Akibat Ledakan Tabung Gas Saat Memasak, 70 Orang Tewas di Dalam Kereta Tezgam Express

Sebanyak 70 orang tewas dan puluhan lainnya terluka setelah kebakaran terjadi di kereta penumpang di Pakistan. Kebakaran kereta ini terjadi akibat ledakan tabung gas lantaran ada penumpang yang memasak makanan mereka di atas kompor pada Kamis (30/10/2019) pagi. Baca juga: Saat Kembang Api Beraksi, 60 Orang Tewas Tertabrak Kereta Saat Festival Dussehra Penumpang yang tewas dan luka-luka sebagian besar karena mencoba turun dari kereta untuk melarikan diri dari api. Dilansir KabarPenumpang.com dari laman theguardian.com (31/10/2019), dalam sebuah rekaman, menunjukkan tiga gerbong kereta dilalap api dan asap keluar dari sela-sela jendela serta saksi mata mengatakan mendengar penumpang terjebak menangis dan menjerit. Menteri kereta api Rashid Ahmed mengatakan, sebagian besar penumpang tewas karena melarikan diri untuk menghindari api. “Dua kompor meledak ketika seseorang sedang memasak untuk sarapan. Padahal membawa tabung gas dalam kereta api adalah hal yang ilegal sebab dilarang dalam aturan,” kata Rashid. Insiden tersebut terjadi di kereta Tezgam Express yang melakukan perjalanan dari kota-kota Karachi dan Rawalpindi yang kala itu tengah melintas Provinsi Punjab. Asisten komisaris kota Multan, Mansoor Ahmed membenarkan jumlah korban jiwa mencapai 70 orang dan 40 diantaranya terluka bahkan kritis. Diketahui, pada Kamis sore, para petugas penyelamat mulai membersihkan reruntuhan yang hangus untuk pencarian korban. Sembilan orang dengan luka bakar dibawa ke rumah sakit di distrik Multan. Bahkan karena banyaknya korban, Mansoor mengonfirmasi bahwa rumah sakit di distrik Raim Yar Khan juga tak bisa mengakomodasi jumlah korban sehingga harus dibawa ke distrik Multan yang berjarak tiga jam perjalanan. “Sangat sedih dengan tragedi mengerikan dari kereta Tezgam. Belasungkawa saya sampaikan kepada keluarga korban dan doa untuk pemulihan yang cepat dari yang terluka. Saya telah memerintahkan penyelidikan segera untuk diselesaikan atas dasar mendesak,” kata Perdana Menteri Pakistan Imran Khan melalui cuitan di akun Twitternya. Baca juga: Hari ini 31 Tahun Lalu, Terjadi Kecelakaan Kereta Terbesar di India, Tewaskan 140 Orang! Insiden di kereta api biasa terjadi di Pakistan, di mana korupsi, salah urus, dan kurangnya investasi telah menyebabkan kereta api menurun selama beberapa dekade terakhir. Kepadatan juga sering menjadi masalah keamanan. Pada Juli, sedikitnya 23 orang tewas di distrik yang sama ketika sebuah kereta penumpang dari kota Lahore di bagian timur Pakistan menabrak kereta barang yang berhenti di persimpangan.

Loganair Operasikan Penerbangan Berjadwal Tersingkat di Dunia, 90 Detik Saja!

