Untuk Pertama Kali, SpaceShipTwo VSS Unity Meluncur ke Ruang Angkasa dengan Awak

Sebuah pesawat roket milik Virgin Galactic pada hari Jumat (22/2/2019) kemarin mengudara menuju ujung ruang angkasa dengan pilot penguji untuk pertama kalinya, mendorong perusahaan besotan miliarder asal Inggris, Sir Richard Branson lebih dekat dengan tujuannya untuk penerbangan suborbital bagi para wisatawan menuju luar angkasa. Instruktur astronot di Virgin Atlantic, Beth Moses yang juga akan melatih para calon wisatawan luar angkasa ini, merupakan orang yang ikut dalam peluncuran SpaceShipTwo VSS Unity – guna mengevaluasi pengalaman penumpang di moda ini kelak.

Baca Juga: Virgin Galactic Sukses Terbangkan (Kembali) Pesawat Bertenaga Roketnya ke Antariksa

“Ada pepatah yang menyebutkan bahwa ‘kursi terbaik para pilot ada di rumah, dengan segala pemandangan yang ada,’ namun setelah Anda ikut penerbangan ini, Anda akan meralat pepatah tersebut,” ujar David Mackey, seorang pilot yang berusaha menggambarkan apa yang akan dilihat dan dirasakan oleh Beth Moses di atas sana, dikutip KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (23/2/2019).

Jumat pagi sekira pukul 08.00 waktu setempat, pesawat pengangkut WhiteKnightTwo lepas landas dari Mojave Air and Space Port di California. Ketika pesawat ini berada di ketinggian 44.000 kaki, WhiteKnightTwo akan melontarkan SpaceShipTwo VSS Unity menuju ketinggian sekira 88,5 km di atas bumi. Pesawat SpaceShipTwo VSS Unity ini sendiri baru dapat digunakan kembali setelah mengudara di ketinggian sekira 51 mil dari bumi pada Desember 2018 kemarin. Ini akan menjadi penerbangan manusia komersial pertama Amerika Serikat di luar atmosfer sejak program terakhir pesawat ulang alik-alik Amerika di tahun 2011 silam.

“Perjalanan yang saya tempuh tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata,” ujar Beth Moses.

“Richard, Anda akan menyukai perjalanan ini,” tandasnya.

Sejak Virgin Galactic didirikan pada tahun 2004 silam, salah satu tujuan utama dari Sir Richard Brenson adalah untuk membawa penumpang menuju ruang angkasa, dan misi ini tidak pernah tergeserkan. Namun upayanya untuk mewujudkan misinya tersebut terus mengalami penundaan pasca SpaceShipTwo mengalami kecelakaan di tahun 2014 silam.

Baca Juga: Virgin Galatic Uji Coba Pesawat Luar Angkasa Komersial

Dalam mengembangkan bisnis ini, Sir Richard Branson berlomba melawan pesaing seperti Blue Origin, bisnis luar angkasa ‘sampingan’ dari pendiri Amazon Jeff Bezos, dan SpaceX milik Elon Musk untuk membawa wisatawan ke luar angkasa. Sir Richard Branson mengatakan ia berencana menjadi penyedia layanan penumpang pertama dalam penerbangan komersial SpaceShipTwo pada pertengahan 2019 mendatang.

 

Dikira Keluarkan Tenaga Dalam Untuk Buka Pintu MRT, Ternyata Wanita Ini Berlatih Yoga

Mungkin setiap tempat yang biasa dilalui dan menjadi rutinitas terkadang membosankan. Bahkan negara Singapura sendiri bisa menjadi membosankan bila hanya yang dilakukan itu-itu saja dan tempat yang di kunjungi selalu sama. Baru-baru ini sebuah lelucon hadir di Negeri berlambang Singa ini, dimana sebuah video yang diunggah ke sebuah grup di Facebook memperlihatkan seorang wanita seperti mengeluarkan tenaga dalam dari teknik ilmu Shaolin.

Baca juga: Akibat Ponsel Keluarkan Asap, Penumpang MRT Singapura Tertahan 11 Menit di Stasiun Dhoby Ghaut

Melansir dari laman yahoo.com (24/2/2019), KabarPenumpang.com mewartakan, Chan Vy yang mengunggah video tersebut pada Jumat (22/2/2019) dalam sebuah grup. Padahal peruntukan grup Facebook tersebut sendiri adalah untuk mengeluarkan keluhan umum atau kehidupan di Singapura terkait masalah-masalah dari setip individu.

