Pesawat Kepresidenan RI Bercat Biru Langit, Inilah Alasannya

Tidak setiap negara lho mempunyai pesawat kepresidenan, dan Indonesia beruntung menjadi salah satu negara yang sudah mempunyai pesawat kepresidenan. Nah, pesawat kepresidenan Indonesia sendiri menggunakan pesawat jenis Boeing 737-800NG yang sudah mulai dirakit dan dimodifikasi sejak tahun 2011 lalu. Pesawat kepresidenan RI ini dibuat dari varian Boeing Business Jet 2.

Baca Juga: [Foto] Intip Mewahnya ‘Istana Terbang’ Presiden Rusia, Vladimir Putin

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, pesawat ini sendiri rampung pada tahun 2014 dan pertama kali mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma pada 10 April 2014. Pesawat dengan tanda panggil Indonesia One dan berkode registrasi RI-001 ini dimiliki oleh Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Nah, mungkin sebagian dari Anda bingung, “Mengapa pesawat kepresidenan RI didominasi oleh warna biru langit? Mengapa tidak warna merah putih seperti bendera Indonesia?”

Jawabannya adalah terkait masalah keamanan penerbangan. Mantan Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi mengungkapkan warna biru sebagai bentuk penyamaran dari ancaman. Karena alasan keamanan, lanjutnya, maka pesawat itu diberikan warna biru, yang tidak dimiliki pesawat penerbangan komersial lain. Ditambah fakta lain, pesawat kepresidenan RI ini dioperasikan oleh TNI Angkatan Udara, dan untuk masalah perawatan, pesawat kepresidenan ini sendiri diserahkan kepada Garuda Maintenance Facility (GMF).

Pada awalnya, pesawat kepresidenan Indonesia ini menggunakan pesawat Ilyushin Il-18 yang merupakan pemberian dari Pemerintah Uni Soviet pada jaman kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno. Kala itu, pesawat berjuluk Dolok Martimbang ini ditempatkan di Skuadron Udara 17 TNI Angkatan Udara. Selain Il-18, adapun pesawat kepresidenan lain pada masa kepemimpinan “Putra Sang Fajar” ini ada Lockheed JetStar, dan sejumlah helikopter seperti Hiller 360, Sikorsky S-61, Sikorsky S-58, dan Mil Mi-4.

Selepas era kepemimpinan Presiden Ir. Soekarno, sejumlah nama-nama besar juga pernah mengantarkan Presiden untuk kunjungannya, seperti DC-10, MD-11, Boeing 737 Classic, dan Airbus A300 pada era Presiden Soeharto. Kebanyakan, pesawat kepresidenan RI ini memiliki dua jenis, satu yang digunakan untuk penerbangan dalam negeri, sedangkan satunya lagi untuk penerbangan ke luar negeri.

Lalu untuk harga pesawat kepresidenan yang sekarang, dibanderol dengan harga Rp820 miliar. Pesawat Boeing 737-800 ini sendiri mampu mengangkut hingga maksimal 67 staf kepresidenan dan bisa mengudara hingga 12 jam lamanya.

Layaknya di negara lain, pesawat kepresidenan RI ini dilengkapi dengan ruang rapat VVIP berkapasitas 4 orang, kamar kenegaraan (State Room) VVIP berisikan ruang tidur mewah yang dapat menampung 2 orang, 12 kursi eksekutif, dan 44 kursi staf.

Baca Juga: Jejak Boeing 707 di Indonesia: Pernah Dioperasikan 4 Maskapai Hingga Jadi Pesawat Kepresidenan

Pesawat yang menggunakan jenis mesin CFM56-7 ini mampu menembus kecepatan jelajah maksimum hingga Mach 0,785, dengan jangkauan jelajah maksimum mencapai 4.620 Nm atau yang setara dengan 8.556km.

Jika menilik segi keamanannya, pesawat kepresidenan RI dilengkapi dengan perangkat anti serangan rudal dan sensor pendeteksi panas. Jika suatu saat ada rudal yang mengarah ke si pesawat, maka pesawat ini bisa langsung mendeteksinya dan lalu menghindar.

Demand Kembali Normal Pasca Peak Season, Garuda Indonesia Turunkan Tarif di Rute-Rute Ini

Ada kabar terbaru dari maskapai plat merah, Garuda Indonesia, persisnya pasca peak season Natal dan Tahun Baru 2019, Garuda Indonesia telah menyesuaikan harga tiketnya sesuai supply & demand.

