Saking Nyamannya, 9 Bandara Ini Buat Penunjungnya Lupa Pulang

Anggapan orang tentang bandara sebagak tempat yang membosankan telah pupus seiring adopsi konsep airport city dan airport mall. Pasalnya, kenyamanan, kelengkapan dan fasilitas bandara kini telah dibuat setara atau bahkan melebihi dari mall yang ada di pusat kota sekalipun. Alhasil banyak bandara kini berperan ekstra sebagai lokasi wisata belanja dan hiburan.

Baca juga: Lima Bandara Ini Punya Jalur Kereta Terbaik

KabarPenumpang.com merangkum dari nationalpost.com (28/8/2017), ada sembilan bandara yang membuat Anda ingin berlama-lama. Sebab, biasanya di bandara ini memberikan fasilitas seperti bioskop, kolam renang, ruang seni dan musik, tempat golf, tur gratis keliling bandara dan hal lainnya yang bisa membuat Anda lupa bila ingin kembali ke negara asal.

1. Bandara Changi Singapura
Changi mendapat pengharagaan tertinggi dan menjadi alasan yang baik untuk dipilih menjadi tempat mengasyikkan. Bandara ini memiliki kolam renang di bagian atasnya dan ada jacuzzi yang berada di Aerotel Airport Transit Hotel. Biasanya pengunjung yang bukan tamu hotel akan dikenakan US$12. Tak hanya berenang, Anda juga bisa mengelilingi kebun yang memiliki banyak tema yang bisa ditemukan di beberapa konsevatorium seperti taman bar kaktus, taman bunga bakung, taman anggrek dan taman kupu-kupu. Adapula bioskop 24 jam, area hiburan dengan Xbox 360 dan Kinect, taman bermain anak seperti slide tertinggi di Singapura dengan tinggi empat lantai dan tempat spa. Biasanya untuk penumpang transit yang lebih dari lima setengah jam akan rela menggunakan fasilitas ini.

Slide dengan ketinggian empat lantai di Changi Singapore Airport

2. Bandara Internasional Hong Kong
Melengkapi dirinya dengan Imax 3D dan 2D di Terminal 2 dengan daya tampung hingga 350 orang, ini menjadi teater terbesar di Hong Kong. Pegolf berada di GreenAir yang menawarkan permainan dengan 18 lubang. HKIA sendiri dilengkapi dengan “Dream Come True Education Park” untuk tempat anak-anak belajar pekerjaan profesional seperti dokter, pilot dan polisi. Disini anak-anak bisa menjadi pekerja profesionalnya dengan menggunakan seragam masing-masing profesi. Selama masa transit, Anda bisa berjalan-jalan di kebun mini, bagi pengunjung perempuan bisa merasakan fasilitas salon manikur, pedikur dan potong rambut hingga mandi. Untuk penyuka benda-benda langit, ada teropong di dek langit luar untuk melihat pesawat saat lepas landas atau mendarat. Bandara ini memiliki ratusan toko dengan merek terkenal dan pilihan restoran dengan berbagai makanan.

3. Bandara Internasional Incheon
Ice skating, bisokop, berbagai taman, area untuk tidur siang, driving range, lapangan golf dan binatu hadir di bandara Korea Selatan ini. Di Incheon juga menampilkan pertunjukkan lagu, tarian, konser musikal dan proses sejarah untuk menghormati keluarga kerajaan Dinasti Joseon yang pernah memerintah Korea. Wiasatawan juga bisa membuat souvenir unuk dibawa pengunjung. Bandara ini juga di lengkapi dengan rumah sakit dan klinik gigi.

4. Bandara Munich
Bandara yang ada di Jerman ini, saat Oktober fest bisa mengumpulkan banyak pengunjung. Apalagi kota Munich terkenal dengan tempat pembuatan bir nya. Airbräu adalah restoran dan taman bir yang menyajikan bir buatan mereka sendiri. Wisata pembuatan bir bisa terjadi bila ada permintaan. Bila Anda datang pada waktu yang tepat, biasanya akan merasakan hiburan langsung dan bisa melihat langsung pesawat lepas landas dan mendarat di sudut tertentu bandara ini. Ada pula teras dan dek observasi serta Visitor’s Park dengan memberikan tampilan taman bermain, lapangan golfm simulator penerbangan, dan pameran interaktif.

5. Bandara Amsterdam Schipol
Memiliki perpustakaan permanen pertama di dunia ini, membantu pengunjung untuk mengakses buku-buku yang dimiliki. Koleksi perpustakaan ini ada 1200 buku, dilengkapi dengan iPads yang penuh dengan musik. Bandara ini juga memiliki ruang pameran seni dan budaya mini. Selama berada di terminal, Anda bisa menemukan taman indoor dengan kicauan burung pipit, ruang hijau, kursi santai. Dilengkapi dengan lounge yang memberikan jaringan internet dan komputer desktop yang bisa digunakan dengan biaya tambahan. Toko souvenir, pakaian pria Belanda Suitsupply, restoran, pusat meditas dan penjual bunga tulip. Bandara ini bisa ditempuh sekitar 20 menit dari kota dengan kereta api.

