Dayi Air Rail, Kereta Gantung dengan Baterai Lithium untuk Hubungkan Lokasi Wisata

Sebuah kereta yang menggunakan energi baru telah diluncurkan dari jalur produksinya di Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina Barat. Kereta ini adalah kereta udara pertama dan menghadirkan konsep perjalanan cerdas. Proyek tersebut bernama Dayi Air rail yang mencakup jalur demonstrasi rel udara dengan energi baru pertama di Cina.

Baca juga: Dekat Perbatasan Cina-India, Kereta Peluru Pertama Mengular di Tibet

Proyek tersebut dikembangkan oleh Zhongtang Air Rail Technology. Di mana mereka berencana untuk menyelesaikan konstruksi pada akhir tahun ini. Dilansir KabarPenumpang.com dari globaltimes.cn (28/6/2021), rel udara energi baru mengacu pada kereta rel gantung yang digerakkan oleh paket daya dari baterai lithium.

Kereta prototipe telah dirancang untuk memanfaatkan energi baru dengan memanfaatkan wahana monorel gantung. Desain kereta dirancang transparan dengan jendela kaca dari lantai ke langit-langit, menawarkan pandangan membentang di komuter. Satu gerbong akan memiliki kapasitas untuk mengangkut hampir 120 penumpang.

Berbeda dengan kereta bawah tanah atau kereta api ringan (LRT), proyek kereta udara menggabungkan keebutuhan wisata dan tamasya. Proyek Kereta Dayi Air akan menempuh jarak sekitar 11,5 km dengan kecepatan sekitar 80 km per jam. Nantinya akan dibangun empat stasiun yang akan menghubungkan sejumlah tempat wisata utama.

Baca juga: Bakal Hubungkan Rusia dan Cina, Inilah Kereta Gantung Lintas Negara Pertama di Dunia

Wakil direktur umum Zhongtang Air Rail Technology Zhong Min mengatakan, kendaraan generasi baru ini memiliki berat sekitar 2,5 ton, atau setengah ton lebih ringan dibandingkan kereta tradisional, dan memiliki koefisien bobot terendah di industri. “Kereta ini terbuat dari bahan serat karbon dan bahan busa komposit yang mengurangi bobot kereta,” tambahn Min.

Covid-19 Belum Usai, AirAsia Kian Terpuruk! Hanya Terbang 19 Persen dari Kapasitas

AirAsia Group masih belum bisa bangkit dari krisis. Laporan terbaru, grup maskapai asal Malaysia itu disebut hanya menerbangkan sekitar 19 persen atau sekitar 2.000 penerbangan dalam sepekan, jauh dibanding periode yang sama di 2019 lalu, mencapai 10.800 penerbangan sepekan.

Baca juga: Digugat Leasing Pesawat Rp340 Miliar dan Rugi Rp3,1 Triliun, AirAsia Diambang Kebangkrutan?

Dalam kondisi normal, Malaysia biasanya menjadi pundi-pundi uang andalan AirAsia. Tetapi, di masa pandemi virus Corona ini, kondisinya jauh berbalik. AirAsia Malaysia saat ini berada jauh di belakang AirAsia India, Thai AirAsia, AirAsia Indonesia, dan AirAsia Filipina.

Lockdown ketat di seantero Malaysia disebut menjadi biang keroknya. Jangankan untuk rute internasional, rute domestik saja sudah jatuh ke jurang terdalam. Saat ini, satu-satunya rute AirAsia Malaysia yang masih beroperasi adalah rute Kuala Lumpur – Kota Kinabalu yang notabene terpisah lautan. Itupun juga tidak sembarang orang yang bisa terbang.

Karenanya, manajer senior perencanaan jaringan AirAsia, Andreu Parés Prat, mengaku AirAsia Malaysia ataupun AirAsia Group pada umumnya, fokus ke rute-rute domestik dalam beberapa waktu ke depan dibanding internasional. Itu dipercaya bisa lebih mudah dicapai ketimbang mengejar rute internasional ke level sebelum pandemi.

“Sayangnya, kami mengalami lonjakan besar kasus (Covid-19) di Malaysia. Saat ini, negara ini cukup banyak dilockdown sehingga perjalanan sangat terbatas dan hanya untuk tujuan penting. Saya akan mengatakan bahwa saat ini kami berada di salah satu level terendah yang pernah kami lihat. Tapi mudah-mudahan, semua ini segera berlalu,” jelasnya.