Sebenarnya Chan sendiri tidak bermaksud untuk melakukan hal aneh, tetapi di unggahnya video tersebut untuk membuat suasan yang serius menjadi sedikit ceria. Dia memberikan caption untuk video tersebut “Siapa bilang Singapura hidup itu membosankan!”

“Hari ini kamu adalah kamu, itu lebih benar daripada yang benar. Tidak ada yang hidup yang Youer dari You,” ujarnya lagi.

Video ini sendiri semenjak di unggah ke Facebook sudah dibagikan lebih dari 1300 kali dan menunjukkan wanita berkebangsaan Vietnam itu ‘menutup’ pintu dengan tenaga dalam di stasiun MRT Newtown di Jalur Downtown. Dalam video tersebut saat kereta bergerak, wanita itu seperti mengerahkan kekuatannya dan mendorong kereta bergerak melintasi stasiun dengan tangannya.

Ini mengingatkan pada sedikit tantangan dasbor cermin Naruto di mana orang-orang mengunggah video diri mereka berlari melewati cermin yang tampaknya tak ada habisnya sembari mengubah pose di setiap pengambilan gambar. Komentator untuk video itu sepertinya membelok di sepanjang baris “apa yang sedang dilakukan wanita ini” tetapi wanita itu mengambil langkah dengan tenang, mengikuti alur bersama dengan komentar.

Baca juga: Stasiun Raffles Place Jadi ‘Saksi’ Cinta Dua Petugas MRT Singapura

Menurut wanita itu, dia membuat video setelah kelas yoga dan sedikit terkejut mengetahui bahwa setelah dia melakukan perbuatan itu, dua pria tampan melihat dan tersenyum padanya, sambil berbicara tentang apa yang dia lakukan. Bagi penggemar yoga, kami memiliki satu hal untuk dikatakan yakni jika Anda melakukannya, pria yang tepat akan selalu muncul. Sampai saat itu, kami berharap dapat melihat Anda menggunakan kekuatan Anda untuk mencegah kerusakan MRT di masa mendatang.

Jelang Olimpiade Musim Panas 2020, Bandara Haneda Tingkatkan Kapasitas Penerbangan

Sebagai salah satu upaya untuk menyambut perhelatan Olimpiade dan Paralympic Games yang akan digelar pada tahun 2020 mendatang, Jepang seolah tiada henti untuk melakukan peningkatan di segala sektor – tidak terkecuali sektor aviasinya. Dikabarkan perusahaan penerbangan Jepang dan Amerika Serikat akan dialokasikan untuk menempati sekira setengah dari 50 slot tambahan yang akan dibangun di Bandara Internasional Haneda, Tokyo. Pernyataan tersebut dilontarkan langsung oleh Menteri Transportasi Jepang, Keiichi Ishii.

Baca Juga: Sambut Olimpiade 2020, Bandara Jepang Siapkan Kemudahan Bagi Penyandang Disabilitas

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantimes.co.jp (12/2/2019), sebanyak 12 slot harian akan diberikan kepada maskapai penerbangan asal Negeri Matahari Terbit, sedangkan 12 slot lainnya akan dilimpahkan kepada maskapa penerbangan asal Negeri Paman Sam. Dengan diberlakukannya regulasi ini, maka Menteri Keiichi menargetkan dapat memboyong sekira 40 juta pelancong asing ke Jepang di tahun 2020 mendatang.

“Kami akan menggunakan (slot baru) untuk memperluas jumlah pelancong menuju Jepang dan meningkatkan daya saing internasional Jepang,” ujar Menteri Keiichi dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Jepang berencana untuk memperkenalkan jalur penerbangan baru di atas pusat kota Tokyo pada musim semi 2020 untuk menciptakan slot kedatangan dan keberangkatan baru di Haneda, yang sudah menyandang predikat sebagai bandara tersibuk keempat di dunia dalam hal total lalu lintas penumpang pada tahun 2017 kemarin.

