Eks Direktur Kargo dan Pengembangan Garuda Indonesia, Muhammad Iqbal, dalam sebuah kesempatan pernah menyebut bahwa pihaknya akan memulai fase uji coba proyek drone kargo pada Januari 2020. Proyek tersebut menggunakan drone kargo BZK-005 besutan Beihang, Cina, dan direncanakan akan menjalani fase uji coba selama tiga bulan (sampai Maret), dengan didampingi oleh perwakilan ahli dari pihak pengembang, sebelum mulai beroperasi secara komersial pada 2021.
Baca juga: Beihang BZK-005, Inilah Alasan Garuda Indonesia Pilih Drone Kargo Buatan Cina
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, terlebih, setelah perombakan jajaran direksi dan komisaris besar-besaran, proyek ambisius tersebut pun seperti hilang bak ditelan bumi. Bahkan, memasuki bulan Februari, dimana dalam roadmap direksi sebelumnya adalah bulan kedua uji coba drone kargo, belum terdapat tanda-tanda proyek tersebut akan dijalankan.
Meskipun demikian, dalam acara talkshow bersama awak media beberapa waktu lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menegaskan, perusahaan pelat merah yang kini dipimpinnya tersebut akan melanjutkan segala apa yang sudah baik. Adapun yang kurang baik, ia berjanji akan memperbaikinya.
Di antara perbaikan-perbaikan yang dilakukan salah satunya adalah masalah kargo. Di bawah kepemimpinannya, divisi kargo dan divisi niaga kini dibuat menjadi satu kesatuan yang dikomandoi oleh Direktur Niaga dan Kargo M. Rizal Pahlevi.
“Karena kan pesawat itu atasnya orang bawahnya barang. Jadi, kenapa ga kita satukan aja manajemennya. Jadi kargo dan niaga itu tak terpisahkan, jadi jika sewaktu-waktu penumpang menurun, kargonya bisa kita penuhin dan sebaliknya,” kata Irfan.
Namun, di antara penjelasannya tentang arah dan kebijakan Garuda Indonesia, termasuk di dalamnya terkait drone kargo, ia sama sekali tidak menyinggungnya. Bahkan, cenderung menghindari pertanyaan tersebut, sekalipun pada momen sebelumnya ia telah menegaskan akan tetap melanjutkan apapun yang baik dari manajemen sebelumnya.
Pertanyaan pun kemudian muncul, apakah sama definisi baik dan buruk yang dimaksud direksi Garuda Indonesia saat ini dengan direksi sebelumnya? Tentu saja hal yang mesti dijawab oleh para petinggi maskapai yang mendapat penghargaan On Time Performance (OTP) terbaik versi OAG Flightview pada 2018 tersebut. Redaksi KabarPenumpang.com sendiri hingga berita ini diturunkan, sudah coba menghubungi pihak Garuda Indonesia. Namun sayang, kami belum mendapatkan jawaban tentang kejelasan nasib drone kargo ini.
Akan tetapi, bila melihat dari kondisi keuangan dan posisi hutang Garuda Indonesia saat ini, ditambah kasus virus corona yang memaksa maskapai menutup rute dari dan ke Cina, yang notabene menjadi salah satu rute ‘gemuk’ Garuda, tentu kecil kemungkinan proyek tersebut akan berjalan dalam waktu dekat. Terkait kondisi keuangan Garuda Indonesia saat ini pun, seorang mantan direksi Garuda Indonesia yang tak ingin disebutkan namanya, ketika dimintai pendapat perihal kelanjutan drone kargo, ia hanya menjawab singkat, “memang duitnya ada?”.
Baca juga: Dibanding Drone Kargo Garuda Indonesia, Kapasitas Payload Drone Feihong-98 Lebih Besar
Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, jajaran direksi yang lama pernah mengatakan bahwa dalam roadmap-nya, mereka akan mendatangkan 100 unit drone kargo BZK-005 dan 50 unit drone kargo VTOL (Vertical Take-Off Landing) pada 2020 dan mulai diimplementasikan secara komersial pada tahun 2021 mendatang.
Dengan beroperasinya drone kargo, Garuda Indonesia, kala itu, memastikan biaya jasa kargo nantinya dapat turun hingga 30 persen. Dalam fase uji coba di Januari 2020, drone BZK-005 akan membawa payload seberat 500 kg, sementara kapasitas kargo maksimal yang dapat digotong mencapai 1.200 kg.
Seorang wanita di Connecticut, salah satu negara bagian Amerika Serikat, menelepon 911 dan memberi tahu petugas bahwa dirinya terkunci di bagasi sebuah bus yang tengah melaju. Atas laporan tersebut, polisi kemudian bergerak cepat dengan melacak bus, memaksanya menepi, dan menemukan wanita yang tak disebutkan namanya tersebut di dalam bagasi.
Baca juga: Parfum dan Aerosol, Jadi Barang Favorit Para Pencuri Bagasi di Bandara
Dalam keterangannya kepada polisi, wanita itu mengklaim bahwa sang pengemudi, Wendy Helena Alberty (49), sengaja menguncinya di bagasi saat ia tengah mengeluarkan barang bawaannya. Namun, belum jelas, apakah wanita tersebut didorong oleh Alberty hingga masuk ke dalam bagasi dan kemudian dikunci dari luar atau wanita tersebut memang sedang berada di dalam bagasi dan supir tanpa sadar menutupnya kemudian berlalu.
