Mesin Penjual Otomatis, Jual 48 Jenis Produk dari Buah Hingga Suvenir

Biasanya mesin penjual otomatis menjual satu macam barang seperti minuman dengan berbagai rasa, makanan atau barang keperluan lainnya. Namun bagaimana bila dalam satu mesin penjual otomatis ada berbagai barang baik makanan, minuman hingga keperluan setiap orang? Ini pastinya akan memudahkan setiap orang untuk memenuhi kebutuhan mereka saat membutuhkannya.

Baca juga: “The Giving Machine,”Mesin Penjual Otomatis yang User Friendly

Mesin penjual otomatis dengan berbagai barang tersebut telah disiapkan di bandara di prefektur Jepang barang. Dalam mesin akan berisi produk musiman serta suvenir dari prefektur Kochi dan menjadi cara baru menjual produk pada masa pandemi saat ini.

KabarPenumpang.com melansir mainichi.jp (16/5/2021), mesin penjual otomatis alan berada di ruang tunggu keberangkanan di Bandara Kochi Ryoma di Nakoku, prefektur Kochi. Mesin berukuran 1,8 meter x 2,7 meter tersebut menjual sebanyak 48 item termasuk barang-barang terlaris dan suvenir populer yang dijual di Big Sun, toko di dalam bandara yang dikelola langsung oleh perusahaan bandara.

Selain sandwich dan barang kebutuhan pokok lainnya, mesin penjual otomatis juga diisi dengan tomat, buah jeruk konatsu dan produk lain yang ditanam di prefektur dan sesuai musim. Mesin penjual otomatis ini juga menawarkan produk unik seperti paket makanan untuk telur mentah di atas nasi, yang meliputi nasi buatan prefektur, serpihan bonito, dan kecap yang diperkaya dengan kaldu.

Mesin tersebut juga menerima uang elektronik dan dapat memindai kode QR untuk pembayaran, dan berupaya mengumpulkan berbagai pelanggan. Tampaknya jarang, bahkan secara nasional, mesin penjual otomatis yang menjual suvenir dan hasil pertanian didirikan di bandara.

Menurut Gedung Terminal Bandara Kochi Co, jumlah penumpang di bandara telah mengalami penurunan dramatis karena pandemi virus corona. Penjualan produk untuk tahun fiskal sebelumnya turun menjadi sekitar 30 hingga 40 persen dari angka yang tercatat sebelum pandemi.

Mesin penjual otomatis baru ditujukan untuk merampingkan operasi toko guna mengurangi biaya personel, sekaligus menjadi bagian dari pencarian cara baru untuk menjual produk. Selain mesin penjual otomatis, layar sentuh juga telah dipasang di toko Big Sun yang terletak di lobi keberangkatan bandara.

Orang-orang dapat melihat daftar suvenir populer serta produk yang direkomendasikan di layar 40 inci, dan bandara berencana untuk mewujudkan konsep melayani pelanggan tanpa tatap muka atau kontak langsung.

Baca juga: Bandara Zurich Hadirkan Mesin Penjual Masker Otomatis Anti Covid-19

“Konsep kami adalah sebuah toko dapat dijalankan hanya dengan satu mesin penjual otomatis. Dengan melihat pendirian vending ini sebagai langkah pertama, kami ingin menjelajahi sifat ideal bandara di tengah pandemi,” ujar Hiroyuki Tadokoro, manajer penjualan di Kochi Airport Terminal Building Co.

Livall Hadirkan Helm Sepeda Pintar dengan Teknologi Akselerator

Mengamankan kepala dengan menggunakan helm ketika berkendara dengan sepeda, sepeda motor atau skuter menjadi salah satu yang utama. Namun, dengan helm juga bisa memudahkan pengendara memberitahukan pengendara lain saat akan berbelok dan berhenti.

Baca juga: TorchONE – Helm Sepeda dengan Lampu LED yang Bisa Dipasang dan Dilepas

Bahkan juga membantu menerangi jalan dengan lampu tambahan yang dipasang pada helm. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (18/5/2021), sebuah perusahaan Cina enam tahun lalu sudah menghadirkan helm canggih dengan lampu yang menyala saat pengendara akan berbelok dan berhenti.

Saat ini pabrik bernama Livall tersebut mengembangkan model baru yang lebih ringan dan lebih ramping di Indiegogo. Helm ini dikenal dengan EVO21 yang tidak jauh berbeda dengan pendahulunya dan helm pintar pengendara sepeda dari pabrikan lain dalam hal bentuk dan fitur standarnya.