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan landasan udara Kegata yang ada di Papua sana. Bagi Anda yang lupa, landasan udara ini tercatat sebagai salah satu yang ekstrem, mengingat landas pacunya hanyalah sepanjang 400 meter dan berada di atas ketinggian pegunungan Papua. Selain terkenal karena landas pacunya, landasan udara Kegata ini juga mahsyur karena waktu terbangnya yang amat sangat singkat – menuju Desa Apowo dengan waktu mengudara 73 detik saja! Baca Juga: Landasan Udara Kegata, Bertengger di Atas Indahnya Pegunungan Papua Ngomong-ngomong soal waktu penerbangan tersingkat, ternyata ada juga penerbangan lain yang memiliki waktu perjalanan kurang dari dua menit, yaitu penerbangan dari Papa Westray menuju Westray di Skotlandia. Anda semua tahu berapa durasi perjalanannya? Hanya 90 detik! Singkat sekali, bukan? Ya, penerbangan berjadwal ini dilayani oleh Loganair, sebuah maskapai regional asal Skotlandia yang bermarkas di Bandara Glasgow. Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thesun.co.uk (30/10), durasi perjalanan 90 detik tersebut terhitung sejak pesawat take-off hingga landing. Sejatinya, jarak yang terbentang antara Papa Westray dan Westray ini sendiri hanya 1,7 mil saja, atau yang setara dengan 2,8km. Jika waktu 90 detik tersebut sudah termasuk take-off dan landing, maka waktu penerbangannya sendiri tentu kurang dari 90 detik. Tercatat, waktu di udara untuk penerbangan ini sendiri hanyalah 47 detik saja, tapi waktu tersebut bisa menjadi lebih lama, tergantung dari arah dan kekuatan angin. Di dalam sebuah video yang pernah direkam ketika Loganair ini tengah menghubungkan Papa Westray dan Westray, Anda bahkan bisa melihat destinasi penerbangan sejurus sesaat setelah pesawat berada di udara. Baca Juga: ATR-72 600, Pesawat Tercanggih Untuk Penerbangan Perintis Nasional Mengingat ini hanyalah penerbangan jarak pendek, maka Anda jangan berharap akan menggunakan pesawat jet, ya! Karena sejatinya Loganair hanyalah menggunakan pesawat propeller, Britten-Norman BN-2 Islander. Adapun alasan di balik hadirnya penerbangan jarak pendek ini adalah karena kondisi laut yang memisahkan dua destinasi ini terkenal ‘ganas’. Sehingga orang-orang lebih memilih untuk menggunakan pesawat ketimbang harus mengarunginya.

Kurangi Emisi, Pemerintah Sydney Bakal Ganti 8000 Bus Diesel Menjadi Bus Listrik

Mengurangi emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim kini semakin marak dilakukan hampir semua negara di dunia. Salah satunya Australia yang mulai mengurangi emisi karbon dengan mengganti bus berbahan bakar diesel menjadi listrik. Baca juga: Giliran Bus Otonom EasyMile EZ10 Diuji Coba di Australia Hal ini terlihat dari Pemerintah Negara Bagian NSW (New South Wales), yang berencana mengganti delapan ribu armada bus di Sydney. Penggantian ini bukan hanya mengurangi emisi tetapi salah satu kebijakan nyata menuju nol emisi tahun 2050 mendatang. Dirangkum KabarPenumpang.com dari thedriven.io (28/10/2019), Menteri Transportasi NSW Andrew Constance mengatakan, akan mencari kontrak baru untuk penyediaan dan pengoperasian sistem bus umum di Sydney. Di mana sebuah langkah menuju ke bus listrik dan secara substansial mengurangi kerusakan lingkungan dari jejak jaringan transportasi umum. “Beralih ke armada bus sepenuhnya listrik akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam hal mengurangi polusi udara dan kebisingan. Sebagai bagian dari proses ini, kami akan menantang industri untuk memulai transformasi ambisius dari armada bus kami dari partikulat yang mengeluarkan diesel ke bus emisi nol,” kata Constance. “Pengalaman kota-kota Eropa terkemuka lainnya menunjukkan bahwa transisi cepat ke bus tanpa emisi adalah mungkin, dan saya telah meminta Transport kepada NSW untuk bekerja dengan operator dan pemasok bus untuk mengembangkan rencana untuk mentransmisikan armada kami sebagai bagian dari proses tender,” tambah Constance. Dia mengatakan, nol emisi bus menjadi standar dengan manfaat biaya lingkungan, kesehatan dan operasional signifikan. Sebab kota-kota seperti London, Amsterdam dan Paris sudah melakukan perubahan tersebut dan Sydney layak mendapat hal yang sama. Diketahui pemerintah NSW saat ini mengontrak 13 opeator bus di seluruh Sydney untuk melayani wilayah metropolitan Sydney. Sebagian besar kontrak ini bisa diperpanjang antara sekarang dan tahun 2020. “Saya menantang operator transportasi umum terkemuka dunia untuk mengajukan penawaran ke 13 wilayah kontrak bus Sydney selama tiga tahun ke depan yang mencakup tiga wilayah yang tersisa,” jelas Constance. Dia menambahkan kontrak baru ini merupakan peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memperbarui armada bus tua Sydney dan memanfaatkan teknologi baru untuk mengurangi dampak bus terhadap kesehatan dan lingkungan kota. Tak hanya itu, penggantian armada bus diesel ke listrik pun untuk mengurangi kebisingan selain polusi udara. “Mengalihkan semua bus Sydney dari diesel ke all-electric akan berdampak penting pada permintaan listrik NSW, yang diperkirakan berada dalam urutan kenaikan 5 hingga 10 persen. Ini dapat memberikan dorongan untuk pembangkit listrik tenaga angin dan matahari di negara bagian tersebut, dengan anggapan pemerintah NSW memilih untuk sumber listrik dari proyek energi terbarukan,” kata dia. Baca juga: Operasikan 400.000 Unit, Populasi Bus Listrik Terbesar Masih di Cina Diketahui, saat ini layanan antar-jemput bus listrik yang sukses telah beroperasi di bandara Sydney dan Brisbane, yang menegaskan manfaat biaya dan keandalan bus listrik daripada bus diesel tradisional.

