Boeing 747 Berusia 32 Tahun Masih Dioperasikan Komersial oleh Mahan Air

Boeing 747 pertama kali diperkenalkan ke pasar penerbangan global pada tahun 1966. Namun apakah jumbo jet tertua untuk penerbangan jarak jauh ini masih beroperasi hingga kini? Sebab banyak dari varian Boeing 747 ini yang sudah purna tugas dan sudah dialih fungsikan.

Baca juga: Dapat Dilintasi Boeing 747, Bandara Gatwick Punya Jembatan Penghubung Antar Terminal Terbesar di Dunia

KabarPenumpang.com dari aerotime.aero (6/7/2021), ternyata Queen of the Skies tertua ada yang masih digunakan untuk mengangkut penumpang oleh maskapai komersial Mahan Airlines. Maskapai ini menggunakan Boeing 747-400 berusia 32 tahun. Di mana jumbo jet ini awalnya dipesan oleh maskapai United Airlines milik Amerika Serikat.

Pabrik Boeing mengirim pesawat berbadan besar tersebut dan kemudian didaftarkan sebagai N172UA, ke maskapai tersebut pada Agustus 1989, di mana pesawat itu melayani operasi komersial jarak jauh hingga Oktober 2006. Setelah terbang untuk maskapai besar Amerika selama 17 tahun, jumbo jet ini diambil alih oleh maskapai berbendera Armenia Blue Sky Airlines dan diberi nomor registrasi baru G-CEFD.

Dalam sebulan, pesawat itu sudah didaftarkan ulang sebagai EK-74763 dan mulai beroperasi untuk maskapai penerbangan swasta milik Mahan Airlines yang berbasis di Teheran. Pemilik Armenia akhirnya menjual pesawat ke Mahan Air pada Februari 2009 dan jet itu didaftarkan ulang untuk keempat kalinya, menerima nomor registrasi baru EP-MNB.

Selama dimiliki Mahan Airlines, Boeing 747 pernah dimasukkan ke dalam penyimpanan jangka panjang dan berhenti beroperasi selama sembilan tahun sejak 2010, akibat sanksi yang diterapkan Amerika Serikat, namun kembali beroperasi aktif pada September 2019. Pesawat mulai terbang rute domestik reguler di seluruh Iran, termasuk layanan antara Teheran Mehrabad ke Masyhad, Baghdad dan Kish.

Tetapi, maskapai Iran tersebut ingin melepas jumbo jet ini dan kemungkinan akan segera mendapat pendaftaran baru 9G- milik maskapai Afrika Smile Air. Jumbo jet ditandai sebagai sudah dipesan tetapi “belum diambil”, menunjukkan bahwa pesawat dapat diserahkan kepada pemilik baru dalam waktu dekat.

Meskipun Mahan Airlines masih menerbangkan Boeing 747 tertua yang didedikasikan untuk operasi penumpang komersial, ada lebih banyak maskapai penerbangan yang mengoperasikan jenis jet untuk tujuan yang berbeda. Angkatan Udara Iran dan Angkatan Udara Amerika Serikat adalah dua pemilik kelompok Ratu Langit tertua yang masih terbang.

Yang mana Angkatan Udara Iran mengoperasikan jumbo jet yang berusia lebih dari 50 tahun itu untuk operasi penumpang non komersia. Pesawat dengan nomor registrasi N93113 pada saat itu, digunakan untuk menerbangi rute maskapai besar Amerika Trans World Airlines sejak Oktober 1970.

Kemudian, pada Maret 1975, diubah menjadi kapal barang dan diambil alih oleh Angkatan Udara Iran dua bulan kemudian. Sejak tahun 1975, jet jumbo telah melayani operasi pemilik baru. Angkatan Udara Amerika Serikat juga memiliki empat Boeing 747 tertua yang beroperasi.

Keempat Queens of the Skies adalah varian -200 dan usia mereka bervariasi dari 48 tahun dalam pelayanan hingga 46 tahun dalam pelayanan. Pemerintah Amerika Serikat menjadi satu-satunya pemilik keempat pesawat tersebut. Jumbo jet berusia 48 tahun, terdaftar sebagai 73-1676, telah menerbangkan penerbangan pemerintah sejak Juli 1973.

Baca juga: Maskapai Mana yang Paling Lama Operasikan Boeing 747?

Pesawat 73-1677 berusia 47 tahun bergabung dengan armada pada Oktober tahun yang sama. 74-0787 milik pemerintah, yang saat ini menghitung lebih dari 47 tahun dalam operasi aktif, dikirim ke negara bagian pada Oktober 1974. Yang termuda dari empat, 75-0125 yang berusia 46 tahun, mulai beroperasi pada Agustus 1975.

