Mengaku Bangsawan, Penumpang Bus Diamankan Polisi Setelah Menghina Penumpang Lain Sebagai Pengemis

Setiap penumpang di transportasi umum memiliki hak yang sama untuk duduk dan ada pengecualian untuk lansia, ibu hamil serta penyandang disabilitas. Namun seorang wanita di Beijing mengaku sebagai bangsawan Manchuria dan melecehkan penumpang lain dengan menyebutnya pengemis.

Baca juga: Dapat Tindakan Diskriminasi, Penumpang AS Keturunan India Laporkan Aeroflot

Karena ini masuk dalam bahasa diskriminasi, penumpang berusia 63 tahun tersebut diamankan pihak kepolisian. Dilansir KabarPenumpang.com dari scmp.com (10/6/2021), wanita bermarga Wen itu duduk di dalam bus sambil berteriak dan memanggil penumpang wanita lebih muda sebagai pengemis.

Kejadian itu direkam oleh penumpang bus lainnya dan setelah diunggah ke Weibo membuat warganet marah. Awal penghinaan tersebut di mana Wen marah ketika wanita muda tidak cekatan memberikan kursi untuk dirinya.

“Kalian orang-orang kotor dari luar Beijing. Anda datang ke sini untuk meminta makanan. Apa yang kamu sombongkan? Saya memandang rendah orang-orang dari luar Beijing. Anda memiliki kualitas peradaban yang rendah. Anda bahkan tidak berinisiatif menawarkan kursi untuk orang tua, lemah, sakit atau cacat,” ujar Wen dalam rekaman tersebut.

Seorang penumpang bus yang menjadi saksi mengatakan Wen berteriak, “Tawarkan tempat duduk untuk saya saat naik bus.“ Namun saksi menyebutkan, Wen tidak tampak cacat. Untuk diketahui, Wen ditahan secara administratif karena menggunakan bahasa diskriminatif oleh polisi transportasi umum Beijing.

Pihak kepolisian mengatakan, Wen mengucapkan bahasa diskriminatif beberapa kali pada penumpang lainnya di dalam bus. Penahanan administratif China berlaku untuk pelanggaran ringan yang dianggap melanggar aturan manajemen sosial negara itu. Tidak jelas berapa lama Wen akan ditahan.

Rekaman yang diunggah ke media sosial tersebut menuai beragam komentar dari warganet. “Saya adalah penduduk asli Beijing. Anda mempermalukan kami orang Beijing. Seluruh bangsa memperhatikan Anda dan mereka tidak bisa tidak berpikir ‘apakah semua penduduk asli Beijing seperti ini?’” tulis satu orang.

“Saya merasa lega ketika melihat berita bahwa dia ditahan. Saya pikir pihak berwenang hanya akan mengkritiknya. Bravo, Polisi Transportasi Umum Beijing, ”kata komentator kedua.

Namun ada pula warganet yang tidak setuju dengan keputusan pihak kepolisian.

Baca juga: Diskriminasi Penumpang Israel, El Al Tolak Turunkan Dana Kompensasi

“Jadi alasan penahanannya adalah dampak sosial yang buruk? Kata-katanya terlalu berlebihan? Atau karena diunggah ke internet? “Pada kenyataannya, ada lebih banyak orang yang melecehkan orang lain dengan kata-kata yang lebih kejam daripada dia. Haruskah kita mengambil videonya, meletakkannya secara online untuk memaksa polisi menahan mereka di masa depan?” kata orang ketiga.

Mengenal Boeing C-32, Varian Air Force Two dari Boeing 757

Pesawat Boeing C-32 mungkin tak banyak yang mengenal. Namun, bagaimana dengan Boeing 757? Mungkin cukup familiar dibanding C-32, sekalipun masih kalah populer dibanding Boeing 737, 747, Boeing 777, dan pesawat Boeing lainnya. Padahal, keduanya adalah satu pesawat yang sama namun berbeda versi, satu persi penumpang dan satu lainnya versi militer.