Namun karena banyaknya protes yang dilayangkan oleh penduduk sekitar akibat kekhawatiran mereka terhadap kebisingan yang mungkin akan ditimbulkan, Kementerian Transportasi perlu menambahkan satu fase tambahan, yaitu menambahkan serangkaian sesi pengarahan tentang dampak yang diharapkan dari adanya peningkatan jadwal penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Haneda.

“Kami akan menggunakan prosedur formal dan memutuskan (pada rencana) setelah mendapatkan persetujuan lokal,” terang Menteri Keiichi.

Baca Juga: Sambut Olimpiade Musim Panas 2020, Jepang Siap Hadirkan Layanan Free WiFi di Seluruh 

Bulan lalu, Jepang mencapai kesepakatan dasar dengan Amerika Serikat untuk mengelola rute baru untuk penerbangan komersial di wilayah udara yang dikendalikan militer A.S. di atas bagian Tokyo dan sekitarnya.

Perjanjian tersebut memungkinkan Jepang untuk memperluas slot kedatangan dan keberangkatan tahunannya untuk penerbangan internasional di Haneda dari angka 60.000 ke angka 99.000, kendati ‘pertandingan’ Olimpiade 2020 belum mulai.

 

Melesat 320 Km Per Jam, Pengemudi BMW M3 Harus Diamputasi Kakinya

Seorang pengemudi harus kehilangan kakinya karena sebuah kecelakaan di Cape Town, Afrika Selatan. Kecelakaan tersebut terjadi pada Senin (21/1/2019) lalu dimana pengemudi bernama Taufiq Carr melajukan mobilnya dengan kecepatan 320 km per jam sebelum terjadi kecelakaan.

Baca juga: Ganti Tuas Persneling dengan Tongkat Bambu, Pengemudi Bus ini Tabrak Mobil Mewah

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman news24.com (31/1/2019), pengusaha berusia 26 tahun tersebut yang berasal dari Mitchells Plain setelah kecelakaan mendapat perawatan oleh paramedis ER24 untuk menangani cedera pada kepala dan kakinya. Dia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Vincent Palotti dan kedua kakinya mau tak mau harus diamputasi.

Taufiq Carr (News24)

Hal ini dikarenakan kakinya terluka parah saat Taufiq dibawa keluar oleh petugas medis dari mobil. Kaki kirinya bahkan terlihat jelas kalau patah. Ranting dan bunga dari semak-semak yang ditabraknya berhamburan di lantai dekat kendaraannya itu.

Awalnya tidak diketahui bahwa Taufiq tengah mengemudi bersama rekannya di dalam mobil. Kecelakaan itu sendiri dimana mobil BMW M3 pada N1 menabrak dekat belokan Sable Road pada dini hari Senin, 21 Januari 2019 lalu.

Bahkan nama penumpang yang bersama dengan Taufiq sendiri belum diketahui. Dalam sebuah video, mobil yang dikemudikan oleh Taufiq balapan dengan mobil lain dan sebuah sepeda motor.

“Dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi dan lagi,” ujar seseorang dalam rekaman.

Orang itu mengatakan sesuatu yang tidak terdengar dan beberapa detik kemudian, berseru: “Hei!”

Kemudian rekaman mulai tampak kabur dan tabrakan terdengar jelas sesaat sebelum gambar menjadi gelap. Video lainnya menunjukkan seorang pengamat yang mengatakan Taufiq terluka parah dan tengah ditanyakan siapa yang berada bersamanya saat itu.

Baca juga: Teror di Stasiun Adelaide, Dua Pria Dorong Mobil ke Lintasan Kereta

Taufiq menjawab dan memanggil, “Imraan, dimana Anda?”

Diketahui, penumpang yang bersama dengan Taufiq selamat dengan luka di jarinya dan dirawat oleh pihak medis darurat Metro di lokasi kecelakaan. Sementara itu, foto Taufiq yang tersenyum, duduk di ranjang rumah sakitnya, juga mulai beredar.

Seminggu yang lalu, ibunya Moesna mengatakan bahwa putranya telah dibius dan “tidak terlalu sadar”. Juru bicara kepolisian Cape Barat Kapten FC Van Wyk mengatakan awal pekan ini bahwa kasus kriminal karena mengemudi sembrono dan lalai didaftarkan.

