Vickers VC10, Raja Udara yang Disadur Uni Soviet (Lagi) di Era Perang Dingin

United Airlines belum lama ini meluncurkan iklan penerbangan supersonik. Maskapai Amerika Serikat itu nantinya akan menghubungkan rute-rute trans-atlantik dalam waktu sangat singkat, seperti London-New York 3,5 jam, New York-Frankfurt 4 jam, San Francisco-Tokyo 6 jam, dan berbagai tujuan lainnya.

Baca juga: Aneh, Ternyata Japan Airlines Pernah Operasikan Tu-114 Saat Puncak Perang Dingin

Tak hanya itu, penerbangan super cepat menggunakan pesawat dari Boom Supersonic tersebut juga 100 persen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.

Berbicara mengenai pesawat supersonik tentu tak terlepas dari Concorde. Sebagai ikon pesawat supersonik, Concorde memang begitu dikenang oleh avgeek di seluruh dunia. Tetapi, mungkin tak banyak yang lupa bahwa sebetulnya Concorde datang lebih akhir ketimbang pesawat supersonik Uni Soviet (Rusia), Tupolev Tu-144.

Pesawat tersebut diketahui terbang perdana pada 31 Desember 1968 sedangkan Concorde baru berhasil terbang perdana pada 2 Maret 1969. Dari segi kecepatan, pesawat supersonik Uni Soviet juga lebih unggul. Tu-144 diketahui mampu melesat hingga 2.300 km per jam. Sedangkan Concorde hanya 2.158 km per jam.

Bisa dibilang, dalam persaingan di bidang pesawat supersonik, Uni Soviet adalah pemenangnya, sekalipun pada akhirnya Barat jelas memenangkan persaingan dengan kiprah Concorde selama puluhan tahun.

Selain pesawat supersonik, era Perang Dingin juga menonjolkan persaingan lainnya antara Soviet-Barat. Salah satunya ialah di pasar pesawat quadjet antara Vickers VC10 dengan Ilyushin Il-62.

Sama halnya dengan Tu-144 dan Concorde, antara Vickers VC10 dengan Ilyushin Il-62 juga memiliki desain yang identik. Kendati demikian, Vickers VC10 berhasil terbang perdana lebih dahulu dibanding pesaing Uni Soviet-nya.

Dikutip dari aerocorner.com, Vickers VC10 terbang perdana pada 29 Juni 1962, lebih dulu enam bulan dari pesawat jet Kim Jong Un tersebut, yang baru melakoni penerbangan perdana pada 3 Januari 1963. Meski didukung empat mesin Rolls-Royce Conway, jet yang sempat menduduki posisi sebagai pesawat paling populer di dunia ini merupakan pesawat narrowbody.

Tak hanya itu, meski menggunakan empat mesin, Vickers VC10 juga mampu lepas landas dan terbang di landasan pacu pendek, tak seperti quadjet lainnya di dunia.

Pemegang rekor 41 tahun penerbangan Atlantik tercepat oleh pesawat jet subsonik ini diketahui memiliki panjang 48,66 meter dan bentang sayap 45 meter. Vickers VC10 mampu terbang sejauh 9,408 kilometer di ketinggian 43 ribu kaki pada kecepatan maksimum 930 km per jam.

Vickers VC10 mampu mengangkut sebanyak 135 penumpang dalam tiga kelas. Dalam konfigurasi dua kelas, kapasitas penumpang meningkat menjadi 151 pax.

Selama tahun 1962–1970, sebanyak 54 unit Vickers VC10 berhasil diproduksi. Itu terbagi menjadi tiga varian, yakni VC10 tipe 1101, Super VC10 tipe 1151, dan VC10 C.1 tipe 1106.

Baca juga: Selain Antonov An-225 Mriya, Ilyushin Il-62 Pernah Jadi Pesawat Terbesar di Dunia Buatan Soviet

Selain digunakan oleh maskapai penerbangan Inggris, seperti British Overseas Airways Corporation (BOAC) dan British United Airways, Vickers VC10 juga pernah digunakan oleh Ghana Airways, Nigeria Airways, Gulf Air, serta maskapai lainnya di beberapa negara di dunia seperti Argentina, Cekoslowakia, Lebanon, Meksiko, Rumania, dan Thailand.

Tak hanya dioperasikan sebagai pesawat komersial, pesawat tersebut juga digunakan oleh Royal Air Force (RAF) sebagai pesawat tanker untuk pengisian udara-ke-udara.

Enam Private Jet Termahal Milik Pesepak Bola Dunia, Nomor Satu Lekat dengan Aceh-Indonesia!

