PT KCIC: Akhir 2019 Progres Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Tembus 53 Persen

Banyak yang bertanya-tanya sudah sudah sampai manakah proyek pengerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Ternyata progres pembebasan lahan sudah 99 persen dan sisa satu persen di daerah Karawang, Bandung serta Bekasi dengan total luas enam hektar. Baca juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF “Sekarang sudah 99 persen dan tinggal satu persen di daerah Karawang, Bandung dan sebagian kecil di Bekasi. target pembebasan lahan tersebut dalam satu hingga dua bulan ini sudah harus selesai sehingga pihaknya bisa melanjutkan pembangunan trek kereta dan dapat mengoperasikan kereta cepat sesuai jadwal, yakni pertengahan tahun 2021,” ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Chandra Dwiputra kepada wartawan di kantor MRT, Selasa (10/92019). Dia mengatakan, ada beberapa kendala yakni adanya proses konsinyasi dalam UU No.2/2012. Sehingga bila ada warga yang keberatan pihaknya siap ke pengadilan dan bila tidak puas kasusnya dibawa ke Mahkamah Agung dan harus dilewati satu persatu tahap tersebut. Meski begitu, saat ini progres konstruksi kereta cepat Jakarta-Bandung sudah mencapai 32,8 persen dari target 53 persen hingga akhir tahun 2019. Angka ini menjelaskan keseluruhan proyek tersebut untuk menyambut operasi di 2021 mendatang. Chandra menambahkan, saat ini sudah ada satu dari 13 tunnel yang tembus dalam proyek tersebut. Sehingga kereta cepat Jakarta-Bandung akan segera memasuki capaian baru dimana girder pertama dari struktur elevated kereta cepat akan segera di instalisasi. Pemasangan ini akan menjadi langkah baru bagi proses pembangunan dimana struktur elevated akan mendominasi lebih dari 60 persen dari keseluruhan trase sepanjang 142,3 km. “Tunnel Boring Machine kereta cepat yang akan menembus jalan tol Jakarta–Cikampek untuk proses konstruksi Tunnel 1 di Halim juga akan segera beroperasi dalam waktu dekat ini. Sejalan dengan pembangunan yang terus dilakukan secara progresif, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung secara paralel sedang mempersiapkan sistem operasi dan perawatan sarana dan prasarana,” tambahnya. Saat ini pihak KCIC masih mempersiapkan sumber daya manusia mulai dari struktur organisasi hingga jumlah personil untuk di masa mendatang. KCIC sendiri menargetkan akan melibatkan 1700 personil ketika kereta cepat beroperasi. Baca juga: PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge Diketahui, nantinya akan ada empat stasiun dalam jalur kereta cepat Jakarta-Bandung, saat ini yang tengah dalam pengerjaan adalah Stasiun Halim. “Stasiun ada empat, Halim sudah mulai kontruksi, semua sudah mulai, tapi karena dari bawah dulu, naik satu-satu. Target operasi harus stasiun jadi,” tambah Chandra.

Tak Bisa Duduk Disamping Sang Pacar, Penumpang ini Siram Air Panas ke Pramugari AirAsia

