Hari ini, 18 Tahun Lalu, Pesawat Ulang Alik Columbia Meledak Menjelang Pendaratan di Florida

Setelah memperingati pesawat ulang alik Challenger yang meledak 73 detik setelah meluncur beberapa waktu lalu, kini 1 Februari dunia pekerja luar angkasa harus kembali mengingat hal pahit yang sama. Di mana pesawat ulang alik Columbia meledak di udara 16 menit sebelum mendarat di Pusat Stasiun Luar Angkasa Kennedy, Florida, Amerika Serikat.

Baca juga: Hari ini, 35 Tahun Lalu, Pesawat Ulang Alik Challenger Meledak Setelah 73 Detik Meluncur

Kecelakaan pada tahun 2003 itu menewaskan tujuh astronot awak kendaraan luar angkasa miliki Amerika Serikat tersebut. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, Pejabat Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) menyebutkan kecelakaan itu terjadi saat pesawat ulang alik tersebut berada pada ketinggian 60 ribu kaki dari bumi dengan kecepatan 20 ribu km per jam.

Kecelakaan pada pesawat ulang alik Columbia terjadi akibat sepotong busa seukuran tas yang terlepas dan menabrak sayap pesawat dan menimbulkan ‘lubang’ di bagian depan sayap. 80 detik menjelang peluncuran busa pembatas terlepas dari tangki bahan bakar dan menghantam ujung sayap kiri pesawat ulang alik itu. Ini kemudian yang membuat pesawat rentan saat kembali ke Bumi, yaitu saat menembus atmosfer.

Karena lubang tersebut, membuat perlindungan pesawat tidak maksimal untuk menahan panas, yang akhirnya sayap pesawat ulang alik itu terbakar dan tak dapat lagi dikendalikan. Sayangnya saat Mission Control di Bumi menyadari pesawat itu celaka, asap putih sudah terlihat di langit Texas.

Pesawat ulang alik Columbia jatuh di atas garis pantai California dan puing-puing pertamanya mulai jatuh di barat Texas dekat Lubbock. Warga yang tinggal di daerah tersebut mendengar ledakan keras dan juga melihat garis-garis asap di langit.

Puing-puing dan sisa-sisa tubuh astronot ditemukan di lebih dari dua ribu lokasi di seluruh Timur Texas, Arkansas dan Lousiana. Untuk diketahui, ternyata ada kemungkinan besar tujuh astronot bisa selamat bila NASA tahu persis kerusakan sayap Columbia.

Tak hanya itu, NASA sebenarnya juga bisa mengirim pesawat ulang alik lainnya yakni Atlantis untuk memulangkan para astronot, dan Columbia dibiarkan di angkasa karena diperkirakan tidak bisa diperbaiki. Sayangnya hal itu tak terjadi dan menewaskan tujuh astronotnya yakni Rick D Husband, William C McCool, Michael P Anderson, Ilan Ramon, David Brown, Laurel Salton Clark dan Kalpana Chalwa yang merupakan astronot wanita pertama asal India.

Investigasi tragedi ini menyimpulkan NASA telah meremehkan potensi bahaya dari komponen busa, yang juga ternyata menjadi masalah di beberapa penerbangan NASA yang lain. Meski sudah 18 tahun berlalu, awak Columbia yang menjadi korban meninggal tak pernah dilupakan.

Baca juga: Hari ini, 17 Tahun Lalu, Wahana Roket Cina Shenzhou 5 Berhasil Terbangkan Astronot Pertama

Bahkan nama mereka diabadikan di berbagai tempat termasuk di langit yakni menjadi nama asteroid, kawah di Bulan, bukit di Mars, nama sekolah, taman, jalan bahkan nama sebuah bandara internasional yakni Rick Husband Amarillo. Usai insiden Columbia, presiden George W Bush memutuskan menghentikan program pesawat ulang alik dan membuat sistem penerbangan baru. Pesawat ulang alik (Atlantis) terbang untuk misi terakhir pada Juli 2011.

Kursi Belakang Volvo S60 Bisa Muat Kursi Anak dan Bayi yang Diletakkan

Anak kecil dan bayi, masing-masing masih menggunakan kursi tambahan yang berbeda di dalam mobil. Hal ini mungkin akan terlihat sempit, tapi hal ini sangat penting agar keduanya nyaman dan tetap terjaga selama perjalanan. Sebuah keluarga yang memiliki mobil Volvo S60 memikirkan dua kursi tambahan untuk anak-anak mereka.

Baca juga: Volvo Kenalkan Kursi Tambahan untuk Anak Sejak 1972

Di mana kursi tambahan diletakkan pada kursi belakang dengan kursi bayi Maxi-Cosi Mico 30 dipasang di sebelah Britax yang menghadap ke depan milik sang kakak. KabarPenumpang.com melansir autoblog.com (21/1/2021), Snyder pemilik Volvo S60 mengatakan, menggunakan sedan ini, dia bisa meletakkan kursi anak-anak mereka dengan mudah.

