Kata Ahli Medis: Cuci Tangan dengan Sabun Lebih Baik Dibanding Terus-terusan Pakai Masker

Meledaknya wabah corona tak pelak memicu kepanikan di tengah masyarakat, salah satu imbasnya terlihat dari ramainya orang yang menggunakan masker, dimana pun dan kapan saja. Bahkan petugas bandara, awak kabin dan seluruh awak darat juga menggunakan masker untuk melindungi diri mereka karena menjadi garda terdepan dalam pariwisata. Namun Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tidak merekomendasi penggunaan masker wajah di kalangan masyarakat umum.

Baca juga: Lupakan Masker dan Sarung Tangan Karet! Ini Cara Hindari Virus Corona Versi Penasehat Medis Penerbangan Dunia

KabarPenumpang.com merangkum laman washingtonpost.com (3/2/2020), para profesional medis mengatakan, jenis masker biasa yang ditemukan di online tidak terlalu membantu melawan segala jenis virus. Amy Shah seorang dokter dalam bidang alergi dan imunologi mengatakan penggunaan masker tidak buruk, namun hal terbaik yang dapat dilakukan adalah mencuci tangan sesering mungkin dengan air dan sabun selama setidaknya 20 detik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap tinggi.

Bahkan Amy lebih menawarkan sarung tangan sekali pakai sebagai bentuk pencegahan yang lebih efektif saat bepergian daripada masker bedah.

“Lebih baik membantu pertahanan diri dengan banyak vitamin C dalam bentuk makanan. Sayuran hijau adalah sumber yang bagus dan lebih dari sekedar makan satu ton jeruk. Kunyit dan vitamin D juga berfungsi sebagai penambah kekebalan tubuh,” jelas Amy.

Richard Seidman, kepala petugas medis dari L.A. Care Health Plan mengatakan, masker N-95 yang digunakan petugas kesehatan akan menjadi yang paling efektif. Sebab masker ini lebih pas dan mampu menyaring partikel udara yang lebih kecil. Dia menyebutkan bila dalam keadaan darurat, pastikan masker membentuk segel ketat disekitaran hidung dan mulut.

Tak hanya itu ternyata ada beberapa situasi ketika mengenakan topeng lebih masuk akal daripada yang lain. Patrick Sanchez, seorang profesional perawatan kesehatan yang berbasis di Sacramento, merekomendasikan masker untuk orang-orang yang sudah sakit, daripada mereka yang khawatir akan datang dengan sesuatu.

“Sebagian besar penelitian telah menunjukkan masker menjadi manfaat terbesar bagi mereka yang benar-benar sakit, membantu mencegah mereka menyebarkan infeksi kepada orang lain,” katanya.

Dia menganjurkan ketika merasakan gejala demam atau kepala dingin bisa menggunakan masker. Patrick menyebutkan bisa menggunakan masker ketika di sekitaran banyak orang sakit atau tengah merawat orang sakit. Penggunaan masker juga bisa bagi mereka yang rentan terhadap alergi atau polutan udara karena masker jauh lebih mungkin untuk menangkal debu dan serbuk sari daripada patogen di udara.

Administrasi Keamanan Transportasi, pada bagiannya, telah memberi wewenang kepada personel garis depan yang secara rutin melakukan kontak dekat dengan publik yang melakukan perjalanan untuk secara sukarela memakai masker bedah. Seorang juru bicara Delta mengatakan bahwa maskapai mendukung pilihan karyawannya untuk mengenakan masker, bahkan bertindak lebih jauh lagi dengan menyediakan mereka untuk kru yang berbasis di Asia untuk digunakan atas kebijakan mereka.

Mark Mulligan, direktur divisi penyakit menular dan direktur Pusat Vaksin di NYU Langone Health, menyarankan rata-rata pelancong Amerika untuk tidak membeli masker, karena virusnya tidak beredar di Amerika Serikat seperti di Cina.

“Ingat, sejauh ini, tidak ada orang Amerika yang meninggal karena Covid-19. Sebaliknya, musim flu 2019-20 saat ini telah membuat 15 juta orang Amerika sakit flu dan 8200 kematian di Amerika,” kata dia.

Dia mendesak para pelancong untuk memperhitungkan risiko flu dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk pencegahannya. Tindakan pencegahan dan praktik yang masuk akal jauh lebih berperan dalam pencegahan virus pernapasan musiman seperti influenza. Yang paling utama di antara mereka, menurut Mulligan, termasuk sering mencuci tangan, membersihkan dan mendisinfeksi benda dan permukaan yang sering disentuh, dan mendapatkan vaksinasi flu.

