Hujan dan Banjir Nekat Liburan? Cek Tipsnya

Tahun baru 2020 diawali dengan intensitas curah hujan yang cukup lebat. Bahkan beberapa daerah di Jabodetabek sudah di tutupi oleh genang air yang tinggi alias banjir. Namun apakah ini akan menyurutkan niat masyarakat untuk berlibur ataupun bekerja?

Baca juga: Liburan Telah Usai, Waspadai Post Holiday Syndrome!

Sepertinya tidak, sebab warga Jabodetabek yang sudah mengalami banjir tak hanya sekali ini saja. Bahkan mereka menikmati banjir yang terjadi.

Meski begitu, warga yang bepergian baik bekerja atau berwisata harus sudah menyiapkan berbagai hal sebelum hujan menghambat perjalanan. KabarPenumpangcom merangkum dari berbagai laman sumber, ada beberapa tips yang bisa dipersiapkan ketika hujan dan banjir tiba saat bepergian.

#1 Payung, jas hujan dan sepatu bot
Tiga hal ini bisa dipersiapkan oleh Anda untuk melindungi tubuh dari air hujan. Selain itu barang-barang elektronik seperti ponsel dan laptop pun bisa lebih aman saat tertutup jas hujan atau payung. Sedangkan sepatu bot bisa digunakan para pengendara roda dua untuk menghalau kaki terkena air ketika menerobos banjir. Satu hal lagi, baiknya gunakan tas waterproof atau anti basah. Sebab tas ini juga membantu mengamankan barang bawaan.

#2 Cek perkembangan cuaca
Hujan yang terus menerus bisa menyebabkan banjir. Sehingga pelancong yang bepergian baiknya rajin mengecek perkembangan cuaca dan situasi tempat yang akan dikunjungi. Pasalnya hal ini bisa membantu Anda untuk mengatasi segala kemungkinan yang terjadi.

#3 Gunakan transportasi
Ketika banjir dan ingin bepergian, baiknya hindari menggunakan sepeda motor. Selain berisiko macet, motor juga bisa saja mati karena air yang masuk ke karburator atau knalpot. Kendaraan yang memungkinkan adalah bus, kereta atau kendaraan roda empat. Dengan pilihan transportasi ini, Anda bisa lebih nyaman ketika bepergian.

#4 Kabar pada keluarga
Saat banjir dan harus pergi keluar rumah, baiknya memberi kabar pada keluarga. Hal ini penting karena bila Anda tertahan di satu tempat karena hujan dan banjir mereka tidak terlalu khawatir. Apalagi dengan mengabarkan kondisi Anda mungkin saja ada bantuan yang bisa dilakukan untuk menjemput.

#5 Pilih destinasi yang sesuai
Karena hujan dan banjir, baiknya pilih tempat liburan dalam ruangan bukan yang diluar. Seperti museum, mall atau berbagai tempat lainnya yang didalam ruangan. Meski tidak semenarik di luar, setidaknya bisa mengurangi basah dan liburan pun tetap berasa serta bisa dinikmati.

Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI

Nah, jadi Anda memilih berlibur atau tetap di rumah kala hujan dan banjir menghadang?

Penumpang Kereta di Rusia Dapat Rejeki Nomplok Gegara Kesalahan Sistem Tapping!

Siapa sih dari Anda semua yang tidak senang mendapat hadiah? Apalagi hadiah tersebut didapatkan dengan cara yang tidak diduga-duga – tentu hal ini diidam-idamkan oleh semua orang, ya! Tapi tahukah Anda bahwa pertengahan bulan Desember 2019 kemarin, beberapa penumpang dari jaringan kereta api Rusia mendapatkan tambahan saldo e-money dari kesalahan sistem pertiketan di sana. Nominalnya juga tidak main-main, lho! Sampai 20.000 rubel atau yang setara dengan Rp4,5 juta!

Baca Juga: Benarkah Hadirnya E-Money Dorong Anda Jadi Pribadi Konsumtif?

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bbc.com (17/12), salah seorang penumpang yang mendapatkan rejeki nomplok ini adalah Anton Belitskiy yang berprofesi sebagai seorang fotografer. Ia membagikan pengalaman uniknya ini di sebuah laman web, zen.yandex.ru, dan menuliskan bahwa saldo terakhir yang ada di e-moneynya tersebut kurang dari 100 rubel. Namun ketika ia melakukan tapping di mesin tiket yang ada di Stasiun Moscow Central Diameter (MCD), ia tak menyangka bahwa e-moneynya ‘diisikan’ saldo sebesar 20.000 rubel oleh mesin tersebut.

“Saya tetap percaya bahwa mukjizat tahun baru itu ada,” tulis Anton.

