SafeDrive, Bantu Anda Hadapi Kondisi Darurat Selama Berkendara

Kini, India memiliki sebuah gadget canggih yang dapat mengubah kendaraan pribadi Anda menjadi lebih aman, cerdas, dan terkoneksi. SafeDrive merupakan gadget kompatibel yang dirancang dan dikembangkan oleh sebuah startup yang diinkubasi oleh Kerala Startup Mission, Elsys Intelligent Devices. Gadget yang bisa dipasang di kebanyakan mobil di India ini baru saja diluncurkan pada Kamis (17/8/2017) kemarin.

Baca Juga: Tak Lagi Gunakan Timer, Secerdas Apa Sistem Pengaturan Lalu Lintas Baru di India?

Bukan sembarang gadget, SafeDrive juga dilengkapi dengan sensor kecelakaan, modul GPS, mikrofon, speaker, dan konektivitas seluler. Gadget ini juga menawarkan fitur “In-Vehicle Emergency Call”, dimana secara otomatis akan memberikan informasi kepada pusat bantuan darurat jika terjadi kecelakaan atau benturan parah terhadap kendaraan. Bahkan alat ini mampu mengirimkan sinyal ketika korban tidak dapat merespons karena cedera atau shock.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman indianexpress.com (18/8/2017), Kepala Kepolisian Kerala, Loknath Behera mengatakan bahwa ini merupakan bentuk kesadaran terhadap peningkatan keselamatan dalam berkendara. Ia pun menambahkan bahwa jumlah kecelakaan yang memakan korban jiwa pada paruh pertama tahun 2017 ini sangat banyak, yaitu sekitar 2.000 jiwa.

“Sementara itu Kepolisian Kerala akan terus melakukan yang terbaik untuk menerapkan peraturan keselamatan lalu lintas, masyarakat juga harus menyadari bahwa kita sama-sama memiliki tanggung jawab untuk mencegah kecelakaan. Penegakan ini hanya akan bekerja jika dibarengi dengan kesadaran pengguna jalan,” seru Loknath.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh gadget ini setelah mendeteksi dampak kecelakaan adalah melakukan panggilan dan mengirimkan data ke pusat bantuan darurat yang mencakup lokasi kejadian dan kecepatan terakhir kendaraan sebelum terjadinya kecelakaan. Dengan data ini, maka pusat bantuan darurat akan terbantu untuk menilai situasi di lokasi, menghubungi korban jika memungkinkan, memberitahu keluarga atau kerabat terdekat, dan mengkoordinasikan bantuan darurat.

Terdapat juga fitur-fitur lain di dalam gadget ini, seperti tombol bantuan satu sentuhan, sebuah hands-free yang mampu melakukan panggilan dua arah, pelacakan posisi kendaraan, riwayat perjalanan, notifikasi cerdas, serta analisa pengemudi. “SafeDrive merupakan solusi berkendara aman buatan India, dan kami siap untuk mencuri perhatian dunia,” ungkap CEO Elsys, Prasad Pillai.

Baca Juga: 85% Kecelakaan Lalu Lintas di Kenya Karena Human Error

Prasad menilai kehadiran SafeDrive merupakan penyeimbang antara perkembangan industri otomotif yang semakin maju, ditambah dengan kehadiran kendaraan otonom. “Kami merancang sebuah jaringan darurat mencakup layanan penting lainnya yang dapat digunakan oleh semua mobil konvensional dan otonom,” tambahnya. “Kami mendekati produsen mobil, penyedia asuransi, entitas transportasi jalan dan agen penegak hukum untuk memperluas jaringan ini.” Tutup Prasad.

Sudah barang tentu, kehadiran alat canggih yang mudah diaplikasikan di kendaraan ini akan mencuri perhatian dunia. Tidak jarang orang kebingungan dalam menghadapi situasi darurat, kebanyakan dari mereka akan berteriak minta tolong kepada semua orang. Padahal orang-orang tersebut juga akan kebingungan akan melakukan tindakan apa. Bukan rahasia lagi ketika faktor human error menduduki peringkat pertama pemicu kecelakaan lalu lintas.

Memang, alat ini akan lebih banyak berfungsi pasca kecelakaan, namun setidaknya kehadiran SafeDrive akan membantu setiap korban kecelakaan untuk tidak kebingungan dalam mengambil langkah selanjutnya jika dalam kondisi darurat.

Dongkrak Sektor Pariwisata, Garuda Indonesia Buka Rute dari Bandung Menuju Lampung dan Surabaya

Maskapai plat merah Garuda Indonesia, mulai Kamis (29/08/2019) dikabarkan akan mengoperasikan sejumlah layanan penerbangan domestik rute baru dari Bandara Husein Sastranegara yang ada di Kota Kembang, Bandung. Adapun rute penerbangan baru tersebut meliputi, Bandung – Lampung (PP) dan Bandung – Surabaya (PP). Rencananya, para penumpang di rute ini akan diakomodir oleh pesawat berjenis ATR 72-600 yang mampu menampung hingga 70 penumpang di kelas ekonomi dalam sekali penerbangannya.