“Sebagian besar kami fokus pada domestik; internasional untuk Malaysia sangat minim saat ini. Itu karena penerbangan internasional masih dilarang dan negara-negara tujuana juga hampir sepenuhnya dilockdown,” tambahnya, seperti dikutip dari Simple Flying.

Di Thailand, AirAsia juga tak bisa berbuat banyak lantaran kebijakan ketat ditambah kasus Covid-19 yang masih tinggi. Demikian juga dengan di Indonesia, India, dan Filipina. Hanya saja, untuk di Filipina, kondisinya sudah berangsur membaik di beberapa wilayah dan terjadi peningkatan penerbangan. Tetapi, tetap saja masih jauh dari level di tahun 2019.

Meski begitu, Parés Prat mengaku yakin bahwa AirAsia Group bisa melalui tahun tersulit sepanjang sejarah perusahaan berdiri ini.

Baca juga: AirAsia X Vs Scoot Vs Jetstar, Siapa yang Terbaik?

Pada waktunya tiba, dimana herd immunity atau kekebalan komunal sudah terbentuk dimana-mana di seluruh dunia, negara-negara sudah mulai membuka perbatasan, tidak ada lagi karantina mandiri untuk wisatawan, dan roda perekonomian berputar kencang, AirAsia bisa dengan cepat mengambil peluang tersebut.

“Di seluruh jaringan, ketika tidak ada pembatasan, kami dapat meningkatkan dengan sangat cepat di pasar domestik; kami sangat reaktif untuk itu. Dan sesegera mungkin, kami mengerahkan kapasitas dan kami benar-benar melihat faktor muatan dan tarif yang baik,” tutupnya.

Mobil Terbang AirCar Sukses Terbang Antar Bandara, Kreator: Bisa Terbang Sejauh 1.000 Km

Prototipe mobil terbang AirCar besutan KleinVision sukses terbang antara dua bandara internasional di Nitra dan Bratislava, Slovakia, atau melahap perjalanan sekitar 35 menit. Kesuksesan ini tentu semakin mendekatkan mobil terbang tersebut untuk bisa segera mendapat sertifikasi dan dijual secara massal.

Baca juga: Mobil Terbang KleinVision dengan Desain Sayap Gawang Sukses Terbang Perdana

Mobil terbang yang mengusung mesin BMW berbahan bakar bensin ini diklaim sang kreator Prof. Stefan Klein, mampu terbang sekitar 1.000 km di ketinggian 2.500 m (8.200 kaki). Sejak pertama muncul, mobil terbang AirCar sudah berhasil mencatat 40 jam terbang.

Dilansir BBC International, mobil yang disebut sang investor layaknya gabungan dari Bugatti Veyron dan Cesna 172 ini mula-mula meluncur ke runway. Mobil terbang AirCar ini memang tidak seperti drone atau taksi terbang lain yang lepas landasnya dengan cara vertikal. Jadi, butuh trek lurus untuk lepas landas.

Usai berganti mode terbang selama 15 detik, mobil terbang AirCar, yang dikendarai langsung oleh Prof. Stefan Klein pun melaju dan terbang di udara. Selama cruising di udara, mobil terbang AirCar melaju di kecepatan rata-rata 170 km per jam dan memiliki payload maksimal 200 kg atau sekitar dua orang atau satu penumpang.

Setelah 35 menit mengudara, mobil terbang mendarat mulus di bandara tujuan dengan disaksikan oleh wartawan dan beberapa undangan lainnya.

Sebelumnya, mobil terbang yang dikembangkan selama kurang lebih dua tahun dengan biaya 2 juta Euro tersebut sudah lebih dahulu sukses melakukan penerbangan perdana pada Oktober 2020 lalu.

Ketika itu, dalam sebuah teaser resmi perusahaan, nampak sebuah mobil bergaya sport berwarna putih dengan desain sayap gawang mirip pesawat Sukhoi Su-80 Multirole meluncur ke sebuah landasan pacu.

