Layaknya Pohon Natal, Ini Alasan Bus AKAP Dihiasi Lampu Warna Warni

Menikmati perjalanan darat untuk bepergian ke suatu destinasi nyatanya tak hanya harus dengan kereta api atau kendaraan pribadi. Sebab bus antar kota antar provinsi atau AKAP pun bisa menjadi pilihan. Mungkin akan merasakan kemacetan bila menggunakan bus, tetapi ternyata banyak hal unik yang bisa didapat saat naik bus AKAP.

Baca juga: Inilah Rumah Makan Favorit Khas Bus AKAP di Sepanjang Pantura

Selain bisa tiba di tempat tujuan langsung, bus AKAP juga memiliki tampilan menarik dan ini biasanya merupakan kreativitas dari industri karoseri nasional. Selain bodi dengan warna cerah dan gambar logo Perusahaan Otobus atau PO, beberapa bus AKAP juga dihiasi dengan variasi lampu di bagian depan, samping dan belakang dengan alasan tersendiri.

Ini membuat bus mirip dengan pohon Natal yang dihiasi lampu kelap kelip sehingga menarik. KabarPenumpang.com merangkum berbagai laman sumber, bagian depan bus akan dipasangi lampu strobo dengan berbagai warna dan terpasang di kaca depan bus.

Selain itu juga ada yang menggunakan lampu LED yang membuat tampilan bus semakin unik bahkan ada tambahan alis LED di sekeliling lampu depan bus. Pada bagian belakang, biasanya ditempeli LED bar yang mengikuti isyarat rem dan lampu sein.

LED bar tersebut juga terpasang pada bagian kisi-kisi penutup mesin belakang. Namun jangan heran jika melihat ada LED yang juga terpasang di bagian bawah atau underglow. Pemasangan LED ini dikatakan Dimas Raditya yang merupakan anggota dari Forum Bismania Indonesia bahwa pemasangan variasi lampu pada bus AKAP dilakukan agar tampilannya menjadi lebih menarik

“Biasanya lampu variasi tersebut digunakan agar penumpang berminat untuk menaiki busnya. Selain itu juga menjadi ciri khas dari masing-masing bus agar dikenal dan diingat,” kata Dimas yang dikutip KabarPenumpang.com dari kompas.com, Minggu (10/5/2020).

Nah, bagaimana dengan biaya modifikasi dengan lampu sebanyak itu? Apakah dari PO bus nya atau dari kantong pribadi masing-masing kru? Ternyata modifikasi ini bukan dari uang PO bus melainkan dari kantong para kru bus sendiri. Meski begitu PO bus juga memberikan modan dan biasanya lebih untuk ke bus pariwisata.

Baca juga: PO Sumber Alam, Bus AKAP Kebanggaan Warga Purworejo

Sedangkan untuk bus AKAP modal dari kru bus tersebut. Walaupun menggunakan lampu variasi pada bagian depan, biasanya kru bus hanya menggunakannya saat berhenti atau memasuki terminal. Jika kembali ke jalan, biasanya kru tidak menyalakan lampu variasinya, kecuali yang ada di bagian belakang.

Taksi Drone EHang Masuki Tahun Layanan Pertama dengan Konsep Passenger Drone Hotel

Setelah melakukan uji coba pertama di Wina, Austria, pada April tahun lalu, taksi terbang drone pertama di dunia, EHang, dilaporkan telah bermitra dengan LN Holdings, platform pariwisata dan grup pengembangan hotel, untuk merealisasikan konsep passenger drone hotel atau hotel drone penumpang pertama di dunia. Dengan konsep tersebut, nantinya para tamu hotel dapat memiliki kesempatan untuk bepergian dengan drone penumpang ikonik EHang sebagai transportasi dan wisata udara di dunia perhotelan.

Baca juga: Prototipe Taksi Drone Ehang 184, Sukses Uji Coba Dalam 1000 Kali Terbang

Dikutip dari dronelife.com, hotel drone penumpang dinilai sebagai cara yang brilian untuk memamerkan teknologi wahana terbang otomatis (AAV) dan urban air mobility (UAM). Wisatawan yang mengunjungi Guangzhou akan dapat berkeliling di sekitar landmark kota seperti Menara Canton, Beijing Road, dan Sungai Pearl dari udara. Kemitraan ini berencana untuk menawarkan bukan hanya peluang baru menikmati Kota Guangzhou yang indah, tetapi juga untuk menyisipkan peluang pendidikan dan hiburan seperti pertunjukan lampu drone.

“Program ini akan mempromosikan integrasi inovatif mulai dari tamasya udara (UAM), transportasi wisatawan, logistik udara, pertunjukan cahaya dengan drone, pameran cerdas, hingga pendidikan. Ini juga akan mempromosikan pengalaman baru wisata udara dan mengeksplorasi kasus penggunaan komersial lainnya untuk EHang AAV,” tulis EHang dalam sebuah rilis.