Amsterdam Schipol Airport

6. Bandara Internasional Vancouver
Selain karya seni yang dipajang di bandara, Vancouver juga memiliki aquarium yang berisikan lebih dari 5000 makhluk laut. Bandara Kanada ini memiliki tempat berolahraga dan berenang tepatnya di Fairmont Vanccouver Airport Health Club.

Aquarium dengan isi 5000 mahkluk laut di Bandara Vancouver

7. Bandara Internasional Portland
Memberikan suasana nyama dengan bioskop yang hanya berisi 17 kursi. Ada juga buku-buku yang bisa di baca di Powell’s Book dan pertunjukkan musik live. Bandara ini juga menyediakan gerai makanan lokal dan minuman termasuk kopi Stumptown Roasters dan toko Made in Oregon.

8. Bandara Internasional San Francisco
Bandara SFO memiliki dua studio yoga, pilahan tur dengan pemandu yang bisa Anda pilih sendiri, ruang meditasi, area bermain anak, perpustakaan dan museum. Ada bar anggur dengan berbagai pilihan dengan botol yang bisa Anda bawa pulang.

Baca juga: Dengan Canopy Park, Bandara Changi Siapkan Atraksi Spektakuler

9. Bandara Internasional Chicago O’Hare
Berbagai restoran ada di ORD, koktail dan gastroupun, pecinta tortas dan margarita juga bisa menuju Tortas Frontera. Pelancong yang ingin merasakan masakan Chicago bisa mampir di Garrett Popcorn untuk mendapatkan campuran keju dan karamel.

KRL BN-Holec Pernah Beroperasi Sebagai “Prameks,” Ternyata Sering Bermasalah

Mengingat kembali masa perjuangan Prambanan Ekspres (Prameks) yang kerap kali berganti kereta ketika beroperasi. Ada berbagai kereta seperti kereta rel diesel (KRD), rangkaian kereta yang ditarik lokomotif hingga kereta rel diesel elektrik (KRDE) pernah beroperasi menjadi Prambanan Ekspres.

Baca juga: KA Prameks (Prambanan Ekspres) Berhenti Operasi, Ini Dia Sejarahnya

Salah satu yang menarik dan digunakan sampai akhir adalah KRDE yang dikenal sebagai KRL BN-Holec. KRL BN-Holec merupakan kereta listrik non-AC buatan Indonesia yang bukan hanya melintas Yogyakarta menuju ke Kutoharjo tetapi ternyata juga pernah digunakan di lintas KRL Jabodetabek.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari beberapa laman sumber, KRL BN-Holec diproduksi oleh PT INKA yang bekerja sama dengan La Brugeoise et Nivelles (BN)-Bombardier serta Brush HMA (HOLEC) Ridderkerk.NV. Pada masa beroperasinya, KRL yang satu ini seringkali bermasalah, meski begitu BN-Holec memiliki teknologi penggerak Variable Voltage Variable requency–Thyristor Gate Turn-Off (VVVF-GTO) serta penggerak traksi tipe: DMKT 52/24.

BN-Holec sendiri dibangun dalam tujuh generasi dengan pembuatan dimulai tahun 1994, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000 dan terakhir 2001. KRL BN-Holec dibangun setelah PT INKA mendapat pesanan KRL dari Departemen Perhubungan Indonesia. Dari awal beroperasi, KRL BN-Holec sudah menjadi kereta kelas ekonomi (KL3) meski sebagian rangkaian keluaran tahun 1994 ada yang dioperasikan sebagai kereta kelas bisnis.

Dari semua rangkaian KRL ekonomi yang ada, BN-Holec menjadi yang sulit dirawat karena selain masalah suku cadang yang langka, KRL ini sering mogok akibat kelebihan beban atau overload. Selain non-AC, KRL BN-Holec juga hadir dengan yang AC dan dioperasikan di lintas Jabodetabek. KRL yang juga diproduksi PT INKA ini merupakan refurbishment dari KRL BN-Holec non-AC.

Meskipun tidak lagi mengusung komponen dari BN-Bombardier dan Holec Ridderkerk, KRL ini tetap disebut sebagai KRL Holec AC. Karena beberapa masalah teknis, KRL ini dan KRL KfW sempat ditarik ke PT INKA untuk diperbaiki, tetapi untuk KRL BN-Holec AC, rangkaiannya sudah diletakkan di PT INKA layaknya KRL lain yang afkir di Stasiun Cikaum alias sudah diletakkan ditanah, bedanya hanya bogie yang masih terpasang disetiap rangkaiannya.

Untuk diketahui, KRL ini awalnya menggunakan warna biru pada livery dengan bagian bulat yang mengelilingi kaca depan dicat warna hitam. Pada KRL BN-Holec yang diproduksi kurang lebih tahun 1996 keatas, garis di bodi samping KRL sudah ada berwarna merah-putih-biru, yang menandakan bahwa KRL ini adalah kelas ekonomi (KL3).

Sejak KRL ini turun kelas menjadi kelas ekonomi (KL3), livery biru ini tetap dipertahankan namun dengan garis di bodi samping KRL berwarna merah-putih-biru pada seluruh armada KRL Holec yang ada. Terdapat logo Perumka di antara pintu kabin masinis dan pintu penumpang paling depan sejak awal hingga akhir KRL ini beroperasi, dan logo Kemenhub di bagian depan sampai perubahan livery menjadi merah-kuning.

Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Pasca pemeliharaan akhir, wajah KRL dicat dengan warna orange dan bagian bulat yang mengelilingi kaca depan dicat warna putih. Garis di body samping KRL berwarna orange-kuning, agar semakin terlihat bahwa KRL ini adalah kelas ekonomi. Livery ini bertahan lama, dan ang merupakan livery terakhir hingga akhir masa dinasnya.

 

Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

Mobil van saat ini banyak yang diubah bagian dalamnya dan digunakan sebagai campervan atau mobil camping. Biasanya di Bali atau beberapa daerah di Indonesia ada yang menyewakan campervan ini untuk pelancong yang ingin menikmati alam tetapi tidak mau repot mendirikan tenda.

Baca juga: Butuh Kabin Mobil Tambahan untuk Piknik? Kabin Pop-Up CARSULE Mungkin Bisa Jadi Solusi

Nah, seorang pria bernama Mohd Asri Mohd Nawawi, mengubah mobil mini van Daihatsu Hijet S85 hijaunya. Dulunya mobil milik Asri digunakan untuk menjual barang di pasar malam dan kini menjadi campervan. Dilansir KabarPenumpang.com dari nst.com.my (7/2/2021), Pria asal Kroh, Perak, Malaysia ini mengatakan membangun campervannya dari nol setelah mempelajari trik dari YouTube.

Bagian dalam campervan Mohd Asri Mohd Nawawi

“Saya suka menonton orang-orang di negara lain membuat konversi campervan di YouTube. Ini menginspirasi saya untuk membuatnya, tetapi harus sesuai dengan kondisi kehidupan kita. Ketika saya membeli van ini secara online di Kajang pada bulan November, van itu kosong dan mesin serta pintunya harus diperbaiki sebelum dapat dibawa kembali ke Perak,” ujar Asri.

Tak hanya mengubah mini van miliknya, dia pun membuat video berjul “CamperHijet” yang dibagikan di Aceyie Channel di YouTube untuk memberikan semangat dan ide kepada para pecinta campervan serta mengenalkannya sebagai hobi kepada orang lain.

“Saya menikmati pertukangan, meskipun saya tidak memiliki pengalaman di dalamnya. Tergantung bujet Anda, pemakaiannya dan seberapa nyaman yang Anda inginkan,” ujar Asri yang berprofesi sebagai pemandu wisata di Pulau Perhentian, Terengganu sejak 2014.

Pria berambut gondrong ini mengaku, campervan miliknya dibangun dengan menghabiskan dana senilai RM3.000 atau sekitar Rp10,3 juta. Campervan miliknya ini seperti rumah mobil karena memiliki ruang santai, tempat tidur, lemari, tirai, kipas ventilasi, sistem tenaga surya untuk menghasilkan listrik dan penyimpanan kargo di atap.

Asri mengatkan, bagian belakang campervan miliknya dilengkapi dengan lantai kayu lapis dan kursi penumpang belakang yang portabel.

“Saya lebih suka layout yang simpel dan rapi karena saya suka traveling solo. Tapi, van ini bisa menampung dua orang,” katanya.

Baca juga: Damri Camper Site Resort, Hotel Unik dari Bus Tua

Asri mengaku, membutuhkan waktu selama enam minggu untuk memodifikasi van miliknya tersebut. Dia mengatakan, bermaksud melakukan perjalanan sendirian ke seluruh negeri dengan campervannya. Untuk diketahui, Daihatsu Hijet s85 merupakan generasi ketujuh Hijet.

Kedapatan Tertidur Saat Kemudikan Kereta, Penumpang Videokan Masinis Jepang

Jepang dikenal dengan kebersihan, efisien dan keamanannya. Namun kenyataannya tidak selalu seperti itu. Sebab baru-baru ini di jalur kereta api Tokyo seorang masinis ketahuan tidur oleh penumpangnya. Saat itu ada 700 penumpang di dalam kereta yang dikemudikan masinis tersebut.

Baca juga: Gawat! Pilot Ini Tertidur Setelah Lepas Landas

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman soranews24.com (10/2/2021), masinis itu diketahui tidur tepat sebelum jam satu siang pada 9 Februari, ketika seorang penumpang yang turun di Stasiun Ikebukuro melihatnya tertidur diruang kemudi. Insiden ini dilihat secara langsung oleh penumpang kereta api Seibu itu dan merekamnya dalam kereta semi-ekspres di Jalur Seibu Ikebukuro tersebut.

Karena hal ini, masinis tersebut kemudian diinterogasi oleh staf perusahaan. Masinis berusia dua puluhan tersebut mengaku tertidur beberapa kali selama sekitar 17 menit. Dia mengatakan tertidur diantara pukul 12.35 hingga 12.52 di mana kereta itu dari Stasiun Hoya menuju ke Stasiun Ikebukuro di Tokyo.

Insiden ini kemduian membuat Seibu Railway yang mengatakan, suara peringatan terdengar di dalam ruang kemudi setiap kereta mendekati stasiun perhentian dan masinis mengoperasikan kereta dengan baik di tiga stasiun di sepanjang jalur dari Hoya ke Ikebukuro tanpa masalah. Sehingga bisa diktakan tidak ada dampak negatif pada operasional kereta tersebut selama masinis tertidur. Namun, perkataan Seibu Railway tetap tidak cukup menghilangkan kekhawatiran masyarakat yang menggunakan kereta.