Kendati ada pepatah yang mengatakan bahwa “Pelanggan adalah Raja”, namun bukan berarti Anda bisa bersikap seenaknya. Selalu menjaga sikap dimana pun Anda berada merupakan satu poin mutlkak yang harus Anda terapkan terhadap siapapun. Jangan sampai seperti penumpang Thai AirAsia yang satu ini, dimana ketika ia merasa kesal tehadap pelayanan awak kabin (pramugari) yang dinilai tidak sesuai, penumpang ini tega melemparkan cup mie instan yang berisi air panas ke arah pramugari malang ini. Baca Juga: Tak Dapatkan Pepsi dalam Penerbangan, Wanita ini Mengamuk! Diwartakan KabarPenumpang.com dari laman indiatoday.in, seorang pramugari AirAsia, Nuralia Mazlan membagikan pengalaman yang dilihatnya ini di Quora, semacam jejaring sosial tanya jawab asal Amerika Serikat. “Apa hal paling memalukan dari awak kabin yang pernah Anda lihat selama penerbangan?” tanya Nuralia di Quora. Singkat cerita, Nuralia membagikan pengalaman yang pernah dilihatnya secara langsung, dimana rekan sesama pramugari mendapat teguran dari seorang penumpang wanita bergaris keturunan Tionghoa. Kala itu, wanita ini mengamuk karena pelayanan dari pramugari AirAsia kurang berterima di akal sehatnya. Akar masalahnya padahal sangatlah sederhana: Penumpang wanita ini tidak terima tempat duduknya terpisah dengan pacarnya. Padahal kala itu, penerbangan tengah penuh dan tidak ada penumpang lain yang mau bertukar tempat duduk dengannya. Kesal karena pelayanan pramugari ini tidak berterima, akhirnya penumpang wanita yang identitasnya disamarkan ini melemparkan cup mie instan berisikan air panas tepat ke arah awak kabin berdarah Thailand tersebut. Usut punya usut, penumpang wanita ini kesal karena sang pramugari seolah tidak punya kuasa untuk menukar bangku salah satu penumpang dengan dirinya. Dan insiden pelemparan air panas ke arah pramugari AirAsia ini diklaim sebagai bentuk kekecewaannya terhadap pelayanan pihak maskapai. Tidak berhenti sampai di situ, gangguan di dalam penerbangan ini masih terus berlanjut dengan pihak pria (pacarnya) dan wanita ini masih bersikukuh untuk bisa duduk bersebelahan – dimana sang pria mengancam untuk meledakkan pesawat tersebut jika tidak ada yang mau bertukar tempat duduk dengannya. Wah, bucin (budak cinta-red) sekali ya pasangan ini! Baca Juga: Phobia Pada Bayi, Penumpang Delta Airlines Mengamuk di Kabin Singkat cerita, kedua pasangan ini diamankan oleh petugas seketika mendarat dan dilarang untuk mengudara bersama AirAsia lagi selamanya! Nah kan, itulah salah satu akibat jika Anda tidak menjaga sikap! Setelah didalami, ternyata insiden ini terjadi pada akhir  tahun 2014 silam di penerbangan Thai AirAsia dari Bangkok menuju Nanjing, Cina.

PT MRT Jakarta dan PT KCIC Lakukan Kerja Sama Transfer of Knowledge

PT MRT Jakarta dan PT KCIC (Kereta Cepat Indonesia China) baru saja menandatangani nota kesepahaman dalam hal pengembangan kompetensi. Keduanya bersepakat untuk saling melakukan transfer of knowledge yang berkaitan dengan pemeliharaan kereta dan operasionalnya yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi serta strategi pengembangan TOD (Transit Oriented Development) dan bisnis non kereta lainnya. Baca juga: Mulai Mengular 2021, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Gunakan Kereta Generasi Baru CR400AF “MRT dan KCIC merupakan pionir perkeretaapian modern di Indonesia sehingga ini merupakan kesempatan besar baik bagi KCIC maupun MRT untuk saling belajar mengenai sistem satu sama lain,” ujar Direktur Utama PT KCIC Chandra Dwiputra saat melakukan MoU dengan MRT Jakarta. Chandra mengatakan, MRT terbukti mampu menjawab ekspektasi publik setelah beroperasi secara komersial sejak Maret 2019 baik dari kualitas pelayan operasi maupun dampak yang dihadirkan kepada masyarakat. Perubahan yang ada saat ini, mampu meningkatkan wajah transportasi massal. “Jadi tugas kita menghadirkan transportasi massal yang efektif, aman, nyaman dan lainnya. KCIC persiapkan kereta cepat dan belajar dari MRT yang mulai diekspektasi ke publik sejak 2015,” tambah Chandra. Dia menambahkan, KCIC merupakan kereta cepat antar kota dengan lintasan baru dan juga menghidupkan kawasan baru untuk membantu produktivitas masyarakat yang ada di jalur tersebut. Chandra menyebutkan, kereta cepat mengadopsi teknologi baru dan belum pernah ada di Indonsia. Selain mempelajari sistem operasional, KCIC juga mempelajari terkait TOD disepanjang jalur baru. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengatakan, untuk bekerja sama ini, ada proses yang cukup panjang terkhusus untuk tim teknis dengan kegiatan konkret antara MRT dan KCIC. “Kita jadi pionir MRT bawah tanah dengan city transport. Sedangkan KCIC di kereta cepat. Kita memiliki kepentingan yang sama dimana Indonesia mendorong pengembangan transpor publik berbasis rel,” kata Sabandar. Baca juga: Dorong Antikorupsi, KPK dan MRT Jakarta Tempel Stiker “Berani Jujur Hebat” di Kereta Prioritas Dia mengatakan, pihak MRT memiliki pengalaman membangun sistem operasi hingga komersial saat ini. “Dua tahun ini, kami siap storing knowledge sebelum KCIC beroperasi 2021,” jelasnya.