EVO21 dilengkapi dengan strip lampu LED depan serta belakang dengan masing-masing berwarna putih dan merah. Lampu LED ini bisa diatur ke intensitas dan mode kedip yang berbeda melalui remote yang dipasang di setang. Di mana ketika pengendara berbelok lampu akan berkedip sesuai arah belok pengendara, kemudian lampu rem yang berkedip secara otomatis diaktifkan oleh akselerator yang terintegrasi.

Selain itu, ada sistem peringatan yang mengirimkan pesan teks SOS ke kontak darurat jika pengendara jatuh dan terdeteksi helm. Dalam hal ini, pengendara memiliki waktu 90 detik untuk membatalkan pesan tersebut sebelum dikirim secara otomatis.

Namun, salah satu fitur EVO21 yang lebih unik adalah kemampuannya untuk hidup dan mati sendiri. Jadi, setelah dinyalakan pada awalnya memulai perjalanan, itu dapat diatur untuk kemudian mematikan LED setiap kali kondisi cukup terang sehingga tidak diperlukan pencahayaan, tetapi kemudian menyalakannya kembali dalam kondisi redup.

Selain itu, ini juga akan secara otomatis mematikan LED saat pengendara melepas helm dari kepalanya, lalu menyalakannya kembali saat pengguna memasang helm kembali. Hal lain yang membedakan EVO21 adalah kemampuan untuk mengatur strip LED lampu depan agar berkedip dalam warna selain putih, yang berpotensi membuatnya lebih menarik bagi pengendara. Helm tersebut juga lebih ringan dari model Livall sebelumnya, dilaporkan memiliki bobot 350 gram.

Baca juga: Helm Tail-Light-Packin Didukung dan Diaktifkan oleh Cahaya Sekitar

Satu kali pengisian daya baterai lithium-ion selama tiga jam diklaim dapat digunakan selama sekitar sepuluh jam. Semua elektronik tahan air IPX5, yang berarti mereka dapat menahan semprotan bertekanan rendah yang berkelanjutan. Dengan asumsi kampanye crowdfunding saat ini berhasil, jaminan sebesar US$79 akan memberi Anda Livall EVO21 Anda sendiri harga eceran yang direncanakan adalah $129.

Ingin 100 Persen Bebas dari Bahan Bakar Fosil, Volvo Buka Lab Uji Sel Bahan Bakar

Beberapa tahun terakhir ini, industri tansportasi mulai mengubah cara penggunaan bahan bakar mereka dari fosil ke energi lainnya seperti listrik dan hidrogen. Sehinga penggunaan bahan bakar fosil yang semakin hari semakin berkurang jumlahnya bisa tergantikan dengan bahan lainnya.

Baca juga: Kembangkan Motor Listrik Internal, Volvo Ingin Jadi Manufaktur Mobil Listrik Premium

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman h2-view.com (20/5/2021), untuk mencapai tujuan menjadi seratus persen bebas energi fosil pada tahun 2040, Volvo Group telah membuka lab uji sel bahan bakar khusus pertamanya di Pusat Teknis Peralatan Konstruksi Volvo (Volvo CE) di Eskilstuna, Swedia. Perusahaan mengumumkan pembukaan tersebut pada Selasa (18 Mei), sebagai bagian dari investasi perintis yang akan menguji dan mengembangkan solusi teknologi sel bahan bakar hidrogen.

Di dalam lab uji, Volvo Group akan menguji teknologi hidrogen dalam berbagai aplikasi, dengan pabrikan secara khusus menyebutkan alat berat konstruksi berat sebagai fokus. Toni Hagelberg, Head of Sustainable Power di Volvo CE, mengatakan, teknologi sel bahan bakar adalah pendorong utama solusi berkelanjutan untuk alat berat konstruksi yang lebih berat, dan investasi ini memberi kami alat penting lain dalam pekerjaan kami untuk mencapai Target Berbasis Sains.

Dia mengatakan, lab tersebut juga akan melayani Volvo Group secara global, sebagai yang pertama menawarkan pengujian lanjutan semacam ini. Ini adalah langkah yang sangat menarik untuk mempercepat pengembangan solusi sel bahan bakar menuju visi bersatu Volvo untuk masyarakat netral karbon..

“Hidrogen dapat diproduksi dengan berbagai cara dan penting untuk memiliki pendekatan siklus hidup di seluruh rantai nilai. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan di lab uji tidak hanya akan didedikasikan untuk menghasilkan solusi konstruksi bebas fosil, kami juga akan melihat bagaimana hidrogen itu sendiri diproduksi, dan mengupayakan apa yang disebut hidrogen ‘hijau’ yang dihasilkan dari energi terbarukan,” ujar Toni.