“Seiring perkembangan teknologi canggih lainnya seperti jaringan 5G, teknologi AAV secara bertahap akan mewujudkan potensi pasar dalam triliunan dolar. Menurut Morgan Stanley, pasar UAM global harus mencapai US$1,5 triliun pada tahun 2040. Pasar Cina menunjukkan potensi kuat sebesar US$431 miliar, menyumbang hampir 30 persen dari pasar UAM global,” tambah EHang dalam rilisnya.

Hotel drone penumpang pertama yang beroperasi adalah LN Garden Hotel di Nansha, sebuah distrik pantai di Guangzhou. Hotel ini mengikuti kesepakatan antara EHang dan pemerintah Cina dalam menetapkan Guangzhou sebagai “kota pintar UAM pertama di dunia dan Cina”.

Hu Huazhi, pendiri, ketua, sekaligus CEO EHang, mengatakan bahwa pihaknya sangat menikmati momen kemitraan strategis bersama LN Holdings. Di samping itu, mereka juga berkontribusi atas program pemerintah dan perkembangan Kota Guangzhou dalam menata pariwisata.

“Kami sangat senang untuk membangun kemitraan strategis yang komprehensif dan jangka panjang dengan LN Holdings. Membantu membangun Guangzhou menjadi kota percontohan mobilitas udara global adalah tonggak sejarah bagi kami, dan selanjutnya mempromosikan komersialisasi ekosistem UAM,” katanya.

“Para tamu LN Garden Hotel akan mendapat layanan AAV cerdas, termasuk tamasya udara yang unik, pengiriman udara yang nyaman dan otonom serta pertunjukan lampu udara berteknologi tinggi,” tambahnya.

Senada dengan Hu Huazhi, Liang Lingfeng, Manajer Umum Grup LN dan Pimpinan LN Holdings, menyebut bahwa jaringan yang dimiliki perusahaan diklaim dapat membantu ekspansi EHang dalam mengoperasikan taksi drone pertama di dunia. Selain itu, ia juga mengapresiasi kolaborasi teknologi dengan pengalaman parwisata.

Baca juga: [Video] Taksi Drone 282 Karya Anak Bangsa Berhasil Terbang Sebelum Dipamerkan di Jerman

“Kami memiliki rantai sumber daya yang luas di industri pariwisata, yang mencakup perjalanan, hotel bermerek, konvensi, pameran, dan tempat wisata yang indah. Dengan memanfaatkan kemampuan LN Grup pemegang saham pengendali kami untuk mengintegrasikan sumber dayanya di sektor konsumen, bekerja sama dengan EHang dapat menghasilkan produk dan layanan tambahan,” jelasnya.

“Kami dapat memenuhi permintaan perjalanan pelanggan di udara dan di darat dengan menggabungkan teknologi cerdas dengan pengalaman wisata. Akhirnya, kami akan menyediakan produk dan layanan baru di berbagai sektor, kategori bisnis, dan wilayah yang berbeda di negara ini,” tambahnya.

Avianca, Maskapai Terbesar Ketiga di Amerika Latin Bangkrut Gegara Corona, 21 Ribu Karyawan di 14 Negara Gigit Jari!

Avianca Airlines, maskapai terbesar ketiga di Amerika Latin, setelah LATAM Airlines (LTM) Chili dan GOL Linhas Aéreas (GOL) Brasil, dilaporkan mengajukan bangkrut ke pengadilan New York pada Minggu, 10 Mei 2020. Maskapai yang berbasis di Bogota, Kolombia itu mengajukan bankrut usai gagal memenuhi tenggat pembayaran utang yang mencapai lebih dari USD7,3 miliar atau Rp108 triliun (kurs 15 ,012).

Baca juga: Air Canada Sebut Proses Recovery Akibat Corona Butuh Tiga Tahun

Sambil menjalani proses bangkrut, maskapai tetap beroperasi seperti biasa. Selain itu, dalam upaya bertahan, perusahaan juga masih mencari pinjaman, kelonggaran utang, hingga bantuan keuangan dari pemerintah.

Tak hanya itu, maskapai tertua kedua di dunia ini (hanya berjarak sekitar dua bulan dengan KLM-Air France sebagai maskapai tertua di dunia yang masih beroperasi) juga berencana menutup operasional di Peru yang selama ini menyumbang sekitar lima persen pendapatan perusahaan. Avianca juga bakal memberhentikan ratusan karyawan dalam sepuluh hari ke depan.

Saat ini, lebih dari 140 pesawat Avianca telah mendarat sejak Presiden Kolombia Ivan Duque menutup wilayah udara negara itu pada Maret. Tercatat sebanyak 20.000 karyawannya di seluruh Amerika Latin telah diberhentikan dengan status cuti yang tidak dibayar. Maskapai berumur 1 abad ini diketahui telah menutup operasinya sejak Maret 2020 dan tengah mengalami penurunan pendapatan hingga 80 persen.

“Avianca menghadapi krisis yang menantang dalam 100 tahun terakhir,” kata CEO Avianca Anko van der Werff, sebagaimana dikutip KabarPenumpang.com dari CNN Internasional.

