Etihad Daur Ulang Rongsokan Pesawat, Ada Baju dari Kulit Jok Sampai Replika Prestasi UEA

Bisnis pesawat purna tugas lama-kelamaan semakin diminati. Sebab, 6.000 pesawat dalam 20 tahun mendatang akan mencapai akhir jam terbangnya. Lantas pesawat tua dibuang ke mana? Sebagian mungkin bakal dibuang ke kuburan pesawat di Gurun Mojave, sebagian lagi didaur ulang dan dibuat jadi barang berharga.

Baca juga: Boeing Jual Furniture dari Suku Cadang Asli Pesawat 747 hingga F-4 Phantom! Segini Harganya

Melihat hal itu, riset di Eropa coba mencari teknik pembuangan yang paling ekonomis dan ramah lingkungan. Hal itu dikarenakan pesawat dibuat dari 60 persen alumunium, 15 persen baja, 10 persen logam berharga mahal seperti titanium. Jadi, terlalu sayang untuk dibuang begitu saja, selain untuk menyelamatkan lingkungan.

Valliere Aviation, salah satu raksasa daur ulang pesawat tua di Eropa, mengerti betul betapa menggiurkannya pesawat tua. Biasanya pesawat tua dihancurkan, dibersihkan dari komponen radioaktif sesuai panduan hijau Eropa, diklasifikasikan, dan diteliti bagian mana saja yang masih bisa dipertahankan, seperti suku cadang berharga, roda pendaratan, mesin, dan peralatan avionik.

Seiring berjalannya waktu, alih-alih diserahkan ke pihak kedua, satu per satu maskapai mulai mengelola sendiri pesawat-pesawat purna tugas mereka. Di antara deretan maskapai itu, Etihad adalah salah satunya.

Dikutip dari Simple Flying, Etihad menggandeng seniman lokal, Azza Al Qubaisi dan Christine Wilson, untuk mengolah seluruh suku cadang pesawat-pesawat yang seharusnya berakhir di tempat pembuangan sampah.

Di antara berbagai suku cadang yang mungkin dikelola Azza Al Qubaisi, ia memilih fokus untuk mengelola dudukan kursi di pesawat. Rongsokan itu kemudian digabungkan dan menjadi formasi geometris simetris. Menurut Etihad, itu bisa diletakkan di lantai ataupun digantung di langit-langit sebagai hiasan.

Senimar kelahiran Irlandia yang menetap di Dubai, Christine Wilson, memillih untuk mengolah jendela, pintu, dan badan pesawat untuk dijadikan sebuah karya seni yang disebut Aintiqal, yaitu sebuah refleksi visual dari cakrawala Abu Dhabi. Foto: Etihad Airways

Selain itu, Al Qubaisi juga menyulap kulit jok kursi pesawat sebagai pakaian yang modis dan berkelas sekalipun sejatinya terbuat dari bahan-bahan bekas. Ia tampak begitu bangga berpose dengan karya seni buatannya yang dipajang di kantor pusat Etihad.

“Mengunjungi gudang suku cadang Etihad selama pandemi Covid-19 membawa kembali kenangan perjalanan keliling dunia dan menemukan budaya yang berbeda. Saya sangat senang memiliki akses tak terbatas ke materi luar biasa yang dapat saya ubah atau gabungkan menjadi seni,” kata Al Qubaisi.

Baca juga: Percaya atau Tidak? Airbus A380 Dijual Rp415 Ribu!

Berbeda dengan Al Qubaisi, senimar kelahiran Irlandia yang menetap di Dubai, Christine Wilson, memillih untuk mengolah jendela, pintu, dan badan pesawat untuk dijadikan sebuah karya seni yang disebut Aintiqal, yaitu sebuah refleksi visual dari cakrawala Abu Dhabi. Hal itu dimaksudkan untuk menunjukkan identitas dan prestasi Uni Emirat Arab, seperti keberhasilan menjadi negara arab pertama yang berhasil mencapai Mars dan berbagai prestasi lainnya.

Direktur Eksekutif Guest Experience, Brand, and Marketing Etihad, Terry Daly, mengungkapkan tujuan Etihad memulai hal ini adalah untuk menampilkan hasil karya putra-putri terbaik negara itu. Diharapkan, kedepan akan lebih banyak lagi karya seni yang dihasilkan untuk mendukung upaya inovasi berkelanjutan demi lingkungan yang lebih hijau.

Kejar Efisiensi, Startup Asal Israel Kembangkan Pengelolaan Bus Berbasis “On-demand”

Transportasi umum seringkali dikiritik karena kurang dapat diandalkan dan tidak efisien apalagi jika menyangkut soal waktu. Ini sering terjadi pada transportasi umum di kota dan bisa menjadi lebih buruk lagi di daerah pinggiran kota atau pedesaan.