“Saya mendorong semua orang untuk mendapatkan suntikan flu musim ini secepat mungkin,” katanya. “Ini sangat aman, tapi sayangnya, kurang dari 50 persen populasi A.S. mendapat suntikan flu setiap tahun.”

Baca juga: Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi

Meskipun manfaat topeng itu kontroversial, para ahli sepakat bahwa satu-satunya kelemahan definitif adalah rasa aman yang salah.

“Ini membuat frustrasi, karena Anda ingin jawabannya menjadi pelengkap. Tapi ini benar-benar tentang tidur yang baik dan pengendalian stres. Dalam segala macam pencegahan penyakit, sistem kekebalan tubuhmu sendiri selalu merupakan senjata terbaik, “kata Shah, ahli alergi dan imunologi.

Lawan Covid-19, Samsung Luncurkan Jasa Pembersihan Smartphone

Karena masif dalam genggaman setiap orang, banyak yang menyebut bahwa layar ponsel adalah salah satu area yang sebenarnya lumayan kotor, meski terlihat tampak bersih, namun beberapa penelitian mengakatakan di area layar ponsel terdapat cukup banyak bakteri dan kuman. Dan ketika saat ini tengah mewabah virus corona (covid-19), maka urusan kebersihan ponsel menjadi perhatian penting.

Baca juga: Tisu Toilet di Stasiun Tokyo ‘Ingatkan’ Penumpang untuk Tak Gunakan Ponsel Ketika Berjalan

Dilansir KabarPenumpang.com dari businessinsider.sg (13/3/2020), blog SamMobile menuliskan, bahwa Samsung telah meluncurkan program pembersihan ponsel pintar (smartphone) yang disebut sebagai Layanan Sanitasi Galaxy. Sayangnya tidak jelas kapan tepatnya program ini diluncurkan.

Namun dalam sistus web dukungan Samsung di Malaysia menunjukkan bahwa program tersebut sudah tayang sejak 13 Maret 2020 kemarin. Program ini dikatakan Samsung akan membersihkan ponsel pintar Anda dengan sinar UV-C untuk membunuh kuman dan bakteri seperti Phone Soap.

Perusahaan juga mengatakan telah melakukan pengujian produk yang akan digunakan untuk membersihkan perangkat demi memastikan bahwa itu aman dan tidak akan merusak ponsel pintar. Ini juga memperingatkan bahwa efektivitas proses sanitasi dapat bervariasi tergantung model ponsel.

Halaman dukungan Samsung menunjukkan layanan akan tersedia di semua pusat layanan Samsung di Malaysia untuk semua pemilik perangkat seluler, baik Anda memiliki ponsel Samsung atau tidak. Menurut SamMobile, layanan ini dikatakan tersedia di 19 pasar, termasuk Amerika Serikat, Argentina, Chili, Vietnam, Kroasia, Denmark, Finlandia, Jepang, Korea, Malaysia, Selandia Baru, Norwegia, Pakistan, Peru, Polandia, Rusia , Spanyol, Swedia dan Ukraina.

Meski hadir di 19 negara, namun saat ini hanya terlihat dalam halaman dukungan Samsung Malaysia dan belum terkonfirmasi dengan jelas tempat layanan itu akan tersedia. Program ini diluncurkan ketika lembaga kesehatan seperti Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit menasihati masyarakat umum untuk mencuci tangan sesering mungkin dan mendisinfeksi permukaan yang sering disentuh untuk mencegah penyebaran Covid-19, yang telah menewaskan lebih dari 4700 orang di seluruh dunia dan menginfeksi lebih dari 128 ribu.

Diketahui dari studi Deloitte pada tahun 2018 lalu, setiap orang menyentuh ponsel pintar mereka lebih dari 50 kali dalam sehari. Meski Samsung sudah menghadirkan layanan ini, jika Anda berencana membersihkan ponsel di rumah, coba gunakan kain lembut yang dibasahi dan berhati-hatilah agar tidak ada uap air di celah apapun.

Baca juga: Gunakan Aplikasi di Ponsel, Warga Cina Hindari Lingkungan Terinfeksi Virus Corona

Hindari menggunakan semprotan aerosol dan pembersih, dan jangan semprotkan agen pembersih langsung ke perangkat Anda. Apple baru-baru ini memperbarui halaman dukungannya untuk mengatakan aman menghapus permukaan yang tidak keropos pada iPhone Anda dengan Penghapusan Disinfektan Clorox atau penghapus alkohol isopropil 70 persen.