“Ini menakutkan. Sekarang saya akan bertanya-tanya apa yang dilakukan pengemudi saat saya naik kereta besok. Dengan 700 orang di dalamnya? Itu terlalu berbahaya. Masinis memiliki peran terpenting dalam tim, jadi saya berharap perusahaan memberi mereka istirahat yang cukup. Penumpang seharusnya menjadi satu-satunya yang tertidur di kereta, bukan supirnya! Beberapa orang mudah mengantuk karena gerakan kereta yang bergoyang, jadi saya harap mereka mengawasi pengemudinya untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” seruan dari masyarakat pengguna kereta.

Seibu Railway mengeluarkan permintaan maaf atas insiden tersebut kemarin, mengatakan mereka telah menegur pengemudi secara lisan, dan mengeluarkan panduan ketat tentang “bobot tanggung jawab dalam menjaga kehidupan pelanggan”. Meskipun mereka tidak menyebutkan apakah pengemudi akan diizinkan untuk terus memikul tanggung jawab tersebut di kontrol kereta Seibu Railway di masa mendatang, perusahaan meyakinkan kami bahwa mereka telah mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk memastikan insiden ini tidak terjadi lagi.

Baca juga: Dalam Bahasa Ceko, ‘SMRT’ Ternyata Punya Arti ‘Kematian’

“Semoga ini tidak terjadi lagi, karena pengemudi yang tertidur jauh lebih serius daripada pengemudi yang menyesap air di sela-sela perhentian kereta,“ ujar Seibu Railway.

KA Prameks (Prambanan Ekspres) Berhenti Operasi, Ini Dia Sejarahnya

Berhenti beroperasi selamanya membuat para pengguna kereta Prambanan Ekspres atau sering disebut Prameks cukup kehilangan dan sedih. Namun meski begitu kereta Prameks sudah digantikan oleh kereta rel listrik atau KRL yang kini melintas di Yogyakarta menuju ke Solo sehingga mengobati kesedihan pengguna Prameks.

Baca juga: KA Kuda Putih, Menapaki Jejak Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia

KabarPenumpang.com merangklum berbagai laman sumber, kereta Prameks sendiri pertama kali beroperasi pada 27 tahun lalu atau tepatnya tahun 1994. Kereta ini menempuh jarak sekitar 64 kilometer dan beroperasi menggunakan kereta rel diesel atau KRD.

Kereta ini melayani relasi Yogyakarta menuju ke Kutoarjo. Sejarah hingga adanya kereta Prameks adalah layanan kereta api komuter lintas Yogyakarta menuju Surakarta sudah ada sejak 1963 dengan nama Kuda Putih. Ini adalah KRD pertama di Indonesia dan pengoperasiannya dihentikan tahun 1980 karena kurangnya suku cadang.

Kemudian lahirlah Prameks yang menggunakan rangkaian kereta yang ditarik lokomotif (1994–1998). Tepatnya pada 20 Mei 1994 Prameks lintas Surakarta–Yogyakarta pertama kali beroperasi dengan menggunakan empat kereta bisnis.

Di mana saat itu menggunakan rangkaian kereta Senja Utama Solo yang beroperasi pada malam hari dan ditarik lokomotif diesel dengan tarif Rp2000. Bahkan Prameks yang ditarik lokomotif ini pernah ditambah satu rangkaian kelas eksekutif dengan tarif perjalanan Rp5000.

Penggunaan lokomotif pada Prameks hingga tahun 1998 dan saat itu juga diganti menggunakan KRD karena permintaan pelanggan sehingga PT KAI menambah jumlah perjalanan Prameks menjadi lima kali pergi dan pulang dalam sehari. Adanya penggantian rangkaian menjadi KRD dengan seri MCW 302 setelah dilakukan peningkatan daya mesin dari PT INKA.

Sayangnya KRD tersebut dianggap uzur karena buatan tahun 1980-an dan Prameks sering mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam perjalanannya. Karena hal itu, PT KAI menambah satu rangkaian Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) prototipe pertama dari PT INKA pada 1 Maret 2006 yang merupakan hasil perbaikan dari KRL BN-Holec (La Brugeoise et Nivelles (BN), Holland Electric Ridderkerk, dan PT INKA) dengan mengganti mesin listrik menjadi mesin diesel.

Tahun 2007 rute perjalanan beberapa Prameks diperpanjang hingga Kutoarjo seiring pengoperasian jalur ganda lintas Yogyakarta–Kutoarjo pada 29 September 2007. Dengan bertambahnya lima rangkaian KRDE yang diluncurkan pada 16 Februari 2008, jumlah perjalanan kereta api Prambanan Ekspres lintas Surakarta–Yogyakarta ditingkatkan menjadi sepuluh kali perjalanan pulang-pergi, sedangkan untuk lintas Surakarta–Kutoarjo ditingkatkan menjadi empat kali perjalanan pulang-pergi.