Baca juga: 2019 – Garuda Indonesia ‘Kerahkan’ Seluruh Karyawan Jadi Agen Penjualan Tiket

Dikutip dari siaran pers (12/1), pada jam tertentu pada rute rute tertentu dengan demand yang sudah mulai normal, Garuda Indonesia sudah menerapkan subclass harga moderat atau lebih rendah sesuai supply dan demand pasar.

Beberapa rute penerbangan yang sudah mulai menunjukkan demand normal tersebut antara lain rute ke Denpasar, Jogjakarta, dan Surabaya serta beberapa rute lainnya, dimana pada jam jam tertentu telah memberlakukan harga moderat atau lebih rendah setelah sebelumnya dominan menawarkan harga batas atas.

Masyarakat dapat mengunjungi web resmi Garuda Indonesia Group atau web online travel agent (OTA) atau melalui travel agent untuk melakukan transaksi untuk mendapatkan harga terbaik tersebut.

Harga tiket penerbangan pada jam tertentu pada rute – rute tersebut variatif dari harga terendah hingga tertinggi. Penerapan harga sesuai suply dan demand tersebut perlu dilakukan oleh maskapai untuk memaksimalkan tingkat isian pesawat dan memaksimalkan revenue ditengah cost penerbangan yang semakin meningkat.

Selain itu, Garuda Indonesia memiliki program pemberian potongan harga khusus kepada veteran, manula dan pelajar. Garuda Indonesia memberlakukan potongan harga hingga 25 persen bagi penumpang manula, veteran dan pelajar tersebut.

CRAIC CR929, Kolaborasi Rusia dan Cina di Pasar Pesawat Wide-Body

Pada akhir tahun 2018 kemarin, pihak Cina dan Rusia meluncurkan sebuah sebuah model pesawat baru yang mereka kembangkan berdua di dalam sebuah joint venture bernama China-Russia Commercial Aircraft International Corporation (CRAIC).

Adapun pesawat wide-body long-haul jet ini sengaja dihadirkan untuk merebut ceruk pasar yang selama ini didominasi oleh manufaktur raksasa asal Negeri Paman Sam, Boeing dan Airbus dari Konsorsium Eropa Barat. Kendati masih berbentuk mockup, namun kehadiran pesawat ini cukup memberikan ‘teror’ terhadap pihak Amerika Serikat yang selama ini diketahui terlibat perang dagang dengan Cina.

Baca Juga: Low Cost Carrier, Ubah Peta Pasar Penerbangan Dunia

Dalam perhelatan Zhuhai AirShow 2018, CRAIC memamerkan pesawat penumpang CR929 yang rencananya akan terbang perdana (prototipe) pada tahun 2013. “Saat ini sedang dalam tahap desain awal dan kami juga dalam tahap pemilihan pemasok dan peralatan, yang diperkirakan akan selesai pada akhir 2019,” tutur Presiden dari United Aircraft Corporation (UAC), Yury Slyusar. Patut diketahui, CRAIC merupakan perusahaan gabungan antara Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) dan UAC yang berasal dari Rusia.

Secara keseluruhan, CR929 ini, “Ini lebih mirip Airbus ketimbang Boeing,” kata seorang eksekutif senior Western aerospace.

Sebenarnya, UAC dan COMAC telah mengumumkan niatan kedua negara ini untuk mengembangkan pesawat jet wide-body pada tahun 2014 silam, dan mereka baru memulai pengembangan program ini dalam skala penuh tiga tahun berselang dengan membentuk perusahaan patungan (joint venture) bernama China-Russia Commercial Aircraft International Corporation (CRAIC).

Hingga November 2018 kemarin, CRAIC mengatakan bahwa mereka masih membuat proposal untuk pengadaan mesin pesawat dan instrumen pendaratan. Kepala desainer COMAC untuk program CR929, Chen Yingchun mengatakan bahwa perusahaan masih akan menyebarkan proposal untuk menyempurnakan program pengembangan pesawat ini kepada pemasok di seluruh dunia.

Namun, sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman kfgo.com, dirinya masih enggan berkomentar apakah perang dagang yang terjadi antara Cina dan AS akan mempengaruhi pilihan perusahaan.