Selamatkan Singapore Airlines, Temasek Suntikan Dana Rp218 Triliun

Temasek International, pemilik saham mayoritas (55 persen) Singapore Airlines (SIA), dan beberapa perusahaan lainnya dikabarkan akan menyuntikkan dana sebesar 19 miliar dolar Singapura atau Rp218 triliun (kurs Rp 11.292) ke maskapai flag carrier Singapura tersebut. Bila terwujud, hal itu digadang-gadang akan menjadi langkah penyelamatan terbesar terhadap sebuah maskapai di tengah wabah virus corona.

Baca juga: Pangkas 96 Persen Kapasitas Penerbangan, Singapore Airlines Diambang Kebangkrutan?

Rencananya, Singapore Airlines Limited, induk SIA, akan menawarkan kepada semua pemegang saham ekuitas baru senilai 5,3 miliar dolar Singapura dan akan meningkatkan ekuitas hingga bernilai sebesar 9,7 miliar dolar Singapura melalui Obligasi Konversi selama 10 tahun menghadapi ketidakpastian dari Covid-19.

Seperti dikutip dari aljazeera.com, CEO Temasek International, Dilhan Pillay Sandrasegara, mengatakan kesepakatan (untuk mengucurkan dana sebesar Rp218 triliun) dinilai tidak hanya akan membantu SIA dalam mengatasi tantangan likuiditas keuangan jangka pendek di tengah pandemi Covid-19, tetapi juga akan memposisikan SIA untuk pertumbuhan ketika pandemi Covid-19 telah benar-benar lenyap dari muka bumi.

“Kami sepenuhnya mendukung rencana transformasi SIA, termasuk modernisasi armadanya. Pengiriman pesawat generasi baru selama beberapa tahun ke depan akan memberikan efisiensi bahan bakar yang lebih baik serta memenuhi strategi ekspansi kapasitasnya,” ujarnya.

Selain mendapat kucuran dari Temasek International, SIA juga dikabarkan telah memperoleh fasilitas pinjaman sebesar 4 miliar dolar Singapura atau Rp45 triliun dari salah satu kreditur terbesar di Singapura, DBS Group Holdings Ltd. Tak seperti Temasek International yang menjangkau proyeksi jangka pendek dan panjang, pinjaman dari DBS Group disebut hanya untuk mendukung persyaratan likuiditas jangka pendek.

Dengan suntikan dana sebesar 19 miliar dolar Singapura atau Rp218 triliun tersebut, maskapai terbaik pada tahun 2018 silam versi Skytrax itu otomatis akan mengalahkan suntikan dana yang diterima maskapai-maskapai besar lainnya di dunia, seperti American Airlines Group atau bahkan Qantas Airways.

American Airlines Group sejauh ini dikabarkan telah memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kucuran dana sebesar $12 miliar atau Rp196 triliun sebagai bagian dari paket pinjaman dan hibah dari pemerintah AS sebesar $ 58 miliar atau Rp949 triliun untuk maskapai penerbangan. Adapun Qantas, disebut hanya akan mendapatkan dana sebesar $636,1 juta atau sebesar Rp10 triliun (kurs Rp16.009).

Sebelumnya, dilansir Bloomberg, SIA bersama dengan dua anak perusahaannya, SilkAir dan Scoot, akan menggrounded 185 pesawat dari total 196, termasuk di dalamnya pesawa terbesar di dunia, Airbus A380 dan Boeing 787 Dreamliner. Hal tersebut adalah bagian dari rencana perusahaan untuk memangkas kapasitas kursi sebesar 96 persen hingga akhir April.

Baca juga: Virus Corona Bikin Singapore Airlines Turun Kelas Jadi Maskapai LCC?

Di samping itu, flag carrier Singapura tersebut juga akan melakukan berbagai langkah efisiensi lainnya, seperti menunda pengiriman pesawat dan memotong gaji karyawan guna menekan tingginya pengeluaran.

CEO Singapore Airlines, Goh Choon Phong, menyebut bahwa pihaknya akan mulai menjalankan skema pemotongan gaji tersebut pada bulan ini dengan persentase pemotongan sebanyak 15 persen dari angka (gaji) normal serta menawarkan cuti tanpa dibayar. Hal itu pun juga berlaku untuk karyawan senior dan dewan direksi. Hanya saja, untuk keduanya, belum diketahui berapakah persentase pemotongannya.

Sempat Dikira “Lion Air,” Inilah Profil Lionair Inc yang Viral Gegara Jatuh di Manila

Pesawat Lionair Inc dilaporkan jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Ninoy Aquino. Akibat peristiwa itu, seluruh penumpang, yang terdiri dari enam awak dan dua penumpang asal Amerika dan Kanada, dinyatakan tewas.

