Retrofit Cessna Catat Sejarah Sebagai Pesawat Listrik Terbesar di Dunia

Retrofit atau peningkatan kemampuan pesawat Cessna berhasil mencatat sejarah sebagai pesawat listrik terbesar di dunia. Kepastian itu didapat setelah uji coba pesawat retrofit Cessna 208B Grand Caravan sembilan kursi berbahan bakar cair menjadi Cessna eCaravan bertenaga listrik, tanpa emisi langsung, dan berbiaya rendah berhasil mengudara selama 30 menit di langit Washington, Kamis lalu.

Baca juga: Pesawat Listrik NASA X-57 Maxwell Segera Terbang Perdana

Seperti dilansir sea.mashable.com, ke depan, pesawat listrik terbesar hasil kolaborasi antara perusahaan angkasa AeroTEC dan perusahaan propulsi listrik magniX ini diproyeksikan bakal mampu melahap rute sejauh 300 mil atau 482 kilometer, lebih kurang setara Jakarta-Semarang.

Hal itu dimungkinkan berkat kemampuan sistem propulsi magni500 berkekuatan 750 tenaga kuda (560 kW) sehingga dapat menggerakan pesawat amfibi enam kursi yang dimodifikasi melalui penerbangan pertamanya pada Desember lalu. Ini menandai keberhasilan dari penerbangan pesawat komersial listrik, sebelum akhirnya magniX mendorong untuk meretrofit pesawat tersebut.

“Penerbangan perdana eCaravan ini merupakan langkah lain untuk mengoperasikan pesawat bermesin menengah dengan biaya sangat murah, dan dengan nol emisi. Pesawat komersial ini akan memungkinkan penawaran layanan penerbangan orang dan paket dengan cara yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan,” kata CEO magniX, Roei Ganzarski.

Walaupun hanya dalam rute-rute pendek, namun, buah dari penerbangan tersebut cukup signifikan dalam upaya menekan angka emisi gas buang atau pemanasan global. Sebab, pada umumnya, pesawat konvensional membakar lebih banyak bahan bakar ketika hendak lepas landas dan mendarat. Belum lagi emisi gas buang yang dihasilkan ketika di udara serta dalam jarak yang beragam, baik pendek maupun jauh.

MagniX dilaporkan memang memiliki rencana besar untuk sistem propulsi magni500. Sebagai yang terbaru dari motor listriknya, perusahaan ini telah berurusan dengan sejumlah pamain utama di kancah penerbangan listrik. Ini termasuk menjadi pemasok mesin startup asal Israel Eviation, untuk maskapai regional independen terbesar Amerika Serikat di Cape Air, dan perjanjian untuk menyediakan mesin listrik lebih lanjut untuk Harbor Air.

Meski demikian, inovasi serta ambisi tinggi perusahaan teknologi seperti MagniX diperkirakan belum akan mengubah masa depan penerbangan jet komersial untuk mengoperasikan pesawat listrik sepenuhnya. Alasannya klasik, terkait dana dan efisiensi.

Seorang peneliti energi dan transportasi di University College London, Andreas Schafer, mengatakan, untuk mewujudkan penggunaan pesawat listrik di masa mendatang butuh investasi yang tak sedikit. Misalnya, untuk biaya pengembangan baterai saja, setidaknya butuh sekitar US$23 miliar atau Rp353 triliun.

Baca juga: Mungkinkah Seluruh Penerbangan Di Masa Mendatang Gunakan Pesawat Listrik?

Prinsipnya, bagaimana caranya membuat baterai dengan ukuran kecil atau paling tidak seperti ukuran baterai yang ada saat ini (baterai pesawat) namun dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Tak hanya itu, pengembangan baterai juga mencakup durasi pengisian daya yang harus jauh lebih cepat dari yang sudah ada

Selain itu, kendala logistik, harganya yang mencapai 3-4 kali lipat dari bahan bakar konvensional, serta ekosistem bisnis pendukungnya yang belum tersedia, membuat maskapai belum bisa beralih sepenuhnya dari bahan bakar konvensional ke era pesawat listrik.

KA Djoko Kendil, Antara Tempo Doeloe dan Saat Ini

Masih ingat dengan kereta lawas Djoko Kendil? Kereta yang sempat menjadi idola dimasa kejayaannya dulu kini hadir kembali. PT Kereta Api Indonesia menghadirkan Djoko Kendil di Solo bulan Februari 2020 lalu.

