Mengapa Aeroflot Hanya Operasikan Boeing 777-200ER Selama 7 Tahun?

Pada tahun 1998 lalu, barisan armada maskapai nasional Rusia, Aeroflot, resmi dilengkapi pesawat Boeing 777-200ER. Hanya saja, setelah tujuh tahun lamanya atau sampai tahun 2005, maskapai tak lagi menggunakan pesawat itu untuk mendukung rute internasionalnya. Mengapa demikian?

Baca juga: [Video] Boeing 777 Royal Flight Tabrak A330 Milik Aeroflot, Siapa yang Salah?

Pada tanggal 23 Januari 1998 sebuah Boeing 777-200ER menuju ke Moskow dari Boeing Field, Washington, Amerika Serikat (AS) untuk bergabung dengan rumah barunya selama tujuh tahun. Pesawat ini akan menjadi pesawat pertama dari dua unit yang akan bergabung dengan Aeroflot.

Alih-alih membeli pesawat, maskapai tertua di Rusia ini memilih untuk menyewanya, melalui International Lease Finance Corporation yang berbasis di California, AS.

Bergabungnya Aeroflot menjadi maskapai yang mengoperasikan pesawat-pesawat Boeing tentu saja membuat pabrikan bangga. Status maskapai sebagai maskapai nasional Rusia, yang notabene ketika itu masih diselimuti sentimen Perang Dingin, juga menjadikan momentum tersebut terasa lebih spesial. Ketika itu, Aeroflot mengkonfigurasi pesawat dalam tiga kelas. Tetapi, mengapa maskapai memilih Boeing 777-200ER?

Dilansir Simple Flying, utilitas tentu menjadi alasannya. Dengan kemampuan mengangkut hingga 291 penumpang, pesawat tersebut sangat bisa diandalkan untuk rute-rute internasional maskapai, terutama pada layanan ke New York dan London dari basis maskapai di Moskow.

“Aeroflot adalah satu-satunya maskapai di Rusia dengan 777-200ER. Maskapai ini telah menerbangkan pesawat Boeing sejak 1994, ketika menyewakan 767-300ER pertamanya,” kata Boeing dalam sebuah pernyataan.

“Aeroflot saat ini terbang ke 153 tujuan di 84 negara dan menyediakan 70 persen dari semua transportasi udara internasional yang dilakukan oleh maskapai Rusia,” lanjut Boeing.

Sebelum mulai menerbangkan beberapa jenis Boeing selama tahun 1990-an, armada Aeroflot sebagian besar terdiri dari pesawat-pesawat buatan Uni Soviet, seperti Tupolev, Ilyushin, dan Yakovlev. Aeroflot kemudian menambah dukungan Barat dalam armadanya melalui Airbus A310 pada tahun 1992 dan McDonnell Douglas DC-10 pada tahun 1995 untuk operasional kargo.

Baca juga: Aeroflot Registrasi Pesawat Airbus A350 Baru di Bermuda, Gegara Lari dari Pajak?

Setelah berakhirnya Perang Dingin, Aeroflot semakin menggila dan lebih terobsesi untuk mengoperasikan pesawat-pesawat Barat. Saat ini, Sukhoi Superjet SJ-100 tercatat menjadi satu-satunya jet buatan Rusia yang dimiliki pesawat. Sisanya, flag carrier Rusia ini mengoperasikan pesawat-pesawat Barat, Airbus dan Boeing.

Setelah pensiun selama beberapa tahun, Boeing 777 kembali masuk ke barisan armada Aeroflot pada tahun 2013. Hingga kini, maskapai itu tercatat memiliki sekitar 20 pesawat Boeing 777-300. Maskapai juga semakin memodernisasi armada widebody-nya dengan mendatangkan Airbus A350 pertama pada Februari tahun lalu.

Hadirkan Pembersih Udara di GoCar, GoJek Beri Kenyamanan Penumpang dan Pengemudi

Baru-baru ini, GoJek melengkapi sekitar delapan ribu armada GoCar dengan pembersih udara atau air purifier. Armada yang dilengkapi dengan air purifier dari Sharp baru sekitaran Jabodetabek dan belum keluar dari itu.

Baca juga: Jadi ‘Kebanggaan’ Maskapai di Masa Pandemi, HEPA Ternyata Tidak Membuat Kabin Pesawat Bebas Corona!

Adapun pemasangan penjernih udara ini menjadi yang terbanyak pada industri ride hailing terkhususnya taksi online. Penggunaan pembersih udara tersebut dipercaya mampu melumpuhkan virus Covid-19 yang tersebar melalui udara hingga lebih dari 90 oersen dalam waktu sekitar 30 detik.