Rayakan Halloween, Inggris Buka Tur Kereta dan Kanada Gelar “Bus Hantu”

Halloween diperingati setiap tanggal 31 Oktober dan merupakan suatu perayaan yang bisa dijumpai di sejumlah negara untuk memperingati Hari Raya Semua Orang Kudus di Kekristenan Barat. Hallowen biasanya diramaikan dengan kegiatan Trick or treat dan pesta kostum horor yang menyeramkan. Baca juga: Hantu di MRT Singapura Sukses Ramaikan “Halloween Horror Night” Nah pada masa Halloween masyarakat London bisa naik kereta di sepanjang jalur bawah tanah yang tak lagi digunakan. Bagian dalam kereta ini didekorasi horor untuk menambah kesan Halloween. Dilansir KabarPenumpang.com dari mylondon.news (24/10/2019), kereta tersebut akan mulai berjalan dari Stasiun Ongar Railway di Essex ke North Weald di sepanjang jalur Central Line yang sudah ditinggalkan sejak tahun 1994.
(www.simcoe.com)
Kereta Halloween ini mulai berjalan pada tanggal 26, 27, 30 dan 31. North Weald dibayangkan kembali sebagai North Weird di mana ada burung hantu, seorang pelukis wajah, pendongeng, disko dan minuman. Ada kereta uap yang menyeramkan dan melakukan perjalanan kecil ke Hutan Epping. Selain itu penumpang kereta Halloween akan bergabung dengan karakter film Tim Burton, The Nightmare Before Christmas serta seorang pesulap. Uniknya lagi, kostum dan riasan penumpang akan diberikan hadiah bila itu sangat menakutkan. Bagi masyarakat yang datang dari London dari daerah pinggiran akan mendapat bus antar jemput dari Stasiun Epping Tube, di ujung Central Line. Kereta ini berjalan di berbagai waktu sepanjang hari yang ditentukan. Tak hanya itu, pusat komunitas Barrie di Kanada menghadirkan tur bus hantu yang membawa semangat Halloween di dalamnya. Bus ini beroperasi di kota Barrie pada 22-24 Oktober kemarin. Ghost bus atau bus hantu sudah enam tahun hadir untuk membawa kegembiraan Halloween dan bisa dinaiki secara gratis. Pada perjalanannya beberapa waktu lalu ada tiga kota yang disambangi bus hantu ini yakni East Bayfield (22 Oktober), Allandale (23 Oktober) dan Holly (24 Oktober). “Tur telah berkembang menjadi salah satu acara tahunan kami yang paling populer. Ini cara yang bagus bagi keluarga untuk mendapatkan semangat Halloween. Staf transit dan rekreasi mencoba meningkatkan standar setiap tahun dan memperkenalkan elemen seram baru untuk menjaga gairah tetap hidup,” kata penyedia rekreasi kota Alex Malmsten yang dikutip dari simcoe.com (21/10/2019). Selain bus, berbagai kegiatan bertema Halloween dihadirkan untuk anak-anak dari segala usia. Bus akan tetap ada sehingga peserta diundang untuk menikmatinya dan tak lupa untuk menggunakan kostum. Orang tua yang mengantar anaknya diminta untuk menggunakan kebijaksanaan mereka ketika memutuskan apakah akan memasuki bus bersama anak atau tidak. Baca juga: Silverpilen, Legenda Kereta Hantu Milik Warga Stockholm Bus itu berada di sisi yang lebih lembut dari menakutkan, jika dibandingkan dengan rumah hantu yang khas dan mungkin terlalu menyeramkan untuk beberapa peserta. Tahun lalu ada delapan ribu orang berpartisipasi dalam tur bus hantu ini. Diketahui acara tur dan kegiatan lainnya berlangsung dari pukul 17.00 hingga 19.30 malam setiap hari waktu setempat.