KRD Cepu Ekspres – Pernah Jadi Idola Transportasi Warga Blora

Meluncur di rel sejak 25 Agustus 2011, kereta api Cepu Ekspres menggunakan rangkaian kereta rel diesel Indonesia (KRDI) buatan PT INKA. Kereta Cepu Ekspres merupakan kereta api komuter ekonomi AC relasi Surabaya Pasar Turi ke Semarang Poncol dan sebaliknya. Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic Awal beroperasi, sejak 25 Agustus sampai 9 September 2011, tarif kereta ini di gratiskan dan ketika masa itu selesai, tarif yang dikenakan pada penumpang yakni Rp50 ribu untuk sekali perjalanan. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, kereta relasi Surabaya Pasar Turi-Semarang Poncol ini, memulai perjalanan perdananya hanya sampai Stasiun Bojonegoro yang juga berhenti di Stasiun Tandes, Lamongan dan Babat ketika masih menggunakan satu rangkaian. Setelah menambah armada menjadi dua dan diberlakukan Gapeka 2014, kereta ini diperpanjang hingga Semarang Poncol. Jam berangkat dari Stasiun Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 09.15 dan tiba di Stasiun Semarang Poncol pukul 15.40 atau sekitar 6,5 jam perjalanan. Meski sudah dilengkapi dengan pendingin udara, kursi Cepu Ekspres terlalu tegak seperti naik bus. Tetapi perjalanan dengan Cepu Ekspres yang mengular di rel lebih lancar dibandingkan dengan menggunakan bus. Sayangnya Cepu Ekspres harus berhenti beroperasi sejak 4 Oktober 2016 dan digantikan oleh KA Ambarawa Ekspres. PT KAI mengatakan, penghentian pengoperasian Cepu Ekspres karena akan diilakukan perbaikan pada rangkaian kereta tetapi tidak jelas akan dioperasikan kembali atau tidak. Penghentian ini juga dikarenakan kereta sudah dianggap ‘tua’ oleh PT KAI,  argumennya adalah kereta sudah beroperasi sejak 2011 hingga 2016. Bisa dikatakan KA Cepu Ekspres merupakan idola transportasi warga Blora wilayah selatan yang sulit mengakses transportasi umum lainnya menuju ke kota-kota besar. Sebelum mengakhiri perjalanannya di Oktober 2016, Cepu Ekspres sempat naik tarif hingga dua kali yakni Rp60 ribu dan Rp70 ribu di rentang waktu 2014-2016. Baca juga: Kereta Lokal Daerah Seperti Tak Terurus, Bahkan Terkesan Diabaikan PT KAI Saat masih mengular, Cepu Ekspres melaju dikecepatan 60-70 km per jamnya. KA ini melintas di Stasiun Surabaya Pasar Turi, Stasiun Tandes, Stasiun Lamongan, Stasiun Babat, Stasiun Kapas, Stasiun Bojonegoro, Stasiun Cepu, Stasiun Randublatung, Stasiun Kradenan, Stasiun Jambon, Stasiun Ngrombo, Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol.