Baca juga: Ada Masalah Teknis, Air Force One Wapres Kamala Harris Terpaksa ‘Return to Base’

Boeing C-32 beberapa hari lalu pernah menjadi sorotan lantaran mengancam jiwa Wakil Presiden AS, Kamala Harris. Wanita keturunan India tersebut hendak mengunjungi Meksiko dan Guatemala untuk memberesi masalah imigran.

Namun, pesawat kepresidenan dengan call sign Air Force Two tersebut mengalami masalah teknis dan terpaksa return to base ke Pangkalan Angkatan Udara Andrews di pinggiran Kota Washington. Beruntung, pesawat berhasil mendarat mulus tanpa adanya insiden apapun.

Dihimpun dari berbagai sumber, Angkatan Udara Amerika Serikat sejauh ini sudah memiliki empat pesawat angkut penumpang militer itu.

Pesawat-pesawat tersebut pada umumnya tak dikhususkan untuk wakil presiden saja, melainkan juga untuk menerbangankan berbagai pejabat penting, seperti Ibu Negara AS, Sekretaris Negara (Setneg), anggota kabinet AS, sampai pemimpin Kongres.

Boeing C-32A Air Force Two. Foto: Bloomberg


Perbedaannya hanya pada call sign saja. Saat ditumpangi oleh wakil presiden, Boeing C-32 disebut sebagai Air Force Two. Adapun saat ditumpangi pejabat lainnya, call sign berubah sesuai yang sudah ditentukan.

Pesawat ini bahkan bisa saja menggunakan call sign atau tanda panggil Air Force One saat menerbangkan presiden AS.

Biasanya, kondisi ini disebabkan sulitnya akses pendaratan pesawat reguler Air Force One, VC-25A, yang berbasis Boeing 747, saat presiden mengunjungi wilayah-wilayah terpencil di AS.

Pesawat Boeing 757-200 versi militer tersebut sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mendukung aktivitas presiden, wakil presiden, dan pejabat negara lainnya; termasuk interior mewah dengan kapasitas 45 kursi, fasilitas lengkap seperti ruang makan, ruang rapat, toilet mewah, ruang istirahat, avionik militer, serta kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar untuk jangkauan lebih jauh hingga 11.000 km.

Tanpa modifikasi sekalipun, pesawat ini memang sudah dikenal sebagai pesawat tertangguh di dunia. Pesawat mampu terbang atau mendarat di bandara-bandara kering, tinggi, dan dengan landasan pacu yang pendek.

Baca juga: Airbus A380 Pernah Ingin Dijadikan Air Force One, Batal Gegara Hal Ini

Selain Boeing C-32A sebagai Air Force Two, Boeing juga membuat varian Boeing C-32B. Berbeda dengan varian Boeing C-32A, Boeing C-32B bertugas untuk memberikan support udara bagi Tim Dukungan Darurat Luar Negeri Departemen Luar Negeri dan Pusat Kegiatan Khusus CIA. Pesawat ini berfungsi sebagai transportasi global on-call dengan kemampuan komunikasi canggih jarak jauh.

Sepanjang sejarah, satu-satunya pesawat Boeing C-32B ini hanya sekali berfungsi sebagaimana Air Force Two, mengangkut penumpang VVIP AS. Sisanya, pesawat berfungsi seperti tujuan awal pesawat dibangun.

Ini Perbedaan Bus Single Glass dan Double Glass yang Digunakan Karoseri di Indonesia

Bus menjadi salah satu pilihan moda transportasi darat selain kereta api untuk bepergian. Namun pernahkah Anda sadari kaca depan setiap bus berbeda bentuknya? Di mana bus besar menggunakan kaca tunggal atau single glass dan kaca double atau double glass.

Baca juga: PO ANS – Pernah Layani Trayek AKAP Terjauh, Banda Aceh – Denpasar

Nah apa perbedaan dari dua model kaca bus ini? KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber bahwa bus saat ini sudah banyak karoseri yang menggunakan kembali single glass. Pasalnya dengan kaca tunggal, pandangan penumpang tidak terhalang saat melihat jalanan di depan.