Baca juga: Alat Tes Corona Supercepat Buatan Israel Jadi Senjata Baru Bandara Eropa Cegah Covid-19

Bahkan di beberapa daerah yang memiliki penumpang sedikit seperti rute bus yang melalui gurun di Israel. Di mana bus hanya dapat mengangkut segelintir penumpang dalam satu kali putaran ke dan dari pusat kota utama.

Dilansir KabarPenumpang.com dari timesofisrael.com (14/2/2021), untuk mengatasi masalah ini pada 2019, Shaked Karby mendirikan Operatti yang merupakan startup berbasis di Tel Aviv yang berfokus pada “transportasi umum pintar”. Idenya adalah untuk menciptakan layanan publik yang efisien dan andal, menggunakan optimalisasi kapasitas berbasis data.

Karby, yang kini menjadi kepala bagian pemasaran, melihat fakta bahwa bus sering kali kosong pada rute-rute yang melintasi ratusan mil di wilayah selatan Israel sebagai kegagalan pasar jika ada yang membutuhkan tumpangan. Hal ini menyebabkan polusi udara yang tidak perlu, memboroskan dana publik, dan dapat menyebabkan potensi kekurangan bus dan pengemudi di mana mereka dibutuhkan di tempat lain.

Aplikasi yang dikembangkan oleh startup tersebut memungkinkan penumpang untuk memesan angkutan umum terlebih dahulu di sepanjang rute yang telah ditentukan, dan kemudian mengirimkan kendaraan paling efisien untuk mengambilnya sesuai dengan sistem manajemen kapasitas waktu nyata. Jika ada hingga empat penumpang di lokasi tertentu di sepanjang rute, maka otoritas transportasi hanya akan mengirim taksi untuk menjemput mereka.

Namun jika lebih dari selusin orang yang meminta tumpangan pada rute tersebut akan diberi bus ukuran penuh, sementara minibus dapat menangani nomor di antaranya. Karby mengatakan, kendaraan yang lebih kecil untuk mengambil lebih sedikit pengendara lebih hemat biaya.

Dengan demikian, para penumpang dapat menikmati layanan yang lebih andal, sementara operator tak harus mengoperasikan bus di rute-rute yang hanya memiliki sedikit atau tanpa permintaan. Mitra Operatti dalam usaha itu adalah kementerian perhubungan, otoritas angkutan umum lokal dan operator transportasi.

“Kami tidak ingin melihat bus kosong “menempuh jarak ratusan mil. Kami hanya ingin melihat kendaraan yang paling efisien, yang termurah, dan yang paling nyaman bagi penumpang,” kata Karby.

Baca juga: Disebut Ilegal, Layanan Uber Dicabut di Tel Aviv

Berbeda dengan angkutan umum lainnya, seperti Moovit yang menunjukkan kepada pengguna angkutan umum rute terbaik menuju tempat tujuan, Operatti dimaksudkan untuk mengelola angkutan umum atas nama pihak berwajib dan bukan dengan mengubah rute melainkan mengalokasikan kendaraan yang paling efisien. Sebab di sepanjang rute itu, Operatti mengoptimalkan bahan bakar, berdasarkan berapa banyak penumpang yang sebenarnya akan dikumpulkan.

 

 

 

 

Angker dan Menelan Ribuan Korban Jiwa! Inilah Perairan Masalembo, Segitiga Bermuda Indonesia

Segala hal yang berbau misteri memang tak pernah bosan untuk diulas, termasuk misteri terkait Segitiga Bermuda. Kisah tentang Segitiga Bermuda diketahui sudah ada sejak 56 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1964.

Baca juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Ketertarikan akan Segitiga Bermuda, yang notabene terletak di antara Florida, Puerto Rico, dan Bermuda itu, bermula dari serangkaian kejadian menghilangnya kapal laut dan pesawat yang tidak dapat dijelaskan. Tahun 1945, sebanyak lima pesawat Angkatan Laut Amerikan Serikat (AS) dan 14 orang dilaporkan hilang di area tersebut saat sedang melakukan latihan rutin.

Meskipun agak telat, misteri adanya Segitiga Bermuda di Indonesia mulai ramai saat perairan Masalembu atau Masalembo, sebuah kecamatan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang terdiri dari tiga pulau, yakni Masalembu, Masakambing, dan Kramian, lambat laun menelan banyak korban. Bahkan, bila ditotal, Segitiga Bermuda Masalembo sudah menelan ribuan lebih korban jiwa.

