Singapura Bedakan Ketentuan Penggunaan Face Shiled dan Masker

Perekonomian di Singapura mulai dibuka kembali dan kegiatan dengan banyak orang serta kontak langsung akan semakin sering termasuk dalam angkutan umum. Bahkan sejak tanggal 2 Juni 2020, Singapura mengharuskan semua orang yang keluar rumah harus menggunakan masker.

Baca juga: Tak Perlu Beli, Yuk Bikin Face Shield Sendiri

Dilansir KabarPenumpang.com dari gov.sg (1/6/2020), di waktu yang sama juga, Singapura memberlakukan perbedaan penggunaan face shield atau pelindung wajah dengan masker. Di mana penggunaan face shiled hanya akan diizinkan untuk kelompok atau pengaturan tertentu yang dikecualikan.

Adapun kelompok yang diperbolehkan hanya menggunakan face shield yakni anak-anak berusia di bawah 12 tahun karena mereka mungkin mengalami kesulitan mengenakan dan menjaga masker wajah untuk jangka waktu yang lama. Kemudian orang-orang dengan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan sulit pernapasan atau masalah medis lainnya ketika masker wajah digunakan untuk jangka waktu yang lama.

Tak hanya itu, bagi para pembicara suatu kelompk dalam ruangan atau lingkungan pendidikan, di mana mereka sebagian besar tetap berada di tempat mereka berbicara dan mampu menjaga jarak yang aman dari orang lain. Tak hanya itu, untuk situasi seperti melakukan siaran televisi akan dibebaskan dari keharusan menggunakan masker atau face shield.

Pembebasan ini akan terus berlanjut asalkan kegiatan tersebut dilakukan di lingkungan yang aman dan terkendali. Pemerintah Singapura juga mengatakan, dalam pengaturan tertentu face shield bisa digunakan diluar masker untuk perlindungan tambahan.

Dengan menggunakan face shield tambahan ini sebenarnya bisa membantu melindungi mata seseorang dari tetesan yang mungkin mengandung partikel virus dan juga mencegah masker agar tidak basah. Sebenarnya penggunaan face shield juga agar orang tidak menyentuh wajah mereka. Sampai saat ini pun, pemerintah Singapura masih menyarankan untuk masyarakat tinggal dirumah dan menghindari keluar jika memungkinkan.

Baca juga: Mulai Fase New Normal, Inilah Beragam Kebijakan dari Otoritas Darat Singapura

Pihak pemerintah mengatakan, bagi masyarakat yang perlu keluar rumah dan menggunakan transportasi umum selain memakai masker juga ditambah face shield dan mengambil langkah seperti menjaga kebersihan tangan, menjaga jarak aman untuk membantu pengurangi penyebaran Covid-19. Pemerintah Singapura menambahkan, anak-anak di bawah berusia dua tahun tidak dianjurkan menggunakan masker demi keamanan.

Archer Kembangkan Taksi Udara eVTOL dengan Baling-baling ‘Tersembunyi’

Salah satu startup yang berkantor di Silicon Valley, Archer belum lama ini muncul ke publik dengan membawa desain taksi udara all-electric vertical takeoff and landing (eVTOL) dengan desain unik. Saat lanching beberapa waktu lalu, pihak Archer menyebut taksi udara besutan mereka bakal memiliki 12 baling-baling. Padahal, desain yang dirilis perusahaan menunjukkan hanya ada enam baling-baling (rotor).

Baca juga: Jaunt’s ROSA Gyrodyne – Rancangan Taksi Udara eVTOL Paling Aman di Dunia

Terkait hal ini, evtol.news melaporkan, Archer sengaja merahasiakan posisi enam rotor lainnya untuk mendukung taksi udara Archer (belum ada nama) melakukan pendaratan atau lepas landas secara vertikal. Adapun yang sudah ditampilkan hanya enam rotor, tiga di sayap kanan dan kiri bertugas menghasilkan daya dorong saat di udara.

Dalam pemaparannya, Brett Adcock dan Adam Goldstein, founder dan co-founder Archer menyebut, enam rotor dengan lima bilah di masing-masing rotornya itu nantinya akan mengantar taksi udara eVTOL Archer melaju hingga 241 km per jam, dengan kapasitas satu pilot dan empat penumpang. Kemampuan tersebut juga tak lepas dari desainnya yang ramping serta ekor berbentuk V-tail yang dinilai mampu membuat taksi udara lebih berkarakter aerodinamik.

Soal spesifikasi, taksi udara eVTOL dibekali dengan tiga paket baterai dengan kapasitas 143-kWh, termasuk di dalamnya 37 kWh untuk cadangan. Paket baterai seberat 3.000 kg itu disebut mampu membawa taksi udara sejauh sekitar 100 km. Berat lepas landas maksimum (MTOW) taksi udara Archer juga tergolong mumpuni, mencapai 3,175 kg. Yang menarik dari taksi udara ini adalah, faktor safety dan desain pesawat.

