Kalau biasanya tiket kereta api jarak jauh hanya bisa dibeli 30 hari atau satu bulan sebelum keberangkatan, kali ini khusus untuk tiket Lebaran 2020 KAI membuka dari H-90. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan penjualan tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran (Angleb) 14 Februari 2020.
Baca juga: Perusahaan Patungan PT MRT Jakarta dan PT KAI Buat Empat Stasiun Integrasi
“Tiket KA Reguler masa Angkutan Lebaran 1441 H akan dijual mulai 14 Februari 2020 pukul 00.00 WIB untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 14 Mei 2020 dan seterusnya,” ujar Direktur Utama KAI Edi Sukmoro yang dikutip KabarPenumpang.com dari kai.id (12/2/2020).
Edi mengatakan, tiket ini bisa dibeli melalui website KAI, aplikasi KAI Access dan seluruh channel penjualan resmi tiket KAI. Dia mengingatkan agar calon penumpang untuk lebih teliti ketika mengimput tanggal, rute atau data diri ketika melakukan pemesanan tiket.
“Rencanakan perjalanan sebaik mungkin termasuk estimasi perjalanan ke stasiun, jangan sampai keliru dan akhirnya tidak bisa berangkat mudik Lebaran,” tambah Edi.
Sebagai langkah antisipasi meningkatnya jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI telah mengoptimalkan sistem penjualan tiket serta menambah kapasitas server dan bandwidth sebanyak dua kali lipat dari hari biasa. Hal ini bertujuan agar proses pemesanan tiket di seluruh channel dapat berjalan dengan lancar.
Baca juga: Tak Ada Bantal di Kereta Eksekutif, PT KAI: Ini Masih Kajian dan Tengah Dievaluasi
“Pastikan pemesanan tiket Lebaran melalui channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerjasama dengan KAI. Tujuannya untuk menghindari penipuan, gangguan sistem, atau adanya biaya jasa yang tidak wajar. Lalu, saat akan memesan tiket Lebaran, pastikan koneksi internet stabil, siapkan juga rute atau tanggal alternatif perjalanan, serta cek ketersediaan tiket secara berkala,” tutup Edi.
Berikut ini tanggal pembelian tiket untuk Angkutan Lebaran 2020 dari H-10 hingga H+10.
14 Februari 2020 H-10 14 Mei 2020
15 Februari 2020 H-9 15 Mei 2020
16 Februari 2020 H-8 16 Mei 2020
17 Februari 2020 H-7 17 Mei 2020
18 Februari 2020 H-6 18 Mei 2020
19 Februari 2020 H-5 19 Mei 2020
20 Februari 2020 H-4 20 Mei 2020
21 Februari 2020 H-3 21 Mei 2020
22 Februari 2020 H-2 22 Mei 2020
23 Februari 2020 H-1 23 Mei 2020
24 Februari 2020 H1 24 Mei 2020
25 Februari 2020 H2 25 Mei 2020
26 Februari 2020 H+1 26 Mei 2020
27 Februari 2020 H+2 27 Mei 2020
28 Februari 2020 H+3 28 Mei 2020
29 Februari 2020 H+4 29 Mei 2020
1 Maret 2020 H+5 30 Mei 2020
2 Maret 2020 H+6 31 Mei 2020
3 Maret 2020 H+7 1 Juni 2020
4 Maret 2020 H+8 2 Juni 2020
5 Maret 2020 H+9 3 Juni 2020
6 Maret 2020 H+10 4 Juni 2020
Selama sebelas hari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan rekayasa jadwal kereta rel listrik (KRL). Hal ini dilakukan karena adanya penggantian wesel di Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Gambir. Revitalisasi prasarana perkeretaapian tersebut akan berlangsung sejak tanggal 13-23 Februari 2020 mendatang. Pergantian wesel merupakan bagian penting dalam meningkatkan keandalan prasarana perkeretaapian yang fokus pada keselamatan dan kelancaran pelayanan perjalanan kereta di masa akan datang.
Baca juga: Mulai 1 Agustus, KCI Terapkan Penggunaan KMT dan Hapus THB di Lima StasiunKabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, dengan adanya revitalisasi tersebut akan ada 45 jadwal kereta dari Bogor/Depok atau Cikarang/Bekasi yang menuju ke Stasiun Jakarta Kota hanya sampai ke Stasiun Manggarai. VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan hal ini juga berlaku untuk relasi sebaliknya dengan berangkat dari Stasiun Manggarai.
“Dari total 281 perjalanan kereta Depok/Bogor dan Cikarang/Bekasi dengan tujuan Jakarta Kota maupun sebaliknya, terdapat 45 perjalanan yang akan mengalami rekayasa pola operasi dan satu KA dibatalkan,” kata Anne.
Adapun, satu perjalanan yang dibatalkan adalah KA 1348 yang bertugas sebagai feeder atau pengumpan Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Manggarai dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Jakarta Kota pukul 09.29 WIB. Selain lintas Depok/Bogor-Jakarta Kota dan Bekasi/Cikarang-Jakarta Kota, menurut Anne operasional perjalanan kereta di lintas lainnya berjalan seperti biasa.