Meski demikian, analis Center for Aviation (CAPA) menyebut, terlepas dari wabah virus Cina, Avianca telah mengalami masalah keuangan sejak lama. Tak heran, bila keadaan luar biasa membuat perlambatan ekonomi di seluruh dunia, termasuk menerjang industri penerbangan, kondisi keuangan Avianca Airlines semakin memburuk. Hal itu setidaknya dapat dilihat dari kaburnya sanga CEO secara tiba-tiba yang diduga telah melihat akhir dari sepak terjang maskapai.

“Itu bukan hal mengejutkan,” kata Juan David Ballen, kepala ekonomi lembaa analis keuangan Casa de Bolsa di Bogota. “Perusahaan itu memiliki hutang yang banyak, mereka berusaha merestrukturasi hutangnya pada tahun lalu,” katanya.

Pimpinan Komersial Avianca, Silvia Mosquera mengatakan jika kondisi perusahaan sudah membaik, mereka akan mempekerjakan kembali karyawan yang di-PHK. Optimisme ini berangkat dari sejumlah negara yang sudah melonggarkan lockdown dan mengizinkan maskapai penerbangan beroperasi kembali.

Namun jika perusahaan gagal pulih, maka Avianca akan menjadi maskapai penerbangan besar pertama dan maskapai kedua yang bangkrut akibat wabah corona setelah FlyBe. Pada 2003, Avianca pernah mengajukan kebangkrutan karena masalah internal. Namun perlahan maskapai itu mampu bangkit kembali dan beroperasi seperti biasa.

Sebelumnya, pada awal Maret lalu, maskapai asal Inggris, FlyBe, dinyatakan bangkrut akibat tak mendapatkan suntikan dana segar dari pemerintah Inggris sebesar 100 juta poundsterling Rp1,8 triliun dan konsorsium pemilik perusahaan sebesar US#130 juta atau Rp1,8 triliun guna menstabilkan bisnisnya. Selain itu maskapai juga tercatat memiliki utang Rp320 miliar.

Baca juga: Gegara Virus Corona dan Tak Dapat Utang Baru, Maskapai Terbesar Inggris “FlyBe” Bangkrut

Maskapai lainnya yang juga berada di jurang kebangkrutan adalah Virgin Atlantic dan Virgin Australia milik konglomerat asal Inggris, Richard Branson. Belum lama ini, ia mengaku akan menawarkan pulau pribadi miliknya di Necker Island, Karibia kepada Pemerintah Inggris dan Australia sebagai jaminan. Hal itu dilakukan semata agar dua maskapai miliknya bisa segera mendapatkan suntikan modal demi kelangsungan hidup perusahaan di tengah ketidakpastian bisnis penerbangan akibat pandemi virus Cina.

“Kelangsungan hidup Virgin Atlantic dan Virgin Australia penting untuk memberikan kompetisi yang sangat dibutuhkan kepada British Airways, anak perusahaan IAG (ICAGY), dan Qantas (QABSY). Jika Virgin Australia menghilang (bangkrut), Qantas akan secara efektif memonopoli langit Australia,” katanya, sebagaimana dikutip dari CNN Internasional.

Intip Cara Qantas Rawat Komponen Landing Gear System Tanpa Harus Terbang

Akibat anjloknya frekuensi penerbangan, Qantas mau tak mau banyak armadanya dalam jangka waktu yang tak sebentar. Meski demikian, pesawat tetap butuh mendapat perawatan rutin agar tetap dalam kondisi prima saat kembali ke layanan. Salah satunya perawatan landing gear system pesawat.

Baca juga: Belakangan Pesawat Kerap Bermasalah pada Roda Pendarat, Ada Apa?

Biasanya, untuk menguji landing gear system atau ban pesawat, secara berkala, pesawat didorong dengan wahana aircraft tug ke sekitaran apron untuk mencegah korosi hingga disfungsi ban. Tak hanya ban, landing gear swing pada pesawat juga harus dicek. Proses ini pada umumnya menuntut pesawat untuk melakukan penerbangan singkat di langit sekeliling bandara untuk menjaga kondisi landing gear swing sambil ‘memanaskan’ mesin. Namun, Qantas memiliki teknik pengujian lain terkait hal ini (landing gear swing).

Dikutip dari Simple Flying, tak sesulit yang dibayangkan, rupanya, teknik pengujian atau pemeliharan landing gear swing pesawat tanpa harus terbang, prosesnya hampir mirip dengan proses pemerliharaan pada ban mobil. Mula-mula, pesawat diangkat sekitar satu meter dengan super storng jack pesawat (sejenis hidraulik atau dongkrak).

Setidaknya, butuh sekitar empat super storng jack yang tersebar di empat titik, belakang, kedua sayap (dekat mesin), dan di bagian depan (tak jauh dari landing gear box). Sebelum mulai diangkat, terlebih dahulu dipasang semacam pelindung agar bagian super storng jack tak langsung mengenai permukaan pesawat, untuk menghindari risiko lecet atau lebih dari itu.