Dikutip KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, adanya kerja sama GoJek dengan Sharp sendiri merupakan perwujudan dari komitmen untuk Jaga Kesehatan, Kebersihan dan Keamanan (J3K). Yang mana GoJek telah menerapkannya secara konsisten sejak awal pandemi hingga saat ini.

Head of Global Transport Marketing GoJek, Amanda Parikesit mengatakan, kehadiran berbagai inovasi dan kelengkapan kesehatan dari GoJek selama ini diharapkan memperkuat solusi tepat guna dalam menunjang perlindungan dan keamanan untuk pelanggan serta mitra pengemudi.

“Layanan GoCar yang menggunakan air purifier juga tidak ada biaya tambahan. Hal ini karena kami ingin menunjang perlindungan perlindungan dan keamanan para pelanggan serta mitra driver,” ucap Amanda.

Amanda mengatakan, pihaknya menghadirkan penjernih udara ini sembari menunggu seluruh elemen masyarakat selesai divaksinasi. Dia menambahkan, bahwa kehadiran pembersih udara dari Sharp di armada GoCar juga dapat menambah solusi keamanan bagi para pelanggan yang melakukan kegiatan dan menggunakan GoCar.

Baca juga: HEPA, Teknologi yang Mampu Bersihkan Radioaktif hingga Virus Corona di Dalam Kabin Pesawat

“Dengan keamanan ekstra yang kami hadirkan ini, kami harap masyarakat dapat menjalankan berbagai kegiatan termasuk menjalin silaturahmi selama bulan Ramadan, saat Idul Fitri dan seterusnya dengan lebih aman dan nyaman,” ujar dia.

Viral! Ini Alasan Mengapa Pramugari ‘Pelototi’ Setiap Penumpang Pesawat

Sebuah video dari Kat Kamalani viral di media sosial TikTok. Video itu menjelaskan alasan mengapa pramugari manapun di dunia umumnya memperhatikan penumpang dengan detail dan seksama saat hendak masuk ke dalam pesawat.

Baca juga: Viral! Cerita Pramugari Tangani Penumpang Meninggal di Pesawat, Bikin Ngeri

Sebelum penumpang masuk pesawat, melewati lorong dan duduk di kursi sesuai yang tercantum di tiket, pramugari memang mempunyai kesempatan pertama untuk memperhatikan setiap penumpang. Itu terjadi pada momen pramugari mengecek kecocokan identitas penumpang dengan nama yang tertera di tiket.

Sambil memberikan senyum terbaik dan mengecek tiket serta identitas, di sini, pramugari juga memperhatikan gerak-gerik penumpang, gaya berpakaian, serta hal lain yang bisa mencirikan siapa dan bagaimana latar belakang pekerjaan penumpang tersebut.

Tak hanya ketika menyambut penumpang di pintu masuk pesawat, kesempatan kedua untuk mengetahui latar belakang penumpang datang saat pramugari mondar-mandir di lorong. Kendati terlihat seperti sedang melakukan hal lain, di momen ini, pramugari ternyata juga tak luput untuk memperhatikan gerak-gerik penumpang dan apa latar belakang pekerjaan penumpang.

Menurut pramugari asal Amerika Serikat (AS) yang membagikan video tersebut, prosedur itu disebut sebagai A.B.P check atau Able Body Person.

@katkamalani

You would never guess the last part… #secretsrevealed #traveler #momsontiktok #flightcrew #travelhacks

♬ Sunny Day – Ted Fresco

“Pernahkah Anda berjalan di pesawat dan melihat pramugari berdiri di sini, menyapa Anda, atau pramugari berjalan mondar-mandir di lorong?,” ujar Kat Kamalani dalam video viral di TikTok.

“Baiklah, aku akan memberitahumu apa yang sebenarnya kami lakukan,” tambahnya, seperti dikutip dari mirror.co.uk.

Dalam video viral tersebut, ia melanjutkan, “Jadi ketika Anda berjalan di pesawat dan Anda melihat wajah kami yang bahagia dan tersenyum, kami benar-benar melihat Anda dari atas ke bawah, kami mencoba menemukan A.B.P check atau our able-bodied people or person. Jadi inilah orang-orang yang akan membantu kami dalam keadaan darurat.”

“Jadi misalnya, personel militer (tentara), petugas pemadam kebakaran, perawat, dokter. Jadi dalam keadaan darurat, seperti keadaan darurat medis, atau kami akan mendaratkan pesawat, atau ada pelanggaran keamanan, kami tahu siapa yang ada di pesawat kami dan kami tahu siapa dapat membantu kami, tetapi kami juga melihat satu hal lagi,” jelasnya.

“Kami sedang mencari benda-benda yang tidak cocok dengan pesawat, seperti kotak berisi cairan di sampingnya,” katanya.