Untuk mengatasi penumpukan penumpang di Stasiun Manggarai, PT KCI telah berkoordinasi dengan PT TransJakarta untuk menambah jumlah armada yang diberangkatkan dari Manggarai. PT TransJakarta akan mulai menambah layanannya sebanyak 20 armada yang akan mulai pada pukul 06.00 pagi.
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT TransJakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan penambahan jumlah armada ini akan diberlakukan pada jam sibuk, sehingga headway atau masa tunggu frekuensinya per lima menit interval kedatangan.
Dia menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan KCI dan mempelajari rencana rekayasa yang diberlakukan KCI selama masa perawatan, dan untuk tetap dapat mengantarkan pelanggan KCI yang ingin memenuhi keperluan perjalanannya akan dilakukan penjemputan dan lanjutkan sesuai dengan tujuan masing masing penumpang. Adapun pola yang diterapkan oleh Transjakarta adalah dengan menambah jumlah armada pada jam sibuk agar laju perpindahan penumpang dapat terakomodir dengan baik dan tidak mengganggu lalu lintas di sekitar stasiun kereta
“Jadi pelanggan KCI tidak perlu khawatir. TransJakarta sudah siapkan rencana operasi antar – jemput pelanggan KCI untuk tetap sampai ke tujuannya dari stasiun stasiun pemberhentian yang telah ditentukan KCI selama masa perawatan berlangsung. Bukan hanya layanan rute saja, untuk antisipasi pelanggan KRL kami juga menambah Unit Armada dari stasiun Manggarai dan rute perbatasan seperti bekasi timur,” kata Nadia yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Rabu (12/2/2020).
Terkait penemambahan armada ini lanjut Nadia, nantinya akan ada sebanyak 20 unit bus lagi yang diturunkan selama pola operasi berlangsung. Semua bus tambahan ini merupakan tipe bus single Highdeck berkapasitas 29 orang duduk dan 36 berdiri dan satu kursi roda guna memudahkan integrasi dengan halte Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta.
Baca juga: 2019 Jadi Tahun Integrasi untuk TransJakarta
“Kami akan menambah bus mulai pukul 06.00-09.00 WIB dan Pukul 17.00-20.00 WIB selama 11 Hari kedepan. Evaluasi akan kami lakukan setiap hari apabila diperlukan pola operasi berbeda tentunya akan kami berlakukan sesuai dengan ritme pelanggan yang ada di setiap stasiun selama masa perawatan berlangsung hingga selesai” tutup Nadia.
Berikut rute-rute yang melintas di Stasiun Manggarai:
1. Layanan 4 rute Pulogadung – Tosari
2. Layanan 4B rute Stasiun Manggarai – Universitas Indonesia.
3. Layanan 4D rute Pulogadung – Patra Kuningan
4. Layanan 4H rute Pulogadung – Ragunan
5. Layanan Layanan 6F rute Ragunan – Stasiun Manggarai
6. Layanan 6M rute Stasiun Manggarai – Blok M
7. Layanan B23 rute Bekasi Timur – Manggarai
8. Layanan M4 rute Pulogadung – Dukuh Atas
Setiap negara memiliki aturan masing-masing terkait larangan terbang untuk penumpang. Aturan ini sudah ditetapkan sejak tahun 2017 lalu oleh regulator penerbangan India, Directorate General of Civil Aviation (DGCA). Penetapan aturan ini untuk menempatkan penumpang dalam daftar larangan terbang.
Baca juga: Serbu Kokpit, Wanita Muda ini Tak Boleh Terbang dengan Jet2.com Seumur Hidup
Apa saja yang bisa membuat seorang penumpang dilarang terbang di India? KabarPenumpang.com merangkum dari cntraveller.in (29/1/2020), norma-norma larangan tersebut mendefinisikan seorang penumpang yang tidak patuh sebagai, “Seorang penumpang yang gagal untuk menghormati aturan perilaku di bandara atau di atas pesawat terbang atau untuk mengikuti instruksi dari staf bandara atau anggota kru dan dengan demikian mengganggu ketertiban dan disiplin di bandara, atau di atas pesawat.”
Bahkan ada tiga klasifikasi nilai yang berbeda untuk setiap pelanggaran. Level 1, perilaku nakal seperti gerakan fisik, pelecehan verbal, inebriasi dan lainnya. Level 2, perilaku kasar secara fisik seperti mendorong, menendang, memukul, meraih atau menyentuh secara tidak pantas serta pelecehan seksual dan lainnya. Pada level 3 yakni perilaku yang mengancam jiwa seperti merusakkan sistem operasi pesawat terbang, kekerasan fisik, upaya pembunuhan hingga pelanggaran lainnya yang membuat awak kabin terkena imbas.
Ketika ada insiden di kabin, kru pesawat adalah pertahanan garis depan dan diminta untuk meredakan situasi melalui komunikasi verbal. Kemudian mereka juga bisa memberikan pemberitahuan tertulis jika diperlukan. Jika awak kabin juga tak mampu menangani maka perangkat penahanan bisa diterapkan. Yang terakhir bila semuanya gagal, pilot in command dapat menentukan dengan berkonsultasi pada ruang kontrol maskapai untuk mengalihkan penerbangan dan menurunkan penumpang.