Akan tetapi, apapun alasannya, Alberty pun akhirnya ditangkap dengan tuduhan menahan kebebasan orang lain secara ilegal, membahayakan nyawa orang lain, dan melakukan sesuatu yang menimbulkan keonaran.
Menurut catatan kriminal kepolisian, sebetulnya Alberty bukan termasuk pribadi yang sering berurusan dengan pihak berwajib. Alberty sendiri tercatat telah bergabung dengan perusahaan bus yang terakhir dikemudikannya sejak 2012. Bahkan, sebelum bergabung di perusahaan tersebut, Alberty memiliki catatan kerja dengan predikat “teladan” di perusahaan tempat ia bekerja sebelumnya.
“Selama masa kerjanya, dia telah menerima banyak pujian dari pelanggan atas keselamatan berkendara dan layanan pelanggannya,” menurut sebuah pernyataan perusahaan, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari boingboing.net, Rabu, (5/2).
Seperti yang sudah umum diketahui, 911 adalah layanan darurat yang bisa dihubungi oleh semua warga yang membutuhkan bantuan pihak berwenang di AS sejak media 60an. Di Indonesia sendiri baru mulai menerapkan sistem panggilan darurat tunggal mulai 2015 akhir dengan nomor 112.
Baca juga: Barang Bagasi Penumpang Umrah Hilang? Jangan Khawatir Ada yang Siap Ganti dengan US$1000
Sebelum memberikan layanan darurat kepada wanita yang terkunci di bagasi tersebut, pihak kepolisian melalui panggilan darurat 911, pada pertengahan April tahun lalu, juga pernah membantu ‘menyelamatkan’ seorang bocah di Wyoming, Michigan, AS.
Namum, tak seperti wanita terkunci di bagasi tadi, yang notabene benar-benar dalam keadaan darurat, bocah yang bernama Iziah Hall ini memanggil layanan darurat tersebut karena dirinya merasa lapar. Polisi yang awalnya mengabaikan panggilan tersebut akhirnya mendatangi kediaman bocah itu dengan membawa makanan. Insiden tersebut pun kala itu sempat viral di AS, khususnya atas kedermawanan pihak berwenang dalam melayani warganya.
Jalur metro di Taipei sepanjang 15,5 km sudah sepenuhnya otomatis. Ini adalah tahap pertama dari MRT (Mass Rapid Transit) Circular Line Taipe dari distrik industri Wugu di jalur pertukaran dengan metro Green Line di Dapinglin. Jalur metro otomatis tersebut mulai diluncurkan sejak 31 Januari 2020 kemarin.
Baca juga: 2023, SNCF Hadirkan Prototipe Kereta Api Tanpa Awak di Perancis
Jalur tersebut dilengkapi dengan otomatisasi 4 tingkat Communications-Based Train Control atau CBTC (GoA/ Grades of Automation 4) dan memiliki 14 stasiun. Sebanyak 13 stasiun berada di layang dan satu lainnya berada di bawah tanah bersama dengan depot pemeliharaan berat di level 5.
KabarPenumpang.com melansir laman railjournal.com (31/1/2020), menjadi tahap pertama dari jalur lingkar sepanjang 52 km, jalur tersebut memungkinkan penumpang melakukan perjalanan langsung dari luar Taipei ke Kota New Taipei tanpa harus ke pusat Taipei terlebih dahulu. Perencanaan untuk ruas utara dan selatan telah disetujui dan, ketika ruas timur selesai, jalur akan dijalankan melalui 14 distrik administratif di Kota Taipei dan Kota New Taipei, dengan 14 persimpangan yang terhubung dengan jalur metro yang memancar.
Diketahui, Taipei’s Department of Rapid Transit Systems (Dorts) Taipei memberikan kepada Ansaldo STS dan AnsaldoBeda yang sekarang merupakan Hitachi Rail Italy kontrak senilai €220 juta pada April 2009 lalu untuk memasok sistem listrik dan mekanik. Kemudian, layanan komersialnya direncanakan dimulai pada jalur 14 di stasiun pada akhir 2018 kemarin.
Bagian kontrak senilai €114 juta dari Hitachi Rail Italy termasuk memasok 17 kereta berkapasitas empat mobil aluminium, yang dapat mengangkut hingga 650 penumpang dengan kecepatan hingga 80 km per jam. Armada telah dirancang untuk mengurangi biaya operasi, meningkatkan kenyamanan penumpang, dan meningkatkan kapasitas, ketersediaan layanan dan keandalan.
Proyek ini adalah proyek turnkey sistem pertama yang menggabungkan kereta api dan sub-sistem yang dikirim oleh Hitachi Rail Italy di timur jauh. Pembukaan Circular Line fase 1 membawa total panjang metro Taipei hingga 152km, dengan 131 stasiun. Enam jalur utama sedang ditambahkan ke jaringan MRT, menjadikan jumlah simpang susun menjadi 18.
Baca juga: Uji Coba Kereta Cepat Otomatis di Cina Akan Mulai Musim Panas 2019
“Solusi CBTC GoA 4 yang kami kembangkan untuk Taipei Rapid Transit Corporation (TRTC) adalah yang pertama dari jenisnya di Taiwan yang membawa era baru dalam teknologi tanpa pengemudi untuk otoritas metro Kota Taipei dan New Taipei,” kata CEO Hitachi Rail Group Andrew Barr.