Baca juga: Menjadi Penumpang Tunggal Dalam Penerbangan? Wanita Filipina Baru Merasakannya

Kabar terkait peristiwa nahas tersebut pun dengan cepat tersiar di Indonesia. Bahkan, sejak dini hari hingga pagi jelang siang, Lionair masih menjadi trending di media sosial Twitter. Mayoritas dari netizen menduga bahwa pesawat Westwind II dengan nomor penerbangan RPC5880 milik Lionair yang jatuh adalah pesawat Lion Air Grup milik Rusdi Kirana.

Padahal, keduanya berbeda. Dari keterangan pers yang diterima redaksi KabarPenumpang.com, pihak Lion Air juga sudah menyatakan bahwa pesawat yang jatuh tersebut bukanlah milik mereka. Sebab, Lion Grup memang tidak pernah mengoperasikan pesawat di Filipina.

Lionair Inc sendiri adalah salah satu maskapai charter terkemuka asal Filipina. Sebagai salah satu perusahaan charter pesawat terkemuka, perusahaan tersebut juga tergolong memiliki armada yang lengkap, mulai dari jet eksekutif, pesawat turboprop, dan helikopter.

Selain itu, seperti dikutip dari situs resmi perusahaan, dari ketiga kategori tersebut, armada Lionair Inc juga cukup bervariasi, mulai dari pesawat Cessna Citation 500 (buatan Amerika), Westwind I (buatan Israel), Westwind II (buatan Israel), Kingair B200 (buatan Amerika) , LET410 UVP (buatan Ceko), dan Robinson R4 (buatan Amerika).

Varian-varian pesawat tersebut kemudian dioperasikan sesuai dengan kategori perjalanan yang diambil oleh pelanggan. Sejauh ini, Lionair Inc menawarkan empat layanan charter kepada pelanggan. Mulai dari airport transfer, beach tour, island tour, VIP or sunset tour, ambulans udara, hingga berbagai layanan dengan berbagai kebutuhan, seperti syuting film, pemetaan wilayah via udara, hingga survei wilayah terpencil.

Adapun pesawat Westwind II yang terlibat dalam insiden nahas tersebut, menurut situs web Lionair Inc, pesawat itu dapat menampung tujuh penumpang di kursi eksekutif. Ini juga dapat dikonfigurasikan sebagai ambulans udara, dengan ruang untuk pasien, dua atau tiga anggota tim medis, dan satu atau dua kerabat.

Baca juga: Akankah Masalah Keamanan Jadi Penghalang Perluasan Hubungan Indonesia – Filipina?

Bisnis pesawat charter di Filipina memang cukup menggiurkan. Selain geografinya yang berupa kepulauan, pariwisata Filipina yang mulai mendunia juga membuat perusahaan charter pesawat ketiban berkah. Tak terhitung artis-artis papan atas dunia yang memilih berlibur ke negara tersebut.

Di samping itu, rata-rata dari mereka juga lebih memilih lokasi pantai terpencil di Filipina untuk melepas penat dari berbagai kesibukan. Tentu saja akses ke pulau-pulau terpencil tersebut tidak mudah. Setidaknya ada dua moda transportasi yang cukup diandalkan, yakni jet boat dan helikopter. Mengingat efisiensi waktu, helikopter tak jarang menjadi pilihan favorit pelancong, khusunya yang berkocek tebal untuk mengantarkan mereka sampai ke tempat tujuan.

Penerbangan Bersejarah di Iran, Seluruh Kru Kokpit Perempuan

Di negara-negara Timur Tengah, pada umumnya peran wanita sangat terbatas. Arab Saudi, sebelum mulai terbuka di bawah komando Raja Salman, misalnya, perempuan bahkan tidak diperkenankan mengendarai mobil seorang diri tanpa didampingin oleh laki-laki, baik dari kalangan keluarga maupun suami.

Baca juga: Sejak 1973, Iran, Rusia dan AS Ternyata Pernah Menghantam Pesawat Penumpang dengan Rudal

Di Iran bahkan kondisinya lebih pelik, jangankan untuk berbuat lebih jauh, perempuan buka jilbab saja bisa dipidana. Singkatnya, hak-hak perempuan di Iran sangat terbatas. Perempuan dipaksa tunduk pada aturan yang ada dan hak-haknya dibatasi dengan sederet aturan ketat. Bahkan, untuk aktivis perempuan garis keras sekalipun, rezim tak gentar untuk membungkamnya.

Oleh karenanya, ketika tiba-tiba perempuan di Iran berhasil mencatat sejarah di dunia penerbangan, tentu hal tersebut cukup mengejutkan sekaligus kabar baik bagi kehidupan para perempuan di sana. Beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya di Iran, seorang kapten pilot wanita dan co-pilot wanita berhasil menerbangakan pesawat dalam perjalanan pulang-pergi rute Teheran —Mashhad pada 14 Oktober tahun lalu, yang menjadikan mereka sebagai wanita pertama yang mengemudikan sebuah penerbangan penumpang di Iran tanpa bantuan rekan-rekan pria.