Selanjutnya maskapai mengajukan FIR kepada penumpang yang berbuat ulah tersebut. Sebelum seseorang masuk dalam daftar larangan terbang, insiden tersebut harus didaftarkan terlebih dahulu pada komite internal maskapai penerbangan atas inisiatif pilot yang mengajukan pengaduan.
Kemudian komite ini yang akan memutuskan dalam 30 hari dari tuntutan terhadap penumpang dan larangan yang akan dikenakan pada mereka. Pelanggaran Level 1 menarik hingga tiga bulan pada daftar larangan terbang, Level 2 hingga enam bulan dan Level 3 setidaknya selama dua tahun atau lebih.
Namun, penumpang juga dapat dilarang sementara panitia meninjau masalah ini, tetapi tidak lebih dari 30 hari. Setelah penumpang masuk dalam daftar larangan terbang, maskapai lain juga memiliki opsi untuk melarangnya dari penerbangan mereka, bahkan jika penumpang tersebut memiliki tiket yang dikonfirmasi.
Pelanggaran selanjutnya menyebabkan penggandaan periode larangan. Jalan lain bagi penumpang adalah untuk mengajukan banding atas larangan tersebut dengan komite Banding yang dibentuk oleh Kementerian Penerbangan Sipil, dan selanjutnya mengajukan banding di pengadilan tinggi. Ternyata daftar larangan terbang sendiri bukanlah hal yang baru, sebab Amerika Serikat mengeluarkan satu basis penilaian keamanan mereka setelah kejadian 9/11.
Tetapi daftar larangan terbang publik, bersama dengan aturan untuk daftar seperti itu keluar untuk pertama kalinya di India saja. Maskapai membuat kontrak dengan Anda sebagai penumpang, yang dikenal sebagai kontrak pengangkutan, yang mengatur perlakuan mereka terhadap penumpang.
Baca juga: Empat Jam Tertahan di Kabin, Penumpang Coba Dobrak Pintu Kokpit dan Buka Pintu Darurat!
Maskapai penerbangan, atas kebijakannya sendiri, dapat menolak atau mengeluarkan penumpang jika mereka merasa bahwa perilaku, status, usia, kondisi fisik atau mental orang tersebut membahayakan keselamatan atau pesanan penerbangan. Berperilaku tidak pantas dengan kru atau tidak mengikuti instruksi juga merupakan alasan untuk ditolak naik.
Hari Valentine atau di kenal dengan Hari Kasih Sayang yang selalu diperingati pada 14 Februari membuat kebahagiaan buat semua orang. Apalagi pasangan kekasih yang selalu membagikan cokelat kepada pasangan mereka.
Baca juga: Punya Nama Valentine? Bisa Terbang Gratis ke Islandia Lho!
Tapi nyatanya tak hanya pasangan kekasih yang membagikan cokelat. Sebab All Nippon Airways atau ANA juga membagikan cokelat pada par penumpangnya. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman businesstraveler.com (10/2/2020), maskapai Jepang ini akan membagikan cokelat di semua penerbangan pada Hari Valentine.
Pada Jumat (14/2/2020) mendatang, cokelat yang dibagikan ANA ini gratis baik untuk penumpang kelas satu, bisnis maupun ekonomi. Saat Hari Valentine, penumpang kelas satu dan bisnis dalam penerbangan internasional ke Amerika Serikat, Eropa dan India akan mendapat cokelat dari cokelat Perancis yakni Pierre Herme.
Menurut pihak ANA, cokelat ini disebut “Ispahan” dan dibuat khusus untuk maskapai. Mereka mengatakan, ada dua tekstur berbeda serta empat jenis berry yang ada di dalamnya yakni cranberry, raspberry, blueberry dan stroberi.
Tak hanya itu, cokelat Ispahan ini pun dilapisi dengan tambahan cokelat putih dan ada aroma leci serta stroberi yang halus. Untuk penumpang internasional dan domestik lainnya juga akan mendapatkan cokelat.
Cokelat yang diberikan adalah Meiji The Chocolate “Comfort Butter” yang merupakan merek lokal dan dibungkus khusus untuk maskapai. ANA mengatakan, cokelat ini terbuat dari biji kakao Venezuela premium yang telah dipanggang pada suhu tinggi untuk menghasilkan rasa yang kuat.
Bahkan cokelat ini dipanggang pada suhu tinggi untuk menghasilkan rasa yang kuat. Selain itu ada sensasi rasa pedas yang unik untuk biji dari wilayah Selatan Amerika ini.
“Di ANA, kami melakukan segala upaya untuk meningkatkan perjalanan bagi penumpang kami dan itu termasuk memfokuskan pada detail paling kecil sekalipun,” kata Wakil Presiden Eksekutif ANA, Hideki Kunugi.
ANA mengatakan, mereka sudah membagikan cokelat pada Hari Valentine sejak 2014 lalu. Mereka menambahkan bahwa layanan distribusi bisa dibatalkan pada beberapa penerbangan karena kondisi penerbangan tersebut.
Baca juga: Sambut Hari Valentine, Bandara Athena Tampilkan Tarian Bollywood
Tak hanya ANA, Japan Airlines juga memberikan cokelat susu Lotte Ghana pada Hari Valentine tahun ini. Sedangkan Emirates menawarkan penumpang berbagai makanan penutup bertema Hari Valentine dan camilan di dalam kabin di seluruh jaringan lounge mulai 13 sampai 15 Februari 2020.