Bagi beberapa orang, bekerja sebagai pramugari sangatlah menyenangkan dan mungkin terlihat glamor di mata orang lain. Namun, nyatanya tidak semua pramugari merasakan hal tersebut meski sudah berkeliling dunia setelah bekerja di sebuah maskapai ternama.
Baca juga: Pramugari Emirates Bocorkan Rahasia Make Up yang Tahan Lama
Nyatanya beberapa diantara pramugari tersebut mungkin ada yang jenuh atau bosan dengan perkerjaan mereka, serta lelah dengan segala aturan yang ada. Kabarpenumpang.com melansir laman thesun.co.uk (25/1/2020), salah satu pramugari yang merasa pekerjaannya membosankan yakni Brigita Jagelaviciute.
Brigita merupakan mantan pramugari Emirates yang berasal dari Lithuania, namun saat ini tinggal di Dubai. Dia kemudian mengejutkan para pengikutnya dengan video yang tersebar di YouTube tentang kejujuran di mana dirinya mengklaim peran glamornya adalah robot dan memilih keluar dari pekerjaannya sebagai pramugari Emirates.
Brigita mengatakan, bahwa seorang temannya yang selama tiga tahun bekerja untuk maskapai ingin mengambil cuti tahunan ternyata di tolak padahal untuk menikah dan menjaga keluarganya yang sakit.
“Salah satu kekhawatiran utama saya tentang pekerjaan ini adalah bahwa itu tidak terlalu merangsang. Bagi saya, saya selalu merasa bahwa saya adalah tipe orang yang membutuhkan dorongan dan ingin mencapai sesuatu,” ujarnya dalam video tersebut.
Brigita sendiri ternyata sudah melakukan perjalanan ke-70 negara yang berbeda. Dia mengaku awal sebagai pramugari adalah menjalani mimipinya. Namun dia mengatakan, tahun-tahun pekerjaannya berlalu begitu saja karena dirinya selalu pulih dari jetlag.
“Saya sangat menyukai pekerjaan ini selama beberapa tahun pertama. Saya benar-benar seperti yang mungkin Anda duga, pramugari yang luar biasa. Itu benar-benar seperti mimpi. Kamu bangun di hotel mewah dan pergi untuk penerbangan dan kemudian pergi lagi ke Seychelles, New York,” jelasnya.
Brigita mengaku, meski terlihat menarik dan glamor, pekerjaan sebagai pramugari sangat mudah kehilangan waktu, uang dan energi karena selalu terbang. Dia juga mengklaim tidak fleksibilitas dalam peran itu dan mengatakan, orang-orang berjuang untuk meminta cuti tahunan saat acara penting dalam kehidupan.
“Saya belum mengalaminya secara pribadi, tetapi saya pernah mendengar kisah orang yang ingin menikah dan tidak bisa pergi. Beberapa memiliki anggota keluarga yang sakit dan mereka ingin pulang tetapi tidak bisa,” kata Brigita.
Video tersebut sudah ditonton lebih dari 65 ribu orang dan banyak yang memuji dia atas kejujurannya itu.
“Terima kasih telah berbagi pengalaman Anda, kisah saya sebagai awak kabin sangat mirip dengan Anda,” tulis seorang penonton di kolom komentar.
Meski ada yang memuji, tapi tak sedikit juga yang mencela serta mengecam karena kejujuran Brigitta.
Baca juga: Dibalik Keanggunan, Ternyata 15 Pramugari Emirates Tergabung ke Dalam Tim Rugby
“Tidak ada kebencian yang dimaksudkan sama sekali, tetapi saya merasa sedikit sia-sia ketika pramugari dari Emirates di video mereka mengeluh tentang bagaimana pekerjaan ini berulang dan monoton. Berapa banyak pekerjaan yang memungkinkanmu melakukan perjalanan keliling dunia, tinggal di hotel bintang lima dan gaji juga dibayarkan dengan layak,” kata penonton video lainnya.
“Anda seorang pramugari … berhenti mengeluh tentang pengulangan … ,” komentar yang lainnya.
Wisatawan asal Cina menjadi kelompok pelancong asing terbesar kedua yang mengunjungi New York dan ketiga terbesar yang mengunjungi Amerika Serikat pada 2018 lalu. Namun, karena Negeri Tirai Bambu tersebut tengah dilanda virus corona, maka negara Adidaya tersebut kehilangan begitu banyak pelancong dari Cina.
Baca juga: Viral! Akibat Virus Corona, Sebuah Drone ‘Tegur’ Nenek dan Kakek Tua
Pengurangan pelancong ini kemudian membuat penurunan permintaan kamar hotel dan restoran di New York dan tujuan wisata lainnya di seluruh dunia. Manajer sebuah hotel dekat Bandara Internasional Newark Liberty yang mengandalkan pelancong Cina memperkirakan kerugian akibat virus corona yakni lebih dari $100 ribu dan angka itu juga akan terus menarik.
“Ini akan menjadi beban keuangan yang serius. Penerbangan dibatalkan. Operator tur telah dibatalkan,” kata Elizabeth Chin, seorang agen perjalanan di Fort Lee, N.J., dan ketua Asosiasi Perdagangan Asia Pasifik cabang New York yang dikutip KabarPenumpang.com dari nytimes.com (4/2/2020).