Anton sendiri pertamanya sempat tidak yakin bahwa e-moneynya diisi saldo sebanyak 20.000 rubel. Ia lalu mengecek berulang-ulang, namun tetap saja saldonya lebih dari 20.000 rubel. Ia lalu melaporkan kejanggalan yang dianggapnya sebagai mukjizat ini ke staff stasiun, dan mereka mengatakan ada yang salah di kartu Anton. Staff stasiun pun mengganti kartu Anton dengan yang baru, berisikan saldo 1.000 rubel atau yang setara dengan Rp224.000.

Dan uniknya lagi, kejadian yang dialami oleh Anton ini juga ternyata menimpa beberapa penumpang lainnya. Tapi tidak diketahui secara rinci apakah para penumpang lain yang juga mendapatkan rejeki nomplok ini melaporkannya kepada staf stasiun juga atau tidak.

Menanggapi kasus ini, Departemen Transportasi setempat membenarkan bahwa mesin pemindai yang ada di Stasiun MCD telah menambahkan saldo ke beberapa penumpang.

Baca Juga: Polemik Biaya Ekstra di Top Up Kartu Uang Elektronik, Setujukah Anda?

“Benar, ada beberapa kasus jumlah tambahan dikreditkan ke kartu Troika setelah wahana dibayar pada pemindai di stasiun Moscow Central Diameter (MCD),” kata departemen transportasi.

“Bagi orang-orang yang beruntung mendapatkan penambahan saldo, mereka menanggapinya sebagai hadiah tahun baru,”  tutupnya.

BMW Siap Hadirkan ‘Satu Paket Komplit’ Sepeda Motor Listrik

Jika selama ini fokus para penyedia jasa layanan transportasi dan manufaktur transportasi hanya sebatas menghadirkan kendaraan yang mampu mengangkut banyak penumpang bertenagakan listrik, maka lain halnya dengan manufaktur kendaraan mewah asal Negeri Bavaria, BMW. Perusahaan ini menghadirkan konsep motor listrik yang dilengkapi dengan perangkat isi ulang daya layaknya moda transportasi listrik lainnya (tersedia di jalan-jalan). Jika konsep ini diimplementasikan kelak, maka bukan tidak mungkin jika kualitas udara di daerah terkait akan memulih secara perlahan.

Baca Juga: [Galeri Foto] Harley-Davidson Rilis Sepeda Listrik Premium Dengan Harga Selangit!

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman rideapart.com (27/12), jika selama ini sudah banyak perusahaan yang mencetuskan konsep isi ulang daya tanpa memerlukan kabel, maka lain halnya dengan yang dikembangkan oleh BMW ini. Perusahaan lebih memilih untuk menanam panel sumber isi ulang daya di tanah, dan motor listrik BMW hanya perlu menghubungkan keping besi ke panel tersebut. Ya, panel sumber daya isi ulang yang menempel dengan keping besi yang ada di bagian bawah motor ini akan menghantarkan arus listrik yang bakal mengisi ulang daya dari baterai tersebut.

Namun satu yang agak unik di sini adalah BMW baru menciptakan satu unit skuter listrik saja, dimana sebenarnya visi dari perusahaan terbilang cukup ambisius – namun jika meleset, maka tidak menutup kemungkinan akan mengalami kerugian dari proyek ini. Ya, jika saja BMW sudah memiliki beberapa jenis skuter listrik, maka rasanya akan sah-sah saja menghadirkan pos pengisian daya skuter listrik ini. Tapi ini BMW hanya memiliki – setidaknya baru memiliki satu varian skuter listrik, dimana harganya juga tergolong tidak murah. Ya, Anda tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.

Baca Juga: Swytch Conversion Kit, Ubah Sepeda Konvensional Jadi Sepeda Listrik

Namun kembali lagi, ini baru konsep pengembangan awal, dimana masih banyak sekali jalan yang bisa ditempuh oleh pihak perusahaan – mungkin saja menghadirkan skuter listrik seri lain, dan lain sebagainya. Jika memang proyek ini terlaksana, kiranya bisa menambah minat masyarakat untuk membeli moda rilisan BMW ini dan ikut berperan aktif untuk ‘menyembuhkan’ kondisi cuaca di luar sana!

Ini Kata Pramugari Singapore Airlines Tentang Ketatnya Proses Seleksi!

Menjadi seorang awak kabin, khususnya pramugari ternyata tidaklah semudah yang terlihat dalam penerbangan. Nyatanya, mereka harus melewati beberapa seleksi ketat selain pengukuran tinggi dan berat badan. Seperti salah seorang pramugari dari Singapore Airlines bernama Nisa yang telah satu tahun lebih bekerja di maskapai tersebut.

Baca juga: Kata Pramugari, “Waktu Penerbangan Terbaik Ada di Pagi Hari”

Perempuan 21 tahun ini mengatakan saat wawancara pun tidaklah mudah dan pertanyaannya berbeda setiap orang dan beberapa harus berdebat. Nisa menjelaskan hal biasa lainnya setelah wawancara adalah pengukuran tinggi dan berat badan, kemudian pemeriksaan tubuh ada bekas luka atau tidak. Dia menambahkan bahwa bila ada bekas luka kecil di tangan, kaki atau punggung maka akan langsung tidak lolos.

