Maskapai Penerbangan Andalkan Erdorse Selebriti untuk Dongkrak Popularitas, Efektifkah?

Belum lama ini, maskapai berbiaya rendah (LCC) asal Polandia/Hungaria, Wizz Air, dikabarkan telah menandatangani kontrak kerjasama dengan selebriti asal Inggris, Gemma Collins. Kemitraan tersebut akan terwujud dalam beberapa konsep, mulai dari konten video atau iklan TV, iklan online, sampai billboards yang memuat pose Collins.

Baca juga: Inilah 13 Video Iklan Maskapai Terbaik Sepanjang Masa, Nomor 11 Paling Hot!

Tak hanya itu, Wizz Air juga tentu saja mendapatkan benefit lainnya dari iklan di media sosial Instagram Collins, yang notabene memiliki followers hampir 2 juta orang. Sayangnya, nominal kontrak kerjasama antar keduanya tak disebutkan dengan jelas. Diperkirakan, jutaan dolar digelontorkan oleh Wizz Air untuk mendapatkan service terbaik Collins.

Senada dengan Wizz Air, tahun 2016 lalu, Emirates juga pernah menggelontorkan uang sebanyak US$5 juta guna mendapatkan jasa Jennifer Aniston, aktris, produser, sekaligus sutradara kenamaan Amerika Serikat. Kala itu, salah satu maskapai terbaik di dunia itu bermitra dengan Aniston untuk membantu promosi armada andalan mereka, Airbus A380.

Begitu juga dengan American Airlines dan Turkish Airlines, yang masing-masing menggandeng aktor dan sutradara kenamaan AS sekaligus pemenang Academy Award, Kevin Spacey dan Morgan Freeman. Kedua maskapai tersebut coba memaksimalkan pengaruh dari nama besar dua selebriti tersebut untuk mendongkrak penjualan mereka, khususnya di kelas bisnis.

Di Indonesia, national flag carrier, Garuda Indonesia, beberapa kali terang-terangan menggandeng selebriti dalam negeri. Belum lama ini, maskapai pelat merah yang dinahkodai Irfan Setiaputra itu, merekrut salah satu selebriti sekaligus YouTuber tersukses Indonesia, Raffi Ahmad. Belum diketahui berapa cuan yang keluar dari Garuda Indonesia untuk itu.

Dilansir Simple Flying, apa yang dilakukan Wizz Air dan tentu saja Garuda Indonesia, sebetulnya bisa dibilang sejenis. Adapun Turkish Airlines, Emirates, dan American Airlines mungkin berbeda dengan keduanya (Wizz Air dan Garuda Indonesia), mengingat saat ini industri tengah dihantam pandemi Covid-19. Tentu, cuan yang dikeluarkan GA dan Wizz Air kondisinya berbeda dengan yang dikeluarkan tiga maskapai di atas.

Bila dilihat dari segi efektivitas dan relevansinya dengan pandemi Covid-19, kehadiran selebritis tentu sangat berdampak positif untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan moda transportasi udara. Dengan kepribadian ceria masing-masing selebriti tersebut (Gemma Collins dan Raffi Ahmad), diharapkan masyarakat akan berbondong-bondong menikmati layanan pesawat udara seperti sediakala.

Akan tetapi, keputusan Wizz Air mengeluarkan dana besar untuk mengendorse selebriti tentu masuk akal, mengingat, neraca keuangan mereka berada dalam posisi stabil, dengan memiliki uang tunai lebih dari €1.5 miliar atau Rp25 triliun (kurs 16.785). Di samping itu, maskapai tersebut juga memiliki pangsa pasar besar di tataran regional, dengan menguasai sekitar 17,5 persen penerbangan di Eropa Timur dan Tengah. Tentu saja kondisi yang berlawanan dengan Garuda Indonesia.

Dengan mencatat neraca keuangan yang baik serta pangsa pasar besar di regional dan dalam negeri, tentu, endorse dari selebriti dalam mempromosikan bahwa penerbangan sudah kembali aman dan nyaman, bisa dibilang efektif mendongkrak penjualan. Terlebih jika maskapai sudah mempersiapkan diri untuk lonjakan penumpang, mulai dari SDM, pelayanan, dan lain sebagainya.

Terkait hal ini (efektivitas selebriti dalam mendongkrak popularitas maskapai), Boutros Boutros, Senior Vice President of Advertising Emirates, mengungkapkan, bahwa harga mahal yang dikeluarkan untuk membayar jasa selebriti dapat dipetik dengan jangkauan organik yang dihasilkan.