Baca juga: Viral di TikTok Pramugari Umbar Fakta Penghasilan

Kat juga membocorkan terkait apa yang dilakukannya itu saat melakukan ABP check. “Kami sedang mencari perdagangan manusia, ini sering terjadi di industri (penerbangan) dan keselamatan penumpang kami adalah prioritas nomor satu kami. Jadi kami hanya mencari hal-hal yang terlihat menarik,” pungkasnya.

Hingga kini, video viral pramugari tersebut sudah ditonton lebih dari 2,2 juta kali, mendapat ribuan komentar dan like serta juga sudah ribuan kali dibagikan.

Kapal Selam ‘Transparan’ Ini Bisa Menyelam Sampai 1.000 Meter, Bisa Buat Evakuasi KRI Nanggala 402?

Dahulu, menyusuri kedalaman laut menggunakan kapal selam, secara cuma-cuma untuk kebutuhan wisata mungkin terdengar mustahil dan hanya ada di adegan film action seperti James Bond. Tetapi, perkembangan teknologi membuat itu menjadi semakin nyata.

Baca juga: Travelers Penyuka Diving Wajib Tau! U-Boat Worx Luncurkan Kapal Selam Paling Ringan

Desember lalu, perusahaan kapal selam mewah berbasis di Florida, Amerika Serikat (AS), Triton Submarines, resmi meluncurkan kapal selam canggih yang bisa menyelam sampai di kedalaman 1.000 meter.

Selain mampu menyelam sampai sedalam itu, kapal selam yang juga disebut sebagai salon under the sea tersebut, dibilang canggih karena menjadi kapal selam berkapasitas enam orang pertama di dunia dengan lambung akrilik, sehingga membuatnya seperti transparan, berkemampuan menyelam hingga 1.000 meter di bawah permukaan air.

Tak hanya itu, kapal selam ini juga disebut canggih dan berteknologi tinggi berkat statusnya sebagai kapal selam dengan kompartemen penumpang bulat transparan terbesar di dunia. Diameter (kaca atau akriliknya) mencapai 2,5 meter, memberikan penumpang pengalaman pemandangan bawah air yang menakjubkan.

Interior kapal selam berharga US$5,5 juta atau sekitar Rp80 miliar (14.553) ini bahkan disebut sepadan dengan kabin jet pribadi Cessna Citation CJ2 dengan enam penumpang. Pemilihan warna biru pada eksteriornya juga menjadikan kapal selam Triton Submarines seperti menghilang di perairan atau di bawah laut.

Kapal selam pertama dengan kapasitas enam penumpang. Foto: Triton Submarines

Dilansir CNN International, kapal selam ber-AC dengan kompartemen penumpang bulat dan transparan terbesar di dunia ini mampu melaju hingga kecepatan tertinggi tiga knot per jam. Baterai yang menyuplai energi penggerak, penerangan, dan AC di dalam kabin ini disebut tahan hingga 10 jam untuk kebutuhan eksplorasi bawah laut.

Berbagai teknologi canggih yang tersemat pada kapal selam ini tidak hadir secara instan. Setidaknya, butuh 10 tahun untuk mengembangkan kapal selam ini. Ke depan, kapal selam Triton Submarines dijanjikan akan menyelam lebih dari saat ini, mencapai kedalaman hingga 4.000 meter.

“Ini perkembangan yang sangat menggembirakan, karena sekarang kami telah membuktikan bahwa kami dapat memproduksi kendaraan yang dapat memuat enam orang hingga 1.000 meter,” Patrick Lahey, presiden Triton Submarines.

“Tapi kami tidak berhenti di situ. Kami sedang mengerjakan kendaraan yang akan membawa tiga orang ke 7.500 kaki dan kami melanjutkan dengan kendaraan yang akan menyelam hingga 4.000 meter dan membawa dua orang dalam jarak yang lebih tebal. Jadi begitulah saat yang menyenangkan yang kita tinggali,” tambahnya.

Terkait kemampuan menyelam hingga di kedalaman 1.000 meter, beberapa kalangan sempat berpikir bahwa kapal selam ini mungkin bisa saja dioperasikan untuk misi pencarian dan evakuasi atas insiden kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Selat Bali, Rabu lalu, agar bisa segera ditemukan.

Baca juga: Perkenalkan scUber, Layanan Ride-Sharing Kapal Selam Pertama di Dunia!

Menanggapi hal itu, pengamat militer, Haryo Adjie Seno, menilai itu tidak mungkin. Sebab, dalam misi SAR KRI Nanggala 402 yang hilang kontak, dibutuhkan bukan hanya kemampuan menyelam, namun juga evakuasi.