Namun, siapa sangka, sesaat setelah AirCar berhenti, mobil mulai berubah layaknya di film-film Hollywood semisal Transformer. Bedanya, jika mobil sport Transformer berubah menjadi robot, AirCar KleinVision berubah menjadi sebuah kendaraan layaknya pesawat perintis atau pesawat komuter.

Selain mendapat tambahan berupa sayap, perubahan mode juga menjadikan mobil terbang lebih panjang dari mode normal. Hal itu tentu saja untuk mendukung aerodinamika mobil terbang saat di udara ataupun saat ingin lepas landas dan mendarat. Proses perubahannya juga tak terlalu lama, sekitar kurang dari 3 menit, lebih lama dibanding versi penyempurnaan saat ini yang hanya butuh 15 detik.

Masih dalam teaser yang sudah ditonton nyaris 2 juta orang sejak diunggah pertama kali pada 27 Oktober 2020 lalu, mobil terbang rancangan Stefan Klein, orang yang juga merancang mobil terbang Aeromobil saat dipamerkan ke gelara Top Marques Monaco pada 2017 lalu itu, kemudian perlahan meluncur dan terbang mulus seiring perputaran baling-baling tunggal yang berada di tengah kendaraan, persis di depan sayap gawang.

Layaknya pesawat sungguhan, kemudi mobil terbang AirCar juga menggunakan yoke, hal itu terlihat dari tarikan kemudi oleh pilot sebelum terbang.

Baca juga: Avions Mauboussin Luncurkan Pesawat STOL Hibrida-Hidrogen Pertama di Dunia

Saat di udara, mobil terbang berkapasitas dua orang ini diklaim aman. Sebab, bodi komposit yang membalut mobil terbang dinilai mampu menahan tekanan saat ia melaju dalam kecepatan tinggi, baik di darat maupun udara.

Meskipun AirCar dengan dua seat sudah lebih dari cukup untuk membuat publik menunggu, KleinVision menyebut bahwa pihaknya akan membuat AirCar dalam beberapa versi, seperti twin prop atau dua baling-baling dengan tiga atau empat penumpang, serta versi amfibi layaknya flying boat.

Pilihan Wisata di Raja Ampat yang Membuat Turis Terkesima

Siapa yang tak kenal Raja Ampat? Bagi penggemar traveling, apalagi bagi yang hobi snorkeling, keindahan alam di Raja Ampat tidak ada duanya. Melakukan perjalanan wisata ke Raja Ampat memang adalah hal yang cukup menantang. Pilihan transportasi dan akomodasi yang cukup terbatas dan juga dengan harga yang sangat tinggi kerap kali menjadi hambatan bagi banyak orang. Namun, bagi yang bertekad kuat untuk menyaksikan surga dunia di Raja Ampat, dengan menguras kantong lebih dalam tentunya, destinasi wisata satu ini sangat layak untuk dikunjungi. Meskipun harga wisata ke Raja Ampat ini tergolong mahal, bukan tidak mungkin jika suatu hari kamu bisa berwisata ke tempat ini. Bisa jadi dengan lebih berhemat dan menabung, atau siapa tahu kamu sedang beruntung, lalu impian berwisata ke Raja Ampat pun bisa jadi kenyataan. Nah, ini dia tujuan wisata yang terkenal di Raja Ampat.

  • Pulau Misool

Pulau Misool adalah salah satu tujuan wisata di Raja Ampat yang tidak boleh kamu lewatkan. Di sini kamu akan temukan keindahan alam bawah laut yang akan membuat siapapun terkesima. Pulau Misool merupakan salah satu pulau terbesar di Raja Ampat. Bersnorkeling di Pulau Misool kamu bisa menikmati keindahan ikan hias, hiu, penyu, terumbu karang, dan biota laut lainnya. Selain menikmati alam bawah laut yang eksotik, di pulau ini kamu juga bisa menikmati keindahan pemandangan dari atas perahu tradisional unik yang disebut Kajang. Perahu Kajang ini terbuat dari bambu dengan beratapkan daun yang sederhana.

