Dua Kereta LRT Kelana Jaya Tabrakan di Jalur Bawah Tanah, 213 Penumpang Terluka

Sebanyak 213 orang terluka dengan 47 di antaranya mengalami luka serius dalam insiden tabrakan antar dua kereta Light Rail Transit (LRT) Kelana Jaya. Insiden ini terjadi pada Senin (24/5/2021) pukul 20.45 waktu Malaysia. Kepala polisi Dang Wang Zainal Abdullah mengatakan semua bahwa semua penumpang dilarikan ke rumah sakit Kuala Lumpur dan rumah sakit terdekat lainnya untuk mendapat perawatan.

Baca juga: Terkendala Utang, Mahathir Tinjau Berbagai Proyek Kereta di Malaysia

Dilansir KabarPenumpang.com dari nst.com.my (24/5/2021), Zainal mengatakan tabrakan ini melibatkan kereta antar penumpang dari arah Gombak dengan kereta kosong yang datang dari Stasiun Kampung Baru. Dia menyebutkan, kereta kosong itu tengah melakukan uji coba karena sebelumnya ditemukan masalah.

“Berdasarkan penyelidikan awal, ada kemungkinan miskomunikasi di pusat kendali yang bisa berujung pada kecelakaan itu. Sejauh ini belum ada unsur sabotase yang teridentifikasi dalam insiden tersebut,” kata Zainal.

Dia mengatakan penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan berdasarkan Pasal 201 Undang-Undang Transportasi Darat 2010 untuk mengidentifikasi unsur kelalaian terkait dengan tabrakan itu. Sebelumnya, Menteri Wilayah Federal Tan Sri Annuar Musa, melalui feed Twitter-nya, mengatakan tabrakan terjadi di jalur LRT bawah tanah di KLCC. Kepala urusan media Syarikat Prasarana Negara Bhd (Prasarana) Azhar Ghazali mengatakan pengaturan transportasi alternatif dibuat untuk penumpang.

“Dengan menyesal kami informasikan bahwa LRT Jalur Kelana Jaya mengalami insiden, khususnya KA nomor 40 dan 81. Semua penumpang yang terluka sudah dievakuasi ke peron. Prioritas kami adalah menyelamatkan semua penumpang kami,” ujarnya dalam keterangan tertulis. malam ini.

Penumpang di kereta sebelumnya telah membagikan video dan gambar situasi di media sosial. Salah satu foto menunjukkan seseorang yang tampak berdarah dan terkapar di lantai. Diketahui, tabrakan dua kereta LRT ini merupakan kejadian pertama yang terjadi dalam 23 tahun pelayanan LRT tersebut. Menteri Transportasi Datuk Seri Wee Ka Siong mengatakan, bahwa insiden ini dalam penyelidikan menyeluruh untuk menemukan penyebab terjadinya tabrakan.

Baca juga: Stasiun Kereta Cepat di Malaysia Bakal Kaya dengan Arsitektur Islam dan Melayu

“Dalam waktu dua minggu, kami akan mengidentifikasi apakah itu karena kesalahan dalam sistem persinyalan atau miskomunikasi atau kesalahan manusia. Kecelakaan ini yang pertama dalam 23 tahun operasional LRT,” ujarnya.






















Bagaimana Pilot Tangani Depresurisasi Saat Pesawat di Udara? Ini Jawabannya

Pesawat menjadi moda transportasi teraman dibanding moda transportas lainnya di darat dan laut. Perusahaan konsultan penerbangan asal Belanda, To70, beberapa tahun lalu memperkirakan tingkat kecelakaan fatal bagi penumpang penerbangan komersial dalam pesawat besar hanya sebesar 0,06 per satu juta penerbangan atau satu kecelakaan untuk tiap 16 juta penerbangan.

Baca juga: Saat Masker Oksigen Turun, Ini yang Penumpang Wajib Tahu!

Kendati demikian, mayoritas penumpang yang takut naik pesawat terbayang hal buruk saat dalam penerbangan. Jika terjadi apa-apa, penumpang pesawat tidak bisa melarikan diri dan hanya bisa pasrah sambil berharap pada perangkat keselamatan.

Hal sebaliknya tentu tidak terjadi pada moda transportasi lain seperti bus atau mobil. Saat terjadi kebakaran pada kendaraan, misalnya, penumpang bisa keluar dan menyelamatkan diri.