Dia menggunakan sabuk pengaman untuk memasangnya ke kursi Britax dan lebih mudah daripada repot dengan jangkar LATCH yang lebih rendah. Bagian rumit dengan jok mobil yang menghadap ke depan adalah menjepit jangkar atas di belakang sandaran kepala, yang diperlukan di atas rekomendasi berat tertentu, dan terasa seperti praktik yang baik bahkan saat tidak perlu. Jangkar atas ini ditutupi oleh potongan plastik yang dipasang pada tempatnya.

“Setelah menarik penutupnya, saya harus dengan canggung menjangkau sekitar sandaran kepala di batas bawah kaca belakang, dan memasang jangkar atas. Kemudian, penutupnya bisa diganti, tapi pembatas yang sama juga membuatnya rumit, sehingga sering ditemukan di pintu atau kantong jok jika jok mobil tidak mau dipasang lama,“ kata Snyder.

Setelah dipasang, Snyder mengatakan, sang anak yang bernama Wollie selalu senang di belakang S60, dan penumpang yang duduk di depannya bisa duduk dengan posisi nyaman tanpa harus khawatir akan ditendang di belakang. Tak hanya itu, Wollie memiliki ruang untuk naik, berbalik dan melompat di kursinya tanpa bantuan, yang menghemat waktu ketika mencoba mengisi mobil dan membawa keluarga di jalan.

Tapi, kemudian, pada bulan November, tibalah hari ketika dirinya harus memasang alas jok mobil di sisi lain untuk mengakomodasi Maxi-Cosi yang menghadap ke belakang Lola. Untuk itu, dia menggunakan jangkar LATCH yang lebih rendah dengan bagian bawah memiliki penutup plastik yang dapat dibuka dengan mudah, yang berarti dia tidak perlu menemukan tempat penyimpanan jangka panjang yang akhirnya akan terlupakan.

“Pangkalan ini selalu sulit untuk dikencangkan, tetapi ada cukup ruang di kursi belakang bagi saya untuk berlutut di pangkalan sementara saya mengencangkan neraka abadi dari sabuk yang menghubungkan jangkar LATCH,“ tambah Snyder.

Meskipun ketiga posisi tempat duduk belakang memiliki jangkar atas, hanya jok tempel yang memiliki jangkar bawah. Jika ingin memasang kursi di tengah, Anda harus menggunakan sabuk pengaman. Percaya diri dengan pemasangan, tibalah waktunya untuk memasang jok yang sebenarnya.

Dia dapat melihat hal-hal tidak akan menjadi ideal di mana harus memajukan kursi pengemudi dan itu tidak cukup. Snyder mengatakan, dia harus memajukannya lagi, dan sekali lagi untuk memastikan kursi Lola tidak menyentuh kursi pengemudi.

“Begitu saya mendapatkan miliknya, saya duduk di kursi depan. Untuk pengemudi setinggi enam kaki ini, posisinya terasa tidak nyaman. Saya bisa mengemudi dengan aman, tapi saya merasa seolah-olah saya meringkuk di sekitar setir, dengan lutut tinggi dan wajah saya lebih dekat ke kaca depan daripada yang saya inginkan,“ ungkapnya.

Pada akhirnya, daripada menukar kursi, Snyder meninggalkan Lola di belakang kursi pengemudi dan Wollie di belakang kursi penumpang untuk memberinya ruang maksimum, karena dia adalah satu-satunya penumpang untuk sekitar 95 perjalanan perjalanan. Ketika harus bepergian bersama, mereka akan membawa mobil istrinya, tetapi Snyder meninggalkan basis cadangan di Volvo jika membutuhkannya.

“Saya pikir satu-satunya saat saya benar-benar perlu mengemudikan Volvo dalam posisi tempat duduk yang dikompromikan itu adalah ketika istri saya ban kempes, dan saya harus membawa keluarga dan membawanya pulang. Untuk perjalanan singkat, memang tidak seburuk yang saya perkirakan, tapi tidak mungkin saya mengemudi seperti itu lebih dari, katakanlah, satu jam,“ kata Snyder.

Baca juga: Kursi Ditendang oleh Anak-Anak, Penumpang Wanita Tinju Seorang Ibu

Itu tidak berarti bahwa Volvo sendirian dalam masalah ini. Sebagian besar kendaraan berukuran lebih kecil dari ukuran penuh mungkin mengharuskannya mengorbankan kenyamanan berkendara di depan kursi yang menghadap ke belakang.

Sono Motors Gandeng EasyMile Hadirkan Teknologi Surya di Mobil Otonom

Selama masa pandemi, hampir semua kegiatan dilakukan secara online, bahkan acara pameran mobil, bus dan kereta pun melalui online. Seperti Consumer Electronics Show (CES) 2021 yang diselenggarakan pada awal bulan Januari ini.