Tak hanya itu, perusahaan yang mengatur tur bus berbahasa Mandarin di Manhattan saat ini tengah menangani 300 pembatalan dari pelancong Cina yang tidak bisa datang ke New York minggu ini. Sedangkan sebuah agen perjalanan Queens yang telah memesan perjalanan untuk 200 pelancong Cina minggu ini dan berikutnya sudah memikirkan kapan mereka harus menghentikan dua dari lima karyawannya.
“Ini masalah besar, kami harus membatalkan pemesanan hotel dan kami kehilangan banyak uang pada pemesanan. Mungkin kami harus menghentikan dua dari lima karyawan yang bekerja karena masalah ini,” ujar Bruce Zhu, manajer China Tour Travel Services di Flushing.
Sedangkan para pekerja dan pemilik restoran-restoran di Manhattan’s Chinatown mengatakan bisnis mereka turun 50-70 persen dalam sepuluh hari terakhir. Ekonomi pariwisata, yang merupakan penelitian industri perjalanan, memperkirakan penurunan 28 persen pengunjung ke Amerika Serikat dari Cina pada tahun 2020 dan pengeluaran lebih sedikit $5,8 miliar.
Perusahaan itu mendasarkan perkiraannya pada garis waktu wabah SARS pada tahun 2003 yang berlangsung sekitar empat bulan dan industri perjalanan melambung. Butuh tiga tahun lagi untuk jumlah pelancong dari Cina untuk kembali ke nomor pra-SARS.
Pekan lalu, sebelum administrasi Trump menyarankan orang Amerika untuk tidak melakukan perjalanan ke Cina, STR, sebuah perusahaan riset perjalanan, mengatakan 2020 akan menjadi “tahun non-pertumbuhan” untuk hotel di Amerika Serikat dalam pendapatan per kamar yang tersedia, indikator tolok ukur industri hotel . Prediksi itu muncul setelah sembilan tahun pertumbuhan yang relatif kuat.
“Tidak pernah ada waktu yang baik untuk sesuatu seperti virus corona. tetapi industri perhotelan AS berada dalam posisi yang lebih rentan sekarang daripada tiga atau empat tahun yang lalu,” kata Carter Wilson, wakil presiden senior konsultasi dan analitik STR.
Sean F. Hennessey, asisten profesor di New York University yang mengikuti industri perjalanan, mengatakan dampak ekonomi kemungkinan akan lebih besar daripada selama wabah SARS karena China menyumbang kurang dari 2 persen dari pengunjung asing kota itu. Pada tahun 2018, menurut angka dari NYC & Company, biro konvensi dan pengunjung kota, hanya di bawah 8 persen dari wisatawan asing yang mengunjungi New York berasal dari Cina.
“New York akan merasakannya. karena tidak hanya pelancong Cina menjadi semakin besar dari basis pengunjung, tetapi mereka adalah salah satu bagian yang paling menguntungkan dari pengunjung. dasar, tidak hanya untuk hotel tetapi untuk kota secara keseluruhan. Mereka tinggal lebih lama dan cenderung menghabiskan lebih banyak uang,” kata Hennessey, merujuk pada dampak dari virus korona.
Ternyata seluruh dunia mulai mengalami dampak penurunan tajam pelancong Cina karena pemerintah Cina telah memberlakukan larangan tur yang terorganisir. Selain itu juga banyak maskapai penerbangan telah menangguhkan penerbangan mereka baik ke dan dari Cina.
Baca juga: Awak Kabin Tidak Direkomendasi Gunakan Masker Terkait Virus Corona, Ini Penjelasannya!
Diketahui, pejabat kesehatan di New York telah mengidentifikasi tiga kemungkinan kasus virus. Pada hari Selasa, hasil tes untuk satu dari tiga pasien, yang semuanya baru-baru ini ke Cina, kembali negatif. Hasil untuk dua pasien lain sedang menunggu. Para pejabat mengatakan kota itu siap untuk kemungkinan penyebaran virus, tetapi mereka memperingatkan orang-orang untuk tidak panik.
Jepang mengkarantina satu kapal pesiar Diamond Princess yang mengangkut 2266 tamu dengan 1045 anggota kru. Hal ini karena seorang penumpangnya terinfeksi virus corona. Tak hanya mengkarantina, kapal pesiar tersebut juga harus menghentikan perjalanannya 14 hari lebih awal dan saat ini berlabuh di lepas pantai Yokohama tak jauh dari ibukota Jepang.
Baca juga: Ahli: Penggunaan Masker yang keliru Justru Dapat Sebarkan Virus Corona
Setelah pengkarantinaan tersebut, petugas medis pergi untuk memeriksa penumpang dari kamar ke kamar untuk memeriksa suhu dan kondisi mereka. Beberapa penumpang dilaporkan sakit dan di tes untuk memeriksa apakah mereka terinfeksi virus atau tidak.
Kementerian Kesehatan Jepang mengatakan, pemeriksaan hasil tes tersebut memakan waktu empat hingga lima jam. Dari 31 orang yang dites, sepuluh diantaranya dinyatakan positif tertular virus dan pihaknya masih menunggu hasil dari lebih seratus sampel lainnya.
Dirangkum KabarPenumpang.com dari cnn.com (5/2/2020), adanya hasil ini pihak kementerian dan petugas berwenang meminta penumpang dan kru tetap berada di kapal dengan waktu yang belum bisa dipastikan hingga kapan. Meski para petugas sudah bergerak cepat untuk menanggapi kasus tersebut, pihak pemerintah memperbarui kekhawatiran tentang betapa mudahnya bagi satu pasien yang tanpa sadar membawa virus dan menularkannya di dunia di mana jutaan orang bepergian dengan nyaman.