Disarikan dari berbagai sumber, terbakar dan tenggelamnya Kapal Tampomas II pada 27 Januari 1981 secara misterius menjadi insiden kecelakaan terpopuler di Segitiga Bermuda Masalembo.

Selain diangkat oleh Iwan Fals lewat lagu berjudul “Celoteh Camar Tolol” Kapal Tampomas II juga menjadi populer karena proses pembeliannya yang sarat korupsi. Betapa tidak, kapal bekas buatan tahun 1956 dibeli dengan mahar mencapai US$8,3 juta. Jauh lebih tinggi dari harga standar saat itu. Akibat kecelakaan ini, sedikitnya 288 nyawa melayang.

Pada 30 Desember 2006, kapal laut Senopati Nusantara dinyatakan hilang sekitar pukul 03.00 WIB. Pihak KNKT menduga, kapal tersebut tenggelam akibat cuaca buruk. Total ada 628 penumpang yan hilang, termasuk anak buah kapal dan kaptennya.

Pada 1 Januari 2007, kecelakaan pesawat Adam Air juga terjadi di Segitiga Bermuda Masalembo dan memakan korban sebanyak 102 orang. Insiden berlanjut pada 19 Juli 2007 saat KM Mutiara Indah tenggelam, disusul KM Fajar Mas yang juga tenggelam di perairan yang sama pada 27 Juli 2007, dan KM Sumber Awal pada 16 Agustus 2007.

Rangkaian kecelakaan di Segitiga Masalembo kemudian berlanjut pada 8 Juli 2008, 11 Januari 2009 menelan sekitar 300 korban jiwa, dan 22 Mei 2017 dimana Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa I mengalami kebakaran. Kapal yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya itu hendak menuju Balikpapan. Dari 197 penumpang, lima di antaranya meninggal dunia.

Baca juga: 10 Kapal Misterius Ini Ditemukan Tanpa Awak

Berdasarkan penelitian yang dimuat dalam Jurnal Saintek Maritim berjudul Misteri Segitiga “Masalembo” Merupakan Segitiga Bermuda di Wilayah Indonesia, kecelakaan kapal di perairan Masalembo disebabkan karena berbagai faktor yaitu, pada sekitar bulan Desember – Februari disebabkan karena pengaruh West Monson dan Arlindo arus laut dari Belahan Bumi Utara.

Sedangkan pada sekitar bulan Juli- September disebabkan karena pengaruh adanya pertemuan arus yang disebut Arlindo dari belahan bumi Selatan. Lagi pula, sampai detik ini, banyak sekali pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah Segitiga Masalembo dan tidak terjadi kecelakaan. Jika sudah begitu, masihkah Segitiga Masalembo menjadi tempat yang penuh misteri?

Maskot Nintendo, Super Mario Hadir di Kereta Jalur Osaka dan Sakurajima

Apa sih yang tidak ada di Jepang? Sepertinya semua ada bahkan kereta dengan gambar kartun maupun anime untuk menghiasi bodi bagian luar atau menghiasi bagian dalam gerbong. Beberapa diantaranya seperti Hello Kitty, Doraemon, Toy Story dan lainnya sudah pernah menghiasi kereta di Jepang.

Baca juga: Doraemon Ulang Tahun Ke-50, Seibu Railway Hadirkan Kereta Bertema Robot Kucing Ikon Budaya Jepang

Kali ini yang akan menghiasi kereta Jepang adalah Super Mario yang dikenal sebagai karakter dalam sebuah game milik Nintendo. Game Petualangan Super Mario sendiri dikenal dengan permainan yang membawa kebanyak alam fantastis, di mana Mario mengendarai semua kendaraan seperti go-kart yang sangat cepat hingga seekor dinosaurus.

Namun ketika di dunia nyata, pilihan terbaik adalah kereta api dan maskot Nintendo mulai berkeliling Osaka pada akhir bulan Januari kemarin. Di mana West Japan Railway Company atau yang dikenal dengan JR West pada 27 Januari kemarin memulai layanan kereta Super Nintendo World-nya.

Kereta ini menampilkan karya seni Mario, teman-temannya dan para musuh yang keren. Secara alami, bintang ini terwakili seperti Luigi yang merupakan saudara Mario, Putri Persik, musuh bebuyutan Bowser dan musuh lainnya yakni Tanaman Piranha, Koopa Troopas, Bullet Bills serta Lakitu.

Kereta dengan Super Mario ini berjalan di jalur Osaka Loop dan Sekurajima. Jalur Sakurajima sendiri dipilih karena tempat Anda bisa menemukan Stasiun Universal City yang merupakan pemberhentian terdekat dari Universal Studio Jepang.