Baca juga: Aptera Tawarkan Desain Mobil Listrik Bertenaga Surya dengan Jarak Tempuh 1600 Km

CES diikuti berbagai merek kendaraan dan startup mobilitas yang mana salah satunya adalah Sono Motors yang berbasis di Jerman. Sono Motors dalam acara tersebut mengungkapkan melakukan kolaborasi bersama EasyMile untuk memasang teknologi tenaga surya pada angkutan tanpa pengemudi atau mobil otonom

Mobil otonom listrik (newatlas.com)

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (28/1/2021), startup yang berbasis di Jerman ini, memamerkan prototipe praproduksi terbaru dari city car listrik Sion yang menampilkan 248 panel fotovoltaik yang terintegrasi ke semua bagian lurus dan melengkung dari bodi kendaraan untuk menyediakan hingga 34 km (21 mil) jarak ekstra per hari. Dalam kondisi ideal, prototipe ini bisa cukup untuk perjalanan singkat ke kantor tanpa harus mencolokkan isi ulang.

Tetapi unit baterai dapat disambungkan ke pengisi daya untuk perjalanan yang lebih jauh dengan total kisaran per pengisian dilaporkan 255 km (158,5 mil) pada siklus WLTP. Meski kendaraan produksi belum diluncurkan, Sono Motors sudah melihat aplikasi lain untuk teknologi sel surya tertanamnya dan pada pod otonom EZ10 EasyMile adalah yang pertama.

Angkutan listrik telah digunakan di lebih dari 30 negara di seluruh dunia, dan kemitraan tersebut sekarang melengkapi prototipe dengan teknologi panel yang dipatenkan Sono untuk menguji potensi pengurangan jumlah interval pengisian. Pengisian penuh dari paket baterai pod dapat melihatnya berguling hingga 16 jam, dan dibutuhkan enam jam untuk mengisi ulang penuh dari kosong saat dihubungkan ke pengisi daya.

Pemasangan sel surya tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengisi daya tradisional, tetapi diharapkan dapat membuat angkutan listrik otonom ini di jalan lebih lama di antara muatan kabel karena ia memanen energi matahari saat diparkir atau bergerak.

Baca juga: Project Vektor, Mobil Otonom untuk Kota Pintar Buatan Jaguar Land Rover

“Ini dapat memberikan otonomi lebih pada shuttle tanpa pengemudi karena akan lebih independen dari infrastruktur pengisian. Penghemat biaya yang besar untuk situs pribadi serta keuntungan bagi banyak komunitas yang menggunakan antar-jemput sebagai perpanjangan dari jaringan transportasi umum,” kata EasyMile.

Apple Luncurkan iOS 14.4, Aplikasi Waze Tak Bisa Digunakan pada iPhone dan CarPlay

Anda pengguna ponsel pintar iPhone? Sebagai pengguna iPhone Apple meluncurkan iOS 14.4 awal pekan ini. Dalam peluncuran iOS terbarunya ini ada beberapa peningkatan besar bahkan termasuk peringatan baru pada iPhone 12. Peringatan tersebut adalah sistem operasi akan mendeteksi modul kamera yang tidak asli.

Baca juga: Takut Kena Tilang Elektronik? Yuk Pantau Keberadaan Kamera ETLE via Waze

Tetapi bagi pengguna CarPlay ternyata tidak banyak perubahan dalam peluncuran iOS baru tersebut. KabarPenumpang.com melansir laman autoevolution.com (28/01/2021), namun nyatanya tak terlihat pada pandangan pertama dipembaruan iOS tersebut.

Karena iOS 14.4 tampaknya menyebabkan kesalahan fatal bagi beberapa pengguna yang menjalankan Waze di CarPlay. Hal ini terlihat setelah seorang pengguna iPhone 11 Pro terlihat ketika menghubungkan perangkat ke CarPlay dan mencoba menggunakan Waze.

Saat itu, aplikasi langsung mogok tanpa alasan apapun. Semua terjadi hampir seketika setelah ikon Waze diklik di layar beranda CarPlay. Di mana Waze terus menutup setiap kali dicoba untuk dibuka dan digunakan dalam perjalanan.

Bahkan diawal bisa dikatakan ini bukanlah masalah yang tersebar dan dialami semua pengguna iPhone yang menjalankan iOS 14.4 ketika menggunakan Waze. Hingga saat ini pun tidak begitu jelas apa yang memicu bug dan bagaimana cara mengatasinya.

Selain itu sepertinya menguninstall dan menginstall ulang Waze di iPhone tampaknya tidak ada bedanya. Pada tahap ini, baik Apple maupun Waze tidak mengatakan apa-apa tentang masalah tersebut.

Perusahaan milik Google baru-baru ini mengirimkan versi pengujian baru untuk pengguna iPhone, tetapi menginstal versi beta Waze ini tampaknya juga tidak menyelesaikan masalah. Bug tersebut tampaknya tidak terkait dengan model iPhone yang digunakan untuk menjalankan CarPlay, karena saya melihat laporan serupa yang berasal dari pemilik berbagai generasi perangkat, termasuk iPhone SE.