Pesepak bola modern memang bergelimang harta. Gaji ratusan miliar rupiah per bulan tentu menjadi buktinya. Itu baru gaji, belum pendapatan lainnya dari iklan, bonus, sponsor, dan lain sebagainya. Baca juga: Intip Deretan Koleksi Jet Pribadi Bill Gates yang Picu Kontroversi Tak ayal, tak sedikit dari pesepak bola kenamaan dunia yang membeli jet pribadi atau private jet untuk mendukung aktivitas mereka. Seiring berkembangnya industri sepak bola dunia, semakin banyak pesepak bola yang memiliki private jet. Tetapi, hanya segelintir dari mereka yang mampu membeli private jet mewah dan termahal di dunia. Siapa saja? Agar lebih jelas, dikutip dari menkoraviation.com, berikut daftar enam private jet termahal milik bintang sepak bola dunia. 6. Private Jet Gareth Bale
Private jet Gareth Bale. Foto: Twitter @GarethBale11 / Cessna
Gelandang sayap atau penyerang sayap Real Madrid yang tengah dipinjamkan ke Tottenham ini mendapat gaji 600 ribu poundsterling atau sekitar Rp12,2 miliar per pekan, menjadikannya sebagai pesepak bola dengan gaji termahal seantero dunia. Dengan nominal tersebut, pemain asal Wales itu wajar saja bila membeli private jet Cessna Citation XLS + seharga US$8 juta atau sekitar Rp114 miliar (kurs 14.316). Jet pribadinya itu disebut mampu mengangkut 12 penumpang, melaju di kecepatan 815 km per jam, dan jangkauan 3.890 km. 5. Private Jet Paul Pogba
Private jet Paul Pogba. Foto: Paul Pogba / Gulfstream
Pemain termahal di dunia hingga Agustus 2017 itu mendapat gaji sebesar 300 ribu poundsterling atau sekitar Rp6 miliar (kurs 14.316) per pekan di Manchester United. Kendati gajinya lebih kecil dari Gareth Bale, pesepak bola muslim asal Perancis itu mampu membeli jet privadi yang lebih mahal. Disebutkan, Paul Pogba memiliki private jet Gulfstream G280 seharga US$20 juta atau sekitar Rp285 miliar (kurs 14.316). Pesawat jet pribadi ini mampu mengangkut 10 penumpang dalam sekali terbang, dengan kecepatan 850 km per jam, serta jangkauan 6.700 km. 4. Private Jet Neymar
Private jet Neymar. Foto: Neymar / Cessna Textron
Pemain termahal di dunia dalam bursa transfer ini mendapat gaji sebesar 500 ribu pounsterling atau sekitar Rp9,87 miliar per pekan. Dengan gaji tersebut, pemain internasional Brasil ini pun membeli private jet mewah Cessna Citation Sovereign (680) seharga US$22 juta atau sekitar Rp314 miliar (kurs 14.316). Jet pribadi itu mampu menampung 12 penumpang dengan kecepatan 890 km per jam sejauh 5.275 km. 3. Private Jet Zlatan Ibrahimović
Private jet Ibrahimovic. Foto: Instagram Ignazio Abate / Cessna Textron
Penyerang gaek andalan AC Milan tersebut memiliki bayaran sebesar 225 ribu poundsterling atau setara Rp4,3 miliar per pekan. Kendati demikian, pemain internasional Swedia itu sanggup membeli pesawat jet pribadi lebih mahal dari deretan pemain termahal di dunia. Disebutkan, ia membeli private jet Cessna Citation Longitude seharga US$26 juta atau sekitar Rp371 miliar (kurs 14.316). Pesawat mewah ini mampu mengangkut 12 penumpang dan jangkauan 6.482 km, lengkap denga fasilitas ruang makan dan tempat tidur. 2. Private Jet Lionel Messi
Private jet Liones Messi. Foto: Lionel Messi / Gulfstream
Dalam satu musim, penyerang andalan Barcelona itu meraup Rp2,3 triliun. Jika dirinci, dia akan mendapatkan sekitar Rp 191 miliar per bulan. Dengan gaji segitu, pemain internasional Argentina itu membeli jet pribadi mewah Gulfstream V seharga US$45 juta atau sekitar Rp642 miliar (kurs 14.316). Pesawat itu mampu mengangkut 16 orang dengan jangkauan 11 ribu km. Pesawat ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas mewah seperti ruang makan, hiburan, toilet mewah, ranjang super empuk, dan lain sebagainya. 1. Private Jet Cristiano Ronaldo
Private jet Cristiano Ronaldo. Foto: Cristiano Ronaldo / Gulfstream Aerospace
Pesepak bola yang familiar di Indonesia karena mengangkat Martunis Ronaldo -yatim piatu korban Tsunami Aceh 2004- sebagai anak tersebut, mendapatkan gaji sebesar 31 juta euro atau sekitar Rp538,95 miliar dalam setahun di Juventus. Ia bahkan mendapat bayaran lebih tinggi dari sponsor dan lain sebagainya. Baca juga: Bernilai Sejarah, Keberadaan Lockheed JetStar Peninggalan Elvis Presley Masih Misterius Tak ayal, ia sanggup membeli pesawat jet pribadi Gulfstream G650 seharga US$65 juta atau sekitar Rp 927 miliar (kurs 14.316), menjadikannya sebagai pesepak bola dunia pemilik private jet termahal dan termewah di dunia. Jet pribadi mewah ini memiliki kapasitas kursi sebanyak 18 penumpang dan jangkauan 12.960 km, lengkap dengan berbagai fasilitas mewah. Hanya saja, usut punya usut, pemain internasional Portugal itu hanya menyewa jet itu seharga 6.000 euro per jam. Maka dari itu, gelar pesepak bola yang memiliki private jet termahal dan termewah di dunia jatuh ke tangan Lionel Messi.