Meski Dianggap Tak Sehat, Tapi Inilah 5 Maskapai yang Punya Makanan Terbaik di Seluruh Dunia

Makanan pesawat memang bukanlah makanan yang segar dan disajikan setelah dipanaskan terlebih dahulu. Apalagi tampilan makanan pesawat yang tidak menarik meski rasa sudah sesuai dengan lidah pelancong. Bahkan membuat pelancong seringkali kecewa dengan tampilan dan rasa yang kurang menarik dari makanan. Baca juga: Era 40 dan 50-an, Jadi Masa Keemasan Sajian Makanan di Kabin Pesawat Tetapi soal rasa tentunya bersifat subyektif, KabarPenumpang.com merangkum dari laman makemytrip.com, disebutkan setidaknya ada lima maskapai layanan penuh (full service) yang menyediakan makanan penggugah selera terenak bagi penumpang pesawat. Berikut ini lima makanan maskapai terbaik dari seluruh dunia. Austrian Airlines Memiliki sembilan menu berbeda secara ekslusif seperti Schnitzel hingga tapas dari perusahaan catering DO & CO ala carte, Austrian Airlines menghadirkan makanan dalam penerbangan ke tingkat yang lebih baru. Karena hanya ada sejumlah menu DO & CO ala arte yang tersedia per penerbangan dengan pemesanan 24 jam sebelum berangkat.
(makemytrip.com)
Lufthansa Airline Maskapai milik Jerman ini memiliki standar dalam makanan yang disediakan pada penerbangan mereka. Menyajikan makanan berlapis indah, kaya rasa dan nutrisi, makanan ini juga menawarkan makanan khusus bagi penderita diabetes, vegetarian, penumpang dengan alergi makanan dan mengikuti keyakinan agama tertentu. Jika Penumpang akan melakukan upgrade makanan, ada berbagai pilihan seperti hidangan Mediterania, Catch of the Day, Bento Box Jepang dan rasa Asia tersedia. Makanan ini pun bisa dipesan dalam 24 jam sebelum Anda melakukan penerbangan baik untuk domestik maupun internasional. Singapore Airlines Maskapai yang satu ini sebelum menyajikan makanan dalam kabin mereka, ternyata sudah melakukan uji coba berbagai jenis masakan dalam penerbangan. Mereka mensimulasikan dalam kabin bertekanan selama berjam-jam. Dari makanan bayi, anak-anak hingga makanan rendah lemak. Untuk menikmati berbagai pilihan ini, pelancong bisa mengajukan pemesanan mereka melalui layanan Book The Cook 24 jam sebelum naik dan menikmati salah satu makanan yang Anda pilih ketika dalam penerbangan.
(makemytrip.com)
Emirates Airlines Maskapai penerbangan mewah ini menyajikan makanan yang terinspirasi dari berbagai tujuan dan memiliki lounge di atas pesawat untuk membuat seluruh pengalaman kuliner Anda sedikit lebih menarik! Menawarkan makanan lezat, anggur berkualitas dan menu koktail. Bisa dikatakan ini memang salah satu maskapai terbaik untuk makanan dalam penerbangan. Baca juga: Yakin Sehat? Ini Rahasia Makanan di Pesawat Kata Mantan Pramugari
(makemytrip.com)
Turkish Airlines Juga menggunakan jasa catering DO & CO ala carte, Turkish Airlines adalah pesaing yang setara dan kuat untuk penghargaan makanan maskapai penerbangan terbaik. Dengan citarasa pemenang penghargaan dan masakan dunia, maskapai ini siap untuk memuaskan semua keinginan Anda. Koki ahli membuat setiap hidangan dengan bahan-bahan segar dan menyiapkan beberapa hidangan khas termasuk shish kebab, karnıyarık, mantı, dan imam bayıldı. Tidak hanya itu, maskapai ini juga mengakomodasi kebutuhan diet khusus penumpang di dalam pesawat. Nah, kalau Garuda Indonesia bagaimana ya? Apa makanan yang disajikan sudah sesuai dan cukup menarikkah bagi Anda penikmat penerbangan?