Setelah pesawat terangkat, petugas maintenance operations di fasilitas Roo Tales, di Melbourne, Australia, mulai menguji landing gear swing dan komponen landing gear system lainnya. Proses ini dilakukan berkali-kali, untuk memastikan komponen pendaratan itu berada dalam kondisi prima. Setelah dirasa cukup, pesawat kemudian diturunkan kembali dan petugas menguji pesawat lainnya dengan teknik serupa.

Sebetulnya, teknik pengujian landing gear swing tanpa harus menerbangkan pesawat sudah banyak dilakukan oleh maskapai-maskapai di dunia, khususnya mereka yang mempunyai fasilitas perawatan sendiri, seperti Lufthansa, Virgin Atlantic, dan lainnya.

Landing gear system dalam mendukung keselamatan dan keamanan penerbangan memang tak kalah vital dibanding dengan fitur lainnya. Bahkan, beberapa bulan lalu, secara bertahap, banyak kasus terjadi berkenaan dengan landing gear system.

Jumat, 28 Februari lalu, maskapai Pakistan International Airlines (PIA) memutuskan untuk balik kanan atau return to base saat baru lepas landas dari Bandara Internasional Dubai dalam perjalanan menuju Lahore, Pakistan. Setelah mendarat, diketahui, pesawat memiliki masalah dengan bagian pintu landing gear yang tak mau menutup.

Pada 16 Februari, pendaratan Virgin Australia Boeing 777 di Los Angeles tak berjalan mulus akibat adanya masalah dengan sistem hidraulik di salah satu roda pendaratan yang tidak dipasang dengan benar. Akibatnya, asap terlihat keluar dari pesawat yang disebabkan oleh gesekan pada rem roda ketika pesawat meluncur di landasan.

Baca juga: Berkaca dari Insiden Garuda Indonesia di Biak, Mengapa Ban Pesawat Bisa Meledak?

Pada 7 Februari, pesawat Icelandair Boeing 757-200 yang terbang dari Berlin Tegel (Jerman) ke Keflavik (Islandia) mengalami kerusakan roda pendaratan utama saat tiba di Bandara Internasional Keflavik. Beruntung, tidak sampai memakan korban jiwa ataupun luka.

Kemudian, pada 3 Februari, pesawat Air Canada harus kembali ke Madrid karena memiliki masalah dengan roda pendaratan. Laporan awal menyatakan bahwa bagian dari roda pendaratan Boeing 767, rute Madrid-Toronto, lepas dan jatuh ke mesin. Hal tersebut kemudian, oleh maskapai, dikonfirmasi bahwa insiden tersebut diakibatkan pesawat mengalami pecah ban dan serpihannya masuk ke mesin.

Rajdhani Express Kembali Beroperasi, Indian Railways: Tidak Ada Selimut dan Makanan

Mirip dengan PT KAI yang mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB), kereta api India yang dioperasikan oleh Indian Railways telah memutuskan untuk menjalanakan kereta layanan penumpang khusus. Kereta ini akan memiliki struktur tarif yang berbeda dari biasanya. Sebab banyak fasilitas yang menghilang dalam layanan kereta khusus ini seperti tidak akan ada selimut atau kain serta layanan makan seperti sebelumnya.

Baca juga: Pertama Kalinya Jaringan Kereta India Berhenti Operasi Dalam 167 Tahun

Struktur tarif atau ongkos yang akan berlaku ditentukan untuk waktu reguler dan diajukan oleh layanan kereta Rajdhani Express atau sesuai dengan kategori kereta waktu reguler yang diberitahukan oleh direktorat pembinaan. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman financialexpress.com (11/5/2020), kereta ini akan mulai beroperasi pada 12 Mei 2020 dari New Delhi Railways Stastion (NDLS) ke berbagai tempat Bilaspur Secunderabad, Madgaon, Ahmedabad, Jammu Tawi, Howrah, Chennai, Patna, Dibrugarh, Pusat Mumbai, Bengaluru, Thiruvananthapuram, Agartala, Ranchi dan Bhubaneswar.

Meski kembali beroperasi dengan layanan khusus, ada berbagai aturan terkait katering, selimut dan fasilitas lainnya yang tercantum dalam aturan yang dibuat dan bisa di akses dari laman website, kata Dewan Kereta Api. Dalam layanan khusus ini, tidak akan ada biaya makanan yang termasuk dalam tarif. Selain itu juga ketentuan untuk pemesanan makanan pra bayar atau makanan secara langsung akan ditiadakan.

Namun, pihak Layanan dan Pariwisata Kereta Api India atau IRCTC bisa membuat ketentuan untuk makanan yang dapat dimakan terbatas serta air minum dalam kemasan berdasarkan pembayaran. Untuk ketentuan ini, penumpang akan diberi semua informasi terkait selama pemesanan tiket.

Menurut surat edaran Dewan Kereta Api, tidak ada selimut atau kain yang disediakan untuk penumpang. Informasi ini akan ada dan didapat penumpang ketka melakukan pemesanan tiket kereta api. Dewan Kereta Api telah menyatakan bahwa tiket untuk layanan kereta khusus ini hanya dapat dipesan secara online melalui situs web resmi IRCTC (irctc.co.in) atau melalui aplikasi seluler IRCTC serta operasi tiket kontra di stasiun kereta api di seluruh negara akan terus ditutup.