Sementara pada bulan Desember 2018 kemarin, Direktur Kerjasama Internasional di Otoritas Penerbangan Sipil Perancis, Bertrand de Lacombe, menuturkan bahwa beberapa firma asal Perancis akan turut ambil andil dalam pengembangan CR929.

“Perancis tertarik untuk berpartisipasi dalam proyek (pengembangan pesawat CR929) bersama dengan Rusia dan China,” ujar Bertrand.

Baca Juga: Yang Menarik dari Air China – Terobsesi Gunakan Pesawat Produksi Dalam Negeri

Lebih lanjut, Bertrand mengatakan bahwa sejumlah perusahaan asal Perancis yang terkait dengan pengembangan ini siap untuk mengikuti tender yang tengah dibuka oleh CRAIC. Kendati tidak secara rinci menyebutkan kontribusi apa yang akan diberika oleh pihak Perancis, namun Bertrand menekankan bahwa mereka dapat memberikan berbagai peluang, termasuk memproduksi mesin dan suku cadang utama lainnya.

 

Toyota Mobility Unlimited Challenge, Wadah Para Kreator Ciptakan Perangkat Bagi Kaum Difabel

Diluncurkan pada tahun 2017, Toyota Mobility Unlimited Challenge adalah kompetisi global yang dirancang untuk menginspirasi teknologi baru yang mengubah kehidupan para penyandang disabilitas yang ekistensinya kerap kali tersisihkan – terutama di sarana publik. Pada perhelatan Consumer Electronics Show (CES) 2019 yang diadakan di Las Vegas, muncul lima finalis yang akan berkompetisi untuk memperebutkan hadiah utama senilai US$1 juta atau yang setara dengan Rp14,02 miliar.

Baca Juga: Berhati Malaikat, Anak ini Dampingi Penyandang Disabilitas Lewati Penerbangannya

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (9/1/2019), para insinyur, penemu, dan perancang dari seluruh berlomba-lomba untuk mengajukan konsep Mobility Unlimited Challenge – guna memberikan taraf kemandirian yang lebih besar kepada para penyandang disabilitas. Selain mengembangkan inovasi baru, para kontestan juga tidak boleh melupakan kenyamanan dan kemudahan jika inovasinya ini kelak digunakan.

Evowalk. Sumber: newatlas

Sebut saja tim Evolution Devices dari Amerika Serikat yang meluncurkan Evowalk, sebuah selongsong kaki yang cerdas dan tidak mengganggu para penggunanya. Evowalk sendiri dikemas dengan sensor yang memantau gerakan di kaki dan memprediksi gerakan pengguna berjalan, kemudian merangsang otot-otot kaki tertentu pada waktu yang tepat untuk membantu mereka dalam perjalanan.

Quix. Sumber: newatlas

Ada lagi Quix, yang dirancang oleh IHMC & MYOLYN, yang merupakan kerangka luar (exoskeleton) yang dirancang khusus untuk memungkinkan para pengguna kursi roda berdiri tegak.

Qolo. Sumber: newatlas

Lalu ada lagi Qolo, yang dirancang oleh tim asal Jepang yang juga merupakan kerangka luar, tetapi Qolo lebih menggabungkan roda untuk mobilitas ekstra dan memungkinkan para penggunanya untuk duduk atau beridiri dengan lebih mudah.

Moby. Sumber: newatlas

Berbeda dengan Moby, mahakarya dari Italdesign asal Italia yang terlihat paling rumit diantara para kompetitornya, dimana ada sebuah moda yang berukuran cukup besar dan dapat menjadi ‘tumpangan’ bagi para pengguna kursi roda. Uniknya, Moby ini akan mengubah perjalanan para penyandang disabilitas ini menjadi bertenaga listrik. Moby sendiri rencananya akan tersedia di seluruh kota sebagai bagian dari skema ride-sharing berbasis aplikasi.

Phoenix AI Ultralight Wheelchair. Sumber: newatlas

Dan yang terakhir ada Phoenix AI Ultralight Wheelchair, hasil rancangan desainer Inggris yang akan menghilangkan getaran kecil dan putaran yang tidak diinginkan melalui kursi roda pintar yang mengubah pusat gravitasinya dengan cepat sehingga hanya menyisakan sedikit berat pada roda depan, membuatnya lebih mudah untuk berputar dan dan dikemudikan.