Baca juga: Java Nacht Express, Layani Jakarta – Surabaya, Inilah Kereta Mewah Pertama di Indonesia

Kereta Api Djoko Kendil yang hadir kali ini justru menggunakan kereta uap lawas D1410 yang diperkenalkan dan melintasi rel ditengah kota. Kereta uap ini menarik dua gerbong berwarna hijau dan setelah diserahkan oleh PT KAI ke Wakil Walikota Surakarta, Achmad Purnomo langsung melanjutkan perjalanan dengan membawa rombongan ke Stasiun Kota di Sangkrah.

Melaju dengan kecepatan rendah, gerbong kereta ini didesain istimewa dengan kayu jati menjadi interior utama pada gerbong berkapasitas 50 orang. Kereta ini juga dilengkapi dengan meja panjang yang dilengkapi dengan kursi melingkar sehingga cocok untuk dijadikan tempat rapat.

Tak hanya itu juga ada lokomotif di bagian belakang gerbongnya. Direktur PT KAI yang lalu, Edi Sukmoro mengatakan, KA Djoko Kendil ini berusia 99 tahun dan sudah langka.

Dia mengatakan meski tua dan langka, kereta uap dengan panjang 20 meter ini bisa dihidupkan kembali karena para pensiunan PT KAI yang konsen dengan kereta lama. Achmad Purnomo mengatakan, kereta ini akan menambah pariwisata di Kota Bengawan.

Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kereta ini melaju dengan kecepatan 45 km per jam dan akan beroperasi dari Solo menuju ke Wonogiri. Kereta uap ini buatan Hanomag Hannover, Linden, Jerman 1921.

Nah, ternyata KA Djoko Kendil saat ini dan yang dulu berbeda. Pada masa kejayaan, awalnya Djoko Kendil atau gerbong SS9000 ini terdiri dari dua gerbong yang melengkapi Java Nacht Express.

KA Djoko Kendil merupakan kereta yang dibeli oleh perusahaan kereta api Staats Spoorwegen pada tahun 1938 dari pabrik Beynes (Belanda). Gerbong ini mewah dengan fasilitas tempat tidur yang dilengkapi dengan sistem penyejuk udara.

Panjang kereta seri SS9000 memiliki panjang 20 meter dengan bogie yang dilengkapi dengan roller bearing yang mulus dan handal serta dirancang untuk melaju pada kecepatan tinggi. Pada kejayaannya, Djoko Kendil masa lalu melintasi relasi jakarta – Bandung, Jakarta- Surabaya dan Surabaya – Jakarta.

Baca juga: Parade Kereta Tanpa Awak Siap Sambangi Indonesia

Sayangnya karena usia kereta yang semakin senja, seri SS9000 ini tersingkir dan turun kelas menjadi kereta penumpang kelas ekonomi dan kereta penolong. Pada 28 April 2009, Kereta Djoko Kendil mendapat kehormatan untuk membawa Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan beberapa menteri, dari Stasiun Tanjung Priok ke Stasiun Pasar Senen.

Rindu Terbang, Para Pilot Berharap Agar Orang-orang Kembali Beli Tiket Pesawat

Banyak pilot maskapai penerbangan di hampir semua negara harus dirumahkan pada masa pandemi Covid-19. Hal ini karena banyaknya lockdown yang terjadi di berbagai negara demi pencegahan penyebarluasan virus ini sendiri. Namun ketika tidak terbang, bagaimana nasib para pilot ini dan apa yang dilakukan mereka?

Baca juga: Video Pramugari Bekerja dari Rumah Viral dan Banyak Dikomentari

Ternyata banyak pilot yang melakukan berbagai hal demi mengurangi kebosanan karena di rumahkan. Beberapa diantaranya bahkan membuat video singkat dengan menerbangkan pesawat mainan dengan jalur landasan. Untungnya saat ini bisnis sektor penerbangan perlahan mulai kembali membuka rutenya meski belum sepenuhnya.

(Instagram @pilotcharlotte)

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, para pilot ini melakukan berbagai macam cara agar orang-orang kembali terbang. Seorang pilot bernama Charlotte Dielman mengunggah fotonya yang mengajak penumpang kembali naik pesawat.

Pilot easyJet ini menuliskan ajakan naik pesawat tersebut di selembar kardus bekas dan di unggah di akun Instagram pribadinya @pilotcharlotte. Hal ini kemudian diikuti oleh seorang pilot asal Amerika Serikat Chris Pohl.

Chris yang merupakan pilot maskapai Virgin Atlantic ini, ikut mengunggah ajakan terbang tersebut di akun pribadinya. Dalam foto tersebut dirinya menuliskan caption “Buy airline tickets like you bought toilet paper atau yang berarti beli tiket pesawat seperti Anda membeli tisu toilet.”

Tak hanya sebuah caption seperti @pilotcharlotte, Chris melalui akun pribadinya @captainchris, juga meminta agar orang-orang menyebarkan pesan yang disampaikannya kepada orang lain.