Baca Juga: Meski Punya Rute Penerbangan Sama, Garuda Indonesia dan Citilink Ternyata Saling Melengkapi

Sebagaimana informasi yang didapat KabarPenumpang.com dari siaran pers, Garuda Indonesia akan mengoperasikan rute ini satu kali dalam sehari.

Penerbangan Bandung – Lampung akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA7241 dari Bandara Husein Sastranegara pada pukul 06.20 waktu setempat dan tiba di Bandara Radin Inten II pada pukul 07.40 waktu setempat. Sebaliknya penerbangan Lampung akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 7242 pada pukul 08.10 waktu setempat dan tiba di Bandung pada pukul 09.30 waktu setempat.

Sementara untuk penerbangan Bandung – Surabaya akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 7245 dari Bandara Husein Sastranegara pada pukul 15.10 waktu setempat dan tiba di Bandara Juanda pada pukul 16.50 waktu setempat. Sebaliknya penerbangan Surabaya akan diberangkatkan dengan nomor penerbangan GA 7246 pada pukul 17.45 waktu setempat dan tiba di Bandung pada pukul 19.40 waktu setempat.

Menurut Direktur Niaga Garuda Indonesia, Pikri Ilham Kurniansyah, pembukaan rute penerbangan ini merupakan salah satu langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam memperluas konektivitas penerbangan bagi para pelanggannya – khususnya bagi mereka yang berdmomisili di Jawa Barat. Selain itu, Pikri juga mengatakan bahwa pembukaan rute Bandung – Lampung dan Bandung – Surabaya ini merupakan jalan untuk mendongkrak sektor pariwisata nasional.

“Beroperasinya layanan penerbangan Bandung – Lampung juga sekaligus mendorong peningkatan pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik ke Lampung sebagai salah satu potensi wisata alam dan budaya di Indonesia yang menjanjikan. Kami berharap laju pertumbuhan ekonomi di Lampung akan meningkat dengan bertambahnya jumlah wisatawan ke Lampung yang berasal dari Bandung mengingat Bandung masih menjadi magnet turis untuk berkunjung ke Indonesia,” ujar Pikri.

Baca Juga: Yogyakarta ‘Panjangkan’ Rute Internasional Garuda Indonesia Menuju Mumbai

“Sementara itu, dibukanya rute Bandung – Surabaya juga dilakukan sebagai wujud pemenuhan demand (permintaan) dari masyarakat yang ingin berpergian dari Bandung menuju Surabaya yang merupakan salah satu pusat perekonomian terpadat di Indonesia,” tandasnya.

“Pembukaan layanan penerbangan langsung tersebut merupakan langkah berkelanjutan Garuda Indonesia dalam meningkatkan potensi pariwisata nasional serta tentunya selaras dengan komitmen maskapai dalam memperluas pangsa pasar penerbangan domestik.” Tutup Pikri.

 

 

 

Lima Daerah Reklamasi Ini Jadi Magnet Wisatawan Mancanegara

Belakangan makna kata reklamasi kerap dikaitkan dengan isu-isu yang berbau negatif, maklum setiap aksi reklamasi di republik ini tak jarang bersinggungan dengan kepentingan politik. Namun, tahukah Anda bahwa reklamasi yang baik dapat membawa imbas yang positif bagi pertumbuhan suatu daerah, bahkan ditangan pengembang yang handal serta komitmen dari stakeholder, ekosistem di sekitaran area reklamasi dapat diperhatankan seoptimal mungkin.

Baca juga: Pulau Sentosa, Eks Benteng Militer Yang Mendunia Karena Wisata

Reklamasi berasal dari kosa kata dalam Bahasa Inggris yaitu to reclaim yang artinya memperbaiki sesuatu yang rusak. Lebih lanjut dijelaskan dalam Kamus Bahasa Inggris-Indonesia Departemen Pendidikan Nasional, disebutkan arti reclaim sebagai menjadikan tanah (from the sea). Dan KabarPenumpang.com merangkum ada lima kawasan yang direklamasi untuk menambah pemasukan ekonomi sosial dan tempat wisata. Salah satu dari lima daerah yang di reklamasi ada di Indonesia, berikut kelima tempat tersebut.

1. Pantai Seruni Bantaeng (Indonesia)
Kawasan di Sulawesi Selatan ini direklamasi sepanjang satu setengah kilometer. Dulunya sebelum di reklamasi, pantai ini kumuh dan tak menarik perhatian siapapun. Setelah direklamasi, pantai ini justru dibuat sebagai pusat kegiatan masyarakat dengan alun-alun dan rumah sakit yang dibangun di atas tanah reklamasi ini. Selain itu, di atas tanah reklamasi ini juga di bangun sport center di area Pantai Seruni, dan ini semua atas usulan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah.