Mulai Hari ini, Penumpang TransJakarta dan MRT Jakarta Wajib Tunjukkan STRP Sebelum Melakukan Perjalanan

PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dan MRT Jakarta ikut mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa – Bali. Di mana semua penumpang bus TJ maupun MRT Jakarta hanya diperuntukkan bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal.

Baca juga: PPKM Darurat: TransJakarta dan MRT Jakarta Lakukan Pembatasan Penumpang serta Jam Operasional

Kebijakan ini menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan No.49/2021 tentang perubahan SE Menhub No.43/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat pada Masa Pandemi Covid-19. Dua BUMD tersebut memberlakukan penyesuaian operasional yang di mulai 12 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang.

Di mana semua penumpang dua moda transportasi ini wajib menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), Surat keterangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan pimpinan instansi atau perusahaan di sektor esensial dan kritikal.

“Untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Kesehatan bisa menggunakan ID Card. Sedangkan masyarakat dan pegawai swasta yang tidak bisa menunjukkan salah satu surat yang diwajibkan tersebut, maka tidak diperkenankan menggunakan layanan TransJakarta,” ujar Prasetia yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Minggu (11/7/2021).

Prasetia mengatakan, Petugas Layanan Halte (PLH) dibantu tim Dishub DKI Jakarta akan memeriksa setiap penumpang sebelum melakukan tap in dan memasuki gate. Untuk menghindari antrean panjang, Prasetia menambahkan, agar penumpang mempersiapkan semua persyaratan tersebut.

Nantinya bila ada penumpang yang tidak memiliki kelengkapan persyaratan, maka akan diminta meninggalkan halte dan kembali dengan syarat yang lengkap. Prasetia mengatakan, untuk layanan bus Non BRT dan Mikrotrans, pengecekan akan dilakukan pada titik-titik masuk ke area penyekatan.

Dikatakan Prasetia, bahwa petugas dan pengemudi angkutan kecil akan terus mengingatkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan dengan layanan BRT dan area penyekatan untuk menunjukkan STRP sesuai ketentuan.

“Hal ini agar masyarakat yang ingin melakukan perjalanan pendek seperti ke apotek dan sebagainya bisa terakomodasi,” jelas Prasetia.

Tak hanya TransJakarta, MRT Jakarta juga akan melakukan pemeriksaan syarat sebelum penumpang memasuki gate untuk menggunakan kereta MRT Jakarta.

“Nantinya setiap petugas di setiap stasiun akan melakukan pemeriksaan dokumen tersebut sebagai persyaratan yang wajib dibawa oleh penumpang sebelum melakukan perjalanan,” ujar Plt Corsec PT MRT Jakarta Ahmad Pratomo.

Baca juga: MRT Jakarta Lakukan Penetanan Status Emergency di Masa PPKM Mikro

Dia menambahkan, pemberlakuan kebijakan ini diharapkan mampu menekan mobilitas masyarakat untuk keluar masuk Jakarta melalui transportasi publik dalam masa PPKM darurat ini. Sehingga hal ini mampu mengurangi angka penyebaran virus corona.

Inggris Bangun Bandara Mobil Terbang dan Siap Beroperasi di November 2021

Mobil terbang akan punya bandara untuk tempatnya mendarat dan lepas landas? Mungkin ini terdengar seperti fiksi, tetapi nyatanya bandara ini ada dan sedang disiapkan untuk beroperasi pada November 2021, yaitu di dekat kota Coventry, Inggris. Bandara ini merupakan fasilitas Air-One dan akan dibuka hanya selama satu bulan.

Baca juga: Terlalu Sesumbar, Peluncuran Taksi Udara eVTOL Skai Bertenaga Hidrogen Akhirnya Molor

Dilansir KabarPenumpang.com dari weforum.org (8/2/2021), ini merupakan kolaborasi antara lembaga pemerintah, bisnis sektor swasta dan industri penerbangan. Fasilitas tersebut dikembangkan oleh Urban Air Port, dengan keterlibatan Divisi Mobilitas Udara Perkotaan Hyundai Motor Group dan Dewan Kota Coventry.

Bandara pop-up yang tengah dalam pembangunan tersebut akan menjadi bukti konsep hub nol emisi pada mode perjalanan masa depan. Di mana kendaraan lepas landas dan mendarat vertikal listrik (eVTOL) dan digadang sebagai cara untuk mengurangi kemacetan saat orang bepergian di antara pusat kota.