Baca juga: Iklan ‘Diterjemahkan’ Netizen Berbau Promo Wisata Seks, AirAsia Minta Maaf

“Selebriti menawarkan kesempatan untuk menembus kekacauan, dan (Aniston) adalah salah satu aktris Hollywood yang paling terkenal, yang dikenal karena humor, kehangatan, dan kepribadiannya yang hebat. Jadi itu mungkin memerlukan investasi awal yang lebih signifikan, tetapi itu diperoleh kembali oleh jangkauan organik yang dihasilkan dalam jutaan rumah tangga yang mungkin belum pernah mendengar tentang merek Anda. Dalam hal ini, khususnya, AS, yang merupakan pasar yang penting bagi kami,” jelasnya, saat mengomentari keputusan Emirates merekrut Jennifer Aniston.

Akan tetapi, bila menggandeng selebriti ditujukan untuk menonjolkan sisi iklan mereka atau bisa dibilang untuk mendapatkan gelar iklan maskapai penerbangan terbaik di dunia, tentu hal itu tak sepenuhnya benar, mengingat banyak iklan maskapai terbaik di dunia tak datang dengan melibatkan selebriti dunia.

Bulgaria Buka Voting Desain Lokomotif Bagi Masyarakat, MRT Jakarta Juga Pernah

Bisakah warga masyarakat ikut andil dalam pemilihan desain lokomotif atau gerbong kereta agar terlihat lebih menarik? Sepertinya kampanye tersebut ideal dilakukan, pasalnya warga masyarakat sejatinya dalah stake holder dari jasa layanan transportasi itu juga. Dengan melibatkan partisipasi warga, maka kedekatan dan rasa memiliki akan moda yang dimaksud lebih bisa dicapai.

Baca juga: Australia Pamer Desain Interior Final Kereta Vlocity

Seperti baru-baru ini, operator kereta api di Bulgaria, yakni BDZ mengajak masyarakat untuk memilih secara online desain untuk lokomotif Siemens Smartron terbaru miliki mereka. BDZ menghadirkan empat pilihan desain yang bisa dipilih oleh masyarakat dengan cara voting dan dibuka sejak 17 Juli kemarin hingga 31 Juli 2020.

KabarPenumpang.cm melansir sofiaglobe.com (17/7/2020), empat konsep ini telah dikembangkan dan memiliki pesan dan sensasi visual yang berbeda. Tak hanya itu, masyarakat bisa memilih sesuai dengan tren mode di kancah kereta api Eropa.

Pembuat desain bernama Konstantin Planinski dan memiliki studio BackonTrack merupakan bagian dari tim RailColor – Ziemon di Jerman yang mana para ahli dalam pengembangan desain untuk rolling stock untuk kereta api Eropa.

Untuk biaya desain sendiri ternyata sudah termasuk dalam harga pengiriman lokomotif baru. BZD mengumumkan pada 10 April lalu, mereka telah memilih tawaran konsorsium Siemens Tron untuk memasok sepuluh lokomotif baru.

Bahkan ada juga tawaran tender seharga 55,5 juta leva yang belum termasuk dengan PPN. Ternyata tak hanya di Bulgaria, Indonesia pun pernah melakukan hal serupa. Namun bedanya, Bulgaria untuk lokomotif, sedangkan di Indonesia untuk mobil atau kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta.

Selain itu perbedaannya pun bukan hanya itu, di Bulgaria, mengajak seluruh warga masyarakat pengguna kereta untuk berpartisipasi dalam voting. Sedangkan di Indonesia hanya untuk bagian internal alias tidak untuk masyarakat, meskipun itu untuk bagian kereta MRT Jakarta.

Baca juga: Lokomotif Uap D1410, Kembali Beroperasi Jadi Kereta Wisata di Solo

“Kita pernah buat sayembara desain kereta, tapi hanya untuk internal saja bukan untuk publik. Ini kami lakukan pada 2017 lalu,” ujar Humas MRT Jakarta Diza ketika dihubungi KabarPenumpang.com, Senin (20/7/2020).

Miris, Begini Kondisi Industri Penerbangan Timor Leste! Nyesel Pisah dari Indonesia

Timor Leste, perlahan mulai terhubung dengan dunia luar berkat hadirnya beberapa penerbangan internasional dari beberapa kota, seperti Darwin (Australia), Denpasar (Bali), Paro (Bhutan), dan Singapore (Singapura).

Baca juga: Citilink Punya Rute Baru Jakarta-Penang, Negara Kedua Penerbangan Internasional Setelah Timor Leste

Sayangnya, wabah Covid-19 membuat semua layanan tersebut terhenti. Otomatis, negara yang baru berdiri pada 1999 ini, mau tak mau harus kembali seperti sedia kala, bak negara terpencil di dunia yang jauh dari dunia luar.

Namun demikian, sekalipun tak diterjang wabah Covid-19, sebetulnya, industri penerbangan negara tersebut masih tergolong jauh dari kata layak. Dilihat dari segi bandara, jangan harap penumpang akan menemukan lounge mewah dengan sederet fasilitas yang membuat nyaman dan mendukung mobilitas di era revolusi industri 4.0. Sebab, hal itu mustahil didapat.