Skak Mat! Boeing Kedapatan ‘Membual’ Ketika Pasarkan 737 MAX

Sebuah fakta mencengangkan hadir di dalam tubuh manufaktur kedirgantaraan terbesar di Amerika, Boeing, dimana sistem anti-stall yang terpasang di varian 737 MAX dapat menimbulkan bencana apabila pilot tidak meresponnya dalam kurun waktu 10 detik. Fakta ini berimplikasi pada ‘bualan’ pihak Boeing yang mengatakan bahwa pilot tidak memerlukan pelatihan tambahan untuk mengoperasikan varian teranyar dari seri 737 ini. Baca Juga: ‘Penyakit Menahun,’ Boeing Dinilai Kurang Transparan di Setiap Kecelakaan Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman irishtimes.com (31/10), fakta ini tesaji manakala CEO Boeing, Dennis Muilenburg memberikan keterangan di hadapan Kongres untuk kedua kalinya pasca kecelakaan dua unit 737 MAX 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines. Fakta yang terpapar dari mulut Dennis juga menyebutkan bahwa sebenarnya Boeing bisa saja membuat pesawat terkait menjadi lebih aman untuk dioperasikan, seandainya pihak perusahaan tidak terburu-buru dalam pengembangannya. Ya, Boeing memang terkenal selalu bersitegang dengan rivalnya, Airbus dalam urusan pengembangan pesawat. Ketua Komite Demokrat, Peter DeFazio mengatakan isi dokumen milik Boeing memaparkan bahwa para pilot tidak memerlukan pelatihan khusus untuk bisa menerbangkan varian 737 MAX. “Pelatihan via simulator akan meningkatkan waktu dan biaya pembelian pesawat secara substansial,” ucap Peter. Pada dokumen tersebut juga tercatat bahwa pihak Boeing membebankan bea senilai US$1 juta kepada pihak Southwest Airlines yang meminta agar pilotnya mendapatkan pelatihan terlebih dahulu sebelum membeli varian 737 MAX. Jika dikonversi, maka besaran bea yang harus dibayar pihak Southwest Airlines untuk bisa mendapatkan pelatihan adalah berkisar Rp 14 miliar. Baca Juga: Kasus Boeing 737 MAX: Joint Authorities Technical Review Lakukan Kritik Sertifikasi Pada FAA Dari sini saja kita bisa menyimpulkan, apabila memang pihak Boeing memiliki niatan untuk terus mempertahankan tahtanya sebagai penguasa lini udara, maka seharusnya perusahaan sudah mencantumkan pelatihan kepada para pilot di dalam paketan pembelian pesawat – atau paling tidak melebihkan harganya sedikit untuk bea pelatihan, bukannya malah menjadikan pelatihan terhadap pilot sebagai opsi yang dijual terpisah. Jika kasusnya sudah seperti ini, pihak Boeing sendiri yang malah menjadi rugi. Selain harus rela melihat varian 737 MAX grounded di seluruh dunia, pihak perusahaan juga mesti rela harga saham dan reputasinya anjlok.