“Mobil butuh jalan. Kereta api membutuhkan rel. Pesawat membutuhkan bandara. eVTOL akan membutuhkan Urban Air Ports. Mobil terbang dulunya adalah penerbangan mewah yang futuristik. Air-One akan menghadirkan transportasi udara perkotaan yang bersih kepada massa dan meluncurkan dunia udara baru dengan mobilitas nol emisi,” kata Ricky Sandhu, pendiri dan ketua eksekutif Urban Air Port.

Padahal hingga saat ini tidak ada mobil terbang atau drone pengangkut penumpang yang beroperasi di Inggris. Namun, fasilitas tersebut dikatakan menarik minat dari perusahaan logistik pada khususnya. Penggunaan pesawat tak berawak untuk mengirimkan paket telah diberhentikan hampir sesering yang telah dibahas, karena tantangan operasi mereka di daerah padat penduduk.

Baca juga: Korea Selatan Berencana Luncurkan Taksi Terbang di 2025

“Konstruksi bandara ini 60 persen lebih kecil dari heliport tradisional. Menggunakan konstruksi inovatif, situs dapat dipasang dalam hitungan hari, tanpa emisi karbon dan dapat dioperasikan sepenuhnya di luar jaringan,” ujar pernyataan Hyundai.

Menggunakan Masker Terlalu Lama Bisa Sebabkan Bau Mulut? Cek Tips Ini

Masker pasti mengurangi risiko penularan infeksi tetapi memakainya untuk waktu yang lebih lama dapat menyebabkan bau mulut. Penggunaan masker dalam jangka panjang dapat menyebabkan dehidrasi yang selanjutnya dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi yang meradang.

Baca juga: Canggih, Masker ini Bisa Deteksi Virus Corona Saat Pengguna Memakainya dalam Waktu 90 Menit

Hal ini juga membuat orang mengubah cara mereka bernapas. Sebab masker yang digunakan menutupi hidung dan mulut yang mana sebagian menutup jalan napas ke hidung. Karena hal ini, untuk mencegah sesak napas, seseorang akan mulai bernapas melalui mulut mereka. Di mana artinya setiap orang menghirup beberapa bakteri yang baru saja di keluarkan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan penumpukan bakteri di mulut dan membuat napas menjadi bau.

Dilansir KabarPenumpang.com dari thehealthsite.com (18/6/2021), sebenarnya dengan meminum air bisa membantu mengurangi mulut menjadi kering dan membilas bakteri serta gula. Tetapi karena menggunakan masker, seseorang akan minum lebih sedikit dari biasanya. Namun, ada beberapa tips yang bisa membantu seseorang menghindari dan mengobati halitosis atau bau mulut.

Pelihara kebersihan mulut
Menyikat gigi dua kali dengan pasta gigi berfluoride dan flossing secara teratur akan membantu mengurangi jumlah bakteri. Anda harus mengunjungi dokter gigi untuk mengetahui teknik menyikat gigi yang benar. Obat kumur antibakteri juga membantu sampai batas tertentu.

Perhatikan apa yang dimakan
Makan makanan seperti ikan, telur, bawang putih, bawang merah, kopi atau makanan pedas ternyata melepaskan belerang yang berbau busuk. Beberapa sulfida ini tinggal di aliran darah Anda sampai 72 jam dan menyebabkan bau mulut selama berhari-hari. Oleh karena itu cobalah menggantinya dengan makanan seperti lemon, peterseli, apel dan wortel yang mana ini akan meningkatkan produksi air liur sehingga membersihkan residu.

Bernapas dengan mulut
Sebagian besar orang adalah penghirup mulut di malam hari yang membuat terbangun di tengah malam karena haus. Xerostomia atau mulut kering tidak hanya tidak menyenangkan tetapi juga berpotensi berbahaya. Jadi, untuk menghindari berbagai masalah, jaga kebersihan mulut, dan kunjungi dokter gigi secara rutin.

Obat yang dikonsumsi
Obat-obatan yang mengobati kecemasan, depresi, tekanan darah tinggi, nyeri dan ketegangan otot menyebabkan penurunan aliran air liur. Periksa dengan dokter Anda sebelum Anda mulai dengan mereka atau mengambil sialogogues.