Pramugari pesawat baru-baru ini membagikan daftar makanan yang tidak boleh dimakan penumpang di dalam kabin. Mereka menyebutkan telur dan tuna menjadi daftar teratas yang tidak boleh dimakan. Ini karena hal terburuk terjadi dan bisa mengganggu penumpang lainnya.
Baca juga: Inilah 11 Anggapan yang Keliru Seputar Makanan di Pesawat
Dilansir KabarPenumpang.com dari thesun.co.uk (10/2/2020), mungkin Anda bertanya-tanya kenapa telur dan tuna bisa menjadi daftar teratas makanan yang dilarang. Shanie Peralta, seorang pramugari dan anggota Association of Flight Attendants-CWA menjelaskan berbagai hal terkait makanan tersebut.
“Sebagian besar orang tidak berpikir mereka melakukan kesalahan ketika membawa makanan yang menyinggung penumpang lain,” ujar Shanie.
Nah berikut ini beberapa makanan yang baiknya tidak di bawa dan harus ditinggalkan di rumah.
1. Makanan berbau
Meski sepertinya masuk akal, telur dan tuna tidak di bawa ke kabin karena bau yang dihasilkan bisa langsung menyebar dan menyulitkan semua penumpang. Seorang penulis bernama Natalie Compton bercerita dirinya pernah membawa ayam yang dibungkus sederhana. Kemudian aroma bawang putih yang kuat langsung menyebar ke seluruh kabin dan membuat penumpang lain terganggu.
2. Makanan berantakan
Makanan ringan tidak disarankan untuk dibawa karena remahannya bisa berserakan kemana-mana. Ini bisa membuat penumpang di penerbangan setelahnya marah karena kursi mereka kotor.
“Baiknya orang tua yang membawa anak tidak membawa biskuit agar remahan tidak berserakan dan cokelat yang dilap ke kursi,” kata Shanie.
Shanie juga tidak menyarankan membawa minuman bersoda karena bisa tumpah ketika di buka. Baiknya tunggu troli minuman dan awak kabin menuangkannya kepada Anda agar tidak membuat kekacauan.
3. Makanan alergi
Kacang-kacangan tidak disarankan dalam maskapai easyJet untuk membantu penumpang yang memiliki alergi. Sebab dengan ruangan yang kering seperti kabin pesawat bisa membuat penderita alergi berdampak fatal. Kerang juga menjadi makanan yang tidak disarankan.
“Bukan hanya menghindari alergi pada penumpang tetapi juga bau masakan kerang terlalu menyengat di kabin,” kata Shanie.
4. Minuman alkohol
Di Inggris membawa minuman alkohol sendiri dalam penerbangan baik itu bir ataupun wine adalah hal yang ilegal. Bila minuman alkohol dari troli yang di bawa awak kabin di perbolehkan.
Tak hanya itu, minuman alkohol yang dibeli dari Duty Free atau di bawah 100ml tidak ada yang boleh dikonsumsi. Shanie menjelaskan agar penumpang minum dalam jumlah sedang meskipun gratis.
Baca juga: [Galeri Foto] Deretan Makanan di Pesawat ini Mampu Menjatuhkan Selera Makan Anda!
“Jika Anda memengaruhi keamanan dan keselamatan penumpang, maka harus kami harus turun tangan dan mengatakan kepada pilot,” jelasnya.
Maskapai Cina dan Hong Kong memutuskan untuk menghentikan layanan makanan panas, selimut, bantal, handuk, majalah, dan koran di dalam pesawat. Dengan begitu, dalam setiap penerbangan dari dan ke Cina Daratan, pelanggan tidak disuguhkan apa-apa kecuali mendapatkan layanan headphone serta minuman sekali pakai jika ada permintaan. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi awak kabin serta pelanggan dan mencegah penyebaran virus corona.
Baca juga: Lupakan Masker dan Sarung Tangan Karet! Ini Cara Hindari Virus Corona Versi Penasehat Medis Penerbangan Dunia
Dikutip KabarPenumpang.com dari laman foxnews.com, Selasa, (11/2), maskapai Cina dan Hong Kong yang dimaksud adalah China Airlines, Mandarin Airlines, dan Cathay Pacific Airways. China Airlines sendiri adalah maskapai yang memulai langkah tersebut hingga kemudian diikuti oleh anak perusahaannya (Mandarin Airlines) dan Cathay Pacific.
Langkah dari ketiga maskapai tersebut belakangan dinilai tepat oleh beberapa pakar medis di dunia. Pasalnya, di awal serangan virus corona, maskapai di dunia ramai-ramai membagikan masker kepada pelanggan bahkan meminta awak kabin memakai masker saat sedang bertugas. Hal tersebut belakangan justru dinilai keliru. Sebab kecil kemungkinan masker dapat mencegah seseorang terhindar dari virus corona.
Sebagai gantinya, para ahli medis menyarankan untuk mengurangi kontak langsung dan sering-sering mencuci tangan sehabis menyentuh benda apalagi manusia, di samping membuat semacam mekanisme penanganan baru serta perlengkapan pedukungnya bila sewaktu-waktu terdapat pasien yang terindikasi tertular virus corona.