Saat terjadi keadaan darurat pada pesawat, tetap tenang tentu menjadi syarat agar segalanya berjalan lancar, khususnya pilot. Ketenangan menjadi harga mati pilot saat menghadapi berbagai situasi genting saat penerbangan berlangsung, salah satunya ketika depresurisasi pesawat.

Depresurisasi pesawat sendiri merupakan situasi dimana tekanan udara berkurang yang biasa terjadi di dalam kabin pesawat. Secara epistemologi, depresurisasi pesawat bisa dibilang sama dengan dekompresi eksplosif.

Ketika terjadi depresurisasi, pilot harus menurunkan ketinggian pesawat untuk mengembalikan tekanan udara seperti sedia kala. Namun, dikutip dari Simple Flying, dalam situasi tersebut, rata-rata penumpang dan kru dapat bertahan 25 detik sebelum pingsan.

Itulah mengapa jika depresurisasi pesawat terjadi di sekitar ketinggian 30.000 kaki dan hal tersebut menyebabkan masker oksiden keluar dari langit-langit di atas kursi penumpang, kapten pilot harus sesegera mungkin menurunkan ketinggian sebelum pasokan di tangki oksigen habis. Sebelum itu terjadi, penumpang dan kru sudah dibekali masker oksigen untuk memudahkan bernapas.

Setidaknya pesawat harus berada di ketinggian dimana manusia bisa bernafas secara normal, yaitu di bawah 10 ribu kaki. Sebagai informasi tambahan, tangki oksigen yang dibawa oleh sebuah pesawat ini disimpan di bagian lambung.

Dalam rentang waktu yang cukup singkat tersebut, dan tentu saja menegangkan, kapten pilot harus dengan cekatan mencari jalur yang aman dan tidak menginterupsi penerbangan lainnya, sembari juga berkomunikasi dengan menara pengawas (ATC) untuk meminta izin melakukan pendaratan darurat.

Mungkin ini terdengar sangat klise dan tidak akan berpengaruh banyak pada Anda yang tengah berada dalam kondisi terdesak seperti ini. Tapi sejatinya, seorang pilot sudah terlatih untuk menangani situasi darurat semacam ini.

Baca juga: Kisah Pilot Selamat dari Maut Setelah 22 Menit Berjuang Melawan Ganasnya Dekompresi

Pasalnya, jika seorang pilot tidak mengoptimalkan upayanya untuk menangani kondisi darurat semacam ini, maka bisa jadi bukan hanya nyawa penumpang saja yang akan melayang, melainkan juga dirinya.

Maka dari itu, ketika situasi seperti ini terjadi, penting bagi siapapun yang ada dalam penerbangan untuk tidak panik dan tetap mengikuti langkah-langkah keselamatan. Untuk mencapai itu, penumpang sebaiknya memperhatikan saat kru mendemonstrasikan petunjuk keselamatan sebelum penerbangan dimulai.

Dikawal Jet Tempur, Pesawat Ryanair Dipaksa Mendarat Darurat Demi Tangkap Jurnalis

Sebuah pesawat Boeing 737 Ryanair dengan nomor penerbangan FR4978 rute Athena (Yunani) – Vilnius (Lithuania) dipaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Minsk oleh Pemerintah Belarusia. Hal itu dilakukan hanya untuk menangkap seorang aktivis, oposisi, sekaligus jurnalis Nexta, Protasevich.

Baca juga: 40 Tahun Lalu, Pembajakan Pesawat DC-9 “Woyla” Garuda Indonesia Jadi yang Pertama dalam Sejarah

Awalnya, penerbangan berjalan lancar bahkan sampai pesawat masuk di ruang udara Belarusia sekalipun. Ketika mencapai perbatasan Belarusia-Lithuania, tiba-tiba pilot mendapat informasi adanya ancaman bom oleh ATC Bandara Internasional Minsk.

Tanpa menaruh curiga, terlebih otoritas setempat sampai mengirim jet tempur MiG-29 untuk mengawal penerbangan, pilot kemudian mengarahkan pesawat ke bandara dan mendarat darurat tak lama setelahnya.

Sampai di tahap ini, penumpang tak diberitahu apa yang sebetulnya terjadi. Pun demikian dengan pihak maskapai. Sebab, ketika dilakukan penggeledahan, tak ditemukan satupun bom ataupun bahan peledak di dalam pesawat berpenumpang 171 orang tersebut.