Baca juga: Bantu Implementasi Program Ganjil-Genap, Dishub DKI Rangkul Waze Hadirkan Fitur Khusus

Pada titik ini, jika Anda menggunakan Waze di CarPlay dan Anda benar-benar perlu memperbarui ke iOS 14.4. Cara terbaik untuk melakukannya adalah membuat cadangan sebelum hal lain dan ini hanya untuk memastikan Anda dapat menurunkan versi ke penginstalan OS sebelumnya jika terjadi kesalahan. Ini juga dilakukan pada CarPlay di mobil Anda juga.

Doberman Rottweiler Cross Hilang dalam Perjalanan di Kapal Ferry Spirit of Tasmania

Seekor anjing hilang setelah perjalanan dengan kapal ferry Spirit of Tasmania dan pencarian tengah dilakukan. Kejadian hilangnya seekor anjing Doberman rottweiler cross bernama Ester hilang saat sang pemilik Holly Alexander melakukan perjalanannya untuk pindah ke Queensland, Australia.

Baca juga: Pesawat El Al Delay Dua Hari Gegara Kucing Hilang di Pesawat

Holly membawa Ester dalam perjalanannya menggunakan kapal ferry pada Senin (25/1/2021). Saat itu waktu menunjukkan tengah malam dan Holly diberi tahu oleh petugas bahwa Doberman rottweiler cross miliknya telah hilang.

“Saya terbangun tengah malam karena salah satu petugas keamanan yang memberi tahu saya bahwa Ester telah hilang melarikan diri dan mereka telah berusaha untuk menemukannya tetapi tidak berhasil,” kata Holly.

Dia mengaku telah memasukkan anjingnya ke dalam kadang dan memeriksanya dua kali untuk memastikan pintu tertutup. Holly juga mengatakan, ketika diberi tahu Ester menghilang, dia hanya diizinkan mencari selama satu jam dan setelahnya menunggu di bar sembari para petugas kembali melakukan pencarian.

Holly mengatakan, kru tidak dapat menemukannya dan tidak membunyikan alarm ketika mereka mencoba untuk membuat orang turun atau memeriksa mobil mereka karena bisa jadi anjingnya telah melompat ke dalam mobil lain atau trailer. Pada hari Rabu (27/1/2021), Holly berjalan di sekitar mobil yang diparkir di palka kapal sambil memanggil nama anjing itu sampai pagi dan juga tak berhasil.

Ketika dia melakukan pencarian itu, alarm kendaraan berbunyi dan dia ragu Ester bisa mendengarnya. Meski begitu petugas mengatakan, alarm tersebut mungkin bisa berguna ketika semua orang menyalakan mobil mereka dan itu akan membuat Doberman rottweiler cross

“Ester mungkin sudah ketakutan dan menyalakan alarm itu hanya akan memperburuk keadaan,” ujar Holly yang dikutip KabarPenumpang.com dari abc.net.au (27/1/2021).

Dia mengatakan seorang pengawas setuju untuk meninjau rekaman CCTV dari ruang kapal, tetapi pengawasan terhadap area tempat hewan disimpan itu “terbatas”.

“Saya di sana sampai tengah hari menolak untuk pergi, karena mereka mengatakan dia menghilang begitu saja. Mereka memeriksa kamera terbatas mereka yang mereka miliki tetapi mereka tidak memiliki kamera yang menghadap ke kandang,” ujar Holly.

Holly mengatakan dia berharap seseorang telah menemukan Ester dan dia berada di suatu tempat. Dia mengatakan kontak terakhirnya dengan TT-Line, operator ferry, adalah pada hari Selasa pukul 16.00 waktu setempat.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu, TT-Line mengatakan “terus bekerja dengan pemilik anjing itu”. Sebuah posting di halaman Facebook Spirit of Tasmania pada Rabu sore mengatakan Ester tidak ditemukan setelah pencarian kapal secara menyeluruh, menunjukkan bahwa anjing tersebut mungkin telah meninggalkan kapal di dalam kendaraan atau trailer penumpang lain.

Baca juga: Lufthansa Kehilangan Kucing Milik Penumpang di Bagasi Kargo

“Aku hanya ingin dia kembali. Dia adalah sahabatku,” katanya.

HUT Garuda Indonesia Ke-72, Didiet Maulana Rancang Seragam Awak Kabin Gunakan Kain Tenun

Garuda Indonesia punya seragam baru untuk para awak kabinnya di hari jadi ke ke-72 pada 26 Januari 2021 kemarin. Seragam awak kabin ini merupakan edisi spesial yang dirancang oleh salah satu desainer ternama Indonesia yakni Didiet Maulana bersama dengan tim Ikat Indonesia.

Baca juga: “Garuda Indonesia Vintage Flight Experience” Resmi Diluncurkan, Inilah Paras Ayu Pramugari dengan Seragam Klasik

Desain seragam awak kabin bertajuk Puspa Nusantara yang hadir untuk awak kabin wanita maupun pria. Didiet mengatakan, seragam ini dipakai pada HUT ke-72 Garuda Indonesia dan semoga kedepannya ada kejutan merarik lainnya.

Dikutip KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, Didiet menjelaskan ada empat fakta pada desain khusus pada seragam awak kabin Garuda Indonesia.