Selain itu, taman hiburan ini juga mengadakan grand opening untuk ekspansi Super Nintendo World bulan lalu, tetapi ditunda karena keadaan darurat yang diumumkan pemerintah terkait meningkatnya jumlah masyarakat terinfeksi virus corona. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman japantoday.com (3/2/2021), JR West bermaksud agar kereta Super Mario beroperasi pada waktu yang sama dengan pembukaan ekspansi USJ, tetapi tetap memutuskan untuk melanjutkannya.

“Kami telah mengambil keputusan ini dengan harapan dapat membuat semua orang tersenyum saat kami menantikan pembukaan Super Nintendo World,” kata operator kereta api saat mengumumkan kereta.

Baca juga: Rayakan Hari Jadi Ke-35, Super Mario Menghiasi Stasiun Shinjuku dan Tokyo

Kereta Super Mario secara teknis merupakan promosi dengan waktu terbatas, tetapi JR West menerapkan jadwal yang fleksibel, mengatakan bahwa kereta tersebut akan beroperasi “untuk saat ini”, karena saat ini tidak diketahui kapan Super Nintendo World akan dibuka.

Profil Leasing Nordic Aviation Capital yang Tersangkut Kasus 12 Pesawat Bombardier Garuda

Nordic Aviation Capital (NAC) belakangan ramai jadi perbicangan publik Indonesia lantaran terseret masalah Garuda Indonesia. Maskapai pelat merah itu diketahui secara sepihak mengakhiri kontrak perjanjian sewa 12 pesawat CRJ-1000 yang semestinya baru akan jatuh tempo pada 2027 mendatang.

Baca juga: Garuda Indonesia Berencana Jual CRJ1000, Ternyata Ini Alasannya

Pihak Garuda dan pemerintah berdalih, keputusan tersebut diambil berdasarkan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta penyelidikan oleh Serious Fraud Office (SFO) Inggris ihwal indikasi tidakpidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda Indonesia saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 silam.

Terlepas dari perkara keputusan mengakhiri kontrak perjanjian sewa 12 pesawat Bombardier CRJ-1000 secara sepihak oleh Garuda, sebetulnya lessor Nordic Aviation Capital bukanlah pemain baru di Indonesia.

Dikutip dari laman resminya, NAC tercatat pernah dan masih bekerjasama dengan beberapa maskapai penerbangan Indonesia lainnya, mulai dari Trigana Air, Pelita Air, dan TransNusa; melengkapi 75 maskapai lainnya di 51 negara. Dengan jumlah klien sebesar itu, ditambah kepemilikan pesawat dan nilai bisnis, perusahaan yang berdiri pada tahun 1990 itu mengklaim sebagai perusahaan leasing pesawat regional terbesar di dunia.

Perjalanan NAC mengklaim sebagai lessor pesawat regional terbaik di dunia tentu bukan tanpa data dan sekonyong-konyong melakukan hal itu tanpa melalui perjalanan panjang. Satu dekade setelah NAC berdiri, laporan Flight Global, perusahaan bahkan belum tercatat dalam daftar 40 leasing pesawat terbesar di dunia.

Di dekade berikutnya, NAC mulai mengambil segmentasi leasing pesawat yang lebih kecil, dalam hal ini pesawat-pesawat regional. Sejak saat itu, masa depan bisnis pendanaan atau penyewaan pesawat NAC mulai terlihat cerah.

Prospek cerah tersebut kemudian semakin diperkuat dengan strategi bisnis terbarukan di sepanjang dekade ketiga setelah perusahaan berdiri, atau sejak tahun 2010 silam. Hasilnya, pada tahun 2018 lalu, NAC berhasil mengembangkan total armadanya, dari semula hanya 131 pesawat pada tahun 2010 menjadi 356 atau tumbuh hampir 172 persen.

Dengan hanya fokus pada pembiayaan dan penyewaan pesawat-pesawat regional saja, seperti ATR 72, E190/195, Dash 8, ATR 42, E170/175, CRJ900/1000, hingga Airbus A220, NAC disebut menjadi salah satu leasing paling menguntungkan di dunia.

Memasuki tahun 2021, NAC terus menatap masa depan bisnisnya dengan kepemilikan 500 pesawat dengan nilai total sebesar US$8 miliar.

Sekalipun sudah besar, NAC mengklaim tetap menjunjung tinggi integritas. Oleh karena itu, munculnya kasus pengembalian 12 pesawat Bombardier CRJ-1000 sungguh mengejutkan perusahaan yang memiliki kantor di Irlandia, Denmark, AS, Singapura, dan Hong Kong tersebut.

Baca juga: Telat Bayar Motor Didatangi Debt Collector, Maskapai Telat Bayar Utang Juga Didatangi?