Tetapi, menurut kesaksian dari sejumlah penumpang, alih-alih mengamankan bom ataupun bahan peledak, petugas justru mengamankan salah seorang penumpang yang diketahui ialah Protasevich, seorang jurnalis oposisi di Belarusia.

Laporan BBC International menyebut ancaman bom dan sejenisnya merupakan alibi untuk menutupi penangkapan jurnalis Nexta sebagai agenda utama rezim petahana Alexander Lukashenko, yang notabene sudah berkuasa sejak 1994.

Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat dengan dikawal jet tempur Belarusia. Itu dilakukan demi menangkap seorang jurnalis oposisi di Bandara Minsk. Foto: Twitter breakingavnews

Sejawat Protasevich mengeklaim bahwa agen dari layanan keamanan negara, KGB, menargetkan aktivis itu di Athena dan semacam provokasi dilakukan di pesawat yang mendorong pengalihan rute.

Padahal, ketika pesawat dialihkan paksa oleh rezim Alexander Lukashenko, posisinya lebih dekat ke bandara tujuan alih-alih ke Minsk. Tetapi, pilot tak bisa berbuat banyak ketika jet tempur muncul dan mengintersep pesawat menuju Minsk.

Tak ayal, dillihat dari kronologi tersebut, Nexta, tempat Protasevich bernaung, menulis, “Lukashenko dan Angkatan Udara memaksa pesawat Ryanair untuk berbelok dan mendarat di Minsk. Itu adalah pembajakan”.

Atas pembajakan pesawat sipil oleh sebuah negara dengan alibi adanya ancaman bom tersebut, dunia internasional ramai-ramai mengecam Belarusia. Sejauh ini, rata-rata dari mereka masih sebatas mengecam Belarusia. Namun, pasca penyelidikan lebih lanjut berjalan, bukan tak mungkin akan ada tindakan konkret dari Uni Eropa dan NATO sebagai respon atas insiden itu.

Baca juga: Pernah Gagalkan Pembajakan Singapore Airlines, Mantan Anggota Pasukan Khusus Kini Menjadi Biksu

Dalam waktu dekat, mungkin langkah pertama yang dilakukan ialah Belarusia akan dikeluarkan dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Dukungan untuk itu saat ini mengalir deras dari berbagai pihak, salah satunya Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda.

“Saya meminta sekutu NATO dan Uni Eropa untuk segera bereaksi terhadap ancaman yang ditimbulkan terhadap penerbangan sipil internasional oleh rezim Belarusia. Komunitas internasional harus segera mengambil langkah agar hal ini tidak terulang,” katanya dalam pernyataan.

Fisker Kembangkan Mobil Listrik Khusus Paus Fransiskus di Vatikan

Stratup kendaraan listrik Fisker mulai mengalihkan perhatiannya ke transportasi kepausan dan mengungkapkan rencana pengembangan kendaraan listrik khusus untuk Paus Fransiskus. Pengalihan ini setelah mereka meluncurkan SUV Ocean yang telah ditunggu pada perhelatan CES tahun lalu.

Baca juga: Ada Keunikan Dibalik Penerbangan Paus ke Seluruh Dunia 

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (23/5/2021), mobil listrik kepausan tersebut didasarkan pada SUV Ocean yang menurut Fisker sangat cocok untuk aplikasi semacam itu dan diharapkan dikirimkan ke Sri Paus pada tahun depan. Fisker meluncurkan SUV Ocean-nya tahun lalu, dan mengungkapkan apa yang disebutnya sebagai kendaraan paling ramah lingkungan di dunia.

Salah satu pendiri Fisker, Henrik Fisker dan Dr. Geeta Gupta-Fisker bersama Paus selama kunjungan ke Kota Vatikan (newatlas.com)

SUV Ocean sendiri memiliki paket baterai 80-kWh yang menawarkan jangkauan 250 hingga 300 mil (402 hingga 483 km). Fitur ramah lingkungan lainnya termasuk bahan ramah dengan interiornya, seperti karpet yang terbuat dari sampah plastik yang diambil dari laut.

Kemudian, ada juga solar panel berukuran penuh yang diklaim Fisker dapat menghasilkan energi yang cukup untuk menggerakkan mobil melintasi 1.000 mil (1.600 km) dalam satu tahun.

“Saya mendapat inspirasi membaca bahwa Paus Fransiskus sangat perhatian tentang lingkungan dan dampak perubahan iklim bagi generasi mendatang. Bagian dalam dari mobil Paus akan berisi dari berbagai bahan yang merupakan hasil daur ulang, termasuk karpet yang terbuat dari botol plastik daur ulang dari laut,” kata salah satu pendiri Fisker, Henrik Fisker.