Bus tingkat AKAP PO Nusantara. (Foto: Tribunsolo)

Bahkan pembuatan single glass sendiri lebih murah karena tidak ada rangka dan pelat di tengah-tengah kaca depan. Tak hanya itu, pembuatannya pun tidak lebih rumit namun single glass juga memiliki kelemahan yakni jika pecah, perbaikan relatif lebih mahal karena ukuran kaca yang besar.

Saat ini ada beberapa karoseri yang menggunakan single glass pada bus besar mereka yakni Morodadi Prima pada bus milik PO ANS. Selain itu ada Karoseri Tentrem yang merilis dua varian bus besar dengan single glass yakni Avante H7X dan H8X.

Walaupun menghadirkan bus dengan single glass, tapi karoseri Morodadi Prima dan Tentrem memiliki bus dengan double glass. Namun meski begitu hingga saat ini, penggunakan double glass juga masih menjadi primadona tersendiri oleh beberapa karoseri.

Bus dengan kaca double hadir di Indonesia sejak 2015 dan dimulai oleh karoseri Adiputro. Setahun kemudian dan hingga saat ini, tren double glass semakin berkembang karena hampir semua karoseri menggunakan bodi dengan kaca depan ganda berpenyekat horizontal.

Baca juga: Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Karoseri Adiputro menggunakan double glass pada tiga varian busnya yakni Jetbus 3+ SHD, Jetbus 3+ HDD dan Jetbus 3+ MD. Karoseri Laksana juga menghadirkan penggunaan double glas pada tiga varian busnya seperti New Discovery egacy SR2 HD Prime dan Legacy SR2 XHD Prime. Kemudian karoseri New Armada yang memiliki du bus high decker dengan konsep double glass yakni Skylander HDD dan Evolander SHD.

Terekam CCTV, Bus Listrik di Cina Mengeluarkan Asap dan Meledak

Beberapa tahun belakangan, kehadiran bus listrik semakin nyata dan mulai digunakan untuk mengangkut penumpang. Bahkan beberapa negara yang regulasinya sudah ada membuat bus listrik mulai dioperasikan secara komersial seperti salah satunya di Cina.

Baca juga: Yutong dan WeRide Kembangkan Bus Tanpa Pengemudi

Namun baru-baru ini sebuah bus listrik di Cina tiba-tiba mengeluarkan asap dan meledak hingga mengeluarkan api. Ledakan yang menghasilkan api tersebut menyambar tiga bus lainnya yang berada di sebelah bus itu. Bahkan tempat sampah yang letaknya tak jauh pun ikut terbakar.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman carscoops.com (8/6/2021), insiden terbakarnya bus listrik ini terjadi disalah satu universitas di daerah otonomi Guangxi Zhuang, Cina Selatan. Kebakaran bus itu terekam CCTV atau kamera pengawas universitas.

Dari kamera pengawas, awalnya bus yang terparkir berjajar itu tampak baik-baik saja. Namun setelah beberapa detik asap terlihat mengepul pada salah satu bus dan seketika meledak mengeluarkan bola api serta membakar tempat sampah.

Bahkan bus kedua disebelahnya ikut terbakar, kemudian api menyambar bus ketiga dan tak lama api juga melalap bus keempat. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 20 menit setelah api mulai menyala dan dengan cepat memadamkan api.

Sayangnya empat dari lima bus yang terparkir hangus dan hancur total karena kebarakaran itu. Untungnya satu bus terselamatkan tanpa kerusakan serius. Dalam insiden terbakarnya bus listrik tersebut tidak ada korban jiwa.

Baca juga: Operasikan 400.000 Unit, Populasi Bus Listrik Terbesar Masih di Cina

Penyebab kebakaran pun masih diselidiki. Untuk diketahui, ternyata kebakaran bus listrik di universitan di Guangxi Zhuang yang terkam secara dramatis bukan yang pertama kali. Sebab pada September tahun lalu, sebuah video diunggah ke media sosial yang menunjukkan BAIC EX360 meledak dan mengeluarkan bola api setelah petugas pemadam kebakaran menyemprot air dingin ketika mengisi daya.