Tembakau dan alkohol
Pada perokok, udara panas mengeringkan mulut dan juga mengurangi air liur yang pada gilirannya menciptakan napas perokok yang terkenal itu. Anggur mengandung gula seperti kebanyakan mixer. Jadi, ketika Anda berpesta, bakteri di mulut Anda akan berpesta lebih keras dan membuat Anda bau mulut. Untuk menghindari ini, minumlah banyak air dan mengunyah permen karet bebas gula karena mereka meningkatkan produksi air liur.

Baca juga: Universitas di Singapura Kembangkan Masker Antimikroba Nanoteknologi dengan Filtrasi 99,9 Persen

Kondisi medis
Jika Anda memiliki penyakit gastroesophageal reflux (GERD), muntah sedikit makanan atau asam ke dalam mulut Anda dapat dengan mudah membuat bau mulut. Napas berbau buah adalah akibat dari ketoasidosis diabetikum yang terlihat pada diabetes tipe 1. Di sini tubuh tidak memiliki cukup insulin untuk memetabolisme keton yang memungkinkan mereka untuk membangun tingkat racun dalam aliran darah. Orang dengan gagal ginjal kronis yang parah dapat bernapas dengan bau seperti amonia. Tanda penyakit hati adalah fetor hepaticus, bau yang kuat, manis, apek pada napas.

 

Dear Airbus Lovers, Kursi A380 Bekas Singapore Airlines Dijual Satuan Loh, Berminat?

Bagi avgeek, dalam hal ini pencinta Airbus A380, mungkin pesawat tersebut adalah segala-galanya. Apalagi pesawat komersial terbesar di dunia tersebut saat ini sudah stop produksi dan banyak di antaranya yang sudah dipensiunkan. Tentu semakin menambah prestisiusitas pesawat tersebut, bukan?

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Usai dipensiunkan, umumnya pesawat bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium.

Selain itu, bagian per bagian, semisal kursi pesawat, juga tak jarang dijual eceran, seperti yang terjadi pada pesawat A380 Singapore Airlines.

Setelah dijual di dalam negeri, maskapai tersebut diketahui membuka peluang untuk mereka yang berada di luar negeri. Baru-baru ini, perusahaan Jepang yang berbasis di Prefektur Chiba terang-terangan menjual kursi kelas bisnis A380 untuk pertama kalinya di luar Singapura.

Sayangnya, tak disebutkan dengan jelas berapa harga, termasuk ongkos kirimnya untuk bisa sampai ke rumah. Sudah begitu, stok yang tersedia juga tak diketahui berapa banyak. Kendati demikian, Airbus lovers di seluruh dunia dipercaya sudah mengambil ancang-ancang untuk mendapatkan dan membawanya pulang, untuk ditempatkan di rumah.

Ini tentu mengingatkan kita pada armada A380 Singapore Airlines lainnya. Pada Februari 2020 lalu, situs aviationtag.com, perusahaan yang berbasis di Cologne, Jerman, untuk pertama kalinya menjual gantungan kunci yang berasal dari badan pesawat Airbus A380 Singapore Airlines yang sudah purna tugas.

Ketika itu, gantungan kunci dari bekas badan pesawat A380 Singapore Airlines tersebut laris diburu pelanggan. Selain memang harganya yang terjangkau, Rp415.000 atau €27.95, status sebagai pesawat fenomenal yang tak lagi diproduksi membuat banyak avgeek berebut untuk memilikinya sebelum benar-benar hilang dari muka bumi.

Baca juga: Gegara AS, Iran Air Batal Datangkan Airbus A380

Singapore Airlines sendiri memiliki 19 Airbus A380 dan akan mempensiunkan tujuh di antaranya. Bila tak ada aral melintang, armada A380 SIA dijadwalkan kembali terbang pada bulan ini.

Menurut OAG, yang dikutip Simple Flying, Singapore Airlines memiliki 1.729 penerbangan pulang pergi yang dijadwalkan bersama A380 sepanjang tahun 2021. Ini menjadikannya sebagai maskapai ketiga terbesar di dunia yang menjadwalkan penerbangan A380, di belakang raksasa pemilik A380, Emirates, mencapai 15.544 penerbangan dan Korean Airlines yang menjadwalkan 1.751 penerbangan PP.

Setelah 20 Tahun Lebih, Lansia Kembar Palestina Sukses Sulap Boeing 707 Jadi Restoran

Tak ada kata menyerah untuk mewujudkan cita-cita, mungkin itulah kalimat yang cocok untuk menggambarkan perjuangan saudara kembar asal Palestina, Atallah dan Khamis al-Sairafi. Setelah memupuk mimpi memodifikasi pesawat Boeing 707 menjadi restoran selama lebih dari 20 tahun, tak lama lagi mimpi itu akhirnya bisa diraih.