“Mereka sangat ketat. Ketika Anda memiliki bekas luka di tangan, maka pekerjaan itu tidak akan didapat apalagi bekas luka tersebut bisa dilihat penumpang. Saat saya akan menandatangani kontrak, salah satu calon memiliki bekas luka kecil di tangan dan harusnya bisa menutupi dengan concealer tapi mungkin dia berpikir elah melewati tahap wawancara dan sayangnya ketika pewawancara melihat itu dia tidak mendapat pekerjaan karena bekas luka kecil,” jelasnya.

Nisa juga menjelaskan bahwa ketika wawancara ada kelompok yang berisi delapan hingga sepuluh orang. Pada dasarnya, mereka mengajukan pertanyaan seperti, “Warna apa yang paling mewakili Anda?” Atau sesuatu seperti itu.

Meski begitu, Nisa mengaku ketika tegang dirinya ingat temannya berkata untuk tetap tersenyum dan dia pun melakukannya. Tak hanya itu ada pula pertanyaan, “Jika Anda memiliki satu juta dolar, apa yang akan Anda lakukan dengannya?”

“Saya pikir jawaban paling jujur ​​yang bisa saya berikan. Saya mengatakan bahwa keluarga saya tidak terlalu kaya. Saya akan menggunakan uang itu untuk menghidupi keluarga saya terlebih dahulu kemudian mungkin menyumbangkannya, atau semacamnya. Gadis-gadis lain memberikan jawaban yang sangat berbeda. Mereka juga cukup jujur. Beberapa mengatakan mereka akan menggunakan uang itu untuk berbelanja. Setelah semua pertanyaan, kami harus mengambil tinggi dan berat badan kami. Saya baru saja melewati ketinggian minimum yaitu 158 cm. Bisakah Anda bayangkan, mereka seperti berbisik, “Aiyah, saya pikir kita hanya memberinya kesempatan lah ….” Mereka kemudian mengatakan kepada saya bahwa mereka akan mengirim email kepada saya untuk wawancara terakhir,” kata dia.

Selain wawancara Nisa mengaku juga harus melakukan catwalk dan pemeriksaan kesehatan. Mereka harus menemukan ukuran kebaya yang pas dan menggunakan sandal kemudian berjalan dicatwalk layaknya model.

“Setelah Anda berganti, mereka akan memeriksa kaki Anda, lengan Anda dan memeriksa punggung Anda dan bahkan wajah Anda. Salah satu dari mereka bahkan berkata kepada saya, “Anda memiliki beberapa tonjolan di sini, [menunjuk ke dahi] Anda sebaiknya berhati-hati, oke?” Jadi mereka menempelkan plester ini di dinding dan itu seharusnya meniru ketinggian kabin dan saya harus meregangkan untuk mencapainya. Aku harus berjinjit untuk mencapainya. Ketika mereka meimbang berat saya, mereka mengatakan kepada saya untuk makan lebih banyak karena saya terlalu ringan. Aku seperti, oke,” tambahnya.

Setelah lulus semua tes pada bulan Mei, dirinya masuk ke pelatihan pramugari pada bulan Juni. Dalam pelatihan dia dan yang lainnya diberikan berbagai macam hal pengarahan tentang penumpang dari penumpang sakit, penumpang lansia, berkebutuhan khusus hingga yang suka mabuk.

“Selama satu tahun saya bekerja disini, untuk menangani penumpang mabuk, pernah ada yang meninju kepala kru dan membuat pilot turun tangan untuk memberi peringatan. Kami akan mengikat penumpang itu untuk pengamanan bila masih bermasalah hingga tiba di tujuan,” kata Nisa.

Bahkan dirinya pernah mendapati seorang penumpang yang minum obat tidur dan terlihat seperti orang mati. Dia menjelaskan mereka memasukkannya kedalam kantong mayat setelah melakukan CPR dan tidak bereaksi.

Namun ternyata ketika mendarat penumpang itu terbangun dan sadar ada di kantong mayat. Penumpang tersebut menjelaskan dirinya minum obat tidur karena memiliki fobia terbang.

Saat menemukan penumpang dengan anak-anak pun Nisa mengatakan, mereka akan memberikan mainan untuk anak tersebut. KabarPenumpang.com merangkum dari mothership.sg (28/12/2019), selama satu tahun lebih bekerja menjadi pramugari, Nisa mengatakan suka dengan pekerjaannya dan mendapat pengalaman belajar dan menjadi lebih percaya diri dari sebelumnya.