1. Warna ungu
Tidak ada alasan khusus dari Didiet ketika memilih warna ungu untuk dasar seragam awak kabin wanita dan detail pada awak kabin pria. Menurutnya warna ini sangat pas karena kesannya lebih elegan dan cocok dengan warna tenun yang dipadukan.

“Ungu memberikan satu kesan yg elegan dan anggun, tetapi juga lembut dan memberikan keteduhan,” katanya.

2. Kain tenun endek Bali dan lurik Klaten
Didiet menggunakan kain tenun endek Bali yang dikombinasikan dengan kain lurik Klaten untuk seragam awak kabin Garuda Indonesia. Pilihan kain tersebut diambil untuk membuat tampilan seragam sarat akan makna keberagaman atau bisa dikatakan secara tidak langsung menjadi cara untuk melambangkan keberagaman Indonesia. Untuk membuat koleksi ini, Didiet turut melibatkan para pengrajin di daerah yang jumlahnya mencapai 50 pengrajin.

3. Desain dan konsep khusus
Proses desain seragam awak kabin ini tentu berbeda dengan proses desain busana lainnya. Seragam ini telah melalui sejumlah riset dan trial-error di lapangan agar hasilnya bisa mendukung aktivitas kerja para awak kabin. Dia menyebutkan, konsep desain bukan hanya mengutamakan keamanan dan keselamatan, tetapi juga dari sisi estetika yang terinspirasi dari kekayaan Indonesia. Pada awak kabin wanita, atasan seragam didominasi warna ungu dengan kepak garuda menginspirasi model lengannya, berpadu dengan kerah kartini dan kebaya pendek peranakan. Bagian rok awak kabin perempuan dibuat panjang, dengan adanya lipatan pada bagian depan yang membuatnya tampak seperti rok ikat.

“Merancang untuk cabin crew kan keamanan memang nomor satu, jangan sampai konsep desain membuat apabila ada sesuatu yang emergency jadi menghalangi,” jelas Didiet.

Baca juga: Hadirkan Seragam Mini, Qantas dan Emirates Harapkan Anak-Anak Cintai Profesi Awak Kabin

4. Terdapat detail desain Eropa
Bila dalam seragam awak kabin wanita lebih terlihat kebaya nusantara, untuk desain seragam awak kabin pria, Didiet merancangnya dengan didominasi warna biru gelap. Ini memberikan nuansa tegas yang tetap terasa hangat. Meski desain ini terinspirasi dari Beskap Langenharjan yang dilihatnya di Mangkunegaran, namun ternyata desain ini juga memiliki sedikit sentuhan bernuansa Eropa. Kantong saputangan dari seragam ini terdiri dari kombinasi lurik beberapa daerah, menjadi aksen yang sederhana namun begitu tegas. Sementara saputangan leher terinpspirasi dari cravat atau dasi yang sering dikenakan oleh para pria di Eropa sehingga ada style internasional dalam seragam awak kabin pria.

Inilah Floating Fender, Bola Hitam Besar Pelindung Tabrakan Kapal yang Gegerkan Warga Bintan!

Bola berwarna hitam besar dengan diameter lingkaran sekitar tiga meter ditemukan di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Bola hitam besar yang bertuliskan Yokohama 50kPa ini pun membuat geger warga karena dikhawatirkan berbahaya dan sengaja dikirim negara asing untuk memata-matai Indonesia.

Baca juga: Mengenal AIS, Sistem yang Bikin Kapal Tanker Iran dan Panama Ditangkap Bakamla

Usut punya usut, bola hitam besar yang dilapisi dengan rantai besi putih disertai ban hitam mini ini rupanya tak lebih dari fender atau floating fender, sebuah bumper untuk mencegah kapal membentur dermaga atau membentur kapal lain saat sedang ditambatkan di pelabuhan ataupun di laut. Selain itu, fender juga berfungsi untuk menyerap energi kinetik dari kapal saat berlabuh ke dermaga.

Disarikan dari shipfever.com, untuk mampu melakukan peredaman, fender biasanya memiliki daya serap energi yang tinggi dan gaya reaksi yang rendah. Fender umumnya terbuat dari karet, busa elastomer, atau plastik.

Berdasarkan jenisnya, fender yang digunakan tergantung pada banyak variabel, antara lain ukuran dan berat kapal, stand-off maksimum yang diizinkan, struktur kapal, variasi pasang-surut, dan kondisi tempat tertentu lainnya. Ukuran fender didasarkan pada energi kapal saat berlabuh yang berhubungan dengan ketepatan kecepatan berlabuh.

Tetapi, apapun jenis dan tipenya, hanya ada dua warna pada fender, hitam atau oranye. Oranye biasanya digunakan pada kapal militer dan patroli penjaga pantai dan keamanan laut.

Yacht dan kapal pendukung biasanya memiliki fender yang dapat dipindahkan yang ditempatkan di antara kapal dan dermaga saat kapal merapat. Sebaliknya, dermaga dan bangunan di atas air lainnya, seperti pintu masuk kanal dan dasar jembatan, memiliki fender permanen yang ditempatkan untuk mencegah kerusakan akibat benturan kapal. Ban-ban bekas sering digunakan sebagai fender di beberapa tempat.