  • Pianemo

Tempat berikutnya yang wajib kamu kunjungi adalah Pianemo. Rugi rasanya kalau berwisata ke Raja Ampat tanpa mengabadikan pemandangan atau tempat yang dikunjungi. Nah, Pianemo ini merupakan salah satu ikon wisata Raja Ampat dan memiliki view gugusan bukit karst yang sangat instagrammable. Untuk mengabadikan pemandangan memukau ini, kamu bisa menaiki spot yang khusus didesain untuk berfoto ria, dengan memiliki tak kurang dari 320 anak tangga. Suatu perjuangan tersendiri memang, menaiki ratusan anak tangga ini. Namun rasa lelah Anda akan terbayarkan dengan menyaksikan dan mengabadikan keindahan alam di Pianemo.

  • Telaga Bintang

Siapa bilang kalau di Raja Ampat hanya bisa snorkeling? Bagi yang kurang hobi dengan kegiatan menyelam atau snorkeling, cobalah berpetualang dengan trek hiking yang menanjak dan cukup menantang di Telaga Bintang. Trek hiking di sini masih sangat alami. Artinya, cukup banyak trek yang menantang tanpa ada pegangan atau tangga buatan manusia. Jadi, sebaiknya kondisi tubuh Anda cukup fit sebelum memutuskan untuk menyambangi tujuan wisata ini. Saat mencapai puncak trek, Anda akan disuguhi pemandangan memukau dari beberapa pulau kecil yang membentuk laguna yang menyerupai bentuk bintang. Sangat menakjubkan dan juga instagrammable.

Diambil dari Nama Legenda Kerajaan di Cilacap, PT KAI Tunda Operasional KA Nusa Tembini

Dua kereta baru diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yakni KA Baturraden dan KA Nusa Tembini. KA Baturraden saat ini sudah mulai beroperasi dari Bandung menuju ke Purwokerto. Namun KA Nusa Tembini yang harusnya mulai beroperasi pada 2 Juli 2021 besok harus ditunda.

Baca juga: KA Baturraden Ekspres Jadi Alternatif dari Purwokerto Menuju Bandung

Pasalnya karena kasus Covid-19 yang meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini dikatakan oleh VP Public Relation PT KAI Joni Martinus melalui siaran pers. Dia mengatakan, PT KAI mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 yang jumlahnya meningkat di masyarakat, sehingga PT KAI akan meninjau kembali waktu yang tepat untuk peluncuran KA Nusa Tembini tersebut.

“Penundaan ini juga bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Kami memohon maaf kepada masyarakat yang telah menantikan kehadiran KA Nusa Tembini ini. Kami akan segera mengumumkannya kembali ke masyarakat terkait peluncuran KA Nusa Tembini jika kondisi sudah mulai membaik,” ujar Joni.

Karena tiket ini sudah mulai dijual dan masyarakat yang sudah membelinya bisa membatalkannya sampai H+30 dari tanggal yang tertera pada tiket di seluruh stasiun yang melayani penjualan tiket baik KA Lokal maupun KA Jarak Jauh. Joni menyebutkan, bea tiket akan dikembalikan seratus persen.

“Masyarakat yang telah membeli tiket tersebut juga akan dihubungi oleh Contact Center 121 terkait proses pembatalan tiketnya,” ujar Joni.

Untuk sementara waktu, masyarakat yang ingin bepergian pada rute Cilacap – Yogyakarta pp masih dapat menggunakan KA Wijayakusuma yang memiliki rute Cilacap – Ketapang pp. Untuk diketahui, KA Nusa Tembini namanya berasal dari nama legenda kerajaan di Cilacap. Kereta ini akan menempuh waktu tiga jam sebelas menit dari Cilacap menuju ke Yogyakarta.

Baca juga: KA Wijayakusuma, September Mendatang Punya Rute Baru Cilacap-Banyuwangi

Sedangkan dari Yogyakarta menuju ke Cilacap hanya menempuh waktu tiga jam perjalanan. Kapasitas penumpangnya 50 tempat duduk disusun 2-2 di kelas eksekutif. Untuk kelas ekonomi premium ada 64 tempat duduk disusun 2-2 dengan 32 kursi ke arah depan dan 32 ke arah belakang.

Musala Stasiun Cilebut, Antara Rawat Sejarah Abad ke-19 dan Kenyamanan Beribadah

Sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia, mudah bagi masyarakat untuk menemui musala atau masjid dimanapun, dalam konteks ini di stasiun-stasiun di Jabodetabek. Setiap stasiun hampir seluruhnya dilengkapi dengan fasilitas rumah ibadah bagi penumpang beragama Islam.