Berbeda dengan China Airlines, Mandarin Airlines, dan Cathay Pacific, Thai Airways mengambil langkah yang berbeda, yakni menyemprotkan disinfektan di kabin penumpang dan kokpit pada semua penerbangan kembali dari China dan tujuan berisiko tinggi. Cara yang hampir sama saat Batik Air selesai beroperasi dalam upaya misi kemanusiaan pemulangan WNI di Wuhan.
“Karena kami memiliki hiburan di penerbangan yang berarti layar LCD disentuh sepanjang waktu, jadi kami membersihkan setiap penerbangan sebelum berangkat,” kata eksekutif Thai Airways.
Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona
Virus corona sendiri hingga kini dilaporkan telah merenggut lebih dari 800 jiwa, dengan ribuan orang lainnya diduga telah terjangkit virus corona jenis baru yang lebih mematikan (dibanding MERS, SARS, bahkan Ebola) tersebut.
Meskipun demikian, tepat hari ini, masyarakat di beberapa tempat di Cina sudah mulai beraktivitas seperti biasa, seperti Shanghai dan Beijing. Adapun kota-kota di Provinsi Hubei masih dalam isolasi berkepanjangan.
Pesawat Air Europa mengalami turbulensi parah saat berada di sekitaran langit Bandara Schiphol, Belanda. Pesawat dengan nomor penerbangan UX1093 rute Madrid – Amsterdam itu akhirnya harus kembali ke Madrid setelah tiga kali percobaan pendaratan yang gagal. Selama dalam penerbangan tersebut, dari total 300 penumpang yang ada di dalamnya hampir seluruhnya mengalami muntah-muntah serta teriak histeris, saking kuatnya turbulensi yang disulut oleh Badai Ciara tersebut.
Baca juga: Jepang Diterjang Badai Faxai, Berimbas ke Penerbangan di Bandara Narita dan Haneda
Dalam video yang dilihat KabarPenumpang.com dari laman Twitter RTL Nieuws, Selasa, (11/2), Badai Ciara yang berkecepatan 80 mph atau 128 kilometer per jam tersebut setidaknya berhasil membuat pesawat beberapa kali terlihat bergoyang disertai suara gemuruh. Di samping itu, dalam video berdurasi 28 detik tersebut, saking kuatnya guncangan, beberapa di antara penumpang bahkan tak kuasa menahan tangis sambil berteriak histeris.
Menurut pengakuan Mark Haagen, salah satu penumpang dalam penerbangan tersebut, turbulensi kala itu bisa dikatakan sangat buruk, sehingga wajar bila sampai menyebabkan orang-orang “menjerit dan muntah-muntah.”
“Turbulensi di atas Schiphol sangat besar. Pilot benar-benar menghentikan pendaratan dua kali pada saat terakhir. Kami lepas landas lagi di ketinggian 150 meter (490 kaki) di atas landasan. Benar-benar kacau,” katanya kepada kantor berita RTL Nieuws.
“Bagasi itu terbang bolak-balik. Saya sudah terbiasa terbang, tetapi saya belum pernah mengalami ini,” tambahnya.
Grote paniek aan boord van dit vliegtuig dat wilde landen op Schiphol vanavond. Door de storm lukte dat tot vijf keer toe niet. Het toestel keerde daarom terug naar Madrid. https://t.co/N2jIujC2sRpic.twitter.com/1etiiIIJSB
Selain itu, Haagen juga mengklaim, pilot dan awak kabin tidak mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi pada penumpang. Dalam ingatannya, mereka hanya terbayang saat-saat pilot coba mendaratkan pesawat hingga lima kali dan pada akhirnya pesawat kembali ke Madrid tanpa pemberitahuan apapun selama perjalanan menuju bandara (Madrid).
“Ada sedikit komunikasi. Saya melihat di layar bahwa kami kembali ke Madrid setelah lima kali mencoba mendarat. Kami tidak tahu di mana kami berada,” lanjutnya.
Menanggapi insiden tersebut, pihak maskapai pun buka suara. Dalam sebuah pernyataan kepada Fox News, mereka mengakui bahwa pesawat memang sempat mencoba mendarat sebanyak tiga kali sebelum akhirnya gagal dan kembali ke Madrid. Sesampainya di Madrid, maskapai mengaku telah memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya, mulai dari penginapan, makan malam, hingga penerbangan pengganti.
Baca juga: Dilanda Hujan Badai, Pesawat British Airways Alami Kebocoran di Ruang Kabin!
“Penerbangan UX1093 dari Madrid ke Amsterdam tidak bisa mendarat di Bandara Amsterdam karena cuaca buruk dan kembali ke Madrid. Penumpang dilayani setiap saat, ditampung di hotel-hotel, dan alternatif untuk mencapai tujuan mereka, sehari setelah insiden tersebut,” begitu bunyi keterangan dari pihak maskapai.