Desain pesawat yang ramping, selain menambah aerodinamika pesawat, rupanya juga berkontribusi dalam meningkatkan keselamatan penumpang. Tak hanya itu, dengan teknologi Distributed Electric Propulsion (DEP), taksi udara Archer dimungkinkan untuk tetap terus terbang sejauh puluhan kilometer sekalipun beberapa rotor mati. Sebab, masing-masing rotor mempunyai sumber tenaga sendiri, tak seperti rotor pada umumnya dengan sistem sentral, jika sistem rotor utama mati, maka pesawat atau taksi udara hanya menunggu waktu untuk terjun ke daratan.

Dengan spesifikasi di atas, taksi udara Archer diharapkan mampu membentuk kembali ekosistem mobilitas udara perkotaan (UAM), dengan fokus utama pada mengantar penumpang dengan cepat dan efisien di wilayah perkotaan yang padat.

Baca juga: Investasi di Taksi Terbang Joby Aviation, Toyota Gelontorkan Rp5,3 Triliun

Guna mengejar target tersebut, perusahaan akan menggelontorkan dana besar untuk pengembangan. Sejauh ini, Archer mungkin dapat dipastikan tak khawatir soal pendanaan, sebab, mereka seperti sudah mendapat jaminan pendanaan dengan masuknya Walmart, perusahaan publik terbesar di dunia asal AS berdasarkan pendapatan, sebagai investor.

Dengan dana besar itu pula, selain melakukan pengembang, Archer juga membajak tokoh-tokoh intelektual dari perusahaan taksi udara eVTOL ternama di dunia yang sudah lebih dahulu ada, seperti Tom Muniz dan Alan Chen dari Wisk, Geoff Bower dari Airbus Vahana, hingga Ben Goldman dari Joby.

Trem Kuda di Jakarta Riwayatmu “Doeloe”

Bila di negara-negara maju trem masih menjadi sokusi transportasi di wilayah urban, maka di Indonesia trem adalah cerita masa lalu. Eksistensi trem di Indonesia tidak lepas dari masa kolonial Belanda. Pada masa itu, trem sangat terkenal karena banyak digunakan masyarakat sebagai alat transportasi yang bersifat massal. Sayangnya trem hanya terdapat di Jakarta dan Surabaya. Merujuk ke sejarahnya, trem di Tanah Air sudah ada sejak tahun 1800-an dan masuk ke Jakarta sejak tahun 1860-an.

Baca juga: Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Model trem yang pertama dikenalkan di Indonesia adalah jenis trem kuda pada tahun 1869. Trem ini, berbentuk gerbong kereta yang cukup panjang dan mampu memuat 40 orang penumpang. Sesuai namanya ttem ini ditarik oleh tiga samai empat ekor kuda. Kusir yang menjalankan trem ini menggunakan terompet sebagai klaksonnya. Trem kuda biasa beroperasi dari pukul 05.00 pagi sampai 20.00 malam dengan tarif 20 sen dan melintas lima menit sekali.
imagesPada masa trem kuda, jalur yang ditempuh cukup panjang, salah satunya dari Kwitang ke Pasar Ikan pulang pergi. Sayangnya masa trem kuda hanya bertahan 12 tahun dikarenakan banyak kuda yang sakit dan mati akibat kelelahan. Jalanan pada masa trem kuda pun lebih kotor akibat kotoran kuda yang berceceran di jalan.

Setelah lengsernya trem kuda pada tahun 1881, muncul trem uap. Berbentuk lokomotif yang dijalankan dengan ketel uap dan di bagian depannya terdapat tempat bahan bakar batubaranya. Konon, trem ini beroperasi dari pukul 06.00 pagi hingga 19.00 malam. Untuk biaya yang harus dibayarkan penumpang pun bergam tergantung dengan kelas yang dinaiki. Kelas 1 dinaiki orang-orang Eropa dengan ongkos 20 sen.

Kelas 2 diperuntukkan untuk keturunan Arab, Tionghoa dan Pribumi keturunan bangsawan. Dengan ongkos 10 sen. Di kelas 3 biasanya dinaiki oleh Pribumi biasa, dan tidak hanya di isi manusia melainkan sayuran untuk jualan dan hewan-hewan piaraan penumpang. Makanya, dulu kelas 3 ini sering dikatakan kelas “Kambing”.

Tak hanyaa itu, rute trem uap ini pun lumayan panjang dari Jatinegara hingga Pasar Ikan atau sebaliknya. Trem uap ini sangat bising dibanding dengan trem kuda terdahulu, tak hanya itu, bila musim hujan, trem ini sering sekali mogok. Kemudian pada tahun 1901 atau 20 tahun kemudian, seiring berkembangnya teknologi, trem uap mulai digantikan dengan trem listrik. Namun, trem uap masih mendamping perjalanan trem uap hingga akhirnya dihapus tahun 1933 dan trem listrik merajai.

