguler dan untuk TransJakarta tetap tidak ada perubahan. Sedangkan untuk jalur di Stasiun Glodok, ada pergeseran jalur TransJakarta dengan dua arah akan ada pengurangan satu jalur masing–masing sehingga menyisakan empat jalur kanan dan empat jalur kiri yang mana TransJakarta akan menyatu dengan jalur reguler.

Baca juga: PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional

“Kita lakukan sosialisasi secara masif. Jalan Pintu Besar selatan akan ada satu arah ke arah utara sehingga menampung pergerakan lalu lintas dari selatan ke utara agar tidak ada pemadatan lalu lintas selama rekayasa ini,“ ungkap Syafrin.






















Kisah Lockheed L-1049 Super Constellation, Pesawat Pembuka Jalan Penerbangan Nyaman

Selain Wright bersaudara, Howard Hughes juga diakui sebagai salah satu tokoh penerbangan di dunia. Lewat tangan dinginnya, pilot, pebisnis, dan juga perancang pesawat ini menghasilkan gebrakan dan karya-karya monumental, salah satunya Lockheed Super Constellation.

Baca juga: Mengenal Howard Hughes, Pilot, Pebisnis dan Perancang Pesawat yang Ubah Dunia Penerbangan

Ide untuk membuat program pesawat yang juga disebut Connie tersebut dimulai saat Hughes menjadi pemilik baru maskapai Trans World Airlines (TWA) pada tahun 1939.

Ketika itu, Hughes bertemu dengan tokoh-tokoh kunci Lockheed Corporation, seperti chief engineer Hall Hibbard, chief research engineer Kelly Johnson, dan presiden Robert Gross, dan menyampaikan ide-idenya tentang pesawat masa depan untuk kebutuhan TWA. Keempatnya sepakat untuk membuat atau mengembangkan pesawat Super Constellation.

Keputusan Hughes bisa dibilang cukup berani, mengingat ia sempat didesak oleh para pilot untuk membeli pesawat Boeing Stratoliner, pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia. Tujuannya, agar TWA bisa membawa penumpang terbang lebih tinggi untuk pengalaman terbang baru yang lebih mengesankan.

Mengingat pesawat Super Constellation adalah permintaan spesial darinya, Hughes meminta agar Lockheed tidak menjual pesawat itu ke maskapai lain sampai 35 unit pesawat diterima TWA.

Benar saja, bersama pesawat ini (usai diperkenalkan pada 1943 dan dioperasikan TWA sebagai maskapai komersial pertama dua tahun berselang), TWA perlahan mulai berkembang, seperti memulai layanan internasional terjadwal pada 5 Februari 1946 hingga memulai layanan kargo transatlantik terjadwal yang pertama pada 30 Oktober 1947.

Pesawat dengan empat mesin baling-baling Wright R-3350 ini disebut menjadi pembuka sejarah bagi penerbangan penumpang nyaman.

Pesawat Boeing Stratoliner boleh saja menjadi pesawat dengan kabin bertekanan pertama di dunia, tetapi, Super Constellation terbang lebih tinggi di atas cuaca buruk -lebih dari 12.500 kaki (3.810 m), pertama di dunia- sehingga pesawat terbang 90 persen lebih mulus dan 44 penumpang jadi jauh lebih nyaman.

Pesawat juga terbang lebih cepat mencapai 563 km per jam. Dengan begitu, maskapai bisa mengoperasikan penerbangan komersial nonstop pertama dari pantai ke pantai (dari timur ke barat atau sebaliknya).

Di dekade 60-an, seperti dikutip dari Simple Flying, Lockheed membeli model prototipe XC-69 Constellation dari Hughes Tool Company, melengkapi varian L-749 yang juga dibeli dari perusahaan itu. Tetapi, mereka memanjangkannya hingga 5,5 m untuk membentuk struktur pesawat L-1049 Super Constellation. Pesawat ini berhasil terbang perdana pada 14 Juli 1951.