Kena Bird Strike, Boeing 737 MAX American Airlines Nyaris Celaka

Boeing 737 MAX 8 American Airlines belum lama ini dilaporkan mengalami bird strike atau serangan burung sesaat sebelum meninggalkan runway Bandara Internasional Argyle, Saint Vincent and Grenadines, Kepulauan Karibia.

Baca juga: Bird Strike! Masih Jadi Momok Menakutkan dalam Dunia Penerbangan

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, seekor burung tampak menghantam mesin pesawat dan hancur seketika. Saat itu, sebetulnya pesawat sudah mencapai kecepatan mininum untuk terbang. Beruntung, pilot cepat merespon dan langsung melakukan engine brake atau reverse engine dibantu flap and slat untuk memaksimalkan pengereman sebelum mencapai ujung runway.

Laporan The Aviation Herald, akibat insiden bird strike tersebut, pesawat mengalami kerusakan berat pada bagian mesin sebelah kiri dan tak bisa terbang sebelum menjalani inspeksi. Sebagai gantinya, salah satu dari tiga maskapai terbesar di Amerika Serikat (AS) itu mengirim pesawat baru untuk mengantar penumpang pulang ke Miami, AS, sekitar 28 jam kemudian.

“Pada 5 Juni, American Airlines penerbangan 1427 dengan layanan dari Saint Vincent dan Grenadines (SVD) ke MIA (Bandara Internasional Miami) dengan selamat kembali ke gate sebelum lepas landas karena masalah mekanis,” kata juru bicara American Airlines.

“Tidak ada cedera yang dilaporkan dan semua penumpang diberikan makanan dan akomodasi hotel. Sebuah pesawat pengganti diterbangkan untuk menyelesaikan penerbangan dari SVD ke MIA. Kami menghargai kesabaran penumpang kami dan meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” tambahnya.

Burung besi (pesawat terbang) meskipun berukuran jauh lebih besar dan jauh lebih berat, kurang lebih berbobot 40.000 kg, kerap dibuat repot dengan kawanan burung berbobot hanya 2 kg. Salah satu pelopor penerbangan, Cal Rodgers, merupakan orang pertama yang meninggal karena bird strike.

Pada tahun 1912, pesawatnya bertabrakan dengan burung camar di Long Beach, California, AS, yang menyebabkan masalah besar pada pesawatnya. Pesawat Rodgers jatuh dan ia pun tenggelam. Dalam catatan International Bird Strike Committee, sekitar US$1,2 miliar setiap tahun digelontorkan maskapai untuk memperbaiki pesawat akibat bird strike.

Tabrakan dengan kawanan burung atau bird strike pada umumnya memang kerap terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas. Begitu juga menjelang landing. Hal itu dimungkinkan karena ketinggian pesawat masih dalam jangkauan terbang burung yang pada umumnya maksimal bisa mencapai ketinggian 4.800-an meter.

Di Amerika, data dari Federal Aviation Administration (FAA) menunjukkan, sekitar 90 persen dari insiden bird strike terjadi di sekitar bandara.

Baca juga: Efek Bird Strike: Pesawat Setara Tabrak Objek Seberat 32 Ton! Kok Bisa?

Selain itu, Administrasi Penerbangan Federal AS atau FAA juga memperkirakan bahwa penerbangan di AS mengalami kerusakan sekitar US$400 juta atau Rp5,4 triliun setiap tahun akibat serangan burung dan lebih dari 200 korban tewas sejak 1988.

Meskipun kuantitas tabrakan burung dengan pesawat masih sangat debatable (ada yang mengkategorikan masih tergolong tak terlalu sering terjadi dan sebaliknya), namun faktanya, antara 1990 hingga 2015 ada 160.894 insiden bird strike di AS. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 0,25 persen yang mengakibatkan kecelakaan fatal.

Stasiun London Euston Hadirkan Pengumuman dengan Bahasa Isyarat

Stasiun di Inggris sepertinya memberikan kemudahan kepada para tuna netra, tuna rungu dan penyandang disabilitas lainnya. Bahkan belim lama ini London Euston menjadi stasiun kereta Inggris pertama yang meluncurkan pengumuman menggunakan Bahasa Isyarat Inggris.