Penerbangan UX1093 dari Madrid ke Amsterdam sendiri dijadwalkan tiba 17.45 waktu Amsterdam, setelah lepas landas dari Madrid pada 3.00 sore. Selain membuat penerbangan dengan pesawat B788 atau B787-8 Dreamliner tersebut, Badai Ciara juga setidaknya membuat ratusan penerbangan di seantero Eropa dan Inggris batal, aliran listrik terputus, hingga beberapa laga Liga Inggris dan liga-liga lainnya di Eropa tertunda. Saat ini, badai yang menimpa Inggris dan sebagian besar Eropa tersebut dilaporkan telah merenggut tujuh korban jiwa serta puluhan lainnya luka-luka.
Dalam setiap penerbangan, penumpang sering kali membutuhkan beberapa hal yang mungkin tak begitu diperhatikan oleh maskapai. Terlebih kelas ekonomi. Sudah bukan rahasia lagi bila harga mahal yang dikeluarkan penumpang kelas bisnis memungkinkan mereka mendapatkan fasilitas lebih. Padahal, penumpang ekonomi juga membutuhkan fasilitas lebih yang juga mesti diperhatikan oleh maskapai, sekalipun terlihat kecil.
Baca juga: Pan Am, Maskapai Pelopor Kelas Ekonomi Modern di Penerbangan Jarak Jauh
Seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman runwaygirlnetwork.com, Senin, (10/2), belum lama ini, dalam sebuah acara diskusi Aircraft Interiors Conference, ide untuk menghadirkan kemudahan bagi penumpang kelas ekonomi pun lahir. Dalam acara yang dihelat oleh salah satu event organizer spesialis konferensi internasional di bidang industri penerbangan dan otomotif tersebut (RedCabin), desain baru apa yang disebut “A/B Seat” tercetus setelah mendengarkan keluh-kesah salah satu panelis.
Matthew Coder, salah satu panelis yang malang-melintang di industri penerbangan sebagai manajer di Alaska Airlines sebetulnya hanya coba menjawab pertanyaan yang datang dari seorang peserta. Ketika itu ia ditanya terkait rincian kursi impian di kelas ekonomi. Ia pun menyampaikan sedemikan rupa. Belum jelas apa yang diterangkannya secara detail. Namun, dari mulutnya-lah kemudian Sekisui SPI, TrendWorks, appLab, dan Rollon coba menyaring dan menyerap (perkataan Coder), serta menyatukan ide hingga lahir konsep kursi A/B baru.
Konsep micro-nesting memungkinkan penumpang meletakan kacamatanya di bagian belakang kursi pesawat. Foto: Mary Kirby
“Kursi konsep A/B mengeksplorasi sejumlah teknologi berbeda dengan material dan inovasi penerbangan tradisional. Salah satu peningkatan utama bagi penumpang kelas ekonomi adalah menciptakan solusi ‘micro-nesting’ untuk mengatur penyimpanan pribadi di ruang terbatas, seperti halnya kami akan mengatur konsol atau laci di kabin premium. Dengan menggerakkan kantong penyimpanan lebih tinggi di sandaran kursi, kami menciptakan ruang kaki tambahan di lutut dan menyediakan solusi multi-saku untuk ponsel, tablet, buku, kacamata baca, dll yang cukup fleksibel untuk sejumlah alat yang berbeda,” kata salah satu petinggi TrendWorks, Elina Kopola.
Micro-nesting atau penyimpanan multi-fungsi, lanjutnya, saat ini sebetulnya merupakan fenomena menarik di industri fashion, misalnya produk-produk tas dengan beberapa kantong atau penyimpanan untuk ponsel, notebook, kacamata, dan botol minum. Hal itu kemudian coba diaplikasikan di pesawat sebagai jawaban dari kebutuhan para penumpang dengan mobilitas tinggi namun tidak punya cukup uang untuk mendapatkan fasilitas kelas bisnis.
JAL menyediakan kantong dan tempat gelas di kursi kelas ekonomi pada A350-nya. Foto: JAL
Akan tetapi, ide tersebut bukan berarti tanpa halangan. Selain masalah budget maskapai yang tidak terlalu besar untuk mewujudkannya, kebutuhan pelanggan terhadap konsep (micro-nesting) tersebut juga masih diragukan. Menurut sejumlah pihak, tak semua pelanggan mungkin akan membutuhkan hal tersebut. Pada akhirnya, para inovator coba mencari jalan keluar terbaik, agar uang yang dikeluarkan tidak terlalu besar, namun konsep tersebut tetap bisa diterapkan demi pelayanan terbaik, khususnya kepada pelanggan kelas ekonomi.
Baca juga: Terbang dari Jepang ke Inggris, Pangeran Harry Kepergok Duduk di Kelas Ekonomi
“Kami ingin membawa beberapa manfaat tekstil ke dalam kabin penerbangan. Rajutan 3D adalah cara yang hemat biaya untuk membuat struktur saku dalam sekali potong, dengan kata lain saku lengkap berasal dari mesin rajut sebagai satu bagian siap pakai. Hal ini memungkinkan proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien,” jelas Kopola
Saat ini, maskapai yang sudah mulai menerapkan konsep tersebut pada kelas ekonomi baru JAL pada armada A350-nya. Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, hal tersebut memungkinkan pelanggan untuk menyimpang beberapa barang-barang tak terpisahkan dari penumpang, seperti ponsel, botol minum, pena, notepad, hingga kacamata.