Baca juga: Australia Bangun Kapal Ferry Berbahan Bakar Hidrogen Untuk Kurangi Emisi

Lab baru ini menunjukkan dedikasi yang sama terhadap teknologi sel bahan bakar hidrogen, seperti peluncuran sel sentris baru-baru ini, sebuah usaha patungan oleh Volvo Group dan Daimler Truck untuk mengembangkan dan mengkomersialkan solusi sel bahan bakar dalam truk jarak jauh dan seterusnya.

Inilah Parade PO Bus AKAP yang Usianya Tembus Setengah Abad

Keberadaan Perusahaan Otobus (PO) yang melayani rute AKAP alias Antar Kota Antar Provinsi, telah memberi warna tersendiri dalam perjalanan sejarah transportasi darat di Indonesia. Dari ratusan PO yang kini eksis melayani penumpang, ada beberapa yang usianya telah mencapai lebih dari 50 tahun.

Dan, berikut ini KabarPenumpang.com merangkum beberapa PO AKAP yang usianya 50 tahun dan pernah diulas sebelumnya.

Baca juga: Berusia 82 Tahun, PO NPM Jadi Salah Satu Perusahaan Otobus Tertua di Indonesia

PO NPM
“Naikilah Perusahaan Minang,” ini bukan sebuah slogan tetapi nama panjang dari sebuah perusahaan otobus. PO NPM merupakan angkutan darat yang berasal dari Tanah Minang atau Sumatera Barat. PO NPM merupakan salah satu perusahaan otobus tertua di Pulau Sumatera dan masih eksis meski melewati berbagai transformasi teknologi. Didirikan tahun 1937 oleh Bahauddin Sutan Barbangso Nan Kuniang di kota Padang Panjang, Sumatera Barat. PO NPM sendiri memulai pemberangkatannya ke berbagai daerah di Pulau Jawa dari beberapa kota di Sumatera Barat seperti Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh dan lainnya. Dari dasawarsa 1980-an hingga awal 2000-an, ini adalah puncak kejayaan PO NPM tersebut.

PO ANS
ANS ini memiliki kepanjangan Aman Nyaman Sampai tujuan dan didirikan tahun 1960-an oleh Anas Sultan Jamaris di Bukittinggi, Sumatera Barat. Pada masa jayanya ANS adalah salah satu PO terbesar di Sumatera dan merupakan yang terbesar di Sumatera Barat serta masih beroperasi hingga kini. PO ANS pernah melayani trayek dari Banda Aceh di ujung Sumatera hingga Denpasar, Bali pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Bisa dikatakan trayek PO ANS adalah yang terjauh dijalani sebuah PO di Indonesia kala itu.

PO ALS
Didirikan 29 September 1966 di Kotanopan, Mandailing Natal di Sumatera Utara, kepanjangandari ALS sendiri adalah Antar Lintas Sumatera. Awalnya ALS hanya memiliki trayek Medan-Kotanopan dan berkembang Medan-bukittinngi. Kemudian berlanjut ke beberapa kota di Sumatera. Pada tahun 1970-an juga, dimana mobil belum bisa menyeberang ke Jawa dengan kapal ferry ro-ro, ALS sudah membuka trayek ke berbagai tujuan di Pulau Jawa. Namun PO yang satu ini tidaklah langsung berpuas diri karena mulai menginjakan rodanya di Pulau Bali.

PO Sumber Alam
PO Sumber Alam berawal dari pendirian PO Tresna oleh Thung Tjie Hing pada tahun 1969 lalu. Kemudian bisnis PO ini diturunkan kepada anak cucunya dan berganti nama menjadi PO Hidup Baru. Namun ternyata PO Sumber Alam sendiri baru benar-benar berdiri tahun 1975 oleh Judi Setijawan Hambali yang merupakan cucu dari Thung Tjie Hing dan menjadikannya sebagai perusahaan keluarga. Awal berdirinya PO Sumber Alam tak banyak memiliki armada dan hanya bermodalkan enam unit bus yang melayani trayek Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari Yogyakarta menuju ke Jakarta dan sebaliknya. Kelanjutannya PO asal Purworejo ini memperluas trayek dalam provinsi dengan membuka Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan juga shuttle bus. Tahun 2007, PO Sumber Alam pernah mendapat gelar perusahaan bus terbaik di masa Menhub Jusman Syafii Djamal.

PO Santoso
Berawal dari sebuah kota di Jawa Tengah, tepatnya di Magelang di tahun 1970-an, sebuah Perusahaan Otobus (PO) dirintis untuk membantu moda transportasi masyarakatnya. Dirintis oleh sepasang suami istri yang berprofesi sebagai dokter, yakni dr. Anwar Sani, PO Santoso memulai meluncurkan busnya di trayek buk ekonomi (bumel) Jogja-Magelang-Semarang dan Gombong-Purworejo-Magelang-Semarang.