Baca juga: Di Inggris, Penyandang Tuna Netra dan Tuna Rungu Semakin Terancam di Moda Kereta Komuter

Nantinya akan ada sepuluh layar sentuh telah dipasang di Stasiun London Euston yang menawarkan informasi penumpang terbaru menggunakan Bahasa Isyarat Inggris. KabarPenumpang.com melansir globalrailwayreview.com (7/6/2021), layanan pengumuman Bahasa Isyarat Inggris ini pertama pada 2 Juni 2021 yang dikelola oleh Network Rail.

Selain itu, akan ada penambahan sepuluh layar lainnya yang akan dipasang akhir tahun 2021. Tak hanya itu, layar besar tambahan juga akan segera diluncurkan di samping papan kedatangan dan keberangkatan di concourse utama.

Sehingga secara keseluruhan Network Rail sudah menginvestasikan £1,1 juta untuk pengembangan perangkat lunak yang diperlukan pada pemasangan layar Bahasa Isyarat di Stasiun Euston. Ada pula layar sentuh telah dikembangkan dalam kemitraan perintis dengan perusahaan Bahasa Isyarat Inggris yang berbasis di Cambridgeshire, Clarion UK dan produsen layar yang berbasis di Nottingham, LB Foster.

Penerjemah Bahasa Isyarat Inggris, Clarion telah membuat perpustakaan pesan standar sebagai bagian dari perangkat lunak layar. Namun, di kereta api pertama, stafnya akan memberikan informasi yang ditandatangani kepada penumpang saat situasi berkembang atau selama periode gangguan yang tidak terduga.

Dalam satu jam, pesan dapat diubah menjadi Bahasa Isyarat Inggris dan diunggah langsung ke layar menggunakan teknologi 4G.

“Kami memahami bahwa perjalanan kereta api dapat menjadi hal yang menakutkan bagi siapa saja dengan kebutuhan khusus, dan kami selalu mencari cara untuk meningkatkan aksesibilitas sehingga semua orang dapat bepergian dengan percaya diri. Kami sangat senang untuk memasang layar ini dan beraksi, untuk melihat perbedaan nyata yang akan mereka buat untuk penumpang yang menggunakan Bahasa Isyarat Inggris. Stasiun Euston bangga menjadi yang terdepan, dan saya menantikan waktu dalam waktu yang tidak terlalu lama ketika layar seperti ini akan menjadi norma di kereta api dan tidak terkecuali,” ujar Loraine Martins, Director of Diversity and Inclusion Network Rail.

Sally Chalk, Chief Executive Officer Clarion UK, mengatakan, ini memberikan layanan untuk pengguna Bahasa Isyarat dengan cara yang inovatif, jelas, dan koheren adalah hal yang sangat penting bagi timnya dan mereka sangat bangga bisa menghidupkan bahasa di Euston.

“Menambahkan interpretasi Bahasa Isyarat Inggris ke dalam sistem merupakan langkah maju yang besar dalam membuat informasi operasional lebih mudah diakses. Ini adalah fungsi yang ingin kami luncurkan ke lebih banyak stasiun dan dalam lebih banyak kasus penggunaan. Sederhananya, semua pesan utama yang disampaikan dalam teks tertulis atau audio dapat masuk ke dalam cakupan sistem ini, yang akan membuat penggunaan jaringan kereta api lebih inklusif bagi lebih banyak orang,” kata Graham Kett, Manajer Operasi Teknis di LB Foster.

Baca juga: Mudahkan Tunanetra, Ransel ini Dibekali “Kecerdasan Buatan” untuk Bantu Navigasi

Harapannya adalah bahwa layar Bahasa Isyarat Inggris akan diluncurkan ke stasiun-stasiun Network Rail lainnya di seluruh negeri.

VinBus, Inilah Model Bus Listrik Modern Produksi Vietnam

VinBus adalah model bus listrik yang diproduksi oleh VinFast di Kompleks manufaktur mobil di Hai Phong, Vietnam. Bus ini menggabungkan banyak teknologi modern dengan fitur terpintar dan aman sesuai dengan strategi pengembangan seri bus listrik pintar VinFast saat ini.

Baca juga: BYD, Keihan Bus dan Kansai Electric Power Bangun Jalur Bus Listrik Pertama di Jepang

Bus tersebut didesain dengan warna hijau primer ramah yang menegaskan orientasi investasi dan pengembangan ekosistem VinFast dalam sarana transportasi cerdas dengan menggunakan energi hijau ramah lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat. Sebagai bus listrik pintar, VinBus memberi penumpang kenyamanan dan pengalaman aman yang luar biasa.

Bahkan bus dilengkapi dengan sistem otomatis yang mengontrol perilaku pengemudi dan memperingatkan bahaya yang tidak aman. Kemudian ada mode penurunan otomatis bodywork yang cocok untuk orang tua, anak-anak, orang cacat atau disabilitas serta wanita hamil.