Sebuah perusahaan desain asal New York, Amerika Serikat, belum lama ini merilis konsep untuk membuat pesawat penumpang serba listrik dengan tiga baling-baling sebagai pengganti mesin jet. Konsep pesawat berpenumpang yang dinamakan “Zero” tersebut, diklaim mampu menyumbang penurunan emis gas buang dan memperlambat laju pemanasan global berkat tenaga penggeraknya yang 100 persen listrik tersebut.
Baca juga: Harbour Air Uji Coba Pesawat Terbang Listrik Selama Lima Menit
Pesawat yang dirancang oleh Joe Doucet x Partners (JDXP) ini, secara fisik, memiliki struktur aerodinamis yang cukup erat, dilengkapi dengan ujung hidung meruncing, dan sayap lebar di bagian belakang. Sayap pesawat tersebut lebih besar daripada sayap pesawat komersial saat ini serta sengaja diposisikan lebih tinggi dan lebih jauh ke belakang dari badan pesawat untuk membuat bagian depannya secara alami sedikit mencongak ke atas agar memudahkan pesawat saat lepas landas.
Pesawat yang menggunakan baterai dan generator listrik yang dapat diisi oleh panel surya, serta tiga set baling-baling sebagai tenaga penggeraknya itu memang sedikit lebih lambat dibanding pesawat konvensional dengan mesin jet ganda. Meskipun demikian, sebagian masyarakat yang sadar akan bahaya pemanasan global tidak akan cukup terganggu dengan konsekuensi 25 menit lebih lama.
“Kami tidak melanggar penghalang suara (tidak bising), tapi efisiensi adalah kuncinya,” kata Joe Doucet, pemimpin perusahaan JDXP, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman dailymail.co.uk, Senin, (10/2).
“Sepertinya bagi saya ada teknologi yang dapat dicapai, dan keinginan para pelancong untuk melakukan perjalanan yang lebih baik, bahkan jika perjalanannya sedikit lebih lama,” tambahnya.
Hidung pesawat yang lebih aerodinamis dan lancip dibanding pesawat konvensional. Foto: JDXP
Joe Doucet selama ini beranggapan, emisi karbon dari perjalanan pesawat, yang terfokus di bagian atas atmosfer, dianggap sebagai salah satu kontributor terbesar pemanasan global. Hanya saja, pesawat tersebut sementara ini masih didesain untuk penerbangan jarak pendek saja. Sebab, semakin lama penerbangan, semakin besar waktu tambahan yang dibutuhkan dalam setiap penerbangan dibanding pesawat bermesin jet.
Dari sisi keamanan, Doucet mengatakan bahwa pesawat “Zero” juga dapat meluncur kembali ke tanah bahkan jika kehabisan daya atau dalam kasus kerusakan sekalipun. Namun, sejauh ini belum jelas bagaimana mekanismenya jika hal tersebut benar-benar terjadi.
Sebagai sebuah pesawat yang mengusung konsep “berkelanjutan” tentu saja segala hal yang melekat padanya harus berdasarkan konsep tersebut. Tak terkecuali terkait pelayanan di bagian dalam pesawat, dalam hal ini sajian makanan. Jangan berharap pelanggan akan menemukan plastik sekali pakai atau burger daging sapi –yang notabene dinilai menjadi penyebab nomor dua terbesar pemasan global– di setiap penerbangan. Sebab, hal tersebut mustahil.
Dengan konsep “berkelanjutan” tersebut, sebagian kalangan menilai, pesawat ini mungkin akan mendapatkan tempat tersendiri di hati masyarakat. Terlebih, efek pemanasan global saat ini sudah benar-benar meresahkan. Tentu saja, segala sesuatu yang membantu menurunkan laju pemanasan global akan mendapat perhatian dari masyarakat internasional, terlebih inovasi tersebut datang dari pesawat terbang.
Pesawat terbang listrik besutan Rolls-Royce. Foto: Rolls-Royce
Akan tetapi, di lain kesempatan, Doucet justru mengatakan hal sebaliknya. Ia tidak berniat membawa konsep tersebut ke tahapan yang lebih tinggi, dalam artian tidak pada tahap untuk membuat pesawat di seluruh dunia bertenaga listrik seperti produknya. Pasalnya, hal itu membutuhkan biaya yang tak sedikit untuk membuat pusat penelitian dan pengembangan pesawat hingga benar-benar bisa menjadi angkutan massal utama di masa mendatang.
Baca juga: Mampukah Pesawat Bertenaga Listrik Geser Kedigdayaan Pesawat Komersial?
Berbicara angkutan massal listrik berkemampuan terbang di masa mendatang, JDXP bukanlah satu-satunya pemain. Sebelumnya, sudah pernah ada pesawat bertenaga listrik pada tahun 1970, kemudian juga ada perusahaan otomotif asal Korea, Hyundai yang bekerjasama dengan Uber untuk membuat armada taksi terbang listrik, Rolls Royce yang bulan lalu juga membuat pesawat listrik berkemampuan 300 mil per jam dan paket baterai untuk 200 mil penerbangan per pengisian, serta maskapai asal Belanda, KLM, yang juga sudah membuat rancangan pesawat berpenumpang canggih bertenaga listrik di masa mendatang, dengan desain yang ditawarkan saat ini berbentuk “V”.