Dubai Kian ‘Cerdas,’ Hadirkan Layanan WiFi Gratis di Taksi dengan Portal Khusus Penumpang

Penyediaan akses free WIFi di taksi rasanya tak terlalu memberi nilai tambah bagi pemumpang, terlebih bila taksi melayani rute kota megapolitan yang bertabur koneksi wireless broadband sangat baik. Manfaat yang paling terasa palingan hanya meminilkan kuota data di smartphone. Namun tidak demikian dengan layanan free WiFi pada taksi di Dubai, Uni Emirat Arab. Layanan free WiFi yang ditawarkan disini mencakup jalur apliasi khusus yang memberi value added service tersendiri bagi penumpang. Baca juga: Transport for London Lacak Pergerakan Penumpang via Jaringan WiFi KabarPenumpang.com melansir dari laman gulfnews.com (5/9/2019), kehadiran WiFi gratis pada taksi ini merupakan implementasi inisiatif Taksi Tech (taksi dengan teknologi) yang dimulai oleh Roads and Transport Authority (RTA) Dubai. Kehadiran taksi dengan teknologi ini untuk mendorong digitalisasi layanan taksi di Dubai. Adanya taksi dengan teknologi juga melibatkan penyediaan internet WiFi gratis di taksi dan paket layanan digital bagi penumpang taksi. Selain itu layanan digital tersebut juga mendukung smart city drive yang baru-baru ini meluncurkan layanan taksi e-hailing ‘Hala’ bersama dengan aplikasi Careem. “Inisiatif ini menyoroti upaya RTA untuk memberi peringkat Dubai kota paling cerdas di seluruh dunia. Inisiatif ‘Taksi Tech’ menyediakan WiFi gratis di semua taksi yang memungkinkan penumpang untuk terhubung ke layanan melalui jaringan WiFi UAE menggunakan smartphone mereka, “kata Khaled Al Awadi, Direktur Sistem Transportasi di Badan Transportasi Umum RTA. Dia mengatakan, nantinya setelah terhubung, penumpang bisa masuk ke www.taxiconnect.ae untuk mengakses berbagai layanan digital melalui sebuah opsi. Sehingga memungkinkan penumpang ‘berkomunikasi’ dengan pengemudi menggunakan interpretasi instan dari bahasa penumpang ke bahasa yang dipilih pengemudi (translator) dan terlihat dalam tampilan layar meter. Inisiatif taksi dengan teknologi juga memungkinkan penumpang untuk melacak jalur perjalanan dan berbagi peta dengan kerabat atau rekannya. Opsi lainnya menjelaskan penumpang bisa melihat nilai tukar pasar saat ini untuk mengkonversi berbagai mata uang ke dirham UEA. Selain itu, penumpang juga dapat mengklik opsi lain untuk menilai kinerja pengemudi dan menangkap layar meteran taksi di ponsel mereka. Ikon lain dirancang untuk mengukur kepuasan atau kebahagiaan penumpang dengan layanan ini. Baca juga: Bagaimana sih Cara Kerja WiFi OnBoard? Cek Jawabannya di Sini! “Inisiatif ini adalah yang pertama dari jenisnya di seluruh dunia. Ini menawarkan berbagai layanan digital konsolidasi di bawah satu tautan. Ini melambangkan kegigihan Pemerintah Dubai untuk merealisasikan inisiatif Smart City serta beberapa tujuan strategis RTA yaitu Smart Dubai, People Happiness dan Advance RTA,” kata Al Awadi.