Fender tak semuanya dibuat dari bahan elastis seperti karet, busa elastomer, atau plastik. Ada juga fender yang terbuat dari kayu dan semuanya disesuaikan dengan jenis penggunaannya.

Hanya saja, saat ini fender kayu sudah tidak banyak digunakan, mengingat harga kayu tidak lagi murah dan masalah lingkungan yang muncul dengan penebangan pohon; kecuali untuk pelabuhan kecil di daerah Sumatera, Kalimantan, dan Papua dimana masih tersedia cukup banyak kayu.

Baca juga: Dramatis! Kapal Ferry di Yunani Selamatkan Gadis Kecil dengan Pelampung Unicorn yang Terbawa Arus Hingga ke Tengah Laut

Fender karet yang merupakan produk pabrik semakin banyak digunakan karena kualitasnya lebih baik dan banyak tersedia di pasaran dengan berbagai tipe.

Selain fender karet dan fender kayu, ada juga fender gravitasi. Fender gravitasi pada umumnya digantung di sepanjang dermaga. Fender tipe ini dibuat dari tabung baja yang diisi dengan beton. Sisi depan fender gravitasi diberi pelindung kayu dengan berat 15 ton. Fungsinya, apabila terbentur kapal, fender akan bergerak ke belakang dan ke atas, sehingga kecepatan kapal dapat dikurangi, karena untuk menggerakan ke belakang dibutuhkan tenaga yang cukup besar.

Viral! Mantan Pilot Kerja Serabutan Jadi Tukang Antar Paket dan Kuli Bangunan Usai Dipecat

Sebelum wabah virus Corona menyebar dan menggulung industri penerbangan global, kehidupan pilot identik dengan kemewahan. Tetapi, pasca Covid-19 menyebar, industri penerbangan jatuh ke titik terdalam, dan pilot dimana-mana di-PHK, kehidupan mereka pun berubah 180 derajat. Seperti yang dialami oleh Patrick Pawelczak.

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Hidup, Dua Pilot Indonesia Alih Profesi Jadi Pedagang Mie Ayam dan Kopi Keliling

Dilansir expatmedia.net, pilot asal Sant Andreu de Llavaneres, Barcelona, Spanyol, tersebut tercatat sudah sejak 2018 lalu bekerja di salah satu maskapai charter Slovakia, Go2Sky. Sebelum dipecat, tanda-tanda akan hal itu sudah ada, dimana, ia hanya terbang tak lebih dari 700 jam. Sangat kecil bila dibandingkan ribuan jam terbang dalam kondisi normal.

Sudah begitu, keuangan maskapai juga terlihat mulai tak sehat dengan adanya berbagai pengurangan, baik pengurangan karyawan maupun pengurangan budget operasional. Benar saja, ia pun akhirnya harus merelakan profesi pilot yang sudah dijalaninya selama dua tahun usai surat pemecatan atas dirinya sampai.

Kendati pun mengaku terpukul, ia hanya menyadari bahwa hidup harus terus berjalan. Ia harus tetap memenuhi kebutuhan hidupnya, tak peduli bagaimanapun caranya. Pada akhirnya, ia pun menemukan jalan hidupnya usai di-PHK sebagai pilot dan banting setir menjadi tukang kuli bangunan sekaligus tukang antar paket.

Tak disebutkan dengan jelas bagaimana ia mengatur dua profesi itu sekaligus. Dalam postingannya di LinkedIn, ia hanya menulis “Beginilah seragam saya, berubah selama setahun terakhir,” sambil mengunggah sebuah foto grid saat masih menjadi pilot, ketika tukang bangunan, dan tukang antar paket. Besar kemungkinan, ia menggarap manapun yang lebih dahulu datang antara dua job itu,

Akan tetapi, siapa sangka, postingannya itu pun viral. Sampai saat ini, postingannya sudah tayang 15 juta kali, mendapat 500 ribu like, dan 13 ribu komentar. Rata-rata dari mereka berkomentar positif dan menganggap apa yang dilakukan mantan pilot -yang terakhir kali ada di posisi first officer atau co-pilot Boeing 737- itu sebagai sebuah inspirasi bagi ribuan pilot yang saat ini sedang menganggur dan bingung melanjutkan hidup.

Baca juga: Covid-19 Bikin Pilot Banyak Nganggur! Masihkah Jadi Profesi Idaman?

“Ya, hidup itu sulit -terutama saat ini- tetapi itu bukan alasan untuk menyerah. Kami harus berjuang – untuk diri Anda sendiri dan untuk keluarga kami,” katanya, menaggapi komentar netizen.

Kendati sudah nyaman banting setir dari pilot menjadi tukang bangunan dan tukang antar paket Amazon, Patrick Pawelczak masih membuka diri terhadap seluruh tawaran pekerjaan, baik sebagai pilot, co-pilot, dan flight instruktur.