Dirundung Kerugian, Etihad Kurangi Jumlah Pesanan Pesawat dari Boeing dan Airbus

Pemberitaan tentang pembatalan pesanan armada Airbus A380 yang dilontarkan sejumlah maskapai, seperti Qantas dan Emirates tentu masih menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan. Terutama dari Emirates selaku konsumen utama dari super-jumbo jet ini, pembatalan pesanan ini bisa jadi chapter terakhir dari kiprah A380 di dunia aviasi global.

Baca Juga: Etihad dan Emirates, Jadi Maskapai Paling Ramah Bagi Keluarga

Ketimbang rivalnya, Boeing, nama Airbus kali ini lebih menuai sorotan dari publik, pasalnya raksasa manufaktur asal Eropa ini telah mendapat pembatalan pesanan dari sejumlah maskapai. Selain kedua maskapai di atas, Airbus juga dikabarkan baru saja mencapai kata sepakat dengan maskapai asal Timur Tengah, Etihad guna mestrukturisasi sejumlah pesanan pesawatnya – pun dengan Boeing.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman seekingalpha.com (21/2/2019), ada banyak isu yang berkembang perkara restrukturisasi pesanan Etihad ke kedua jet maker ini. Ada sumber yang mengatakan bahwa maskapai terbesar kedua di Uni Emirat Arab ini sudah terlalu banyak memiliki pesanan pesawat. Bukan tanpa landasan data, di Juni 2018, Etihad tercatat memiliki sekiranya 165 pesanan armada, termasuk 62 unit Airbus A350, 52 unit Boeing 787, 26 unit Airbus A321 neo, dan 10 Airbus A320 neo.

Namun terkait beredarnya isu ini, perlahan angka pun mulai mencuat. Mengutip dari laman sumber lain, Etihad akan merevisi pesanannya menjadi lima unit Airbus A350, 26 unit Airbus A321 neo, enam unit Boeing 777, dan sejumlah Boeing 787 Dreamliner – dimana Etihad enggan membocorkan angka presisi dari revisi pesananannya terhadap pesaing Airbus A380 ini.

Baca Juga: Etihad Airways Buka Lowongan Global di 19 Kota Dunia

Namun jika ditilik dari pendapatan perusahaan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Etihad mengalami kerugian hingga lebih dari US$3,5 miliar atau yang setara dengan Rp49,05 triliun. Belum lagi di November 2017, dimana pergantian CEO Etihad terjadi – Tony Douglas menggantikan James Hogan, yang diikuti oleh pemotongan pesanan 10 unit Airbus A320 neo dan penghentian kerja dari sekira 50 pilot.

Akankah krisis yang tengah melanda sejumlah maskapai beken ini akan terus ‘menggerogoti’ pendapatan dari para manufaktur burung besi ini?

Inilah Cara Membawa Tas yang Dianggap Mengganggu Kenyamanan di Kereta Komuter

Salah satu risiko ketika melakukan mobilitas dengan sarana transportasi berbasis massal adalah bertemu dengan penumpang lain yang tidak Anda ketahui latar belakangnya. Mungkin ada beberapa tingkah laku mereka yang tidak dapat Anda terima dan membuat Anda risih. Nah, dari sekian banyak tingkah laku penumpang tersebut, kira-kira apa saja yang paling membuat seorang komuter merasa risih?

Baca Juga: Makan Burrito di Dalam Kereta, Penumpang Dimarahi Seorang Pria

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman nippon.com (15/2/2019), jaringan perkeretaapian Jepang melalui survei yang dilakukan oleh Japan Private Railway Association menyebutkan bahwa penumpang mudah merasa jengkel dengan orang yang membawa tas – baik ransel, tas selempang maupun tas jinjing sekalipun dengan cara yang tidak benar. Para komuter menilai bahwa orang-orang seperti ini merupakan variabel yang paling mudah untuk membangkitkan emosi mereka selama perjalanan.

Dalam sebuah data hasil survei yang dirilis oleh Japan Private Railway Association, tampak cara menempatkan atau memegang tas menduduki peringkat pertama aktifitas yang dapat membuat penumpang lain tidak nyaman dengan presentase 37,3 persen. Diikuti oleh perbincangan sesama penumpang dengan volume yang keras di angka 36,9 persen, dan cara duduk penumpang berada di urutan ketiga dengan presentase 34,5 persen.

