AirAsia Bisnis Produk Kosmetik di Indonesia, Diskon 80-100 Persen dan Gratis Ongkir Sampai 3 Mei!

AirAsia serius mengambil ceruk pasar bisnis kosmetik di Indonesia usai meluncurkan AirAsia Beauty sebagai salah satu lini bisnis terbarunya di kategori e-commerce kecantikan. Tak tanggung-tanggung, AirAsia Beauty menawarkan diskon gila-gilaan spesial Hari Kartini sampai 80 persen dan gratis ongkir mulai 21 April hingga 3 Mei 2021.

Baca juga: Rilis Logo Baru, AirAsia Resmi Jadi Super App dan Tawarkan Diskon Tiket 50 Persen

Tak hanya itu, bagi anggota BIG di Jakarta, ada diskon tambahan sebesar 20 persen. Itu artinya, pada produk-produk yang ditawarkan diskon 80 persen ditambah diskon 20 persen keanggotan BIG, maka, pelanggan bisa mendapatkan produk kesayangan secara cuma-cuma alias gratis. Pelanggan bisa melihat produk-produk kecantikan AirAsia melalui laman airasia.com/beauty/id/ ataupun Super App AirAsia.

Kendati lebih dari 600 produk dari 75 merek ternama, seperti Kenzo, Aigner, Thalgo, Bourjois, Mavala hingga Anna Sui yang tersedia di AirAsia Beauty di luar negeri, tetapi itu tak jadi soal. AirAsia telah menggandeng Teleport sebagai mitra pengantaran untuk memastikan kemudahan berbelanja dari rumah dengan jaminan keamanan produk hingga diterima oleh pembelinya.

“Sepanjang pandemi tahun 2020, AirAsia telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat transformasi digitalnya menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan dan menjadi sebuah superapp,” kata CEO AirAsia Group, Tony Fernandes, seperti dilansir laman resmi AirAsia.

“Kami mengawali layanan e-commerce kami, seperti AirAsia shop, AirAsia food, dan AiraAsia fresh, di Malaysia tahun lalu, yang kini tergabung ke dalam lini bisnis Airasia delivers. airasia delivers yang didukung sepenuhnya oleh mitra pengiriman barang, Teleport, kini telah merambah dan mewarnai jalan-jalan utama di Malaysia, Filipina, hingga Singapura,” tambahnya.

“Saat ini adalah waktunya untuk hadir di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Serupa dengan komitmen kami untuk menghadirkan pengalaman terbang yang terjangkau bagi semua kalangan, layanan e-commerce kami juga menghadirkan pengalaman bertransaksi secara digital dengan mudah dan terjangkau bagi semua orang,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine mengatakan, bisnis kosmetik dipilih menjadi bisnis baru perusahaan di luar penerbangan karena ceruk pasarnya cukup besar. Ia yakin, kehadiran AirAsia Beauty dapat membantu memudahkan wanita-wanita Indonesia mendapatkan produk-produk kecantikan yang dibutuhkan.

Baca juga: Pernah Delapan Tahun Kerja di Grab, Tony Fernandes Siap Bawa AirAsia ke Pasar Ride Hailing

“Indonesia merupakan pasar yang sangat dinamis bagi industri digital dan industri kecantikan. Latar belakang tersebut yang membuat airasia beauty terpilih menjadi lini bisnis pertama di luar penerbangan yang hadir di Indonesia,” ujarnya.

“Dengan cakupan bisnis yang luas di pasar Asia Pasifik, memungkinkan kami untuk menghadirkan produk-produk kecantikan favorit yang telah terkurasi untuk melengkapi kebutuhan wanita Indonesia. Layanan e-commerce lainnya akan segera kami luncurkan di Indonesia secara bertahap,” tutupnya.

Gokil, Rolls-Royce Luncurkan Mesin Pesawat Sebesar Pesawat Airbus A220

Raksasa produsen mesin pesawat asal Inggris, Rolls-Royce, meluncurkan mesin terbaru hasil pengembangan dari keluarga mesin Trent, Rolls-Royce UltraFan. Mesin dengan lebar 3,5 m itu diklaim menjadi mesin pesawat terbesar di dunia, setara dengan lebar badan pesawat Airbus A220 yang hanya sebesar 3,48 meter.

Baca juga: Inilah Rolls-Royce UltraFan, Mesin Pesawat Terbesar di Dunia, 100 Persen Ramah Lingkungan

Secara keseluruhan, sebetulnya, mesin terkuat di dunia buatan General Electric yang dipakai Boeing 777X, GE9X, lebih besar dari mesin Rolls-Royce UltraFan. Bila mesin terbesar di dunia buatan Rolls-Royce bisa sebesar Airbus A220, GE9X justru lebih dari itu, bisa sebesar Boeing 737.