Sokong Mobilitas di Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Uji Coba Taksi Otonom Pertama di Dunia

Perkembangan sektor transportasi belakangan ini – khususnya transportasi darat bisa dibilang cukup menunjukkan geliat yang signifikan. Selain mulai bermunculannya mode berbasis tenaga listrik di jalanan dewasa ini, belakangan para ahli tengah memantapkan konsep dari Autonomous Vehicle (AV) yang kelak diharapkan dapat mengganti peran dari kendaraan konvensional. Nah kini, pemberitaan terbaru terkait moda otonom ini datang dari Jepang, dimana kehadiran kendaraan jenis ini di jalanan menjadi sorotan media. Baca Juga: Jelang Olimpiade Musim Panas 2020, Bandara Haneda Tingkatkan Kapasitas Penerbangan Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman telegraph.co.uk (28/8), sebuah taksi otonom di Tokyo, Jepang berhasil mengantarkan penumpang untuk pertama kalinya. Momentum ini menjadi prestisius mengingat ini merupakan kali pertama moda otonom berbaur dengan kendaraan konvensional sembari membawa penumpang – mencatatkan tonggak sejarah penting dalam peradaban transportasi dunia. Berbeda dengan kebanyakan taksi, kali ini penumpang lah yang dibayar oleh operator taksi untuk menjadi ‘kelinci percobaan’ dari teknologi yang dipasok oleh perusahaan teknologi robotika, ZMP dan operator taksi Hinomaru Kotsu. Kedua perusahaan ini dikabarkan menjalin kerja sama untuk mengembangkan teknolosi taksi otonom di masa yang akan datang. Dalam uji coba memboyong penumpang perdana yang digelar pada minggu kedua bulan September ini, taksi otonom menempuh jarak sejauh 5,3 km, menghubungkan Chiyoda Tokyo dengan Roppongi Hills, sebuah kawasan hiburan populer di Ibukota Jepang. “Manuver yang dilakukan oleh taksi (otonom) ini benar-benar mulus, saya sampai lupa bahwa yang sedang saya naiki adalah taksi otonom,” ujar salah seorang penumpang yang sudah merasakan teknologi ini. Duo perusahaan pengembang ini berharap, project yang sebagian didanai oleh Pemerintah Jepang ini tidak menemui kendala yang berarti dan bisa mulai mengambil jatah di jalanan pada tahun 2020 mendatang. Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh Armadanya Usut punya usut, kendaraan otonom ini akan diplot untuk mengangkut para atlet dari mess menuju ‘medang perang’ yang akan berjuang pada perhelatan Olimpiade Musim Panas 2020 yang akan diselenggarakan pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020. Jika benar adanya, maka taksi otonom ini akan bersanding dengan sejumlah teknologi baru nan fungsional yang ada di dua bandara utama Jepang – Narita dan Haneda dalam upayanya meningkatkan pengalaman serta kenyamanan para atlet yang tiba di sana. Namun kembali lagi, apakah sertifikasi terkait moda otonom ini dapat dengan mudah diluncurkan oleh pemangku kepentingan setempat?  