Trem-Listrik-jurusan-Menteng-Jakarta-1950-_-Rob-Nieuwenhuys-media.kitlv_.nl_ (1)

Tak ayal dengan hilangnya trem uap, trem listrik ini tambah diminati masyarakat karena lonjakan penduduk yang juga ikut meningkat. Trem ini, dari sejak ada terus penuh oleh penumpang. Tak hanya itu, setelah kemerdekaan diproklamirkan, trem tertus bertahan sebagai transportasi utama di Jakarta.

Trem listrik ini beroperasi di lima rute yakni Menteng-Kramat-Jakarta Kota, Senen-Gunung Sahari, Menteng-Merdeka Timur-Harmoni dan Menteng-tanah Abang-Harmoni. Ongkos yang ditawrkan trem listrik ini pun bisa dikatakan murah yakni hanya sepicis alias 10 sen. Uniknya trem bisa menjelajahi seluruh wilayah Jakarta tak seperti Kereta Rel Listrik (KRL) sekarang ini.

Sayangnya, trem listrik hanya mampu bertahan 27 tahun, pada tahun 1960 saat Jakarta dipimpin Gubernur bernama Sudiro, trem dihapuskan. Tak hanya itu, Soekarno yang masih menjabat sebagai presiden pun mengatakan trem tidak cocok untuk kota Jakarta yang sempit dan mengusulkan metro atau kereta bawah tanah.

Baca juga: Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik

Semenjak trem dihapuskan, muncullah bus PPD yang merajai jalanan dan menghilangkan sistem transportasi massalnya. Sedangkan untuk metro dan kereta bawah tanah juga tak terwujud di zaman Soekarno. Dihapuskannya trem cukup disayangkan, karena daya angkut yang besar dan mampu menjadi angkutan massal yang layak digunakan.

Ternyata, Trem Listrik di Jakarta Lebih Dulu Ketimbang di Belanda

Atas perintah presiden pertama RI, Soekarno kepada Gubernur Jakarta Sudiro, pada awal tahun 1960 dilakukan pembongkaran pada jalur trem yang membentang 40 km di Jakarta. Pembongkaran jalur trem menjadikan berakhirnya masa kejayaan trem di Ibu Kota, yang jika ditilik dari aspek historis merupakan ‘nilai’ yang tak tergantingkan, mengingat debut jalur trem sudah ada sejak 1869 (era trem kuda). Menurut Soekarno, trem sebagai moda angkutan massa di Jakarta tidak cocok, ia lebih setuju pembangunan jaringan kereta bawah tanah untuk Jakarta.

Baca juga: Trem Kuda Riwayatmu “Doeloe”

Meski keberadaan trem tinggal sejarah, tapi bila sejenak kita luangkan waktu melihat foto-foto di masa lalu, maka alam pikiran justru terbawa ke suasana aktivitas trem listrik yang kini masih setia melayani warga kota-kota modern di Eropa. Indonesia kala itu berstatus wilayah jajahan Belanda, namun ada keunikan dalam implementasi trem, khususnya trem listrik, yakni peluncuran trem listrik di Indonesia (Batavia – sekarang Jakarta) ternyata lebih duluan ketimbang di Belanda.

Trem listrik dengan latar Stasiun Beos (sekarang Stasiun Kota).
Jalur Trem di Jakarta pada tahun 1940.

Trem listrik di Batavia dioperasikan oleh Batavia Electrische Tram Maatschappij (BETM), dan mulai mengoperasikan trem dengan lokomotif listrik pada April 1899. Sementara Belanda baru mengoperasikan lokomotif trem listrik pada Juli 1899 yang menghubungkan jalur Haarlem-Zandvoort. Bila mengulik ke sejarah masa silam, hadirnya trem listrik adalah untuk menggantikan keberadaan trem berlokomotif uap.

Karena membutuhkan instalasi jalur tiang listrik diatas rel, maka pembangunan jalur trem listrik dilakukan secara bertahap. Setidaknya butuh waktu 18 tahun bagi BETM untuk mempersiapkan jalur rel listrik. Jalur trem listrik BETM berawal dari Stasiun trem di selatan Stasiun Beos Lama langsung menuju Goenoeng Saharie Weg melalui Jacatra Weg (Jl. P. Jayakarta), kemudian melintasi Kemayoran, Pasar Senen, belok kanan di daerah Kramat menuju Gondangdia, memutari Tanah Abang, lewat di belakang Museum Gajah (Jl. Abdul Muis), dan berakhir di depan tempat hiburan kelas wahid, Societeit de Harmonie.