Itu baru bandara. Dari segi kompetisi, industri penerbangan dalam negeri juga belum terlalu marak. Bahkan, Timor Leste menjadi salah satu negara di dunia yang national flag carrier-nya tidak dimiliki oleh negara, seperti Swiss International Air Lines (maskapai nasional Swiss yang dimiliki Jerman/Lufthansa) dan Austrian Airlines (maskapai nasional Austria yang dimiliki Jerman/Lufthansa).

Seperti diketahui, maskapai nasional Timor Leste, Air Timor, saat ini, saham mayoritasnya dimiliki oleh New International Timor Airways, salah satu perusahaan dari pengusaha ternama Singapura, Datuk Dr. Edward Ong Han Nam.

Bedanya, bila Swiss Air dan Austrian Airlines memiliki banyak armada yang di antaranya sudah jadi milik perusahaan, Air Timor tidak demikian. Dalam menghubungkan Dili, Timor Leste, dengan dunia luar, Air Timor hanya dibekali dengan dengan pesawat, itu pun juga menyewa. Satu Airbus A319-100, pesawat dari Druk Air Bhutan dan satu lainnya ATR 72-600, pesawat sewaan dari TransNusa, Indonesia.

Mirisnya lagi, seperti dilansir Simple Flying, sebagai maskapai nasional, Air Timor bahkan belum mampu untuk menyediakan layanan penerbangan terjangkau untuk masyarakat Timor Leste. Padahal, meskipun lebih dari setengah penduduknya dikategorikan miskin, namun, tetap saja, beberapa persen kalangan masih cukup sanggup untuk menumpangi sebuah pesawat.

Dengan ditutupnya akses penerbangan dari Australia, Singapura, Bhutan, dan Indonesia, sampai setidaknya September atau Oktober mendatang, wajar bila Timor Leste disebut media asing sebagai negara yang terpencil yang belum pernah dikunjungi oleh teman ataupun kerabat, menandakan betapa tepencilnya negara tersebut.

Baca juga: Visa on Arrival, Bisa Berdampak Pada Risiko Keamanan di Dalam Negeri

Akan tetapi, minimnya industri penerbangan dalam negeri Timor Leste justru menjadi berkah bagi maskapai luar negeri, termasuk Indonesia. Selain Citilink, NAMAir, Transnusa, dan Sriwijaya Air, beberapa tahun lalu, Leste Aviation, perusahaan penerbangan milik Sardjono Jhony Tjitrokusumo, Direktur Utama PT Transjakarta yang baru dilantik akhir Mei lalu, pernah menyatakan minat mereka untuk meramaikan pasar penerbangan Dili-Denpasar.

Minimnya traffic right atau kebebasan udara yang sudah dimanfaatkan Timor Leste menjadi dasar ketertarikan Leste Aviation meramaikan pasar itu. Selama ini, arus keluar masuk negara tersebut masih dominan lewat traffic right Indonesia. Jika sudah begini, dengan berbagai keterpurukan di atas, menyesalkah Timor Leste pisah dari Indonesia?

Perhatian! Mulai 23 Juli, Citilink Pindahkan Semua Penerbangan ke Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Maskapai berbiaya hemat (LCC) Citilink akan mulai pindahkan seluruh operasionalnya baik untuk rute domestik maupun internasional ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 23 Juli 2020 mendatang. Kepindahan operasional ini dikatakan Direktur Utama Citilink, Juliandra karena fasilitas Terminal 3 yang lebih modern dan mengusung konsep digital.

Baca juga: Lagi di Uji Coba, Skuter Listrik Grab Bakal Meluncur di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta

Sehingga Citilink berupaya untuk meningkatkan pre maupun post flight experience penumpang yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Bandara Soetta. Juliandra menambahkan, langkah ini dilakukan juga sebagai bentuk sinergi antar Garuda Indonesia Group dengan memberikan pelayanan yang lebih prima bagi penumpang yang akan melanjutkan penerbangan dengan pesawat milik Garuda Indonesia atau penerbangan internasional lanjutan lainnya.

“Seluruh penerbangan Citilink akan tetap beroperasi sesuai jadwal. Kami menghimbau penumpang untuk tiba di bandara tiga jam sebelum waktu keberangkatan serta memastikan dokumen perjalanan telah lengkap,” kata Juliandra dari siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com, Selasa (21/7/2020).

Dia menambahkan, untuk check in, penumpang bisa menggunakan fasilitas dari mobile, web check in atau melalui mesin self check in yang telah disediakan dan lebih praktis sehingga dapat menghemat waktu serta dapat menghindari penumpukan antrian di konter. Penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan Citilink dapat menuju ke Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui gate 3 dan 4, counter E 14-26.