Baca juga: Pramugari Hibur Penumpang dengan Cara Unik Di Tengah Penerbangan yang Nyaris Kosong

“Saya mengumpulkan mereka untuk membuat versi saya sendiri. Silakan RE-POST dan sampaikan pesan ini kepada semua orang yang Anda kenal, karena itu NYATA. Kita membutuhkan dunia untuk mulai memesan tiket, yang akan memungkinkan maskapai penerbangan untuk mengisi pesawat dan membuat kita semua terbang lagi. Satu-satunya hal yang menahan kami, adalah Anda; pelanggan / penumpang setia kami, tanpa Anda, kami akan mendarat. Ayo dunia terbang lagi,” tulisnya di akun Instagramnya.

Sekat Partisi Digunakan Pengemudi Ojol, Efektifkah untuk New Normal?

Sampai saat ini para pengemudi ojek online atau ojol masih belum bisa mengangkut penumpang. Mereka hanya bisa mengangkut barang ataupun makanan yang dipesan oleh para pengguna aplikasi. Namun bagaimana jika nantinya kehidupan baru atau new normal sudah mulai dijalankan dan para ojol bisa kembali mengangkut penumpang?

Baca juga: PSBB Berlaku di Jakarta, Inilah Kebijakan GoJek dan Grab untuk Mudahkan Mitra Pengemudi

KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, beragam ide kemudian hadir agar ojol bisa mengangkut penumpang dan beradaptasi dengan kehidupan baru. Ide-ide ini sendiri hadir agar para pengemudi ojol bisa beroperasi secara normal dan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditentukan.

Salah satu ide yang muncul adalah dengan sebuah sekat partisi yang disematkan antara pengemudi dan penumpang ojol. Sekat ini berbahan akrilik dan kehadirannya diharapkan bisa mengurangi kontak langsung dengan pengemudi.

Bahkan salah satu ride hailing di Indonesia yakni Grab mulai membuat partisi akrilik ini. Ketua Presidium Nasional Garda (Gabungan Aksi Roda Dua) Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, adanya sekat partisi sendiri merupakan satu protokol agar ojol bisa kembali angkut penumpang.

Dia mengatakan hal ini menambah protokol yang sudah ada dengan himbauan penumpang membawa helm sendiri dan pengemudi membawa basic hygiene pribadi yakni sabun cuci tangan atu handsanitizer serta menjaga kebersihan atribut dan diri pribadi. Namun, sayangnya sekat partisi ini tidak dihadirkan oleh pengusaha melainkan para pengemudi harus membelinya sendiri dan harga akan disesuaikan dengan kemampuan mereka.

“Kita belum bicara cara dapetin sekat, produksi butuh anggaran karena masih mandiri. Kita gandeng perusahaan swasta itu kan butuh biaya, nah si driver beli,” ujar Igun yang dikutip dari okezone.com.

Dia menambahkan, bila Pemerintah menyetujui penggunaan sekat partisi dan dianggap sebagai protokol kesehatan ketika new normal, maka para pengemudi harus memilikinya.

Tapi, apakah sekat partisi ini aman ketika digunakan para pengemudi ojol? Ternyata sekat partisi dari akrilik tersebut bisa menghambat laju sepeda motor dan bisa berefek negatif saat dipakai di jalanan.

“Menurut saya penggunaan partisi akan menambah tahanan angin, keseimbangan motor bisa lebih berat,” ujar Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), yang dikutip dari kompas.com.

Baca juga: DPR Minta Aplikator Tak Potong Ongkos Kirim Ojol 20 Persen di Masa Pandemi

Dia menambahkan, masker, helm dan jaket sebenarnya sudah membatasi penyebaran virus. Sony mengatakan, menjaga kebersihan helm, jaket, dan masker jadi cara yang lebih efektif untuk menghindari penyebaran virus corona di kalangan ojek online.

“Bicara physical distancing itu benar, tapi kurang smart. Jadi dari sisi safety akan mengganggu walaupun dari sisi kesehatan terlihat baik,” tambahnya.

Zipair Tokyo Akhirnya Resmi Mengudara Saat Maskapai Lain Bangkrut, Tapi Hanya Penerbangan Kargo

Setelah menanti selama tiga pekan dari jadwal semula pada tanggal 14 Mei 2020, maskapai pendatang baru di kelas Low Cost Carrier (LCC) atau berbiaya rendah, Zipair Tokyo akhirnya resmi mengudara. Kepastian itu didapat pasca Boeing 787-8 lepas landas dari Bandara Narita menuju Bandara Suvarnabhumi, Bangkok pada Kamis, (4/6) waktu setempat.