Baca juga: Inilah Space Shuttle Café, Food Truck Bertema Pesawat Luar Angkasa

Dilansir dari Times of Israel, lansia berusia 60 tahun itu diketahui pertama kali membeli pesawat tersebut pada tahun 1999. Saudara kembar ini disebut merogoh kocek sebesar US$100 ribu tanpa mesin untuk membawa pulang pesawat buatan 1980-an tersebut dari Kiryat Shmona, Israel utara ke Tepi Barat, Palestina.

Namun, karena rumitnya birokrasi dan proses pemindahan, saudara kembar Atallah dan Khamis al-Sairafi terpaksa merogoh kocek tambahan sebesar US$20 ribu. Namun itu sebanding dengan effort yang dikeluarkan, seperti mengangkutnya ke atas truk, menutup akses jalan agar memudahkan proses pemindahan, mengkoordinir petugas keamanan, dan lain sebagainya.

Usai tiba di Tepi Barat, si kembar asal Palestina ini berencana mengubahnya menjadi restoran dan membukanya untuk publik mulai tahun 2020. Tetapi, apa yang terjadi? Mimpi itu rusak akibat pecahnya Intifada kedua.

Lama mangkrak, si kembar pun kembali melajutkan proyek menyulap pesawat Boeing 707 tersebut menjadi restoran sejak dua tahun lalu. Tetapi, tak lama setelah dimulai, virus Corona pun mewabah ke seluruh dunia, membuatnya terpaksa kembali menunda.

“Peristiwa di wilayah Palestina pada waktu itu menghambat penyelesaian proyek kami, dan kami berpikir untuk menghidupkannya kembali dua tahun lalu, tetapi pandemi virus Corona juga menghalangi kami untuk melakukannya,” kata Khamis.

Kini, setelah melalui proses panjang, proyek tersebut nyaris rampung. Renovasinya sendiri bisa dibilang cukup sederhana. Bagian kursi, kompartemen bagasi, AC central, bahkan lampu kabin seluruhnya dicopot. Si kembar asal Palestina ini kemudian memasang AC portabel, lampu, dan alas untuk lantai restoran Boeing 707-nya.

Untuk kokpit, tentu avionics-nya sudah tiada, tetapi bentuknya masih dipertahankan dengan sedikit sentuhan. Kokpit ini nantinya bukan hendak ditempatkan meja dan kursi untuk para tamu menikmati hidangan di sini, melainkan untuk disewakan sebagai tempat akad nikah.

Dari segi eksteriornya, si kembar Palestina membuatnya jadi serba putih dengan kombinasi hijau tua dan merah keoranye-oranyean di bagian kepala pesawat.

Bila tak ada aral melintang, dalam waktu dekat, restoran bekas pesawat Boeing 707 karya si kembar ini akan mulai melayani pengunjung. Di awal-awal, restoran hanya akan menjual kopi sambil menghisap shisha.

Baca juga: Rongsokan Pesawat Disulap Jadi Mobil RV Seharga Rp400 Jutaan, Modifikasi Butuh 36 Tahun

Karena restoran dengan konsep serupa belum ada, keduanya yakin restoran yang diberi nama The Palestinian-Jordanian Airline Restaurant and Coffee Shop Al-Sairafi Nablus tersebut akan laris diserbu pengunjung.

Tetapi, itu bukan tanpa tantangan. Restoran tersebut diketahui berada di dekat tempat pembuangan akhir sampah dan sering kali menimbulkan bau tak sedap. Tetapi, si kembar Atallah dan Khamis al-Sairafi sudah membujuk otoritas setempat untuk memindahkannya. Kita tunggu saja bagaimana kelanjutannya.

Maskapai Mana yang Paling Lama Operasikan Boeing 747?

Tahun 2020 -2021 bisa dibilang sebagai salah satu waktu tersuram di industri penerbangan. PHK dimana-mana, pesawat di-grounded, bandara sepi, dan banyaknya maskapai yang mempensiunkan pesawat jadi beberapa indikator utama.

Baca juga: Tak Satupun Terbang, Airbus A380 Keok dari “Queen Of The Skies” Boeing 747

Di antara jenis pesawat yang banyak dipensiunkan, pesawat jumbo ikonik Boeing 747 adalah satu darinya. Di tahun ini, tiga maskapai besar dunia dikonfirmasi sudah mempensiunkan seluruh armada Boeing 747. Tiga itu adalah KLM, British Airways, dan Qantas.