Otoritas kesehatan mengatakan, pasien tertular tidak menunjukkan gejala karena masa inkubasi virus tersebut diperkirakan sekitar 14 hari. Namun saat ini para peneliti masih bekerja untuk menentukan apakah virus corona Wuhan dapat menyebar melalui apa yang dikenal sebagai rute fecal-oral?
Dr. John Nicholls, seorang profesor klinis dalam patologi di Universitas Hong Kong memperingatkan agar tidak panik karena terlalu banyak hal yang tidak diketahui tentang virus corona dan satu individu bisa menyebarkan virus berapa luas.
“Akhir-akhir ini, Anda bisa terbang ke mana saja, jadi akan ada lebih banyak peluang bahwa kasus-kasus terisolasi saya muncul di negara lain. Pada tahap ini tidak ada bukti penyebaran luas di komunitas lain,” kata Nicholls.
Diketahui, pria yang dites positif terkena virus itu berusia 80 tahun dari Hong Kong. Pasien yang terinfeksi belum pernah ke fasilitas perawatan kesehatan atau pasar makanan laut, juga tidak pernah terpapar hewan liar selama masa inkubasinya yang berarti ia kemungkinan tertular virus dari manusia lain. Pria itu mengunjungi Cina daratan selama “beberapa jam” pada 10 Januari.
Pria itu terbang ke Tokyo pada 17 Januari dengan dua putrinya, dan dua hari kemudian mengatakan ia mulai batuk, kata pihak berwenang Hong Kong. Dia naik kapal pesiar di Yokohama pada 20 Januari, dan ketika berhenti kembali di Hong Kong pada 25 Januari, bagian dari rencana perjalanan yang telah direncanakan sebelumnya, dia turun dan tidak pernah kembali.
Dia mencari pertolongan medis pada 30 Januari dan didiagnosis dengan virus tidak lama setelah itu dan saat ini dalam kondisi stabil. Princess Cruises, yang dimiliki oleh Carnival Corporation yang bermarkas di Miami dan London, mengatakan dalam pernyataannya bahwa pria itu tidak mengunjungi pusat medis kapal.
Tidak jelas juga berapa banyak penumpang yang mungkin turun lebih awal. Kementerian kesehatan Jepang mengatakan sedang melacak orang-orang yang mungkin turun di Okinawa, pemberhentian kedua hingga terakhir pelayaran itu. Kementerian juga menyelidiki pergerakan pasien yang terinfeksi selama waktunya di Jepang tetapi harus bergantung pada pihak berwenang di Hong Kong untuk mendapatkan informasi karena pasien ada di sana.
Sekitar enam ribu penumpang di kapal pesiar di Italia dikarantina minggu lalu setelah dua tamu diduga memiliki virus corona Wuhan. Kementerian kesehatan Italia mengatakan tes mengungkapkan bahwa keduanya memiliki virus flu yang berbeda, bukan virus corona yang telah menyebar ke seluruh China.
Baca juga: Gunakan Aplikasi di Ponsel, Warga Cina Hindari Lingkungan Terinfeksi Virus Corona
Beberapa jalur pelayaran telah mengumumkan langkah-langkah yang bertujuan menghentikan penyebaran virus. Princess Cruises dan Carnival Cruises memiliki semua kontrol yang berlaku yang melarang tamu dari kapal jika mereka telah melakukan perjalanan dari atau melalui daratan Cina dalam 14 hari sebelum tanggal keberangkatan kapal pesiar. Royal Caribbean mengambil tindakan serupa, tetapi memperpanjang tanggal hingga 15 hari dan juga termasuk Hong Kong dan Cina daratan.
Selasa, (4/2), suratkabar bisnis internasional asal Britania Raya, Financial Times, mengabarkan Tony Fernades mundur dari jabatannya sebagai Direktur Eksekutif AirAsia selama dalam jangka dua bulan atau lebih. Mundurnya Tony Fernades secara tiba-tiba diduga sebagai respon pria kelahiran Malaysia ini atas putusan Pengadilan Tinggi Perancis yang memvonis denda kepada Airbus sebesar €3.6 miliar atau sekitar Rp54 triliun (kurs Rp 15.139) pada akhir Januari lalu.
Baca juga: Mampu Menemukan Orang-orang Hebat, Inilah Rahasia Sukses Tony Fernandes
Dihimpun KabarPenumpang.com dari berbagai sumber, sekalipun Tony Fernandes belum memberikan alasan terkait pengunduran dirinya, namun, diketahui, hubungan Tony Fernandes (bersama AirAsia-nya) dengan Airbus memang bukan pertemanan biasa. Sejak membeli AirAsia dari pemerintah Malaysia dengan harga kurang dari US$1 pada 2001 dan menjadikannya sebagai salah satu maskapai terbesar dunia, Tony Fernandes memang memiliki kedekatan khusus dengan produsen pesawat asal Perancis tersebut.
Puncak dari hubungan ‘mesra’ Airbus dan Tony Fernandes mungkin bisa dilihat dari keputusan AirAsia yang menerapkan kebijakan single brand pada armadanya. Dengan kebijakan yang diterapakan pada 2012 tersebut, otomatis, AirAsia hanya mempunyai satu pesawat saja untuk mendukung operasionalnya dan pesawat tersebut adalah produk-produk Airbus, khususnya pada A320.