2. Pulau Sentosa (Singapura)
Pulau ini dipenuhi dengan tempat hiburan baik daratan maupun bawah lautnya, ada pula resort dan kasino. Pulau ini berada di selatan Singapura dengan luas area 465 hektar dan hasil dari proyek reklamasi yang tanahnya berasal dari Kepulauan Riau. Tak hanya itu negara Singapura sendiri juga hasil reklamasi hingga 710 km persegi.

The Palm Jumeirah, Dubai

3. The Palm Jumeirah (Dubai)
Ini salah satu pulau buatan yang dibangun dengan reklamasi tanah oleh Nakheel sebuah perusahaan yang dimiliki pemerintah Dubai. Pulau ini merupakan satu dari tiga pulau yang disebut The Palm Islands yang meningkatkan pesisir pantai Dubai hingga 520 km. The Palm Jumeirah merupakan yang terkecil dari tiga Palm Islands Palm Jumeirah, Palm Jebel Ali dan Palm Deira yang sedang dalam pembangunan oleh Nakheel. Letaknya di area pesisir pantai Jumeirah di emirat Dubai, di Uni Emirat Arab (UEA). Di pulau ini dibangun pusat hiburan kelas atas dengan fasilitas ekslusif seperti hotel bintang lima.

Baca juga: Berdasarkan Luas Lahan,10 Bandara Ini Jadi Yang Terbesar di Dunia

4. Song Do (Korea Selatan)
Negara yang berbatasan dengan Korea Utara ini sudah berkali-kali melakukan reklamasi pada pantainya. Salah satunya adalah darataan Song Do yang terletak di pantai barat Semenanjung Korea tepat sebelah timur laut Kuning. Pada daratan Song Do memiliki luas 38 ribu hektar dan terbagi menjadi tiga area yakni resort, bandara internasional Incheon dan kawasan industri.

Incheon, Korea Selatan

5. Kansai di Kyoto (Jepang)
Kawasan reklamasi ini dimanfaatkan untuk perluasan pelabuhan laut dan jalur masuk wisatawan melaalui bandara internasional Kansai. Luas reklamasi Kansai 10 kilometer persegi. Tetapi sayangnya kawaasan ini memiliki potensi kegempaan dan serangan badai.

LIfeline Express India, Kereta “Rumah Sakit” Pertama di Dunia

Sejak 2015 PT KAI telah mengoperasikan Rail Clinic dan menjadi terobosan dalam usaha perusahaan kereta api nasional ini untuk mendukung pelayanan kesehatan secara mobile dengan peralatan medis yang lumayan lengkap. Namun, jauh sebelum Rail Clinic beroperasi, yakni di tahun 1991, di India sudah beroperasi kereta rumah sakit pertama,

Buka saja disebut yang pertama di India, bahkan disebut-sebut menjadi yang pertama di dunia, yakni Lifeline Express India. Seperti halnya Rail Clinic PT KAI, kereta rumah sakit di India ini sudah menempuh perjalanan panjang dan luasnya negara dengan membawa bantuan medis ke daerah yang tidak bisa terjangkau.

Baca juga: Rail Clinic, Klinik Berjalan Diatas Rel Milik PT KAI Gratis

Dilansir KabarPenumpang.com dari indiatimes.com, kereta Lifeline Express ini bisa disebut kereta magic India. Bila terhitung sampai saat ini, Lifeline Express India sudah melayani selama 26 tahun. Hadirnya Lifeline Express ini berkat kerjasama antara Yayasan Impact India dengan Indian Railways.

Penasaran dengan apa saja yang ada di dalam rumah sakit kereta ini? Di dalamnya terdapat ruang operasi dengan segala kelengkapannya. Tak hanya alat, ahli bedah pun dihadirkan untuk melakukan operasi seperti bibir sumbing, anggota badan yang cacat seperti terkena polio hingga katarak.

Adanya kereta rumah sakit ini memang ditujukkan untuk fasilitas kesehatan bagi masyarakat pedesaan India yang tidak terjangkau atau kurangnya akses pelayanan medis. Selama 26 tahun berkiprah, Lifeline Express India sudah bertolak ke berbagai kawasan di India seperti Bihar, Maharashtra, Bengal Barat, Madhya Paradesh dan Kerala.

Proyek kereta rumah sakit ini pun disponsori oleh organisasi baik dari swasta maupun publik. Layanan yang diberikan juga tak jauh berbeda dengan rumah sakit, seperti pemeriksaan mata, layanan gigi dan lainnya. Adanya Lifeline Express bisa mengajarkan ahli bedah bekerja di kota-kota kecil dengan keterampilan operasi mikro yang lebih baik.

(The Indian Express)

Menurut Impact India, Lifeline Express telah menjadi model untuk transfer teknologi tepat guna ke negara lain untuk mendirikan proyek serupa di Cina, Afrika Tengah dan rumah sakit perahu sungai di Bangladesh dan Kamboja. Tak kalah dengan  Lifeline Express, Rail Clinic milik PT KAI ini sudah pula dilengkapi layanan untuk mendukung fungsi UGD (Unit Gawat Darurat), selain itu ada ruang monitoring dokter, ruang tindakan, pemeriksaan gigi dan laboratorium. Pada gerbong kedua, dilengkapi dengan ruang pemeriksan ibu hamil dan bersalin, ruang menyusui, ruang pemeriksaan umum dan ruang farmasi.