Bajaj Masuk Peron di Stasiun India, Pengemudi Diamankan Petugas

Dalam sebulan, stasiun di India kehadiran kendaraan tak diundang di peronnya. Mungkin kalau sepeda lipat atau kursi roda tak masalah, Tetapi ini sebuah kendaraan roda tiga alias Bajaj atau autorickshaw yang sengaja berhenti di peron. Baca juga: Ini Baru Dahsyat! Bajaj di India Angkut 24 Penumpang dan Jadi Viral Aneh? Memang, tetapi ini terjadi di atas peron Stasiun Palghar, India. Pengemudi Bajaj bernama Pintu Srivastava yang ditangkap pada Rabu (4/9/2019) oleh petugas keamanan dan dibebaskan pada Kamis (6/9/2019) mengaku melaju dan berhenti diperon untuk membantu seorang penumpang tua yang mengaku gelisah. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesofindia.com (6/9/2019), Srivastava mengaku dirinya tengah menunggu diluar stasiun dan kemudian melajukan Bajajnya ke peron 1 setelah seorang pedagang memberitahukannya ada pria tua yang mengeluh gelisah di peron. Dia menjemput pria itu untuk membawanya ke rumah sakit terdekat agar mendapat perawatan Penumpang tua itu penduduk Mumbai yang akan kembali ke rumah setelah mengunjungi rumah leluhurnya di Mastan untuk festival Ganesha. Saat itu, layanan kereta terkena dampak karena hujan lebat, pria tua yang telah berdiri di peron selama beberapa jam mulai merasa tidak sehat. Anggota keluarganya kemudian membaringkan pria tua tersebut di bangku. Ketika melihat hal itu, seorang pedagang kemudian memanggil Srivastava dan memintanya untuk membantu. Srivastava, yang pertama dalam antrian menunggu penumpang, melaju langsung ke peron. Pengawas stasiun, Milind Kirtikar, yang mengetahui tentang penumpang itu, memanggil seorang perawat dari Ruang Medis Darurat dan penumpang itu dibawa ke rumah sakit pedesaan Palghar dengan mobil. Bajaj yang dikemudikan Srivastava menjadi tersebar karena para penumpang mengambil fotonya di peron sebab Stasiun Palghar tidak memiliki CCTV. Berdasarkan gambar-gambar itu, RPG Palghar mendaftarkan sebuah kasus berdasarkan Bagian 154 dari Undang-Undang Kereta Api karena membahayakan keselamatan orang yang bepergian dengan kereta api dengan tindakan terburu-buru atau lalai dan berdasarkan pasal 159 karena ketidaktaatan pengemudi atau kondektur terhadap arahan seorang petugas kereta api. Baca juga: Di India, Suzuki Ertiga Hadir Dalam ‘Setelan’ Taksi Lho! Untungnya Srivastava bebas dengan jaminan. sebelum kejadian ini, pada bulan lalu, seorang pengemudi Bajaj bernama Sagar Gawad juga ditangkap petugas keamanan karena mengendarai kendaraannya di peron di Virar untuk membantu seorang wanita hamil. Pengemudi ini juga ditangkap dan kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Sterilisasai Jalur Busway Turun 4 Persen, TransJakarta dan Dirlantas Polda Metro Jaya Pasang ETLE

Kamera sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) akan di pasang di jalur TransJakarta. Pemasangan ETLE ini, PT Transportasi Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya di 12 koridor jalur TransJakarta. Baca juga: SPIONAM, E-Tilang dan E-Ticketing, Aplikasi Baru dari Kementerian Perhubungan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, dari data evaluasi tahun 2016 lalu, telah terjadi penurunan tingkat sterilisasi jalur Jakarta sebanyak empat persen dari yang sebelumnya 55 persen menjadi 51 persen di tahun 2018. Agung menyatakan, dengan pemanfaatan teknologi yang sudah dijalankan dengan baik di Dirlantas Polda Metro Jaya sangat penting untuk menimbulkan efek jera ataupun penertiban dan kemanan di jalan raya. “Kita tidak bisa mengandalkan petugas dilapangan yang tidak 24 jam,” kata Agung yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Senin (9/9/2019). Dia menambahkan, ETLE sangat efektif dan dirinya ingin TransJakarta turut membantu pemanfaatan teknologi tersebut untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan kelancaran dan ketertiban laju busway serta lalu lintas secara umum. “ETLE mampu memberikan akurasi pencatatan dengan nyata, sehingga bukti pelanggaran tidak dapat terelakkan lagi,” ujar Agung. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, dengan pemasangan ETLE maka pihak kepolisian akan melakukan penindakan terhadap pengendara. Dia menjelaskan, pengguna kendaraan selain TransJakarta yang masuk ke jalur itu akan dilakukan penindakan baik kendaraan roda dua maupun roda empat. “Jadi seluruh kendaraan apakah roda dua, roda empat atau sebagainya, nanti yang masuk ke jalur busway terekam sama kamera ETLE atau petugas disana kita laksanakan penindakan,” kata dia. Yusuf menjelaskan, untuk proses penindakan terhadap pelanggar akan dilakukan secara manual dan sistem tilang eletronik. Agung menambahkan, kerja sama akan dilakukan dari persiapan pengadaan, pemasangan dan integrasi sistem elektrnik. Pemasangan ETLE ditargetkan selesai di akhir bulan September 2019 dan pemberlakuan tilang mulai 1 Oktober 2019. Baca juga: 10 Peraturan Lalu Lintas Unik Ini Siap Membuat Anda Kernyitkan Dahi Dengan penerapan ETLE ini Kami berharap busway dapat kembali seperti mandat awalnya dimana jalur khusus yang steril 100 persen untuk keamanan dan kenyamanan warga DKI menggunakan Transportasi publik. Dari 12 koridor ini, pihak TransJakarta juga tidak memberitahukan titik mana saja akan dipasangan kamera tersebut, ini dilakukan agar pengendara sadar ada kamera di jalur busway.