VinBus juga dilengkapi dengan papan elektronik yang mengumumkan pemberhentian selanjutnya. Ada pula WiFi gratis, port pengisian USB, monitor hiburan dan sistem kamera keamanan dan kontrol jadwal, alarm balik dan pemantau parkir.

Dikutip KabarPenumpang.com dari vietnamnews.vn (9/4/2021), bus listrik asal Vietnam ini memiliki baterai berkapasitas 281 kWh, mampu melaju hingga 220-260 km. Bus dapat terisi penuh dengan cepat hanya setelah dua jam di sistem stasiun pengisian cepat 150kW VinBus dengan teknologi pengisian daya terkemuka di dunia yang disediakan oleh StarCharge.

Semua bus VinBus akan dikelola dan dioperasikan secara cerdas melalui pemantauan terpusat, pengisian daya, inspeksi keselamatan, pemeliharaan, perbaikan dan pembersihan otomatis di stasiun Depot yang diatur secara ilmiah sesuai dengan jalur utama VinBus. Standar konstruksi stasiun Depot berada di kampus lebih dari satu hektar, atap dilengkapi dengan panel surya, memastikan pasokan energi untuk kegiatan Depot, berkontribusi untuk mengurangi beban tekanan sumber listrik untuk sistem tenaga nasional, perlindungan lingkungan.

“Dengan motto “Melayani dari hati”, kami percaya bahwa produk bus listrik VinBus yang modern, cerdas, aman dan layanan khusus VinBus akan membuat perbedaan, tidak hanya meningkatkan pengalaman perjalanan masyarakat; tetapi juga menciptakan hit untuk mengubah kebiasaan bepergian. Sehingga mengurangi polusi udara dan suara, berkontribusi pada penciptaan lalu lintas hijau di Vietnam,” kata Nguyen Van Thanh, Wakil Direktur Jenderal VinBus.

Baca juga: TransJakarta Mulai Uji Coba Komersial Bus Listrik Rute Balai Kota-Blok M

Pertama, VinBus akan mengoperasikan jalur internal di Vinhomes Ocean Park, dan dengan persetujuan otoritas terkait negara akan membuka lebih banyak jalur bus untuk terhubung ke jaringan dan terhubung ke sistem transportasi penumpang umum kota, melayani banyak orang.

C7, Kapal Hidrofoil yang Nyaris Tak Menyentuh Air Saat Melaju

Candela yang merupakan perusahaan pembuat kapal asal Swedia membangun kapal hidrofoil yang cerdas dan tarikan rendah yang nyaris tak menyentuh air, memberikan tumpangan yang mulus, efisien serta tiga kali jangkauan kapal listrik lainnya. Kapal tersebut berseri C7 dan sudah dalam produksi setelah lulus uji sertifikasi Swiss.

Baca juga: Kapal Tanker Listrik Pertama Akan Mengarungi Teluk Tokyo di 2022

Dengan hydrofoiling yang digerakkan secara otomatis dan sistem propulsi listik menjadikan konfigurasi yang unik dan sangat praktis sehingga bisa lebih dari hal baru yang menakjubkan. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (1/6/2021), teknologi hidrofoil tentu saja dirancang untuk efisiensi.

Saat mereka keluar dari air, mereka mengurangi hambatan hidrodinamik ke sebagian kecil dari apa yang biasanya disebabkan oleh lambung kapal. Itu berguna di kapal bertenaga bensin, tetapi pengubah permainan mutlak untuk listrik, bensin membawa lebih banyak energi per kilogram daripada baterai lithium dan perahu menggunakan lebih banyak energi daripada mobil untuk menyeret diri mereka sendiri melalui air, sehingga perahu listrik sangat dibatasi jangkauannya.

Dengan menggabungkan hidrofoil, Candela C7 mencapai kecepatan tertinggi 30 knot atau sekitar 56 km per jam, dan jangkauan 50 mil laut atau sekitar 93 km pada 22 knot dengan sekali pengisian baterai 40-kWh. Itu mungkin tidak terdengar seperti satu ton, tetapi Candela mengatakan itu sekitar tiga kali kisaran yang ditawarkan oleh listrik lain di pasar.

Ada yang lain yang melangkah lebih jauh Sarvo 37, misalnya, bisa menempuh 100 mil laut atau 186 km untuk dua kali jangkauan. Tapi itu menggunakan baterai 350-kWh kolosal, hampir sembilan kali ukuran C7, untuk sampai ke sana. Efisiensi bukan satu-satunya manfaat di sini, C7 hampir tidak bersuara dalam pengoperasiannya, dan bahkan pada kecepatannya ia meninggalkan gelombang kecil 5 cm dibandingkan dengan perahu biasa.