Garuda Indonesia dan Bluebird Hadirkan Fitur Pemesanan Taksi di Aplikasi “Fly Garuda”

Di tengah pemberitaan seputar merosotnya kinerja keungan, rupanya tak menyurutkan Garuda Indonesia untuk melakokan kolaborasi dengan mitranya, persisnya Garuda Indonesia dan Bluebird Group meluncurkan fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda” yang menghadirkan kemudahan layanan transportasi terintegrasi khususnya bagi masyarakat yang memerlukan layanan transportasi dari dan menuju bandara. Melalui fitur baru tersebut, pelanggan Garuda Indonesia dapat melakukan pemesanan taksi Bluebird dan Silverbird pada aplikasi “Fly Garuda”.

Baca juga: Garuda Indonesia Percepat Pengembalian Pesawat yang Belum Jatuh Tempo Kepada Lessor

Saat ini, fitur baru pada aplikasi “Fly Garuda” tersebut dapat diakses para pengguna jasa yang berada di wilayah jangkauan operasional Bluebird Group dan akan diimplementasikan secara bertahap di kota-kota lainnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan bahwa pengembangan layanan ini merupakan upaya Garuda Indonesia sebagai national flag carrier untuk terus bergerak adaptif dengan berinovasi memaksimalkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman, baik melalui pengembangan transformasi digital berkelanjutan hingga kerja sama dengan para mitra strategis.

“Sejalan dengan peningkatan potensi pasar digital, Garuda Indonesia terus mengoptimalkan layanan digital melalui platform “Fly Garuda” untuk meningkatkan pengalaman terbang bagi pengguna jasa kami – khususnya di masa new normal saat ini. Sejak diperkenalkan kembali pada bulan Maret lalu, aplikasi Fly Garuda terus mengembangkan fitur-fitur yang dapat mendukung kemudahan perjalanan bagi para penumpang.”, tambah Irfan.

“Pengembangan fitur-fitur baru merupakan upaya kami untuk memberikan nilai tambah bagi penumpang, khususnya dalam menghadirkan kemudahan dalam merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi Garuda Indonesia dan memberikan pilihan layanan transportasi secara terintegrasi, di mana para pengguna jasa Garuda Indonesia dapat leluasa mengatur sarana transportasi lanjutan setelah melaksanakan penerbangan maupun melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan, dengan menggunakan salah satu transportasi darat terbaik di Indonesia.”, jelas Irfan.

Untuk menikmati fitur baru tersebut, pengguna jasa dapat menggunakan layanan tersebut melalui aplikasi Fly Garuda pada kategori produk “taxi” dengan mengisi informasi pemesanan secara lengkap seperti data diri (nama, nomor telepon, dan jadwal penjemputan), lokasi penjemputan, dan alamat tujuan. Adapun estimasi harga akan secara otomatis muncul ketika informasi pemesanan telah diisi secara lengkap. Selain itu, layanan ini dapat dipesan paling lambat 15 menit sebelum jadwal penjemputan.

Baca juga: BlueBird Hadirkan BYD T3 di Bali, Taksi Listrik dengan Model MVP

Aksesibilitas layanan Bluebird Group di aplikasi Fly Garuda adalah langkah awal dari kerja sama dan nantinya para penumpang Bluebird juga akan dapat memesan tiket Garuda Indonesia melalui aplikasi MyBluebird. Ke depannya Garuda Indonesia dan Bluebird akan terus mengembangkan kerja samanya hingga lini bisnis lainnya khususnya kargo melalui anak usaha Garuda Indonesia – Aero Jasa Cargo – sebagai salah satu strategi menangkap opportunity bisnis logistik yang sedang tumbuh pesat di Indonesia saat ini.

Selain itu, dari Garuda Indonesia dan Bluebird Group juga bekerja sama secara korporasi untuk pembelian tiket dengan benefit fleksibilitas serta diskon hingga 20% (untuk rute internasional) yang dapat dipergunakan bagi seluruh karyawan Bluebird Group.