Baca juga: Zipair Tokyo, Maskapai Berbiaya Murah Terbaru dari Jepang, Mengudara 14 Juli 2020!

“Sejak pengumuman bisnis kami pada Mei 2018, karyawan kami telah bahu-membahu untuk mempersiapkan lauching layanan LCC menengah dan jarak jauh. Sayangnya, mengingat situasi saat ini, kami tidak dapat melayani penerbangan penumpang ke Bangkok,” kata Presiden Zipair Tokyo, Shingo Nishida, sebagaimana diberitakan Simple Flying.

“Ketika orang-orang di seluruh dunia menemukan cara baru untuk mempromosikan bisnis mereka, kami memutuskan untuk mengambil langkah maju dengan meluncurkan sementara hanya penerbangan kargo antara Jepang dan Thailand,” tambahnya.

Setelah terbang perdana, maskapai yang lahir pada Februari 2019 silam ini akan tetap melayani penerbangan hanya kargo selama empat kali dalam sepekan, Rabu, Kamis, Jumat, dan Sabtu, sampai waktu yang tak ditentukan, mengikuti perkembangan wabah Covid-19 di dunia. Sejauh ini, sebagai maskapai baru, anak perusahaan Japan Airlines itu hanya mengoperasikan dua armada Boeing 787-8 hibah dari induk perusahaan mereka.

Sambutan karyawan atas penerbangan perdana Zipair Tokyo. Foto: @AirportWebcams

Pemilihan rute ke Bangkok dinilai sebagai satu keputusan tepat, mengingat antara Jepang dan Thailand memiliki interaksi bisnis cukup kuat di berbagai sektor, mulai dari industri otomotif, dimana komponen mobil atau sparepart banyak dipasok dari Thailand, hingga ekspor hasil laut Jepang yang sangat diminati di Thailand. Tak hanya itu, dalam segmen LCC, Zipair Tokyo juga digadang-gadang sebagai satu-satunya maskapai berbiaya rendah yang mengoperasikan rute penerbangan menuju Bangkok, Thailand.

Berbanding terbalik dengan rute ke Thailand, rute ke Korea (Seoul) persaingan diprediksi akan lebih ketat, mengingat di sana terdapat lima maskapai berbiaya rendah yang sudah terlebih dahulu ada, mulai dari Air Seoul, Eastar Jet, Jeju Air, Jin Air, hingga T’way Air. Rute ‘neraka’ tersebut rencananya akan mulai dijajaki Zipair Tokyo mulai 1 Juli 2020.

Baca juga: Bos Emirates Prediksi Akan Ada Lebih Banyak Maskapai Bangkrut di Akhir Tahun

Selain pangsa pasar Asia, Zipair Tokyo juga sudah mempersiapkan diri untuk bermain di ceruk pasar besar di Amerika Utara, salah satunya rute Tokyo-Las Vegas. Saat ini, pihak maskapai tengah mempersiapkan amunisi sebelum mulai berjuang di rute tersebut dengan memberi para pilot kesempatan lebih terkait jam terbang. Singkatnya, pilot tengah dipersiapkan untuk penerbangan jarak jauh. Belum jelas kapan rencana tersebut akan terealisasi.

Meskipun hanya berhasil menerbangkan penerbangan hanya kargo dan sempat molor selama tiga pekan dari rencana semula, keberhasilan Zipair Tokyo sebagai maskapai LCC pendatang baru tentu menarik perhatian banyak pihak. Sebab, hal itu dilakukan saat maskapai lain tengah mengalami kesulitan keuangan dan mengurangi banyak penerbangan akibat wabah corona. Bahkan, beberapa dari mereka tak sedikit berujung bangkrut, seperti Avianca, FlyBe, Thai Airways, hingga LATAM Airlines.

Garuda Indonesia Bakal Hapus Kewajiban Pakai Masker, Pramugari ‘Cukup’ Kenakan Face Shield

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyebut pihaknya tengah menggodok mekanisme penghapusan aturan mengenakan masker saat di pesawat. Sebagai gantinya, eks Country Manager Cisco Indonesia itu menyebut Garuda Indonesia akan menyiapkan face shield (pelindung wajah) selama di dalam pesawat.

Baca juga: “Bukan PHK,” Inilah yang Terjadi Pada Ratusan Pilot Garuda Indonesia

“Kalau pakai masker kan tidak ketahuan apa dia itu senyum atau bagaimana. Jadi (masker) bisa dibuka dan sebagai gantinya pakai face shield,” katanya kepada wartawan dalam konferensi pers virtual melalui Zoom, Jumat (5/6).