Rata-rata dari mereka sudah menghabiskan kurang lebih 50 tahun bersama pesawat tersebut. Namun, di antara ketiganya, Qantas disebut maskapai yang paling lama mengoperasikan Boeing 747. Apa betul demikian?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya merunut kembali kontribusi awal pesawat ke maskapai. Bukan tiga maskapai di atas, melainkan maskapai pelopor kelas ekonomi modern di penerbangan jarak jauh Pan Am-lah yang tercatat sebagai maskapai pertama pengguna Boeing 747.

Dari catatan Simple Flying, pesawat tersebut mulai masuk ke dalam barisan armada Pan Am sejak 22 Januari 1970. Namun, kolaborasi keduanya harus terhenti pada Desember 1991 setelah maskapai dinyatakan bangkrut akibat sederet masalah internal dan eksternal. Dengan begitu, Boeing 747 dan Pan Am hanya terlibat kerjasama selama 22 tahun.

Di bawah Pan Am, Lufthansa adalah maskapai kedua yang menerbangan Queen of The Skies. Maskapai nasional Jerman itu mulai mengoperasikan Boeing 747 pada 26 April 1970 atau hanya berselang tiga bulan setelah Boeing 747 Pan Am mulai memasuki tahun layanan.

Lufthansa mengerahkan Boeing 747-100 untuk menggarap rute New York-Frankfurt dan masih terus menerbangkannya hingga saat ini, ketika maskapai lain mempensiunkan pesawat tersebut. Tak hanya itu, Lufthansa -yang notabene memiliki sekitar 56 armada Boeing 747 dari tahun ke tahun- juga masih mempunyai pesanan pesawat itu sebanyak 26 unit, di saat maskapai lain justru membatalkan pesanan dan beralih ke Boeing 787 Dreamliner atau Airbus A350.

Maskapai ketiga yang tercatat mulai menerbangkan Boeing 747 adalah KLM. Boeing 747 KLM kala itu terbang antara Amsterdam-New York pada Februari 1971. Setelah lebih dari 49 tahun mengudara, Queen of The Skies maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi itu akhirnya harus pensiun pada 29 Maret 2020 dan hanya menyisakan lima pesawat akibat anjloknya industri penerbangan dunia.

Senada dengan KLM, dua maskapai lain, Qantas dan BOAC/British Airways juga telah mengoperasikan pesawat nyaris 50 tahun. BOAC sebetulnya sudah menerima armada pertama Boeing 747 tak lama setelah Lufthansa. Namun, karena satu dan lain hal, maskapai itu harus merger dengan BEA untuk membentuk British Airways pada tahun 1974. Di tahun itulah maskapai asal Britania Raya itu mulai menerbangkan Boeing 747 dan memutuskan pensiun pada bulan Juli lalu.

Sebelum British Airways dan sesudah Pan Am, Lufthansa, dan KLM, Qantas menjadi maskapai tercepat keempat yang mengoperasikan Boeing 747. Maskapai yang memiliki nama panjang Queensland and Northern Territory Aerial Services (Qantas) itu tercatat mulai menerbangkan 747 pada September 1971, denga menggarap rute Sydney-Singapura (via Melbourne).

Sama halnya dengan British Airways, Qantas mengakhiri duetnya dengan Boeing pada bulan Juli lalu, ditandai dengan dikirimnya Boeing 747 terakhir ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, AS.

Baca juga: Boeing 747-300SR, Pesawat Jumbo Langka untuk Penerbangan Jarak Pendek

Di luar berbagai maskapai di atas, Japan Airlines tentu tak bisa dianggap remeh. Secara kumulatif, maskapai itu tercatat menjadi operator terbanyak yang mengoperasikan Boeing 747, yakni mencapai 144 pesawat, mulai 1970 sampai 2011. Maskapai yang berbasis di Tokyo, Jepang ini juga mengoperasikan lebih banyak seri, seperti 100, 200, 300, dan 400.

Dari berbagai keterangan di atas, Lufthansa jelas menjadi maskapai terlama yang masih mengoperasikan Boeing 747 di samping masih memiliki puluhan pesanan pesawat jumbo itu.

SpiceJet, Maskapai LCC dengan Reputasi Buruk Pada Pemeliharaan Rute

Namanya terdengar mirip dengan nama maskapai LCC baru yang akan beroperasi di Indonesia (Super Air Jet), inilah SpiceJet, yang juga maskapai LCC dari India. Meski kedengaran mirip, namun SpiceJet yang berbasis Gurgaon, sudah beroperasi sejak Mei 2005, dan belum lama ini, SpiceJet baru memproklamirkan ‘semangat’ barunya, yaitu dengan meluncurkan 42 penerbangan baru mulai Juli ini.