Di dalam Rail Clinic, ruang untuk bersalin memiliki ukuruan 2×3 meter dan dilengkapi peralatan bersalin yang lengkap. Dokter yang ada di dalam ruang bersalin ini ada satu dokter kandungan dengan dua orang bidan untuk menangani persalinan.

Baca juga: India Luncurkan Kereta Bertenaga Panel Surya

Rail Clinic di Indonesia beroperasi di Jawa sejak tahun 2015 dan di Sumatera pada tahun 2017 ini. Rail Clinic milik PT KAI dibangun dari basis kereta rel diesel bekas yang disulap menjadi klinik berjalan. Dibangun dari KRD bekas MCW 302 yang tersimpan di Bali Yasa Yogyakarta dan interior dalamnya diubah menjadi sebuah klinik untuk dioperasikan bagi masyarakat tidak mampu sekitaran rel kereta baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. Ini adalah salah satu program CSR (Corporate Social Resposibility) PT KAI dengan menggratiskan segala biaya pengobatan di Rail Clinic. Dikutip dari Wikipedia, Rail Clinic milik PT KAI ini telah mendapat rekor MURI sebagai kereta klinik pertama di Indonesia.

Sabuk Pengaman Model “V,” Lambang Supremasi Teknologi Volvo

Sabuk pengaman dengan tiga titik tipe V atau disebut dengan desain cross strap yang ditemukan Nils Bohlin ternyata sudah ada selama 60 tahun. Dimana Nils Bohlin yang merupakan insinyur Volvo pertama kali memperkenalkan sabuk pengaman ini pada 1959 lalu dan ini patut dirayakan.

Baca juga: Sabuk Pengaman Ternyata Sudah Ada Sejak 1800-an

Sebab perusahaan Swedia itu mengukir dalam ruang industri mobil yang kompetitif dengan menjadikan keselamatan pengemudi dan penumpang sebagai bagian inti dari mereknya yang saat ini digunakan juga oleh produsen mobil lainnya. Bahkan Presiden Volvo yakni Gunnar Engellau pernah mengalami kerugian langsung akibat kecelakaan lalu lintas dimana kerabatnya meninggal.

Nils Bohlin muda

Hal ini karena kurangnya desain sabuk pengaman dua titik yang bahkan bukan fitur standar pada mobil kala itu. Tragedi ini kemudian mendorog Engellau menemukan solusi lebih baik dan mengajak Nils Bohlin ke Volvo untuk menciptakan solusi lebih baik untuk pengamanan pengemudi serta penumpang.

KabarPenumpang.com merangkum dari forbes.com (13/8/2019), pada sabuk pengaman dua titik sebelum seperti saat ini tidak dapat menahan cidera bagian dalam dan tubuh penumpang ketika tabrakan terjadi. Sehingga kehadiran sabuk pengaman tiga titik milik Bohlin ini mendapat banyak penghargaan karena lebih nyaman dan mudah digunakan.

Inovasi Bohlin yang dilakukan pada Volvo ini membutuhkan jutaan dolar dalam penelitian dan pengembangan hingga investasi pemasaran. Volvo berusaha keras menguji kemanjuran penemuan ini pada 1950-an dan 1960-an dengan membuat ratusan percobaan serta meneliti puluhan ribu kecelakaan untuk memverifikasi kemanjuran.

Tetapi memberikan data ilmiah kepada orang tidak cukup untuk membujuk mereka melakukan perubahan dalam hidup mereka. Adopsi massa sangat sering membutuhkan perubahan paradigma emosional.

Hingga akhirnya tahun 1975 penggunaan sabuk pengaman di Swedia kahirnya tumbuh hingga 90 persen pada pengguna mobil. Ini mengingatkan bahwa penemuan dan inovasi bukanlah hal yang sama, yang terakhir membutuhkan adopsi untuk memenuhi syarat, membuat inovasi selalu berisiko.

Mungkin tanpa kepemimpinan Volvo dengan menghadirkan sabuk pengaman modern ini, bisa saja membutuhkan sepuluh tahun ekstra atau lebih untuk dipasarkan. Untungnya meski Volvo telah mematenkan sabuk pengaman modern ini, produsen mobil asal Swedia tersebut tidak menarik royalti kepada produsen mobil lainnya karena menggunakan sabuk pengaman rancangan mereka.

Sabuk pengaman tiga titik telah menyelamatkan ratusan ribu nyawa. Ini telah mencegah atau mengurangi keparahan cedera bagi jutaan orang. Miliaran orang telah menggunakan satu selama setahun terakhir saja.