Baca juga: Menara Air Kuno di Manggarai Kini Kondisinya Mengkhawatirkan

Tetapi, berbicara pelayanan, tak semua stasiun memberikan yang terbaik. Tentu berdasarkan kemampuan dan kendala masing-masing. Salah satunya di Stasiun Cilebut.

Di stasiun yang sudah berdiri sejak tahun 1871, musalanya bisa dibilang memang tak terlalu nyaman. Selain bising, sempit namun penumpang yang menggunakannya cenderung banyak, khususnya di waktu petang, musala di sini juga dijadikan tempat penyimpanan barang-barang kebersihan.

Sudah begitu, desainnya sama sekali tidak mencirikan masjid, seperti tidak ada kaligrafi dan sejenisnya yang biasa ditemui di musala dan masjid pada umumnya. Belum lagi masalah speaker dan ornamen, furniture dan lain sebagainya yang sekali lagi sangat tidak menyerupai masjid dan masjid.

Tetapi, di sisi lain, musala ini merupakan salah satu bagian dari beberapa bangunan asli stasiun sejak pertama kali berdiri yang masih dipertahankan. Ini yang pada akhirnya menjadi dilema tersendiri.

Sebetulnya, andaipun ingin direnovasi, itu tidak berarti harus menghilangkan nilai sejarah atau menghancurkan bangunannya.

Stasiun yang berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi (DAOP) I Jakarta dan hanya melayani perjalanan penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek dengan kartu single maupun multitrip ini mungkin bisa mencontoh bangunan bersejarah lainnya yang sudah direnovasi namun tetap tidak menghilangkan nilai-nilai daripada bangunan aslinya.

Mungkin, pihak KAI bisa mencontoh bangunan bersejarah yang kini difungsikan sebagai masjid atau musala tetapi berhasil direnovasi tanpa menghilangkan karakteristik aslinya; Masjid Cut Meutia.

Masjid ini dulunya adalah bangunan kantor biro arsitek (sekaligus pengembang) N.V. (Naamloze vennootschap, atau Perseroan terbatas) Bouwploeg, Pieter Adriaan Jacobus Moojen (1879 – 1955) yang membangun wilayah Gondangdia di Menteng.

Sebelum difungsikan sebagai masjid sebagaimana sekarang, bangunan ini pernah digunakan sebagai kantor pos, kantor Jawatan Kereta Api Belanda, sampai kantor Kempetai Angkatan Laut Jepang (1942 – 1945). Setelah Indonesia merdeka, masjid ini pernah juga dipergunakan sebagai kantor Urusan Perumahan, hingga Kantor Urusan Agama.

Baca juga: Sepur Kluthuk Jaladara, Kereta Uap Kuno Yang Lintasi Jalur Kota Solo

Barulah pada zaman pemerintahan Gubernur Ali Sadikin diresmikan sebagai masjid tingkat provinsi dengan surat keputusan nomor SK 5184/1987 tanggal 18 Agustus 1987.

Walau demikian, usai difungsikan sebagai masjid, dilakukan satu dua kali renovasi, khususnya di bagian dalam, tanpa mengurangi apalagi menghilangkan karakteristik aslinya.

Ukur Kepuasan Pelanggan, Bandara Tokyo Narita Sebar Perangkat Feedback Technology

Di era ketatnya persaingan di industri penerbangan global, service atau pelayanan tentu menjadi poin pembeda dan kunci utama merebut hati pelanggan. Tak hanya bagi maskapai, tetapi juga bandara. Karenanya, dibutuhkan metode khusus untuk mencari tahu tingkat kepuasan pelanggan, seperti yang dilakukan Bandara Tokyo Narita.

Baca juga: Troli Canggih Kini Buat Operasional Bandara Hemat 100 Persen, Ini Rahasianya

Belum lama ini, bandara yang terletak di Narita, Prefektur Chiba, Jepang, ini memasang perangkat feedback technology di sekitar 23 titik checkpoint di tiga terminal bandara. Hanya saja, tak disebutkan dengan jelas dimana saja titik tersebut.