Dalam kesempatan tersebut, pria yang mulai menjabat Dirut Garuda Indonesia pada 22 Januari itu juga mengungkapkan pihaknya juga akan menyediakan safety kit, seperti masker dan lainnya, sebagai buah tangan untuk diberikan ke penumpang.

Tak hanya itu, Irfan juga menyinggung masalah rapid test. Menurutnya, rapid test yang diwajibkan oleh tim gugus tugas percepatan penangan Covid-19 Indonesia kepada seluruh penumpang tentu sejalan dengan keinginan maskapai untuk memastikan hanya orang sehat yang ikut dalam setiap penerbangan flag carrier Indonesia itu.

Hanya saja, lanjut Irfan, tak semua wilayah menyediakan fasilitas tersebut. Oleh karenanya, Garuda Indonesia berinisiatif akan mulai memfasilitasi layanan rapid test ke seluruh penumpang, khususnya di wilayah-wilayah yang tak tersedia fasilitas tersebut.

Akan tetapi, implementasi keduanya, baik rapid test maupun penggunaan face shield sebagai pengganti masker selama di dalam penerbangan, masih harus menunggu waktu implementasinya. Perihal mekanismenya atau SOP-nya, ia juga belum bisa membeberkan lebih jelas. “Tunggu tanggal mainnya. Sedang digodok,” singkat Irfan, saat dikonfirmasi KabarPenumpang.com.

Selain menyinggung masalah rapid test, eks Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau PT INTI itu juga menyinggung masalah test polymerase chain reaction (PCR). Menurutnya, tes PCR yang ada saat ini dinilai cukup mahal, berkisar lebih kurang Rp2 juta. Harga tersebut bahkan melebihi harga tiket itu sendiri.

Maka dari itu, tak heran bila ia kemudian mengusulkan agar harga tes PCR bisa diturunkan dan tak lebih mahal dari tarif tiket pesawat. “Kami berharap harganya nanti jangan sampai lebih mahal daripada tiket pesawat,” tutur Irfan.

Baca juga: Dirut Garuda Indonesia: “Tidak Ada PHK Massal di Tengah ‘Badai’ Virus Corona”

Sebagai informasi, Tes PCR merupakan salah satu syarat yang harus dilengkapi penumpang sebelum mereka melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum, seperti pesawat, kereta api, bus, maupun kapal guna mencegah penularan virus corona. Syarat ini tercantum dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020 yang selanjutnya dimutakhirkan dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 5 Tahun 2020 tentang penanganan Covid-19.

Meski dalam aturan itu disebutkan bahwa penumpang bisa memilih alternatif untuk membawa bukti rapid test sebagai pengganti tes PCR, beberapa aturan di daerah berbunyi lain. Ada sejumlah Pemerintah Daerah yang mewajibkan penumpang mengantongi bukti PCR saat akan masuk maupun keluar dari wilayahnya.

EQUA Tampilkan Botol Air Cerdas yang Mampu Ingatkan Pengguna untuk Minum

Dehidrasi adalah di mana kondisi tubuh seseorang kekurangan cairan dan masalah ini tidaklah boleh dianggap sepele. Apalagi jika tubuh tak terhidrasi dengan baik nyatanya juga bisa menurunkan konsentrasi.

Baca juga: Gogoro Smartscooter, Skuter Listrik Canggih Berbasis Aplikasi Online

Bahkan, tetap terhidrasi juga memainkan peran penting dalam mempertahankan tingkat pencernaan normal dan menurunkan risiko penyakit kronis. Sehingga baiknya sebelum terjadi dehidrasi, Anda harus melepaskan dahaga dengan minum air agar tubuh terhidrasi dengan baik.

Baru-baru ini EQUA menghadirkan sebuah botol air cerdas yang cukup inovatif. Botol air ini merupakan cara baru untuk membantu Anda agar tetap sehat. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (1/6/2020), EQUA perusahaan berkelanjutan yang berkomitmen untuk mengubah dunia satu botol air pada satu waktu.

Sebab botol air EQUA memberi cara baru yang revolusioner untuk minum air setiap hari. Uniknya juga botol tersebut dilengkapi dengan sensor yang dipasang untuk melacak gerakan serta mengingatkan Anda untuk minum dengan memancarkan cahaya terang.

Bahkan botol air cerdas juga bisa menghitung berapa banyak air yang harus diminum per harinya dan membuat rekomendasi yang khusus untuk kebutuhan tubuh. Botol air cerdas dibuat dari bahan stainless steel dan benar-benar tidak beracun serta bebas BPA. Botol ganda terisolasi ramah lingkungan ini membuat minuman Anda dingin selama 24 jam dan panas hingga 12 jam.

Desainnya pun ramping dan modern serta dilengkapi dengan pelacak Bluetooth yang didukung oleh baterai yang bisa diisi ulang. Tak hanya itu, aplikasi pelacakan juga bisa merekam pola minum harian penggunanya.