Sebagai antisipasi dan untuk kemudahan penumpang, Citilink dan Angkasa Pura II akan menyediakan transportasi untuk penumpang dari Terminal 2 menuju Terminal 3 selama dua minggu masa transisi. Citilink telah melakukan sosialisasi secara berkala kepada calon penumpang baik melalui media sosial, website, SMS blast, maupun sosialisasi yang dilakukan di bandara sehingga seluruh calon penumpang terinformasikan dengan baik.

Untuk memastikan kelancaran flow penumpang selama masa transisi, manajemen Citilink telah menggelar simulasi pengoperasian penerbangan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan melibatkan seluruh kru yang akan bertugas.

Baca juga: Kembali Beroperasi, AirAsia Indonesia Baru Buka Dua Rute

“Citilink akan melakukan persiapan ini secara intensif serta berkoordinasi dengan stakeholders agar seluruh operasional penerbangan dapat tetap berjalan dengan aman dan lancar dengan tetap memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” tutup Juliandra.

Kocak! Gegara Salah Tulis, Papan Informasi di Bandara ini Malah Bikin Bingung

Di bandara besar, pada umumnya, berbagai informasi terpampang dengan jelas, baik dalam bentuk signage, standing information board, sign board, poster board, dan sejenisnya, yang tersebar di seluruh sudut bandara, mulai dari luar terminal, dalam terminal, sampai jelang masuk ke skybridge atau garbarata menuju pesawat.

Baca juga: (Lagi) Kasus Plagiarisme Menjerat Maskapai Besar, Editannya Kocak!

Utamanya, berbagai informasi itu bertujuan untuk memudahkan calon penumpang beraktivitas selama di bandara. Namun, apa jadinya bila beberapa informasi yang terpampang jelas di bandara malah bikin penumpang pesawat udara kebingungan? Seperti yang terjadi di salah satu bandara di Amerika Serikat (AS).

Belum lama ini, jagat situs web hiburan dan berita ternama di dunia, Reddit, disuguhkan dengan beberapa postingan menarik dari pengguna. Dilansir newshub.co.nz, di Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Austin, Texas, beberapa penumpang (yang juga pengguna Reddit) mengaku bingung melihat informasi di toilet bandara tersebut.

Foto tulisan “Attention dogs, grrr, bark, woof,” yang bermakna seperti sedang memerintahkan anjing agar menjaga sikap. Foto: Reddit

Dalam sebuah selebaran, tertulis “Please practice social distancing. Use one urinal at a time,” atau “Mohon terapkan jarak sosial. Gunakan satu urinal dalam satu waktu.”

“Saya tidak berpikir itu berarti ‘Jangan menggunakan dua urinal secara bersamaan untuk menjaga jarak aman’,” kata salah satu pengguan Reddit yang juga penumpang bandara tersebut.

Masih di Texas, salah satu bandara di Negara Bagian tersebut, Dallas Love Field Airport, juga menyajikan informasi yang mungkin bisa membuat semua orang bingung, sekaligus mengundang senyum atau bahkan tawa. Betapa tidak, di bandara yang menjadi markas pusat maskapai Southwest Airlines tersebut, di salah satu sudut, tertulis “Attention dogs, grrr, bark, woof,” yang bermakna seperti sedang memerintahkan anjing agar menjaga sikap.

Diksi informasi di Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Austin, Texas, ini malah bikin penumpang bingung. Foto: Reddit

Baca juga: Tak Lagi Diperagakan Awak Kabin, Instruksi Keselamatan Japan Airlines Hadir Dalam Bentuk Video Lucu

India lebih parah lagi. Di Bandara di Kota Chennai, alih-alih melarang penumpang untuk makan di atas karpet, bandara tersebut justru melarang seluruh penumpang memakan karpet bandara, dengan menyebut “Eating carpet strictly prohibited,” atau “Dilarang keras makan karpet.” Tentu maksud dari pihak pengelola bandara adalah, “Dilarang keras makan di atas karpet,” atau “Eating on carpet strictly prohibited.” Jadi, pengelola melewati kata “On” dalam informasi tersebut.

Meskipun pada akhirnya penumpang tetap mengerti maksud dari berbagai informasi di atas, namun, tetap saja, kesalahan diksi ataupun typo membuat penumpang sedikit terhibur sekalipun dengan kadar yang berbeda-beda.

Terkenal Angker, Stasiun Kaliwedi Meski Kecil Ternyata Peninggalan Belanda

Bangunan dan jalur kereta api di Indonesia kebanyakan masih berupa peninggalan masa Hindia Belanda. Salah satunya yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen adalah Stasiun Kaliwedi.