Yang jelas, dari keterangan di laman resmi HappyOrNot, perangkat bisa diletakkan dimanapun di sudut bandara, mulai dari restoran, titik pengumpulan troli, check in counter, lounge, boarding gate, sampai toilet sekalipun bisa dipasangi perangkat tersebut. Tentu jenis perangkatnya berbeda dan mengikuti lokasi pemasangannya.

Berkat perangkat yang terjalin atas kemitraan dengan HappyOrNot tersebut, penumpang hanya perlu menekan tombol dengan empat emoticons yang paling menggambarkan jenis layanan bandara berupa sangat puas, puas, tidak puas, dan sangat tidak puas, tanpa repot-repot mengisi kuisioner dan sejenisnya.

Data yang dikumpulkan sendiri tidak hanya sekedar sangat puas, puas, tidak puas, dan sangat tidak puas, melainkan lebih daripada itu, seperti jam-jam yang lebih sering didatangi pengunjung/penumpang, skor pelayanan dalam sehari, sepekan, sebulan, enam bulan, sampai setahun, hingga jam pelayanan terburuk bandara.

Data tersebut juga mencakup berapa pelanggan yang menekan tombol tersebut dan bagaimana penilaian akhirnya di masing-masing dari empat emoticons tersebut.

Dilansir Airport World, melalui data yang dikumpulkan dari perangkat feedback technology HappyOrNot ini, pihak pengelola bandara dapat mengidentifikasi masalah dan memperbaikinya dalam masa waktu tertentu sampai seluruh pelanggan memberikan penilaian sangat puas.

General manager customer service development and planning Bandara Internasional Narita, Yoshie Suzuki, mengatakan, “Setelah periode pengujian selama setahun, kami telah memilih HappyOrNot sebagai mitra untuk langkah selanjutnya dari sistem pengelolaan customer feedback kami”.

Baca juga: Teknologi LIDAR Kini Deteksi Pergerakan Penumpang di Bandara Frankfurt

“Kami memasang Terminal Smiley (nama perangkatnya) di pos pemeriksaan keamanan di ketiga terminal. Sementara langkah-langkah keamanan dan keselamatan yang ketat, kami berkomitmen untuk memberikan layanan berkualitas tinggi kepada penumpang,” tambahnya.

“Kami percaya tingkat layanan di pos pemeriksaan keamanan secara langsung berkontribusi pada pengalaman perjalanan secara keseluruhan. Jadi, kami memutuskan untuk memperkenalkan alat untuk mengukur dan menilai tingkat layanan secara kuantitatif. HappyOrNot menawarkan fungsionalitas pelaporan yang luas dengan admin user interface yang mudah digunakan,” tutupnya.

Untuk Tahap Awal, Super Air Jet Akan Melayani Rute Domestik dengan 3 Unit Airbus A320

Dengan armada pesawat narrrow body Airbus A320, maskapai LCC baru Super Air Jet telah mendapat sertifikat izin operasi komersial atau Air Operator Certificate (AOC) nomor 121-060 dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, kementerian Perhubungan RI. Dan pada 30 Juni 2021, untuk pertama kalinya, Super Jet mengirimkan siaran pers.

Baca juga: Wow, Harga Tiket Super Air Jet Lebih Murah dari Lion Air dan AirAsia! Ini Detailnya

Sebagai maskapai LCC yang menawarkan harga tiket murah, bahkan lebih murah dari Lion Air dan AirAsia, Super Air Jet dalam siaran pers menyebutkan beberapa poin penting yang selama ini belum banyak diketahui oleh publik. Di antaranya proses sertifikasi izin operasi komersial yang berhasil didapatkan setelah melewati beberapa tahapan selama 9 bulan.

Proses sertifikasi di atas mengacu kepada ketentuan ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional). Dalam memenuhi proses sertifikasi ini, Super Air Jet berhasil melalui 5 (lima) tahapan atau fase, yaitu Pre-Application, Formal Application, Document Compliance, Demonstration & Inspection, dan Certification.

Super Air Jet dengan slogan “Reaching the New Heights” Menembus Ketinggian Baru, untuk tahap awal mengoperasikan 3 (tiga) armada jenis Airbus 320-200 dengan kapasitas penumpang 180 kursi kelas ekonomi yang nyaman dikelasnya.