Sebuah studi ilmiah oleh Bohlin, yang diterbitkan pada tahun 1967, mencakup 28 ribu kecelakaan lalu lintas jalan, menunjukkan bahwa penghuni yang tidak diikat mengalami cedera fatal sepanjang skala kecepatan keseluruhan. Hebatnya, dari 37.511 orang yang terlibat dalam kecelakaan itu, tidak ada penumpang yang memakai sabuk pengaman tiga titik telah meninggal, kecuali bepergian dengan kecepatan sangat tinggi di atas 60 mph.

Puluhan miliar kerugian asuransi telah dihindari sejak tahun 1959 setelah adanya sabuk pengaman modern, sehingga jutaan cedera yang diringankan dan kematian dihindari. Pada gilirannya, ini telah menyelamatkan semua pada premi asuransi, karena keselamatan mobil telah meningkat secara dramatis.

Saat ini, Volvo diakui sebagai pemimpin dunia dalam keselamatan mobil. Pahlawan desain Volvo, Bohlin, terus memimpin proyek-proyek baru di Volvo hingga pertengahan 1980-an, termasuk desain SIPS, “Sistem Perlindungan Dampak Samping” yang terkenal. Perusahaan terus mendorong batas-batas teknis, mengembangkan airbag dan sensor jalan baru-baru ini, yang tidak diragukan lagi telah menekan pesaing untuk berinovasi pada gilirannya.

Baca juga: Ternyata, Sandaran Kursi Mobil Sudah Ada Sejak 1930-an

Melalui kegigihan, mengenakan sabuk pengaman pada akhirnya menjadi bukan hanya persyaratan hukum, tetapi juga norma budaya, sebuah inovasi yang sukses, yang harus dibayar banyak orang. Pada peringatan 60 tahun ini, patut diingat Bohlin, dan isyarat niat baik Volvo.

Kembangkan Self-Driving Pod Sejak 2016, Yamaha Motor dan Sony Siap Rilis Dalam Waktu Dekat

Gambaran tentang moda transportasi di masa yang akan datang mulai bermunculan belakangan ini, mulai dari drone otonom, skuter listrik pintar, hingga self-driving pod. Berbicara soal self-driving pod, agaknya di luar sana masih banyak pihak yang meragukan keandalan dari moda bertenaga listrik dan dapat ‘bermanuver’ sendiri ini. Kendati begitu, respon masyarakat terhadap moda sejenis self-driving pod ini tidaklah menyurutkan minat perusahaan untuk terus mengembangkannya – malah semakin tertantang untuk menyajikan yang terbaik kelak.

Baca Juga: Kendati Futuristik, Namun Masih Banyak yang Meragukan Pod Otonom

Sama halnya seperti Yamaha Motor yang bekerja sama dengan Sony dalam mengembangkan self-driving pod yang diberi nama SC-1. Kendaraan yang menggabungkan teknologi mengemudi otonom milik Yamaha Mototr dan sistem hiburan milik Sony ini digadang-gadang akan membawa nuansa mobilisasi yang baru terhadap masyarakat. SC yang merupakan singkatan dari Sociable Cart ini dikabarkan menggunakan beragam teknologi mutakhir yang menjamin keamanan dan kenyamanan para penggunanya.

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (22/8), SC-1 ini menggunakan kamera, sensor ultrasonik dan Light Detection and Ranging (LIDAR) sebagai panduan navigasi utamanya. Untuk gambaran apa yang ditangkap kamera di luar moda, Sony menggunakan layar 4K 49 inci dan lima monitor 4K 55 inci untuk menampilkan situasi di luar moda. Ada kemungkinan Sony akan menampilkan sejumlah video pilihan dan layanan iklan – dimana ini akan menjadi sumber pendapatan mereka via iklan di dalam moda.

Bagi Anda takut jika dibawa ngebut oleh pengemudi, maka SC-1 merupakan moda yang sangat cocok bagi Anda, karena kendaraan yang berbentuk kotak dan dilengkapi dengan empat roda ini hanya melaju di kecepatan maksimum 19km/jam saja.

Pun dengan fitur rem cakram hidrolik yang tersemat di keempat roda, suspensi wishbone ganda di bagian depan dan suspensi link type yang ada di belakang bakal menjadi instrumen tambahan guna menjamin keselamatan dan keamanan Anda ketika berkendara.

Baca Juga: Pod Otonom: Upaya Greenwich Kurangi Tingkat Polusi

Belum jelas kapan moda ini akan mulai mengambil bagian di jalanan, namun agaknya masih butuh banyak waktu untuk membuktikan keandalan dan keamanannya sampai sertifikasinya ‘turun’. Namun satu yang pasti, kendaraan ini sudah dikembangkan sejak tahun 2016 silam. Jadi seharusnya, sudah matang dan siap untuk beroperasi, ya!

 

Diberi Jatah iPhone XR, Ini Beragam Tanggapan Awak Kabin British Airways

Penggunaan gadget untuk melengkapi tugas pilot dan awak kabin sudah dikenal sejak beberapa waktu lalu, ditambah dengan tren kampanye efisiensi penggunaan kertas, otomatis mendongkrak penggunaan gadget di dunia maskapai. Lepas dari faktor efiensi, citra maskapai tentu ingin dikatrol dengan penggunaan gadget, apalagi jika menggunakan seri terbaru dari merek elektronik besar.