Sebelum berhenti beroperasi, Prameks pada Oktober 2020 pengoperasiannya yang sebelumnya dikelola PT KAI beralih ke PT KCI setelah mendapat surat izin pengoperasian dari Kementerian Perhubungan pada 3 Juni 2020. Saat itu pun, penumpang Prameks mulai dikenalkan dengan pembayaran tapping kartu uang elektronik dari bank maupun kartu multi trip milik PT KCI.

Baca juga: Prambanan Ekspres, KRD Pertama yang Gunakan Aplikasi KAI Access untuk Pembelian Tiket

Hingga akhirnya per 10 Februari 2021, setelah dilakukan elektrifikasi di jalur kereta api lintas Surakarta–Yogyakarta, pengoperasian kereta api Prambanan Ekspres digantikan dengan KRL.

Boeing 777 KLM “Orange Pride” Mangkrak di Beijing Sejak Awal Tahun Baru

0

Sebuah pesawat Boeing 777-300ER milik maskapai KLM dengan livery ‘Orange Pride’ diwartakan mengkrak lumayan lama di Bandara Beijing. Tepatnya sejak awal tahun, pesawat dengan cat oranye dan biru dengan nomer registrasi PH-BVA itu sudah tidak terbang dan seolah ‘terdampar’ nun jauh dari negara asalnya.

Baca juga: Robot Katering Mudahakan Pelayanan Udara KLM

Tentu yang menjadi fokus perhatian, mengapa pesawat itu belum juga mendapat perbaikan untuk segera diterbangkan ke Belanda? Mengutip dari simpleflying.com, disebutkan bahwa kerusakan mesin yang menjadikan pesawat twin jet ini mendapatkan masalah hingga belum bisa diterbangkan. Dikisahkan pada malam pergantian tahun baru (31/12/2020), pesawat dengan muatan kargo penuh ini sedang dalam penerbangan rutin Shanghai – Amsterdam.

Namun, saat pesawat sedang berada di wilayah tenggara Rusia, pesawat mengalami kerusakan mesin sebelah kiri. Walaupun kerusakan mesin bukan perkara ringan, Boeing 777 yang mengudara dengan satu mesin itu lebih memilih untuk terbang kembali Cina, yaitu dengan mendarat di Beijing, ketimbang meminta pendaratan darurat di Rusia. Alhasil dengan satu mesin, pesawat akhirnya bisa mencapai Beijing dengan waktu tiga setengah jam setelah proses divert.

Pada saat dilakukan pemeriksaan di darat, bagian pemeliharaan menemukan serpihan logam di detektor chip magnet mesin. Itu jelas menunjukkan masalah yang signifikan, yang membutuhkan mesin pengganti untuk dipasang. Umumnya, penggantian mesin dapat dikirim dalam hitungan hari saja.

Menurut pelaporan di Aviation Herald, mesin pengganti Boeing telah diterbangkan ke Beijing pada 11 Januari. Sumber lain dari Luchvaart Nieuws menyebut, karena tidak ada mesin pengganti yang tersedia di Beijing, penggantian tersebut dipindahkan sebagian dengan pesawat kargo.

Blog Virgin Atlantic menyatakan bahwa, dari proses awal hingga akhir, proses penggantian mesin jet dapat memakan waktu hingga 24 jam. Bahkan jika itu dibagi hanya pada siang hari saja, maka maksimal tiga hari yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan penggantian mesin.

Namun, ada banyak faktor yang rupanya menghambat upaya perbaikan pesawat ini, jawabannya tentu terkait pandemi. Karena pembatasan masuk yang ketat di Cina, aka teknisi KLM tidak dapat bepergian bersama dengan mesin pengganti agar sesuai dengan pesawat. Jika mereka melakukannya, para teknisi akan diminta untuk menghabiskan 10 hari di karantina sebelum dapat mulai bekerja.

Baca juga: ETOPS – Sertifikasi Darurat Pesawat Twin Engine Agar Layak Mengudara dengan Satu Mesin

Karena alasan di atas, KLM terpaksa mengontrak pekerjaan tersebut ke penyedia jasa lokal. Diputuskan untuk menandatangani kontrak dengan penyedia resmi setempat. Ini adalah perusahaan bersertifikat (dengan hanggar) yang didukung oleh staf teknis KLM E&M lokal dan juga menerima dukungan dari pakar KLM E&M Schiphol. Saat ini, tidak diketahui kapan perbaikan akan selesai atau kapan Orange Pride akan kembali ke Belanda.

Revolve Air, Kursi Roda Lipat yang Bisa Masuk ke dalam Bagasi Kabin

Belum lama ini Andrea Mocellin, seorang desainer senior, menemukan hal baru yakni kursi roda Revolve Air. Kursi roda ini memadukan dua roda 24 inci yang digabungkan berdampingan di sepanjang poros yang sama.

Baca juga: Skuter Listrik Tiup Poimo Kini Hadir dalam Versi Custom-Fit, Skuter Bisa Menyesuaikan Badan

Komponen kursi roda ini seperti kapsul yang mampu menampung kedua roda saat dilipat. Saat kursi roda akan digunakan, maka kapsul dilepas dan roda dibuka, kemudian kapsul kembali dipasang pada porosnya yang berfungsi sebagai tempat duduk.

Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (9/2/2021), bingkai teleskopik dengan satu set kecil roda depan di ujungnya kemudian dilipat ke bawah dari bagian bawah jok atau kapsul. Menurut Mocellin, Revolve Air dapat dilipat dan dibuka dalam waktu yang kurang lebih sama dengan waktu yang diperlukan untuk kursi roda lipat tradisional.

Namun, tidak seperti kursi roda lain, ukurannya berkurang 60 persen saat dilipat. Artinya, tas ini dapat dengan mudah dibawa ke pesawat dan disimpan sebagai bagasi kabin di atas kepala. Itu juga bisa dibawa naik kereta api dan bus, atau dilemparkan ke belakang mobil kompak atau taksi.

“Kami sedang  mencari mitra bisnis untuk memproduksi rangkaian terbatas kursi roda ini. Seluruh proyek telah dikembangkan dan dibuat prototipe-nya sendiri dengan biaya produksi yang rendah. Pengembangan lebih lanjut dengan mitra potensial akan difokuskan pada pembuatan kerangka yang ringan dan mempertahankan harga yang demokratis agar terjangkau oleh pengguna potensial,” kata Mocellin.

Dia menambahkan bahwa prototipe pertama akan disertifikasi pada tahun 2022. Nantinya kursi roda lipat ini akan dihargai sekitar €2 ribu masing-masing (US$2.422), meskipun angka itu masih merupakan perkiraan. Pengguna juga dapat menyewa kursi sesuai kebutuhan, dari kios di lokasi seperti bandara.

Sebelum kehadiran Revolve Air model terbaru saat ini, Mocellin pada tahun 2018 telah menghadirkan kursi roda lipat penuh dengan nama Revolve. Pada saat itu, dia telah memasukkan teknologi tersebut ke dalam kursi roda yang dapat dilipat agar muat di dalam area bagasi atas pesawat.

Roda itu sendiri memiliki hub pusat, enam struktur aluminium lipat yang menggantikan jari-jari tradisional, dan pelek aluminium yang dibagi menjadi enam bagian yang saling terkait dan masing-masing bagian tersebut dibalut ban panjang berisi busa. Mekanisme penguncian di hub menjaga semuanya tetap aman dalam bentuk roda konvensional, saat sedang digunakan.

Baca juga: Kursi Roda Otomatis di Bandara Haneda Bantu Terapkan Jarak Sosial

Namun, setelah waktunya untuk menyimpan roda, pelepasan mekanisme tersebut memungkinkan kedua sisi hub menyebar satu sama lain, sehingga “jari-jari” dan bagian pelek dapat dilipat dan disimpan di antara keduanya semacam tulang rusuk payung. Paket yang dihasilkan, yang jelas lebih kompak daripada roda biasa, paling tepat digambarkan sebagai silinder yang menonjol keluar di tengah.

Hari Ini, Jacqueline Auriol ‘Sang Wanita Tercepat’ Pemegang 5 Rekor Dunia Wafat

Hari ini, 21 tahun lalu, bertepatan dengan 11 Februari 2000, Jacqueline Auriol, pemilik lima rekor kecepatan dunia wafat. Selain itu, Jacqueline juga dianugerahi sederet penghargaan, termasuk gelar sebagai wanita tercepat di dunia.

Baca juga: Amelia Earhart, Pilot Wanita Pertama di Dunia yang Hilang Misterius! Berhasil Ditemukan Setelah 80 Tahun

Dikutip dari encyclopedia.com, wanita yang terlahir dengan nama Jacqueline Douet ini, mulai mencicipi sensasi menerbangkan pesawat pada tahun 1946. Saat itu, ia sudah menjadi keluarga besar presiden, dimana, ayah mertuanya, Vincent Auriol, menjadi orang nomor satu Perancis tak lama setelah ia menikah pada tahun 1938.

Sekalipun sudah menjadi kaum borjuis, ia tetap dekat dengan masyarakat dan tentu saja tetap menyalurkan hobinya untuk terbang. Ia bahkan sempat menderita luka parah akibat kecelakaan pesawat SCAN-30 pada tahun 1949 atau setahun setelah mendapat lisensi pilot.

Namun, kecelakaan tersebut rupanya menjadi berkah buatnya. Adanya kecelakaan itu, ia jadi lebih bebas untuk mempelajari aljabar, trigonometri, aerodinamika, dan mata pelajaran lain yang diperlukan untuk memperoleh sertifikasi pilot tingkat lanjut. Terbukti, ia pun berhasil mendapatkan lisensi militer dan memenuhi syarat sebagai salah satu pilot uji wanita pertama pada tahun 1950. Dari sinilah lima rekor kecepatan dunia ia gapai.

Pada 12 Mei 1951, Auriol melesat dengan kecepatan rata-rata 818 km per jam menggunakan pesawat de Havilland Vampire, dari Istres ke Avignon, Perancis. Ia pun berhasil mencatat rekor wanita tercepat di dunia, menggusur pemegang sebelumnya, Jacqueline Cochran dari Amerika Serikat.

Di tahun-tahun berikutnya, ia terus berkarya dan memecahkan rekor wanita tercepat di dunia atas namanya sendiri dan kompetitor. Pada tanggal 21 Desember 1951, ia berhasil mencapai kecepatan 855 km per jam saat menerbangkan Sud-Est Mistral, pesawat pengembangan dari de Havilland Vampire buatan Perancis dengan mesin Hispano-Suiza Nene.