Ada beberapa variabel lain yang membuat komuter merasa tidak menikmati perjalanan mereka ketika menggunakan kereta di Jepang – seperti cara naik dan turun kereta, suara headset yang ‘rembes’ keluar, tata cara penggunaan ponsel selama di kereta, penumpang yang mabuk, bersolek di kereta, membuang sampah sembarangan, hingga penumpang yang makan di tengah kondisi kereta yang penuh sesak merupakan sejumlah variabel yang dapat membangkitkan emosi penumpang selama mengular menggunakan KRL di Jepang. Namun variabel-variabel ini presentasenya tidaklah setinggi tiga contoh di awal.

Baca Juga: Ingin Jadi Penumpang yang ‘Beradab’? Langkah ini Bisa Jadi Rujukan

Nah, berhubung tata cara membawa tas di kereta menduduki peringkat pertama dalam survei ini, Japan Private Railway Association kembali mangkategorikan cara komuter ini membawa tas, dan yang pertama muncul adalah orang-orang yang membawa tas mereka dengan cara digendong di samping atau belakang – tidak disimpan di depan seperti yang sering Anda lihat di KRL Jabodetabek. Variabel turunan ini jauh berdiri di angka 66,2 persen, sedangkan di posisi kedua ditempati oleh orang-orang yang menyimpan tas mereka di bangku sebelahnya. Variabel turunan kedua ini berada di presentase 9 persen saja.

Jika kemarin sudah dibahas tentang bagaimana caranya untuk menjadi penumpang yang ‘beradab’ di dalam pesawat, kini saatnya Anda menjadi penumpang yang ‘beradab’ di dalam kereta ya!

 

Boeing 737 Biman Bangladesh Dibajak, Drama Berakhir dengan Tewasnya Pelaku

Seorang pembajak tewas setelah pesawat Biman Bangladesh Airlines mendarat di Bandara Chittagong. Penembakan tersebut terjadi lantaran seorang pria bersenjata yang diduga mencoba untuk membajak pesawat yang berangkat dari Dhaka menuju Dubai tersebut.

Baca juga: Disinyalir Rindu Keluarga, Mahasiswa Paruh Waktu ini Coba Curi Pesawat!

KabarPenumpang.com melansir dari laman independent.co.uk (24/2/2019), awalnya pesawat Biman Bangladesh Airlines Boeing 737 berangkat dari Dhaka menuju ke Dubai pukul 16.35 waktu setempat. Namun harus mendarat di Bandara Chittagong pukul 17.40 waktu setempat karena seorang pria berusaha membajak pesawat tersebut.

Pendaratan darurat dilakukan pilot ketika mendapat kabar dari seorang awak kabin bahwa ada pria yang berperilaku mencurigakan. Ada 143 penumpang dan tujuh anggota awak diizinkan pergi setelah polisi dan pasukan militer mengepung pesawat tersebut.

“Semua dari mereka telah keluar dari pesawat dengan selamat,” ujar Manajer umum Biman Bangladesh Airlines Shakil Miraj.

Seorang politisi Bangladesh Moin Uddin Khan Badal yang ikut dalam penerbangan tersebut mengatakan ada penembakan. Dia juga mengklaim pembajak menuntut untuk berbicara dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina.

Seorang pejabat militer yang menangani hal ini mengatakan, pelaku diketahui seorang pria Bangladesh yang berusia sekitar 25 tahun. Kemudian pasukan khusus Bangladesh menembaki tersangka saat yang bersangkutan diminta untuk menyerah.

Pria yang belum dirilis namanya tersebut sempat diminta berbicara dengan sang istri dan perdana menteri. Sayang, tersangka tewas karena luka-lukanya sebelum tiba di rumah sakit. Ketua Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh Nayeem Hassan mengatakan tersangka tampak tidak seimbang secara mental.

“Dari pembicaraan dan dialog yang kami lakukan dengannya, tampaknya ia secara psikologis gila. Aku mengatakan ini karena perilakunya. Dia ingin berbicara dengan perdana menteri,” ujar Hassan.

Juru bicara militer lainnya, Abdullah Ibne Zaid, juga mengatakan calon pembajak itu diduga mengklaim memiliki senjata dan bom yang diikatkan di dadanya.

Baca juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

“Pasukan khusus tentara melakukan operasi dan pria bersenjata telah dinetralkan. Situasi di bandara di bawah kendali tentara Bangladesh, ”katanya.