Sudah jadi rahasia umum tentunya bahwa A220 tak lebih besar dari Boeing 737. A220 diketahui hanya mampu memuat lima kursi di kabin sedangkan Boeing 737 mencapai enam kursi.

Boeing sendiri, untuk menggambarkan betapa besarnya mesin GE9X, mengatakan, bahwa legenda pebasket NBA, Kobe Bryant, jika duduk di pundak Shaq O’neal yang notabene memiliki 2,16 m, masih bisa dengan aman diajak berjalan di dalam mesin pesawat, tanpa harus menunduk akibat terbentur langit-langit mesin.

Akan tetapi, jika dihitung hanya dari diameter kipas mesin keduanya, fakta membuktikan bahwa mesin Rolls-Royce UltraFan lebih besar enam inci atau diameter total 140 inci. Jadi, tak salah bila produsen mesin pesawat dan otomotif kenamaan dunia itu mengklaim mesin tersebut sebagai mesin terbesar di dunia.

Saat ini, Rolls-Royce mengaku sudah mulai membangun mesin demonstrator Rolls-Royce UltraFan. Ini didukung penuh dua negara, Inggris dan Jerman, dimana suku cadang sedang dibangun di Bristol, Inggirs, dan Dahlewitz, Jerman. Setelahnya, mesin Rolls-Royce UltraFan akan dikirim ke fasilitas DemoWorks di Derby, Inggris, untuk pengujian.

Sebelumnya, Rolls-Royce mengaku sudah berhasil membangun mesin pertama untuk keperluan testbed belum lama ini, dengan menghabiskan kocek sebesar US$125 juta atau sekitar Rp1,8 triliun (kurs 14.527).

Baca juga: Bagaimana Perawatan Mesin Pesawat Dilakukan? Ini Jawabannya

Testbed itu dilakukan di fasilitas testbed indoor terbesar di dunia, Testbed 80, milik FINN company atau Farnborough International, Inggris. Mesin Rolls-Royce UltraFan dijadwalkan akan kembali ke fasilitas testbed ini setelah melahap uji demonstran.

“Ini adalah momen yang menyenangkan bagi kami semua di Rolls-Royce. Ini tiba pada saat dunia mencari cara yang lebih berkelanjutan untuk bepergian di dunia pasca Covid-19, dan itu membuat saya dan semua tim kami sangat bangga mengetahui bahwa kami adalah bagian dari solusi,” kata Presiden Rolls-Royce, Chris Cholerton, dikutip dari Simple Flying.

Inilah Odyssey Submarine Bali, Kapal Selam Wisata untuk Eskplore Eksotisme Bawah Laut Bali

Kapal selam dan Bali, belakangan dua kata kunci itu menjadi sorotan publik Indonesia. Penyebabnya, apalagi kalau bukan insiden kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Selat Bali, Rabu lalu.

Baca juga: Travelers Penyuka Diving Wajib Tau! U-Boat Worx Luncurkan Kapal Selam Paling Ringan

Kendati belakangan kapal selam di Bali lebih diasosiasikan pada insiden itu, namun, jauh sebelum kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak, Bali sudah akrab dengan kapal selam lainnya. Namun, bukan kapal selam tempur, melainkan rekreasi kapal selam wisata Bali atau Odyssey Submarine Bali.

Dilansir balitoursclub.net, rekreasi Odyssey Submarine Bali merupakan sebuah wisata kapal selam yang mengajak wisatawan menyelam ke dasar lautan pada kedalaman 35 meter di bawah permukaan air laut.

Penumpang kapal selam Odyssey Submarine Bali memang tak bisa mendapatkan pengalaman se-luar biasa ketika melakukan scuba diving yang bisa menyentuh sambil dikerumuni kawanan ikan secara langsung ketika memberi makan.

Hanya saja, scuba diving sampai di kedalaman 35 meter pada umumnya hanya bisa dilakukan oleh penyelaman profesional. Alhasil, penyelam amatiran hanya bisa menyelam tak sampai sejauh itu. Tentu spesies ikan, terumbu karang, biota laut, dan pesona indah bawah laut yang dilihat berbeda antar 35 meter dengan di bawah itu. Tak heran, bila kapal selam wisata ini tetap diburu pengunjung, khususnya yang tak memiliki pengalaman menyelam dan tak mau repot basah-basahan.

Suasana dalam kapal selam Odyssey Submarine juga cukup terang jadi anak-anak tidak perlu takut karena kegelapan. Perjalanan kapal ke bawah hampir tidak terasa hanya dalam monitor yang menunjukkan tingkat kedalaman kapal serta dibimbing oleh kru kapal, mirip seperti ketika city tour di jalan raya, bedanya ini di laut.