Baca juga: Tejas Express, Kereta Api India Pertama yang Akan Dioperasikan Swasta

Selain itu, penumpang sekarang dapat memesan tiket untuk layanan kereta khusus ini melalui agen resmi IRCTC atau Kereta Api India. Sesuai kebijakan pembatalan, pembatalan untuk kereta khusus ini akan diizinkan hingga 24 jam sebelum jadwal keberangkatan kereta. Biaya pembatalan akan menjadi 50 persen dari tarif tiket.

Kabin Penumpang Penuh Kargo Bikin Pilot ‘Nambah Kerjaan’

Menurut Cirium, setidaknya ada 18 ribu pesawat di-grounded di seluruh dunia. Data tersebut pun diperkuat oleh FlightRadar24.com yang mencatat bahwa lalu lintas udara total pada bulan April turun 62 persen dan lalu lintas penerbangan komersial turun 73,7 persen dibanding periode yang sama di 2019 . Pada April 2020, hari tersibuk di langit terjadi pada tanggal 28, dengan 80.714 penerbangan. Namun tetap saja jauh tertinggal bila dibandingkan dengan 17 April 2019 dengan 203.239 penerbangan.

Baca juga: Nasib Pilot Gegara Corona, Tetap Harus ‘Terbang’ Tanpa Dibayar

Dalam kondisi sulit, maskapai berusaha untuk tetap hidup dengan memaksimalkan penerbangan kargo. Bahkan, dengan sepinya penerbangan komersial dan guna memaksimalkan penerbangan dalam sekali jalan, era baru industri penerbangan global yang tak pernah terjadi sebelumnya pun dimulai; kabin penumpang disulap menjadi penuh kargo.

Tingginya penerbangan kargo, dengan mayoritas memuat kebutuhan pangan dan medis, belum lama ini sempat menjadikan Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage (ANC), di Negara Bagian Alaska, Amerika Serikat (AS) menjadi bandara tersibuk di dunia pada 25 April lalu. Padahal, dalam kondisi normal, penerbangan penumpang ANC hanya melayani 5 juta penumpang per tahun, jauh dibanding Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, AS, yang notabene sebagai bandara tersibuk di dunia, dengan melayani 107 juta penumpang tahun 2018 lalu.

Bagi bandara, maskapai, operator air navigation, petugas ground handling, dan teknisi, ramainya penerbangan kabin penumpang dipenuhi kargo mungkin biasa saja, yang terpenting tetap ada penerbangan. Namun bagi pilot, kabin penumpang dipenuhi kargo mungkin hanya akan ‘menambah kerjaan’ yang sebetulnya mereka sudah cukup disibukkan dengan urusan di kokpit.

Dikutip dari thepointsguy.com, setidaknya ada dua hal yang membuat pilot sedikit direpotkan dengan penerbangan kabin penumpang dipenuhi kargo. Pertama, teknis pengecekan. Dengan penerbangan sepenuhnya kargo tanpa satupun penumpang, pramugari disebut tak banyak disertakan dalam setiap penerbangan. Itu artinya, mau tak mau, pilot harus bersiap untuk segala risiko, salah satunya kebakaran.

Selain itu, tugas pengecekan pun, yang biasa dilakukan pramugari, juga mau tak mau dihandle oleh pilot, mulai dari memeriksa komponen barang, seperti baterai lithium-ion yang tak boleh diletakkan dekat generator oksigen, atau bahan mudah terbakar lainnya yang diletakkan secara khusus dengan suhu yang wajib terjaga dengan baik. Kemudian, tata letak kargo juga tak boleh sembarang dan harus dipastikan tak banyak bergerak mengingat akan mempengaruhi keseimbangan pesawat, baik saat mulai lepas landas atau pun dalam kondisi lainnya yang memaksa pilot melakukan manuver hingga menyebabkan guncangan.

Tak cukup sampai di situ, pilot juga wajib mengetahui jenis barang apa saja yang dibawa, memastikan berbagai peralatan di pesawat non-aktif, seperti ovens, microwaves, brewers, IFE, dan berbagai sakelar lainnya yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan.

Baca juga: Kargo di Kabin Penumpang Bikin Pramugari Beralih Fungsi Jadi ‘Petugas’ Pemadam Kebakaran

Kedua, dalam penerbangan jarak jauh tanpa adanya pramugari, otomatis, pilot harus melayani dirinya sendiri, seperti membuat kopi atau mendapatkan sedikit cemilan saat di udara. Hal itu tentu cukup merepotkan mengingat pilot yang sudah dibebani dengan prosedur normal penerbangan dan prosedur baru untuk penerbangan kabin penumpang dipenuhi kargo dengan sederet tugas dan tanggungjawab baru.