Meskipun kala itu AirAsia memberikan alasan yang logis, seperti terkait kecanggihan pesawat yang dinilai hemat bahan bakar hingga 15 persen, memiliki lorong yang lapang, pencahayaan baik, berteknologi canggih, memiliki kamera elektronik di kokpit, dan tingkat kebisingan rendah, namun, tetap saja, hal itu tidak menghilangkan kecurigaan investigator.
Dalam catatan Badan Penanganan Kasus Penipuan Berat Inggris atau Serious Fraud Office (SFO), sejak 2005 hingga 2014, AirAsia dan AirAsia X telah memesan 406 pesawat Airbus. SFO yang sudah memantau Airbus sejak lama, menduga, dari sejumlah pesanan tersebut, Tony mendapatkan commitment fee yang disalurkan oleh dua anak perusahaan Airbus, tidak langsung ke rekening Tony, melainkan melalui rekening salah satu unit bisnis Tony lainnya, yakni klub sepak bola asal Inggris, Queens Park Rangers F.C. (QPR).
Dikutip dari situs resminya, klub yang bermarkas di London tersebut saat ini dimiliki oleh empat orang, dengan porsi kepemilikan saham terbesar tercatat atas nama Tony Fernandes dan Kamarudin Bin Meranun –salah satu petinggi AirAsia yang juga mundur bersamaan dengan Tony Fernandes–.
Baca juga: Gunakan Satu Jenis Pesawat, Jadi Jurus AirAsia Tetap Efisien dengan Harga Tiket Terjangkau
Lewat klub tersebut, commitment fee yang diduga sebesar US$50 juta untuk Tony Fernandes diberikan dengan menggunakan skema sponsorship. Atas dugaan tersebut, AirAsia sendiri mengatakan sponsor Airbus ke QPR merupakan hal yang wajar dan proses sponsorship ini sudah melalui penilaian internal sebagaimana mestinya.
Akan tetapi, nasi telah menjadi bubur, Airbus telah terlanjur divonis bersalah oleh pengadilan. Jaksa Penuntut di Prancis, Jean-Francois Bohnert berujar bahwa Airbus telah melakukan praktik kecurangan untuk mempertahankan bisnisnya di banyak negara. Dengan begitu, Airbus dituntut membayar Rp54 triliun, dengan rincian €984 juta atau sekitar Rp14 triliun kepada otoritas Inggris, €525 juta atau Rp8 triliun untuk otoritas Amerika Serikat, dan €2,08 miliar atau Rp31 triliun untuk otoritas Perancis.
Sekelompok pakar pencarian terkemuka dunia untuk Malaysia Airlines MH370 mengumumkan penetapan area baru untuk menemukan Boeing 777 yang hilang. Seperti diketahui, MH370 menghilang sejak 8 Maret 2014 dengan membawa 239 penumpang dan awak. Sejauh ini, misi pencarian pesawat yang melibatkan peralatan canggih dari seluruh dunia tersebut paling bagus hanya menemukan puing-puing yang diduga asal pesawat malang tersebut.
Baca juga: Penyidik Asal Australia Temukan Puing yang Dianggap Sebagai Serpihan Malaysia Airlines MH370!
Seperti dilansir KabarPenumpang.com dari laman airlineratings.com, Selasa, (4/2), terkait penemuan titik baru pencarian tersebut, pihak Malaysia Airlines menanggapi dingin. Mereka menyatakan bahwa pihaknya membutuhkan bukti lainnya sebelum memulai pencarian baru. Sebaliknya, perusahaan pencarian yang berbasis di AS, Ocean Infinity, justru mengatakan bahwa mereka akan mencari berdasarkan azas “no find no fee” atau kalau diterjemahkan bebas berarti “tidak ada uang tidak akan jalan”.
Terlepas dari hal tarik ulur di antara keduanya, munculnya titik pencarian baru lewat empat pakar ternama, yakni Victor Iannello, Bobby Ulich, Richard Godfrey, dan Andrew Banks tersebut, tak terlepas dari pengembangan serta penyempurnaan penelitian sebelumnya. Oleh karenanya, tak mengherankan, bila titik pencarian baru Malaysia Airlines MH370 tersebut tak jauh atau bersebelahan dari lokasi pencarian sebelumnya.
Dalam perkembangannya, keempat ahli yang menemukan titik baru pencarian tersebut kemudian merilis temuannya dalam sebuah makalah terperinci. Dengan berbagai penjelasan pada makalah yang diberi judul “Rekomendasi Pencarian untuk Puing MH370” secara tak langsung telah menggerakkan para ahli independen untuk menyatukan data-data mereka.
Salah satu bagian pada makalah tersebut berbunyi, “Pencarian terakhir untuk MH370 dilakukan oleh Ocean Infinity, yang berkonsultasi dengan para peneliti resmi serta independen dan kemudian memindai dasar laut di sepanjang busur ke-7 sejauh garis lintang utara S25 °. Sejak itu, para peneliti independen terus menganalisis data yang tersedia untuk memahami area dasar laut mana yang paling mungkin, dan mengapa upaya pencarian sebelumnya tidak berhasil.”