Trem listrik di Stasiun Tanah Abang pada tahun 1899. Foto: tdu.to

Baca juga: Travelator, Wahana Transportasi Massal Yang Bebas Emisi

Trem listrik di kawasan Harmoni. Foto: tdu.to
Trem listrik di Jakarta dalam masa agresi militer di dekade 40-an. Foto: tdu.to

Sedangkan jalur trem uap Nederlandsch-Indische Tramweg Maatchappij (NITM) membentang utara-selatan mulai dari kawasan kota lama Batavia, melewati Gambir, Matraman Raya sampai berakhir di Kampung Melayu. Perusahaan trem listrik Batavia Electrische Tram Maatschappij (BETM) melebur dengan NITM pada 1930 dengan membuat nama baru yaitu Bataviaasche Verkeermaatschappij (BVM). Lintas NITM yang masih berupa jalur trem uap diganti dengan trem listrik secara bertahap. Elektrifikasi bekas jaringan trem NITM akhirnya selesai seluruhnya pada 1934.

Trem listrik melintas di kawasan Kramat.

Total panjang jalur trem yang ada 40 kilometer yang terbagi menjadi 6 lajur.Jalur utama yang melayani Oud Batavia (Jakarta Kota – Jln Cengkeh) hingga Meester Cornelis (Mester – sekarang Jatinegara) menempuh jarak 14 kilometer

Baca juga: Di Jakarta Segera Beroperasi MRT dan LRT, Tahukah Artinya?

Pada masa Belanda, nama tokoh yang mendiami daerah setempat banyak dijadikan nama jalan. Nama Kwitang, Jakarta Pusat, berasal dari nama seorang Tionghoa, Kwik Tamg Kiam. Di sini terdapat Gang Adjudant (kini Kramat Kwitang II, tempat majelis taklim Kwitang). Adjudant nama salah satu jabatan struktural pemerintahan di Batavia masa kolonial. Rupanya di jalan ini dulu tinggal seorang ajudan.

Walau Langganan Perang, Suriah Investasi Besar-besaran di Sekitar Stasiun Bersejarah Abad 19

Arab Spring atau Musim Semi Arab (sering disebut juga Kebangkitan Arab) mendorong terjadinya perang saudara di berbagai negara di Timur Tengah, tak terkecuali Suriah. Sejak tahun 2011 lalu, perang tiada henti terus berkecamuk hingga menewaskan 465.000 jiwa, satu juta orang terluka, serta 12 juta lainnya mengungsi.

Baca juga: Hejaz Railway – Jaringan Kereta Abad 19 yang Mampu Reduksi Waktu Perjalanan Jamaah Haji

Akan tetapi, meskipun sampai saat ini perang terus berkecamuk, ternyata, penguasa sah Suriah tetap menatap masa depan. Setidaknya hal itu terlihat dari kejelasan proyek prestisius kompleks “Nirvana”. Belum lama ini, Direktur Jenderal General Foundation for the al-Hejaz Railway Station, Hassanein Muhammad Ali, mengumumkan bahwa proses tender proyek tersebut telah usai dan dimenangkan oleh Syrian Private Company al-Hejaz for Investment.

Pernyataan tersebut juga bukan hanya menjadi pertanda bahwa proyek tersebut serius digarap, melainkan juga menjadi jawaban dari kontroversi pemenang tender yang sempat terkatung-katung selama beberapa lamanya. Bukan karena terganggu aktivitas perang saudara, melainkan pertarungan sengit sekitar empat perusahaan yang ngotot untuk menggarap proyek itu.

Kantor berita enabbaladi.net menyebut, proyek berdurasi selama tiga tahun ini nantinya akan mencakup hotel bintang lima dengan 12 lantai, kawasan komersial, restoran, dan ruang bawah tanah empat lantai, dengan kompensasi ke al-Hejaz Foundation sebesar $640 ribu sebagai pemilik lahan. Adapun nilai total investasinya masih dirahasiakan.

Proyek kompleks Nirvana akan dibangun di atas tanah seluas 5.000 meter persegi (m2) yang dikuasai oleh al-Hejaz Foundation, di sebelah stasiun di salah satu situs paling vital di pusat Kota Damaskus, dekat Al-Marjeh Square, al-Hamidiyah Souq, Benteng Damaskus, dan Masjid Umayyah, menghadap jalan al-Nasr dan Khalid Ibn al-Walid yang populer di Suriah.

Bila proyek sudah selesai, pengelolaan kompleks Nirvana akan dikuasai oleh pihak investor. Setelah 45 tahun, barulah al-Hejaz Foundation, kompleks Nirvana sepenuhnya dimiliki oleh yayasan tersebut.

Meskipun proyek prestisius tersebut digadang-gadang mampu menghidupkan kembali ekonomi Suriah, khususnya Kota Damaskus, pada umumnya banyak masyarakat yang menolak. Hal itu dikarenakan, bangunan tinggi 12 lantai dalam proyek tersebut akan menutupi bangunan bersejarah Stasiun al-Hejaz. Selain itu, bangunan nan megah dan tinggi terlalu mencolok untuk mendistorsi arsitektur di sekitarnya yang notabene kebanggaan masyarakat Suriah.