Tak Terasa, Sudah 12 Tahun Jembatan Suramadu Menjadi ‘Urat Nadi’ Surabaya dan Madura

Siapa yang tak kenal dengan Jembatan Suramadu? Sepertinya rakyat Indonesia apalagi yang menetap di Jawa Timur pasti kenal jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Pulau Madura ini. Apalagi belum lama ini tepatnya pada Minggu (6/6/2021) dilakukan penyekatan di Jembatan Suramadu yang berlangsung selama 12 hari ke depan.

Baca juga: Jalur Kereta di Pulau Madura, Terlupakan Meski Nyaris Dihidupkan Kembali

Hal ini membuat warga dari Madura yang akan ke Surabaya harus melalui tes swab antigen. Penyekatan sendiri dilakukan untuk mencegah penularan virus corona yang dibawa dari Madura ke Surabaya, karena di Bangkalan ada lonjakan kasus positif Covid-19.

Nah, tahukah Anda sejarah Jembatan Suramadu? KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Jembatan Nasional Suramadu merupakan jembatan yang melintasi Selat Madura. Di mana jembatan menghubungkan Pulau Jawa di Surabaya dengan Pulau Madura di Bangkalan tepatnya timur Kamal.

Jembatan Suramadu memiliki tiga bagian yakni jjalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge) dan jembatan utama (main bridge). dengan total panjang keseluruhan 5.438 meter dan lebar 30 meter. Bahkan Jembatan Suramadu disebut sebagai jembatan terpanjang di Indonesia saat ini.

Peletakan batu pertama pembanguan Jembatan Suramadu dilakukan oleh Presiden Megawati pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Pembangunannya ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura seperti bidang infrastruktur dan ekonomi.

Perkiraan biaya untuk pembangunan Jembatan Suramadu sekitar Rp4,5 triliun. Uniknya pembangunan Jembatan Suramadu dlakukan dari tiga sisi yani dari Bangkalan dan Surabaya serta pembangunan bentang tengah yang terdiri dari jembatan penghubung dan jembatan utama.

Setelah berperasi jembatan ini memiliki empat lajur dua arah selebar 3,5 meter dengan dua lajur darurat selebar 2,75 meter. Jembatan ini juga menyediakan lajur khusus bagi pengendara sepeda motor di setiap sisi luar jembatan.

Selain untuk kendaraan bermotor, Jembatan Suramadu juga mengakomodasi pelayaran kapal laut yang melintasi Selat Madura dengan memberikan ruang bebas setinggi 35 meter dari permukaan laut. Pada bagian inilah yang menyebabkan pembangunannya menjadi sulit dan terhambat, dan juga menyebabkan biaya pembangunannya membengkak.

Baca juga: Risma: Mulai Desember 2018, Jalur Suramadu Dilengkapi Cable Car

Adanya pembangunan jembatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemerataan pendapatan dan pembangunan di wilayah Surabaya ke wilayah Madura, begitu pula dengan kependudukan, mengingat wilayah Surabaya yang semakin padat dengan penduduk yang melakukan urbanisasi yang sebagian besar berasal dari wilayah Madura, pemerintah berharap dengan adanya pemerataan ekonomi ini dapat menekan laju urbanisasi tersebut.

Dirut TransJakarta Pastikan Armadanya Tidak Menggunakan Ban Vulkanisir

Berhentinya bus TransJakarta di rel kereta Halimun yang tengah diselidiki menghadirkan kabar baru lainnya. Di mana TransJakarta menggunakan ban vulkanisir pada setiap unitnya. Kabar ini tersebar setelah adanya bus TransJakarta rute PGC-Harmoni (5C) mengalami kerusakan beberapa hari lalu.

Baca juga: Bus TransJakarta Mogok di Tengah Perlintasan Kereta, Ini Kemungkinan Penyebabnya

Insiden bus TransJakarta mengalami gangguan juga diunggah oleh Instagram TMC Polda Metro Jaya, @tmcpoldametro. Yang mana dalam unggahan tersebut, bus TransJakarta mengalami gangguan ban di Harmoni, Jakarta Pusat.

“Bus TransJakarta alami gangguan ban (vulkanisirnya lepas) di samping Pos Lantas Harmoni, Jakarta Pusat, dan sudah dalam penanganan montir,” tulis TMC Polda Metro Jaya dilihat, Kamis (3/6/2021).