Baca juga: Empat Kuburan Kereta di Indonesia, Padukan Nilai Estetik Tanpa Kesampingkan Nuansa Mistik

Stasiun ini tak lagi beroperasi dan ditutup sejak 18 tahun lalu atau tepatnya pada 6 Januari 2002 setelah diselesaikannya jalur ganda Cikampek – Cirebon. Bentuknya tak lagi seperti sebuah stasiun karena atapnya yang sudah dihancurkan.

Bangunan Stasiun Kaliwedi (kompasiana.com)

Stasiun Kaliwedi bahkan digosipkan angker oleh warga sekitar karena selain tak lagi beroperasi, banyak terjadi kecelakaan di perlintasan stasiun ini. Bahkan warga sekitar menyebut perlintasan Stasiun Kaliwedi sebagai ‘kentrung budeg’ karena orang yang melintas rel kereta api di sana tidak pernah mendengar ada suara peringatan dari menara stasiun apabila ada kereta yang lewat.

Stasiun yang terletak pada ketinggian +6 meter diatas permukaan laut ini termasuk dalam Daerah Operasional (Daop) 3 Cirebon dan menjadi stasiun kereta api paling barat di Kabupaten Cirebon. Stasiun ini sendiri letaknya berada di desa Kaliwedi Lor, Kaliwedi, Cirebon.

Lokasinya sendiri jauh dari jalan utama desa, sehingga saat masih beroperasi, penumpang yang akan naik dari stasiun ini harus menempuh jarak sekitar tiga kilometer. Dari sisa bangunannya, bila diukur Stasiun Kaliwedi memiliki panjang sekitar tujuh meter dan lebar empat meter. Stasiun Kaliwedi sendiri letaknya diantara Stasiun Arjawinangun dan Stasiun Kertasemaya. Stasiun ini tak lagi beroperasi karena kekurangan penumpang dibanding stasiun lainnya.

Untuk diketahui, Stasiun Kaliwedi sendiri dulunya digunakan untuk transit pasca kemerdekaan oleh kolonial Belanda hinggi terakhir aktif tahun 1998 pasca reformasi. Selain itu juga stasiun ini melayani persilangan dan persusulan antarkereta api. Namun sayangnya selain tak beroperasi, stastus Stasiun Kaliwedi sendiri sudah dihapus.

Baca juga: Stasiun Mayong, Beralih Fungsi Menjadi Lobi Hotel di Magelang

Berdasarkan Surat persetujuan Menteri BUMN No.S-305/MBU/05/2015 yang dibuat pada 29 Mei 2015 lalu, Stasiun Kaliwedi di Cirebon secara fungsi resmi dihapus sebagai stasiun. Dengan terbitnya surat ini, kategori stasiun heritage juga sudah terhapus meski bangunan asli dari zaman kolonial itu masih berdiri walaupun sudah banyak yang roboh dan tak lagi beratap.

E-Ferry Ellen Gunakan Sepenuhnya Tenaga Listrik dan Lebih Irit Ketimbang Ferry Diesel

Ferry listrik yang saat ini mulai dikembangkan ternyata lebih irit dibandingkan dengan ferry berbahan diesel atau campuran diesel dan listrik. Hal tersebut dikatakan oleh para tim pekerja E-ferry Ellen. Mereka mengaku senang dengan E-ferry Ellen yang sepenuhnya bekerja menggunakan listrik di Denmark.

Baca juga: e-Oshima, Kapal Ferry Bertenaga Listrik dengan Baterai Sejenis di Boeing 787 Dreamliner

Mereka juga bangga karena E-ferry Ellen ini ditampilkan dalam sebuah studi Maryland tentang potensi penggunaan ferry untuk menyeberang teluk. Dilansir KabarPenumpang.com dari bayjournal.com, homeport E-ferry Ellen ada di Soby yang merupakan sebuah kecil di Pulau Aeroe di Perairan Denmark Selatan.

Satu-satunya koneksi ke daratan adalah dengan menggunakan ferry dan membangun moda transportasi laut ini adalah masalah kebutuhan dan kebanggan bagi penduduk pulau. Ellen dibangun dengan dukungan dari program Horizon 2020 UE, dan telah beroperasi sejak Agustus 2019. Kapal ferry ini beroperasi sebanyak lima kali perjalanan pulang-pergi dan tujuh perjalanan adalah sebuah pilihan.

Ellen menghabiskan sekitar 1.600 kWh saat menempuh rute 22 mil laut (25 mil) dan membawa maksimal 31 mobil, E-ferry ini cepat dan biasanya berlayar dengan kecepatann hanya 13 knot. Selain itu, Ellen menempuh rute yang tujuh kali lebih lama daripada ferry listrik lainnya yang beroperasi.