Hendrik mengatakan, ini bukan pertama kalinya Fisker melihat kendaraan listrik digunakan untuk meningkatkan kredensial lingkungan Vatikan. Sebelumnya, Paus Fransiskus menerima Nissan Leaf pada tahun 2017, dan Paus Benediktus XVI menerima Kangoo Maxi Z.E. dari Renault pada tahun 2012.

Tapi ini akan menjadi Popemobile listrik pertama yang ditujukan untuk penampilan  Paus di muka publik. Fisker mengatakan Popemobile dilengkapi desain kubah kaca untuk pemandangan yang jelas ke dalam dan ke luar kendaraan saat Paus menyapa umatnya.

Baca juga: Jalur Kereta Terpendek di Dunia, Ternyata ada di Vatikan

Fisker berencana untuk mengirimkan satu unit Popemobile kepada Paus Francis tahun depan, sementara produksi untuk SUV Ocean diharapkan akan dimulai pada November 2022 dengan harga mulai dari US$37,49.

Kembali Berlayar, Seorang Penumpang Kapal Pesiar Asuka II Positif Covid-19 Varian Baru

Bangkit dari keterpurukan karena pandemi, para operator kapal pesiar mulai kembali melakukan pelayaran dan mengangkut penumpang. Meski begitu pelayaran di masa pandemi Covid-19 membuat protokol kesehatan terus dijalankan untuk mencegah penularan seperti memberkan hasl PRC swab baik penumpang maupun awaknya sebelum keberangkatan.

Baca juga: Kapal Pesiar Asuka II Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Yokohama

Namun, pada awal Mei, sebuah kapal pesiar Jepang harus kembali berlabuh di Pelabuhan Yokohama karena seorang penumpangnya dinyatakan positif virus corona varian baru. KabarPenumpang.com melansir dari laman thejakartapost.com (1/5/2021), pria yang terinfeksi virus corona tersebut berusia 60-an dari Tokyo yang pergi bersama seorang anggota keluarganya.

Anggota keluarga pria tersebut ketika di tes hasilnya negatif, namun karena hal ini, semua penumpang turun dari Kapal Pesiar Asuka II menuju ke Tokyo. Menurut operator kapal pesiar NYK Cruises dan pejabat kota setempat, sekitar 720 penumpang dan awak dinyatakan negatif satu minggu sebelum keberangkatan kapal pada pelayaran domestik tujuh hari, tetapi hasil tes tambahan yang dilakukan sebelum naik pada hari Kamis mengkonfirmasi Jumat sore bahwa pria itu positif.

Pihak operator mengatakan, penumpang yang terinfeksi merasa tidak nyaman di tenggorokannya setelah naik. Dia diisolasi di kabinnya bersama dengan anggota keluarganya yang pernah berhubungan dekat dengannya. Asuka II, meninggalkan Yokohama pada Kamis, awalnya dijadwalkan berhenti di Prefektur Aomori dan Hokkaido sebelum kembali ke Yokohama Rabu depan.

Fukashi Sakamoto, presiden NYK Line, meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan tersebut.

“Kami dapat segera menanggapi karena kami telah belajar dari Diamond Princess,” ujarnya.

Sakamoto mengatakan, mereka mengacu pada kapal pesiar yang terkena wabah infeksi virus korona. Di mana pada Februari 2020, kapal pesiar Diamond Princess dikarantina di pelabuhan yang sama setelah infeksi ditemukan di antara sekitar 3.700 penumpang dan awak dari 56 negara dan wilayah di dalamnya.

Baca juga: Singapura Jadi Negara Pertama Tawarkan Kapal Pesiar Berlayar Tanpa Tujuan

Kapal pesiar berbendera Inggris yang dioperasikan AS menarik perhatian ketika upaya pemerintah Jepang untuk menahan kontroversi virus corona. Sekitar 712 orang dari kapal itu akhirnya ditemukan terinfeksi dan 13 meninggal.

Minyak Jelantah Bekas Goreng Kentang Sekarang Jadi Bahan Bakar Pesawat

Perusahaan pembuat diesel terbarukan terbesar di dunia, Neste Oyj, mulai merambah pasar bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). Ini dilakukan sebagai dukungan atas semangat menciptakan penerbangan bebas emisi di masa mendatang.