“Tidak bisa. Kapal selam ini (Triton Submarines) hanya bisa menjalankan misi search (mencari), tetapi tidak bisa rescue (penyelamatan). Kan SAR, Search and Rescue. Untuk misi rescue, harus pakai kapal selam khusus,” jelas Chief Editor Indomiliter.com tersebut.

Bye-bye Antre, Kursi Ini Bikin Lorong Pesawat Jadi Dua Kali Lebih Luas

Antre atau ‘macet’ di lorong saat menuju kursi pesawat tentu sudah menjadi sebuah keniscayaan bagi penumpang dan maskapai. Beragam trik sudah dicoba, mulai dari melarang barang bawaan besar masuk ke kabin, mengatur masuk pesawat dari belakang ke depan, hingga masuk berdasarkan kelompok penumpang. Namun tak satupun membuahkan hasil yang signifikan.

Baca juga: Tim Fisikawan Internasional Temukan Cara Terbaik Minimalisir Kepadatan Dalam Kabin

Sadar hal itu tak baik untuk industri penerbangan ke depan, beberapa kalangan dalam sebuah projek Eropa yang dikenal sebagai PASSME pun coba mengurainya, dengan meluncurkan konsep kursi inovatif. Hadirnya kursi ini menjamin lorong akan lebih lega hingga dua kali lipat dan bisa dilalui oleh dua orang sekaligus tanpa harus memiringkan badan satu sama lain ketika berpapasan.

Dilansir Simple Flying, sebetulnya, secara teori, akan lebih mudah bila lorong pesawat lebih luas dari saat ini, yang pada umumnya, untuk pesawat narrowbody, hanya sebesar 16 inchi. Namun, menambah lebar pesawat secara keseluruhan tentu bukan sebuah jawaban yang solutif.

Akan tetapi, menambah lebar lorong tanpa harus menambah lebar pesawat dan lebar kabin secara keseluruhan, seharusnya bisa menjadi sebuah solusi. Idenya juga cukup sederhana, kursi dibuat lebih kecil dan sempit sehingga lebar lorong (aisle) pesawat menjadi lebih luas.

Hanya saja, konsekuensi dari pemangkasan jarak antar kursi menjadi masalah baru. Penumpang jadi dibuat tidak nyaman, dimana bahu satu sama lain mungkin akan bersentuhan, karenanya. Tentu saja hal itu sudah dipikirkan oleh tim PASSME. Melalui sebuah alat khusus, jarak antar kursi pesawat bisa diatur agar mengecil dan meregang sebagaimana biasanya cukup dengan menekan tombol.

Alhasil, ketika kursi pesawat diperkecil (bukan dimensi kursinya melainkan jarak per tiga baris kursi dalam konfigurasi 3×3), membuat lorong menjadi berukuran 32 inchi atau dua kali lebih luas, untuk memudahkan penumpang menuju kursi masing-masing tanpa antre, dan kemudian duduk rapi di sana, petugas atau penumpang bisa langsung menekan tombol sebagai fitur dari kursi PASSME tersebut.

Usai ditekan, kursi pesawat akan kembali ke ukuran normal. Begitu juga dengan ukuran lorong. Setelah semuanya siap, barulah pramugari memberi tahu pilot dan pesawat bisa segera lepas landas.

Kendati simple, namun dampaknya luar biasa terhadap durasi penumpang masuk sampai duduk di kursi masing-masing. Bila sebelumnya, dengan kondisi lorong sempit, misalnya pada pesawat Boeing 737, prosesnya bisa mencapai 20 menit, dengan konsep kursi dalam projek PASSME, prosesnya menjadi hanya sekitar 5-7 menit atau 30 persen dari waktu yang ada saat ini. Cukup efektif, bukan?

Namun, alat khusus untuk membuat kursi lebih rapat satu sama lain, ternyata membuat bobot pesawat bertambah sebesar 5 persen. Walau bagaimanapun juga, tim percaya bahwa keuntungan mempercepat arus penumpang masuk dan keluar pesawat, sebelum dan sesudah penerbangan, akan menutupi kekurangan itu (tambahan bobot pesawat).

PASSME atau singkatan dari Personalised Airport Systems for Seamless Mobility and Experience sendiri merupakan projek kolaborasi antara 12 mitra, termasuk Optimares dan Almadesign, yang dimpimpin TU Delft, dengan tujuan untuk mengurangi waktu perjalanan udara door-to-door hingga 60 menit.

Baca juga: Dear Maskapai, Mau Kejar OTP Tinggi? Perhatikan Pengaturan Masuknya Penumpang Ke Kabin!