Seperti diberitakan intellinews.com, dalam penerbangan tersebut, kapten pilot Neshat Jahandari dan co-pilot perwira pertama Forouz Firouzi berhasil menerbangkan pesawat dengan membawa 160 penumpang dalam penerbangan dari Teheran ke kota timur laut Mashhad, dan kemudian kembali dengan 171 penumpang ke ibukota Iran.

“Hari ini adalah hari yang spesial dan tak terlupakan di industri penerbangan Iran, dan untuk pertama kalinya panduan pesawat dilakukan oleh dua pilot wanita Iran,” tulis Jahandari di Instagram-nya.

Sebelum penerbangan spesial dengan semua kru adalah wanita, Jahandari selama beberapa waktu sempat menjadi sorotan seluruh media nasional karena menjadi co-pilot pertama yang terbang di Iran didampingi oleh suaminya di posisi kapten pilot.

Bila merunut agak ke belakang, beberapa tahun terakhir Iran memang telah melonggarkan aturannya tentang perempuan untuk mengambil peran utama dalam industri penerbangan. Seorang wanita, Farzaneh Sharafabadi, bahkan berhasil menjabat sebagai CEO andalan IranAir selama lebih dari 12 bulan antara 2017 dan 2018. Hal yang mustahil terjadi sebelum tahun 2010.

Baca juga: Ingatkan untuk Perbaiki Hijab Penumpang, Aplikasi Ride-Hailing Iran Malah Diboikot!

Sebelum Jahandari, sebetulnya, wanita di Iran sudah mulai belajar menerbangkan pesawat sejak tahun 1940. Wanita pertama di Iran yang menerima lisensi pilot adalah Putri Fatemeh Pahlavi, anak kesepuluh raja Pahlavi pertama. Setelah Revolusi Islam pada tahun 1979 dan pembentukan Republik Islam yang dibuat di bawah bimbingan ahli hukum Islam dan ulama Syiah, hak-hak perempuan di Iran sangat dikurangi. Itu termasuk pembatasan untuk menerbangkan pesawat.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir aturan telah dilonggarkan, memungkinkan perempuan untuk mengambil peran dalam penerbangan tertutup bagi mereka selama 30 tahun terakhir.

Prototipe Maglev Hasilkan Daya dengan Teknologi yang Sama dengan Ponsel Pintar

Prototipe kereta peluru levitasi magnetik atau yang dikenal dengan Maglev baru saja diluncurkan pada Rabu (25/3/2020) oleh pengembang Jepang. Kereta Maglev ini mampu menurunkan daya onboard sepenuhnya secara nikabel. Maglev ini akan menghasilkan daya dari pengisian induktif di mana teknologi yang sama secara nirkabel untuk mengisi ulang ponsel pintar.

Baca juga: Di 2027, Jepang Hadirkan Kereta Cepat Maglev Tokyo-Nagoya

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman asia.nikkei.com (26/2/2020), kereta Maglev akan mampu melaju dengan kecepatan mencapai 50 km per jam. Operator Central Japan Railway atau yang biasa dikenal sebagai JR Tokai akan memulai melayani penumpang dengan kereta Maglev tersebut pada tahun 2027 mendatang. Adapun rute yang akan ditempuh kereta Maglev ini adalah dari Tokyo menuju Nagoya dan sebaliknya.

“Mengenai prototipe ini, kami telah mencapai 80 hingga 90 persen untuk operasi komersial,” kata Motoaki Terai yang mengawasi pengembangan Maglev JR Tokai.

Motoaki mengatakan, Maglev ini akan berseri L0 dan asli berisi generator turbin gas yang menghasilkan daya untuk pencahayaan interior dan sistem pendingin udara. Dia menyebutkan, untuk prototipe tidak akan menggunakan turbin melainkan mengandalkan sepenuhnya pada gulungan yang dipasang di kereta dan di sepanjang rel untuk menghasilkan listrik.

Sehingga hal ini melahirkan mobil akhir yang lebih ringan dan ramping yang dipajang di Kasado Works Hitachi di Kudamatsu, sebuah kota di barat daya Hirosima. Hidung untuk seri L0 yang asli tampak datar, sedangkan hidung prototipe seperti jembatan yang panjang.

Prototipe itu memiliki garis-garis biru tua yang mirip sekali dengan kereta peluru JR Tokai, Tokaido shinkansen yang menghubungkan Tokyo dengan Osaka. Saat ini diketahui Hitachi sedang membangun mobil akhir sementara Nippon Sharyo memproduksi gerbong perantara.