“Pekerjaan kami sangat penting karena sebelum kita melakukan penerbangan, kita selalu diingatkan bahwa ada hal lain di pesawat yang dapat rusak atau apa pun, tetapi kita harus selalu menjaga diri kita sendiri karena kita adalah orang yang paling penting di dalam pesawat, selain dari para pilot. Jika sesuatu terjadi, kita adalah orang yang tahu apa yang harus dilakukan dan siapa yang akan bertanggung jawab,” tambahnya.

Bahkan dia mengatakan, di masa depan dirinya melihat menjadi seorang guru dan berbeda dengan seorang pramugari. Nisa tidak tahu bahwa sebenarnya ingin mengajar dan sukacita dalam mengajar.

“Tetapi sekali lagi, saya tidak akan tahu apakah saya akan menikmatinya. Karena pekerjaan saya saat ini adalah kebalikan dari mengajar, dengan pekerjaan rumah yang harus ditandai dan harus membawa pekerjaan rumah,” kata dia.

“Tetapi saya juga berpikir pekerjaan saat ini bukan untuk saya. Budaya kru selalu membuat Anda tidak aman karena orang selalu menilai Anda. Jadi saya cenderung paranoid karena kadang-kadang saya tahu orang menilai,” tambahnya.

Karena beberapa diantar teman-teman banyak yang tahu dirinya akan menjadi guru, mereka menyuruhnya untuk mengambil profesi itu. Menurut mereka, semakin lama tinggal menjadi pramugari maka semakin terjebak dan tidak bisa keluar dari pekerjaan itu.

Baca juga: Pramugari Emirates Bocorkan Rahasia Make Up yang Tahan Lama

“Jadi ya, itu agak membuat saya stres karena kadang-kadang saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dan saya khawatir jika saya terlalu lama, saya akan terjebak dalam pekerjaan ini. Saya tidak berpikir orang-orang tahu seperti apa sebenarnya pramugari itu. Saya tidak berusaha mengatakan itu pekerjaan yang buruk, tetapi saya pikir pekerjaan itu tidak dimaksudkan untuk semua orang,” kata Nisa.

(Masih) Terdampak RUU Ekstradisi, Cathay Pacific Bakal Turunkan Kapasitas Bangku di 2020

Saham milik flag carrier Hong Kong, Cathay Pacific dikabarkan terus mengalami penurunan. Pada pertengahan Desember tahun 2019 saja, saham maskapai ini kembali mengalami penurunan sebesar 1,6 persen. Walaupun perusahaan sempat mencatat peningkatan nilai saham sebanyak 0,2 persen, namun agaknya pihak Cathay Pacific akan tetap memangkas rute penerbangan pada tahun 2020 mendatang jikalau aksi massa yang menentang RUU Ekstradisi masih berkecamuk.

Baca Juga: Singapore Airlines, Cathay dan Qantas Mengaku Terdampak Kerusuhan di Hong Kong

Ya, tidak bisa dipungkiri, aksi massa ini memang membawa dampak besar terhadap Hong Kong – terutama pada sektor ekonomi. Dilihat dari sudut pandang transportasi, sejumlah maskapai tercatat sempat mengalami penurunan jumlah penumpang menuju Hong Kong, sebut saja Singapore Airlines, Qantas, hingga Garuda Indonesia.

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman cnn.com (18/12), pihak Cathay Pacific mengatakan bahwa lalu lintas penumpang yang masuk ke Hong Kong mengalami penurunan hingga 46 persen ketimbang bulan November tahun lalu. Lain ceritanya dengan anak perusahaan mereka, Cathay Dragon yang juga mengaku mengalami penurunan jumlah penumpang sebanyak sembilan persen pada November 2019 ketimbang bulan yang sama pada tahun 2018 kemarin.

“Bulan November memang menjadi bulan paling menantang bagi Cathay Pacific dan Hong Kong, mengingat masih minimnya permintaan penumpang,”ujar salah seorang pejabat komersial Cathay Pacific, Ronald Lam.

Berkaca pada hal ini, akhirnya perusahaan berencana untuk memangkas kapasitas  bangku mereka sebesar 1,4 persen pada tahun depan, dan membalikkan rencana awal untuk meningkatkan kapasitas sebesar 3,1 persen.

“Ini kali pertamanya terjadi setelah sekian lama,” sambung Ronald.

Baca Juga: Kisruh Tak Kunjung Reda, Bandara Hong Kong Kehilangan 16,2 Persen Penumpang

Ya, tahun 2019 ini memang bukan tahun yang mudah bagi Cathay Pacific, mengingat sejumlah gejolak terjadi dan berdampak buruk pada perusahaan. Berakar dari masalah RUU Ekstradisi, maskapai ini terus mengalami penurunan dari segi finansial – baik dari revenue maupun saham. Belum lagi mundurnya CEO dari maskapai tersebut, membuat kondisi perusahaan menjadi terombang ambing di ambang ‘kehancuran’.

Beruntung, laman sumber menyebutkan bahwa saham Cathay Pacific kini berangsung memulih setelah pada April 2019 lalu sempat menukik tajam sebesar 20 persen.