Akan tetapi, pada artikel sebelumnya, redaksi sebetulnya sudah sempat menyinggung terkait pro kontra keberadaan pramugari dalam penerbangan kabin penumpang dipenuhi kargo. Atas alasan keselamatan, seperti ancaman kebakaran, sebetulnya, pramugari diimbau untuk tetap ikut menyertai penerbangan tersebut. Jika demikian adanya, tentu pilot tidak jadi mendapat tugas baru atau double job. Namun, bila pada prakteknya maskapai lebih memilih tidak menyertai pramugari, pilot mau tak mau melakukan tugas dan tanggung jawab baru sebagaimana diungkat di atas.

Saat Covid-19 Berlalu, Jangan Lupa Optimalkan Liburan dengan Kereta Api

Perasaan jenuh dan sedih karena tak bisa liburan hampir ada dibenak perasaan setiap orang saat ini. Namun, percayalah cepat atau lambat badai Covid-19 pasti akan berlalu. Dan saat musibah global ini berlalu, Anda bisa mempersiapkan kembali liburan dan perjalanan untuk menyegarkan jiwa raga. Dan salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah menyapa kerinduan pada kereta api, khususnya kereta api jarak jauh antar kota.

Baca juga: 10 Tips Menikmati Perjalanan dengan Kereta di Eropa

Nah, bagi Anda yang lebih menyukai kereta api sebagai moda transportasi perjalanan, ada beberapa tips yang bisa jadi patokan dalam mempersiapkan perjalanan. Berikut ini beberapa tips yang KabarPenumpang.com rangkum dari iol.co.za (3/3/2020).

#1 Cari diskon dan penawaran
Setelah tahu tujuan liburan, Anda harus bisa mengecek apakah perusahaan kereta api menawarkan diskon atau harga yang lebih murah dari biasanya. Sebab terkadang ada penawaran dan diskon untuk penumpang terutama anak-anak, pelajar maupun lansia. Sehingga ketika bepergian dengan anak-anak atau orang tua Anda, tiket yang dibeli bisa lebih murah.

#2 Kebijakan bagasi kereta
Perusahaan kereta api memiliki kebijakan bagasi yang murah hati dan lainnya justru memiliki aturan yang ketat. Sebelum mengemas barang bawaan cek berapa banyak tas yang boleh dibawa dan apa saja yang dilarang. Beberapa kereta, tidak mengenakan biaya tambahan untuk dua tas dan barang pribadi. Tetapi ada pula yang harus membayar kelebihan tersebut.

#3 Bawa bantal dan selimut sendiri
Beberapa kursi kereta cukup nyaman tapi mungkin Anda tidak akan bisa tidur dengan nyeyak. Sebab tak banyak kereta yang menawarkan paket tidur pada penumpang. Sehingga bantal kecil dan selimut dengan ukuran tidak terlalu besar bisa membuat Anda hangat dan nyaman selama perjalanan malam yang dingin.

#4 Pakaian nyaman
Ketika menikmati liburan dengan kereta api, gunakan pakaian yang nyaman seperti kaos dan celana panjang bahan. Siapkan syal dan sepasang kaus kaki yang bisa digunakan untuk tidur. Bawa jaket yang ringan untuk membantu tetap nyaman dan menghalau dinginnya udara dari AC kereta.

#5 Bawa camilan sendiri
Menikmati perjalanan dengan kereta api, rasanya ada yang kurang jika tidak makan cemilan untuk menikmati pemandangan yang disuguhkan alam. Kereta api menjual makanan ringan tapi, harga yang ditawarkan lebih mahal ketimbang membawa dari rumah. Apalagi yang bepergian dengan anggaran terbatas, sehingga baiknya bawa makanan ringan dari rumah selain lebih hemat, bisa membawa lebih banyak.

Baca juga: Daripada Jajan di Kereta, Lebih Baik Bawa Daftar Bekal ini Sebelum Berangkat

#6 Matikan ponsel
Sebagian besar kereta modern sudah menghadirkan WiFi dan penumpang bisa berselancar di media sosial dengan mengunggah atau mengupdate apa yang dilihat dan dirasakan. Namun, baiknya tidak terlalu sering menggunakan ponsel. Sebab Anda bisa saja kehilangan momen menikmati pemandangan yang diberikan alam ketika kereta melintas di jalan berkelok, hutan atau pemandangan lainnya seperti laut dan gunung.

Mengapa Airbus A380 Justru Tak Diminati Saat Industri Penerbangan Tumbuh Cepat? Ini Jawabannya

Belakangan, industri penerbangan global sedikit dihebohkan dengan klaim dari China Eastern. Maskapai yang masuk tiga besar maskapai terbesar di Cina bersama Air China dan China Southern Airlines itu mengklaim telah menjadi maskapai terbesar di dunia saat ini bila dilihat dari segi kapasitas kursi yang tersedia saat ini.

Baca juga: Bisakah Airbus A380 Terbang dengan Satu Mesin? Ini Jawabannya

Pertengahan April lalu, maskapai lainnya dari tiga besar itu, China Southern Airlines juga sempat menjadi perbincangan, lantaran maskapai yang berbasis di Guangzhou, Cina itu didaulat menjadi maskapai satu-satunya di dunia yang masih mengoperasikan pesawat komersial terbesar sejagat, Airbus A380.