NAC sendiri mengaku sudah berdiskusi dengan Garuda Indonesia. Namun, sampai saat ini masih menemui jalan buntu.

“NAC telah melanjutkan diskusi ini tetapi belum ada kesepakatan sampai saat ini, dan tidak ada pemberitahuan penghentian yang diterima. Perjanjian sewa dengan demikian tetap berlaku penuh dan NAC mengharapkan Garuda untuk terus memenuhi komitmen kontraktualnya,” kata Eavan Gannon, Direktur NAC.

Empat Kali Lebih Cepat dan 10 Persen Lebih Hemat, Inilah Mesin Turbofan Besutan NASA

Lembaga Penerbangan dan Antarikasa Nasional Amerika Serikat (NASA) dikabarkan tengah sibuk mengembangkan mesin turbofan generasi terbaru. Mesin ini disebut dapat mencapai tingkat ekstraksi daya hingga empat kali lipat dari tingkat ekstraksi daya mesin pesawat tercanggih saat ini. Tak hanya itu, pada saat yang sama, mesin itu juga membakar bahan bakar hingga 10 persen lebih sedikit atau 10 persen lebih hemat.

Baca juga: Kabar Baik, Rolls-Royce Mulai Uji Mesin 100 Persen Ramah Lingkungan!

Cara terbaik untuk melakukan ini, kata NASA, dengan meningkatkan rasio bypass, yaitu membuat kipas di depan mesin lebih besar untuk memungkinkan peningkatan aliran udara, tetapi pada saat yang sama mengurangi ukuran inti mesin untuk mengurangi konsumsi.

Dilansir autoevolution.com, mesin turbofan generasi terbaru di bawah proyek Hybrid Thermally Efficient Core (HyTEC) tersebut saat ini masih berjalan bersama mitra teknologi juga dari Amerika Serikat (AS), Honeywell.

Bersama Honeywell, NASA fokus untuk “melakukan pengembangan dan pengujian teknologi pada turbin bertekanan rendah yang canggih”. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk “menetapkan dasar ekstraksi daya turbofan sambil juga mengembangkan alat prediksi komputasi.”

Selain Honeywell, di tempat terpisah, NASA juga menggandeng General Electric dan menandatangani kontrak kerjasama untuk “mendemonstrasikan dan menilai ekstraksi tenaga turbofan dan mengintegrasikan mesin listrik seperti motor dan generator.”

“Setelah HyTEC dan mitranya (GE dan Honeywell) melakukan ekstraksi daya, mesin baru ini dapat dikombinasikan dengan komponen megawatt-class lain yang kami kembangkan untuk propulsi pesawat listrik,” kata Barbara Esker, wakil direktur program AAVP NASA.

“Bersama dengan kemajuan dalam pembuatan pesawat komposit berkualitas tinggi dan konfigurasi inovatif seperti transonic truss-based wing, NASA dapat mengubah keberlanjutan jangka panjang pesawat komersial,” lanjutnya.

Sebagaimana namanya, NASA memang tidak hanya fokus pada bidang antariksa saja, melainkan juga dunia penerbangan secara umum. Di antara berbagai proyek garapan NASA di bidang penerbangan, proyek menghidupkan kembali penerbangan komersial supersonik adalah salah satunya.

Di penghujung tahun 2019 lalu, NASA secara mengejutkan menyebut bahwa pihaknya telah menuntaskan uji terbang terakhir pesawat supersonik X-59 QueSST. Menariknya, uji penerbangan itu berjalan lancara dan sesuai rencana. Pesawat hasil pengembangan NASA-Lockheed ini dirancang untuk bisa mereduksi efek dari ‘sonic boom’ dan meminimalisir suara yang dihasilkan oleh mesin pesawat.

Baca juga: NASA Luncurkan Aplikasi untuk Teliti Kelelahan dalam Penerbangan, FAA: Cocok untuk Pilot

Terobosan yang coba dibawa oleh X-59 QueSST ini merupakan kebalikan dari penerbangan supersonik era Concorde, dimana salah satu variabel yang menurunkan tahta Concorde dari jagad aviasi global adalah ‘sonic boom’ yang dihasilkan oleh pesawat.

Secara agenda, tahun 2021 seharusnya pesawat sudah bisa diproduksi. Namun, seiring virus Corona mewabah di seluruh dunia dan membuat industri penerbangan global berantakan, proyek peluncuran pesawat supersonik X-59 QueSST belum terdengar kembali.

Di Masa Mendatang, Pesawat Bakal Tanpa Jendela! Layar OLED Jadi Gantinya

Seiring berjalannya waktu, teknologi di dalam kabin kian berkembang. Di masa lalu, butuh tirai untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam kabin melalui jendela pesawat. Namun, saat ini jendela pesawat tidak lagi perlu tirai karena kemunculan kaca elektrokromik.