Baca juga: Daftar Maskapai Terdepan yang Gunakan Bahan Bakar Berkelanjutan, Tak Satupun dari Asia

Selain itu, perusahaan melihat, saat penerbangan penumpang mulai berangsur naik, rata-rata dari mereka tidak ingin setiap perjalanan yang dilalui berkontribusi untuk perubahan iklim.

“Orang akan mulai terbang lagi, tapi kemudian mereka ingin terbang dengan cara yang lebih berkelanjutan. Sama seperti yang kami lakukan dengan diesel terbarukan, kami menciptakan pasar ini,” kata CEO Peter Vanacker, seperti dikutip dari Bloomberg.

Saat ini, perusahaan asal Finalndia itu setidaknya sudah menginvestasikan sekitar US$ 230 juta atau sekitar Rp3,3 triliun (kurs 14.355) untuk pembuatan kilang energi terbarukan di Rotterdam, Belanda, serta perluasan fasilitas serupa di Singapura. Keduanya diproyeksikan mampu memproduksi 1,5 juta ton SAF per tahun pada akhir 2023 mendatang atau naik 100 ribu ton dari kapasitas produksi tahun ini.

Neste diketahui sudah menjalankan bisnis biodiesel lewat pabrik di Porvoo sejak 2005 silam. Namun, seiring berjalannya waktu, itu dianggap tidak terlalu menguntungkan. Pada tahun 2018, perusahaan tersebut mulai mengolah minyak jelantah bekas menggoreng kentang sebagai bisnis utama.

Pelanggan pertama Neste tentu saja datang dari maskapai penerbangan negara tersebut. Salah satunya Finnair. Tahun lalu, maskapai nasional Finlandia tersebut bertekad untuk meningkatkan anggaran belanja SAF di Neste menjadi US$ 12,2 juta per tahun pada 2025.

Selain itu, Neste juga menjual SAF ke perusahaan-perusahaan besar multinasional. SAF nantinya jadi bahan bakar utama berbagai kendaraan operasional mereka, baik darat, laut, maupun udara. Menurut perseroan, penggunaan SAF lebih diinginkan perusahaan di dunia ketimbang dekarbonisasi lewat kontribusi pada penanaman pohon.

SAF atau bahan bakar berkelanjutan sendiri ialah bahan bakar yang terbuat dari limbah atau residu, seperti minyak goreng bekas dan lemak hewani. Ini dinilai bisa memangkas emisi karbon sampai 80 persen dibanding bahan bakar fosil. Saat ini, SAF biasanya masih dicampur dengan bahan bakar fosil, dalam hal ini Avtur, dengan komposisi SAF beragam, yaitu 35-50 persen.

Baca juga: Lima Alternatif Pengganti Bahan Bakar Fosil Pesawat di Masa Depan, Nomor Dua Aneh!

Harga tinggi menjadi alasan mengapa SAF belum 100 persen digunakan di setiap penerbangan. Finnair, misalnya, harus mengeluarkan biaya hingga tiga sampai lima kali lipat dari harga Avtur. Tentu ini memberatkan maskapai meski komitmen untuk penerbangan ramah lingkungan dan berkelanjutan tetap harus dijalankan.

“Kita perlu melanjutkan dengan biofuel dengan cepat. Biayanya tiga sampai lima kali lipat dari bahan bakar berbasis fosil. Harga harus turun,” kata Anne Larilahti, peneliti yang mengawasi upaya keberlanjutan Finnair.

Masinis Kereta Peluru Mules, Kondektur Tak Memiliki ‘SIM’ Gantikan di Ruang Kemudi

Rasanya urusan perut tidak bisa diabaikan begitu saja apalagi bila mules yang cukup mengganggu konsentrasi. Seperti yang belum lama ini terjadi pada masinis kereta peluru Jepang yang sakit perut dan harus ke toilet untuk buang air besar atau BAB.

Baca juga: Spektakuler! Video Kereta Cepat Shinkansen Terabas Salju di Stasiun Kurikoma-Kogen

Namun karena hal itu terjadi ketika kereta tengah melaju, masinis tersebut kemungkinan dikenakan tindakan disipliner. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (22/5/2021), masinis tersebut diketahui meninggalkan ruang kemudia kereta peluru yang tengah melaju kencang selama beberapa menit untuk pergi ke toilet.