Tak seperti kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di Selat Bali, yang menggunakan mesin diesel elektrik, kapal selam Odyssey Submarine Bali ini menggunakan tenaga baterai sehingga aman bagi lingkungan terutama untuk biota laut.

Kapal selam dengan panjang 17 meter, lebar 4 meter, tinggi 5,4 meter, dan berbobot 72,6 ton ini bisa bertahan selama 45 menit dalam sekali menyelam dan terbatas hanya bisa membawa 36 orang atau seberat 3,5 ton, dengan tiga kru. Hanya saja, kapal selam Bali ini tidak dilengkapi dengan toilet. Jadi, selama 45 menit menyelam, penumpang tak punya pilihan lain kecuali menahan buang air kecil.

Kapal selam Odyssey Submarine Bali yang beroperasi hanya di dua tempat di dunia, di Karangasem, Bali dan Maui, Hawaii, tersebut dilengkapi dengan pendingin ruangan dan mampu melaju di kecepatan 1 knot.

Baca juga: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Nyata dan Bukan Hanya Karangan Buya Hamka

Rekreasi Odyssey Submarine Bali berada di objek wisata pantai Labuhan Amuk, desa Antiga, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Selama 45 menit di kedalaman 35 meter, pengunjung akan diajak berkeliling keindahan bawah laut di sekitar pantai tanpa harus basah-basahan.

Mengingat sensasi dan pengalaman luar biasa yang disuguhkan oleh kapal selam ini, tak heran bila pengunjung harus merogoh kocek agak dalam. Untuk penumpang dewasa, tarif tiketnya mencapai Rp 650.000 per orang. Sedangkan untuk anak-anak (5-12 tahun) tiketnya mencapai Rp 450.000 per orang. Adapun Bayi (0-4 tahun) tiketya mencapai Rp 110.000 per orang.

Eks Jalur Kereta di Milan Diubah Menjadi Taman dengan Jalan Setapak Bergaya High Line

Banyak jalan untuk memaksimalkan ruang hijau di suatu kota, salah satunya dengan memanfaatkan bekas jalur kereta. Seperti di Milan, Italia, kolaborasi internasional yang terdiri dari Diller Scofidio + Renfro, Arsitektur PLP, Carlo Ratti Associati, serta Outcomist dan Arup, sedang mengerjakan proyek untuk mengubah jalur eks kereta api Milan menjadi taman yang dipenuhi pohon dengan jalan setapak bergaya High Line. Proyek ini dinamakan Parco Romana dan akan melibatkan penciptaan ruang kantor baru dan beberapa perumahan juga untuk atlet Olimpiade.

Baca juga: Di Argentina, Jalur Kereta Paling Selatan di Dunia ini Dulunya Bekas Akses Menuju Penjara

Parco Romana dijadwalkan untuk distrik Porta Romana Milan, dan akan berpusat di sekitar bekas  jalur kereta api, yang akan ditata ulang untuk menciptakan ruang hijau publik baru, termasuk hutan. Sebuah “Hutan Gantung” bahkan bisa menjadi daya tarik utama dan terdiri dari jalan setapak yang ditinggikan berdasarkan infrastruktur kereta api yang ada.

Ini akan mencakup ratusan pohon dan menawarkan rute berjalan kaki dengan pemandangan pilihan daerah tersebut. Diller Scofidio + Renfro sudah memiliki bentuk untuk hal semacam ini, bersama-sama menciptakan High Line yang asli, ditambah lagi sedang mengerjakan sesuatu yang serupa untuk London.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (16/4/2021), area timur taman akan menjadi rumah bagi gedung perkantoran baru. Di sisi barat akan menjadi distrik perumahan serba guna yang akan menjadi wisma bagi para atlet Olimpiade Musim Dingin Milan 2026 mendatang. Setelah olimpiade selesai, itu akan diubah menjadi kompleks perumahan bagi masyarakat yang mencakup perumahan sosial.

Tak hanya itu, area perumahan juga akan menampilkan lapangan umum, taman komunitas, ruang olahraga luar ruangan dan ruang kerja bersama yang terletak di dalam gudang perbaikan kereta yang telah direnovasi. Nantinya, jenis sistem energi terbarukan yang tidak ditentukan akan digunakan untuk pembangkit listrik.

Baca juga: Beralih Fungsi Menjadi Rumah dan Kandang Ayam, Begini Kabar Stasiun Menes

“Skema tersebut memikirkan kembali area rel kereta api yang telah membagi wilayah tersebut selama lebih dari satu abad. Ini menyatukan ranah perkotaan yang terfragmentasi, menghubungkan kembali lingkungan sekitarnya dengan distrik serba guna yang dinamis yang berakar pada prinsip-prinsip inklusivitas, keanekaragaman hayati, ketahanan, konektivitas dan kesejahteraan,” kata siaran pers proyek tersebut.