Ini yang Harus Diperhatikan Pelancong Asing Saat Bertandang ke Bali

Bali menjadi salah satu incaran pelancong mancanegara dan lokal ini memiliki banyak tempat yang bisa dikunjungi, baik tempat wisata hingga alamnya. Kalau pelancong lokal sepertinya tak perlu punya aturan khusus bila ke Pulau Dewata ini sebab mereka tak perlu membawa dokumen khusus dan bisa bepergian dengan apa saja baik itu kendaraan sewaan atau kendaraan yang dipesan melalui aplikasi.

Baca juga: Jangan Sembarangan Gunakan WiFi Gratisan, Berikut Tips Keamanan Data dari FBI

Nah, kalau untuk pelancong mancanegara bagaimana ya? Apakah ada aturan atau hal lainnya? KabarPenumpang.com merangkum news.com.au, ternyata ada beberapa tips yang harus diketahui pelancong mancanegara sebelum berkunjung ke Bali. Berikut aturan-aturannya.

#1 Cari tahu izin tinggal
Di Bali banyak tempat yang bisa dikunjungi dan pelancong bisa memilih jenis liburan seperti apa yang dicari. Bila ingin merasakan pantai bisa tinggal di dekat Kuta atau Seminyak. Bila ingin merasakan suasana santai bisa ke Canggu atau Nusa Dua. Selain itu bila ingin merasakan tempat sejuk pelancong bisa ke Ubud dan Kintamani.

Sama dengan tujuan internasional lain, Indonesia memerlukan validitas minimal enam bulan paspor sejak tanggal masuk pelancong ke Bali. Jika bepergian dengan paspor Australia, pelancong bisa mendapat visa gratis selama 30 hari. Tetapi jika ingin tinggal 31-60 hari, pelancong bisa membeli visa seharga US$35 di loket imigrasi di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar.

#2 Bawa tas belanja
Karena di Bali sudah tidak menggunakan kantong plastik untuk barang belanjaan, baiknya pelancong menyiapkan tas untuk belanjaan mereka. Selain itu, ketika berbelanja tawarlah barang yang akan dibeli, dan membawa tas belanja sendiri juga menguntungkan karena untuk menghindari label jika pelancong kebetulan mendapat ripped off. Selain itu kantong belanjaan pribadi juga menghindarkan pelancong dari sasaran empuk penjual untuk harga yang tiba-tiba meningkat.

#3 Gunakan taksi resmi
Taksi resmi di Bali adalah Blue Bird dan bisa menjadi pilihan pas ketika pelancong bingung naik kendaraan apa ketika tiba di bandara. Bila ingin menyewa kendaraan lisensi Australia berlaku di Bali sehingga memudahkan pelancong Australia untuk menyewa sepeda motor ataupun mobil.

#4 Kamar AC
Ketika tiba di penginapan baiknya pilih kamar yang berAC, sebab udara di Bali cukup panas untuk pelancong mancanegara. Apalagi bila memilih dekat sekitaran pantai seperti Kuta dan Seminyak sepertinya kamar berAC sangat disarankan.

#5 Jutawan
Karena mata uang yang berbeda, setiap bertransaksi waspadalah saat menghitung uang kembalian. Skimming ATM adalah hal yang umum di Bali dan berhati-hatilah saat memasukkan PIN dan pastikan ATM berfungsi baik sebelum menggunakan.

#6 SIM lokal
Sama seperti pelancong Indonesia yang pergi ke negara luar, pelancong mancanegara pun baiknya menggunakan kartu SIM lokal untuk memudahkan komunikasi mereka. Meski sebagian besar hotel, restoran dan objek wisata di Bali menggunakan WiFi gratis, pelancong tetap meminta paswordnya. Selain itu SIM lokal juga untuk menghindari biaya roaming global yang belebihan.

#7 Starbuks dan Arak
Bali memiliki beberapa makanan terbaik di wilayah ini dari hidangan tradisional Indonesia di warung pinggir jalan hingga menu internasional bintang lima. Jangan takut untuk mencoba makanan dari kios selama produk daging disimpan di es dan dimasak di depan Anda. Restoran dan kafe ada di mana-mana karena Anda dapat makan tepat di pantai dengan air yang mengayun-ayunkan jari kaki Anda, atau menyaksikan matahari terbenam di atas taman terawat yang memukau.

Bali juga memiliki budaya kopi yang luar biasa yang didorong oleh ekspatriat dan penduduk setempat, jadi jangan hanya pergi ke Starbucks. Anggur mahal di mana-mana di Bali dan sayangnya, keracunan metanol adalah risiko ketika memesan minuman beralkohol dari bar atau klub. Hanya meminum minuman keras yang telah Anda beli di sana dan membuka diri Anda sendiri atau bebas alkohol. Jangan pernah minum arak atau nabati khas Bali kecuali jika Anda ingin pergi ke rumah sakit setempat.