PO Kramat Djati
Kramat Dajti berdri pada tahun 1968 oleh Arief Budiman dengan membuka satu jurusan yaitu Bandung-Jakarta. Pada tahun 1975 membuka jurusan lagi yaitu jurusan Bandung – Merak. Tahun demi tahun perusahaan Kramat Djati semakin maju dan berkembang. Pada tahun 1986 Kramat Djati membuka layanan baru yaitu dengan adanya busmalam cepat yang menjangkau 3 propinsi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Jurusan Bandung – Bali dibuka pada tahun 1990. Setelah itu Kramat Djati juga menembus pasar Sumatera dengan tujuan Lampung, Palembang, Pekanbaru dan Bengkulu pada tahun 1996, kemudian pada tahun 2000 memperluas pasar kesebelah timur dengan membuka jurusan Bandung – Mataram.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

PO Lorena
PO Lorena didirikan oleh GT Soerbakti pada tahun 1970 dengan nama CV Lorena. Diawal pendirianya CV Lorena hanya memiliki dua armada bus dengan rute jarak pendek yaitu Bogor – Jakarta PP. Trayek jarak jauh mulai dibuka oleh PO Lorena pada tahun 1984 dimulai dengan rute Jakarta – Surabaya PP, diikuti dengan kota-kota lainya di Pulau Jawa, Madura, Bali dan Sumatera.

Naik Bus Sambil Ngopi dan Keliling Jakarta? Yuk Coba Coffee On The Bus dari PO Cipta Kurnia

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020 membuat banyak transportasi dan pariwisata berhenti sejenak beroperasi karena pembatasan sosial. Hal ini membuat para pelaku usaha di dua sektor tersebut berpikir keras untuk tetap mendapatkan keuntungan dan menghidupi para pekerjanya.

Baca juga: Kalau ke Jogja, Jangan Lupa Nikmati Perjalanan dan Ngopi di Coffee On The Bus

Bahkan mereka memutar otak dengan membuat layanan ngopi di bus atau coffe on the bus sudah banyak dilakukan oleh perusahaan otobus (PO) pariwisata. Upaya ini menjadi cara agar PO pariwisata bisa bertahan mendapatkan penghasilan saat pandemi Covid-19

KabarPenumpang.com mengutip kompas.com, pada 18 Juli 2020, perusahaan otobus (PO) Cipta Karunia meluncurkan Coffee in the bus. PO bus pariwisata ini pada awalnya menghadirkan rute Kota Tua menuju ke Pantai Indak Kapuk (PIK) yang beroperasi hanya pada hari Sabtu serta Minggu pukul pukul 17.00 WIB dan 19.30 WIB.

“Setiap Sabtu dan Minggu memiliki dua waktu keberangkatan. Setiap bus, bisa diisi sampai 33 orang. Untuk rutenya sendiri, sementara hanya Kota Tua – PIK saja,” ucap Handy Setiawan, pemilik PO Cipta Karunia.

Namun untuk saat ini, Coffee on the bus tersebut beroperasi sejak hari Jumat hingga Minggu. Di mana jam keberangkatan pada hari Jumat yakni pukul 18.00 dan 20.00. Sedangkan hari Sabtu dan Minggu pukul 08.00, 16.00 dan 18.00 dengan rute Monas menuju ke Kota Tua.

Untuk menikmati kopi sembari berkeliling kota Jakarta, pelanggan harus membeli tiket seharga Rp75 ribu yang sudah termasuk kopi atau soda dan snack. Untuk menikmati Coffee on the bus, Anda tidak bisa langsung datang, tetapi melakukan rerservasi terlebih dahulu agar tidak kehabisan kursi.

Baca juga: Intip Keseruan di Airbus A330 Bekas Thai Airways yang Disulap Jadi Kedai Kopi Perang

Karena perjalanan tersebut di masa pandemi, para penumpang, sebelum naik ke bus juga diukur suhu tubuhnya terlebih dahulu dan diberi hand sanitizer oleh kru coffee on the bus. Para kru juga menggunakan masker serta face shield untuk mencegah penyebaran virus corona.

Tuntas Direaktivasi, Stasiun Garut Diharapkan Beroperasi Sebelum 17 Agustus 2021

Sejak 2019 lalu, Stasiun Garut mulai direaktivasi oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan dikatakan akan selesai pada tahun lalu. Namun perkiraan tersebut sedikit meleset dan selesai pada 2021. Kini Stasiun Garut sudah siap beroperasi seratus persen untuk melayani penumpang maupun barang.