Karena adanya dua insiden ini, PT Transportasi Jakarta atau TransJakarta angkat bicara dan menjelaskan keseluruhannya. Direktur utama PT TransJakarta Sardjono Jhony Tjitrokusumo menjelaskan dalam dialog bersama dengan Gerakan Indonesia Muda.

Jhony mengucapkan terimakasih dan mengapresiai Gerakan Indonesia Muda yang peduli terhadap perusahaan yang dipimpinnya tersebut. Dia mengatakan, terkait kedua insiden yang terjadi tidak berselang lama tersebut, TransJakarta sama sekali tidak pernah menggunakan ban vulkanisir.

“Untuk itu guna menghindari pemberitaan yang melenceng, kami persilahkan pihak-pihak yang meragukan hal ini untuk melakukan audit secara langsung,“ ujar Jhony yang dikutip dari siaran pers, Rabu (9/6/2021).

Bahkan Jhony menambahkan, saat ini pihaknya terus berfokus dalam memberikan pelayanan terbaik bagi fasilitas yang aman dan nyaman digunakan oleh pelanggan di masa pandemi saat ini. Untuk diketahui, bus dengan ban rusak terjadi sekitar pukul 07.30 WIB pada Kamis (3/6/2021).

Saat itu bus tengah melintas di traffic light Harmoni dari Juanda menuju ke Harmoni. Kemudian bus mengalami pecah ban depan bagian kanan bus dan ban yang digunakan bus TransJakarta tersebut diproduksi tahun 2016. Selain itu bus itu terakhir kali dilakukan uji KIR pada 9 Februari 2021 dan lulus untuk melayani seluruh masyarakat.

Baca juga: Ulang Tahun Ke-7, TransJakarta Tambah Tiga Fitur Baru di Aplikasi Tije

Sehingga ketika ban pecah terlihat seperti vulkanisir lepas. Bahkan saat kondisi ban pecah, bus TransJakarta diarahkan tetap melaju hingga Halte Harmoni sehingga kondisi ban mengalami sobek di sekelilingnya.

Inilah Velo 2 Beeline, Kompas Digital Khusus Sepeda, Goweser Wajib Coba!

Mengendarai sepeda sungguh mengasyikkan bagi para goweser atau pesepeda. Dengan catatan, goweser mengetahui arah jalan. Bila tidak, aktivitas gowes bukan tak mungkin akan berubah menjadi mimpi buruk atau bahkan petaka.

Baca juga: Cek Tekanan Angin Ban Sepeda Kini Bisa Lewat Ponsel NFC

Di era digital seperti sekarang ini, bepergian memang lebih mudah. Tanpa mengindahkan petunjuk jalan yang ada, cukup berpatukan pada aplikasi Google Maps, goweser atau penggunanya besar kemungkinan bisa sampai di lokasi.

Hanya saja, bagi pesepeda ataupun sepeda motor, prosesnya sering kali menyulitkan, seperti harus berkali-kali melihat ponsel. Bagi mereka yang menghindari hal itu, ponsel biasanya diletakkan di stang sepeda.

Untuk menghindari hujan, itu bisa menggunakan holder waterproof agar tak merusak ponsel. Cara tersebut memang berhasil menghindari goweser berkali-kali berhenti untuk mengecek Maps, tetapi tak menghindarinya dari bahaya lain, seperti penjambretan, penodongan, pencurian, dan kejahatan lainnya saat di jalan terhadap ponsel yang bertengger di stang; kecuali goweser sekalian menggunakan Velo 2 Beeline.

Velo 2 Beeline sendiri merupakan kompas digital yang didesain se-simpel mungkin, baik dari segi bentuk, ukuran, peletakkannya, fitur, tampilan, dan lain sebagainya, untuk menavigasi arah di jalan-jalan bagi para pesepeda.

Dilansir New Atlas, dalam penelitian internal perusahaan, tampilan Google Maps terkadang justru membuat bingung pengguna. Terlebih, dalam konteks bersepeda, tampilan semacam itu tak efektif untuk dioperasikan di hardware kecil dan mungkin yang bisa ditempel di sepeda.