Untuk pembagian kerja, kursinya didesain oleh Almadesign, Optimares mengembangkan struktur kursi, DLR membantu proses simulasi, sedangkan TU Delft menguji dan mengembangkan produk.

Projek PASSME tidak hanya sekedar merancang kursi sebagai solusi, tetapi hampir seluruh masalah dalam penerbangan, seperti membuat aplikasi di smartphone, flow bagasi, dan demand penumpang di bandara.

Travelers Penyuka Diving Wajib Tau! U-Boat Worx Luncurkan Kapal Selam Paling Ringan

Produsen kapal selam asal Belanda, U-Boat Worx, belum lama ini meluncurkan kapal selam paling ringan yang pernah dibuat perusahaan. Kapal selam yang diberi nama ‘Nemo’ tersebut adalah salah satu dari lima model yang dikembangkan perusahaan, mulai dari yatch, cruise operations, tourism, research, dan cinematoghraphy. Adapun kapal selam ‘Nemo’ masuk ke dalam model tourism.

Baca juga: Perkenalkan scUber, Layanan Ride-Sharing Kapal Selam Pertama di Dunia!

Dilansir newatlas.com, sebagaimana segmennya yang notabene peruntukan untuk wisata, kapal selam ‘Nemo’ hanya bisa memuat maksimal dua orang, dengan bobot hanya 2.500 kg, panjang 280 cm, lebar 231, tinggi 155 cm. Bandingkan dengan model dan seri lainnya, mulai dari Super Yatch Sub yang memiliki bobot 3,800 kg, Cruise Sub Series yang varian terkecil seberat 8,500 kg, C-Researcher Series dengan varian terkecil seberat 4,100 kg, dan C-Explorer Series dengan varian terkecil seberat 6,010 kg.

Khusus untuk varian terakhir, C-Explorer Series, kapal selam tersebut rupanya mempunyai reputasi tinggi, loh. Model tersebut pada 2019 lalu pernah ditumpangi oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Kala itu, Putin bersama dua stafnya tengah mengikuti penyelaman untuk memberikan penghormatan kepada awak kapal selam ShCh-308 tersebut, Putin menaiki wahana ekspolrasi bawah air C-Explorer 3 buatan U-Boat Worx. Kapal selam mini dapat dimuati tiga orang termasuk pengemudi.

Wahana C-Explorer 3 turun hingga kedalaman 50 meter di bawah air selama kurang lebih 30 menit. Dari dalam kapal selam dengan kokpit kaca gelembung ini, Putin turut menyaksikan penempelan plakat nama-nama awak korban ShCh-308 yang dilakukan oleh tim penyelam.

Kembali ke Nemo, selain memiliki bobot tergolong ringan, kapal selam yang diklaim sebagai salah satu teknologi bawah laut paling canggih yang saat ini tersedia tersebut juga memiliki dimensi yang cukup kecil, bahkan lebih kecil dari gabungan dua jet ski. Kemudian, dari sisi kemampuan, Nemo mampu bertahan di bawah air selama delapan jam, dengan maksimal kedalam mencapai 100 meter, serta didukung kecepatan maksimum sebesar 3 knot atau 6 kilometer per jam

Dari sisi mobilisasi dan akses keluar masuk, Nemo juga tergolong easy use. Pengguna bisa masuk dan keluar dengan mudah lewat lubang dengan diameter yang pas. Selain itu, bobotnya yang ringan dan dimensi kecil membuat pengguna dapat dengan mudah memidahkan Nemo dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan menggunakan mobil atau bahkan di derek di belakang mobil.

Meskipun bobotnya ringan dan dimensinya tak lebih besar dari gabungan dua jet ski, namun, bukan berarti kapal selam Nemo miskin fitur. Justru sebaliknya. Kapal selam Nemo tercatat memiliki sejumlah fitur lengkap yang mencakup keselamatan, kemanan, dan kenyamanan, berupa AC, komunikasi bawah air nirkabel, satu lampu sorot, dan enam lampu tambahan di bagian depan dan sudut Nemo. Tak hanya itu, fitur tambahan juga menawarkan lebih banyak lampu, sonar, manipulator arm, serta paket navigasi.

Baca juga: Bill Gates Ramai Disebut Telah Beli Kapal Pesiar Mewah Seharga Rp8,8 Triliun, Ini Faktanya!

Sistem kemudinya juga tergolong canggih. Dengan teknologi MANTA Controller, penumpang masih bisa mengendalikan Nemo dengan mudah tanpa harus bergantung pada pilot, driver, atau instruktur berlinsensi yang menemani proses eksplore bawah laut. Bila mana manuver penumpang dinilai berbahaya, fitur Auto-heading and Auto-depth akan membantu mengembalikan kendali ke instruktur agar Nemo tetap under control. So, cukup aman dan nyaman bukan?