Meskipun hanya menerbangkan A380 sekali dalam seminggu, keberhasilan China Southern untuk tetap terus mengoperasikan pesawat tersebut tentu cukup mengejutkan banyak pihak. Selama ini, jawara A380 masyhur dipegang oleh maskapai besar dunia dengan reputasi tinggi, seperti ANA, British Airways, Qatar Airways, Lufthansa, Qantas, dan Etihad Airways.

Akan tetapi, terlepas dari keberhasilan China Southern Airlines mempertahankan penerbangan A380 saat industri penerbangan global tengah anjlok, secara keseluruhan, sebetulnya A380 bisa dikatakan nyaris tidak begitu diminati oleh maskapai Cina. Saat ini, dari sekitar 20 maskapai di Negeri Tirai Bambu, hanya China Southern Airlines yang memiliki armada A380, itupun cuma lima unit. Jauh dibanding British Airways, Qatar Airways, Lufthansa, Qantas, dan Etihad Airways.

Harapan Airbus untuk melihat lebih banyak A380 menghiasi langit atau bandara-bandara di Cina sebetulnya sempat muncul di tahun 2017 lalu. Dikutip KabarPenumpang.com dari Simple Flying, saat itu, Eric Chen, President of Airbus Commercial Aircraft China (saat ini menjabat chairman), memperkirakan bahwa maskapai penerbangan Cina akan membutuhkan 60 hingga 100 pesawat A380 dalam lima tahun ke depan atau hingga 2022 mendatang. Saat itu, ia meyakini, pertumbuhan pesat industri penerbangan di Cina akan membutuhkan lebih bayak A380 untuk mengurai kepadatan lalu lintas ruang udara Cina dengan mengangkut lebih banyak penumpang dalam sekali jalan.

Namun, apa nyana, perkiraan tersebut tak sepenuhnya benar sekalipun pertumbuhan industri penerbangan di sana memang terus mengalami pertumbuhan pesat. Lagi pula, pemerintah Cina juga telah membangun banyak bandara baru untuk mengurai kepadatan lalu lintas udara. Jadi, tanpa harus mengangkut banyak penumpang dengan A380 dalam setiap perjalanan pun perjalanan udara sudah cukup terurai dengan pertumbuhan bandara baru.

Selain itu, kecenderungan maskapai pada rute point-to-point daripada model jaringan hub-and-spoke (layaknya Dubai, Singapura, Hong Kong, Inggris, dan Jepang), juga membuat Airbus A380 nyaris tak dilirik maskapai Cina.

Baca juga: China Southern Jadi Maskapai Satu-satunya di Dunia yang Masih Terbangkan Airbus A380

Terlebih, dengan luas daratan mencapai 9,597 juta km² atau menyandang sebagai negara terbesar ke-3 di dunia, mobilitas tinggi antar dearah, pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat, banyaknya spot pariwisata dalam negeri, serta dengan populasi penduduk hampir menyentuh 1,4 miliar jiwa, membuat jaringan domestik atau point-to-point penerbangan Cina tak bisa dianggap remeh. Dengan kondisi itu, tak ayal bila maskapai Cina lebih memilih A350 yang dinilai lebih tangguh dan lebih cocok untuk memaksimalkan ceruk pasar point-to-point ketimbang A380.

Alasan terakhir, menurut Chen, keberlanjutan juga mejadi isu penting sebelum maskapai Cina memutuskan untuk menggunakan A380. “Kurangnya kepercayaan untuk mengoperasikan A380, itu adalah sesuatu (yang meragukan) untuk dikerjakan secara terus menerus dengan maskapai di Cina,” katanya.

Rusia Kembangkan Trem dengan Bahan ‘Full’ Aluminium

Trem menjadi salah satu moda transportasi andalan oleh masyarakat perkotaan di Rusia. Dan belum lama ini, Negara Beruang Merah tersebut sedang mengembangkan trem terbaru yang menggunakan aluminium pada semua bagiannya.

Baca juga: Serba-Serbi Trem San Francisco yang Melegenda bin Ikonik

Pengerjaan pengembangan tersebut dilakukan oleh Sistem Transportasi PC dan mengatakan akan menjadi trem berbahan aluminium pertama buatan rusia yang mengambil contoh terbaik dari produksi trem aluminium di Eropa. Trem dengan tipe 71-931M1 memiliki tiga gerbong dalam satu rangkaian dan memiliki lantai rendah (low deck) bertingkat.

Pengerjaan trem (railwaygazette.com)

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman railwaygazette.com (28/4/2020), kerangka bodi trem tersebut tengah dirakit dan dicat di Tver Mechanical Electric Transport Plant yang sudah mengalami modernisasi komperhensif untuk memfasilitasi produksi kendaraan aluminium. Kemudian perakitan terakhir akan dilakukan di Nevsky Electric Transport Plant di St Petersburg.