Baca Juga: Mudahkan Penyandang Disabilitas, Tahun 2025 Semua Bus di Seoul Adopsi Low Deck

“Lima finalis ini telah menunjukkan inovasi nyata yang didorong oleh desain yang berpusat pada kreatifitas manusia,” ujar Ryan Klem, Direktur Program untuk Toyota Mobility Foundation.

“Kami berpikir bahwa teknologi yang tergabung dalam perangkat ini dapat mengubah kehidupan sejumlah besar orang di seluruh dunia, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan mobilitas yang lebih luas,” tandasnya.

 

Lanjutkan Tren Positif Pelayanan, British Airways Ganti Boeing 767 dengan 787 Dreamliners

Setelah hampir tiga dekade berada di dalam line up armada British Airways, kini Boeing 767 tidak lagi ‘mengabdi’ kepada maskapai kebanggaan Inggris tersebut. Terakhir kali, armada Boeing 767 milik British Airways melayani penerbangan terakhirnya pada Minggu, 25 November 2018 dengan rute penerbangan London Heathrow – Larnaca, Siprus PP.

Sebagai kilas balik, British Airways pertama kali memasukkan nama Boeing 767 ke dalam list armadanya pada Februari 1990 guna melakoni jadwal penerbangan jarak pendek London – Paris.

Baca Juga: Boeing 767 “Reborn,” Berpeluang Isi Segmen New Mid-market Aircraft

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman usatoday.com (27/11/2018), terhitung sejak penerbangan perdananya tersebut, Boeing 767 yang berada di bawah naungan British Airways telah menyelesaikan lebih dari 425.000 penerbangan komersial. Dari ke semua penerbangan tersebut, kota Frankfurt di Jerman merupakan destinasi yang paling sering dikunjungi oleh Boeing 767 ber-livery British Airways ini. Kurang lebih sekitar 15.000 penerbangan dari dan ke Jerman dengan menggunakan armada ini.

“Kendati awalnya digunakan untuk penerbangan jarak jauh, namun dalam beberapa tahun terakhir 767 telah dikonfigurasi ulang untuk melakoni penerbangan jarak sedang, termasuk ke Athena dan Larnaca, dan juga beberapa rute domestik,” tutur pihak British Airways dalam sebuah pernyataan. Adapun beberapa rute jarak jauh yang dilayani oleh Boeing 767 ini adalah Amerika Utara dan Timur Tengah.

Pada penerbangannya yang terakhir, Boeing 767 menggunakan konfigurasi penerbangan jarak pendek yang hanya memuat 244 seats saja. Sebagian besar dari armada 767 ini diganti dengan seri 787 Dreamliners baru.

Baca Juga: Fakta Unik! Penerbangan Perdana British Airways Ternyata Hanya Membawa Satu Penumpang

“Boeing 767 telah menjadi menorehkan tinta emas dalam perjalanannya bersama British Airways, armada ini telah membantu kami untuk menerbangkan penumpang menuju berbagai destinasi paling populer dan telah melayani para pelanggan kami dengan sangat baik pada masa jayanya,” ucap direktur operasi penerbangan British Airways, Kapten Al Bridger.

“Untuk melanjutkan tren yang sudah ada, langkah yang sangat tepat bagi kami untuk mengganti armada Boeing 767 dengan 787 Dreamliners yang juga menawarkan pengalaman luar biasa bagi para penumpang ketika tengah membelah angkasa,” tandasnya.

 

Hantu di MRT Singapura Sukses Ramaikan “Halloween Horror Night”

Entah rumor atau memang fakta, adanya hantu alias mahkluk halus di wahana transportasi selalu menarik diperbincangkan, terlebih bila kabar adanya hantu terkait dengan moda angkutan massal, makin klop-lah fenomena hantu tersebut sebagai bagian dari urban legend. Pun adanya hantu yang hadir di jaringan kereta bawah tanah, rasanya kerap kita dengar kisahnya mulai dari Amerika Serikat sampai Eropa Barat.

Baca juga: Tak Hanya Satu, Ada 4 Stasiun MRT Singapura yang Terkenal Angker

Dan tak jauh dari Indonesia, Singapura yang telah mengoperasikan MRT sejak 32 tahun silam, juga punya kisah-kisah mistis yang mengerikan di mata warga Negara Pulau tersebut. Namun, sosok hantu MRT Singapura berhasil dikemas dalam sebuah pertunjukan menarik.