Baca juga: Empat Dekade Tak Beroperasi, Stasiun Garut Akhirnya Direaktivasi

Dikutip KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, direktur niaga PT KAI Dadan Rudiansyah mengatakan, semua prasarana sudah jalan dan gedung Stasiun Garut sudah bisa dioperasikan. Saat ini, dikatakan Dadan, PT KAI dan pemerintah daerah Garut sudah melakukan pembahasan untuk berbagai persiapan jalur Stasiun Garut ke Cibatu agar segera beroperasi.

“Sebetulnya kami lagi upayakan, Pak Bupati juga langsung sudah menghadap ke Kementerian Perhubungan melalui Pak Dirjen Perkeretaapian, insya Allah kami upayakan secepatnya, kami juga sebetulnya ingin segera dioperasikan,” kata Dadan.

Dalam reaktivasi Stasiun Garut ini, pihak PT KAI berharap selain bisa menjadi transportasi penumpang dan barang, juga meningkatkan taraf perekonomian di Kabupaten Garut. Dadan menambahkan, PT KAI juga memfasilitasi tempat untuk pelaku usaha kecil menengah agar bisa ikut serta melayani masyarakat di stasiun.

Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, Stasiun Garut dibangun megah untuk memberikan layanan transportasi yang nyaman, cepat, mudah dan aman bagi masyarakat. Ini juga untuk memperlancar arus barang yang nantinya meningkatkan perekonomian masyarakat.

“PT KAI memberikan komitmen kepada masyarakat Garut untuk memperlancar arus barang, arus orang, terutama perekonomian dengan mempersiapkan sarana prasarana menyangkut perjalanan kereta api dari Stasiun Garut menuju Stasiun Bandung, Jakarta atau ke mana pun dengan konektivitas,” katanya.

Ia berharap Stasiun Garut sudah bisa melayani jasa transportasi kereta api sebelum hari perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2021. Selain itu, Bupati mengimbau masyarakat untuk ikut serta menjaga sarana dan prasarana terutama sepanjang jalur reaktivasi kereta api agar program pemerintah itu bisa berjalan sukses.

“Untuk warga Garut kami minta untuk sepanjang jalur ini dijaga untuk bisa suksesnya kereta api Garut ke Bandung, Jakarta ke Yogya dengan konektivitas dan sebagainya,” kata Rudy.

Untuk diketahui, Stasiun Garut dibuka secara resmi tahun 1930 dan punya bangunan yang mirip dengan Stasiun Karawang dan Rambipuji. Bangunan ini didirikan setelah adanya pembangunan Jalan Rel Cilacap-Cicalengka via Cibatu yang dibangun tahun 1889 dan lintasan atau jalan Sampingan Garut-Cikajang tahun 1926 silam.

Menjadi stasiun kereta api nonaktif kelas II, Stasiun Garut terletak di Pakuon, Garut Kota yang tepatnya di persinggungan Ujung Bank dan Jalan Veteran. Stasiun ini letaknya tertinggi di pulau jawa yakni 1200 meter di atas permukaan laut. Hal ini membuat lokomotif yang melewati jalur ini pada masa jayanya merupakan lokomotif kuat seperti CC50.

Dahulu, saat masih aktif hingga tahun 1980-an, stasiun ini selalu ramai dikunjungi oleh pengguna jasa angkutan yang hendak bepergian dengan kereta api. Sayangnya Stasiun Garut tutup tahun 1983 silam dikarenakan sarana yang sudah tua dan kalah saing dengan mobil pribadi maupun transportasi umum lainnya.

Baca juga: Lokomotif Mulai Uji Coba Mengular di Jalur Reaktivasi Cibatu-Garut

Selain itu PJKA juga mengalami kerugian karena penumpang yang coba-coba naik kereta secara gratis. Stasiun Garut pada masa penjajahan pernah diserang oleh Belanda tahun 1947 dan membuat infrastruktur jaur menjadi rusak dan harus direnovasi.

Setelah Tidur Lama, Akhirnya Stasiun Gresik Akan Kembali Beroperasi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan reaktivasi dibanyak stasiun dan beberapa di antaranya sudah selesai serta mulai kembali mengoperasikan kereta untuk mengangkut penumpang dan barang. Baru–baru ini, PT KAI akan mengaktifkan kembali Stasiun Gresik yang sudah lama tidur panjang tak beroperasi dan terbengkalai selama puluhan tahun.

Baca juga: Tidak Hanya Nama Pelawak, “Indro” Ternyata Juga Nama Stasiun!

Namun, rencananya, Stasiun Gresik bukan menjadi stasiun penumpang melainkan sebagai moda transportasi barang. Pengaktifannya sendiri setelah adanya penandatanganan nota kesepahaman antara PT KAI dengan PT Trans Jaya Persada. Keduanya sepakat tentang rencana kerja sama pengembangan bisnis berbasis kereta api di kawasan bekas Stasiun Gresik.