Velo 2 Beeline diklaim menjadi jawaban goweser untuk menavigasi mereka. Cara pengoperasiannya pun mudah. Pertama-tama, pengguna harus menghubungkan ponsel dan Velo 2 Beeline dengan mengunduh aplikasi khusus.

Usai keduanya terhubung, pengguna harus menentukan tujuan dan klik tombol go. Setelah itu, Velo 2 Beeline akan menampilkan arah tujuan anda berserta jaraknya, seperti pada gambar di atas.

Sebelum memulai gowes, pengguna dapat memilih tiga mode yang tersedia; rute cepat (rute tercepat dengan melahap jalan besar, jalan tikus, bahkan jalan yang super sibuk sekalipun), rute seimbang (rute dengan pilihan jalan yang lengang dan agak cepat), serta rute santai atau tenang (rute yang menghindari jalan macet walau harus memutar, melewati pedesaan, rimbun dan asri, dan lain sebagainya).

Sesudah memulai gowes, ponsel dan Velo 2 Beeline tak lagi membutuhkan akses internet. Tanpa itu, Velo 2 Beeline tetap bisa menavigasi pengguna.

Bila di tengah jalan, pengguna ingin mengubah rute di antara tiga itu, mereka cukup menekan tombol plus atau minus pada layar Velo 2 Beeline.

Baca juga: Kolaborasi Google dan Levi’s Buahkan Jaket Pintar, Apa Saja Kelebihannya?

Selain itu, pengguna juga dapat melihat kecepatan yang ditempuh saat sedang gowes, jarak yang ditempuh, dan perkiraaan waktu tiba di tujuan, dengan hanya mengklik dua kli tombol plus pada layar Velo 2 Beeline. Kompas digital ini, dalam sekali pengisian daya, bisa on sampai 20 jam.

Soal harga, pengembang alat tersebut, Kickstarter, membanderolnya seharga US$79. Adapun harga ecerannya diperkirakan mencapai US$109 atau sekitar Rp1,5 juta (kurs 14.283). Terjangkau, bukan?

Belum Berubah, Wanita Masih Sering Mengalami Pelecehan Seksual di Transportasi Massal

Belum lama ini seorang penumpang KRL Commuter Jabodetabek melaporkan dugaan tindakan pelecahan yang terjadi pada temannya kepada akun Twitter resmi milik PT KAI Commuter @commuterline. Namun balasan yang didapat adalah kalimat tidak sopan dari admin @commuterline.

Baca juga: Penumpang Tandai Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta dengan Stempel Anti-Groping

“BTW kejadiannya dialami sama teman mba kan? Bukan sama mba kan? Kenapa gak langsung lapor polisi saja mba nya? Dan kalau lapor polisi si mba nya pun harus ada bukti,” tulis admin @commuterline.

Setelah menjadi viral, tweet tersebut kemudian dihapus dari akun @commuterline dan manajemen KAI Commuter secara resemi telah meminta maaf kepada pelapor dan korban pelecehan yang terjadi di KRL. Bahkan VP Corsec KAI Commuter Anne Purba mengatakan, pihaknya telah menghubungi secara langsung korban pelecehan di KRL 1452 tujuan Cikarang yang terjadi pada Jumat (4/6/2021).

Ternyata Kejadian seperti ini bukanlah hal yang baru lagi, bahkan kerap kali terjadi dan tahun lalu seorang pemilik akun Facebook meminta bantuan ke anggota grup KRL Mania untuk melaporkan pemilik akun Instagram @wanitacd. Di mana akun tersebut menintip, mengambil gambar dan merekam secara sembunyi celana dalam perempuan pengguna KRL di Jabodetabek dan ruang publik lainnya.

Perilaku ini dikatakan Komnas Perempuan, tindakan yang dilakukan pemilik akun tersebut adalah kekerasan seksual terhadap perempuan di ranah publik. Namun nyatanya pelecehan seksual juga terjadi di transportasi lainnya seperti di dalam bus TransJakarta dan bukan hanya dilakukan oleh penumpang tetapi pengemudi kepada rekan kerjanya.