Bagaimanakah Singapura mengangkat urban legend tersebut dan membuatnya sebagai pertunjukkan menarik? Dilansir KabarPenumpang.com dari laman dejiki.com, Universal Studio Singapura menghidupkan cerita urban legend ini dengan penampilan Halloween Horror Nights (HHN) 5 yang pernah berlangsung selama 14 hari pada tahun 2015 lalu.

Tema yang diangkat adalah True Singapore Ghost Stories: The MRT dimana salah satu urban legend adalah cerita horor di empat stasiun MRT Singapura. Wakil Presiden Objek Wisata di Resort World Sentosa Jason Horkin mengatakan, penduduk lokal tidak benar-benar takut dengan hantu barat. Sebab mereka lebih suka cerita-cerita Asia.

Sehingga USS membuat empat rumah berhantu dan tiga zona untuk menakut-nakuti pengunjung di taman hiburan. Andrea Teo, produser eksekutif HHN 5 mengatakan, tiga rumah dibuat dengan sentuhan lokal yang membawa ketakutan bagi pengunjung.

“Berharap untuk melihat pemandangan dan cerita rakyat yang akrab di tiga rumah berhantu bertema lokal dengan rumah keempat yang menampilkan pengalaman bawah tanah yang intens. Tema untuk acara Halloween ikonik Asia Tenggara tahun ini mengelilingi kebangkitan bulan darah, yang akan menyebarkan kehancuran ke kehidupan,” ujar Teo.

Dia menambahkan, Rumah berhantu ini akan menampilkan tokoh-tokoh yang dikenal dalam alur cerita asli yang dibuat hanya untuk HHN 5 dan terinspirasi oleh kisah-kisah penampakan paranormal di kereta. Ini akan menjadi perjalanan yang tiada duanya karena kuntilanak dan tuyul akan muncul.

True Singapore Ghost Stories pada dasarnya adalah orang Singapura dan saya gembira bahwa Universal Studios Singapura telah mengembangkan dimensi baru yang menarik ini untuk seri buku. Jalan cerita untuk rumah berhantu ini terinspirasi oleh laporan penampakan paranormal di kereta, dan penggemar dapat berharap untuk melihat karakter dari halaman True Singapore Ghost Stories berubah menjadi kenyataan. Tim kreatif di balik Universal Horror Nights Halloween Universal Studios Singapura telah melakukan upaya penuh semangat dalam upaya ini dan saya yakin para penggemar sama bersemangatnya dengan saya untuk naik kereta ini,” tambah Russell Lee seorang penulis cerita hantu lokal.

Di Siloso Gateway Block 50, pemandangan yang akrab dari lingkungan tersebut disuntikkan dengan twist yang menyeramkan ketika wabah virus mengubah penduduk menjadi burung pemakan bangkai. Gerbang neraka akan terbuka sekali lagi di Hell House ketika patung kertas memerintah dan para tamu melakukan perjalanan melalui Neraka. Tunnel People, rumah kegelapan pertama di acara ini, akan membuat para tamu merasakan jalan mereka melalui benteng Tunnel People dalam kegelapan.

Baca juga: Legenda Kereta Hantu Manggarai, Antara Fakta dan Mitos

Zona menakut-nakuti mendalam tahun ini termasuk Hantu Lapar di zona Lost World,  yakni sebuah desa tersembunyi dengan penduduk desa terkutuk ditakdirkan untuk menjalani ritual dan doa setiap hari.

Panasonic SPACe_C, Konsep Moda Otonom dengan Struktur Bertingkat

Ajang Consumer Electronics Show (CES) yang diadakan sejak 8 Januari hingga 11 Januari 2019 di Las Vegas memang terbukti sebagai perhelatan yang mampu ‘menetaskan’ sejumlah ide kreatif di berbagai sektor – termasuk transportasi. Belum lagi dewasa ini tengah marak pembahasan tentang moda otonom yang diperkirakan bakal mengambil alih jalanan di masa depan. Seperti halnya Panasonic yang meluncurkan konsep SPACe_C, sebuah kendaraan fully autonomous tanpa ruang kendali.

Baca Juga: City of Bryan Siap Rilis Moda Otonom Bertenaga Listrik Pada Pertengahan Oktober Mendatang!

Seperti yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (11/1/2019), SPACe_C merupakan sebuah moda dengan single drivetrain yang mampu beroperasi tanpa input dari pengemudi. Moda berukuran 3,85m x 1,68m dengan tinggi 1.95m ini memiliki ruang kabin yang cukup luas untuk mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup banyak.