Meski lama mati suri, Stasiun Gresik meninggalkan bangunan asli dengan lantai peron keramik berwarna kuning dan dinding yang tebuat dari kayu. Loket di dalam stasiun kini berubah menjadi gudang dan beberapa ruang lainnya menjadi tempat tinggal warnga.

Sedangkan bangunan lorong dijadikan tempat usaha warang kopi milik warga yang sudah puluhan tahun menempati gedung Stasiun Gresik itu. Pengaktifan kembali Stasiun Gresik karena berada dekat dengan tiga kawasan industri yang cukup besar dengan berbagai macam produk seperti industri plastik, kayu, makanan, energi, produk kimia dan lainnya.

Tak hanya itu, letaknya yang berada di tengah kota, membuat Stasiun Garut memiliki konektivitas yang baik karena dekat dengan beberapa pelabuhan di wilayah Kabupaten Gresik. KabarPenumpang.com merangkum wikipedia, Stasiun Gresik pada masa kolonial Belanda bernama Station Grisee dan berada di ketinggian dua meter di atas permukaan laut dan masuk dalam wilayah aset 8 Surabaya.

Dalam sejarahnya, stasiun ini merupakan pertemuan antara dua jalur kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, yaitu segmen Sumari–Gresik dan Gresik–Kandangan. Jalur yang pertama kali dibangun adalah segmen Sumari–Gresik, diresmikan pada tanggal 1 Juni 1902, sedangkan jalur yang menuju Kandangan diresmikan pada tanggal 3 Januari 1924.

Namun jalur Sumari–Gresik dibongkar oleh pekerja romusa Jepang pada tahun 1943. Bangunan stasiun yang masih bergaya Tudor-NIS dengan bahan dinding kayu kini sudah banyak berlubang. Tak hanya itu, jalur kereta sudah ditutup dan ditimbun ditempati rumah warga di sekitar stasiun, serta bekas jalur menuju Stasiun Indro sudah menjadi sebuah gang kecil.

Meski begitu masih banyak bekas jalur kereta api dari Stasiun Gresik ke Stasiun Indro yang masih dapat dilihat, terutama di sisi timur Jalan Harun Tohir. Dahulu stasiun ini merupakan stasiun padat penumpang yang naik maupun turun dari kereta.

Baca juga: Stasiun Cibungur, Kembali Jadi Terminal Peti Kemas

Namun, seiring berkembangnya Kota Gresik yang arah perkembangannya semakin menjauhi Stasiun Gresik (Kawasan Gresik Tua), akhirnya stasiun ini ditutup pada Oktober 1975 karena kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya, seperti bus, angkot, dan kendaraan pribadi. Kini asetnya masih dikuasai oleh PT KAI, dan masih menyisakan bangunan yang utuh dengan kanopi (overkapping) serta handel bertipe Alkmaar buatan Belanda.

Kena PHK, Eks Pilot Qatar Airways Sukses Buka Kafe Bertema Penerbangan

Pandemi virus Corona membuat banyak kehidupan orang-orang di dunia mendadak berputar 180 derajat; tak terkecuali pilot, yang dalam keadaan normal, memang identik dengan segala hal yang mewah.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Hidup, Dua Pilot Indonesia Alih Profesi Jadi Pedagang Mie Ayam dan Kopi Keliling

Sudah banyak kisah pilot di seluruh dunia luntang-lantung hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari pilot alih profesi menjadi tukang gorengan, jadi pengemudi ojek online, tukang antar paket, tukang bangunan, jadi pedagang mie ayam, sampai menjadi pedagang kopi keliling.

Meski demikian, tak sedikit dari pilot yang di-PHK tetap berhubungan dengan dunia penerbangan, namun alih profesi menjadi pebisnis kafe atau kuliner. Salah satunya pecatan pilot Qatar Airways, Alexander Torres.

Pilot asal Perancis yang bermukim di Irlandia Utara itu awalnya sempat down pasca terkena PHK massal. Padahal, hasratnya di dunia penerbangan sedang tinggi-tingginya. Dengan sisa tabungan yang dimiliki, sambil terus menyalurkan hobinya di bidang penerbangan, tercetuslah ide untuk menjajal bisnis kuliner dengan membuka kafe bertema penerbangan, Flight7.

Kafe yang terletak di ibu kota Irlandia Utara, Belfast, tersebut merupakan kafe atau restoran dengan tema penerbangan pertama di sana.