Seperti kabar paling baru menyebut British Airways telah mengumumkan kepada 15 ribu awak kabinnya bahwa mereka akan menerima iPhone XR. Ponsel pintar dengan layar 6.1 inchi ini merupakan bagian dari inisiatif maskapai memberdayakan awak kabin untuk memberikan layanan pelanggan yang lebih baik.

Baca juga: Tak Hanya Mudahkan Awak Kabin, Tablet PC Bantu Kurangi Penggunaan Kertas

Dilansir KabarPenumpang.com dari onemileatatime.com (21/8/2019), ponsel pintar ini akan diisi dengan pilihan aplikasi yang nantinya membantu awak kabin dalam menawarkan bantuan tambahan instan pada pelanggan selama perjalanan. Awak kabin juga akan memiliki akses ke berbagai informasi pelanggan termasuk penerbangannya dan preferensi makan.

British Airways sempat mengutip salah satu awak kabin yang memberikan contoh saat dia dapat iPhone XR untuk membantu pekerjaannya.

“Baru-baru ini, ketika seorang pelanggan menyadari bahwa dia lupa memesan makanan khusus, dia benar-benar terkesan ketika saya dengan cepat mengeluarkan telepon, masuk ke ba.com dan memesan makanan untuk perjalanannya kembali dan semua dalam hitungan menit di tengah penerbangan. Rasanya sangat bermanfaat untuk dapat segera menyelesaikan situasi bagi pelanggan. Semua panduan referensi kru saya juga dimuat ke telepon, jadi semua yang saya butuhkan ada di saku saya di setiap penerbangan; itu benar-benar telah membuat perbedaan besar,” kata awak kabin itu.

Bisa dikatakan ini adalah perkembangan postif meski ada tiga pendapat lain muncul dalam benak sang awak kabin tersebut. Dia menyebutkan, pertama adalah dengan ponsel pintar bisa mengatasi gangguan.

Tetapi dia sebenarnya tidak suka ponsel pintar menjadi bagian dari aliran layanan secara keseluruhan. Bahkan dia mengaku dirinya tradisional atau kuno, tetapi tidak suka jika maskapai penerbangan seperti Emirates mengambil pesanan makanan dan minuman di ponsel pintar.

“Mereka pada dasarnya melihat layar ponsel sepanjang waktu mereka berbicara dengan penumpang, dan itu sama sekali tidak terasa personal. Jangankan fakta bahwa itu tampaknya lebih memakan waktu,” kata awak kabin itu.

Kedua, dimana jika British Airways benar-benar ingin meningkatkan layanan pelanggan, mereka harus mengganti awak kabin campuran dengan lebih baik. Ini karena British Airwyas memiliki kontrak awak kabin yang berbeda dengan yang campuran, dimana awak kabin campuran (non Inggris) dibayar lebih rendah.

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan dalam Penerbangan, Panasonic Hadirkan Fitur Wellness

“Terakhir, kami terus mendengar slogan bahwa perusahaan berbicara tentang adopsi teknologi untuk layanan pelanggan dengan lebih baik. Saya merasa seperti perusahaan menginvestasikan banyak uang dalam teknologi, tetapi jarang mereka menginvestasikan waktu dan sumber daya yang diperlukan untuk membuat teknologi ini berguna,” kata dia.

Ponsel pintar ini merupakan uji coba tambahan yang sebelumnya berhasil saat pihak maskapai memberikan iPad kepada awak kabin senior di setiap penerbangan.

KA Aji Saka – Tingkat Okupansi Rendah, Terpaksa Berhenti Mengular Pada Juli 2014

Setiap kereta tak hanya memiliki tujuan masing-masing, tetapi juga dibekali sebuah nama yang akan memudahkan penumpang mengingatnya. Tapi apakah nama sebuah kereta api bisa membuat mereka bertahan dan terus mengular? Apakah ada jaminan?

Baca juga: Setiap Nama Kereta Ternyata ada Filosofinya

Ternyata tidak, seperti salah satunya yakni KA Aji Saka yang diluncurkan PT kereta Api Indonesia (KAI) Daop VI Yogyakarta pada 1 Februari 2014 lalu. Kereta ekonomi AC ini melayani relasi Yogyakarta (Lempuyangan)-Kutoarjo yang ditempuh dalam waktu 70 menit atau satu jam sepuluh menit.

KA Aji Saka memiliki tarif Rp20 ribu per penumpang sekali jalan. Ketika beroperasi tiketnya bisa dibeli dua jam sebelum keberangkatan. Kereta ini memiliki kapasitas 728 kursi dan memanfaatkan rangkaian KA Progo relasi Lempuyangan-Jakarta.