Adapun ide dari konsep SPACe_C milik Panasonic ini awalnya ditujukan sebagai truk pengangkut makanan, ruang pertemuan yang dapat bergerak, moda antar-jemput kargo, toko ritel pop-up, hingga ruang presentasi. Kendaraan semacam ini dipercaya perusahaan mampu mendobrak pangsa pasar di masa yang akan datang – dimana mobilitas akan meningkat berkali lipat seiring dengan pertumbuhan manusia dan perkembangan teknologi.

Tanpa sistem kendali dan transmisi mekanis yang kompleks, SPACe_C siap untuk mengantarkan penumpang atau kargo sesuai tujuan dengan bantuan dari aplikasi dan teknologi yang tersemat di dalam kendaraan tersebut.

SPACe_C sendiri terbagi ke dalam dua platform, yaitu struktur atas dan bawah. Struktur bawah terdiri dari roda, mesin, dan segala hal lainnya yang berkaitan dengan mobilitas kendaraan, sementara struktur atas merupakan kabin penumpang atau kargo. Jika ditujukan untuk mengangkut penumpang, maka struktur atas akan menggunakan kabin khusus penumpang, lain cerita jika hendak mengangkut kargo, struktur atasnya pun akan diganti.

Baca Juga: Volvo 360c, Moda Otonom Bertenaga Listrik yang Punya Empat Desain Interior

Panasonic Corporation mengembangkan platform ePowertrain 48V untuk Electric Vehicle (EV) berukuran kecil yang dapat memenuhi permintaan pasar global akan EV, dan memperkenalkannya di CES 2018. Platform yang dikembangkan Panasonic adalah powertrain hemat energi dan aman yang memiliki fitur kekompakan terintegrasi, efisiensi tinggi, dan skalabilitas fleksibel. Platform ini akan membantu mengurangi biaya dan waktu pengembangan kendaraan dengan meningkatkan atau menurunkan kombinasi unit dasar sesuai dengan spesifikasi kendaraan seperti ukuran, kecepatan dan torsi.

Pramugari Buat Akun Instagram Untuk ‘Share’ Perilaku Aneh Penumpang

Pesawat sebagai salah satu moda transportasi yang kini bisa dijangkau hampir semua kalangan ternyata memiliki cerita buruk dan aneh dari penumpang-penumpangnya. Hal ini bukan hanya dirasakan penumpang tetapi awak kabin yang melayani dalam penerbangan.

Baca juga: Gara-gara Penumpang Bertengkar, Ryanair Terpaksa Return to Base Ke London

Beberapa hal tersebut sudah sering kali dibahas dan menjadi viral di dunia. Namun terus saja terulang dan penumpang seakan tidak kapok dengan perilaku mereka itu. Hal ini kemudian membuat seorang mantan pramugari bernama Dan Shawn Kathleen memutuskan membuat akun Instagram @passengershaming.


Dilansir KabarPenumpang.com dari dailymail.co.uk (3/1/2019), Kathleen sudah membuat akun Instagram-nya tersebut delapan tahun lalu dimana dirinya muak dengan penumpang pesawat yang jorok dan memutuskan menyebarkan perilaku mereka di media sosial. Saat ini @passengershaming sudah diikuti 700 ribu akun.

“Aku hanya merasa seperti aku perlu mengomel tentang hal-hal gila yang terjadi di atas kapal. Aku merasa itu terjadi di mana-mana. Kami mendapatkan banyak foto hal-hal yang terjadi di terminal dan jelas di pesawat itu sendiri. Aku tidak harus setuju dengan kita tidak punya cukup ruang, sebab itu adalah alasan untuk mengatakan bahwa ada masalah yang tidak bisa kita lakukan seperti manusia yang layak,” kata Kathleen.

Dia bahkan mengatakan menyesal melihat penumpang bertelanjang kaki. Kathleen menambahkan bahwa penumpang pesawat yang berperilaku buruk karena mereka memiliki rasa kalau hal itu berhak dilakukan. Bahkan orang-orang mungkin berpikir dengan menghabiskan sejumlah uang untuk penerbangan bisa mendapatkan hak mereka dan dilayani awak kabin seperti yang mereka inginkan.

“Sayangnya, pesawat itu bukan ruang tamu dan Anda berada di transportasi umum, Anda tidak berada di jet pribadi. Jadi jaga agar perawatan pribadi tetap pribadi,” tambahnya.