Kafe yang terletak di Belmont Road tersebut menyajikan makanan dan minuman khas Perancis -utamanya makanan yang dibakar- dan chefnya ialah Torres sendiri. Orang Perancis memang terkenal gemar memasak dan ia pun demikian. Karenanya, ketika ia khawatir tak ada lagi kesempatan menjadi pilot di beberapa bulan atau tahun mendatang, sedangkan hidup tetap terus berputar, ia langsung terpikir untuk membuka restoran.

Sebelum mulai membuka restoran secara fisik, seperti laporan belfastlive.co.uk, Torres sempat memulai bisnis kuliner secara online. Meskipun mendapat cukup respon, namun, tetap saja pelanggan ingin tahu wujud restoran secara fisik. Dari situlah ia memberanikan diri untuk membuka restoran.

“Saya mulai (bisnis kuliner) dengan melakukan pengiriman secara online -memasak dari rumah dan mengantarkannya- tetapi itu tidak terlalu sukses, karena pelanggan perlu tahu di mana Anda berada,” jelasnya.

Baca juga: Viral! Mantan Pilot Kerja Serabutan Jadi Tukang Antar Paket dan Kuli Bangunan Usai Dipecat

“Kemudian saya menemukan tempat yang sangat bagus di Belmont Road pada tahun 2020, jadi saya berpikir, ‘Ah, saya akan membuka kafe di sini.’ Belmont Road memang lumayan terkenal dengan kafe-kafenya, jadi ada sedikit persaingan, karena itu, saya memutuskan ide baru, yaitu membuka kafe bertema penerbangan,” tambahnya.

Pasca lulus dari sekolah penerbangan, Torres mendapat tawaran menjadi pilot di Aer Lingus dan ditempatkan di Belfast. Setelahnya ia pindah ke Ryanair dan berlanjut ke Qatar Airways selama beberapa tahun sebelum akhirnya terkena PHK.

Buntut Rugi Puluhan Triliun, Singapore Airlines Pensiunkan Empat Boeing 777-300ER

Singapore Airlines (SIA) resmi mempensiunkan empat armada Boeing 777-300ER (Extended Range), menyisakan 23 pesawat dari tipe tersebut di barisan armada. Ini tentu tidak mudah mengingat tipe pesawat tersebut memiliki rekam jejak spesial dan menempati posisi krusial di masa lalu.

Baca juga: Gawat, Singapore Airlines Rugi Rp46 Triliun Sepanjang 2020

Selama ini empat Boeing 777-300ER yang dipensiunkan oleh Singapore Airlines melakoni banyak rute, termasuk Singapura-Hong Kong-San Francisco, Australia, Selandia Baru, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan beberapa tujuan lainnya.

Pada penerbangan tersebut, SIA biasanya mengoperasikan itu dalam konfigurasi empat kelas dengan total 264 kursi. Rinciannya, empat penumpang first class, 48 kelas bisnis, 28 di kelas ekonomi premium, dan 184 di kelas ekonomi. Sebagai perbandingan, United Airlines mengoperasikan pesawat dari tipe yang sama dengan total 350 kursi, jauh lebih efektif.

Keputusan Singapore Airlines mempensiunkan pesawat Triple Seven memang dinilai tepat. Mungkin, bisa dibilang, ini menjadi berkah di balik pandemi virus Corona yang mengacaukan bisnis mereka. Andai Corona tak menerjang, bukan tak mungkin SIA lamban dalam merevitalisasi armadanya.

Dengan merevitalisasi lebih cepat dan pada waktunya industri penerbangan kembali ke posisi normal, maskapai sudah jauh lebih siap untuk mengambil ceruk pasar tersebut dibanding maskapai lainnya yang menunda revitalisasi armada.

Singapore Airlines (SIA) mencatat kerugian sebesar US$3,2 miliar atau sekitar Rp46 triliun (kurs 14.454), turun 76 persen dibanding tahun sebelumnya, sepanjang 12 bulan pada periode Maret 2020 sampai Maret 2021. Itu karena, flag carrier nasional Singapura itu kehilangan penumpang sekitar 97,9 persen akibat pembatasan perjalanan.

Angka kerugian tersebut sebetulnya bisa saja lebih besar andai pendapatan maskapai dari penerbangan kargo tidak tumbuh. Seperti diketahui, selama pandemi, pendapatan dari penerbangan kargo justru meningkat sebesar 38,8 persen menjadi US$2 miliar atau sekitar Rp28 triliun (kurs 14.454).

Hanya saja, penerbangan kargo memang tak berkontribusi banyak untuk operasional pesawat, termasuk pengaruhnya terhadap kinerja keuangan.

Selain penurunan pendapatan, SIA juga mencatat kerugian akibat mempensiunkan dini banyak armadanya.