Penggunaan aluminium diharapkan memungkinkan pabrik untuk menawarkan masa garansi yang lebih lama dibandingkan dengan baja yang setara, yang mana biaya perawatannya lebih rendah dan lebih sedikit kebutuhan untuk mengganti komponen selama masa operasi kendaraan. Trem ini juga akan dilengkapi dengan jendela besar, pintu lebar, banyak pegangan tangan, sistem manajemen iklim modern, akselerasi yang halus dan cepat dan isolasi kebisingan.

Elemen bodi yang menyerap energi dan elemen tabrakan hidrodinamik di bagian depan dan belakang trem dimaksudkan untuk mengurangi risiko melukai penumpang dan pengguna jalan lain jika terjadi tabrakan dan untuk melindungi bagian utama dari struktur mobil. Selain itu juga ada ketentuan untuk memasang sistem penyimpanan energi onboard.

“Trem aluminium adalah tahap baru dalam pengembangan teknik transportasi Rusia, investasi di masa depan, dalam teknologi baru yang tidak akan kehilangan nilai bahkan setelah bertahun-tahun. Pada saat yang sama, prioritas absolut bagi kami tetap nyaman dan memenuhi kebutuhan penumpang,” kata Feliks Vinokur, Presiden PC Transport Systems.

Baca juga: Kurangi Polusi dan Kemacetan, Trem Jadi Solusi di Inggris

Diketahui tipe trem 71-931 Vityaz diluncurkan pada 2014 lalu. Sistem Transportasi PC berencana untuk menampilkan trem Vityaz-M 71-931M1 di pameran perdagangan InnoTrans di Berlin, sekarang berlangsung pada bulan April 2021.

Kabar Gembira Buat Tenaga Kesehatan di Garis Depan, Qatar Airways Berikan 100.000 Tiket Gratis!

Ada berita baik bagi para pekerja kesehatan di garis depan yang selama ini berjuang dengan gigih dalam menghadapi wabah Covid-19, pasalnya Qatar Airways akan memberikan 100.000 tiket gratis untuk para pekerja kesehatan sebagai ucapan terima kasih atas pekerjaan heroik mereka menjaga orang–orang saat pandemi. Yang dimaksud para pekerja kesehatan disini adalah dokter, praktisi kedokteran, perawat, paramedis, apoteker, teknisi laboratorium dan peneliti klinik.

Baca juga: Boeing 777 Milik Qatar Hubungkan Jarak 38Km Dalam Waktu Sembilan Menit Saja!

Hadiah tiket gratis tersebut akan dibuka pukul 00.01 dini hari pada tanggal 12 Mei dan ditutup pada tanggal 18 Mei (waktu Doha) yang bertepatan dengan Hari Perawat Internasional. Para pekerja kesehatan dapat mendaftarkan dirinya untuk penawaran ekslusif ini di qatarairways.com/ThankYouHeroes untuk mendapakan kode promo unik yang ditawarkan berdasarkan siapa yang mendaftar pertama kali (first come, first served basis).

Para 100.000 pekerja kesehatan yang menerima kode promosi tersebut dapat memesan hingga 2 tiket gratis pulang pergi dengan penerbangan Qatar Airways untuk dirinya sendiri dan partnernya kemanapun di jaringan destinasi Qatar Airways. Tiket harus dipesan sebelum tanggal 26 November dengan penerbangan hingga 10 Desember 2020. Tiket sepenuhnya fleksible dan dengan jumlah destinasi tanpa batas atau perubahan tanggal tanpa biaya. Harga serta biaya surcharges akan di gratiskan kecuali pajak bandara.

Para pekerja medis dari berbagai negara di dunia berhak akan tiket tersebut. Untuk memastikan proses aplikasi dilakukan secara adil dan transparan, setiap negara akan mendapatkan kuota tiket tergantung dari jumlah populasi negara tersebut. Sebagai tambahan, Qatar Airways memencar aplikasi sesuai dengan alokasi kuota negara tersebut dalam waktu tujuh hari. Penawaran ini hanya berlaku untuk rute pesawat QR yang beroperasi. Para pekerja kesehatan yang berhak adalah yang memiliki Kartu tanda karyawan dan harus ditunjukkan kepada pihak bandara pada saat check in.

Baca juga: Geser Singapore Airlines, Qatar Airways Kini Jadi Maskapai Terbaik Dunia

“Bersatu dalam dedikasi, kami berbagi rasa terima kasih. Kini, saatnya kami memberikan kembali sesuatu untuk mereka para pekerja kesehatan lini depan. Tidak ada kata atau gestur yang cukup untuk membalas para laki – laki dan perempuan pemberani tersebut, namun kami harap tawaran kecil kami berupa tiket penerbangan gratis pulang pergi dengan Qatar Airways dapat membuat mereka menikmati liburan yang pantas mereka dapatkan, mengunjungi keluarga dan kerabat atau menjelajahi destinasi yang selama ini mereka impikan setelah pembatasan berpergian mulai lenggang,” ujar Group Chief Executive Qatar Airways, Akbar Al Baker dalam siaran pers yang diterima KabarPenumpang.com (12/6/2020).