Baca juga: Canangkan Pembangunan ‘Kereta Perdamaian,’ Israel Nantinya Akan Terhubung dengan Sejumlah Negara Teluk

Tak hanya itu, proyek kompleks Nirvana juga akan mengorbankan salah satu café paling legendaris dan populer di Suriah, Cafe al-Hejaz. Café yang dibuka pada awal 1950-an di atas lahan seluas 1.600 m2 ini terpaksa dirobohkan karena masuk dalam kawasan kompleks Nirvana.

Padahal, café yang memiliki ruang dua musim ini, satu musim panas dan lainnya musim dengan dengan menampung hingga 600 orang, kerap menjadi tempat bersosialiasi, berkumpul, bergaul warga kota. Terang saja masyarakat tak rela begitu saja bila proyek prestisius pada akhirnya mengorbankan bangunan prestisius.

Sambut New Normal, Maskapai Bakal Kurangi Penggunaan Troli dan Sajikan Makanan dalam Kotak ‘Bento’

Menyambut new normal, beberapa negara sudah mulai membuka lockdown, bahkan tak sedikit yang sudah mulai membuka penerbangan internasional. Tapi pastinya pengalaman penerbangan internasional saat ini akan berbeda dari sebelum pandemi Covid-19. Dengan semakin banyaknya tujuan yang dibuka maka banyak juga maskapai yang mulai mengoperasikan rute ini.

Baca juga: Maskapai Dunia Hilangkan Makanan Ringan dan Majalah dalam Penerbangan

Adanya rute ini gambaran yang lebih jelas muncul dari pengalam baru dalam penerbangan seperti penggunaan masker, pelindung wajah, sarung tangan dan kostum hazmat. KabarPenumpang.com melansir dari cntraveller.in (17/6/2020), selain itu kursi tengah akan menjadi bagian dari masa lalu dan berlaku juga pada hiburan dan majalah dalam penerbangan.

Berbagai makanan bento ala maskapai penerbangan (cntraveller.in)

Tak hanya itu, maskapai juga mengurangi bahkan ada yang menghilangkan makanan dalam penerbangan mereka. Namun dengan begini pasti akan ada perbedaan meski tidak menghilangkan troli makanan sepenuhnya. Seperti KLM, Delta, American Airlines, dan EasyJet yang menyingkirkan troli minuman sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membuat terbang lebih aman selama pandemi.

Alasan lainnya menghilangkan troli minuman adalah agar penumpang lebih sedikit melakukan perjalanan ke toilet. Sebagai maskapai yang menerbangkan rute internasional, KLM akan berhenti menyajikan alkohol tetapi menawarkan botol air dan jus sesuai permintaan. American Airlines pun tidak menjual minuman alkohol di kelas ekonomi tetapi terus melayani di kelas satu.

Maskapai ini juga akan menyediakan minuman untuk semua penumpang di penerbangan internasional jarak jauh mereka. Sedangkan Delta hanya menghentikan troli di penerbangan domestik dan untuk internasional tetap ada. EasyJet yang beroperasi dengan rute jarak pendek di sekitar Eropa tidak melayani air minum kecuali penumpang secara eksplisit memintanya.

Meski begitu British Airways (BA) tetap menyajikan alkohol dalam penerbangan mereka dan tengah memikirkan ulang katering dalam penerbangan. BA akan menyajikan makanan dalam kotak bergaya bento sekali pakai dengan peralatan makan plastik. Ini tak hanya ada di kelas ekonomi tapi bisnis dan kelas satu juga.

Kotak bento dalam katering BA hadir untuk meminimalkan risiko kontaminasi dan mulai bulan ini, jika penumpang memilih kelas satu jarak jauh akan mendapat hidangan pembuka, hidangan utama serta penutup dalam satu kotak. Di sela waktu makan, Anda juga bisa mengharapkan layanan teh sore yang dikenal maskapai untuk dikemas ke dalam kotak kecil.

Makanan kelas bisnis akan dikemas dalam satu kotak, dan demikian pula makanan yang disajikan dalam ekonomi dan ekonomi premium. Baik penumpang ekonomi premium maupun ekonomi akan dilayani makanan yang sama yang terdiri dari hidangan utama atau sandwich dan sedikit makanan penutup. Semua penumpang akan dilayani minuman beralkohol dan non-alkohol di samping makanan mereka.

Emirates juga akan menyajikan hidangan sandwich, camilan, dan makanan penutup yang dikemas dengan rapi ke dalam kotak-kotak pra-paket. Maskapai akan terus menyajikan alkohol. Turkish Airlines hanya akan menawarkan makanan ringan dingin dalam kotak dan tidak ada minuman panas untuk penumpang di kelas mana pun.

Tidak akan ada menu dan tidak ada minuman yang disajikan dalam gelas serta semua minuman akan disajikan dalam kaleng dan wadah sekali pakai. Turkish Airlines juga menghilangkan minuman selamat datang serta handuk panas. Sedangkan Lufthansa akan terus menawarkan layanan reguler di Kelas Satu.