Inilah Rel R60, Jenis Rel Khusus untuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Meski tengah menghadapi tantangan membengkaknya biaya pembangunan, namun program kereta cepat Jakarta-Bandung terus berjalan, dan salah satu yang menarik dari fase pembangunan infrastruktur kereta cepat adalah jenis rel yang akan digunakan. Digadang dapat melaju hingga 350 km per jam, tentu butuh jenis rel khusus, maklum rel standar di Indonesia selama ini dipersiapkan untuk dilintasi kereta dengan kecepatan rendah dan sedang.

Baca juga: Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak, Sri Mulyani Buka Suara

Lantas seperti apakah rel yang akan digunakan pada kereta cepat Jakarta-Bandung? Mengutip dari akun Instagram keretacepat_id, disebutkan bahwa rel yang akan digunakan pada kereta cepat Jakarta-Bandung adalah jenis baru. Persisnya untuk mampu dilintasi kereta cepat, mutlak digunakan adalah rel dengan standar UIC 60 atau R60, yang artinya rel ini memiliki berat 60 kg per satu meter dan tipe rel ini termasuk rel berukuran besar.

Tidak hanya itu, rel yang diangkut ini memiliki panjang 50 meter tanpa sambungan guna mendukung peningkatan keamanan perjalanan kereta cepat. Tipe rel UIC 60 ini digunakan untuk kereta berkecepatan tinggi 350 km per jam bahkan lebih. Karena merupakan jenis rel khusus, maka tioe rel R60 masih didatangkan dari negeri asalnya, Cina.

Total ada sebanyak 12.539 batang rel didatangkan langsung dari Cina menuju pelabuhan Tanjung Intan Selatan di Cilacap. Setelah itu, rel di muat ke atas kereta angkutan untuk diberangkatkan ke Stasiun Rancaekek. Kemudian, Rel di bongkar muat di Depo Tegalluar Rancaekek.

Dengan ukuran rel yang tak lazim, maka pengangkutan rel untuk kereta cepat juga memerlukan beberapa proses dan tahapan yang kompleks. Masih dari sumber yang sama, dikatakan, rel yang digunakan pada trase proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah 500 meter. Untuk mengangkut batang rel 100 meter saja di jalur darat Indonesia yang memiliki tikungan dan belokan sangatlah sulit. Maka dari itu, pengiriman rel dibagi menjadi 50 meter dan cara ini sendiri adalah yang pertama di Indonesia.

Baca juga: Ternyata Ada Beragam Jenis Bantalan Rel, Indonesia Pakai Yang Mana?

Dengan spesifikasi yang disebutkan, pengangkutan rel dari Cina ini membutuhkan perlakuan khusus, salah satunya dilakukan dengan angkutan kereta yang melaju dengan kecepatan 5 km per jam sampai maksimal 40 km per jam. Sebagai perbandingan, kereta yang melintas membawa penumpang melaju dengan kecepatan 60 – 80 km per jam.

Hari Ini, 107 Tahun Lalu, Film Dokumenter Pertama yang Diambil dari Udara Terjadi Demi Raja Inggris

Pada hari ini, 107 tahun lalu, bertepatan dengan 21 April 1914, film berita atau film dokumenter pertama yang difilmkan atau diambil dari udara terjadi. Ini dilakukan demi dokumentasi Raja Britania Raya, George VI, saat berlayar menggunakan Royal Yacht dari Dover, Inggris, ke Pelabuhan Calais, Perancis.

Baca juga: Mengenal Yvonne Pope Sintes, Mantan Pramugari yang Jadi Pilot Maskapai Wanita Pertama Inggris

Dikutip dari thebioscope.net, pengambilan film dokumenter pertama dari udara ketika itu dilakukan oleh Bentfield Charles Hucks atau B. C. Hucks sebagai pilot dan juru kamera yang tak diketahui identitasnya.

B. C. Hucks diketahui merupakan pilot terbaik Inggris ketika itu yang juga dikenal sebagai inovator penerbangan di awal abad ke-20. Prestasinya cukup mentereng selama berkarir sebagai pilot, salah satunya bergelar pilot pertama Inggris yang melakukan aksi akrobatik di atas pesawat.

Dengan ketokohannya itu, tak heran bila ia sampai dilibatkan dalam misi sulit, mengambil rekaman video dari atas pesawat dalam lawatan sang raja.