Penerbangan ditangguhkan di bandara ketika polisi menutup area sekitar pesawat. Investigasi akan dilakukan untuk menentukan apakah penyimpangan keamanan telah terjadi, tambahnya.

Antara Mimpi AS, Ambisi Cina dan Jaringan Kereta Api Cepat Nasional

Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump berselisih paham dengan Gubernur California Gavin Newsom atas pendanaan untuk kereta berkecepatan tinggi yang telah direncanakan negara bagian, di sisi lain, Cina malah semakin memperluas jaringan rel berkecepatan tinggi – mungkin bisa dibilang yang terpanjang di dunia.

Ya, Negara Adikuasa tersebut beserta Cina pernah mengumumkan rencana ambisius untuk mendanai proyek kereta api berkecepatan tinggi seperti yang pernah dibayangkan oleh pendahulu Donald Trump, Barrack Obama.

Baca Juga: Mercitalia Fast, Kereta Kargo Berkecepatan Tinggi Asal Negeri Pizza

Seperti yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman yahoo.com (22/2/2019), adapun negara-negara bagian yang dipilih untuk dialirkan dana proyek kereta api berkecepatan tinggi termasuk Wisconsin, Ohio dan Florida. Ketiga contoh negara bagian ini menolak uang federal karena mereka melihat sedikit manfaat untuk memulai proyek ambisius semacam ini. Adapun satu negara yang dianggap bakalan menjadi suksesor dari proyek kereta cepat ini adalah California, dimana negara bagian ini memiliki populasi 40 juta orang dengan total pendapatan sekira US$2,5 triliun.

Dengan dukungan dari mantan Gubernur Jerry Brown, California mulai membangun rel berkecepatan tinggi pertama pada 2015 – digadang-gadang mampu menembus kecepatan 160 mph atau yang setara dengan 257,5 km per jam. Namun karena satu dua hal, rencana pembangunan jaringan kereta cepat ini terpaksa meruntuhkan asa sebagian orang yang mengharapkan kehadirannya.

Kondisi ini jelas berbanding terbalik dengan di Negeri Tirai Bambu. Dengan kepadatan populasi yang lebih tinggi dan tingkat kepemilikan mobil yang lebih rendah per orang, tidak mengherankan jika Beijing menunjukkan antusiasme yang lebih besar dalam membangun kereta api berkecepatan tinggi. Bagi sebagian orang di Tiongkok, ini juga menggambarkan keunggulan institusional yang dimiliki Tiongkok atas AS.

Di bawah sistem satu partai, pemerintah Cina mendukung proyek kereta api dengan berinvestasi dalam inovasi teknologi dan infrastruktur, yang juga dapat mendorong pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Cina juga telah berkembang dari pembangun teknologi kereta api berkecepatan tinggi menjadi pengekspor teknologi tersebut ke negara-negara seperti Rusia dan Meksiko.

Perlu digarisbawahi, panjang jalur kereta api berkecepatan tinggi di Cina telah berkembang hingga 18.000 mil, terhitung lebih dari dua per tiga dari total panjang keliling dunia dan nilai tersebut lima kali lebih panjang ketimbang yang sudah dibangun Jepang sejak 1960-an.

Kendati selama masa perluasan jaringan kereta api Cina tidaklah berjalan mulus – ada saja problematika, terutama dari segi finansial, namun Cina tidak sama sekali mengendurkan ritme pengerjaannya. Dengan 6.000 mil lagi sedang dibangun, Cina bertujuan untuk mencakup 80 persen wilayah metro dengan kereta api berkecepatan tinggi pada tahun 2020.

Baca Juga: Tak Mau Kalah dengan Eropa, India Kini Hadirkan Kereta Cepat

“Sementara investasi satu kali dalam proyek kereta api (berkecepatan tinggi) tidaklah murah dan siklus pemulihannya terhitung cukup lama. Namun post-effect dari hadirnya kereta api tersebut juga merupakan fakta yang tidak terbantahkan,” tulis artikel yang diunggah oleh People’s Daily.