Kapal selam Nemo saat ini dibanderol seharga €975.000 atau Rp 16,5 miliar (kurs 16,710). U-Boat Worx menawarkan kursus pelatihan 12 hari di fasilitas Sub Centre di Curaçao, Karibia Belanda untuk setiap pembelian, di mana pemilik akan mempelajari semua yang diperlukan untuk mengoperasikan secara mandiri.

Perkenalkan scUber, Layanan Ride-Sharing Kapal Selam Pertama di Dunia!

Setelah menemukan ‘ajal’-nya di Indonesia, perusahaan jaringan transportasi asal San Francisco, Uber tidak mau menyerah begitu saja dan terus berupaya untuk menghidupi perusahaannya. Terletak di Australia, perusahaan ride-sharing ini meluncurkan layanan kapal selam – tepatnya di Pulau Heron, The Great Barrier Reef bagian Selatan pada Kamis (23/5/2019) lalu. Ya, ini merupakan layanan ride-sharing kapal selam pertama di dunia yang diberi nama scUber.

Baca Juga: Uber Tak Lagi Ilegal di Uni Eropa, Indonesia Kapan Bisa Terapkan Aturan Serupa?

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, layanan scUber sendiri mulai beroperasi tertanggal 27 Mei 2019 dan jumlah layanannya pun masih terbatas. Para calon penumpang scUber ini harus terlebih dahulu melakukan pemesanan via aplikasi Uber sebelum dibawa menjelajahi keindahan dari Great Barrier Reef yang sangat mendunia.

Menurut Uber sendiri, scUber memberikan kesempatan kepada para wisawatan untuk bisa menikmati keindahan dari The Great Barrier Reef tanpa harus basah-basahan – namun tetap memesona setiap mata yang melihatnya.

Alih-alih tanpa kerja sama yang terjadi antara Uber dan Queensland, mungkin scUber hanya akan menjadi angan-angan semata.

Menurut CEO Tourism and Events Queensland, Leanne Coddington, kerja sama ini dilakukan demi mengembalikan minat turis dalam menjelajahi The Great Barrier Reef yang merupakan ekosistem karang terbesar di dunia.

“Pada akhir 2018, riset konsumen menunjukkan bahwa menjelajahi The Great Barrier Reef dengan kapal selam adalah pengalaman perjalanan masa depan yang paling diinginkan dan dicari oleh wisatawan. scUber mewujudkan harapan ini dan menegaskan kembali komitmen pariwisata Queensland untuk menawarkan cara yang benar-benar luar biasa untuk menjelajahi keajaiban alam.”

Tidak berlangsung selamanya, kelak layanan scUber ini akan dipindahkan dari Pulau Heron menuju Agincourt Reef di lepas pantai Port Douglas di Cairns dan wilayah Great Barrier Reef yang rencananya akan dilakukan pada tanggal 9 Juni 2019 mendatang.

Wah, nampaknya scUber ini akan menjadi wahana yang bisa Anda jajal untuk mengisi waktu libur, ya? Bagi Anda yang kebetulan sudah berencana untuk menghabiskan waktu liburan Lebaran ini di Benua Kangguru dan berminat untuk mencoba layanan ini, silakan sisihkan kocek sekitar AU$3.000 atau yang berkisar Rp29,9 juta untuk dua orang penumpang.

Baca Juga: Tutupi Kerugian, Uber Bakal Maksimalkan Moda Transportasi Individual

Memang, harganya terbilang cukup mahal, tapi layanan yang akan Anda dapatkan dengan nominal tersebut cukup komplit, termasuk penjemputan dari lokasi dengan aplikasi Uber; transportasi helikopter ke Pulau Heron (untuk penumpang yang memesan layanan scUber dari Gladstone) atau ponton Quicksilver Cruises di lepas pantai Port Douglas (untuk penumpang yang memesan layanan scUber dari Cairns, Port Douglas, dan Palm Cove); satu jam naik kapal selam scUber; dan transportasi pulang ke lokasi awal penjemputan dengan Uber.

Bagaimana, siap untuk menikmati lukasi Sang Kuasa yang terletak di Benua Kangguru ini?

Tips Ini Mudahkan Anda Ajarkan Anak Mengendarai Sepeda di Jalan Raya

Anak mulai belajar naik sepeda? Jangan lupa ajari mereka mengendarai sepeda. Hal ini sangat penting karena kecelakaan bisa dan sering kali terjadi pada anak yang baru belajar. Untuk memudahkan mengajari Anda mengendarai sepeda ada beberapa tips yang bisa dilakukan.