Tentu, karena detik demi detik di kehidupan raja sangat bernilai tinggi dan tak bisa diputar ulang, dalam hal ini momen kunjungannya ke Perancis menggunakan Royal Yacht via Pelabuhan Calais, bisa dibilang B. C. Hucks dan kameramennya menjalani misi anti gagal. Apapun dan bagaimanapun kondisinya.

Sebelum mulai menjalani misi sulit tepat pukul 11 siang, ia menyempatkan diri untuk latihan agar kolaborasinya dengan kameramen berjalan baik. Terbukti, di awal proses pengambilan video, semua berjalan sesuai rencana. Namun, 15 menit setelah Royal Yacht berlayar dari Dover, kabut tebal menghalangi pesawat.

Sadar gambar tak bisa diambil, ia pun langsung melakukan manuver untuk mendapatkan posisi terbaik bagi kameramen. Setelahnya, ia membawa pesawat mengelilingi kapal sebanyak tiga kali sampai mendekati Pelabuhan Calais.

Celakanya, momen-momen penting saat kapal sang raja hampir sampai dan berlabuh di pelabuhan tersebut, pesawat justru malah mendapat hantaman angin kencang dan membuatnya melayang-layang di udara. Di posisi ini, kameramen juga kesulitan mengambil gambar yang terbaik dari sudut yang pas.

Kendati demikian, di detik-detik terakhir kapal berlabuh dan sang raja mulai tampil, pesawat berhasil mengambil posisi yang tepat dan misi sukses, gambar berkualitas berhasil diraih oleh kameramen dan beberapa kamera on board yang dipasang di kursi penumpang. Pesawat akhirnya mendarat di Bandara Calais, tak jauh dari lokasi pada jam 12 siang, atau tepat 1 jam usai kapal berlayar dari Dover.

Baca juga: ‘Sultan’ Inggris Ingin Terbangkan Mobil, Jadi Sebab Lahirnya Pesawat Aneh ATL-98 Carvair

Sampai di sini, tak banyak sadar, bahkan pilot B. C. Hucks sendiri, bahwa ia adalah pilot pertama Inggris yang mendarat di Calais. Ia kemudian diberikan kalung bunga dari walikota Calais.

Rekaman video atau film dokumenter itu kemudian serahkan ke Warwick Bioscope Chronicle Film ke markasnya di Charing Cross Road, untuk diedit, dicetak, dan dan dibuat catatan lengkap tentang perjalanan Raja dari London ke Calais. Film dokumenter itu kemudian diputar di Coliseum (sejenis teater milik negara untuk memutar film-film propaganda) dan ditonton oleh pejabat, keluarga kerajaan, dan masyarakat.

Kartini in Aviation, Inilah Capt. Esther, Satu-satunya Kepala Pilot Uji Perempuan di Dunia

Spesial memperingati Hari Kartini, redaksi KabarPenumpang.com coba mencari sosok Kartini-Kartini masa kini di dunia penerbangan. Saat ini, begitu banyak perempuan-perempuan tangguh menggeluti bidang yang identik dengan kaum Adam ini, mulai dari operasional maupun non operasional, baik di level staf maupun pucuk pimpinan departemen, divisi, maupun perusahaan.

Baca juga: Garuda Indonesia Rekrut 2 Pilot Perempuan Pertama asal Papua

Sejak tahun 1910, perempuan-perempuan di seluruh dunia sudah mulai masuk ke berbagai profesi di industri penerbangan, dimana Raymonde de Laroche asal Perancis resmi menjadi pilot wanita berlisensi pertama di dunia.

Kendati demikian, setelah 100 tahun lebih, sekalipun sudah banyak woman in aviation di dunia, nyatanya, tak ada satupun perempuan di dunia yang mampu merangsek mencapai posisi chief (kepala) pilot uji pesawat sayap tetap, sampai akhirnya Capt. Esther Gayatri Saleh berhasil meraihnya pada 2015 silam, menjadikannya sebagai satu-satunya perempuan di dunia yang menjabat posisi itu.

Atas capaiannya itu, tak heran bila perempuan 58 tahun itu sudah masyhur dikenal insan penerbangan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga dunia.

Dilansir laman Humas Pemkot Bandung, sepak terjang Capt. Esther di dunia penerbangan dimulai sejak tahun 1984 ketika perempuan kelahiran Palembang ini diterima oleh Industri Pesawat Terbang Nusantara/IPTN (sekarang PT Dirgantara Indonesia). Dia sudah menguji pesawat dari mulai NC212-200, CN235, pesawat master piece PTDI N250, CN295, hingga yang terakhir N219.