Pesawat L-1049 Super Constellation akhirnya memasuki tahun layanan bersama Eastern Airlines pada 17 Desember 1951.

Secara keseluruhan, 579 dari jenis itu diproduksi antara tahun 1951 dan 1958. Maskapai penerbangan komersial menerbangkan 259 pesawat sementara militer mengoperasikan 320 unit.

Baca juga: Inilah Lockheed L-1011 TriStar, Pesawat yang Tak Laku Karena Terlalu Canggih

Berkat perpanjangan kabin, varian L-1049 Super Constellation bisa memuat penumpang antara 47 hingga 106 penumpang. Selama beberapa tahun, pesawat sempat merajai pasar.

Namun sayang, setelah kemunculan Boeing 707 dan Douglas DC-8 dengan mesin jetnya, Lockheed Super Constellation, termasuk varian L-1049 Super Constellation dan lainnya, harus berakhir. L-1049 Super Constellation melakukan penerbangan terakhir bersama Eastern Airlines, maskapai pertama yang mengoperasikannya, pada tahun 1993.

Amerika Serikat Pergi dari Afghanistan, Taliban Minta Turki Operasikan Bandara Kabul

Taliban disebut meminta Turki untuk mengelola Bandara Kabul usai rombongan militer Amerika Serikat (AS) terakhir meninggalkan Afghanistan. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Jumat lalu.

Baca juga: Penerbangan di Afghanistan Mulai Pulih, Ini Asal Kedatangan dan Negara Tujuan Utamanya

“Taliban meminta agar kami mengoperasikan Bandara Kabul. Kami belum membuat keputusan tentang masalah ini,” ujarnya seperti dilaporkan kantor berita Anadolu.

Sejak Taliban menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan pada 15 Agustus, AS bergerak cepat mengambil alih operasi bandara yang juga disebut sebagai Bandara Hamid Karzai itu. Di tangan AS, penerbangan sipil dibekukan untuk memberikan keleluasaan proses evakuasi menggunakan pesawat militer.

Pentagon mengatakan penerbangan terakhir telah berangkat pada Senin malam sebelum berganti hari. Semua personel militer AS berada di luar Afghanistan. Penerbangan terakhir pesawat militer tersebut juga sebagai penanda berakhirnya proses evakuasi AS terhadap warga dan loyalisnya dari kelompok Taliban.

Setelah kepergian AS, praktis operasional bandara juga ikut dilepas. Mengingat Taliban tak mampu mengoperasikan bandara, Turki sebagai sekutu terdekat pun diminta untuk menjadi suksesornya.

Erdogan sendiri tidak ingin gegabah menerima tawaran Taliban. Sebab, ancaman keamanan masih akan terjadi di luar dan di dalam Bandara Kabul dalam beberapa hari ke depan, seperti serangan bom bunuh diri pada Kamis lalu

Erdogan sendiri mengutuk serangan yang diklaim oleh ISIS tersebut. Menurutnya, serangan itu menandakan bahwa keamanan di Afghanistan masih sangat krusial. Karena itu, ia masih akan fokus untuk mengevakuasi warga Turki yang tersisa.

“Serangan keji itu telah memperjelas betapa pentingnya keamanan di Afghanistan, dan bahwa prioritas negara untuk saat ini adalah evakuasi warga Turki,” jelasnya.

Selain sibuk mengevakuasi warganya, Turki saat ini juga diketahui tengah sibuk membendung migrasi warga Afghanistan ke negaranya. Secara teritorial, Turki memang terletak agak jauh dari Afghanistan. Tetapi, Turki dinilai lebih menjanjikan dibanding negara tetangga Afghanistan, seperti Pakistan, Tajikistan, India, Tibet, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Iran.

Menurut kementerian Dalam Negeri Turki, “Saat ini ada sekitar 300.000 imigran Afghanistan yang terdaftar dan tidak terdaftar di Turki.”