Ellen menempuh jarak 22 mil laut tanpa mengisi ulang, dan benar-benar dapat mencapai setidaknya 45 nm. Setelah terisi penuh pada malam hari, Ellen hanya perlu biaya spot cepat saat berbelok di Pelabuhan Søby.

“Perhitungan kami menunjukkan bahwa pelayaran listrik sepenuhnya adalah solusi terbaik, secara ekonomi, untuk operator ferry lokal atau regional. Biaya investasi lebih tinggi, tetapi penghematan dalam operasi mengimbangi biaya tersebut setelah empat hingga delapan tahun. Jadi, karena umur kapal ferry biasanya sekitar 25-30 tahun, operator dapat menantikan penghematan yang signifikan setelah beberapa tahun beroperasi,” kata para teknisi.

E-ferry juga baik untuk lingkungan lokal dan global, karena tidak melepaskan gas rumah kaca atau partikel berbahaya. Mereka menambahkan, feery dengan tenaga listrik ini menyimpan lebih dari 2.500 ton karbon dioksida per tahun dibandingkan dengan feri diesel yang diganti.

Arsitek kapal lokal, Jens Kristensen Aps, merancang ferry untuk operasi listrik sepenuhnya sejak awal. Ini memiliki ujung runcing dan tonjolan kecil di tengah, yang memungkinkannya lolos dengan sangat efektif. Juga, salon penumpang terletak dekat dengan garis air, setingkat dengan dek mobil, yang sebagian besar ditemukan untuk mengurangi berat.

Para perancang juga tidak memboroskan beban pada tangki bahan bakar fosil dan generator darurat. Sebagai gantinya, Ellen memiliki dua ruang baterai terpisah yang terhubung ke baling-baling individual. Ini membuat sistem sepenuhnya mubazir, bahkan selalu bisa pulang hanya dengan satu ruang baterai dan baling-baling.

“Penumpang menyukai Ellen. Kami menawarkan makanan dan minuman ringan, tetapi fasilitas dapur yang rumit, kabin, dan barang-barang hiburan elektronik telah ditinggalkan. Hal-hal seperti itu berlebihan pada persimpangan pendek, dan penumpang belum meminta mereka. Sebaliknya, mereka sering memuji tempat berjemur, di mana tidak ada asap biasa, tidak ada suara dan tidak ada gemuruh,“ kata Jens.

Dia menambahkan, para kapten juga menyukai kapal, sebagian karena kekuatannya seketika. Ini membuatnya lebih mudah untuk menavigasi port yang ketat dan memberi mereka kepercayaan diri yang lebih besar dalam bermanuver. Banyak orang terkejut mengetahui bahwa sistem Ellen lebih ramah lingkungan daripada tenaga diesel bahkan jika Anda mengisi baterai dengan listrik dari bahan bakar fosil.

Ini karena efisiensi energi dari sistem total adalah 85 persen, yang lebih dari dua kali lipat dari ferry diesel. Itu menghasilkan penghematan langsung ke operator. Lebih jauh lagi, teknologi yang secara mendasar sederhana berarti bahwa Ellen disertifikasi untuk berlayar tanpa insinyur kapal di atas kapal. Ini juga berarti tabungan.

Baca juga: Gunakan Mesin Wartsila 31, Kapal Ferry di Jepang Sangat Efisien dan Ramah Lingkungan

“Dengan demikian, untuk alasan lingkungan dan ekonomi, kami yakin bahwa data baru kami akan menjadi kejutan positif bagi banyak orang dan mengubah kebijakan konvensional untuk menggunakan listrik sepenuhnya di dunia maritim,“ tambah para teknisi.

Ini Loh Menu Andalan Lain di Dalam Kereta Api Selain Nasi Goreng dan Popso

Di Pulau Jawa, kereta api menjadi salah satu transportasi yang paling sering digunakan. Selain tarifnya murah, pelancong bisa menikmati pemandangan alam seperti sawah, gunung bahkan laut. Namun, ternyata bukan hanya itu saja yang menarik, makanan yang dijual di dalam kereta pun bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong penggemar kuliner.

Baca juga: Nasi Goreng Parahyangan: Racikan Sederhana yang Digandrungi Penumpang ‘Gopar’

Biasanya makanan ini bisa dibeli ketika prami atau prama alias awak kereta berkeliling menjual dari gerbong satu ke yang lainnya. Tapi, penumpang juga bisa mendapatkan makanan tersebut di gerbong makan yang letaknya di tengah-tengah kereta. Penasaran apa saja makanan yang menjadi pilihan di kereta? Salah satunya itu Popso yang biasanya berisikan bakso atau mie kuah yang menggunakan cup ataupun nasi goreng.