“Sejak lulus dari Amerika (Sawyer School of Aviation) saya meniti karir dari bawah. Mengerti, mempelajari, mengalami proses pengembangan pesawat yang diuji. Saya menguji hampir semua pesawat bersayap buatan PTDI,” terang Esther, beberapa tahun lalu.

Kendati pilot uji kerap bertaruh nyawa, mengingat tak sedikit insiden pilot uji di seluruh dunia yang harus meregang nyawa bersamaan dengan gagalnya uji coba pesawat, tak membuat perempuan lulusan International Test Pilot School, Kanada, ini gentar.

Loyalitasnya sebagai pilot uji inilah yang pada akhirnya mengantarkan Capt. Esther mencapai posisi puncak, sebagai Chief Test Pilot & Flight Instructor PTDI pada April 2015 lalu, mengukuhkan gelar sebagai satu-satunya perempuan pilot uji di industri pesawat udara di dunia yang menjadi chief (kepala) pilot uji pesawat sayap tetap.

Baca juga: Rute Abu Dhabi-Kairo, Seluruh Awak Etihad EY653 adalah Perempuan dengan Kapten Pilot Warga Indonesia

Menurutnya, menjalani profesi yang notabene identik dengan laki-laki tersebut sangat membanggakan, selain dituntut memiliki kemampuan berbagai macam pesawat terbang, menjadi pilot uji pun membuatnya terlibat langsung dalam pengembangan riset pesawat. Dari mulai proses awal first flight, improvisasi hingga sesuai dengan spesifikasi operasional.

Capt. Esther memang masih berkarir sebagai kepala pilot uji satu-satunya di dunia. Tetapi, di masa depan, akankah ada Kartini-Kartini muda Indonesia akan meneruskan tongkat estafet peninggalannya tersebut? Menarik ditunggu.

Bye-bye Bau Tak Sedap, Teknologi Ini Bikin Kabin Pesawat Bebas Bau Tak Sedap!

Setelah berhasil diterapkan di industri otomotif dan kecantikan, produsen produk-produk penerbangan terkemuka, Panasonic Aerospace, mulai menguji coba produk berbasis teknologi nanoe-nya ke kabin pesawat.

Baca juga: Inilah yang Bakal Dilakukan Awak Kabin untuk Mengatasi Penumpang yang Bau Badan!

Bau tak sedap memang menjadi momok tersendiri di dunia penerbangan. Kendati jarang ditemukan, tetapi, ketika itu terjadi, pengalaman terbang penumpang tentu menjadi berantakan. Bisa dibilang, hampir pasti, penumpang yang mengalami momen ‘horor’ itu tidak akan menumpangi maskapai yang bersangkutan.

Sebetulnya, bau tak sedap di kabin pesawat bisa hilang dengan adanya teknologi High Efficiency Particulate Arresting (HEPA). Teknologi ini dinilai mampu menyerap dan mengubah udara kotor (bahkan ukuran lebih kecil dari dari 2,5 mikrometer sekalipun) menjadi udara yang bisa diterima dengan baik oleh tubuh. Udara kotor di sini bisa diartikan semacam bakteri, bau tak sedap, hingga virus, seperti virus Corona.

Hanya saja, itu dipandang tidak terlalu efektif dalam melawan bau tak sedap dan menantang Panasonic Aerospace untuk menghadirkan teknologi nanoe-nya sebagai solusi efektif menangani itu.

Dilansir Simple Flying, efektivitas teknologi nanoe, dalam hal ini teknologi nanoe Panasonic, dalam melawan bau tak sedap bukan isapan jempol belaka. Di divisi kesehatan dan kecantikan Panasonic, teknologi ini telah digunakan selama bertahun-tahun di pengering rambut Panasonic, setrika, facial steamers, AC, dan pelembab udara, bahkan baru-baru ini mulai merambah ke sektor transportasi.

Produk Onboard Nanoe Generator Panasonic yang dinilai efektif menghilangkan 99 persen bau tak sedap. Foto: Panasonic

Teknologi ini menggunakan partikel air bermuatan elektrostatis kecil, tidak beracun, yang dikenal sebagai partikel nano. Partikel-partikel kecil ini, sekitar 15.000 kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia, mampu membungkus bau tak sedap dan mematikannya. Panasonic memandang ini sama dengan teknologi pada pengharum ruangan modern seperti Febreze.

Partikel kecil tersebut mampu menembus pakaian penumpang serta kain yang digunakan di tempat duduk penumpang. Ide menghadirkan teknologi nanoe Panasonic muncul setelah divisi otomotifnya sukses besar di pasar mobil melalui produk Onboard Nanoe Generator.

Hasil uji menunjukkan bahwa teknologi nanoe efektif menghilangkan 99 persen bakteri dan sebagian besar bau dalam waktu 20-30 menit.