Tiga tahun berselang, atau tepatnya pada tanggal 31 Mei 1955, Auriol memecahkan rekor bersama pesawat Dassault Mystère IVN dengan kecepatan rata-rata 1.151 km per jam. Berbeda dengan dua rekor sebelumnya (trek sirkuit), rekor kali ini digapai pada kategori trek lurus sejauh 15-25 km, yang sebelumnya dipegang oleh Jacqueline Cochrane.

Pada 22 Jun 1962, ia berhasil menerbangkan Dassault Mirage IIIC di kecepatan rata-rata 1.850 km per jam di sirkuit tertutup 100 km, merebut kembali rekor wanita tercepat di dunia dari tangan Jacqueline Cochran.

Deretan rekornya pun ditutup pada tanggal 14 Jun 1963. Saat itu, ia menerbangkan Dassault Mirage IIIR dan berhasil mencapai 2.038 km per jam, merebut kembali rekor wanita tercepat di dunia pada kategori sirkuit tertutup 100 km dari tangan Jacqueline Cochran, yang notabene berhasil melampaui capaian Auriol sebelumnya, pada Mei 1963, meskipun berhasil direbut kembali Auriol sebulan setelahnya.

Sayangnya, saat Auriol berhenti terbang dan memecahkan rekor wanita tercepat di dunia, Jacqueline Cochran masih terus terbang dan berhasil sedikit melampaui Auriol di kecepatan 2.097 km per jam pada 1 Juni 1964, di kategori sirkuit tertutup 100 km menggunakan Lockheed F- 104G Starfighter.

Baca juga: Deborah Lawrie, 67 Tahun, Pilot Wanita Tertua yang Masih Aktif di Maskapai Komersial

Sampai sebelum ajal menjeput, Auriol setidaknya sudah mendapat sederet penghargaan, seperti penghargaan Piala Harmon, pada tahun 1951, 1952, 1953, dan 1956, diangkat menjadi perwira tinggi oleh Légion d’honneur, diangkat menjadi grand-croix oleh Ordre national du Mérite pada tahun 1997, serta penghargaan sebagai Elang pada tahun 1992 sebagai wujud wanita tercepat di dunia.

Usai wafat, ia kembali menerima penghargaan terakhir dari Perancis, dimana pemerintah mengeluarkan perangko €4,00 bergambar dirinya sebagai suatu kehormatan tertinggi negara kepadanya.

Pelayanan Rumah Makan Minang dan Karakter Penumpang, Jadi Sebab Bus AKAP Lintas Sumatera Tak Sediakan Makan

Pernah naik bus antar kota antar provinsi (AKAP)? Apa yang Anda dapatkan selain kenyamanan di dalam bus selama perjalanan? Salah satunya bila menggunakan bus AKAP sering ada bar kecil, di mana penumpang bisa membuat kopi atau mengisi tempat minum mereka.

Baca juga: Pemberian Kupon Makan oleh PO Bus, Bagaimana di Bulan Ramadhan?

Selain itu ada lagi yakni servis atau pelayanan makan ketika bus beristirahat di restoran yang sudah ditentukan. Hal ini karena perusahaan otobus atau PO bekerja sama dengan restoran tersebut. Sehingga penumpang tidak kelaparan ketika akan melanjutkan perjalanan.

Bus AKAP MPM sempat sediakan makan penumpang selama Februati tahun lalu

Bahkan para pengusaha PO berlomba-lomba menyediakan fasilitas makan gratis dengan tarif harga yang bersaing. Nah biasanya pelayanan makan ini sudah termasuk dalam harga tiket bus.

Namun tahukah Anda bahwa pelayanan makan ini hanya ada di bus AKAP di Pulau Jawa saja? Penasaran mengapa? KabarPenumpang.com mengutip dari kompas.com bahwa bus AKAP yang mengangkut penumpang Lintas Sumatera tidak mendapatkan pelayanan makan karena berbeda dibandingakn Pulau Jawa.

Di mana para penumpang harus membayar makanan mereka sendiri ketika bus berhenti untuk isitrahat di rumah makan. Direktur Utama PO SAN Kurnia Lesani Adnan mengatakan, bahwa pelayanan rumah makannya adalah rumah makan minang sehingga akan sulit bila dilakukan pola prasmanan.

Bahkan bukan hanya itu, ini karena karakter dari penumpang bus AKAP Lintas Sumatera berbeda dibandingkan di Pulau Jawa.

“Kalau di Jawa kan servisnya dijatah. Sedangkan di Sumatera, biasanya penumpang suka milih lauknya,” ucap Asrul Arifin Siregar Anggota Forum Bismania Indonesia.

Selain itu, perlu diperhatikan kalau harga makanan di restoran saat di Sumatera agak lebih mahal. Jika ingin berhemat, bisa mencari alternatif lain seperti warung-warung di sekitar rumah makan saat bus beristirahat.

Namun ternyata salah satu PO yakni PO Mutia Putri Mulia (MPM) yang berkantor cabang di Padang, Sumatera Barat sempat memberikan promo tambahan pada tahun 2020 lalu yakni memfasilitasi makan gratis selamam bulan Februari tahun lalu. Saat itu seluruh penumpang bus MPM yang berangkat dari Lubuk Basung-Sungai Limau-Pariaman-Pauh Kamba-Padang-Solok, kemudian Payakumbuh-Bukittinggi-Padang Panjang-Batusangkar-Solok akan mendapat nasi bungkus gratis saat tiba di Terminal Bareh Solok.