Beberapa tahun lalu seorang petugas on board bus TransJakarta mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh pengemudi bus. Petugas wanita tersebut di colek kemaluannya oleh pelaku saat berada di dalam bus sekitar pukul 21.40 WIB.

Berkaca pada banyaknya tindakan pelecehan seksual yang dirasakan penumpang wanita, Koalisi Ruang Publik Aman atau KRPA melakukan survei tahun 2019. Di mana hasilnya nyaris 50 persen penumpang wanita mengalami pelecehan seksual di transportasi publik.

Baca juga: Lakukan Pelecehan Seksual, Pengemudi Grab Dipenjara dan Dikeluarkan dari Platform

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, survei tersebut melibatkan 38.766 responden perempuan dari 34 provinsi dengan latar belakang usia maupun tingkat pendidikan yang beragam. Dalam survei KRPA, pelecehan seksual paling banyak terjadi di bus, yaitu 35,45 persen. Di peringkat berikutnya adalah angkot 30 persen dan KRL 17,79 persen.

BlueBird Hadirkan BYD T3 di Bali, Taksi Listrik dengan Model MVP

Di masa kendaraan listrik, taksi konvensional pun tak mau ketinggalan untuk ikut mengurangi polusi yang menyebabkan pemanasan global. Seperti BlueBird yang mulai mengganti beberapa armada berbahan bakar minyaknya menjadi berbahan bakar listrik.

Baca juga: BYD dan Didi Luncurkan D1, Mobil Listrik Pertama yang Dirancang Khusus untuk Ride Hailing

Taksi Bluebird di Jakarta sendiri beberapa di antaranya sudah dilayani dengan mobil listrik BYD buatan Negeri Tirai Bambu. Mobil tersebut berseri E6 dan kehadirannya ini membuat perusahaan taksi yang didirikan oleh Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono tersebut menghadirkan model lain yang juga diproduksi oleh BYD.

KabarPenumpang.com mengutip dari vivanes.com (16/5/2021), BlueBird kemudian menghadirkan seri lainnya dari pabrikan mobil listrik asal Cina tersebut yakni T3. Bentuk mobil T3 sendiri berbeda dengan E6 yang mengusung bentuk hatchback. Di mana BYD M3 dirancang dengan konsep multi purpose vehicle atau MVP dengan pintu geser.

Sebelumnya armada dengan desain pintu geser juga sudah dipakain yakni Nissan Serena untuk layanan khusus. Armada BYD T3 ini akan digunakan untuk melayani pelanggan yang ada di Pulau Dewata, Bali.

Hal ini karena, mobil tersebut dipilih karena Bali menjadi proyek percontohan kendaraan listrik oleh pemerintah. Selain itu juga sebai wujud dukungan BlueBird pada upaya pemerintah mengurangi emisi karbon dan mempopulerkan kendaraan ramah lingkungan.

“Nikmati E-BlueBird Zero Emission yang akan menjadikan perjalanan transportasi kamu lebih ramah lingkungan dan pastinya,” tulis @bluebirdbali pada postingannya di Instagram.

Untuk diketahui, T3 awalnya diperkenalkan oleh BYD dalam bentuk blind van saja, sementara bagi yang membutuhkan angkutan penumpang bisa memilih M3 yang dibekali mesin hybrid. BlueBird merupakan perusahaan penyedia layanan taksi paling besar saat ini di Indonesia.

BlueBird sendiri hadir sejak 1972 dan menggunakan mobil Holden Torana buatan Australia sebagai mobil pertama mereka. Tak berhenti disitu saja, BlueBird kemudian mengembangkan lini bisnis dengan menawarkan layanan eksklusif yang diberi nama SilverBird.

Baca juga: BlueBird dan MRT Jakarta Sepakat Lakukan Studi Integrasi Layanan dalam Enam Bulan

Ini adalah armada yang menggunakan mobil mewah bekas acara KTT Asean pada 1992. Mereka kemudian meremajakan SilverBird dengan produk Mercedes-Benz, dan beberapa tahun lalu hadir mobil listrik Tesla Model X.