Seolah enggan kalah dengan dengan mantan tandemnya, Amerika terus menggenjot rencana pengadaan jaringan kereta api berkecepatan tinggi di sana. Baru-baru ini, pemberitaan tentang pengadaan kereta api ini datang dari Green Deal yang diperkenalkan oleh anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez (D-NY) dan Senator Ed Markey (D-Mass.) pada bulan Februari kemarin. Lagi, inisiatif dari Green Deal mendesak Negeri Paman Sam untuk sesegera mungkin memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi.

 

Hanya 12,3 Persen Masyarakat UEA Gunakan Sabuk Pengaman di Kursi Belakang

Penumpang kursi belakang kendaraan di Uni Emirat Arab (UEA) hanya satu yang menggunakan sabuk pengaman dari delapan kursi yang tersedia. Padahal undang-undang sabuk pengaman federal sendiri sudah mulai berlaku di UEA sejak 2017 lalu dimana sabuk pengaman wajib digunakan penumpang yang duduk di kursi belakang dan kursi anak.

Baca juga:Sabuk Pengaman Juga Bisa Berakibat Fatal, Lho!

Sebuah hasil studi baru menunjukkan lemahnya implementasi terhadap penggunaan sabuk pengaman di kursi belakang. Para peneliti University of Sharjah mengatakan kepatuhan dengan hukum, sabuk pengaman sudah lebih dari satu tahun diperkenalkan.

Namun 1903 kendaraan dengan 3569 penumpang kursi belakang hanya 12,3 persen saja yang menggunakan sabuk pengaman. Angka terendah penggunaan sabuk pengaman kursi belakang ada di Sharjah yakni 8,8 persen, Fujairah merupakan kota tertinggi yang menggunakan sabuk pengaman kursi belakang yakni 16,2 persen.

Di Dubai sendiri hanya 14,7 persen yang mengenakan sabuk pengaman di kursi belakang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari laman gulfnews.com (9/2/2019), para ahli mengungkapkan perkiraan tingkat penggunaan sabuk pengaman UEA untuk penumpang di kursi belakang lebih rendah dibandingkan negara maju dengan stastistik 89 persen di Inggris dan Skotlandia.

Hasil penelitian ini sendiri didapat dari hasil pengamatan langsung di pinggir jalan terhadap penumpang di kursi belakang dan kuisioner yang dibagikan. Dari sampel 511 penumpang mobil yang dipilih secara acak untuk survei, kurang dari seperenam responden mengatakan menggunakan sabuk pengaman ataupun meminta penumpang kursi belakang untuk menggunakan sabuk pengaman.

Kerugian finansial akibat kecelakaan di jalan adalah 1,3 persen dari PBD UEA atau setara dengan seluruh pertumbuhan PBD negara itu di tahun 2017. Tingkat kematian di lalu lintas jalan per 100 ribu penduduk UEA adalah 10,9 persen dibandingkan Inggris yang hanya 2,9 persen.

“Hukum untuk menegakkan penggunaan sabuk pengaman belakang harus disertai dengan kampanye kesadaran yang ketat yang akan membantu dalam meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya memakai kursi belakang. sabuk untuk mengubah perilaku publik dalam hal ini,” ujar pernyataan dari peneliti DrSalah Al Din Bendak dan Sara Al Naqbi dari University of Sharjah.

ketua cabang Institution of Occupational Safety and Health’s (IOSH) di UEA, Matt Jackson mengatakan, penelitian ini memberikan statistik yang mengkhawatirkan mengingat kecelakaan terkait jalan masih menjadi salah satu penyumbang terbesar kematian di UAE. Kebutuhan pengemudi agar kendaraan dimintai pertanggungjawaban adalah kuncinya. Mereka mengendalikan kendaraan dan itu adalah kewajiban mereka untuk memastikan semua penumpang mengenakan sabuk pengaman sebelum kendaraan bergerak, seperti pengemudi barang berat yang bertanggung jawab atas muatannya.

“Mengenakan sabuk pengaman di mobil sama dengan menggunakan helm di sepeda motor. Ini adalah langkah perlindungan jiwa. Tubuh Anda bergerak dengan kecepatan yang sama dengan kendaraan dan jika kendaraan berhenti tiba-tiba, baik itu berhenti keras atau kecelakaan, tubuh Anda akan terus bergerak maju. Sesuatu harus menghentikan gerakan itu dan airbag biasanya tidak cukup. Apakah Anda ingin ‘itu menjadi sabuk pengaman atau kaca depan?” ujar Abdul Razaq, asisten manajer teknis Emirates Driving Institute Dubai.