Baca juga: Polestar Hadirkan Kereta Luncur Kargo Listrik yang Bisa Melintasi Jalur Sepeda

KabarPenumpang.com melansir dari laman highwaymail.co.za (16/4/2021), Anda bisa memakaikan helm kepada anak karena bisa membantu mencegah dari cedera kepala yang parah. Pastikan helm terpasangan dengan benar dan berikan ukuran yang sesuai agar tidak kebesaran atau kekecilan.

Gunakan pakaian yang cerah dan letakkan reflektor di sepeda. Ini akan membuat mudah orang lain melihat Anda dan kemungkinan kecil bertemu dengan mereka. Bila ingin lebih aman, baiknya bersepedalah pada siang hari.

Disarankan untuk tidak bersepeda saat senja atau malam hari. Selalu ikut aturan untuk bersepeda menjadi salah satu yang utama. Sebab memperhatikan arah baik kiri atau kanan, memeriksa lalu lintas kedua arah menjadi suatu perilaku yang penting terutama saat meninggalkan jalan masuk atau trotoar.

Sebagai seorang pengendara sepeda dan anak bersama Anda dengan sepedanya sendiri, menyebranglah di persimpangan. Ketika anak mulai bisa mengendarai sepeda mereka, Anda sebagai orang tua harus tetap menjaga agar mereka aman.

Ketika sepeda Anda melintasi persimpangan yang sibuk, maka gunakan penyeberangan dan mengikuti sinyal lalu lintas. Tak lupa untuk berkendara di sisi kiri jalan, sehingga Anda berjalan ke arah yang sama dengan mobil. Jangan pernah bersepeda melawan lalu lintas.

Bahkan Anda juga harus berhati-hati dengan mobil yang diparkir dan jalanan yang sibuk. Sehingga bisa dikatakan jangan berkendara terlalu dekat dengan mobil yang diparkir karena pintu bisa tiba-tiba terbuka. Yang paling jelas adalah jangan biarkan anak kecil bersepeda di jalan utama atau jalan padat lalu lintas.

Ajarkan anak untuk berhenti di semua rambu berhenti dan patuhi lampu lalu lintas. Ajarkan juga kepada mereka tentang hal yang harus dilakukan, apalagi ketika Anda memberikan isyarat atau instruksi ketika mengendarai sepeda di jalanan umum.

Baca juga: Gangchon Rail Park – Sensasi Berkeliling dengan Sepeda Rel dan Virtual Reality

Merencanakan petualangan bersepeda Anda dan memastikan keputusan keselamatan adalah yang terpenting. Dengan bersepeda adalah cara yang bagus untuk tidak hanya tetap bugar dan sehat tetapi juga untuk menjalin ikatan sebagai sebuah keluarga, jadi nikmati setiap menit bersama.

Qantas Pinjamkan Replika First Class Lounge Boeing 747 Bekas Syuting ke Museum

Usai membuat Qantas Safety Video, terinspirasi dari 100 tahun maskapai berdiri, replika first class lounge Boeing 747-200 yang menjadi properti di salah satu scene video tersebut, sempat tak jelas keberadaannya.

Baca juga: Dear Boeing Lovers, Qantas Lakukan Penerbangan Penumpang Terakhir Boeing 747-400 Sebelum Pensiun! Catat Tanggalnya

Tetapi, belum lama ini Qantas akhirnya mengkonfirmasi bahwa replika first class lounge 747-nya akan dipinjamkan ke Qantas Founders Museum di Longreach, Queensland, Australia.

Maskapai nasional Australia itu diketahui telah menerbangkan Boeing 747 terakhir pada Juli 2020 lalu. Kendati demikian, sebagaimana maskapai lain yang memiliki Boeing 747, Qantas berusaha untuk mengabadikan pesawat ikonik tersebut agar terus eksis, sekalipun tanpa harus terbang, salah satunya melalui sebuah safety video yang akan diputar sebelum memulai penerbangan.

Karenanya, Qantas sengaja membuat replika lounge first class pesawat tersebut untuk menghadirkan suasana autentik tahun 1971, ketika maskapai mulai mengoperasikan pesawat itu untuk pertama kali pada bulan Oktober. Qantas bahkan sampai harus mendatangkan langsung panel dinding bekas Boeing 747-200 miliknya dari kuburan pesawat Gurun Mojave.

Agar lebih bermanfaat dan bisa memuaskan dahaga avgeek Australia terhadap Queen of the Skies, Qantas pun meminjamkan replika lounge first class Boeiong 747-200 tersebut ke Qantas Founders Museum. Replika lounge dengan skala 1: 1 yang menghadirkan seragam, menu, dan peralatan katering pun diletakkan di ruang pameran utama museum.