Karena hal itu, dia meminta seorang kondektur untuk menggantikannya menjaga kereta yang melaju dengan kecepatan 150 km per jam tersebut. Namun yang menjadi masalah, kondektur tersebut tidak memiliki surat izin mengemudikan kereta.

Kereta peluru Hikari 633 saat itu membawa 160 penumpang dan insiden perginya masinis ke toilet tidak mempengaruhi perjalanan. Tetapi karena kondektur itu tidak memiliki SIM maka perusahaan kereta api telah melaporkan ke pihak berwenang dan meminta maaf.

Perusahaan kereta api Jepang Pusat atau JR Central mengatakan, insiden terjadi pada hari Minggu (16/5/2021). Saat itu kereta peluru tengah melakukan perjalanan di pusat prefektur Shizuoka dan masinis itu menderita sakit perut dan harus segera ke toilet. JR Central mengatakan, masinis memanggil seorang kondektur ke ruang kemudi untuk mengawasi dan pergi ke toilet penumpang selama sekitar tiga menit.

Padahal sesuai aturan yang berlaku, perusahaan menyatakan bahwa jika pengemudi tidak enak badan, mereka harus menghubungi pusat komando transportasi. Mereka juga diperbolehkan meminta kondektur untuk mengambil alih jika kondektur tersebut memiliki SIM.

Saat ini, JR Central mengatakan, pengemudi dan kondektur menghadapi kemungkinan tindakan disipliner.

“Itu tindakan yang sangat tidak pantas. Kami minta maaf,” ujar Pejabat senior Masahiro Hayatsu.

Baca juga: Tidur Ketika Mengoperasikan MRT, Masinis ini Langsung Kena PHK

Kereta api Jepang yang terkenal efisien diatur secara ketat dengan standar keamanan yang tinggi, dan kecelakaan kereta api jarang terjadi. Insiden besar terakhir terjadi pada tahun 2005 ketika sebuah kereta tergelincir di bagian barat kota Amagasaki, menewaskan 107 orang. Shinkansen, yang merupakan jaringan kereta peluru Jepang, tidak pernah mengalami kecelakaan selama 57 tahun sejarahnya.

Kebanjiran WN India Lewat Penerbangan Charter Saat Covid Mengganas, UEA Ancam Izin Maskapai!

Otoritas Penerbangan Sipil Umum (GCAA) Uni Emirat Arab (UEA) belum lama ini memberikan peringatan keras kepada operator jet pribadi. Hal itu sebagai respon atas banyaknya WN India yang masuk ke negara tersebut untuk menyelamatkan diri dari ‘serangan’ gelombang kedua Covid-19 di sana.

Baca juga: Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet

Dunia tentu tahu bahwa India belakangan ini tengah menjadi sorotan akibat kasus Corona yang melonjak drastis. Pada awal Mei lalu, kasus India mencetak rekor 412.262 kasus baru Covid-19 dan rekor kematian harian nyaris empat ribu kasus. Oleh karenanya, orang-orang kaya bergegas ‘melarikan diri’ ke tempat-tempat aman, termasuk Dubai dan Abu Dhabi, UEA.

Sejak 24 April GCAA sudah melarang maskapai penerbangan berjadwal masuk dari India; disusul beberapa negara lainnya pada awal Mei, seperti Pakistan, Sri Lanka, Nepal, dan Bangladesh.

Kendati begitu, penerbangan pesawat charter masih diperbolehkan. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi celah masuk WN India dan WN UEA, seperti dokter dan pengusaha, yang tengah bekerja di sana masuk ke negara tersebut. Fakta tersebut tentu membuat GCAA geram dan mengancam akan menutup perusahaan yang masih membandel.

“Ketika pesawat bisnis digunakan untuk mengangkut penumpang dari tujuan yang dibatasi (India), mereka tidak boleh difasilitasi atau dijual per kursi,” jelas GCAA, seperti dikutip dari The National.

“Operator yang mengumpulkan (orang untuk penerbangan charter dari negara-negara yang dilarang) atau ‘penawaran per kursi’ dapat dilarang beroperasi di UEA. GCAA mengumpulkan semua informasi yang diperlukan dari otoritas lokal untuk memverifikasi informasi penerbangan dan penumpang,” tambahnya.

Meski dilarang, sebetulnya penerbangan dari negara-negara tersebut tetap diizinkan bagi sejumlah orang, seperti WN UEA, diplomat, perjalanan bisnis, dan pemegang golden card visa UEA, sekalipun merogoh kocek yang sangat mahal untuk penerbangan charter. Itupun dibatasi maksimal delapan penumpang per penerbangan.