Terima A330-300CEO eks Thai Lion, Batik Air Resmi Masuki Pasar Widebody Full Service

Dalam beberapa bulan terakhir, Lion Air Group diramaikan dengan berita kedatangan armada barunya berupa pesawat Airbus A330-900NEO yang didatangkan langsung dari Toulouse, Perancis untuk memperkuat lini Lion Air dan Thai Lion. Nah, masih di seputaran Airbus A330 series, Batik Air sebagai maskapai full service dari Lion Air Group telah mewartakan pesawat barunya, yaitu A330-300CEO dengan kode registrasi PK-LDY. Baca juga: Hadir dengan Beragam Fitur Terbaru, Kenapa Penjualan A330neo Masih Lesu? Meski bukan pesawat yang baru dikeluarkan dari pabrik, namun operasional A330-300CEO merupakan babak baru bagi Batik Air, pasalnya selama ini maskapai ini hanya menggunakan jenis pesawat narrow body jenis A320 dan Boeing 737 NG series. Dengan masuknya pesawat widebody full service di Batik Air, maka secara langsung akan berhadapan dengan Garuda Indonesia yang juga mengoperasikan pesawat sejenis untuk rute internasional. Uniknya, A330-300 PK-LDY ibarat ‘tukar guling’ dengan Thai Lion, dimana Thai Lion belum lama ini mendapatkan A330-900NEO. Dikutip dari planespotters.net, disebutkan sebelum diterima Batik Air, PK-LDY adalah pesawat yang dioperasikan oleh Thai Lion dengan registrasi HS-LAI. Bahkan sebelumnya lagi, pesawat ini sempat digunakan Batik Air Malaysia dengan registrasi 9M-LFD.
 
Lihat postingan ini di Instagram
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh KabarPenumpang.com (@kabar.penumpang) pada

Meski begitu, Batik Air A330-300CEO tergolong pesawat dengan usia yang sangat muda (2 tahun) sejak diluncurkan dari Toulouse. Di tangan Batik Air, A330-300CEO akan melayani penumpang dengan dua kelas, yaitu terdiri dari 18 kelas bisnis dan 374 kelas ekonomi. Pesawat ini mampu melayani berbagai sektor pasar, mulai dari penerbangan berdurasi 60 menit hingga penerbangan yang membutuhkan waktu 15 jam, menjadikan pesawat ini sebagai pesawat jarak jauh tanpa mengesampingkan operasional. Baca juga: Layani Umrah 2019, Airbus A330-900NEO Lion Air Lakukan Penerbangan Perdana ke Arab Saudi Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Air Group menyebut, bahwa pesawat ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan rute internasional. “Pengoperasian Airbus 330-300CEO akan memberikan nilai tambah kepada tamu antara lain penerbangan ibadah (umrah) non-stop yang direncanakan dari Medan, Jakarta, Solo, Makassar ke Madinah dan Jeddah. Selain itu, Batik Air juga mempersiapkan ekspansi pasar wisata ke Asia, Australia dan negara lainnya,” ujar Danang dalam pesan tertulis.