Di masanya, lounge first class Boeing 747-200 Qantas, yang biasa juga disebut Captain Cook Lounge, disebut mampu menampung 15 penumpang. Ini dapat diakses melalui tangga dari dek utama.

Captain Cook Lounge menampilkan bar koktail dengan kursi putar yang menampilkan gerakan 360 derajat penuh. Saat mengunjungi lounge, penumpang bisa minum, merokok, dan makan, sembari bersosialisasi dengan sesama penumpang.

Saat ini, lounge di dalam pesawat menjadi sesuatu yang langka. Namun, beberapa maskapai masih menghadirkan ini sebagai customer experience, salah satunya Emirates. Maskapai asal Timur Tengah itu memang terkenal dengan business and first lounge Airbus A380-nya di bagian belakang dek atas pesawat.

Baca juga: Sejarah Panjang, 50 Tahun Boeing 747 Bersama Qantas

Sementara itu, Airbus A350 Virgin Atlantic memiliki area lounge di pintu set kedua, yang ditawarkan untuk penumpang Upper Class.

Bahkan Qantas memberi penghormatan khusus lounge Boeing 747-200 di pesawat komersial terbesarnya, Airbus A380. Dengan begitu, maskapai ini memiliki dua area lounge di dalam pesawat, satu lounge Boeing 747-200 dan satu lainnya lounge A380. Kedunya terletak di dek atas pesawat.

Pilot Mendadak Pingsan, Pesawat Boeing 787 ANA Mendarat Darurat

Pesawat Boeing 787 All Nippon Airways (ANA) dilaporkan mendarat darurat di Tolmachevo, Novosibirsk, Siberia, Rusia, 1.500 kilometer (932 mil) dari Kota Moskow, akibat pilot tiba-tiba pingsan.

Baca juga: ANA Sulap Pesawat Boeing 777 yang Di-grounded Jadi Restoran, Sekali Makan Rp7,8 Juta!

Kendati pesawat berhasil mendarat dengan selamat, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang menganggap ini sebagai insiden serius. Tak hanya itu, otoritas juga menganggap pilot pingsan tersebut tak layak untuk mengoperasikan pesawat. Tak begitu jelas maksud tak layak di sini, entah tak layak secara medis sebelum berangkat atau tak layak secara teknis.

Menurut kantor berita Kyodo Jepang, Boeing 787 ANA berangkat dari Paris ke Tokyo bersama delapan kru di dalamnya.

Hingga kini, Kementerian Transportasi Rusia dan Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang masih terus menyelidiki kasus pilot pingsan ini untuk mengungkap fakta terselubung di balik insiden tersebut.

Insiden pilot pingsan dalam penerbangan tentu bukan pertama kali terjadi. Pada Juli 2019 lalu, pilot maskapai Montenegro Airlines mendadak pingsan akibat terserang penyakit. Beruntung, pesawat berhasil mendarat darurat dengan selamat.

Ketika itu, penerbangan Montenegro Airlines menuju Moskow awalnya berjalan lancar, hingga salah satu pria keluar dari ruang kokpit dan langsung ambruk di lorong kabin. Butuh beberapa waktu bagi para penumpang untuk menyadari bahwa pria yang keluar dari ruang kokpit tersebut adalah kapten penerbangan. Sontak, semua penumpang yang ada di dalam kabin histeris melihat kejadian tersebut.

Penumpang semakin dibuat ketar-ketir ketika manuver yang dibuat oleh pesawat tersebut seperti kehilangan kendali.

Beruntung, ada seorang wanita yang segera lari ke arah pilot dan berusaha untuk memberikan pertolongan pertama kepadanya. Keberuntungan kedua berasal dari kopilot yang langsung mengambil inisiatif untuk melakukan pendaratan darurat di bandara terdekat dengan posisinya kala itu.

Kopilot yang kala itu menjadi kapten penerbangan dadakan langsung menghubungi menara kontrol tentang kejadian yang saat itu dialaminya, dan meminta ijin untuk melakukan pendaratan darurat di Kaluga, sekitar 120 mil sebelah barat daya kota Moskow.

Baca juga: Pilot Jatuh Pingsan di Lorong Kabin, Montenegro Airlines Lakukan Pendaratan Darurat!

Insiden pilot pingsan juga pernah terjadi di helikopter tahun 2018 lalu. Ketika itu, sepasang tunangan sedang dalam penerbangan helikopter di Pulau Oahu, Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Namun, tiba-tiba pilot jatuh dari kursi dan hampir membuat helikopter terjun bebas dari ketinggian 1.000 kaki.

Beruntung, penumpang berhasil mengambil kontrol dan menghindar helikopter terjun bebas ke daratan. Kendati demikian, helikopter tetap menghantam daratan dengan keras, dan membuat keduanya patah tulang.