Baca juga: SpiceJet Tega Buat Penumpang Menunggu 7 Jam Tanpa Kepastian dan Minum

Pembukaan rute baru bagi sebuah maskapai, sejatinya adalah hal yang biasa saja, tapi jadi terdengar beda saat musim pandemi ini. Dikutip dari SimpleFlying.com (9/7/2021), disebutkan SpiceJet meluncurkan 42 rute baru dari Surat, Gwalior, Patna, serta penerbangan ke Maladewa untuk pertama kalinya. Pengumuman ini adalah pertama kalinya di industri penerbangan India, khususnya perluasan jaringan rute sejak meledaknya gelombang kedua Covid-19, yang harus diakui telah mengurangi lalu lintas domestik secara substansial.

Tapi perlu dicatat, bahwa banyak rute SpiceJet bukanlah “baru,” melainkan hanya memulai kembali rute yang ditangguhkan selama gelombang kedua di bulan Mei lalu. Namun, ada beberapa layanan baru yang akan datang dalam beberapa minggu ke depan.

Tentang SpiceJet, merupakan maskapai penerbangan kedua terbesar di negara India, hal ini berdasarkan jumlah penumpang domestik yang diangkut pada tahun 2019. Armada pesawat SpiceJet didominasi oleh dua jenis, yaitu DHC Q400 dan Boeing 737 series.

Baca juga: Insiden Landing Gear Boeing 737-800 SpiceJet, Drama Pendaratan Darurat Yang Dramatis!

Meski kondang sebagai penerbangan dengan biaya murah, seperti dicatat oleh Moneycontrol, SpiceJet memiliki rekam jejak yang kurang baik dalam hal pemeliharaan rute. Maskapai ini acap kali menarik diri dari pasar karena permintaan yang rendah atau sebaliknya, karena persaingan yang tinggi, dan itu dilakukan tanpa banyak ‘perlawanan.’ Tidak jelas berapa banyak dari rute ini yang akan bertahan dalam jangka panjang, khususnya setelah lalu lintas udara normal kala pandemi usai.

Olimpiade Tokyo Terancam Tanpa Penonton, JR East Periksa Barang Bawaan Demi Cegah Terorisme

Pemerintah Jepang pada 8 Juli lalu merencanakan pemberlakuan keadaan darurat virus yang terus meluas. Sebab hingga dua minggu sebelum pembukaan Olimpiade Tokyo pada 23 Juli mendatang, infeksi virus corona meningkat di ibu kota dan penyebaran varian Delta yang lebih menular telah membuat para pejabat khawatir.

Baca juga: Kementerian Transportasi Jepang Buat Zona Larangan Terbang Selama Olimpiade Tokyo 2021

Karena meningkatnya kasus Covid-19, maka mengancam rencana sepuluh ribu penggemar lokal ke lokasi Olimpiade digelar, dan bukan tak mungkin, Olimpiade Tokyo menjadi yang pertama diadakan secara tertutup.

“Jumlah kasus baru terus meningkat di Tokyo. Seiring pergerakan orang meningkat, varian Delta yang lebih menular sekarang menyumbang sekitar 30 persen kasus. Ini diperkirakan akan berkembang lebih jauh,” ujar Menteri Yasutoshi Nishimura.

Darurat virus akan jauh lebih longgar daripada penguncian keras yang terlihat di bagian lain dunia. Alkohol akan dilarang di bar dan restoran, yang harus tutup pada pukul 20.00, dan acara seperti konser dan konferensi harus berakhir pada pukul 21.00.

KabarPenumpang.com melansir channelnewsasia.com (8/7/2021), keputusan ini memberi tekanan pada penyelenggara Olimpiade untuk memberikan hasil akhir terkait penonton lokal yang bisa ada di tribun penonton. Untuk dketahui, penonton dari luar negeri tidak diperkenankan hadir dalam Olimpiade Tokyo.

Bahkan pada bulan lalu, penyelenggara Olimpiade mengatakan akan membatasi penonton lokal hingga sepuluh ribu orang atau 50 persen dari kapasitas. Namun angka bisa berkurang dan bahkan bisa tidak ada penonton sama sekali jika situasi penyebaran virus memburuk dan pembatasan yang lebih ketat diberlakukan di TOkyo.