KRD Kelud Ekspres – Pamor Pudar Lantaran Harga Tiket Dianggap ‘Kemahalan’

Para pendaki pasti kenal dengan Gunung Kelud yang ada di Jawa Timur. Gunung yang berada di perbatasan antara Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang ini, namanya digunakan sebagai nama sebuah kereta api yakni Kereta Rel Diesel (KRD) Kelud Ekspres. Baca juga: KA Purbaya – “Kereta Cepat” Tempo Doeloe dengan Karcis Kartu Domino KRD ini mengular dari Surabaya menuju Blitar dan sebaliknya tersebut dilengkapi dengan fasilitas AC. Penumpang yang naik pun mendapatkan kursi untuk duduk alias tak ada penumpang yang berdiri. KRD Kelud Ekspres mulai beroperasi sejak 13 Agustus 2012 lalu dan diresmikan di Staisun Gubeng, Jawa Timur oleh Bambang Susantono Wakil Menteri Perhubungan bersama Tunjung Inderawan Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dan Saifulah Yusuf Wakil Gubernur yang kala itu menjabat. KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, KRD ini menjadi pendamping KA ekonomi Rapih Dhoho. Bahkan KRD Kelud Ekspres bisa dijadikan peralihan penumpang yang tidak mendapatkan kursi di KA Rapid Dhoho. Memiliki 308 kursi kereta diesel yang satu ini memiliki warna yang cukup mentereng serta mendominasi yakni merah dan putih. Sayangnya KRD kelud Ekspres ternyata memiliki tarif kereta yang cukup mahal dibandingkan KA Rapih Dhoho yakni dari Blitar ke Surabaya Rp50 ribu untuk jarak terjauh. Jarak menegah tarifnya Rp30 ribu dan jarak pendek seperti Dari Blitar-Tulungagung atau Blitar-Kediri dikenakan ongkos Rp20 ribu. Bisa dikatakan, ini menjadi moda transportasi yang diidamkan tetapi tidak dengan tarifnya yang dianggap tidak ‘nyaman’ untuk kantong masyarakat Jawa Timur. Karena hal ini, kerap kali KRD Kelud Ekspres sepi penumpang bahkan kosong. Sehingga banyak masyarakat yang memilih transportasi lain dengan harga yang murah. Dengan okupansi yang rendah, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kerugian dalam pengoperasian KRD Kelud Ekspres. Sehingga awal tahun 2013, relasi kereta ini ditutup. Dulu sebelum dikenakan tarif, KRD Kelud Ekspres digunakan untuk perbantuan angkutan Lebaran dan gratis. Baca juga: KRD Bumi Geulis – Kenangan Rute Bogor-Sukabumi yang Kini Jadi Rail Clinic Setelah okupansi yang tak sesuai dengan target, KRD ini kemudian dibawa ke Sumatera Utara untuk dijadikan rangkaian sementara KA Bandara Railink yang melayani Bandara Internasional Kualanamu ke Medan. Kemudian setelah rangkaian kereta api baru datang dari Korea Selatan, sebagian rangkaian kereta api dibalikan ke Jawa dan beroperasi menjadi Kereta api Sriwedari Solo-Yogyakarta pp dan sebagian lagi masih berada di Sumatra Utara dan beroperasi sebagai Kereta api Sri Lelawangsa Medan-Binjai.