Info grafis laporan penemuan titik pencarian terbaru. Foto: Istimewa
Kemudian, dijelaskan pula bahwa dalam makalah sebelumnya, makalah menyajikan ikhtisar penelitian Bobby Ulich, yang bertujuan lebih tepatnya menemukan titik dampak atau point of impact (POI) menggunakan kriteria statistik yang mengharuskan variabel acak (seperti kesalahan pembacaan data satelit) tidak berkorelasi, semuanya benar-benar acak. Makalah selanjutnya menjelaskan karya Richard Godfrey untuk secara analitik mengevaluasi sejumlah besar jalur penerbangan kandidat menggunakan kriteria ini dan lainnya.
Hasil dari penelitian itu menunjukkan bahwa jam-jam terakhir penerbangan berada di selatan di Samudera Hindia sepanjang E93.7875 ° bujur, yang cocok dengan lingkaran besar antara titik jalan BEDAX (sekitar 100 NM barat dari Banda Aceh, Sumatra) dan kutub selatan. POI diperkirakan terletak dekat dengan busur ke-7 di sekitar garis lintang S34.4 °. Jaraknya sekitar 1800 km di sebelah barat Dunsborough, Australia Barat.”
Selanjutnya, mereka juga melaporkan bahwa saat ini penelitian masih terus berjalan, mengevaluasi kadidat jalur menggunakan model terintegrasi yang akurat yang mencakup data satelit, data radar, dinamika penerbangan, navigasi otomatis, kondisi meteorologi, konsumsi bahan bakar, manuver pesawat, dan hasil pencarian udara. Dalam keterangan lanjutan, penelitian dilaporkan sudah hampir selesai. Sementara dokumentasi dan rilis terbarunya akan segera diumumkan.
Baca juga: Hipotesa Baru Misteri MH370: Kopilot Sempat Ambil Kendali Penuh dan Arahkan Pesawat Kembali ke Malaysia
Seperti pada penelitian sebelumnya, penelitian yang kini sedang berjalan juga menunjukkan bahwa lintasan terakhir MH370 kemungkinan besar di sepanjang jalur selatan atau sepanjang E93.7875 ° bujur. Bedanya, pada penelitian ini terdapat tiga kasus yang masih diamati lebih jauh, masing-masing dengan area pencarian yang saling berkaitan.
Area pencarian prioritas tertinggi terapat di 6.719 NM2 (23.050 km2) mengasumsikan tidak ada input pilot setelah kehabisan bahan bakar. Area pencarian prioritas tertinggi berikutnya mencakup 6.300 NM2 (22.000 km2), dan mengasumsikan ada luncuran ke arah selatan setelah kehabisan bahan bakar. Prioritas terendah adalah luncuran terkendali ke arah yang sewenang-wenang dengan luas sekitar 48.400 NM2 (166.000 km2).
Lokasi pencarian baru yang masih dalam terus didalami. Foto: Istimewa
Apple mengambil langkah keras menegakkan sanksi, memblokir seluruh negara yang mengakses App Store pada tahun 2018, setelah melarang semua aplikasi dari pengembang Iran tahun 2017 lalu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi sanksi Amerika Serikat. Salah satu aplikasi yang dihapus oleh Apple adalah Snapp.
Baca juga: Ingatkan untuk Perbaiki Hijab Penumpang, Aplikasi Ride-Hailing Iran Malah Diboikot!
Snapp merupakan layanan berbagi perjalanan yang populer di Iran. Namun ternyata setelah dihapus, pengembang kemudian memasukkannya lagi ke App Store dan menyembunyikannya ke dalam dalam aplikasi musik bernama RadickRadio.
KabarPenumpang.com melansir dari laman theguardian.com, (30/1/2020), kebohongan aplikasi RadickRadio tersebut ditemukan minggu-minggu ini. Di mana nyatanya ketika di buka oleh pengguna Amerika Serikat, aplikasi ini berfungsi sebagai layanan musik.
Tetapi ketika aplikasi tersebut dibuka dengan menggunakan VPN alamat IP Iran, maka yang akan keluar sebenarnya adalah aplikasi Snapp yang merupakan aplikasi ride-hailing seperti Uber. Ketika kebohongan tersebut terbongkar, Apple langsung menghapus RadcikRadio dari App Store.
Aplikasi RadickRadio di App Store (theguardian.com)
Apple mengambil tindakan tegas dengan membuat aplikasi tersebut untuk di hapus. Sehingga pengguna tak lagi bisa menginstal maupun memperbaharui aplikasi RadickRadio.
Tak hanya itu, meski sudah dihapus dari layanan App Store, perusahaan tidak menghapus aplikasi yang sudah diunduh pengguna pada ponsel mereka. Sehingga warga Iran yang sudah berhasil mengunduh RadickRadio sebelum dihapus dari App Store, masih memiliki akses ke perusahaan tersebut.
Sebelumnya, ternyata media teknologi Iran secara terbuka sudah membahas peluncuran kembali Snapp. Situs click.ir menuliskan bahwa aplikasi Snapp kembali ke iOS dengan nama baru.
“Pengguna yang akan mengunduh aplikasi Snapp di iOS hanya perlu mencari aplikasi RadickRadio di App Store dan Anda akan langsung mendapat akses ke Snapp,” tulis media tersebut.
Baca juga: Sejumlah Bandara Mulai Uji Coba Face Recognition, Seberapa Amankah Pengaplikasiannya?