Baca juga: Ingin ‘Kuasai’ Bandara Kabul Afghanistan, Erdogan Minta Restu AS

Merunut ke belakang, sebetulnya, Taliban meminta Turki mengambil alih operasi Bandara Kabul bukan tanpa alasan.

Pada akhir Juli lalu, Turki pernah berencana ingin mengambil alih operasional bandara tersebut. Turki bahkan sudah meminta restu dari AS terkait itu. Ini dilakukan sebagai upaya Turki untuk menggantikan peran AS dan sekutu yang belum lama ini menarik pasukannya dari negara tersebut.

300 Taksi Listrik Berwarna Hijau Mulai Penuhi Jalanan di Singapura

Taksi listrik berwarna hijau cerah sudah mulai beroperasi 30 Agustus kemarin di Singapura. Taksi tersebut adalah MG5 dan merupakan batch pertama dari 300 listrik buatan Cina yang akan diluncurkan penuh pada akhir tahun ini.

Baca juga: Dalam Waktu Enam Menit, Baterai Mobil Listrik Terisi 90 Persen

Taksi listrik ini dioperasikan oleh SMRT Corporation Ltd dan disebut juga sebagai Strides Taxi. Dilansir KabarPenumpang.com dari straitstimes.com (30/8/2021), SMRT yang merupakan milik Temasek berencana menggunakan taksi listrik sepenuhnya pada tahun 2026.

Taksi Strides diharapkan akan menjadi operator taksi dengan armada listrik terbesar saat ini. SMRT mengatakan, untuk mendorong pengemudi menggunakan taksi yang lebih ramah lingkungan tersebut, mereka bekerja sama dengan SP Group dan Shell agar memberikan diskon pengisian daya.

Tak hanya itu, pengguna awal taksi MG5 akan mendapatkan sewa gratis dan biaya tak terbatas selama 30 hari pertama. Mereka juga bisa memanfaatkan 140 pengisi daya cepat publik di 80 lokasi di seluruh pulau serta dapat menghemat sekitar $300 per bulan dalam biaya energi dibandingkan dengan mengendarai taksi konvensional.

Untuk mengisi taksi MG5 dengan kapasitas 80 persen dibutuhkan waktu selama 40 menit. Seorang pengemudi taksi Ban Kum Cheong yang adalah salah satu pengguna awal mengatakan, sewa untuk taksi listrik baru ini sebanding dengan model hibrida yang ada.

SMRT mengatakan 300 taksi listrik akan membantu mengurangi emisi karbon tahunan hingga sepuluh ton. Armada taksi yang sepenuhnya listrik akan mengurangi emisi karbon tahunan operator taksi sebesar 20 ribu ton. Menteri Senior Negara Transportasi Amy Khor, yang hadir pada acara peluncuran, mengatakan pengemudi taksi listrik mungkin harus melakukan penyesuaian dalam hal pengisian kendaraan mereka, perawatan kendaraan, serta kebiasaan mengemudi.

“Saya senang Strides Taxi telah meluncurkan paket tindakan untuk mendukung pengemudi taksi ini saat mereka melakukan transisi ini. Saya ingin mendorong operator taksi dan PHC (private-hire car) lainnya untuk juga bergabung dorongan ini untuk menjadi hijau dan lebih ramah lingkungan, dan untuk menggemparkan armada mereka,” tambah Khor.

Untuk diketahui, bulan lalu perusahaan ride-hailing Grab mulai menguji coba layanan baru yang memungkinkan penumpang memesan perjalanan hanya dengan kendaraan hibrida atau listrik. Grab sedang memperluas armada kendaraan listrik dan hibridanya di Singapura melalui lengan sewanya GrabRentals, dan bertujuan untuk memiliki armada penuh yang menggunakan energi yang lebih bersih pada tahun 2030.