‘Raja Garbarata’ Indonesia Menangkan Tender Pengadaan di Bandara Don Mueang Thailand

PT Bukaka Teknik Utama yang merupakan bagian dari Kalla Group dikabarkan baru saja memenangkan kontrak senilai US$7,5 juta atau yang berkisar Rp100 miliar untuk pembangunan 33 garbarata atau yang akrab disebut dengan sky bridge. Tidak hanya garbarata, PT Bukaka Teknik Utama juga kabarnya akan membangun tiga jalur pejalan kaki untuk pengunjung di Bandara Internasional Don Mueang di Bangkok, Thailand. Baca Juga: Duel Garbarata dan Tangga Manual: Siapa Yang Akan Menang? Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman thejakartapost.com (22/10), adapun kontrak kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Operasi dan Sumber Daya Manusia PT Bukaka Teknik Utama, Saptiastuti Hapsari pada Selasa (22/10) kemarin di hadapan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Thailand, Ahmad Rusdi dan Direktur Pelaksana Bankexim Indonesia, Dikdik Yustandi. Jika tidak meleset, pembangunan garbarata dan jalur pejalanan kaki ini akan rampung dalam waktu satu tahun, dengan pengerjaan pertama dilakukan pada bulan Januari 2020 mendatang. “Kerjasama dengan otoritas Bandara Internasional Don Muean Thailand diharapkan akan berlanjut hingga masa depan dan diharapkan dapat membantu meningkatkan kerja sama bilateral dalam perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Thailand,” ujar pihak perusahaan dalam sebuah pernyataan tertulis. Selain bisa memperkuat hubungan bilateral antar dua negara, Duta Besar Indonesia di Thailand juga mengharapkan agar hubungan bisnis dan kerja sama antara dua negara ini semakin terjalin dengan erat. Seperti yang diketahui, PT Bukaka Teknik Utama bukanlah pemain baru dalam urusan produksi garbarata, dimana perusahaan ini sudah lebih dari 40 tahun berkutat dengan ‘tangga eksklusif’ menuju pesawat ini dan mengekspornya hingga ke Singapura, Malaysia, Hong Kong, Jepang, India, Chili, dan Bangladesh. Baca Juga: Ternyata! Penggunaan Garbarata Penuh Perhitungan dan Terjadwal Ya, tidak bisa dipungkiri bahwa garbarata kerap dianggap lebih prestisius ketimbang menggunakan tangga biasa menuju pesawat. Kenapa? Sebagaimana yang sudah pernah diberitakan sebelumnya, dengan menggunakan garbarata, Anda tidak akan terlalu bising mendengar raung bunyi mesin pesawat, dan tidak perlu berpanas-panasan di apron karena garbarata dilengkapi dengan pendingin ruangan. Jadi, tidak heran kan mengapa garbarata lebih disukai oleh para pelancong?