Baca juga: Bedah Maskapai Baru “Super Air Jet,” Seragam Pramugari Tak Biasa dan Milenial Banget

Dalam rilis yang diterima KabarPenumpang.com, disebutkan bahwa Super Air Jet didirikan atas dasar optimis bahwa peluang pasar khususnya kebutuhan penerbangan dalam negeri masih ada dan terbuka luas, ada permintaan yang sangat kuat dari masyarakat untuk perjalanan udara saat ini, terutama para milenial. Hal tersebut sesuai dengan kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sehingga angkutan udara dalam upaya mobilitas orang dan barang sangat dibutuhkan, sejalan konektivitas antar wilayah agar saling terhubung dan tercipta dengan baik.

Buntut ‘Pembajakan’ Pesawat Ryanair, AS Larang Penjualan Tiket ke Belarusia

Departemen Perhubungan (DoT) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan edaran berisi larangan penjualan tiket ke Belarusia. Ini menjadi klimaks dari ‘pembajakan’ pesawat Ryanair oleh pemerintah negara tersebut semata hanya ingin menangkap jurnalis oposisi, Roman Protasevich. Bila tak ada nota keberatan dari maskapai, AS resmi melarang penerbangan ke Belarusia dalam waktu dekat.

Baca juga: Mengenal Roman Protasevich, Jurnalis yang Jadi Alasan Pesawat Ryanair ‘Dibajak’ Belarusia

Selama ini, maskapai Negeri Paman Sam memang tidak punya penerbangan langsung ke Belarusia. Tetapi, maskapai asing yang memiliki basis di negara tersebut dan maskapai kargo AS punya. Karenanya, larangan tersebut dikeluarkan dan bukan hanya berlaku untuk penerbangan penumpang dan kargo melainkan penerbangan charter.

Kendati demikian, larangan terbang ke Belarusia yang dikeluarkan AS bisa batal selama itu menyangkut kepentingan nasional, kemanusiaan, dan keamanan nasional negara.

“Departemen mengusulkan bahwa kondisi tersebut akan berlaku segera setelah dikeluarkannya larangan ini. Kami memberikan kesempatan pada maskapai dua hari kerja dari tanggal larangan ini dikeluarkan untuk mengajukan keberatan atas keputusan sementara kami,” kata Dot dalam sebuah pernyataan yang dikutip Simple Flying.

“DoT untuk sementara memutuskan melarang penjualan transportasi udara penumpang, termasuk transportasi udara secara interline, antara Amerika Serikat dan Belarusia, kecuali untuk transportasi apa pun yang dianggap untuk kepentingan nasional Amerika Serikat, termasuk atas dasar kemanusiaan atau keamanan nasional,” bunyi lanjutan dalam pernyataan tersebut.

Larangan penerbangan dari AS ke Belarusia tentu yang paling ditunggu-tunggu. Sebab, dikala Uni Eropa dan negara-negara Skandinavia kompak melarang penerbangan ke negara tersebut tak lama setelah insiden ‘pembajakan’ terjadi, AS cenderung masih menunggu.

Ketika itu, Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg, bersama FAA masih mengkaji apakah maskapai-maskapai AS cukup aman untuk tetap melintasi negara tersebut.

Sejak hari pertama insiden pembajakan ilegal dan menyalahi Chicago Convention 1944 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) oleh Pemerintah Belarusia, tercatat sudah ada beberapa maskapai yang resmi melarang pesawatnya terbang di langit negara sekutu Rusia itu, seperti Wizz Air, Scandinavian Airlines (SAS), airBaltic, dan LOT Polish Airlines.

Lufthansa, seluruh maskapai Britania Raya, dan Lituania juga mengeluarkan larangan terbang melintasi Belarusia, begitu laporan Aviation News.

Baca juga: Dikawal Jet Tempur, Pesawat Ryanair Dipaksa Mendarat Darurat Demi Tangkap Jurnalis

Setelah AS, Asia, Afrika, dan Australia masih dinanti kekompakannya menutup penerbangan ke Belarusia ataupun larangan melintasi negara tersebut. Tetapi memang, itu bukan hal mudah. Bila melarang dalam artian membatalkan seluruh penerbangan yang melintasi ruang udara tersebut, maka itu akan mudah.