Baca juga: Inilah Airbus ACJ319neo, Jet Pribadi Crazy Rich yang Terinspirasi Mobil Sport

UEA memang terkenal ketat dalam upaya menekan penularan virus Corona. Sejak awal pandemi, salah satu dari tujuh emirat dan kota terpadat di UEA, Dubai, sampai memasang kamera CCTV canggih di seluruh sudut kota untuk mendeteksi suhu warga sekaligus membantu otoritas keamanan setempat menemukan titik-titik pelanggaran physical distancing.

Penggunaan kamera CCTV canggih berteknologi Artificial Intelligence (AI) tersebut ketika itu prosesnya sudah memasuki tahap uji coba di beberapa titik. Bila berhasil dan tak ada kendala teknologi apapun, maka penggunaan kamera canggih dalam proyek ‘Oyoon’ ini akan bisa segera terlaksana setelah proses evaluasi (pasca masa ujicoba berhasil) selesai.

Volocopter Buat Versi Sayap Tetap untuk Penerbangan Jarak Lebih Jauh dan Lama

Sejak memasuki dunia taksi terbang pada tahun 2013, Volocopter telah memperkenalkan beberapa iterasi berbeda dari pesawat serba listriknya, secara bertahap menyempurnakan desain agar lebih aerodinamis, lebih stabil, dan lebih bertenaga. Pesawat eVTOL (electric Vertical Takeoff and Landing) yang dikenal sebagai VoloCity dibangun untuk membawa dua orang antar stasiun yang dikenal sebagai VoloPorts yang berjarak sekitar 30 km (18 mil), dengan sistem navigasi otonom yang menangani seluruh penerbangan.

Baca juga: Tiket Penerbangan eVTOL Penumpang Pertama Volocopter di Singapura Ludes Terjual dalam Sekejap

Perusahaan ini juga telah merancang drone angkat berat untuk membawa kargo seberat 200 kg, dan bahkan mengadaptasi teknologi untuk membangun drone penyemprot tanaman untuk John Deere. VoloConnect baru sedikit berbeda dari desain pesawat sebelumnya, terutama melalui sistem “angkat dan dorong” hibrida yang digunakan untuk melakukan perjalanan di udara.

Di mana pesawat Volocopter lainnya pada dasarnya berfungsi sebagai pesawat tak berawak raksasa, VoloConnect menggunakan rotor horizontal untuk mengangkat dirinya sendiri ke udara dan menyesuaikan ketinggiannya, dan kemudian sepasang kipas pendorong menendang untuk bergerak maju. KabarPenumpang.com melansir newatlas.com (17/5/2021), VoloConnect empat kursi dapat melakukan perjalanan hingga 100 km (62 mil) dengan setiap pengisian baterainya dan, dengan roda pendaratan yang dapat ditarik, memiliki kecepatan jelajah maksimum 250 km per jam (155 mph).

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pesawat tersebut telah dikerjakan selama sekitar dua tahun dan telah menguji prototipe skala dan “dengan cepat berkembang” menuju pengujian versi skala penuh. Desainnya juga sedikit berbeda dengan apa yang telah kami lihat dari sejumlah pemain terkenal di kancah eVTOL yang menggunakan mekanisme miring untuk beralih antara mode penerbangan vertikal dan horizontal, seperti Joby Aviation dan Lilium.

Ini dikenal sebagai dorong vektor dan menjanjikan kinerja yang lebih besar, dengan pesawat Joby mampu menempuh jarak hingga 240 km (150 mil) pada setiap pengisian daya. Kelemahan dari vektor dorong, bagaimanapun, kemungkinan merupakan jalan yang lebih rumit untuk sertifikasi, seperti yang dijelaskan Mike Hirschberg, direktur eksekutif dari Vertical Flight Society.

“Dorongan vektor adalah kinerja paling kompleks dan tertinggi. Kompleksitas sama dengan lebih banyak kinerja biaya dan risiko jadwal, tetapi hasil yang lebih tinggi,” katanya.

VoloConnect memiliki kemiripan yang lebih kuat dengan eVTOL Archer Aviation, yang menggunakan rotor terpisah untuk pengangkatan vertikal dan momentum ke depan, dan juga kebetulan memiliki kisaran yang sama.