‘Penyakit Menahun,’ Boeing Dinilai Kurang Transparan di Setiap Kecelakaan

Tragedi jatuhnya Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air pada Oktober 2018 silam yang disusul oleh Ethiopian Airlines lima bulan berselang tentu masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat korban yang ditinggalkan. Sikap Boeing yang seolah tidak serius dalam menyantuni keluarga korban menjadi salah satu pemicu aksi penuntutan kepada pihak perusahaan. Baca Juga: Inilah Alasan, Mengapa Boeing Menggunakan Angka 7 di Produk Jet Komersialnya Dua kecelakaan yang menewaskan setidaknya 346 orang ini tentu menjadi faktor kuat yang melatarbelakangi merosotnya nilai saham dari perusahaan, hingga hilangnya kepercayaan dari pihak maskapai dan penumpang. Ya, ‘pekerjaan rumah’ Boeing tidaklah mudah di sini, dimana perusahaan harus melakukan perbaikan pada sistem Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) – yang dipercaya sebagai biang kerok dari jatuhnya dua varian 737 MAX 8, mendapatkan sertifikasi dari Federal Aviation Administration (FAA) agar varian di atas bisa kembali mengudara, dan satu yang paling penting, mengembalikan kepercayaan pihak maskapai dan penumpang. Salah satu tuntutan pihak keluarga sebenarnya tidaklah terlalu sulit, yaitu meminta agar pihak Boeing lebih transparan lagi dalam mengungkapkan kasus kecelakaan yang melibatkan armadanya. Sebenarnya, tuntutan semacam ini sudah direkomendasikan oleh eks ketua dari National Transportation Safety Board (NTSB), Jim Hall. Ya, Jim bukan kali ini saja menetaskan rekomendasi semacam ini, melainkan sudah sejak tiga dekade ke belakang, dimana pada 12 Agustus 1985, Boeing 747 milik Japan Airlines Flight 123 jatuh di Gunung Takamagahara akibat kesalahan struktural pesawat. “Menurut saya, Boeing tidak transparan mengungkapkan informasi faktual terkait suatu kecelakaan,” ujar Jim, dikutip KabarPenumpang.com dari laman washingtonpost.com (28/10). Menanggapi pernyataan dari Jim tadi, pihak Boeing melalui juru bicaranya, Gordon Johndroe mengamini statemen tersebut. “Kami tahu kami harus lebih transparan tentang informasi (terkait kecelakaan),” ucap Gordon. “Boeing telah berkoordinasi secara maksimal dengan investigator kecelakaan guna mengetahui penyebab utama dari suatu kecelakaan, dan kami berkomitmen untuk membagikan data yang kami peroleh guna mendukung peningkatan keselamatan di bidang transportasi,” sambungnya. Baca Juga: Beberapa Hal Yang Terlupakan dari Nama Besar Boeing Jika ditelisik lebih dalam lagi, Boeing memang tidak secara gamblang menyebutkan penyebab kecelakaan dari 737 MAX 8 hingga saat ini, dan mereka selalu mengatakan untuk memperbaiki kesalahan agar varian terkait bisa kembali mengudara. Akankah Boeing lebih transparan kedepannya?

Liburan di Bangkok? Ini Tips dari Tourism Authority of Thailand Biar Tak Salah Arah!

Negeri Gajah Putih, menjadi salah satu pilihan destinasi pelancong mancanegara. Tak hanya tempatnya yang indah dengan berbagai pantai, keramahan khas orang Asia Tenggara dan makanannya yang bercita rasa tinggi pun menjadi incaran pelancong. Baca juga: Warna Warni Taksi di Bangkok Ternyata Merupakan ‘Kode’ Bahkan penampilan para ‘Ladyboy’ pun seperti dinanti pelancong untuk melihat penampilan mereka ketika berpentas. Nah, sebagai orang awam yang pertama kali mengunjungi Thailand, KabarPenumpang.com merangkum dari thailand-business-news.com (29/10/2019), Tourism Authority of Thailand (TAT) menawarkan tips perjalanan pelancong mancanegara agar merasakan kenyamanan yang menyenangkan ketika tiba di negeri mereka. #1 Transportasi Permulaan awal dari Bandara Internasional Don Mueang atau Bandara Internasional Suvarnabhumi. Dari sini TAT merekomendasikan pelancong untuk menggunakan taksi resmi dari bandara meski harga sedikit lebih mahal dari taksi lain. Kalaupun mau yang lebih murah bisa mencari taksi metred atau melakukan pembayaran per meter dan ditambah dengan 50 Baht di kios resmi yang letaknya di luar gerbang kedatangan. Bahkan disarankan untuk tidak menggunakan transportasi lainnya karena bisa menyebabkan ketidaknyamanan bagi pelancong. #2 Pemandu wisata Bila tidak mau repot karena masalah bahasa dan tidak mengerti tempat-tempat wisata, pelancong bisa menggunakan pemandu wisata. TAT mengatakan agar pelancong menggunakan pemandu dari agen wisata atau fasilitas pemandu dari layanan hotel tempat menginap dibandingkan dengan tawaran orang lokal di depan hotel, tempat wisata atau lainnya. Jangan lupa untuk meminta tanda terima pemesanan, nama pemandu serta detail layanan yang ditawarkan sebelum menyelesaikan perjanjian apapun. #3 Kuliner Sebagai pelancong, pastinya wisata kuliner tak akan mungkin dilewatkan. Apalagi daerah baru makanan yang dicoba juga pasti berbeda dari biasanya. Nah, untuk ini pelancong bisa mengunjungi kedai makanan yang ramai dengan pelanggan lokal Thailand. Kemudian biasanya tempat makan tersebut juga selalu menggunakan bahan-bahan yang fresh alias segar dan tidak ada lalat yang hinggap. Sebelum makan bila mendapat piring atau mangkok kosong untuk menempatkan makanan, lap dengan tisu, sendok garpu juga tak lupa di lap. Sebab ini biasa dilakukan oleh penduduk lokal. Makanan Thailand sendiri merupakan masakan dengan bumbu yang khas bahkan bisa menjadi obat pencahar alami. Masakan Thailand ini biasanya pedas dan panas yang selalu dihidangkan dengan nasi. Sedangkan yang tidak suka pedas bisa mencoba makanan lain. Baca juga: Thailand Canangkan Kereta Peluru Trans-ASEAN, Hubungkan Cina, Laos, Malaysia dan Singapura Bumbu makanan Thailand biasanya menggunakan asam, kelapa segar, jahe dan kunyit. Tom Yum, makanan pedas asam serta salad pepaya salah satu makanan yang bisa menjadi pencahar alami dengan campuran rempah-rempah itu.