Baca juga: Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat

Meskipun belum semua maskapai atau pesawat dilengkapi dengan kaca elektrokromik, tetapi bukan tak mungkin kedepan seluruh pesawat yang dioperasikan maskapai dunia akan dilengkapi kaca model ini untuk kenyamanan penumpang.

Menariknya, belum juga itu terjadi, tren konsep penggunaan kaca atau layar Organic- Light Emitting Diode (OLED) kian meningkat.

Kehadirannya bukan hanya akan membuat penerbangan jauh lebih nyaman dan memanjakan mata penumpang, melainkan juga membuat jendela, baik itu jendela biasa ataupun jendela dengan kaca elektrokromik, menjadi usang. Bahkan, pesawat di masa mendatang bukan tak mungkin akan terbang tanpa jendela. Setidaknya, itulah menurut pandangan perusahaan pengusung layar OLED di kabin pesawat, Yasava.

Sayangnya, layar OLED hanya bisa dipasang di pesawat baru, bukan pesawat yang sudah ada. Foto: Yasava

“Di masa depan, jendela pesawat mungkin menjadi usang,” kata perusahaan yang berbasis di Lausanne, Swiss tersebut. Pada tahun 2018 lalu, Emirates juga pernah meramal bahwa di masa depan jendela di pesawat mungkin akan menghilang alias pesawat tidak lagi dilengkapi dengan jendela.

Menurut Yasava, seperti dikutip dari Daily Mail, layar OLED bisa diaplikasikan di bagian manapun di pesawat, utamanya di kabin penumpang. Tampilan pada layar OLED tersebut bisa berubah-ubah dalam sekejap seiring pergerakan pesawat. Tampilannya pun bisa berupa banyak pemandangan, entah itu hutan, langit, lanskap pengunungan, laut, dan lain sebagainya.

Tak cukup sampai di situ, layar OLED juga bisa disetting untuk memutar berbagai hal lainnya, seperti acara TV, film, dan banyak lagi.

Layar OLED bisa berubah seiring pergerakan pesawat, tergantungan settingan yang diinginkan maskapai. Foto: Yasava

Di berbagai kesempatan, pesawat yang sudah dilengkapi dengan OLED terbukti membuat penumpang takjub dan sangat ingin merasakan kembali sensai terbang seperti itu.

Sayangnya, bagi maskapai atau operator pesawat, itu bukan pilihan mudah. Layar OLED tidak bisa diaplikasikan pada pesawat bekas melainkan harus pada pesawat baru. Ini tentu jadi persolan baru untuk maskapai dan butuh riset lebih agar ketika mulai mengaplikasikan layar OLED di kabin pesawat penumpang betul-betul menikmatinya dan menghasilkan keuntungan finansial untuk maskapai.

Baca juga: AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat

Lagi pula, saat ini, layar OLED -dalam hal ini proyek yang dikerjakan oleh Yasava- masih terbatas pada pesawat-pesawat jet bisnis, seperti Gulfstreams, Bombardier Global and Challenger, Dassault Falcons, Boeing Business Jets, dan Airbus Corporate Jets. Adapun untuk pesawat jet komersial, baik itu narrowbody maupun widebody, belum diketahui secara pasti kapan akan dimulai.

Selain bisa memanjakan penumpang lewat berbagai tampilan pada layar OLED di kabin utama, dari segi bobot pesawat disebut akan menjadi lebih ringan. Itu berarti, pesawat akan menjadi lebih hemat bahan bakar, lebih kuat, cepat, dan mampu terbang lebih tinggi dari biasanya.

KMP Kaldera Toba Lengkapi Transportasi Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Danau Toba menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dan kini mulai dibenahi fasilitas serta akses transportasinya. Salah satu yang akan mengarungi Danau Toba adalah KMP Kaldera Toba yang akan dioperasikan di rute perintis Muara – Onan Runggu.

Baca juga: KMP Ihan Batak, Kapal Ferry Ro-Ro Mewah di Danau Toba

KMP Kaldera Toba sendiri sudah melakukan sea trial pada Desember 2020 kemarin dan direncanakan akan mulai mengarungi Danau Toba pada April 2021. Saat ini, perizinan operasionalnya tengah diurus. KMP Kaldera Toba akan dioperasikan ASDP di bawah koordinasi Cabang Sibolga

Menteri Koordinator Bidan Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan naiki Kaldera Toba tinjau fasilitas DPSP (PT ASDP Indonesia Ferry)

KMP Kaldera Toba merupakan kapal ferry RoRo yang berukuran 200 GT dengan kapasitas penumpang 152 orang dan 24 unit kendaraan campuran. Kapal ferry ini dibangun oleh PT Dok Bahari Nusantara, namun pembangunanya belum dipastikan dibuat di galang kapal di Medan atau di Cirebon seperti pembangunan KMP Ihan Batak yang sudah lebih dahulu mengarungi Danau Toba pada 2018 lalu.