Baca juga: Atasi Risiko Tertabrak Kereta, Inggris Ciptakan Aplikasi “Peringatan” Berbasis LBS

Para pengguna botol air cerdas bahkan memiliki akses ke latihan pernapasan yang ditemukan langsung di aplikasi. Ini bisa membantu meringankan pikiran pengguna ketika membutuhkan istirahat mental. Botol ini bisa dikatakan unik dan membantu hidup pengguna lebih mudah, apa pun gaya hidup pemiliknya. Botol air cerdas EQUA ini seharga US$54,99 atau sekitar Rp795 ribu.

Heboh Maskapai Indonesia Diminta Tutup Fasilitas Toilet di Pesawat, Ternyata di India Sudah Duluan

Sejumlah negara sudah mulai melonggarkan kebijakan lockdown. Penerbangan komersial pun juga sudah mulai beroperasi, meskipun dengan berbagai peraturan baru dalam tatanan The New Normal, mulai dari mengosongkan kursi tengah, membatasi ruang gerak penumpang selama di dalam kabin, bahkan menutup fasilitas toilet.

Baca juga: India Mulai Buka Penerbangan Domestik, Penumpang Disarankan Tidak Gunakan Toilet Selama di Pesawat

Sederet peraturan di atas merupakan rekomendasi Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Dalam rekomendasi terbarunya, sebagaimana diberitakan BBC Internasional, lembaga yang berbasis di Montreal, Kanada itu meminta kepada negara-negara di dunia untuk mengikuti pedoman tersebut. Sehingga, meskipun masih dibayang-bayangi keberadaan Covid-19, industri penerbangan mulai dapat kembali beroperasi secara aman.

Di Indonesia sendiri, rekomendasi ICAO terkait membatasi akses atau bahkan menutup fasilitas toilet dalam pesawat pun menjadi heboh. Dalam penerbangan 30-60 menit mungkin toilet bisa saja ditutup. Namun, lebih dari itu, sudah barang tentu tidak semua orang bisa menahan hasrat untuk buang air besar (BAB).

Padahal, sebelum rekomendasi tersebut sampai di Indonesia (atau bahkan dirilis ICAO), India justru sudah sejak pekan keempat di bulan Mei mulai menyiapkan payung hukum untuk melaksanakan aturan baru The New Normal berupa membatasi akses atau bahkan menutup fasilitas toilet dalam pesawat.

Tak hanya itu, seperti yang sudah diberitakan KabarPenumpang.com sebelumnya, India juga menetapkan langkah-langkah lain yang perlu dilakukan maskapai penerbangan, guna meminimalisir potensi penyebaran Covid-19, mulai dari hanya mengizinkan sepertiga dari keseluruhan maskapai, menyarankan bagi wanita hamil dan penumpang dalam kondisi sakit baiknya tidak bepergian, hingga memperbolehkan penumpang hanya membawa satu tas kabin.

Kemudian, otoritas bandara di India juga hanya memperbolehkan penumpang yang check-in melalui website masuk ke bandara. Bahkan, penumpang yang berasal dari zona merah tidak diizinkan masuk bandara apalagi bepergian dengan pesawat.

Kebijakan-kebijakan di atas melengkapi sederet kebijakan sebelumnya yang terlebih dahulu diumumkan otoritas bandara India, mulai dari wajib bermasker, mencuci tangan, memakai face shield, tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang dibawa sendiri selama di dalam pesawat, surat keterangan sehat dan bebas Covid-19 dari lembaga kesehatan yang ditunjuk, pengecekan suhu tubuh dan status tempat tinggal melalui aplikasi Aarogya Setu, mengosongkan kursi tengah, hingga menghindari aktivitas berlebih di pesawat selama dalam penerbangan.

Baca juga: Cepirit Saat di Moda Transportasi? Ini Ternyata Penyebabnya!

Selain heboh akibat rekomendasi membatasi akses atau bahkan menutup fasilitas toilet dalam pesawat, publik di Indonesia juga pernah heboh dengan larangan menelepon dan berbicara di Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Padahal, di Singapura, kebijakan tersebut sudah lebih dahulu dimulai sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19 di transportasi umum di bawah tatanan The New Normal.

“Para penumpang harus menggunakan masker dan tidak berbicara satu sama lain untuk mencegah droplet. Penumpang juga tidak boleh berbicara di ponsel, dengan demikian mereka bisa menghindari penyebaran droplet ketika berada di ruang tertutup,” ujar Wong yang dikutip KabarPenumpang.com dari todayonline.com (2/6/2020).