Hadapi Penumpang yang Seenaknya Turunkan Sandaran Kursi, Orion Bus Punya Ide Cemerlang

Kerap kali menggunakan moda transportasi seperti bus dan pesawat, kenyamanan menghilang ketika penumpang di depan Anda mulai menurunkan sandaran kursi. Tak hanya kenyamanan tetapi ruang pribadi pun berkurang untuk menggerakkan tubuh. Baca juga: Jangan Lupa, Ada Aturannya Saat Turunkan Sandaran Kursi Pesawat Apalagi tidak tahu kapan mereka yang menurunkan sandaran tersebut akan berhenti bersandar. KabarPenumpang.com melansir laman japantoday.com, salah satu solusi untuk tidak menurunkan sandaran kursi adalah ‘menghilangkan’ fungsi berbaring dan membuat penumpang bus mau tak mau harus duduk tegak. Ini membuat penumpang dipaksa untuk duduk tegak selama perjalanan apalagi bila memakan waktu cukup lama yakni 15 jam seperti dari Fukuoka ke Tokyo. Namun bus yang dioperasikan oleh Orion Jepang ternyata mengejutkan dengan menemukan respon cerdas untuk menghadapi masalah dimana penumpang depan menurunkan sandaran kursi mereka. Sebab Orion melakukan perubahan yang signifikan dalam bus malam mereka, dimana sudah menurunkan sandaran kursi penumpang secara penuh sebelum mereka masuk ke bus. Ini membuat keseluruhan lebih menyenangkan secara psikologis. Bahkan bagi penumpang mereka akan merasakan kenyamanan dengan konfigurasi tersebut dan bisa meletakkan barang mereka di ruang bagasi atas kursi tanpa harus memangku atau meletakannya di dekat kaki. Dengan memulai tempat duduk dengan cara ini, efek mentalnya bukanlah ketika orang di depan Anda bersandar mereka melanggar batas ruang Anda. Tetapi alih-alih, jika ia menyesuaikan kursi ke apa pun selain sandaran maksimum, Anda mendapatkan ekspansi ke wilayah Anda. Ada satu alasan lagi Orion Bus mengatur kursinya dengan cara ini, yakni mengetahui betapa jengkelnya beberapa pelancong dapat mengatasi kursi malas, beberapa penumpang yang ekstra perhatian merasa tidak nyaman dengan membaringkan kursi mereka sama sekali. Baca juga: Ternyata, Sandaran Kursi Mobil Sudah Ada Sejak 1930-an Memang, ini adalah hal kecil, tetapi sedikit membantu ketika Anda akan berada dekat dengan sekelompok orang asing selama beberapa jam perjalanan.