Tetapi, bila melarang melintasi Belarusia dalam artian re-route atau mengatur ulang rute melintasi negara tetangga Belarusia, maka, ada proses administrasi yang harus dilakukan dan itu butuh waktu.

MRT Jakarta Lakukan Penetanan Status Emergency di Masa PPKM Mikro

Seusai Lebaran 2021 penumpang MRT Jakarta merangkak naik dan mencapai 30 ribu penumpang per harinya. Namun setelah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro terlihat adanya penurunan penumpang kembali.

Baca juga: Skybridge MRT Jakarta dan TransJakarta Beroperasi Pertengahan 2021, Integrasi Tiket dan Tarif dalam Kajian

Di mana pada beberapa hari ini dikatakan direktur utama PT MRT Jakarta William Sabandar, penumpang turun sampai 14.551. Dia menyebutkan jam operasional yang sudah kembali ke normal pun kini menjadi berubah yakni mulai beroperasi pukul 05.00 hingga 21.00 pada hari biasa dan 06.00 hingga 21.00 pada akhir pekan.

William mengatakan bahwa on time performance atau OTP MRT Jakarta adalah 100 persen dengan 6780 perjalanan tanpa terlambat dan pembatalan serta dengan waktu tunggu lima menit di jam sibuk dan sepuluh menit dan jam biasa.

”Hingga hari ini, kami juga terus melakukan kontribusi layanan feeder bersama dengan beberapa transportasi lainnya seperti TransJakarta, PPD, Grab dan Bluebird,” ujar William dalam forum jurnalis.

Adanya PPKM mikro dan meningkatnya masyarakat yang terinfeksi Covid-19, William mengatakan, MRT Jakarta melakukan penetapan status emergency atau crisis. Di mana untuk staf kantor kebijakannya adalah work from home atau WFH 100 persen dan untuk petugas di lapangan seperti biasanya.

”Kita buat crisis management team meeting dengan melihat keseluruhan di lapangan ada yang terpapar atau tidak baik karyawan maupun keluarganya. Kita bekerja sama dengan rumah sakit dan asuransi kesehatan untuk memberikan vaksin dan konsultasi telemadicine,” jelasnya.

Sehingga bagi karyawan yang terpapar MRT Jakarta akan memberikan fasilitas rawat inap dan homecare bagi mereka yang isolasi mandiri di rumah. William menambahkan, bagi masinis dan para petugas di OCC, pihaknya menyiapkan mess atau tempat tinggal sementara.

Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kekurangan masinis dan pekerja di OCC. Mereka akan bergantian selama sepuluh hari dan ada pengecekan swab sebelum masuk mess dan keluar mess untuk bertemu keluarga.

”Yang jelas kita respon cepat tanggap darurat bagi karyawan,” ungkapnya.

Selain itu penumpang yang akan menggunakan MRT Jakarta juga akan diwajibkan menggunakan masker double untuk mencegah penularan virus selain tidak berbicara di dalam kereta. Meski dalam PPKM mikro, William menyebutkan, banyak hal yang dilakukan dalam pembangunan sarana pendukung MRT Jakarta.

Hal ini terlihat adanya sembilan project on going yang mana tiga diantaranya merupakan proyek cepat berjalan. William menjelaskan, tiga proyek ini yang pertama adalah pembangunan transport hub Dukuh Atas dekat Stasiun Sudirman yang nantinya bangunan tersebut berfungsi untuk berbagai macam hal.

Proyek kedua yakni pembangunanan jembatan penyeberangan multi guna Dukuh Atas yang akan dilakukan PT MITJ. INi adalah jembatan pertemuan titik LRT Jabodebek hingga Stasiun Sudirman dan transport hub TransJakarta.

Baca juga: Gandeng Properti Sekitar, MRT Jakarta Fase 2 Pembangunannya Bersamaan TOD

”Nantinya jembatan ini akan beroperasi bersamaan dengan LRT Jabodebek,” kata William.

”Terakhir adalah pembangunan transit hub dan skybridge di Poin Square yang akan menghubungkan Stasiun MRT Lebak Bulus dengan Poins Square. Sedangkan bagian bawahnya dibuat sebagai hub,” tambahnya.