Baca juga: Volocopter dan Grab Canangkan Uji Coba Taksi Udara di Asia Tenggara

“Kami yakin bahwa keluarga pesawat ini, dan pengalaman bertahun-tahun serta inovasi terdepan yang mendasari pendiriannya, akan merintis cara layanan UAM listrik (mobilitas udara perkotaan) untuk diluncurkan secara komersial dan internasional,” kata Florian Reuter, CEO Volocopter.

Perusahaan berharap dapat memperoleh sertifikasi VoloConnect dalam lima tahun.

Inilah Airbus ACJ319neo, Jet Pribadi Crazy Rich yang Terinspirasi Mobil Sport

Selain bersaing di pasar pesawat komersial, Airbus juga memiliki pasar di bisnis pesawat jet pribadi melalui Airbus Corporate Jet. Di antara beberapa jet pribadi Airbus, seperti ACJ220, ACJ350XWB, dan ACJ320neo memang begitu menawan untuk beragam latar belakang pelanggan. Tetapi, ACJ319neo dinilai lebih ideal dengan berbagai keunggulannya. Apa saja?

Baca juga: Intip Kemewahan Konsep Kabin VIP Airbus A220, Crazy Rich Wajib Coba!

Dalam hierarki deretan pesawat-pesawat ACJ, ACJ319neo sebetulnya bukan berada di pucuk tertinggi, pun sebaliknya. Pesawat berada di tengah-tengah. Itu mengapa pesawat ini digadang lebih ideal.

Secara dimensi, ACJ319neo masih di bawah ACJ320neo. Tetapi pesawat ini menawarkan kenyamanan dan jangkauan lebih.

Dari segini kenyamanan, ACJ319neo memiliki kabin tertinggi dan terluas dibanding semua pesawat jet bisnis Airbus serta mesin karakteristik sharklet baru untuk meningkatkan efisiensi.

Kabin terluas ini dimanfaatkan oleh Horacio Pagani, pendiri & Kepala Desainer Atelier Pagani Automobili, untuk membuat desain kabin Infinity, yang terinspirasi dari supercar.

Seperti diketahui, Airbus memang sering menggandeng biro desain lain untuk merampungkan jet bisnisnya.

Di antara desain monumental Pagani di interior ACJ319neo, seperti dikutip dari Simple Flying, atap tembus pandang atau sky ceiling adalah salah satunya. Mirip seperti DNA Airspace Airbus yang mengusung kenyamanan, suasana, layanan, dan desain, dimana salah satunya ialah permainan cahaya LED terbaru, konsep kabin Infinity juga demikian.

Lewat penataan cahaya brilian dan tentu saja perangkat pendukung, langit-langit kabin seolah tembus pandang atau mungkin tanpa atap sehingga menyajikan pemandangan awan dan langit secara real time. Pagani juga mengaku bahwa terlepas dari terinspirasi oleh mobil sport buatannya, filosofinya dalam mendesain sebuah karya turut andil dalam desain kabin Infinity tersebut.

“Seni dan Sains bisa berjalan bersama-sama: inilah filosofi Pagani. Kombinasi material komposit canggih yang belum pernah digunakan di pesawat terbang, seperti CarboTitanium, dengan desain khas Pagani Automobili, selalu mewakili ciri khas kami. Menerapkan sentuhan Renaisans kami ke ruang yang lebih luas di kabin Airbus corporate jet (ACJ) adalah awal dari usaha baru yang menarik bagi kami,” jelasnya.

Selain itu, material kulit asli, kayu, dan komposit juga menambah kenyamanan di berbagai ruangan di dalam kabin, seperti ruang keluarga, lounge, ruang makan, hingga bioskop.

Sekat antar ruangan juga dibuat sangat elegan dimana partisi bisa disetting transparan atau tidak dengan hanya satu sentuhan tombol, memudahkan pengguna lebih private saat membutuhkannya.

Baca juga: Crazy Rich Asal Malang Punya Jet Pribadi dan Bus Mewah, Ini Dia Armadanya

Seluruh kenyamanan tersebut juga didukung dengan performa tinggi pesawat. Karena dimensi lebih kecil, pesawat jadi bisa terbang lebih jauh mencapai 12.500 km atau 15 jam non stop dengan delapan penumpang.

Pesawat juga mampu terbang maksimal di ketinggian 12.500 km agar lebih nyaman dan minim turbulensi. Bagi para sultan atau crazy rich yang tertarik membeli, harganya murah kok, hanya US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun (kurs 14.364).