#8 Bawa sunscreen dan tisu
jangan lupakan sunsreen keetika bepergian di Bali, karena matahari cukup terik. Selalu bawa tisu karena tidak semua toilet menempatkan tisu di setiap biliknya.

Baca juga: Mau Bikin Vlog Menarik dan Tak Repot Saat Bepergian? Simak Tips ini!

#9 Pengamanan diri
Selalu dapatkan asuransi perjalanan sebelum bepergian ke Bali. Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin terjadi dan biaya medis dapat bertambah dengan cepat. Simpan paspor Anda dengan aman, atau terkunci di dalam brankas hotel, dan merupakan ide bagus untuk menyalin semua dokumen perjalanan dan mengirim email salinan itu kepada Anda sendiri atau pergi dengan seseorang di rumah.

Etihad Kerja Sama dengan Bandara Abu Dhabi Hadirkan Kursi Roda Otomatis

Kursi roda otomatis untuk memudahkan penumpang yang memiliki mobilitas terbatas kini sudah hadir di Bandara Abu Dhabi. Kehadirannya ini adalah kerja sama denga maskapai Etihad Airways dan WHILL selaku pemasok kursi roda tersebut.

Baca juga: Gandeng Panasonic, ANA Hadirkan Kursi Roda Otonom di Bandara Narita

Kursi roda otomatis ini sendiri diumumkan pada bulan September 2019 kemarin. Adanya kursi roda otomatis bertujuan untuk memungkinkan penumpang dengan mobilitas terbatas agar bisa bergerak di sekitar lingkungan bandara tanpa perlu bantuan petugas.

KabarPenumpang.com melansir laman businesstraveller.com (19/12/2019), uji coba kursi roda otomatis ini sendiri diketahui berlangsung selama empat hari yang dimulai pada 2 Desember. Dalam uji coba ini melibatkan 60 penumpang dengan mobilitas terbatas.

Maskapai mengatakan, para anggota kelompok uji coba tersebut mengemudikan kursi roda dengan menavigasi daerah ramai yang akan dikunjungi dan bersantai sebelum tiba di gerbang mereka. Tak hanya itu, ketika penumpang sudah selesai menggunakannya, kursi roda ini akan kembali dengan sendiri ke dok tanpa bantuan manusia.

Sebab kursi roda otomatis tersebut dilengkapi sensor yang juga bisa mendeteksi penghalang dan memiliki fungsi berhenti otomatis. Etihad mengatakan, selama uji coba tersebut, para petugas tetap ada untuk membimbing penumpang dan menjelaskan cara penggunaannya. Petugas-petugas itu pun juga membantu jika penumpang membutuhkan apapun yang dibutuhkan.

“Kenyamanan adalah salah satu faktor terpenting dalam pengalaman perjalanan hari ini. Kami ingin membuatnya lebih mudah bagi penumpang untuk menikmati bandara kami dengan mudah. Melalui uji coba ini, kami telah menunjukkan bahwa penumpang mobilitas terbatas dan keluarga mereka dapat menikmati kebebasan bergerak yang lebih besar sambil tetap memastikan bahwa teknologi tersebut dapat digunakan dengan aman dan aman di fasilitas kami,” ujar CEO Abu Dhabi Airports Ahmed Al Shamisi.

Baca juga: Lantaran Tak Diberikan Kursi Roda, Penumpang Disabilitas Alami Patah Tulang Saat Ke Toilet

Etihad mengatakan pemetaan intensif dan uji coba kursi roda akan berlanjut selama beberapa minggu mendatang, dan bahwa “evaluasi komprehensif” akan menentukan kelayakan kursi roda di Terminal Midfield bandara. Awal tahun ini, maskapai asal Jepang, yakni All Nippon Airways (ANA) bermitra dengan raksasa elektronik Panasonic Corporation untuk menguji coba kursi roda listrik baru yang dapat dikendarai sendiri di bandara.

Dalam Dua Hari, Tiga Kondektur Kereta di India Diserang Penumpang Tak Bertiket

Seorang pemeriksa tiket (kondektur) di Stasiun Badra menderita cedera setelah diduga didorong seorang penumpang yang tiba di stasiun tanpa tiket. Insiden yang menimpa Vivek Kumar Rai tersebut sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat ketika dirinya bertugas di peron dan tengah memeriksa tiket penumpang yang baru tiba di Stasiun Badra.

Baca juga: Ikuti Jejak Indonesia, Peraturan Penumpang di Kereta India Dipertegas, Ribuan Orang Terkena Sanksi

Saat dirinya bertugas, ternyata satu penumpang tak memiliki tiket dan Rai mengantarkannya ke Railway Protection Force (RPF) untuk penanganan.

“Menurut pemeriksa tiket, penumpang itu memanggil ayahnya yang diduga polisi ketika Rai meminta dirinya membayar denda. Penumpang itu kemudian mendorong petugas dan Rai terjatuh yang menyebabkan luka-luka di kepala dan tangannya. Pelaku juga melompat ke rel dan melarikan diri,” ujar Government Railway Police (GRP).