Sehingga kedua faktor ini akan dihargai oleh satwa liar dan pengguna air lainnya. Dengan kemampuannya untuk naik di atas permukaan air membuatnya menjadi perjalanan yang lebih mulus dalam kondisi berombak daripada perahu biasa, lambung kapal tidak akan terkena hantaman ombak yang tingginya kurang dari 1,1 m, jadi Anda dapat meluncur dengan tenang saat teman-teman Anda di perahu standar terbentur dan terbentur di mana-mana.

Padahal sistemnya tidak sederhana. Perahu harus muat di trailer, dan juga perlu beroperasi di perairan dangkal, jadi Candela harus membuat sistem foil karbon-komposit dapat ditarik sepenuhnya. Foil depan cukup sederhana, menarik kembali ke badan kapal dengan aktuator listrik.

Either way, unit tempel besar itu harus dimiringkan jauh untuk mendapatkan penyangga dari bahaya di air dangkal, jadi semuanya dipasang pada lengan hidrolik besar serta sistem miring. Hidrofoil juga sulit untuk diterbangkan, dan untuk membuat C7 mudah dikemudikan, Candela harus merancang sistem “kontrol penerbangan” internalnya sendiri.

Menggunakan sensor ultrasonik, giroskop, akselerometer, dan GPS, pengontrol penerbangan digital C7 secara otomatis menyesuaikan sudut foil 100 kali per detik untuk menjaga semuanya tetap mulus, aman, dan mengarah ke arah yang benar. Itu tidak murah, sebab Candela menjual barang-barang ini dengan harga sekitar US$240 ribu.

Baca juga: e-Oshima, Kapal Ferry Bertenaga Listrik dengan Baterai Sejenis di Boeing 787 Dreamliner

Tapi pengalamannya akan sangat menakjubkan, ini adalah cara yang sangat cerdas untuk menarik lebih banyak jangkauan dari baterai, dan semua mata pasti akan tertuju pada C7 begitu ia keluar dari air. Candela menawarkan test drive sekarang, termasuk di Venesia, di mana Candela mengatakan kapalnya dapat secara signifikan mengurangi polusi bangun yang bertanggung jawab atas kerusakan bangunan kota.

Livery Ultraman dan Ogre Hiasi Bodi Kereta JR Shikoku

Lagi dan lagi, sepertinya kata ini cukup cocok diberikan kepada kereta api Jepang. Pasalnya, kereta api di Jepang kerap kali menampilkan berbagai macam hal unik untuk diperlihatkan pada penumpang maupun pelancong.

Baca juga: Doraemon Ulang Tahun Ke-50, Seibu Railway Hadirkan Kereta Bertema Robot Kucing Ikon Budaya Jepang

Salah satunya yang belum lama ini kabarnya mulai tersiar keluaran yakni Shikoku Railway Company atau JR Shikoku yang akan mulai mengoperasikan kereta dengan bodi luar terbalut gambar superhero Jepang Ultraman. Selain itu juga ada raksasa yang menakutkan untuk meningkatkan minat penumpang.

Desain “kereta Ogre”(mainichi.jp)

KabarPenumpang.com melansir dari mainichi.jp (22/5/2021), kereta ini masih dalam pembuatan dan akan mulai beroperasi pada Juli di beberapa bagian Jalur JR Yodo dan Jalur Yosan di pulau Shikoku, Jepang barat. Salah satu desainnya menampilkan ogre dengan gigi besar dan mata merah.

Ini mungkin menjadi pemandangan yang akan mengejutkan penumpang saat meluncur ke stasiun. JR Shikoku bekerja sama dengan kota Kihoku di Prefektur Ehime di Shikoku satu-satunya kotamadya di Jepang dengan karakter kanji untuk ogre dalam namanya.

Bahkan JR Shikoku akan mengoperasikan “kereta ogre” selama sekitar dua tahun mulai 4 Juli di Jalur Yosan antara Stasiun Matsuyama dan Uwajima dan Jalur Yodo antara stasiun Uwajima dan Kubokawa. Inti dari desain berwarna cerah adalah ogre merah yang menarik yang dijuluki Oniomaru, simbol proyek pengembangan masyarakat berbasis ogre kota.

Teknologi augmented reality telah dimanfaatkan untuk membumbui perjalanan di dalam mobil juga, dengan penumpang bisa mendapatkan panduan jalan-jalan dari Oniomaru virtual melalui aplikasi smartphone. Pengguna juga dapat mengambil foto di sebelah ogre.

Sementara itu, “Kereta Ultra” berwarna merah cerah dan sliver, “Kereta Hobi Kaiyodo” baru yang menampilkan berbagai karakter, akan beroperasi mulai 22 Juli tahun ini hingga sekitar Mei 2022 di Jalur Yodo antara stasiun Kubokawa dan Uwajima. Ini akan menampilkan gambar 16 karakter Ultraman dari berbagai fase waralaba pahlawan fiksi ilmiah selama bertahun-tahun, termasuk Ultraman dan Ultraman Tiga paling awal.