Survei Terbaru: 57 Persen Pilot di Dunia Nganggur! 40 Persennya Stres Berat

Wabah Covid-19 sangat mematikan industri penerbangan global. Pada tahun 2018, IATA memprediksi bahwa jumlah penumpang yang bepergian melalui udara akan mencapai 8,2 miliar pada tahun 2037. Sebelum Covid-19 mewabah, 40,3 juta penerbangan dijadwalkan lepas landas di seluruh dunia pada tahun 2020, meskipun pada akhirnya harus turun menjadi sekitar 23,1 juta.

Baca juga: Studi Terbaru: Banyak Pilot Remehkan Dampak Stres Terhadap Keselamatan Penerbangan

Jumlah penumpang diperkirakan akan tumbuh menjadi 2,8 miliar pada 2021, jauh dari angka dua tahun lalu mencapai 4,5 miliar. Paling cepat, jumlah penumpang akan kembali ke titik itu pada 2024 mendatang, dimana penerbangan domestik diperkirakan akan lebih dahulu kembali normal dibanding penerbangan internasional.

Akibat dari penurunan tersebut, sekitar 25 juta pekerja terancam PHK pada kuartal II tahun lalu. Memang tak ada penelitian pasti bagaimana validasi data itu pada awal tahun ini. Tetapi, bila 25 juta pekerja itu termasuk PHK pilot, belum lama ini terdapat penelitian terkait hal itu.

Dilansir Simple Flying, sebuah survei yang terjalin berkat kerjasama antara Goose Recruitment dan FlightGlobal menunjukkan sebanyak 57 persen pilot, baik pilot senior maupun muda, di seluruh dunia kehilangan pekerjaan.

Survei bertajuk “Pilot Survey 2021” itu setidaknya melilbatkan 2.598 dari seluruh dunia selama empat pekan selama bulan Oktober 2020. Hasilnya, 43 persen dari mereka mengaku masih bekerja dan aktif terbang.

Sedangkan sisanya, 57 persen, terdiri dari 30 persen menganggur, 17 persen cuti tanpa kejelasan kapan akan mulai kembali bekerja dan sudah pasti cuti tanpa dibayar, enam persen banting setir menjadi beragam profesi di sektor aviasi, dan empat persen lainnya banting setir di sektor lain, mulai dari jadi penjual gorengan, dan banyak lagi.

66 persen dari mereka yang menganggur mengaku giat mencari pekerjaan di bidang sejenis maupun di bidang lain. Tiga persen di antaranya bahkan sedang dalam proses wawancara.

Salah satu pilot yang giat mencari pekerjaan bercerita bahwa sebetulnya ia sudah ada di posisi nyaman sebagai pilot di salah satu maskapai di negaranya. Tak disebutkan dengan jelas negara asal pilot ini. Namun, pada Desember 2019, ia memutuskan resign untuk kemudian bergabung dengan salah satu maskapai besar di Timur Tengah pada Maret 2020. Sayangnya, wabah virus Corona menyebar dengan cepat dan kesempatan bergabung dengan maskapai baru pun pupus. Alhasil, ia menganggur sampai sekarang.

Akan tetapi, bila pun ia tetap bekerja, besar kemungkinan gajinya akan dipotong habis-habisan, sebagaimana pilot lain yang saat ini masih aktif terbang. Cathay Pacific memotong gaji pilot hampir 58 persen, Ryanair 20 persen, Lufthansa 45 persen, dan banyak maskapai lainnya yang hampir pasti melakukan pemotongan gaji.

Bila diklasifikasi berdasarkan wilayah, Amerika Utara berhasil menghalau dampak penurunan penumpang pesawat akibat virus Corona terhadap PHK pilot. Dua negara di Amerika Utara, yaitu Amerika Serikat dan Kanada, PHK setidaknya menyasar ke 20 persen pilot dan masih menganggur sampai saat proses penellitian dilakukan. Bahkan, United Airlines, salah satu maskapai besar di Amerika Serikat, belum lama ini mengumungkan akan mempekerjakan kembali 400 pilot.

Baca juga: Covid-19 Bikin Pilot Banyak Nganggur! Masihkah Jadi Profesi Idaman?

Penyebab di-PHKnya pilot, 84 persen (dari total 57 persen pilot menganggur) mengaku akibat wabah virus Corona, adapun sisanya mengaku di-PHK karena berbagai persoalan, seperti kinjerja kurang memuaskan hingga carut marut manajemen keuangan maskapai.

40 persen dari mereka yang disurvei mengaku bermasalah mental atas gejolak di tempatnya bekerja. Rata-rata dari mereka berusia muda. Semakin muda usianya, masalah pada mentalnya semakin besar. Pun sebaliknya, semakin tua, semakin rendah dampak wabah virus Corona terhadap kesehatan mentalnya.