Karena insiden ini kepala Rai yang berdarah tersebut diberi pertolongan pertama di stasiun dan kemudian dikirim ke Rumah Sakit Jagjivan Ram untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

“Kami telah mendaftarkan sebuah kasus, tetapi kami masih berusaha untuk memastikan identitas penumpang karena area di mana insiden terjadi tidak masuk dalam kamera CCTV,” ujar Inspektur Senior GRP Badra yang dikutip KabarPenumpang.com dari indianexpress.com (25/11/2019).

Bahkan dihari yang sama, seorang petugas pemeriksa tiket di Stasiun King’s Circle di pinggiran Central Railway pun diserang oleh penumpang yang tidak memiliki tiket dan jatuh ke rel. Tak hanya itu hari berikutnya, seorang petugas pemeriksa tiket juga di serang di Stasiun Ambernath yang terletak 55 km dari distrik Thane dan penumpang telah ditangkap.

Petugas wanita bernama Namrata Shendge meminta penumpang yang teridentifikasi sebagai Minal Ghule untuk memberikan tiketnya. Namun karena tidak memiliki tiket dia diduga memukul petugas dan juga memukul kepala polisi GRP Ambernath, Anita Kamble ketika mencoba untuk mengamankan pelaku.

Baca juga: Indian Railway Hadirkan Kereta Promosi, Berpenumpang Bintang Bollywood

Insiden ini terekam CCTV dan GRP Kalyan mendafrtarkan FIR dan kemudian menangkap Ghule. Prihatin dengan serangan berulang terhadap para pemeriksa tiket, Kereta Api Pusat Mazdoor Sangh, salah satu serikat buruh terkemuka, telah memperingatkan protes diam-diam di luar kantor Manajer Kereta Api Divisi di Terminal Chhatrapati Shivaji Maharaj di sini pada hari Jumat.

Dikira ‘Rebranding,’ Pencantuman Jenis Ternyata Bukan Sesuatu yang Mutlak

Agaknya sepanjang tahun 2019 ini, satu nama varian pesawat yang menjadi pusat perbincangan banyak pihak adalah 737 MAX rilisan Boeing. Ya, bagaimana tidak, pada 29 Oktober 2018 kemarin, Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air jatuh di perairan Tanjung Karawang dan menewaskan 189 orang. Lima bulan berselang, tepatnya pada 10 Maret 2019, pesawat dengan jenis yang sama yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines juga mengalami kecelakaan di Addis Ababa.

Baca Juga: Akankah Boeing 737 MAX Kembali Mengudara di Kuartal Pertama 2020?

Wajar saja adanya jika varian pesawat Boeing 737 MAX ini meramaikan pemberitaan internasional – terlebih ketika satu-per-satu ‘borok’ perusahaan terungkap, memegang peranan sebagai ‘bumbu pelengkap’ dari rangkaian panjang kasus ini.

Perbaikan demi perbaikan terus dilakukan oleh Boeing agar varian 737 MAX ini bisa kembali mengudara. Ya, masih lekang dalam ingatan dimana salah satu buntut yang paling fenomenal dari insiden jatuhnya dua pesawat di atas adalah grounded besar-besaran yang dilakukan oleh semua pengguna varian Boeing 737 MAX – hal ini dilakukan mengingat mereka enggan mempertaruhkan nyawa penumpang dan reputasi perusahaan. Bahkan hingga saat ini, Boeing 737 MAX masih tidak diijinkan untuk melakukan operasi komersial.

Pada pertengahan tahun 2019, Presiden AS Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan agar Boeing me-rebranding varian 737 MAX guna membuang sial dan membuka lembaran baru bagi masa depan varian yang lebih cerah. Namun jalan pikiran Presiden kontroversial ini tidak lantas diamini Boeing, mereka masih mempertimbangkan tentang rebranding dari varian tersebut.

Pada pemberitaan terakhir yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman forbes.com (29/12), di tengah isu soal rebranding terhadap varian 737 MAX, maskapai asal Cina, Xiamen Air hadir dengan penamaan 737-8 pada bagian depan pesawat, padahal pesawat terkait merupakan tipe 737 MAX yang pertama kali diterima perusahaan pada Mei 2018 silam. Jika disangkut-pautkan dengan isu rebranding ini, maka penamaan di Xiamen Air bukanlah sebuah masalah.

Namun dari 54 unit Boeing 737 MAX yang dimiliki oleh Xiamen Air, hanya ada 11 unit saja yang tetap memiliki nama MAX di body pesawat. Jika ditelaah lebih jauh lagi, tidak hanya Xiamen Air saja yang tidak mencantumkan embel-embel MAX di pesawat yang dioperasikannya – melainkan juga WestJet, Flydubai, Ryanair, dan beberapa maskapai lainnya.