Kereta akan mempublikasikan “Pameran Sosok Ultraman Kaiyodo” yang berlangsung di Museum Hobi Kaiyodo Shimanto hingga 30 Mei 2022. Kereta satu gerbong seri KiHa 32 akan digunakan untuk kedua desain baru tersebut.

Baca juga: Maskot Nintendo, Super Mario Hadir di Kereta Jalur Osaka dan Sakurajima

“Tubuh kereta yang dibungkus menarik perhatian, tetapi di kereta raksasa, augmented reality juga digunakan dan orang-orang dapat menikmati fitur tersebut saat benar-benar naik kereta. Kami berharap orang-orang dapat menjadi lebih akrab dengan Yosan. dan garis Yodo melalui inisiatif ini,” ujar perwakilan JR Shikoku.

Demi Bertahan Hidup, Eks Pilot Emirates Kini Jualan Daging dan Ayam Potong

Hidup harus terus berjalan sekalipun dunia tak lagi sama. Kira-kira, itulah gambaran kehidupan dari dua eks pilot Emirates, Jerome Stubbs (50) dan Michiel Smith (43). Puluhan tahun terbang ke seluruh dunia bersama beberapa maskapai sirna seketika usai terkena PHK massal akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: (1) Hidup Bak ‘Raja’, Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Meski berat, keduanya coba bangkit, sambil terus berharap agar segalanya kembali seperti semula, dengan banting setir menjadi penjual atau tukang daging dan ayam potong.

“Tidak diragukan lagi ini adalah tahun yang sulit bagi banyak orang dan perjalanan menjadi salah satu yang paling terpukul, dari segi industri. Saya menikmati tantangan untuk melakukan sesuatu yang berbeda. Sulit untuk tidak terbang pada awalnya, tetapi saya berharap untuk segera kembali ke kokpit,” kata Smith dikutip dari The National.

“Saya pikir awalnya apa yang saya anggap menantang adalah berdiri selama delapan atau sembilan jam sehari. Sebagai pilot kami terbiasa duduk, jadi selama beberapa minggu pertama saya akan pulang dengan kaki yang sangat sakit,” lanjutnya.

Sejak November lalu, dua pilot tersebut, bersama pilot-pilot lainnya, diminta untuk cuti selama 12 bulan tanpa dibayar. Kendati demikian, mereka tetap mendapat berbagai tunjangan, seperti tunjangan transportasi, kesehatan, pendidikan, tunjangan sewa rumah, dan tunjangan lainnya.

Tetapi, tanpa gaji pokok, semua itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingat segalanya mahal di Dubai.

Kesempatan untuk bekerja sebagai tukang daging dan ayam potong ini bermula dari Smith. Entah bagaiaman awalnya, tiba-tiba kapten pilot dua anak itu ditawari oleh Organic Foods and Café untuk menjajal posisi tersebut. Tanpa banyak pikir, pilot yang sudah menerbangkan pesawat sejak umur 24 tahun itu, langsung menerima tantangan itu, melewati serangkaian tes, dan diterima bekerja di sana.

Setelah bergabung, ia kemudian mengajak Stubbs dan dua lainnya untuk bekerja. Stubbs, yang memiliki satu anak, mengaku sangat bersyukur masih bisa bekerja dan mendapatkan uang dalam kondisi serba sulit seperti sekarang ini.

Menariknya, menurut Jan Pretorius, manajer operasional Organic Foods and Café, pihaknya sengaja untuk merekrut para pilot, dalam hal ini pilot Emirates. Sebab, sebelum pandemi Corona, rata-rata dari mereka adalah royal customer atau pelanggan tetap café tersebut.

Baca juga: (2) Hidup Bak ‘Sultan,’ Inilah Rincian Umum Sistem Gaji Pilot! Pantas Saja Bergelimang Harta

Ketika mendengar banyak pilot atau pelanggan tetap mereka di-PHK dan kesulitan mendapat pekerjaan baru, pihaknya tanpa pikir panjang langsung merekrut mereka.

Sebagai mantan pilot, Stubbs, termasuk Smith, diberikan seragam khusus yang berbeda dengan para karyawan Organic Foods and Café pada umumnya. Keduanya mengenakan seragam sebagaimana pilot, lengkap dengan empat garis pangkat berwarna emas, pertanda sebagai kapten.

Bell Textron Catatkan Pengiriman Unit ke-300 Helikopter Bell 505 Jet Ranger

Pencapaian 300 unit adalah tonggak penting dalam industri dirgantara, seperti hari ini (8/6/2021), manufaktur helikopter Bell Textron mengumumkan pengiriman Helikopter Bell 505 Jet Ranger X ke-300 untuk Jamaica Defence Force (JDF). Diawali dengan unit Bell 505 yang pertama dikirimkan pada tahun 2017, hingga saat ini tercatat ada 300 unit Bell 505 yang beroperasi di enam benua dengan keseluruhan mencatatkan lebih dari 70.000 jam terbang.