Sayangnya KA Aji Saka yang berhenti di Stasiun Lempuyangan, Stasiun Tugu, Stasiun Wates, Stasiun Jenar, dan Stasiun Kutoarjo ini harus berhenti beroperasi pada 10 Juli 2014. Pengehentian operasi KA Aji Saka disebabkan okupansi rata-rata dari KA tersebut yang sangat rendah yakni di bawah seratus penumpang.

Bahkan berdasarkan data volume penumpang di Stasiun Kutoarjo selama Juni 2014, ada 14 hari perjalanan dimana okupansi KA Aji Saka hanya dinaiki kurang dari 50 penumpang perjalanan. Sebelum ditutup, KA Aji Saka merupakan KA penambahan baru di wilayah Jateng-DIY padahal saat itu KA Prambanan Ekspres juga sudah mengular dari Solo menuju ke Kutoarjo.

Nah, meski berhenti beroperasi hanya dalam beberapa bulan setelah diluncurkan, ternyata nama KA Aji Saka terkenal di Jawa salah satunya tentang asal usul aksara Jawa. KabarPenumpang.com yang merangkum dari berbagai laman sumber mendapatkan, bahwa Aji Saka merupakan legenda Jawa yang menceritakan bagaimana peradaban datang kejawa yang dibawa oleh raja Jawa pertama bernama Aji Saka. Aji Saka dikatakan berasal dari Bhumi Majeti yang mana sebuah lokasi mitos di Jambudvupa (India Kuno).

Namanya berasal dari kata Jawa saka atau soko yang berarti esensial, penting, atau dalam hal ini primordial. Dengan demikian nama Aji Saka secara harfiah berarti “raja purba”. Adapun penafsiran lebih modern mendapatkan nam Saka atau Satrap Barat Indo-Scythian dari Gujarat.

Baca juga: Setelah Baso, Butuh, dan Tanggung, Kapas Juga Ternyata Nama Stasiun Kereta!

Dalam legenda tersebut, Aji Saka dipandang melambangkan munculnya peradaban Hindu-Budha Dhamrik di Jawa. Selain itu ada pula legenda yang mengatakan Aji Saka adalah penemu tahun Saka atau raja pertama yang memprakarsai adopsi sistem kalender Hindu di Jawa.

Terowongan Kereta “Gunung Braswell,” Gelap di Dalam Instagramable di Luar

Tak hanya Indonesia yang banyak memiliki terowongan kereta tua dan tak lagi terpakai. Ternyata di Georgia, Amerika Serikat ada satu terowongan kereta tua yang kini tak lagi dilengkapi rel kereta dan bernama Terowongan Kereta Gunung Braswell.

Baca juga: Ernest Junction, Bekas Terowongan Kereta yang Kondang Jadi Obyek Grafiti

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, terowongan ini cocok untuk didatangi ketika musim panas tiba. Sudah ada sejak abad ke 19 dan di buka tahun 1882, letak terowongan ini di Rockmart dan bersembunyi di dekat jalan tanah tua.

(narcity.com)

Meski keren dan cukup Instagramable, terowongan di Georgia ini terlantar dan tak terurus. Bahkan untuk sampai di sini, para pendaki rela melewati jalan berlumpur yang dipenuhi dengan dedaunan yang membusuk.

Terowongan kereta ini, digunakan hampir satu abad dan ditinggalkan tahun 1980 saat jalur kereta api di alihkan. Dulunya ketika masih berfungsi, jalur ini melitas kereta api selatan dari Tennessee Timur, Virginia dan Georgia.

Meski kereta berhenti meliuk-liuk, terowongan kereta Gunung Braswell dibiarkan tetap alami. Yang terlihat bahkan ketika akan menikmatinya adalah keheningan yang dipecahkan oleh angin atau kedatangan pengunjung menggantikan gemuruh keras lokomotif yang pernah mengular.

Untuk tiba disini, pendaki ataupun pelancong bisa menggunakan beberapa cara, tetapi harus mengikuti koordinat untuk sampai di sana. Memiliki panjang 750 kaki atau 0,22 km membuat perjalanan cukup menyenangkan.

(narcity.com)

Meski alami, ternyata banyak ban bekas dan sampah lainnya berantakan di ujung timur ketika orang-orang membuang sampah mereka ke bukit terdekat. Tetapi ketika pelancong sudah berada di dalam, akan disuguhi pemandangan interior batu yang dilengkapi dengan kantong-kantong kecil, ini dimaksudkan untuk menyelamatkan pejalan kaki yang terperangkap ketika kereta dulu melintas di terowongan. Atap dengan noda hitam dari jelaga kereta api yang melintas selama bertahun-tahun.

Bahkan terowongan ini memiliki banyak rumor dan cerita berhantu yang terjadi selama bertahun-tahun. Untuk menikmati dalam terowongan ini, pelancong harus menggunakan sepatu bot agar terhidnar dari lumpur karena jalur sangat berlumpur dan basah hampir sepanjang tahun dan tak lupa pula untuk bawa senter.