Sebagai tambahan, Badan Energi Internasional telah memperkirakan akan ada sekitar 125 juta kendaraan listrik yang dikerahkan secara global pada tahun 2030, menggantikan mobil bertenaga bahan bakar yang mengeluarkan karbon dioksida dan gas rumah kaca lainnya.
Setelah suskes dalam fase percobaan penerapan robot valet parkir otomatis yang melibatkan 500 titik di Bandara Lyon, baru-baru ini, Stanley Robotics dan VINCI Airports mengumumkan kesepakatan kerjasama lanjutan dalam memperluas layanan tersebut ke lebih dari 2.000 titik lainnya pada Maret mendatang. Belum jelas berapa nilai dan durasi kontraknya. Namun, sebuah sumber menyatakan bahwa kesepakatan tersebut mungkin bernilai hingga miliaran Euro.
Baca juga: Ada Robot Parkir Valet di Bandara Lyon, Begini Cara Kerjanya!
“Perjanjian ini merupakan tahap pengembangan utama untuk proyek utama kami di Bandara Lyon. Pembukaan 2.000 ruang baru menandai seberapa jauh kami telah membawa banyak perubahan dengan produk yang semakin canggih. Ini merupakan lompatan besar ke depan dalam sejarah perusahaan, dan dorongan keyakinan pada rencana kami untuk menaklukkan pasar bandara dan membuat proyek-proyek lain segera berjalan,” kata Clement Boussard, CEO Stanley Robotics, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari roboticsbusinessreview.com, Senin, (10/2).
Mewakili VINCI Airports, CEO Bandara Lyon, Tanguy Bertolus mengatakan, kesepakatan baru tersebut dinilai sangat sejalan dengan visi perusahaan terkait pembangunan berkelanjutan bandara. Tak hanya itu, kesepakatan tersebut juga sejalan dengan visi perusahaan lainnya, yakni dalam memberikan pengalaman berbeda di setiap layanannya.
“Layanan robot valet parkir yang disediakan oleh Stanley Robotics dan dikembangkan di Lyon memenuhi tujuan strategis Bandara Lyon, yaitu, untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan bandara,” ujarnya.
Bila melihat kinerja dari robot valet parkir otomatis tersebut, berbagai keuntungan memang dapat dilihat, bahkan dengan kasat mata. Terkait masalah ruang maksimum di lahan parkir, robot bertenanga listrik tersebut mampu mencapai hingga 100 persen efisiensi, sehingga tidak ada ruang yang tersisa, berkat tata letak yang cukup rapat. Hal itu juga membuat lahan parkir yang jika dilakukan oleh manusia mencapai total sekitar 8.000, menjadi 12.000 saat ditangani oleh robot valet parkir otomatis tersebut.
Kemudian, perihal emisi gas buang (CO2), terhindarnya mobil dalam usaha untuk mencari-cari slot parkir kosong sampai selesai memarkirkannya, diperkirakan dapat menekan angka emisi CO2 tersebut hingga 100 ton dalam setahun untuk setiap 2.000 slot parkir.
Selain itu, dalam sebuah survey internal perusahaan, selama masa percobaan, robot tersebut juga memiliki daya jelajah tinggi, berkisar 2.000 kilometer sejak pertama kali dibuka. Di samping itu, robot valet parkir tersebut juga mendapatkan angka ketertarikan yang besar, yakni 90 persen pengguna mengatakan ingin memakai jasa robot tersebut setiap kali ke bandara, serta melayani hingga 8.000 pelanggan setiap tahunnya.
Layanan robot valet parkir sendiri adalah layanan inovatif yang sepenuhnya dikerjakan oleh robot otonom. Dalam menjalankan tugas untuk memaksimalkan ruang parkir yang tersedia, robot tersebut bekerja secara berkelompok, saling bahu-membahu, dengan total tujuh robot dalam melayani 28 loket khusus dimana mobil-mobil yang ditinggalkan pemiliknya, menunggu kedatangan robot bernama ‘Stan’ tersebut untuk diangkat ke ruang parkir yang masih tersedia.
Baca juga: YAPE, Robot Pengirim Barang Dengan Teknologi Pemindai Wajah
Pengembang robot layanan valet parkir otomatis tersebut mengatakan, proyek tersebut sudah dimulai sejak tahun 2017 silam, dengan menawarkan pengoperasian hingga 6.000 slot parkir pada awal kemunculanya.
“Layanan robot valet parkir membebaskan waktu bagi para penumpang yang mencari tempat-tempat kosong (untuk parkir) atau sebaliknya mencoba menemukan kendaraan mereka di tempat parkir. Setelah memesan slot parkir melalui situs web Bandara Lyon, penumpang dapat menaruh kendaraan mereka di salah satu loket khusus (semacam garasi), dan melanjutkan perjalanan ke bandara menggunakan shuttle bus. Robot valet parkir kemudian menjemput mobil dan memarkirnya di area parkir mobil yang aman. Ketika seorang penumpang kembali, mereka dapat mengambil kendaraan mereka di salah satu loket tadi,” kata Clement Boussard, CEO Stanley Robotics.