Baca juga: Berkah Covid-19, Singapore Airlines Tawarkan Companion App Pertama di Dunia, Ini Kegunaannya

Sebagian besar pengurangan ini seharusnya bersifat sementara, tetapi di saat-saat di mana semua orang khawatir tentang infeksi dan perusahaan penerbangan berjuang untuk tetap bertahan, ini mungkin merupakan perkembangan yang ada di sini untuk tinggal sebentar. Dampak negatif lain dari makanan pra-paket ini adalah ketergantungan baru pada plastik sekali pakai, sesuatu maskapai penerbangan di seluruh dunia telah bekerja keras untuk menghapus dari penerbangan mereka sebelum pandemi membalikkan semua keuntungan itu.

Toko Tanpa Pegawai di Stasiun Gateway Takanawa Dilengkapi Teknologi Kecerdasan Buatan

Stasiun kereta Gateway Takanawa yang dibuka pada Maret 2020 menghadirkan berbagai macam teknologi canggih di dalamnya. Salah satunya adalah sebuah toko serba ada tanpa pegawai yang dilengkapi dengan 50 kamera dan fitur kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Baca juga: Enam Jenis Robot Beroperasi di Stasiun Gateway Takanawa

Dalam uji coba dengan sistem AI, toko ini berhasil menemukan pencurian barang. Sebab sistem AI ini terpasang pada 50 kamera yang tersebar dalam toko serba ada tersebut. Meski hanya seluas 60 meter persegi, kamera-kamera yang terpasang akan mengidentifikasi setiap item yang diambil oleh para pembeli.

KabarPenumpang.com melansir laman japantimes.co.jp (23/3/2020), bahkan sistem AI di toko tersebut juga bisa mengenali perilaku yang mencurigakan dan terus menerus menyadari apa yang telah diambil dari rak. Pengembang toko Touch To Go Co telah menjalankan tes dan menemukan bahwa ada pengunjung yang menyembunyikan barang-barang di bawah pakaian atau menghindarai kamera sambil menempatkan barang di dalam tas masuk.

“AI kami belajar dengan mengambil gambar dari berbagai sudut. Ini tidak sepenuhnya anti-gagal, tetapi hampir tidak mungkin untuk mengutil,” Presiden Touch To Go, Tomoki Akutsu.

Toko serba ada di Stasiun Gateway Takanawa ini menjual sekitar 600 item termasuk makan siang kotak bento minuman dan makanan ringan. Uniknya lagi, toko serba ada ini juga hanya melayani sistem pembayaran otomatis.

Sehingga pembeli yang membayar barang belanjaan mereka akan bisa keluar dari toko karena pintu terbuka secara otomatis. Sedangkan jika pembeli tidak membayar, maka pintu tidak akan terbuka.

Namun sampai saat ini belum jelas seberapa populer toko serba ada dengan teknologi AI ini. Waktu akan memberi tahu apakah pelanggan akan menemukan toko tanpa awak itu nyaman atau apakah mereka akan dimatikan oleh kurangnya sentuhan manusia.

Baca juga: Takanawa Gateway Menjadi Stasiun Modern dengan Robot Pemandu Penumpang

Namun, untuk saat ini, tampaknya toko tanpa petugas ini adalah jalan masa depan. Mereka menghemat biaya tenaga kerja dan memberikan peningkatan keamanan, membuatnya lebih efisien daripada toko konvensional.

Virgin Atlantic Sementara Tak Jual Alkohol di Penerbangan

Virgin Atlantic akan kembali membuka lima rute mereka pada 20 dan 21 Juni 2020 setelah penghentian operasional sementara di masa pandemi Covid-19. Lima rute yang akan kembali dibuka adalah dari London Heathrow ke New York, Los Angeles, Hong Kong, Shanghai dan Orlando.

Baca juga: Kembali Beroperasi, AirAsia Indonesia Baru Buka Dua Rute

Meski begitu Virgin Atlantic akan menghilangkan minuman beralkohol di penerbangan sebagai bagian dari perombakan yang lebih luas dari layanan katering dan diharapkan akan mengurangi risiko penyebaran Covid-19 antar penumpang. Dilansir KabarPenumpang.com dari thedrinksbusiness.com (15/6/2020), juru bicara maskapai mengatakan, mereka menghapus penjualanan alkohol saat kembali beroperasi di 20 Juni.

“Selain menghapus alkohol dalam penerbangan, kami juga akan menawarkan makanan di dalam kabin dengan cara mereka datang langsung dari lingkungan katering yang terkendali ke kursi pelanggan kami untuk mengurangi interaksi,” kata juru bicara itu.

Meski begitu, penghapusan alkohol dalam penerbangan Virgin Atlantic tiak akan dilakukan selamanya melainkan sementara dan akan terus ditinjau. Selain itu, dalam penerbangan, semua penumpang akan diberikan kit APD mereka sendiri dengan masker medis, lap untuk meja baki atau permukaan dan handsanitizer.