Baca juga: “Terowongan Cinta” di Ukraina, Salah Satu Jalurnya Menuju Pangakalan Militer Rahasia

Terowongan itu terbuat dari batu bata, tetapi sebagian besar batu bata itu lapuk dan telah kehilangan warna aslinya. Itu membuatnya terlihat sangat vintage dan Anda benar-benar dapat melihat sejarah tempat unik ini.

KA Priangan Ekspres – Hanya Mengular Empat Bulan dan Tanpa Pengganti

Banyak layanan kereta api (KA) yang kini tinggal kenangan alias tak lagi beroperasi. Selain itu juga ada yang berganti nama dan relasi perjalanannya. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor seperti kurangnya minat penumpang atau okupansi penumpang di relasi kereta tersebut.

Baca juga: KA “Simandra,” Kereta Api Ekonomi Lokal Tanpa Sensasi Mandra

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, salah satu kereta yang tak lagi beroperasi adalah Priangan Ekspres. Kereta ini merupakan campuran yang terdiri atas empat kereta kelas bisnis dan dua kereta kelas eksekutif serta satu kereta makan.
Tapi tahukah Anda berapa lama kereta ini beroperasi? Faktanya kereta ini hanya beroperasi sekitar empat bulan dengan mulai diresmikan 12 Agustus 2009 dan ditutup secara resmi 1 Desember 2009. Sangat singkat bukan? Sebab beberapa kereta yang dihentikan operasionalnya biasanya lebih dari setahun dan ini hanya hitungan bulan dalam tahun yang sama.

Jadi sebenarnya kenapa relasi ini di buka dan akhirnya ditutup? Beberapa laman sumber mengatakan, relasi kereta Priangan Ekspres dibuka karena menyambut respon PT KAI Daop 2 Bandung atas permintaan masyarakat dan sejumlah pemerintah daerah yang menghendaki adanya kereta dari Banjar, Ciamis dan Tasikmalaya yang langsung ke Bandung ataupun Jakarta.

Selain itu KA Priangan Ekspres ini juga diharapkan menjadi andalan para pengusaha bordir yang membutuhkan angkutan dari wilayah Banjar dan Tasikmalaya ke Tanah Abang di Jakarta. Sebenarnya sebelum ada KA Priangan Ekspres, tersedia KA Serayu yang menghubungkan Banjar dengan Bandung dan Jakarta.

Tetapi karena kondisi kelas ekonomi kala itu dan pemberhentian KA Serayu di Pasar Senen bisa dibilang tidak memenuhi kebutuhan pengusaha bordir. Sehingga setelah dibukanya relasi KA Priangan Ekspres para pengusaha bordir tampak diuntungkan dengan adanya moda transportasi yang lebih nyaman dan cepat waktu tempuhnya dibanding melewati jalan raya lintas selatan.

Bahkan tiketnya pun cukup terjangkau dimana kelas eksekutif dari Banjar-Bandung Rp45 ribu, Banjar-Jakarta tak lebih dari Rp85 ribu. Sedangkan kelas bisnis sekitar Rp65 ribu dari Banjar-Jakarta. Bisa dikatakan tiket ini lebih murah dibandingkan dengan menumpang KA Parahyangan yang kala itu dipatok harga Rp40 ribu dari Bandung-Jakarta di kelas ekonomi.

Selain tarif yang terjangkau, kereta ini pun berhenti di banyak tempat tidak seperti kereta eksekutif-bisnis lainnya. Stasiun-stasiun perhentian kereta ini adalah Stasiun Banjar, Stasiun Tasikmalaya, Stasiun Cibatu, Stasiun Leles, Stasiun Bandung, Stasiun Padalarang, Stasiun Purwakarta, Stasiun Bekasi, Stasiun Jatinegara, Stasiun Manggarai dan Stasiun Pasar Senen.

Berjalannya waktu, nasib berkata lain pada relasi Banjar-Jakarta KA Priangan Ekspres ini. Pasalnya target okupansi minimal 60 persen tidaklah pernah tercapai sejak meluncur di rel 12 Agustus 2009. Hal ini membuat PT KAI merugi karena biaya operasional tidak menutup pendapatan yang diperoleh. Adapula faktor lainnya yakni jadwal perjalanan yang tidak pas dimana KA Priangan Ekspres berangkat dari Banjar pukul 05.30 tiba di Pasar Senen 13.30 dan berangkat kembali dari Pasar Senen 14.10 tiba di Banjar 22.20 dan juga ternyata ada kaitan dengan harga yang dipatok PT KAI.

Baca juga: “Si Gombar” yang Tak Lagi Menghembuskan Uapnya

Sebelum menutup relasi KA Priangan Ekspres, PT KAI memiliki sempat solusi bertahan atau menutupnya. Hingga akhirnya 30 November 2009 PT KAI mengambil opsi kedua dimana menutup relasi ini. Hingga saat ini pun kenyataannya posisi KA Priangan Ekspres yang menghubungkan Banjar-Jakarta tak pernah digantikan oleh kereta api lain dan membuat KA Serayu sebagai satu-satunya alternatif KA yang melintas Banjar-Jakarta atau sebaliknya.