Gandeng Pelita Air Service, Anak Usaha Angkasa Pura I Luncurkan Layanan Angkutan Kargo

Pesawat penumpang di masa pandemi Covid-19 ini sangat dibatasi dan banyak maskpai yang mengurangi ataupun menutup sementara penerbangan mereka. Meski begitu barang-barang kebutuhan atau logistik tetaplah berjalan dan pengiriman melalui udara pun masih terus berlangsung.

Baca juga: Tanggapi Larangan Mudik, PT ASDP Akan Fokus Pada Pelayanan Angkutan Logistik

Seperti PT Angkasa Pura Logistik yang meluncurkan layanan air freight pada Kamis (4/6/2020) kemarin sebagai upaya untuk memperkuat bisnis perusahaan dan konektivitas logistik di Indonesia. Anak perusahaan PT Angkasa Pura I (AP I) ini bekerja sama dengan Pelita Air Service sebagai mitra penyedia penyewa pesawat freighter.

Uniknya seremoni peluncuran perdana layanan ini dilakukan secara virtual di dua tempat yakni oleh Direktur AP I Faik Fahmi di Kemayoran, Jakarta dan Dirut PT AP Logistik Danny P Thaharsyah di Bandara Syamsyudin Noor Banjarmasin dan juga dihadiri oleh Plt Dirut Pelita Air Service Muhammad Priadi. Peluncuran layanan perdana ini lepas landas dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin menuju ke Bandara Juanda Surabaya.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, operasional sarana transportasi umum yang mengangkut penumpang, termasuk sarana transportasi udara, cukup dibatasi untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Oleh karena itu, melalui anak perusahaannya, Angkasa Pura I berupaya mendorong kinerja bisnis kargo yang pada masa pandemi ini penurunannya tidak terlalu dalam seperti trafik penumpang. Hal ini juga merupakan komitmen perusahaan untuk berkontribusi terhadap pewujudan penguatan konektivitas logistik di Indonesia,” ujar Faik Fahmi yang dikutip KabarPenumpang.com dari siaran pers, Kamis (4/6/2020).

Selain itu, dalam jangka panjang, mengutip data Mondor Intelligence Reports 2019, bisnis air freight di Indonesia diproyeksikan mencapai peningkatan sebesar 110 persen sejak 2018-2024 dari US$9,21 miliar menjadi US$19,3 miliar dengan total volume pasar air freight diprediksi untuk terus bertumbuh sebesar 26 persen hingga 2023 dan pengiriman rute domestik mencapai 52 persen dari total pasar air freight.

“Angkasa Pura Logistik berupaya menangkap dan memanfaatkan potensi pertumbuhan bisnis air freight di Indonesia yang cukup tinggi itu melalui peluncuran layanan air freight,” ujar Danny.

Pada tahap awal, lanjut Danny, layanan air freight ini didukung dengan armada 2 pesawat ATR 72-500 yang disewa dari Pelita Air dan kemudian akan terdapat penambahan satu pesawat Boeing 737-300 untuk peningkatan efisiensi pelayanan. Ketiga armada udara ini melayani jenis pengiriman kargo umum dan kargo khusus seperti produk laut, produk berbahaya (dangerous good) dan produk dengan ukuran berlebih (oversized cargo) dengan rute ke sepuluh kota yang terdiri dari sembilan domestik dan satu internasional.

Adapun sepuluh kota tersebut yaitu Jakarta, Denpasar, Makassar, Kendari, Ambon, Banjarmasin, Balikpapan, Manado, Batam dan Singapura. Dua pesawat ATR 72-500 yang memiliki kapasitas kargo 8.200 kg melayani dua rute, yaitu Jakarta-Batam-Jakarta-Banjarmasin-Balikpapan-Jakarta dan Makassar-Manado-Makassar-Ambon-Kendari-Makassar. Sedangkan pesawat Boeing 737-300 yang memiliki kapasitas katgo 15 ribu kg nantinya akan melayani rute Makassar-Singapura-Denpasar-Jakarta-Makassar.

Baca juga: Update PSBB, ASDP Layani 688.836 Unit Truk Logistik di 7 Cabang Utama

“Diluncurkannya layanan air freight Angkasa Pura Logistik ini melengkapi portofolio bisnis logistik perusahaan di mana sebelumnya portofolio bisnis logistik perusahaan mencakup bisnis forwarder, ekspedisi muatan pesawat udara (EMPU), merchandise distribution center, total baggage solution dan warehouse. Diharapkan dengan makin lengkapnya layanan logistik perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan bisnis perusahaan serta dapat berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas, aksesibilitas, dan efektifitas logistik nasional,” kata Danny.