Dia menyarankan penegakan hukum yang ketat melalui hukuman berat sebagai langkah pertama untuk membuat orang mematuhi aturan.

Baca juga: Warga UEA Setujui Aturan Penggunaan Sabuk Pengaman dan Car Seat

“Kurangnya kesadaran adalah alasan orang menganggapnya enteng. Ada kebutuhan untuk berbagai jenis kampanye kesadaran untuk membuat orang memahami konsekuensi dari tidak mengenakan sabuk pengaman, ”katanya.

Jika terjadi kecelakaan, sabuk pengaman membantu menghindari kontak antara penghuni dan benda lain. Sabuk pengaman secara signifikan mengurangi risiko penumpang terlempar keluar dari kendaraan dan diketahui dapat menjaga hingga 80 persen nyawa.

Tekan Limbah, Qantas Tahun Ini Stop Penggunaan Boarding Pass Berbahan Kertas

Flag carrier Negeri Kangguru, Qantas Airways dan anak perusahaannya yang menggeluti sektor penerbangan berbiaya rendah, Jetstar dikabarkan akan memberhentikan penggunaan boarding pass berbahan dasar kertas dan beralih menggunakan sistem digital pada tahun 2019 ini. Langkah yang ditempuh kedua maskapai ini merupakan perwujudan dari upaya mereka untuk meminimalisir limbah kertas.

Baca Juga: Di Penerbangan Jarak Jauh, Qantas Canangkan Sensasi Bersepeda dan Relaksasi Lewat Virtual Reality

Jika benar-benar rampung, maka Qantas dan Jetstar akan menjadi maskapai pertama di dunia yang mendaur ulang dan membuat kompos dari 75 persen limbahnya pada akhir tahun 2021 mendatang. KabarPenumpang.com melansir dari laman news.com.au (21/2/2019), seorang juru bicara dari Qantas mengatakan bahwa perubahan regulasi ini akan menyasar baik penerbangan domestik maupun internasional.

Tidak hanya boarding pass saja ternyata yang akan diganti oleh Qantas dan Jetstar, bahkan plastik sekali pakai akan diubah dengan menggunakan alternative packaging, gelas bekas kopi akan didaur ulang, pun dengan seragam lama pegawai yang juga akan didaur ulang dan sisa makanan yang akan dijadikan kompos oleh perusahaan – setidaknya hal-hal tersebutlah yang akan diimplementasikan oleh perusahaan di tahun ini.

Sejumlah pengoperasian manual pun akan mengalami digitalisasi, seiring dengan perubahan bentuk dari boarding pass seperti yang sudah disebutkan di atas.

CEO dari Qantas Group, Alan Joyce mengungkapkan rencana ini bertepatan dengan pencapaian setengah tahunan perusahaan.

“Jika dirata-ratakan, kami menerbangkan sekira 50 juta penumpang setiap tahunnya, dan kami menangani lebih dari 30.00 ton sampah. Angka tersebut hampir setara dengan 80 unit armada Boeing 747,” ujar Alan.

“Ini benar-benar angka yang sangatlah banyak, dan kami memiliki tanggung jawab terhadap pelanggan kami, pemegang saham, dan masyarakat untuk mereduksi angka limbah tersebut,” tandasnya.

Diketahui, Qantas tidak lagi menggunakan plastik pembungkus piyama dan headset – pun dengan sedotan plastik, “Bahkan kartu Frequent Flyer yang berbahan dasar plastik akan menjadi digital di masa yang akan datang,” terang Alan.

Baca Juga: Semakin Terpuruk, Airbus Terima Pembatalan Pesanan A380 dari Qantas Airways

Qantas memiliki rencana untuk menghentikan penggunaan dari 100 juta barang berbahan dasar plastik sekali pakai setiap tahunnya. Sementara untuk 45 juta gelas plastik, 30 juta peralatan makanan, 21 juta gelas kopi, dan empat juta headset covers akan digantikan dengan bahan alternatif yang berkelanjutan pada akhir tahun depan.

“Kami akan meminta bantuan kepada kru, pelanggan, pemasok dan regulator untuk membantu kami guna mewujudkan rencana ini.” tutup Alan.