Saat ini, sekitar 30 persen kendaraan sewaan pribadi di platform Grab di sini adalah kendaraan listrik atau kendaraan hibrida. Saingan GoJek juga mengatakan akan bekerja sama dengan mitra armadanya untuk memperkenalkan kendaraan energi yang lebih bersih di sini. Sekitar 30 persen armadanya adalah kendaraan hibrida atau listrik sekarang.

Baca juga: BlueSG Singapura Hadirkan Stasiun Pengisian Daya untuk Mobil Listrik Lain

Simon Ngiam mengatakan, yang telah menjadi sopir taksi selama tujuh tahun, termasuk di antara mereka yang beralih dari taksi hibrida ke taksi listrik MG5 baru. Dia mengambil kesempatan itu karena dia ingin mengendarai kendaraan listrik selama beberapa tahun setelah teman-temannya di China mengoceh tentang pengalaman itu kepadanya. Dengan empat titik pengisian daya di dekat rumahnya, pengisian daya taksi barunya menjadi nyaman, dan Ngiam mengatakan MG5 adalah pengendaraan yang jauh lebih mulus daripada taksi hibrida yang ia kendarai sebelumnya.























Lima Lounge Bandara Terbaik di Dunia, Nomor Empat Dilengkapi Simulator Mobil Balap Formula 1

Sudah menjadi rahasia umum bahwa bandara dan maskapai global berlomba menyediakan lounge terbaik di dunia. Selain fasilitas umum berupa makan prasmanan, desain lampu kelap kelip mewah, dan WiFi berkecepatan tinggi, beberapa lounge terbaik di dunia juga sampai menampilkan berbagai hal yang saling membedakan satu sama lain.

Baca juga: Tiada Lagi Menu Prasmanan, Inilah Empat Perubahan di Lounge Bandara Gegara Covid-19

Penasaran? Agar lebih lengkap, dikutip dari travelandleisure.com, berikut daftar lima lounge bandara terbaik di dunia.

1. Air France La Première Lounge, Paris

Air France La Première Lounge, Paris. Foto:
Aérocontact

Lounge Air France di Bandara Charles de Gaulle, Paris, Perancis bisa dibilang menawarkan salah satu lounge paling berkesan di dunia.

Dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti bar koktail nyaman, area relaksasi semi-pribadi, deretan karya seni dari seniman papan atas dunia, sajian makanan langsung oleh koki kenamaan dunia Alain Ducasse, sampai spa Biologique Recherche, lounge ini dijamin membuat penumpang betah.

2. Emirates First Class Lounge, Dubai

Emirates First Class Lounge, Dubai. Foto: Points with a Crew

Lounge Emirates di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab, tentu tak bisa dianggap remeh dalam perebutan daftar lounge terbaik di dunia.

Dengan investasi besar-besaran, lounge Emirates di bandara ini menawarkan penumpang beberapa kegiatan dan fasilitas, seperti mencicipi anggur di gudang anggur lounge, Timeless Spa, ngopi sambil menghisap cerutu di lounge cerutu, toko bebas bea, area prasmanan luas, kamar mandi suite, dan kamar semi-private lewat konsep The Sleep ‘n Fly Lounge yang tenang untuk tidur siang.

3. Lounge Delta Sky Club, Atlanta

Lounge Delta Sky Club, Atlanta. Foto: Uponarriving

Di antara lounge bandara terbaik di dunia, mungkin Delta Sky Club bisa dibilang agak berbeda. Sebab, sembilan lounge Sky Club Delta Airlines di Bandara Internasional Hartsfield–Jackson, Atlanta, Amerika Serikat, menawarkan penumpang berbagai kegiatan variatif pra penerbangan. Salah satunya menikmati sensasi pesawat lepas landas dan mendarat serta aktivitas lainnya di apron di Sky Deck outdoor Concourse F.