Belum lama ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menaiki KMP Kaldera Toba untuk melakukan peninjauan infrastruktur terkait pembangunan Danau Toba. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, Luhut mengunjungi berbagai sejumlah lokasi untuk melihat perkembangan secara menyeluruh progres dan kesiapan pengembangan kawasan Toba sebagai salah satu DPSP yang menjadi fokus pemerintah.

Kunjungan pertamanya dimulai dengan site visit ke Dermaga Porsea untuk melihat progres pembangunan galangan kapal dan mengecek dua unit Bus Air yang akan segera beroperasi. Kemudian melakukan kunjungan ke Dermaga Balige dan Desa Wisata Lintong Ni Huta.

Selain itu Shelvy mengatakan, Luhut melakukan peninjauan ke Pantai Bebas Parapat untuk melihat penataan kawasan atraksi wisata yang sedang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR). Selanjutnya, Luhut juga melakukan kunjungan ke calon Creative Hub di Dolok Sipiak.

“Dalam kunjungannya kali ini, Menteri Luhut juga sempat menjajal KMP Kaldera Toba, menuju Pulau Samosir melalui Pelabuhan Ajibata sekaligus meninjau pembangunan yang ada. Kapal ini merupakan kapal penyeberangan kedua yang akan dioperasikan ASDP di kawasan Danau Toba,” tutur Shelvy melalui keterangan tertulis, Minggu (14/2/2021).

Kehadiran layanan ASDP dalam mendukung konektivitas dapat lebih meningkatkan kemajuan sektor pariwisata Danau Toba agar semakin ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Sejak tahun 2018, ASDP hadir melayani lintasan Ajibata – Ambarita dengan mengoperasikan KMP Ihan Batak.

“Dengan adanya penambahan KMP Kaldera Toba diharapkan tidak hanya  memperlancar konektivitas antarpulau, tetapi juga meningkatkan pelayanan transportasi penyeberangan serta peningkatan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan Danau Toba. Apalagi Danau Toba diarahkan menjadi destinasi pariwisata yang bertaraf internasional,” kata Shelvy.

Menteri Luhut mengatakan banyak potensi wisata di Toba yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, budaya dan adat istiadat saja tetapi mampu menjadi daya pikat yang luar biasa bagi wisatawan baik dalam negeri maupun mancanegara.

Baca juga: Di Balik Tragedi Danau Toba, Inilah Profil KM Sinar Bangun

“Diharapkan, kawasan pembangunan Danau Toba sebagai salah satu daerah Destinasi Pariwisata Super Prioritas, dapat segera rampung dan memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat,” katanya.

Inggris Hapuskan Toko Bebas Bea di Bandara, Maskapai AS Hapus Penjualannya Saat di Udara

Bebas bea menjadi salah satu hal yang paling menarik bagi pelancong internasional. Apalagi banyak negara yang menawarkan kesempatan pada pelancong untuk membeli barang tanpa harus membayar pajak. Seperti di Inggris Raya, pelancong dapat menghindari pajak pertambahan nilai (PPN) 20 persen untuk barang.

Baca juga: 80 Persen Toko F&B dan Outlet Ritel Kembali Dibuka di Bandara Changi

Caranya adalah pelancong meminta formulir bebas bea di perusahaan ritel yang menawarkan belanja bebas bea seperti Harrods di London. Sayangnya skema ini berakhir di Inggris Raya pada 1 Januari 2021 lalu, menyusul keputusan Kanselir Rishi Sunak untuk membatalkan skema tersebut.

Dilansir KabarPenumpang.com dari simpleflying.com (22/12/2020), hal ini membuat banyak yang takut bila Inggris tidak lagi menawarkan belanja bebas pajak pada pelancong internasional. Pelancong kaya dari Timur Tengah dan Cina akan mencoret London dari daftar mereka dan pergi ke Paris atau Milan sebagai gantinya.

Untuk diketahui, toko bebas bea lebih banyak ditemukan di sisi udara tepatnya di bandara. Toko bebas bea pertama di dunia dibuka di Bandara Shannon Irlandia pada 1947 oleh Brendan O’Regan. Konsep toko tersebut adalah menyediakan belanja bebas pajak bagi penumpang maskapai transatlantik yang biasanya bepergian antara Eropa dan Amerika Utara yang pesawatnya harus mendarat di Irlandia untuk mengisi bahan bakar.