Bak Tanpa Riasan Penuh, Inilah Rahasia Cantik ala Pramugari Singapore Airlines

Terbang dengan pesawat milik maskapai Singapore Airlines (SIA), Anda akan dilayani oleh para pramugari yang wajahnya tampak segar dan natural meski menggunakan riasan. Apakah Anda penasaran bagaimana kulit mereka terlihat bersih dan segar?

Baca juga: Ini Kata Pramugari Singapore Airlines Tentang Ketatnya Proses Seleksi!

Ternyata banyak hal yang dilakukan oleh pramugari SIA untuk mendukung dalam menjaga kulit mereka agar terlihat prima. Berikut beberapa rahasia kecantikan pramugari SIA yang dirangkum KabarPenumpang.com dari herworld.com (1/6/2020).

#1 Memilih makanan yang tepat
Tidak banyak studi tentang makanan dapat mempengaruhi kulit, tetapi diperkirakan beberapa makanan seperti cabai, coklat atau yang berminyak tidaklah terlalu baik untuk kulit wajah. Sedangkan untuk mempertahankan dan memperbaiki kondisi kulit, pramugari SIA merawat kulit dengan minuman kolagen, pil tabir surya dan makanan dengan antioksidan yang tinggi.

#2 Pakar kecantikan
Tidak hanya mengkonsumsi makanan sehat, pramugari SIA juga sesekali mengunjungi pakar kecantikan untuk memanjakan wajah mereka. Dengan bantuan teknik dan alat yang tepat bisa mengecilkan pori-pori yang membesar dan perawatan hingga ke kulit bagian dalam. Biasanya mereka pergi satu kali dalam sebulan atau satu kali dalam dua bulan.

#3 Makeup berbahan skincare
Pramugari akan memilih makeup seramah mungkin pada kulit bahkan punya kandungan yang seperti skincare dan kebanyakan produk water-based. Sedangkan untuk lipstik mereka lebih suka menggunakan produk dengan kandungan baik seperti argan oil untuk menambah kelembapan bibir. Mereka juga memilih menggunakan lip balm sebagai dasar sebelum lipstik dipoles pada bibir untuk memberikan kelembapan.

#4 Exofiliate secara rutin
Begitu banyak paparan udara kering di kabin, kulit cenderung membentuk lapisan yang bisa menyebabkan tiga masalah, yakni pori-pori tersumbat, permukaan kasar, dan skincare tak menyerap sebagaimana mestinya. Exfoliate kulit setidaknya seminggu sekali untuk mengangat sel kulit mati jadi satu perawatan yang tak bisa ditawar. Anda bisa menggunakan scrub atau produk dengan kandungan AHA maupun BHA.

#5 Skincare sesuai cuaca
Produk skincare yang dibutuhkan selama musim dingin di Eropa bisa sangat berbeda dengan saat musim liburan di Maladewa. Karenanya, memeriksa cuaca sangat penting untuk tahu produk skincare apa yang mesti dibawa. Metode ini tak membuat Anda harus membeli semua produk saat mau berpindah. Beberapa di antaranya masih bisa dipakai lagi dalam cuaca apapun, seperti pelembap.

#6 Memanjakan kulit
Terpapar udara kabin yang kering, kelelahan hingga jet lag nyatanya berdampak buruk pada kulit. Nah untuk mengatasi ini, pramugari ISA bisa memanjakan kulit mereka dengan masker wajah yang diformulasikan agar sesuai untuk penggunaan sehari-hari. Penggunaannya minimal satu kali dalam seminggu.

#7 Kulit terhidrasi dengan baik
Udara kabin biasanya didehididifikasi yang artinya pengeringan untuk kulit. Memastikan bahwa ada cukup banyak kelembaban di kulit, dan bahwa itu dilindungi dari kehilangan air trans-epidermal (berarti air yang hilang melalui kulit) akan sangat membantu dalam mencegah kulit dehidrasi.

#8 Tabir surya adalah suatu keharusan
Tergantung pada penerbangan, beberapa penerbangan mungkin mengalami lebih dari 12 jam siang hari dan dengan banyak paparan sinar matahari, perlindungan terhadap kerusakan UV sangat penting.

Baca juga: Ini Dia! Tips Cantik ala Pramugari

#9 Hapus makeup
Tidak masalah apakah itu jam 02.00 pagi di New York atau jam 06.00 sore di London, selama pramugari SIA berencana untuk pergi tidur, makeup harus dihapus sepenuhnya. Tergantung pada waktu penerbangan, pramugari SIA mungkin telah memakai riasan hingga 16 jam sebelum mereka mencapai hotel dan tidak peduli seberapa lelah mereka, mereka selalu membuat titik untuk menghapus riasan mereka sehingga kulit dapat bebas dari kotoran.