Baca juga: Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Selain itu, untuk rute sebaliknya, pemberangkatan dari Bandung-Sadang-Klari-Bekasi-Jati Asih-Pulo Gebang, kemudian Bogor-Depok-Kp Rambutan-Lebak Bulus-Kalideres-Poris, saat tiba di Merak, seluruh penumpang akan mendapat Makan Prasmanan gratis di Rumah Makan Darma Raya.

10 Maskapai dan Rute Narrowbody Jarak Jauh Terbesar di Dunia, Ada Maskapai Indonesia?

Virus Corona memang betul-betul mengubah industri penerbangan global. Bulan April lalu, Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage (ANC), yang lokasinya terpencil di Negara Bagian Alaska, Amerika Serikat (AS), justru dinobatkan sebagai bandara tersibuk di dunia.

Baca juga: Sambut Perayaan Satu Abad, Qantas Layak Bangga Jadi Maskapai Teraman di Dunia

Sekalipun mayoritas didominasi penerbangan kargo, tetap saja, gelar bandara tersibuk di dunia yang dinobatkan kepadanya terasa aneh dan sudah pasti ini terjadi karena pengaruh perubahan penerbangan global akibat Covid-19.

Tak cukup sampai di situ, keanehan lain juga terungkap baru-baru ini. Dari data anna.aero, diketahui rute pesawat narrowbody jarak jauh terpopuler di dunia tahun 2021, dengan jarak di atas 4.500 km, justru didominasi oleh Amerika Latin.

Dari 10 daftar rute pesawat narrowbody jarak jauh, enam di antaranya ada di Amerika Latin, mulai dari Panama City-Sao Paulo, Panama City-Santiago, Bogota-Rio de Janeiro, Montevideo-Panama City, Panama City-Rio de Janeiro, dan Buenos Aries-Panama City. Menariknya, kecuali Buenos Aries-Panama City yang menempati posisi ke-10, rute-rute tersebut berturut-turut menempati posisi teratas.

Padahal, dalam kondisi normal di tahun-tahun sebelumnya, rute-rute Amerika Utara cukup mendominasi.

Namun di tahun 2020 lalu, rute Amerika Utara yang masuk dalam daftar tersebut dan bertengger di urutan keenam adalah Chicago – Anchorage yang dioperasikan oleh United Airlines, Alaska Airlines (menggunakan Boieng 737), dan American Airlines (menggunakan A321neo), Los Angeles-Panama City di urutan kedelapan, serta Keflavik-Seattle di urutan ke-sembilan yang dioperasikan oleh Icelandair.

Bila dilihat dari salah satu kota tujuan, itu berarti sembilan dari 10 daftar rute pesawat narrowbody jarak jauh, sembilan di antaranya melibatkan Benua Amerika. Satu-satunya rute non-Amerika adalah Mumbai-Nairobi yang menempati posisi ketujuh dengan jumlah kursi yang terjual sebanyak 100 ribu lebih, jauh tertinggal dari posisi teratas yang mencapai nyaris 500 ribu.

Untuk daftar 10 maskapai narrowbody jarak jauh terbesar di dunia di tahun berjalan 2021 ini diraih oleh Copa Airlines. Maskapai LCC asal Brazil itu sudah menerbangkan sekitar 2 juta penumpang (28 persen dari total kursi yang terjual), menggunakan armada all-Boeing (termasuk 737 MAX 9) di rute-rute, seperti Panama City (PTY) ke Montevideo (MVD), Buenos Aries, dan Rio de Janeiro.

Rute PTY-MVD bahkan berjarak 5.447 km atau hampir menyentuh maksimum range Boeing 737-800 yang digunakan maskapai, yaitu sejauh 5.765 km.

Disebutkan, Copa Airlines mengungguli United Airlines, Turkish Airlines, Icelandair, Avianca, Alaska Airlines, dan Delta Airlines di posisi kedua sampai ketujuh. Sedangkan untuk posisi kedelapan sampai ke-10, berturut-turut diisi oleh Kenya Airways, GOL Linhas Aéreas Inteligentes, dan TUI.

Baca juga: Terbang Lintas Benua! Inilah 10 Rute Terpanjang Penerbangan Non Stop Komersial

Maskapai yang menempati posisi pertama sampai keempat, serta posisi ketujuh mungkin tidaklah asing. Sebab, di tahun-tahun sebelumnya maskapai tersebut selalu masuk dalam 10 besar. Namun, sisanya adalah nama-nama baru, menggeser nama-nama lama, yang salah satunya datang dari Indonesia.

Di tahun 2018, maskapai asal Indonesia, Citilink, sempat masuk ke dalam daftar 10 maskapai yang menerbangkan pesawat narrowbody jarak jauh terbesar di dunia. Maskapai LCC anak perusahaan dari Garuda Indonesia ini, saat itu berhasil menempati di posisi kedelapan. Capaian itu diraih Citilink berkat rute gemuk mereka, Denpasar-Sydney sejauh 4.744 km.