Kereta Maglev ini nantinya akan menyelesaikan seluruh perjalanan dengan panjang 236 km hanya dalam waktu 40 menit. Tujuan utamanya adalah untuk mengekspor teknologi ke Amerika Serikat.

Baca juga: Beroperasi di 2027, JR Central Batasi Kecepatan SCMaglev ‘Hanya’ 500 Km Per Jam!

Di Jepang, bagaimanapun, maglev menghadapi hambatan untuk menyelesaikan di bentangan pegunungan di Prefektur Shizuoka. Di sana, gubernur terus memblokir pembangunan terowongan sepanjang sembilan kilometer, dengan alasan efek yang berpotensi merusak sumber daya air.

Duduk Lama Dengan Kaki Bersilang, Waspada Bisa Mengundang Masalah Pada Kesehatan

Sebagai penumpang yang menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api, bahkan pesawat terbang akan merasakan duduk yang cukup lama. Apalagi untuk jarak yang cukup jauh dan perjalanan yang cukup lama. Terkadang, Anda bosan dengan hanya meluruskan kaki atau mengangkat kaki ke tempat duduk, Anda juga tak jarang untuk menyilangkan kaki. Tahukah Anda jika terlalu lama menyilangkan kaki akan banyak dampaknya pada diri dan bisa membuat kaki lumpuh?

Baca juga: Terbang Nonstop Lebih dari 16 Jam, Ini Yang Mungkin Terjadi Pada Anda

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai sumber, dimana duduk dengan posisi kaki saling bertumpukan dalam waktu lama sangat berbahaya. Karena sudah banyak ahli kesehatan yang mengklaim masalah ini.

Alasan utama para ahli kesehatan ini adalah kerusakan terhadap kaki. Ironisnya, masih banyak yang tidak menyadari bahaya tersebut. Tak hanya peningkatan tekanan dan resiko penyakit varises atau pelebaran pembuluh darah balik, posisi kaki yang biasa di sebut lady like atau menyilangkan kaki ini juga berperan besar sebagai penyebab masalah kesehatan.

Dengan menyilangkan kaki, resiko kelumpuhan syaraf peroneal atau tulang betis cukup tinggi, karena dapat menekan syaraf bahkan merusaknya. Posisi kaki seperti ini juga bisa mempengaruhi sirkulasi darah, dimana ketika Anda meletakkan satu kaki di atas kaki lainnya, intensitas jumlah darah akan lebih banyak terpompa ke jantung.

Hal ini yang berakibat negatif pada sirkulasi aliran darah dalam tubuh. Posisi kaki lady like juga memperngaruhi keseimbangan otot paha bagian dalam dan luar, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan tulang panggul dan masalah di bagian persendian salah satunya juga membuat punggung dan leher pegal.

Baca juga: Lakukan Olahraga Selama Perjalanan, Hindari Keram dan Bantu Bakar Kalori

Peradangan kaki, penghambatan pembuluh darah hingga timbulnya pembuluh darah kecil dengan warna merah, biru, ungu yang berbentuk seperti jaring laba-laba atau akar pohon yang tampak di permukaan kulit (Spider Veins) juga akan semakin besar.

Sebenarnya untuk menghindari segala kemungkinan terburuk karena menyilangkan kaki, setiap dua sampai empat menit menurunkan kaki, dapat membantu minimalisir kerusakan, tapi podiatrist (ahli penyakit kaki) menyarankan tinggalkan posisi ini sama sekali. Yang paling baik adalah, jangan duduk menyilangkan kaki atau, bangun dari tempat duduk dan bergeraklah.

IATA: Penumpang di Eropa Turun 38 Persen dan Maskapai Bakal Kehilangan US$76 Miliar

Maskapai penerbangan Eropa diperkirakan akan kehilangan US$76 miliar atau £63 miliar dalam pendapatan penumpang selama tahun 2020. Hal ini terjadi karena adanya larangan perjalanan untuk pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 yang telah diperingatkan oleh badan industri.

Baca juga: Imbas Covid-19 , Bandara Roswell Raih Untung dari Jasa Parkir Pesawat

KabarPenumpang.com melansir laman theguardian.com (26/3/2020), International Air Transport Association (IATA) menunjukkan maskapai penerbagan Eropa akan menanggung bagian penting dari serangan global yang disebabkan oleh pandemi dan menyebabkan penurunan jumlah penumpang yang belum pernah terjadi sebelumnya. IATA bahkan menyebutkan perkiraan penurunan penumpang hingga 38 persen.