Wanginya semerbak dan bikin penumpang itu sering memilih Popso. Selain praktis ketika dimakan juga masih hangat karena baru di buat ketika dipesan. Nah Nasi Goreng Parahyangan juga sering menjadi andalan penumpang lapar ketika naik kereta tujuan ke Bandung atau dari Bandung ke Jakarta loh.

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, ternyata tak hanya Popso atau Nasi Goreng Parahyangan tetapi banyak juga menu makanan lain yang berbeda dari setiap stasiun. Seorang prami kereta api bernama Gina Salsabila mengatakan, setiap stasiun memiliki menu sendiri, di mana prami dan prama yang mengangkutnya ke dalam gerbong setiap ada pemberhentian.

Kalau pelancong berangkat dari Surabaya mungki tidak akan menemukan Nasi Goreng Parahyangan, tetapi akan menemukan Bebek Mayor, Nasi Goreng Rawon dan Nasi Rawon Cak Bari. Karena banyak kereta yang melintas di Cirebon, makanan khas dari kota penghasil terasi ini pun ikut meramaikan menu pilihan seperti Empal Gentong Mang Aye dan Nasi Jamblang.

Kalau dari Stasiun Purwokerto ada Tempe Mendoan dan Pecel Purwokerto. Tapi ternyata yang menghadirkan pecel tak hanya dari Purwokerto, Stasiun Madiun punya Pecel Madiun dan Stasiun Kroya ada Pecel Kroya. Sedangkan Semarang sudah pasti ada Tahu Bakso dan Kota Yogyakarta menghadirkan makanan andalannya seperti Nasi Gudeng Bu Djum.

Dari Stasiun Blitar ada Nasi Ayam Penyet, Stasiun Jember ada Nasi Ayam Gepuk dan Nasi Krawu. Pelancong yang naik kereta api dari Malang bisa memesan Nasi Liwet ataupun Nasi Campur Ayam. Nah dari Jakarta, kereta yang berangkat dari Gambir dan Pasar Senen punya jagoannya sendiri yakni Nasi Ayam Saos Padang, Nasi Ayam Sambal Ijo dan Nasi Ayam Kremes.

Baca juga: Kereta Api Punya Menu Makanan Baru dan Dapur Sentralnya Ternyata Ada di Yogyakarta

Semua menu makanan ini tersedia setiap saat tetapi ada juga yang harus dipesan oleh penumpang sebelum keberangkatan. Pemesanan bisa melalui Dispatch Center KAI atau melalui KAI Access.

Keren, Taksi Drone Otonom EHang 216 Sukses Ajak Penumpang Terbang Keliling Langit Cina

EHang kembali menggebrak jagat persaingan passenger drone atau taksi udara otonom penumpang. Belum lama ini, taksi udara EHang 216 dikabarkan sukses mengujicoba ketangguhan taksi udara otonom pertama di dunia itu dengan melibatkan empat orang penumpang.

Baca juga: Taksi Drone EHang Masuki Tahun Layanan Pertama dengan Konsep Passenger Drone Hotel

Dilansir dronedj.com, taksi udara EHang 216 membawa satu per satu penumpang keliling Kota Yantai, pesisir Cina Timur, menyusuliri langit Fisherman’s Wharf, dan kembali lagi ke daratan. Keberhasilan uji coba dengan melibatkan penumpang ini tentu semakin mengukuhkan posisi EHang sebagai produsen taksi udara paling menjanjikan di dunia dan paling siap untuk penggunaan di masa depan sebagai drone penumpang perusahaan-perusahaan.

Salah satu penumpang yang berkesempatan menjajal ketangguhan taksi udara otonom EHang -yang notabene saat itu tengah diliputi hujan dengan intensitas ringan- menyebut hal itu sebagai pengalaman menakjubkan. EHang 216 juga disebut terbang dengan mulus tanpa adanya turbulensi.

“Itu menakjubkan. Saya merasa aman sepanjang perjalanan. Taksi udara otonom EHang 216 terbang dengan kecepatan stabil tanpa adanya turbulensi. Ini adalah pertama kalinya saya mengalami momen seperti cara burung melihat dari udara. Saya tidak sabar untuk melakukan perjalanan lain,” jelasnya.

Melihat tanggapan dan antusiame yang positif dari masyarakat, pendiri, ketua, dan CEO EHang, Hu Huazhi, mengaku pihaknya semakin bersemangat untuk menghadirkan gaya mobilitas baru kepada masyarakat. Ia juga merasa terhormat dengan keberhasilan taksi udara EHang dalam membuktikan ketangguhannya.