“Ketika kami mulai melihat aplikasi potensinya di bagian depan otomotif, kami memutuskan bahwa membawa teknologi nanoe ke dalam kabin pesawat tidak hanya memungkinkan, tetapi juga penting untuk menawarkan pengalaman kesehatan yang optimal kepada penumpang,” kata Panasonic Aerospace, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: “Nose Team,” Hadir Sebagai Spesialis Pengendus ‘Bau’ di Mobil Baru

Dalam waktu dekat, perusahaan akan menghadirkan teknologi ini di kabin pesawat melalui teknologi penyaringan udara Panasonic yang sudah ada. Teknisnya sangat sederhana, cukup menambahkan modul kecil di penyaringan udara pesawat, dan teknologi nanoe penghilang bau langsung bekerja.

Saat ini, teknologi nanoe Panasonic penghilang bau di dalam kabin pesawat hanya tersedia untuk penumpang atau kabin first class. Namun, ke depan, perusahaan berjanji akan menghadirkan itu hingga ke sudut-sudut kabin.

Tak Seperti di Indonesia, Penumpang Gelap Asal Afrika Tewas di Roda Pesawat Karena Kedinginan

Mayat dari seorang penumpang gelap di penerbangan KLM dari Lagos, Negeria, menuju Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, ditemukan terbujur kaku di lengkungan roda pendaratan pesawat (landing gear). Penumpang gelap ini diduga tewas karena kedinginan (hipotermia).

Baca juga: Niat Hati Mau Ngumpet di Ban Pesawat, Wisatawan Gelap Asal Rusia Dibekuk Petugas Bandara Taiwan

“Pria itu bersembunyi di lengkungan roda pesawat. Suhu rendah diduga berakibat fatal baginya selama penerbangan,” kata kepolisian Belanda, seperti dikutip dari Simple Flying.

Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki identitas penumpang gelap tersebut sambil mencari tahu penyebab pasti kematiannya.

Maskapai nasional Belanda, yang juga menjadi maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi tersebut, secara reguler melakoni lima penerbangan rute Lagos-Amsterdam dalam sepekan. Salah satunya adalah Airbus A330-200 KLM dengan nomor penerbangan PH-AOD yang ditumpangi penumpang gelap beberapa waktu lalu.

Pesawat setidaknya terbang di ketinggian rata-rata 37.000 kaki, dimana suhu diperkirakan mencapai -57 derajat celcius, menempuh perjalanan selama tujuh jam antara dua kota tersebut. Jangankan tujuh jam, udara sedingin dan setipis itu, secara teori, harusnya mampu membuat penumpang gelap di roda pendaratan pesawat itu pingsan dalam waktu beberapa menit, dan tewas setelahnya.

Sudah begitu, selama penerbangan, utamanya ketika lepas landas dan mendarat, penumpang gelap tewas tersebut sangat mungkin jatuh ke daratan, membuat mayatnya lebih sulit ditemukan dan tentu saja kasus penumpang gelap ini jadi tak diketahui petugas ground handling dan tidak terungkap. Beruntung, mayatnya yang terbujur kaku meringkuk di landing gear sedikit tersangkut dan tidak jatuh.

Kendati demikian, cerita penyusup atau penumpang gelap yang bersembunyi di roda pendaratan pesawat tidak melulu berakhir tragis. Sebelum terjadi di penerbangan KLM, Februari 2021 lalu, seorang penumpang gelap dalam penerbangan London menuju Bandara Maastricht Belanda berhasil selamat.

Remaja 16 tahun yang diyakini berasal dari Kenya, Afrika, itu ditemukan pada Kamis sore di ruang dekat roda pendaratan pesawat dan dibawa ke rumah sakit karena menderita hipotermia parah. “Dia sangat beruntung bisa selamat dari ini,” kata juru bicara Bandara Maastricht Aachen, seperti dilaporkan Dutch News.

Dunia penerbangan Indonesia juga tak luput dari kasus penumpang gelap. Pada 7 April 2015, seorang pria bernama Mario Steven Ambarita diamankan petugas Bandara Soekarno-Hatta tak lama setelah pesawat Garuda Indonesia GA 177 mendarat dari Pekanbaru.

Saat itu, pria 21 tahun itu jalan terhuyung-huyung, sehingga langsung menarik perhatian petugas ground handling. Jari-jarinya juga membiru dan telinga kiri berdarah. Ternyata, Mario menyusup ke roda pesawat dan bertahan di sana selama penerbangan.

Baca juga: Jadi “Penumpang Gelap,” Burung Myna Masuk Kabin A380 Singapore Airlines dan Ikut Terbang 12 Jam

Mario disebut nekat bersembunyi di roda pesawat karena ingin menemui Presiden Jokowi lantaran kecewa tidak diangkat menjadi Menko Kesra. Mario membantah dirinya gila. Dia juga santai saat aksinya itu dianggap berbahaya.