Tak Perlu ke Pulau Sentosa di Singapura, Indonesia Mau Punya Bakauheni Harbour City

Nantinya pelancong Indonesia tak perlu jauh-jauh mengunjungi Singapura untuk ke Pulau Sentosa. Hal ini karena PT ASDP Indonesia Ferry siap untuk berkolaborasi dan mendukung megaproyek Bakauheni Harbour City. Yang mana proyek ini ditargetkan menjadi destinasi pariwisata unggulan di Sumatera.

Baca juga: Menara Siger, Ikon Khas Lampung dan Bakauheni yang Jadi Penanda Titik Nol Kilometer Sumatera

Bahkan mega proyek ini pun sudah mendapat dukungan dari Pemprov Lampung, Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian PUPR. Megaproyek Bakauheni Harbour City ini dikatakan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bahwa pihaknya bersama dengan seluruh stakeholder terkait akan menjadikan Bakauheni sebagai pilihan utama masyarakan Jakarta serta Sumatera untuk melakukan kunjungan wisata di Lampung.

Vision Masterplan Kawasan Bakauheni Harbour City (PT ASDP Indonesia Ferry)

Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Hutama Karya, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) serta Pemprov Lampung, akan menyelesaikan visioning masterplan pengembangan kawasan pariwisata Bakauheni yang diharapkan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di sektor pariwisata masa depan.

“Masterplan ditargetkan selesai dalam waktu dekat, tentu keterlibatan seluruh pihak sangat penting dalam terwujudnya megaproyek ini dalam mengolah potensi Bakauheni yang sangat besar menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Sumatera,” kata Ira yang dikutp dari siaran pers.

“Dengan hadirnya Bakauheni Harbour City ini, kami targetkan kawasan Bakauheni dapat menjadi destinasi pariwisata berskala internasional. Bakauheni bukan hanya sebagai pelabuhan penyeberangan, tetapi juga menjadi lokasi wisata baru dan menjadi favorit wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman),” ujarnya.

Dukungan Pemerintah terhadap megaproyek ini juga cukup besar diantaranya dari Kementerian PUPR yang sangat berperan dalam infrastruktur jalan. Menteri PUPR Basuki Hadimulyono dalam kunjungan kerjanya di Lampung pada (25/1/2021) berkesempatan mengunjungi lahan Bakauheni Harbour City.

Basuki mengatakan, Bakauheni memiliki potensi yang sangat bagus dalam pengembangan pariwisata ini. Kawasan pariwisata terpadu Bakauheni yang dibangun diatas lahan dengan luas total 214 hektare ini akan menjadi kawasan pariwisata tepi laut terbesar dan berkelas dunia yang berada di Sumatera.

Di kawasan ini juga akan dibangun Taman Budaya Menara Siger, Intermoda Terminal, Marina Village, Bakauheni Harbour Park dan Mangrove Forest yang dilengkapi dengan fasilitas hotel berbintang, villa dan taman bermain. Pada tahap awal akan dimulai dengan pengembangan kompleks Taman Budaya Siger seluas 3,8 hektare sebagai area budaya yang terintegrasi dengan Masjid Bakauheni berkapasitas 2.600 jemaah.

Di lokasi ini akan dibangun masjid, museum kontemporer, restaurant, sky bridge, toko souvenir dan fasilitas parkir yang besar. Para wisatawan yang datang ke Menara Siger dapat menikmati panorama alam yang sangat indah, karena sebagai ikon Lampung Selatan, menara ini berada di lokasi strategis yang dikelilingi laut dan perbukitan.

Berdasarkan data statistik wisatawan nusantara, pada 2010-2019 pertumbuhan kunjungan wisatawan ke Lampung rata-rata mencapai 21,6 persen (wisnus) dan 21,5 persen (wisman) dengan proporsi wisnus sebesar 98 persen dari total seluruh wisatawan. Lampung sendiri menempati urutan ke 11 dengan tujuan wisnus 2,4 persen dari total perjalanan wisnus di Indonesia.

Adapun asal wisatawan yang berkunjung ke Lampung, berasal dari Palembang 46 persen, Jabodetabek 24 persen dan dari Bandung 16 persen. Hal ini menjadi indikasi Lampung memiliki daya tarik bagi wisatawan nusantara.

“Bahkan, jika melihat data penyeberangan ASDP, dari total 49 juta yang dilayani di seluruh Indonesia, lintasan Merak-Bakauheni sendiri berkontibusi sebesar 42,2 persen atau sekitar 20,7 juta penumpang yang menyeberangi Jawa-Sumatera setiap tahunnya. Sehingga, ada potensi yang sangat besar disini, utamanya dalam pengembangan sektor pariwisata,” tutur Ira.

Baca juga: Sanggup Layani Kapal Ferry Bertonase 10.000 Ton, Dermaga IV Merak-Bakauheni Resmi Dibuka

Tidak hanya itu, kehadiran Terminal Eksekutif Anjungan Agung, Bakauheni yang dilengkapi kawasan komersial seperti mal dengan desain interior yang megah dan modern juga turut menjadi fasilitas pendukung yang menyajikan hiburan sekaligus edukasi, kemudahan jalur transportasi, dan akomodasi bagi keberadaan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour City.