Baca Juga: Kasus Boeing 737 MAX: Joint Authorities Technical Review Lakukan Kritik Sertifikasi Pada FAA

Ternyata, penamaan dari suatu maskapai ini bukanlah hal mutlak, dimana pihak maskapai harus tunduk pada peraturan tersebut. Ini terlihat dari berbagai variasi penamaan pada satu varian yang sama (Boeing 737 MAX).

Terlepas dari isu rebranding ini, pihak Boeing agaknya harus semakin getol menstimulasikan kepada masyarakat bahwa varian 737 MAX ini sudah mengalami upgrade dan layak untuk terbang – selagi mereka masih menunggu proses sertifikasi dari pihak FAA yang akan menjadi gong penanda varian ini bisa kembali mengudara.

2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta

Akhir tahun tinggal satu hari lagi, bagaimana perjalanan TransJakarta? Ternyata tahun 2019 ini, TransJakarta menetapkan sebagai tahun integrasi. Ini karena TransJakarta hadir bersama dengan moda transportasi yang baru lahir yakni Moda Raya Terpadu (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) di tahun 2019.

Baca juga: Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Tak Pergi Keluar Kota? Ayo Jajal Bus Listrik TransJakarta Gratis di Monas

Kelahiran dua moda transportasi massal baru ini Direktur Utama PT TransJakarta Agung Wicaksono mengatakan, membuat mereka mengadirkan kembali halte Bundara Hotel Indonesia dan Tosari. Bahkan halte Tosari yang saat ini ada mampu menampung tiga bus sekali berhenti.

Tak hanya itu, Agung mengatakan, pada 2019 ini TransJakarta pun sudah mulai mensosialisasi bus listrik. Dia menambahkan, bus listrik tersebut mulai pra uji coba sejak Juni 2019.

“Kita sebutnya pra uji coba karena belum ada kelengkapan seperti plat nomor sehingga masih dijalankan di tempat wisata seperti Monas, Ancol dan Taman Mini,” kata Agung yang ditemui di Plaza Indonesia, Senin (30/12/2019).

Agung menjelaskan, bus listrik sebenarnya sudah pra uji dijalan raya namun itupun belum ada penumpang yang ikut naik. Sehingga untuk penumpang bisa naik saat ini hanya ketika bus di pra uji coba di tempat wisata.

Agung menambahkan, saat ini TransJakarta menuju ke layanan 4.0 dimana ingin pelanggan bisa mandiri. Adapun yang akan membuat penumpang mandiri, Agung menjelaskan bahwa pihaknya sudah mulai memasang signage atau papan tanda rute di dalam bus.

Tak hanya itu petugas layanan bus (PLB) tak lagi ada di on board atau dalam bus tetapi di off board atau di halte. Sebab PLB ini sangat membantu dan tak hanya itu, setiap bus berhenti di halte, para PLB dan pihak keamanan akan menyusuri bus memberitahukan rute pada penumpang dan mengantarkan para lansia atau disabilitas agar dapat tempat didalam.

“PLB off board sudah mulai uji coba di beberapa koridor. Nantinya di semua koridor akan seperti ini. Sebenarnya saat ini pun banyak penumpang yang sudah mandiri seperti memberikan kursi kepada lansia dan memisahkan diri dari ruang khusus perempuan,” jelas Agung.

Dia menambahkan, saat ini total penumpang TransJakarta sebanyak 263 juta selama 2019 dan untuk penumpang harian mencapai 998.658 orang pada 16 Desember 2019 kemarin. Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT TransJakarta Achmad Izzul Waro menambahkan, pihaknya selama Nataru ini menyiapkan layanan khusus.

“Seperti di Ancol yang mengadakan car free night, kita menghadirkan bus gratis dari JIEXPO ke Shuttle di Ancol yakni melintasi parkiran C3 Rusunami, halte taman lumba-lumba dan ke pintu timur Ancol. Kita akan mengoperasikan delapan sampai 16 armada MetroTrans,” kata Izzul.

Tak hanya itu, pada malam tahun baru TransJakarta juga memperpanjang waktu pengoperasian Royal Trans hingga pukul 03.00 pagi dengan tarif Rp20 ribu sebagai alternatif.

“Di Royal Trans, penumpang harus duduk semua dan tidak boleh berdiri. Kita siapkan untuk penumpang arah Cibubur dan Bekasi,” jelasnya.

Baca juga: Uji Coba Wayfinding, TransJakarta Siap ‘Naik Kelas’

Dia menambahkan, untuk rekayasa rute TransJakarta di malam Tahun Baru, pihaknya belum bisa memberikan dengan jelas. Sebab masih menunggu koordinasi dari pemerintah.

“Kita tunggu untuk rute malam Tahun Baru. Skema sudah kami siapkan untuk car free night yang rencananya akan mulai dari Harmoni ke Senayan,” tambah Izzul.