Atas aksi ilegalnya, Mario dijadikan tersangka. Hanya, ia tidak ditahan. Dia dikembalikan kepada orang tua. Insiden Mario menjadi penumpang gelap penerbangan Garuda pun menjadi sorotan media internasional, seperti The Guardian, Sydney Morning Herald, dan lain sebagainya.

Gagahnya Airbus A320 Eurowings Livery Klub Sepak Bola Borussia Dortmund

Bagi avgeek sekaligus penggemar klub sepak bola pemilik penyerang haus goal Erling Håland, Borussia Dortmund, kini bisa melihat warna kebesaran dan bendera kebanggan klub di pesawat Airbus A320 Eurowings lebih sering. Itu terjadi menyusul keputusan menambah rute ke kota-kota di Mediterania menyambut musim panas tahun ini.

Baca juga: Intip Mewahnya Airbus A380 Emirates yang Digunakan Klub Bola Real Madrid

Hanya saja, pesawat menggunakan livery klub sepak bola yang bermarkas di Signal Iduna Park itu tidak dijadikan sebagai pesawat khusus klub, melainkan ekspansi pasar Eurowings ke berbagai tujuan dengan Bandara Dortmund (DTM) menjadi basisnya.

Selama musim panas ini, pesawat dengan nomor registrasi D-AIZR akan lebih aktif melayani penerbangan internasional ke berbagai kota di tiga negara; Spanyol, Italia, dan Yunani. Pesawat kedua dengan livery serupa bahkan sedang dipersiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

Airbus A320 Eurowings livery Borussia Dortmund sebetulnya sudah ada sejak 2016 lalu. Ketika itu, pesawat lansiran tahun 2013 yang dihibahkan Lufthansa ke anak perusahannya ini pada 2015 lalu, mengoperasikan penerbangan perdana dengann livery tersebut bersama tim dan official Borussia Dortmund.

Pamor klub dan maskapai sempat meningkat pada saat itu. Meski sempat turun, namun, pesawat beserta rute keberangkatan dari kota itu lambat laun kembali meningkat seiring jinaknya pandemi Covid-19.

Bila tak ada aral melintang, maskapai menjamin bahwa pesawat dengan livery Borussia Dortmund tersebut akan menjadi tamu tetap Kota Dortmund usai hilir mudik bepergian ke beberapa rute baru ke kota-kota besar di Eropa (Mediterania) mula Juni 2021 mendatang. Di musim panas, kota-kota di Mediterania serta pesisir Eropa memang menjadi destinasi wisata favorit wisatawan domestik dan mancanegara untuk menikmati matahari.

“(Pesawat ini) akan menjadi tamu tetap di Dortmund di masa depan dan lepas landas dari bandara asalnya di wilayah Ruhr. Ini berarti bahwa penggemar BVB dari wilayah Ruhr akan memiliki kesempatan untuk bertemu ‘pesawat (klub kesayangan) mereka’ lebih sering daripada sebelum-sebelumnya,” tulis Eurowings dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Simple Flying.

Adapun rute-rute keberangkatan Kota Dortmund, Jerman, yang dijajaki Eurowings mulai Juni 2021 mendatang lengkapnya seperti di bawah ini.

Spanyol
Dortmund-Alicante hingga dua kali seminggu
Dortmund-Malaga hingga dua kali seminggu

Italia
Dortmund-Catania hingga tiga kali seminggu
Dortmund-Neapel hingga dua kali seminggu

Yunani
Dortmund-Heraklion hingga tiga kali seminggu
Dortmund-Kavala hingga dua kali seminggu

Baca juga: Tandai 2 Tahun Menuju Piala Dunia 2022, Pesawat Qatar Airways Gunakan Livery Spesial

Rute-rute di atas akan melengkapi penerbangan keberangkatan Dortmund ke berbagai kota-kota di Eropa yang sudah ada, seperti ke Mallorca (Spanyol), Split (Kroasia), dan penerbangan domestik ke Munich, Jerman. Itu termasuk penerbangan tambahan Eurowings ke Mallorca hingga 16 kali seminggu serta penerbangan ke Munich yang akan beroperasi hingga 11 kali seminggu.

“Dortmund bukan hanya rumah mitra kami Borussia Dortmund, tapi juga tempat asal Eurowings. Bersama dengan semua penduduk Dortmund, kami senang bahwa ‘BVB Mannschafts-Airbus’ sekarang dapat lebih sering lepas landas dari sini,” kata Jens Bischof, CEO Eurowings.