Tak hanya itu, dalam penerbangannya pun Virgin Atlantic akan meminta semua penumpang dan kru kabin untuk menggunakan masker selama penerbangan. Mereka juga menyiapkan area isolasi khusus yang diberlakukan pada setiap penerbangan untuk penumpang atau awak kabin yang mungkin menunjukkan gejala terinfeksi Covid-19 di dalam pesawat.

“Ketika krisis Covid-19 stabil dan permintaan kembali perlahan, kami berharap dapat menyambut pelanggan kami kembali ke pesawat dan menerbangkan mereka dengan aman ke tujuan favorit mereka. Untuk memastikan kesehatan dan keselamatan pelanggan kami dan orang-orang kami, kami memperkenalkan langkah-langkah baru di setiap titik dalam perjalanan untuk menawarkan ketenangan pikiran saat membawa ke langit bersama kami,” kata Juha Jarvinen, chief commercial officer, Virgin Atlantic.

Maskapai penerbangan bertarif rendah Easyjet, yang melanjutkan penerbangan pada 15 Juni, juga telah mengurangi alkohol dari katering dalam penerbangannya. Penumpang akan dibatasi untuk segelas air, dengan layanan makanan juga ditangguhkan. Pelanggan, kabin, dan awak darat akan diminta untuk mengenakan masker selama perjalanan mereka.

Seorang juru bicara untuk Easyjet mengatakan langkah-langkah baru telah dilaksanakan dalam konsultasi dengan otoritas penerbangan ICAO dan EASA, dan sejalan dengan otoritas nasional yang relevan dan saran medis melalui penasihat medis kepala maskapai. Sedangkan British Airways tidak akan menangguhkan semua penjualan alkohol, menurut juru bicara, tetapi juga mengerjakan ulang tawaran makanan dan minumannya untuk mengurangi kontak antara penumpang dan kru, dan alkohol tidak akan tersedia bagi mereka yang terbang di kelas anggaran.

Maskapai ini akan menggelar “proposisi katering sementara yang ditingkatkan” mulai 16 Juni. Penumpang yang bepergian ke tujuan jangka panjang akan ditawari kotak makanan yang sudah disiapkan termasuk hidangan seperti salad, hidangan panas atau sandwich, dan pilihan minuman beralkohol dan non-alkohol.

Makanan ringan juga akan tersedia di antara waktu makan. Pelanggan yang bepergian dalam kelas satu atau bisnis juga akan dapat menikmati pilihan minuman beralkohol dan non-alkohol dengan makanan yang disiapkan sebelumnya, dan mereka yang bepergian dalam ekonomi akan menerima makanan ringan gratis dan sebotol air. Layanan handuk panas BA tidak akan tersedia saat tindakan baru dilakukan.

Baca juga: Maskapai Dunia Hilangkan Makanan Ringan dan Majalah dalam Penerbangan

“Ketika kita menavigasi jalan kita melalui masa-masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, kita akan terus mengambil saran dari otoritas terkait dan memasukkan ini ke dalam pengembangan pengalaman kita di papan,” ujar juru bicara British Airways.

Ingat KA Kamandaka Ingat Lutung Kasarung?

Kamandaka merupakan salah satu tokoh legenda asal Banyumas. Raden Kamandaka sendiri kemudian dikenal dengan Lutung Kasarung. Nama ini kemudian diangkat oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menjadi salah satu nama kereta api yang melintas dari Purwokerto ke Semarang Tawang dan sebaliknya.

Baca juga: Beberapa Kali Ganti Nama, Kereta Serayu Kembali Beroperasi

KAI sendiri menggunakan nama Kamandaka untuk kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi. Nama Kamandaka awalnya diresmikan oleh Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 17 Februari 2014 lalu.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kehadiran KA Kamandaka ini sendiri dalam waktu sekejap telah terasa begitu dekat dengan masyarakat Banyumas dan kawasan pantai utara Jawa seperti Tegal, Pemalang, Batang hingga Semarang. Kereta ini melayani masyarakat Banyumas raya ke Semarang melalui jalur utara.

Namun sayang, pada akhir 2018 KA Kamandaka harus berhenti beroperasi dan namanya berubah menjadi Joglosemarkerto yang melayani relasi Purwokerto-Semarang-Solo-Yogyakarta. Karena penggantian nama ini, banyak masyarakat yang dibuat bingung dan pelanggan setia banyak yang kehilangan karena namanya yang identik dengan cerita masyarakat Banyumas.

Untungnya pada 1 Februari 2019, KA Kamandaka kembali melintas di relasi Semarang – Purwokerto. Beroperasinya kembali ini memanfaatkan jalur kereta api lintas Tegal – Prupuk yang mana jalur tersebut hanya digunakan untuk layanan kereta api ketel dari Maos menuju ke Tegal. Kehadiran kembali KA Kamandaka ini dilakukan untuk membedakan relasi Purwokerto – Semarang dengan rute perpanjangan hingga Solo – Yogyakarta dan beroperasi tiga kali.