Angka perkiraan tersebut menyebabkan pendapatan global turun $252 miliar pada tahun 2020 atau hampir mengurangi separuh pendapatan industri dibandingkan tahun 2019 kemarin. IATA menyebutkan, perkiraan tersebut didasarkan pada penutupan tiga bulan di sebagian besar dunia dengan kurangnya arus kas yang mengancam kelangsungan hidup maskapai penerbangan secara global.

Maskapai penerbangan Inggris Flybe, yang sebelumnya merupakan maskapai regional terbesar Eropa ambruk pada awal bulan. Ambruknya Flybe karena penurunan jumlah penumpang ketika Covid-19 makin meluas.

Rafael Schvartzman, wakil presiden regional IATA untuk Eropa, mengatakan pada hari Kamis (25/3/2020) bahwa banyak maskapai penerbangan tidak memiliki cukup uang tunai untuk menopang mereka setelah lebih dari dua bulan penutupan. Industri minggu ini menyerukan pemerintah di seluruh dunia untuk campur tangan dengan dukungan uang tunai termasuk suntikan tunai, pinjaman dan keringanan pajak untuk mencegah “krisis likuiditas”.

Alexandre de Juniac, kepala eksekutif IATA, mengatakan bahwa kegagalan untuk melakukan hal itu dapat menyebabkan maskapai penerbangan gagal “secara massal”. Karena hal ini, kemudian Politisi Amerika Serikat telah merespons dengan dana talangan untuk industri yang diperkirakan akan mencapai pinjaman dan dukungan tunai sebesar $50 miliar.

Di Inggris, pemerintah sejauh ini terbukti tidak mau memberikan bantuan khusus kepada industri penerbangan. Kanselir, Rishi Sunak, telah berjanji untuk membayar 80 persen dari gaji pekerja kasar di seluruh Inggris, tetapi pemerintah dianggap menentang memberikan dukungan khusus untuk maskapai penerbangan, beberapa di antaranya membual dengan neraca yang kuat.

Baca juga: Virus Corona, Petaka Buat Maskapai, Bisa Jadi Berkah Buat Perusahaan Leasing

Pemilik British Airways, International Airlines Group, bulan ini mengatakan memiliki £8,9 miliar dalam bentuk tunai dan fasilitas pinjaman, sementara easyJet terus membayar dengan pembayaran dividen £171 juta meskipun ada krisis. Bahkan dalam masa krisis Covid-19, juru kampanye lingkungan berpendapat bahwa maskapai tidak boleh ditebus kecuali mereka memiliki rencana realistis untuk mengatasi keadaan darurat iklim.

Setelah 17 Hari Dikosongkan, Virus Corona Masih Ditemukan di Kapal Pesiar Diamond Princess

Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat dan Preventif atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan dalam situs webnya pada 23 Maret bahwa virus corona atau Covid-19 masih ditemukan di kamar penumpang yang terinfeksi di kapal pesiar Diamond Princess. Virus tersebut ditemukan sekitar 17 hari setelah mereka turun dari kapal yang berlabuh di pelabuhan Yokohama untuk karantina.

Baca juga: Masa Karantina Berakhir, Penumpang Kapal Pesiar Diamond Princess Mulai Turun

Dilansir KabarPenumpang.com dari mainichi.jp (25/3/2020), dikatakan CDC bahwa virus tersebut ditemukan di permukaan kamar kosong dari penumpang yang terinfeksi. Meski begitu, tidak diketahui apakah benda-benda yang ada didalam kamar tersebut masih menyimpan virus setelah waktu itu dan apakah menimbulkan risiko ketika di sentuh atau dengan cara lain.

Sebab temuan menunjukkan, kemungkinan virus dapat bertahan lebih dari dua minggu dalam beberapa kondisi. Saat ini CDC tengah mengumpulkan hasil dari berbagai tanggapan virus dan lainnya.

Bila berdasarkan analisis penyebaran infeksi pada kapal pesiar, pihaknya memperingatkan bahwa risiko infeksi meluas sangat tinggi pada kapal pesiar itu. Pasalanya lingkungannya tertutup dan di mana kelompok besar penumpang dan anggota kru dari berbagai negara berkumpul.

CDC menyatakan bahwa virus yang terdeteksi tersebut di temukan sebelum metode sterilisasi dilakukan. Selain itu laporan dari para peneliti Jepang dan lainnya mengungkapkan virus yang ada di Diamond Princess menyebar di antara anggota kru yang ditugaskan menyiapkan dan menyajikan makanan kepada penumpang lainnya.

Diketahui, anggota kru Diamond Princess yang pertama diidentifikasi terinfeksi Covid-19 adalah pekerja layanan makanan. Dia terserang demam pada 2 Februari 2020 sebelum kapal dijadwalkan berlabuh di Yokohama.