Dikutip dari Simple Flying, setidaknya ada 45 pesawat berbagai tipe yang sudah dipensiunkan SIA sebelum waktunya; termasuk tujuh Airbus A380, empat 777-200ER, empat 777-300ER, delapan 737-800, beberapa A330, dan berbagai pesawat lainnya, menyisakan 162 jet penumpang dan tujuh pesawat kargo.

Baca juga: Gegara Batu di Runway, Body Pesawat Boeing 747 Singapore Airlines Berlubang

Sebagai gantinya, maskapai akan lebih fokus untuk merevitalisasi pesawat dan memaksimalkan pesawat-pesawat generasi terbaru yang lebih efisien, seperti Boeing 787 dan Airbus A350.

Selain dua itu, SIA juga akan mengandalkan pesawat terbaru dari Boeing, 777X. Singapore Airlines diketahui sudah memesan 11 Boeing 777X varian 777-9. Pesawat ini dinilai bisa menjadi pengganti ideal 777-300ER ketimbang A350 apalagi Boeing 787 Dreamliner.

Viral! Pesawat Rusak dan Terancam Jatuh, Pilot Ini Malah Lamar Pasangannya

Di era digital seperti sekarang ini, demi konten, seseorang rela melakukan apapun. Apalagi demi menyenangkan pasangan, jangankan uang, nyawa pun rela dipertaruhkan, seperti yang dilakukan oleh seorang pilot baru-baru ini hingga membuat heboh jagat dunia maya.

Baca juga: Viral di TikTok, Wanita dan Pasangannya Diusir dari Kabin Gegara Tak Gunakan Masker

Dalam video viral di TikTok, nampak pilot sedang berusaha untuk mengontrol penuh pesawat setelah mengalami kegagalan fungsi. Namun, di tengah-tengah kegentingan tersebut, ia malah menyempatkan diri melamar pasangannya yang berada di kursi kokpit dan memberikannya cincin.

Dilansir newsweek.com, awalnya penerbangan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Pilot dan penumpang di sebelahnya cukup enjoy menikmati pemandangan di sekitar. Sampai akhirnya sang pilot tiba-tiba mendapati hal aneh pada pesawat.

Pasangannya yang duduk di sebelah kemudian coba dilibatkan untuk menangani masalah itu bersama. Bukan malah membantu, sang pacar -mungkin karena tak terpikir bakal jadi seperti itu- malah stres dan tampak sangat terpukul dengan keadaan tersebut.

Setelah ditenangkan oleh sang pilot yang juga kekasihnya, wanita tersebut kemudian mulai mengecek manual book, dan diminta mulai membaca petunjuk dari sana. Awalnya, ia membaca dengan alamiah dan mungkin tanpa menggunakan akal sehat.

Padahal, menurut netizen, sejak awal membaca narasi pada manual book yang diberikan sang pilot, sudah jelas bahwa itu bukanlah manual book sungguhan dan sudah pasti petunjuk dari sana sama sekali bukan dimaksudkan untuk menjadi solusi atas masalah pada pesawat.

Sambil terus melanjutkan bacaan, perlahan, mimik wajah wanita itu berubah. Bisa jadi, pada tahap ini, ia sudah mulai mengendus keanehan demi keanehan. Tetapi, pilot justru membuatnya rancu dengan menyebut, “Oh kita berhasil dapat respon (dari pesawat)”. Wanita itu pun menjawab, “Kamu pasti bohong”.

Wanita itu kembali meneruskan bacaannya dan seketika itulah ia mulai sadar. Sampai di sini, ia sudah tahu bahwa akan ada hal spesial yang mungkin terjadi. Tetapi, pilot memaksa untuk terus melanjutkan bacaan di manual book palsu -termasuk malfungsi palsu pada pesawat yang dibuat untuk memuluskan skenario pilot- itu hingga akhir.

Baca juga: Penumpang Masak Steak di Toilet Pesawat dan Unggah Video ke TikTok

Sambil terus membaca, ia mulai meneteskan air mata dan menopang keningnya dengan tangan kanan. Ia pun benar-benar terharu dan menangis histeris ketika mengetahui bahwa ia sedang dilamar oleh kekasihnya itu dan kelak menuju kursi pelaminan. Sejurus kemudian, kotak cincin berwarna merah pun dikeluarkan pilot dan video berakhir.

Atas aksinya tersebut, apresiasi pun mengalir deras dari netizen. Sampai tulisan ini dibuat, video berdurasi 2 menit 26 detik ini sudah mendapat 5,5 juta like dan 40 ribu komentar. Rata-rata dari netizen memuji cara pilot untuk melamar kekasihnya itu.

@aviationlovers__

#fyp #pourtoi #avion #plane #wow #surprise #viral #wedding #ring #love

♬ son original – Elmaestro