“Sebagai penyedia taksi udara otonom (AAV) kelas penumpang pertama di dunia, kami merasa terhormat untuk membuktikan solusi mobilitas udara (urban air mobility atau UAM) yang akan mengubah peta persaingan dengan mendemonstrasikan penerbangan ke regulator, pelanggan, mitra, dan masyarakat umum. Dukungan dan tanggapan positif dari masyarakat telah memperkuat tekad kami dalam upaya untuk menghadirkan gaya mobilitas baru ini kepada masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, taksi udara EHang 216 juga pernah mengundang decak kagum dari masyarakat setelah menjajal ketangguhan taksi drone otonom pertama di dunia ini, baik saat memasuki tahun layanan kargo pertama di dunia maupun sebagai taksi drone dengan konsep passenger drone hotel pertama di dunia.

Baca juga: Pertama di Dunia, Taksi Udara EHang 216 Mulai Layani Kargo Udara

Dalam kedua momen itu, EHang 216 juga menyertakan beberapa penumpang untuk terbang keliling sekitar landmark Kota Guangzhou, seperti Menara Canton, Beijing Road, dan Sungai Pearl dari udara dengan ketinggian dan jarak temuh yang bervariasi.

Bahkan, untuk layanan drone kargo pertama di dunia, proses pengujian EHang 216 bisa dikatakan cukup berat, dengan menempuh jarak ke sebuh pulau, melewati topografi yang berbukit, hingga membawa muatan maksimum. Meski demikian, tak udara otonom EHang 216 berhasil melewatinya dengan mulus tanpa sedikitpun masalah.

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Beginilah Gaya Liburan Outdoor di Negeri Paman Sam

Apakah aman ketika kembali berpiknik ketika cuaca menjadi lebih hangat di masa pandemi ini? Jawabannya adalah ya, tetapi dengan beberapa peringatan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak. Sebab di cuaca yang menjadi lebih hangat saat ini, banyak negara yang mulai membuka penguncian mereka.

Baca juga: Bioskop Drive-In Solusi Hiburan di Era Covid-19, Mungkinkah Bakal Hadir Lagi di Indonesia?

Bahkan beberapa diantaranya sudah membuka ruang publik seperti pantai, kolam renang, bumi perkemahan dan taman. Tetapi Anda tidak boleh berharap menikmati ruang publik seperti sebelum pandemi. Dilansir KabarPenumpang.com dari bustle.com (2/7/2020), Taman Nasional Yosemite, California telah dibuka untuk umum setelah penutupan selama dua bulan.

Namun meski sudah dibuka, semua layanan komersial di taman akan ditutup sehingga pengunjung perlu membawa makanan, minuman dan persediaan lainnya sendiri. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sampai saat ini masih merekomendasi orang-orang untuk menjaga jarak sosial dan menggunakan masker ketika jarak sosial tidak memungkinkan.

“Masalahnya adalah jika Anda berada di luar, duduk bersama seseorang selama sepuluh menit atau lebih. Semakin lama Anda duduk bersama meski menjaga jarak, semakin banyak partikel virus yang mampu melewati semua rintangan untuk menginfeksi Anda,” kata Dr. Jessie Abbate, seorang ahli biologi penyakit menular dari Virginia.

Abbate merekomendasikan, untuk tetap menjaga jarak dari satu atau dua kelompok orang yang konsisten berkumpul dengan Anda.

“Ingat, ketika kamu makan siang dengan satu teman, kamu juga akan makan siang dengan virus dari semua orang yang mereka temua dalam dua minggu terakhir,” katanya.

Abbate mengatakan, berkumpul di luar adalah yang paling aman meski marginnya sangat kecil. Untuk diketahui, awal penelitian menunjukkan bahwa risiko tertular virus corona saat berada di luar ruangan lebih rendah tetapi itu tidak menghilangkan risiko penularan sama sekali.

“Virus ini tidak ada, itu tidak melambat dengan sendirinya. Semakin sedikit hal-hal berisiko yang Anda lakukan, dan tetangga Anda lakukan, semakin lama Anda bisa mendorong gelombang kedua tindakan tinggal di rumah,” jelas Abbate.

Pedoman CDC untuk taman dan fasilitas rekreasi mencantumkan tempat tinggal di rumah jika Anda merasa tidak enak badan sebagai salah satu hal penting yang perlu diingat ketika berkumpul di luar ruangan. Beberapa gejala-gejala tersebut termasuk demam, batuk, sesak napas, kelelahan, atau kehilangan rasa atau bau, selain itu, Anda harus terus menutupi batuk dan bersin, mencuci tangan, dan menghindari menyentuh wajah dengan tangan yang tidak dicuci.

Baca juga: Hiburan di Musim Covid-19, Train To Busan “Peninsula” Raup $147 Ribu Pada Penayangan di Singapura

Mematuhi pedoman ini mungkin tampak aneh atau tidak nyaman, tetapi Anda tahu apa yang lebih buruk daripada tidak nyaman? Memiliki dan menyebarkan virus corona. Nikmat alam bebas, piknik bersama sekelompok teman terbatas, tetapi ingatlah untuk tetap aman.