Penghapusan aplikasi ini akan terjadi dalam hal apapun. Tetapi ketegangan Amerika Serikat dengan Iran yang ekstrem setelah pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani, itu mungkin masalah yang lebih mendesak. Diketahui, RadickRadio pertama kali muncul di App Store pada awal Juli menawarkan berbagai stasiun radio yang memainkan genre termasuk musik rock klasik, folk, dan pop. Ribuan ulasan aplikasi menambah kesan bahwa itu adalah pemutar musik sederhana, dan bagi siapa pun di luar Iran yang tampaknya seperti itu.
Setelah sebulan lebih menebar ancaman, virus corona masih juga tak terbendung. Belum lama ini, korban tewas tercatat sudah mencapai 300-an orang dan 11.791 lainnya diduga telah terjangkit virus corona jenis baru tersebut.
Baca juga: Inilah Berbagai Macam Masker, Diantaranya Bisa Menghalau Virus Corona
Virus yang pertama kali muncul di Wuhan ini hingga kini setidaknya telah menyebar ke 12 negara, yang pada akhirnya mendorong Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengumumkan darurat kesehatan global. Di samping itu, para peneliti dari Universitas Hong Kong memperkirakan lebih dari 75.000 orang di Wuhan, kota yang berpenduduk 11 juta jiwa, dapat terinfeksi.
Dunia pun dibuat khawatir atas sebaran virus yang semakin meluas tersebut. Dimana-mana masyarakat terstigmatisasi untuk menangkal berbagai virus, tak terkecuali virus corona, dengan menggunakan masker bedah.
Bahkan, baru-baru ini, viral di media sosial, video yang menunjukkan otoritas Cina mengingatkan warganya yang keluar rumah tanpa menggunakan masker. Padahal, menggunakan masker bukanlah cara yang direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mencegah infeksi pada orang yang sehat.
“Tidak ada banyak data untuk mendukung klaim ada manfaat menggunakan masker di tempat umum,” kata Dr. Jonathan Grein, dokter penyakit menular profesional dan Direktur Rumah Sakit Epidemiologi di Pusat Medis Cedars-Sinai di Los Angeles, seperti dikutip KabarPenumpang.com dari laman abcnews.go.com, Selasa, (4/2).
Masker digunakan, lanjutnya, oleh dokter dan perawat ketika berhadapan langsung dengan orang sakit. Selain itu, mereka (dokter dan perawat) karena dua alasan utama, yakni untuk menstimulus sekresi individu yang memiliki infeksi pernapasan dan untuk melindungi petugas kesehatan yang memberikan perawatan langsung kepada pasien.
Senada dengan dokter dari Los Angeles tadi, Dr. Henry Wu, asisten profesor penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Emory dan mantan ahli epidemiologi medis di CDC menyebut, jika seseorang menderita pilek, flu atau infeksi pernafasan virus lainnya, memakai masker sederhana akan mengurangi risiko orang tersebut (orang sakit) menyebarkan infeksi. Bukan malah mencegah orang sehat terhindar dari penyakit.
Pernyataan Wu kemudian didukung oleh Dr William Schaffner, profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt School of Medicine dan direktur medis Yayasan Nasional Penyakit Medis. Menurutnya, masker bedah sangat tipis dan hampir mustahil dapat mencegah penggunanya selamat dari infeksi pernapasan.
Di samping itu, masker N95 yang dinilai mampu menangkal virus corona, penggunannya tidak sembarang. Mereka yang ingin memakai masker jenis tersebut, selain harganya selangit, juga terlebih dahulu harus dibekali dengan pelatihan khusus. Pasalnya, pengguna masker tersebut memang tidak mudah untuk bernapas. Bila tidak dibekali pengetahuan yang cukup, bukan tak mungkin, pengguna masker jenis ini justru malah mendapat petaka akibat kesulitan bernapas.
Masker N99
Bahkan, bagi sebagian ahli lainnya, masker justru dinilai dapat menjadi sumber infeksi yang sebenarnya. Hal itu bisa saja terjadi bila pengguna tidak menjaga masker tersebut dari berbagai hal yang bisa membuat masker itu terkontaminasi.
Sebagai gantinya, para ahli menawarkan solusi yang sebetulnya mudah untuk dilakukan. Menurut mereka, sebaiknya seseorang yang merasa kurang enak badan agar menghindari bepergian. Selain itu, jika bersin atau batuk, tutuplah lengan baju dan bukan tangan. Setelah itu, selalu biasakan cuci tangan sesering mungkin. Tak berhenti sampai di situ, seseorang yang memiliki masalah kesehatan diimbau agar sesegera mungkin mendapatkan penanganan medis, seperti mendapat suntikan flu, dan lainnya.
Supaya lebih jelas, berikut rekomendasikan CDC untuk dipahami dan diikuti sebagai pedoman penangan kesehatan dan pencegahan selama virus corona merebak, meliputi:
– Hindari kontak dengan orang sakit.
– Hindari hewan (hidup atau mati), pasar hewan, dan produk yang berasal dari hewan (seperti daging mentah).
– Cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol jika sabun dan air tidak tersedia.
– Wisatawan yang lebih tua dan mereka yang memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya mungkin berisiko terhadap penyakit yang lebih parah dan harus mengkonsultasikan perjalanan ke Wuhan dan wilayah lainnya di Cina dengan penyedia layanan kesehatan setempat.
– Tenaga medis di rumah sakit yang merawat pasien sakit harus menggunakan tindakan pencegahan kontak dan memakai respirator potongan wajah sekali pakai atau N95.