Tak hanya itu, obor estafet yang seharusnya memicu kegembiraan saat perjalanan nasional, telah ditarik dari jalan umum karena risiko virus. Ini juga tidak ada penonton, karena mereka diminta untuk menghindari rute maraton Olimpiade saat di Hokkaido utara.

Pihak East Japan Railway Company atau JR East akan memeriksa barang-barang beberapa penumpang selama Olimpiade Tokyo di stasiun-stasiun besar di wilayah metropolitan bekerja sama dengan polisi, sebagai bagian dari tindakan untuk mencegah kejahatan dan terorisme. Ini adalah pertama kalinya operator kereta di Jepang melakukan pemeriksaan bagasi seperti itu.

Pada hari yang sama, Central Japan Railway Company mengatakan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan keamanan serupa di stasiun Shinkansen di wilayah Tokyo. Selama 17 hari Olimpiade yang akan dimulai 23 Juli dan Paralimpiade, JR East berencana memeriksa barang-barang dengan persetujuan penumpang setelah mencari orang yang mencurigakan menggunakan anjing pendeteksi dan kamera keamanan.

Baca juga: Sambut Olimpiade Tokyo 2021, JR East Co Hadirkan ELLA Robot Barista di Semua Stasiun Besar

Jika penumpang menolak kerja sama, mereka bisa diminta untuk meninggalkan stasiun. Selain itu pemeriksaan bagasi tidak akan dilanjut setelah Paralimpiade berakhir pada 5 September. Pemeriksaan keamanan menjadi mungkin setelah revisi peraturan kementerian transportasi mulai berlaku minggu lalu.

Kedinginan di Dalam Kabin Pesawat? Teknologi Inframerah dari Austria Bisa Jadi Solusinya

Terbang bisa menjadi pengalaman yang ‘dingin,’ terutama jika Anda bepergian jarak jauh. di ketinggian jelajah.  Meskipun pesawat modern memiliki kemampuan kontrol iklim, tidak selalu mudah untuk menjaga penumpang tetap hangat saat pesawat terbang di udara yang bersuhu -45 derajat celcius.

Baca juga: Ini Dia! Alasan Kenapa Pesawat Harus Terbang Tinggi!

Meski begitu, penumpang tidak perlu khawatir lagi karena ada konsep baru yang dapat membuat penumpang terbang dengan lebih nyaman dan juga ada sisi manfaatnya bagi maskapai. Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (7/7/2021), konsep ini hadir untuk kenyamanan baik pilot, awak kabin maupun penumpang dalam penerbangan.

Sebuah perusahaan di Austria mengandalkan solusi menggunakan radiasi inframerah. Liteheat dari Villinger Group hadir dengan menggunakan teknologi berbeda untuk memberikan kenyamanan kabin. Ini adalah solusi yang ringan, efektif dan sama sekali tidak terlihat. Radiasi inframerah (IR) adalah jenis panas yang didapatkan  dari matahari. Matahari sendiri tidak menghangatkan, kecuali orang berdiri langsung di jalur cahayanya.

Liteheat menggunakan spektrum IR untuk mentransfer panas ke benda atau objek di kejauhan, dengan cara yang sama seperti matahari menghangatkan bumi. Teknologi unik ini melibatkan penerapan lapisan berpemanas listrik ke berbagai permukaan di kabin. Ini bisa berupa dinding kabin, bagian belakang kursi, atau bahkan bantalan kursi itu sendiri.

Solusi ini sangat ringan, menambahkan kurang dari 150 gram per meter persegi ke pesawat, sesuatu yang merupakan kunci dalam lingkungan sadar karbon saat ini. Bahan yang digunakan untuk menerapkan lapisan pemanas juga sangat tipis, dengan ketebalan kurang dari 0,2 mm.

Yang berarti dapat diterapkan pada permukaan apa pun, dicetak agar sesuai dengan bentuk permukaan itu, dan kemudian ditutup dengan pilihan bahan finishing. Ini benar-benar tidak terlihat ke dalam struktur pesawat. Ketika tegangan diterapkan ke permukaan pemanas, itu menghasilkan radiasi panas yang merata, mentransfer langsung ke objek (atau orang) di jalurnya.

Baca juga: Pengamat Penerbangan: Selain Bikin Sengsara, Kabin ‘Gerah’ Bisa Memicu Kejadian Fatal di Pesawat

Pemanasan inframerah seperti ini telah terbukti di rumah-rumah di seluruh dunia, meskipun masih merupakan teknologi yang relatif tidak konvensional. Penerapannya dalam penerbangan sangat menarik dan dapat membuat semua orang terbang dengan lebih nyaman di masa mendatang.