Kathleen sendiri mengaku banyak melihat penumpang liar dan tak bisa diatur selama penerbangan. Tetapi satu hal yang tak pernah terlupakan olehnya adalah dimana saat dirinya melihat penumpang pria yang rambutnya terbakar saat berada di toilet selama penerbangan dan menghisap kokain.

Diketahui, @passengershaming berisikan foto dan video yang diambil oleh penumpang yang tidak puas dengan penumpang lainnya serta awak kabin dari seluruh dunia. Gambar-gambar itu termasuk diantaranya penumpang yang tanpa malu meluruskan kaki mereka saat tidur siang sedangkan yang lain menaikkan kaki mereka ke sandaran tangan penumpang lain di depannya.

Baca juga: Telanjang di Kabin Pesawat, Pria Ini Diduga Trauma Pelecehan

Malahan, kaki penumpang-penumpang itu kotor dan tidak enak untuk dilihat. Selain itu rambut panjang penumpang perempuan yang terurai kebelakang kursinya dan sampai di atas meja penumpang di depan mereka. Tak ayal penumpang pun pernah memotong kuku jari tangan dan kaki mereka saat duduk di pesawat. Bahkan ada pula penumpang yang dengan nyamannya mengganti pakaian di depan penumpang lain.

“Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

Warga Depok, Lebak Bulus dan sekitarnya pasti kenal dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PO Deborah atau yang kondang disebut dengan “Debby.” Perusahaan Otobus (PO) Deborah tersebut memiliki trayek awal Depok menuju ke Lebak Bulus sebagai angkutan umum. Debby memiliki penampilan yang khas dengan warna dasar ‘kurang jelas’ antara ungu terang dan merah muda (pink), memiliki garis berwarna hijau dan tulisan PO Deborah berwarna kuning.

Baca juga: Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan Otobus

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, PO Deborah didirikan oleh almarhum Kiloria Manik pada tahun 1994 dengan kantor pusatnya di Jalan Margonda Raya No.485, Depok. Para penggemar Debby pasti hafal dengan bus ber-livery agak norak tersebut, dimana pada bagian dalam bus juga dihiasi gorden untuk menutup kaca ketika cuaca terik. Ternyata bukan hanya warna bus saja yang norak, kenek dan pengemudinya pun menggunakan baju seragam pink.

Meski terkesan norak, si Debby ini banyak memiliki penggemar apalagi di jam-jam sibuk. Para penggemarnya bahkan rela bergelantungan dan ’empet-empetan’ alias berhimpitan saat berada di dalamnya karena mengejar waktu. Beberapa orang malahan menganggap Debby sebagai moda antar jemput. Sebab ramai saat-saat jam berangkat dan pulang kerja. Penumpang bus dari arah Lebak Bulus lebih banyak mahasiswa yang kuliah di kampus sekitaran Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila dan kawasan Margonda.

Sebaliknya yang dari arah Depok padat dengan karyawan pekerja di sekitaran Depok Town Square, Fatmawati, sepanjang jalan TB Simatupang, Lebak Bulus hingga Pondok Indah. Sedangkan sorenya, isi bus ini kebalikan dari pagi. Bus Debby non AC setiap harinya beroperasi sebanyak sepuluh sampai dua puluh bus dari pool di hari kerja. Jika diluar hari kerja, hanya ada delapan bus yang melenggang dari Depok-Lebak Bulus.

Kursi penumpang pun dilapisi busa dan lebih buruk dari Kopaja, sebab sangat tegak dan jaraknya sempit hingga kaki sulit masuk. Namanya angkutan umum, si Debby ini juga sebagai salah satu yang kerap kali dimasuki pencopet dan terkadang kelaikan jalannya dipertanyakan. Bagi penumpang si Debby jangan lupa siapkan mental yang cukup matang, karena meski tidak memiliki saingan, selain bersaing dalam berebutan kursi dan sempit-sempitan antar penumpang, pengemudi juga terkadang mengemudikan si Debby dengan ngebut.

Namun, seiring mobilitas masyarakat Depok yang tinggi akan kebutuhan moda transportasi darat menuju berbagai sudut Jakata, PO Deborah mengembangkan usahanya dan membuka jalur komersil trayek AKAP Depok-Kalideres dengan bus AC kapasitas 59 kursi. Dibukanya jalur ini juga dibarengi dengan penambahan unit baru serta peresmian bus pariwisata.