Selain itu, pada 9 Februari, setelah langkah-langkah karantina dimulai di atas kapal Diamond Princess yang berlabuh di Pelabuhan Yokohama, penyelidikan oleh perusahaan yang mengoperasikan kapal itu menemukan bahwa 31 anggota awak menderita demam, dan 20 diantaranya bekerja dalam peran pelayanan makanan. Laporan dari para peneliti Jepang dan lainnya mengatakan bahwa sampai sekarang paling awal bahwa siapa pun di kapal diketahui menunjukkan gejala adalah penumpang pada 22 Januari.

Anggota kru pelayanan makanan tersebut kemudian dikonfirmasi positif. Namun demikian orang ini tetap berada di kapal pesiar sampai tiba di perairan lepas Yokohama. Dilaporkan, tidak ada risiko teridentifikasi infeksi dari Covid-19 baru di atas kapal Diamond Princess sampai laporan datang pada 1 Februari bahwa seorang penumpang yang turun di Hong Kong pada 25 Januari dinyatakan positif, menciptakan jeda waktu setidaknya sepuluh hari dari perkembangan gejala pertama.

Baca juga: Jepang Karantina Kapal Pesiar Diamond Princess Gara-gara Satu Penumpang Terinveksi Virus Corona

Laporan itu berbunyi, “COVID-19 kemungkinan ditransmisikan pertama kali dari penumpang ke anggota kru dan kemudian menyebar di antara kru, terutama di kalangan pekerja jasa makanan.”

Imbas Covid-19, Pengemudi Ojol Sepi Penumpang, Layanan Pesan Antar Banjir Order

Covid-19 saat ini membuat semua sekolah dan universitas menyuruh siswanya School From Home atau sekolah dari rumah. Tak hanya itu, perusahaan-perusahaan juga membuat karyawan mereka Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Baca juga: Di Tengah Merebaknya Virus Corona, Kemenhub Naikkan Tarif Ojol di Jabodetabek

Akibat dari Covid-19 ini bahkan memengaruhi industri transportasi, seperti pesawat, perusahaan otobus, TransJakarta, kereta baik lokal maupun jarak jauh hingga para pengemudi ride hailing atau ojek online (ojol) yakni GoJek dan Grab. KabarPenumpang.com merangkum dari beberbagai laman sumber, para ojol menjadi sepi penumpang setelah pandemi ini meluas di Indonesia khususnya Ibukota Jakarta. Namun meski begitu, ternyata pemesanan layanan pesan antar makanan dari GoFood dan GrabFood meningkat.

Bahkan fitur kesehatan di aplikasi mereka yakni GoMed dan GrabHealth juga melonjak. Chief Public Policy and Goverment Relations GoJek Group Shinto Nugroho tak merinci peningkatan layanan pada fitur GoFood maupun GoMed mereka. Selain GoJek, Head of Public Affairs Grab Tri Sukma Anreianno juga mencatat bahwa GrabFood dan GrabHelath meningkat drasrus.

Tri mengatakan, nilai dari peningkatan penggunaan dua fitur dari Grab ini akan diumumkan pihaknya dalam beberapa waktu kedepan. Kenaikan permintaan GoFood dan GrabFood ini juga ada andil dari munculnya sebuah gerakan aksi peduli terhadap ojol dari masyarakat dengan memesan makanan.

Tak hanya itu, makanan yag dipesan pun tidak diambil semua oleh pemesan bahkan ada yang memberikannya pada para ojol sebagai salah satu bentuk imbalan karena menurunnya permintaan penumpang. Bahkan seorang influencer bernama Ligwina Hananto ikut andoil dalam aksi tersebut dengan memesanmakan siang.

Di laman Twitter-nya, dia menulis tweet, “Udah pada order makan siang buat driver ojol yg sepi order? Kita makanan bisa nyetok, siap dirumahkan, dana darurat aman, nyerok saham juga hayu. Orang lain sarapan saja enggak bisa. Silakan laksanakan gaes.”

Selain kisah dari pemilik akun twitter bernama Ananda Rizki dengan melakukan hal serupa namun pengendara ojol yang menerima makanan malah membagikan kepada yang lebih membutuhkan. Lalu, pemilik akun Twitter @berhijabmerah juga mengajak masyarakat yang lain kalau aksi peduli semacam ini juga bisa dilakukan dengan cara-cara yang lain misalnya memesan layanan go-shop atau go-mart dengan memberikan bahan-bahan pokok kepada pengendara ojol.

Baca juga: Kementerian Perhubungan Periksa Mendadak Layanan Ojol di Malaysia

“Hal baik yang bisa kita lakukan saat social distancing ini selain pesenin makanan ojol, bisa juga order go-shop atau go-mart bahan makanan mentah,” tulisnya.