Baca juga: Mengenal Bell 206 JetRanger, Pesawat ‘Penjaga’ Museum Polri yang Pernah Keliling Dunia

Bell 505 adalah jenis helikopter komersial, di Indonesia, populasi Bell 505 ada empat unit dan dioperasikan oleh PT Whitesky Aviation untuk keperluan korporat. Bagi Bell Textron, seri Bell 505 merupakan salah satu program komersial Bell yang memiliki pertumbuhan tercepat hingga kini, dan telah melampaui beberapa pencapaian sejak program ini diluncurkan.

“Melihat tingginya minat terhadap helikopter di bidang transportasi, keselamatan publik, multi-guna, dan korporasi, Bell berkomitmen untuk tetap melakukan investasi dalam teknologi baru yang dapat menunjang peningkatan kemampuan Bell 505,” ujar Michael Thacker, Executive Vice President, Innovation and Commercial Business, Bell Textron dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com.

Beberapa teknologi canggih yang disematkan dalam platform Bell 505 meliputi perangkat avionik Garmin G1000H NXi, Flight Stream, Autopilot, interior Lightweight EMS, konfigurasi Bell Public Safety, Pulselite, FliteStep, LHS Baggage Door, dan Moveable Ballast.

Baca juga: Bukan Concorde, Bell X-1A Jadi Pesawat Pertama di Dunia Tembus Kecepatan Mach 2

Bell 505 dapat melesat dengan kecepatan 125 knots (232 km per jam) dengan daya angkut hingga 1.500 pound (680 kg), Bell 505 adalah pesawat five-seat terbaru dari Bell yang dirancang untuk keselamatan, efisiensi, dan kehandalan dengan penggunaan teknologi avionic canggih.

Taguig City Hadirkan Bus Vaksin AstraZeneca untuk Jangkau Masyarakat

Vaksin untuk Covid-19 mulai diberikan secara gencar kepada warga di seluruh dunia. Kehadiran vaksin pun didukung dengan fasilitas yang melengkapinya seperti di Taguig City, salah satu kawasan padat di Metro Manila, Filipina, yang secara resmi meluncurkan bus vaksinasi pada Mei 2021 kemarin.

Baca juga: PO Bus di Myanmar Modifikasi Interior untuk Cegah Penularan Covid-19

Bus ini hadir dan menjadi cara baru serta inovatif untuk memvaksinasi lebih banyak orang. Di mana bus ini digunakan untuk membawa vaksin Covid-19 kepada warga masyarakat yang jauh dari pusat vaksinasi.

KabarPenumpang.com melansir dari laman philstar.com (23/5/2021), bus tersebut akan membawa vaksin jenis AstraZeneca yang disumbangkan oleh fasilitas COVAX ke Baragay Ususan. Menurut Taguig Registry for Access and Citizen Engagement (TRACE) di Baragay Ususan bus akan ada melayani masyarakat selama tiga hari dari 21-23 Mei 2021.

Pejabat Penanggung Jawab Kantor Penerangan Masyarakat Kota Taguig Maricar Brizuela mengatakan, petugas medis yang bertugas di bus vaksinasi dapat menginokulasi hingga 200 orang per harinya. Dalam pelaksanaannya, konseling dan vaksinasi akan dilakukan di dalam bus.

Sedangkan untuk pendaftaran, penyaringan dan pemantauan pasca vaksinasi akan dilakukan di luar bus. Selain di Baragay Ususan, bus vaksin ini juga merupakan tambahan dari fasilitas vaksinasi Covid-19 pemerintah kota yang meliputi Lakeshore hall, mall dan sekolah.

Dari 650 ribu penduduk kota yang memenuhi syarat divaksinasi, lebih dari delapan persennya atau sebanyak 54.287 orang adalah petugas kesehatan, warga lanjut usia dan orang dengan penyakit penyerta. Mereka akan divaksin dengan Sinovac, AstraZeneca, Sputnik V atau Pfizer.

Baca juga: Arrival Hadirkan Konsep Bus Listrik Publik dengan Beragam Fitur Khas Pandemi Covid-19

TRACE menambahkan, pusat vaksin mobile akan memungkinkan akses yang lebih mudah ke vaksin Covid-19 sambil memastikan efisiensi, keamanan dan kenyamanan karena vaksin diberikan kepada mereka yang termasuk dalam kategori A1, A2 dan A3 dari Prioritas Vaksin Covid-19. Bus vaksinasi juga bertujuan untuk menargetkan Taguigeños di daerah yang sulit dijangkau, komunitas rentan, dan mereka yang tidak dapat secara pribadi datang ke pusat vaksinasi Taguig.