Toko itu langsung sukses dan telah diikuti di bandara di seluruh dunia. Toko bebas bea di bandara bisa dikatakan cukup sukses dan maskapai melihat konsep ini kemudian menawarkan belanja bebas bea untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Dulu sebelum adanya WiFi dalam pesawat dan banyak film serta acara televisi untuk ditonton, penumpang tidak akan memiliki banyak hal selain menatap ke luar jendela, membaca majalah milik maskapai atau berbelanja dari katalog SkyMall.

Biasanya penjualan bebas bea di dalam pesawat ini dilakukan di sela waktu makan. Saat itu awak kabin awak kabin akan mengumumkan bahwa mereka akan datang melalui kabin dengan pilihan item bebas bea untuk dijual sambil menggembar-gemborkan satu item atau lainnya.

Maskapai menawarkan penghematan besar kepada konsumen ketika dibeli tanpa membayar pajak. Terkadang pajak atas produk berkualitas tinggi bisa mencapai 40 persen, tergantung negaranya.

Sebelum konektivitas dalam pesawat tiba dan orang-orang mulai menggunakan ponsel cerdas mereka untuk mengetahui waktu di dalam pesawat, pendapatan penjualan bebas bea lebih dari $3 miliar setahun. Selain maskapai bertarif rendah seperti Ryanair, easyJet, dan Jet2 yang sering melayani wisatawan, maskapai yang lebih besar mengabaikan penjualan bebas bea.

Baca juga: Tiga Maskapai Besar Ini Kompak Bebaskan “Change Fees” di Tengah Wabah Covid-19

Memiliki stok barang bebas bea untuk dijual kepada penumpang membutuhkan ruang untuk menyimpannya dan menambah bobot ekstra pada pesawat, sesuatu yang selalu ingin dikurangi oleh maskapai penerbangan. Tidak ada maskapai penerbangan utama AS yang sekarang menawarkan belanja bebas bea dan banyak maskapai penerbangan internasional juga mengikuti dengan menyingkirkan layanan yang telah melewati tanggal penjualannya.

Memahami Penyebab Mabuk Laut dan Cara Mengatasinya

Mabuk, bisa saja dirasakan oleh semua orang saat menggunakan transportasi darat, laut maupun udara. Dan salah satu yang lumayan sering dialami adalah mabuk laut ketika kita sedang berada di kapal, tak mesti kapal besar atau kapal kecil, mabuk laut dapat menerjang kapan dan dimana saja, menjadikan perjalanan yang seharusnya menyenangkan jadi terganggu.

Mabuk laut biasanya terjadi ketika badan, telinga dalam, dan mata kita mengirimkan sinyal yang berlainan pada otak. Karena sinyal yang dikirimkan berbeda, membuat otak mengalami kekacauan dan stimulasi visual menjadi keliru ketika melihat barang yang tak bergerak seakan seperti berayun-ayun.

Pada fase mabuk, akibat kehilangan keseimbangan dari perintah otak, seseorang akan merasa mengantuk, pusing, mual dan akhirnya muntah. Biasanya semua ini bisa terjadi karen tubuh seseorang belum benar-benar beradaptasi dengan situasi yang tiba-tiba seperti gejala tersebut. Ada beberapa hal yang membuat seseporang mabuk laut yakni seperti posisi duduk yang dipilih, kekenyangan ataupun perut kosong hingga sugesti.

Untuk menghindari semua itu, lebih baik memilih tempat duduk di bagian tengah kapal di bandingkan di depan atau paling belakang. Biasanya bagian depan atau belakang kapal akan terkena goncangan yang lebih kuat dibanding duduk di tengah. Untuk pengguna kapal laut atau transportasi laut lainnya, biasakan makan secukupnya jangan sampai terlalu kosong atau terlalu kekenyangan.

Sedangkan seseorang yang mabuk karena tersugesti karena orang disebelahnya mabuk dan muntah, lebih baik untuk berpindah duduk. Karena dengan melihat mimik seseorang yang mabuk dan mencium bau muntah akan membuat kita menjadi mual. Tak hanya itu, kita juga disarankan untuk tidak fokus pada benda yang diam seperti membaca buku, chatting, memakai teropong dan duduk di dekat mesin kapal. Sebaliknya disarankan untuk melihat garis yang berbentuk horisontal, ini bisa mengirimkan sinyal ke otak bahwa kita berada di kapal yang sedang berayun di terpa gelombang air laut.

Bila seseorang mabuk, bila membawa obat anti mabuk segerakan diminum agar menghilangkan mual. Bila tidak membawa, kita bisa merendam kaki dengan air es ataupun memasang karet pada pergelangan tangan sembari tiduran. Selamat mencoba.