4. Qatar Airways Al Mourjan Business Lounge, Doha

Simulator mobil balap Formula 1 di Qatar Airways Al Mourjan Business Lounge, Doha. Foto: KN Aviation

Lounge bisnis Al Mourjan Qatar Airways di Bandara Internasional Hamad, Doha, Qatar, layak menjadi salah satu lounge bandara terbaik di dunia. Betapa tidak, selain terkenal luas dan mewah, lounge ini juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti kamar tidur semi private, ruang makan, kaman mandi suite private, mesin pinball, foosball, sampai PlayStation.

Tak ketinggalan, lounge bisnis Qatar Airways ini juga dilengkapi dengan simulator mobil balap F1, fasilitas yang agaknya tak ada di lounge bandara manapun. Penumpang juga bisa turun ke tangga spiral untuk menikmati fitur desain reflecting pool, dimana ruangan seperti kolam renang dengan pantulan air atas bawah.

Baca juga: Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

5. VIP Lounge Punta Cana International Airport, Punta Cana

Lounge VIP Bandara Internasional Punta Cana. Foto: LoungeBuddy

Meski tak berada di Eropa, Asia, ataupun Amerika Utara yang terkenal memiliki lounge mewah dan inovatif, lounge VIP di Bandara Internasional Punta Cana, Republik Dominika, tak salah bila dimasukkan dalam daftar lounge bandara terbaik di dunia.

Lewat senjata andalannya, kolam renang mewah terbuka menghadap ke apron, lounge ini menawarkan sensasi sedikit lebih menarik dibanding lounge Sky Club Delta Airlines yang juga menghadap ke apron dan runway.

Shanghai Railways Punya Kereta Berkecepatan Tinggi dengan Tempat Tidur

Sebagai salah satu negara yang memiliki jaringan kereta api di hampir semua sudut kotanya, Cina selalu menghadirkan berbagai inovasi baru. Salah satunya bahkan membuat yang lain iri karena Cina belum lama ini mengoperasikan sebuah kereta baru.

Baca juga: Cina Bakal Punya Terowongan Kereta Cepat Pertama di Bawah Laut

Ini karena batas ruang pribadi yang ditandai, tempat tidur yang nyaman dan paling penting adalah saat bergerak di sepanjang koridor gerbong. Sehingga penumpang yang satu dengan yang lainnya tidak akan melihat kaki dan memiliki rasa nyaman yang lebih di tempat mereka masing—masing.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman usatodaynews.live, kehadiran kereta baru ini diumumkan Shanghai Railways pada Oktober tahun 2020 lalu. Di mana mereka memiliki kereta api malam berkecepatan tinggi baru dan memiliki rute sepanjang Beijing menuju ke Shanghai.

Kehadirannya mengingat ukuran negara yang mengesankan, membuat kereta api jarak jauh di Negeri Tirai Bambu tersebut sangat diminati. Apalagi jarak antara kota-kota besar yang ditandai di jalur kereta api berekecepatan tinggi adalah sekitar 1.318 km.

Kereta baru ini memiliki dimensi angkutan baru yang mengalami beberapa perubahan. Yang cukup jelas terlihat adalah ketinggian atap dari gerbong yang ditingkatkan. Hal ini karena kereta memiliki tempat tidur tingkat yang dimodifikasi.

Dibandingkan dengan gerbong-gerbong kereta lama, volume yang baru menjadi 37 persen. Selain itu jumlah kursi di kereta sebanyak 880. Para insinyur juga berhati-hati dalam mengurangi tingkat getaran dan kebisingan di dalam gerbong kereta yang baru.

Baca juga: Gegara Semprotan Tabir Surya, Kereta Cepat Cina Harus Berhenti Mendadak

Sehingga mereka menjamin tidak ada banyak kebisingan di dalam. Kereta ini sendiri memiliki batas kecepatan 250 km per jam yang disesuaikan karena lalu lintasnya yang malam.