KA Kamandaka sendiri dalam satu rangkaian menarik satu kereta pembangkit, tiga kereta kelas eksekutif, satu kereta makan dan enam kereta ekonomi plus. Susunan rangkaian kereta ini dapat berubah sewaktu-waktu dan beberapa kelas ekonomi plus memiliki ruang kosong untuk penyandang disabilitas sehingga jumlah kursi per kereta sebanyak 64 kursi.

Pada masa pandemi tepatnya 20 April 2020, PT KAI mau tak mau harus menghentikan sementara layanan kereta jarak jauhnya dan belum lama ini berangsur mulai kembali mengoperasikannya. Dari Daerah Operasional (Daop) 5 Purwokerto, KA Kamandaka akan mulai beroperasi pada Jumat (19/6/2020).

Untuk tiket KA Kamandaka sendiri akan bisa kembali dibeli melalui aplikasi KAI Access atau channel penjualan tiket KA lainnya mulai H-7 hingga satu jam sebelum keberangkatan. Sedangkan untuk membeli go show yakni tiga jam sebelum keberangkatan kereta dan penjualannya pun hanya 70 persen dari kapasitas kursi yang tersedia.

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

KA Kamandaka akan berangkat dari Purwokerto menuju ke Semarang pukul 05.00 WIB sedangkan keberangkatan dari Semarang Tawang pukul 11.00 WIB. Tarifnya pun untuk kelas ekonomi plus berkisar antara Rp35 ribu sampai Rp80 ribu, sedangkan kelas eksekutif Rp60 ribu hingga Rp140 ribu.

Bocorkan Data Penumpang, Awak Kabin Maskapai Israel Bakal Dibui Lima Tahun

Data penumpang merupakan hal yang paling penting bagi maskapai sehingga tidak bisa sembarang untuk disebarkan. Namun bagaimana jika data penumpang bocor dan yang menjualnya adalah orang dalam maskapai untuk kepentingan pribadi? Pastinya akan ada sanksi dari maskapai dan juga dari pihak petugas keamanan jika maskapai melaporkan hal tersebut.

Baca juga: Data Manifes Penumpang Bocor, Begini Penjelasan Lion Air Group

Seperti yang terjadi pada maskapai Israel yang mana awak kabin seniornya menghadapi kemungkinan dipenjara hingga lima tahun. Hal ini karena awak kabin yang sudah lama melayani di maskapai yang tidak disebutkan namanya tersebut dituduh membocorkan data penumpang yang sensitif dan menjual akses ke sistem komputer penerbangan rahasia.

KabarPenumpang.com melansir laman paddleyourownkanoo.com (7/6/2020), masalah ini kemudian ditangani oleh pasukan pertahanan Israel atau The Israeli Defence Forces (IDF) dan Badan Perlindungan Privasi Israel. Mereka mengumumkan rincian penyelidikan pada Minggu (7/6/2020) setelah kekhawatiran pertama kali dilaporkan ke pihak berwenang oleh maskapai tempat awak kabin tersebut bekerja.

IDF mengatakan, awak kabin tersebut membocorkan data pribadi penumpang bukan hanya sekali tetapi sudah bertahun-tahun. Data penumpang tersebut yang disebarkan mencakup informasi medis, status keanggotaan penumpang, detail paspor, alamat rumah dan penumpang VIP yang sangat dihormati maskapai.

Pertama kali tuduhan dilaporkan, tidak disebutkan nama maskapai yang terlibat. Namun IDF mengkonfirmasi bahwa maskapai yang melaporkan tindakan awak kabinnya itu adalah milik Israel. Maskapai nasional Israel yakni El Al menjadi maskapai terbesar di Israel, tetapi negara itu juga memiliki maskapai kecil yang termasuk Israir dan Arkia.

Setelah dilakukan penyelidikan, Badan Perlindungan Privasi menemukan bahwa awak kabin menjual rincian login mereka ke sistem komputer maskapai penerbangan jarak jauh. Awak kabin tersebut memberikan kebebasan kepada penjahat yang terlibat untuk mengakses informasi apa pun yang ingin mereka lihat atau ketahui.

“Basis data yang dikelola oleh entitas swasta seperti bisnis dan perusahaan juga mengandung informasi yang paling sensitif dan pribadi,” jelas juru bicara Badan Perlindungan Privasi.

Baca juga: Gegara Corona, Maskapai El Al Gunakan Pesawat Penumpang Kosong untuk Keperluan Kargo

Juru bicara itu mengatakan memberikan akses ke informasi ini kepada orang yang tidak berwenang dapat dihukum hingga lima tahun penjara. Kasus ini telah diserahkan ke Departemen Cyber ​​Kantor Kejaksaan Negeri untuk ditinjau dan kemungkinan penuntutan.