Kehadiran PO Deborah Pariwisata sudah menjadi pilihan beragam masyarakat Kota Depok dan sekitarnya dalam menunjang aktivitas wisata dan bisnis. Beberapa pengguna setia yang rutin menggunakan jasa PO Deborah Pariwisata antara lain berasal dari sekolah–sekolah maupun universitas di Jabodetabek, kantor pemerintah dan swasta, kelompok masyarakat, kelompok pekerja dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

Perbaikan kualitas dan penambahan kuantitas armada bus, peningkatan kualitas pelayanan karyawan adalah catatan rutin PO Deborah Pariwisata agar semakin kokoh ditengah persaingan industri angkutan pariwisata. Semua bentuk nyata ini menunjukkan eksistensi PO Deborah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan pariwisata

Ford Adopsi 5G Pada Teknologi ‘Komunikasi Antar Kendaraan dan Infrastruktur’ di Tahun 2022

Kilas balik ke tahun 1868, dimana seorang insinyur berkebangsaan Inggris, John Peake Knight pertama kali menemukan lampu lalu lintas yang pada kala itu dipergunakan untuk membantu para pejalan kaki untuk menyeberang di persimpangan London yang terkenal sangat ramai.

Namun kini jaman sudah berkembang, ketika lampu lalu lintas sudah jadi sesuatu yang sangat lumrah di jalanan, raksasa manufaktur asal Amerika, Ford datang dengan suatu inovasi yang dipercaya akan memegang peranan penting seperti lampu lalu lintas di masa yang akan datang.

Baca Juga: Ford ‘Terjemahkan’ Pemandangan Khusus Bagi Penyandang Tuna Netra

Beberapa tahun yang lalu, muncul topik pembicaraan yang berfokus pada komunikasi kendaraan, termasuk vehicle-to-vehicle (V2V) dan vehicle-to-infrastructure/grid (V2I /V2G). Ya, ini merupakan sebuah inovasi dimana kendaraan bisa saling ‘berbicara’ satu sama lain, dan juga dengan infrastuktur seperti lampu lalu lintas – bahkan dengan pejalan kaki. Inovasi ini rencananya akan menggunakan jaringan all-in 5G.

Sebagaimana yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (8/1/2019), untuk menghemat bandwidth dari inovasi ini, Ford tidak lagi menggunakan salah satu turunan dari WiFi, Dedicated Short-Range Communications atau yang biasa disingkat DSRC. Dengan alasan penghematan bandwidth tersebut, sejumlah manufaktur otomotif seperti Toyota dan General Motors setuju dengan gagasan yang diajukan oleh Ford.

Ide dari Ford untuk menggunakan jaringan 5G ini kemudian mendapat dukungan dari badan badan pemerintah seperti US Federal Communications Commission (FCC) dan Department of Transportation (DoT) – kendati sifatnya masih tentatif mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk inovasi ini tidaklah murah. Di sini sudah sangat jelas bahwa Ford tidak akan mengambil opsi DSRC dan lebih memilih untuk menggunakan teknologi jaringan 5G – bertolak belakang dengan regulasi yang berkembang di Amerika.

Pemilihan jaringan 5G untuk menunjang inovasi ini juga memiliki alasan yang cukup kuat selain untuk menghemat bandwidth – salah satunya adalah sudah menjamurnya perusahaan penyedia jaringan seluler non-pemerintah yang mulai agresif meluncurkan kemampuan jaringan 5G secara global. Untuk menjamin langkah yang akan diambil Ford ini, rencananya mereka akan membonceng infrastruktur yang sudah ada melalui persetujuan dari DoT. Mereka beranggapan bahwa ini merupakan pilihan yang lebih aman dan lebih andal untuk komunikasi V2G dan V2V.

Baca Juga: Ford Luncurkan Chariot, Aplikasi Layanan Bus Antar Jemput

Sebenarnya, opsi penggunaan jaringan 5G untuk inovasi cellular-vehicle-to-everything (c-V2X) terbilang cukup kontroversial mengingat belum adanya regulasi resmi yang mengatur hal semacam ini. Menurut pihak Ford, mereka akan mulai meluncurkan inovasi ini pada tahun 2022 mendatang – saat ini Ford akan berfokus untuk mengembangkan dan mempertimbangkan berbagai aspek terlebh dahulu.